WhatsApp Icon
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat Binaan BAZNAS

Tantangan Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani Isu ketahanan pangan terus menjadi salah satu tantangan strategis yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Fluktuasi harga komoditas utama, perubahan iklim yang tak terprediksi, hingga terbatasnya akses modal bagi para petani kecil sering kali mengancam ketersediaan pangan nasional. Di sisi lain, para petani rentan yang menjadi garda terdepan produksi pangan justru kerap berada dalam kondisi kesejahteraan yang terbatas.

Untuk mengatasi permasalahan ini secara mendasar, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, melainkan pada pemberdayaan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Zakat Produktif sebagai Solusi Sektor Pertanian Dalam pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS tidak hanya memprioritaskan program bantuan konsumtif, tetapi juga mengarahkan pendayagunaan dana untuk sektor-sektor produktif. Salah satu program unggulan yang terus diakselerasi adalah Lumbung Pangan Umat.

Melalui pendayagunaan zakat produktif, dana ZIS dikelola untuk memberikan dukungan komprehensif bagi kelompok petani binaan. Bantuan ini meliputi penyediaan benih unggul, pupuk, mekanisasi alat pertanian, hingga pembiayaan tanpa bunga yang membebaskan petani dari jerat tengkulak.

Model Pemberdayaan Lumbung Pangan BAZNAS Program Lumbung Pangan BAZNAS dirancang dengan pendekatan dari hulu ke hilir (end-to-end). Pada tingkat hulu, para petani dhuafa mendapatkan pelatihan teknik pertanian modern berbasis keberlanjutan lingkungan. Pendampingan lapangan secara intensif dilakukan agar produktivitas panen meningkat secara optimal.

Pada tingkat hilir, BAZNAS membantu menyerap hasil panen para petani dengan harga yang layak dan adil. Komoditas yang dihimpun kemudian disalurkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu melalui program logistik kemanusiaan atau didistribusikan ke pasar yang lebih luas. Sistem ini menciptakan rantai pasok pangan yang mandiri, adil, dan berkesinambungan.

Dampak Berkelanjutan bagi Mustahik dan Masyarakat Optimalisasi dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat terbukti mampu mengeskalasi pendapatan para petani secara signifikan. Petani yang dulunya berada dalam kategori mustahik perlahan mampu mandiri secara finansial dan meningkat kesejahteraannya.

Selain memberdayakan ekonomi keluarga petani, keberadaan lumbung pangan ini turut memperkuat stok pangan lokal dan meredam dampak lonjakan harga bahan pokok bagi masyarakat sekitar.

Menguatkan Kedaulatan Pangan Bersama BAZNAS Menjaga ketahanan pangan adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak dan berkelanjutan.

 

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS, setiap dana yang dititipkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi benih keberkahan yang menguatkan kedaulatan pangan bangsa dan memerdekakan para petani dhuafa dari kemiskinan.

08/10/2026 | Kontributor: Rosita - Magang

Artikel Terbaru

Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain. Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya. Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama. Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial. Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain. Dari Berbagi, Tumbuh Harapan Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan. Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan. Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar. BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan. Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima. Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus. Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas. Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita. Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya. Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah. Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit. Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
ARTIKEL08/10/2026 | Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan. Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas. Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar. Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik. Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain. BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima. Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebaikan yang Mendorong Kemandirian Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang. Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan. Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian. Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama. Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi. Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat. Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain. Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.
ARTIKEL08/10/2026 | Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan: Ikhtiar BAZNAS Surabaya
Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif. Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya. Dari Membantu Menjadi Memberdayakan Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha. Bagian dari Surabaya Berdaya Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi. Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang. ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha. Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.
ARTIKEL08/10/2026 | Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat
Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan. Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga. Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri. Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak. Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.
ARTIKEL08/10/2026 | Nadya - Magang
Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat Binaan BAZNAS
Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat Binaan BAZNAS
Tantangan Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani Isu ketahanan pangan terus menjadi salah satu tantangan strategis yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Fluktuasi harga komoditas utama, perubahan iklim yang tak terprediksi, hingga terbatasnya akses modal bagi para petani kecil sering kali mengancam ketersediaan pangan nasional. Di sisi lain, para petani rentan yang menjadi garda terdepan produksi pangan justru kerap berada dalam kondisi kesejahteraan yang terbatas. Untuk mengatasi permasalahan ini secara mendasar, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, melainkan pada pemberdayaan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan. Zakat Produktif sebagai Solusi Sektor Pertanian Dalam pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS tidak hanya memprioritaskan program bantuan konsumtif, tetapi juga mengarahkan pendayagunaan dana untuk sektor-sektor produktif. Salah satu program unggulan yang terus diakselerasi adalah Lumbung Pangan Umat. Melalui pendayagunaan zakat produktif, dana ZIS dikelola untuk memberikan dukungan komprehensif bagi kelompok petani binaan. Bantuan ini meliputi penyediaan benih unggul, pupuk, mekanisasi alat pertanian, hingga pembiayaan tanpa bunga yang membebaskan petani dari jerat tengkulak. Model Pemberdayaan Lumbung Pangan BAZNAS Program Lumbung Pangan BAZNAS dirancang dengan pendekatan dari hulu ke hilir (end-to-end). Pada tingkat hulu, para petani dhuafa mendapatkan pelatihan teknik pertanian modern berbasis keberlanjutan lingkungan. Pendampingan lapangan secara intensif dilakukan agar produktivitas panen meningkat secara optimal. Pada tingkat hilir, BAZNAS membantu menyerap hasil panen para petani dengan harga yang layak dan adil. Komoditas yang dihimpun kemudian disalurkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu melalui program logistik kemanusiaan atau didistribusikan ke pasar yang lebih luas. Sistem ini menciptakan rantai pasok pangan yang mandiri, adil, dan berkesinambungan. Dampak Berkelanjutan bagi Mustahik dan Masyarakat Optimalisasi dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat terbukti mampu mengeskalasi pendapatan para petani secara signifikan. Petani yang dulunya berada dalam kategori mustahik perlahan mampu mandiri secara finansial dan meningkat kesejahteraannya. Selain memberdayakan ekonomi keluarga petani, keberadaan lumbung pangan ini turut memperkuat stok pangan lokal dan meredam dampak lonjakan harga bahan pokok bagi masyarakat sekitar. Menguatkan Kedaulatan Pangan Bersama BAZNAS Menjaga ketahanan pangan adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak dan berkelanjutan. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS, setiap dana yang dititipkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi benih keberkahan yang menguatkan kedaulatan pangan bangsa dan memerdekakan para petani dhuafa dari kemiskinan.
ARTIKEL08/10/2026 | Rosita - Magang
Menjaga Martabat Lansia Dhuafa: Program Perlindungan Sosial dan Layanan Kesehatan Terpadu BAZNAS
Menjaga Martabat Lansia Dhuafa: Program Perlindungan Sosial dan Layanan Kesehatan Terpadu BAZNAS
Realitas Kesejahteraan Lansia di Era Modern Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia membawa konsekuensi serius pada pemenuhan kesejahteraan kelompok lanjut usia (lansia). Di tengah dinamika sosial modern, tidak sedikit lansia dhuafa yang harus menghadapi hari tua dalam kondisi sebatang kara, mengalami penurunan kesehatan fisik, serta kehilangan sumber penghasilan. Kondisi keterbatasan ekonomi sering kali membuat para lansia dhuafa kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dasar maupun memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang layak. Menjaga kehidupan lansia agar tetap bermartabat, aman, dan sejahtera menjadi tanggung jawab moral serta sosial bersama. Zakat sebagai Instrumen Perlindungan Sosial Lansia Dalam pandangan Islam, memuliakan orang tua dan lansia merupakan salah satu ajaran utama yang melambangkan kejelasan empati suatu peradaban. Zakat hadir sebagai instrumen perlindungan sosial (social security) yang menjamin agar kelompok rentan ini tidak terabaikan. Lansia dhuafa yang tidak lagi memiliki kemampuan secara fisik untuk bekerja masuk dalam kategori fukara dan masakin yang berhak menerima alokasi dana zakat. Pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) memastikan hadirnya jaminan hidup yang memadai sehingga para lansia dapat menjalani masa tuanya dengan tenang dan dihormati. Layanan Kesehatan Terpadu dan Pendampingan BAZNAS Guna memberikan dampak yang berkelanjutan, BAZNAS meluncurkan berbagai program intervensi spesifik untuk penanganan lansia dhuafa. Melalui jaringan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), para lansia mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan rutin, pengobatan penyakit kronis, hingga pemberian suplemen nutrisi. Selain intervensi medis, BAZNAS juga menyediakan program pendampingan sosial berbasis komunitas. Langkah ini mencakup penyaluran bantuan santunan tunai berkala, perbaikan rumah layak huni (Rutilahu), hingga penyediaan pendamping sosial yang memastikan kebutuhan harian para lansia terisolasi tetap terpenuhi secara manusiawi. Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera dan Bermartabat Dukungan terhadap keberlanjutan program perlindungan lansia dhuafa memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi menjadi penyambung asa bagi ribuan lansia di berbagai penjuru negeri. Melalui pendayagunaan dana ZIS yang terarah, kita tidak hanya meringankan beban fisik dan finansial para lansia, tetapi juga menghadirkan kembali rasa dihargai serta kehangatan sosial yang berhak mereka dapatkan. Mari terus alirkan kepedulian dan kebaikan terbaik kita melalui BAZNAS. Bersama-sama, kita jaga martabat para lansia dhuafa agar dapat menikmati masa tua dengan sehat, sejahtera, dan penuh keberkahan.
ARTIKEL08/10/2026 | Rosita - Magang
Keteladanan Rasulullah dalam Merespons Musibah: Peran BAZNAS dan Dana ZIS dalam Tanggap Darurat Bencana
Keteladanan Rasulullah dalam Merespons Musibah: Peran BAZNAS dan Dana ZIS dalam Tanggap Darurat Bencana
Prinsip Kemanusiaan dan Empati Rasulullah SAW Sepanjang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, beliau selalu menunjukkan kepedulian mendalam terhadap setiap bentuk penderitaan yang dialami umatnya. Ketika musibah, kelaparan, atau krisis menimpa suatu kelompok masyarakat, Rasulullah SAW menjadi orang pertama yang menggerakkan bantuan dan memberikan perlindungan tanpa menunda-nunda. Keteladanan Rasulullah dalam merespons musibah mengajarkan kita dua hal utama: kecepatan dalam memberikan pertolongan dan kedalaman empati untuk merangkul mereka yang lemah. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam sistem penanggulangan bencana berbasis syariah saat ini. Peran Dana ZIS dalam Aksi Tanggap Darurat Dalam situasi bencana alam, ketersediaan dana siap pakai sangat menentukan keselamatan jiwa (hifz an-nafs). Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) memiliki fleksibilitas dan daya jangkau yang sangat tinggi untuk dialokasikan pada fase tanggap darurat. Melalui dana ZIS, pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana dapat dilakukan secara instan. Bantuan seperti dapur umum, posko kesehatan, evakuasi medis, hingga perlengkapan bayi dan lansia dapat didistribusikan tanpa hambatan birokrasi yang rumit, sesuai dengan nilai kepedulian yang dicontohkan oleh Nabi. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) sebagai Pelaksana Misi Kemanusiaan Untuk mengimplementasikan teladan profetik tersebut secara modern, BAZNAS membentuk armada khusus yaitu BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Personel BTB diterjunkan langsung ke lokasi-lokasi rawan dan terdampak bencana untuk melakukan penanganan dari tahap evakuasi hingga pemulihan psikososial. Kehadiran BTB memastikan bahwa setiap rupiah dana ZIS yang dititipkan oleh para muzaki dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pendekatan terpadu ini menanggulangi dampak bencana tidak hanya dari sisi material, tetapi juga memberikan dukungan moral agar para korban mampu bangkit kembali. Meneladani Rasulullah Melalui Aksi Nyata Merespons musibah adalah panggilan iman sekaligus kewajiban kemanusiaan. Meneladani Rasulullah SAW berarti tidak berdiam diri saat melihat saudara seiman dan sesama manusia tertimpa penderitaan akibat bencana. Mari wujudkan empati kita menjadi langkah nyata dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama-sama, kita lanjutkan misi mulia Rasulullah untuk menebarkan kasih sayang, memberikan perlindungan, dan mengalirkan harapan di tengah ujian musibah.
ARTIKEL08/10/2026 | Rosita - Magang
Meneruskan Cahaya Kepedulian di Bulan Rabiul Akhir: Zakat sebagai Pelindung Umat di Masa Bencana
Meneruskan Cahaya Kepedulian di Bulan Rabiul Akhir: Zakat sebagai Pelindung Umat di Masa Bencana
Refleksi Rabiul Akhir di Tengah Ujian Musibah Bulan Rabiul Akhir hadir membawa semangat keberlanjutan dari nilai-nilai kebaikan yang terpupuk di bulan peringatan kelahiran Rasulullah SAW. Di saat yang sama, memasuki masa peralihan musim, berbagai wilayah sering kali dihadapkan pada ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Kondisi darurat bencana tidak hanya merenggut tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga melumpuhkan roda ekonomi masyarakat rentan secara mendadak. Di sinilah momentum Rabiul Akhir menjadi pijakan penting untuk menyalakan kembali cahaya empati dan aksi kepedulian nyata bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Zakat sebagai Perisai dan Pelindung Darurat Dalam ajaran Islam, zakat tidak hanya bertindak sebagai mekanisme penyucian harta, tetapi juga berfungsi sebagai benteng perlindungan sosial. Para korban bencana alam yang kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal secara otomatis masuk ke dalam kategori gharimin (orang yang terbelit kesulitan) atau fisabilillah dalam koridor penanggulangan dampak bencana. Melalui dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), bantuan darurat dapat disalurkan secara cepat untuk memenuhi kebutuhan paling krusial. Kehadiran zakat menjadi perisai yang menjaga para pengungsi agar tetap mendapatkan akses air bersih, makanan bergizi, obat-obatan, serta tenda pengungsian yang layak di tengah krisis. Mengubah Krisis Menjadi Harapan Pemulihan Dampak bencana tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Fase yang tidak kalah krusial adalah pemulihan pascabencana (recovery), di mana para korban harus membangun kembali kehidupan mereka dari nol. Penyaluran zakat produktif berperan besar dalam merestorasi sarana umum, perbaikan fasilitas ibadah, hingga penyediaan modal kerja bagi warga yang kehilangan mata pencaharian. Dengan pendampingan yang terencana, dana ZIS bertindak sebagai instrumen pemulihan yang mengembalikan kemandirian ekonomi masyarakat terdampak. Mengalokasikan Zakat Melalui BAZNAS di Bulan Rabiul Akhir Guna memastikan bahwa bantuan kemanusiaan sampai secara presisi dan efektif, pengelolaan dana ZIS membutuhkan sistem distribusi yang terintegrasi. BAZNAS sebagai lembaga resmi penanggulangan zakat nasional memiliki unit respons cepat, seperti BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yang siap bergerak di garda terdepan. Meneruskan cahaya kepedulian di bulan Rabiul Akhir berarti mengambil bagian aktif dalam meringankan beban sesama. Melalui zakat yang disalurkan secara teratur dan terpercaya, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga memperkokoh solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi setiap ujian bencana.
ARTIKEL08/10/2026 | Rosita - Magang
Menghadapi Dinamika Ekonomi Akhir Tahun: Zakat sebagai Jaring Pengaman Finansial Keluarga
Menghadapi Dinamika Ekonomi Akhir Tahun: Zakat sebagai Jaring Pengaman Finansial Keluarga
Tantangan Finansial di Penghujung Tahun Menjelang akhir tahun, dinamika ekonomi masyarakat sering kali mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Lonjakan harga bahan pokok, tingginya kebutuhan konsumsi liburan, hingga persiapan biaya pendidikan untuk semester mendatang menjadi beban finansial tersendiri bagi banyak keluarga. Bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, tekanan ekonomi ini terasa jauh lebih berat. Ketidakpastian dan fluktuasi harga di akhir tahun menuntut setiap keluarga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan. Namun, di tengah tantangan tersebut, Islam telah menyediakan instrumen ketahanan sosial dan finansial yang sangat kuat melalui ibadah zakat. Zakat sebagai Jaring Pengaman Sosial dan Ekonomi Zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ketaatan spiritual, tetapi juga berperan strategis sebagai jaring pengaman sosial (social safety net). Dalam struktur ekonomi syariah, zakat bekerja menyeimbangkan distribusi kesejahteraan agar perputaran harta tidak hanya berpusat pada kelompok mampu semata. Bagi keluarga mustahik yang rentan terdampak gejolak ekonomi akhir tahun, bantuan dana zakat hadir sebagai penopang utama untuk memenuhi kebutuhan dasar (dharuriyat), seperti pangan, kesehatan, dan pemukiman. Kehadiran zakat mencegah keluarga kurang mampu jatuh ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam akibat lonjakan inflasi musiman. Pembersih Harta dan Benteng Ketahanan Finansial Muzaki Di sisi lain, bagi keluarga muzaki, akhir tahun merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan kalkulasi dan evaluasi keuangan (financial audit). Menunaikan zakat atas harta yang telah mencapai nisab dan haul di akhir tahun adalah langkah nyata untuk membersihkan serta menyucikan pendapatan yang diperoleh sepanjang tahun. Secara spiritual dan psikologis, mengeluarkan zakat melatih kontrol diri dari sifat konsumtif berlebihan yang rentan terjadi di penghujung tahun. Zakat menjadi benteng yang menjaga ketahanan finansial keluarga muzaki agar tetap memiliki arah alokasi keuangan yang berkah, seimbang, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Peran BAZNAS dalam Pengelolaan Berdampak dan Terarah Agar fungsi zakat sebagai jaring pengaman sosial dapat berjalan optimal menghadapi dinamika akhir tahun, diperlukan tata kelola yang profesional dan akuntabel. Lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS memastikan penyaluran dana ZIS dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berbasis data kebutuhan rill di lapangan. Melalui intervensi program karitatif untuk kebutuhan darurat hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga, BAZNAS mengolah dana zakat menjadi stimulus yang mampu menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat rentan secara berkelanjutan. Menyambut Tahun Baru dengan Keberkahan Finansial Menghadapi tantangan ekonomi akhir tahun membutuhkan kombinasi antara perencanaan finansial yang bijak dan kepedulian sosial yang tinggi. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya mengamankan kondisi spiritual dan finansial pribadi, tetapi juga menguatkan daya tahan keluarga-keluarga lain yang membutuhkan. Mari manfaatkan momentum akhir tahun ini untuk menghitung dan menyalurkan zakat harta kita melalui BAZNAS. Bersama-sama, kita hadirkan jaring pengaman finansial yang kokoh demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan penuh keberkahan.
ARTIKEL08/10/2026 | Rosita - Magang
Meneruskan Cahaya Rabiul Akhir: Menjelmakan Keteladanan Rasulullah Melalui Zakat Produktif
Meneruskan Cahaya Rabiul Akhir: Menjelmakan Keteladanan Rasulullah Melalui Zakat Produktif
Menjaga Semangat Refleksi Setelah Rabiul Awal Setelah melewati bulan Rabiul Awal yang semarak dengan berbagai perayaan Maulid Nabi, umat Islam kini memasuki bulan Rabiul Akhir. Jika Rabiul Awal menjadi momentum untuk mengingat kembali kelahiran Rasulullah SAW, maka Rabiul Akhir adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan sejauh mana ajaran dan keteladanan beliau telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Meneladani Rasulullah SAW tidak berhenti pada sanjungan dan syair pujian semata, melainkan harus ditransformasikan menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi sesama. Salah satu nilai utama yang diajarkan oleh Rasulullah adalah kepedulian yang mendalam terhadap kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan. Zakat Produktif sebagai Ejawantah Akhlak Rasulullah Rasulullah SAW semasa hidupnya senantiasa mengajarkan umatnya untuk tidak sekadar memberi ikan, tetapi juga memberikan kail agar masyarakat mampu berdiri di atas kaki sendiri. Prinsip inilah yang mendasari konsep zakat produktif dalam fikih muamalah modern. Melalui zakat produktif, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak habis digunakan untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek. Sebaliknya, dana tersebut dialokasikan sebagai modal usaha, penyediaan alat kerja, serta pelatihan keterampilan bagi para mustahik. Langkah ini merupakan bentuk konkrit dari upaya meneruskan misi profetik dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki Penyaluran zakat berbasis pemberdayaan memiliki daya ubah yang sangat besar. Ketika seorang pelaku usaha mikro dari kalangan kurang mampu mendapatkan intervensi modal dan pendampingan usaha yang berkelanjutan, roda ekonominya akan mulai bergerak naik. Lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS memegang peran penting dalam mengawal proses transformasi ini. Dengan tata kelola yang terukur dan amanah, bantuan zakat produktif diarahkan untuk mencetak wirausahawan baru yang mandiri. Dalam jangka panjang, program ini bertujuan mengubah status para penerima manfaat dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat). Membangun Ekosistem Kebaikan yang Berkelanjutan Momentum Rabiul Akhir mengajarkan kita pentingnya konsistensi (istikamah) dalam berbuat kebaikan. Kebiasaan berbagi yang telah terpupuk selama bulan-bulan sebelumnya perlu dijaga agar tidak padam. Menunaikan zakat produktif melalui BAZNAS merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak sosial yang berlipat ganda. Pengelolaan dana yang transparan dan berbasis data memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan serta dikembangkan secara optimal. Menyalakan Harapan Umat di Bulan Rabiul Akhir Cahaya keteladanan Rasulullah SAW akan terus bersinar terang apabila umatnya aktif menghidupkan nilai-nilai kepedulian sosial. Menunaikan zakat produktif adalah bukti komitmen kita dalam melanjutkan perjuangan beliau untuk menegakkan keadilan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan. Mari manfaatkan momentum bulan Rabiul Akhir ini untuk menyalurkan zakat terbaik kita. Bersama BAZNAS, kita hadirkan harapan baru dan bangun kehidupan umat yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera secara berkelanjutan.
ARTIKEL08/10/2026 | Rosita - Magang
Zakat Penghasilan di Awal Bulan Bagian dari Perencanaan Keuangan
Zakat Penghasilan di Awal Bulan Bagian dari Perencanaan Keuangan
Setiap awal bulan, banyak orang menerima penghasilan dan langsung memikirkan berbagai pos pengeluaran. Ada cicilan, kebutuhan rumah tangga, transportasi, tabungan, hingga keperluan tak terduga. Dalam proses mengatur semua itu, zakat sering kali belum masuk dalam daftar prioritas karena dianggap bisa dipikirkan nanti. Padahal, di dalam penghasilan yang diterima terdapat hak yang perlu ditunaikan. Zakat penghasilan yang dikeluarkan di awal bulan dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang tertata, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan ketika ingat atau ketika masih ada sisa. Dengan menempatkannya sejak awal, seseorang tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola rezeki dengan lebih sadar, terencana, dan bertanggung jawab. “Zakat Penghasilan, Hak yang Menyertai Rezeki” Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh seseorang, baik dari pekerjaan, profesi, maupun usaha, apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Secara umum, ketentuannya mengacu pada nisab yang setara dengan 85 gram emas dan besaran zakat sebesar 2,5 persen. Di balik ketentuan tersebut, terdapat pesan bahwa tidak semua yang masuk ke rekening sepenuhnya menjadi milik pribadi. Ada bagian yang dititipkan untuk mereka yang berhak menerimanya. Kesadaran ini membuat seseorang memandang penghasilan bukan hanya sebagai hasil kerja keras, tetapi juga sebagai amanah yang perlu dikelola dengan baik. Karena itu, memahami zakat penghasilan menjadi langkah awal agar kewajiban ini tidak terlewat di tengah rutinitas keuangan sehari-hari. “Mengapa Awal Bulan Menjadi Waktu yang Tepat” Awal bulan adalah saat penghasilan baru diterima dan belum banyak terpakai. Pada waktu inilah seseorang memiliki gambaran yang paling jelas tentang berapa dana yang tersedia. Jika zakat ditunaikan di awal, perhitungannya dapat dilakukan dengan lebih mudah karena angka penghasilan masih utuh dan tidak bercampur dengan berbagai pengeluaran lain. Sebaliknya, jika ditunda hingga akhir bulan, dana sering kali sudah habis untuk kebutuhan dan keinginan lain sehingga zakat menjadi terasa memberatkan. Dengan mengeluarkannya di awal, zakat tidak bersaing dengan pengeluaran lain, melainkan menjadi bagian yang sudah ditetapkan sejak awal. Cara ini juga membantu seseorang menjaga kedisiplinan agar kewajiban tidak tertunda dari bulan ke bulan. “Zakat sebagai Pos Wajib dalam Anggaran” Dalam perencanaan keuangan, setiap orang biasanya memiliki pos tetap seperti kebutuhan pokok, cicilan, tabungan, dan dana darurat. Zakat penghasilan dapat ditempatkan sebagai salah satu pos tetap tersebut. Dengan begitu, zakat tidak lagi menjadi pengeluaran dadakan yang muncul ketika teringat, tetapi bagian dari rencana yang jelas sejak awal. Seseorang dapat menghitung zakatnya terlebih dahulu, menyisihkannya, lalu mengatur sisa penghasilan untuk kebutuhan lainnya. Pola ini membuat keuangan terasa lebih tertib karena setiap bagian memiliki tujuannya masing-masing. Dalam praktiknya, banyak orang justru merasa lebih tenang ketika kewajiban sudah ditunaikan di awal, sebab ia dapat menggunakan sisa penghasilannya dengan lebih lapang dan tidak dibayangi rasa tertunda. “Membangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Menggugurkan Kewajiban” Menunaikan zakat secara rutin setiap bulan dapat membentuk kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan. Seseorang menjadi terbiasa menghitung penghasilan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan hak orang lain sebelum membelanjakan sisanya. Kebiasaan ini tidak muncul dalam semalam, tetapi tumbuh dari pengulangan yang dilakukan dengan konsisten. Zakat yang dibayarkan sedikit demi sedikit setiap bulan juga dapat terasa lebih ringan dibandingkan jika harus dikeluarkan sekaligus dalam jumlah besar. Dari sini, zakat tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan bagian dari ritme hidup yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. “Manfaat yang Mengalir kepada yang Berhak” Zakat memiliki fungsi yang tidak berhenti pada pelaksanaan kewajiban pribadi. Dana yang ditunaikan dapat membantu mereka yang berhak menerimanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, melanjutkan pendidikan, atau memperoleh dukungan agar lebih berdaya. Ketika zakat ditunaikan secara teratur di awal bulan, bantuan pun dapat tersalurkan dengan lebih terencana. Bagi penerima, manfaat tersebut bisa menjadi penopang di tengah keterbatasan. Bagi pemberi, ada kesadaran bahwa penghasilan yang dimiliki turut menjadi jalan hadirnya manfaat bagi orang lain. Hubungan inilah yang membuat zakat bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga bagian dari kepedulian sosial yang menguatkan masyarakat.
ARTIKEL08/10/2026 | Elsa
Infak Strategis: Mengubah Kebiasaan Konsumtif Menjadi Kebiasaan Produktif
Infak Strategis: Mengubah Kebiasaan Konsumtif Menjadi Kebiasaan Produktif
Di tengah gaya hidup yang semakin mudah dan serba cepat, keputusan untuk membelanjakan uang sering kali diambil tanpa banyak pertimbangan. Ajakan untuk membeli hadir di mana-mana, mulai dari layar ponsel hingga promo yang muncul setiap hari. Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit orang yang merasa penghasilannya habis begitu saja tanpa meninggalkan manfaat yang jelas. Padahal, setiap rezeki yang diperoleh sebenarnya dapat diarahkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Salah satu caranya adalah dengan infak. Infak bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang kesadaran dalam mengelola apa yang dimiliki. Melalui infak strategis, kebiasaan konsumtif dapat perlahan diarahkan menjadi kebiasaan produktif, yaitu kebiasaan yang membuat harta tidak berhenti pada kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. “Infak Bukan Sekadar Sisa Pengeluaran” Infak sering kali dipahami sebagai sesuatu yang dilakukan setelah semua kebutuhan dan keinginan terpenuhi. Jika masih ada sisa, barulah sebagian disisihkan untuk diberikan kepada orang lain. Pola seperti ini membuat infak bergantung pada kondisi di akhir bulan, sehingga sering tertunda atau bahkan terlupakan. Padahal, infak dapat menjadi bagian dari perencanaan sejak awal. Ketika seseorang menetapkan sebagian rezekinya untuk infak sebelum digunakan untuk keperluan lain, infak tidak lagi menjadi pilihan terakhir, melainkan bagian dari prioritas. Di sinilah letak makna strategis dalam berinfak. Infak dilakukan dengan kesadaran, direncanakan sesuai kemampuan, dan diarahkan pada manfaat yang jelas. Nilainya pun tidak selalu ditentukan oleh jumlah yang besar, tetapi oleh kesungguhan untuk menjadikannya bagian dari cara seseorang mengelola hartanya. “Kebiasaan Konsumtif yang Sering Tidak Terasa” Kebiasaan konsumtif tidak selalu tampak sebagai pengeluaran besar. Sering kali ia hadir dalam bentuk yang kecil dan berulang, seperti membeli sesuatu karena tergoda promo, memesan makanan tanpa benar-benar lapar, atau mengikuti tren yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Satu pembelian mungkin terlihat ringan, tetapi ketika terjadi berulang kali, jumlahnya dapat menjadi cukup berarti. Tidak semua pengeluaran tentu keliru, karena kebutuhan dan kenyamanan juga bagian dari kehidupan. Namun, ada baiknya seseorang sesekali bertanya apakah pengeluaran tersebut benar-benar memberi manfaat atau hanya memenuhi keinginan sesaat. Dengan mengenali pola pengeluaran sendiri, seseorang dapat lebih mudah menemukan ruang yang bisa dialihkan untuk hal yang lebih bermakna, termasuk untuk berinfak. “Dari Pengeluaran Kecil Menjadi Infak Rutin” Mengubah kebiasaan tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Seseorang dapat memulainya dengan hal sederhana, misalnya menyisihkan sebagian dari pengeluaran yang biasanya terpakai untuk keinginan sesaat, lalu mengalihkannya menjadi infak. Cara ini dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting bukan besarnya jumlah di awal, melainkan konsistensi dalam melakukannya. Infak yang dilakukan secara rutin akan membentuk kebiasaan baru, yaitu kebiasaan untuk berpikir sebelum membelanjakan dan kebiasaan untuk selalu menyisihkan bagian bagi orang lain. Lama-kelamaan, pengeluaran yang awalnya hanya habis untuk kesenangan sesaat dapat berubah menjadi kebaikan yang terus berjalan. Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus sering kali lebih bertahan daripada keputusan besar yang hanya dilakukan sekali. “Infak Strategis Menghadirkan Manfaat yang Berkelanjutan” Infak dapat diberikan dalam banyak bentuk, mulai dari bantuan kebutuhan sehari-hari hingga dukungan yang dirancang untuk jangka panjang. Infak strategis berarti memikirkan manfaat apa yang dapat dihadirkan setelah pemberian itu diterima. Bantuan pendidikan, misalnya, dapat membantu seseorang melanjutkan proses belajar. Dukungan pemberdayaan ekonomi dapat menjadi modal bagi seseorang untuk memulai atau mengembangkan usaha. Pelatihan keterampilan dapat membuka jalan bagi seseorang untuk memiliki kemampuan baru dalam mencari penghidupan. Dengan pendekatan seperti ini, infak tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih panjang. Penerima manfaat memiliki kesempatan untuk tumbuh, sementara pemberi infak turut mengambil bagian dalam proses tersebut. “Produktif Bukan Hanya Soal Penghasilan” Kata produktif sering dikaitkan dengan seberapa banyak seseorang menghasilkan sesuatu. Namun, kebiasaan produktif juga dapat dilihat dari bagaimana seseorang menggunakan apa yang dimilikinya. Harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan, ditabung untuk masa depan, dan disisihkan untuk infak mencerminkan pengelolaan yang lebih sadar. Dalam pengertian ini, infak turut membentuk sikap yang produktif karena mendorong seseorang untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan. Ada kesadaran bahwa harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga dapat menjadi sarana kebaikan. Dari kebiasaan ini, tumbuh pula rasa syukur, kepedulian, dan kepekaan terhadap kondisi orang lain. Semua itu menjadi bagian dari nilai yang tidak selalu dapat dihitung dengan angka, tetapi dapat dirasakan dalam cara seseorang menjalani kehidupan.
ARTIKEL08/10/2026 | Elsa
Menghadirkan Layanan Zakat di Tengah Perubahan Digital
Menghadirkan Layanan Zakat di Tengah Perubahan Digital
Perkembangan teknologi membuat banyak aktivitas masyarakat menjadi lebih praktis, termasuk dalam mencari informasi dan melakukan pembayaran. Hal yang sama juga mulai terlihat dalam layanan zakat. Masyarakat kini tidak selalu harus datang langsung untuk mendapatkan informasi atau menunaikan zakat. Bagi sebagian orang, proses menunaikan zakat justru dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana cara menghitung zakat, ke mana harus membayar, dan bagaimana memastikan pembayaran sudah tercatat? Karena itu, layanan zakat tidak cukup hanya menyediakan tempat pembayaran, tetapi juga perlu menghadirkan informasi yang mudah dipahami dan akses yang dekat dengan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai akses layanan yang dapat digunakan masyarakat, mulai dari informasi zakat, kalkulator zakat, layanan pembayaran, hingga konfirmasi transaksi. Pemanfaatan kanal digital tersebut memberikan pilihan bagi muzaki untuk memperoleh layanan tanpa selalu harus datang secara langsung. Namun, kemudahan digital bukan berarti menghilangkan pentingnya pelayanan manusia. Ketika masyarakat memiliki pertanyaan atau mengalami kendala, komunikasi dengan petugas tetap menjadi bagian penting. Teknologi berfungsi sebagai jembatan untuk mempercepat akses, sementara pelayanan yang responsif membantu membangun rasa percaya. Pada akhirnya, mendekatkan layanan zakat kepada muzaki bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat mudah mendapatkan informasi, mudah menunaikan zakat, dan merasa yakin bahwa proses yang mereka lakukan dikelola secara amanah dan bertanggung jawab.
ARTIKEL08/10/2026 | Cyn
Hari Batik Nasional 2026: Lestarikan Budaya, Dukung Perajin Lokal
Hari Batik Nasional 2026: Lestarikan Budaya, Dukung Perajin Lokal
Hari Batik Nasional 2026 yang diperingati pada 2 Oktober menjadi kesempatan untuk mempererat kecintaan terhadap budaya Indonesia. Melalui kain batik, masyarakat dapat mengenal keterampilan, cerita, dan nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Peringatan ini berkaitan dengan pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia pada 2009 dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Pengakuan tersebut mencakup pengetahuan, teknik, simbolisme, serta tradisi yang menyertai batik. Karena itu, pelestarian batik perlu dilakukan dengan memahami proses pembuatannya dan menghargai para perajin yang menjaga keterampilan tersebut tetap hidup. Di Surabaya, kecintaan terhadap batik dapat tumbuh melalui pengenalan motif yang dekat dengan identitas kota. Semanggi, mangrove, serta Suro dan Boyo menjadi unsur yang hadir dalam pengembangan batik khas Surabaya. Kekayaan visual ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenali lingkungan dan budaya daerahnya melalui busana. Hari Batik Nasional 2026 juga dapat menjadi momentum untuk mendukung usaha perajin. Membeli batik dari produsen lokal, mengenal asal produknya, dan membagikan cerita pembuatannya merupakan langkah yang bisa dilakukan masyarakat. Dukungan tersebut dapat diperkuat melalui kegiatan edukasi di sekolah, kantor, maupun komunitas. Lokakarya membatik, pameran karya, dan kunjungan ke tempat produksi memberi kesempatan kepada generasi muda untuk memahami ketelitian di balik setiap lembar kain. Media sosial pun dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran. Konten mengenai motif, teknik membatik, dan pengalaman perajin membantu memperkenalkan batik dengan cara yang dekat dengan keseharian masyarakat. Penyampaian informasi yang akurat akan membuat promosi budaya lebih bermakna. Semangat pelestarian ini sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Perajin membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, memperluas pemasaran, dan memperoleh penghargaan yang layak atas hasil kerjanya. Melalui Hari Batik Nasional 2026, mari membangun kebiasaan mencintai batik sepanjang tahun. Kenakan dengan bangga, pelajari maknanya, dan dukung perajinnya agar warisan budaya Indonesia tumbuh bersama kesejahteraan masyarakat serta menginspirasi generasi berikutnya.
ARTIKEL02/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Hari Kesaktian Pancasila 2026: BAZNAS Surabaya Hidupkan Kepedulian melalui Zakat
Hari Kesaktian Pancasila 2026: BAZNAS Surabaya Hidupkan Kepedulian melalui Zakat
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk menguatkan persatuan dan mengamalkan nilai kebangsaan. Pada 2026, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” mengajak masyarakat menghadirkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bagi BAZNAS Surabaya, semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kepedulian kepada sesama menjadi langkah nyata untuk memperluas kesempatan, mendukung kemandirian, serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Membuka Harapan melalui Pendidikan Di balik perjuangan seorang mahasiswa, ada harapan keluarga yang ikut diperjuangkan. Kesempatan melanjutkan pendidikan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan. Melalui Beasiswa CESAR atau Cetak Sarjana, BAZNAS Surabaya mendukung mahasiswa penerima manfaat agar terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Dukungan pendidikan ini selaras dengan semangat keadilan sosial, yakni membuka kesempatan bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Setiap kesempatan belajar juga membawa tanggung jawab untuk bertumbuh dan berkontribusi. Harapannya, penerima beasiswa kelak mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya. Menguatkan Kepedulian dan Kemanusiaan Nilai kemanusiaan juga hadir melalui bantuan alat bantu dengar bagi Ibu Winarti. Dukungan tersebut ditujukan untuk memudahkan komunikasi dan membantu aktivitas kesehariannya, termasuk saat berinteraksi bersama keluarga. Kebutuhan setiap penerima manfaat tentu berbeda. Karena itu, kepedulian perlu diwujudkan melalui bantuan yang memperhatikan kondisi dan kebutuhan mereka, dengan tetap menghormati martabatnya. Melalui dukungan kesehatan dan bantuan kemanusiaan, BAZNAS Surabaya menghubungkan amanah muzaki dengan kebutuhan mustahik. Hubungan ini menumbuhkan semangat saling menjaga dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. Mengamalkan Pancasila melalui Kepedulian Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi pengingat bahwa persatuan tumbuh ketika masyarakat bersedia saling membantu. Zakat, infak, dan sedekah merupakan sarana bagi umat Islam untuk mengambil bagian dalam upaya tersebut. Masyarakat dapat memulai dari lingkungan terdekat: mengenali kesulitan tetangga, menghargai perbedaan, dan membantu sesuai kemampuan. Langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat mempererat persaudaraan. BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat merawat persatuan melalui kepedulian yang berkelanjutan. Selamat Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.
ARTIKEL01/10/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Ketika Rezeki yang Disisihkan Menjadi Jalan bagi Kehidupan yang Lebih Baik
Ketika Rezeki yang Disisihkan Menjadi Jalan bagi Kehidupan yang Lebih Baik
Setiap rezeki memiliki cerita. Sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan, sebagian lainnya dapat disisihkan untuk berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketika dikelola dengan baik, apa yang kita sisihkan tidak berhenti sebagai pemberian. Rezeki tersebut dapat menjadi dukungan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dari Rezeki Menjadi Manfaat Menyisihkan sebagian rezeki mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dihimpun dan dikelola bersama, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang. Melalui berbagai program, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana ZIS untuk pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan sosial keagamaan. Dengan begitu, satu pemberian dapat menjadi bagian dari proses yang membantu seseorang memenuhi kebutuhan sekaligus membuka kesempatan untuk berkembang. Membantu Pendidikan, Membuka Kesempatan Pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam penyaluran ZIS. Pada September 2026, BAZNAS Surabaya menyalurkan Rp381,57 juta bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga yang membutuhkan. BAZNAS Kota Surabaya juga memiliki program CESAR (Cetak Sarjana) yang memberikan dukungan pendidikan tinggi bagi penerima manfaat. Hal ini menunjukkan bahwa rezeki yang disisihkan masyarakat dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik. Tidak Semua Kebutuhan Itu Sama Setiap penerima manfaat memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun bantuan ketika menghadapi kondisi darurat. Karena itu, penyaluran ZIS perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain membantu kebutuhan tertentu, program pemberdayaan juga diarahkan agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri. Amanah yang Perlu Dijaga Di balik setiap dana yang disalurkan, terdapat kepercayaan dari masyarakat. Karena itu, pengelolaan ZIS membutuhkan tata kelola yang amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. Pada September 2026, BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan Laporan Kinerja Semester I 2026 kepada BAZNAS Jawa Timur dan Bapemkesra Kota Surabaya sebagai bagian dari pelaporan pengelolaan ZIS. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan dana yang dititipkan dapat dikelola dan disalurkan dengan baik. Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Diteruskan Pada akhirnya, berbagi bukan hanya tentang berapa banyak yang diberikan. Sebagian rezeki yang kita sisihkan dapat membantu seseorang melanjutkan pendidikan, mendapatkan dukungan kesehatan, mengembangkan usaha, atau melewati masa sulit. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi penghubung antara kepedulian masyarakat dan kebutuhan mereka yang membutuhkan. Sebab, ketika rezeki disisihkan untuk sesama, yang diberikan bukan hanya harta, tetapi juga kesempatan untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.
ARTIKEL01/10/2026 | Cyntia
Dari Rumah hingga Ruang Belajar, BAZNAS Kota Surabaya Hadir Membawa Masyarakat
Dari Rumah hingga Ruang Belajar, BAZNAS Kota Surabaya Hadir Membawa Masyarakat
Kepedulian kepada masyarakat dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang hadir ketika sebuah keluarga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan anak, ada yang diwujudkan melalui dukungan pendidikan, dan ada pula yang hadir melalui pemberdayaan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang. Semangat tersebut menjadi bagian dari kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat melalui program yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan. Kepedulian yang Dimulai dari Rumah Rumah menjadi tempat pertama bagi keluarga dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua keluarga memiliki kondisi yang sama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui program kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung, BAZNAS Kota Surabaya memberikan perhatian kepada balita dan baduta yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan nutrisi. Pendampingan dilakukan dengan memberikan bantuan berupa susu dan vitamin, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi serta tumbuh kembang anak. Pendekatan tersebut membuat program tidak hanya berfokus pada bantuan yang diberikan, tetapi juga pada pemahaman keluarga. Mendekatkan Layanan kepada Masyarakat Kepedulian akan memiliki makna ketika dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, pendekatan yang menjangkau keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program kesehatan. Kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan perhatian kepada keluarga yang membutuhkan. Bagi masyarakat penerima manfaat, dukungan semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya untuk menghadapi kebutuhan sehari-hari. Bengkel Sehat Mandiri, Menghubungkan Kesehatan dan Pemberdayaan Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga hadir melalui Bengkel Sehat Mandiri, program yang menggabungkan layanan kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat. Kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesejahteraan. Namun, masyarakat juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian. Melalui pendekatan tersebut, Bengkel Sehat Mandiri menjadi salah satu bentuk program yang menghubungkan perhatian terhadap kesehatan dengan pemberdayaan. Masyarakat tidak hanya dipandang dari kebutuhan yang harus dibantu, tetapi juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Hal ini sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat, yaitu memberikan dukungan agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas kehidupannya. Dari Rumah Berlanjut ke Ruang Belajar Kepedulian kepada masyarakat juga menyentuh dunia pendidikan. Bagi sebagian keluarga, kebutuhan pendidikan anak dapat menjadi tantangan tersendiri ketika kondisi ekonomi terbatas. BAZNAS Kota Surabaya melalui dana ZIS turut memberikan dukungan terhadap kebutuhan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban keluarga. Pendidikan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi anak untuk berkembang. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan bagi anak untuk mempersiapkan masa depan. Ketika kebutuhan pendidikan dapat lebih terbantu, anak memiliki kesempatan untuk tetap belajar dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Setiap Program Membawa Cerita dan Manfaat Program kesehatan, pemberdayaan, dan pendidikan memiliki bentuk yang berbeda. Namun, semuanya memiliki satu semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Di balik setiap program terdapat kebutuhan masyarakat yang ingin dijawab. Ada keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, ada masyarakat yang membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan, dan ada anak yang membutuhkan dukungan agar dapat terus memperoleh pendidikan. Karena itu, penyaluran dana ZIS tidak hanya dapat dilihat dari bentuk bantuan yang diberikan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh penerima. Membangun Kepedulian Secara Bersama Upaya membantu masyarakat tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting agar semangat kepedulian dapat terus tumbuh. BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan kepedulian masyarakat dengan mereka yang membutuhkan melalui pengelolaan dan penyaluran dana ZIS. Dari rumah tempat keluarga menjaga tumbuh kembang anak hingga ruang belajar tempat generasi muda mengejar cita-cita, kepedulian dapat hadir dalam berbagai bentuk. Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena setiap kepedulian memiliki arti. Dan ketika kepedulian dilakukan bersama, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
ARTIKEL30/09/2026 | Nadya - Magang
Tak Hanya Memberi Bantuan, Begini Cara BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat
Tak Hanya Memberi Bantuan, Begini Cara BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat
Ketika masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, kepedulian dapat menjadi salah satu bentuk dukungan yang berarti. Namun, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan materi. Perhatian, pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan juga menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai program, BAZNAS Kota Surabaya berupaya memberikan dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Hadir dengan Program yang Dekat dengan Kebutuhan Masyarakat Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kepedulian kepada masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga memahami kebutuhan penerima manfaat. Melalui program-programnya, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dukungan diberikan melalui berbagai bidang yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan dan pendidikan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya agar penyaluran dana ZIS dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kepedulian Kesehatan yang Menjangkau Keluarga Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga. Karena itu, BAZNAS Kota Surabaya turut menghadirkan program yang memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan dukungan lebih. Salah satunya melalui pendampingan keluarga secara langsung. Dalam program tersebut, perhatian diberikan kepada balita dan baduta yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Bantuan berupa susu dan vitamin diberikan bersama edukasi kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi serta tumbuh kembang anak. Dengan demikian, kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan yang diterima, tetapi juga melalui pengetahuan yang dapat diterapkan keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Menghubungkan Layanan Kesehatan dengan Pemberdayaan Kepedulian terhadap masyarakat juga hadir melalui Bengkel Sehat Mandiri BAZNAS Kota Surabaya. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat. Konsep tersebut menunjukkan bahwa kesehatan dan kesejahteraan masyarakat memiliki keterkaitan yang erat. Ketika masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan sekaligus mendapatkan ruang untuk berkembang, dukungan yang diberikan dapat memiliki manfaat yang lebih luas. Melalui Bengkel Sehat Mandiri, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga pada penguatan masyarakat agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri. Pendidikan Tetap Menjadi Bagian dari Kepedulian Selain kesehatan, pendidikan juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Bagi sebagian keluarga, keterbatasan ekonomi dapat menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya memberikan dukungan pendidikan kepada penerima manfaat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus mendukung anak agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Dukungan terhadap pendidikan menjadi bagian penting dari kepedulian karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan hari ini, tetapi juga kesempatan anak untuk membangun masa depan. Dari Kepedulian Menjadi Manfaat Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian kepada masyarakat dapat hadir dalam banyak bentuk. Ada bantuan yang diberikan secara langsung, ada pendampingan keluarga, ada edukasi kesehatan, dan ada pula dukungan terhadap pendidikan. Setiap bentuk dukungan memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dan penyaluran dana ZIS, BAZNAS Kota Surabaya berupaya agar kepedulian yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Bersama Menguatkan Kepedulian Kepedulian terhadap masyarakat merupakan proses yang membutuhkan keterlibatan bersama. BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu bagian dalam upaya tersebut melalui berbagai program yang diarahkan untuk membantu masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan. Lebih dari sekadar bantuan, kepedulian dapat menjadi jalan untuk menghadirkan kesempatan, memberikan pendampingan, dan membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan. Melalui dukungan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, semangat berbagi dan kepedulian dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat bagi lebih banyak penerima manfaat. Karena kepedulian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang hadir, mendampingi, dan membantu masyarakat untuk terus melangkah.
ARTIKEL30/09/2026 | Nadya - Magang
Satu Bantuan, Banyak Kebutuhan: Mengapa Penyaluran ZIS Tidak Bisa Disamaratakan?
Satu Bantuan, Banyak Kebutuhan: Mengapa Penyaluran ZIS Tidak Bisa Disamaratakan?
Ketika berbicara tentang zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sebagian orang mungkin membayangkan bantuan dalam bentuk uang atau kebutuhan pokok. Padahal, kebutuhan setiap penerima manfaat tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan dukungan untuk pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hingga bantuan untuk menunjang pekerjaan atau usaha. Perbedaan kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penyaluran ZIS memiliki berbagai bentuk. Bantuan yang sesuai bagi satu penerima belum tentu menjadi kebutuhan utama bagi penerima lainnya. Karena itu, penyaluran tidak hanya berkaitan dengan memberikan bantuan, tetapi juga memperhatikan manfaat yang dapat diterima oleh masyarakat. Setiap Penerima Memiliki Kebutuhan yang Berbeda Kondisi setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan tentu berbeda. Seorang pelajar mungkin menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, sedangkan masyarakat lainnya membutuhkan bantuan karena kondisi kesehatan. Di sisi lain, ada pula masyarakat yang sudah memiliki keterampilan tetapi membutuhkan peralatan untuk menunjang pekerjaannya. Perbedaan tersebut membuat bentuk bantuan tidak dapat disamaratakan. Bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun kemanusiaan memiliki tujuan yang berbeda sesuai dengan kondisi penerimanya. BAZNAS Kota Surabaya menjalankan berbagai program yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah. Melalui berbagai bidang tersebut, penyaluran ZIS dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang beragam. Bantuan Tidak Selalu Berarti Uang Bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak selalu dalam bentuk uang tunai. Dalam kondisi tertentu, bantuan berupa barang atau sarana pendukung justru dapat lebih sesuai dengan kebutuhan penerima. Misalnya, BAZNAS Kota Surabaya pernah menyalurkan bantuan alat kerja kepada masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi. Pada Juni 2026, BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan enam paket peralatan cuci AC kepada enam penerima dan tiga paket peralatan cuci kendaraan kepada tiga penerima yang merupakan alumni pelatihan keterampilan Disperinaker Kota Surabaya. Bantuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap masyarakat dapat diberikan dalam bentuk yang disesuaikan dengan keterampilan dan kebutuhan mereka. Peralatan yang diterima dapat digunakan untuk menerapkan keterampilan yang sebelumnya telah diperoleh melalui pelatihan. Dengan demikian, bantuan bukan hanya dilihat dari bentuk barang atau nominalnya, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada penerima. Apa Arti Tepat Sasaran dalam Penyaluran ZIS? Istilah “tepat sasaran” sering digunakan ketika membicarakan penyaluran bantuan. Namun, tepat sasaran bukan berarti setiap orang harus mendapatkan jenis bantuan yang sama. Tepat sasaran juga dapat dipahami sebagai kesesuaian antara bantuan yang diberikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima. Seseorang yang membutuhkan dukungan pendidikan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan atau sarana usaha. Karena itu, memahami kebutuhan penerima menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dengan bentuk bantuan yang sesuai, dana ZIS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih relevan bagi masyarakat. Dari ZIS untuk Berbagai Kebutuhan Masyarakat Keberagaman bentuk bantuan menunjukkan bahwa manfaat ZIS dapat hadir dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat. Ada bantuan yang ditujukan untuk membantu kebutuhan yang bersifat mendesak, sementara bantuan lainnya dapat mendukung pendidikan, kesehatan, maupun aktivitas ekonomi. BAZNAS Kota Surabaya melalui program-programnya berupaya menyalurkan dana ZIS sesuai dengan bidang kebutuhan masyarakat. Setiap program memiliki tujuan dan bentuk bantuan yang berbeda, sehingga manfaat yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi penerima. Pada akhirnya, tidak ada satu bentuk bantuan yang dapat memenuhi semua kebutuhan. Justru, keberagaman bentuk penyaluran menjadi bagian dari upaya agar dana ZIS dapat memberikan manfaat sesuai kondisi masyarakat yang membutuhkan. Bagi muzaki, hal ini menjadi gambaran bahwa zakat yang ditunaikan tidak hanya berhenti pada proses pembayaran. Di dalamnya terdapat proses pengelolaan dan penyaluran agar dana ZIS dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Satu bantuan mungkin berbeda bentuknya, tetapi tujuannya tetap sama: memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL30/09/2026 | Putri - Magang
Peran Bantuan Alat Kerja BAZNAS Surabaya bagi Mustahik
Peran Bantuan Alat Kerja BAZNAS Surabaya bagi Mustahik
Memiliki keterampilan menjadi salah satu modal untuk bekerja atau menjalankan usaha. Namun, keterampilan saja terkadang belum cukup ketika seseorang belum memiliki peralatan yang dibutuhkan. Di sinilah bantuan alat kerja dapat menjadi dukungan agar keterampilan yang dimiliki dapat mulai digunakan untuk menghasilkan. Ketika Keterampilan Membutuhkan Alat Pelatihan keterampilan memberikan bekal bagi seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Setelah pelatihan selesai, tantangan berikutnya adalah bagaimana keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dalam penyaluran bantuan peralatan kerja oleh BAZNAS Kota Surabaya pada Juni 2026. BAZNAS Surabaya menyerahkan 6 paket peralatan cuci AC kepada 6 penerima dan 3 paket peralatan cuci kendaraan kepada 3 penerima yang merupakan alumni pelatihan keterampilan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penerima dalam menerapkan keterampilan yang telah diperoleh. Bantuan Alat Kerja Sesuai Kebutuhan Bantuan alat kerja tidak selalu berbentuk sama karena kebutuhan setiap penerima dapat berbeda. Selain peralatan untuk jasa, BAZNAS Surabaya juga pernah menyalurkan bantuan berupa rombong makanan kepada mustahik melalui UPZ Dinas Sosial pada Februari 2026 untuk mendukung usaha kuliner. Perbedaan bentuk bantuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan diberikan dengan mempertimbangkan aktivitas atau usaha yang akan dijalankan penerima. Dari Bantuan Menjadi Kesempatan Pemberian alat kerja bukan berarti usaha akan langsung berjalan tanpa tantangan. Peralatan tetap perlu dimanfaatkan, keterampilan perlu diterapkan, dan usaha perlu dikelola dengan baik. Namun, adanya alat kerja dapat membantu mengurangi salah satu hambatan awal bagi seseorang yang sudah memiliki keterampilan tetapi belum mempunyai perlengkapan untuk memulai. Dengan begitu, bantuan ZIS tidak hanya berhenti pada pemberian barang, tetapi dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas produktif mustahik. Pada akhirnya, keterampilan dan kesempatan perlu berjalan bersama. Keterampilan menjadi bekal, sedangkan alat kerja dapat menjadi sarana untuk menggunakannya.
ARTIKEL30/09/2026 | Putri - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →