WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Silaturahim dan Buka Bersama Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya Perkuat Ukhuwah di Bulan Ramadhan
Silaturahim dan Buka Bersama Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya Perkuat Ukhuwah di Bulan Ramadhan
Surabaya, 8 Maret 2026 – Dalam suasana penuh kehangatan di bulan suci Ramadhan, Unit Muallaf Center dari BAZNAS Kota Surabaya menggelar kegiatan Silaturahim dan Buka Puasa Bersama yang diikuti oleh para muallaf binaan. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat pembinaan spiritual bagi para muallaf di Kota Surabaya. (08/03) Acara yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., bersama Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya, Drs. Ec. H. Abd. Halim AF, M.E. Turut hadir pula para pengurus Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya serta sekitar 50 orang muallaf yang selama ini menjadi bagian dari program pembinaan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah menyampaikan bahwa kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen BAZNAS dalam mendampingi para muallaf agar semakin mantap dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. “Muallaf merupakan bagian dari keluarga besar umat Islam yang perlu kita perkuat dari sisi keimanan, kebersamaan, dan kemandirian. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun rasa persaudaraan serta memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para muallaf,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya Drs. Ec. H. Abd. Halim AF, M.E. menambahkan bahwa Muallaf Center memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan berkelanjutan, baik melalui kajian keislaman, pendampingan, maupun program pemberdayaan ekonomi. “BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan para muallaf mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka semakin kuat dalam akidah serta mampu mandiri secara sosial dan ekonomi,” jelasnya. Kegiatan silaturahim ini diisi dengan tausiyah keislaman, sesi berbagi pengalaman para muallaf, doa bersama, pemberian paket sembako serta ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat rasa persaudaraan di antara para peserta. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap para muallaf semakin merasa diterima, diperhatikan, dan mendapatkan dukungan dalam menjalani perjalanan spiritualnya, sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
08/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya dan Kejari Tanjung Perak Teken MoU Penguatan Pengelolaan ZIS
BAZNAS Surabaya dan Kejari Tanjung Perak Teken MoU Penguatan Pengelolaan ZIS
Surabaya, 5 Maret 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan tersebut digelar di Hotel Khas Ampel Surabaya, Rabu (5/3). Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya serta jajaran pimpinan dan pegawai Kejari Tanjung Perak Surabaya. Turut hadir pula perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya, Ibu Evi, serta para penerima manfaat bantuan sosial. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariah serta regulasi negara. “Dengan adanya MoU ini merupakan langkah komitmen kami dalam pengelolaan ZIS dengan prinsip 3 Aman, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa selama periode kepemimpinan saat ini, BAZNAS Kota Surabaya terus melakukan berbagai percepatan dalam penguatan kelembagaan. “Dalam perjalanan periode pertama ini kami banyak melakukan percepatan, baik dari sistem penguatan kelembagaan maupun peningkatan kompetensi pimpinan dan amil pelaksana yang telah tersertifikasi,” tambahnya. Melalui kerja sama ini diharapkan sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya dan Kejari Tanjung Perak dapat semakin memperkuat tata kelola zakat yang akuntabel serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Kejari Tanjung Perak Nyatakan Komitmen Berzakat Melalui BAZNAS Surabaya
Kejari Tanjung Perak Nyatakan Komitmen Berzakat Melalui BAZNAS Surabaya
Surabaya, 5 Maret 2026 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya menyatakan komitmennya untuk menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua lembaga yang digelar di Hotel Khas Ampel Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf Kejari Tanjung Perak Surabaya serta pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya. Turut hadir pula perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya dan masyarakat penerima manfaat program sosial. Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Darwis Burhansyah, S.H., M.H., dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pegawai untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat. “Saya sampaikan kepada seluruh staf, jika ingin masuk surga maka kita harus merapat kepada BAZNAS Kota Surabaya,” ujarnya. Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga yang memiliki kredibilitas serta sistem pengelolaan zakat yang terpercaya dan profesional. Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh pegawai di lingkungan Kejari Tanjung Perak untuk turut berpartisipasi dalam gerakan zakat melalui BAZNAS. Dengan adanya komitmen ini, diharapkan potensi zakat dari kalangan aparatur negara dapat semakin optimal dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung program pemberdayaan ekonomi umat di Kota Surabaya.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Agenda Pimpinan

BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H yang Digelar Kemenag Kota Surabaya
BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H yang Digelar Kemenag Kota Surabaya
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya menghadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyamakan visi dan misi antar lembaga pengelola zakat di Kota Surabaya. Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan lembaga zakat lainnya. Selain BAZNAS, Kemenag Kota Surabaya juga mengundang seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang beroperasi di Surabaya guna membangun kolaborasi yang terstruktur dan terintegrasi. Kepala Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pertemuan koordinatif yang dilakukan secara berkelanjutan. “Tentu pertemuan ini harus sering dilakukan guna untuk menyamakan visi dan misi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah untuk bisa didistribusikan secara tepat sasaran serta mengutamakan mustahik dari warga Kota Surabaya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum puncak dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS, sehingga diperlukan komunikasi dan koordinasi yang solid antar lembaga agar tidak terjadi tumpang tindih program serta dapat menjangkau mustahik secara lebih merata. Sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas, di akhir acara BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan Laporan Keuangan dan Kinerja Tahun 2025 kepada Kepala Kemenag Kota Surabaya. Penyerahan laporan tersebut menjadi wujud pertanggungjawaban atas pengelolaan dana ZIS sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga. Melalui Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah dalam menyukseskan program Ramadhan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Sinergi antara regulator dan lembaga pengelola zakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola ZIS yang profesional serta berdampak nyata bagi masyarakat Surabaya.

26-02-2026 | Humas Baznas Surabaya

Sinergi Kuat! BAZNAS dan Dispendik Surabaya Kolaborasi Maksimal, Dana Zakat Dioptimalkan untuk Bantuan Pendidikan
Sinergi Kuat! BAZNAS dan Dispendik Surabaya Kolaborasi Maksimal, Dana Zakat Dioptimalkan untuk Bantuan Pendidikan
SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi strategis untuk menindaklanjuti hasil rapat bersama Asisten Pemerintahan Kota Surabaya yang telah dilaksanakan pada Jumat lalu. Pertemuan ini fokus pada penguatan kolaborasi intervensi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan BAZNAS Kota Surabaya, khususnya dalam sektor pendidikan. Rapat penting ini diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Oktober 2025 bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya. Dari BAZNAS Kota Surabaya, hadir langsung Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., sementara Dinas Pendidikan Kota Surabaya diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas langkah-langkah konkret untuk menyinergikan program bantuan pendidikan yang dikelola oleh masing-masing institusi. Tujuan utamanya adalah memastikan dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dapat tersalurkan secara maksimal, tepat sasaran, dan terintegrasi dengan program-program pendidikan Pemkot Surabaya. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung penuh visi Pemkot Surabaya di bidang pendidikan. "Kami menyambut baik sinergi ini. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, insyaallah program bantuan pendidikan BAZNAS akan lebih terarah dan dampaknya akan lebih besar dalam membantu pelajar dari keluarga kurang mampu di Surabaya. Kami akan memastikan dana zakat umat ini benar-benar menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan," ujar H. Moch. Hamzah. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M., mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Kota Surabaya dalam menindaklanjuti hasil rapat bersama Asisten Pemerintahan. "Dinas Pendidikan siap berkolaborasi penuh. Data dan informasi yang kami miliki dapat menjadi landasan bagi BAZNAS untuk menyusun program bantuan yang paling dibutuhkan oleh siswa-siswi kita. Komitmen bersama ini adalah kunci untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak, tanpa terhalang kendala ekonomi," tegas Ir. Yusuf Masruh. Rapat ini menyepakati bahwa kedepannya BAZNAS dan Dinas Pendidikan akan berkomitmen Bersama untuk memaksimalkan program bantuan pendidkan dengan menggunakan dana zakat yang terkumpul, meliputi beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga bantuan pendukung lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara lembaga amil zakat dan pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

22-10-2025 | IMAM SYAFII

BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Tanggap Bencana
BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Tanggap Bencana
Surabaya, 21 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mengadakan pertemuan penting dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pada Senin, 20 Oktober 2025. Pertemuan yang berlokasi di Kantor BPBD, Jl. Jemursari Tim. II No. 2, Surabaya, ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kota Surabaya. Dari pihak BAZNAS, rapat dihadiri langsung oleh Ketua BTB, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, yang memimpin diskusi mengenai rencana sinergi program. Sementara itu, BPBD Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dengan menerima kunjungan tersebut dan diwakili langsung oleh Kepala BPBD Kota Surabaya. Ketua BTB BAZNAS Kota Surabaya, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara kedua lembaga sangat krusial untuk memastikan respon bencana yang cepat dan terstruktur. "Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari peran aktif BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam isu kemanusiaan dan kebencanaan. Kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang intens dengan BPBD," ujarnya. Dalam waktu dekat, sebagai langkah awal dari kolaborasi ini, BTB BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya merencanakan penyelenggaraan Pelatihan Tanggap Bencana yang ditujukan bagi para relawan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kepala BPBD Kota Surabaya menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menyatakan dukungannya penuh. "Sinergi antara BPBD dan BAZNAS, melalui tim BTB-nya, akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan mitigasi dan respon bencana di masyarakat. Pelatihan relawan yang akan kita selenggarakan bersama adalah langkah konkret yang sangat kami apresiasi," tuturnya. Diharapkan, kolaborasi yang terjalin ini dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu, efektif, dan komprehensif di Kota Surabaya.

21-10-2025 | IMAM SYAFII

Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Sembako untuk Dhuafa di Kota Surabaya
BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Sembako untuk Dhuafa di Kota Surabaya
Surabaya, 5 Maret 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyalurkan bantuan sembako kepada warga dhuafa Kota Surabaya dalam kegiatan sosial yang digelar di Hotel Khas Ampel Surabaya, Rabu (5/3). Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya, jajaran Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya, serta para penerima manfaat bantuan sembako. Perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya, Ibu Evi, menyampaikan apresiasinya terhadap peran BAZNAS Kota Surabaya yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Sejak berdirinya BAZNAS Surabaya ini sangat membantu bagi kami, terutama dalam beberapa kegiatan sosial yang tidak tercover oleh anggaran APBN,” ungkapnya. Melalui penyaluran bantuan sembako ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dhuafa sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Surabaya terus disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Penyaluran Bantuan Kursi Roda di Kecamatan Dukuh Kupang
Penyaluran Bantuan Kursi Roda di Kecamatan Dukuh Kupang
Surabaya 25 Febuari 2026 BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kursi roda kepada mustahiq di wilayah Kecamatan Dukuh Kupang, Kota Surabaya. Program ini merupakan bagian dari optimalisasi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS serta kelurahan guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kursi roda tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup mustahiq. Penerima manfaat beserta keluarga menyambut bantuan ini dengan penuh rasa syukur. Mereka mengungkapkan bahwa keberadaan kursi roda sangat membantu mobilitas yang sebelumnya terbatas, terutama untuk aktivitas harian di rumah maupun lingkungan sekitar. Melalui program-program sosial dan pemberdayaan yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak mustahiq yang merasakan manfaatnya.
26/02/2026 | M. Juan
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Zakat Tunai Kecamatan Dukuh Pakis
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Zakat Tunai Kecamatan Dukuh Pakis
Surabaya 25 Febuari 2026 BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan bantuan zakat tunai kepada mustahiq di wilayah Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran zakat tunai dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS serta perwakilan dari kelurahan kepada penerima manfaat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahiq, meringankan beban ekonomi, serta memberikan dukungan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku bantuan zakat tunai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui berbagai program pendistribusian dan pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu dan diberdayakan.
26/02/2026 | M. Juan

Artikel Terbaru

Program Ramadan BAZNAS Kota Surabaya Menjelang Idul Fitri: Paket Sembako dan Optimalisasi Zakat Fitrah untuk Kesejahteraan Umat
Program Ramadan BAZNAS Kota Surabaya Menjelang Idul Fitri: Paket Sembako dan Optimalisasi Zakat Fitrah untuk Kesejahteraan Umat
Bulan Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Menjelang Idul Fitri, semangat berbagi semakin terasa, terutama melalui berbagai program kemanusiaan yang diinisiasi lembaga zakat. Salah satu yang konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat adalah BAZNAS Kota Surabaya melalui program paket sembako serta layanan pembayaran dan penyaluran zakat fitrah. Program-program tersebut menjadi wujud komitmen dalam memastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang profesional dan amanah, berbagai tantangan sosial yang muncul menjelang hari raya. Program Paket Sembako Ramadan Menjelang Idul Fitri, kebutuhan bahan pokok masyarakat cenderung meningkat. Kondisi ini sering kali menjadi beban tambahan bagi keluarga prasejahtera. Melihat situasi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menyelenggarakan program penyaluran paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Kota Surabaya. Paket sembako yang disalurkan umumnya berisi kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan bahan pangan pokok lainnya. Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang tergolong fakir dan miskin, lansia yang membutuhkan perhatian khusus, buruh harian, pekerja informal, serta keluarga prasejahtera yang terdampak kondisi ekonomi. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kebahagiaan bagi penerima manfaat dalam menyambut Idul Fitri. Harapannya, tidak ada keluarga yang merasa terbebani secara ekonomi saat merayakan hari kemenangan. Layanan Pembayaran Zakat Fitrah Selain program sembako, zakat fitrah menjadi ibadah wajib yang harus ditunaikan setiap Muslim yang mampu sebelum Idul Fitri. Zakat fitrah berfungsi sebagai penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi pembayaran zakat fitrah melalui berbagai kanal layanan, baik secara langsung di gerai zakat maupun melalui sistem pembayaran yang memudahkan masyarakat. Zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sekitar 2,5 hingga 3 kilogram per orang atau dalam bentuk uang sesuai dengan ketetapan harga beras yang berlaku. Menunaikan zakat melalui lembaga resmi memberikan sejumlah manfaat, di antaranya distribusi yang lebih terorganisir, tepat sasaran, serta menjangkau lebih banyak mustahik. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi prioritas dalam setiap proses pengelolaan zakat. Penyaluran Zakat Fitrah kepada Mustahik Setelah zakat fitrah terkumpul, BAZNAS Kota Surabaya melakukan pendataan dan verifikasi penerima manfaat agar penyaluran berjalan optimal. Zakat fitrah disalurkan kepada para mustahik sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri, sehingga dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya. Proses distribusi dilakukan melalui jaringan relawan dan koordinasi di berbagai wilayah Surabaya. Dengan sistem yang tertata, zakat fitrah benar-benar menjadi instrumen solidaritas sosial yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi kaum dhuafa. Menguatkan Solidaritas Sosial Program paket sembako serta pembayaran dan penyaluran zakat fitrah mencerminkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Melalui partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, gerakan kebaikan terus tumbuh dan memberi dampak luas. Dengan semangat kolaborasi dan amanah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadikan Ramadan dan Idul Fitri sebagai momentum peningkatan kesejahteraan umat. Kebahagiaan hari raya pun diharapkan dapat dirasakan secara merata, tanpa terkecuali.
13/03/2026 | Alfa
Idulfitri: Kembali kepada Kesucian dan Kemanusiaan
Idulfitri: Kembali kepada Kesucian dan Kemanusiaan
Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya Idulfitri dengan penuh suka cita. Hari raya ini bukan sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum kembali kepada kesucian diri serta memperkuat hubungan antarmanusia. Secara bahasa, Idulfitri berasal dari kata ‘id yang berarti kembali dan fitrah yang berarti kesucian atau keadaan asli manusia. Dengan demikian, Idulfitri dapat dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada fitrahnya—yaitu kondisi jiwa yang bersih setelah ditempa oleh latihan spiritual selama Ramadan. Selama bulan suci, umat Islam dilatih untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan. Puasa tidak hanya melatih pengendalian diri secara fisik, tetapi juga mendidik hati agar lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Karena itu, Idulfitri tidak hanya menjadi simbol kemenangan spiritual, tetapi juga refleksi atas perubahan diri yang telah diupayakan selama Ramadan. Perayaan Idulfitri biasanya diawali dengan pelaksanaan salat Id yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka. Tradisi ini mengingatkan bahwa Islam tidak hanya menekankan ibadah personal, tetapi juga kebersamaan dalam kehidupan sosial. Dalam khutbah Idulfitri, umat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai ketakwaan yang telah dibangun selama Ramadan. Dalam tradisi masyarakat Muslim, Idulfitri juga identik dengan budaya saling memaafkan. Ungkapan “mohon maaf lahir dan batin” menjadi jembatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Nilai ini sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari permusuhan di antara sesama manusia. Selain itu, sebelum hari raya tiba, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian sosial. Kewajiban ini memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang kurang mampu. Di Indonesia, pengelolaan zakat ini banyak difasilitasi oleh lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif, makna Idulfitri justru menjadi semakin relevan. Ia mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak dari rutinitas duniawi dan merenungkan kembali tujuan hidupnya. Apakah selama ini manusia telah menjalani hidup dengan penuh kejujuran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama? Idulfitri juga mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukanlah tentang keberhasilan materi, tetapi tentang keberhasilan mengendalikan diri dan memperbaiki akhlak. Puasa Ramadan menjadi proses pembinaan, sementara Idulfitri menjadi titik refleksi atas perubahan yang telah terjadi dalam diri seseorang. Oleh karena itu, Idulfitri seharusnya tidak dimaknai hanya sebagai tradisi tahunan yang identik dengan pakaian baru, hidangan khas, atau perjalanan pulang kampung. Lebih dari itu, hari raya ini adalah pengingat bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kembali kehidupan dengan hati yang lebih bersih. Pada akhirnya, Idulfitri adalah tentang kembali—kembali kepada nilai kejujuran, kembali kepada kepedulian sosial, dan kembali kepada fitrah kemanusiaan yang sejati. Jika makna ini benar-benar dihidupkan, maka Idulfitri bukan hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga awal dari kehidupan yang lebih baik.
13/03/2026 | Rubai
Idul Fitri sebagai Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Idul Fitri sebagai Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Perayaan ini bukan sekadar penanda berakhirnya kewajiban berpuasa, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan umat Islam dalam menjalani proses pembinaan spiritual, pengendalian diri, serta peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Idul Fitri sering dimaknai sebagai hari kemenangan bagi setiap Muslim yang telah berupaya menjalankan berbagai ibadah dan amal kebaikan selama bulan Ramadhan. Secara makna, Idul Fitri mengandung nilai yang sangat mendalam. Kata “Idul” dalam bahasa Arab memiliki arti kembali atau perayaan, sedangkan “Fitri” merujuk pada keadaan suci atau kembali kepada fitrah manusia. Dengan demikian, Idul Fitri dapat dimaknai sebagai momentum kembalinya manusia pada kondisi yang bersih dari dosa setelah menjalani proses penyucian diri melalui ibadah puasa dan berbagai amalan lainnya di bulan Ramadhan. Makna ini mengajarkan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih kesabaran, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki dimensi spiritual, Idul Fitri juga mengandung nilai sosial yang sangat kuat. Salah satu bentuk implementasi nilai sosial tersebut adalah kewajiban menunaikan zakat fitrah bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat fitrah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Melalui kewajiban ini, Islam mengajarkan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan oleh berbagai lembaga resmi yang bertugas menghimpun serta menyalurkan dana zakat kepada pihak yang berhak menerimanya. Salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat adalah BAZNAS Kota Surabaya. Lembaga ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik. Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan profesional, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Momentum Idul Fitri juga identik dengan tradisi saling memaafkan. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari berbagai kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, hari raya ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperbaiki hubungan antarsesama. Melalui tradisi saling memaafkan, nilai persaudaraan dan keharmonisan dalam masyarakat dapat semakin diperkuat. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis di tengah kehidupan sosial. Selain itu, Idul Fitri juga mengajarkan nilai kesederhanaan serta rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Setelah melewati proses ibadah selama bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat lebih memahami makna kesabaran dan empati terhadap kondisi orang lain, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Oleh sebab itu, perayaan Idul Fitri seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai momen kebahagiaan pribadi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi dengan sesama. Dalam konteks kehidupan masyarakat modern, semangat berbagi yang muncul pada momentum Idul Fitri dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti penyaluran zakat, sedekah, santunan kepada anak yatim, serta program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga dapat memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Idul Fitri sejatinya merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Umat Islam diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama bulan Ramadhan, seperti kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, semangat Ramadhan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir, tetapi terus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Melalui momentum Idul Fitri, diharapkan masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian. Peran lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS Kota Surabaya juga menjadi sangat penting dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, Idul Fitri bukan hanya tentang merayakan berakhirnya bulan Ramadhan, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah dipelajari selama bulan suci tersebut. Dengan hati yang bersih, semangat berbagi, serta kepedulian terhadap sesama, Idul Fitri dapat menjadi momentum untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan.
13/03/2026 | Azizah

BAZNAS TV