
Berita Terkini
BAZNAS Surabaya Aktif di BCL 2026, Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional
SURABAYA – BAZNAS Surabaya berpartisipasi aktif dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Forum yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan BAZNAS se-Jawa Timur untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola zakat.
BCL 2026 membahas empat fungsi utama dalam pengelolaan zakat, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan. Melalui diskusi kolaboratif, para peserta mengidentifikasi berbagai tantangan kelembagaan sekaligus merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di daerah.
BAZNAS Surabaya memberikan perhatian khusus pada aspek pengendalian. Pembahasan menyoroti pentingnya harmonisasi kewenangan antara BAZNAS, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah, disertai penguatan pengawasan internal, audit syariah, manajemen risiko, serta standardisasi sistem pengendalian.
Forum menilai bahwa tata kelola zakat tidak dapat dibenahi secara parsial. Diperlukan pendekatan yang mampu menghubungkan regulasi, kelembagaan, sumber daya, sistem informasi, serta akuntabilitas agar pengelolaan zakat semakin profesional dan berdampak.
Dalam forum tersebut, BAZNAS Surabaya mendorong gagasan rekonstruksi tata kelola zakat nasional melalui harmonisasi peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat. Langkah ini diarahkan untuk memperjelas kewenangan, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap tanggung jawab kelembagaan didukung sumber daya dan sistem pertanggungjawaban yang proporsional.
Pengelolaan zakat dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kepatuhan administratif. Keberhasilannya juga harus dilihat dari sejauh mana zakat mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
Bagi BAZNAS Surabaya, semangat collaborative leadership bukan sekadar kerja sama formal antarlembaga. Kolaborasi harus mampu menyatukan kewenangan, data, sumber daya, sistem pengendalian, dan tanggung jawab agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas.
Partisipasi dalam BCL 2026 menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya untuk terus meningkatkan profesionalitas kelembagaan dan memperkuat tata kelola zakat yang terintegrasi.
Melalui forum ini, BAZNAS Surabaya berharap sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, BAZNAS, serta masyarakat semakin kuat sehingga pengelolaan zakat nasional dapat berkembang menjadi lebih harmonis, mandiri, akuntabel, dan berorientasi pada dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
29/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Fasilitasi Sertifikasi Tukang bagi 14 Peserta untuk Perluas Peluang Kerja
SURABAYA – BAZNAS Surabaya menyalurkan dukungan berupa fasilitasi sertifikasi tukang kepada 14 peserta dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tukang yang dilaksanakan bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Senin (26/10/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja. BAZNAS Surabaya membantu memfasilitasi proses sertifikasi agar para peserta memiliki pengakuan kompetensi yang dapat digunakan untuk memperluas peluang kerja.
Kegiatan tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Melalui pelatihan dan sertifikasi, para peserta tidak hanya memperoleh peningkatan keterampilan, tetapi juga memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja maupun menawarkan jasa secara mandiri.
Bagi penerima manfaat, sertifikasi tukang diharapkan dapat membuka kesempatan kerja yang lebih luas serta meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, peserta memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan keluarga.
Penyaluran dukungan melalui program produktif seperti ini menjadi salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk mendorong kemandirian mustahik. BAZNAS Surabaya tidak hanya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan program yang dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing penerima manfaat.
Sinergi bersama Disperinaker Kota Surabaya juga menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara terarah dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
BAZNAS Surabaya berharap 14 peserta yang mengikuti sertifikasi pada pelaksanaan kali ini dapat memanfaatkan kompetensi dan sertifikat yang diperoleh untuk meningkatkan peluang kerja serta penghasilan.
Melalui program yang dilaksanakan secara rutin, BAZNAS Surabaya dan Disperinaker Kota Surabaya terus berupaya mendukung pengurangan angka pengangguran dan mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
26/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Wali Kota Surabaya Tegaskan BAZNAS Surabaya Harus Independen dari Kepentingan Politik
SURABAYA – Wali Kota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T. menegaskan bahwa BAZNAS Surabaya harus berdiri secara independen dan tidak terlibat dalam kepentingan politik. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan BAZNAS Surabaya Periode 2026–2031 di Balai Kota Surabaya, Senin (19/10/2026).
Dalam arahannya, Eri menekankan pentingnya BAZNAS menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional, independen, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap BAZNAS ini akan berdiri dengan kakinya sendiri. BAZNAS ini tidak ada dengan dunia perpolitikan,” tegas Eri Cahyadi.
Independensi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan para muzaki agar zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola serta disalurkan secara objektif dan tepat sasaran.
Wali Kota Surabaya juga menyampaikan harapannya agar pengelolaan zakat mampu menjadi kekuatan besar dalam mengurangi kesenjangan sosial. Ia mencontohkan semangat pengelolaan zakat pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika zakat dihimpun dan dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Eri berharap pengelolaan zakat di Surabaya dapat semakin terintegrasi sehingga manfaatnya menjangkau masyarakat secara luas dan pada akhirnya mampu mengurangi jumlah mustahik.
Menurutnya, kekuatan zakat yang dikelola dengan baik memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan sosial, membantu masyarakat kurang mampu, sekaligus mendorong penerima manfaat menjadi lebih mandiri.
Pesan tersebut menjadi salah satu arah penting bagi Pimpinan BAZNAS Surabaya periode 2026–2031 untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, menjaga independensi, serta memastikan setiap amanah zakat memberikan manfaat nyata.
BAZNAS Surabaya berkomitmen menjalankan pengelolaan ZIS secara amanah, transparan, profesional, dan tepat sasaran, sehingga zakat dapat semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.
21/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Surabaya Jadi Narasumber Manasik Zakat di Dinas Pendidikan Kota Surabaya
SURABAYA – Ketua BAZNAS Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Manasik Zakat BAZNAS Surabaya yang dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan Manasik Zakat menjadi bagian dari upaya edukasi untuk memperkuat pemahaman mengenai zakat, baik dari sisi kewajiban, pengumpulan, pengelolaan, hingga pendistribusian kepada golongan yang berhak menerima sesuai ketentuan syariah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Moch. Hamzah menyampaikan materi mengenai pentingnya zakat tidak hanya sebagai bentuk ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemahaman mengenai zakat dinilai perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya mengetahui kewajibannya, tetapi juga memahami bagaimana dana zakat dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran.
Kehadiran Ketua BAZNAS Surabaya sebagai narasumber juga menjadi bagian dari komitmen pimpinan dalam memperluas literasi zakat di lingkungan pemerintahan dan pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Surabaya menjadi salah satu ruang strategis dalam memperkuat edukasi zakat karena memiliki jaringan yang luas serta kedekatan dengan berbagai unsur pendidikan di Kota Surabaya.
Melalui kegiatan Manasik Zakat, BAZNAS Surabaya terus mendorong tumbuhnya kesadaran berzakat melalui lembaga resmi. Pengelolaan zakat yang tertib, profesional, transparan, dan akuntabel diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para muzaki sekaligus memperluas manfaat bagi mustahik.
Agenda ini juga memperkuat sinergi antara BAZNAS Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam membangun kesadaran sosial serta kepedulian terhadap sesama.
BAZNAS Surabaya berharap kegiatan Manasik Zakat dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada peserta, sehingga zakat dapat semakin dipahami, ditunaikan dengan benar, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.
29-10-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Ketua BAZNAS Surabaya Hadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98
SURABAYA – Ketua BAZNAS Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang digelar di Balai Kota Surabaya pada Rabu (28/10/2026).
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap bangsa, tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kehadiran Ketua BAZNAS Surabaya dalam agenda tersebut menjadi bentuk partisipasi kelembagaan dalam memperingati momentum bersejarah lahirnya semangat persatuan pemuda Indonesia sejak 28 Oktober 1928.
Bagi BAZNAS Surabaya, nilai patriotik, gigih, dan berempati memiliki keterkaitan erat dengan semangat kepedulian sosial. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.
Semangat tersebut sejalan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang mengedepankan solidaritas dan kebermanfaatan. Melalui berbagai program pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kemanusiaan, BAZNAS Surabaya turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar lebih mandiri dan berdaya.
Kehadiran Ketua BAZNAS Surabaya dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.
BAZNAS Surabaya berharap semangat Sumpah Pemuda terus hidup dalam diri generasi muda Kota Surabaya. Dengan jiwa yang patriotik, kegigihan dalam berkarya, serta empati terhadap sesama, pemuda diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam membangun kota dan bangsa yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.
28-10-2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Pimpinan BAZNAS Surabaya Hadiri Upacara Hari Jadi Jawa Timur ke-81
SURABAYA – Pimpinan BAZNAS Surabaya menghadiri Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81 Tahun 2026 yang digelar di Balai Kota Pemerintah Kota Surabaya pada Senin (12/10/2026). Upacara dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Kehadiran pimpinan BAZNAS Surabaya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi kelembagaan sekaligus dukungan terhadap semangat kebersamaan dalam memperingati perjalanan Provinsi Jawa Timur yang memasuki usia ke-81.
Momentum Hari Jadi Jawa Timur juga menjadi pengingat mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam membangun daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya.
Bagi BAZNAS Surabaya, semangat tersebut sejalan dengan komitmen dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah serta menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi, BAZNAS Surabaya terus berupaya mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81 juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan.
BAZNAS Surabaya berharap semangat Hari Jadi Jawa Timur dapat terus mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi sesuai peran masing-masing.
Dengan kebersamaan dan kepedulian, pembangunan Jawa Timur diharapkan tidak hanya menghadirkan kemajuan, tetapi juga mampu memperkuat kesejahteraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
12-10-2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Kursi Roda kepada Sugianto, Warga Sememi
SURABAYA – BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan kursi roda kepada Sugianto, warga Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, pada Selasa (13/10/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang membutuhkan dukungan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bagi penerima manfaat, keberadaan kursi roda memiliki arti penting dalam membantu mobilitas dan meningkatkan kemandirian. Dengan alat bantu tersebut, aktivitas di lingkungan rumah maupun interaksi dengan keluarga dan masyarakat diharapkan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan nyaman.
Melalui program penyaluran ini, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kursi roda tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan alat bantu, tetapi juga membawa pesan kepedulian dan semangat agar penerima manfaat tetap memiliki harapan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Keterbatasan fisik bukan berarti menjadi akhir dari kesempatan untuk tetap aktif dan berdaya. Dukungan yang tepat dapat membantu penerima manfaat menjalani aktivitas dengan lebih baik serta mengurangi hambatan dalam bergerak.
BAZNAS Surabaya terus berkomitmen memastikan amanah zakat dari para muzaki dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik. Program bantuan kesehatan dan alat bantu menjadi salah satu bentuk pelayanan yang terus dijalankan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Penyaluran kursi roda kepada Sugianto menjadi bagian dari upaya tersebut. BAZNAS Surabaya berharap bantuan ini dapat memberikan kemudahan, meningkatkan kenyamanan, serta menghadirkan semangat baru bagi penerima manfaat dan keluarganya.
Karena setiap keterbatasan bukanlah akhir dari harapan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, dapat memiliki arti besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.https://kotasurabaya.baznas.go.id/bayarzakat
15/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Salurkan Beasiswa CESAR kepada 74 Mahasiswa UMSURA
SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan melalui Program Beasiswa CESAR kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Serah terima bantuan dilaksanakan pada Senin (28/9/2026) di Auditorium At-Ta'awun Lantai 23 UMSURA.
Sebanyak 74 siswa menjadi penerima manfaat dalam penyaluran kali ini. Mereka terdiri atas 54 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi PG PAUD dan 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban .
Untuk mahasiswa Program RPL PG PAUD, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan dengan nilai program sebesar Rp540.000.000. Sementara bantuan bagi 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban tercatat sebesar Rp400.000.000.
Kegiatan serah terima tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara BAZNAS Surabaya dan UMSURA sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam pelaksanaan Program Beasiswa CESAR.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya , Rektor dan jajaran UMSURA, pimpinan BAZNAS Surabaya, serta 74 mahasiswa penerima manfaat.
Beasiswa CESAR merupakan salah satu program pendayagunaan zakat di bidang pendidikan yang diarahkan untuk membantu siswa memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Kehadiran Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya turut memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan, terutama bagi siswa RPL PG PAUD yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan pendidikan anak usia dini.
BAZNAS Surabaya memandang bantuan pendidikan sebagai investasi sosial jangka panjang. Melalui dukungan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian.
Melalui Beasiswa CESAR, BAZNAS Surabaya berharap 74 mahasiswa penerima dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan dapat memberikan kontribusi positif kepada keluarga, masyarakat, serta lingkungan sekitar.
28/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

BAZNAS Surabaya Salurkan Beasiswa CESAR Senilai Rp1,61 Miliar
Surabaya, (08/09/2026) – BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana) kepada 156 mahasiswa dengan total nilai mencapai Rp1.610.000.000. Penyerahan dilaksanakan di Auditorium Lantai 9 UNUSA Tower Kampus B.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kota Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada 151 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) senilai Rp1.510.000.000. Sementara itu, bantuan senilai Rp100.000.000 disalurkan kepada lima mahasiswa Program Reguler S1 Sistem Informasi.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus diisi sambutan oleh Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, S.Farm., Apt.; Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng.; serta Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa Beasiswa CESAR merupakan wujud nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan biaya perkuliahan sekaligus membuka kesempatan bagi para penerima untuk meningkatkan kompetensi dan meraih gelar sarjana.
Bagi mahasiswa RPL S1 PG PAUD, program ini menjadi jalan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme sebagai pendidik anak usia dini. Adapun mahasiswa S1 Sistem Informasi diharapkan mampu mengembangkan kompetensi di bidang teknologi serta berkontribusi dalam menghadapi kebutuhan transformasi digital.
Melalui Beasiswa CESAR, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk mewujudkan cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, UNUSA, Bunda PAUD Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini diharapkan terus berlanjut sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
09/09/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Artikel Terbaru
Gaji Pertama dan Zakat Penghasilan: Apa yang Perlu Dipahami Pekerja Muda?
Menerima gaji pertama menjadi salah satu momen yang berkesan bagi seseorang yang baru memasuki dunia kerja. Setelah menjalani proses belajar, mencari pekerjaan, dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab, penghasilan sendiri dapat memberikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab baru. Gaji pertama biasanya mulai digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti transportasi, makan, membantu keluarga, membayar tagihan, hingga menyisihkan tabungan. Di tengah perencanaan keuangan tersebut, pekerja Muslim juga dapat mulai mempelajari ketentuan zakat penghasilan.
Zakat penghasilan merupakan bagian dari zakat mal yang dikenakan atas pendapatan halal dari pekerjaan atau profesi. Pendapatan yang dimaksud dapat berupa gaji, honorarium, upah, tunjangan, bonus, dan penghasilan jasa lainnya. Namun, menerima gaji pertama tidak serta-merta membuat seseorang wajib membayar zakat penghasilan. Ada ketentuan yang perlu dipahami, terutama mengenai nisab atau batas minimum penghasilan yang menjadi acuan kewajiban zakat.
Apa Itu Zakat Penghasilan?
Zakat penghasilan adalah zakat atas pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan atau profesi yang halal. Ketentuan ini dapat berlaku bagi pegawai, karyawan, tenaga profesional, maupun pekerja yang memperoleh penghasilan dari jasa. Menurut panduan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), nisab zakat penghasilan setara dengan nilai 85 gram emas per tahun, sedangkan kadar zakatnya sebesar 2,5 persen. Nominal nisab dalam rupiah dapat berubah mengikuti penetapan yang berlaku. Karena itu, pekerja muda perlu membedakan antara membiasakan diri berbagi dan memenuhi kewajiban zakat. Infak dan sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, sedangkan kewajiban zakat penghasilan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Berapa Nisab Zakat Penghasilan pada Tahun 2026?
BAZNAS RI menetapkan nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp91.681.728 per tahun atau setara dengan Rp7.640.144 per bulan apabila menggunakan perhitungan bulanan. Angka tersebut dapat menjadi acuan untuk membantu pekerja memahami apakah penghasilannya telah mencapai nisab berdasarkan metode yang digunakan BAZNAS. Nilai ini bukan angka tetap untuk semua tahun karena penetapan nisab dalam rupiah dapat berubah. Dengan demikian, pekerja muda yang baru menerima gaji sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya wajib membayar zakat hanya berdasarkan status sebagai karyawan. Periksa jumlah penghasilan dan bandingkan dengan nisab yang berlaku.
Jika penghasilan bulanan belum mencapai nisab, BAZNAS juga menjelaskan bahwa penghasilan selama satu tahun dapat dihitung untuk melihat apakah jumlahnya telah memenuhi nisab tahunan. Bagi pekerja dengan pendapatan tidak tetap, pencatatan penghasilan secara berkala dapat membantu proses penghitungan.
Bagaimana Cara Menghitung Zakat Penghasilan?
Berdasarkan metode perhitungan bulanan yang digunakan BAZNAS, zakat penghasilan dihitung sebesar 2,5 persen dari penghasilan apabila telah memenuhi nisab. Rumus sederhananya:
Zakat penghasilan = 2,5% × jumlah penghasilan
Sebagai ilustrasi, apabila seseorang memiliki penghasilan Rp8.000.000 per bulan, jumlah tersebut berada di atas nisab bulanan BAZNAS tahun 2026 sebesar Rp7.640.144.
Jika menggunakan metode perhitungan BAZNAS tersebut, ilustrasi zakatnya adalah:
Rp8.000.000 × 2,5% = Rp200.000 per bulan.
Contoh ini merupakan simulasi berdasarkan penghasilan dan nisab tahun 2026, bukan penetapan kewajiban untuk setiap orang dalam semua kondisi. Untuk memastikan perhitungan sesuai dengan ketentuan yang digunakan, masyarakat dapat memeriksa panduan resmi BAZNAS atau berkonsultasi dengan amil zakat.
Mengapa Pekerja Muda Perlu Memahami Zakat Sejak Awal?
Memahami zakat penghasilan sejak mulai bekerja bukan berarti harus terburu-buru menyimpulkan kewajiban. Justru, pemahaman yang baik membantu seseorang mengelola pendapatan secara lebih terencana dan mengetahui kapan kewajiban zakat berlaku.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Catat penghasilan. Rekap gaji, tunjangan, bonus, atau pendapatan lain yang relevan dengan perhitungan zakat.
Susun anggaran bulanan. Pisahkan kebutuhan pokok, kewajiban keuangan, tabungan, serta alokasi berbagi sesuai kemampuan.
Periksa nisab terbaru. Gunakan informasi resmi karena nominal rupiah nisab dapat berubah.
Hitung sesuai ketentuan. Jangan hanya memperkirakan berdasarkan nominal gaji; pahami metode penghitungan yang digunakan.
Gunakan sumber tepercaya. Jika masih ragu mengenai kondisi penghasilan atau cara perhitungan, mintalah penjelasan dari BAZNAS atau amil zakat yang kompeten.
Kebiasaan mencatat dan memeriksa penghasilan juga bermanfaat bagi pekerja yang menerima pendapatan tidak tetap, seperti pekerja lepas atau tenaga profesional.
Belajar Mengelola Penghasilan dengan Bijak
Gaji pertama dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih baik. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari dan merencanakan masa depan, pekerja Muslim dapat mempelajari kewajiban zakat serta membiasakan diri berbagi sesuai kemampuan. Zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Melalui pengelolaan zakat yang sesuai ketentuan, dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya. BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi zakat dan mencari informasi melalui sumber resmi agar penunaian zakat dilakukan secara tepat. Dengan memahami ketentuannya sejak awal bekerja, pekerja muda dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih sadar, terencana, dan bertanggung jawab.
27/10/2026 | Sabrina - Magang
Zakat Tepat Sasaran: Pentingnya Data Akurat untuk Membantu Warga yang Membutuhkan
Penyaluran zakat bukan hanya tentang menghimpun dan menyalurkan dana. Di balik proses tersebut, ada tanggung jawab untuk memastikan zakat diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sesuai ketentuan syariat. Di tengah kehidupan masyarakat perkotaan, kebutuhan setiap keluarga dapat berbeda-beda. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada yang membutuhkan dukungan pendidikan, dan ada pula yang menghadapi kondisi ekonomi tidak terduga. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya memahami kebutuhan masyarakat sebelum menentukan bentuk bantuan.
Salah satu hal yang mendukung proses tersebut adalah data penerima manfaat yang akurat. Data dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga perencanaan dan penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih terarah.
Mengapa Data Penerima Zakat Penting?
Data penerima manfaat membantu lembaga pengelola zakat mengenali masyarakat yang membutuhkan dukungan. Informasi yang tertata dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program, menentukan prioritas, dan mengevaluasi penyaluran bantuan.
Dengan informasi yang memadai, lembaga pengelola zakat dapat merencanakan bantuan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi. Hal ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan dalam proses pendataan dan penyaluran.
Namun, penggunaan data tidak boleh hanya berfokus pada angka atau informasi administratif. Data perlu dipahami sesuai konteks dan digunakan dengan mempertimbangkan ketentuan zakat serta kondisi penerima manfaat.
Data Akurat Perlu Disertai Pemahaman Kondisi Masyarakat
Kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak selalu dapat dipahami hanya melalui informasi administratif. Perubahan pekerjaan, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, kondisi tempat tinggal, dan kebutuhan kesehatan dapat memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, informasi yang tersedia perlu diperiksa dan diperbarui secara berkala. Proses verifikasi serta koordinasi dengan pihak terkait dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi masyarakat.
Dengan memahami keadaan penerima secara lebih menyeluruh, penyaluran zakat dapat direncanakan sesuai kebutuhan dan tetap memperhatikan ketentuan penerima zakat yang berlaku. Dalam Islam, terdapat delapan golongan penerima zakat atau asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Oleh sebab itu, penetapan penerima zakat perlu mempertimbangkan ketentuan syariat, bukan hanya berdasarkan tingkat kesejahteraan atau informasi administratif semata.
Transparansi dan Perlindungan Data Sama-Sama Penting
Pengelolaan data penerima manfaat juga perlu memperhatikan keamanan informasi pribadi. Data yang digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan tidak seharusnya disebarluaskan secara sembarangan, terutama jika memuat identitas atau kondisi pribadi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai pengelolaan zakat. Transparansi dapat diwujudkan melalui penyampaian informasi tentang program, kriteria penerima, proses penyaluran, serta laporan pertanggungjawaban melalui kanal resmi.
Keterbukaan tidak berarti seluruh data pribadi penerima harus dipublikasikan. Lembaga pengelola zakat perlu menjaga keseimbangan antara akuntabilitas kepada masyarakat dan perlindungan privasi penerima manfaat. Dengan pengelolaan yang baik, informasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyaluran zakat tanpa mengabaikan hak dan keamanan data masyarakat.
Mendorong Penyaluran Zakat yang Lebih Terarah
Penyaluran zakat yang tepat sasaran membutuhkan proses yang saling mendukung, mulai dari pendataan, verifikasi, perencanaan program, hingga evaluasi. Setiap tahapan memiliki peran penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan secara amanah dan bertanggung jawab. Koordinasi antara lembaga pengelola zakat dan pihak terkait juga dapat membantu memperluas pemahaman mengenai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, perencanaan bantuan dapat dilakukan secara lebih terarah tanpa mengabaikan ketentuan syariat.
Masyarakat pun dapat berperan dengan memberikan informasi secara benar ketika mengajukan bantuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta menggunakan kanal resmi untuk memperoleh informasi mengenai zakat.
Data yang Akurat, Zakat yang Lebih Bermanfaat
Pada akhirnya, penyaluran zakat yang tepat sasaran membutuhkan lebih dari sekadar data yang lengkap. Diperlukan pengelolaan yang amanah, proses yang dapat dipertanggungjawabkan, serta perhatian terhadap kondisi nyata masyarakat. Data yang akurat dapat menjadi dasar penting dalam memahami kebutuhan penerima manfaat. Ketika didukung verifikasi yang memadai dan pengelolaan yang transparan, informasi tersebut dapat membantu proses penyaluran zakat menjadi lebih terarah. Melalui pengelolaan zakat yang baik, zakat diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerimanya serta mendukung upaya mewujudkan kesejahteraan sosial.
27/10/2026 | Sabrina - Magang
Hari Pahlawan 2026: Mengenang Perjuangan, Menumbuhkan Kepedulian
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan. Peringatan ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Surabaya, mengingat kota ini menjadi salah satu saksi penting perjuangan bangsa melalui Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai perjuangan yang masih relevan hingga saat ini. Semangat persatuan, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Pada peringatan Hari Pahlawan 2026, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga meneruskan nilai-nilai kebaikan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan memperkuat semangat gotong royong di lingkungan sekitar.
Mengenang Sejarah Perjuangan di Surabaya
Pertempuran Surabaya merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ketegangan antara rakyat Indonesia dan pasukan Inggris meningkat pada Oktober 1945 hingga akhirnya pecah pertempuran besar pada 10 November 1945. Rakyat Surabaya bersama para pejuang melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan tersebut menunjukkan keberanian dan tekad kuat dalam menghadapi berbagai tantangan demi mempertahankan kedaulatan bangsa.
Peristiwa 10 November kemudian dikenang sebagai salah satu simbol perjuangan rakyat Indonesia. Untuk menghormati jasa para pejuang, tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Pahlawan dan diperingati setiap tahun. Bagi masyarakat Surabaya, sejarah ini menjadi bagian penting dari identitas kota. Semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan dapat menjadi pengingat bahwa persatuan dan kepedulian merupakan nilai yang perlu dijaga dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Memaknai Semangat Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari
Meneladani pahlawan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Nilai perjuangan dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain. Sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian merupakan contoh nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Semangat perjuangan juga dapat diwujudkan dengan menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan. Masyarakat yang terdiri atas beragam latar belakang membutuhkan sikap saling menghormati agar dapat hidup berdampingan dengan baik.
Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, peringatan Hari Pahlawan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Gotong Royong sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Salah satu nilai penting yang dapat diteladani dari perjuangan bangsa adalah semangat kebersamaan. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan banyak pihak yang memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kemerdekaan Indonesia. Nilai kebersamaan tersebut dapat diterapkan melalui gotong royong dan kepedulian sosial. Dalam kehidupan masyarakat, gotong royong tercermin melalui kesediaan untuk saling membantu, bekerja sama menyelesaikan persoalan, serta mendukung warga yang membutuhkan bantuan.
Kepedulian sosial juga dapat diwujudkan melalui kegiatan kerelawanan, bantuan kemanusiaan, dan partisipasi dalam kegiatan masyarakat. Tidak harus menunggu memiliki banyak sumber daya untuk mulai membantu. Waktu, tenaga, perhatian, dan bantuan sesuai kemampuan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kebiasaan saling membantu dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Semangat inilah yang perlu terus dipelihara agar nilai perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Sarana Berbagi
Dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, termasuk zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya memiliki ketentuan yang berbeda, tetapi dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Penyalurannya diperuntukkan bagi golongan yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat. Sementara itu, infak dan sedekah dapat menjadi bentuk berbagi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kemampuan masing-masing. Pengelolaan zakat yang baik dapat mendukung pemenuhan kebutuhan mustahik serta berbagai upaya pemberdayaan yang sesuai dengan ketentuan. Karena itu, pemahaman mengenai zakat dan pentingnya menyalurkannya melalui lembaga resmi perlu terus ditingkatkan.
Melalui kebiasaan berbagi yang dilakukan secara bertanggung jawab, masyarakat dapat mengambil bagian dalam memperkuat solidaritas sosial. Nilai kepedulian ini sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS Kota Surabaya merupakan bagian dari lembaga pengelola zakat yang berperan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat serta pengelolaan infak dan sedekah sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan zakat membutuhkan tanggung jawab, ketertiban administrasi, dan kepatuhan terhadap ketentuan syariat serta peraturan yang berlaku. Hal tersebut penting agar dana yang dipercayakan masyarakat dapat dikelola dan disalurkan kepada pihak yang berhak.
Masyarakat yang ingin menunaikan zakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai ketentuan zakat dan memanfaatkan layanan lembaga pengelola zakat resmi. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah dapat dilakukan secara tepat sekaligus mendukung pengelolaan dana yang bertanggung jawab. Momentum Hari Pahlawan menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata. Menjaga semangat gotong royong, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menunaikan zakat sesuai ketentuan merupakan beberapa cara untuk berkontribusi bagi kehidupan bersama.
Mengenang Perjuangan, Menumbuhkan Kepedulian
Hari Pahlawan 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan memiliki nilai yang dapat diteruskan dalam kehidupan masa kini. Semangat persatuan, keberanian, dan pengorbanan dapat diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab, kepedulian sosial, dan kesediaan untuk membantu sesama. Setiap orang memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Mulai dari lingkungan terdekat, tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun masyarakat yang lebih peduli dan saling mendukung.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Melalui pemahaman zakat yang baik, penunaian zakat sesuai ketentuan, serta kebiasaan saling membantu, masyarakat dapat turut mendukung terciptanya kesejahteraan bersama.
Mari peringati Hari Pahlawan dengan mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus menumbuhkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menghargai jasa para pahlawan tidak hanya dilakukan dengan mengenang sejarah, tetapi juga dengan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat bagi sesama.
27/10/2026 | Sabrina - Magang
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti



