WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Wujud Transparansi, BAZNAS Surabaya Serahkan Laporan Kinerja kepada Bapemkesra Surabaya
Wujud Transparansi, BAZNAS Surabaya Serahkan Laporan Kinerja kepada Bapemkesra Surabaya
SURABAYA, (10/09/26) – BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan Laporan Kinerja Semester I Periode Januari–Juni 2026 kepada Bapemkesra Kota Surabaya. Penyerahan laporan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Laporan Kinerja Semester I memuat berbagai pelaksanaan dan capaian BAZNAS Kota Surabaya selama enam bulan pertama tahun 2026. Laporan tersebut mencakup kegiatan kelembagaan serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dan pendayagunaan. Selama periode Januari hingga Juni 2026, BAZNAS Kota Surabaya terus menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi. Penyerahan laporan kepada Bapemkesra menjadi bagian penting dalam menjaga koordinasi antara BAZNAS Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Sinergi tersebut diperlukan agar program yang dijalankan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kota Surabaya. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, Laporan Kinerja Semester I juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama enam bulan pertama. Berbagai capaian yang telah diperoleh akan terus diperkuat, sementara hal-hal yang masih membutuhkan peningkatan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program pada Semester II Tahun 2026. BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan ZIS yang amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. Melalui penyampaian Laporan Kinerja Semester I kepada Bapemkesra, BAZNAS Kota Surabaya juga berharap sinergi bersama Pemerintah Kota Surabaya semakin kuat sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
10/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Kota Mojokerto Kunjungi BAZNAS Kota Surabaya, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan
BAZNAS Kota Mojokerto Kunjungi BAZNAS Kota Surabaya, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan
SURABAYA, (10/09/26) – BAZNAS Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kota Mojokerto bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung di Bapemkesra Kota Surabaya tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Rombongan dari Kota Mojokerto dihadiri oleh Dr. Santi Ratnaning Tias, S.T., M.M. selaku Asisten III Pemerintah Kota Mojokerto; Dodik Irawan yang mewakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat; H. Dwi Hariadi, S.E. selaku Ketua BAZNAS Kota Mojokerto; Muhtadi, S.E., S.Pd., S.Kom., M.M. selaku Wakil Ketua I BAZNAS Kota Mojokerto; serta Drs. Akhnan selaku Wakil Ketua II BAZNAS Kota Mojokerto. Kedatangan rombongan disambut oleh Drs. Arief Boediarto, M.Si. selaku Kepala Bapemkesra Kota Surabaya bersama Mas Akbar selaku Staf Bapemkesra. Turut hadir menyambut rombongan, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, yakni H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. selaku Ketua; Drs. H. Marjuki, M.A. selaku Wakil Ketua I; H. Mas Kamil Thobroni, S.HI. selaku Wakil Ketua II; Drs. Ec. H. Abd. Halim AF, M.E. selaku Wakil Ketua III; H. Muhammad Riduwan, S.M. selaku Wakil Ketua IV; serta Imam Syafi'i Musthofa, M.M. selaku Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Surabaya. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan diawali dengan rangkaian sambutan dari Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., Ketua BAZNAS Kota Mojokerto H. Dwi Hariadi, S.E., Kepala Bapemkesra Kota Surabaya Drs. Arief Boediarto, M.Si., serta Mas Akbar selaku Staf Bapemkesra. Kunjungan kerja tersebut menjadi ruang bagi BAZNAS Kota Mojokerto dan BAZNAS Kota Surabaya untuk memperkuat komunikasi antarlembaga. Pertemuan juga membuka kesempatan untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan ZIS dan pelayanan kepada masyarakat di masing-masing daerah. Kehadiran unsur Pemerintah Kota Mojokerto dan Bapemkesra Kota Surabaya turut memperkuat semangat kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai. Dalam suasana terbuka dan kekeluargaan, kedua pihak bertukar pengalaman dan gagasan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan dan pelayanan BAZNAS. Pertukaran pengalaman antardaerah diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masing-masing lembaga. Setiap daerah memiliki karakteristik, potensi, serta tantangan tersendiri sehingga praktik baik yang telah berjalan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan program sesuai kebutuhan masyarakat. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk silaturahmi kelembagaan yang diharapkan dapat terus terjaga. BAZNAS Kota Surabaya dan BAZNAS Kota Mojokerto memiliki semangat yang sama untuk mengelola amanah zakat, infak, dan sedekah secara profesional serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi muzaki dan mustahik. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan komunikasi, silaturahmi, dan sinergi antara Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Kota Mojokerto, BAZNAS Kota Surabaya, dan BAZNAS Kota Mojokerto semakin kuat dalam mendukung kemaslahatan masyarakat.
10/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
156 Langkah Menuju Sarjana, Kolaborasi BAZNAS Surabaya Wujudkan Mimpi melalui Beasiswa CESAR
156 Langkah Menuju Sarjana, Kolaborasi BAZNAS Surabaya Wujudkan Mimpi melalui Beasiswa CESAR
Surabaya, (08/09/2026) – BAZNAS Kota Surabaya berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyelenggarakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan serah terima calon penerima Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 9 UNUSA Tower Kampus B tersebut diikuti oleh 156 calon penerima Beasiswa CESAR. Program beasiswa ini mencakup Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan Program Reguler pada Program Studi S1 Sistem Informasi. Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus diisi sambutan oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, S.Farm., Apt.; Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng.; dan Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM. Kolaborasi lintas lembaga ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Kota Surabaya. Melalui sinergi tersebut, para penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi, serta kapasitas diri untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Kota Surabaya. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa Beasiswa CESAR merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang pendidikan. Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki potensi dan semangat belajar untuk memperoleh pendidikan tinggi. Program RPL S1 PG PAUD diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik para pendidik PAUD. Sementara itu, Program Reguler S1 Sistem Informasi menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan mampu menghadapi perkembangan teknologi digital. Melalui kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, UNUSA, Bunda PAUD Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Beasiswa CESAR diharapkan tidak hanya membantu penerima menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
08/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Agenda Pimpinan

Wakil Ketua IV Hadiri Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata
Wakil Ketua IV Hadiri Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata
Surabaya, 27 Agustus 2026 – Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, H. Muhammad Riduwan, S.M., menghadiri Uji Kompetensi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi Tukang Pasang Bata yang diikuti oleh 25 peserta, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS Kota Surabaya dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya serta melibatkan Dymo sebagai kontraktor. Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap bulan. Kehadiran H. Muhammad Riduwan menjadi bagian dari agenda pimpinan untuk memastikan program peningkatan kompetensi tenaga kerja berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam agenda tersebut, H. Muhammad Riduwan meninjau rangkaian uji kompetensi yang dijalani para peserta. Proses penilaian meliputi pengetahuan dasar konstruksi, keterampilan pemasangan bata, penggunaan peralatan, ketepatan hasil pekerjaan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalitas tenaga kerja konstruksi. Pengalaman kerja yang dimiliki para peserta perlu didukung dengan bukti kompetensi resmi agar kemampuan mereka semakin diakui oleh perusahaan dan pengguna jasa. Pelaksanaan program secara rutin setiap bulan menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta mendapatkan pengakuan profesi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya, Disperinaker Surabaya, dan Dymo diharapkan membuka kesempatan bagi lebih banyak tenaga kerja untuk mengikuti sertifikasi pada periode berikutnya. Melalui kegiatan tersebut, H. Muhammad Riduwan mendorong para peserta agar terus meningkatkan kualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja. Program ini diharapkan mampu melahirkan tukang pasang bata yang kompeten, profesional, mandiri, dan berdaya saing.

27-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pemkot Surabaya
Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pemkot Surabaya
Surabaya, 17 Agustus 2026 – Ketua BAZNAS Kota Surabaya turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama melanjutkan perjuangan dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera. Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen BAZNAS untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui program-program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah. Dengan semangat kemerdekaan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi. Bersama, mari melanjutkan perjuangan dengan karya dan kontribusi nyata untuk mewujudkan Surabaya yang semakin sejahtera. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!Merdeka Bersama Zakat, Bersama Wujudkan Surabaya Sejahtera.

17-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Pimpinan BAZNAS Surabaya Hadiri Khitanan Massal Gratis bagi Anak Keluarga Kurang Mampu
Pimpinan BAZNAS Surabaya Hadiri Khitanan Massal Gratis bagi Anak Keluarga Kurang Mampu
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan Khitanan Massal yang digelar di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. Khitanan massal ini merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita, BAZNAS Kota Surabaya, dan Bangga Surabaya Peduli. Sebanyak 280 anak mengikuti khitan secara gratis tanpa dipungut biaya. Mayoritas peserta berasal dari kalangan menengah ke bawah dan keluarga kurang mampu. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya memberikan dukungan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada 280 anak peserta khitan. Pimpinan BAZNAS Surabaya Dorong Penguatan Kolaborasi Sosial Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk memastikan program sosial yang dilaksanakan bersama dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Sinergi dengan Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta pengurus Dharma Wanita. Melalui kegiatan khitanan massal ini, BAZNAS Surabaya terus mendorong semangat kolaborasi dalam menghadirkan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bagi BAZNAS Surabaya, setiap dukungan yang diberikan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat. “Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.”

15-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan untuk Dukung Khitanan Massal
BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan untuk Dukung Khitanan Massal
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan manfaat kepada masyarakat melalui dukungan dalam kegiatan Khitanan Massal yang berlangsung di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya bersama Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli dalam menghadirkan layanan sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada para peserta khitanan massal. Selain mendapatkan bantuan, para peserta juga memperoleh layanan khitan secara gratis tanpa dipungut biaya. Program tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Surabaya berupaya membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak-anak penerima manfaat. BAZNAS Surabaya Perkuat Penyaluran Manfaat kepada Masyarakat Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tamu undangan, di antaranya Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta jajaran pengurus Dharma Wanita. Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat disalurkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan penyaluran manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.
15/08/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Abdur Rouf - Program Kesehatan
BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Abdur Rouf - Program Kesehatan
SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Abdur Rouf, warga Jalan Mojo V/22, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Kantor Kecamatan Krembangan. Penyaluran ini merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat dengan gangguan pendengaran agar dapat beraktivitas secara lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh relawan dan peserta magang BAZNAS Surabaya, penerima manfaat beserta keluarga, serta Tim Brilliant Hearing yang mendampingi proses penyerahan sekaligus memastikan alat bantu dengar dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat. Bantuan alat bantu dengar merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan bagi mustahik. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penerima manfaat dapat kembali mendengar dengan lebih baik sehingga komunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar menjadi lebih mudah. BAZNAS Surabaya senantiasa berupaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi dan pendampingan bersama mitra yang memiliki kompetensi di bidang alat bantu pendengaran. Program kesehatan menjadi salah satu prioritas BAZNAS Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan para muzaki, berbagai bantuan kesehatan terus dihadirkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik. BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program kemaslahatan yang dijalankan.
10/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Warga Kelurahan Kemayoran
BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Warga Kelurahan Kemayoran
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya melaksanakan penyaluran alat bantu dengar kepada Winarti, warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, pada Kamis (9/7/2026). Penyaluran berlangsung di Kantor Kecamatan Krembangan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Kota Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan alat penunjang kesehatan agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Staf Kesra Kecamatan Krembangan, Staf Kesra Kelurahan Kemayoran, relawan dan peserta magang BAZNAS Kota Surabaya, serta penerima manfaat bersama anggota keluarganya. Melalui bantuan alat bantu dengar ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap penerima manfaat dapat memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi, meningkatkan aktivitas sosial, serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri. Bantuan ini juga menjadi bentuk nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam setiap proses penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya selalu mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa bantuan diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan kriteria penerima manfaat. Program bantuan kesehatan seperti penyaluran alat bantu dengar menjadi salah satu upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan kesehatan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup penerima manfaat. BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat berbagai program kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Surabaya.
09/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Artikel Terbaru

Di Balik Zakat yang Kita Tunaikan, Ada Harapan yang Sedang Diperjuangkan
Di Balik Zakat yang Kita Tunaikan, Ada Harapan yang Sedang Diperjuangkan
Lebih dari Sekadar Kewajiban Ritual Zakat sering kali dipahami sebagai salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat (nisab dan haul). Sebagai bentuk kepatuhan ibadah, menunaikan zakat merupakan upaya membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir. Namun, jika dilihat lebih dalam, makna zakat tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban agama semata. Di balik setiap nominal zakat yang dikeluarkan oleh muzaki, terdapat helai-helai harapan yang sedang diperjuangkan oleh para mustahik. Zakat menjadi jembatan empati yang menghubungkan masyarakat yang berkecukupan dengan mereka yang sedang berjuang mengatasi keterbatasan hidup. Kisah Harapan di Setiap Golongan Mustahik Bagi seorang kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan, dana zakat yang diterima bisa berarti kepastian bahan pangan di atas meja untuk beberapa hari ke depan. Bagi seorang anak yatim atau pelajar dari keluarga kurang mampu, zakat hadir sebagai secercah harapan agar mereka dapat terus melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Begitu pula bagi para pelaku usaha mikro yang terjerat keterbatasan modal. Bantuan zakat produktif memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk membangkitkan roda perekonomian keluarga. Dengan demikian, zakat bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bahan bakar moral yang meyakinkan para mustahik bahwa mereka tidak berjuang sendirian di tengah kesulitan. Menghadirkan Solusi Berkelanjutan melalui Pengelolaan Amanah Agar harapan-harapan tersebut dapat terwujud secara optimal, pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang terstruktur, transparan, dan profesional. Lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS berperan penting dalam memetakan kebutuhan para penerima manfaat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Pengelolaan zakat modern kini berfokus pada program-program berdampak panjang. Selain bantuan darurat untuk kebutuhan pokok dan kesehatan, zakat dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta beasiswa pendidikan. Pendekatan ini bertujuan mengubah peran mustahik agar di masa depan mereka dapat mandiri dan bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Menumbuhkan Kebiasaan Berbagi dan Empati Sosial Menunaikan zakat mengajarkan manusia untuk melihat melebihi batas kepentingan pribadi. Saat seseorang menyisihkan bagian dari rezekinya untuk orang lain, ia sedang melatih kepekaan sosial dan memperkuat solidaritas antarsesama. Budaya saling menopang ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika zakat ditunaikan secara rutin dan kolektif, potensi dana yang terhimpun mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial secara bertahap. Menjaga Harapan Tetap Menyala Rezeki yang kita miliki hari ini pada hakikatnya mengandung titipan hak bagi mereka yang membutuhkan. Menunaikan zakat dengan penuh keikhlasan adalah langkah nyata untuk menjaga harapan para mustahik agar tetap menyala. Mari jadikan zakat sebagai bagian dari komitmen kebaikan yang berkelanjutan. Melalui zakat yang ditunaikan secara tepat dan terarah, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga turut serta memperjuangkan masa depan dan kesejahteraan sesama.
07/09/2026 | Rosita - Magang
ZAKAT HARI INI, HARAPAN UNTUK ESOK: MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG LEBIH BERDAYA
ZAKAT HARI INI, HARAPAN UNTUK ESOK: MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG LEBIH BERDAYA
Investasi Sosial demi Masa Depan Umat Dalam ajaran Islam, zakat tidak hanya dipandang sebagai instrumen pembersih harta atau pemenuhan kewajiban ibadah semata, melainkan juga sebagai investasi sosial jangka panjang. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan hari ini memiliki potensi besar untuk mengubah peta kehidupan sosial ekonomi masyarakat di masa depan. Ketika zakat dikelola dan disalurkan secara terencana, dampaknya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, melainkan menciptakan rantai kebaikan yang terus mengalir. Zakat hari ini adalah pondasi utama untuk merancang masa depan umat yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya saing. Mengubah Bantuan Konsumtif Menjadi Modal Keberdayaan Salah satu kunci utama dalam membangun kehidupan yang berdaya adalah pergeseran paradigma penyaluran zakat—dari sekadar bantuan konsumtif menuju program berbasis pemberdayaan produktif. Bantuan konsumtif tetap penting untuk merespons kondisi darurat, seperti pemenuhan pangan harian atau penanganan musibah. Namun, untuk memutus rantai kemiskinan, intervensi produktif menjadi hal yang mutlak. Melalui bantuan modal usaha, penyediaan sarana dan alat kerja, serta pendampingan bisnis secara berkelanjutan bagi pelaku UMKM dari kalangan mustahik, zakat bertransformasi menjadi penggerak roda ekonomi keluarga. Keterampilan dan kemandirian finansial yang terbangun hari ini akan memberi mereka kepastian hidup dan ketahanan ekonomi di esok hari. Menyemaikan Harapan melalui Pendidikan dan Kesehatan Selain sektor ekonomi, keberdayaan masa depan juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Penyaluran zakat di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih tangguh. Melalui program beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, zakat membuka pintu kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi dan meraih cita-cita. Sementara itu, dukungan layanan kesehatan yang memadai memastikan tumbuh kembang anak-anak terbebas dari ancaman masalah gizi buruk seperti stunting. Inilah wujud nyata bagaimana zakat hari ini menjadi investasi berharga bagi generasi esok. Peran Lembaga Pengelola Zakat yang Amanah dan Professional Untuk mewujudkan visi pemberdayaan ini, peran lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS menjadi sangat vital. Melalui tata kelola yang transparan, terukur, dan berbasis data, BAZNAS memastikan setiap dana ZIS yang dihimpun dapat didistribusikan secara efisien dan tepat sasaran. Akuntabilitas pengelolaan zakat tidak hanya menumbuhkan rasa percaya (trust) dari para muzaki, tetapi juga menjamin bahwa setiap program pemberdayaan berjalan sesuai perencanaan serta memberikan dampak perubahan yang permanen bagi para penerima manfaat. Menanam Kebaikan Hari Ini untuk Memetik Kemandirian Esok Membangun kehidupan yang lebih berdaya adalah proses panjang yang membutuhkan komitmen dan konsistensi. Zakat yang kita tunaikan saat ini mungkin terasa sebagai aksi sederhana, namun bagi mereka yang menerima, zakat tersebut adalah benih harapan untuk bangkit dari kesulitan. Mari jadikan menunaikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup dan kepedulian yang berkelanjutan. Dengan menanam kebaikan zakat hari ini, kita sedang bersama-sama merajut masa depan umat yang lebih mandiri, bermartabat, dan sejahtera di esok hari.
07/09/2026 | Rosita - Magang
Mengapa Keterbukaan Informasi Penting dalam Pengelolaan Dana ZIS?
Mengapa Keterbukaan Informasi Penting dalam Pengelolaan Dana ZIS?
Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan dana yang berasal dari masyarakat dan dititipkan untuk dikelola serta disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena berkaitan dengan amanah masyarakat, pengelolaannya membutuhkan tata kelola yang baik, termasuk keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban. Bagi masyarakat yang menunaikan ZIS melalui lembaga pengelola zakat, informasi mengenai bagaimana dana dikelola menjadi hal yang penting. Keterbukaan informasi dapat membantu masyarakat mengetahui bahwa pengelolaan dana dilakukan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi sebagai Bagian dari Tata Kelola Zakat Dalam pengelolaan zakat, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar persoalan administratif. BAZNAS RI menegaskan bahwa pengelolaan ZIS dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Transparansi dapat dipahami sebagai keterbukaan lembaga dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pengelolaan dana. Sementara itu, akuntabilitas berkaitan dengan adanya pertanggungjawaban atas proses pengelolaan tersebut. Keduanya memiliki hubungan yang erat. Informasi yang terbuka memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui pengelolaan dana, sedangkan akuntabilitas memastikan bahwa pengelolaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Mengapa Muzaki Perlu Mengetahui Pengelolaan Dana ZIS? Ketika seseorang menunaikan zakat melalui lembaga, terdapat amanah yang dipercayakan kepada lembaga tersebut. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan dana yang dihimpun. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat memahami berbagai aspek pengelolaan, mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dan pendayagunaan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keterbukaan juga dapat menjadi sarana komunikasi antara lembaga pengelola zakat dengan masyarakat. Dengan informasi yang tersedia secara jelas, masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa dana telah dihimpun, tetapi juga dapat memahami bagaimana lembaga menjalankan tugas pengelolaan zakat. Laporan Keuangan sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Salah satu bentuk keterbukaan dalam pengelolaan dana ZIS adalah penyediaan laporan keuangan. BAZNAS RI secara rutin menyusun laporan pengelolaan zakat sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas pengelolaan zakat secara nasional. Laporan tersebut juga menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya juga menyediakan halaman khusus laporan keuangan yang memuat laporan keuangan tahun 2021 hingga 2025. Ketersediaan informasi tersebut memberikan akses bagi masyarakat untuk melihat laporan yang dipublikasikan oleh lembaga. Dengan adanya laporan yang dapat diakses, masyarakat memiliki sumber informasi yang lebih jelas mengenai pengelolaan keuangan lembaga dibandingkan hanya mengandalkan informasi dari pihak lain. Transparansi Bukan Hanya tentang Angka Keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana ZIS tidak hanya berkaitan dengan angka dalam laporan keuangan. Informasi mengenai kegiatan, program, serta penyaluran dana juga menjadi bagian dari komunikasi lembaga kepada masyarakat. Namun, informasi tersebut perlu disampaikan secara jelas dan mudah dipahami. Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat menjawab pertanyaan dasar: dana dihimpun dari mana, dikelola untuk apa, dan bagaimana proses penyalurannya kepada penerima yang berhak. Dengan penyampaian informasi yang baik, masyarakat dapat memahami proses pengelolaan ZIS secara lebih utuh. Pengawasan dan Audit dalam Pengelolaan ZIS Transparansi juga berjalan bersama dengan mekanisme pengawasan. BAZNAS RI menjelaskan bahwa pengelolaannya berada dalam sistem pengawasan berlapis, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait. BAZNAS RI juga menyampaikan bahwa laporan keuangannya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen sebagai bagian dari upaya menjaga validitas dan kredibilitas laporan keuangan yang disampaikan kepada publik. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi, tetapi juga didukung oleh mekanisme pemeriksaan dan pengawasan. Membangun Kepercayaan melalui Informasi yang Terbuka Kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pengelolaan zakat. Ketika lembaga mampu menyediakan informasi yang jelas mengenai pengelolaan dana dan mempertanggungjawabkannya melalui mekanisme yang sesuai, masyarakat memiliki dasar informasi yang lebih baik untuk memahami kinerja lembaga. Bagi BAZNAS Kota Surabaya, keterbukaan informasi menjadi bagian dari komunikasi dengan masyarakat. Publikasi laporan keuangan dan informasi mengenai kegiatan pengelolaan ZIS dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana amanah dana umat dikelola. Pada akhirnya, transparansi bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang memastikan masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang relevan dan dapat dipahami. Menjadi Muzaki yang Peduli terhadap Pengelolaan ZIS Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pihak yang menunaikan zakat, infak, atau sedekah. Masyarakat juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan ZIS dengan meningkatkan literasi dan kepedulian terhadap tata kelola dana umat. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah mencari informasi dari sumber resmi mengenai lembaga pengelola zakat, memahami laporan yang dipublikasikan, serta mengetahui bagaimana dana ZIS dikelola dan disalurkan. Dengan demikian, keterbukaan informasi dapat menjadi jembatan antara lembaga pengelola zakat dan masyarakat. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel membantu menghadirkan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Karena dana ZIS adalah amanah masyarakat, keterbukaan dalam pengelolaannya merupakan bagian penting dari upaya menjaga amanah tersebut.
07/09/2026 | Sabrina - Magang

BAZNAS TV