WhatsApp Icon
Nuzulul Qur’an sebagai Momentum Konsolidasi Nilai dan Aksi Sosial Umat

Surabaya (Baznas News) — Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar agenda tahunan yang diisi dengan tausiyah dan seremoni. BAZNAS Kota Surabaya memandang momentum ini sebagai ruang konsolidasi nilai dan aksi sosial. Turunnya Al-Qur’an menandai dimulainya transformasi besar dalam sejarah peradaban. Wahyu tidak hanya membentuk spiritualitas, tetapi juga menata ulang sistem sosial. Di sinilah Nuzulul Qur’an menemukan relevansinya dalam konteks hari ini.

Al-Qur’an membawa pesan perubahan yang konkret. Ia berbicara tentang keadilan, tanggung jawab sosial, dan distribusi kesejahteraan. Nilai tersebut bukan sekadar wacana normatif, melainkan prinsip yang harus diimplementasikan. Dalam suasana Ramadhan, pesan itu terasa semakin kuat. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa ibadah harus memiliki dampak sosial yang nyata.

BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum ini sebagai penguat arah gerakan. Program-program Ramadhan diposisikan sebagai turunan nilai Qur’ani dalam praktik. Bantuan sosial, dukungan ekonomi, hingga program pemberdayaan menjadi bentuk implementasi. Nilai wahyu diterjemahkan ke dalam langkah yang terukur. Inilah cara menghadirkan Al-Qur’an dalam realitas sosial.

Nuzulul Qur’an juga menjadi refleksi tentang pentingnya literasi dan kesadaran kolektif. Wahyu pertama yang turun memerintahkan untuk membaca, yang berarti membuka wawasan dan memahami kondisi sekitar. Membaca realitas sosial adalah langkah awal untuk menghadirkan solusi. Tanpa pemahaman yang utuh, aksi sosial mudah kehilangan arah. Momentum ini mengajak umat untuk lebih peka terhadap tantangan zaman.

Dalam dinamika masyarakat modern, tantangan sosial semakin kompleks. Ketimpangan ekonomi, akses peluang yang tidak merata, serta perubahan pola hidup membutuhkan respons yang adaptif. Nilai Qur’ani memberikan kerangka etis dalam merespons persoalan tersebut. BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadikan nilai itu sebagai dasar pengambilan kebijakan program. Pendekatan ini memastikan gerakan tetap relevan dan kontekstual.

Peringatan Nuzulul Qur’an juga memperkuat kesadaran bahwa perubahan dimulai dari sistem yang terbangun bersama. Kolaborasi menjadi kunci agar nilai wahyu tidak berhenti di ruang pribadi. Dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum memiliki peran masing-masing. Ketika seluruh elemen bergerak, dampak sosial menjadi lebih luas. Inilah makna konsolidasi yang dihadirkan momentum ini.

Ramadhan menghadirkan ruang akselerasi yang jarang terjadi di bulan lain. Energi spiritual bertemu dengan semangat berbagi yang meningkat signifikan. Nuzulul Qur’an menjadi titik tengah yang menguatkan arah gerakan. Ia mengingatkan bahwa keberkahan bukan hanya dirasakan, tetapi juga dibagikan. Semangat ini perlu dijaga agar tidak redup setelah Ramadhan berakhir.

Sebagai bagian dari penguatan nilai dan aksi sosial, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari gerakan yang terstruktur dan berdampak. Setiap partisipasi adalah wujud nyata pengamalan nilai Al-Qur’an. Momentum Nuzulul Qur’an diharapkan menjadi titik tolak perubahan yang berkelanjutan. Bersama, nilai wahyu dapat dihadirkan dalam kehidupan sosial yang lebih adil dan berdaya.

Salurkan donasi Anda melalui:

???? Website: https://surabaya.baznas.go.id

???? Instagram: @baznaskotasurabaya

Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Nilai Qur’ani, Aksi Sosial Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan

24/02/2026 | Kontributor: Intan
Gerakan Ramadhan sebagai Akselerasi Kebaikan: Dari Momentum Menuju Dampak Nyata

Surabaya (Baznas News) — Ramadhan selalu menghadirkan lonjakan kepedulian di tengah masyarakat. Namun BAZNAS Kota Surabaya memandang bahwa semangat tersebut perlu dikelola menjadi gerakan yang terarah, bukan sekadar gelombang musiman. Gerakan Ramadhan bukan hanya tentang meningkatnya donasi, tetapi tentang bagaimana energi kebaikan diakselerasi agar menghasilkan dampak yang lebih luas. Momentum ini menjadi titik temu antara spiritualitas dan strategi sosial. Dari sinilah perubahan yang terukur mulai dibangun.

Ramadhan menciptakan atmosfer yang berbeda. Aktivitas berbagi meningkat, solidaritas menguat, dan partisipasi masyarakat meluas. Gerakan Ramadhan harus menjawab kebutuhan riil masyarakat secara konkret.

BAZNAS Kota Surabaya merancang program Ramadhan dengan pendekatan yang lebih sistematis. Bantuan pangan, santunan, dan dukungan usaha diintegrasikan dalam satu kerangka gerakan. Setiap program memiliki sasaran yang jelas dan indikator kebermanfaatan yang terukur. Tujuannya agar setiap kontribusi masyarakat benar-benar menghadirkan perubahan. Ramadhan menjadi fase percepatan distribusi manfaat yang lebih masif.

Gerakan ini juga memperluas pola kolaborasi. Dunia usaha, komunitas, relawan, hingga individu terlibat dalam satu ekosistem kebaikan. Kolaborasi tersebut mempercepat jangkauan program hingga ke berbagai wilayah. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas dampak yang dirasakan. Ramadhan menjadi ruang konsolidasi kekuatan sosial yang jarang terjadi di bulan lain. Selain bantuan langsung, fokus gerakan juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Dukungan usaha mikro dan bantuan produktif menjadi bagian dari strategi. Pendekatan ini memberi peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitasnya. Ramadhan tidak hanya memberi, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah pergeseran paradigma dari bantuan sesaat menuju keberlanjutan. Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana memperkuat budaya berbagi sepanjang tahun. BAZNAS Kota Surabaya mendorong agar partisipasi masyarakat tidak berhenti setelah Idul Fitri. Ramadhan menjadi pintu masuk untuk membangun komitmen jangka panjang. Kesadaran kolektif inilah yang menjadi fondasi kekuatan filantropi Islam. Energi bulan suci diarahkan menjadi kebiasaan sosial yang konsisten.

Di tengah dinamika ekonomi dan sosial, Gerakan Ramadhan berfungsi sebagai penyeimbang. Ketika sebagian masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup, solidaritas menjadi solusi bersama. Bantuan yang tersalurkan bukan sekadar angka, tetapi membawa rasa aman dan harapan. Ramadhan membuktikan bahwa kebersamaan mampu meredam ketimpangan. Gerakan ini menjadi simbol bahwa kepedulian masih tumbuh kuat.

Sebagai bagian dari Gerakan Ramadhan, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Setiap kontribusi akan dikelola dalam kerangka program yang terarah dan berdampak. Partisipasi aktif menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat. Ramadhan adalah momentum, tetapi dampaknya bisa berkelanjutan. Bersama, akselerasi kebaikan dapat diwujudkan secara nyata.

Salurkan donasi Anda melalui:

???? Website: https://surabaya.baznas.go.id

???? Instagram: @baznaskotasurabaya

Keyword SEO: Gerakan Ramadhan, Program Ramadhan Surabaya, Akselerasi Kebaikan, Zakat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya, Filantropi Islam

23/02/2026 | Kontributor: Intan
Minggu Kedua Bulan Suci: Memperdalam Taqwa, Memperluas Manfaat

Memasuki minggu kedua bulan suci Ramadhan, umat Islam umumnya telah melewati fase adaptasi. Ritme sahur, berbuka, serta jadwal ibadah mulai terbentuk dengan lebih stabil. Pada tahap ini, Ramadhan seharusnya tidak lagi dijalani sekadar sebagai rutinitas tahunan, tetapi dimaknai sebagai momentum untuk memperdalam ketakwaan sekaligus memperluas manfaat bagi sesama.

Minggu kedua menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Apakah ibadah wajib sudah lebih terjaga? Apakah tilawah Al-Qur’an semakin rutin? Apakah hati lebih mudah menahan amarah dan lisan lebih terjaga dari perkataan sia-sia? Ramadhan adalah madrasah spiritual yang melatih kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan. Semakin sungguh-sungguh kita menjalaninya, semakin besar pula perubahan yang akan kita rasakan dalam diri.

Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Ramadhan juga mengajarkan pentingnya kepedulian sosial. Rasa lapar yang kita rasakan setiap hari semestinya menumbuhkan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah, infak, dan zakat di bulan suci bukan hanya anjuran, melainkan bagian dari penyempurna ibadah puasa.

Minggu kedua Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk mulai menunaikan zakat dan memperbanyak berbagi. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional membantu memastikan bahwa bantuan yang kita berikan tersampaikan secara amanah, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, zakat dan sedekah dapat menghadirkan harapan baru bagi banyak keluarga.

Mari jadikan pekan kedua Ramadhan sebagai titik peningkatan amal. Perkuat ibadah pribadi, hidupkan malam dengan doa, serta perluas manfaat dengan berbagi kepada sesama. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dari seberapa besar kebaikan yang bisa kita hadirkan bagi orang lain.

Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa sekaligus lebih bermanfaat bagi umat.

Salurkan donasi Anda melalui:

???? Website: https://surabaya.baznas.go.id

???? Instagram: @baznaskotasurabaya

23/02/2026 | Kontributor: Ana
Nuzulul Qur’an dan Spirit Perubahan Sosial: Menghidupkan Nilai Wahyu dalam Gerakan Kepedulian

Surabaya (Baznas News) — Dalam momentum Nuzulul Qur’an, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai sumber nilai yang menggerakkan kepedulian sosial. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa wahyu pertama yang turun membawa misi perubahan. Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk hidup yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial.

Turunnya Al-Qur’an membawa pesan pembebasan dari ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Wahyu tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antar sesama. Dalam konteks Ramadhan, nilai tersebut semakin relevan untuk diwujudkan. Kepedulian terhadap dhuafa menjadi bagian dari implementasi ajaran Al-Qur’an.

Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menerjemahkan nilai Qur’ani ke dalam gerakan pemberdayaan. Bantuan pangan, santunan, hingga dukungan usaha bagi mustahik menjadi wujud nyata kepedulian. Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga membangun kemandirian. Inilah bentuk aktualisasi nilai wahyu dalam kehidupan sosial.

Nuzulul Qur’an juga menjadi ajang meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membangun peradaban. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup yang komprehensif. Nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial harus tercermin dalam tindakan sehari-hari. Momentum ini mengajak umat untuk menjadikan wahyu sebagai inspirasi perubahan.

BAZNAS Kota Surabaya terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari implementasi nilai Qur’ani. Amanah menjadi konsep utama dalam pengelolaan dana umat. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang profesional. Setiap kontribusi yang diberikan disalurkan secara tepat sasaran. Hal ini menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan kebermanfaatan yang nyata.

Momentum Nuzulul Qur’an mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil yang terus dijaga. Wahyu pertama yang turun memerintahkan untuk membaca, yang berarti membuka cakrawala pengetahuan. Dalam konteks sosial, membaca realitas menjadi langkah awal menghadirkan solusi. Kepedulian tidak lahir dari ketidaktahuan, melainkan dari pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu, literasi dan aksi harus berjalan beriringan.

Sebagai bagian dari peringatan Nuzulul Qur’an, masyarakat diajak menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi wujud nyata pengamalan nilai Al-Qur’an. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan profesional. Kolaborasi umat menjadi kunci memperluas manfaat kebaikan. Semoga Nuzulul Qur’an tahun ini menjadi penguat semangat perubahan sosial yang berkelanjutan.

Salurkan donasi Anda melalui:

???? Website: https://surabaya.baznas.go.id

???? Instagram: @baznaskotasurabaya

 

Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Nilai Qur’ani, Gerakan Kepedulian, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan

23/02/2026 | Kontributor: Dhea
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan

Surabaya (Baznas News) — Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang gerakan sosial yang lahir dari nilai spiritual. Bulan suci menghadirkan semangat kolektif untuk berbagi dan peduli. Masyarakat lebih mudah tergerak membantu sesama. Momentum ini menjadikan Ramadhan sebagai ruang kolaborasi umat. Dari sinilah perubahan sosial dapat dimulai.

Gerakan Ramadhan 2026 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Kelompok dhuafa dan rentan masih membutuhkan perhatian bersama. Kenaikan kebutuhan pokok sering kali menjadi tantangan tersendiri. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas. Kolaborasi menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat.

BAZNAS Kota Surabaya berperan aktif menginisiasi berbagai program Ramadhan yang terarah. Penghimpunan dan penyaluran dana dilakukan secara amanah dan profesional. Program bantuan dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berorientasi pemberdayaan. Prinsip transparansi menjadi fondasi utama dalam pengelolaannya.

Berbagi menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Rasa syukur tumbuh ketika melihat kebahagiaan orang lain. Ramadhan menjadi ruang pendidikan empati dan kepedulian. Nilai-nilai ini diharapkan terus hidup setelah bulan suci berakhir. Selain bantuan langsung, program pemberdayaan ekonomi juga menjadi fokus utama. Bantuan modal usaha dan pendampingan diberikan kepada mustahik. Tujuannya adalah mendorong kemandirian jangka panjang. Ramadhan menjadi titik awal transformasi ekonomi umat. Harapannya, mustahik dapat berkembang menjadi muzakki di masa depan.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen dalam setiap program. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang baik. Laporan kegiatan disampaikan secara terbuka. Hal ini memastikan amanah umat dikelola secara profesional. Kepercayaan yang terbangun memperkuat keberlanjutan gerakan ini.

Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana edukasi zakat, infak, dan sedekah. Literasi filantropi Islam terus diperkuat di tengah masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan. Edukasi yang baik mendorong partisipasi yang berkelanjutan. Ramadhan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Di tengah dinamika sosial, Gerakan Ramadhan 2026 menjadi simbol kekuatan kolektif umat. Setiap bantuan membawa harapan bagi penerima manfaat. Perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kepedulian. Solidaritas menjadi nilai utama yang diperkuat.

Sebagai bagian dari gerakan ini, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat memperluas dampak keberkahan Ramadhan. Kolaborasi menjadi kunci menghadirkan perubahan sosial. Bersama, Ramadhan dapat menjadi momentum pemberdayaan umat.

Salurkan donasi Anda melalui:

???? Website: https://surabaya.baznas.go.id

???? Instagram: @baznaskotasurabaya

 

Keyword SEO: Gerakan Ramadhan 2026, Kepedulian Sosial Ramadhan, Pemberdayaan Mustahik, Kolaborasi Umat, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan

23/02/2026 | Kontributor: Dhea

Artikel Terbaru

Nuzulul Qur’an sebagai Momentum Konsolidasi Nilai dan Aksi Sosial Umat
Nuzulul Qur’an sebagai Momentum Konsolidasi Nilai dan Aksi Sosial Umat
Surabaya (Baznas News) — Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar agenda tahunan yang diisi dengan tausiyah dan seremoni. BAZNAS Kota Surabaya memandang momentum ini sebagai ruang konsolidasi nilai dan aksi sosial. Turunnya Al-Qur’an menandai dimulainya transformasi besar dalam sejarah peradaban. Wahyu tidak hanya membentuk spiritualitas, tetapi juga menata ulang sistem sosial. Di sinilah Nuzulul Qur’an menemukan relevansinya dalam konteks hari ini. Al-Qur’an membawa pesan perubahan yang konkret. Ia berbicara tentang keadilan, tanggung jawab sosial, dan distribusi kesejahteraan. Nilai tersebut bukan sekadar wacana normatif, melainkan prinsip yang harus diimplementasikan. Dalam suasana Ramadhan, pesan itu terasa semakin kuat. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa ibadah harus memiliki dampak sosial yang nyata. BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum ini sebagai penguat arah gerakan. Program-program Ramadhan diposisikan sebagai turunan nilai Qur’ani dalam praktik. Bantuan sosial, dukungan ekonomi, hingga program pemberdayaan menjadi bentuk implementasi. Nilai wahyu diterjemahkan ke dalam langkah yang terukur. Inilah cara menghadirkan Al-Qur’an dalam realitas sosial. Nuzulul Qur’an juga menjadi refleksi tentang pentingnya literasi dan kesadaran kolektif. Wahyu pertama yang turun memerintahkan untuk membaca, yang berarti membuka wawasan dan memahami kondisi sekitar. Membaca realitas sosial adalah langkah awal untuk menghadirkan solusi. Tanpa pemahaman yang utuh, aksi sosial mudah kehilangan arah. Momentum ini mengajak umat untuk lebih peka terhadap tantangan zaman. Dalam dinamika masyarakat modern, tantangan sosial semakin kompleks. Ketimpangan ekonomi, akses peluang yang tidak merata, serta perubahan pola hidup membutuhkan respons yang adaptif. Nilai Qur’ani memberikan kerangka etis dalam merespons persoalan tersebut. BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadikan nilai itu sebagai dasar pengambilan kebijakan program. Pendekatan ini memastikan gerakan tetap relevan dan kontekstual. Peringatan Nuzulul Qur’an juga memperkuat kesadaran bahwa perubahan dimulai dari sistem yang terbangun bersama. Kolaborasi menjadi kunci agar nilai wahyu tidak berhenti di ruang pribadi. Dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum memiliki peran masing-masing. Ketika seluruh elemen bergerak, dampak sosial menjadi lebih luas. Inilah makna konsolidasi yang dihadirkan momentum ini. Ramadhan menghadirkan ruang akselerasi yang jarang terjadi di bulan lain. Energi spiritual bertemu dengan semangat berbagi yang meningkat signifikan. Nuzulul Qur’an menjadi titik tengah yang menguatkan arah gerakan. Ia mengingatkan bahwa keberkahan bukan hanya dirasakan, tetapi juga dibagikan. Semangat ini perlu dijaga agar tidak redup setelah Ramadhan berakhir. Sebagai bagian dari penguatan nilai dan aksi sosial, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari gerakan yang terstruktur dan berdampak. Setiap partisipasi adalah wujud nyata pengamalan nilai Al-Qur’an. Momentum Nuzulul Qur’an diharapkan menjadi titik tolak perubahan yang berkelanjutan. Bersama, nilai wahyu dapat dihadirkan dalam kehidupan sosial yang lebih adil dan berdaya. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Nilai Qur’ani, Aksi Sosial Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL24/02/2026 | Intan
Gerakan Ramadhan sebagai Akselerasi Kebaikan: Dari Momentum Menuju Dampak Nyata
Gerakan Ramadhan sebagai Akselerasi Kebaikan: Dari Momentum Menuju Dampak Nyata
Surabaya (Baznas News) — Ramadhan selalu menghadirkan lonjakan kepedulian di tengah masyarakat. Namun BAZNAS Kota Surabaya memandang bahwa semangat tersebut perlu dikelola menjadi gerakan yang terarah, bukan sekadar gelombang musiman. Gerakan Ramadhan bukan hanya tentang meningkatnya donasi, tetapi tentang bagaimana energi kebaikan diakselerasi agar menghasilkan dampak yang lebih luas. Momentum ini menjadi titik temu antara spiritualitas dan strategi sosial. Dari sinilah perubahan yang terukur mulai dibangun. Ramadhan menciptakan atmosfer yang berbeda. Aktivitas berbagi meningkat, solidaritas menguat, dan partisipasi masyarakat meluas. Gerakan Ramadhan harus menjawab kebutuhan riil masyarakat secara konkret. BAZNAS Kota Surabaya merancang program Ramadhan dengan pendekatan yang lebih sistematis. Bantuan pangan, santunan, dan dukungan usaha diintegrasikan dalam satu kerangka gerakan. Setiap program memiliki sasaran yang jelas dan indikator kebermanfaatan yang terukur. Tujuannya agar setiap kontribusi masyarakat benar-benar menghadirkan perubahan. Ramadhan menjadi fase percepatan distribusi manfaat yang lebih masif. Gerakan ini juga memperluas pola kolaborasi. Dunia usaha, komunitas, relawan, hingga individu terlibat dalam satu ekosistem kebaikan. Kolaborasi tersebut mempercepat jangkauan program hingga ke berbagai wilayah. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas dampak yang dirasakan. Ramadhan menjadi ruang konsolidasi kekuatan sosial yang jarang terjadi di bulan lain. Selain bantuan langsung, fokus gerakan juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Dukungan usaha mikro dan bantuan produktif menjadi bagian dari strategi. Pendekatan ini memberi peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitasnya. Ramadhan tidak hanya memberi, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah pergeseran paradigma dari bantuan sesaat menuju keberlanjutan. Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana memperkuat budaya berbagi sepanjang tahun. BAZNAS Kota Surabaya mendorong agar partisipasi masyarakat tidak berhenti setelah Idul Fitri. Ramadhan menjadi pintu masuk untuk membangun komitmen jangka panjang. Kesadaran kolektif inilah yang menjadi fondasi kekuatan filantropi Islam. Energi bulan suci diarahkan menjadi kebiasaan sosial yang konsisten. Di tengah dinamika ekonomi dan sosial, Gerakan Ramadhan berfungsi sebagai penyeimbang. Ketika sebagian masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup, solidaritas menjadi solusi bersama. Bantuan yang tersalurkan bukan sekadar angka, tetapi membawa rasa aman dan harapan. Ramadhan membuktikan bahwa kebersamaan mampu meredam ketimpangan. Gerakan ini menjadi simbol bahwa kepedulian masih tumbuh kuat. Sebagai bagian dari Gerakan Ramadhan, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Setiap kontribusi akan dikelola dalam kerangka program yang terarah dan berdampak. Partisipasi aktif menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat. Ramadhan adalah momentum, tetapi dampaknya bisa berkelanjutan. Bersama, akselerasi kebaikan dapat diwujudkan secara nyata. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Gerakan Ramadhan, Program Ramadhan Surabaya, Akselerasi Kebaikan, Zakat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya, Filantropi Islam
ARTIKEL23/02/2026 | Intan
Minggu Kedua Bulan Suci: Memperdalam Taqwa, Memperluas Manfaat
Minggu Kedua Bulan Suci: Memperdalam Taqwa, Memperluas Manfaat
Memasuki minggu kedua bulan suci Ramadhan, umat Islam umumnya telah melewati fase adaptasi. Ritme sahur, berbuka, serta jadwal ibadah mulai terbentuk dengan lebih stabil. Pada tahap ini, Ramadhan seharusnya tidak lagi dijalani sekadar sebagai rutinitas tahunan, tetapi dimaknai sebagai momentum untuk memperdalam ketakwaan sekaligus memperluas manfaat bagi sesama. Minggu kedua menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Apakah ibadah wajib sudah lebih terjaga? Apakah tilawah Al-Qur’an semakin rutin? Apakah hati lebih mudah menahan amarah dan lisan lebih terjaga dari perkataan sia-sia? Ramadhan adalah madrasah spiritual yang melatih kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan. Semakin sungguh-sungguh kita menjalaninya, semakin besar pula perubahan yang akan kita rasakan dalam diri. Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Ramadhan juga mengajarkan pentingnya kepedulian sosial. Rasa lapar yang kita rasakan setiap hari semestinya menumbuhkan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah, infak, dan zakat di bulan suci bukan hanya anjuran, melainkan bagian dari penyempurna ibadah puasa. Minggu kedua Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk mulai menunaikan zakat dan memperbanyak berbagi. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional membantu memastikan bahwa bantuan yang kita berikan tersampaikan secara amanah, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, zakat dan sedekah dapat menghadirkan harapan baru bagi banyak keluarga. Mari jadikan pekan kedua Ramadhan sebagai titik peningkatan amal. Perkuat ibadah pribadi, hidupkan malam dengan doa, serta perluas manfaat dengan berbagi kepada sesama. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dari seberapa besar kebaikan yang bisa kita hadirkan bagi orang lain. Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa sekaligus lebih bermanfaat bagi umat. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL23/02/2026 | Ana
Nuzulul Qur’an dan Spirit Perubahan Sosial: Menghidupkan Nilai Wahyu dalam Gerakan Kepedulian
Nuzulul Qur’an dan Spirit Perubahan Sosial: Menghidupkan Nilai Wahyu dalam Gerakan Kepedulian
Surabaya (Baznas News) — Dalam momentum Nuzulul Qur’an, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai sumber nilai yang menggerakkan kepedulian sosial. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa wahyu pertama yang turun membawa misi perubahan. Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk hidup yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial. Turunnya Al-Qur’an membawa pesan pembebasan dari ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Wahyu tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antar sesama. Dalam konteks Ramadhan, nilai tersebut semakin relevan untuk diwujudkan. Kepedulian terhadap dhuafa menjadi bagian dari implementasi ajaran Al-Qur’an. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menerjemahkan nilai Qur’ani ke dalam gerakan pemberdayaan. Bantuan pangan, santunan, hingga dukungan usaha bagi mustahik menjadi wujud nyata kepedulian. Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga membangun kemandirian. Inilah bentuk aktualisasi nilai wahyu dalam kehidupan sosial. Nuzulul Qur’an juga menjadi ajang meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membangun peradaban. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup yang komprehensif. Nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial harus tercermin dalam tindakan sehari-hari. Momentum ini mengajak umat untuk menjadikan wahyu sebagai inspirasi perubahan. BAZNAS Kota Surabaya terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari implementasi nilai Qur’ani. Amanah menjadi konsep utama dalam pengelolaan dana umat. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang profesional. Setiap kontribusi yang diberikan disalurkan secara tepat sasaran. Hal ini menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan kebermanfaatan yang nyata. Momentum Nuzulul Qur’an mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil yang terus dijaga. Wahyu pertama yang turun memerintahkan untuk membaca, yang berarti membuka cakrawala pengetahuan. Dalam konteks sosial, membaca realitas menjadi langkah awal menghadirkan solusi. Kepedulian tidak lahir dari ketidaktahuan, melainkan dari pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu, literasi dan aksi harus berjalan beriringan. Sebagai bagian dari peringatan Nuzulul Qur’an, masyarakat diajak menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi wujud nyata pengamalan nilai Al-Qur’an. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan profesional. Kolaborasi umat menjadi kunci memperluas manfaat kebaikan. Semoga Nuzulul Qur’an tahun ini menjadi penguat semangat perubahan sosial yang berkelanjutan. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Nilai Qur’ani, Gerakan Kepedulian, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan
ARTIKEL23/02/2026 | Dhea
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan
Surabaya (Baznas News) — Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang gerakan sosial yang lahir dari nilai spiritual. Bulan suci menghadirkan semangat kolektif untuk berbagi dan peduli. Masyarakat lebih mudah tergerak membantu sesama. Momentum ini menjadikan Ramadhan sebagai ruang kolaborasi umat. Dari sinilah perubahan sosial dapat dimulai. Gerakan Ramadhan 2026 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Kelompok dhuafa dan rentan masih membutuhkan perhatian bersama. Kenaikan kebutuhan pokok sering kali menjadi tantangan tersendiri. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas. Kolaborasi menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat. BAZNAS Kota Surabaya berperan aktif menginisiasi berbagai program Ramadhan yang terarah. Penghimpunan dan penyaluran dana dilakukan secara amanah dan profesional. Program bantuan dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berorientasi pemberdayaan. Prinsip transparansi menjadi fondasi utama dalam pengelolaannya. Berbagi menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Rasa syukur tumbuh ketika melihat kebahagiaan orang lain. Ramadhan menjadi ruang pendidikan empati dan kepedulian. Nilai-nilai ini diharapkan terus hidup setelah bulan suci berakhir. Selain bantuan langsung, program pemberdayaan ekonomi juga menjadi fokus utama. Bantuan modal usaha dan pendampingan diberikan kepada mustahik. Tujuannya adalah mendorong kemandirian jangka panjang. Ramadhan menjadi titik awal transformasi ekonomi umat. Harapannya, mustahik dapat berkembang menjadi muzakki di masa depan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen dalam setiap program. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang baik. Laporan kegiatan disampaikan secara terbuka. Hal ini memastikan amanah umat dikelola secara profesional. Kepercayaan yang terbangun memperkuat keberlanjutan gerakan ini. Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana edukasi zakat, infak, dan sedekah. Literasi filantropi Islam terus diperkuat di tengah masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan. Edukasi yang baik mendorong partisipasi yang berkelanjutan. Ramadhan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Di tengah dinamika sosial, Gerakan Ramadhan 2026 menjadi simbol kekuatan kolektif umat. Setiap bantuan membawa harapan bagi penerima manfaat. Perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kepedulian. Solidaritas menjadi nilai utama yang diperkuat. Sebagai bagian dari gerakan ini, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat memperluas dampak keberkahan Ramadhan. Kolaborasi menjadi kunci menghadirkan perubahan sosial. Bersama, Ramadhan dapat menjadi momentum pemberdayaan umat. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Gerakan Ramadhan 2026, Kepedulian Sosial Ramadhan, Pemberdayaan Mustahik, Kolaborasi Umat, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL23/02/2026 | Dhea
Puasa sebagai Ekosistem Kepedulian: Dari Ibadah Personal Menuju Dampak Sosial Berkelanjutan
Puasa sebagai Ekosistem Kepedulian: Dari Ibadah Personal Menuju Dampak Sosial Berkelanjutan
Surabaya (Baznas News) — Puasa sering dipahami sebagai ibadah yang bersifat personal, padahal di dalamnya tersimpan potensi besar untuk membangun ekosistem kepedulian sosial. BAZNAS Kota Surabaya memandang puasa sebagai momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara ibadah dan kesejahteraan masyarakat. Nilai pengendalian diri yang dilatih selama berpuasa seharusnya bertransformasi menjadi aksi nyata. Ramadhan menghadirkan ruang kolektif untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih sistematis. Inilah makna puasa yang tidak berhenti pada ritual, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. Konsep ekosistem kepedulian berarti setiap individu memiliki peran dalam rantai kebaikan. Muzakki, mustahik, relawan, dan lembaga pengelola zakat saling terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi. Puasa membentuk kesadaran bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dan distribusi peran yang jelas. Dengan pola ini, kebaikan tidak bersifat spontan, tetapi terstruktur dan terukur. BAZNAS Kota Surabaya mendorong agar momentum puasa dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan sosial. Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif. Selain aspek ekonomi, puasa juga memperkuat literasi sosial masyarakat. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi refleksi nyata tentang kondisi ketimpangan yang masih ada. Kesadaran ini perlu diterjemahkan dalam kebijakan dan program yang tepat sasaran. Edukasi tentang pentingnya distribusi zakat yang efektif terus digencarkan. Puasa menjadi ruang pembelajaran kolektif tentang keadilan sosial. Inovasi dalam pengelolaan zakat juga menjadi bagian penting dari ekosistem kepedulian. Pemanfaatan teknologi digital mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban. Sistem pembayaran online, pelaporan digital, dan publikasi program memperluas partisipasi. Dengan pendekatan ini, puasa tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga modernisasi tata kelola filantropi. Sinergi antara nilai tradisional dan teknologi menjadi kekuatan baru. BAZNAS Kota Surabaya melihat bahwa keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari ketahanan menahan lapar, tetapi dari dampak sosial yang dihasilkan. Jika setelah Ramadhan solidaritas tetap tumbuh, maka puasa telah melahirkan perubahan. Gerakan sosial yang lahir dari Ramadhan diharapkan tidak berhenti di akhir bulan. Keberlanjutan menjadi indikator utama keberhasilan ekosistem kepedulian. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kontribusi yang diberikan akan dikelola secara amanah dan profesional. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret membangun dampak sosial berkelanjutan. Puasa menjadi awal transformasi yang lebih luas. Bersama, Ramadhan dapat melahirkan sistem kepedulian yang kokoh dan berdaya. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Ekosistem Kepedulian, Zakat Produktif, Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS Kota Surabaya, Filantropi Islam
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial
Gerakan Ramadhan merupakan sebuah istilah yang menggambarkan semangat kolektif umat Islam dalam memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum perubahan diri dan perbaikan sosial. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan bulan pendidikan ruhani yang melatih kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Selama satu bulan penuh, umat Islam menjalani ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus sarana pembentukan karakter yang lebih baik. Keistimewaan Ramadhan semakin terasa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Keyakinan akan besarnya pahala dan keberkahan pada bulan ini mendorong lahirnya berbagai gerakan kebaikan, baik yang bersifat individu maupun kolektif. Masjid-masjid menjadi lebih ramai, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar hampir di setiap sudut, dan suasana religius terasa begitu kuat dalam kehidupan masyarakat. Gerakan Ramadhan juga tampak dalam meningkatnya kualitas ibadah. Banyak orang yang sebelumnya kurang disiplin dalam menjalankan salat menjadi lebih teratur, bahkan berusaha melaksanakannya secara berjamaah. Salat tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual dengan Tuhan. Selain itu, tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an menjadi target pribadi yang ingin dicapai oleh banyak umat Islam sebagai bentuk refleksi dan perenungan diri. Tidak hanya berfokus pada hubungan dengan Tuhan, Gerakan Ramadhan juga menguatkan hubungan antarmanusia. Bulan ini identik dengan semangat berbagi. Kepedulian sosial meningkat melalui pemberian sedekah, zakat, dan berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil, santunan anak yatim, serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ramadhan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga melalui kemampuan untuk meringankan beban orang lain. Lebih dari itu, Gerakan Ramadhan berperan sebagai proses pembentukan karakter. Puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari amarah, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Dalam kehidupan sehari-hari, latihan ini membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan empatik. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, ia juga belajar untuk menahan diri dari perilaku yang merugikan orang lain. Inilah esensi pendidikan moral yang terkandung dalam Ramadhan. Kebersamaan yang terjalin selama bulan suci turut memperkuat persatuan masyarakat. Momen berbuka puasa bersama, sahur bersama keluarga, hingga kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ramadhan menghadirkan harmoni sosial yang mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa saling menghargai. Pada akhirnya, Gerakan Ramadhan bukanlah gerakan yang berhenti ketika bulan suci berakhir. Nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadhan diharapkan terus hidup dalam diri setiap individu. Konsistensi dalam ibadah, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik seharusnya menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi titik awal transformasi menuju pribadi yang lebih bertakwa dan masyarakat yang lebih beradab.
ARTIKEL20/02/2026 | Caca
Ramadan Semakin Dekat, BAZNAS Surabaya Siap Salurkan Amanah Umat
Ramadan Semakin Dekat, BAZNAS Surabaya Siap Salurkan Amanah Umat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk siap mewujudkan amanah umat secara optimal, transparan, dan tepat sasaran. Momentum Ramadhan menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain fokus pada penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya juga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat. Layanan pembayaran zakat kini semakin mudah melalui layanan kantor, transfer perbankan, hingga platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menunaikan kewajiban zakat. Dengan semangat profesional, transparan, dan amanah, BAZNAS Kota Surabaya menargetkan peningkatan penghimpunan ZIS selama Ramadhan tahun ini. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku, serta dilaporkan secara terbuka kepada publik. Ramadhan yang semakin dekat diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, amanah umat akan terus dijaga dan disalurkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya secara berkelanjutan.
ARTIKEL20/02/2026 | Mila
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Surabaya News — Bulan Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarumat. Dalam semangat berbagi keberkahan, BAZNAS Kota Surabaya terus menggencarkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Surabaya. Program ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga miskin sekaligus memperluas dampak kebaikan di bulan suci. Selama Ramadhan, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan dan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya mempercepat penyaluran bantuan melalui berbagai program sosial yang terstruktur dan tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan tujuan zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat. Pendistribusian zakat dilakukan secara masif dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setiap bantuan yang disalurkan melalui program Ramadhan telah melalui proses pendataan dan verifikasi agar tepat sasaran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa zakat benar-benar diterima oleh mustahik yang berhak, seperti fakir, miskin, dan kelompok rentan lainnya. Selain bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga menyalurkan zakat produktif. Bantuan modal usaha diberikan kepada pelaku UMKM kecil agar mereka dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, sehingga penerima manfaat tidak hanya terbantu sementara, tetapi juga memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi. Ramadhan juga menjadi momen bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Surabaya mengajak para muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat lebih awal agar distribusi dapat dilakukan secara optimal sejak awal Ramadhan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga miskin. Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagi kebaikan selama bulan suci. Setiap rupiah yang dititipkan akan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan, sehingga zakat benar-benar menjadi jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Tidak hanya menyalurkan bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai pilar kesejahteraan sosial. Melalui kampanye Ramadhan, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan ekonomi umat. Di tengah semangat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi. Kebaikan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Melalui pendistribusian zakat yang masif dan tepat sasaran, keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak amal dan kepedulian. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Semoga langkah kebaikan ini menjadi ladang pahala dan menghadirkan keberkahan bagi semua. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Zakat Untuk Warga Miskin, Program Ramadhan BAZNAS, Zakat Infak Sedekah Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Zakat Produktif Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Surabaya (Baznas News) — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial. Ramadhan merupakan momentum yang dinanti oleh umat Islam sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan. Persiapan yang matang menjadi langkah penting agar ibadah dapat dijalankan secara optimal. Tidak hanya memperbanyak doa dan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama. Inilah makna menyambut Ramadhan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Surabaya menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Bulan suci harus dimaknai sebagai ruang transformasi diri dan masyarakat. Persiapan spiritual dilakukan melalui peningkatan kualitas ibadah dan introspeksi diri. Sementara itu, persiapan sosial diwujudkan melalui penguatan solidaritas dan kepedulian. Keduanya harus berjalan beriringan agar Ramadhan menghadirkan dampak yang lebih luas. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban lebih awal. Penyaluran zakat dan sedekah sebelum Ramadhan dapat membantu penerima manfaat mempersiapkan kebutuhan bulan suci. Dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan profesional. Transparansi menjadi komitmen utama dalam setiap prosesnya. Kepercayaan publik dijaga melalui tata kelola yang akuntabel. Persiapan menyambut Ramadhan juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah. Saling memaafkan dan memperbaiki hubungan menjadi bagian dari kesiapan moral. Ramadhan bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah SWT. Hubungan horizontal antar sesama juga harus diperkuat. Solidaritas sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. BAZNAS Kota Surabaya menginisiasi berbagai program yang dirancang untuk menyambut Ramadhan secara terarah. Bantuan pangan, santunan, hingga program pemberdayaan menjadi fokus utama. Program tersebut bertujuan agar manfaat Ramadhan dapat dirasakan secara merata. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah wujud nyata persiapan sosial yang berkelanjutan. Momentum jelang Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi zakat dan sedekah. Edukasi mengenai pentingnya berbagi terus dilakukan kepada masyarakat. Kesadaran kolektif akan memperluas dampak kebermanfaatan. Ramadhan bukan hanya tentang menerima pahala, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi yang membutuhkan. Kepedulian menjadi nilai utama yang harus diperkuat sejak awal. Sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret dalam memperkuat solidaritas sosial. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi umat menjadi kunci menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna. Semoga persiapan yang dilakukan sejak dini menghadirkan keberkahan yang lebih luas. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Jelang Ramadhan, Persiapan Ramadhan, Solidaritas Sosial, Zakat dan Sedekah, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Surabaya (Baznas News) — Bulan Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan umat Islam. Ibadah ini menghadirkan ruang refleksi yang mendalam untuk memperbaiki diri sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama. Secara spiritual, puasa melatih kejujuran dan integritas. Tidak ada yang benar-benar mengetahui apakah seseorang berpuasa dengan sempurna selain dirinya dan Allah SWT. Di sinilah puasa menjadi ibadah yang membentuk kesadaran batin, mengajarkan pengendalian diri, serta membangun tanggung jawab moral dalam setiap tindakan. Selain dimensi personal, puasa juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi pengingat akan kondisi saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Pengalaman tersebut menumbuhkan empati yang lebih nyata, bukan sekadar rasa iba, tetapi dorongan untuk mengambil peran dalam membantu meringankan beban mereka. Momentum Ramadhan sering kali disertai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dhuafa, baik dalam hal pangan maupun kebutuhan dasar lainnya. Oleh karena itu, penguatan karakter melalui puasa seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kepedulian sosial. Puasa yang dijalani dengan kesadaran penuh akan melahirkan aksi nyata dalam bentuk sedekah, zakat, maupun kontribusi sosial lainnya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk menjadikan puasa sebagai titik awal transformasi diri dan sosial. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat solidaritas antar sesama melalui berbagai program pemberdayaan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya memastikan bahwa semangat berbagi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar manfaat puasa dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh mereka yang berada dalam kondisi rentan. Puasa pada akhirnya bukan hanya ibadah ritual tahunan, melainkan proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. Ketika nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial tumbuh kuat dalam diri umat, maka Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan yang menghadirkan keberkahan bagi semua. Sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial di bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Hikmah Puasa, Kepedulian Sosial Ramadhan, Empati Sosial, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan, Sedekah Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Dhea
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Semangat puasa yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama menjadi landasan kuat lahirnya berbagai gerakan kebaikan. Di Kota Surabaya, semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Cinta Ramadhan yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat. Sebagai lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki amanah untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di bulan Ramadhan, peran tersebut semakin terasa karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat serta memperbanyak sedekah. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut meliputi penyaluran paket sembako Ramadhan, santunan untuk anak yatim dan dhuafa, bantuan biaya pendidikan, serta program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat sekaligus mempererat hubungan antara muzakki dan mustahik. Tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan modal usaha, pendampingan UMKM, serta pelatihan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian mustahik. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum membangun harapan dan masa depan yang lebih baik. Sinergi antara BAZNAS dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam gerakan ini. Partisipasi aktif para muzakki, relawan, serta dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat Ramadhan mampu menggerakkan kolaborasi yang luas. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari rantai kebaikan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Gerakan Cinta Ramadhan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membayar zakat secara benar dan terkelola melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS, masyarakat turut memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku. Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan kepedulian yang nyata. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat membuktikan bahwa kebersamaan dan sinergi dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan memperluas manfaat bagi sesama.
ARTIKEL20/02/2026 | Wahyu
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Surabaya – Dalam rangka menyambut Gerakan Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya menggelar Pembekalan Relawan Fundraising sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya serta 50 relawan fundraising yang telah lolos seleksi tahap II. Pembekalan tersebut menjadi tahap awal dalam memperkuat komitmen, kapasitas, dan sinergi antara lembaga dan relawan guna menyongsong momentum Ramadhan yang dikenal sebagai puncak peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Para relawan mendapatkan materi langsung dari ahli fundraising yang mencakup strategi penghimpunan dana, teknik komunikasi yang efektif kepada muzakki, etika pelayanan, serta penguatan nilai-nilai kelembagaan. Pembekalan ini dirancang agar relawan tidak hanya memahami teknis penggalangan dana, tetapi juga mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan amanah dalam setiap proses penghimpunan ZIS. Dengan persiapan yang matang, relawan diharapkan dapat menjadi representasi lembaga yang terpercaya di tengah masyarakat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki Peran menghimpun dan mendistribusikan ZIS secara transparan dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan Nomor 23 Tahun 2011. Di tingkat kota, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam 5S, yakni Surabaya Berdakwah, Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, dan Surabaya Sigap, yang menyasar bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial kemanusiaan. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., menegaskan bahwa relawan fundraising memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk berzakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dengan sinergi yang kuat antara lembaga dan relawan, Gerakan Ramadhan 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat program pendayagunaan zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Alfa
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Ramadan tidak lagi sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Dalam beberapa tahun terakhir, bulan suci ini berkembang menjadi apa yang dapat disebut sebagai Gerakan Ramadan sebuah momentum kolektif yang menggerakkan keluarga, komunitas, hingga negara untuk membangun perubahan sosial berbasis nilai spiritual. Di Indonesia, misalnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama sejumlah kementerian mendeklarasikan program Gerakan Ramadan Ramah Anak. Inisiatif ini mendorong keluarga memanfaatkan Ramadan sebagai ruang pendidikan karakter: mengurangi penggunaan gawai, memperbanyak dialog orang tua dan anak, serta membangun kebiasaan ibadah bersama. Langkah tersebut diperkuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengajak satuan pendidikan menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan empati dan akhlak peserta didik. Pesannya jelas: Ramadan bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga sarana membangun kualitas generasi. Fenomena ini menarik. Artinya, nilai-nilai Ramadan sedang mengalami institusionalisasi masuk ke ranah kebijakan publik dan pendidikan formal. Bulan suci tidak lagi berhenti pada ranah privat, melainkan menjadi strategi sosial untuk memperkuat ketahanan keluarga dan karakter anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Di sisi lain, Ramadan juga identik dengan lonjakan solidaritas sosial. Aktivitas zakat, infak, sedekah, dan berbagi makanan meningkat drastis. Tradisi seperti M??idat ar-Ra?m?n di berbagai negara Timur Tengah menunjukkan bagaimana berbuka puasa menjadi ruang kesetaraan sosial: siapa pun dapat duduk bersama tanpa melihat latar belakang ekonomi. Bahkan di ruang publik global, Ramadan semakin diakui sebagai bagian dari identitas sosial dunia modern. Pemasangan dekorasi Ramadan di kawasan Piccadilly Circus beberapa waktu lalu menandai penerimaan budaya Islam dalam lanskap kota global. Ramadan menjadi simbol inklusivitas dan solidaritas lintas komunitas. Secara sosiologis, Ramadan menciptakan apa yang oleh Émile Durkheim disebut sebagai collective effervescence ledakan energi kebersamaan yang lahir dari ritual bersama. Ketika jutaan orang berpuasa, berbuka, dan beribadah dalam waktu yang sama, muncul rasa solidaritas yang lebih kuat. Inilah yang menjelaskan mengapa aktivitas berbagi meningkat dan empati sosial terasa lebih hidup selama bulan suci. Namun, tantangan terbesar Gerakan Ramadan adalah keberlanjutan. Energi spiritual dan sosial yang begitu besar sering kali meredup setelah Idulfitri. Jika nilai disiplin, empati, dan kepedulian sosial hanya bertahan 30 hari, maka Ramadan kehilangan potensi transformatifnya Karena itu, Gerakan Ramadan seharusnya dipahami sebagai laboratorium perubahan. Ia melatih pengendalian diri, membangun solidaritas, dan memperkuat keluarga. Tugas masyarakat dan para pemangku kebijakan adalah memastikan bahwa nilai-nilai itu tidak berhenti sebagai euforia musiman. Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan diri, tetapi tentang membentuk diri dan bersama-sama membentuk masyarakat yang lebih berempati, adil, dan berkarakter. Jika dikelola dengan kesadaran kolektif, Ramadan dapat menjadi gerakan moral tahunan yang secara perlahan memperbaiki wajah sosial bangsa.
ARTIKEL20/02/2026 | Ruba'i
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Berita Surabaya — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai melakukan berbagai persiapan sebagai bentuk kesiapan menyambut bulan penuh keberkahan. Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan secara spiritual melalui peningkatan ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan persiapan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Bulan suci Ramadhan memiliki dimensi ibadah dan sosial yang saling berkaitan. Ibadah puasa mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan empati, sehingga mendorong umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan menjadi lebih bermakna ketika disertai dengan kepedulian sosial yang nyata dan berkelanjutan. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti Surabaya, masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama menjelang Ramadhan. Kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan cenderung meningkat pada periode ini. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, kepedulian masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas. BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah berperan strategis dalam mendukung persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong partisipasi masyarakat untuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah sebagai bagian dari persiapan ibadah Ramadhan. Berbagai program sosial telah disiapkan BAZNAS Kota Surabaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Program tersebut meliputi bantuan kebutuhan pokok bagi dhuafa, paket pangan Ramadhan, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi. Program-program yang ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih layak dan tenang. Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Menunaikan zakat menjelang Ramadhan menjadi salah satu bentuk persiapan yang dianjurkan. Zakat berfungsi sebagai sarana penyucian harta sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat memastikan bahwa dana yang disalurkan dikelola secara amanah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. BAZNAS Kota Surabaya juga menyediakan kemudahan layanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Layanan pembayaran tersedia secara langsung maupun melalui platform digital yang aman dan terpercaya. Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas dalam berbagi kebaikan menjelang Ramadhan. Pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel menjadi prinsip utama BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu mencatatkan prestasi. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Surabaya. Persiapan menyambut bulan suci Ramadhan melalui penguatan kepedulian sosial diharapkan mampu menciptakan kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, persiapan Ramadhan tidak hanya menjadi agenda ibadah individu, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama. SEO kata kunci: Persiapan menyambut Ramadhan bersama BAZNAS Kota Surabaya, Peran Zakat dalam Persiapan Ramadhan, Zakat Sebagai Persiapan Ibadah Ramadhan, Program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya, Kepedulian sosial menjelang Ramadhan.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Ramadhan merupakan bulan yang sarat dengan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan sekaligus upaya membentuk pribadi yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah. “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Keutamaan Ramadhan sangatlah besar. Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, puasa memiliki balasan istimewa langsung dari Allah SWT. Di dalamnya juga terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, Ramadhan juga menumbuhkan rasa solidaritas sosial. Pengalaman menahan lapar dan dahaga membantu kita memahami kondisi saudara-saudara yang hidup dalam kekurangan. Oleh sebab itu, zakat, infak, dan sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan suci ini. BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) berperan penting dalam mengelola dan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program seperti bantuan untuk fakir miskin, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi, BAZNAS menjadi penghubung antara para muzakki dan mustahik. Ramadhan menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian ZIS agar manfaatnya semakin luas. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga turut menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL20/02/2026 | Ana
Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Program Sosial BAZNAS Surabaya
Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Program Sosial BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat. Selain dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, Ramadhan juga identik dengan tumbuhnya kepedulian sosial. Semangat berbagi terasa lebih kuat, baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, maupun aksi sosial lainnya. Di tengah suasana inilah BAZNAS Kota Surabaya memainkan peran penting dalam memperkuat program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai kota besar, Surabaya dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan perkotaan, ketimpangan ekonomi, hingga kerentanan kelompok tertentu. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut, karena kesadaran kolektif masyarakat untuk berbagi meningkat secara signifikan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terorganisir, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjembatani kepedulian masyarakat dengan kebutuhan nyata para penerima manfaat. Selama bulan Ramadhan, berbagai program sosial digencarkan, seperti penyaluran paket kebutuhan pokok, santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, serta kegiatan berbagi makanan berbuka puasa. Program-program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi penguat di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Namun, makna Ramadhan tidak berhenti pada kegiatan sosial yang bersifat sesaat. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya zakat dan sedekah sebagai instrumen keadilan sosial. Melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya mendorong pemahaman bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, melainkan bagian dari upaya kolektif untuk membangun kesejahteraan bersama. Ramadhan juga menjadi waktu yang penting untuk membangun dan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat bahwa dana yang mereka salurkan dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran, kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat akan semakin meningkat. Kepercayaan ini berperan besar dalam menjaga keberlanjutan program sosial, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang tahun. Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan bahwa nilai ibadah selalu berkaitan erat dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui penguatan program sosial di bulan suci ini, BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan bahwa Ramadhan dapat menjadi momentum penting untuk menumbuhkan solidaritas, memperkuat empati, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat. Lebih dari sekadar ritual tahunan, Ramadhan menjadi ruang bersama untuk membangun kota yang lebih peduli dan berkeadilan.
ARTIKEL20/02/2026 | Mila
Lewat Program CESAR, BAZNAS Surabaya Dorong Pemberdayaan Pendidikan Mustahik
Lewat Program CESAR, BAZNAS Surabaya Dorong Pemberdayaan Pendidikan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus memperkuat peran zakat dalam pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan CESAR (Cetak Sarjana). Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat menyelesaikan studi sarjana dengan dukungan biaya, pelatihan karakter, dan pendampingan yang komprehensif. Program CESAR menjadi salah satu strategi inovasi BAZNAS Surabaya dalam memaksimalkan fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun, BAZNAS menyalurkan bantuan tidak hanya untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk pemberdayaan jangka panjang terutama di bidang pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Sejak diluncurkan, Program CESAR telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Surabaya. Salah satunya adalah kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BAZNAS Kota Surabaya dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kerja sama ini memastikan mahasiswa mustahik yang terpilih mendapatkan beasiswa lengkap, mulai dari biaya kuliah hingga pendampingan akademik dan non-akademik selama masa studi. Kerja sama serupa juga dilakukan dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di mana kedua pihak berkomitmen untuk mendukung mahasiswa dari keluarga prasejahtera agar bisa mencapai gelar sarjana serta memiliki kualitas pribadi yang unggul. Kolaborasi dengan berbagai kampus ini menunjukkan bahwa BAZNAS Surabaya tidak hanya fokus memberikan bantuan finansial, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan inklusif bagi generasi muda dari golongan mustahik. Dampak Nyata bagi Mahasiswa Mustahik Program CESAR telah menunjukkan dampak positif nyata bagi penerima beasiswa. Banyak “Sobat CESAR”—sebutan untuk para penerima beasiswa—telah merasakan manfaat besar dari dukungan ini. Mereka tidak hanya terbantu dalam hal biaya kuliah, tetapi juga dibekali karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan profesional kelak. Salah satu kisah inspiratif datang dari pelajar yang awalnya ragu melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Setelah terpilih menjadi penerima CESAR, mereka kini bisa fokus menyelesaikan studi hingga lulus, bahkan bercita-cita untuk suatu hari membantu pelajar lain melalui zakat dan sedekah. Harapan ke Depan Melihat berakhirnya awal ini, BAZNAS Kota Surabaya berencana memperluas cakupan Program CESAR agar semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Targetnya adalah mencetak puluhan hingga ratusan sarjana baru setiap tahun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas. Program CESAR merupakan bukti nyata bahwa zakat bukan sekedar ibadah, tetapi bisa menjadi alat transformatif untuk menciptakan perubahan sosial, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
ARTIKEL06/02/2026 | Alfa
Jelang Ramadhan 2026, BAZNAS Surabaya Perkuat Program Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Masyarakat
Jelang Ramadhan 2026, BAZNAS Surabaya Perkuat Program Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Masyarakat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya terus mempersiapkan berbagai program sosial keagamaan guna menyambut momen penuh berkah ini. Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menghubungkan para muzakki dengan mustahik. Momentum Ramadhan selalu menjadi periode dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berbagi. Oleh karena itu, berbagai program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memaksimalkan potensi kebaikan di bulan suci. Program-program Ramadhan yang dirancang BAZNAS Kota Surabaya meliputi penyaluran paket sembako bagi keluarga kurang mampu, santunan anak yatim, bantuan untuk kaum dhuafa, hingga program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Selain itu, BAZNAS juga menghadirkan layanan kemudahan pembayaran zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat Surabaya dalam menunaikan kewajiban dan meningkatkan amal ibadah selama Ramadhan. Ketua BAZNAS Kota Surabaya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang transparan dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap donasi yang dititipkan oleh masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan mustahik. Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Beberapa penerima manfaat akan mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan agar mampu mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum pemberdayaan yang berkelanjutan. Di era digital saat ini, BAZNAS Kota Surabaya juga mengoptimalkan layanan pembayaran zakat secara online. Masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah dengan mudah melalui transfer bank, platform digital, maupun layanan jemput zakat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam gerakan zakat dan kepedulian sosial selama bulan Ramadhan. Edukasi mengenai pentingnya zakat dan sedekah juga menjadi fokus utama BAZNAS Kota Surabaya menjelang Ramadhan. Melalui kampanye di media sosial, webinar, dan kegiatan sosialisasi di berbagai komunitas, BAZNAS mengajak masyarakat untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga solusi untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak amal. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk memanfaatkan momen ini dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan berbagi, setiap individu turut berkontribusi dalam membangun solidaritas sosial dan membantu sesama yang membutuhkan. Melalui berbagai program Ramadhan yang telah disiapkan, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat berbagi dan kepedulian di bulan suci diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat di Kota Surabaya.
ARTIKEL06/02/2026 | Ananda
Bersama BAZNAS, Ramadan Menjadi Lebih Bermakna
Bersama BAZNAS, Ramadan Menjadi Lebih Bermakna
Bulan suci Ramadan merupakan anugerah istimewa yang senantiasa dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menunaikan ibadah puasa, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian sosial. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan empati yang diajarkan selama Ramadan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Di tengah semangat Ramadan yang sarat akan nilai kebaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir sebagai lembaga resmi negara yang mengemban amanah besar dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS berperan sebagai penghubung antara para muzaki dan mustahik, memastikan bahwa setiap dana yang dititipkan dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Ramadan merupakan waktu terbaik untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal. Kewajiban zakat tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu. Melalui BAZNAS, zakat yang terkumpul dikelola secara profesional dan disalurkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selama bulan Ramadan, BAZNAS menginisiasi beragam program sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan pangan Ramadan, paket buka puasa dan sahur, santunan anak yatim dan dhuafa, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain bantuan bersifat konsumtif, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM, guna mendorong kemandirian mustahik secara berkelanjutan. Keberadaan program-program tersebut menjadikan Ramadan tidak hanya sebagai bulan ibadah personal, tetapi juga bulan kepedulian dan solidaritas sosial. Semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan, ketika dikelola secara terstruktur melalui BAZNAS, mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berjangka panjang bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dan kepercayaan masyarakat, BAZNAS terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke pelosok negeri. Setiap infak dan sedekah yang dititipkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesejahteraan umat dan memperkuat ketahanan sosial bangsa. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. Bersama BAZNAS, Ramadan menjadi lebih bermakna bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.
ARTIKEL06/02/2026 | Ana
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat