
Berita Terkini
BAZNAS Surabaya dan STAI Taswirul Afkar Teken MoU Beasiswa CESAR
SURABAYA – BAZNAS Surabaya bersama STAI Taswirul Afkar melaksanakan serah terima dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Beasiswa CESAR pada Kamis (24/9/2026) di STAI Taswirul Afkar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga menjadi langkah strategis dalam memastikan program beasiswa dapat terlaksana secara terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi penerima.
Acara dihadiri oleh Ketua BAZNAS Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., Wakil Ketua III dan Wakil Ketua IV BAZNAS Surabaya, segenap jajaran STAI Taswirul Afkar, serta mahasiswa penerima Beasiswa CESAR.
Penandatanganan MoU menjadi penanda penguatan kerja sama kelembagaan antara BAZNAS Surabaya dan STAI Taswirul Afkar dalam mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa penerima manfaat.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga menjadi momentum serah terima penerima Beasiswa CESAR. Kehadiran para mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting karena mereka merupakan penerima manfaat langsung dari program pendidikan yang dijalankan BAZNAS Surabaya.
Melalui Beasiswa CESAR, dana zakat, infak, dan sedekah diarahkan untuk mendukung pendidikan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong lahirnya generasi yang lebih mandiri serta berdaya.
BAZNAS Surabaya berharap sinergi bersama STAI Taswirul Afkar dapat terus terjalin dan berkembang, sehingga program Beasiswa CESAR tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
25/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Gelar Rapat Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Bahas Bantuan Jamban
SURABAYA – BAZNAS Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya terkait rencana bantuan jamban bagi masyarakat di Kota Surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor BAZNAS Surabaya pada Kamis (24/9/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan serta pemenuhan sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat.
Pembahasan bantuan jamban menjadi penting karena ketersediaan sanitasi yang memadai memiliki hubungan erat dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta kualitas hidup masyarakat. Melalui koordinasi tersebut, kedua pihak membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
BAZNAS Surabaya terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai program kemaslahatan, termasuk program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Dukungan terhadap fasilitas sanitasi menjadi salah satu bentuk kepedulian dalam membantu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan layak.
Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya juga diharapkan dapat memperkuat proses pendataan, koordinasi lapangan, serta penentuan penerima manfaat agar program bantuan jamban dapat berjalan efektif.
Rapat tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antarlembaga dalam menyatukan langkah dan memastikan setiap program yang direncanakan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan program kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui koordinasi yang baik, program bantuan jamban diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sanitasi, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan Surabaya yang lebih bersih, sehat, dan layak.
24/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Terima Kunjungan Silaturahim BPJS Ketenagakerjaan
SURABAYA — BAZNAS Surabaya menerima kunjungan silaturahim BPJS Ketenagakerjaan di Kantor BAZNAS Surabaya pada Kamis, 24 September 2026. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membangun komunikasi yang berkelanjutan antara kedua institusi.
Silaturahim antarlembaga merupakan bagian penting dalam merawat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui pertemuan langsung, setiap institusi memiliki kesempatan untuk saling mengenal dan memahami peran masing-masing dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi BAZNAS Surabaya, hubungan kelembagaan yang baik menjadi salah satu unsur pendukung dalam menjalankan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Komunikasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang koordinasi yang relevan.
Kunjungan BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menjaga keterhubungan kedua lembaga. Dengan komunikasi yang terpelihara, peluang untuk saling berbagi informasi dan memahami lingkup pelayanan masing-masing dapat terus dikembangkan.
Hubungan antarlembaga membutuhkan proses yang berkesinambungan. Karena itu, silaturahim memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan. Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kedekatan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam pelayanan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, hubungan antara BAZNAS Surabaya dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat berkembang sesuai dengan tugas, kewenangan, dan kapasitas masing-masing. Setiap peluang koordinasi perlu diarahkan pada kebutuhan yang jelas serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Pertemuan di Kantor BAZNAS Surabaya juga menjadi ruang untuk merawat jejaring kelembagaan. Hubungan yang terbangun melalui silaturahim diharapkan memudahkan komunikasi lanjutan apabila terdapat kebutuhan koordinasi pada masa mendatang.
Adapun kemungkinan tindak lanjut memerlukan pembahasan lebih jauh agar memiliki tujuan dan pembagian peran yang jelas. Dengan demikian, hubungan baik yang telah terjalin dapat menjadi landasan bagi penjajakan kegiatan yang relevan dan terarah.
Melalui kunjungan pada 24 September 2026 ini, silaturahim BAZNAS Surabaya dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan terus terjaga. Semangat saling mengenal dan membangun komunikasi menjadi modal untuk memperkuat hubungan antarlembaga serta membuka peluang kontribusi bagi masyarakat Surabaya secara berkelanjutan, sesuai dengan tanggung jawab dan lingkup pelayanan masing-masing.
24/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Penandatanganan MoU Beasiswa CESAR di STAI Taswirul Afkar
SURABAYA – Ketua BAZNAS Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menghadiri kegiatan serah terima sekaligus penandatanganan MoU Program Beasiswa CESAR bersama STAI Taswirul Afkar pada Kamis (24/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Ketua BAZNAS Surabaya didampingi Wakil Ketua III dan Wakil Ketua IV BAZNAS Surabaya. Kegiatan juga dihadiri segenap jajaran STAI Taswirul Afkar serta mahasiswa yang menjadi penerima Beasiswa CESAR.
Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya menjadi bagian dari komitmen dalam mengawal langsung pelaksanaan program pendidikan yang bersumber dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Penandatanganan MoU dengan STAI Taswirul Afkar menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Surabaya dan perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian dan keberlanjutan terhadap pelaksanaan program Beasiswa CESAR bagi mahasiswa penerima manfaat.
Dalam agenda tersebut juga dilaksanakan serah terima penerima beasiswa sebagai simbol dimulainya dukungan pendidikan melalui Program CESAR. Momentum ini sekaligus mempertemukan pimpinan BAZNAS Surabaya dengan para mahasiswa penerima manfaat secara langsung.
Bagi pimpinan BAZNAS Surabaya, pendidikan menjadi salah satu sektor strategis dalam pendayagunaan zakat. Bantuan pendidikan diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan mahasiswa pada masa perkuliahan, tetapi juga menjadi investasi sosial untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat di masa depan.
Melalui kerjasama dengan STAI Taswirul Afkar, pimpinan BAZNAS Surabaya berharap mahasiswa penerima Beasiswa CESAR dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya dan terus mengembangkan potensi diri.
BAZNAS Surabaya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya menghadirkan program pendidikan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
25-09-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Agenda Pimpinan BAZNAS Surabaya: Silaturahim BPJS Ketenagakerjaan
SURABAYA — Kunjungan silaturahim BPJS Ketenagakerjaan ke Kantor BAZNAS Surabaya berlangsung pada Kamis, 24 September 2026. Dalam agenda hubungan kelembagaan BAZNAS Surabaya, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahim dan menjaga komunikasi antara kedua institusi.
Silaturahim dengan pemangku kepentingan memiliki arti penting dalam mendukung hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Bagi jajaran pimpinan, komunikasi yang baik merupakan modal untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mengenali ruang koordinasi sesuai dengan peran setiap lembaga.
BAZNAS Surabaya memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam menjalankan peran tersebut, hubungan dengan berbagai institusi menjadi unsur pendukung untuk memperluas jejaring dan memahami kebutuhan pelayanan masyarakat.
Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi kesempatan untuk merawat hubungan tersebut. Melalui silaturahim, komunikasi antarlembaga diharapkan dapat semakin terbuka, sehingga kebutuhan koordinasi pada masa mendatang dapat ditindaklanjuti melalui saluran yang tepat.
Dalam konteks kepemimpinan lembaga, jejaring yang terpelihara dapat membantu memperluas perspektif terhadap persoalan sosial. Setiap institusi memiliki pengalaman dan lingkup pelayanan yang berbeda, sehingga hubungan yang baik berpotensi membuka ruang untuk saling memahami.
Meski demikian, setiap kemungkinan kegiatan bersama memerlukan pembahasan dan perencanaan lebih lanjut. Kesesuaian tujuan, kejelasan tanggung jawab, serta manfaat bagi masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam menjajaki bentuk koordinasi yang relevan.
Pertemuan di Kantor BAZNAS Surabaya ini dapat menjadi bagian dari proses membangun hubungan jangka panjang. Silaturahim yang terjaga diharapkan tidak berhenti pada satu kesempatan, tetapi berkembang menjadi komunikasi yang konsisten sesuai kebutuhan kedua lembaga.
Agenda tersebut juga menjadi pengingat tentang pentingnya keterhubungan antarpemangku kepentingan. Pelayanan masyarakat memerlukan pemahaman yang luas, termasuk kemampuan mengenali pihak yang dapat diajak berkoordinasi sesuai tugas dan kewenangannya.
Melalui kunjungan silaturahim pada 24 September 2026, hubungan BAZNAS Surabaya dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan semakin erat. Kedekatan kelembagaan ini menjadi modal untuk menjaga komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, dan membuka ruang kontribusi yang terarah bagi masyarakat Surabaya dengan tetap memperhatikan kapasitas, tanggung jawab, serta lingkup pelayanan masing-masing institusi.
24-09-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Pimpinan BAZNAS Surabaya Serahkan SK Pembentukan UPZ Kemenhaj Kota Surabaya
SURABAYA – Jajaran Pimpinan BAZNAS Surabaya menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenhaj Kota Surabaya dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Surabaya pada Selasa (22/9/2026) .
Penyerahan SK tersebut menjadi tindak lanjut dari proses pembentukan UPZ Kemenhaj Kota Surabaya sekaligus menandai penguatan sinergi antara BAZNAS Surabaya dan Kemenhaj Kota Surabaya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Terbentuknya UPZ Kemenhaj Kota Surabaya diharapkan dapat membantu optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan instansi tersebut. Kehadiran UPZ juga menjadi sarana untuk memberikan kemudahan kepada pegawai dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang pengelolaannya terkoordinasi bersama BAZNAS Surabaya.
Bagi Pimpinan BAZNAS Surabaya, pembentukan dan penguatan UPZ merupakan salah satu langkah strategi dalam memperluas jaringan pelayanan zakat. UPZ memiliki peran penting sebagai kepanjangan tangan BAZNAS dalam membantu penghimpunan ZIS di lingkungan instansi, lembaga, maupun masyarakat.
Penyerahan SK Pembentukan UPZ Kemenhaj Kota Surabaya juga mencerminkan komitmen bersama untuk membangun tata kelola zakat yang semakin tertib, amanah, transparan, dan akuntabel.
Melalui keberadaan UPZ, potensi zakat di lingkungan Kemenhaj Kota Surabaya diharapkan dapat dihimpun secara lebih optimal dan selanjutnya memberikan manfaat yang semakin luas bagi mustahik.
Pimpinan BAZNAS Surabaya berharap UPZ Kemenhaj Kota Surabaya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik serta membangun komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan bersama BAZNAS Surabaya.
Momentum penyampaian SK tersebut sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara BAZNAS Surabaya dan Kemenhaj Kota Surabaya dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
BAZNAS Surabaya akan terus mendorong pembentukan dan penguatan UPZ di berbagai instansi sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan penghimpunan serta meningkatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik di Kota Surabaya.
22-09-2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Beasiswa CESAR Senilai Rp1,61 Miliar
Surabaya, (08/09/2026) – BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana) kepada 156 mahasiswa dengan total nilai mencapai Rp1.610.000.000. Penyerahan dilaksanakan di Auditorium Lantai 9 UNUSA Tower Kampus B.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kota Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada 151 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) senilai Rp1.510.000.000. Sementara itu, bantuan senilai Rp100.000.000 disalurkan kepada lima mahasiswa Program Reguler S1 Sistem Informasi.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus diisi sambutan oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, S.Farm., Apt.; Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng.; serta Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa Beasiswa CESAR merupakan wujud nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan biaya perkuliahan sekaligus membuka kesempatan bagi para penerima untuk meningkatkan kompetensi dan meraih gelar sarjana.
Bagi mahasiswa RPL S1 PG PAUD, program ini menjadi jalan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme sebagai pendidik anak usia dini. Adapun mahasiswa S1 Sistem Informasi diharapkan mampu mengembangkan kompetensi di bidang teknologi serta berkontribusi dalam menghadapi kebutuhan transformasi digital.
Melalui Beasiswa CESAR, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk mewujudkan cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, UNUSA, Bunda PAUD Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini diharapkan terus berlanjut sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
09/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan untuk Dukung Khitanan Massal
SURABAYA, 15 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan manfaat kepada masyarakat melalui dukungan dalam kegiatan Khitanan Massal yang berlangsung di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya bersama Dharma Wanita dan Bangga Surabaya Peduli dalam menghadirkan layanan sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada para peserta khitanan massal. Selain mendapatkan bantuan, para peserta juga memperoleh layanan khitan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Program tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Surabaya berupaya membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak-anak penerima manfaat.
BAZNAS Surabaya Perkuat Penyaluran Manfaat kepada Masyarakat
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tamu undangan, di antaranya Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta jajaran pengurus Dharma Wanita.
Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat disalurkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan penyaluran manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik.
15/08/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Serahkan Alat Bantu Dengar kepada Abdur Rouf - Program Kesehatan
SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Abdur Rouf, warga Jalan Mojo V/22, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Kantor Kecamatan Krembangan.
Penyaluran ini merupakan bagian dari Program Kesehatan BAZNAS Surabaya yang bertujuan membantu masyarakat dengan gangguan pendengaran agar dapat beraktivitas secara lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Kegiatan penyaluran dihadiri oleh relawan dan peserta magang BAZNAS Surabaya, penerima manfaat beserta keluarga, serta Tim Brilliant Hearing yang mendampingi proses penyerahan sekaligus memastikan alat bantu dengar dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Bantuan alat bantu dengar merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan bagi mustahik. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penerima manfaat dapat kembali mendengar dengan lebih baik sehingga komunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar menjadi lebih mudah.
BAZNAS Surabaya senantiasa berupaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi dan pendampingan bersama mitra yang memiliki kompetensi di bidang alat bantu pendengaran.
Program kesehatan menjadi salah satu prioritas BAZNAS Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan para muzaki, berbagai bantuan kesehatan terus dihadirkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program kemaslahatan yang dijalankan.
10/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Artikel Terbaru
Transformasi Program Zakat Produktif BAZNAS untuk Kemandirian Mustahik
Bulan September selalu membawa semangat baru untuk memperkuat kepedulian sosial di Kota Surabaya. BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Fokus utama penguatan ekonomi umat saat ini tidak hanya terletak pada penyaluran bantuan konsumtif, melainkan pada transformasi program zakat produktif demi mengantarkan para mustahik menuju kemandirian secara berkelanjutan.
Langkah ini dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi lokal dengan memberikan landasan usaha yang kokoh bagi warga Kota Surabaya yang membutuhkan.
Menghidupkan Potensi Ekonomi Mustahik
Zakat produktif menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan. BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana zakat dalam bentuk stimulan modal usaha, perlengkapan kerja, serta pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan dinamika pasar di Surabaya.
Melalui pendekatan ini, bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, melainkan dikelola sebagai aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan harian maupun bulanan bagi para penerima manfaat.
Pendampingan Usaha Berkelanjutan
Keberhasilan program zakat produktif tidak lepas dari sistem pendampingan yang konsisten. BAZNAS Kota Surabaya menerjunkan tim pendamping lapangan untuk memberikan bimbingan, mulai dari tata kelola keuangan sederhana, literasi pemasaran, hingga pengembangan kualitas produk.
Pendampingan berkelanjutan ini memastikan modal usaha yang dialokasikan dapat berkembang, menjaga ketahanan usaha mikro, serta membentuk pola pikir kewirausahaan yang mandiri pada diri mustahik.
Menuju Kemandirian dan Transformasi Menjadi Muzakki
Tujuan akhir dari transformasi program zakat produktif adalah melahirkan daya saing ekonomi yang mandiri. Ketika usaha para penerima manfaat mulai stabil dan tumbuh, tingkat kesejahteraan keluarga mereka ikut meningkat.
Harapan besarnya, para mustahik yang dibina melalui program zakat produktif September ini secara bertahap mampu mandiri secara finansial, hingga kelak bertransformasi menjadi muzakki yang memberikan manfaat kembali bagi masyarakat Surabaya.
21/09/2026 | Leli - Magang
Strategi BAZNAS Memperluas Akses Ekonomi Syariah bagi Usaha Mikro
Pengembangan ekonomi syariah di tingkat akar rumput membutuhkan pendekatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Di Kota Surabaya, BAZNAS terus mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen inklusif yang mampu menggerakkan roda perekonomian usaha mikro. Melalui konsep zakat inklusi, BAZNAS Kota Surabaya memastikan bahwa keberadaan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dirasakan manfaatnya secara langsung, tetapi juga membuka pintu kesempatan ekonomi yang serba terbuka, adil, dan memberdayakan.
Strategi ini berfokus pada penghapusan hambatan bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini sulit mengakses permodalan resmi maupun pembinaan wirausaha yang tepat sasaran.
Menjangkau Pelaku Usaha Mikro Secara Menyeluruh
Prinsip utama zakat inklusi adalah keterjangkauan dan keadilan. BAZNAS Kota Surabaya memetakan potensi usaha mikro di berbagai sudut kota—mulai dari pedagang rumahan, UMKM kuliner lokal, hingga jasa kecil keliling—guna memastikan bantuan modal kerja dan alat usaha tepat sasaran.
Dengan menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang rumit, program ini memberikan kemudahan akses bagi para penerima manfaat (mustahik) untuk memperoleh stimulan usaha syariah tanpa beban bunga atau jeratan kemitraan yang memberatkan.
Integrasi Ekosistem Ekonomi Syariah di Kota Surabaya
Zakat inklusi tidak sebatas menyalurkan modal, melainkan menghubungkan pelaku usaha mikro dengan ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas. BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi pembimbingan tata kelola keuangan berbasis syariah, pendampingan sertifikasi halal untuk produk makanan/minuman, serta pengenalan transaksi digital yang aman.
Langkah ini memperkuat daya saing produk UMKM binaan di pasar lokal Surabaya, sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh para mustahik.
Mengubah Modal Usaha Menjadi Kemandirian Berkelanjutan
Dampak jangka panjang dari zakat inklusi adalah terciptanya kemandirian ekonomi keluarga secara bertahap. Ketika usaha mikro mendapatkan akses pendampingan yang konsisten, kapasitas produksi dan pendapatan harian penerima manfaat mengalami peningkatan yang stabil.
Melalui komitmen ini, BAZNAS Kota Surabaya bertekad untuk terus mengawal proses transformasi ekonomi masyarakat, sehingga modal zakat produktif yang digulirkan tidak hanya menopang kebutuhan hidup saat ini, tetapi juga membina mustahik menjadi wirausahawan tangguh yang siap mandiri secara finansial.
21/09/2026 | Leli - Magang
Bagaimana Teknologi Memudahkan Masyarakat Menunaikan Zakat?
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam melakukan transaksi keuangan. Kehadiran layanan digital membuat berbagai kebutuhan dapat dilakukan dengan lebih praktis dan mudah diakses. Hal ini juga dapat dimanfaatkan dalam menunaikan zakat. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin beragam, teknologi dapat menjadi sarana untuk memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, menghitung, hingga melakukan pembayaran zakat. Bagi masyarakat Kota Surabaya, perkembangan layanan digital juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses layanan zakat yang lebih mudah.
Zakat di Era Digital
Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membutuhkan informasi dan layanan yang dapat membantu proses menunaikan zakat dengan baik. Zakat di era digital menunjukkan adanya pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung dalam pengelolaan zakat. Masyarakat dapat memanfaatkan perangkat digital untuk memperoleh informasi mengenai zakat serta menggunakan berbagai kanal pembayaran yang disediakan oleh lembaga pengelola zakat.
Digitalisasi tidak mengubah ketentuan mengenai zakat, tetapi memberikan kemudahan dari sisi akses dan layanan. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi salah satu sarana yang membantu masyarakat menunaikan zakat di tengah perkembangan kebiasaan transaksi secara digital.
Kemudahan Menghitung Zakat
Sebelum menunaikan zakat, masyarakat perlu mengetahui kewajiban zakat yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis dan ketentuannya. Teknologi dapat membantu proses tersebut melalui layanan kalkulator zakat. Kalkulator zakat dapat digunakan untuk membantu masyarakat memperkirakan nominal zakat berdasarkan informasi yang dimasukkan. Fitur semacam ini membuat proses penghitungan menjadi lebih praktis dan membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai jumlah zakat yang perlu ditunaikan. Namun, penggunaan kalkulator digital tetap perlu disertai pemahaman mengenai ketentuan zakat. Apabila terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil atau lembaga pengelola zakat.
Pembayaran Zakat Semakin Praktis
Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam zakat adalah tersedianya layanan pembayaran secara digital. Masyarakat tidak selalu harus datang langsung ke kantor lembaga zakat untuk menunaikan kewajibannya. Melalui kanal pembayaran yang tersedia, pembayaran zakat dapat dilakukan menggunakan berbagai metode transaksi digital. Kemudahan tersebut dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau lebih terbiasa menggunakan layanan pembayaran secara nontunai.
Kemudahan pembayaran juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap keamanan transaksi. Masyarakat sebaiknya memastikan bahwa pembayaran dilakukan melalui kanal resmi lembaga pengelola zakat agar dana dapat tercatat dan dikelola sesuai ketentuan.
Digitalisasi dalam Pengelolaan Zakat di BAZNAS Kota Surabaya
Pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan pembayaran zakat oleh masyarakat. Digitalisasi juga dapat mendukung proses administrasi dan pengelolaan zakat di lembaga. BAZNAS Kota Surabaya telah mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat, salah satunya melalui E-Dashboard. Sistem tersebut digunakan untuk membantu proses monitoring dan administrasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan internal dapat membantu lembaga dalam mengelola informasi secara lebih terstruktur. Dengan dukungan teknologi, proses administrasi dan monitoring dapat dilakukan dengan lebih mudah sehingga dapat mendukung pelayanan kepada muzaki dan mustahik.
Teknologi sebagai Sarana, Zakat Tetap pada Ketentuannya
Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam menunaikan zakat. Masyarakat dapat memperoleh informasi, melakukan penghitungan, dan menggunakan layanan pembayaran secara lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu berjalan sesuai dengan ketentuan zakat. Teknologi pada dasarnya merupakan sarana yang membantu proses pelayanan, sedangkan ketentuan mengenai siapa yang wajib membayar, jenis zakat, perhitungan, dan penerima zakat tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, masyarakat dapat memperoleh akses layanan zakat yang lebih mudah sekaligus tetap memperhatikan ketentuan dalam pelaksanaannya. Digitalisasi pun dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengelolaan zakat yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.
21/09/2026 | Sabrina - Magang
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti



