WhatsApp Icon
Dzulhijjah sebagai Bulan Pengorbanan dan Keikhlasan

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, memperkuat ketakwaan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat berbagai ibadah mulia seperti puasa sunnah, pelaksanaan ibadah haji, serta ibadah qurban yang memiliki nilai spiritual sangat besar. Oleh karena itu, Dzulhijjah sering disebut sebagai bulan pengorbanan dan keikhlasan karena mengajarkan umat Islam untuk rela berkorban demi menjalankan perintah Allah SWT.

Makna pengorbanan dalam bulan Dzulhijjah tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi teladan besar tentang ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ujian keimanan. Meskipun perintah tersebut sangat berat, Nabi Ibrahim tetap melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah. Begitu pula Nabi Ismail AS yang menerima perintah tersebut dengan hati yang sabar dan ikhlas. Karena keimanan dan ketulusan mereka, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan.

Peristiwa tersebut mengandung pelajaran penting bahwa pengorbanan dalam Islam bukan hanya tentang kehilangan sesuatu yang dicintai, tetapi juga tentang ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan oleh umat Islam setiap datangnya Hari Raya Idul Adha melalui pelaksanaan ibadah qurban. Ibadah qurban menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, semangat pengorbanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Pengorbanan tidak selalu berupa materi atau harta benda, tetapi juga dapat berupa waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian terhadap sesama. Seorang pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu demi masa depan yang baik juga termasuk bentuk pengorbanan. Begitu pula seseorang yang membantu orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan balasan telah menunjukkan sikap keikhlasan yang diajarkan dalam bulan Dzulhijjah.

Selain mengajarkan pengorbanan, bulan Dzulhijjah juga menjadi momentum untuk melatih keikhlasan hati. Keikhlasan merupakan sikap melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT tanpa mengharapkan pujian manusia. Dalam Islam, keikhlasan menjadi kunci diterimanya amal ibadah seseorang. Amal yang besar sekalipun tidak akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan niat riya atau ingin dipuji oleh orang lain. Oleh karena itu, Dzulhijjah mengajarkan umat Islam agar senantiasa memperbaiki niat dalam setiap perbuatan.

 Keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah juga menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan membantu sesama. Semangat ibadah ini menjadi bentuk latihan spiritual agar manusia semakin dekat kepada Allah SWT.

Ibadah qurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat berbagi dalam bulan Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa rezeki yang dimiliki tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Di Indonesia, pelaksanaan qurban sering dilakukan melalui lembaga sosial dan keagamaan, salah satunya BAZNAS. Melalui program qurban, penyaluran hewan qurban dapat dilakukan secara lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk daerah-daerah terpencil. Kehadiran lembaga seperti BAZNAS Kota Surabaya membantu masyarakat untuk menyalurkan ibadah qurban dengan lebih mudah, aman, dan tepat sasaran. Program tersebut juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Bulan Dzulhijjah juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri. Pengorbanan dan keikhlasan bukan hanya dilakukan dalam ibadah tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari karakter seorang Muslim. Dalam kehidupan modern yang penuh persaingan, manusia sering kali lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, semangat Dzulhijjah menjadi pengingat agar umat Islam tetap memiliki rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Selain itu, bulan Dzulhijjah dapat menjadi momentum mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan qurban dan perayaan Idul Adha biasanya dilakukan secara bersama-sama sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Masyarakat saling membantu dalam proses penyembelihan, pembagian daging, hingga kegiatan sosial lainnya. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai persaudaraan dan gotong royong yang sangat penting dalam kehidupan sosial.

 Pada akhirnya, Dzulhijjah bukan hanya sekadar bulan dalam kalender Islam, tetapi juga bulan penuh pelajaran tentang makna kehidupan. Melalui pengorbanan dan keikhlasan, umat Islam diajak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, peduli, dan taat kepada Allah SWT. Semangat yang diajarkan dalam bulan ini seharusnya tidak hanya dirasakan saat Idul Adha saja, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna Dzulhijjah secara mendalam, diharapkan umat Islam mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh kepedulian, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

13/05/2026 | Kontributor: Fia
Peran Program BAZNAS Kota Surabaya bagi Masyarakat Surabaya

BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sebagai lembaga pengelola zakat resmi, BAZNAS hadir untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat Kota Surabaya, khususnya bagi kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu.

 Dalam bidang sosial, BAZNAS Kota Surabaya aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, kesulitan ekonomi, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Bantuan sembako, santunan yatim, bantuan biaya hidup, hingga program bedah rumah menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Program ini sangat membantu warga yang mengalami keterbatasan ekonomi agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan perhatian besar kepada para pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, banyak anak di Surabaya yang terbantu dalam melanjutkan sekolah tanpa harus terkendala biaya. Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Selain itu, dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya program kesehatan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam sektor ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha dan zakat produktif. Program ini bertujuan membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Selain program-program utama tersebut, BAZNAS Kota Surabaya juga sering mengadakan kegiatan kemanusiaan pada momen tertentu, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, maupun ketika terjadi bencana alam. Pada bulan Ramadhan misalnya, BAZNAS melaksanakan program pembagian paket buka puasa, santunan anak yatim, penyaluran zakat fitrah, serta bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Surabaya juga memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan dakwah, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk membantu sesama dan mengurangi kesenjangan sosial. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, maka semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program yang dijalankan.

Keberadaan BAZNAS Kota Surabaya juga membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial dan kemiskinan di Kota Surabaya. Program-program yang dijalankan mampu menjadi pendukung bagi upaya pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan sejahtera.

Selain memberikan bantuan material, program-program BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan dampak moral dan psikologis bagi penerima manfaat. Banyak masyarakat yang merasa terbantu, diperhatikan, dan termotivasi untuk bangkit dari kesulitan hidup yang mereka alami. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan harapan dan semangat baru bagi masyarakat.

Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kota Surabaya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Surabaya. Program-program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan semangat saling membantu di tengah kehidupan sosial. Oleh karena itu, keberadaan BAZNAS menjadi salah satu bentuk nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, serta memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.

13/05/2026 | Kontributor: Fia
Mengenal Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam Pelayanan Umat

Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, zakat juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang bertugas mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara profesional dan tepat sasaran.

Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menghadirkan pelayanan umat yang berkelanjutan.

Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki tugas utama menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan dilakukan secara transparan, amanah, dan sesuai syariat Islam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga fokus pada program pemberdayaan yang bertujuan membantu masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi maupun sosial.

Berbagai Program Pelayanan Umat

Dalam menjalankan misinya, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya:

1. Bidang Pendidikan

BAZNAS Kota Surabaya memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu melalui beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dan dukungan biaya pendidikan. Program ini bertujuan membantu generasi muda memperoleh pendidikan yang layak dan mengurangi angka putus sekolah.

2. Bidang Sosial dan Kemanusiaan

Melalui program sosial, BAZNAS membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, korban bencana, hingga masyarakat rentan lainnya. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, santunan, bantuan darurat, dan kebutuhan pokok lainnya.

3. Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya turut membantu masyarakat melalui layanan bantuan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, serta dukungan biaya medis bagi masyarakat kurang mampu.

4. Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan

Untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha kecil. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan para muzaki menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dan tepat sasaran.

Selain itu, BAZNAS juga aktif mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam pelayanan umat menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.

Dengan dukungan masyarakat, diharapkan BAZNAS Kota Surabaya dapat terus menjadi jembatan kebaikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan.

13/05/2026 | Kontributor: Ana
Surabaya Cerdas: Investasi Pendidikan untuk Generasi Masa Depan

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui Program Surabaya Cerdas.

Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan, Program Surabaya Cerdas hadir sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Program Surabaya Cerdas tidak hanya memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan potensi diri para penerima manfaat. Pendidikan yang layak diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-cita dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka di masa mendatang.

Selain membantu meringankan beban biaya pendidikan, program ini juga menjadi motivasi bagi para pelajar agar terus semangat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan diri. BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik apabila mendapatkan dukungan dan akses pendidikan yang memadai.

Dalam pelaksanaannya, Program Surabaya Cerdas menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, biaya penunjang belajar, maupun kebutuhan akademik lainnya.

Tidak hanya berorientasi pada bantuan materi, Program Surabaya Cerdas juga menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, dan semangat kemandirian kepada para penerima manfaat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Program Surabaya Cerdas menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program pendidikan ini. Karena setiap kontribusi yang diberikan hari ini akan menjadi harapan dan masa depan bagi generasi penerus bangsa.

12/05/2026 | Kontributor: Sahroh
Menyambut Kemuliaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Ibadah dan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kehadirannya membawa banyak keberkahan dan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Di bulan inilah terdapat rangkaian ibadah istimewa seperti haji, puasa sunnah Arafah, hingga ibadah kurban yang penuh nilai pengorbanan dan keikhlasan.

Allah SWT memberikan keutamaan besar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari tersebut. Kesempatan ini menjadi ladang pahala bagi setiap Muslim untuk memperbanyak dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, berpuasa sunnah, dan membantu sesama yang membutuhkan.

Selain menjadi bulan penuh ibadah, Dzulhijjah juga mengajarkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Hewan kurban yang disalurkan bukan hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang terus dihidupkan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program kemanusiaan dan penyaluran kurban kepada para mustahik di berbagai wilayah.

Melalui semangat Dzulhijjah, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan mulia ini sebagai momentum memperbanyak kebaikan. Tidak hanya melalui ibadah pribadi, tetapi juga dengan berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Setiap sedekah, zakat, dan kurban yang ditunaikan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Mari sambut bulan Dzulhijjah dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan semangat berbagi yang lebih besar. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, hadirkan manfaat dan kebahagiaan untuk sesama, karena kebaikan yang ditanam hari ini akan menjadi pahala yang terus mengalir di sisi Allah SWT.

12/05/2026 | Kontributor: Sahroh

Artikel Terbaru

Zakat di Bulan Ramadhan: Momentum Berbagi dan Menyucikan Harta
Zakat di Bulan Ramadhan: Momentum Berbagi dan Menyucikan Harta
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti sedekah, infak, dan zakat. Di antara berbagai bentuk ibadah tersebut, zakat memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk mengeluarkan sebagian hartanya dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Dalam Islam, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Bulan Ramadhan sering dijadikan waktu yang tepat bagi banyak umat Islam untuk menunaikan zakat, baik zakat maal maupun zakat fitrah. Hal ini karena pada bulan yang mulia ini pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak ibadah sosial, termasuk menunaikan zakat. Salah satu zakat yang sangat erat kaitannya dengan bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim menjelang hari raya Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk membantu fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Dalam sebuah hadits, Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa Muhammad mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan perbuatan yang tidak baik, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Hadits ini menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga dimensi spiritual bagi orang yang menunaikannya. Selain zakat fitrah, umat Islam yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dan haul juga dapat menunaikan zakat maal pada bulan Ramadhan. Meskipun zakat maal sebenarnya dapat dibayarkan kapan saja ketika syaratnya telah terpenuhi, banyak orang memilih menunaikannya pada bulan Ramadhan karena berharap mendapatkan pahala yang lebih besar. Penyaluran zakat memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam ajaran Islam, zakat diberikan kepada delapan golongan yang disebut sebagai asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, orang yang terlilit utang, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Dengan adanya pengelolaan zakat yang baik, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan pendidikan, serta memberdayakan ekonomi umat. Di Indonesia, pengelolaan zakat secara resmi dilakukan oleh lembaga yang memiliki legalitas dan sistem pengelolaan yang profesional, salah satunya adalah Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Melalui lembaga ini, zakat yang ditunaikan oleh masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain penyaluran dalam bentuk bantuan langsung, dana zakat juga dapat digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program sosial lainnya. Khususnya di tingkat daerah, keberadaan BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam mengelola zakat masyarakat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan, zakat yang terkumpul tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka. Dengan demikian, zakat di bulan Ramadhan tidak hanya menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk menyadari bahwa di dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
ARTIKEL11/03/2026 | septya
Peran BAZNAS Surabaya dalam Mengoptimalkan Penyaluran Zakat Fitrah
Peran BAZNAS Surabaya dalam Mengoptimalkan Penyaluran Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai bentuk penyucian diri bagi umat yang menjalankan puasa, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat fitrah, nilai kepedulian sosial dan kebersamaan dalam masyarakat dapat semakin diperkuat. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan zakat fitrah memerlukan sistem yang baik agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima. Di sinilah peran BAZNAS Kota Surabaya menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Melalui berbagai program dan layanan yang tersedia, BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dengan lebih mudah dan terpercaya. Pengelolaan zakat dilakukan secara profesional dan transparan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga tersebut. Dengan adanya sistem pengelolaan yang terorganisir, zakat fitrah dapat disalurkan secara merata kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir dan miskin. Selain itu, BAZNAS Kota Surabaya juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga masyarakat dan relawan, untuk memastikan proses pendistribusian zakat fitrah berjalan dengan baik. Kerja sama ini membantu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah Kota Surabaya. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui pengelolaan yang optimal, zakat fitrah dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam menghimpun dan menyalurkan zakat fitrah menjadi bagian penting dalam upaya membangun kepedulian sosial serta mengurangi kesenjangan di masyarakat, khususnya pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Keutamaan Qiyamullail: Menghidupkan Malam untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Keutamaan Qiyamullail: Menghidupkan Malam untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Qiyamullail merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam. Ibadah ini dilakukan pada waktu malam setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Dalam praktiknya, qiyamullail tidak hanya terbatas pada shalat malam seperti tahajud, tetapi juga mencakup berbagai bentuk ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta melakukan muhasabah diri. Melalui ibadah ini, seorang muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam suasana malam yang tenang dan penuh kekhusyukan. Secara bahasa, qiyamullail berasal dari kata qiyam yang berarti berdiri dan lail yang berarti malam. Dalam pengertian syariat, qiyamullail adalah menghidupkan malam atau sebagian waktu malam dengan berbagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa qiyamullail tidak hanya sebatas shalat tahajud, tetapi mencakup seluruh aktivitas ibadah yang dilakukan pada malam hari, seperti tilawah Al-Qur’an, dzikir, doa, dan mempelajari ilmu agama. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan anjuran kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah pada malam hari. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan tentang pentingnya qiyamullail adalah firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 79: “Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79). Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah malam memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Orang-orang yang membiasakan diri untuk beribadah pada malam hari dijanjikan derajat yang tinggi serta kedekatan dengan Allah SWT. Malam menjadi waktu yang penuh ketenangan sehingga memungkinkan seorang hamba untuk berdoa dan bermunajat dengan penuh kekhusyukan tanpa gangguan aktivitas duniawi. Keutamaan qiyamullail tidak hanya disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga dijelaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjadikan qiyamullail sebagai kebiasaan beliau. Diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar bahwa Muhammad biasanya tidur di awal malam lalu bangun di akhir malam untuk melaksanakan shalat, yang menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk qiyamullail adalah pada sepertiga malam terakhir ketika doa lebih mudah dikabulkan. Qiyamullail memiliki banyak keutamaan bagi seorang muslim. Ibadah ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan seorang hamba dalam mencari ridha-Nya. Selain itu, qiyamullail juga dapat menjadi penghapus dosa, mencegah perbuatan maksiat, serta memberikan ketenangan hati dan kekuatan spiritual. Keutamaan qiyamullail semakin besar pada bulan Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah malam seperti shalat tarawih, tahajud, dan membaca Al-Qur’an. Bahkan Muhammad meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, yang pahalanya lebih baik daripada seribu bulan. Dengan demikian, qiyamullail merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ibadah ini tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, serta mendapatkan ketenangan hati. Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Islam berusaha membiasakan diri untuk menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah. Meskipun dimulai dari hal yang sederhana dan dalam waktu yang singkat, konsistensi dalam melaksanakan qiyamullail akan membawa dampak spiritual yang besar dalam kehidupan seorang muslim.
ARTIKEL11/03/2026 | septya
Dari Ibadah Malam ke Aksi Sosial: Spirit Qiyamul Lail dalam Program BAZNAS Surabaya
Dari Ibadah Malam ke Aksi Sosial: Spirit Qiyamul Lail dalam Program BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik secara spiritual maupun sosial. Salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar adalah Qiyamul Lail, yaitu ibadah malam yang dilakukan dengan shalat, dzikir, dan doa kepada Allah SWT. Ibadah ini tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Dalam suasana malam yang tenang, Qiyamul Lail menjadi waktu yang tepat untuk merenung dan mengevaluasi diri. Dari proses perenungan tersebut, seorang muslim dapat menyadari bahwa kehidupan tidak hanya berfokus pada kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap orang lain, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan. Kesadaran inilah yang kemudian mendorong lahirnya berbagai tindakan kebaikan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semangat kepedulian yang lahir dari ibadah Qiyamul Lail sejalan dengan berbagai program kemanusiaan yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui berbagai program sosial, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti kegiatan berbagi makanan, bantuan bagi kaum dhuafa, serta program kemanusiaan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program tersebut menjadi wujud nyata dari nilai kepedulian dan semangat berbagi yang diajarkan dalam ajaran Islam. Qiyamul Lail mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berhenti pada hubungan antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama. Ibadah yang dilakukan pada malam hari dapat menjadi sumber kekuatan spiritual yang mendorong seseorang untuk menebarkan kebaikan pada siang hari. Dengan demikian, Qiyamul Lail tidak hanya menjadi ibadah pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi untuk melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang terus dihidupkan melalui berbagai program kemanusiaan yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Zakat sebagai Pilar Kepedulian Sosial dan Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Zakat sebagai Pilar Kepedulian Sosial dan Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial. Melalui zakat, umat Islam diajarkan untuk berbagi dan membantu sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu. Secara bahasa, zakat memiliki arti suci, bersih, berkembang, dan berkah. Sementara secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, kemudian disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya atau yang disebut mustahik. Kewajiban zakat telah ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, sehingga menjadi ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Dalam praktiknya, zakat tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga bagi orang yang menunaikannya. Zakat dapat membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama. Oleh karena itu, zakat menjadi salah satu cara dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat yang beragam kondisi ekonominya. Di Indonesia, pengelolaan zakat telah diatur secara resmi melalui lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, yaitu Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Lembaga ini memiliki tugas untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya BAZNAS, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu bentuk implementasi pengelolaan zakat di tingkat daerah dapat dilihat melalui program yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Surabaya. Lembaga ini aktif mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat menjadi lebih mandiri. Melalui pengelolaan yang terorganisir, zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin (orang yang memiliki utang), fi sabilillah, dan ibnu sabil (musafir). Penyaluran zakat yang tepat sasaran ini menjadi salah satu cara efektif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial. BAZNAS juga terus berinovasi dalam memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakat, terutama di era digital. Saat ini, pembayaran zakat dapat dilakukan secara online melalui berbagai platform digital sehingga masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat dengan lebih mudah dan praktis. Inovasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Selain itu, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS turut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program seperti bantuan usaha mikro, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat dhuafa menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Momentum bulan Ramadhan seringkali menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Pada bulan yang penuh berkah ini, BAZNAS juga aktif mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi agar dapat dikelola dan didistribusikan secara lebih optimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan dari masyarakat, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Melalui peran BAZNAS, potensi zakat yang besar di Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan penuh kepedulian.
ARTIKEL11/03/2026 | Ana
Zakat Fitrah sebagai Instrumen Penyucian Diri dan Kesejahteraan Sosial
Zakat Fitrah sebagai Instrumen Penyucian Diri dan Kesejahteraan Sosial
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya pada akhir bulan Ramadhan. Kewajiban ini memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial, karena tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa, tetapi juga sebagai instrumen distribusi kesejahteraan kepada masyarakat yang membutuhkan. Zakat fitrah biasanya ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok atau nilai setara yang dibayarkan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Secara teologis, zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari berbagai kekurangan selama menjalankan ibadah Ramadhan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad ? yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a.: "Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Dari perspektif sosial-ekonomi, zakat fitrah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan di masyarakat. Melalui zakat fitrah, kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu dapat terpenuhi, khususnya menjelang hari raya Idulfitri. Hal ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial dalam Islam yang menekankan distribusi kekayaan secara lebih merata. Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya penyucian harta dan jiwa melalui zakat dalam firman Allah SWT: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri." (QS. Al-A’la: 14). Dalam konteks pengelolaan zakat di Indonesia, penghimpunan dan penyaluran zakat fitrah dapat dilakukan melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga penyalurannya dapat tepat sasaran kepada para mustahik. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah individual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan zakat fitrah melalui lembaga zakat menjadi langkah penting dalam memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan keadilan sosial dalam masyarakat.
ARTIKEL10/03/2026 | Ana
Dialog Sunyi antara Hamba dan Sang Pencipta
Dialog Sunyi antara Hamba dan Sang Pencipta
Di saat dunia terlelap dalam selimut malam dan kebisingan siang hari telah mereda sepenuhnya, terdapat sebuah dimensi waktu yang sangat istimewa bagi jiwa-jiwa yang rindu. Waktu itu adalah sepertiga malam terakhir, sebuah fragmen waktu di mana tirai antara dunia dan langit seolah menipis, memungkinkan terjadinya sebuah dialog sunyi yang paling jujur antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Inilah esensi dari Qiyamul Lail, sebuah ibadah yang bukan sekadar gerakan fisik berdiri dan bersujud, melainkan sebuah pertemuan rahasia yang penuh dengan kehangatan spiritual. Melaksanakan Qiyamul Lail adalah bentuk pernyataan cinta yang paling nyata. Ketika raga terasa berat untuk beranjak dari empuknya tempat tidur dan hawa dingin menusuk kulit, seorang hamba memilih untuk bangun demi memenuhi panggilan nuraninya. Di dalam keheningan yang mencekam itu, setiap bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan terasa lebih meresap ke dalam relung hati, dan setiap doa yang dibisikkan seolah langsung mengetuk pintu Arsy. Tidak ada penonton, tidak ada pujian manusia, yang ada hanyalah kejujuran mutlak di hadapan Allah SWT yang Maha Mendengar. Keajaiban dari dialog sunyi ini terletak pada ketenangan yang ditinggalkannya. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa pada saat manusia lain tertidur, Allah turun ke langit dunia untuk mencari siapa yang memohon ampunan agar dimaafkan dan siapa yang berdoa agar dikabulkan. Maka, Qiyamul Lail menjadi momen terbaik untuk menumpahkan segala beban hidup, kecemasan akan masa depan, serta penyesalan atas masa lalu. Di atas sajadah, air mata yang jatuh menjadi saksi bisu atas kerendahan hati seorang manusia yang menyadari bahwa dirinya sangat kecil di hadapan keagungan Sang Khalik. Efek dari konsistensi menghidupkan malam ini tidak hanya berhenti saat fajar menyingsing. Seseorang yang terbiasa menjaga dialognya dengan Tuhan di waktu malam akan memiliki pancaran ketenangan yang berbeda dalam menghadapi hiruk pikuk dunia di siang hari. Hatinya menjadi lebih tangguh, lisannya lebih terjaga, dan pandangannya lebih jernih dalam melihat setiap persoalan. Qiyamul Lail memberikan kekuatan batin yang tidak bisa dibeli dengan materi apa pun, karena ia adalah sumber energi yang diambil langsung dari kedekatan dengan Pemilik Segala Kekuatan. Pada akhirnya, Qiyamul Lail adalah undangan terbuka bagi siapa saja yang merasa lelah dengan dunia dan ingin menemukan kembali jati dirinya. Ia adalah kesempatan untuk pulang sejenak ke pelukan rahmat Tuhan sebelum kembali berjuang di medan kehidupan. Dengan menjaga dialog sunyi ini, manusia tidak akan pernah merasa sendirian, karena ia tahu bahwa di balik pekatnya malam, ada cahaya yang selalu menantinya untuk bersujud dan bercerita tentang segala hal yang tak sanggup ia sampaikan kepada sesama manusia.
ARTIKEL06/03/2026 | Caca
Zakat Fitrah: Menyempurnakan Ramadhan dengan Kepedulian dan Kesucian Jiwa
Zakat Fitrah: Menyempurnakan Ramadhan dengan Kepedulian dan Kesucian Jiwa
Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Di dalamnya, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan pengendalian diri. Namun, ada satu ibadah yang menjadi penutup sekaligus penyempurna Ramadhan, yaitu zakat fitrah. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan simbol kesucian jiwa dan wujud nyata kepedulian sosial kepada sesama. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, yang memiliki kemampuan. Ibadah ini ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata yang kurang bermanfaat selama Ramadhan, sekaligus membantu fakir miskin agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya. Secara historis, kewajiban zakat fitrah telah ditetapkan sejak masa Rasulullah ?. Beliau mewajibkan setiap Muslim untuk mengeluarkan satu sha’ bahan makanan pokok, seperti kurma atau gandum. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk beras atau senilai harga beras yang dikonsumsi sehari-hari. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, terutama menjelang Idulfitri. Di balik kewajibannya, zakat fitrah mengandung hikmah yang sangat dalam. Pertama, ia melatih kepekaan sosial. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merasakan penderitaan mereka yang kekurangan. Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang Muslim belajar berbagi dan memahami bahwa rezeki yang dimiliki adalah amanah dari Allah SWT. Kedua, zakat fitrah mempererat ukhuwah atau persaudaraan. Ketika zakat disalurkan kepada mereka yang berhak, tercipta hubungan saling peduli antara yang mampu dan yang membutuhkan. Tidak ada lagi sekat antara si kaya dan si miskin, karena semuanya bersatu dalam semangat kebersamaan menyambut hari kemenangan. Inilah keindahan ajaran Islam yang menyeimbangkan dimensi spiritual dan sosial. Ketiga, zakat fitrah menjadi sarana pemerataan kesejahteraan. Dalam masyarakat, kesenjangan ekonomi sering kali menjadi sumber masalah sosial. Melalui zakat, kekayaan tidak hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi juga mengalir kepada yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, zakat fitrah dapat memberikan dampak yang lebih luas, bahkan mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Di era modern, penyaluran zakat fitrah semakin mudah dengan hadirnya berbagai lembaga amil zakat yang terpercaya. Masyarakat dapat menunaikan kewajiban ini secara langsung maupun melalui layanan digital. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat menjadi faktor penting agar kepercayaan publik terus terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Pada akhirnya, zakat fitrah adalah cerminan kesalehan yang utuh. Ia bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga gerakan sosial yang menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Ketika takbir berkumandang dan Idulfitri tiba, ada senyum yang merekah dari keluarga-keluarga yang terbantu. Itulah bukti bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan kasih sayang yang menyatukan umat dalam keberkahan.
ARTIKEL05/03/2026 | Alfa
Qiyamul Lail: Menguatkan Spirit Kepedulian Sosial bersama BAZNAS Surabaya
Qiyamul Lail: Menguatkan Spirit Kepedulian Sosial bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadan merupakan momentum yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan suci ini adalah qiyamul lail, yaitu menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Qiyamul lail tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mampu menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Dalam ajaran Islam, qiyamul lail menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melatih ketulusan hati. Ketika seseorang bangun di tengah malam untuk beribadah, ia diajak untuk merenungi kehidupan, mensyukuri nikmat yang telah diberikan, serta memohon ampun atas segala kekhilafan. Dari proses refleksi spiritual inilah lahir kesadaran bahwa masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam qiyamul lail juga sejalan dengan semangat kepedulian sosial yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Surabaya terus berupaya menghadirkan berbagai program sosial yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, BAZNAS menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan masyarakat penerima manfaat di Kota Surabaya. Semangat qiyamul lail dapat menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya berhenti pada hubungan personal dengan Tuhan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata bagi masyarakat. Setelah memperkuat spiritualitas di malam hari, umat Islam didorong untuk menebarkan manfaat pada siang harinya. Inilah yang menjadi esensi dari ibadah dalam Islam, yakni keseimbangan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia). Dalam konteks kehidupan sosial di Surabaya, berbagai program yang dijalankan BAZNAS Surabaya seperti bantuan kemanusiaan, program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan untuk masyarakat rentan menjadi bentuk nyata dari nilai kepedulian tersebut. Program-program ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga berupaya membangun kemandirian dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui qiyamul lail, umat Islam diajak untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan empati terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Ketika spiritualitas dan kepedulian sosial berjalan beriringan, maka akan tercipta masyarakat yang lebih peduli, solidaritas yang lebih kuat, serta kesejahteraan yang lebih merata. Oleh karena itu, qiyamul lail bukan sekadar ibadah malam, melainkan juga momentum untuk memperbaiki diri dan memperluas manfaat bagi orang lain. Dengan semangat tersebut, masyarakat Surabaya diharapkan dapat terus mendukung gerakan zakat dan kepedulian sosial bersama BAZNAS Surabaya, sehingga nilai-nilai kebaikan yang lahir dari ibadah dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL05/03/2026 | Mila
Qiyamul Lail dan Semangat Berbagi: Menghidupkan Kepedulian Sosial di Surabaya
Qiyamul Lail dan Semangat Berbagi: Menghidupkan Kepedulian Sosial di Surabaya
Qiyamul lail merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan pada malam hari dengan berbagai amalan seperti salat tahajud, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa kepada Allah SWT. Di tengah suasana malam yang tenang dan hening, qiyamul lail menjadi momen istimewa bagi seorang muslim untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta sekaligus merenungi makna kehidupan. Dalam ajaran Islam, qiyamul lail tidak hanya dimaknai sebagai ibadah yang bersifat personal, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk kepekaan sosial. Ketika seseorang bermunajat di sepertiga malam, ia diajak untuk merenungkan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan. Dari refleksi inilah lahir rasa empati dan dorongan untuk berbagi kepada sesama. Semangat berbagi tersebut menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti di Kota Surabaya, kepedulian sosial menjadi kunci untuk menciptakan solidaritas dan kebersamaan. Banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik dalam bentuk bantuan ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Upaya untuk menumbuhkan kepedulian sosial ini juga terus dilakukan oleh BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS berperan sebagai jembatan kebaikan antara para muzakki (pemberi zakat) dan masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga berupaya memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Momentum qiyamul lail, terutama pada bulan Ramadan, dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Setelah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan salat malam, umat Islam diajak untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui dukungan terhadap program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya, masyarakat dapat turut serta dalam gerakan kebaikan yang memberikan manfaat luas bagi sesama. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Oleh karena itu, qiyamul lail hendaknya tidak hanya menjadi ibadah yang dilakukan secara rutin, tetapi juga menjadi sumber inspirasi untuk menumbuhkan semangat berbagi. Dengan menghidupkan malam melalui ibadah dan menghidupkan kepedulian melalui aksi sosial, masyarakat Surabaya dapat bersama-sama membangun lingkungan yang lebih peduli, penuh solidaritas, dan saling menguatkan.
ARTIKEL05/03/2026 | Ana
Keberkahan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan Perkuat Semangat Berzakat Bersama BAZNAS Surabaya
Keberkahan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan Perkuat Semangat Berzakat Bersama BAZNAS Surabaya
Surabaya News — Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Salah satu amalan utama yang dianjurkan selama Ramadhan adalah Qiyamul lail, yaitu ibadah malam yang menghadirkan ketenangan spiritual serta keberkahan bagi setiap Muslim yang menjalankannya. Di Kota Surabaya, semangat qiyamul lail turut dikaitkan dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS Surabaya. Qiyamul lail merupakan ibadah yang dilakukan pada malam hari, meliputi shalat tahajud, witir, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga memperbanyak doa. Ibadah ini memiliki nilai keutamaan tinggi karena dilakukan pada waktu yang penuh ketenangan dan menjadi momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama bulan Ramadhan, BAZNAS Surabaya aktif mengajak masyarakat memanfaatkan waktu malam sebagai sarana refleksi diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Ibadah malam diyakini mampu menumbuhkan empati dan rasa syukur yang kemudian diwujudkan melalui aksi berbagi kepada sesama. Zakat menjadi instrumen penting dalam menciptakan keseimbangan sosial. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Program pendistribusian zakat yang dijalankan BAZNAS Surabaya mencakup bantuan pangan, santunan yatim dan dhuafa, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Momentum Ramadhan dimanfaatkan BAZNAS Surabaya untuk memperluas jangkauan program sosial. Sejumlah kegiatan digelar untuk membantu masyarakat prasejahtera, termasuk pembagian paket sembako Ramadhan, bantuan kebutuhan harian, serta dukungan bagi pelaku usaha mikro agar tetap produktif. Selain itu, layanan pembayaran zakat juga semakin dipermudah melalui sistem digital. Masyarakat kini dapat menunaikan zakat secara online kapan saja, termasuk setelah menjalankan qiyamul lail di rumah maupun di masjid. Kemudahan layanan ini menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Qiyamul lail tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran kolektif untuk saling membantu. Nilai keikhlasan yang tumbuh dari ibadah malam mendorong umat Islam untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Relawan BAZNAS Surabaya turut berperan aktif dalam mendukung program Ramadhan dengan menyalurkan bantuan kepada mustahik di berbagai wilayah Surabaya. Aktivitas distribusi bahkan dilakukan sejak dini hari sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dari semangat ibadah Ramadhan. Peningkatan aktivitas zakat selama Ramadhan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya peran zakat sebagai solusi sosial. Dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendukung program pemberdayaan yang berkelanjutan. BAZNAS Surabaya terus mengajak masyarakat menjadikan qiyamul lail sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat lebih awal agar penyaluran dapat dilakukan secara optimal kepada para mustahik, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui sinergi antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan keberkahan yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Baznas Kota Surabaya, Ramadhan 2026, Qiyamul Lail Ramadhan, Keberkahan Qiyamul Lail, Zakat Ramadhan Surabaya, Zakat Baznas Surabaya, Ibadah Malam Ramadhan, Program Ramadhan Baznas, Zakat Dan Qiyamul Lail.
ARTIKEL05/03/2026 | Sahroh
Nuzulul Qur’an: Momentum Turunnya Petunjuk bagi Umat Manusia
Nuzulul Qur’an: Momentum Turunnya Petunjuk bagi Umat Manusia
Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang menandai turunnya Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam. Peristiwa ini diperingati setiap 17 Ramadhan dan menjadi momentum refleksi spiritual bagi kaum Muslimin di seluruh dunia. Peringatan ini bukan sekadar mengenang peristiwa historis, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat kembali peran sentral Al-Qur’an dalam membimbing kehidupan manusia. Di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, umat Islam diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui interaksi yang lebih intens dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara bahasa, nuzul berarti turun, sedangkan Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ? sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi ketika Nabi Muhammad ? sedang berkhalwat di Gua Hira. Pada saat itu, Malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama dari Surah Al-‘Alaq yang diawali dengan perintah “Iqra’” yang berarti “Bacalah”. Perintah tersebut bukan hanya ajakan untuk membaca secara tekstual, tetapi juga menjadi simbol pentingnya ilmu pengetahuan, literasi, dan pencarian kebenaran dalam ajaran Islam. Sejak saat itu, wahyu terus turun secara berkesinambungan sebagai pedoman hidup yang menyempurnakan ajaran tauhid dan membimbing manusia menuju jalan yang lurus. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap. Pertama, secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Kedua, secara bertahap kepada Nabi Muhammad ? selama kurang lebih 23 tahun, sesuai dengan situasi, kondisi, serta kebutuhan umat pada masa itu. Proses turunnya secara bertahap ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, politik, maupun moral. Setiap ayat yang turun membawa jawaban, arahan, dan bimbingan yang relevan dengan konteks kehidupan umat, sehingga ajaran Islam berkembang secara sistematis dan membumi. Peristiwa Nuzulul Qur’an mengandung banyak hikmah yang dapat dipetik sepanjang zaman. Pertama, Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang menyeluruh. Ia mengatur hubungan manusia dengan Allah melalui ibadah, serta hubungan antarsesama manusia melalui akhlak dan muamalah. Nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi fondasi membangun masyarakat harmonis. Kedua, wahyu pertama yang menekankan pentingnya membaca menunjukkan bahwa Islam menjunjung tinggi ilmu dan pendidikan. Kemajuan peradaban sangat bergantung pada kualitas literasi masyarakatnya. Ketiga, Al-Qur’an menjadi instrumen transformasi sosial yang luar biasa, mengubah masyarakat jahiliyah menjadi berakhlak dan berilmu. Di era modern yang ditandai perkembangan teknologi dan arus globalisasi, nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan dan semakin dibutuhkan. Prinsip keadilan sosial, etika bisnis yang jujur, kepemimpinan yang amanah, serta solidaritas terhadap sesama sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman. Peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam gerakan nyata seperti meningkatkan budaya membaca dan memahami Al-Qur’an, mengamalkan ajarannya dalam aktivitas sehari-hari, serta mengembangkan literasi Qur’ani di berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Pada akhirnya, Nuzulul Qur’an adalah momentum untuk merefleksikan sejauh mana hubungan kita dengan Al-Qur’an. Membacanya saja tidak cukup tanpa memahami dan mengimplementasikan ajarannya. Jika setiap Muslim menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak, maka akan tercipta masyarakat yang berakhlak mulia, adil, dan sejahtera di dunia maupun di akhirat.
ARTIKEL04/03/2026 | Fia
Spirit Nuzulul Qur’an dalam Optimalisasi Zakat Tunai: Gerakan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Spirit Nuzulul Qur’an dalam Optimalisasi Zakat Tunai: Gerakan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Surabaya News — Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya peristiwa historis, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya keadilan sosial, kepedulian, dan semangat berbagi. Dalam semangat tersebut, BAZNAS Surabaya mengoptimalkan gerakan zakat tunai sebagai wujud implementasi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Nuzulul Qur’an mengajarkan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk bagi umat manusia, termasuk dalam membangun sistem sosial yang berkeadilan. Salah satu instrumen yang diajarkan dalam Islam untuk menciptakan keseimbangan ekonomi adalah zakat. Melalui zakat, terjadi distribusi kekayaan dari yang mampu kepada yang membutuhkan, sehingga kesenjangan sosial dapat ditekan dan kesejahteraan bersama dapat terwujud. Momentum Nuzulul Qur’an dimanfaatkan BAZNAS Surabaya untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat, khususnya zakat tunai. Zakat tunai menjadi pilihan yang praktis dan fleksibel karena dapat langsung disalurkan sesuai kebutuhan prioritas mustahik. Dengan sistem pengelolaan yang profesional dan terstruktur, zakat tunai mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara cepat dan tepat sasaran.Selama bulan Ramadhan, kebutuhan masyarakat kurang mampu cenderung meningkat, baik untuk kebutuhan pokok, pendidikan, maupun kesehatan. Setiap dana yang dihimpun dikelola secara transparan dan disalurkan berdasarkan hasil pendataan serta verifikasi lapangan. Zakat tunai yang terkumpul tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif seperti paket sembako dan santunan dhuafa, tetapi juga dalam bentuk program produktif. Bantuan modal usaha, dukungan pendidikan, serta layanan kesehatan menjadi bagian dari distribusi zakat tunai yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Dengan demikian, mustahik tidak hanya terbantu secara sementara, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Surabaya terus mengedepankan prinsip akuntabilitas dan profesionalitas. Setiap proses, mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian zakat tunai, dilakukan secara terukur dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa zakat benar-benar menjadi solusi sosial yang efektif. Melalui kampanye Nuzulul Qur’an, BAZNAS Surabaya juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami Al-Qur’an secara komprehensif, termasuk ajaran tentang zakat dan kepedulian sosial. Spirit wahyu pertama yang memerintahkan “Iqra” atau membaca, dimaknai sebagai ajakan untuk membaca kondisi sosial di sekitar kita. Kemudahan layanan pembayaran zakat tunai juga menjadi perhatian utama. Masyarakat dapat menunaikan zakat melalui kantor layanan maupun kanal digital yang telah disediakan. Kemudahan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi muzaki dalam gerakan berbagi, khususnya pada momentum Nuzulul Qur’an yang sarat makna spiritual. Di tengah peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun solidaritas sosial. Zakat tunai bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk nyata implementasi nilai-nilai ilahiyah dalam kehidupan modern. Dengan kolaborasi dan partisipasi bersama, zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan umat. Nuzulul Qur’an bukan hanya tentang mengenang turunnya wahyu, tetapi juga tentang menghidupkan pesan-pesan kebaikan dalam tindakan nyata. Melalui optimalisasi zakat tunai, BAZNAS Surabaya berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Surabaya. Semoga semangat Nuzulul Qur’an semakin menguatkan kepedulian kita untuk berbagi dan menebar keberkahan bagi sesama.
ARTIKEL04/03/2026 | Ainun
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial melalui BAZNAS Surabaya
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial melalui BAZNAS Surabaya
Surabaya Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Di bulan suci ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial. Momentum tersebut melahirkan Gerakan Ramadhan sebagai upaya kolektif untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan nyata. Gerakan ini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga mencakup dimensi sosial, pendidikan, ekonomi, dan dakwah. Secara konseptual, Gerakan Ramadhan adalah transformasi nilai ketakwaan menjadi aksi nyata. Puasa melatih pengendalian diri, zakat dan sedekah memperkuat solidaritas sosial, sedangkan kajian dan tilawah meningkatkan pemahaman keislaman. Ketika nilai-nilai tersebut dijalankan secara kolektif, lahirlah perubahan sosial yang konstruktif dan berkelanjutan. Di sinilah lembaga pengelola zakat memiliki posisi strategis dalam mengorganisasi semangat kebaikan agar tepat sasaran dan berdampak luas. BAZNAS Surabaya menjadi representasi nyata dari Gerakan Ramadhan yang terstruktur dan profesional. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Surabaya mengoptimalkan momentum Ramadhan melalui berbagai program seperti penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah, santunan anak yatim, bantuan bagi dhuafa, hingga program pemberdayaan ekonomi mustahik. Program-program tersebut tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan agar masyarakat penerima manfaat dapat lebih mandiri secara ekonomi. Dalam aspek spiritual dan sosial, BAZNAS Surabaya turut memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat perkotaan yang dinamis. Kampanye zakat Ramadhan, kemudahan layanan pembayaran zakat, serta transparansi pelaporan menjadi bagian dari manajemen modern yang mendukung efektivitas Gerakan Ramadhan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama gerakan tersebut, yakni meningkatkan keimanan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial. Di bidang ekonomi, distribusi zakat produktif dan bantuan usaha mikro yang dikelola BAZNAS Surabaya turut mendukung kebangkitan ekonomi umat selama Ramadhan. Dengan pendekatan pemberdayaan, zakat tidak hanya habis dikonsumsi, tetapi juga menjadi modal usaha yang berkelanjutan. Strategi ini memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil di Surabaya. Selain itu, pemanfaatan media digital dalam kampanye zakat dan publikasi program Ramadhan menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Melalui media sosial dan platform daring, pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya generasi muda. Hal ini menjadikan Gerakan Ramadhan tidak hanya bersifat lokal, tetapi memiliki jangkauan yang lebih luas dan sistematis. Dengan demikian, Gerakan Ramadhan di Kota Surabaya tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan bagian dari transformasi sosial yang berkelanjutan. Melalui program-program yang terencana, transparan, dan berdampak nyata, BAZNAS Surabaya menjadi salah satu penggerak utama dalam menguatkan nilai-nilai Ramadhan sebagai fondasi pembangunan sosial yang berkesinambungan di tengah masyarakat Surabaya.
ARTIKEL04/03/2026 | Fia
Zakat Fitrah dan Peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya dalam Menebar Keberkahan
Zakat Fitrah dan Peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya dalam Menebar Keberkahan
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, yang ditunaikan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Ibadah ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk penyucian diri setelah menjalani ibadah puasa sekaligus sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama. Secara spiritual, zakat fitrah menyempurnakan ibadah puasa dari segala kekurangan; secara sosial, ia menjadi jembatan kepedulian antara yang mampu dan yang membutuhkan. Dalam ajaran Islam, zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, selama memiliki kelebihan rezeki untuk kebutuhan pokok pada malam dan hari raya. Besarannya setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok yang biasa dikonsumsi, seperti beras di Indonesia. Namun, dalam praktik modern, pembayaran zakat fitrah juga dapat dilakukan dalam bentuk uang yang nilainya disesuaikan dengan harga bahan pokok tersebut. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, pengelolaan zakat secara profesional menjadi kebutuhan penting. Di sinilah peran BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Sebagai perpanjangan tangan dari Badan Amil Zakat Nasional di tingkat daerah, BAZNAS Surabaya berkomitmen memastikan zakat fitrah tersalurkan tepat sasaran kepada delapan golongan (asnaf) yang berhak menerimanya. Kehadiran BAZNAS Surabaya membawa sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan terstruktur dalam pengumpulan serta pendistribusian zakat fitrah. Masyarakat tidak lagi harus menyalurkan zakat secara individual tanpa kepastian distribusi. Melalui pendataan mustahik (penerima zakat) yang akurat dan program distribusi yang terencana, zakat fitrah dapat menjangkau masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Surabaya secara merata. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya. Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan melalui transfer bank maupun platform digital, sehingga semakin praktis dan aman. Transparansi laporan penyaluran dana juga menjadi bentuk tanggung jawab moral dan profesional kepada para muzakki (pembayar zakat). Lebih dari sekadar penyaluran bantuan konsumtif menjelang Idulfitri, zakat fitrah yang dikelola secara kolektif oleh BAZNAS memiliki dampak sosial yang lebih luas. Ia membantu menjaga stabilitas sosial, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat kota besar seperti Surabaya. Momentum Idulfitri pun menjadi benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pada akhirnya, zakat fitrah bukan hanya kewajiban ritual, melainkan gerakan sosial yang menghidupkan nilai empati dan solidaritas. Dengan mempercayakan penyalurannya kepada BAZNAS Surabaya, masyarakat tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun ekosistem kesejahteraan yang berkelanjutan. Di situlah zakat fitrah menemukan maknanya yang paling hakiki: menyucikan jiwa, menguatkan sesama, dan menebarkan keberkahan bagi seluruh kota.
ARTIKEL04/03/2026 | Wahyu
Qiyamullail: Sunyi yang Menguatkan Jiwa
Qiyamullail: Sunyi yang Menguatkan Jiwa
Di tengah riuhnya dunia dan padatnya aktivitas harian, ada satu ibadah yang menawarkan ruang sunyi sekaligus kekuatan batin: qiyamullail. Ibadah malam ini bukan sekadar ritual tambahan, melainkan latihan spiritual yang membentuk kedalaman iman, ketenangan jiwa, dan keteguhan karakter. Secara sederhana, qiyamullail berarti menghidupkan malam dengan ibadah. Ia mencakup salat tahajud, witir, doa, dan tilawah yang dilakukan setelah tidur di sepertiga malam terakhir. Dalam tradisi Islam, waktu ini dikenal sebagai saat yang istimewa—ketika suasana hening, gangguan dunia mereda, dan hati lebih mudah khusyuk. Al-Qur’an memberi perhatian khusus pada ibadah malam. Dalam Surah Al-Muzzammil ayat 1–6, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk bangun malam, karena bacaan pada waktu itu “lebih kuat (kesannya) dan lebih berkesan.” Pesan ini menunjukkan bahwa malam bukan hanya waktu istirahat fisik, tetapi juga ruang penguatan ruhani. Dalam sejarah Islam, qiyamullail menjadi ciri orang-orang saleh. Para ulama dan pemimpin besar menjadikan malam sebagai waktu refleksi dan pembinaan diri. Di saat banyak orang terlelap, mereka berdiri dalam doa, memohon kekuatan untuk menghadapi tantangan siang hari. Dari sinilah lahir keteguhan moral dan kejernihan berpikir. Secara psikologis, qiyamullail memiliki dampak yang signifikan. Keheningan malam membantu seseorang melakukan introspeksi yang jujur. Dalam kesunyian itu, manusia berhadapan dengan dirinya sendiri—mengakui kelemahan, menata ulang niat, dan memohon petunjuk. Aktivitas ini serupa dengan praktik refleksi mendalam yang dalam kajian modern dikaitkan dengan peningkatan regulasi emosi dan ketenangan mental. Namun, qiyamullail bukan sekadar soal bangun malam. Ia adalah simbol komitmen. Ketika seseorang rela meninggalkan kenyamanan tidur demi berdiri di hadapan Tuhan, itu menunjukkan kesungguhan cinta dan kebutuhan spiritual. Ibadah ini melatih disiplin diri, karena dilakukan saat godaan terbesar adalah rasa malas dan kantuk. Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat, qiyamullail menjadi bentuk perlawanan terhadap distraksi. Saat siang dipenuhi notifikasi, target pekerjaan, dan interaksi sosial, malam menawarkan ruang hening yang tidak terfragmentasi. Di sanalah seseorang bisa kembali mengingat tujuan hidupnya. Menariknya, qiyamullail tidak mensyaratkan durasi panjang. Dua rakaat yang dilakukan dengan khusyuk sudah cukup menjadi awal. Konsistensi lebih penting daripada jumlah. Sedikit tetapi rutin akan membentuk kebiasaan spiritual yang kokoh. Ramadan sering menjadi momentum untuk memulai qiyamullail melalui salat tarawih dan tahajud. Namun, esensinya seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berlalu. Justru di luar Ramadanlah kualitas komitmen diuji. Apakah ibadah malam hanya semangat musiman, atau benar-benar menjadi kebutuhan jiwa? Qiyamullail pada akhirnya adalah dialog sunyi antara hamba dan Tuhannya. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada sorotan publik. Yang ada hanyalah ketulusan. Dari kesunyian itu lahir kekuatan yang tak terlihat, tetapi terasa dalam sikap dan keputusan sehari-hari. Di dunia yang bising, mungkin kita tidak selalu membutuhkan lebih banyak suara. Kita justru membutuhkan lebih banyak keheningan yang bermakna. Dan qiyamullail menawarkan ruang itu—sunyi yang menguatkan jiwa.
ARTIKEL04/03/2026 | Rubai
Menyucikan Jiwa, Menguatkan Sesama dengan Zakat Fitrah Bersama Baznas Surabaya
Menyucikan Jiwa, Menguatkan Sesama dengan Zakat Fitrah Bersama Baznas Surabaya
Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, ketika hati terasa lebih bersih dan jiwa telah ditempa oleh latihan menahan diri selama sebulan penuh, umat Islam memiliki satu kewajiban yang tidak boleh terlewatkan, yaitu menunaikan zakat fitrah. Ibadah ini bukan sekadar tradisi tahunan yang dilakukan menjelang hari raya, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang melengkapi makna Ramadhan. Zakat fitrah menjadi penghubung antara kesalehan individu dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Zakat fitrah diwajibkan atas setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa, selama ia memiliki kelebihan makanan pada malam Idul Fitri. Disebut “fitrah” karena berkaitan dengan upaya kembali kepada keadaan yang suci setelah menjalani ibadah puasa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dijelaskan bahwa zakat fitrah berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari ucapan yang tidak bermanfaat dan perbuatan yang kurang baik, sekaligus sebagai bentuk bantuan pangan bagi mereka yang membutuhkan. Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa zakat fitrah memiliki dua sisi penting: penyucian diri secara spiritual dan kepedulian sosial secara nyata. Pada umumnya, zakat fitrah ditunaikan sebesar satu sha’ bahan makanan pokok, yang setara dengan kurang lebih 2,5 hingga 3 kilogram beras atau makanan pokok lainnya. Pelaksanaannya dapat dilakukan sejak awal Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah menjelang hari raya agar bantuan tersebut segera dirasakan manfaatnya oleh para penerima. Apabila zakat fitrah dibayarkan setelah shalat Id, maka nilainya tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah, melainkan sebagai sedekah biasa. Karena itu, ketepatan waktu menjadi aspek yang penting dalam pelaksanaannya. Terdapat berbagai hikmah yang terkandung dalam ibadah zakat fitrah. Pertama, ia berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa. Selama Ramadhan, manusia mungkin melakukan kekeliruan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Zakat fitrah menjadi sarana untuk menutup kekurangan tersebut agar ibadah puasa menjadi lebih sempurna. Kedua, zakat fitrah menghadirkan kebahagiaan pada hari raya. Idul Fitri merupakan momen kemenangan dan kegembiraan. Dengan adanya zakat fitrah, kaum dhuafa dapat merasakan sukacita tanpa terbebani kekurangan kebutuhan pokok. Ketiga, zakat fitrah menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain. Keempat, zakat fitrah memperkuat solidaritas umat. Ketika seluruh Muslim menunaikan kewajiban ini, tercipta ikatan kepedulian yang mempererat hubungan sosial dalam masyarakat. Di era modern, penyaluran zakat fitrah dapat dilakukan melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih tertata dan tepat sasaran. Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran penting dalam menghimpun serta mendistribusikan zakat kepada mustahik yang berhak menerimanya. Dengan sistem pengelolaan yang profesional dan transparan, penyaluran zakat dapat menjangkau lebih banyak penerima dan memberikan dampak yang lebih luas. Pada akhirnya, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban administratif menjelang lebaran. Ia merupakan simbol kepedulian, kebersamaan, dan pengakuan bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain. Jika puasa membentuk ketakwaan secara pribadi, maka zakat fitrah memperkuat ketakwaan dalam dimensi sosial. Saat takbir berkumandang menyambut Idul Fitri, zakat fitrah menjadi penutup yang menyempurnakan perjalanan Ramadhan, memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL03/03/2026 | Azizah
Qiyamul Lail sebagai Cahaya yang Tumbuh di Sepertiga Malam
Qiyamul Lail sebagai Cahaya yang Tumbuh di Sepertiga Malam
Dalam pergantian waktu antara siang dan malam, terdapat satu fase yang begitu tenang dan menenangkan. Saat aktivitas dunia perlahan berhenti, suara-suara mereda, dan sebagian besar manusia terlelap dalam tidurnya, ada sebagian hamba yang justru bangkit untuk mendekat kepada Allah. Pada momen sunyi itulah Qiyamul Lail menjadi ibadah yang sarat makna. Ia bukan sekadar shalat malam yang dikerjakan sebagai rutinitas, melainkan perjumpaan spiritual yang intim antara seorang hamba dengan Rabb-nya—ruang rahasia tempat doa, harapan, dan penyesalan dipanjatkan tanpa saksi selain Dia. Secara bahasa, Qiyamul Lail berarti berdiri pada waktu malam. Dalam pengertian syariat, ia mencakup ibadah yang dilakukan setelah shalat Isya hingga menjelang Subuh, terutama shalat tahajud dan witir. Keutamaan ibadah ini begitu agung hingga Allah memuji orang-orang yang menghidupkan malam dalam firman-Nya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap…” (QS. As-Sajdah: 16). Ayat tersebut menggambarkan betapa berharganya mereka yang rela meninggalkan kenyamanan tidur demi mendekatkan diri kepada-Nya. Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam menjalankan Qiyamul Lail. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau menunaikan shalat malam dalam waktu yang panjang hingga kedua kakinya tampak bengkak. Ketika para sahabat bertanya mengapa beliau begitu bersungguh-sungguh padahal dosa-dosanya telah diampuni, beliau menjawab bahwa beliau ingin menjadi hamba yang bersyukur. Jawaban ini menunjukkan bahwa Qiyamul Lail bukan hanya sarana memohon ampunan, tetapi juga bentuk ungkapan cinta dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah. Ibadah ini tumbuh dari kesadaran hati dan kerinduan spiritual, bukan karena kewajiban yang memberatkan. Ada sejumlah alasan mengapa Qiyamul Lail memiliki kedudukan yang istimewa. Pertama, ia dilakukan pada waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah menyeru hamba-hamba-Nya dan menjanjikan pengabulan doa bagi mereka yang memohon kepada-Nya. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk menyampaikan segala harapan, memohon ampunan, meminta ketenangan batin, serta mencari solusi atas berbagai persoalan hidup. Kedua, kebiasaan bangun malam membentuk karakter yang disiplin dan penuh kesungguhan. Tidak mudah meninggalkan kehangatan tempat tidur, namun di situlah letak nilai perjuangannya. Qiyamul Lail melatih komitmen dan keteguhan, sekaligus mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah memerlukan usaha yang sungguh-sungguh. Ketiga, ibadah ini menjadi sumber ketenteraman jiwa. Dalam suasana malam yang hening, hati lebih mudah fokus dan pikiran lebih jernih. Sujud yang panjang dan doa yang lirih menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah kesibukan siang hari. Bagi banyak orang, Ramadhan menjadi pintu awal untuk membiasakan diri dengan Qiyamul Lail melalui shalat tarawih dan tahajud berjamaah. Namun, sejatinya amalan ini tidak terbatas pada bulan tersebut. Qiyamul Lail adalah ibadah sepanjang tahun yang menjadi ciri orang-orang yang ingin menjaga kualitas imannya. Memulai Qiyamul Lail tidak harus dengan rakaat yang banyak. Dua rakaat dengan khusyuk sudah menjadi langkah awal yang berarti. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi. Pada akhirnya, Qiyamul Lail adalah dialog sunyi yang menguatkan. Ketika beban terasa berat dan persoalan tampak rumit, mungkin jawabannya bukan pada keramaian dunia, melainkan pada keheningan malam yang dipenuhi cahaya doa.
ARTIKEL03/03/2026 | Azizah
Qiyamul Lail dan Zakat: Ibadah Malam yang Menggerakkan Kepedulian Umat
Qiyamul Lail dan Zakat: Ibadah Malam yang Menggerakkan Kepedulian Umat
Qiyamul lail merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ibadah ini dilakukan pada malam hari setelah salat Isya hingga sebelum waktu Subuh, dengan bentuk amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa kepada Allah SWT. Dalam keheningan malam, seorang hamba memiliki kesempatan yang lebih khusyuk untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Qiyamul lail bukan hanya sekadar ibadah spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan membentuk kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang terbiasa menghidupkan malam dengan qiyamul lail, hatinya akan menjadi lebih lembut dan peka terhadap kondisi di sekitarnya. Dalam suasana doa dan munajat, seorang muslim sering kali memohon keberkahan hidup, kelapangan rezeki, serta kemampuan untuk membantu sesama. Dari sinilah muncul kesadaran bahwa harta yang dimiliki tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki hak bagi mereka yang membutuhkan. Kesadaran tersebut kemudian mendorong seseorang untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan penuh keikhlasan. Zakat sendiri merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui zakat, kesejahteraan umat dapat ditingkatkan dan kesenjangan sosial dapat dikurangi. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat membantu berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan ekonomi, hingga bantuan kemanusiaan. Dengan demikian, zakat menjadi bentuk nyata dari kepedulian umat Islam terhadap sesama. Hubungan antara qiyamul lail dan zakat terletak pada pembentukan karakter seorang muslim yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga peduli secara sosial. Ibadah malam melatih keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk berbagi rezeki melalui zakat dan sedekah. Dengan kata lain, kekuatan spiritual dari qiyamul lail dapat melahirkan semangat kepedulian sosial yang lebih besar. Melalui qiyamul lail, seorang muslim tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan dengan sesama manusia. Ketika ibadah malam dipadukan dengan semangat berbagi melalui zakat, maka terciptalah keseimbangan antara kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Inilah yang menjadi salah satu nilai penting dalam ajaran Islam: ibadah kepada Allah yang sekaligus membawa manfaat bagi umat. Oleh karena itu, mari kita jadikan qiyamul lail sebagai momentum untuk memperbaiki diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan hati yang dekat kepada Allah dan tangan yang ringan untuk berbagi, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, adil, dan penuh keberkahan. ?????
ARTIKEL03/03/2026 | Ananda
Qiyamul Lail di BAZNAS Surabaya Energi Spiritual untuk Gerakan Sosial
Qiyamul Lail di BAZNAS Surabaya Energi Spiritual untuk Gerakan Sosial
Di tengah sunyinya malam, ketika sebagian manusia terlelap dalam istirahatnya, ada jiwa-jiwa yang memilih bangkit untuk bermunajat. Qiyamul lail menjadi ruang pertemuan paling intim antara hamba dan Rabb-nya. Dalam keheningan itu, doa mengalir lebih jujur, istighfar terucap lebih dalam, dan harapan dititipkan sepenuh keyakinan. Di BAZNAS Surabaya, qiyamul lail bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga menjadi fondasi spiritual yang menguatkan gerakan kepedulian sosial. Qiyamul lail mengajarkan keikhlasan. Tidak ada sorotan, tidak ada pujian, tidak pula penghargaan dari manusia. Yang ada hanyalah kesadaran bahwa Allah SWT Maha Melihat setiap niat dan usaha. Nilai inilah yang penting bagi para amil dan relawan dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Sebab kerja-kerja sosial bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan ibadah yang membutuhkan hati yang bersih dan niat yang lurus. Dalam sujud yang panjang, terpanjat doa untuk para muzaki yang telah mempercayakan hartanya, serta untuk para mustahik yang menanti uluran tangan. Qiyamul lail melatih empati. Ketika seseorang terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir, ia akan lebih peka terhadap kesulitan orang lain. Ia merasakan bahwa di luar sana ada keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ada anak-anak yang membutuhkan biaya pendidikan, dan ada saudara-saudara yang berharap pada bantuan zakat untuk bangkit dari keterbatasan. Bagi BAZNAS Surabaya, kekuatan spiritual ini menjadi energi dalam merancang dan menjalankan program. Setiap kebijakan tidak hanya dipertimbangkan dari sisi teknis, tetapi juga dari nilai kemaslahatan. Qiyamul lail menghadirkan momen muhasabah: sudahkah amanah dikelola dengan transparan? Sudahkah bantuan disalurkan secara tepat sasaran? Sudahkah pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan sepenuh hati? Pertanyaan-pertanyaan itu menemukan jawabannya dalam doa dan refleksi malam. Terlebih di bulan Ramadhan, semangat qiyamul lail terasa semakin hidup. Shalat tarawih, tahajud, dan witir menjadi rangkaian ibadah yang menguatkan kebersamaan. Doa dipanjatkan untuk keberkahan Kota Surabaya, untuk para dermawan, dan untuk masyarakat yang sedang berjuang memperbaiki taraf hidupnya. Dari malam yang penuh doa itu lahir siang yang penuh aksi—pendistribusian zakat, program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, hingga layanan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Qiyamul lail mengingatkan bahwa perubahan besar sering berawal dari kesunyian. Dari doa yang lirih, lahir tekad yang kuat. Dari hati yang tunduk, tumbuh kepedulian yang tulus. Inilah yang menjadikan gerakan zakat bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari ibadah kolektif umat. Akhirnya, qiyamul lail di BAZNAS Surabaya adalah tentang menyatukan langit dan bumi—menguatkan hubungan dengan Allah sekaligus memperluas manfaat bagi sesama. Ketika malam dipenuhi munajat dan hati dipenuhi keikhlasan, maka setiap langkah pelayanan akan terasa lebih ringan, lebih jujur, dan lebih membawa keberkahan bagi masyarakat.
ARTIKEL03/03/2026 | Wahyu
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →