Artikel Terbaru
BAZNAS: Mengelola Zakat, Menebarkan Manfaat untuk Sesama
Zakat merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Selain menjadi kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, zakat juga menjadi sarana untuk berbagi rezeki dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Di Indonesia, pengelolaan zakat secara nasional salah satunya dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kehadiran BAZNAS menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan zakat agar dapat dilakukan secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Mengenal Peran BAZNAS
BAZNAS merupakan lembaga yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Pengelolaan tersebut mencakup penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Melalui pengelolaan yang terorganisasi, zakat yang ditunaikan oleh masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat secara lebih terarah. Dana zakat dapat mendukung berbagai upaya pemberdayaan dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang termasuk dalam kelompok penerima zakat sesuai ketentuan syariat.
Zakat Bukan Sekadar Memberi
Menunaikan zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, tanggung jawab, dan semangat untuk membantu sesama.
Ketika seseorang menunaikan zakat, terdapat harapan agar harta yang dimiliki menjadi lebih berkah sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itu, zakat dapat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian umat terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Semangat berbagi juga dapat diwujudkan melalui infak dan sedekah. Keduanya dapat dilakukan sesuai kemampuan dan menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Zakat untuk Kebermanfaatan
Pengelolaan zakat tidak berhenti pada proses penghimpunan. Zakat juga dapat diarahkan untuk berbagai program yang bertujuan membantu dan memberdayakan masyarakat.
Melalui berbagai programnya, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat bagi mustahik, termasuk melalui bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi untuk menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih peduli dan saling menguatkan.
Saatnya Menjadikan Zakat sebagai Kebiasaan Baik
Kepedulian kepada sesama dapat dimulai dari langkah sederhana. Bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikan zakat merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban. Sementara itu, infak dan sedekah dapat menjadi kebiasaan berbagi yang dilakukan sesuai kemampuan.
Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga pengelola zakat, masyarakat turut mendukung agar dana zakat dapat dikelola dan disalurkan secara terarah kepada mereka yang berhak. Mari bersama BAZNAS menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari kebiasaan baik. Karena kebaikan yang kita tunaikan hari ini dapat menjadi manfaat bagi sesama.
BAZNAS — Zakat Tumbuh, Berkah.
ARTIKEL17/09/2026 | Aliya - Magang
Rabiul Akhir 1448 H: Momentum Menebar Kebaikan Bersama BAZNAS
Rabiul Akhir 1448 Hijriah menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat pentingnya memanfaatkan waktu dengan memperbanyak amal kebaikan. Setiap pergantian bulan dalam kalender Hijriah dapat menjadi pengingat untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Semangat memperbaiki diri tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, salah satunya dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam hal ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir sebagai lembaga yang berperan dalam pengelolaan zakat sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari kepedulian sosial.
Rabiul Akhir, Saatnya Memperbaiki Diri
Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah setelah Muharam, Safar, dan Rabiul Awal. Meskipun tidak termasuk bulan yang secara khusus ditetapkan sebagai bulan haram, Rabiul Akhir tetap dapat menjadi momentum untuk meningkatkan amal saleh yang memang dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perbaikan diri tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membiasakan disri menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan zikir, membantu orang yang membutuhkan, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat merupakan bentuk nyata dari upaya menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu bentuk kebaikan yang memiliki dampak luas adalah berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.
Zakat sebagai Wujud Kepedulian kepada Sesama
Zakat bukan hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Melalui zakat, umat Islam dapat turut membantu mereka yang membutuhkan dan ikut memperkuat kepedulian di tengah masyarakat.
Zakat yang dikelola secara amanah dan profesional dapat disalurkan untuk membantu penerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih peduli dan saling membantu.
BAZNAS memiliki peran dalam mengelola zakat secara nasional, mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dan pendayagunaan zakat kepada para mustahik. Dengan adanya pengelolaan yang terorganisasi, masyarakat memiliki sarana untuk menyalurkan zakat dan berbagi kebaikan secara lebih terarah.
Rabiul Akhir dan Semangat Berbagi
Memasuki Rabiul Akhir 1448 H, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai pengingat untuk mengevaluasi kehidupan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Tidak semua kebaikan harus diwujudkan dalam bentuk yang besar. Memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan, membantu tetangga, berbagi makanan, atau memberikan dukungan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikan zakat merupakan salah satu bentuk nyata menjalankan kewajiban sekaligus berbagi manfaat. Sementara itu, infak dan sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan sebagai bagian dari kebiasaan berbuat baik. Melalui BAZNAS, semangat berbagi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Jadikan Setiap Hari sebagai Kesempatan Berbuat Baik
Rabiul Akhir mengingatkan bahwa waktu merupakan amanah. Tidak perlu menunggu bulan tertentu untuk mulai berbuat baik. Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki ibadah, membangun akhlak yang lebih baik, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Momentum Rabiul Akhir 1448 H dapat menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan positif: lebih disiplin dalam beribadah, lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, serta lebih ringan tangan dalam membantu sesama.
Mari jadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian dan menebarkan kebermanfaatan. Tunaikan zakat bagi yang telah memenuhi kewajibannya, serta perbanyak infak dan sedekah sesuai kemampuan. Bersama BAZNAS, mari wujudkan semangat berbagi agar kebaikan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.
Rabiul Akhir 1448 H — Saatnya memperbaiki diri, memperkuat kepedulian, dan menebar kebaikan.
ARTIKEL17/09/2026 | Aliya - Magang
Mengenal Bulan Rabiul Akhir dalam Kalender Islam
Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Kalender Hijriah terdiri atas dua belas bulan, dan Rabiul Akhir merupakan bulan keempat setelah Muharam, Safar, dan Rabiul Awal.
Pada tahun 1448 Hijriah, Rabiul Akhir menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat hubungan dengan sesama. Meskipun tidak termasuk bulan yang secara khusus ditetapkan sebagai bulan haram, Rabiul Akhir tetap menjadi kesempatan yang baik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Makna Rabiul Akhir
Secara bahasa, nama Rabiul Akhir berkaitan dengan kata rabi’ yang berarti musim semi. Dalam penamaan kalender Arab pada masa lalu, nama-nama bulan memiliki kaitan dengan keadaan atau musim ketika bulan tersebut dinamai. Rabiul Akhir secara sederhana dapat dipahami sebagai bulan Rabiul yang kedua, setelah Rabiul Awal.
Dalam kehidupan umat Islam, pergantian bulan Hijriah dapat menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap pergantian bulan hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dan memperbaiki amal.
Amalan yang Dapat Dilakukan
Tidak terdapat ibadah khusus yang secara sahih diwajibkan hanya karena memasuki Rabiul Akhir. Namun, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh yang memang dianjurkan secara umum.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
Memperbanyak salat wajib dan berusaha meningkatkan kualitas kekhusyukannya.
Membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
Memperbanyak doa dan zikir.
Bersedekah serta membantu orang yang membutuhkan.
Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat.
Melakukan introspeksi diri terhadap ibadah dan perilaku sehari-hari.
Meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Menjadikan Rabiul Akhir sebagai Momentum Perbaikan Diri
Setiap bulan dalam kalender Islam dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Rabiul Akhir dapat dimanfaatkan untuk membuat target sederhana, misalnya meningkatkan jumlah bacaan Al-Qur’an, memperbaiki kedisiplinan salat, mengurangi kebiasaan buruk, atau lebih aktif membantu orang lain.
Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Penutup
Rabiul Akhir 1448 H mengingatkan umat Islam bahwa waktu merupakan amanah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tidak perlu menunggu datangnya bulan tertentu untuk berbuat baik. Setiap hari merupakan kesempatan untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Semoga bulan Rabiul Akhir menjadi momentum bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, serta menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan dan kebermanfaatan.
ARTIKEL17/09/2026 | Aliya - Magang
ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN KONTROL DIRI DAN EMPATI SOSIAL
Tantangan Budaya Konsumerisme di Era Modern Di era pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, masyarakat kerap dihadapkan pada paparan tren gaya hidup yang mendorong perilaku konsumtif. Keinginan untuk terus membeli barang-barang baru yang sebenarnya tidak dibutuhkan sering kali dipicu oleh dorongan impulsif serta tekanan lingkungan sosial. Perilaku konsumerisme berlebihan ini tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan finansial pribadi, tetapi juga mengikis kepekaan sosial terhadap kondisi sekitar.
Ketika fokus hidup hanya tertuju pada pemenuhan keinginan tanpa batas, rasa cukup (qana'ah) menjadi semakin sulit diraih. Di sinilah nilai-nilai keagamaan hadir memberikan rem emosional dan spiritual agar manusia tidak terjebak dalam pusaran konsumerisme yang destruktif.
Zakat sebagai Bentuk Kontrol Diri dan Penyeimbang Jiwa Dalam ajaran Islam, zakat tidak sekadar dipandang sebagai kewajiban pengeluaran harta, melainkan sebagai mekanisme kontrol diri (self-control) yang sangat efektif. Menunaikan zakat mengajarkan seseorang untuk menyadari bahwa ada batas atas kepemilikan pribadi dan ada hak orang lain di dalam harta yang kita peroleh.
Dengan membiasakan diri menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, seseorang dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dari dorongan belanja yang tak terkendali. Zakat menjadi simbol pembersih jiwa dari sifat kikir, keserakahan, dan keterikatan berlebihan pada materi duniawi.
Menumbuhkan Empati Sosial di Tengah Kesenjangan Konsumerisme sering kali menciptakan sekat sosial yang memperlebar jarak antara kelompok mampu dan masyarakat kurang sejahtera. Melalui zakat, instrumen ini bekerja untuk menyambung kembali rasa empati yang terkikis oleh budaya mementingkan diri sendiri.
Ketika seorang muslim menunaikan zakatnya melalui lembaga pengelola resmi seperti BAZNAS, harta tersebut dialokasikan untuk membantu para mustahik yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasarnya. Kesadaran bahwa sebagian harta kita dapat menjadi penyambung hidup, biaya pendidikan, atau modal usaha bagi orang lain secara otomatis menumbuhkan empati mendalam dalam diri.
Mengubah Pola Pikir dari Membeli menjadi Berbagi Menghadapi tantangan gaya hidup modern, diperlukan perubahan pola pikir dari sekadar mengonsumsi menjadi memberi kemanfaatan. Alih-alih mengalokasikan seluruh pendapatan untuk barang-barang yang nilainya terdepresiasi, mengalokasikan dana untuk zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memberikan nilai tambah yang abadi, baik secara sosial maupun spiritual.
Zakat membuktikan bahwa kebahagiaan sejati tidak didapatkan dari seberapa banyak barang yang berhasil kita beli, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang dapat kita berikan untuk membantu sesama.
Membangun Gaya Hidup Berkelanjutan dan Berkah Melawan konsumerisme berlebihan bukan berarti melarang seseorang untuk menikmati hasil kerja kerasnya, melainkan mengajak untuk hidup lebih proporsional, bijak, dan penuh kesadaran sosial.
Jadikan zakat sebagai benteng pertahanan dalam mengendalikan diri dari perilaku konsumtif yang berlebihan. Dengan menunaikan zakat secara rutin dan konsisten, kita tidak hanya menjaga kesehatan finansial dan kesucian jiwa pribadi, tetapi juga turut serta menciptakan tatanan masyarakat yang lebih inklusif, harmonis, dan sejahtera.
ARTIKEL16/09/2026 | Rosita - Magang
Berbagi Tanpa Menunggu Sisa: Mengapa Kebaikan Perlu Direncanakan?
Setiap menerima penghasilan, kita biasanya sudah punya banyak rencana. Ada kebutuhan rumah yang harus dipenuhi, tagihan yang perlu dibayar, biaya transportasi, sampai keinginan pribadi yang ingin diwujudkan.
Karena banyaknya kebutuhan, berbagi terkadang justru diletakkan paling akhir. Kita menunggu sampai semua kebutuhan selesai, kemudian baru berpikir, “Kalau masih ada sisa, mungkin bisa disedekahkan.”
Padahal, kalau terus menunggu sisa, niat untuk berbagi bisa saja selalu tertunda.
Berbagi Tidak Harus Menunggu Rezeki Berlebih
Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tetapi tentang kemauan untuk menyisihkan sebagian dari apa yang kita terima.
Kita bisa mulai dengan cara sederhana. Saat menerima penghasilan, tentukan sejak awal bagian yang akan digunakan untuk kebutuhan, disimpan untuk keperluan mendatang, dan disalurkan untuk kebaikan.
Dengan cara ini, berbagi tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya uang yang tersisa. Kebaikan sudah menjadi bagian dari rencana kita.
Tentu, kemampuan setiap orang berbeda. Karena itu, tidak perlu membandingkan jumlah yang diberikan dengan orang lain. Yang penting adalah menyesuaikan dengan kemampuan dan melakukannya dengan niat yang baik.
Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Bentuk Kepedulian
Dalam Islam, berbagi memiliki berbagai bentuk. Ada zakat yang wajib ditunaikan oleh mereka yang telah memenuhi syarat, serta infak dan sedekah yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Ketika kebiasaan ini mulai dibangun, kita tidak hanya belajar mengatur rezeki, tetapi juga belajar untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain.
Sebagian rezeki yang kita sisihkan mungkin terlihat kecil bagi kita. Namun, ketika dikelola dan disalurkan dengan tepat, rezeki tersebut dapat menjadi bantuan yang berarti bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kota Surabaya Menghubungkan Kebaikan dengan Manfaat
Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga pengelola zakat dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin berbagi secara terarah.
BAZNAS Kota Surabaya menjadi bagian dari upaya menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemudian disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dari sinilah sebuah kebaikan bisa berjalan lebih jauh. Rezeki yang disisihkan oleh seseorang dapat menjadi bagian dari manfaat yang dirasakan oleh orang lain.
Mulai dari Sekarang, Tidak Perlu Menunggu Sisa
Berbagi tidak harus menunggu akhir bulan. Tidak harus menunggu memiliki banyak uang. Dan tidak harus menunggu sampai semua kebutuhan pribadi terpenuhi.
Kita bisa memulainya dari sekarang dengan menyisihkan sebagian rezeki sesuai kemampuan.
Sebab, ketika berbagi sudah masuk dalam rencana, kita tidak hanya mengatur bagaimana rezeki digunakan untuk diri sendiri, tetapi juga memberi ruang bagi orang lain untuk merasakan manfaatnya.
Jadi, bulan ini jangan hanya menyisakan rezeki untuk berbagi. Cobalah menyisihkan rezeki sejak awal, karena kebaikan yang direncanakan lebih mudah untuk diwujudkan.
ARTIKEL16/09/2026 | Cyntia - Magang
ZAKAT SAHAM DAN ASET DIGITAL: TANTANGAN SERTA PELUANG OPTIMALISASI LITERASI KEUANGAN SYARIAH
Perkembangan Instrumen Keuangan di Era Digital Perkembangan teknologi finansial telah mengubah lanskap investasi secara signifikan. Jika dahulu portofolio investasi masyarakat didominasi oleh aset fisik seperti tanah, emas, atau properti, kini instrumen berbasis digital seperti saham syariah, reksa dana, hingga instrumen crypto asset yang memenuhi kriteria syariah semakin diminati. Fenomena ini terutama digerakkan oleh generasi muda yang makin fasih bertransaksi di pasar modal dan platform digital.
Pergeseran pola investasi ini membawa konsekuensi pada mekanisme ibadah harta. Kepemilikan atas instrumen finansial modern melahirkan kewajiban zakat atas aset-aset tersebut apabila telah memenuhi ketentuan fikih, baik dari segi kecukupan nisab maupun kriteria masa kepemilikan (haul).
Tantangan Perhitungan dan Pemahaman Fikih Kontemporer Meskipun potensi zakat saham dan aset digital sangat besar, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan mendasar. Salah satu kendala utama adalah dinamika fluktuasi harga pasar (volatilitas) yang sangat tinggi pada instrumen finansial digital. Hal ini sering kali membingungkan muzaki dalam menentukan nilai wajar (fair value) aset saat menghitung kewajiban zakatnya.
Selain itu, masih terdapat ketimpangan pemahaman fikih muamalah kontemporer di tengah masyarakat. Banyak investor muslim yang belum memahami secara menyeluruh kapan suatu aset digital dikategorikan sebagai zakat tradeable assets (barang dagangan/komoditas) atau capital gains yang berwajib zakat. Keterbatasan literasi ini menyebabkan potensi penerimaan zakat dari sektor investasi modern belum tergarap secara maksimal.
Peluang Optimalisasi Literasi Keuangan Syariah Di balik tantangan yang ada, maraknya investasi digital justru menjadi momentum emas untuk mengakselerasi literasi keuangan syariah. Isu zakat saham dan aset digital dapat dijadikan pintu masuk untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya manajemen keuangan berbasis nilai-nilai Islami.
Integrasi antara edukasi investasi syariah dan kesadaran zakat menciptakan sinergi yang saling menguatkan. Investor tidak hanya didorong untuk mengejar imbal hasil (return) finansial semata, tetapi juga diajak untuk menjaga keberkahan harta melalui penyerahan zakat atas keuntungan dan kapitalisasi aset yang mereka miliki.
Peran Lembaga Pengelola Zakat dan Inovasi Teknologi Untuk mengoptimalkan potensi ini, lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS memegang peranan yang sangat strategis. Penyediaan kalkulator zakat saham otomatis, fitur integrasi langsung (API) dengan aplikasi sekuritas, hingga penyusunan panduan edukasi yang rinci merupakan langkah nyata untuk memudahkan para investor menunaikan kewajibannya.
Kolaborasi antara regulator, pasar modal syariah, platform finansial digital, dan lembaga amil zakat akan menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang solid. Pengelolaan dana zakat investasi yang dihimpun secara profesional kemudian disalurkan untuk program-program produktif yang memberi manfaat nyata bagi para mustahik.
Mewujudkan Keberkahan Investasi Modern Investasi pada instrumen saham dan aset digital bukan sekadar upaya memperkuat ketahanan finansial pribadi, melainkan juga sarana untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi umat.
Dengan meningkatkan literasi keuangan syariah serta memahami tata cara penyaluran zakat saham dan aset digital secara tepat, kita dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi finansial yang kita nikmati senantiasa berbanding lurus dengan peningkatan empati sosial dan keberkahan harta.
ARTIKEL16/09/2026 | Rosita - Magang
Kemana Dana Zakat Disalurkan? Mengenal Peran BAZNAS Kota Surabaya
Pernahkah terpikir, ke mana dana zakat yang kita tunaikan disalurkan setelah diterima oleh lembaga pengelola zakat?
Bagi muzaki, menunaikan zakat merupakan bentuk kewajiban sekaligus kepedulian kepada sesama. Namun, prosesnya tidak berhenti ketika zakat diterima. Dana yang dihimpun perlu dikelola dan disalurkan sesuai dengan ketentuan syariat serta sasaran penerima yang berhak. Di Kota Surabaya, BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu lembaga yang menjalankan fungsi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Melalui berbagai program, dana ZIS disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan mustahik.
Dari Muzaki, Dikelola untuk Masyarakat yang Berhak
Zakat yang ditunaikan oleh masyarakat tidak dapat disalurkan secara sembarangan. Dalam Islam, terdapat ketentuan mengenai golongan yang berhak menerima zakat atau disebut asnaf. Surah At-Taubah ayat 60 menyebutkan delapan golongan penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Ketentuan tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran pendistribusian zakat. BAZNAS Kota Surabaya juga menjelaskan bahwa penyaluran zakat dilakukan dengan memperhatikan ketentuan asnaf. Dengan demikian, pengelolaan zakat membutuhkan proses yang terarah agar dana yang dihimpun dapat diberikan kepada pihak yang sesuai dengan ketentuan.
Bagaimana Dana Zakat Dikelola?
Secara sederhana, perjalanan dana zakat dapat dipahami melalui beberapa tahapan, mulai dari penghimpunan dana dari muzaki, pengelolaan oleh lembaga amil, hingga pendistribusian dan pendayagunaan kepada mustahik. Pada tahap pendistribusian, bantuan dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, pendayagunaan dapat diarahkan pada program yang bertujuan membantu mustahik agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan lebih mandiri. BAZNAS Kota Surabaya mempublikasikan berbagai bentuk pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, termasuk bantuan untuk kebutuhan dasar, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.
Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya
Dalam menjalankan programnya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki lima pilar utama, yaitu Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, Surabaya Sigap, dan Surabaya Berdakwah. Kelima pilar tersebut mencakup bidang kebutuhan yang berbeda di masyarakat.
Surabaya Cerdas
Pilar Surabaya Cerdas berfokus pada bidang pendidikan. Programnya mencakup bantuan pendidikan dan beasiswa serta dukungan lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan masyarakat. Melalui pilar ini, dana ZIS dapat diarahkan untuk membantu mustahik yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
Surabaya Sehat
Surabaya Sehat merupakan pilar yang bergerak di bidang kesehatan. BAZNAS Kota Surabaya mempublikasikan adanya bantuan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana ZIS untuk membantu mustahik dalam memenuhi kebutuhan kesehatan.
Surabaya Berdaya
Tidak semua bantuan harus berbentuk bantuan konsumtif. Melalui Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya mengembangkan program pemberdayaan ekonomi, antara lain melalui bantuan usaha, modal, alat kerja, pelatihan, dan pendampingan.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung mustahik yang memiliki potensi untuk mengembangkan aktivitas ekonominya.
Surabaya Sigap
Surabaya Sigap berfokus pada respons kemanusiaan, termasuk bantuan ketika terjadi kondisi darurat dan bencana. Dalam situasi tertentu, masyarakat membutuhkan bantuan yang dapat diberikan dengan cepat. Pilar ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam merespons kebutuhan tersebut.
Surabaya Berdakwah
Pilar Surabaya Berdakwah berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan kegiatan dakwah. Pilar ini melengkapi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kemanusiaan yang menjadi bagian dari program BAZNAS Kota Surabaya.
Tidak Semua Bantuan Berbentuk Uang
Ketika mendengar kata “penyaluran zakat”, sebagian orang mungkin membayangkan bantuan berupa uang tunai. Padahal, pemanfaatan dana ZIS dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan program. BAZNAS Kota Surabaya, misalnya, mencatat bentuk bantuan berupa kebutuhan pokok, alat bantu kesehatan, bantuan pendidikan, hingga dukungan untuk usaha dan alat kerja. Artinya, manfaat dana ZIS dapat hadir dalam bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima.
Mengapa Ketepatan Sasaran Penting?
Dana zakat merupakan amanah yang harus dikelola sesuai ketentuan. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam proses pendistribusiannya. Penyaluran yang memperhatikan ketentuan asnaf membantu memastikan bahwa zakat diberikan kepada pihak yang memang termasuk dalam golongan penerima. Selain itu, pengelolaan yang terarah juga membantu lembaga menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bagi muzaki, hal ini menjadi alasan penting untuk memahami bagaimana zakat dikelola dan memilih lembaga pengelola zakat yang memiliki sistem pengelolaan yang jelas.
Zakat yang Ditunaikan, Manfaat yang Diteruskan
Menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuannya. Setelah zakat ditunaikan, dana tersebut kemudian dikelola agar dapat sampai kepada pihak yang berhak sesuai dengan ketentuan. Di Kota Surabaya, BAZNAS menjalankan pengelolaan ZIS melalui berbagai bidang program yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah.
Dengan memahami proses tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban yang selesai ketika pembayaran dilakukan. Di balik setiap zakat yang ditunaikan terdapat proses pengelolaan dan penyaluran agar dana tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
Dari muzaki, dikelola dengan amanah, dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Karena setiap zakat yang ditunaikan membawa amanah untuk terus menjadi manfaat.
ARTIKEL16/09/2026 | Sabriana - Magang
Mengapa Data Mustahik Penting dalam Penyaluran Zakat?
Zakat bukan hanya tentang menghimpun dana dari muzaki, tetapi juga memastikan dana tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Karena itu, informasi mengenai mustahik menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengelolaan dan penyaluran zakat. Semakin baik informasi yang dimiliki, semakin mudah lembaga pengelola zakat memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran program. Dalam konteks ini, data mustahik memiliki peran penting agar penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan.
Siapa yang Disebut Mustahik?
Mustahik adalah orang atau kelompok yang berhak menerima zakat. Dalam ketentuan syariat, penerima zakat terdiri atas delapan golongan atau asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Ketentuan tersebut menjadi dasar dalam penyaluran zakat. Artinya, pengelolaan zakat perlu memperhatikan siapa yang berhak menerima serta kondisi yang melatarbelakangi kebutuhannya.
Mengapa Data Mustahik Dibutuhkan?
Data membantu memberikan gambaran mengenai masyarakat yang membutuhkan dukungan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memahami kondisi penerima manfaat, menentukan bentuk program yang sesuai, serta menyusun prioritas penyaluran. BAZNAS Kota Surabaya juga menekankan pentingnya sinergi dan sinkronisasi data penerima bantuan dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya agar penyaluran bantuan dapat lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih optimal. Dengan demikian, data bukan sekadar kumpulan informasi, tetapi menjadi salah satu dasar dalam mengambil keputusan terkait program dan penyaluran zakat.
Data Membantu Menyesuaikan Bentuk Bantuan
Setiap mustahik dapat memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada masyarakat yang membutuhkan dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun bantuan ketika menghadapi kondisi tertentu. Karena itu, penyaluran zakat tidak selalu harus diberikan dalam bentuk yang sama. Informasi mengenai kondisi penerima dapat membantu lembaga zakat menentukan pendekatan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di BAZNAS Kota Surabaya, penyaluran dan pendayagunaan zakat dijalankan melalui berbagai bidang program yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, respons terhadap kondisi darurat, serta dakwah.
Pentingnya Sinergi dalam Mengelola Data Penerima
Pengelolaan data penerima manfaat juga membutuhkan koordinasi. BAZNAS Kota Surabaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program untuk masyarakat, termasuk melalui koordinasi dengan perangkat daerah. Sinergi tersebut dapat membantu memperkuat informasi mengenai masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dengan informasi yang lebih terkoordinasi, program zakat dapat dirancang dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.
Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat bukan hanya pekerjaan satu lembaga. Kolaborasi menjadi bagian penting untuk memperluas manfaat zakat dan memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dari Data Menjadi Penyaluran yang Lebih Terarah
Data mustahik pada akhirnya harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata. Informasi yang dimiliki perlu menjadi dasar untuk menentukan langkah yang tepat, mulai dari mengenali kebutuhan hingga menyalurkan bantuan sesuai ketentuan. Karena itu, ketepatan data perlu berjalan bersama dengan proses pengelolaan yang baik. Keduanya menjadi bagian dari upaya menjaga amanah dana zakat yang telah dititipkan oleh masyarakat.
Menjaga Amanah Dana Zakat
Dana zakat merupakan amanah dari muzaki untuk diberikan kepada pihak yang berhak. Pengelolaannya membutuhkan kehati-hatian agar dana tersebut dapat memberikan manfaat sesuai tujuan zakat. Data mustahik menjadi salah satu unsur pendukung dalam proses tersebut. Dengan informasi yang memadai, lembaga pengelola zakat memiliki dasar yang lebih kuat untuk merancang program dan menentukan sasaran penerima manfaat.
Pada akhirnya, penyaluran zakat yang baik tidak hanya dilihat dari seberapa banyak dana yang disalurkan, tetapi juga dari bagaimana dana tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Ketepatan penyaluran zakat berawal dari pemahaman yang baik terhadap masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, data mustahik memiliki peran penting dalam membantu pengelolaan zakat agar lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan. Melalui pengelolaan data, koordinasi, serta program yang tepat, zakat dapat terus dikembangkan menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Surabaya.
ARTIKEL15/09/2026 | Sabrina - Magang
Zakat Punya Tujuan: Bukan Sekadar Memberi, tetapi Menguatkan
Ketika seseorang menunaikan zakat, mungkin yang terlihat hanya proses memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan. Padahal, zakat memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan. Di dalamnya terdapat harapan agar penerima zakat dapat terbantu menghadapi kebutuhannya, memiliki kesempatan untuk berkembang, dan perlahan mampu memperbaiki kehidupannya. Karena itu, zakat bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang perubahan yang ingin diwujudkan dari pemberian tersebut. Melalui pengelolaan yang tepat, dana zakat dapat diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Bantuan kebutuhan dasar dapat membantu seseorang melewati masa sulit, sementara dukungan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun keterampilan dapat menjadi langkah untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dari sini, zakat dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian yang tidak berhenti pada pemberian, tetapi berusaha menghadirkan kekuatan bagi penerimanya.
“Zakat Bukan Hanya Tentang Memberi”
Memberikan zakat memang menjadi bentuk kewajiban sekaligus kepedulian kepada sesama. Namun, makna zakat tidak berhenti ketika harta berpindah dari muzaki kepada penerima. Ada tujuan yang lebih besar, yaitu agar dana tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, penyaluran zakat perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan penerimanya agar bantuan yang diberikan tidak sekadar diterima, tetapi dapat digunakan secara berarti. Setiap penerima memiliki keadaan yang berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada yang membutuhkan dukungan pendidikan, dan ada pula yang memerlukan bantuan agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki tujuan yang tidak selalu sama dalam bentuk bantuannya, tetapi memiliki arah yang sama, yaitu memberikan manfaat dan membantu penerima menghadapi kehidupannya.
“Ada Tujuan di Balik Setiap Penyaluran”
Dana zakat yang disalurkan bukan sekadar angka yang berpindah dari satu pihak kepada pihak lain. Di balik setiap penyaluran terdapat kebutuhan yang ingin dijawab. Ketika zakat digunakan untuk membantu kebutuhan dasar, misalnya, tujuan utamanya adalah meringankan beban penerima. Sementara ketika zakat diberikan dalam bentuk dukungan pendidikan atau ekonomi, manfaatnya dapat berkembang menjadi kesempatan bagi penerima untuk memiliki kondisi kehidupan yang lebih baik. Hal inilah yang membuat pengelolaan zakat menjadi penting. Dana yang terkumpul perlu dikelola dan disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi penerima. Tujuannya bukan hanya membuat seseorang merasa terbantu untuk sementara, tetapi juga memberikan ruang agar mereka dapat melangkah lebih jauh.
“Dari Dibantu Menjadi Lebih Kuat”
Salah satu makna penting dari zakat adalah membantu seseorang agar mampu menghadapi kesulitan dan memiliki kesempatan untuk bangkit. Bantuan yang diberikan dapat menjadi awal untuk memperbaiki keadaan, terutama ketika penerima sedang berada dalam kondisi yang sulit. Ketika kebutuhan dasar lebih teratasi, seseorang dapat memiliki ruang untuk memikirkan langkah berikutnya dalam kehidupannya. Dalam konteks pemberdayaan, zakat juga dapat diarahkan untuk mendukung kemampuan masyarakat agar lebih mandiri. Dukungan ekonomi, keterampilan, atau pendidikan dapat membantu seseorang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Proses tersebut tentu tidak selalu memberikan hasil secara langsung, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih kuat.
“Kuat Bukan Berarti Harus Berjalan Sendiri”
Menjadi lebih mandiri bukan berarti seseorang tidak lagi membutuhkan bantuan dari orang lain. Ada masa ketika seseorang memang membutuhkan dukungan untuk melewati kesulitan. Justru dari dukungan tersebut, seseorang dapat memperoleh kesempatan untuk kembali berdiri dan melanjutkan kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Zakat dapat menjadi salah satu bentuk dukungan dalam proses tersebut. Ketika bantuan diberikan sesuai kebutuhan dan diarahkan pada hal yang produktif, manfaatnya dapat terus berkembang. Bantuan yang diterima hari ini mungkin dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan, sedangkan kesempatan yang diberikan dapat menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.
“Yang Dikuatkan Bukan Hanya Ekonomi”
Zakat sering kali dikaitkan dengan bantuan ekonomi karena manfaatnya dapat dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Namun, tujuan zakat dapat menyentuh berbagai sisi kehidupan. Ketika seorang anak mendapatkan dukungan pendidikan, misalnya, yang dibangun bukan hanya kebutuhan sekolah saat ini, tetapi juga kesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Begitu pula dengan bantuan kesehatan, kebutuhan dasar, maupun dukungan keterampilan. Masing-masing dapat memberikan dampak yang berbeda bagi penerimanya. Karena itu, keberhasilan zakat tidak hanya dapat dilihat dari berapa banyak dana yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana dana tersebut membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Pada Akhirnya, Zakat Menguatkan”
Zakat memiliki perjalanan yang lebih panjang daripada sekadar memberi dan menerima. Ada muzaki yang menunaikan kewajibannya, ada pengelolaan yang memastikan dana dapat digunakan dengan tepat, dan ada penerima yang mendapatkan manfaat dari dana tersebut. Setiap bagian memiliki peran dalam mewujudkan tujuan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan. Zakat memiliki tujuan untuk membantu, meringankan, membuka kesempatan, dan menguatkan. Ketika sebuah pemberian mampu membuat seseorang memiliki kesempatan untuk bangkit dan melangkah lebih mandiri, di situlah zakat menunjukkan makna yang lebih luas. Zakat bukan sekadar memberi, tetapi menjadi bagian dari proses untuk menguatkan kehidupan sesama.
ARTIKEL14/09/2026 | Elsa - Magang
Zakat dari Sudut Pandang yang Jarang Kita Pikirkan
Ketika membicarakan zakat, kebanyakan orang mungkin langsung memikirkan kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta dan memberikannya kepada yang membutuhkan. Pandangan tersebut memang benar, tetapi sebenarnya zakat memiliki sisi lain yang sering kali tidak kita pikirkan. Di balik zakat terdapat proses, tujuan, dan cerita tentang bagaimana sebuah pemberian dapat memberikan arti bagi kehidupan seseorang. Zakat bukan hanya tentang berapa banyak yang diberikan atau berapa banyak dana yang terkumpul. Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting, seperti untuk apa dana tersebut digunakan, siapa yang menerima manfaatnya, dan perubahan apa yang dapat muncul setelahnya. Dari sudut pandang ini, zakat dapat dilihat lebih dekat sebagai bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat.
“Zakat Bukan Sekadar Harta yang Berpindah”
Zakat sering dipahami sebagai perpindahan sebagian harta dari orang yang mampu kepada orang yang membutuhkan. Namun, jika dilihat lebih jauh, proses tersebut membawa manfaat yang lebih luas. Dana yang diberikan dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan yang sebelumnya sulit dipenuhi dan memberikan sedikit ruang untuk menghadapi keadaan yang sedang dihadapi. Artinya, nilai zakat tidak hanya terletak pada jumlah uang yang diberikan. Ada manfaat yang muncul setelah dana tersebut diterima. Bagi seseorang, jumlah yang mungkin terlihat sederhana dapat berarti kebutuhan sehari-hari yang terpenuhi, biaya pendidikan yang terbantu, atau kesempatan untuk kembali menjalankan aktivitasnya.
“Di Balik Penerima Zakat Ada Cerita”
Ketika melihat penyaluran zakat, kita terkadang hanya melihat jumlah penerima atau jumlah bantuan yang diberikan. Padahal, setiap penerima memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Ada keluarga yang sedang menghadapi kesulitan, anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, maupun seseorang yang sedang berusaha memperbaiki kondisi ekonominya. Perbedaan cerita tersebut membuat manfaat zakat tidak selalu terlihat dalam bentuk yang sama. Bantuan yang diterima seseorang mungkin digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara bagi orang lain dapat menjadi awal untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Karena itu, melihat zakat dari sisi penerima membuat kita memahami bahwa setiap penyaluran memiliki makna tersendiri.
“Yang Jarang Terlihat Justru Penting”
Ada bagian dari pengelolaan zakat yang sering tidak terlihat oleh masyarakat. Setelah dana ditunaikan, terdapat proses pengelolaan, pendataan, penentuan penerima, hingga penyaluran agar dana dapat memberikan manfaat. Proses tersebut mungkin tidak selalu menjadi perhatian, tetapi memiliki peran dalam memastikan dana zakat dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Di sinilah kita dapat melihat zakat dari sudut pandang yang berbeda. Zakat bukan hanya tentang orang yang memberi dan orang yang menerima, tetapi juga tentang bagaimana amanah tersebut dikelola. Ada banyak proses dan pihak yang bekerja agar sebuah pemberian dapat berubah menjadi manfaat bagi orang lain.
“Manfaat Zakat Tidak Selalu Langsung Terlihat”
Tidak semua manfaat zakat dapat langsung terlihat setelah bantuan diberikan. Ada bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan saat itu juga, tetapi ada pula yang hasilnya baru terlihat setelah seseorang mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Dukungan pendidikan, keterampilan, atau usaha misalnya, membutuhkan waktu sebelum memberikan perubahan yang lebih besar. Karena itu, keberhasilan zakat tidak selalu dapat diukur hanya dari jumlah bantuan yang disalurkan. Perubahan kecil dalam kehidupan penerima juga menjadi bagian dari manfaat tersebut. Ketika seseorang mulai memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, bantuan yang pernah diterimanya dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Zakat Juga Menghubungkan Banyak Orang”
Dari satu zakat, sebenarnya terdapat hubungan antara beberapa pihak. Ada orang yang menunaikan zakat, lembaga atau amil yang mengelolanya, serta masyarakat yang menerima manfaat. Masing-masing berada pada posisi yang berbeda, tetapi terhubung melalui satu tujuan, yaitu menghadirkan manfaat bagi sesama. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan hanya persoalan individu. Di dalamnya terdapat kepedulian dan tanggung jawab bersama. Ketika zakat dikelola dan disalurkan dengan baik, sebuah pemberian dari satu pihak dapat memberikan dampak kepada pihak lain yang mungkin sebelumnya tidak saling mengenal.
“Melihat Zakat dengan Cara yang Berbeda”
Pada akhirnya, melihat zakat dari sudut pandang yang jarang kita pikirkan berarti mencoba melihat lebih jauh dari sekadar kewajiban memberi. Ada cerita manusia di balik penerima zakat, ada proses di balik penyaluran, dan ada manfaat yang mungkin baru terlihat setelah waktu berjalan. Zakat mungkin dimulai dari sesuatu yang sederhana, yaitu memberikan sebagian harta. Namun, di baliknya terdapat harapan agar bantuan tersebut dapat meringankan, memberikan kesempatan, dan membawa perubahan. Karena itu, zakat bukan hanya tentang apa yang kita berikan, tetapi juga tentang apa yang dapat tumbuh dari pemberian tersebut.
ARTIKEL14/09/2026 | Elsa - Magang
Berbagi di Tengah Gaya Hidup Modern: Apakah Anak Muda Masih Peduli Zakat?
Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup telah membawa banyak transformasi dalam kehidupan generasi muda. Kehadiran media sosial, kemudahan transaksi digital, serta beragam tren yang terus berkembang membuat anak muda hidup dalam lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Di tengah berbagai perubahan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup menarik untuk dibahas: apakah generasi muda saat ini masih memiliki kepedulian terhadap zakat dan semangat berbagi kepada sesama?
Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, anak muda sering kali dianggap lebih fokus pada kebutuhan pribadi, gaya hidup, dan pencapaian individu. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial mulai berkurang akibat pengaruh modernisasi. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, banyak anak muda yang justru menunjukkan kepedulian sosial melalui berbagai cara, mulai dari kegiatan sukarela, penggalangan dana daring, kampanye sosial di media sosial, hingga partisipasi dalam program filantropi dan kemanusiaan.
Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang tetap relevan bagi generasi muda di era modern. Selain sebagai kewajiban agama, zakat mengajarkan nilai empati, tanggung jawab sosial, dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Melalui zakat, generasi muda dapat berkontribusi dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan di tengah kehidupan modern yang cenderung menekankan aspek kompetisi dan pencapaian individu.
Kemajuan teknologi justru membuka peluang yang lebih besar bagi anak muda untuk mengenal dan menunaikan zakat. Saat ini, pembayaran zakat dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai platform digital, aplikasi perbankan, maupun layanan zakat online yang disediakan oleh lembaga resmi. Kemudahan tersebut membuat proses berzakat menjadi lebih praktis, cepat, dan transparan. Dengan beberapa sentuhan pada gawai, seseorang dapat menyalurkan zakatnya tanpa harus datang langsung ke lembaga pengelola zakat.
Selain kemudahan akses, media sosial juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap zakat. Berbagai konten edukatif mengenai manfaat zakat, kisah inspiratif penerima manfaat, hingga laporan penyaluran dana yang transparan mampu menarik perhatian anak muda. Informasi yang dikemas secara kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat pesan tentang zakat lebih mudah diterima dan dipahami oleh generasi muda.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan dalam meningkatkan kepedulian anak muda terhadap zakat. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman mengenai makna dan manfaat zakat, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap. Banyak yang menganggap zakat hanya relevan bagi orang dewasa yang telah bekerja. Padahal, semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat ditanamkan sejak dini melalui edukasi tentang zakat, infak, dan sedekah. Pemahaman tersebut penting untuk membentuk karakter sosial yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Di sinilah peran keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga zakat menjadi sangat penting. Edukasi yang berkelanjutan dapat membantu generasi muda memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Program-program edukatif, kampanye digital, hingga kegiatan sosial yang melibatkan anak muda dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran tersebut.
Berbagai program yang dijalankan oleh lembaga pengelola zakat, termasuk BAZNAS, menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial. Ketika mereka diberi ruang untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, muncul kesadaran bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Semangat berbagi yang tumbuh sejak usia muda akan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan berkeadilan.
Pada akhirnya, gaya hidup modern tidak harus menjadi penghalang bagi tumbuhnya kepedulian sosial. Justru dengan dukungan teknologi dan akses informasi yang semakin luas, generasi muda memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi melalui zakat dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Pertanyaannya bukan lagi apakah anak muda masih peduli terhadap zakat, melainkan bagaimana semua pihak dapat terus mendorong dan memfasilitasi kepedulian tersebut agar berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
ARTIKEL11/09/2026 | Uswa - Magang
Membangun Kota yang Peduli: Peran Zakat dalam Memperkuat Solidaritas Sosial
Perkembangan kota yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Di satu sisi, pembangunan ekonomi dan infrastruktur mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun di sisi lain, kesenjangan sosial, kemiskinan, dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian warga perkotaan. Dalam situasi tersebut, diperlukan upaya bersama untuk membangun solidaritas sosial agar kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata. Salah satu instrumen yang memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah zakat.
Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi. Melalui zakat, terjadi proses distribusi kekayaan dari masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi kepada mereka yang membutuhkan. Mekanisme ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat membantu mengurangi kesenjangan serta memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis dan berkeadilan.
Di lingkungan perkotaan, keberadaan zakat menjadi semakin relevan mengingat tingginya kebutuhan masyarakat yang beragam. Banyak keluarga yang masih menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, hingga masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Dana zakat yang dikelola secara profesional dapat menjadi solusi untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut melalui program-program yang tepat sasaran. Bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, layanan kesehatan gratis, bantuan modal usaha, hingga program pemberdayaan ekonomi merupakan beberapa contoh pemanfaatan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar memberikan bantuan sesaat, zakat memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian masyarakat. Program pemberdayaan yang didukung oleh dana zakat memungkinkan mustahik untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri. Ketika mustahik berhasil berkembang dan menjadi lebih sejahtera, maka dampak positif zakat akan dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Pengelolaan zakat yang amanah dan profesional menjadi faktor penting dalam memaksimalkan manfaat yang diberikan. Lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat kepada pihak yang berhak menerima. Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan yang terencana, zakat dapat menjadi instrumen pembangunan sosial yang efektif. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga partisipasi dalam menunaikan zakat dapat terus meningkat.
Selain memberikan manfaat ekonomi, zakat juga berkontribusi dalam membangun budaya kepedulian di tengah masyarakat. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan orang lain, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa kesejahteraan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat berbagi yang lahir dari zakat mampu memperkuat hubungan sosial antarindividu dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Nilai-nilai seperti empati, gotong royong, dan solidaritas menjadi semakin kuat ketika masyarakat aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial berbasis zakat.
Kota yang peduli bukan hanya ditandai oleh kemajuan pembangunan fisik, tetapi juga oleh tingginya tingkat kepedulian masyarakat terhadap sesama. Dalam konteks ini, zakat menjadi salah satu instrumen yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan semangat kebersamaan. Ketika zakat dikelola dan disalurkan secara optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mustahik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penguatan peran zakat perlu terus didorong melalui kolaborasi antara masyarakat, lembaga pengelola zakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai pihak lainnya. Sinergi tersebut dapat memperluas jangkauan manfaat zakat serta meningkatkan efektivitas program-program sosial yang dijalankan. Dengan semangat berbagi dan kepedulian yang terus tumbuh, zakat dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu membangun kota yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, melainkan tentang membangun harapan, memperkuat solidaritas, dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui zakat, masyarakat diajak untuk bersama-sama mewujudkan kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
ARTIKEL11/09/2026 | Uswa - Magang
Ketika Bantuan Kesehatan Bukan Sekadar Pengobatan
Ketika mendengar istilah bantuan kesehatan, yang terlintas biasanya adalah biaya berobat, obat-obatan, atau pemeriksaan medis. Padahal, kebutuhan kesehatan seseorang tidak selalu berhenti pada proses pengobatan.
Dalam kondisi tertentu, seseorang justru membutuhkan alat yang dapat membantunya menjalani aktivitas sehari-hari. Bagi penerima yang mengalami keterbatasan tertentu, alat bantu dapat menjadi bagian penting untuk menunjang fungsi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Program Kesehatan BAZNAS Kota Surabaya. Pada Juli 2026, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada seorang penerima manfaat. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung penerima agar dapat berkomunikasi dan beraktivitas dengan lebih baik serta meningkatkan kemandirian.
Ketika Kebutuhan Kesehatan Tidak Cukup Dijawab dengan Pengobatan
Setiap orang memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda. Ada kondisi yang dapat ditangani melalui pengobatan, tetapi ada pula kebutuhan yang berkaitan dengan alat penunjang.
Misalnya, seseorang yang mengalami gangguan pendengaran mungkin membutuhkan alat bantu agar dapat lebih mudah berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, alat bantu bukan sekadar sebuah barang, tetapi menjadi sarana yang dapat menunjang aktivitas penerimanya.
Karena itu, bantuan kesehatan perlu melihat kebutuhan penerima secara lebih menyeluruh. Bantuan yang tepat bukan hanya mengenai nilai yang diberikan, melainkan mengenai kesesuaiannya dengan kondisi dan kebutuhan mustahik.
Alat Bantu Bisa Berarti Lebih dari Sekadar Barang
Sebuah alat bantu mungkin terlihat sederhana jika dilihat dari bentuknya. Namun, bagi orang yang membutuhkan, manfaatnya dapat terasa dalam berbagai aktivitas.
Alat bantu dengar, misalnya, dapat membantu penerimanya dalam menjalani komunikasi sehari-hari. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan lebih baik dapat mendukung interaksi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.
Inilah yang membuat bantuan alat kesehatan memiliki makna yang lebih luas. Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menjalani kegiatan sehari-hari secara lebih mandiri.
BAZNAS Surabaya dalam penyaluran alat bantu dengar tersebut juga melibatkan Brilliant Hearing untuk memastikan alat yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Bantuan yang Tepat Dimulai dari Kebutuhan Penerima
Pemberian bantuan tentu tidak dapat disamaratakan. Apa yang dibutuhkan satu orang belum tentu menjadi kebutuhan bagi orang lain.
Karena itu, memahami kebutuhan penerima menjadi bagian penting sebelum bantuan diberikan. Dengan mengetahui kebutuhan tersebut, bantuan yang disalurkan dapat memiliki manfaat yang lebih sesuai dengan kondisi penerima.
Hal ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat bukan hanya tentang menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan. Ada tanggung jawab untuk memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan mustahik.
Dalam konteks bantuan kesehatan, bentuk dukungan dapat disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi penerima. Salah satunya melalui penyediaan alat bantu yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.
Dari Kesehatan Menuju Kemandirian
Kesehatan memiliki kaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang menghadapi keterbatasan tertentu, aktivitas yang sebelumnya sederhana dapat menjadi lebih sulit dilakukan.
Di sinilah alat bantu dapat memiliki peran penting. Dukungan yang diberikan tidak hanya ditujukan agar penerima mendapatkan fasilitas kesehatan, tetapi juga agar ia dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman dan mandiri.
Dalam penyaluran alat bantu dengar, BAZNAS Surabaya menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu penerima menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Artinya, keberhasilan sebuah bantuan tidak selalu dapat dilihat dari besar kecilnya nominal yang dikeluarkan. Manfaat yang dirasakan penerima juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Zakat yang Memberikan Manfaat Lebih Dekat dengan Kebutuhan
Zakat memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, penyalurannya perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan mustahik.
Program kesehatan menjadi salah satu ruang bagi BAZNAS Surabaya untuk menghadirkan manfaat tersebut. Bantuan alat bantu dengar menunjukkan bahwa dukungan kepada mustahik dapat diarahkan pada kebutuhan yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas mereka.
Dengan demikian, bantuan kesehatan tidak selalu harus dipahami sebagai biaya pengobatan. Ada kebutuhan lain yang juga penting, termasuk alat yang membantu seseorang menjalani aktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan.
Ketika Bantuan Membuka Lebih Banyak Kesempatan
Pada akhirnya, sebuah bantuan dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap penerimanya. Bagi sebagian orang, bantuan kesehatan mungkin berarti biaya untuk mendapatkan pengobatan. Bagi yang lain, bantuan tersebut dapat berupa alat yang membantu mereka melakukan aktivitas yang sebelumnya terasa sulit.
Contoh penyaluran alat bantu dengar oleh BAZNAS Surabaya memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan mustahik dapat diwujudkan melalui dukungan yang lebih spesifik. Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi berusaha menghadirkan sesuatu yang benar-benar dapat digunakan oleh penerimanya.
Dari sini, kita dapat melihat bahwa zakat tidak hanya berbicara mengenai nominal yang terkumpul dan disalurkan. Di baliknya terdapat harapan agar dana yang dikelola dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Sebab, ketika sebuah alat dapat membantu seseorang berkomunikasi, beraktivitas, dan menjalani kehidupannya dengan lebih mandiri, bantuan tersebut tidak lagi sekadar menjadi sebuah pemberian. Ada manfaat yang terus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
ARTIKEL10/09/2026 | Putri - Magang
Mengapa Bantuan Zakat Tidak Selalu Diberikan dalam Bentuk Uang Tunai?
Ketika berbicara tentang zakat, hal yang sering terbayang adalah pemberian sejumlah uang kepada masyarakat yang membutuhkan. Padahal, dalam proses penyalurannya, manfaat dana zakat tidak selalu harus diterima mustahik dalam bentuk uang tunai.
Bantuan dapat disalurkan melalui berbagai program sesuai dengan kebutuhan penerima dan tujuan penyaluran. Bentuknya pun dapat berbeda, mulai dari bantuan untuk kebutuhan tertentu hingga dukungan yang bertujuan membantu penerima menjadi lebih mandiri.
Lantas, mengapa bantuan zakat tidak selalu diberikan dalam bentuk uang tunai?
Setiap Mustahik Memiliki Kebutuhan yang Berbeda
Kondisi setiap mustahik tentu tidak sama. Ada yang sedang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara yang lain membutuhkan dukungan untuk pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, atau aktivitas ekonomi.
Karena itu, memberikan bantuan dengan bentuk yang sama kepada semua penerima belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai. Kebutuhan yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Penyaluran zakat kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan program agar manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan oleh penerima.
Bantuan yang Tepat Tidak Selalu Berarti Uang Tunai
Uang tunai memang dapat digunakan secara fleksibel. Namun, dalam kondisi tertentu, bantuan yang diberikan dalam bentuk atau program tertentu dapat lebih tepat untuk menjawab kebutuhan penerima.
Sebagai contoh, seseorang yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha dapat memperoleh bantuan yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. Begitu pula bantuan di bidang pendidikan atau kebutuhan lainnya dapat diarahkan sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Dengan pendekatan tersebut, perhatian tidak hanya diberikan pada nominal bantuan, tetapi juga pada manfaat yang dihasilkan dari bantuan tersebut.
Ada Bantuan yang Bertujuan Membantu Penerima Lebih Mandiri
Penyaluran zakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan saat ini. Dalam program tertentu, zakat juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Misalnya, bantuan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dapat membantu penerima menjalankan atau mengembangkan usahanya. Harapannya, dukungan tersebut tidak berhenti pada bantuan yang diterima, tetapi dapat membuka kesempatan bagi penerima untuk meningkatkan kondisi ekonominya.
Inilah mengapa bentuk bantuan tidak bisa disamaratakan. Program penyaluran perlu mempertimbangkan kondisi penerima agar bantuan yang diberikan memiliki manfaat yang lebih berkelanjutan.
Mengapa Bantuan Harus Disesuaikan?
Penyaluran zakat pada dasarnya memiliki tujuan untuk memberikan manfaat kepada pihak yang berhak menerimanya. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan zakat.
Bayangkan jika seseorang membutuhkan perlengkapan untuk menunjang pekerjaannya, tetapi bantuan yang diberikan tidak berkaitan dengan kebutuhan tersebut. Bantuan tetap memiliki nilai, tetapi manfaat yang diperoleh mungkin tidak sebesar ketika bantuan diberikan sesuai kebutuhannya.
Dari sini dapat dipahami bahwa bantuan yang tepat bukan selalu bantuan dengan nominal terbesar, melainkan bantuan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerimanya.
Zakat Memiliki Manfaat yang Lebih Luas
Zakat tidak hanya berbicara mengenai hubungan antara muzaki dan mustahik. Di dalamnya terdapat upaya untuk menghadirkan manfaat sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan dan penyaluran yang tepat, dana zakat dapat mendukung berbagai kebutuhan dan program yang ditujukan kepada masyarakat yang berhak menerima. Bentuk manfaat yang diterima pun dapat berbeda sesuai dengan program dan kondisi penerima.
Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu memandang bantuan zakat hanya sebatas pemberian uang secara langsung. Di balik sebuah program penyaluran terdapat pertimbangan mengenai siapa yang menerima, apa kebutuhannya, dan bagaimana bantuan tersebut dapat memberikan manfaat.
Bukan Sekadar Memberi, tetapi Memastikan Manfaatnya
Pada akhirnya, keberhasilan penyaluran zakat tidak hanya dapat dilihat dari berapa banyak bantuan yang diberikan. Hal yang tidak kalah penting adalah apakah bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya.
Karena itu, penyaluran zakat membutuhkan pengelolaan yang baik agar dana yang telah dipercayakan oleh muzaki dapat sampai kepada pihak yang berhak dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.
Melalui berbagai program penyaluran dan pemberdayaan, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan masyarakat dalam menunaikan zakat menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Sebab, zakat bukan hanya tentang memberikan, tetapi juga tentang bagaimana pemberian tersebut dapat menghadirkan manfaat yang berarti bagi kehidupan penerimanya.
ARTIKEL10/09/2026 | Putri - Magang
BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas untuk Penyintas Gempa NTT
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. Di tengah kondisi tersebut, semangat solidaritas dan gotong royong menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan serta mendukung proses pemulihan pascabencana. Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut mendorong kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah. BAZNAS Surabaya sebelumnya telah melakukan sosialisasi open donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya untuk menghadirkan manfaat dana ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam situasi darurat kemanusiaan.
Zakat dan Sedekah, Wujud Kepedulian di Tengah Bencana
Bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Penyintas membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membangun kembali kehidupan mereka secara bertahap. Dalam kondisi seperti ini, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat. Dana yang dihimpun melalui lembaga pengelola zakat dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan kemanusiaan sesuai dengan ketentuan dan program yang dijalankan. Kepedulian tersebut juga menunjukkan bahwa semangat berbagi tidak dibatasi oleh jarak. Masyarakat Surabaya dapat mengambil bagian dalam membantu saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah di wilayah lain.
Solidaritas Kemanusiaan Terus Bergerak
Dukungan terhadap penyintas gempa NTT juga terlihat dari kolaborasi berbagai pihak di Jawa Timur. Pada 4 September 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur bersama BAZNAS Jawa Timur dan Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur mengirimkan 27 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di NTT. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Jawa Timur dan menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Hal ini memperlihatkan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga filantropi, komunitas, dan masyarakat. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bagi BAZNAS Surabaya, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya mengoptimalkan pengelolaan ZIS agar dapat memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran.
Dari Kepedulian Menjadi Manfaat
Kepedulian terhadap penyintas bencana tidak berhenti pada rasa prihatin. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang memiliki mekanisme pengelolaan dan penyaluran yang amanah.
BAZNAS Surabaya terus berupaya mengembangkan pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel sehingga dana yang dititipkan masyarakat dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Semangat berbagi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Setiap kontribusi, sesuai kemampuan masing-masing, dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Bersama Bantu Saudara yang Membutuhkan
Musibah yang terjadi di NTT menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat Surabaya dapat mengambil peran melalui zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung berbagai upaya kemanusiaan. Melalui semangat “Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik”, BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Karena setiap kebaikan yang ditunaikan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
ARTIKEL09/09/2026 | Nadya - Magang
Bantuan Kecil, Dampak Besar: Ketika Kepedulian Mengubah Kehidupan
Bagi sebagian orang, sebuah paket kebutuhan pokok, bantuan biaya pendidikan, dukungan kesehatan, atau bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, bantuan tersebut dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, kepedulian menjadi salah satu kekuatan yang mampu membuat masyarakat merasa tidak sendirian. Ketika bantuan hadir pada waktu yang tepat, bukan hanya kebutuhan yang terbantu, tetapi juga harapan untuk kembali bangkit.
Ketika Bantuan Berarti Lebih dari Sekadar Pemberian
Setiap masyarakat memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Ada keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk pendidikan. Dalam situasi tersebut, bantuan bukan sekadar tentang apa yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan menunjukkan bahwa masih ada kepedulian dari lingkungan sekitar. Bantuan yang diberikan dengan tepat sasaran dapat meringankan beban penerima dan memberikan ruang bagi mereka untuk kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.
Kepedulian yang Sampai kepada Masyarakat
Sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menghadirkan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian tersebut. Kehadiran bantuan di tengah masyarakat juga menjadi pengingat bahwa persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Kepedulian dari berbagai unsur masyarakat diperlukan agar mereka yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan dukungan untuk melewati masa sulit.
Dari Bantuan Menjadi Harapan
Sebuah bantuan mungkin hanya diberikan dalam satu kesempatan, tetapi dampaknya dapat memiliki arti yang jauh lebih besar bagi penerimanya. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, seseorang dapat kembali fokus menjalani aktivitas. Ketika kebutuhan pendidikan terbantu, seorang anak dapat terus belajar. Ketika masyarakat mendapatkan dukungan setelah mengalami kesulitan, mereka memiliki kesempatan untuk kembali menata kehidupan. Karena itu, keberhasilan sebuah bantuan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Harapan sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana. Dari perhatian, dari kepedulian, dan dari kehadiran orang-orang yang bersedia membantu ketika dibutuhkan.
Kepedulian Adalah Gerakan Bersama
Membangun kepedulian terhadap sesama tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Perhatian kepada tetangga, membantu masyarakat di sekitar, berbagi kepada mereka yang membutuhkan, hingga ikut mendukung program sosial dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Ketika kepedulian dilakukan secara bersama-sama, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai salah satu bagian dari gerakan tersebut, dengan berupaya menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara amanah dan tepat sasaran.
Karena Setiap Bantuan Punya Cerita
Di balik setiap bantuan, ada cerita tentang seseorang yang sedang berjuang. Ada keluarga yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak yang ingin terus bersekolah, dan masyarakat yang ingin kembali bangkit setelah menghadapi kesulitan. Itulah mengapa bantuan tidak seharusnya hanya dilihat sebagai sebuah pemberian. Di balik bantuan ada kepedulian. Di balik kepedulian ada harapan. Dan di balik harapan, ada kesempatan bagi masyarakat untuk kembali melangkah.
Melalui semangat kepedulian dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Sebab, kebaikan yang diberikan hari ini dapat menjadi kekuatan bagi seseorang untuk menghadapi hari esok.
ARTIKEL08/09/2026 | Nadya - Magang
Bansos September 2026 Ramai Dibicarakan, Apa Peran Zakat untuk Masyarakat?
Bantuan sosial (bansos) kembali menjadi perhatian masyarakat memasuki September 2026. Penyaluran berbagai program perlindungan sosial pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan membuat informasi seputar bansos ramai diperbincangkan. Di tengah perhatian tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah membantu masyarakat cukup dengan memberikan bantuan, atau perlu ada langkah untuk mendorong mereka agar semakin mandiri?
Zakat Bukan Sekadar Bantuan
Bantuan sosial memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan ketika menghadapi kondisi sulit. Namun, pemberdayaan juga diperlukan agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Di sinilah zakat memiliki peran strategis. Zakat tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Dari Membantu hingga Memberdayakan
Pemberian bantuan dapat memberikan manfaat secara langsung. Namun, dampaknya dapat menjadi lebih panjang ketika bantuan disertai dengan upaya pemberdayaan. Dukungan terhadap usaha kecil, misalnya, dapat membantu mustahik mengembangkan sumber penghasilan. Begitu pula dukungan pendidikan dan keterampilan yang dapat membuka peluang baru bagi penerima manfaat. Karena itu, zakat memiliki potensi besar untuk tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kemandirian masyarakat.
Peran Zakat di Surabaya
Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian masyarakat melalui zakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sosial yang saling membantu. Setiap zakat yang ditunaikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat bagi mustahik dan mendukung berbagai upaya pemberdayaan. Ramainya pembahasan bansos dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa membantu sesama merupakan tanggung jawab bersama.
Mari jadikan zakat sebagai energi kebaikan. Bukan hanya untuk membantu masyarakat bertahan, tetapi juga untuk mendorong mereka agar tumbuh, berdaya, dan semakin mandiri.
ARTIKEL08/09/2026 | Nadya - Magang
Bukan Soal Seberapa Banyak, Tapi Seberapa Jauh Kebaikan Itu Berdampak
Kebaikan sering kali diukur dari seberapa banyak yang diberikan. Semakin besar bantuan, semakin besar pula kebaikan yang dianggap telah dilakukan. Namun, ada pertanyaan yang tidak kalah penting yaitu: seberapa jauh kebaikan tersebut mampu mengubah kehidupan seseorang?. Pertanyaan inilah yang semakin relevan dalam melihat peran zakat di tengah masyarakat. Zakat bukan sekadar tentang menyalurkan sejumlah dana kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga tentang bagaimana dana tersebut dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah dan profesional, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong agar manfaat zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi pemberdayaan yang memberikan dampak lebih panjang bagi masyarakat.
Dari Menerima Bantuan Menjadi Punya Kesempatan
Bantuan memang dapat meringankan kebutuhan seseorang hari ini. Namun, pemberdayaan memberikan sesuatu yang lebih jauh yaitu kesempatan untuk berdiri dengan kemampuan sendiri. Konsep inilah yang menjadi salah satu arah penting dalam pendayagunaan zakat. Dana ZIS dapat diarahkan untuk mendukung masyarakat melalui berbagai program yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan sosial.
BAZNAS Surabaya, misalnya, menjalankan berbagai bentuk program pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui bantuan usaha produktif yang ditujukan untuk membantu masyarakat mengembangkan sumber penghasilan. Pada Mei 2026, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan rombong usaha kepada salah satu penerima manfaat di Tambaksari sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi. Dari sini, makna zakat menjadi lebih luas. Bukan hanya membantu seseorang melewati kesulitan, tetapi juga memberikan ruang agar mereka memiliki kesempatan untuk berkembang.
Ketika Zakat Menjadi Jalan Menuju Kemandirian
Kemiskinan tidak selalu dapat diselesaikan dengan bantuan satu kali. Ada kondisi ketika seseorang membutuhkan modal, keterampilan, akses pendidikan, atau dukungan lainnya agar dapat memperbaiki kehidupannya secara bertahap. Karena itu, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan. BAZNAS RI juga menekankan bahwa dampak pemberdayaan mustahik perlu dilihat dari perubahan kehidupan penerima manfaat, bukan hanya dari jumlah bantuan yang telah disalurkan. Artinya, keberhasilan sebuah program zakat bukan hanya ketika bantuan telah sampai kepada penerima. Keberhasilan yang lebih bermakna adalah ketika bantuan tersebut mampu membuka peluang baru. Setiap perubahan tersebut merupakan bagian dari perjalanan kebaikan yang lebih panjang.
Kebaikan yang Bergerak Lebih Jauh
Zakat memiliki keunikan karena satu kebaikan dapat melahirkan kebaikan lainnya. Ketika seorang muzaki menunaikan zakat melalui lembaga resmi, dana tersebut tidak berhenti pada satu transaksi. Dana yang dihimpun kemudian dikelola dan disalurkan melalui program yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Di sinilah pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. BAZNAS Surabaya terus mendorong agar dana ZIS dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat melalui program sosial sekaligus pemberdayaan. Dengan demikian, kebaikan seorang muzaki dapat menemukan jalannya sendiri. Dari satu tangan menuju tangan lainnya, dari satu kepedulian menjadi sebuah kesempatan, hingga akhirnya menjadi perubahan dalam kehidupan seseorang.
Bukan Tentang Besarnya Pemberian
Pada akhirnya, berbicara tentang zakat bukan semata-mata berbicara tentang nominal. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kebaikan itu diberikan. BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan ZIS agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan. Dengan dukungan para muzaki dan masyarakat, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi energi kebaikan yang terus bergerak. Karena pada akhirnya, kebaikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita berikan. Kebaikan adalah tentang seberapa jauh manfaatnya dapat dirasakan.
ARTIKEL08/09/2026 | Nadya - Magang
Cara BAZNAS Mengubah Sedekah Menjadi Modal Solutif Usaha Mikro
Melampaui Karitas: Paradigma Baru Pengelolaan Zakat di Kota Pahlawan
Selama ini, zakat dan sedekah kerap dipersepsikan sebatas bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan pokok harian. Padahal, jika dikelola secara terstruktur dan visioner, instrumen keuangan Islam ini menyimpan potensi besar sebagai penggerak roda ekonomi kelas bawah.
Melalui spirit “Zakat Beyond Charity”, BAZNAS Kota Surabaya bertransformasi tidak hanya sebagai penyalur bantuan sosial, tetapi juga sebagai lembaga pendamping kemandirian ekonomi. Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari para muzakki dialokasikan secara terukur untuk menyuntikkan energi baru bagi sektor usaha mikro di Surabaya.
Tiga Pilar Modal Solutif BAZNAS Surabaya bagi Pelaku Usaha Mikro
Menjawab tantangan keterbatasan modal dan jeratan pinjaman tak resmi yang kerap menghimpit pedagang kecil, BAZNAS Kota Surabaya menerapkan pendekatan holistik:
Injeksi Modal Usaha Tanpa Beban Riba
Bantuan tidak diberikan dalam bentuk pinjaman berbunga, melainkan hibah modal produktif dan penyediaan alat kerja (seperti rombong usaha, etalase, dan mesin pendukung) agar pelaku usaha langsung bisa berproduksi secara mandiri.
Pendampingan dan Pelatihan Kelayakan Usaha
Modal finansial selalu diimbangi dengan modal keterampilan. BAZNAS Surabaya memfasilitasi pelatihan pembukuan keuangan sederhana, strategi pemasaran lokal, hingga pengurusan legalitas dan sertifikasi halal UMKM.
Inkubasi Komunitas dan Pembukaan Akses Pasar
Para penerima manfaat digabungkan dalam kelompok binaan usaha agar saling mendukung. BAZNAS Surabaya juga menjembatani akses pemasaran dengan mengikutsertakan produk binaan pada berbagai event UMKM tingkat kota.
Dampak Nyata: Menjaga Ketahanan Ekonomi Keluarga Prasejahtera
Pendekatan zakat produktif ini terbukti memberi napas panjang bagi warung kelontong, pedagang kuliner rumahan, hingga bengkel kecil di sudut-sudut kampung Surabaya. Dengan pendapatan yang stabil, para kepala keluarga tidak lagi khawatir akan kebutuhan dasar anak-anak mereka, seperti biaya pendidikan dan kesehatan.
Tujuan akhirnya sangat jelas: membimbing para mustahik (penerima zakat) secara bertahap hingga mencapai taraf hidup sejahtera, hingga suatu hari nanti bertransformasi menjadi muzakki (pembayar zakat) yang turut membantu warga lainnya.
Sinergi dan Akuntabilitas Dana ZIS
Komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menjalankan program zakat produktif senantiasa mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Integrasi data bersama Pemerintah Kota Surabaya memastikan setiap penyaluran modal tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penurunan angka kemiskinan di Kota Pahlawan.
Mari terus dukung gerakan zakat produktif bersama BAZNAS Kota Surabaya. Zakat Anda bukan sekadar bantuan, melainkan investasi kebaikan yang memberdayakan sesama secara berkelanjutan.
ARTIKEL08/09/2026 | Leli - Magang
Ketika Langit Kalimantan Diselimuti Asap, Jangan Biarkan Kepedulian Kita Ikut Hilang
Ada masa ketika langit seharusnya menjadi tempat matahari bersinar dengan terang. Namun bagi sebagian masyarakat di Kalimantan, langit justru dapat berubah menjadi kelabu karena kepulan asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Karhutla kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga 7 September 2026, pemerintah masih memberikan perhatian khusus terhadap enam provinsi prioritas penanganan karhutla, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Upaya pemadaman dan pencegahan pun terus dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pemadaman dari darat dan udara serta operasi modifikasi cuaca.
Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: bagaimana masyarakat menjalani hari-harinya ketika asap datang?
Bukan Sekadar Asap
Bagi kita yang melihat kabar karhutla dari kejauhan, mungkin yang terlihat hanyalah foto hutan terbakar atau kepulan asap dari udara.
Tetapi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, asap dapat berarti aktivitas yang harus dibatasi, perjalanan yang terganggu, dan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Anak-anak membutuhkan perlindungan lebih. Keluarga harus memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Masyarakat di sekitar wilayah terdampak juga membutuhkan berbagai perlengkapan untuk menghadapi kondisi darurat.
Inilah mengapa penanganan karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang melindungi manusia yang berada di sekitarnya.
Di Tengah Asap, Masih Ada Mereka yang Berjuang
Petugas terus bekerja untuk mengendalikan titik api. Pemerintah memperkuat koordinasi. Berbagai pihak turun membantu agar kebakaran tidak semakin meluas. Tetapi perjuangan menghadapi bencana tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.
Masyarakat membutuhkan dukungan untuk melewati masa sulit dan kembali menjalankan kehidupan mereka. Bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, air bersih, masker, hingga dukungan pemulihan dapat menjadi bagian penting dari proses tersebut. Dan di sinilah kita bisa mengambil bagian.
Tidak harus berada di Kalimantan untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara kita di sana.
Sedekah Kita Bisa Menjadi Napas bagi Mereka
Kebaikan tidak mengenal jarak. Ketika kita menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat terdampak bencana, mungkin kita tidak melihat langsung siapa yang menerima bantuan tersebut. Namun, setiap rupiah yang disalurkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Apa yang bagi kita mungkin terasa kecil, bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk berbuat baik. Mulailah dari apa yang kita mampu hari ini.
Mari Hadir untuk Kalimantan
Karhutla adalah ujian yang membutuhkan kepedulian banyak pihak. Pemerintah, petugas, relawan, masyarakat, dan kita semua memiliki peran masing-masing.
Kita mungkin tidak dapat memadamkan api dengan tangan sendiri. Tetapi kita dapat membantu mereka yang terdampak. Kita dapat menyisihkan sebagian rezeki. Kita dapat mengajak orang lain untuk peduli.
Dan kita dapat menjadikan momen ini sebagai pengingat bahwa rezeki yang kita miliki juga memiliki kesempatan untuk menjadi manfaat bagi sesama.
Saatnya Berbagi
Mari salurkan donasi terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak karhutla di Kalimantan melalui BAZNAS. Bukan tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang seberapa tulus kita ingin membantu.
Karena ketika langit mereka dipenuhi asap,jangan biarkan hati kita ikut menjadi gelap.
Mari nyalakan kembali harapan melalui kepedulian.
Dari rezeki yang kita sisihkan, semoga lahir pertolongan.Dari kepedulian yang kita berikan, semoga tumbuh harapan.
Salurkan donasi terbaik Anda melalui BAZNAS.
ARTIKEL08/09/2026 | Anin - Magang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →