
Berita Terkini
Wujud Transparansi, BAZNAS Surabaya Serahkan Laporan Kinerja kepada Bapemkesra Surabaya
SURABAYA, (10/09/26) – BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan Laporan Kinerja Semester I Periode Januari–Juni 2026 kepada Bapemkesra Kota Surabaya. Penyerahan laporan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya.
Laporan Kinerja Semester I memuat berbagai pelaksanaan dan capaian BAZNAS Kota Surabaya selama enam bulan pertama tahun 2026. Laporan tersebut mencakup kegiatan kelembagaan serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dan pendayagunaan.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, BAZNAS Kota Surabaya terus menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi.
Penyerahan laporan kepada Bapemkesra menjadi bagian penting dalam menjaga koordinasi antara BAZNAS Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Sinergi tersebut diperlukan agar program yang dijalankan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kota Surabaya.
Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, Laporan Kinerja Semester I juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama enam bulan pertama. Berbagai capaian yang telah diperoleh akan terus diperkuat, sementara hal-hal yang masih membutuhkan peningkatan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program pada Semester II Tahun 2026.
BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan ZIS yang amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Melalui penyampaian Laporan Kinerja Semester I kepada Bapemkesra, BAZNAS Kota Surabaya juga berharap sinergi bersama Pemerintah Kota Surabaya semakin kuat sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
10/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Kota Mojokerto Kunjungi BAZNAS Kota Surabaya, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan
SURABAYA, (10/09/26) – BAZNAS Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kota Mojokerto bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung di Bapemkesra Kota Surabaya tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Rombongan dari Kota Mojokerto dihadiri oleh Dr. Santi Ratnaning Tias, S.T., M.M. selaku Asisten III Pemerintah Kota Mojokerto; Dodik Irawan yang mewakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat; H. Dwi Hariadi, S.E. selaku Ketua BAZNAS Kota Mojokerto; Muhtadi, S.E., S.Pd., S.Kom., M.M. selaku Wakil Ketua I BAZNAS Kota Mojokerto; serta Drs. Akhnan selaku Wakil Ketua II BAZNAS Kota Mojokerto.
Kedatangan rombongan disambut oleh Drs. Arief Boediarto, M.Si. selaku Kepala Bapemkesra Kota Surabaya bersama Mas Akbar selaku Staf Bapemkesra.
Turut hadir menyambut rombongan, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, yakni H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. selaku Ketua; Drs. H. Marjuki, M.A. selaku Wakil Ketua I; H. Mas Kamil Thobroni, S.HI. selaku Wakil Ketua II; Drs. Ec. H. Abd. Halim AF, M.E. selaku Wakil Ketua III; H. Muhammad Riduwan, S.M. selaku Wakil Ketua IV; serta Imam Syafi'i Musthofa, M.M. selaku Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Surabaya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan diawali dengan rangkaian sambutan dari Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., Ketua BAZNAS Kota Mojokerto H. Dwi Hariadi, S.E., Kepala Bapemkesra Kota Surabaya Drs. Arief Boediarto, M.Si., serta Mas Akbar selaku Staf Bapemkesra.
Kunjungan kerja tersebut menjadi ruang bagi BAZNAS Kota Mojokerto dan BAZNAS Kota Surabaya untuk memperkuat komunikasi antarlembaga. Pertemuan juga membuka kesempatan untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan ZIS dan pelayanan kepada masyarakat di masing-masing daerah.
Kehadiran unsur Pemerintah Kota Mojokerto dan Bapemkesra Kota Surabaya turut memperkuat semangat kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai. Dalam suasana terbuka dan kekeluargaan, kedua pihak bertukar pengalaman dan gagasan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan dan pelayanan BAZNAS.
Pertukaran pengalaman antardaerah diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masing-masing lembaga. Setiap daerah memiliki karakteristik, potensi, serta tantangan tersendiri sehingga praktik baik yang telah berjalan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan program sesuai kebutuhan masyarakat.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk silaturahmi kelembagaan yang diharapkan dapat terus terjaga. BAZNAS Kota Surabaya dan BAZNAS Kota Mojokerto memiliki semangat yang sama untuk mengelola amanah zakat, infak, dan sedekah secara profesional serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi muzaki dan mustahik.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan komunikasi, silaturahmi, dan sinergi antara Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Kota Mojokerto, BAZNAS Kota Surabaya, dan BAZNAS Kota Mojokerto semakin kuat dalam mendukung kemaslahatan masyarakat.
10/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
156 Langkah Menuju Sarjana, Kolaborasi BAZNAS Surabaya Wujudkan Mimpi melalui Beasiswa CESAR
Surabaya, (08/09/2026) – BAZNAS Kota Surabaya berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyelenggarakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan serah terima calon penerima Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 9 UNUSA Tower Kampus B tersebut diikuti oleh 156 calon penerima Beasiswa CESAR. Program beasiswa ini mencakup Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan Program Reguler pada Program Studi S1 Sistem Informasi.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus diisi sambutan oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, S.Farm., Apt.; Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng.; dan Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM.
Kolaborasi lintas lembaga ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Kota Surabaya. Melalui sinergi tersebut, para penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi, serta kapasitas diri untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Kota Surabaya.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa Beasiswa CESAR merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang pendidikan. Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki potensi dan semangat belajar untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Program RPL S1 PG PAUD diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik para pendidik PAUD. Sementara itu, Program Reguler S1 Sistem Informasi menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan mampu menghadapi perkembangan teknologi digital.
Melalui kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, UNUSA, Bunda PAUD Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Beasiswa CESAR diharapkan tidak hanya membantu penerima menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
08/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Agenda Pimpinan

Wakil Ketua IV Hadiri Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata
Surabaya, 27 Agustus 2026 – Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, H. Muhammad Riduwan, S.M., menghadiri Uji Kompetensi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi Tukang Pasang Bata yang diikuti oleh 25 peserta, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS Kota Surabaya dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya serta melibatkan Dymo sebagai kontraktor.
Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap bulan. Kehadiran H. Muhammad Riduwan menjadi bagian dari agenda pimpinan untuk memastikan program peningkatan kompetensi tenaga kerja berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam agenda tersebut, H. Muhammad Riduwan meninjau rangkaian uji kompetensi yang dijalani para peserta. Proses penilaian meliputi pengetahuan dasar konstruksi, keterampilan pemasangan bata, penggunaan peralatan, ketepatan hasil pekerjaan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalitas tenaga kerja konstruksi. Pengalaman kerja yang dimiliki para peserta perlu didukung dengan bukti kompetensi resmi agar kemampuan mereka semakin diakui oleh perusahaan dan pengguna jasa.
Pelaksanaan program secara rutin setiap bulan menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta mendapatkan pengakuan profesi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya, Disperinaker Surabaya, dan Dymo diharapkan membuka kesempatan bagi lebih banyak tenaga kerja untuk mengikuti sertifikasi pada periode berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, H. Muhammad Riduwan mendorong para peserta agar terus meningkatkan kualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja. Program ini diharapkan mampu melahirkan tukang pasang bata yang kompeten, profesional, mandiri, dan berdaya saing.
27-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pemkot Surabaya
Surabaya, 17 Agustus 2026 – Ketua BAZNAS Kota Surabaya turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama melanjutkan perjuangan dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen BAZNAS untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui program-program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah.
Dengan semangat kemerdekaan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi. Bersama, mari melanjutkan perjuangan dengan karya dan kontribusi nyata untuk mewujudkan Surabaya yang semakin sejahtera.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!Merdeka Bersama Zakat, Bersama Wujudkan Surabaya Sejahtera.
17-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Pimpinan BAZNAS Surabaya Hadiri Khitanan Massal Gratis bagi Anak Keluarga Kurang Mampu
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan Khitanan Massal yang digelar di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
Khitanan massal ini merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita, BAZNAS Kota Surabaya, dan Bangga Surabaya Peduli. Sebanyak 280 anak mengikuti khitan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Mayoritas peserta berasal dari kalangan menengah ke bawah dan keluarga kurang mampu. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya memberikan dukungan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada 280 anak peserta khitan.
Pimpinan BAZNAS Surabaya Dorong Penguatan Kolaborasi Sosial
Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk memastikan program sosial yang dilaksanakan bersama dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Sinergi dengan Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta pengurus Dharma Wanita.
Melalui kegiatan khitanan massal ini, BAZNAS Surabaya terus mendorong semangat kolaborasi dalam menghadirkan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Bagi BAZNAS Surabaya, setiap dukungan yang diberikan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat.
“Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.”
15-08-2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan untuk Dukung Khitanan Massal
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan manfaat kepada masyarakat melalui dukungan dalam kegiatan Khitanan Massal yang berlangsung di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya bersama Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli dalam menghadirkan layanan sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada para peserta khitanan massal. Selain mendapatkan bantuan, para peserta juga memperoleh layanan khitan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Program tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Surabaya berupaya membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak-anak penerima manfaat.
BAZNAS Surabaya Perkuat Penyaluran Manfaat kepada Masyarakat
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tamu undangan, di antaranya Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta jajaran pengurus Dharma Wanita.
Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat disalurkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan penyaluran manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.
15/08/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Abdur Rouf - Program Kesehatan
SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Abdur Rouf, warga Jalan Mojo V/22, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Kantor Kecamatan Krembangan.
Penyaluran ini merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat dengan gangguan pendengaran agar dapat beraktivitas secara lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Kegiatan penyaluran dihadiri oleh relawan dan peserta magang BAZNAS Surabaya, penerima manfaat beserta keluarga, serta Tim Brilliant Hearing yang mendampingi proses penyerahan sekaligus memastikan alat bantu dengar dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Bantuan alat bantu dengar merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan bagi mustahik. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penerima manfaat dapat kembali mendengar dengan lebih baik sehingga komunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar menjadi lebih mudah.
BAZNAS Surabaya senantiasa berupaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi dan pendampingan bersama mitra yang memiliki kompetensi di bidang alat bantu pendengaran.
Program kesehatan menjadi salah satu prioritas BAZNAS Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan para muzaki, berbagai bantuan kesehatan terus dihadirkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program kemaslahatan yang dijalankan.
10/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Warga Kelurahan Kemayoran
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya melaksanakan penyaluran alat bantu dengar kepada Winarti, warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, pada Kamis (9/7/2026). Penyaluran berlangsung di Kantor Kecamatan Krembangan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Kota Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan alat penunjang kesehatan agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Staf Kesra Kecamatan Krembangan, Staf Kesra Kelurahan Kemayoran, relawan dan peserta magang BAZNAS Kota Surabaya, serta penerima manfaat bersama anggota keluarganya.
Melalui bantuan alat bantu dengar ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap penerima manfaat dapat memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi, meningkatkan aktivitas sosial, serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri. Bantuan ini juga menjadi bentuk nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam setiap proses penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya selalu mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa bantuan diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan kriteria penerima manfaat.
Program bantuan kesehatan seperti penyaluran alat bantu dengar menjadi salah satu upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan kesehatan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup penerima manfaat.
BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat berbagai program kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Surabaya.
09/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Artikel Terbaru
Dari Harta Menjadi Berkah: Makna Zakat dalam Kehidupan
Harta merupakan salah satu bagian dari kehidupan manusia. Melalui harta, seseorang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu keluarga, merencanakan masa depan, hingga berbagi dengan orang lain. Namun, dalam Islam, harta bukan hanya tentang apa yang dimiliki, melainkan juga tentang bagaimana harta tersebut diperoleh dan digunakan.
Salah satu bentuk penggunaan harta yang memiliki nilai ibadah adalah zakat. Bagi seorang Muslim yang telah memenuhi ketentuan, zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Lebih dari sekadar kewajiban, zakat juga menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Ketika sebagian harta dikeluarkan melalui zakat, harta tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang menunaikannya, tetapi juga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dari sinilah harta dapat menjadi berkah. Sebagian rezeki yang dimiliki berubah menjadi bantuan pendidikan, dukungan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, dan berbagai manfaat lainnya bagi masyarakat.
Zakat sebagai Bentuk Syukur atas Rezeki
Setiap rezeki yang diperoleh merupakan nikmat yang patut disyukuri. Salah satu bentuk syukur tersebut dapat diwujudkan dengan menunaikan zakat ketika telah memenuhi ketentuan.
Zakat mengajarkan bahwa dalam harta yang dimiliki terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.
Rasa syukur melalui zakat juga mengajarkan seseorang untuk tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. Ada bagian dari rezeki yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Dasar Hukum Zakat
Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103).
Allah SWT juga berfirman:
"Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk."(QS. Al-Baqarah: 43).
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya zakat dalam ajaran Islam. Zakat menjadi salah satu bentuk ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial karena harta yang ditunaikan dapat memberikan manfaat kepada pihak yang membutuhkan.
Apa Makna Zakat dalam Kehidupan?
Zakat memiliki makna yang luas dalam kehidupan seorang Muslim. Zakat bukan hanya tentang mengeluarkan sebagian harta, tetapi juga tentang membersihkan diri dari sifat kikir, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Melalui zakat, seseorang belajar bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Ada kesempatan untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Zakat juga mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan sesama. Kewajiban kepada Allah diwujudkan melalui ibadah, sementara kepedulian kepada sesama diwujudkan melalui manfaat yang diberikan dari harta yang dimiliki.
Ketika Harta Berubah Menjadi Manfaat
Harta yang dikeluarkan melalui zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas. Bagi seorang mustahik, zakat dapat menjadi bantuan yang meringankan beban dan memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan.
Manfaat tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti bantuan kebutuhan dasar, dukungan pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Misalnya, bantuan pendidikan dapat membantu seorang anak mendapatkan kesempatan untuk terus belajar. Dukungan ekonomi dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha. Bantuan kesehatan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, zakat membuat harta tidak hanya berhenti pada pemiliknya, tetapi dapat mengalir menjadi manfaat bagi kehidupan orang lain.
Zakat dan Keberkahan Harta
Keberkahan harta tidak selalu dapat diukur dari jumlahnya. Harta yang berkah adalah harta yang memberikan manfaat dan digunakan sesuai dengan jalan yang baik.
Menunaikan zakat menjadi salah satu bentuk menjaga keberkahan harta. Ketika kewajiban zakat ditunaikan, seorang Muslim telah menjalankan tanggung jawab terhadap harta yang dimilikinya sekaligus membantu mereka yang membutuhkan.
Zakat juga dapat menjadi pengingat bahwa semakin banyak nikmat yang diterima, semakin besar pula kesempatan untuk berbagi dan memberikan manfaat.
Peran Zakat dalam Membangun Kepedulian Sosial
Zakat memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial. Ketika masyarakat yang mampu membantu mereka yang membutuhkan, tercipta rasa saling peduli dan solidaritas.
Zakat dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Dana yang dihimpun dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi kurang mampu maupun mendukung program pemberdayaan.
Dengan pengelolaan yang tepat, zakat tidak hanya memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Mengapa Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu cara untuk memastikan dana zakat dikelola dan disalurkan secara terorganisir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dana yang dihimpun dapat disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti:
- Program pendidikan, untuk mendukung masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan.
- Program kesehatan, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
- Program pemberdayaan ekonomi, untuk mendorong kemandirian masyarakat.
- Program kemanusiaan, untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi sulit.
- Program dakwah dan sosial keagamaan, untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat.
Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran.
Dari Muzaki untuk Mustahik
Setiap zakat yang ditunaikan menciptakan hubungan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Muzaki menjalankan kewajibannya, sementara mustahik memperoleh manfaat sesuai dengan ketentuan syariat.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan hanya tentang memberi dan menerima. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat untuk saling membantu.
Ketika kebaikan tersebut dikelola dengan baik, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak yang lebih luas.
Zakat sebagai Langkah Kecil dengan Manfaat Besar
Besarnya manfaat zakat tidak hanya ditentukan oleh jumlah yang diberikan, tetapi juga oleh bagaimana zakat tersebut dikelola dan disalurkan.
Satu kewajiban yang ditunaikan oleh seorang Muslim dapat membantu memenuhi kebutuhan orang lain. Jika dilakukan oleh banyak orang dan dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas.
Karena itu, menunaikan zakat bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban, tetapi juga tentang mengambil bagian dalam menciptakan kebaikan di tengah masyarakat.
Mari Jadikan Harta Lebih Bermakna Melalui Zakat
Harta merupakan amanah yang perlu dikelola dengan baik. Salah satu cara menjadikan harta lebih bermakna adalah dengan menunaikan zakat sesuai dengan ketentuan syariat.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat yang ditunaikan dapat dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya. Karena ketika harta dibagikan dengan penuh keikhlasan, ia tidak hanya menjadi rezeki bagi diri sendiri, tetapi juga dapat berubah menjadi keberkahan dan harapan bagi sesama.
28/08/2026 | Ayu - Magang
BAZNAS Surabaya dan Kepedulian Kemanusiaan: Bersama Membantu Penyintas Gempa NTT
Bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 menjadi duka bagi masyarakat Indonesia. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di sekitar Mbay, Nagekeo, NTT, menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada kedalaman 15 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami.
Dampak bencana tidak hanya dirasakan melalui kerusakan bangunan, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat yang harus menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar, kehilangan tempat tinggal, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi. BNPB melaporkan bahwa ribuan warga sempat mengungsi setelah gempa tersebut, sementara penanganan dan pemulihan terus dilakukan di wilayah terdampak.
BAZNAS Hadir dalam Kepedulian Kemanusiaan
Dalam situasi bencana, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan. Sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak bencana.
BAZNAS RI telah mengerahkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas gempa NTT. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan darurat seperti sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, serta dukungan untuk fasilitas umum. BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan melalui Rumah Sehat BAZNAS dan membantu menyediakan fasilitas ibadah sementara bagi masyarakat terdampak.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan kepedulian sosial. Melalui pengelolaan dan penyaluran dana yang tepat, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
BAZNAS Surabaya Menguatkan Semangat Peduli Sesama
Sebagai bagian dari keluarga besar BAZNAS, BAZNAS Kota Surabaya juga memiliki semangat untuk terus menumbuhkan kepedulian masyarakat melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah. Kepedulian terhadap penyintas bencana di NTT menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tidak dibatasi oleh jarak dan wilayah.
Masyarakat Surabaya dapat mengambil bagian dalam membangun solidaritas kemanusiaan dengan menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga amil zakat yang terpercaya. Setiap kontribusi yang diberikan dapat menjadi bentuk kepedulian kepada saudara-saudara yang sedang menghadapi masa pemulihan setelah bencana.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dibangun BAZNAS Surabaya, yaitu menjadikan zakat sebagai sumber manfaat bagi masyarakat. Kepedulian yang tumbuh dari masyarakat diharapkan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga menjadi budaya berbagi yang terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Bersama Membantu Penyintas Gempa NTT
Pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, masyarakat, serta lembaga filantropi memiliki peran masing-masing dalam memastikan kebutuhan penyintas dapat terpenuhi.
BAZNAS RI sendiri memperkirakan kerugian akibat gempa di delapan kabupaten di NTT mencapai sekitar Rp2,2 triliun berdasarkan kajian Damage and Loss Assessment (DALA) dengan data hingga 18 Agustus 2026. Kerugian tersebut mencakup kerusakan rumah, fasilitas umum, infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat. Dukungan dalam proses pemulihan juga diperlukan agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan kehidupan secara bertahap.
Karena itu, kepedulian masyarakat Surabaya dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk membantu saudara-saudara di NTT. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat ikut menghadirkan manfaat sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Zakat Menjadi Jalan untuk Menghadirkan Manfaat
Zakat mengajarkan bahwa sebagian harta yang dimiliki seseorang terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan. Dalam konteks kebencanaan, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
BAZNAS Surabaya terus mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama. Semangat ini menjadi semakin penting ketika saudara-saudara sebangsa sedang menghadapi musibah.
Bencana gempa NTT menjadi momentum untuk kembali menguatkan rasa persaudaraan. Dari Surabaya, kepedulian dapat terus disebarkan melalui semangat zakat dan berbagi. Sebab, ketika masyarakat saling membantu, beban yang berat dapat terasa lebih ringan.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan kepedulian kemanusiaan. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai jalan untuk berbagi manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Karena kebaikan yang diberikan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang bangkit dari bencana.
28/08/2026 | Icha - Magang
Jejak Zakat dalam Membangun Kehidupan yang Lebih Bermartabat
Di balik setiap senyum mustahik yang menerima manfaat zakat, terdapat kisah perjuangan, harapan, dan perubahan yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Zakat bukan sekadar bantuan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan, melainkan bentuk kepedulian sosial yang mampu menghadirkan kesempatan baru untuk bangkit dari keterbatasan. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat menjadi instrumen yang tidak hanya meringankan beban hidup, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih bermartabat.
Di Kota Surabaya, peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diperkuat melalui berbagai program yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Surabaya. Program-program tersebut menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan. Tujuannya bukan hanya membantu masyarakat bertahan menghadapi kesulitan, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya.
Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Islam mengajarkan bahwa zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh muzaki disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, termasuk fakir, miskin, dan kelompok rentan lainnya. Mekanisme ini menciptakan hubungan sosial yang kuat antara individu yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang sedang menghadapi keterbatasan.
Dalam praktiknya, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk bantuan finansial. Lebih dari itu, zakat menjadi simbol kepedulian dan solidaritas yang mampu mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Ketika seseorang menerima bantuan zakat, yang diterima bukan hanya nilai materinya, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan seorang diri.
Menghadirkan Harapan Melalui Program Pemberdayaan
Salah satu bentuk pemanfaatan zakat yang memberikan dampak besar adalah program pemberdayaan. BAZNAS Kota Surabaya mengembangkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kapasitas mustahik agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Bagi sebagian mustahik, bantuan tersebut menjadi titik awal untuk memulai usaha kecil yang sebelumnya sulit diwujudkan karena keterbatasan modal. Ada yang mengembangkan usaha kuliner rumahan, berdagang kebutuhan sehari-hari, hingga membuka jasa sesuai keterampilan yang dimiliki. Dari usaha-usaha sederhana tersebut, perlahan muncul peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan memperbaiki taraf hidup.
Lebih dari sekadar peningkatan ekonomi, program pemberdayaan juga menumbuhkan rasa percaya diri. Mustahik yang sebelumnya merasa tidak memiliki banyak pilihan mulai berani mengambil langkah untuk berkembang. Mereka tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku perubahan dalam kehidupan mereka sendiri.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Jejak zakat juga terlihat dalam bidang pendidikan. Banyak anak dari keluarga kurang mampu yang menghadapi hambatan untuk melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya. Melalui program bantuan pendidikan, zakat membantu memastikan bahwa mereka tetap memiliki akses terhadap pembelajaran yang layak.
Dukungan pendidikan tidak hanya membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang dapat memutus rantai kemiskinan dan menciptakan perubahan sosial yang lebih luas di masa mendatang.
Ketika seorang anak dapat terus bersekolah berkat bantuan zakat, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Inilah salah satu bentuk keberkahan zakat yang dampaknya dapat dirasakan lintas generasi.
Menjaga Kesehatan, Menjaga Martabat
Selain ekonomi dan pendidikan, kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang turut mendapat perhatian dalam penyaluran zakat. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan biaya. Melalui program bantuan kesehatan, mustahik memperoleh dukungan untuk mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan.
Kesehatan yang terjaga memungkinkan seseorang tetap produktif dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Dengan demikian, bantuan kesehatan bukan hanya menyelesaikan persoalan medis, tetapi juga menjaga kualitas hidup dan martabat penerima manfaat.
Dari Mustahik Menuju Kemandirian
Keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada penerima manfaat. Ketika mustahik mampu meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan usaha, menyekolahkan anak, dan menjalani hidup dengan lebih baik, maka zakat telah menjalankan fungsi sosialnya secara optimal.
Harapan terbesar dari setiap program pemberdayaan adalah lahirnya masyarakat yang mandiri. Bahkan dalam jangka panjang, mustahik yang berhasil meningkatkan kondisi ekonominya berpotensi menjadi muzaki yang turut menyalurkan zakat kepada mereka yang membutuhkan. Perubahan inilah yang mencerminkan siklus kebaikan yang terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat.
Penutup
Di balik senyum mustahik terdapat jejak zakat yang telah membantu mereka melewati berbagai tantangan kehidupan. Melalui pengelolaan yang profesional dan program yang tepat sasaran, zakat mampu menghadirkan harapan, memperkuat kemandirian, serta membangun kehidupan yang lebih bermartabat. Setiap rupiah zakat yang disalurkan bukan hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ketika kepedulian diwujudkan melalui zakat, maka yang lahir bukan sekadar bantuan, melainkan kesempatan untuk tumbuh, bangkit, dan menjalani kehidupan dengan lebih bermakna. Di situlah letak kekuatan zakat sebagai instrumen perubahan yang mampu menghadirkan senyum dan harapan bagi banyak orang.
28/08/2026 | Uswa - Magang
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti



