WhatsApp Icon
Nasi Jumat Berkah Bergizi BAZNAS Surabaya, Wujud Nyata Manfaat Zakat untuk Masyarakat

BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui Program Nasi Jumat Berkah Bergizi, sebuah ikhtiar nyata dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan oleh para muzaki.

Setiap paket Nasi Jumat Berkah Bergizi menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak.

Dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki melalui BAZNAS Kota Surabaya diolah menjadi berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Dengan demikian, setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional.

Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam RAKSAZA, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik. Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini dan wujudkan Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, serta penuh keberkahan melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Surabaya.

 
03/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Muharram dan Hari Raya Anak Yatim: Momentum Memuliakan Mereka

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Al-Asyhur Al-Hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Selain menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.

Di Indonesia, tanggal 10 Muharram dikenal luas dengan sebutan Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut bukan merupakan hari raya dalam syariat Islam sebagaimana Idulfitri dan Iduladha, melainkan tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat sebagai momentum untuk membahagiakan dan menyantuni anak-anak yatim.

Mengapa Muharram Identik dengan Anak Yatim?

Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anak yatim. Al-Qur'an berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menjaga hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan kasih sayang, serta tidak berlaku zalim kepada mereka.

Allah SWT berfirman:

"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ad-Dhuha: 9)

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar umat Islam tidak menghardik anak yatim dan senantiasa memperhatikan kesejahteraan mereka.

Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim sejak usia dini. Karena itu, beliau sangat menaruh perhatian kepada anak-anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat serta membahagiakan mereka.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Salah satu hadis yang paling terkenal mengenai keutamaan memelihara anak yatim adalah sabda Rasulullah SAW:

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini."

Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau dengan merapatkannya. (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan bagi siapa saja yang memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, maupun bantuan kepada anak yatim.

10 Muharram: Momentum Berbagi Kebahagiaan

Hari Asyura (10 Muharram) memiliki banyak keutamaan dalam Islam, salah satunya adalah anjuran melaksanakan puasa sunnah Asyura. Di Indonesia, hari tersebut juga dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim melalui santunan, pemberian hadiah, serta berbagai kegiatan sosial yang membawa kebahagiaan bagi mereka. Tradisi ini merupakan bentuk implementasi nilai kasih sayang dan solidaritas sosial yang diajarkan Islam, bukan penetapan hari raya baru dalam syariat.

Muharram, Saatnya Menguatkan Kepedulian

Memuliakan anak yatim bukan hanya dilakukan pada bulan Muharram, melainkan sepanjang waktu. Namun, datangnya Muharram menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar lebih peka terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan anak-anak yatim. Kepedulian yang diberikan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Bersama BAZNAS Kota Surabaya, Bahagiakan Anak Yatim

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan santunan bagi anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.

Momentum Muharram menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi. Mari jadikan awal tahun Hijriah sebagai awal memperbanyak amal kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.

Karena sejatinya, ketika kita membahagiakan anak yatim, kita sedang menanam investasi amal yang pahalanya akan terus mengalir dan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT.

25/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Jumat Berkah: Keutamaan Sedekah di Hari Jumat dan Manfaatnya bagi Sesama

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Jumat juga dikenal sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah di hari Jumat.

Banyak ulama menjelaskan bahwa sedekah yang diberikan pada hari Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya. Oleh karena itu, tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan Jumat sebagai momen khusus untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Keutamaan Sedekah di Hari Jumat

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah disebutkan:

"Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai pahala yang istimewa. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk lebih peduli terhadap sesama dan memanfaatkan hari yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal saleh.

Selain mendapatkan pahala, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Manfaat Sedekah bagi Kehidupan

Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberi. Berikut beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan:

1. Mendatangkan Keberkahan Harta

Harta yang digunakan untuk bersedekah tidak akan berkurang nilainya di sisi Allah SWT. Sebaliknya, sedekah menjadi sebab datangnya keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan.

2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan

Sedekah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, seperti makanan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lainnya.

3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Melalui sedekah, rasa empati dan solidaritas terhadap sesama semakin meningkat. Hal ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

4. Menjadi Investasi Amal Jariyah

Sebagian sedekah yang disalurkan untuk program produktif dan pemberdayaan dapat memberikan manfaat berkelanjutan yang pahalanya terus mengalir.

Program Jumat Berkah BAZNAS Kota Surabaya

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui Program RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya) yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan infak dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfik disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan sosial, paket makanan, program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.

Mari Raih Keberkahan di Hari Jumat

Jumat Berkah adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Sekecil apa pun sedekah yang diberikan, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan serta menjadi tabungan amal di akhirat kelak.

Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai momentum untuk menebar manfaat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Salurkan Infak dan Sedekah Anda Sekarang

 

???? bit.ly/RaksazaSurabaya

05/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan serta menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah.

Banyak umat Muslim mencari informasi tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal pelaksanaan, hingga keutamaannya. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan ibadah Anda.

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Niat Puasa Tarwiyah

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah lengkap dengan artinya:

???????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

Berikut niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur:

???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Beberapa keutamaannya antara lain:

  • Menambah pahala amal ibadah di bulan Dzulhijjah

  • Melatih kesabaran dan keikhlasan

  • Menjadi persiapan spiritual menuju Hari Arafah

  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW

Melaksanakan puasa Tarwiyah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Iduladha.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)

Adapun keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu:

  • Menghapus dosa kecil selama dua tahun

  • Mendapat pahala besar di hari mulia

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT

  • Menjadi waktu mustajab untuk berdoa

Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:

  1. Membaca niat puasa

  2. Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga maghrib

  3. Memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an

  4. Menyegerakan berbuka puasa saat waktu maghrib tiba

Hikmah Puasa di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, takbir, dzikir, serta ibadah kurban.

Momentum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang penuh keutamaan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan memahami niat puasa Tarwiyah dan Arafah beserta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal dan penuh keikhlasan.

 

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.

25/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah yang agung ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan ritual yang memiliki aturan fikih yang ketat.

Salah satu aspek paling krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah ini adalah pemenuhan syarat hewan kurban itu sendiri. Memahami kriteria hewan yang layak menjadi tanggung jawab penting bagi setiap mudahi (pekurban) agar ibadahnya diterima Allah SWT.

Syarat pertama yang wajib dipenuhi adalah mengenai jenis hewannya. Islam menetapkan bahwa hewan kurban harus berasal dari jenis Bahimatul An'am atau hewan ternak berkaki empat. Hewan-hewan yang masuk dalam kategori ini meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Setiap jenis hewan tersebut memiliki ketentuan batas minimal usia yang berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau, minimal harus genap berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Sedangkan untuk kambing biasa, usia minimalnya adalah genap dua tahun. Bagi yang memilih domba, diperbolehkan jika sudah genap berusia satu tahun atau telah mengalami tanggal gigi.

Syarat mutlak berikutnya yang wajib diperhatikan dengan saksama adalah kondisi kesehatan fisik hewan. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacat fisik yang nyata. Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai kriteria cacat ini.

Hewan tidak boleh mengalami kebutaan yang jelas, tidak boleh sakit yang tampak melemahkan tubuhnya, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sangat kurus. Hewan yang sehat, gemuk, dan terawat dengan baik merupakan bentuk pengorbanan terbaik yang mencerminkan ketakwaan seorang hamba.

Faktor kepemilikan dan waktu penyembelihan juga menjadi syarat penentu yang tidak boleh diabaikan. Hewan yang dikurbankan harus diperoleh melalui cara yang sah dan halal secara hukum, bukan dari hasil mencuri atau milik orang lain tanpa izin akad yang jelas.

Dari sisi waktu, penyembelihan hanya sah jika dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu dimulai setelah selesainya pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik yang terakhir, yaitu tanggal 13 Zulhijah.

Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa berkomitmen untuk memastikan seluruh hewan kurban telah melalui seleksi ketat. Tim di lapangan memastikan pengecekan usia melalui pemeriksaan gigi, serta melibatkan tenaga medis veteriner untuk menjamin kesehatan hewan.

Dengan berkurban melalui lembaga resmi, para mudahi tidak hanya mendapatkan jaminan kepastian syarat hewan yang sah secara fikih. Anda juga ikut berkontribusi dalam pemerataan distribusi daging secara higienis kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Sumber Referensi:

  1. Kitab Fathul Qarib al-Mujib oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, bab Ahkam al-Udhhiyah (Hukum-Hukum Kurban).

  2. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban (acuan standar kesehatan hewan ternak).

  3. Hadis Riwayat Al-Khamsah dari Al-Bara' bin 'Azib mengenai kriteria cacat hewan yang tidak sah untuk kurban.
25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii

Artikel Terbaru

Menebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Menebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Di tengah kehidupan perkotaan yang dinamis, nilai kepedulian sosial menjadi hal yang sangat penting untuk terus dijaga. Tidak semua masyarakat berada dalam kondisi yang sama; ada yang membutuhkan uluran tangan untuk dapat bertahan dan bangkit dari berbagai kesulitan. Dalam konteks inilah, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan mereka yang membutuhkan. BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program yang dijalankan, lembaga ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Setiap program dirancang dengan tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan umat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial. Salah satu kekuatan utama BAZNAS Kota Surabaya terletak pada komitmennya dalam menebar kebaikan secara nyata. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berbentuk materi, seperti kebutuhan pokok atau bantuan finansial, tetapi juga mencakup dukungan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan yang menyeluruh, BAZNAS berusaha memastikan bahwa setiap penerima manfaat dapat merasakan dampak yang positif dalam jangka panjang. Di sisi lain, program-program yang dijalankan juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membantu mereka yang membutuhkan. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang dibangun melalui program ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya. Kepedulian yang ditumbuhkan melalui BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga pada para donatur. Dengan berbagi, seseorang tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan dalam dirinya. Inilah yang menjadikan zakat dan sedekah sebagai instrumen yang tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga spiritual. Selain itu, BAZNAS Kota Surabaya terus berinovasi dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi dan memperluas jaringan kerja sama, proses penghimpunan dan penyaluran dana menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat dilakukan secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat yang menjadi dasar utamanya. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan setiap program yang dijalankan. Dukungan dari berbagai pihak, baik individu, komunitas, maupun lembaga, menjadi kekuatan besar dalam memperluas jangkauan manfaat. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula dampak kebaikan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Melalui berbagai upaya yang dilakukan, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi lembaga yang terpercaya dan profesional dalam mengelola dana umat. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat menjadi amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas selalu menjadi prioritas dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Pada akhirnya, menebar kebaikan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan bersama-sama. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti yang besar bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai wadah yang memudahkan masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Mari kita terus menumbuhkan kepedulian dan memperkuat semangat berbagi. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, setiap langkah kebaikan yang kita lakukan akan menjadi harapan bagi sesama dan membawa manfaat yang luas bagi kehidupan masyarakat.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Jembatan Kebaikan Menuju Masyarakat Sejahtera Bersama BAZNAS Surabaya
Jembatan Kebaikan Menuju Masyarakat Sejahtera Bersama BAZNAS Surabaya
Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam konteks inilah, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan masyarakat yang membutuhkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya memiliki peran strategis dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui pengelolaan yang profesional, setiap kontribusi yang diberikan oleh para muzaki dan donatur dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu. Konsep “jembatan kebaikan” yang diusung bukan sekadar istilah, melainkan sebuah peran nyata yang dijalankan setiap hari. BAZNAS Surabaya menjadi penghubung antara niat baik para donatur dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, kebaikan yang diberikan tidak berhenti sebagai niat, tetapi benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dalam bentuk bantuan yang konkret dan bermanfaat. Berbagai program telah dijalankan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dalam bidang sosial dan kemanusiaan, BAZNAS memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, seperti kebakaran atau bencana lainnya. Dalam bidang kesehatan, bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan medis namun memiliki keterbatasan biaya. Sementara itu, di bidang pendidikan, BAZNAS turut mendukung generasi muda melalui bantuan pendidikan agar mereka dapat meraih masa depan yang lebih baik. Tidak hanya itu, BAZNAS Surabaya juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program-program pemberdayaan, masyarakat didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan semata. Pendekatan ini menjadi penting karena kesejahteraan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika masyarakat memiliki kemampuan untuk bangkit dan berkembang secara mandiri. Keberhasilan berbagai program tersebut tentu tidak lepas dari dukungan masyarakat. Para donatur yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya menjadi bagian penting dalam menghadirkan perubahan nyata. Setiap rupiah yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian yang memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Selain memberikan manfaat bagi penerima, aktivitas berbagi juga memberikan nilai positif bagi para donatur. Dengan berbagi, seseorang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat nilai keimanan dan rasa syukur. Inilah yang menjadikan zakat dan sedekah sebagai instrumen yang tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga spiritual. Dalam era modern, BAZNAS Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Proses penghimpunan dan penyaluran dana dilakukan secara lebih efektif dan efisien, sehingga masyarakat dapat dengan mudah berpartisipasi dalam gerakan kebaikan ini. Transparansi dan akuntabilitas juga terus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik. Ke depan, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan manfaat dan meningkatkan kualitas program yang dijalankan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terbantu dan semakin kuat pula semangat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, mewujudkan masyarakat sejahtera bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, setiap individu memiliki peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik. Mari bersama-sama menjadikan BAZNAS Surabaya sebagai jembatan kebaikan. Karena melalui setiap kebaikan yang kita salurkan, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat luas.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Memaknai Kenaikan Nabi Isa Al-Masih untuk Menguatkan Iman dan Menyalakan Harapan Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Memaknai Kenaikan Nabi Isa Al-Masih untuk Menguatkan Iman dan Menyalakan Harapan Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Peristiwa kenaikan Nabi Isa Al-Masih merupakan salah satu momen penting dalam ajaran Islam yang sarat dengan makna keimanan, keteguhan, dan harapan. Kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kenabian, tetapi juga mengandung pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan umat manusia hingga saat ini. Dalam Al-Qur’an, Nabi Isa Al-Masih dijelaskan sebagai utusan Allah SWT yang diberikan berbagai mukjizat luar biasa sebagai bukti kekuasaan-Nya. Dalam perspektif Islam, Nabi Isa Al-Masih tidak wafat melalui penyaliban, melainkan diangkat oleh Allah SWT ke langit. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu, termasuk kehidupan dan kematian makhluk-Nya. Tidak ada satu pun kejadian yang luput dari kehendak-Nya. Kenaikan Nabi Isa Al-Masih menjadi bukti nyata bahwa Allah senantiasa menjaga hamba-Nya yang beriman dan menegakkan kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan penolakan. Lebih dari sekadar peristiwa sejarah, kisah ini mengandung nilai keimanan yang sangat kuat. Umat Islam diajak untuk meyakini bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi mereka yang berserah diri dan tetap berada di jalan yang benar. Dalam berbagai kondisi kehidupan—baik dalam kesulitan maupun kemudahan—keyakinan kepada Allah menjadi sumber kekuatan yang mampu menenangkan hati dan menguatkan langkah. Kenaikan Nabi Isa Al-Masih juga mengajarkan pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan kebenaran. Sebagai seorang nabi, beliau menghadapi berbagai ujian, mulai dari penolakan hingga ancaman dari kaumnya. Namun demikian, beliau tetap teguh menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Keteladanan ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam untuk senantiasa istiqamah dalam kebaikan, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peristiwa ini mengingatkan manusia bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Segala yang dimiliki saat ini, baik harta, jabatan, maupun kedudukan, bukanlah tujuan akhir. Kehidupan dunia hanyalah tempat singgah sebelum menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Oleh karena itu, setiap manusia diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah. Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan tantangan dan perubahan, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa kenaikan Nabi Isa Al-Masih menjadi semakin relevan. Di tengah arus informasi yang cepat dan berbagai godaan duniawi, umat Islam dituntut untuk tetap menjaga keimanan, memperkuat kesabaran, serta tidak mudah goyah dalam menghadapi ujian. Keteguhan hati dan keyakinan yang kuat menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika ini. Lebih jauh lagi, peristiwa ini juga mengajarkan pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Sebagaimana para nabi diutus untuk membawa kebaikan bagi umat manusia, setiap individu juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Kepedulian sosial, saling membantu, dan berbagi kepada yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup, kenaikan Nabi Isa Al-Masih bukan hanya sekadar kisah yang dikenang, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang mampu menguatkan iman dan membangun karakter umat. Dengan meneladani kesabaran, keteguhan, dan keimanan beliau, diharapkan setiap individu dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat dalam menghadapi ujian, serta lebih peduli terhadap sesama. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan. Karena pada akhirnya, setiap kebaikan yang kita lakukan akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan yang kekal di akhirat.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Gerak Cepat Membantu Sesama melalui Program Surabaya Sigap BAZNAS Kota Surabaya
Gerak Cepat Membantu Sesama melalui Program Surabaya Sigap BAZNAS Kota Surabaya
Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi darurat bisa datang kapan saja tanpa diduga. Musibah seperti kebakaran, bencana alam, hingga kebutuhan mendesak lainnya sering kali membuat masyarakat berada dalam situasi sulit. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan program Surabaya Sigap sebagai wujud nyata kepedulian dan respon cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Surabaya Sigap merupakan program yang berfokus pada penanganan kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terarah. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap masyarakat yang mengalami musibah dapat segera mendapatkan bantuan tanpa harus menunggu lama. Kehadiran program ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera. Dalam pelaksanaannya, tim Surabaya Sigap bergerak langsung ke lapangan begitu menerima laporan dari masyarakat. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi kejadian, mulai dari bantuan logistik seperti makanan dan kebutuhan pokok, hingga bantuan kesehatan bagi korban yang membutuhkan penanganan medis. Dengan sistem kerja yang cepat dan responsif, program ini mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Tidak hanya itu, Surabaya Sigap juga menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi para korban. Kehadiran tim di lokasi musibah menjadi bentuk perhatian dan empati, sehingga masyarakat yang terdampak merasa tidak sendirian dalam menghadapi ujian yang mereka alami. Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari peran berbagai pihak. Selain tim dari BAZNAS, Surabaya Sigap juga melibatkan relawan dan masyarakat sekitar dalam proses penyaluran bantuan. Kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan merata. Semangat gotong royong yang terbangun dalam program ini menjadi cerminan nilai-nilai kebersamaan yang masih kuat di tengah masyarakat. Di sisi lain, program ini juga didukung oleh para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Melalui kontribusi tersebut, manfaat program Surabaya Sigap dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Ke depan, Surabaya Sigap diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dengan semakin banyaknya dukungan dari masyarakat, program ini dapat menjadi salah satu solusi dalam membangun lingkungan yang lebih tanggap terhadap kondisi darurat. Tidak hanya membantu saat terjadi musibah, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, Surabaya Sigap bukan hanya sekadar program bantuan, tetapi juga gerakan kemanusiaan yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling peduli dan membantu. Dalam setiap bantuan yang diberikan, terdapat harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Mari bersama-sama mendukung Surabaya Sigap, karena sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Dengan kepedulian dan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, peduli, dan penuh harapan.
ARTIKEL11/05/2026 | Azizah
Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Meningkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Meningkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Bulan ini menjadi momentum istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Keistimewaan Dzulhijjah bahkan disebut dalam berbagai hadis sebagai waktu terbaik untuk melaksanakan amal kebaikan. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai hari-hari yang paling dicintai Allah SWT untuk beribadah. Pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa dan istighfar. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Selain menjadi musim ibadah haji, Dzulhijjah juga identik dengan pelaksanaan ibadah kurban saat Hari Raya Idul Adha. Ibadah kurban mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melalui pembagian daging kurban, semangat berbagi dan solidaritas sosial dapat semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Keutamaan bulan Dzulhijjah menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan waktu dengan memperbanyak amal kebajikan. Dengan meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial selama Dzulhijjah, diharapkan setiap Muslim dapat memperoleh keberkahan, memperkuat ketakwaan, serta menumbuhkan semangat berbagi demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh kebermanfaatan.
ARTIKEL11/05/2026 | Alfa
Dzulhijjah Bersama BAZNAS Momentum Menguatkan Ibadah, Kepedulian, dan Solidaritas Umat
Dzulhijjah Bersama BAZNAS Momentum Menguatkan Ibadah, Kepedulian, dan Solidaritas Umat
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan peluang pahala yang berlipat ganda. Pada bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, mulai dari ibadah kurban, sedekah, dzikir, hingga memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Semangat inilah yang terus dihadirkan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dalam tema besar “Dzulhijjah Bersama BAZNAS”. Dzulhijjah bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan solidaritas sosial. Nilai pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan pentingnya keikhlasan, kepatuhan kepada Allah SWT, serta kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata, melainkan juga bentuk nyata berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi umat. Melalui program-program sosial dan pendistribusian hewan kurban, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memastikan bahwa keberkahan Iduladha dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh masyarakat dhuafa, warga prasejahtera, hingga daerah yang minim akses bantuan. Program kurban yang dikelola secara profesional dan amanah menjadi jembatan kebaikan antara para pekurban dengan penerima manfaat. Selain itu, Dzulhijjah juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen penguatan ekonomi umat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, dana yang dihimpun mampu diwujudkan menjadi berbagai program produktif seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran program-program tersebut menunjukkan bahwa ibadah sosial memiliki dampak besar dalam membangun kesejahteraan bersama. Dalam era modern saat ini, pengelolaan zakat dan kurban juga semakin berkembang dengan sistem yang transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong pelayanan digital yang memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat maupun kurban secara praktis dan terpercaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang profesional sekaligus memperluas manfaat bagi umat. Tema “Dzulhijjah Bersama BAZNAS” juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai kemanusiaan. Ketika semangat berbagi tumbuh di tengah masyarakat, maka akan tercipta lingkungan yang lebih harmonis, peduli, dan penuh keberkahan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berdaya. Melalui semangat Dzulhijjah, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menebar manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Karena sejatinya, setiap kebaikan yang diberikan akan menjadi investasi akhirat yang bernilai di sisi Allah SWT. Dzulhijjah bukan hanya tentang perayaan Iduladha, tetapi juga tentang bagaimana umat Islam bersama-sama memperkuat kepedulian sosial demi mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
ARTIKEL11/05/2026 | Wahyu
Kenaikan Isa Almasih: Makna Spiritual dan Refleksi Kemanusiaan
Kenaikan Isa Almasih: Makna Spiritual dan Refleksi Kemanusiaan
Peristiwa Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu momen penting dalam tradisi umat Kristiani. Hari ini diperingati sebagai peristiwa naiknya Nabi Isa ke langit setelah menyelesaikan misi dakwahnya di dunia. Lebih dari sekadar peringatan keagamaan, kenaikan Isa Almasih mengandung nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang relevan untuk direnungkan bersama. Dalam perspektif teologis Kristen, kenaikan Isa Almasih menandai penyempurnaan misi keselamatan dan menjadi simbol kemenangan atas penderitaan. Peristiwa ini juga mengandung pesan harapan, bahwa kehidupan tidak berhenti pada dunia semata, melainkan memiliki dimensi yang lebih tinggi. Sementara itu, dalam Islam, sosok Nabi Isa juga memiliki kedudukan yang mulia sebagai salah satu nabi yang diutus oleh Allah. Islam meyakini bahwa Nabi Isa tidak wafat disalib, melainkan diangkat oleh Allah ke langit. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Allah menyelamatkan Nabi Isa dari upaya pembunuhan dan mengangkatnya ke tempat yang tinggi. Perbedaan perspektif ini menunjukkan kekayaan pemahaman teologis, namun tetap membuka ruang untuk saling menghormati. Dari sudut pandang nilai, kenaikan Isa Almasih membawa pesan universal yang dapat diterima oleh semua kalangan, yaitu tentang keteguhan iman, pengorbanan, dan harapan. Sosok Nabi Isa dikenal sebagai figur yang penuh kasih, mengajarkan kelembutan, serta menebarkan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi esensi penting dari peringatan tersebut. Dalam konteks kehidupan masyarakat yang majemuk, momentum kenaikan Isa Almasih dapat menjadi ruang refleksi untuk memperkuat sikap toleransi dan solidaritas. Perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk saling menghargai. Justru dari perbedaan itulah muncul peluang untuk membangun hubungan sosial yang lebih harmonis. Di Indonesia, semangat kebersamaan antar umat beragama menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan. Peringatan hari besar keagamaan, termasuk kenaikan Isa Almasih, dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai toleransi. Menghormati perayaan agama lain merupakan bagian dari kedewasaan sosial yang harus terus dijaga. Selain itu, pesan spiritual dari kenaikan Isa Almasih juga relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Di tengah tekanan hidup, ketidakpastian, dan berbagai persoalan sosial, nilai harapan dan keteguhan menjadi sangat penting. Peristiwa ini mengingatkan bahwa setiap kesulitan memiliki makna, dan setiap perjuangan tidaklah sia-sia. Pada akhirnya, kenaikan Isa Almasih bukan hanya tentang peristiwa historis atau teologis, tetapi juga tentang bagaimana manusia memaknai kehidupan dengan lebih dalam. Ia mengajarkan bahwa spiritualitas harus diiringi dengan nilai kemanusiaan, serta bahwa perbedaan tidak menghalangi untuk hidup dalam kedamaian. Dengan memahami makna tersebut, peringatan kenaikan Isa Almasih dapat menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperluas empati, dan membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis di tengah keberagaman.
ARTIKEL06/05/2026 | rubai
Baznas Surabaya Berdaya: Mendorong Kemandirian Masyarakat Kota
Baznas Surabaya Berdaya: Mendorong Kemandirian Masyarakat Kota
Kemandirian ekonomi masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan di perkotaan. Di tengah dinamika kehidupan kota yang semakin kompleks, kehadiran program pemberdayaan berbasis zakat menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program Baznas Surabaya Berdaya, upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga terus digencarkan secara terarah dan berkelanjutan. Program ini merupakan inisiatif strategis dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Dengan pendekatan pemberdayaan, Baznas Surabaya Berdaya berfokus pada penguatan kapasitas individu dan kelompok masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi. Salah satu bentuk nyata dari program ini adalah pemberian bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tidak hanya sekadar bantuan finansial, para penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan berupa pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, hingga pemasaran produk. Dengan demikian, mereka tidak hanya memiliki modal, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Selain sektor ekonomi, Baznas Surabaya Berdaya juga menyentuh aspek sosial melalui berbagai program pelatihan keterampilan kerja. Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan dibekali kemampuan praktis seperti menjahit, kuliner, hingga keterampilan teknis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal ini membuka peluang kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran di kota. Dampak dari program ini mulai dirasakan oleh masyarakat. Banyak penerima manfaat yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi sulit kini mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, bahkan berkembang menjadi pelaku usaha yang sukses. Transformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) menjadi indikator keberhasilan program ini. Keberhasilan Baznas Surabaya Berdaya tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swasta, serta partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, Baznas Surabaya Berdaya diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan program yang tepat sasaran, kemandirian masyarakat bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kenyataan yang dapat diwujudkan bersama.
ARTIKEL06/05/2026 | Ana
Surabaya Sigap: Gerakan Cepat Tanggap untuk Kemanusiaan oleh BAZNAS Surabaya
Surabaya Sigap: Gerakan Cepat Tanggap untuk Kemanusiaan oleh BAZNAS Surabaya
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang kompleks, kehadiran program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi sangat penting. Salah satu inisiatif yang menunjukkan komitmen tersebut adalah Surabaya Sigap, program unggulan dari BAZNAS Kota Surabaya yang berfokus pada penanganan cepat terhadap kondisi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat. Surabaya Sigap merupakan wujud nyata dari semangat kepedulian sosial yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga terstruktur dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan respon cepat terhadap berbagai situasi, seperti bencana alam, kondisi darurat kesehatan, hingga bantuan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Dalam praktiknya, Surabaya Sigap mengedepankan prinsip kecepatan, ketepatan, dan kebermanfaatan. Ketika terjadi musibah atau kondisi darurat, tim segera turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, bantuan logistik, hingga dukungan psikososial bagi korban. Lebih dari sekadar bantuan darurat, Surabaya Sigap juga mencerminkan transformasi pengelolaan zakat di era modern. Zakat tidak lagi hanya dipahami sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Melalui program ini, dana zakat, infak, dan sedekah dikelola secara profesional untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Keunggulan Surabaya Sigap terletak pada kemampuannya dalam menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Hal ini tidak terlepas dari sistem koordinasi yang baik serta sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, relawan, dan komunitas lokal. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan bahwa bantuan dapat diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, program ini juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial. Dengan adanya Surabaya Sigap, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga didorong untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan kebaikan, baik melalui donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, seperti bencana yang tidak terduga dan meningkatnya kebutuhan masyarakat rentan, kehadiran program seperti Surabaya Sigap menjadi sangat relevan. Ia tidak hanya hadir sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun sistem sosial yang lebih tangguh dan responsif. Pada akhirnya, Surabaya Sigap bukan sekadar program bantuan, melainkan representasi dari nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. Ia menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang baik dan niat yang tulus, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan perubahan nyata. Dengan semangat cepat tanggap dan kepedulian yang berkelanjutan, Surabaya Sigap menjadi bukti bahwa solidaritas sosial bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata yang mampu memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL06/05/2026 | Rubai
Perjalanan Kebaikan yang Bermakna Menjelang Iduladha Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Perjalanan Kebaikan yang Bermakna Menjelang Iduladha Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Menjelang Hari Raya Iduladha, semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali menguat di tengah masyarakat. Momen ini bukan hanya tentang perayaan keagamaan, tetapi juga tentang menghadirkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Iduladha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan saat menerima, tetapi justru ketika mampu memberi dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Perjalanan menuju Iduladha adalah perjalanan kebaikan yang dimulai dari niat. Niat untuk berbagi, membantu, dan peduli terhadap sesama menjadi langkah awal dalam menunaikan ibadah kurban. Dalam setiap hewan kurban yang disiapkan, terdapat harapan besar untuk dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, khususnya masyarakat dhuafa yang mungkin tidak selalu dapat menikmati kecukupan pangan. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai mitra terpercaya dalam menyalurkan semangat kebaikan tersebut. Dengan pengalaman dan komitmen dalam mengelola dana umat, BAZNAS memastikan bahwa setiap amanah kurban dapat tersalurkan secara tepat, adil, dan merata. Tidak hanya di wilayah perkotaan, distribusi juga diarahkan ke daerah-daerah yang minim akses bantuan, sehingga manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas. Melalui program kurban yang terencana dan terkelola secara profesional, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya menyalurkan daging kurban, tetapi juga mengedepankan nilai kebermanfaatan yang berkelanjutan. Proses pengelolaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas hewan, syariat penyembelihan, hingga distribusi yang tepat sasaran. Hal ini menjadi bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan ibadah kurban berjalan sesuai dengan ketentuan. Perjalanan kebaikan ini juga melibatkan banyak pihak. Para muzakki yang menunaikan kurban, relawan yang terlibat dalam proses distribusi, serta masyarakat yang turut mendukung menjadi bagian dari ekosistem kebaikan yang saling terhubung. Dari sinilah terlihat bahwa Iduladha bukan hanya tentang individu, melainkan tentang kebersamaan dalam membangun kepedulian sosial. Di era digital saat ini, kemudahan dalam berkurban semakin terbuka luas. BAZNAS Kota Surabaya menyediakan layanan yang memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, sehingga semakin banyak penerima manfaat yang merasakan kebahagiaan di Hari Raya Iduladha. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kurban juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian. Setiap prosesnya mengajarkan bahwa harta yang kita miliki bukan semata untuk diri sendiri, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang besar. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan dalam diri. Menjelang Iduladha, mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperluas kebaikan. Tidak hanya melalui kurban, tetapi juga melalui berbagai bentuk kepedulian lainnya. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti yang besar bagi mereka yang membutuhkan. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, perjalanan kebaikan ini menjadi lebih terarah, terukur, dan berdampak. Dengan prinsip amanah, transparansi, dan profesionalisme, setiap langkah yang diambil bertujuan untuk menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, dari pengorbanan yang tulus akan lahir keberkahan, dan dari kebersamaan akan terwujud kesejahteraan umat. Mari sambut Iduladha dengan hati yang ikhlas dan semangat berbagi yang tinggi. Jadikan setiap langkah kita sebagai bagian dari perjalanan kebaikan yang bermakna—perjalanan yang tidak hanya membawa kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
ARTIKEL05/05/2026 | Azizah
Menuju Kesejahteraan Umat dengan Berbagi Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Menuju Kesejahteraan Umat dengan Berbagi Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Berbagi dalam Islam bukan sekadar tindakan sosial, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki makna mendalam. Ia tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi wujud ketaatan kepada Allah SWT. Dalam setiap harta yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Oleh karena itu, berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan jalan untuk membersihkan harta sekaligus menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Islam mengajarkan bahwa manusia tidak hidup sendiri. Kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang berada dalam kondisi kurang beruntung. Dalam konteks ini, berbagi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas memberi, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan harapan, mengurangi beban, dan membuka peluang bagi mereka yang membutuhkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Zakat sebagai salah satu rukun Islam memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat. Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga instrumen sosial yang mampu mengurangi kesenjangan ekonomi. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat disalurkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga untuk mendukung program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bangkit dan mandiri. Selain zakat, infak dan sedekah juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kedua bentuk ibadah ini memberikan ruang yang luas bagi setiap orang untuk berkontribusi dalam kebaikan, tanpa batasan jumlah maupun waktu. Hal ini menunjukkan bahwa berbagi dalam Islam bersifat inklusif—siapa pun dapat terlibat, sekecil apa pun yang diberikan. Justru dari konsistensi dalam berbagi, nilai kepedulian akan tumbuh dan menjadi bagian dari karakter individu maupun masyarakat. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tantangan dalam menumbuhkan semangat berbagi juga semakin besar. Gaya hidup individualistik sering kali membuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi berkurang. Padahal, ketika semangat berbagi melemah, dampaknya akan terasa luas, mulai dari meningkatnya kesenjangan sosial hingga berkurangnya rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menghidupkan kembali nilai berbagi menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Berbagi tidak harus menunggu dalam kondisi berlebih. Islam mengajarkan bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal yang sederhana. Menyisihkan sebagian rezeki, membantu sesama, hingga memberikan perhatian dan dukungan moral merupakan bentuk-bentuk berbagi yang memiliki nilai besar. Ketulusan menjadi kunci utama dalam setiap pemberian, karena dari hati yang ikhlas, akan lahir dampak yang lebih luas dan bermakna. Dalam upaya mengoptimalkan potensi berbagi, kehadiran BAZNAS Kota Surabaya menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berperan sebagai jembatan antara para muzakki dan mustahik. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, setiap amanah yang diberikan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Surabaya dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga untuk menciptakan dampak jangka panjang. Bantuan pendidikan, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi menjadi bukti nyata bahwa berbagi dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui pendekatan ini, masyarakat yang sebelumnya bergantung pada bantuan diharapkan mampu bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri. Pada akhirnya, makna berbagi dalam Islam tidak berhenti pada aktivitas memberi, tetapi berlanjut pada terciptanya kesejahteraan yang merata. Ketika nilai berbagi menjadi bagian dari kehidupan, maka akan terbentuk masyarakat yang saling peduli, saling menguatkan, dan saling mendukung. Inilah esensi dari ajaran Islam yang menghadirkan rahmat bagi seluruh umat manusia. Mari jadikan berbagi sebagai gaya hidup. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, setiap kebaikan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL05/05/2026 | Azizah
Idul Adha Menguatkan Kepedulian dan Memaknai Hakikat Pengorbanan Bersama BAZNAS Surabaya
Idul Adha Menguatkan Kepedulian dan Memaknai Hakikat Pengorbanan Bersama BAZNAS Surabaya
Menjelang Hari Raya Iduladha, suasana religius dan semangat berbagi mulai terasa semakin kuat di tengah masyarakat. Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna tentang keikhlasan, ketaatan, serta kepedulian sosial. Di balik ibadah kurban yang dilaksanakan setiap tahun, tersimpan pesan mendalam yang mengajak umat Islam untuk tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan kemanusiaan melalui kepedulian terhadap sesama. Kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi fondasi utama dalam memahami esensi Iduladha. Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah untuk mengorbankan putranya, beliau menunjukkan tingkat ketaatan yang luar biasa. Di sisi lain, Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Peristiwa ini mengajarkan bahwa pengorbanan sejati bukan sekadar tentang kehilangan sesuatu yang kita cintai, tetapi tentang kesediaan menempatkan perintah Allah di atas kepentingan pribadi. Dalam kehidupan saat ini, nilai pengorbanan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya melalui ibadah kurban. Kurban menjadi simbol nyata kepedulian sosial, di mana umat Islam menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Daging kurban yang didistribusikan bukan hanya menjadi sumber kebahagiaan bagi para penerima, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial serta mengurangi kesenjangan di tengah masyarakat. Peran lembaga seperti BAZNAS Surabaya menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa ibadah kurban dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran. Melalui sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan amanah, BAZNAS hadir sebagai jembatan antara para pekurban dan masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya sekadar menyalurkan, BAZNAS juga memastikan bahwa distribusi kurban dilakukan secara merata, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang jarang tersentuh bantuan. Lebih dari itu, Iduladha juga menjadi momen refleksi bagi setiap individu. Apakah kita sudah benar-benar memahami makna berbagi? Apakah kepedulian kita hanya muncul pada momen tertentu, atau sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk direnungkan agar ibadah yang dilakukan tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi juga berdampak pada perubahan sikap dan perilaku. Di era digital saat ini, pelaksanaan ibadah kurban juga semakin mudah dan inklusif. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui berbagai platform digital yang disediakan oleh lembaga resmi seperti BAZNAS. Kemudahan ini membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk turut serta dalam kebaikan, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses pengelolaan dan distribusi kurban. Dengan demikian, kepercayaan publik dapat terus terjaga dan bahkan meningkat. Namun demikian, esensi utama dari kurban tetap terletak pada niat dan keikhlasan. Kurban bukanlah tentang seberapa besar atau mahal hewan yang disembelih, melainkan tentang ketulusan hati dalam berbagi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika ibadah ini dilakukan dengan penuh kesadaran, maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan memberikan dampak yang luas, baik secara spiritual maupun sosial. Semangat Iduladha seharusnya tidak berhenti pada hari raya semata. Nilai solidaritas, kepedulian, dan keikhlasan perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan berempati. Dari tindakan sederhana seperti membantu sesama hingga berkontribusi dalam program sosial, semua merupakan bagian dari semangat pengorbanan yang diajarkan dalam Iduladha. Menjelang Iduladha ini, mari kita jadikan momentum untuk memperkuat kepedulian dan memperluas manfaat bagi sesama. Dengan berkurban melalui lembaga yang terpercaya seperti BAZNAS Surabaya, kita tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan umat. Karena sejatinya, dari pengorbanan yang tulus akan lahir keberkahan yang luas, dan dari kepedulian yang nyata akan tercipta masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan penuh kebersamaan.
ARTIKEL05/05/2026 | Azizah
Solidaritas Membentuk Kekuatan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Bersama BAZNAS Surabaya
Solidaritas Membentuk Kekuatan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Bersama BAZNAS Surabaya
Solidaritas bukan sekadar kata yang indah untuk diucapkan, melainkan nilai yang hidup dan tumbuh dalam setiap interaksi sosial. Ia tercermin dalam kepedulian, empati, serta kesediaan untuk berbagi dengan sesama. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan cenderung individualistik, solidaritas menjadi kekuatan penting yang mampu menjaga keseimbangan sosial serta memperkuat rasa kebersamaan dalam masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, solidaritas dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari hal sederhana seperti membantu tetangga yang kesulitan, hingga kontribusi yang lebih luas melalui kegiatan sosial. Nilai ini mengajarkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Ketika solidaritas tumbuh, maka akan tercipta masyarakat yang saling mendukung dan menguatkan. Dalam perspektif Islam, solidaritas memiliki kedudukan yang sangat penting. Ajaran Islam menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dan tolong-menolong dalam kebaikan. Melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah, Islam menghadirkan sistem yang tidak hanya berorientasi pada ibadah spiritual, tetapi juga pada kesejahteraan sosial. Nilai solidaritas ini menjadi jembatan yang menghubungkan antara mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta distribusi kekayaan yang lebih adil dan merata. Sebagai lembaga resmi yang mengelola dana zakat, BAZNAS Surabaya memiliki peran strategis dalam mengaktualisasikan nilai solidaritas tersebut. Melalui berbagai program yang terstruktur dan berkelanjutan, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya memberdayakan masyarakat agar dapat mandiri secara ekonomi. Program bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan usaha kecil merupakan wujud nyata dari semangat solidaritas yang dikelola secara profesional dan amanah. Solidaritas juga tidak terbatas pada aspek materi semata. Kontribusi dalam bentuk tenaga, waktu, dan pemikiran memiliki nilai yang tidak kalah penting. Relawan yang terlibat dalam kegiatan sosial, individu yang menyebarkan edukasi tentang zakat, hingga masyarakat yang aktif mengajak kebaikan, semuanya merupakan bagian dari ekosistem solidaritas. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang positif. Di era digital saat ini, solidaritas semakin mudah untuk diwujudkan. Teknologi membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara lebih luas melalui kampanye sosial, penggalangan dana daring, serta penyebaran informasi yang edukatif. Media sosial, misalnya, dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama. Dengan pendekatan yang tepat, solidaritas tidak hanya menjadi nilai lokal, tetapi juga gerakan kolektif yang berdampak luas. Namun, membangun solidaritas bukanlah proses yang instan. Diperlukan kesadaran, komitmen, serta konsistensi dari seluruh elemen masyarakat. Peran keluarga dalam menanamkan nilai kepedulian sejak dini, lembaga pendidikan dalam membentuk karakter, serta organisasi sosial dalam menggerakkan aksi nyata menjadi faktor penting dalam memperkuat solidaritas. Tanpa adanya sinergi, upaya ini tidak akan berjalan secara optimal. BAZNAS Surabaya terus berupaya menjadi penggerak utama dalam membangun solidaritas umat. Dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, BAZNAS berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap amanah yang diberikan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna memperluas jangkauan program dan meningkatkan dampak yang dihasilkan. Pada akhirnya, solidaritas adalah kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Ketika rasa peduli menjadi budaya, maka berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama-sama. Oleh karena itu, mari kita jadikan solidaritas sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar wacana. Karena dari langkah kecil yang dilakukan bersama, akan lahir perubahan besar yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL05/05/2026 | Azizah
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026: Momentum Meningkatkan Kualitas Pendidikan untuk Generasi Unggul
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026: Momentum Meningkatkan Kualitas Pendidikan untuk Generasi Unggul
Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para tokoh pendidikan serta refleksi atas perkembangan dunia pendidikan nasional. Peringatan ini bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, sosok pelopor pendidikan yang dikenal dengan semboyannya, “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.” Pada tahun 2026, Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di tengah tantangan era digital. Transformasi teknologi yang semakin pesat menuntut sistem pendidikan untuk lebih adaptif, inovatif, dan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten serta berdaya saing global. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari penguatan kurikulum berbasis kompetensi, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara berkelanjutan. Selain itu, peran guru sebagai ujung tombak pendidikan juga menjadi sorotan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Guru tidak hanya dituntut sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang mampu membentuk karakter serta kreativitas peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru menjadi aspek penting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga memiliki peran besar dalam mendukung kemajuan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan yang berkualitas dan merata, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.
ARTIKEL02/05/2026 | Humas Baznas Surabaya
Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026: Menguatkan Solidaritas dan Kesejahteraan Pekerja di Era Modern
Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026: Menguatkan Solidaritas dan Kesejahteraan Pekerja di Era Modern
Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai momentum penting untuk menghargai kontribusi para pekerja dalam membangun perekonomian dan peradaban. Pada tahun 2026, peringatan ini kembali menjadi refleksi bersama tentang kondisi ketenagakerjaan di tengah dinamika global yang terus berubah, mulai dari transformasi digital hingga tantangan ekonomi pascapandemi. Sejarah Hari Buruh Internasional tidak terlepas dari perjuangan panjang kaum buruh dalam menuntut hak-haknya, termasuk jam kerja yang layak dan kondisi kerja yang manusiawi. Akar peringatan ini berasal dari peristiwa Haymarket Affair di Chicago, Amerika Serikat, yang menjadi simbol perjuangan buruh di seluruh dunia. Sejak saat itu, 1 Mei diperingati sebagai hari solidaritas pekerja lintas negara. Di Indonesia, Hari Buruh Internasional telah menjadi hari libur nasional dan sering diisi dengan berbagai kegiatan, seperti aksi damai, seminar, hingga dialog antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Pada tahun 2026, isu yang mengemuka mencakup peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan tenaga kerja informal, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan yang mulai mengubah pola kerja. Selain itu, pekerja di sektor informal dan gig economy juga menjadi perhatian utama. Banyak dari mereka belum mendapatkan jaminan sosial dan perlindungan kerja yang memadai. Oleh karena itu, momentum Hari Buruh Internasional menjadi kesempatan untuk mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Lebih dari sekadar peringatan, 1 Mei 2026 menjadi ajakan untuk memperkuat kolaborasi antara seluruh pihak. Pemerintah diharapkan mampu merumuskan regulasi yang berpihak pada pekerja, sementara dunia usaha dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Di sisi lain, pekerja juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di era global. Dengan semangat solidaritas dan keadilan, Hari Buruh Internasional bukan hanya mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga menjadi pijakan untuk masa depan dunia kerja yang lebih baik. Pekerja yang sejahtera akan melahirkan produktivitas yang tinggi, dan pada akhirnya mendorong kemajuan bangsa secara menyeluruh.
ARTIKEL01/05/2026 | Humas Baznas Surabaya
Dari Hobi Jadi Cuan: Kisah dan Tips Nyatanya
Dari Hobi Jadi Cuan: Kisah dan Tips Nyatanya
Banyak orang menganggap hobi hanya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang. Padahal, di era digital seperti sekarang, hobi memiliki potensi besar untuk menjadi sumber penghasilan. Tidak sedikit orang yang berhasil mengubah kesenangan pribadi menjadi ladang cuan, bahkan menjadikannya sebagai pekerjaan utama. Hal ini terjadi karena hobi biasanya dilakukan dengan penuh minat dan tanpa paksaan, sehingga hasil yang diberikan pun cenderung lebih maksimal. Salah satu contoh nyata adalah seseorang yang memiliki hobi membuat kue. Awalnya, ia hanya membuat kue untuk konsumsi pribadi dan keluarga. Namun, karena sering mendapat pujian, ia mulai mencoba menjualnya kepada teman-teman terdekat. Dari situ, pesanan mulai berdatangan, dan ia pun memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Seiring waktu, usahanya berkembang hingga mampu menerima pesanan dalam jumlah besar. Kisah seperti ini membuktikan bahwa sesuatu yang dimulai dari “iseng” bisa berkembang menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan jika ditekuni dengan serius. Hobi bisa menghasilkan uang karena biasanya memiliki nilai jual yang dibutuhkan oleh orang lain. Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial memudahkan siapa saja untuk memasarkan hasil karya mereka tanpa harus memiliki modal besar. Dengan strategi yang tepat, hobi seperti memasak, menggambar, menulis, atau bahkan bermain game dapat diubah menjadi peluang bisnis. Untuk mengubah hobi menjadi cuan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali nilai jual dari hobi tersebut. Setelah itu, mulailah dari skala kecil dengan menawarkan produk atau jasa kepada lingkungan terdekat. Penting juga untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar jangkauan pasar semakin luas. Selain itu, konsistensi dalam berkarya dan keinginan untuk terus belajar sangat diperlukan agar kualitas tetap terjaga dan mampu bersaing. Tidak kalah penting, pengelolaan keuangan yang baik juga harus diperhatikan agar usaha dapat berkembang dengan sehat. Meski begitu, ada tantangan yang perlu dihadapi ketika hobi berubah menjadi sumber penghasilan. Salah satunya adalah menjaga agar hobi tersebut tetap menyenangkan dan tidak berubah menjadi beban. Tekanan dari target dan ekspektasi bisa membuat seseorang kehilangan rasa menikmati proses. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara passion dan profesionalitas. Pada akhirnya, mengubah hobi menjadi cuan bukanlah hal yang mustahil. Dengan niat, kerja keras, dan strategi yang tepat, hobi yang sederhana pun bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Semua berawal dari langkah kecil dan keberanian untuk mencoba. Jadi, tidak ada salahnya mulai melihat hobimu dari sudut pandang baru bukan hanya sebagai kesenangan, tetapi juga sebagai peluang masa depan.
ARTIKEL28/04/2026 | Ana
Berkurban Lebih Mudah dan Tepat Sasaran Bersama BAZNAS Surabaya
Berkurban Lebih Mudah dan Tepat Sasaran Bersama BAZNAS Surabaya
Momentum Hari Raya Idul Adha selalu menjadi waktu yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, Idul Adha juga menjadi simbol kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Di BAZNAS Surabaya, semangat berbagi ini diwujudkan melalui berbagai program distribusi kurban yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat akan nilai keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. Dalam konteks kehidupan modern, nilai tersebut diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Melalui program kurban, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan antara para mudhohi (pekurban) dan mustahik (penerima manfaat). Setiap tahunnya, BAZNAS Surabaya mengelola dan mendistribusikan hewan kurban ke berbagai wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah padat penduduk, kawasan miskin perkotaan, hingga wilayah pinggiran yang jarang tersentuh distribusi kurban. Program ini dirancang agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata dan tepat sasaran. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga mengembangkan konsep kurban produktif, di mana daging kurban tidak hanya dibagikan secara konsumtif, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi para penerima. Di era digital saat ini, kemudahan berkurban juga semakin dirasakan. BAZNAS Surabaya menyediakan layanan kurban online yang memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dari mana saja. Dengan sistem yang praktis dan transparan, masyarakat dapat memilih jenis kurban, melakukan pembayaran, hingga mendapatkan laporan distribusi secara lengkap. Melalui program-programnya, BAZNAS Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi lembaga yang amanah dalam mengelola dana umat. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan semakin banyak penerima manfaat yang merasakan keberkahan Idul Adha. Idul Adha merupakan momen untuk berbagi, dan bersama BAZNAS Surabaya, setiap kebaikan yang ditunaikan akan menjadi lebih luas dampaknya. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Idul Adha 1447H, Qurban BAZNAS Surabaya, BAZNAS Surabaya, Ibadah Qurban terpercaya
ARTIKEL28/04/2026 | Sahroh
Kurban dari Sudut Pandangku
Kurban dari Sudut Pandangku
Kurban bukan sekadar ritual tahunan yang datang bersamaan dengan perayaan Idul Adha. Lebih dari itu, kurban adalah refleksi mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Dari sudut pandangku, kurban adalah momen di mana manusia diajak untuk kembali memahami arti memberi dengan tulus, tanpa mengharap balasan. Sejak kecil, aku melihat kurban sebagai kegiatan menyembelih hewan seperti kambing atau sapi, lalu dagingnya dibagikan kepada masyarakat. Namun, seiring bertambahnya usia, makna itu terasa semakin luas. Kurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi tentang bagaimana kita “menyembelih” ego, keserakahan, dan rasa cinta berlebihan terhadap dunia. Kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail menjadi landasan utama dalam memahami kurban. Ketaatan mereka kepada perintah Tuhan menunjukkan bahwa pengorbanan terbesar bukan terletak pada apa yang kita berikan, tetapi pada seberapa ikhlas kita melepaskan sesuatu yang sangat kita cintai. Dari situ, aku belajar bahwa kurban adalah tentang kepercayaan dan kepasrahan total kepada Tuhan. Di sisi lain, kurban juga menghadirkan nilai sosial yang sangat kuat. Pembagian daging kurban menjadi simbol keadilan dan kebersamaan. Orang-orang yang jarang menikmati daging bisa merasakannya di hari itu. Ada kebahagiaan sederhana yang tercipta senyum, rasa syukur, dan perasaan dihargai sebagai bagian dari masyarakat. Dalam konteks kehidupan modern, kurban bisa dimaknai lebih luas lagi. Tidak semua orang mampu berkurban secara materi, tetapi setiap orang bisa berkurban dalam bentuk lain: waktu, tenaga, bahkan perhatian. Membantu sesama, berbagi dengan yang membutuhkan, atau sekadar menjadi pendengar yang baik juga merupakan bentuk pengorbanan yang tidak kalah berarti. Dari sudut pandangku, kurban adalah pengingat bahwa hidup bukan hanya tentang menerima, tetapi juga memberi. Kurban mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati sering kali justru hadir ketika kita mampu berbagi dengan orang lain. Ia bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga nilai kehidupan yang relevan sepanjang waktu. Pada akhirnya, kurban adalah perjalanan batin. Sebuah proses untuk menjadi manusia yang lebih ikhlas, lebih peduli, dan lebih dekat dengan Tuhan. Dan mungkin, di situlah esensi kurban yang sesungguhnya bukan pada apa yang terlihat, tetapi pada apa yang dirasakan di dalam hati.
ARTIKEL28/04/2026 | Ana
Idul Adha Penuh Berkah: Optimalisasi Program Qurban BAZNAS Surabaya untuk Masyarakat
Idul Adha Penuh Berkah: Optimalisasi Program Qurban BAZNAS Surabaya untuk Masyarakat
Surabaya News — Momentum Idul Adha menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Di tengah semangat berbagi tersebut, BAZNAS Surabaya terus mengoptimalkan program qurban sebagai bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Surabaya. Setiap tahunnya, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan, khususnya daging, mengalami peningkatan pada Hari Raya Idul Adha. Namun, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan kebahagiaan tersebut. Melihat kondisi ini, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan dengan menghimpun dan menyalurkan hewan qurban dari para pekurban kepada mustahik yang berhak menerima. Program qurban yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penyembelihan dan distribusi daging, tetapi juga memastikan bahwa penyaluran dilakukan secara merata dan tepat sasaran. Proses pendataan penerima manfaat dilakukan dengan cermat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti fakir, miskin, serta kelompok rentan lainnya. Dengan demikian, nilai keadilan sosial dalam pelaksanaan qurban dapat terwujud secara optimal. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program qurban. Setiap hewan qurban yang dititipkan oleh masyarakat dikelola secara profesional, mulai dari proses pembelian, penyembelihan, hingga pendistribusian. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa amanah yang diberikan dapat tersalurkan dengan baik. Dalam pelaksanaannya, program qurban juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan dan komunitas lokal. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Melalui kerja sama yang solid, proses distribusi qurban dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Tidak hanya memberikan manfaat secara konsumtif, program qurban juga memiliki dampak sosial yang luas. Kebersamaan yang terjalin dalam proses pelaksanaan qurban mampu mempererat hubungan antarwarga serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial. Hal ini sejalan dengan makna Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antara manusia dengan sesama. BAZNAS Kota Surabaya juga terus berinovasi dalam memudahkan masyarakat untuk berqurban. Di era digital saat ini, berbagai kanal pembayaran disediakan agar masyarakat dapat menunaikan ibadah qurban dengan lebih praktis dan aman. Masyarakat dapat berpartisipasi baik secara langsung maupun melalui platform digital yang telah disediakan. Dengan adanya kemudahan tersebut, diharapkan partisipasi masyarakat dalam program qurban semakin meningkat. Semakin banyak hewan qurban yang terkumpul, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat kurang mampu. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang lebih merata. Program qurban juga menjadi salah satu bentuk implementasi zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan sosial. Melalui pengelolaan yang tepat, dana yang dihimpun dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya berqurban melalui lembaga resmi terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami manfaat yang dihasilkan. Di tengah perayaan Idul Adha, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan qurban sebagai sarana berbagi kebahagiaan. Tidak hanya sebagai ibadah, qurban juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Melalui program qurban yang terkelola dengan baik, diharapkan keberkahan Idul Adha dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak yang besar, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Idul Adha bukan hanya tentang ritual penyembelihan hewan qurban, tetapi juga tentang bagaimana nilai pengorbanan dan keikhlasan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyalurkan qurban melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga semangat Idul Adha ini terus menginspirasi kita untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, kesejahteraan sosial yang merata bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Gerakan Ramadhan Surabaya, Program Bedah Rumah Surabaya, Survei Kelayakan Mustahik, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Bedah Rumah BAZNAS.
ARTIKEL27/04/2026 | Ainun
Menjelang Idul Adha di BAZNAS Surabaya
Menjelang Idul Adha di BAZNAS Surabaya
Menjelang Hari Raya Idul Adha, suasana penuh semangat dan kepedulian mulai terasa di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan BAZNAS Surabaya. Momen ini bukan hanya tentang perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui ibadah qurban. BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan para donatur dengan masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Dalam rangka menyambut Idul Adha, BAZNAS Surabaya terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program qurban. Melalui pengelolaan yang profesional dan transparan, setiap hewan qurban yang dititipkan akan didistribusikan kepada mustahik di berbagai wilayah, terutama mereka yang jarang merasakan daging qurban. Hal ini menjadi bentuk nyata dari semangat berbagi dan pemerataan kesejahteraan. Tidak hanya berfokus pada pendistribusian, BAZNAS Surabaya juga memastikan bahwa seluruh proses qurban berjalan sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan. Mulai dari pemilihan hewan, proses penyembelihan, hingga penyaluran daging, semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, masyarakat dapat menunaikan ibadah qurban dengan tenang dan penuh keikhlasan. Selain itu, menjelang Idul Adha juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial. Melalui program-program yang dijalankan, BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk tidak hanya berkurban secara materi, tetapi juga berbagi kepedulian dan empati kepada sesama. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, akan membawa dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Akhirnya, Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial. Bersama BAZNAS Surabaya, mari kita sambut Idul Adha dengan semangat berbagi, keikhlasan, dan harapan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan penuh keberkahan.
ARTIKEL24/04/2026 | Ananda
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →