Artikel Terbaru
Momentum Hijrah Spiritual dan Meningkatkan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah setelah Muharram. Di tengah masyarakat, bulan ini seringkali dikaitkan dengan berbagai mitos yang kurang tepat, seperti anggapan membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam, tidak ada bulan yang membawa keburukan. Semua waktu adalah baik jika dimanfaatkan untuk kebaikan.
Melalui momentum Bulan Safar, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk meluruskan pemahaman serta menjadikan bulan ini sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial, terutama melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar
Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa Bulan Safar adalah bulan sial. Namun, Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan pada waktu tertentu. Keyakinan seperti ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam beragama.
Sebaliknya, Bulan Safar bisa menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak doa, serta meningkatkan amal kebaikan.
Safar sebagai Momentum Berbagi
BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan berbagi, termasuk di Bulan Safar. Berbagi tidak hanya membawa manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan ketenangan dan keberkahan bagi pemberi.
Melalui program-program unggulan, BAZNAS Surabaya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti:
Bantuan pendidikan
Bantuan kesehatan
Pemberdayaan ekonomi
Bantuan sosial kemanusiaan
Program dakwah dan advokasi
Dengan berpartisipasi dalam program ini, masyarakat turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Keutamaan Bersedekah di Setiap Waktu
Tidak ada waktu khusus untuk berbuat baik, termasuk bersedekah. Bulan Safar adalah salah satu waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Sedekah dapat menjadi penolak bala, membuka pintu rezeki, serta mempererat hubungan antar sesama.
BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi masyarakat untuk menunaikan ZIS secara mudah dan aman, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Peran BAZNAS Surabaya dalam Membangun Kepedulian
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk menyalurkan amanah masyarakat secara transparan dan tepat sasaran. Program-program yang dijalankan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif, sehingga mampu membantu mustahik menjadi mandiri.
Melalui semangat Bulan Safar, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk terus berbagi dan menebar kebaikan.
Ayo Berzakat dan Bersedekah di Bulan Safar
Jadikan Bulan Safar sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Setiap kebaikan yang dilakukan akan membawa dampak besar bagi kehidupan orang lain.
Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Surabaya dan jadilah bagian dari gerakan kebaikan untuk negeri.
BAZNAS Surabaya, Hadir untuk Negeri.
ARTIKEL27/08/2026 | Icha - Magang
Selamat Hari Anak Nasional 2026: Anak Hebat, Indonesia Kuat
Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya. Mengusung semangat "Anak Hebat, Indonesia Kuat", peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi ajakan bagi kita semua untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Anak-anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga calon pemimpin masa depan. Mereka membutuhkan kasih sayang, pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang baik, serta lingkungan yang aman agar mampu berkembang menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Peran Bersama dalam Mewujudkan Generasi Unggul
Mewujudkan generasi hebat bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat.
Melalui kepedulian bersama, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan akses pendidikan, memenuhi kebutuhan gizi, menyediakan lingkungan yang ramah anak, hingga menghadirkan bantuan sosial bagi keluarga yang membutuhkan.
Zakat, Infak, dan Sedekah Menjadi Jembatan Kebaikan
Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi anak-anak.
Melalui dukungan para muzaki, dana ZIS disalurkan untuk berbagai program yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti bantuan pendidikan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga program sosial lainnya yang mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Semangat inilah yang terus dihadirkan melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), sebagai gerakan yang mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat sebagai budaya berbagi dan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Investasi Terbaik adalah Masa Depan Anak
Memberikan perhatian kepada anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menjadi langkah besar bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, mandiri, dan berkarakter.
Dengan semangat Hari Anak Nasional, mari kita terus menanamkan nilai kasih sayang, pendidikan, kepedulian sosial, serta doa dalam setiap langkah kehidupan anak-anak Indonesia.
Karena dari anak-anak yang tumbuh dengan bahagia, lahirlah Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan
Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebarkan manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah. Bersama, kita dapat menghadirkan lebih banyak senyum, harapan, dan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk meraih cita-citanya.
Selamat Hari Anak Nasional 2026.
Anak Hebat, Indonesia Kuat. Masa Depan Gemilang Dimulai dari Cinta, Pendidikan, dan Doa.
ARTIKEL23/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Hadir untuk Negeri: Dari Bantuan Sosial hingga Pemberdayaan Ekonomi
BAZNAS Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program unggulan. Dengan mengusung semangat “BAZNAS Hadir untuk Negeri”, lembaga ini tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi guna menciptakan kemandirian umat.
Peran Strategis BAZNAS dalam Kesejahteraan Masyarakat
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran penting dalam mendistribusikan dana umat secara tepat sasaran. Di Kota Surabaya, berbagai program telah dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan darurat hingga program jangka panjang yang berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang transparan dan profesional, BAZNAS memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan mampu memberikan dampak positif bagi mustahik (penerima manfaat).
Program Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran
BAZNAS Kota Surabaya hadir dengan berbagai program bantuan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti:
Bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu
Penyaluran bantuan kesehatan dan alat medis
Program bedah rumah untuk keluarga dhuafa
Bantuan konsumtif bagi masyarakat terdampak bencana
Program-program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh.
Pemberdayaan Ekonomi untuk Kemandirian Umat
Tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, BAZNAS juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi melalui program produktif. Beberapa di antaranya meliputi:
Bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM
Program rombong usaha untuk pedagang kecil
Pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan
Pendampingan usaha agar lebih berkembang dan berkelanjutan
Dengan adanya program ini, diharapkan para mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan.
Kolaborasi untuk Dampak Lebih Luas
Keberhasilan program BAZNAS tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga para donatur (muzaki). Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperluas jangkauan manfaat dan meningkatkan efektivitas program.
BAZNAS Kota Surabaya juga aktif memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara cepat dan aman.
Mengajak Masyarakat Berkontribusi
Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam keberlangsungan program BAZNAS. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, masyarakat turut berkontribusi dalam membantu sesama dan membangun kesejahteraan bersama.
Mari bersama BAZNAS Kota Surabaya, kita wujudkan negeri yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.
ARTIKEL17/07/2026 | Icha - Magang
Mengenal Zakat Penghasilan: Siapa yang Wajib Membayar dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Mengenal Zakat Penghasilan
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Seiring perkembangan profesi dan jenis pekerjaan, muncul penghasilan yang diperoleh secara rutin, seperti gaji, honorarium, upah, insentif, maupun pendapatan dari jasa profesional. Atas penghasilan tersebut, Islam mengajarkan kewajiban menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan.
Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh secara halal melalui pekerjaan atau profesi. Kehadiran zakat penghasilan menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki yang Allah SWT berikan sekaligus sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pengelolaan zakat yang amanah.
Dasar Hukum Zakat Penghasilan
Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103).
Allah SWT juga berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...."(QS. Al-Baqarah: 267).
Ayat-ayat tersebut menjadi landasan bahwa setiap harta yang diperoleh secara halal memiliki hak bagi mereka yang membutuhkan melalui zakat apabila telah memenuhi ketentuan syariat.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan?
Zakat penghasilan diwajibkan bagi seorang muslim yang memenuhi ketentuan berikut:
Beragama Islam.
Memperoleh penghasilan dari pekerjaan atau usaha yang halal.
Penghasilannya telah mencapai nisab, yaitu senilai 85 gram emas sesuai harga emas yang berlaku.
Memiliki kepemilikan penuh atas penghasilan yang diperoleh.
Apabila penghasilan belum mencapai nisab, maka seseorang belum diwajibkan menunaikan zakat penghasilan. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Cara Menghitung Zakat Penghasilan
Besaran zakat penghasilan adalah 2,5% dari penghasilan yang telah mencapai nisab.
Rumus:
Zakat Penghasilan = 2,5% × Penghasilan yang telah mencapai nisab
Contoh:
Apabila total penghasilan dalam satu tahun sebesar Rp120.000.000 dan telah mencapai nisab sesuai nilai 85 gram emas, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah:
2,5% × Rp120.000.000 = Rp3.000.000
Perhitungan zakat dapat dilakukan setiap bulan maupun setiap tahun sesuai kemudahan muzaki.
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan banyak manfaat karena dana zakat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai syariat.
Zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) melalui berbagai program, seperti:
Program pendidikan.
Program kesehatan.
Program pemberdayaan ekonomi.
Program kemanusiaan.
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui pengelolaan yang amanah, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
Keutamaan Menunaikan Zakat Penghasilan
Menunaikan zakat penghasilan memberikan manfaat yang besar, baik bagi muzaki maupun mustahik. Zakat menjadi sarana penyucian harta, meningkatkan rasa syukur, mempererat kepedulian sosial, serta membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.
Setiap zakat yang ditunaikan merupakan investasi amal yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.
Mari Tunaikan Zakat Penghasilan Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai ketentuan syariat.
Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita hadirkan keberkahan, memperkuat kepedulian, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Kontributor : AyuEditor : Humas BAZNAS Surabaya
ARTIKEL17/07/2026 | Ayu
Keutamaan Infak di Bulan Muharram: Momentum Raih Keberkahan di Tahun Baru Islam
Selamat datang di bulan Muharram! Sebagai salah satu dari empat bulan yang disucikan Allah SWT (Asyhurul Hurum), Muharram menjadi penanda dimulainya kalender Hijriah. Bagi umat Islam, momen ini bukan sekadar pergantian tahun, melainkan kesempatan emas untuk membuka lembaran baru dengan meningkatkan amalan saleh. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki dampak sosial luar biasa adalah infak dan sedekah.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga Kota Pahlawan untuk merefleksikan semangat hijrah dengan meningkatkan kepedulian sesama. Mengapa infak di bulan Muharram begitu istimewa? Mari kita ulas keutamaan-keutamaannya.
3 Keutamaan Utama Berinfak di Bulan Muharram
1. Pahala yang Dilipatgandakan
Muharram adalah bulan yang mulia. Segala amal kebaikan yang kita lakukan di bulan ini akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah di bulan Muharram, begitu pula dengan amalan sosial seperti infak. Mengeluarkan sebagian harta untuk mereka yang membutuhkan di bulan ini merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan.
2. Meneladani Sunnah Rasulullah dan Memuliakan Anak Yatim
Bulan Muharram, khususnya hari Asyura (10 Muharram), sering kali diidentikkan dengan "Lebaran Anak Yatim". Meneladani Rasulullah SAW yang sangat menyayangi anak-anak yatim, berinfak di bulan ini bisa difokuskan untuk menyantuni, memberi makan, dan membahagiakan mereka.
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini", kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau. (HR. Bukhari)
3. Menyucikan Harta dan Menolak Bala
Infak tidak akan mengurangi kekayaan kita. Sebaliknya, infak berfungsi sebagai pembersih harta dari hak-hak orang lain yang mungkin terselip. Di awal tahun baru Islam ini, memulai lembaran dengan harta yang bersih akan mendatangkan ketenangan jiwa dan menghindarkan kita dari berbagai musibah (tolak bala).
Bagaimana BAZNAS Surabaya Menyalurkan Infak Anda?
Penyaluran infak yang tepat sasaran akan memberikan dampak yang masif bagi pengentasan kemiskinan di Surabaya. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, infak yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah dan transparan melalui berbagai program unggulan:
Surabaya Cerdas: Bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Surabaya Sehat: Layanan kesehatan gratis dan bantuan pengobatan bagi warga yang kurang mampu.
Surabaya Makmur: Pemberian modal usaha dan pelatihan UMKM agar mustahik (penerima zakat/infak) bisa mandiri secara ekonomi.
Surabaya Peduli: Bantuan logistik cepat tanggap untuk korban bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar lansia terlantar.
Saatnya Beraksi: Jemput Keberkahan Muharram Hari Ini
Hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan lama menuju pribadi yang lebih bertakwa dan gemar berbagi. Jangan lewatkan momentum bulan Muharram ini berlalu begitu saja tanpa jejak kebaikan yang kita tinggalkan.
Mari salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kami menyediakan layanan kemudahan berdonasi secara online yang aman, praktis, dan langsung sejalan dengan program-program maslahat di Kota Surabaya.
Mari bersama-sama kita jadikan Surabaya kota yang tidak hanya maju infrastrukturnya, tetapi juga berkah dan sejahtera warganya melalui gerakan cinta zakat, infak, dan sedekah.
ARTIKEL10/07/2026 | Nadia - Magang
Aksi Nyata Jumat Berkah: Distribusi Makanan Siap Saji untuk Mustahik dan Pekerja Jalanan
Semangat Jumat Berkah dan Kepedulian Sosial
Hari Jumat senantiasa memegang kedudukan istimewa dalam tatanan nilai Islam, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Menangkap momentum yang penuh keutamaan ini, gerakan kepedulian sosial bertajuk Jumat Berkah kembali digulirkan secara masif. Aksi nyata ini diwujudkan melalui pendistribusian paket makanan siap saji yang didesain khusus untuk menyasar kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik serta para pekerja jalanan yang tangguh mengais rezeki di ruang-ruang publik demi menyambung hidup keluarga.
Secara teologis, hari Jumat bukan sekadar penanda pergantian waktu, melainkan sebuah wadah spiritual yang disediakan bagi umat Muslim untuk membersihkan diri dan melipatgandakan investasi akhirat. BAZNAS Kota Surabaya memandang bahwa manifestasi dari rasa syukur atas segala kelimpahan rezeki tersebut harus diturunkan ke dalam program yang menyentuh realitas sosial. Oleh karena itu, gerakan pembagian makanan siap saji ini dipilih sebagai jembatan tercepat dan paling taktis untuk menyalurkan energi kebaikan dari para muzakki langsung kepada perut-perut yang membutuhkan di kala siang hari.
Menjangkau Pengais Rezeki di Sektor Informal dan Pedagang Kecil
Proses penyaluran bantuan makanan siap saji ini tidak dilakukan secara pasif di dalam ruangan, melainkan turun langsung ke jalanan dengan metode jemput bola (on the spot). Langkah taktis ini diambil guna memastikan bahwa setiap paket nasi kotak yang dibagikan benar-benar jatuh ke tangan pihak yang tepat, yaitu mereka yang sedang aktif berjuang di jalanan dan tidak sempat menghentikan pekerjaannya saat jam makan siang tiba.
Sepanjang rute pendistribusian yang menyisir berbagai jalan protokol hingga kawasan padat penduduk, puluhan paket makanan hangat diserahkan kepada para pekerja sektor informal dan pejuang nafkah mandiri yang jam kerja serta pendapatannya tidak menentu. Ruang lingkup penerima manfaat kali ini diperluas, meliputi berbagai elemen masyarakat rentan di antaranya:
Pedagang kecil dan asongan di pinggir jalan, seperti penjual koran, pedagang tisu, serta pemilik warung kelontong atau gerobak kecil yang sering kali harus menahan lapar demi menghemat modal usaha yang kian menipis akibat daya beli yang fluktuatif.
Tukang becak yang setia menunggu penumpang di pangkalan di tengah ketatnya persaingan dengan moda transportasi modern berbasis aplikasi.
Petugas kebersihan jalanan (pasukan kuning) yang menjaga keasrian, kebersihan, dan kenyamanan sudut kota sejak dini hari sebelum warga lainnya terbangun.
Juru parkir dan pemulung yang menggantungkan hidup dari sisa-sisa aktivitas serta mobilitas urban yang padat dan melelahkan.
Kehadiran tim di lapangan disambut dengan antusiasme yang luar biasa dan haru. Salah seorang pedagang asongan keliling, Pak Joko (52), mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima paket bantuan pangan ini.
"Alhamdulillah, bantuan nasi kotak di hari Jumat ini sangat membantu kami yang berjualan di jalanan. Pendapatan jualan dari pagi sering kali tidak menentu. Uang yang harusnya dipakai untuk beli makan siang sekarang bisa disimpan untuk modal dagang besok atau dibawa pulang untuk keperluan dapur keluarga di rumah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi para pedagang kecil dan pekerja jalanan ini, bantuan makanan siap saji bukan sekadar pengisi perut di kala siang. Di tengah ketidakpastian pendapatan harian dan tekanan inflasi kebutuhan pokok, sekotak nasi ini menjadi wujud perhatian nyata yang sangat berarti. Langkah ini terbukti efektif dalam memotong rantai pengeluaran harian kelompok rentan, sehingga stabilitas ekonomi mikro di tingkat keluarga dhuafa dapat tetap terjaga.
Sinergi ZIS: Mengubah Lelah Menjadi Lillah
Program Jumat Berkah ini merupakan implementasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat melalui institusi resmi BAZNAS Kota Surabaya. Melalui integrasi program yang terstruktur dan berkesinambungan, dana yang terkumpul dari para muzakki dikonversikan menjadi program karitatif yang langsung menyentuh kebutuhan paling mendasar umat, yaitu ketahanan pangan harian.
Lebih dari sekadar pemenuhan gizi sesaat, aksi ini membawa misi sosiologis yang sangat kuat. Melalui sebungkus nasi, tercipta jembatan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) yang kokoh antara mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang sedang diuji secara ekonomi. Program ini mengikis sekat sosial dan menumbuhkan rasa saling memiliki di dalam tubuh umat. Senyum sumringah, binar mata penuh syukur, serta untaian doa tulus yang mengalir dari lisan para mustahik menjadi energi spiritual tersendiri bagi para penggerak program di lapangan untuk terus mengabdi tanpa lelah. BAZNAS membuktikan bahwa zakat dan sedekah jika dikelola dengan baik mampu menjadi instrumen pengetas kemiskinan yang menyentuh akar rumput.
Mengajak Masyarakat Memperluas Dampak Sosial
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin atau seremonial semata, melainkan mampu menjadi pemantik stimulus bagi masyarakat luas untuk ikut ambil bagian dalam ekosistem kebaikan yang lebih besar. Sedekah tidak selamanya harus menunggu nominal yang besar, kemapanan yang sempurna, atau kondisi finansial yang berlebih. Langkah kecil yang konsisten dan dilakukan secara berjamaah, seperti berbagi makanan siap saji, terbukti secara instan mampu memberikan dampak psikologis dan ekonomi bagi ketahanan pangan harian pekerja rentan.
BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk mengawal program-program kemanusiaan berbasis kemaslahatan umat seperti ini secara transparan, akuntabel, dan profesional. Setiap rupiah yang dititipkan oleh para donatur dikelola dengan prinsip kehati-hatian syariah. Melalui pelaporan yang sistematis di sistem aplikasi SiMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS), setiap aktivitas pendistribusian dipastikan terdokumentasi dengan baik, tervalidasi secara riil, dan berdampak langsung pada kesejahteraan mustahik di lapangan.
Mari bersama-sama kita lestarikan semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini di kehidupan sehari-hari. Setiap donasi, infak, dan kepedulian yang kita ulurkan hari ini adalah secercah harapan, kekuatan baru, dan bentuk pemuliaan bagi mereka yang sedang berjuang keras di jalanan demi menafkahi keluarga tercinta dengan cara yang halal dan terhormat.
ARTIKEL10/07/2026 | Sisil - Magang
Keutamaan Bulan Muharram: Momentum Hijrah dan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriyah yang memiliki banyak keutamaan. Sebagai bulan pertama dalam tahun Islam, Muharram menjadi momentum refleksi diri, memperbaiki niat, serta meningkatkan amal ibadah. Bagi umat Muslim, bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, infak, dan kepedulian sosial, sebagaimana nilai-nilai yang terus digaungkan oleh BAZNAS Kota Surabaya.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, menjauhi perbuatan maksiat, serta memperbanyak puasa sunnah, terutama pada hari Asyura (10 Muharram).
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai lembaran baru dengan memperbanyak kebaikan.
Muharram sebagai Momentum Hijrah
Bulan Muharram juga identik dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam konteks kehidupan saat ini, hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan Muharram sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih berkah.
Semangat Berbagi di Bulan Muharram
Muharram sering disebut sebagai bulan yang tepat untuk memperbanyak sedekah. Berbagi kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim, merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti:
Santunan anak yatim
Bantuan pendidikan
Program kesehatan
Bantuan ekonomi produktif
Melalui program-program ini, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran dan terpercaya.
Peran BAZNAS Surabaya dalam Menebar Kebaikan
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan. Di bulan Muharram, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada yang membutuhkan.
Partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat dan bersedekah tidak hanya membantu meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi investasi pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.
Ayo Maksimalkan Amal di Bulan Muharram
Momentum Muharram adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Mari bersama BAZNAS Surabaya, kita tingkatkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.
Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat solidaritas dan mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL10/07/2026 | Icha - Magang
Nasi Jumat Berkah Bergizi BAZNAS Surabaya, Wujud Nyata Manfaat Zakat untuk Masyarakat
BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui Program Nasi Jumat Berkah Bergizi, sebuah ikhtiar nyata dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan oleh para muzaki.
Setiap paket Nasi Jumat Berkah Bergizi menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak.
Dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki melalui BAZNAS Kota Surabaya diolah menjadi berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Dengan demikian, setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
Melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional.
Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam RAKSAZA, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik. Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini dan wujudkan Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, serta penuh keberkahan melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Surabaya.
ARTIKEL03/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Muharram dan Hari Raya Anak Yatim: Momentum Memuliakan Mereka
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Al-Asyhur Al-Hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Selain menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.
Di Indonesia, tanggal 10 Muharram dikenal luas dengan sebutan Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut bukan merupakan hari raya dalam syariat Islam sebagaimana Idulfitri dan Iduladha, melainkan tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat sebagai momentum untuk membahagiakan dan menyantuni anak-anak yatim.
Mengapa Muharram Identik dengan Anak Yatim?
Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anak yatim. Al-Qur'an berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menjaga hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan kasih sayang, serta tidak berlaku zalim kepada mereka.
Allah SWT berfirman:
"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."(QS. Ad-Dhuha: 9)
Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar umat Islam tidak menghardik anak yatim dan senantiasa memperhatikan kesejahteraan mereka.
Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim sejak usia dini. Karena itu, beliau sangat menaruh perhatian kepada anak-anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat serta membahagiakan mereka.
Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
Salah satu hadis yang paling terkenal mengenai keutamaan memelihara anak yatim adalah sabda Rasulullah SAW:
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini."
Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau dengan merapatkannya. (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan bagi siapa saja yang memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, maupun bantuan kepada anak yatim.
10 Muharram: Momentum Berbagi Kebahagiaan
Hari Asyura (10 Muharram) memiliki banyak keutamaan dalam Islam, salah satunya adalah anjuran melaksanakan puasa sunnah Asyura. Di Indonesia, hari tersebut juga dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim melalui santunan, pemberian hadiah, serta berbagai kegiatan sosial yang membawa kebahagiaan bagi mereka. Tradisi ini merupakan bentuk implementasi nilai kasih sayang dan solidaritas sosial yang diajarkan Islam, bukan penetapan hari raya baru dalam syariat.
Muharram, Saatnya Menguatkan Kepedulian
Memuliakan anak yatim bukan hanya dilakukan pada bulan Muharram, melainkan sepanjang waktu. Namun, datangnya Muharram menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar lebih peka terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan anak-anak yatim. Kepedulian yang diberikan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Bersama BAZNAS Kota Surabaya, Bahagiakan Anak Yatim
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan santunan bagi anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Muharram menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi. Mari jadikan awal tahun Hijriah sebagai awal memperbanyak amal kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.
Karena sejatinya, ketika kita membahagiakan anak yatim, kita sedang menanam investasi amal yang pahalanya akan terus mengalir dan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT.
ARTIKEL25/06/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Jumat Berkah: Keutamaan Sedekah di Hari Jumat dan Manfaatnya bagi Sesama
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Jumat juga dikenal sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah di hari Jumat.
Banyak ulama menjelaskan bahwa sedekah yang diberikan pada hari Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya. Oleh karena itu, tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan Jumat sebagai momen khusus untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.
Keutamaan Sedekah di Hari Jumat
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah disebutkan:
"Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya." (HR. Ibnu Khuzaimah)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai pahala yang istimewa. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk lebih peduli terhadap sesama dan memanfaatkan hari yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal saleh.
Selain mendapatkan pahala, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Manfaat Sedekah bagi Kehidupan
Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberi. Berikut beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan:
1. Mendatangkan Keberkahan Harta
Harta yang digunakan untuk bersedekah tidak akan berkurang nilainya di sisi Allah SWT. Sebaliknya, sedekah menjadi sebab datangnya keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan.
2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan
Sedekah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, seperti makanan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lainnya.
3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Melalui sedekah, rasa empati dan solidaritas terhadap sesama semakin meningkat. Hal ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
4. Menjadi Investasi Amal Jariyah
Sebagian sedekah yang disalurkan untuk program produktif dan pemberdayaan dapat memberikan manfaat berkelanjutan yang pahalanya terus mengalir.
Program Jumat Berkah BAZNAS Kota Surabaya
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui Program RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya) yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan infak dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfik disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan sosial, paket makanan, program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.
Mari Raih Keberkahan di Hari Jumat
Jumat Berkah adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Sekecil apa pun sedekah yang diberikan, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan serta menjadi tabungan amal di akhirat kelak.
Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai momentum untuk menebar manfaat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Salurkan Infak dan Sedekah Anda Sekarang
???? bit.ly/RaksazaSurabaya
ARTIKEL05/06/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya
Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan serta menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah.
Banyak umat Muslim mencari informasi tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal pelaksanaan, hingga keutamaannya. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan ibadah Anda.
Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.
Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Niat Puasa Tarwiyah
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah lengkap dengan artinya:
???????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ????????
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah
Berikut niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur:
???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ????????
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Beberapa keutamaannya antara lain:
Menambah pahala amal ibadah di bulan Dzulhijjah
Melatih kesabaran dan keikhlasan
Menjadi persiapan spiritual menuju Hari Arafah
Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
Melaksanakan puasa Tarwiyah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Iduladha.
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Adapun keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu:
Menghapus dosa kecil selama dua tahun
Mendapat pahala besar di hari mulia
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Menjadi waktu mustajab untuk berdoa
Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim.
Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah
Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:
Membaca niat puasa
Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga maghrib
Memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an
Menyegerakan berbuka puasa saat waktu maghrib tiba
Hikmah Puasa di Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, takbir, dzikir, serta ibadah kurban.
Momentum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Penutup
Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang penuh keutamaan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan memahami niat puasa Tarwiyah dan Arafah beserta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal dan penuh keikhlasan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.
ARTIKEL25/05/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya
Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah yang agung ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan ritual yang memiliki aturan fikih yang ketat.
Salah satu aspek paling krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah ini adalah pemenuhan syarat hewan kurban itu sendiri. Memahami kriteria hewan yang layak menjadi tanggung jawab penting bagi setiap mudahi (pekurban) agar ibadahnya diterima Allah SWT.
Syarat pertama yang wajib dipenuhi adalah mengenai jenis hewannya. Islam menetapkan bahwa hewan kurban harus berasal dari jenis Bahimatul An'am atau hewan ternak berkaki empat. Hewan-hewan yang masuk dalam kategori ini meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba.
Setiap jenis hewan tersebut memiliki ketentuan batas minimal usia yang berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau, minimal harus genap berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Sedangkan untuk kambing biasa, usia minimalnya adalah genap dua tahun. Bagi yang memilih domba, diperbolehkan jika sudah genap berusia satu tahun atau telah mengalami tanggal gigi.
Syarat mutlak berikutnya yang wajib diperhatikan dengan saksama adalah kondisi kesehatan fisik hewan. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacat fisik yang nyata. Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai kriteria cacat ini.
Hewan tidak boleh mengalami kebutaan yang jelas, tidak boleh sakit yang tampak melemahkan tubuhnya, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sangat kurus. Hewan yang sehat, gemuk, dan terawat dengan baik merupakan bentuk pengorbanan terbaik yang mencerminkan ketakwaan seorang hamba.
Faktor kepemilikan dan waktu penyembelihan juga menjadi syarat penentu yang tidak boleh diabaikan. Hewan yang dikurbankan harus diperoleh melalui cara yang sah dan halal secara hukum, bukan dari hasil mencuri atau milik orang lain tanpa izin akad yang jelas.
Dari sisi waktu, penyembelihan hanya sah jika dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu dimulai setelah selesainya pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik yang terakhir, yaitu tanggal 13 Zulhijah.
Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa berkomitmen untuk memastikan seluruh hewan kurban telah melalui seleksi ketat. Tim di lapangan memastikan pengecekan usia melalui pemeriksaan gigi, serta melibatkan tenaga medis veteriner untuk menjamin kesehatan hewan.
Dengan berkurban melalui lembaga resmi, para mudahi tidak hanya mendapatkan jaminan kepastian syarat hewan yang sah secara fikih. Anda juga ikut berkontribusi dalam pemerataan distribusi daging secara higienis kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Kota Surabaya.
Sumber Referensi:
Kitab Fathul Qarib al-Mujib oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, bab Ahkam al-Udhhiyah (Hukum-Hukum Kurban).
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban (acuan standar kesehatan hewan ternak).
Hadis Riwayat Al-Khamsah dari Al-Bara' bin 'Azib mengenai kriteria cacat hewan yang tidak sah untuk kurban.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Kurban Dulu atau Aqiqah Dulu? Simak Penjelasan Hukum dan Prioritasnya
Menjelang Hari Raya Iduladha, sebagian umat muslim sering kali dihadapkan pada pilihan yang membingungkan antara menunaikan ibadah kurban atau akikah. Fenomena ini biasanya dialami oleh mereka yang memiliki keterbatasan anggaran, tetapi di saat yang sama ingin menjalankan kedua anjuran agama tersebut.
Untuk menentukan mana yang harus didahulukan, kita perlu memahami esensi dan waktu pelaksanaan dari kedua ibadah ini. Baik kurban maupun akikah sama-sama memiliki hukum sunah muakkad (sunah yang sangat ditekankan) dalam pandangan mayoritas ulama, khususnya mazhab Syafi'i.
Perbedaan mendasar yang paling mencolok terletak pada kelonggaran waktu pelaksanaannya. Ibadah kurban adalah ibadah yang sangat terikat oleh waktu yang sempit, yaitu hanya bisa dilakukan pada hari Nahar (10 Zulhijah) dan tiga hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Sementara itu, ibadah akikah memiliki waktu pelaksanaan yang jauh lebih longgar. Meskipun waktu paling afdal untuk akikah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, kewajiban atau anjuran ini sebenarnya tetap berlaku hingga anak tersebut mencapai usia balig.
Berdasarkan perbedaan batasan waktu tersebut, para ulama fikih merumuskan kaidah prioritas. Jika momentum Iduladha telah tiba dan dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli satu ekor hewan ternak, maka Anda sangat dianjurkan untuk mendahulukan kurban terlebih dahulu.
Alasannya adalah karena kesempatan untuk menunaikan ibadah kurban pada tahun tersebut akan segera hilang begitu hari Tasyrik berakhir. Jika melewatkannya, Anda harus menunggu hingga bulan Zulhijah di tahun berikutnya. Sementara untuk akikah, Anda masih bisa melaksanakannya di bulan-bulan lain setelah Iduladha berlalu.
Namun, ada pula pandangan dari sebagian ulama seperti Imam Al-Hasan Al-Bashri dan jalur mazhab Hanbali yang menyebutkan bahwa kurban bisa menghapus kewajiban akikah. Menurut pendapat ini, jika seorang anak dikurbankan pada hari Iduladha, maka hal itu sudah dianggap mencukupi dan mewakili akikahnya.
Meskipun demikian, pandangan yang paling aman dan kuat di Indonesia adalah tetap memisahkan keduanya karena tujuan dan sebab kedua ibadah ini berbeda. Kurban ditujukan sebagai syiar tahunan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan akikah adalah bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak.
Kesimpulannya, jika Anda memiliki kelapangan rezeki yang cukup untuk keduanya, tentu menyembelih kurban dan akikah sekaligus adalah hal yang utama. Namun jika dana terbatas, utamakanlah kurban di bulan Zulhijah ini, lalu agendakan kembali ibadah akikah anak Anda di waktu berikutnya.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda dapat menyalurkan ibadah kurban dengan mudah, transparan, dan tepat sasaran. Kami memastikan setiap hewan kurban dikelola secara syar'i demi menghadirkan kebahagiaan yang merata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh penjuru kota.
Sumber Referensi:
Kitab Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami, bab Al-Udhhiyah wa al-Aqiqa (penjelasan mengenai tidak saling mencukupinya kurban dan akikah karena perbedaan sebab).
Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, terkait skala prioritas ibadah yang terikat waktu (muwaqqat) atas ibadah yang waktunya longgar (muthlaq).
Fatwa seputar Kurban dan Akikah oleh Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama (LBM-NU) mengenai panduan fikih prioritas amal bagi keluarga muslim.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal: Sah atau Tidak?
Menjelang Hari Raya Iduladha, kerinduan terhadap anggota keluarga yang telah tiada sering kali semakin menguat. Banyak umat muslim di Kota Surabaya yang ingin memberikan hadiah terbaik bagi orang tua atau kerabat mereka yang sudah wafat, salah satunya dengan niat berkurban atas nama almarhum atau almarhumah.
Namun, bagaimana sebenarnya hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal dalam panduan fikih Islam? Apakah ibadah tersebut sah dan pahalanya bisa sampai kepada mereka yang berada di alam kubur? Pertanyaan ini penting diulas agar niat baik kita selaras dengan koridor syariat.
Dalam mazhab Syafi'i, yang menjadi pegangan mayoritas masyarakat Indonesia, hukum asal berkurban untuk orang yang sudah wafat adalah tidak diperbolehkan jika semasa hidupnya almarhum tidak meninggalkan wasiat atau nazar untuk berkurban.
Pandangan ini didasarkan pada prinsip bahwa ibadah memerlukan niat dan kesadaran dari pelakunya sendiri. Selain itu, Al-Qur'an surah An-Najm ayat 39 menegaskan bahwa seorang manusia tidak akan memperoleh pahala kecuali apa yang telah diusahakannya sendiri selama hidup.
Salah satu ulama besar mazhab Syafi'i, Imam An-Nawawi, dalam kitab Minhaj ut-Thalibin secara tegas menyatakan bahwa tidak sah berkurban untuk orang lain yang sudah meninggal dunia, kecuali jika almarhum memang pernah berwasiat sebelum wafatnya.
Jika almarhum meninggalkan wasiat sebelum meninggal, maka hukum berkurban atas namanya menjadi sah dan diperbolehkan. Dalam kondisi ini, seluruh daging kurban tersebut wajib disedekahkan kepada kaum fakir miskin, dan pihak yang berkurban (ahli waris) tidak boleh memakan dagingnya sedikit pun.
Meskipun demikian, terdapat pandangan lain dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali yang cenderung lebih longgar. Mereka berpendapat bahwa berkurban untuk orang yang sudah meninggal hukumnya boleh dan sah, mirip seperti bersedekah atas nama orang mati yang pahalanya diyakini akan sampai kepada almarhum.
Bagi Anda yang ingin tetap memberikan pahala kurban kepada keluarga yang sudah wafat tanpa terjebak dalam perbedaan khilafiyah yang ketat, ada solusi praktis dan aman yang dianjurkan para ulama. Caranya adalah dengan berkurban untuk diri sendiri atau keluarga yang masih hidup, lalu menyertakan niat pahalanya untuk seluruh anggota keluarga, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada.
Niat kolektif dalam satu keluarga ini didasarkan pada kebiasaan Rasulullah SAW yang pernah menyembelih kurban seraya berdoa agar pahalanya diperuntukkan bagi dirinya, keluarganya, dan seluruh umatnya. Cara ini dinilai lebih aman dan mencakup semua orang yang kita cintai.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda dapat menunaikan ibadah kurban dengan mudah, amanah, dan tepat sasaran. Setiap hewan kurban dikelola secara profesional demi memastikan aspek syariatnya terpenuhi secara sempurna dan manfaatnya merata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sumber Referensi:
Kitab Minhaj ut-Thalibin oleh Imam An-Nawawi, pada bab Al-Udhhiyah (Ketentuan Kurban atas Orang yang Meninggal).
Kitab Mughni al-Muhtaj oleh Syaikh Khatib al-Syarbini, penjelasan mengenai syarat wasiat dalam kurban untuk almarhum.
Fatwa Tarjih dan Bahtsul Masa'il mengenai perluasan niat kurban (tasyrîk al-thawâb) untuk anggota keluarga yang telah wafat.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Hukum Kurban Online Menurut Syariat Islam: Sah atau Tidak
Di era digital seperti sekarang, hampir semua kemudahan berada di dalam genggaman, termasuk dalam menunaikan ibadah. Salah satu tren yang terus meningkat setiap menjelang Hari Raya Iduladha adalah layanan kurban online. Hanya dengan beberapa klik melalui ponsel, seseorang sudah bisa membeli, menyembelih, hingga menyalurkan hewan kurbannya. Namun, muncul pertanyaan mendasar di benak sebagian kaum muslimin mengenai bagaimana hukum kurban online dalam Islam dan apakah ibadahnya tetap sah meskipun mudahi (orang yang berkurban) tidak melihat langsung penyembelihan hewannya.
Pada dasarnya, sistem kurban online menggunakan akad Wakalah atau pendelegasian wewenang. Dalam konsep ini, Anda sebagai mudahi memberikan kuasa kepada pihak lembaga zakat atau kepanitiaan, seperti BAZNAS, untuk membelikan hewan kurban, menyembelihnya, dan membagikan dagingnya kepada yang berhak. Secara fikih Islam, mewakilkan ibadah yang bersifat maliyah (harta) atau gabungan fisik dan harta seperti penyembelihan kurban adalah hal yang diperbolehkan. Ulama terkemuka, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa diperbolehkan mewakilkan penyembelihan kurban kepada orang lain karena penyembelihan adalah perkara yang bisa diwakilkan. Oleh karena itu, dari sisi proses transaksinya, hukum kurban online adalah sah dan diperbolehkan, asalkan lembaga yang diamanahi menjaga transparansi dan amanah dengan baik.
Meskipun sah, ada beberapa catatan penting dari para ulama agar ibadah kurban online Anda mencapai keutamaan yang sempurna. Pertama adalah kepastian waktu penyembelihan, di mana hewan kurban harus disembelih setelah pelaksanaan salat Iduladha hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik terakhir. Lembaga pengelola wajib menjamin ketepatan waktu ini. Kedua, niat yang jelas saat transaksi harus mantap di dalam hati ketika Anda melakukan pembayaran atau konfirmasi akad secara online. Ketiga, distribusi harus tepat sasaran. Salah satu keunggulan kurban online melalui lembaga resmi seperti BAZNAS adalah pemerataan distribusi ke daerah-daerah yang mengalami rawan pangan atau kemiskinan ekstrem, sehingga asas manfaatnya jauh lebih besar.
Untuk memperkuat keyakinan umat, lembaga-lembaga fatwa otoritatif di Indonesia telah mengeluarkan keputusan resmi terkait hal ini. Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban menyatakan bahwa ibadah kurban dengan memanfaatkan teknologi informasi atau secara online hukumnya adalah sah, selama prinsip-prinsip syariah dalam pemilihan hewan, waktu penyembelihan, dan distribusinya terpenuhi. Senada dengan hal tersebut, keputusan Bahtsul Masa'il Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menilai pembelian hewan kurban secara online sebagai hal yang sah dengan status taukil (mewakilkan). Kehadiran fisik mudahi di lokasi penyembelihan sendiri hukumnya sunah, bukan syarat sah kurban.
Kurban online bukan sekadar alternatif yang memudahkan, melainkan solusi strategis untuk menyebarkan kebahagiaan Iduladha ke wilayah yang benar-benar membutuhkan. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap proses mulai dari pemilihan hewan yang syar'i, penyembelihan yang higienis, hingga pelaporan dokumen dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jadi, tidak perlu ragu lagi untuk menyempurnakan ketakwaan dan tebar manfaat lebih luas dengan berkurban secara aman dan syar'i melalui platform resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Sumber Referensi:
Fatwa MUI No. 37 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban.
Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, terkait Bab Al-Wakalah dan Al-Udhhiyah.
Keputusan Komisi Fatwa PBNU terkait Hukum Transaksi Digital dan Wakalah dalam Penyembelihan Kurban.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Doa Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Sunnah Rasulullah
Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya bersiap menyambut ibadah kurban. Selain memastikan kesehatan hewan, salah satu hal krusial yang menentukan keabsahan dan kesempurnaan ibadah ini adalah proses penyembelihannya.
Menyembelih hewan kurban bukan sekadar memotong leher hewan ternak, melainkan sebuah ritual ibadah yang sarat akan makna kedekatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, melafalkan doa dan menyebut nama Allah saat menyembelih menjadi syarat yang sangat penting.
Rasulullah SAW telah mengajarkan tata cara dan bacaan khusus saat hendak menyembelih hewan kurban. Doa ini dibaca agar ibadah yang kita tunaikan diterima di sisi-Nya dan membawa berkah bagi mudahi (orang yang berkurban) maupun penerima manfaat.
Sebelum membaca doa khusus, penyembelih wajib mengucapkan basmalah dan takbir terlebih dahulu. Bacaan ini menjadi dasar utama yang menegaskan bahwa hewan tersebut disembelih hanya demi mengagungkan nama Allah SWT.
Berikut adalah lafal doa menyembelih hewan kurban yang diajarkan dalam sunah, lengkap dengan teks Arab, rumi, dan artinya:
Bismillahi wallahu akbar, allahumma hadza minka wa ilaika, allahumma taqabbal min...
"Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, kurban ini adalah nikmat yang berasal dari-Mu dan dipersembahkan kembali kepada-Mu. Ya Allah, terimalah kurban ini dari..." (Sebutkan nama pekurban).
Membaca doa tersebut hukumnya adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan). Jika penyembelih lupa atau tidak sempat membaca doa panjangnya, maka mengucapkan Bismillah saja sudah cukup untuk membuat sembelihan tersebut sah secara syariat.
Selain membaca doa, ada beberapa adab penyembelihan yang harus diperhatikan demi menjaga ihsan (kebaikan) kepada hewan. Penyembelih harus menggunakan pisau yang sangat tajam agar hewan tidak tersiksa dan proses kematian terjadi dengan cepat.
Hewan kurban juga dianjurkan untuk dihadapkan ke arah kiblat pada posisi lambung kirinya berada di bawah. Seluruh proses ini harus dilakukan dengan tenang dan penuh rasa hormat terhadap makhluk ciptaan Allah SWT.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, seluruh proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan oleh juru sembelih halal (Juleha) yang tersertifikasi. Kami memastikan setiap syarat, rukun, adab, hingga doa yang dilafalkan sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang murni.
Dengan pengelolaan yang amanah dan transparan, BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani kebaikan Anda untuk mendistribusikan daging kurban secara tepat sasaran kepada para mustahik yang membutuhkan di seluruh penjuru kota.
Sumber Referensi:
Hadis Riwayat Muslim (No. 1967) mengenai tata cara Rasulullah SAW menyembelih dua ekor domba amlahain dan membaca basmalah serta takbir.
Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab oleh Imam An-Nawawi, pada bab Adab dan Doa Penyembelihan Kurban.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal dan Manajemen Kurban yang Syar'i.
ARTIKEL25/05/2026 | Imam Syafii
Dzulhijjah sebagai Bulan Pengorbanan dan Keikhlasan
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, memperkuat ketakwaan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat berbagai ibadah mulia seperti puasa sunnah, pelaksanaan ibadah haji, serta ibadah qurban yang memiliki nilai spiritual sangat besar. Oleh karena itu, Dzulhijjah sering disebut sebagai bulan pengorbanan dan keikhlasan karena mengajarkan umat Islam untuk rela berkorban demi menjalankan perintah Allah SWT.
Makna pengorbanan dalam bulan Dzulhijjah tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi teladan besar tentang ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ujian keimanan. Meskipun perintah tersebut sangat berat, Nabi Ibrahim tetap melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah. Begitu pula Nabi Ismail AS yang menerima perintah tersebut dengan hati yang sabar dan ikhlas. Karena keimanan dan ketulusan mereka, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan.
Peristiwa tersebut mengandung pelajaran penting bahwa pengorbanan dalam Islam bukan hanya tentang kehilangan sesuatu yang dicintai, tetapi juga tentang ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan oleh umat Islam setiap datangnya Hari Raya Idul Adha melalui pelaksanaan ibadah qurban. Ibadah qurban menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, semangat pengorbanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Pengorbanan tidak selalu berupa materi atau harta benda, tetapi juga dapat berupa waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian terhadap sesama. Seorang pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu demi masa depan yang baik juga termasuk bentuk pengorbanan. Begitu pula seseorang yang membantu orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan balasan telah menunjukkan sikap keikhlasan yang diajarkan dalam bulan Dzulhijjah.
Selain mengajarkan pengorbanan, bulan Dzulhijjah juga menjadi momentum untuk melatih keikhlasan hati. Keikhlasan merupakan sikap melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT tanpa mengharapkan pujian manusia. Dalam Islam, keikhlasan menjadi kunci diterimanya amal ibadah seseorang. Amal yang besar sekalipun tidak akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan niat riya atau ingin dipuji oleh orang lain. Oleh karena itu, Dzulhijjah mengajarkan umat Islam agar senantiasa memperbaiki niat dalam setiap perbuatan.
Keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah juga menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan membantu sesama. Semangat ibadah ini menjadi bentuk latihan spiritual agar manusia semakin dekat kepada Allah SWT.
Ibadah qurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat berbagi dalam bulan Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa rezeki yang dimiliki tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan.
Di Indonesia, pelaksanaan qurban sering dilakukan melalui lembaga sosial dan keagamaan, salah satunya BAZNAS. Melalui program qurban, penyaluran hewan qurban dapat dilakukan secara lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk daerah-daerah terpencil. Kehadiran lembaga seperti BAZNAS Kota Surabaya membantu masyarakat untuk menyalurkan ibadah qurban dengan lebih mudah, aman, dan tepat sasaran. Program tersebut juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Bulan Dzulhijjah juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri. Pengorbanan dan keikhlasan bukan hanya dilakukan dalam ibadah tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari karakter seorang Muslim. Dalam kehidupan modern yang penuh persaingan, manusia sering kali lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, semangat Dzulhijjah menjadi pengingat agar umat Islam tetap memiliki rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Selain itu, bulan Dzulhijjah dapat menjadi momentum mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan qurban dan perayaan Idul Adha biasanya dilakukan secara bersama-sama sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Masyarakat saling membantu dalam proses penyembelihan, pembagian daging, hingga kegiatan sosial lainnya. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai persaudaraan dan gotong royong yang sangat penting dalam kehidupan sosial.
Pada akhirnya, Dzulhijjah bukan hanya sekadar bulan dalam kalender Islam, tetapi juga bulan penuh pelajaran tentang makna kehidupan. Melalui pengorbanan dan keikhlasan, umat Islam diajak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, peduli, dan taat kepada Allah SWT. Semangat yang diajarkan dalam bulan ini seharusnya tidak hanya dirasakan saat Idul Adha saja, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna Dzulhijjah secara mendalam, diharapkan umat Islam mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh kepedulian, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
ARTIKEL13/05/2026 | Fia
Peran Program BAZNAS Kota Surabaya bagi Masyarakat Surabaya
BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sebagai lembaga pengelola zakat resmi, BAZNAS hadir untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat Kota Surabaya, khususnya bagi kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu.
Dalam bidang sosial, BAZNAS Kota Surabaya aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, kesulitan ekonomi, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Bantuan sembako, santunan yatim, bantuan biaya hidup, hingga program bedah rumah menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Program ini sangat membantu warga yang mengalami keterbatasan ekonomi agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan perhatian besar kepada para pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, banyak anak di Surabaya yang terbantu dalam melanjutkan sekolah tanpa harus terkendala biaya. Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Selain itu, dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya program kesehatan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dalam sektor ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha dan zakat produktif. Program ini bertujuan membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Selain program-program utama tersebut, BAZNAS Kota Surabaya juga sering mengadakan kegiatan kemanusiaan pada momen tertentu, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, maupun ketika terjadi bencana alam. Pada bulan Ramadhan misalnya, BAZNAS melaksanakan program pembagian paket buka puasa, santunan anak yatim, penyaluran zakat fitrah, serta bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Surabaya juga memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan dakwah, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk membantu sesama dan mengurangi kesenjangan sosial. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, maka semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program yang dijalankan. Keberadaan BAZNAS Kota Surabaya juga membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial dan kemiskinan di Kota Surabaya. Program-program yang dijalankan mampu menjadi pendukung bagi upaya pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan sejahtera. Selain memberikan bantuan material, program-program BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan dampak moral dan psikologis bagi penerima manfaat. Banyak masyarakat yang merasa terbantu, diperhatikan, dan termotivasi untuk bangkit dari kesulitan hidup yang mereka alami. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan harapan dan semangat baru bagi masyarakat.
Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kota Surabaya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Surabaya. Program-program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan semangat saling membantu di tengah kehidupan sosial. Oleh karena itu, keberadaan BAZNAS menjadi salah satu bentuk nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, serta memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.
ARTIKEL13/05/2026 | Fia
Mengenal Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam Pelayanan Umat
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, zakat juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang bertugas mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara profesional dan tepat sasaran.
Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menghadirkan pelayanan umat yang berkelanjutan.
Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki tugas utama menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan dilakukan secara transparan, amanah, dan sesuai syariat Islam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga fokus pada program pemberdayaan yang bertujuan membantu masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi maupun sosial.
Berbagai Program Pelayanan Umat
Dalam menjalankan misinya, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya:
1. Bidang Pendidikan
BAZNAS Kota Surabaya memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu melalui beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dan dukungan biaya pendidikan. Program ini bertujuan membantu generasi muda memperoleh pendidikan yang layak dan mengurangi angka putus sekolah.
2. Bidang Sosial dan Kemanusiaan
Melalui program sosial, BAZNAS membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, korban bencana, hingga masyarakat rentan lainnya. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, santunan, bantuan darurat, dan kebutuhan pokok lainnya.
3. Bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya turut membantu masyarakat melalui layanan bantuan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, serta dukungan biaya medis bagi masyarakat kurang mampu.
4. Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan
Untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha kecil. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan para muzaki menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dan tepat sasaran.
Selain itu, BAZNAS juga aktif mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial demi terciptanya kesejahteraan bersama.
Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam pelayanan umat menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.
Dengan dukungan masyarakat, diharapkan BAZNAS Kota Surabaya dapat terus menjadi jembatan kebaikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan.
ARTIKEL13/05/2026 | Ana
Surabaya Cerdas: Investasi Pendidikan untuk Generasi Masa Depan
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui Program Surabaya Cerdas.
Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan, Program Surabaya Cerdas hadir sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Program Surabaya Cerdas tidak hanya memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan potensi diri para penerima manfaat. Pendidikan yang layak diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-cita dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka di masa mendatang.
Selain membantu meringankan beban biaya pendidikan, program ini juga menjadi motivasi bagi para pelajar agar terus semangat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan diri. BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik apabila mendapatkan dukungan dan akses pendidikan yang memadai.
Dalam pelaksanaannya, Program Surabaya Cerdas menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, biaya penunjang belajar, maupun kebutuhan akademik lainnya.
Tidak hanya berorientasi pada bantuan materi, Program Surabaya Cerdas juga menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, dan semangat kemandirian kepada para penerima manfaat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Program Surabaya Cerdas menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program pendidikan ini. Karena setiap kontribusi yang diberikan hari ini akan menjadi harapan dan masa depan bagi generasi penerus bangsa.
ARTIKEL12/05/2026 | Sahroh

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →