WhatsApp Icon
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan serta menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah.

Banyak umat Muslim mencari informasi tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal pelaksanaan, hingga keutamaannya. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan ibadah Anda.

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Niat Puasa Tarwiyah

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah lengkap dengan artinya:

???????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

Berikut niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur:

???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Beberapa keutamaannya antara lain:

  • Menambah pahala amal ibadah di bulan Dzulhijjah

  • Melatih kesabaran dan keikhlasan

  • Menjadi persiapan spiritual menuju Hari Arafah

  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW

Melaksanakan puasa Tarwiyah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Iduladha.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)

Adapun keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu:

  • Menghapus dosa kecil selama dua tahun

  • Mendapat pahala besar di hari mulia

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT

  • Menjadi waktu mustajab untuk berdoa

Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:

  1. Membaca niat puasa

  2. Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga maghrib

  3. Memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an

  4. Menyegerakan berbuka puasa saat waktu maghrib tiba

Hikmah Puasa di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, takbir, dzikir, serta ibadah kurban.

Momentum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang penuh keutamaan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan memahami niat puasa Tarwiyah dan Arafah beserta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal dan penuh keikhlasan.

 

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.

25/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah yang agung ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan ritual yang memiliki aturan fikih yang ketat.

Salah satu aspek paling krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah ini adalah pemenuhan syarat hewan kurban itu sendiri. Memahami kriteria hewan yang layak menjadi tanggung jawab penting bagi setiap mudahi (pekurban) agar ibadahnya diterima Allah SWT.

Syarat pertama yang wajib dipenuhi adalah mengenai jenis hewannya. Islam menetapkan bahwa hewan kurban harus berasal dari jenis Bahimatul An'am atau hewan ternak berkaki empat. Hewan-hewan yang masuk dalam kategori ini meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Setiap jenis hewan tersebut memiliki ketentuan batas minimal usia yang berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau, minimal harus genap berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Sedangkan untuk kambing biasa, usia minimalnya adalah genap dua tahun. Bagi yang memilih domba, diperbolehkan jika sudah genap berusia satu tahun atau telah mengalami tanggal gigi.

Syarat mutlak berikutnya yang wajib diperhatikan dengan saksama adalah kondisi kesehatan fisik hewan. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacat fisik yang nyata. Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai kriteria cacat ini.

Hewan tidak boleh mengalami kebutaan yang jelas, tidak boleh sakit yang tampak melemahkan tubuhnya, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sangat kurus. Hewan yang sehat, gemuk, dan terawat dengan baik merupakan bentuk pengorbanan terbaik yang mencerminkan ketakwaan seorang hamba.

Faktor kepemilikan dan waktu penyembelihan juga menjadi syarat penentu yang tidak boleh diabaikan. Hewan yang dikurbankan harus diperoleh melalui cara yang sah dan halal secara hukum, bukan dari hasil mencuri atau milik orang lain tanpa izin akad yang jelas.

Dari sisi waktu, penyembelihan hanya sah jika dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu dimulai setelah selesainya pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik yang terakhir, yaitu tanggal 13 Zulhijah.

Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa berkomitmen untuk memastikan seluruh hewan kurban telah melalui seleksi ketat. Tim di lapangan memastikan pengecekan usia melalui pemeriksaan gigi, serta melibatkan tenaga medis veteriner untuk menjamin kesehatan hewan.

Dengan berkurban melalui lembaga resmi, para mudahi tidak hanya mendapatkan jaminan kepastian syarat hewan yang sah secara fikih. Anda juga ikut berkontribusi dalam pemerataan distribusi daging secara higienis kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Sumber Referensi:

  1. Kitab Fathul Qarib al-Mujib oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, bab Ahkam al-Udhhiyah (Hukum-Hukum Kurban).

  2. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban (acuan standar kesehatan hewan ternak).

  3. Hadis Riwayat Al-Khamsah dari Al-Bara' bin 'Azib mengenai kriteria cacat hewan yang tidak sah untuk kurban.
25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii
Kurban Dulu atau Aqiqah Dulu? Simak Penjelasan Hukum dan Prioritasnya

Menjelang Hari Raya Iduladha, sebagian umat muslim sering kali dihadapkan pada pilihan yang membingungkan antara menunaikan ibadah kurban atau akikah. Fenomena ini biasanya dialami oleh mereka yang memiliki keterbatasan anggaran, tetapi di saat yang sama ingin menjalankan kedua anjuran agama tersebut.

Untuk menentukan mana yang harus didahulukan, kita perlu memahami esensi dan waktu pelaksanaan dari kedua ibadah ini. Baik kurban maupun akikah sama-sama memiliki hukum sunah muakkad (sunah yang sangat ditekankan) dalam pandangan mayoritas ulama, khususnya mazhab Syafi'i.

Perbedaan mendasar yang paling mencolok terletak pada kelonggaran waktu pelaksanaannya. Ibadah kurban adalah ibadah yang sangat terikat oleh waktu yang sempit, yaitu hanya bisa dilakukan pada hari Nahar (10 Zulhijah) dan tiga hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).

Sementara itu, ibadah akikah memiliki waktu pelaksanaan yang jauh lebih longgar. Meskipun waktu paling afdal untuk akikah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, kewajiban atau anjuran ini sebenarnya tetap berlaku hingga anak tersebut mencapai usia balig.

Berdasarkan perbedaan batasan waktu tersebut, para ulama fikih merumuskan kaidah prioritas. Jika momentum Iduladha telah tiba dan dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli satu ekor hewan ternak, maka Anda sangat dianjurkan untuk mendahulukan kurban terlebih dahulu.

Alasannya adalah karena kesempatan untuk menunaikan ibadah kurban pada tahun tersebut akan segera hilang begitu hari Tasyrik berakhir. Jika melewatkannya, Anda harus menunggu hingga bulan Zulhijah di tahun berikutnya. Sementara untuk akikah, Anda masih bisa melaksanakannya di bulan-bulan lain setelah Iduladha berlalu.

Namun, ada pula pandangan dari sebagian ulama seperti Imam Al-Hasan Al-Bashri dan jalur mazhab Hanbali yang menyebutkan bahwa kurban bisa menghapus kewajiban akikah. Menurut pendapat ini, jika seorang anak dikurbankan pada hari Iduladha, maka hal itu sudah dianggap mencukupi dan mewakili akikahnya.

Meskipun demikian, pandangan yang paling aman dan kuat di Indonesia adalah tetap memisahkan keduanya karena tujuan dan sebab kedua ibadah ini berbeda. Kurban ditujukan sebagai syiar tahunan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan akikah adalah bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak.

Kesimpulannya, jika Anda memiliki kelapangan rezeki yang cukup untuk keduanya, tentu menyembelih kurban dan akikah sekaligus adalah hal yang utama. Namun jika dana terbatas, utamakanlah kurban di bulan Zulhijah ini, lalu agendakan kembali ibadah akikah anak Anda di waktu berikutnya.

Melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda dapat menyalurkan ibadah kurban dengan mudah, transparan, dan tepat sasaran. Kami memastikan setiap hewan kurban dikelola secara syar'i demi menghadirkan kebahagiaan yang merata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh penjuru kota.

Sumber Referensi:

  1. Kitab Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami, bab Al-Udhhiyah wa al-Aqiqa (penjelasan mengenai tidak saling mencukupinya kurban dan akikah karena perbedaan sebab).

  2. Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, terkait skala prioritas ibadah yang terikat waktu (muwaqqat) atas ibadah yang waktunya longgar (muthlaq).

  3. Fatwa seputar Kurban dan Akikah oleh Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama (LBM-NU) mengenai panduan fikih prioritas amal bagi keluarga muslim.
25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii
Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal: Sah atau Tidak?

Menjelang Hari Raya Iduladha, kerinduan terhadap anggota keluarga yang telah tiada sering kali semakin menguat. Banyak umat muslim di Kota Surabaya yang ingin memberikan hadiah terbaik bagi orang tua atau kerabat mereka yang sudah wafat, salah satunya dengan niat berkurban atas nama almarhum atau almarhumah.

Namun, bagaimana sebenarnya hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal dalam panduan fikih Islam? Apakah ibadah tersebut sah dan pahalanya bisa sampai kepada mereka yang berada di alam kubur? Pertanyaan ini penting diulas agar niat baik kita selaras dengan koridor syariat.

Dalam mazhab Syafi'i, yang menjadi pegangan mayoritas masyarakat Indonesia, hukum asal berkurban untuk orang yang sudah wafat adalah tidak diperbolehkan jika semasa hidupnya almarhum tidak meninggalkan wasiat atau nazar untuk berkurban.

Pandangan ini didasarkan pada prinsip bahwa ibadah memerlukan niat dan kesadaran dari pelakunya sendiri. Selain itu, Al-Qur'an surah An-Najm ayat 39 menegaskan bahwa seorang manusia tidak akan memperoleh pahala kecuali apa yang telah diusahakannya sendiri selama hidup.

Salah satu ulama besar mazhab Syafi'i, Imam An-Nawawi, dalam kitab Minhaj ut-Thalibin secara tegas menyatakan bahwa tidak sah berkurban untuk orang lain yang sudah meninggal dunia, kecuali jika almarhum memang pernah berwasiat sebelum wafatnya.

Jika almarhum meninggalkan wasiat sebelum meninggal, maka hukum berkurban atas namanya menjadi sah dan diperbolehkan. Dalam kondisi ini, seluruh daging kurban tersebut wajib disedekahkan kepada kaum fakir miskin, dan pihak yang berkurban (ahli waris) tidak boleh memakan dagingnya sedikit pun.

Meskipun demikian, terdapat pandangan lain dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali yang cenderung lebih longgar. Mereka berpendapat bahwa berkurban untuk orang yang sudah meninggal hukumnya boleh dan sah, mirip seperti bersedekah atas nama orang mati yang pahalanya diyakini akan sampai kepada almarhum.

Bagi Anda yang ingin tetap memberikan pahala kurban kepada keluarga yang sudah wafat tanpa terjebak dalam perbedaan khilafiyah yang ketat, ada solusi praktis dan aman yang dianjurkan para ulama. Caranya adalah dengan berkurban untuk diri sendiri atau keluarga yang masih hidup, lalu menyertakan niat pahalanya untuk seluruh anggota keluarga, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada.

Niat kolektif dalam satu keluarga ini didasarkan pada kebiasaan Rasulullah SAW yang pernah menyembelih kurban seraya berdoa agar pahalanya diperuntukkan bagi dirinya, keluarganya, dan seluruh umatnya. Cara ini dinilai lebih aman dan mencakup semua orang yang kita cintai.

Melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda dapat menunaikan ibadah kurban dengan mudah, amanah, dan tepat sasaran. Setiap hewan kurban dikelola secara profesional demi memastikan aspek syariatnya terpenuhi secara sempurna dan manfaatnya merata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sumber Referensi:

  1. Kitab Minhaj ut-Thalibin oleh Imam An-Nawawi, pada bab Al-Udhhiyah (Ketentuan Kurban atas Orang yang Meninggal).

  2. Kitab Mughni al-Muhtaj oleh Syaikh Khatib al-Syarbini, penjelasan mengenai syarat wasiat dalam kurban untuk almarhum.

  3. Fatwa Tarjih dan Bahtsul Masa'il mengenai perluasan niat kurban (tasyrîk al-thawâb) untuk anggota keluarga yang telah wafat.
25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii
Hukum Kurban Online Menurut Syariat Islam: Sah atau Tidak

Di era digital seperti sekarang, hampir semua kemudahan berada di dalam genggaman, termasuk dalam menunaikan ibadah. Salah satu tren yang terus meningkat setiap menjelang Hari Raya Iduladha adalah layanan kurban online. Hanya dengan beberapa klik melalui ponsel, seseorang sudah bisa membeli, menyembelih, hingga menyalurkan hewan kurbannya. Namun, muncul pertanyaan mendasar di benak sebagian kaum muslimin mengenai bagaimana hukum kurban online dalam Islam dan apakah ibadahnya tetap sah meskipun mudahi (orang yang berkurban) tidak melihat langsung penyembelihan hewannya.

Pada dasarnya, sistem kurban online menggunakan akad Wakalah atau pendelegasian wewenang. Dalam konsep ini, Anda sebagai mudahi memberikan kuasa kepada pihak lembaga zakat atau kepanitiaan, seperti BAZNAS, untuk membelikan hewan kurban, menyembelihnya, dan membagikan dagingnya kepada yang berhak. Secara fikih Islam, mewakilkan ibadah yang bersifat maliyah (harta) atau gabungan fisik dan harta seperti penyembelihan kurban adalah hal yang diperbolehkan. Ulama terkemuka, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa diperbolehkan mewakilkan penyembelihan kurban kepada orang lain karena penyembelihan adalah perkara yang bisa diwakilkan. Oleh karena itu, dari sisi proses transaksinya, hukum kurban online adalah sah dan diperbolehkan, asalkan lembaga yang diamanahi menjaga transparansi dan amanah dengan baik.

Meskipun sah, ada beberapa catatan penting dari para ulama agar ibadah kurban online Anda mencapai keutamaan yang sempurna. Pertama adalah kepastian waktu penyembelihan, di mana hewan kurban harus disembelih setelah pelaksanaan salat Iduladha hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik terakhir. Lembaga pengelola wajib menjamin ketepatan waktu ini. Kedua, niat yang jelas saat transaksi harus mantap di dalam hati ketika Anda melakukan pembayaran atau konfirmasi akad secara online. Ketiga, distribusi harus tepat sasaran. Salah satu keunggulan kurban online melalui lembaga resmi seperti BAZNAS adalah pemerataan distribusi ke daerah-daerah yang mengalami rawan pangan atau kemiskinan ekstrem, sehingga asas manfaatnya jauh lebih besar.

Untuk memperkuat keyakinan umat, lembaga-lembaga fatwa otoritatif di Indonesia telah mengeluarkan keputusan resmi terkait hal ini. Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban menyatakan bahwa ibadah kurban dengan memanfaatkan teknologi informasi atau secara online hukumnya adalah sah, selama prinsip-prinsip syariah dalam pemilihan hewan, waktu penyembelihan, dan distribusinya terpenuhi. Senada dengan hal tersebut, keputusan Bahtsul Masa'il Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menilai pembelian hewan kurban secara online sebagai hal yang sah dengan status taukil (mewakilkan). Kehadiran fisik mudahi di lokasi penyembelihan sendiri hukumnya sunah, bukan syarat sah kurban.

Kurban online bukan sekadar alternatif yang memudahkan, melainkan solusi strategis untuk menyebarkan kebahagiaan Iduladha ke wilayah yang benar-benar membutuhkan. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap proses mulai dari pemilihan hewan yang syar'i, penyembelihan yang higienis, hingga pelaporan dokumen dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jadi, tidak perlu ragu lagi untuk menyempurnakan ketakwaan dan tebar manfaat lebih luas dengan berkurban secara aman dan syar'i melalui platform resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Sumber Referensi:

 

  1. Fatwa MUI No. 37 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban.

  2. Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, terkait Bab Al-Wakalah dan Al-Udhhiyah.

  3. Keputusan Komisi Fatwa PBNU terkait Hukum Transaksi Digital dan Wakalah dalam Penyembelihan Kurban.

25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii

Artikel Terbaru

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya
Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan serta menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah. Banyak umat Muslim mencari informasi tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal pelaksanaan, hingga keutamaannya. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan ibadah Anda. Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah? Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Niat Puasa Tarwiyah Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah lengkap dengan artinya: ???????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ???????? Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.” Niat Puasa Arafah Berikut niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur: ???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ???????? Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.” Keutamaan Puasa Tarwiyah Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Beberapa keutamaannya antara lain: Menambah pahala amal ibadah di bulan Dzulhijjah Melatih kesabaran dan keikhlasan Menjadi persiapan spiritual menuju Hari Arafah Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW Melaksanakan puasa Tarwiyah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Iduladha. Keutamaan Puasa Arafah Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim) Adapun keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu: Menghapus dosa kecil selama dua tahun Mendapat pahala besar di hari mulia Mendekatkan diri kepada Allah SWT Menjadi waktu mustajab untuk berdoa Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu: Membaca niat puasa Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga maghrib Memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an Menyegerakan berbuka puasa saat waktu maghrib tiba Hikmah Puasa di Bulan Dzulhijjah Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, takbir, dzikir, serta ibadah kurban. Momentum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Penutup Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang penuh keutamaan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan memahami niat puasa Tarwiyah dan Arafah beserta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal dan penuh keikhlasan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.
ARTIKEL25/05/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya
Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah yang agung ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan ritual yang memiliki aturan fikih yang ketat. Salah satu aspek paling krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah ini adalah pemenuhan syarat hewan kurban itu sendiri. Memahami kriteria hewan yang layak menjadi tanggung jawab penting bagi setiap mudahi (pekurban) agar ibadahnya diterima Allah SWT. Syarat pertama yang wajib dipenuhi adalah mengenai jenis hewannya. Islam menetapkan bahwa hewan kurban harus berasal dari jenis Bahimatul An'am atau hewan ternak berkaki empat. Hewan-hewan yang masuk dalam kategori ini meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Setiap jenis hewan tersebut memiliki ketentuan batas minimal usia yang berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau, minimal harus genap berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Sedangkan untuk kambing biasa, usia minimalnya adalah genap dua tahun. Bagi yang memilih domba, diperbolehkan jika sudah genap berusia satu tahun atau telah mengalami tanggal gigi. Syarat mutlak berikutnya yang wajib diperhatikan dengan saksama adalah kondisi kesehatan fisik hewan. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacat fisik yang nyata. Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai kriteria cacat ini. Hewan tidak boleh mengalami kebutaan yang jelas, tidak boleh sakit yang tampak melemahkan tubuhnya, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sangat kurus. Hewan yang sehat, gemuk, dan terawat dengan baik merupakan bentuk pengorbanan terbaik yang mencerminkan ketakwaan seorang hamba. Faktor kepemilikan dan waktu penyembelihan juga menjadi syarat penentu yang tidak boleh diabaikan. Hewan yang dikurbankan harus diperoleh melalui cara yang sah dan halal secara hukum, bukan dari hasil mencuri atau milik orang lain tanpa izin akad yang jelas. Dari sisi waktu, penyembelihan hanya sah jika dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu dimulai setelah selesainya pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik yang terakhir, yaitu tanggal 13 Zulhijah. Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa berkomitmen untuk memastikan seluruh hewan kurban telah melalui seleksi ketat. Tim di lapangan memastikan pengecekan usia melalui pemeriksaan gigi, serta melibatkan tenaga medis veteriner untuk menjamin kesehatan hewan. Dengan berkurban melalui lembaga resmi, para mudahi tidak hanya mendapatkan jaminan kepastian syarat hewan yang sah secara fikih. Anda juga ikut berkontribusi dalam pemerataan distribusi daging secara higienis kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Kota Surabaya. Sumber Referensi: Kitab Fathul Qarib al-Mujib oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, bab Ahkam al-Udhhiyah (Hukum-Hukum Kurban). Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban (acuan standar kesehatan hewan ternak). Hadis Riwayat Al-Khamsah dari Al-Bara' bin 'Azib mengenai kriteria cacat hewan yang tidak sah untuk kurban.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Kurban Dulu atau Aqiqah Dulu? Simak Penjelasan Hukum dan Prioritasnya
Kurban Dulu atau Aqiqah Dulu? Simak Penjelasan Hukum dan Prioritasnya
Menjelang Hari Raya Iduladha, sebagian umat muslim sering kali dihadapkan pada pilihan yang membingungkan antara menunaikan ibadah kurban atau akikah. Fenomena ini biasanya dialami oleh mereka yang memiliki keterbatasan anggaran, tetapi di saat yang sama ingin menjalankan kedua anjuran agama tersebut. Untuk menentukan mana yang harus didahulukan, kita perlu memahami esensi dan waktu pelaksanaan dari kedua ibadah ini. Baik kurban maupun akikah sama-sama memiliki hukum sunah muakkad (sunah yang sangat ditekankan) dalam pandangan mayoritas ulama, khususnya mazhab Syafi'i. Perbedaan mendasar yang paling mencolok terletak pada kelonggaran waktu pelaksanaannya. Ibadah kurban adalah ibadah yang sangat terikat oleh waktu yang sempit, yaitu hanya bisa dilakukan pada hari Nahar (10 Zulhijah) dan tiga hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah). Sementara itu, ibadah akikah memiliki waktu pelaksanaan yang jauh lebih longgar. Meskipun waktu paling afdal untuk akikah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, kewajiban atau anjuran ini sebenarnya tetap berlaku hingga anak tersebut mencapai usia balig. Berdasarkan perbedaan batasan waktu tersebut, para ulama fikih merumuskan kaidah prioritas. Jika momentum Iduladha telah tiba dan dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli satu ekor hewan ternak, maka Anda sangat dianjurkan untuk mendahulukan kurban terlebih dahulu. Alasannya adalah karena kesempatan untuk menunaikan ibadah kurban pada tahun tersebut akan segera hilang begitu hari Tasyrik berakhir. Jika melewatkannya, Anda harus menunggu hingga bulan Zulhijah di tahun berikutnya. Sementara untuk akikah, Anda masih bisa melaksanakannya di bulan-bulan lain setelah Iduladha berlalu. Namun, ada pula pandangan dari sebagian ulama seperti Imam Al-Hasan Al-Bashri dan jalur mazhab Hanbali yang menyebutkan bahwa kurban bisa menghapus kewajiban akikah. Menurut pendapat ini, jika seorang anak dikurbankan pada hari Iduladha, maka hal itu sudah dianggap mencukupi dan mewakili akikahnya. Meskipun demikian, pandangan yang paling aman dan kuat di Indonesia adalah tetap memisahkan keduanya karena tujuan dan sebab kedua ibadah ini berbeda. Kurban ditujukan sebagai syiar tahunan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan akikah adalah bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Kesimpulannya, jika Anda memiliki kelapangan rezeki yang cukup untuk keduanya, tentu menyembelih kurban dan akikah sekaligus adalah hal yang utama. Namun jika dana terbatas, utamakanlah kurban di bulan Zulhijah ini, lalu agendakan kembali ibadah akikah anak Anda di waktu berikutnya. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda dapat menyalurkan ibadah kurban dengan mudah, transparan, dan tepat sasaran. Kami memastikan setiap hewan kurban dikelola secara syar'i demi menghadirkan kebahagiaan yang merata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh penjuru kota. Sumber Referensi: Kitab Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami, bab Al-Udhhiyah wa al-Aqiqa (penjelasan mengenai tidak saling mencukupinya kurban dan akikah karena perbedaan sebab). Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, terkait skala prioritas ibadah yang terikat waktu (muwaqqat) atas ibadah yang waktunya longgar (muthlaq). Fatwa seputar Kurban dan Akikah oleh Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama (LBM-NU) mengenai panduan fikih prioritas amal bagi keluarga muslim.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal: Sah atau Tidak?
Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal: Sah atau Tidak?
Menjelang Hari Raya Iduladha, kerinduan terhadap anggota keluarga yang telah tiada sering kali semakin menguat. Banyak umat muslim di Kota Surabaya yang ingin memberikan hadiah terbaik bagi orang tua atau kerabat mereka yang sudah wafat, salah satunya dengan niat berkurban atas nama almarhum atau almarhumah. Namun, bagaimana sebenarnya hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal dalam panduan fikih Islam? Apakah ibadah tersebut sah dan pahalanya bisa sampai kepada mereka yang berada di alam kubur? Pertanyaan ini penting diulas agar niat baik kita selaras dengan koridor syariat. Dalam mazhab Syafi'i, yang menjadi pegangan mayoritas masyarakat Indonesia, hukum asal berkurban untuk orang yang sudah wafat adalah tidak diperbolehkan jika semasa hidupnya almarhum tidak meninggalkan wasiat atau nazar untuk berkurban. Pandangan ini didasarkan pada prinsip bahwa ibadah memerlukan niat dan kesadaran dari pelakunya sendiri. Selain itu, Al-Qur'an surah An-Najm ayat 39 menegaskan bahwa seorang manusia tidak akan memperoleh pahala kecuali apa yang telah diusahakannya sendiri selama hidup. Salah satu ulama besar mazhab Syafi'i, Imam An-Nawawi, dalam kitab Minhaj ut-Thalibin secara tegas menyatakan bahwa tidak sah berkurban untuk orang lain yang sudah meninggal dunia, kecuali jika almarhum memang pernah berwasiat sebelum wafatnya. Jika almarhum meninggalkan wasiat sebelum meninggal, maka hukum berkurban atas namanya menjadi sah dan diperbolehkan. Dalam kondisi ini, seluruh daging kurban tersebut wajib disedekahkan kepada kaum fakir miskin, dan pihak yang berkurban (ahli waris) tidak boleh memakan dagingnya sedikit pun. Meskipun demikian, terdapat pandangan lain dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali yang cenderung lebih longgar. Mereka berpendapat bahwa berkurban untuk orang yang sudah meninggal hukumnya boleh dan sah, mirip seperti bersedekah atas nama orang mati yang pahalanya diyakini akan sampai kepada almarhum. Bagi Anda yang ingin tetap memberikan pahala kurban kepada keluarga yang sudah wafat tanpa terjebak dalam perbedaan khilafiyah yang ketat, ada solusi praktis dan aman yang dianjurkan para ulama. Caranya adalah dengan berkurban untuk diri sendiri atau keluarga yang masih hidup, lalu menyertakan niat pahalanya untuk seluruh anggota keluarga, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Niat kolektif dalam satu keluarga ini didasarkan pada kebiasaan Rasulullah SAW yang pernah menyembelih kurban seraya berdoa agar pahalanya diperuntukkan bagi dirinya, keluarganya, dan seluruh umatnya. Cara ini dinilai lebih aman dan mencakup semua orang yang kita cintai. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda dapat menunaikan ibadah kurban dengan mudah, amanah, dan tepat sasaran. Setiap hewan kurban dikelola secara profesional demi memastikan aspek syariatnya terpenuhi secara sempurna dan manfaatnya merata bagi masyarakat yang membutuhkan. Sumber Referensi: Kitab Minhaj ut-Thalibin oleh Imam An-Nawawi, pada bab Al-Udhhiyah (Ketentuan Kurban atas Orang yang Meninggal). Kitab Mughni al-Muhtaj oleh Syaikh Khatib al-Syarbini, penjelasan mengenai syarat wasiat dalam kurban untuk almarhum. Fatwa Tarjih dan Bahtsul Masa'il mengenai perluasan niat kurban (tasyrîk al-thawâb) untuk anggota keluarga yang telah wafat.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Hukum Kurban Online Menurut Syariat Islam: Sah atau Tidak
Hukum Kurban Online Menurut Syariat Islam: Sah atau Tidak
Di era digital seperti sekarang, hampir semua kemudahan berada di dalam genggaman, termasuk dalam menunaikan ibadah. Salah satu tren yang terus meningkat setiap menjelang Hari Raya Iduladha adalah layanan kurban online. Hanya dengan beberapa klik melalui ponsel, seseorang sudah bisa membeli, menyembelih, hingga menyalurkan hewan kurbannya. Namun, muncul pertanyaan mendasar di benak sebagian kaum muslimin mengenai bagaimana hukum kurban online dalam Islam dan apakah ibadahnya tetap sah meskipun mudahi (orang yang berkurban) tidak melihat langsung penyembelihan hewannya. Pada dasarnya, sistem kurban online menggunakan akad Wakalah atau pendelegasian wewenang. Dalam konsep ini, Anda sebagai mudahi memberikan kuasa kepada pihak lembaga zakat atau kepanitiaan, seperti BAZNAS, untuk membelikan hewan kurban, menyembelihnya, dan membagikan dagingnya kepada yang berhak. Secara fikih Islam, mewakilkan ibadah yang bersifat maliyah (harta) atau gabungan fisik dan harta seperti penyembelihan kurban adalah hal yang diperbolehkan. Ulama terkemuka, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa diperbolehkan mewakilkan penyembelihan kurban kepada orang lain karena penyembelihan adalah perkara yang bisa diwakilkan. Oleh karena itu, dari sisi proses transaksinya, hukum kurban online adalah sah dan diperbolehkan, asalkan lembaga yang diamanahi menjaga transparansi dan amanah dengan baik. Meskipun sah, ada beberapa catatan penting dari para ulama agar ibadah kurban online Anda mencapai keutamaan yang sempurna. Pertama adalah kepastian waktu penyembelihan, di mana hewan kurban harus disembelih setelah pelaksanaan salat Iduladha hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik terakhir. Lembaga pengelola wajib menjamin ketepatan waktu ini. Kedua, niat yang jelas saat transaksi harus mantap di dalam hati ketika Anda melakukan pembayaran atau konfirmasi akad secara online. Ketiga, distribusi harus tepat sasaran. Salah satu keunggulan kurban online melalui lembaga resmi seperti BAZNAS adalah pemerataan distribusi ke daerah-daerah yang mengalami rawan pangan atau kemiskinan ekstrem, sehingga asas manfaatnya jauh lebih besar. Untuk memperkuat keyakinan umat, lembaga-lembaga fatwa otoritatif di Indonesia telah mengeluarkan keputusan resmi terkait hal ini. Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban menyatakan bahwa ibadah kurban dengan memanfaatkan teknologi informasi atau secara online hukumnya adalah sah, selama prinsip-prinsip syariah dalam pemilihan hewan, waktu penyembelihan, dan distribusinya terpenuhi. Senada dengan hal tersebut, keputusan Bahtsul Masa'il Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menilai pembelian hewan kurban secara online sebagai hal yang sah dengan status taukil (mewakilkan). Kehadiran fisik mudahi di lokasi penyembelihan sendiri hukumnya sunah, bukan syarat sah kurban. Kurban online bukan sekadar alternatif yang memudahkan, melainkan solusi strategis untuk menyebarkan kebahagiaan Iduladha ke wilayah yang benar-benar membutuhkan. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap proses mulai dari pemilihan hewan yang syar'i, penyembelihan yang higienis, hingga pelaporan dokumen dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jadi, tidak perlu ragu lagi untuk menyempurnakan ketakwaan dan tebar manfaat lebih luas dengan berkurban secara aman dan syar'i melalui platform resmi BAZNAS Kota Surabaya. Sumber Referensi: Fatwa MUI No. 37 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban. Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, terkait Bab Al-Wakalah dan Al-Udhhiyah. Keputusan Komisi Fatwa PBNU terkait Hukum Transaksi Digital dan Wakalah dalam Penyembelihan Kurban.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Doa Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Sunnah Rasulullah
Doa Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Sunnah Rasulullah
Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya bersiap menyambut ibadah kurban. Selain memastikan kesehatan hewan, salah satu hal krusial yang menentukan keabsahan dan kesempurnaan ibadah ini adalah proses penyembelihannya. Menyembelih hewan kurban bukan sekadar memotong leher hewan ternak, melainkan sebuah ritual ibadah yang sarat akan makna kedekatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, melafalkan doa dan menyebut nama Allah saat menyembelih menjadi syarat yang sangat penting. Rasulullah SAW telah mengajarkan tata cara dan bacaan khusus saat hendak menyembelih hewan kurban. Doa ini dibaca agar ibadah yang kita tunaikan diterima di sisi-Nya dan membawa berkah bagi mudahi (orang yang berkurban) maupun penerima manfaat. Sebelum membaca doa khusus, penyembelih wajib mengucapkan basmalah dan takbir terlebih dahulu. Bacaan ini menjadi dasar utama yang menegaskan bahwa hewan tersebut disembelih hanya demi mengagungkan nama Allah SWT. Berikut adalah lafal doa menyembelih hewan kurban yang diajarkan dalam sunah, lengkap dengan teks Arab, rumi, dan artinya: Bismillahi wallahu akbar, allahumma hadza minka wa ilaika, allahumma taqabbal min... "Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, kurban ini adalah nikmat yang berasal dari-Mu dan dipersembahkan kembali kepada-Mu. Ya Allah, terimalah kurban ini dari..." (Sebutkan nama pekurban). Membaca doa tersebut hukumnya adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan). Jika penyembelih lupa atau tidak sempat membaca doa panjangnya, maka mengucapkan Bismillah saja sudah cukup untuk membuat sembelihan tersebut sah secara syariat. Selain membaca doa, ada beberapa adab penyembelihan yang harus diperhatikan demi menjaga ihsan (kebaikan) kepada hewan. Penyembelih harus menggunakan pisau yang sangat tajam agar hewan tidak tersiksa dan proses kematian terjadi dengan cepat. Hewan kurban juga dianjurkan untuk dihadapkan ke arah kiblat pada posisi lambung kirinya berada di bawah. Seluruh proses ini harus dilakukan dengan tenang dan penuh rasa hormat terhadap makhluk ciptaan Allah SWT. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, seluruh proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan oleh juru sembelih halal (Juleha) yang tersertifikasi. Kami memastikan setiap syarat, rukun, adab, hingga doa yang dilafalkan sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang murni. Dengan pengelolaan yang amanah dan transparan, BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani kebaikan Anda untuk mendistribusikan daging kurban secara tepat sasaran kepada para mustahik yang membutuhkan di seluruh penjuru kota. Sumber Referensi: Hadis Riwayat Muslim (No. 1967) mengenai tata cara Rasulullah SAW menyembelih dua ekor domba amlahain dan membaca basmalah serta takbir. Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, pada bab Adab dan Doa Penyembelihan Kurban. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal dan Manajemen Kurban yang Syar'i.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Dzulhijjah sebagai Bulan Pengorbanan dan Keikhlasan
Dzulhijjah sebagai Bulan Pengorbanan dan Keikhlasan
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, memperkuat ketakwaan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat berbagai ibadah mulia seperti puasa sunnah, pelaksanaan ibadah haji, serta ibadah qurban yang memiliki nilai spiritual sangat besar. Oleh karena itu, Dzulhijjah sering disebut sebagai bulan pengorbanan dan keikhlasan karena mengajarkan umat Islam untuk rela berkorban demi menjalankan perintah Allah SWT. Makna pengorbanan dalam bulan Dzulhijjah tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi teladan besar tentang ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ujian keimanan. Meskipun perintah tersebut sangat berat, Nabi Ibrahim tetap melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah. Begitu pula Nabi Ismail AS yang menerima perintah tersebut dengan hati yang sabar dan ikhlas. Karena keimanan dan ketulusan mereka, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan. Peristiwa tersebut mengandung pelajaran penting bahwa pengorbanan dalam Islam bukan hanya tentang kehilangan sesuatu yang dicintai, tetapi juga tentang ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan oleh umat Islam setiap datangnya Hari Raya Idul Adha melalui pelaksanaan ibadah qurban. Ibadah qurban menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, semangat pengorbanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Pengorbanan tidak selalu berupa materi atau harta benda, tetapi juga dapat berupa waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian terhadap sesama. Seorang pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu demi masa depan yang baik juga termasuk bentuk pengorbanan. Begitu pula seseorang yang membantu orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan balasan telah menunjukkan sikap keikhlasan yang diajarkan dalam bulan Dzulhijjah. Selain mengajarkan pengorbanan, bulan Dzulhijjah juga menjadi momentum untuk melatih keikhlasan hati. Keikhlasan merupakan sikap melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT tanpa mengharapkan pujian manusia. Dalam Islam, keikhlasan menjadi kunci diterimanya amal ibadah seseorang. Amal yang besar sekalipun tidak akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan niat riya atau ingin dipuji oleh orang lain. Oleh karena itu, Dzulhijjah mengajarkan umat Islam agar senantiasa memperbaiki niat dalam setiap perbuatan. Keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah juga menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan membantu sesama. Semangat ibadah ini menjadi bentuk latihan spiritual agar manusia semakin dekat kepada Allah SWT. Ibadah qurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat berbagi dalam bulan Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa rezeki yang dimiliki tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Di Indonesia, pelaksanaan qurban sering dilakukan melalui lembaga sosial dan keagamaan, salah satunya BAZNAS. Melalui program qurban, penyaluran hewan qurban dapat dilakukan secara lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk daerah-daerah terpencil. Kehadiran lembaga seperti BAZNAS Kota Surabaya membantu masyarakat untuk menyalurkan ibadah qurban dengan lebih mudah, aman, dan tepat sasaran. Program tersebut juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat. Bulan Dzulhijjah juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri. Pengorbanan dan keikhlasan bukan hanya dilakukan dalam ibadah tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari karakter seorang Muslim. Dalam kehidupan modern yang penuh persaingan, manusia sering kali lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, semangat Dzulhijjah menjadi pengingat agar umat Islam tetap memiliki rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Selain itu, bulan Dzulhijjah dapat menjadi momentum mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan qurban dan perayaan Idul Adha biasanya dilakukan secara bersama-sama sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Masyarakat saling membantu dalam proses penyembelihan, pembagian daging, hingga kegiatan sosial lainnya. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai persaudaraan dan gotong royong yang sangat penting dalam kehidupan sosial. Pada akhirnya, Dzulhijjah bukan hanya sekadar bulan dalam kalender Islam, tetapi juga bulan penuh pelajaran tentang makna kehidupan. Melalui pengorbanan dan keikhlasan, umat Islam diajak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, peduli, dan taat kepada Allah SWT. Semangat yang diajarkan dalam bulan ini seharusnya tidak hanya dirasakan saat Idul Adha saja, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna Dzulhijjah secara mendalam, diharapkan umat Islam mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh kepedulian, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
ARTIKEL13/05/2026 | Fia
Peran Program BAZNAS Kota Surabaya bagi Masyarakat Surabaya
Peran Program BAZNAS Kota Surabaya bagi Masyarakat Surabaya
BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sebagai lembaga pengelola zakat resmi, BAZNAS hadir untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat Kota Surabaya, khususnya bagi kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu. Dalam bidang sosial, BAZNAS Kota Surabaya aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, kesulitan ekonomi, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Bantuan sembako, santunan yatim, bantuan biaya hidup, hingga program bedah rumah menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Program ini sangat membantu warga yang mengalami keterbatasan ekonomi agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan perhatian besar kepada para pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, banyak anak di Surabaya yang terbantu dalam melanjutkan sekolah tanpa harus terkendala biaya. Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Selain itu, dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya program kesehatan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam sektor ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha dan zakat produktif. Program ini bertujuan membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Selain program-program utama tersebut, BAZNAS Kota Surabaya juga sering mengadakan kegiatan kemanusiaan pada momen tertentu, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, maupun ketika terjadi bencana alam. Pada bulan Ramadhan misalnya, BAZNAS melaksanakan program pembagian paket buka puasa, santunan anak yatim, penyaluran zakat fitrah, serta bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Surabaya juga memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan dakwah, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk membantu sesama dan mengurangi kesenjangan sosial. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, maka semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program yang dijalankan. Keberadaan BAZNAS Kota Surabaya juga membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial dan kemiskinan di Kota Surabaya. Program-program yang dijalankan mampu menjadi pendukung bagi upaya pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan sejahtera. Selain memberikan bantuan material, program-program BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan dampak moral dan psikologis bagi penerima manfaat. Banyak masyarakat yang merasa terbantu, diperhatikan, dan termotivasi untuk bangkit dari kesulitan hidup yang mereka alami. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan harapan dan semangat baru bagi masyarakat. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kota Surabaya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Surabaya. Program-program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan semangat saling membantu di tengah kehidupan sosial. Oleh karena itu, keberadaan BAZNAS menjadi salah satu bentuk nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, serta memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.
ARTIKEL13/05/2026 | Fia
Mengenal Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam Pelayanan Umat
Mengenal Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam Pelayanan Umat
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, zakat juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang bertugas mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara profesional dan tepat sasaran. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menghadirkan pelayanan umat yang berkelanjutan. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki tugas utama menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan dilakukan secara transparan, amanah, dan sesuai syariat Islam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga fokus pada program pemberdayaan yang bertujuan membantu masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi maupun sosial. Berbagai Program Pelayanan Umat Dalam menjalankan misinya, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya: 1. Bidang Pendidikan BAZNAS Kota Surabaya memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu melalui beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dan dukungan biaya pendidikan. Program ini bertujuan membantu generasi muda memperoleh pendidikan yang layak dan mengurangi angka putus sekolah. 2. Bidang Sosial dan Kemanusiaan Melalui program sosial, BAZNAS membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, korban bencana, hingga masyarakat rentan lainnya. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, santunan, bantuan darurat, dan kebutuhan pokok lainnya. 3. Bidang Kesehatan Dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya turut membantu masyarakat melalui layanan bantuan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, serta dukungan biaya medis bagi masyarakat kurang mampu. 4. Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha kecil. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan. Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan para muzaki menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dan tepat sasaran. Selain itu, BAZNAS juga aktif mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial demi terciptanya kesejahteraan bersama. Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam pelayanan umat menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan BAZNAS Kota Surabaya dapat terus menjadi jembatan kebaikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan.
ARTIKEL13/05/2026 | Ana
Surabaya Cerdas: Investasi Pendidikan untuk Generasi Masa Depan
Surabaya Cerdas: Investasi Pendidikan untuk Generasi Masa Depan
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui Program Surabaya Cerdas. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan, Program Surabaya Cerdas hadir sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan yang berprestasi dan berakhlak mulia. Program Surabaya Cerdas tidak hanya memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan potensi diri para penerima manfaat. Pendidikan yang layak diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-cita dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka di masa mendatang. Selain membantu meringankan beban biaya pendidikan, program ini juga menjadi motivasi bagi para pelajar agar terus semangat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan diri. BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik apabila mendapatkan dukungan dan akses pendidikan yang memadai. Dalam pelaksanaannya, Program Surabaya Cerdas menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, biaya penunjang belajar, maupun kebutuhan akademik lainnya. Tidak hanya berorientasi pada bantuan materi, Program Surabaya Cerdas juga menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, dan semangat kemandirian kepada para penerima manfaat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Program Surabaya Cerdas menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program pendidikan ini. Karena setiap kontribusi yang diberikan hari ini akan menjadi harapan dan masa depan bagi generasi penerus bangsa.
ARTIKEL12/05/2026 | Sahroh
Menyambut Kemuliaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Ibadah dan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Menyambut Kemuliaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Ibadah dan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kehadirannya membawa banyak keberkahan dan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Di bulan inilah terdapat rangkaian ibadah istimewa seperti haji, puasa sunnah Arafah, hingga ibadah kurban yang penuh nilai pengorbanan dan keikhlasan. Allah SWT memberikan keutamaan besar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari tersebut. Kesempatan ini menjadi ladang pahala bagi setiap Muslim untuk memperbanyak dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, berpuasa sunnah, dan membantu sesama yang membutuhkan. Selain menjadi bulan penuh ibadah, Dzulhijjah juga mengajarkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Hewan kurban yang disalurkan bukan hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang terus dihidupkan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program kemanusiaan dan penyaluran kurban kepada para mustahik di berbagai wilayah. Melalui semangat Dzulhijjah, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan mulia ini sebagai momentum memperbanyak kebaikan. Tidak hanya melalui ibadah pribadi, tetapi juga dengan berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Setiap sedekah, zakat, dan kurban yang ditunaikan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Mari sambut bulan Dzulhijjah dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan semangat berbagi yang lebih besar. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, hadirkan manfaat dan kebahagiaan untuk sesama, karena kebaikan yang ditanam hari ini akan menjadi pahala yang terus mengalir di sisi Allah SWT.
ARTIKEL12/05/2026 | Sahroh
Program BAZNAS Kota Surabaya Cerdas: Membangun Generasi Berprestasi dan Mandiri
Program BAZNAS Kota Surabaya Cerdas: Membangun Generasi Berprestasi dan Mandiri
Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, masih banyak masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga sulit memperoleh akses pendidikan yang layak. Melalui program Surabaya Cerdas, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga yang berkomitmen membantu pelajar dan mahasiswa kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Program ini menjadi bentuk nyata pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Surabaya Cerdas diharapkan mampu menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mandiri. Program Surabaya Cerdas memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: Membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan. Mengurangi angka putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Mendorong peningkatan prestasi akademik dan nonakademik. Menumbuhkan semangat belajar serta motivasi meraih masa depan yang lebih baik. Menciptakan generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia. Program Surabaya Cerdas memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Banyak penerima manfaat yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani masalah biaya. Selain itu, program ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar para pelajar. Tidak hanya membantu secara finansial, program ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Dengan adanya dukungan dari masyarakat melalui zakat dan sedekah, semakin banyak anak-anak Surabaya yang memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Keberhasilan program Surabaya Cerdas tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membantu mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Dengan berbagi melalui zakat, masyarakat turut berkontribusi menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan. Program Surabaya Cerdas merupakan salah satu langkah nyata BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung dunia pendidikan dan membantu masyarakat kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan yang diberikan, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berprestasi, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Mari bersama mendukung program Surabaya Cerdas agar semakin banyak anak-anak Indonesia yang dapat merasakan manfaat pendidikan dan meraih cita-citanya.
ARTIKEL12/05/2026 | Ana
Bulan Dzulhijjah Penuh Berkah: BAZNAS Kota Surabaya Optimalkan Program Zakat Tunai untuk Umat
Bulan Dzulhijjah Penuh Berkah: BAZNAS Kota Surabaya Optimalkan Program Zakat Tunai untuk Umat
Surabaya News — Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama. Dalam semangat keberkahan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus mengoptimalkan berbagai program sosial, salah satunya melalui program zakat tunai untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Surabaya. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, keberadaan program zakat tunai menjadi salah satu solusi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Program ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan tepat sasaran. Melalui program zakat tunai, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat dari berbagai kalangan yang membutuhkan, seperti fakir, miskin, lansia, pekerja informal, hingga keluarga prasejahtera. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan Dzulhijjah yang penuh keberkahan. Program zakat tunai tidak hanya menjadi bantuan konsumtif semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran lembaga zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan bantuan yang diberikan secara langsung, masyarakat penerima manfaat dapat menggunakan bantuan tersebut sesuai kebutuhan yang paling mendesak. Fleksibilitas inilah yang membuat program zakat tunai memiliki dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Surabaya tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan melalui tahapan pendataan dan verifikasi agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat secara optimal dan tepat sasaran. Selain fokus pada pendistribusian bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Zakat bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi umat. Momentum bulan Dzulhijjah juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Semangat pengorbanan dan keikhlasan yang menjadi nilai utama dalam bulan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat kurang mampu. Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, berbagai kanal pembayaran juga telah disediakan. Masyarakat dapat menyalurkan zakat secara langsung di kantor layanan maupun melalui platform digital yang tersedia. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagi kebaikan, khususnya di bulan Dzulhijjah yang penuh keberkahan. Tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, program zakat tunai juga menjadi sarana mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kepedulian yang tumbuh melalui zakat menjadi jembatan yang menghubungkan antara muzaki dan mustahik. Dari bantuan yang diberikan, lahir harapan baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Di tengah kehidupan perkotaan yang penuh dinamika, program seperti zakat tunai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Bulan Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya diwujudkan melalui hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama manusia. Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, masyarakat turut mengambil bagian dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang lebih merata. Melalui optimalisasi program zakat tunai, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat dari dana zakat yang dihimpun. Kebaikan yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis. Semangat Dzulhijjah hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, keberkahan bulan Dzulhijjah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan uluran tangan. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Gerakan Ramadhan Surabaya, Program Bedah Rumah Surabaya, Survei Kelayakan Mustahik, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Bedah Rumah BAZNAS.
ARTIKEL12/05/2026 | Ainun
Program BAZNAS Rombong: Langkah Nyata BAZNAS Kota Surabaya dalam Memberdayakan UMKM
Program BAZNAS Rombong: Langkah Nyata BAZNAS Kota Surabaya dalam Memberdayakan UMKM
Surabaya News — Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program sosial dan ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui Program BAZNAS Rombong. Program BAZNAS Rombong merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi yang ditujukan bagi pelaku usaha kecil agar memiliki sarana usaha yang lebih layak dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini tidak hanya memberikan bantuan berupa rombong atau gerobak usaha, tetapi juga menjadi simbol dukungan bagi masyarakat yang ingin bangkit dan mandiri secara ekonomi. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, banyak pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan untuk mempertahankan usahanya. Keterbatasan modal dan fasilitas usaha sering kali menjadi hambatan utama bagi pedagang kecil dalam mengembangkan usahanya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan Program BAZNAS Rombong sebagai langkah nyata untuk membantu para pelaku usaha kecil agar memiliki peluang usaha yang lebih baik. Melalui program ini, penerima manfaat mendapatkan bantuan rombong usaha yang dapat digunakan untuk berjualan makanan, minuman, maupun kebutuhan usaha lainnya. Dengan adanya fasilitas usaha yang lebih layak, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha mereka sehingga mampu menjangkau lebih banyak pelanggan. Program BAZNAS Rombong tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan fisik semata, tetapi juga mengedepankan aspek pemberdayaan. Para penerima manfaat diberikan motivasi dan dorongan agar terus semangat dalam menjalankan usaha. Hal ini penting karena keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh semangat, kerja keras, dan konsistensi dalam berusaha. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk implementasi zakat produktif yang dikelola secara profesional. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat disalurkan dalam bentuk bantuan yang memiliki dampak jangka panjang. Dengan pendekatan seperti ini, zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif sementara, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Surabaya tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Proses seleksi penerima manfaat dilakukan melalui pendataan dan verifikasi agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan memiliki usaha yang aktif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal. Program BAZNAS Rombong juga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang sederhana namun berdampak besar. Sebuah rombong usaha mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi penerima manfaat, bantuan tersebut dapat menjadi awal dari perubahan kehidupan yang lebih baik. Dari usaha kecil yang dijalankan, lahir harapan baru untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan taraf hidup. Tidak sedikit penerima manfaat yang merasakan perubahan positif setelah mendapatkan bantuan rombong usaha. Dengan fasilitas yang lebih baik, usaha menjadi lebih tertata dan menarik perhatian pelanggan. Pendapatan yang meningkat secara perlahan membantu para pelaku UMKM untuk lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan usahanya. Di era modern saat ini, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program-program yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian ekonomi. Program BAZNAS Rombong diharapkan mampu menjadi salah satu solusi nyata dalam membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dana zakat yang disalurkan melalui program produktif menjadi bukti bahwa kepedulian bersama dapat menciptakan perubahan yang nyata bagi kehidupan masyarakat kurang mampu. Untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemberdayaan ekonomi seperti BAZNAS Rombong. Melalui Program BAZNAS Rombong, masyarakat diajak untuk melihat bahwa zakat memiliki potensi besar dalam menciptakan kesejahteraan sosial. Ketika zakat dikelola secara tepat dan profesional, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu bangkit, berkembang, dan menciptakan peluang usaha yang lebih baik bagi masa depan mereka. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Gerakan Ramadhan Surabaya, Program Bedah Rumah Surabaya, Survei Kelayakan Mustahik, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Bedah Rumah BAZNAS.
ARTIKEL12/05/2026 | Ainun
Jejak Mukjizat: Kisah Kenaikan Isa Al Masih
Jejak Mukjizat: Kisah Kenaikan Isa Al Masih
Peristiwa kenaikan Isa Al Masih merupakan salah satu momen penting yang memiliki makna mendalam bagi umat beriman. Kenaikan ini bukan sekadar peristiwa spiritual, tetapi juga menjadi simbol kemenangan, harapan, dan janji akan kehidupan yang lebih mulia. Hingga kini, kisah tersebut terus dikenang sebagai jejak mukjizat yang memberi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Dalam tradisi keagamaan, Isa Al Masih dikenal sebagai sosok yang membawa kasih, kedamaian, dan pengharapan. Setelah menjalani berbagai ujian dan pengorbanan selama hidup-Nya, peristiwa kenaikan menjadi tanda kemuliaan yang menunjukkan bahwa kekuatan Tuhan berada di atas segala hal. Banyak umat memaknai peristiwa ini sebagai bukti bahwa kehidupan manusia tidak berhenti pada penderitaan, melainkan menuju harapan yang lebih besar. Kisah kenaikan Isa Al Masih juga mengajarkan tentang keimanan dan keteguhan hati. Para pengikut-Nya pada masa itu mengalami kebingungan dan kesedihan ketika harus berpisah dengan sosok yang mereka cintai. Namun, kenaikan tersebut justru membawa pesan agar manusia tetap percaya, menjaga kasih terhadap sesama, dan terus menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki nilai spiritual, peringatan kenaikan Isa Al Masih juga menjadi momen refleksi bagi banyak orang. Di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan, manusia sering kali terjebak dalam kesibukan dan melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Peristiwa ini mengingatkan bahwa kedamaian, pengampunan, dan kasih sayang adalah hal yang harus tetap dijaga agar kehidupan menjadi lebih harmonis. Bagi umat beriman, kenaikan Isa Al Masih bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari harapan baru. Mukjizat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menjalani hidup dengan penuh makna. Nilai-nilai yang diwariskan melalui kisah ini tetap relevan sepanjang zaman dan mampu menjadi cahaya bagi siapa saja yang mencari kedamaian hati. Dengan demikian, kisah kenaikan Isa Al Masih tidak hanya dikenang sebagai peristiwa bersejarah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi spiritual. Jejak mukjizat itu terus hidup dalam hati umat manusia, mengajarkan bahwa cinta kasih, harapan, dan iman akan selalu menjadi kekuatan terbesar dalam menghadapi kehidupan.
ARTIKEL12/05/2026 | Ana
Kebaikan Mengalir di Dzulhijjah
Kebaikan Mengalir di Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan yang penuh keberkahan ini, masyarakat diajak untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat rasa kepedulian terhadap sesama. Semangat tersebut juga terus digaungkan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, suasana kebersamaan dan semangat berbagi mulai terasa di tengah masyarakat. Banyak warga yang mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan sekaligus kepedulian sosial. Melalui momentum ini, nilai keikhlasan dan pengorbanan menjadi pengingat penting bahwa kebahagiaan akan semakin bermakna ketika dapat dibagikan kepada orang lain. BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk menjadikan Dzulhijjah sebagai bulan menebar manfaat. Berbagai program bantuan dan penyaluran daging kurban disiapkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa dan warga kurang mampu. Selain itu, semangat gotong royong dan solidaritas sosial juga menjadi bagian penting dalam menyambut bulan penuh berkah ini. Tidak hanya tentang ibadah kurban, Dzulhijjah juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama mampu menghadirkan dampak besar bagi banyak orang. Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, diharapkan keberkahan Dzulhijjah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui momentum Dzulhijjah 1447 H, BAZNAS Kota Surabaya berharap semangat kebaikan terus mengalir dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk saling membantu, peduli, dan memperkuat rasa kemanusiaan demi terciptanya lingkungan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.
ARTIKEL12/05/2026 | Ananda
Bantuan Pendidikan untuk Generasi Hebat melalui Surabaya Cerdas
Bantuan Pendidikan untuk Generasi Hebat melalui Surabaya Cerdas
BAZNAS Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program “Surabaya Cerdas”. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan agar tetap semangat meraih cita-cita. Melalui program Surabaya Cerdas, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan berbagai bantuan pendidikan seperti Beasiswa SKSS, Beasiswa CESAR, hingga bantuan alat sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada para penerima untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Program beasiswa yang diberikan tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi generasi muda Surabaya agar terus percaya diri dalam menempuh pendidikan. Banyak pelajar yang memiliki semangat belajar tinggi, namun terkendala biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan. Karena itu, hadirnya program Surabaya Cerdas menjadi harapan baru bagi mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan baik. Selain penyaluran beasiswa, bantuan alat sekolah seperti tas, buku, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya juga diberikan kepada siswa yang membutuhkan. Bantuan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai sangat membantu menjelang tahun ajaran baru maupun selama proses pembelajaran berlangsung. BAZNAS Kota Surabaya berharap program Surabaya Cerdas dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta melahirkan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berakhlak baik. Dengan adanya dukungan pendidikan yang merata, diharapkan anak-anak Surabaya dapat memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial, program Surabaya Cerdas menjadi bukti bahwa pendidikan adalah investasi penting untuk menciptakan generasi hebat yang mampu membawa perubahan positif bagi kota Surabaya di masa mendatang.
ARTIKEL12/05/2026 | Ananda
Jembatan Kebaikan Menuju Masyarakat Sejahtera Bersama BAZNAS Surabaya
Jembatan Kebaikan Menuju Masyarakat Sejahtera Bersama BAZNAS Surabaya
Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam konteks inilah, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan masyarakat yang membutuhkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya memiliki peran strategis dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui pengelolaan yang profesional, setiap kontribusi yang diberikan oleh para muzaki dan donatur dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu. Konsep “jembatan kebaikan” yang diusung bukan sekadar istilah, melainkan sebuah peran nyata yang dijalankan setiap hari. BAZNAS Surabaya menjadi penghubung antara niat baik para donatur dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, kebaikan yang diberikan tidak berhenti sebagai niat, tetapi benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dalam bentuk bantuan yang konkret dan bermanfaat. Berbagai program telah dijalankan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dalam bidang sosial dan kemanusiaan, BAZNAS memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, seperti kebakaran atau bencana lainnya. Dalam bidang kesehatan, bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan medis namun memiliki keterbatasan biaya. Sementara itu, di bidang pendidikan, BAZNAS turut mendukung generasi muda melalui bantuan pendidikan agar mereka dapat meraih masa depan yang lebih baik. Tidak hanya itu, BAZNAS Surabaya juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program-program pemberdayaan, masyarakat didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan semata. Pendekatan ini menjadi penting karena kesejahteraan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika masyarakat memiliki kemampuan untuk bangkit dan berkembang secara mandiri. Keberhasilan berbagai program tersebut tentu tidak lepas dari dukungan masyarakat. Para donatur yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya menjadi bagian penting dalam menghadirkan perubahan nyata. Setiap rupiah yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian yang memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Selain memberikan manfaat bagi penerima, aktivitas berbagi juga memberikan nilai positif bagi para donatur. Dengan berbagi, seseorang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat nilai keimanan dan rasa syukur. Inilah yang menjadikan zakat dan sedekah sebagai instrumen yang tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga spiritual. Dalam era modern, BAZNAS Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Proses penghimpunan dan penyaluran dana dilakukan secara lebih efektif dan efisien, sehingga masyarakat dapat dengan mudah berpartisipasi dalam gerakan kebaikan ini. Transparansi dan akuntabilitas juga terus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik. Ke depan, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan manfaat dan meningkatkan kualitas program yang dijalankan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terbantu dan semakin kuat pula semangat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, mewujudkan masyarakat sejahtera bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, setiap individu memiliki peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik. Mari bersama-sama menjadikan BAZNAS Surabaya sebagai jembatan kebaikan. Karena melalui setiap kebaikan yang kita salurkan, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat luas.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Menebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Menebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Di tengah kehidupan perkotaan yang dinamis, nilai kepedulian sosial menjadi hal yang sangat penting untuk terus dijaga. Tidak semua masyarakat berada dalam kondisi yang sama; ada yang membutuhkan uluran tangan untuk dapat bertahan dan bangkit dari berbagai kesulitan. Dalam konteks inilah, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan mereka yang membutuhkan. BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program yang dijalankan, lembaga ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Setiap program dirancang dengan tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan umat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial. Salah satu kekuatan utama BAZNAS Kota Surabaya terletak pada komitmennya dalam menebar kebaikan secara nyata. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berbentuk materi, seperti kebutuhan pokok atau bantuan finansial, tetapi juga mencakup dukungan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan yang menyeluruh, BAZNAS berusaha memastikan bahwa setiap penerima manfaat dapat merasakan dampak yang positif dalam jangka panjang. Di sisi lain, program-program yang dijalankan juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membantu mereka yang membutuhkan. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang dibangun melalui program ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya. Kepedulian yang ditumbuhkan melalui BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga pada para donatur. Dengan berbagi, seseorang tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan dalam dirinya. Inilah yang menjadikan zakat dan sedekah sebagai instrumen yang tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga spiritual. Selain itu, BAZNAS Kota Surabaya terus berinovasi dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi dan memperluas jaringan kerja sama, proses penghimpunan dan penyaluran dana menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat dilakukan secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat yang menjadi dasar utamanya. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan setiap program yang dijalankan. Dukungan dari berbagai pihak, baik individu, komunitas, maupun lembaga, menjadi kekuatan besar dalam memperluas jangkauan manfaat. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula dampak kebaikan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Melalui berbagai upaya yang dilakukan, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi lembaga yang terpercaya dan profesional dalam mengelola dana umat. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat menjadi amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas selalu menjadi prioritas dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Pada akhirnya, menebar kebaikan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan bersama-sama. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti yang besar bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai wadah yang memudahkan masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Mari kita terus menumbuhkan kepedulian dan memperkuat semangat berbagi. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, setiap langkah kebaikan yang kita lakukan akan menjadi harapan bagi sesama dan membawa manfaat yang luas bagi kehidupan masyarakat.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Memaknai Kenaikan Nabi Isa Al-Masih untuk Menguatkan Iman dan Menyalakan Harapan Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Memaknai Kenaikan Nabi Isa Al-Masih untuk Menguatkan Iman dan Menyalakan Harapan Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Peristiwa kenaikan Nabi Isa Al-Masih merupakan salah satu momen penting dalam ajaran Islam yang sarat dengan makna keimanan, keteguhan, dan harapan. Kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kenabian, tetapi juga mengandung pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan umat manusia hingga saat ini. Dalam Al-Qur’an, Nabi Isa Al-Masih dijelaskan sebagai utusan Allah SWT yang diberikan berbagai mukjizat luar biasa sebagai bukti kekuasaan-Nya. Dalam perspektif Islam, Nabi Isa Al-Masih tidak wafat melalui penyaliban, melainkan diangkat oleh Allah SWT ke langit. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu, termasuk kehidupan dan kematian makhluk-Nya. Tidak ada satu pun kejadian yang luput dari kehendak-Nya. Kenaikan Nabi Isa Al-Masih menjadi bukti nyata bahwa Allah senantiasa menjaga hamba-Nya yang beriman dan menegakkan kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan penolakan. Lebih dari sekadar peristiwa sejarah, kisah ini mengandung nilai keimanan yang sangat kuat. Umat Islam diajak untuk meyakini bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi mereka yang berserah diri dan tetap berada di jalan yang benar. Dalam berbagai kondisi kehidupan—baik dalam kesulitan maupun kemudahan—keyakinan kepada Allah menjadi sumber kekuatan yang mampu menenangkan hati dan menguatkan langkah. Kenaikan Nabi Isa Al-Masih juga mengajarkan pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan kebenaran. Sebagai seorang nabi, beliau menghadapi berbagai ujian, mulai dari penolakan hingga ancaman dari kaumnya. Namun demikian, beliau tetap teguh menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Keteladanan ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam untuk senantiasa istiqamah dalam kebaikan, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peristiwa ini mengingatkan manusia bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Segala yang dimiliki saat ini, baik harta, jabatan, maupun kedudukan, bukanlah tujuan akhir. Kehidupan dunia hanyalah tempat singgah sebelum menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Oleh karena itu, setiap manusia diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah. Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan tantangan dan perubahan, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa kenaikan Nabi Isa Al-Masih menjadi semakin relevan. Di tengah arus informasi yang cepat dan berbagai godaan duniawi, umat Islam dituntut untuk tetap menjaga keimanan, memperkuat kesabaran, serta tidak mudah goyah dalam menghadapi ujian. Keteguhan hati dan keyakinan yang kuat menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika ini. Lebih jauh lagi, peristiwa ini juga mengajarkan pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Sebagaimana para nabi diutus untuk membawa kebaikan bagi umat manusia, setiap individu juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Kepedulian sosial, saling membantu, dan berbagi kepada yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup, kenaikan Nabi Isa Al-Masih bukan hanya sekadar kisah yang dikenang, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang mampu menguatkan iman dan membangun karakter umat. Dengan meneladani kesabaran, keteguhan, dan keimanan beliau, diharapkan setiap individu dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat dalam menghadapi ujian, serta lebih peduli terhadap sesama. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan. Karena pada akhirnya, setiap kebaikan yang kita lakukan akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan yang kekal di akhirat.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →