
Berita Terkini
BAZNAS Surabaya Jemput Donasi Bantuan Bencana NTT di SMPN 57 Surabaya
Surabaya, 15 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melaksanakan layanan jemput donasi bantuan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) di SMPN 57 Surabaya Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menerima donasi sebesar Rp2.917.000 yang dihimpun oleh keluarga besar SMPN 57 Surabaya sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Layanan jemput donasi merupakan bentuk kemudahan yang diberikan BAZNAS Kota Surabaya kepada masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas, maupun berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan.
BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SMPN 57 Surabaya atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan. Donasi tersebut selanjutnya akan dikelola sesuai dengan mekanisme yang berlaku untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong semangat berbagi dan gotong royong agar kepedulian masyarakat dapat memberikan manfaat bagi sesama.
15/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Jemput Donasi Bantuan Bencana NTT di SDN Petemon 10 Surabaya
Surabaya, 14 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melaksanakan layanan jemput donasi bantuan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) di SDN Petemon 10 Surabaya Surabaya, Rabu (14/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menerima donasi sebesar Rp3.845.000 yang dihimpun oleh keluarga besar SDN Petemon 10 Surabaya sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Layanan jemput donasi merupakan bentuk kemudahan yang diberikan BAZNAS Kota Surabaya kepada masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas, maupun berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan.
BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SDN Petemon 10 Surabaya atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan. Donasi tersebut selanjutnya akan dikelola sesuai dengan mekanisme yang berlaku untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong semangat berbagi dan gotong royong agar kepedulian masyarakat dapat memberikan manfaat bagi sesama.
14/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Jemput Donasi Bantuan Bencana NTT di SDN Sidosermo 1 Surabaya
Surabaya, 14 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melaksanakan layanan jemput donasi bantuan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) di SDN Sidosermo 1 Surabaya Surabaya, Rabu (14/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menerima donasi sebesar Rp2.750.000 yang dihimpun oleh keluarga besar SDN Sidosermo 1 Surabaya sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Layanan jemput donasi merupakan bentuk kemudahan yang diberikan BAZNAS Kota Surabaya kepada masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas, maupun berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan.
BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SDN Sidosermo 1 Surabaya atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan. Donasi tersebut selanjutnya akan dikelola sesuai dengan mekanisme yang berlaku untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong semangat berbagi dan gotong royong agar kepedulian masyarakat dapat memberikan manfaat bagi sesama.
14/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Agenda Pimpinan

Wakil Ketua IV Hadiri Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata
Surabaya, 27 Agustus 2026 – Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, H. Muhammad Riduwan, S.M., menghadiri Uji Kompetensi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi Tukang Pasang Bata yang diikuti oleh 25 peserta, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS Kota Surabaya dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya serta melibatkan Dymo sebagai kontraktor.
Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap bulan. Kehadiran H. Muhammad Riduwan menjadi bagian dari agenda pimpinan untuk memastikan program peningkatan kompetensi tenaga kerja berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam agenda tersebut, H. Muhammad Riduwan meninjau rangkaian uji kompetensi yang dijalani para peserta. Proses penilaian meliputi pengetahuan dasar konstruksi, keterampilan pemasangan bata, penggunaan peralatan, ketepatan hasil pekerjaan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalitas tenaga kerja konstruksi. Pengalaman kerja yang dimiliki para peserta perlu didukung dengan bukti kompetensi resmi agar kemampuan mereka semakin diakui oleh perusahaan dan pengguna jasa.
Pelaksanaan program secara rutin setiap bulan menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta mendapatkan pengakuan profesi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya, Disperinaker Surabaya, dan Dymo diharapkan membuka kesempatan bagi lebih banyak tenaga kerja untuk mengikuti sertifikasi pada periode berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, H. Muhammad Riduwan mendorong para peserta agar terus meningkatkan kualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja. Program ini diharapkan mampu melahirkan tukang pasang bata yang kompeten, profesional, mandiri, dan berdaya saing.
27-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pemkot Surabaya
Surabaya, 17 Agustus 2026 – Ketua BAZNAS Kota Surabaya turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama melanjutkan perjuangan dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen BAZNAS untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui program-program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah.
Dengan semangat kemerdekaan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi. Bersama, mari melanjutkan perjuangan dengan karya dan kontribusi nyata untuk mewujudkan Surabaya yang semakin sejahtera.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!Merdeka Bersama Zakat, Bersama Wujudkan Surabaya Sejahtera.
17-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Pimpinan BAZNAS Surabaya Hadiri Khitanan Massal Gratis bagi Anak Keluarga Kurang Mampu
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan Khitanan Massal yang digelar di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
Khitanan massal ini merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita, BAZNAS Kota Surabaya, dan Bangga Surabaya Peduli. Sebanyak 280 anak mengikuti khitan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Mayoritas peserta berasal dari kalangan menengah ke bawah dan keluarga kurang mampu. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya memberikan dukungan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada 280 anak peserta khitan.
Pimpinan BAZNAS Surabaya Dorong Penguatan Kolaborasi Sosial
Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk memastikan program sosial yang dilaksanakan bersama dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Sinergi dengan Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta pengurus Dharma Wanita.
Melalui kegiatan khitanan massal ini, BAZNAS Surabaya terus mendorong semangat kolaborasi dalam menghadirkan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Bagi BAZNAS Surabaya, setiap dukungan yang diberikan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat.
“Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.”
15-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan untuk Dukung Khitanan Massal
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan manfaat kepada masyarakat melalui dukungan dalam kegiatan Khitanan Massal yang berlangsung di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya bersama Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli dalam menghadirkan layanan sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada para peserta khitanan massal. Selain mendapatkan bantuan, para peserta juga memperoleh layanan khitan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Program tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Surabaya berupaya membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak-anak penerima manfaat.
BAZNAS Surabaya Perkuat Penyaluran Manfaat kepada Masyarakat
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tamu undangan, di antaranya Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta jajaran pengurus Dharma Wanita.
Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat disalurkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan penyaluran manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.
15/08/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Abdur Rouf - Program Kesehatan
SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Abdur Rouf, warga Jalan Mojo V/22, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Kantor Kecamatan Krembangan.
Penyaluran ini merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat dengan gangguan pendengaran agar dapat beraktivitas secara lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Kegiatan penyaluran dihadiri oleh relawan dan peserta magang BAZNAS Surabaya, penerima manfaat beserta keluarga, serta Tim Brilliant Hearing yang mendampingi proses penyerahan sekaligus memastikan alat bantu dengar dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Bantuan alat bantu dengar merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan bagi mustahik. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penerima manfaat dapat kembali mendengar dengan lebih baik sehingga komunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar menjadi lebih mudah.
BAZNAS Surabaya senantiasa berupaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi dan pendampingan bersama mitra yang memiliki kompetensi di bidang alat bantu pendengaran.
Program kesehatan menjadi salah satu prioritas BAZNAS Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan para muzaki, berbagai bantuan kesehatan terus dihadirkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program kemaslahatan yang dijalankan.
10/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Warga Kelurahan Kemayoran
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya melaksanakan penyaluran alat bantu dengar kepada Winarti, warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, pada Kamis (9/7/2026). Penyaluran berlangsung di Kantor Kecamatan Krembangan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Kota Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan alat penunjang kesehatan agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Staf Kesra Kecamatan Krembangan, Staf Kesra Kelurahan Kemayoran, relawan dan peserta magang BAZNAS Kota Surabaya, serta penerima manfaat bersama anggota keluarganya.
Melalui bantuan alat bantu dengar ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap penerima manfaat dapat memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi, meningkatkan aktivitas sosial, serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri. Bantuan ini juga menjadi bentuk nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam setiap proses penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya selalu mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa bantuan diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan kriteria penerima manfaat.
Program bantuan kesehatan seperti penyaluran alat bantu dengar menjadi salah satu upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan kesehatan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup penerima manfaat.
BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat berbagai program kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Surabaya.
09/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Artikel Terbaru
Membangun Kota yang Peduli: Peran Zakat dalam Memperkuat Solidaritas Sosial
Perkembangan kota yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Di satu sisi, pembangunan ekonomi dan infrastruktur mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun di sisi lain, kesenjangan sosial, kemiskinan, dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian warga perkotaan. Dalam situasi tersebut, diperlukan upaya bersama untuk membangun solidaritas sosial agar kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata. Salah satu instrumen yang memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah zakat.
Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi. Melalui zakat, terjadi proses distribusi kekayaan dari masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi kepada mereka yang membutuhkan. Mekanisme ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat membantu mengurangi kesenjangan serta memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis dan berkeadilan.
Di lingkungan perkotaan, keberadaan zakat menjadi semakin relevan mengingat tingginya kebutuhan masyarakat yang beragam. Banyak keluarga yang masih menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, hingga masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Dana zakat yang dikelola secara profesional dapat menjadi solusi untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut melalui program-program yang tepat sasaran. Bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, layanan kesehatan gratis, bantuan modal usaha, hingga program pemberdayaan ekonomi merupakan beberapa contoh pemanfaatan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar memberikan bantuan sesaat, zakat memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian masyarakat. Program pemberdayaan yang didukung oleh dana zakat memungkinkan mustahik untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri. Ketika mustahik berhasil berkembang dan menjadi lebih sejahtera, maka dampak positif zakat akan dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Pengelolaan zakat yang amanah dan profesional menjadi faktor penting dalam memaksimalkan manfaat yang diberikan. Lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat kepada pihak yang berhak menerima. Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan yang terencana, zakat dapat menjadi instrumen pembangunan sosial yang efektif. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga partisipasi dalam menunaikan zakat dapat terus meningkat.
Selain memberikan manfaat ekonomi, zakat juga berkontribusi dalam membangun budaya kepedulian di tengah masyarakat. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan orang lain, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa kesejahteraan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat berbagi yang lahir dari zakat mampu memperkuat hubungan sosial antarindividu dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Nilai-nilai seperti empati, gotong royong, dan solidaritas menjadi semakin kuat ketika masyarakat aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial berbasis zakat.
Kota yang peduli bukan hanya ditandai oleh kemajuan pembangunan fisik, tetapi juga oleh tingginya tingkat kepedulian masyarakat terhadap sesama. Dalam konteks ini, zakat menjadi salah satu instrumen yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan semangat kebersamaan. Ketika zakat dikelola dan disalurkan secara optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mustahik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penguatan peran zakat perlu terus didorong melalui kolaborasi antara masyarakat, lembaga pengelola zakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai pihak lainnya. Sinergi tersebut dapat memperluas jangkauan manfaat zakat serta meningkatkan efektivitas program-program sosial yang dijalankan. Dengan semangat berbagi dan kepedulian yang terus tumbuh, zakat dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu membangun kota yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, melainkan tentang membangun harapan, memperkuat solidaritas, dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui zakat, masyarakat diajak untuk bersama-sama mewujudkan kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
11/09/2026 | Uswa - Magang
Mengapa Bantuan Zakat Tidak Selalu Diberikan dalam Bentuk Uang Tunai?
Ketika berbicara tentang zakat, hal yang sering terbayang adalah pemberian sejumlah uang kepada masyarakat yang membutuhkan. Padahal, dalam proses penyalurannya, manfaat dana zakat tidak selalu harus diterima mustahik dalam bentuk uang tunai.
Bantuan dapat disalurkan melalui berbagai program sesuai dengan kebutuhan penerima dan tujuan penyaluran. Bentuknya pun dapat berbeda, mulai dari bantuan untuk kebutuhan tertentu hingga dukungan yang bertujuan membantu penerima menjadi lebih mandiri.
Lantas, mengapa bantuan zakat tidak selalu diberikan dalam bentuk uang tunai?
Setiap Mustahik Memiliki Kebutuhan yang Berbeda
Kondisi setiap mustahik tentu tidak sama. Ada yang sedang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara yang lain membutuhkan dukungan untuk pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, atau aktivitas ekonomi.
Karena itu, memberikan bantuan dengan bentuk yang sama kepada semua penerima belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai. Kebutuhan yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Penyaluran zakat kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan program agar manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan oleh penerima.
Bantuan yang Tepat Tidak Selalu Berarti Uang Tunai
Uang tunai memang dapat digunakan secara fleksibel. Namun, dalam kondisi tertentu, bantuan yang diberikan dalam bentuk atau program tertentu dapat lebih tepat untuk menjawab kebutuhan penerima.
Sebagai contoh, seseorang yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha dapat memperoleh bantuan yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. Begitu pula bantuan di bidang pendidikan atau kebutuhan lainnya dapat diarahkan sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Dengan pendekatan tersebut, perhatian tidak hanya diberikan pada nominal bantuan, tetapi juga pada manfaat yang dihasilkan dari bantuan tersebut.
Ada Bantuan yang Bertujuan Membantu Penerima Lebih Mandiri
Penyaluran zakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan saat ini. Dalam program tertentu, zakat juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Misalnya, bantuan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dapat membantu penerima menjalankan atau mengembangkan usahanya. Harapannya, dukungan tersebut tidak berhenti pada bantuan yang diterima, tetapi dapat membuka kesempatan bagi penerima untuk meningkatkan kondisi ekonominya.
Inilah mengapa bentuk bantuan tidak bisa disamaratakan. Program penyaluran perlu mempertimbangkan kondisi penerima agar bantuan yang diberikan memiliki manfaat yang lebih berkelanjutan.
Mengapa Bantuan Harus Disesuaikan?
Penyaluran zakat pada dasarnya memiliki tujuan untuk memberikan manfaat kepada pihak yang berhak menerimanya. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan zakat.
Bayangkan jika seseorang membutuhkan perlengkapan untuk menunjang pekerjaannya, tetapi bantuan yang diberikan tidak berkaitan dengan kebutuhan tersebut. Bantuan tetap memiliki nilai, tetapi manfaat yang diperoleh mungkin tidak sebesar ketika bantuan diberikan sesuai kebutuhannya.
Dari sini dapat dipahami bahwa bantuan yang tepat bukan selalu bantuan dengan nominal terbesar, melainkan bantuan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerimanya.
Zakat Memiliki Manfaat yang Lebih Luas
Zakat tidak hanya berbicara mengenai hubungan antara muzaki dan mustahik. Di dalamnya terdapat upaya untuk menghadirkan manfaat sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan dan penyaluran yang tepat, dana zakat dapat mendukung berbagai kebutuhan dan program yang ditujukan kepada masyarakat yang berhak menerima. Bentuk manfaat yang diterima pun dapat berbeda sesuai dengan program dan kondisi penerima.
Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu memandang bantuan zakat hanya sebatas pemberian uang secara langsung. Di balik sebuah program penyaluran terdapat pertimbangan mengenai siapa yang menerima, apa kebutuhannya, dan bagaimana bantuan tersebut dapat memberikan manfaat.
Bukan Sekadar Memberi, tetapi Memastikan Manfaatnya
Pada akhirnya, keberhasilan penyaluran zakat tidak hanya dapat dilihat dari berapa banyak bantuan yang diberikan. Hal yang tidak kalah penting adalah apakah bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya.
Karena itu, penyaluran zakat membutuhkan pengelolaan yang baik agar dana yang telah dipercayakan oleh muzaki dapat sampai kepada pihak yang berhak dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.
Melalui berbagai program penyaluran dan pemberdayaan, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan masyarakat dalam menunaikan zakat menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Sebab, zakat bukan hanya tentang memberikan, tetapi juga tentang bagaimana pemberian tersebut dapat menghadirkan manfaat yang berarti bagi kehidupan penerimanya.
10/09/2026 | Putri - Magang
Ketika Bantuan Kesehatan Bukan Sekadar Pengobatan
Ketika mendengar istilah bantuan kesehatan, yang terlintas biasanya adalah biaya berobat, obat-obatan, atau pemeriksaan medis. Padahal, kebutuhan kesehatan seseorang tidak selalu berhenti pada proses pengobatan.
Dalam kondisi tertentu, seseorang justru membutuhkan alat yang dapat membantunya menjalani aktivitas sehari-hari. Bagi penerima yang mengalami keterbatasan tertentu, alat bantu dapat menjadi bagian penting untuk menunjang fungsi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Program Kesehatan BAZNAS Kota Surabaya. Pada Juli 2026, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada seorang penerima manfaat. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung penerima agar dapat berkomunikasi dan beraktivitas dengan lebih baik serta meningkatkan kemandirian.
Ketika Kebutuhan Kesehatan Tidak Cukup Dijawab dengan Pengobatan
Setiap orang memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda. Ada kondisi yang dapat ditangani melalui pengobatan, tetapi ada pula kebutuhan yang berkaitan dengan alat penunjang.
Misalnya, seseorang yang mengalami gangguan pendengaran mungkin membutuhkan alat bantu agar dapat lebih mudah berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, alat bantu bukan sekadar sebuah barang, tetapi menjadi sarana yang dapat menunjang aktivitas penerimanya.
Karena itu, bantuan kesehatan perlu melihat kebutuhan penerima secara lebih menyeluruh. Bantuan yang tepat bukan hanya mengenai nilai yang diberikan, melainkan mengenai kesesuaiannya dengan kondisi dan kebutuhan mustahik.
Alat Bantu Bisa Berarti Lebih dari Sekadar Barang
Sebuah alat bantu mungkin terlihat sederhana jika dilihat dari bentuknya. Namun, bagi orang yang membutuhkan, manfaatnya dapat terasa dalam berbagai aktivitas.
Alat bantu dengar, misalnya, dapat membantu penerimanya dalam menjalani komunikasi sehari-hari. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan lebih baik dapat mendukung interaksi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.
Inilah yang membuat bantuan alat kesehatan memiliki makna yang lebih luas. Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menjalani kegiatan sehari-hari secara lebih mandiri.
BAZNAS Surabaya dalam penyaluran alat bantu dengar tersebut juga melibatkan Brilliant Hearing untuk memastikan alat yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Bantuan yang Tepat Dimulai dari Kebutuhan Penerima
Pemberian bantuan tentu tidak dapat disamaratakan. Apa yang dibutuhkan satu orang belum tentu menjadi kebutuhan bagi orang lain.
Karena itu, memahami kebutuhan penerima menjadi bagian penting sebelum bantuan diberikan. Dengan mengetahui kebutuhan tersebut, bantuan yang disalurkan dapat memiliki manfaat yang lebih sesuai dengan kondisi penerima.
Hal ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat bukan hanya tentang menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan. Ada tanggung jawab untuk memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan mustahik.
Dalam konteks bantuan kesehatan, bentuk dukungan dapat disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi penerima. Salah satunya melalui penyediaan alat bantu yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.
Dari Kesehatan Menuju Kemandirian
Kesehatan memiliki kaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang menghadapi keterbatasan tertentu, aktivitas yang sebelumnya sederhana dapat menjadi lebih sulit dilakukan.
Di sinilah alat bantu dapat memiliki peran penting. Dukungan yang diberikan tidak hanya ditujukan agar penerima mendapatkan fasilitas kesehatan, tetapi juga agar ia dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman dan mandiri.
Dalam penyaluran alat bantu dengar, BAZNAS Surabaya menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu penerima menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Artinya, keberhasilan sebuah bantuan tidak selalu dapat dilihat dari besar kecilnya nominal yang dikeluarkan. Manfaat yang dirasakan penerima juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Zakat yang Memberikan Manfaat Lebih Dekat dengan Kebutuhan
Zakat memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, penyalurannya perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan mustahik.
Program kesehatan menjadi salah satu ruang bagi BAZNAS Surabaya untuk menghadirkan manfaat tersebut. Bantuan alat bantu dengar menunjukkan bahwa dukungan kepada mustahik dapat diarahkan pada kebutuhan yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas mereka.
Dengan demikian, bantuan kesehatan tidak selalu harus dipahami sebagai biaya pengobatan. Ada kebutuhan lain yang juga penting, termasuk alat yang membantu seseorang menjalani aktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan.
Ketika Bantuan Membuka Lebih Banyak Kesempatan
Pada akhirnya, sebuah bantuan dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap penerimanya. Bagi sebagian orang, bantuan kesehatan mungkin berarti biaya untuk mendapatkan pengobatan. Bagi yang lain, bantuan tersebut dapat berupa alat yang membantu mereka melakukan aktivitas yang sebelumnya terasa sulit.
Contoh penyaluran alat bantu dengar oleh BAZNAS Surabaya memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan mustahik dapat diwujudkan melalui dukungan yang lebih spesifik. Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi berusaha menghadirkan sesuatu yang benar-benar dapat digunakan oleh penerimanya.
Dari sini, kita dapat melihat bahwa zakat tidak hanya berbicara mengenai nominal yang terkumpul dan disalurkan. Di baliknya terdapat harapan agar dana yang dikelola dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Sebab, ketika sebuah alat dapat membantu seseorang berkomunikasi, beraktivitas, dan menjalani kehidupannya dengan lebih mandiri, bantuan tersebut tidak lagi sekadar menjadi sebuah pemberian. Ada manfaat yang terus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
10/09/2026 | Putri - Magang
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti



