Berita Terkini
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Kurang Mampu
Surabaya, 29 Januari 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Bedah Rumah bagi warga kurang mampu. Pada Kamis (29/1), BAZNAS menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada tiga penerima manfaat yang berada di wilayah Wonokusumo Lor, Sidotopo Jaya, dan Sidoyoso.
Tiga penerima manfaat tersebut adalah Khoiriyah, warga Wonokusumo Lor Gg. 12 No. 9, Ansori Noer, warga Sidotopo Jaya III A No. 48, serta Alir Ridho, warga Sidoyoso II/30. Ketiganya dinilai memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan Bedah Rumah setelah melalui proses verifikasi dan peninjauan lapangan oleh tim BAZNAS Kota Surabaya.
Program Bedah Rumah ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang tinggal di hunian tidak layak agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Bantuan yang diberikan meliputi perbaikan bagian rumah yang rusak, seperti lantai, dinding, atap, serta fasilitas dasar lainnya yang menunjang kelayakan hunian.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS Kota Surabaya dengan pendampingan dari unsur wilayah setempat. Selain menyerahkan bantuan, tim juga melakukan pengecekan kondisi rumah guna memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Khoiriyah, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Selama ini, kondisi rumah yang ditempatinya dinilai kurang layak dan membutuhkan perbaikan, terutama pada bagian struktur bangunan. Bantuan Bedah Rumah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keamanan tempat tinggal bagi dirinya dan keluarga.
Hal serupa juga dirasakan oleh Ansori Noer dan Alir Ridho. Dengan adanya program Bedah Rumah dari BAZNAS, mereka berharap dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehingga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik dan sehat.
BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa program Bedah Rumah merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzakki. Dana tersebut disalurkan kepada masyarakat yang berhak sebagai wujud kepedulian sosial dan upaya mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup jangka panjang. Rumah yang layak diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi keluarga untuk hidup lebih sejahtera dan produktif. BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ke depan, BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memperluas jangkauan program Bedah Rumah agar semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya.
02/02/2026 | BAZNAS Kota Surabaya
BAZNAS Surabaya Kembali Raih Opini WTP atas Audit Keuangan Tahun 2025
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi kagum dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Audit Keuangan Tahun 2025. Opini tersebut diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kuncara Budi Santosa dan Rekan sebagai auditor independen.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menerapkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Opini WTP merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan, yang menunjukkan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, khususnya para muzaki, munfiq, dan masyarakat Surabaya. Capaian ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS Kota Surabaya dalam menjaga integritas, kepatuhan, serta konsistensi pengelolaan dana umat.
“Opini WTP ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan zakat yang profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para mustahik,” ujarnya.
Audit keuangan tersebut dilaksanakan terhadap laporan keuangan Tahun 2025 dan secara resmi ditetapkan pada tanggal 15 Januari 2026 di Jakarta. Proses audit dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek pencatatan, pelaporan, serta pemaparan terhadap peraturan dan prinsip akuntansi yang berlaku.
Keberhasilan mempertahankan opini WTP ini juga sejalan dengan semangat RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya) yang terus digalakkan oleh BAZNAS Kota Surabaya, sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat.
Ke depan, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan inovasi program pendayagunaan zakat, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan di Kota Surabaya.
02/02/2026 | Humas Baznas Surabaya
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Tegalsari
BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan bedah rumah kepada warga kurang mampu di Jalan Kedondong Pasar Kecil, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Rabu (28/1/2026). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni agar memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan sehat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh perwakilan BAZNAS Kota Surabaya bersama unsur pemerintah setempat dan tokoh masyarakat. Bantuan tersebut menjadi tanda dimulainya proses perbaikan rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan dan keterbatasan dari sisi struktur bangunan serta kelayakan hunian.
Program bedah rumah merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi mustahik sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas kepedulian BAZNAS Kota Surabaya. Melalui program ini, diharapkan penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak, sementara BAZNAS terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS untuk memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.
28/01/2026 | M. Juan
Agenda Pimpinan

BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Tanggap Bencana
Surabaya, 21 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mengadakan pertemuan penting dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pada Senin, 20 Oktober 2025. Pertemuan yang berlokasi di Kantor BPBD, Jl. Jemursari Tim. II No. 2, Surabaya, ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kota Surabaya.
Dari pihak BAZNAS, rapat dihadiri langsung oleh Ketua BTB, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, yang memimpin diskusi mengenai rencana sinergi program. Sementara itu, BPBD Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dengan menerima kunjungan tersebut dan diwakili langsung oleh Kepala BPBD Kota Surabaya.
Ketua BTB BAZNAS Kota Surabaya, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara kedua lembaga sangat krusial untuk memastikan respon bencana yang cepat dan terstruktur. "Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari peran aktif BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam isu kemanusiaan dan kebencanaan. Kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang intens dengan BPBD," ujarnya.
Dalam waktu dekat, sebagai langkah awal dari kolaborasi ini, BTB BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya merencanakan penyelenggaraan Pelatihan Tanggap Bencana yang ditujukan bagi para relawan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala BPBD Kota Surabaya menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menyatakan dukungannya penuh. "Sinergi antara BPBD dan BAZNAS, melalui tim BTB-nya, akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan mitigasi dan respon bencana di masyarakat. Pelatihan relawan yang akan kita selenggarakan bersama adalah langkah konkret yang sangat kami apresiasi," tuturnya.
Diharapkan, kolaborasi yang terjalin ini dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu, efektif, dan komprehensif di Kota Surabaya.
21-10-2025 | IMAM SYAFII

Kolaborasi Strategis Diperkuat! BAZNAS & Pemkot Surabaya Sinergikan 5 Pilar Program Demi Kesejahteraan Mustahik
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memantapkan sinergi program dalam upaya mengoptimalkan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) kepada para mustahik di Kota Pahlawan.
Sinergi tersebut dibahas tuntas dalam Rapat Kolaborasi Intervensi Pemkot Surabaya dan BAZNAS Kota Surabaya yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Oktober 2025, mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Pertemuan strategis ini bertempat di Ruang Rapat Administrasi Umum, Gedung Balaikota Surabaya Lantai 2, Jl. Taman Surya No. 1 Surabaya.
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, ANNA FAJRIATIN, AP., M.Si., MM., dan dihadiri oleh para pejabat tinggi Pemkot, termasuk Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintah, Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta Kepala Dinas-Dinas terkait.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., turut hadir memaparkan lima pilar program unggulan BAZNAS yang siap dikolaborasikan, yaitu:
Surabaya Sehat (Intervensi kesehatan dan pengobatan)
Surabaya Cerdas (Bantuan pendidikan dan beasiswa)
Surabaya Berdaya (Pemberdayaan ekonomi dan modal usaha)
Surabaya Sigap (Tanggap bencana dan bantuan kemanusiaan insidental)
Surabaya Berdakwah (Penguatan syiar dan dakwah)
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menjelaskan, "Lima pilar program ini adalah fokus utama kami dalam melayani mustahik. Melalui kolaborasi dengan dinas-dinas terkait di Pemkot Surabaya, seperti Dinas Kesehatan untuk program Surabaya Sehat atau Dinas Sosial untuk program Surabaya Berdaya, kita dapat menyalurkan dana ZIS-DSKL dengan data yang lebih akurat, tepat sasaran, dan memiliki dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi penerima manfaat."
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Anna Fajriatin, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. "Sinergi antara program Pemkot dan BAZNAS sangat krusial. Dengan data terpadu dan kerja sama operasional yang kuat, kita pastikan setiap rupiah dana zakat dan infak masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di Surabaya, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kemandirian ekonomi," tegasnya.
Kesepakatan kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya bersama BAZNAS dan Pemkot Surabaya untuk mewujudkan visi Kota Surabaya yang sejahtera dan berkeadilan. Diharapkan, melalui integrasi program ini, capaian penyaluran ZIS-DSKL dapat meningkat secara signifikan di sisa tahun 2025.
20-10-2025 | IMAM SYAFII

Ketua BAZNAS Kota Surabaya Hadiri Acara Executive Stakeholder Gathering
Surabaya — Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST, MM , menghadiri acara Executive Stakeholder Gathering yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Gedung Sawunggaling Lantai 6, Balai Kota Surabaya , pada Senin (13/10/2025) pukul 10.00–12.00 WIB.
Acara yang bertemakan “Merayakan Keberhasilan Kota Surabaya sebagai Satu-Satunya Kota dari Indonesia dalam Top 50 Bloomberg Mayors Challenge 2025 & Presentasi Final Proyek Prototyping Inovatif” ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya , pengusaha BUMN/BUMD , dan pemangku kepentingan masyarakat , termasuk BAZNAS Kota Surabaya .
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan sinergi lintas sektor dalam merayakan prestasi Surabaya di kancah internasional serta membangun komitmen bersama untuk terus menghadirkan inovasi bagi kemajuan kota.
Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah membantu Surabaya menjadi kota berinovasi tinggi.
“Keberhasilan ini bukan hanya milik Pemerintah Kota, tetapi hasil dari kolaborasi semua pihak yang telah membantu pemerintah, pengusaha, lembaga sosial, dan masyarakat. Inilah semangat gotong royong yang menjadi kekuatan Surabaya,” ujarnya.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam acara tersebut menjadi wujud dukungan terhadap semangat kolaboratif dan inovatif Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun kesejahteraan umat melalui pendekatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
13-10-2025 | Otnay
Berita Pendistribusian

Sinergi UPZ Dinas Sosial dan BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada Selasa, 13 Januari 2026, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan kaki palsu kepada Ibu Ernik, salah satu warga Menur (RT 32), Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng.
Program penyaluran bantuan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Dinas Sosial, sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar penyandang disabilitas. Bantuan kaki palsu tersebut diberikan untuk membantu penerima manfaat dalam meningkatkan kemampuan mobilitas, sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri dan produktif.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menjadi penyemangat bagi penerima untuk kembali beraktivitas dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya. BAZNAS Kota Surabaya berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan mustahik.
Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran demi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kota Surabaya.
14/01/2026 | Hanum

BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Susu dan Vitamin untuk BADUTA T
Surabaya — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui penyaluran bantuan susu dan vitamin bagi BADUTA T (Balita Dua Tahun). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Desember 2025, dengan metode penyaluran langsung secara door to door ke rumah masing-masing balita penerima manfaat.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Ibu Rini Indriyani, S.Farm., A.Pt. , sebagai wujud sinergi dan kepedulian Pemerintah Kota Surabaya bersama BAZNAS dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak sejak usia dini.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten III Pemerintah Kota Surabaya, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM , Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, jajaran PKK Kota Surabaya, Camat Tegalsari, Lurah Keputran beserta staf, serta pengurus RT, RW, dan KSH setempat.
Dari pihak BAZNAS Kota Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya, Drs. EC. Abd. Halim, AF . Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa bantuan susu dan vitamin ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang fokus pada sektor kesehatan.
“Bantuan susu dan vitamin ini merupakan upaya nyata BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Penyaluran secara door to door dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap tumbuh kembang balita penerima manfaat,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga penerima manfaat terkait pentingnya penyediaan gizi seimbang, pola asuh yang sehat, serta peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
BAZNAS Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program kemaslahatan umat yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu mencetak generasi Surabaya yang sehat, kuat, dan berkualitas, sekaligus mendukung target nasional penurunan angka stunting.
24/12/2025 | Humas Baznas Surabaya

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Pelatihan Uji Sertifikasi SKK Tukang Pasang Bata
Surabaya (15/12/25) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menyampaikan Bantuan Pelatihan Uji Sertifikasi SKK Tukang Pasang Bata Jenjang 1 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja sektor konstruksi.
Program ini ditujukan bagi para tukang bangunan yang berasal dari kalangan mustahik agar memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) resmi, sesuai standar nasional. Dengan sertifikasi tersebut, para peserta diharapkan memiliki peluang kerja yang lebih luas, pengakuan keahlian yang jelas, serta peningkatan pendapatan yang berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa pelatihan dan uji sertifikasi ini merupakan bagian dari program zakat produktif, yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
“BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan zakat yang berdampak. Melalui pelatihan uji sertifikasi SKK ini, kami ingin para tukang bangunan memiliki keahlian legalitas sehingga lebih profesional dan berdaya saing di dunia kerja,” ujarnya.
Pelatihan meliputi pembekalan teori, praktik pemasangan bata sesuai standar konstruksi, serta uji kompetensi yang dilakukan oleh asesor bersertifikat. Program ini juga sejalan dengan kebutuhan sektor konstruksi yang semakin menuntut tenaga kerja terampil dan tersertifikasi.
Sementara itu, perwakilan UPZ Disperinaker BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Kami berharap program ini dapat membantu para tukang bangunan di Surabaya naik kelas, memiliki kepercayaan diri, serta mampu bersaing di proyek-proyek formal yang mensyaratkan SKK,” jelasnya.
Para peserta menyambut program tersebut dengan baik karena dinilai sangat membantu. Selain mendapatkan pelatihan, mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti uji sertifikasi yang selama ini terkendala biaya.
Melalui program Bantuan Pelatihan Uji Sertifikasi SKK Tukang Pasang Bata Jenjang 1 ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, memperkuat ekonomi mustahik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Surabaya secara berkelanjutan.
16/12/2025 | Otnay
Artikel Terbaru
Cahaya Pengampunan di Ambang Ramadhan: Memaknai Malam Nisfu Sya'ban
Malam Nisfu Sya'ban hadir sebagai sebuah oase spiritual yang menyejukkan di tengah hiruk pikuk persiapan duniawi menuju bulan suci Ramadhan. Dalam tradisi Islam, malam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban ini bukan sekadar pergantian tanggal di kalender Hijriah, melainkan sebuah momentum sakral yang diyakini sebagai waktu di mana pintu-pintu langit terbuka lebar. Pada saat itulah, Allah SWT menebarkan rahmat-Nya ke seluruh penjuru bumi, memberikan kesempatan bagi setiap hamba untuk menanggalkan beban dosa yang telah terkumpul sepanjang tahun. Keutamaan malam ini sering kali digambarkan sebagai waktu pengampunan, di mana catatan amal manusia dilaporkan dan segala permohonan yang tulus mendapatkan tempat istimewa untuk dikabulkan.
Kedalaman makna Nisfu Sya'ban terletak pada konsep pembersihan hati sebelum memasuki fase perjuangan besar di bulan puasa. Sama seperti para petani yang menyiangi ladang sebelum menabur benih, seorang Muslim diajak untuk menyiangi hati dari rumput pembohong berupa kebencian dan kedengkian. Ada sebuah pesan moral yang sangat kuat dalam momen ini, yakni bahwa belas kasihan Tuhan yang begitu luas ternyata bisa terhalang oleh satu ganjalan besar dalam diri manusia: permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, esensi dari menghidupkan malam ini tidak hanya terletak pada sujud yang panjang atau lisan yang terus berdzikir, tetapi juga pada keberanian jiwa untuk meluruhkan ego, meminta maaf, dan memberi maaf dengan setulus hati kepada mereka yang pernah bersinggungan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara filosofis, malam Nisfu Sya'ban juga dipandang sebagai cermin untuk melihat masa depan melalui doa. Banyak ulama memaknai malam ini sebagai waktu yang menetapkan garis besar takdir untuk satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, kesehatan, hingga ajal. Hal ini memberikan kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk kecil yang sangat bergantung pada ketetapan Sang Pencipta. Dengan memperbanyak bacaan Al-Qur'an, seperti surat Yasin yang dibaca berulang kali dengan niat yang sungguh-sungguh, seorang hamba sebenarnya sedang berdialog dengan takdirnya sendiri. Ia memohon agar sisa usianya diisi dengan ketaatan, dilindungi dari segala marabahaya, dan dikuatkan imannya agar tidak goyah diterpa badai ujian zaman yang kian berat.
Pada akhirnya, Nisfu Sya'ban adalah sebuah jembatan penghubung yang mengantarkan kita dari kelalaian menuju kesadaran penuh. Malam ini menjadi pengingat bahwa waktu terus bergulir dan kesempatan untuk memperbaiki diri tidaklah abadi. Melalui perpaduan antara ritual ibadah yang khusyuk dan perbaikan akhlak sosial, kita berharap dapat keluar dari malam Nisfu Sya'ban dengan jiwa yang lebih ringan. Dengan demikian, ketika fajar bulan Ramadhan menyingsing, kita tidak lagi membawa beban masa lalu yang gelap, melainkan melangkah dengan hati yang bercahaya, siap menyerap seluruh keberkahan yang ditawarkan oleh bulan yang paling mulia tersebut.
03/02/2026 | chacha
Nisfu Sya’ban di Jelang Ramadan, Menguatkan Kesiapan Menyambut Bulan Suci
Surabaya (Baznas News) Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi ibadah maupun penguatan nilai-nilai spiritual. Salah satu momentum penting dalam fase persiapan tersebut adalah Nisfu Sya’ban, yang hadir sebagai pengingat untuk memperbaiki diri sebelum memasuki bulan suci.
Nisfu Sya’ban yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri dalam ajaran Islam. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan enggan berdamai. Oleh karena itu, momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, Nisfu Sya’ban menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri. Membersihkan hati, meluruskan niat, dan meningkatkan kualitas ibadah menjadi bagian dari persiapan agar Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan bermakna.
Selain dimaknai sebagai ibadah personal, Nisfu Sya’ban juga mengandung nilai sosial yang kuat. Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berdimensi individual, tetapi juga harus membawa manfaat bagi kehidupan sosial. Oleh sebab itu, momentum Nisfu Sya’ban kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai amal kebaikan.
Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat dhuafa cenderung mengalami peningkatan, terutama kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian penting dalam menyambut bulan suci. Amal kebaikan yang ditunaikan sejak bulan Sya’ban diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk memaknai Nisfu Sya’ban sebagai momentum penguatan kesiapan menyambut Ramadan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mendukung kesiapan spiritual dan sosial umat Islam menjelang bulan puasa.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menyempurnakan kewajiban ibadah yang masih tertunda sebelum Ramadan tiba. Penunaian kewajiban tersebut lebih awal diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat dhuafa.
Momentum Nisfu Sya’ban juga menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial. Saling memaafkan, menghilangkan prasangka, serta memperbaiki hubungan antarsesama menjadi bagian dari persiapan moral yang penting sebelum memasuki bulan Ramadan. Melalui pemaknaan Nisfu Sya’ban di jelang Ramadan, umat Islam diajak untuk menguatkan kesiapan diri dalam menyambut bulan suci. Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu menghadirkan Ramadan yang penuh keberkahan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
03/02/2026 | Intan
Kafarat Bukan Sekadar Denda, tapi Pendidikan Spiritual
Dalam ajaran Islam, setiap pelanggaran terhadap ketentuan syariat tidak hanya dipandang sebagai kesalahan hukum, tetapi juga sebagai persoalan spiritual. Salah satu bentuk tanggung jawab yang diwajibkan kepada seorang Muslim atas pelanggaran tertentu adalah kafarat. Sayangnya, kafarat kerap dipahami secara sempit sebagai sekadar “denda” atau kewajiban materi semata. Padahal, lebih dari itu, kafarat merupakan sarana pendidikan spiritual yang sarat makna, terutama ketika dikelola dan disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional).
Hakikat kafarat bukanlah hukuman yang memberatkan, melainkan mekanisme syariat untuk menyucikan diri, menumbuhkan kesadaran, dan mendidik jiwa agar lebih bertanggung jawab atas setiap perbuatan.
Kafarat mengajarkan bahwa setiap kesalahan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan secara sadar. Ketika seseorang menunaikan kafarat, ia dilatih untuk:
Mengakui kesalahan dengan lapang dada, bukan mencari pembenaran.
Mendisiplinkan diri, baik melalui puasa maupun pengorbanan harta.
Menumbuhkan empati sosial, karena kafarat sering kali disalurkan kepada fakir miskin.
Dengan demikian, kafarat membentuk karakter spiritual yang lebih matang, rendah hati, dan peduli terhadap sesama.
Dalam konteks Indonesia, BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi negara yang mengelola dana zakat, infak, sedekah, termasuk dana keagamaan lainnya seperti kafarat dan fidyah. Peran BAZNAS menjadi sangat penting agar pelaksanaan kafarat tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Melalui BAZNAS, dana kafarat disalurkan kepada mustahik yang berhak dengan prinsip:
Kepatuhan syariah, sesuai ketentuan ulama dan regulasi.
Transparansi dan akuntabilitas, sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Kebermanfaatan sosial, terutama bagi fakir miskin dan kelompok rentan.
Dengan pengelolaan yang profesional, kafarat tidak berhenti pada gugurnya kewajiban individu, tetapi menjadi bagian dari solusi sosial yang berkelanjutan. Ketika kafarat disalurkan melalui BAZNAS, nilai pendidikan spiritualnya semakin kuat. Muzaki tidak hanya membersihkan diri dari kesalahan, tetapi juga turut berkontribusi dalam program-program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Di sinilah kafarat menjelma menjadi ibadah individual yang berdampak kolektif.
02/02/2026 | Mila Malika
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti




