
Berita Terkini
BAZNAS Surabaya Salurkan Rombong dan Modal Usaha bagi Mustahik di Manukan Kulon
SURABAYA – BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan rombong usaha dan modal usaha kepada penerima manfaat di Kelurahan Manukan Kulon pada Jumat (2/10/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan membantu mustahik membangun usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan penyaluran turut melibatkan pengurus RT, RW, serta staf kelurahan dan kecamatan setempat. Kolaborasi dengan unsur wilayah menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Bantuan rombong diberikan sebagai sarana usaha agar penerima manfaat memiliki tempat yang lebih layak untuk menjalankan aktivitas ekonomi. Sementara modal usaha diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan awal, seperti pembelian bahan, perlengkapan, maupun kebutuhan operasional usaha.
Program ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat produktif yang dikembangkan BAZNAS Surabaya. Melalui pendekatan pemberdayaan, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
BAZNAS Surabaya berharap dukungan rombong dan modal usaha dapat menjadi langkah awal bagi mustahik untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan usaha yang terus tumbuh, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Sinergi bersama RT, RW, kelurahan, dan kecamatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program di tingkat wilayah.
Melalui penyaluran bantuan usaha di Manukan Kulon, BAZNAS Surabaya terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan zakat yang produktif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BAZNAS Surabaya berharap semakin banyak mustahik dapat tumbuh menjadi lebih mandiri, berdaya, dan memiliki kesempatan membangun masa depan ekonomi yang lebih baik.
02/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Salurkan Program Bedah Rumah bagi Warga Rungkut Menanggal
SURABAYA – BAZNAS Surabaya melaksanakan penyaluran bantuan melalui Program Bedah Rumah di wilayah Rungkut Menanggal pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Surabaya dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Penyaluran dilakukan dengan melibatkan unsur wilayah, mulai dari pengurus RT, RW, hingga staf kelurahan dan kecamatan setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Program Bedah Rumah menjadi salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik. Kondisi tempat tinggal yang layak dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman, menjaga kesehatan keluarga, serta mendukung aktivitas sehari-hari penerima manfaat.
Melalui program ini, BAZNAS Surabaya berupaya tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Rumah yang lebih layak diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Sinergi bersama pemerintah wilayah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dukungan dari RT, RW, kelurahan, dan kecamatan membantu proses koordinasi, pendataan, serta pengawasan agar bantuan dapat berjalan tepat sasaran.
BAZNAS Surabaya terus berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui penyaluran Program Bedah Rumah di Rungkut Menanggal, BAZNAS Surabaya berharap manfaat dana zakat dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak dan bermartabat.
02/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya dan UMSURA Teken MoU Beasiswa CESAR untuk 74 Mahasiswa
SURABAYA – BAZNAS Surabaya bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus serah terima penerima Beasiswa CESAR pada Senin (28/9/2026) di Auditorium At-Ta’awun Lantai 23 Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Program Beasiswa CESAR kali ini menyasar 74 mahasiswa UMSURA, terdiri atas 54 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi PG PAUD dan 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UMSURA beserta jajaran, pimpinan BAZNAS Surabaya, serta seluruh mahasiswa penerima manfaat Beasiswa CESAR.
Penandatanganan MoU menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara BAZNAS Surabaya dan UMSURA dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya untuk memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah melalui sektor pendidikan.
Dalam program ini, bantuan untuk 54 mahasiswa RPL PG PAUD memiliki nilai sebesar Rp540.000.000, sedangkan bantuan bagi 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban sebesar Rp400.000.000.
Melalui Beasiswa CESAR, BAZNAS Surabaya berupaya memberikan kesempatan kepada mahasiswa penerima manfaat agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas diri.
Kolaborasi bersama perguruan tinggi juga menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan pendidikan dapat disalurkan secara terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak jangka panjang.
BAZNAS Surabaya berharap para penerima Beasiswa CESAR dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan pendidikan, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sinergi bersama UMSURA diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
28/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Agenda Pimpinan

Wakil Ketua II BAZNAS Surabaya Jadi Narasumber Sosialisasi Zakat di UPZ Dukuh Pakis
SURABAYA – Wakil Ketua II BAZNAS Surabaya H. Mas Kamil Thobroni, S.H.I. menghadiri undangan kegiatan Sosialisasi Zakat yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan di wilayah Dukuh Pakis pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di UPZ Dukuh Pakis tersebut turut dihadiri Camat Dukuh Pakis, jajaran kelurahan, pengurus RW, serta RT setempat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Mas Kamil Thobroni memberikan pemahaman mengenai makna zakat dari sisi pengumpulan hingga pendistribusian kepada golongan asnaf yang berhak menerima sesuai ketentuan syariah.
Pembahasan mengenai pengumpulan zakat menekankan pentingnya pengelolaan secara tertib, amanah, dan terkoordinasi. Dalam hal ini, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran strategis untuk membantu mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan wilayah.
Sementara dari sisi pendistribusian, zakat harus diberikan kepada mereka yang termasuk dalam golongan asnaf sesuai ketentuan. Ketepatan sasaran menjadi bagian penting agar amanah para muzaki dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan mustahik.
Kehadiran Wakil Ketua II BAZNAS Surabaya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pimpinan untuk mendukung berbagai kegiatan edukasi zakat yang diselenggarakan pemerintah wilayah maupun masyarakat.
Sinergi bersama kecamatan, kelurahan, RW, RT, dan UPZ diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat, tidak hanya sebagai kewajiban keagamaan tetapi juga sebagai instrumen dalam mendorong kesejahteraan sosial.
BAZNAS Surabaya mengapresiasi inisiatif pihak kelurahan dalam menghadirkan Sosialisasi Zakat bagi perangkat wilayah. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan pemahaman mengenai penghimpunan dan pendistribusian zakat semakin kuat serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
03-10-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Pimpinan BAZNAS Surabaya Hadiri Penandatanganan MoU Beasiswa CESAR di UMSURA
SURABAYA – Jajaran Pimpinan BAZNAS Surabaya menghadiri kegiatan penandatanganan MoU dan serah terima Beasiswa CESAR bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Senin (28/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Auditorium At-Ta’awun Lantai 23 Universitas Muhammadiyah Surabaya dan turut dihadiri oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rektor UMSURA beserta jajaran, serta 74 mahasiswa penerima manfaat.
Kehadiran pimpinan BAZNAS Surabaya menjadi bagian dari komitmen dalam mengawal langsung pelaksanaan program pendidikan yang bersumber dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Sebanyak 74 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima Beasiswa CESAR, terdiri atas 54 mahasiswa Program RPL Prodi PG PAUD dan 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban.
Penandatanganan MoU menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara BAZNAS Surabaya dan UMSURA. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memastikan program beasiswa berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Program RPL PG PAUD memperoleh dukungan sebesar Rp540.000.000, sementara bantuan untuk 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban tercatat sebesar Rp400.000.
Kehadiran Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya dalam agenda tersebut turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang pendidikan anak usia dini.
Bagi pimpinan BAZNAS Surabaya, sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam pendayagunaan zakat. Pendidikan dapat menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitas, memperluas peluang masa depan, dan membangun kemandirian.
Melalui Beasiswa CESAR, pimpinan BAZNAS Surabaya berharap mahasiswa penerima manfaat dapat menjalani pendidikan dengan baik serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun pengembangan diri.
BAZNAS Surabaya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat zakat melalui pendidikan.
28-09-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Penandatanganan MoU Beasiswa CESAR di STAI Taswirul Afkar
SURABAYA – Ketua BAZNAS Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menghadiri kegiatan serah terima sekaligus penandatanganan MoU Program Beasiswa CESAR bersama STAI Taswirul Afkar pada Kamis (24/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Ketua BAZNAS Surabaya didampingi Wakil Ketua III dan Wakil Ketua IV BAZNAS Surabaya. Kegiatan juga dihadiri segenap jajaran STAI Taswirul Afkar serta mahasiswa yang menjadi penerima Beasiswa CESAR.
Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya menjadi bagian dari komitmen dalam mengawal langsung pelaksanaan program pendidikan yang bersumber dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Penandatanganan MoU dengan STAI Taswirul Afkar menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Surabaya dan perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian dan keberlanjutan terhadap pelaksanaan program Beasiswa CESAR bagi mahasiswa penerima manfaat.
Dalam agenda tersebut juga dilaksanakan serah terima penerima beasiswa sebagai simbol dimulainya dukungan pendidikan melalui Program CESAR. Momentum ini sekaligus mempertemukan pimpinan BAZNAS Surabaya dengan para mahasiswa penerima manfaat secara langsung.
Bagi pimpinan BAZNAS Surabaya, pendidikan menjadi salah satu sektor strategis dalam pendayagunaan zakat. Bantuan pendidikan diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan mahasiswa pada masa perkuliahan, tetapi juga menjadi investasi sosial untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat di masa depan.
Melalui kerjasama dengan STAI Taswirul Afkar, pimpinan BAZNAS Surabaya berharap mahasiswa penerima Beasiswa CESAR dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya dan terus mengembangkan potensi diri.
BAZNAS Surabaya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya menghadirkan program pendidikan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
25-09-2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Beasiswa CESAR Senilai Rp1,61 Miliar
Surabaya, (08/09/2026) – BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana) kepada 156 mahasiswa dengan total nilai mencapai Rp1.610.000.000. Penyerahan dilaksanakan di Auditorium Lantai 9 UNUSA Tower Kampus B.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kota Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada 151 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) senilai Rp1.510.000.000. Sementara itu, bantuan senilai Rp100.000.000 disalurkan kepada lima mahasiswa Program Reguler S1 Sistem Informasi.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus diisi sambutan oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, S.Farm., Apt.; Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng.; serta Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa Beasiswa CESAR merupakan wujud nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan biaya perkuliahan sekaligus membuka kesempatan bagi para penerima untuk meningkatkan kompetensi dan meraih gelar sarjana.
Bagi mahasiswa RPL S1 PG PAUD, program ini menjadi jalan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme sebagai pendidik anak usia dini. Adapun mahasiswa S1 Sistem Informasi diharapkan mampu mengembangkan kompetensi di bidang teknologi serta berkontribusi dalam menghadapi kebutuhan transformasi digital.
Melalui Beasiswa CESAR, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk mewujudkan cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, UNUSA, Bunda PAUD Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini diharapkan terus berlanjut sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
09/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan untuk Dukung Khitanan Massal
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan manfaat kepada masyarakat melalui dukungan dalam kegiatan Khitanan Massal yang berlangsung di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya bersama Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli dalam menghadirkan layanan sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada para peserta khitanan massal. Selain mendapatkan bantuan, para peserta juga memperoleh layanan khitan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Program tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Surabaya berupaya membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak-anak penerima manfaat.
BAZNAS Surabaya Perkuat Penyaluran Manfaat kepada Masyarakat
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tamu undangan, di antaranya Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta jajaran pengurus Dharma Wanita.
Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat disalurkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan penyaluran manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.
15/08/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Abdur Rouf - Program Kesehatan
SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Abdur Rouf, warga Jalan Mojo V/22, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Kantor Kecamatan Krembangan.
Penyaluran ini merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat dengan gangguan pendengaran agar dapat beraktivitas secara lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Kegiatan penyaluran dihadiri oleh relawan dan peserta magang BAZNAS Surabaya, penerima manfaat beserta keluarga, serta Tim Brilliant Hearing yang mendampingi proses penyerahan sekaligus memastikan alat bantu dengar dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Bantuan alat bantu dengar merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan bagi mustahik. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penerima manfaat dapat kembali mendengar dengan lebih baik sehingga komunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar menjadi lebih mudah.
BAZNAS Surabaya senantiasa berupaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi dan pendampingan bersama mitra yang memiliki kompetensi di bidang alat bantu pendengaran.
Program kesehatan menjadi salah satu prioritas BAZNAS Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan para muzaki, berbagai bantuan kesehatan terus dihadirkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program kemaslahatan yang dijalankan.
10/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Artikel Terbaru
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.
Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.
Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana
Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.
Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.
Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.
Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.
Dari Berbagi, Tumbuh Harapan
Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.
Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.
Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.
Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.
BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat
Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.
Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.
Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.
Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi
Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.
Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.
Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan
Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.
Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.
Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
08/10/2026 | Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.
Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan
Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.
Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.
BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan
Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.
Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.
Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kebaikan yang Mendorong Kemandirian
Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.
Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.
Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.
Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik
Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.
Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat
Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.
Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.
Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.
08/10/2026 | Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan: Ikhtiar BAZNAS Surabaya
Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.
Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang
Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.
Dari Membantu Menjadi Memberdayakan
Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.
Bagian dari Surabaya Berdaya
Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.
Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya
Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.
ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan
Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.
Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan
Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.
08/10/2026 | Nadya - Magang
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti



