Ketika Kebutuhan Terus Bertambah, Zakat Hadir sebagai Jalan untuk Saling Menguatkan
19/08/2026 | Penulis: Aliya - Magang
Ketika Kebutuhan Terus Bertambah
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, kebutuhan masyarakat juga ikut berubah. Harga berbagai kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi banyak keluarga.
Kondisi tersebut membuat kepedulian sosial menjadi semakin penting. Bukan hanya tentang membantu ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga bagaimana menciptakan dukungan yang mampu membantu masyarakat bertahan, berkembang, dan menjadi lebih mandiri. Di sinilah zakat memiliki peran yang sangat berarti.
Ketika Biaya Hidup Menjadi Tantangan Bersama
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, inflasi year-on-year Kota Surabaya pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,45 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya perubahan harga barang dan jasa yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, persoalan kesejahteraan tidak hanya berbicara tentang angka inflasi. Masih terdapat masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan taraf hidupnya.
BPS Kota Surabaya juga menekankan pentingnya penguatan data dan intervensi yang tepat sasaran dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pada awal 2026, BPS mencatat masih terdapat 3,56 persen penduduk Surabaya yang berada di bawah garis kemiskinan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa membangun kesejahteraan bukan hanya tugas satu pihak. Pemerintah, lembaga sosial, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Salah satunya melalui zakat.
Zakat Bukan Hanya tentang Memberi, tetapi Menguatkan
Zakat sering kali dipahami sebagai kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta kepada mereka yang berhak menerimanya. Namun, jika dikelola secara tepat, manfaat zakat dapat jauh lebih luas.
Zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik sekaligus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. BAZNAS RI sendiri pada 2026 menegaskan pentingnya pengembangan zakat produktif agar mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi lebih mandiri. Artinya, zakat dapat menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi persoalan sosial yang ada di sekitar kita.
Seseorang yang menerima bantuan kebutuhan pokok tentu terbantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Namun, ketika zakat juga diarahkan untuk pendidikan, pelatihan, modal usaha, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi, manfaatnya dapat berlanjut untuk hari-hari berikutnya. Dari sekadar membantu bertahan, menjadi membantu untuk bangkit.
Dari Zakat Konsumtif Menuju Zakat yang Memberdayakan
Dalam kondisi masyarakat yang dinamis, bantuan konsumtif tetap memiliki tempat dan dibutuhkan, terutama ketika seseorang sedang berada dalam situasi mendesak. Namun, pada saat yang sama, pemberdayaan juga menjadi bagian penting.
BAZNAS RI menjelaskan bahwa penyaluran zakat dapat mencakup bantuan konsumtif maupun produktif. Keduanya saling melengkapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mustahik. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan, tetapi juga sebagai investasi sosial.
Bayangkan ketika dana zakat dapat membantu seorang pelaku usaha kecil mengembangkan usahanya. Atau ketika seorang anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik karena dukungan dana zakat. Atau ketika seseorang yang sedang menghadapi persoalan kesehatan mendapatkan bantuan sehingga dapat kembali menjalani aktivitasnya. Setiap bentuk bantuan memiliki cerita dan dampak yang berbeda.
BAZNAS Kota Surabaya dan Semangat Menghadirkan Manfaat
Dalam konteks Kota Surabaya, semangat tersebut menjadi semakin relevan. Surabaya merupakan kota dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, tetapi di tengah dinamika tersebut tetap terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran untuk menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan profesional, dana yang dihimpun dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan sosial dan pemberdayaan. Karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban. Ada harapan agar dana tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran.
Berbagi di Tengah Kondisi yang Tidak Selalu Mudah
Mungkin muncul pertanyaan: “Kalau kondisi ekonomi sedang tidak mudah, apakah masih perlu berbagi?”
Jawabannya tentu kembali pada kemampuan masing-masing.
Berbagi tidak harus selalu dalam jumlah besar. Infak dan sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan. Sementara bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikan zakat merupakan bagian dari kewajiban yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Justru dalam kondisi yang penuh tantangan, kepedulian menjadi semakin berarti.
Sebab, ketika seseorang membantu sesuai kemampuannya, ia bukan hanya memberikan sesuatu kepada orang lain. Ia juga ikut membangun rasa saling menguatkan di tengah masyarakat.
Satu Kebaikan, Dampak yang Bisa Berlanjut
Zakat memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi sosial. Ketika dikelola secara tepat, zakat dapat membantu kebutuhan dasar sekaligus membuka jalan menuju kemandirian.
Hal ini juga sejalan dengan arah program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 yang menempatkan pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Maka, zakat tidak seharusnya hanya dilihat sebagai angka yang berpindah dari muzaki kepada mustahik. Di baliknya ada kebutuhan yang terbantu, pendidikan yang terus berjalan, usaha yang berkembang, kesehatan yang terjaga, dan harapan yang kembali tumbuh.
Mari Saling Menguatkan
Kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat akan selalu mengalami perubahan. Namun, satu hal yang dapat terus kita jaga adalah kepedulian terhadap sesama. Ketika memiliki kemampuan, mari berbagi. Ketika memiliki kelebihan, mari membantu. Dan ketika memiliki kewajiban zakat, mari tunaikan melalui lembaga yang amanah agar manfaatnya dapat dikelola dan disalurkan secara tepat.
Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gerakan untuk saling menguatkan. Karena di tengah kondisi yang tidak selalu mudah, kebaikan yang kita berikan hari ini dapat menjadi harapan bagi kehidupan seseorang di kemudian hari.
Artikel Lainnya
Zakat dan Perubahan Kehidupan: Melihat Makna di Balik Setiap Amanah
Ketika Zakat Tidak Hanya Membantu, tetapi Juga Memberdayakan
DTSEN dan Masa Depan Zakat: Akankah Bantuan Semakin Tepat Sasaran?
Gempa NTT dan Makna Kepedulian: Menguatkan Harapan di Tengah Musibah
Menguatkan NTT melalui Kepedulian: Semangat Kemanusiaan BAZNAS untuk Sesama
Dari Harta Menjadi Berkah: Makna Zakat dalam Kehidupan
Di Mana Kebaikan Berlabuh? Perjalanan Zakat Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Jejak Zakat dalam Membangun Kehidupan yang Lebih Bermartabat
Di Tengah Kesibukan Mencari Rezeki, Jangan Lupa Menunaikan Zakat
Sosok yang Jarang Dibicarakan di Balik Perjalanan Zakat
Merayakan Kemerdekaan dengan Kepedulian dan Kebaikan
BAZNAS Bukan Sekadar Tempat Bayar Zakat: Ada Sistem Besar di Balik Setiap Penyaluran
BAZNAS Surabaya dan Kepedulian Kemanusiaan: Bersama Membantu Penyintas Gempa NTT
Menjahit Asa di Bulan Kemerdekaan: Senyum Mustahik dan Misi BAZNAS Mewujudkan Kemandirian
Zakat di Balik Senyum Mustahik: Ketika Kebaikan Mengubah Kehidupan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →