WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Peran Bantuan Alat Kerja BAZNAS Surabaya bagi Mustahik
Peran Bantuan Alat Kerja BAZNAS Surabaya bagi Mustahik
Memiliki keterampilan menjadi salah satu modal untuk bekerja atau menjalankan usaha. Namun, keterampilan saja terkadang belum cukup ketika seseorang belum memiliki peralatan yang dibutuhkan. Di sinilah bantuan alat kerja dapat menjadi dukungan agar keterampilan yang dimiliki dapat mulai digunakan untuk menghasilkan. Ketika Keterampilan Membutuhkan Alat Pelatihan keterampilan memberikan bekal bagi seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Setelah pelatihan selesai, tantangan berikutnya adalah bagaimana keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dalam penyaluran bantuan peralatan kerja oleh BAZNAS Kota Surabaya pada Juni 2026. BAZNAS Surabaya menyerahkan 6 paket peralatan cuci AC kepada 6 penerima dan 3 paket peralatan cuci kendaraan kepada 3 penerima yang merupakan alumni pelatihan keterampilan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penerima dalam menerapkan keterampilan yang telah diperoleh. Bantuan Alat Kerja Sesuai Kebutuhan Bantuan alat kerja tidak selalu berbentuk sama karena kebutuhan setiap penerima dapat berbeda. Selain peralatan untuk jasa, BAZNAS Surabaya juga pernah menyalurkan bantuan berupa rombong makanan kepada mustahik melalui UPZ Dinas Sosial pada Februari 2026 untuk mendukung usaha kuliner. Perbedaan bentuk bantuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan diberikan dengan mempertimbangkan aktivitas atau usaha yang akan dijalankan penerima. Dari Bantuan Menjadi Kesempatan Pemberian alat kerja bukan berarti usaha akan langsung berjalan tanpa tantangan. Peralatan tetap perlu dimanfaatkan, keterampilan perlu diterapkan, dan usaha perlu dikelola dengan baik. Namun, adanya alat kerja dapat membantu mengurangi salah satu hambatan awal bagi seseorang yang sudah memiliki keterampilan tetapi belum mempunyai perlengkapan untuk memulai. Dengan begitu, bantuan ZIS tidak hanya berhenti pada pemberian barang, tetapi dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas produktif mustahik. Pada akhirnya, keterampilan dan kesempatan perlu berjalan bersama. Keterampilan menjadi bekal, sedangkan alat kerja dapat menjadi sarana untuk menggunakannya.
ARTIKEL30/09/2026 | Putri - Magang
Dari Kepedulian Menjadi Pemberdayaan: Bersama BAZNAS Hadirkan Manfaat yang Berkelanjutan
Dari Kepedulian Menjadi Pemberdayaan: Bersama BAZNAS Hadirkan Manfaat yang Berkelanjutan
Kepedulian kepada sesama tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk yang besar. Sering kali, kebaikan justru dimulai dari hal sederhana, seperti menyisihkan sebagian rezeki, membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan, atau memberikan kesempatan agar orang lain dapat kembali bangkit dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Di tengah berbagai kebutuhan masyarakat, zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang memiliki manfaat luas. Zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian sosial yang dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Ketika seseorang menunaikan zakat, sebagian rezekinya diberikan kepada mereka yang memiliki hak untuk menerimanya. Dengan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat, dana tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Melalui BAZNAS, zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh masyarakat dikelola dan disalurkan melalui berbagai program. Bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat. Program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Membuka Kesempatan Pemberdayaan menjadi salah satu hal penting dalam membantu masyarakat agar dapat berkembang secara mandiri. Bantuan yang diberikan tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan kebutuhan pada saat tertentu, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan. Dalam bidang ekonomi, misalnya, dukungan terhadap usaha produktif dapat memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan penghasilan. Bantuan tersebut dapat menjadi dorongan bagi seseorang untuk menjalankan atau mengembangkan usaha yang dimilikinya. Begitu pula dalam bidang pendidikan. Dukungan pendidikan dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan, sehingga membantu seseorang memperoleh akses pendidikan berarti turut membuka peluang bagi kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, dalam bidang kesehatan dan sosial kemanusiaan, bantuan dapat menjadi bentuk kepedulian ketika masyarakat berada dalam kondisi yang membutuhkan. Bantuan kesehatan, kebutuhan dasar, maupun bantuan dalam situasi tertentu dapat membantu meringankan beban penerima manfaat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebaikan dapat memiliki banyak bentuk. Apa yang diberikan oleh seorang muzaki atau donatur mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dikelola dan disalurkan dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas. Zakat sebagai Bentuk Kepedulian kepada Sesama Menunaikan zakat juga menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar kita. Kehidupan setiap orang tidak selalu berjalan dengan keadaan yang sama. Ada masyarakat yang memiliki kesempatan lebih besar, sementara di sisi lain masih ada mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat menjembatani kondisi tersebut. Dengan menyisihkan sebagian harta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seorang muzaki turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, kepedulian tidak hanya berhenti pada pemberian. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana bantuan tersebut dapat memberikan manfaat yang tepat bagi penerima. Karena itu, pengelolaan zakat secara terarah menjadi hal yang penting agar dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada pihak yang berhak dan melalui program yang memberikan manfaat. BAZNAS hadir sebagai salah satu lembaga pengelola zakat yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai program, dana yang dititipkan masyarakat diupayakan untuk memberikan manfaat bagi penerima sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Dari Satu Kebaikan, Tumbuh Banyak Harapan Kebaikan yang kita lakukan mungkin tidak selalu langsung terlihat hasilnya. Namun, bagi seseorang yang menerima manfaat, kebaikan tersebut dapat memiliki arti yang sangat besar. Sebagian rezeki yang kita sisihkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dukungan yang diberikan kepada seorang anak dapat membantunya melanjutkan pendidikan. Bantuan modal dapat menjadi langkah awal seseorang untuk mengembangkan usaha. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang mendapatkan layanan yang dibutuhkan. Dari hal-hal sederhana tersebut, sebuah harapan dapat tumbuh. Inilah mengapa zakat, infak, dan sedekah memiliki nilai yang lebih dari sekadar pemberian. Di dalamnya terdapat semangat untuk berbagi, membantu, dan menciptakan manfaat bagi sesama. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak harus menunggu memiliki harta yang berlimpah untuk mulai berbagi. Kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki dan dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Bersama BAZNAS, Wujudkan Kebaikan yang Berdampak Membangun masyarakat yang lebih berdaya tentu membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. BAZNAS dapat menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, sementara masyarakat dapat mengambil peran dengan menunaikan kewajibannya dan terus menumbuhkan semangat berbagi. Ketika kebaikan dilakukan bersama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi lebih luas. Apa yang kita titipkan hari ini dapat menjadi bantuan bagi seseorang yang sedang membutuhkan. Apa yang kita sisihkan hari ini dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan menjadi lebih mandiri. Karena itu, mari menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari kebiasaan berbagi. Jangan menunggu waktu yang sempurna untuk berbuat baik. Selama masih ada kesempatan, selalu ada ruang untuk membantu dan menghadirkan manfaat. Mari bersama BAZNAS mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Dari sebagian rezeki yang kita titip
ARTIKEL30/09/2026 | Anin - Magang
KEBAIKAN YANG TERUS MENGALIR, BERSAMA BAZNAS MEMBANGUN HARAPAN
KEBAIKAN YANG TERUS MENGALIR, BERSAMA BAZNAS MEMBANGUN HARAPAN
Di tengah kehidupan yang terus berjalan, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Ada keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk kembali bangkit dan mandiri. Di sinilah zakat, infak, dan sedekah memiliki peran yang begitu berarti. Bukan sekadar memberikan sebagian harta, tetapi menjadi bentuk kepedulian yang dapat menghadirkan manfaat bagi orang lain. Melalui BAZNAS, dana yang dititipkan oleh masyarakat dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Bantuan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga program pemberdayaan masyarakat. Setiap kebaikan yang diberikan dapat menjadi awal dari sebuah harapan. Ketika seseorang menunaikan zakat, manfaatnya tidak berhenti pada satu penerima. Dengan pengelolaan dan penyaluran yang tepat, zakat dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjadi lebih mandiri. Karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga seperti BAZNAS juga menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan dana zakat dikelola secara terarah dan memberikan manfaat kepada mereka yang berhak menerimanya. Mari Hadirkan Kebaikan Bersama Berbagi tidak harus menunggu memiliki lebih banyak. Dari sebagian rezeki yang kita sisihkan, mungkin ada kebutuhan seseorang yang dapat terbantu, pendidikan yang dapat terus berjalan, atau keluarga yang kembali memiliki harapan. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari kepedulian kita kepada sesama. Bersama BAZNAS, mari terus menebarkan kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena satu kebaikan yang kita titipkan hari ini, bisa menjadi harapan bagi seseorang di kemudian hari. Mari tunaikan zakat dan salurkan kebaikan melalui BAZNAS.
ARTIKEL30/09/2026 | Anin - Magang
Peran Media Sosial BAZNAS sebagai Sarana Edukasi dan Publikasi Informasi Zakat
Peran Media Sosial BAZNAS sebagai Sarana Edukasi dan Publikasi Informasi Zakat
Perkembangan media sosial memberikan peluang bagi BAZNAS untuk menyampaikan informasi mengenai zakat dan berbagai kegiatan lembaga kepada masyarakat secara lebih luas. Konten yang dibuat dapat berisi edukasi zakat, informasi program, kegiatan sosial, maupun dokumentasi penyaluran bantuan. Penggunaan media seperti TikTok dan Instagram juga dapat menjadi cara untuk menyampaikan informasi dengan bahasa dan bentuk visual yang lebih dekat dengan generasi muda. Melalui publikasi yang dilakukan secara konsisten, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang dapat memperkenalkan peran BAZNAS kepada masyarakat.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Peran Pengelolaan Data dalam Mendukung Ketepatan Penyaluran Bantuan BAZNAS
Peran Pengelolaan Data dalam Mendukung Ketepatan Penyaluran Bantuan BAZNAS
Pengelolaan administrasi dan data menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program BAZNAS. Data penerima manfaat, surat permohonan bantuan, dokumen pendukung, serta berbagai berkas administrasi perlu dicatat dan diperiksa dengan baik agar informasi yang digunakan dalam proses pelayanan tetap terorganisasi. Kegiatan seperti pendataan, pengecekan kelengkapan dokumen, penginputan surat, dan pengarsipan menjadi bagian yang mendukung proses penyaluran bantuan. Ketelitian dalam pengelolaan data diperlukan karena informasi tersebut berkaitan dengan proses pelayanan dan penetapan penerima manfaat sehingga administrasi yang tertata dapat mendukung pelaksanaan program secara lebih terarah.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Di Tengah Banyaknya Pilihan, Mengapa Berbagi Tetap Penting?
Di Tengah Banyaknya Pilihan, Mengapa Berbagi Tetap Penting?
Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi berbagai pilihan, setiap orang memiliki banyak hal yang bisa dipikirkan dan diprioritaskan. Mulai dari kebutuhan pribadi, pekerjaan, pendidikan, hingga keinginan untuk menikmati hasil dari apa yang telah diperoleh. Dalam kondisi seperti ini, berbagi terkadang terlihat seperti sesuatu yang bisa dilakukan ketika memiliki kelebihan saja. Padahal, berbagi bukan hanya tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap orang lain. Dari sebuah pemberian yang mungkin terlihat sederhana, dapat muncul manfaat yang berarti bagi seseorang yang sedang membutuhkan. Berbagi juga memiliki banyak bentuk. Tidak selalu harus berupa uang atau barang, tetapi dapat berupa waktu, perhatian, ilmu, maupun kesempatan. Di balik setiap bentuk berbagi, terdapat hubungan antara seseorang yang memberi dengan seseorang yang menerima manfaat. Karena itu, di tengah banyaknya pilihan dalam hidup, berbagi tetap memiliki tempat karena dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kebaikan yang manfaatnya tidak berhenti pada diri sendiri. Aku Bukan Hanya Tentang Memberi Berbagi sering kali dipahami sebagai kegiatan memberikan sesuatu kepada orang lain. Namun, maknanya sebenarnya lebih luas daripada sekadar menyerahkan uang atau barang. Ketika seseorang memilih untuk berbagi, terdapat kepedulian terhadap kondisi orang lain yang ikut menyertainya. Ada perhatian terhadap kebutuhan, kesulitan, dan keadaan yang mungkin tidak dialami oleh diri sendiri. Karena itu, berbagi bukan hanya tentang apa yang keluar dari tangan seseorang, tetapi juga tentang nilai kepedulian yang menyertai pemberian tersebut. Hal sederhana seperti membantu seseorang memenuhi kebutuhan, memberikan makanan, menyisihkan sebagian rezeki, atau memberikan dukungan dapat menjadi bentuk berbagi. Nilainya tidak selalu dapat diukur dari jumlah yang diberikan. Terkadang, sesuatu yang terlihat kecil bagi satu orang justru memiliki arti yang besar bagi orang lain. Dari sinilah berbagi menjadi lebih dari sekadar aktivitas memberi, karena di dalamnya terdapat kesempatan untuk menghadirkan manfaat. Di Balik Satu Pemberian, Ada Cerita Setiap orang memiliki keadaan dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada yang membutuhkan dukungan untuk pendidikan, ada pula yang sedang mencari kesempatan agar dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Perbedaan tersebut membuat sebuah pemberian dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap penerimanya. Apa yang diberikan mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam menghadapi kehidupannya. Karena itu, berbagi tidak seharusnya hanya dilihat dari besar kecilnya pemberian. Di baliknya ada cerita tentang seseorang yang sedang membutuhkan, seseorang yang memilih untuk membantu, dan manfaat yang kemudian muncul dari pertemuan keduanya. Sebuah bantuan dapat menjadi penguat ketika seseorang sedang berada dalam kesulitan, sekaligus menjadi pengingat bahwa masih ada kepedulian dari orang lain. Banyak Pilihan, Tetap Ada Ruang untuk Berbagi Banyaknya pilihan dalam kehidupan membuat seseorang memiliki kebebasan untuk menentukan bagaimana menggunakan waktu, tenaga, dan apa yang dimilikinya. Ada pilihan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, menabung untuk masa depan, menikmati hasil kerja, atau menggunakannya untuk berbagai keperluan lainnya. Semua hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan. Namun, di antara banyaknya pilihan tersebut, masih ada ruang untuk menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk orang lain. Berbagi tidak selalu berarti mengorbankan seluruh yang dimiliki. Justru, berbagi dapat dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing. Seseorang dapat memberikan sesuai dengan apa yang mampu diberikan. Ketika berbagi menjadi bagian dari kebiasaan, kepedulian tidak lagi muncul hanya ketika melihat keadaan tertentu, tetapi dapat menjadi bagian dari cara seseorang menjalani kehidupan. Berbagi Bisa Membuka Kesempatan Manfaat berbagi tidak selalu berhenti pada bantuan yang diterima seseorang pada saat itu. Dalam kondisi tertentu, sebuah pemberian dapat menjadi awal dari kesempatan yang lebih panjang. Dukungan pendidikan misalnya, dapat membantu seseorang melanjutkan proses belajar. Bantuan ekonomi dapat menjadi modal untuk memulai atau mengembangkan usaha. Begitu pula dukungan dalam bentuk keterampilan dan kesempatan dapat membantu seseorang memiliki kemampuan untuk berkembang. Perubahan tersebut mungkin tidak langsung terlihat. Namun, ketika seseorang yang sebelumnya mengalami kesulitan mulai memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, atau menjalankan usaha, manfaat dari sebuah pemberian dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar. Karena itu, berbagi bukan hanya tentang membantu seseorang melewati keadaan hari ini, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses untuk membuka kemungkinan yang lebih baik di masa depan. Tidak Semua Manfaat Bisa Terlihat Ketika berbicara tentang berbagi, perhatian sering kali tertuju pada sesuatu yang dapat dihitung, seperti jumlah uang, barang, atau banyaknya bantuan yang diberikan. Padahal, tidak semua manfaat dapat terlihat dalam bentuk angka. Ada rasa terbantu, semangat yang kembali muncul, kebutuhan yang dapat terpenuhi, hingga kesempatan yang akhirnya terbuka setelah seseorang mendapatkan dukungan. Sebuah pemberian mungkin selesai ketika diberikan, tetapi manfaatnya dapat terus berjalan. Makanan yang diberikan dapat membantu seseorang melewati hari, bantuan pendidikan dapat mendukung perjalanan belajar, dan bantuan usaha dapat menjadi awal dari kemandirian. Karena itu, nilai berbagi tidak selalu dapat diukur hanya dari apa yang diberikan, tetapi juga dari perubahan yang mungkin terjadi setelahnya. Berbagi Tetap Punya Tempat Di tengah banyaknya pilihan dan kebutuhan dalam kehidupan, berbagi tetap memiliki tempat karena manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Ada hubungan antara satu orang dengan orang lainnya, antara mereka yang memiliki kesempatan lebih dengan mereka yang sedang membutuhkan dukungan. Dalam hubungan tersebut, berbagi menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kepedulian dan manfaat. Pada akhirnya, berbagi bukan tentang memiliki paling banyak atau memberikan paling besar. Berbagi adalah tentang menyadari bahwa apa yang dimiliki dapat memberikan arti bagi orang lain. Di tengah banyaknya pilihan, seseorang tetap dapat memilih untuk peduli, membantu, dan memberikan manfaat sesuai dengan kemampuannya. Sebab, satu bentuk berbagi mungkin terlihat sederhana bagi yang memberikan, tetapi dapat menjadi bagian penting dalam cerita kehidupan orang yang menerimanya.
ARTIKEL28/09/2026 | Elsa - Magang
Menata Rezeki, Menata Hati: Memahami Arti Berbagi di Masa Kini
Menata Rezeki, Menata Hati: Memahami Arti Berbagi di Masa Kini
Di tengah kehidupan yang terus berubah, cara seseorang memandang rezeki juga dapat ikut berkembang. Rezeki sering kali dikaitkan dengan apa yang dimiliki, seperti penghasilan, pekerjaan, maupun berbagai kebutuhan yang dapat dipenuhi. Padahal, rezeki bukan hanya tentang seberapa banyak yang diterima, tetapi juga bagaimana seseorang mengelola dan menggunakannya. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi, ada masa depan yang perlu dipersiapkan, dan ada pula bagian yang dapat dibagikan kepada orang lain. Berbagi menjadi salah satu cara untuk melihat rezeki dari sisi yang lebih luas. Ketika seseorang menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk membantu orang lain, ada nilai kepedulian yang ikut hadir di dalamnya. Berbagi bukan berarti mengurangi makna dari apa yang dimiliki, tetapi dapat menjadi cara untuk memberikan manfaat dari rezeki tersebut. Karena itu, menata rezeki tidak hanya berkaitan dengan bagaimana mengatur apa yang dimiliki, tetapi juga bagaimana menata hati agar tetap memiliki ruang untuk peduli kepada sesama. Aku Bukan Hanya Tentang Apa yang Dimiliki Apa yang dimiliki seseorang sering kali menjadi ukuran keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari. Penghasilan, pekerjaan, rumah, kendaraan, dan berbagai kebutuhan lainnya dapat menjadi bagian dari pencapaian. Namun, memiliki sesuatu bukan berarti semuanya harus digunakan untuk kepentingan diri sendiri. Ada bagian dari rezeki yang dapat memberikan manfaat ketika dibagikan kepada orang lain. Berbagi membuat seseorang melihat bahwa rezeki memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan pribadi. Sebagian rezeki dapat digunakan untuk membantu keluarga, mendukung orang yang membutuhkan, atau disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dari sini, berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu yang dimiliki, tetapi juga tentang memahami bahwa rezeki dapat menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat bagi kehidupan orang lain. Di Balik Rezeki, Ada Tanggung Jawab Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memperoleh dan menggunakan rezekinya. Ada yang mendapatkannya melalui pekerjaan, usaha, maupun berbagai kesempatan yang dimiliki. Setelah mendapatkannya, muncul pula tanggung jawab untuk mengelola rezeki tersebut dengan baik. Kebutuhan perlu dipenuhi, masa depan perlu dipersiapkan, dan sebagian rezeki juga dapat diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Tanggung jawab tersebut membuat berbagi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara seseorang menata rezeki. Ketika rezeki dikelola dengan bijak, seseorang tidak hanya memikirkan apa yang ingin dimiliki, tetapi juga manfaat yang dapat diberikan. Dengan begitu, rezeki tidak berhenti pada kepentingan pribadi, tetapi dapat ikut memberikan dampak bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Berbagi Tidak Harus Menunggu Berlebih Ada anggapan bahwa berbagi baru dapat dilakukan ketika seseorang sudah memiliki banyak. Padahal, berbagi tidak selalu berkaitan dengan jumlah yang besar. Kemampuan setiap orang tentu berbeda, sehingga bentuk dan jumlah pemberian juga dapat disesuaikan dengan keadaan masing-masing. Hal yang sederhana sekalipun dapat memiliki arti ketika diberikan dengan kepedulian. Di masa kini, bentuk berbagi juga semakin beragam. Seseorang dapat berbagi melalui materi, makanan, ilmu, waktu, perhatian, maupun kesempatan. Yang terpenting bukan hanya besar kecilnya pemberian, tetapi adanya kemauan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan begitu, berbagi tidak harus menunggu seseorang merasa benar-benar berlebih, karena kepedulian dapat dimulai dari apa yang mampu dilakukan. Berbagi Membantu Menata Hati Menata rezeki tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang mengatur keuangannya. Ada sisi lain yang juga penting, yaitu bagaimana menjaga hati agar tidak hanya berfokus pada apa yang ingin dimiliki. Berbagi dapat menjadi salah satu cara untuk mengingat bahwa di luar kebutuhan pribadi, masih ada orang lain yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Ketika seseorang terbiasa berbagi, kepedulian dapat tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan. Ada kesadaran bahwa apa yang dimiliki tidak hanya memiliki nilai untuk diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Dari sinilah berbagi memiliki hubungan dengan menata hati, karena seseorang belajar untuk melihat rezeki bukan hanya sebagai sesuatu yang dikumpulkan, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat membawa kebaikan ketika digunakan dengan tepat. Setiap Pemberian Membawa Manfaat Sebuah pemberian dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat membantu seseorang melewati keadaan yang sulit. Dukungan pendidikan dapat memberikan kesempatan untuk terus belajar, sementara bantuan ekonomi dapat membantu seseorang mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Manfaat tersebut tidak selalu langsung terlihat setelah pemberian dilakukan. Ada proses yang membutuhkan waktu hingga seseorang dapat merasakan perubahan dari bantuan yang diterimanya. Karena itu, berbagi tidak hanya dapat dilihat dari apa yang diberikan pada saat itu, tetapi juga dari kemungkinan manfaat yang dapat tumbuh setelahnya. Satu pemberian dapat menjadi awal dari kesempatan yang lebih besar bagi orang lain. Rezeki yang Ditata, Hati yang Terjaga Pada akhirnya, menata rezeki bukan hanya tentang mengatur pemasukan dan pengeluaran atau menentukan apa yang akan digunakan untuk kebutuhan pribadi. Ada nilai kepedulian yang juga dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Ketika sebagian rezeki diberikan kepada orang lain, seseorang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan, tetapi juga menciptakan ruang untuk berbagi manfaat. Memahami arti berbagi di masa kini berarti menyadari bahwa rezeki memiliki perjalanan yang lebih luas setelah diterima. Ada bagian yang digunakan untuk diri sendiri, ada yang dipersiapkan untuk masa depan, dan ada pula yang dapat diberikan kepada sesama. Menata rezeki pada akhirnya juga menjadi bagian dari menata hati, agar apa yang dimiliki tidak hanya menjadi ukuran pencapaian, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat bagi orang lain.
ARTIKEL28/09/2026 | Elsa - Magang
Kontribusi BAZNAS dalam Penanganan Permasalahan Sosial
Kontribusi BAZNAS dalam Penanganan Permasalahan Sosial
Permasalahan sosial di masyarakat memiliki bentuk yang beragam, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga kondisi darurat yang membutuhkan bantuan secara cepat. Dalam situasi tersebut, BAZNAS menjalankan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat dengan tetap memperhatikan proses pendataan serta kelengkapan administrasi. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan sosial menunjukkan bahwa lembaga pengelola zakat memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat secara langsung, terutama dalam memberikan dukungan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Mendorong Kemandirian Ekonomi melalui Program Zakat Produktif
Mendorong Kemandirian Ekonomi melalui Program Zakat Produktif
Selain memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, zakat juga dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui program zakat produktif, bantuan dapat diberikan dalam bentuk dukungan yang bertujuan membantu penerima manfaat mengembangkan kegiatan ekonomi. Pendekatan tersebut berbeda dengan bantuan yang hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat karena terdapat upaya untuk mendorong penerima agar memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, pengelolaan zakat dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemberian dukungan sesuai dengan kebutuhan dan potensi penerima manfaat.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Membangun Kesadaran Berzakat melalui Edukasi dan Sosialisasi Zakat kepada Masyarakat
Membangun Kesadaran Berzakat melalui Edukasi dan Sosialisasi Zakat kepada Masyarakat
Kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat perlu dibangun melalui informasi dan edukasi yang mudah dipahami. BAZNAS melakukan berbagai kegiatan sosialisasi untuk memberikan pemahaman mengenai pengertian zakat, jenis zakat, kewajiban membayar zakat, serta pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga yang memiliki sistem pengelolaan. Edukasi tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media digital seperti media sosial. Dengan penyampaian informasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, sosialisasi zakat diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Optimalisasi Pengelolaan Zakat dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat
Optimalisasi Pengelolaan Zakat dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat
Zakat merupakan salah satu instrumen sosial yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS berperan dalam mengelola dana zakat yang berasal dari muzaki untuk kemudian disalurkan kepada mustahik sesuai dengan ketentuan dan program yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, proses tersebut membutuhkan pengelolaan administrasi, pendataan, verifikasi, hingga penyaluran agar bantuan dapat diterima oleh pihak yang tepat. Pengelolaan yang terarah membuat dana zakat tidak berhenti pada proses penghimpunan, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan maupun mendukung peningkatan kesejahteraan mereka.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Peran BAZNAS dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat melalui Bantuan Sosial
Peran BAZNAS dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat melalui Bantuan Sosial
Pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat, sehingga keberadaan lembaga pengelola zakat memiliki peran dalam memberikan dukungan sosial. BAZNAS menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, baik berupa kebutuhan pangan maupun bantuan lainnya sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Proses penyaluran bantuan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan informasi penerima agar bantuan dapat diberikan kepada pihak yang sesuai. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dana, tetapi juga bagaimana dana tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial melalui Program Berbagi kepada Masyarakat
Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial melalui Program Berbagi kepada Masyarakat
BAZNAS memiliki peran dalam menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan berbagi yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah penyaluran bantuan makanan dan kebutuhan dasar sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Kegiatan berbagi tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa membantu sesama merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS berupaya mempertemukan kepedulian dari para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan secara tepat sasaran.
ARTIKEL28/09/2026 | Ifa - Magang
ZAKAT PRODUKTIF DAN TANTANGAN MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN MUSTAHIK DI ERA DIGITAL
ZAKAT PRODUKTIF DAN TANTANGAN MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN MUSTAHIK DI ERA DIGITAL
Zakat selama ini sering dipahami sebagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Padahal, perkembangan pengelolaan zakat modern telah menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu mendorong kemandirian mustahik. Konsep inilah yang kemudian dikenal sebagai zakat produktif, yaitu pemanfaatan dana zakat untuk kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas ekonomi penerima manfaat sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup secara berkelanjutan. Zakat produktif menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Kenaikan biaya hidup, persaingan dunia kerja yang semakin ketat, serta perubahan pola ekonomi akibat perkembangan teknologi menuntut adanya pendekatan yang lebih inovatif dalam pengelolaan zakat. Bantuan konsumtif tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, namun pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif memiliki potensi yang lebih besar dalam menciptakan perubahan jangka panjang. Melalui program zakat produktif, mustahik tidak hanya menerima bantuan berupa uang tunai, tetapi juga memperoleh akses terhadap modal usaha, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membantu masyarakat membangun usaha kecil, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peluang ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak lagi dipandang sebagai bentuk ketergantungan, melainkan sebagai sarana untuk mendorong kemandirian. Namun demikian, mewujudkan kemandirian mustahik bukanlah perkara yang mudah. Di era digital, tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan literasi digital. Tidak semua mustahik memiliki kemampuan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka. Padahal, saat ini pemasaran produk, transaksi keuangan, hingga promosi usaha banyak dilakukan melalui platform digital. Keterbatasan akses terhadap teknologi dan rendahnya kemampuan digital dapat menghambat efektivitas program pemberdayaan yang telah diberikan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat kini cenderung beralih ke layanan berbasis digital yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi. Pelaku usaha mikro yang belum mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut berisiko tertinggal dalam persaingan pasar. Oleh karena itu, program zakat produktif perlu disertai dengan pendampingan yang berfokus pada peningkatan kemampuan digital, seperti pemanfaatan media sosial, pemasaran digital, pengelolaan keuangan digital, serta penggunaan platform perdagangan elektronik. Tantangan lainnya adalah keberlanjutan usaha yang dijalankan mustahik. Tidak sedikit usaha yang mengalami kesulitan berkembang akibat keterbatasan jaringan pemasaran, manajemen usaha yang belum optimal, atau minimnya inovasi produk. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan zakat produktif tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh kualitas pendampingan dan monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan. Program pemberdayaan yang berhasil adalah program yang mampu membangun kapasitas mustahik agar dapat bertahan dan berkembang secara mandiri. Di sisi lain, era digital juga menghadirkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat efektivitas zakat produktif. Teknologi memungkinkan lembaga pengelola zakat melakukan pendataan mustahik secara lebih akurat, memantau perkembangan program secara real time, serta menjangkau lebih banyak penerima manfaat melalui sistem yang terintegrasi. Digitalisasi juga membuka peluang kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat. BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat produktif di era digital. Melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pendampingan berkelanjutan, BAZNAS berupaya mendorong transformasi mustahik menjadi individu yang lebih mandiri dan produktif. Bahkan dalam jangka panjang, keberhasilan program zakat produktif diharapkan dapat melahirkan mustahik yang mampu bertransformasi menjadi muzaki, sehingga tercipta siklus kebaikan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, zakat produktif bukan sekadar tentang memberikan bantuan ekonomi, melainkan tentang membangun harapan, membuka peluang, dan menciptakan kemandirian. Di tengah tantangan era digital yang terus berkembang, sinergi antara inovasi teknologi, pengelolaan zakat yang profesional, dan komitmen pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat produktif dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan tujuan besar zakat sebagai sarana pemberdayaan umat.
ARTIKEL25/09/2026 | Uswa - Magang
BERBAGI YANG TERARAH: MENGAPA ZAKAT PERLU DIKELOLA OLEH LEMBAGA RESMI?
BERBAGI YANG TERARAH: MENGAPA ZAKAT PERLU DIKELOLA OLEH LEMBAGA RESMI?
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya menjalankan kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, di tengah berkembangnya berbagai bentuk penyaluran bantuan secara langsung, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa zakat perlu dikelola melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pada dasarnya, zakat bukan sekadar aktivitas memberi, melainkan sebuah sistem yang dirancang untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial. Oleh karena itu, pengelolaannya membutuhkan perencanaan, pendataan, distribusi, serta pengawasan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima zakat (mustahik). Di sinilah peran lembaga resmi menjadi sangat penting. Lembaga pengelola zakat resmi memiliki mekanisme yang jelas dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat. Setiap dana yang diterima dicatat, dikelola secara profesional, dan disalurkan berdasarkan ketentuan syariat Islam kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dengan sistem yang terorganisir, risiko penyaluran yang tidak tepat sasaran dapat diminimalkan sehingga manfaat zakat dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, pengelolaan zakat melalui lembaga resmi memungkinkan dana zakat digunakan secara lebih produktif. Jika zakat hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif sesaat, manfaatnya mungkin hanya dirasakan dalam jangka pendek. Namun melalui program-program pemberdayaan yang dirancang secara berkelanjutan, zakat dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik. Berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan modal usaha, hingga pelatihan keterampilan merupakan contoh bagaimana zakat dapat menjadi instrumen perubahan sosial yang berdampak jangka panjang. Kepercayaan masyarakat juga menjadi aspek penting dalam pengelolaan zakat. Lembaga resmi seperti BAZNAS menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan dana umat. Laporan penghimpunan dan penyaluran dana disusun secara berkala sehingga masyarakat dapat mengetahui bagaimana zakat yang mereka tunaikan telah memberikan manfaat bagi sesama. Transparansi ini menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga amanah yang diberikan oleh para muzaki. Di era digital saat ini, kemudahan berzakat melalui lembaga resmi juga semakin meningkat. Masyarakat dapat menunaikan zakat kapan saja dan di mana saja melalui berbagai layanan digital yang tersedia. Kemudahan tersebut tidak hanya mempercepat proses pembayaran zakat, tetapi juga memperluas jangkauan penghimpunan dana sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Lebih dari sekadar tempat menyalurkan dana, lembaga resmi zakat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kepedulian para muzaki dengan kebutuhan para mustahik. Setiap rupiah yang dititipkan tidak hanya disalurkan sebagai bantuan, tetapi juga dikelola untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, zakat tidak berhenti sebagai kewajiban individu, melainkan berkembang menjadi kekuatan kolektif yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, menunaikan zakat melalui lembaga resmi merupakan pilihan yang tepat untuk memastikan bahwa amanah yang diberikan dapat tersalurkan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ketika zakat dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima hari ini, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera di masa depan.
ARTIKEL25/09/2026 | Uswa - Magang
Mempertemukan Literasi, Teknologi, dan Kepercayaan Masyarakat
Mempertemukan Literasi, Teknologi, dan Kepercayaan Masyarakat
Perubahan teknologi tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan bertransaksi, tetapi juga memengaruhi cara seseorang mencari informasi dan menjalankan aktivitas keagamaan. Zakat menjadi salah satu bagian yang ikut mengalami perubahan tersebut. Saat ini, masyarakat dapat menemukan informasi mengenai zakat melalui berbagai kanal digital, berkonsultasi secara daring, hingga menggunakan layanan pembayaran tanpa harus datang langsung ke kantor lembaga zakat. Namun, kemudahan teknologi saja belum cukup. Di balik layanan yang semakin praktis, tetap ada kebutuhan terhadap pemahaman dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, membangun ekosistem zakat di era modern tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tetapi juga bagaimana literasi, teknologi, dan tata kelola berjalan secara beriringan. Ketika Informasi Zakat Ada di Mana-Mana Masyarakat saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Pertanyaan mengenai zakat dapat dicari melalui internet, media sosial, maupun berbagai platform digital. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Informasi yang mudah ditemukan belum tentu selalu dipahami dengan benar. Masyarakat tetap membutuhkan sumber informasi yang dapat dipercaya, terutama ketika menyangkut ketentuan zakat, cara menghitung, maupun mekanisme pembayarannya. Di sinilah literasi zakat memiliki peran penting. Masyarakat bukan hanya perlu mengetahui bahwa zakat merupakan kewajiban, tetapi juga memahami bagaimana menunaikannya sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Surabaya sendiri menempatkan peningkatan literasi zakat sebagai salah satu bagian dari misinya, bersamaan dengan pengembangan layanan pengumpulan yang mudah dan transparan serta penerapan manajemen yang terintegrasi melalui transformasi digital. Teknologi Mengubah Cara Masyarakat Mengakses Layanan Zakat Dulu, seseorang mungkin harus datang langsung untuk mendapatkan informasi atau menunaikan zakat. Sekarang, teknologi memungkinkan berbagai proses dilakukan dengan lebih praktis. BAZNAS Kota Surabaya telah menyediakan berbagai akses layanan pembayaran, termasuk melalui layanan kantor, transfer perbankan, dan platform digital. Perkembangan tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi layanan terhadap kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi. Namun, digitalisasi bukan sekadar memindahkan layanan ke layar ponsel. Teknologi seharusnya membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi, memahami layanan, dan melakukan transaksi zakat secara aman. Dengan demikian, transformasi digital perlu berjalan bersama peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola lembaga. Kepercayaan Tidak Bisa Dibangun Hanya dengan Teknologi Semakin mudah seseorang membayar zakat, semakin penting pula bagi lembaga untuk memastikan masyarakat mengetahui bagaimana dana tersebut dikelola. Kepercayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem zakat. Salah satu bentuknya adalah keterbukaan dalam pelaporan. Pada September 2026, BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan Laporan Kinerja Semester I periode Januari–Juni 2026 kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Laporan tersebut mencakup pelaksanaan dan capaian kelembagaan, termasuk pengelolaan ZIS dari penghimpunan hingga pendistribusian dan pendayagunaan. BAZNAS Kota Surabaya juga menyerahkan laporan kinerja kepada Bapemkesra Kota Surabaya sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, serta koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Artinya, membangun kepercayaan tidak berhenti pada menyediakan kanal pembayaran. Ada proses lain yang harus berjalan, mulai dari pencatatan, pengelolaan, pelaporan, hingga evaluasi. Generasi Muda dan Masa Depan Ekosistem Zakat Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang dekat dengan perkembangan teknologi. Mereka terbiasa mencari informasi melalui media digital, menggunakan layanan daring, dan melakukan transaksi secara elektronik. Kondisi tersebut membuka ruang bagi lembaga zakat untuk menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih sesuai dengan kebiasaan generasi muda. BAZNAS Kota Surabaya bahkan pernah menyelenggarakan Pelatihan Fundraising 2026 yang melibatkan 100 peserta dari kalangan mahasiswa dan generasi Z. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat strategi penghimpunan ZIS di era digital sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan filantropi Islam. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya dapat ditempatkan sebagai penerima informasi mengenai zakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perkembangan ekosistem zakat itu sendiri. Tiga Hal yang Saling Terhubung Jika dilihat lebih jauh, ekosistem zakat modern setidaknya memiliki tiga unsur yang saling berkaitan. Pertama, literasi. Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang cukup agar tidak sekadar membayar zakat, tetapi mengetahui kewajiban dan mekanismenya. Kedua, teknologi. Layanan digital dapat memperpendek jarak antara masyarakat dan lembaga zakat serta memberikan pilihan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini Ketiga, kepercayaan. Kemudahan layanan perlu disertai tata kelola yang transparan dan akuntabel agar masyarakat memiliki keyakinan terhadap lembaga yang mengelola zakat. Ketiganya tidak dapat berjalan sendiri. Teknologi tanpa literasi dapat membuat masyarakat hanya berfokus pada kemudahan transaksi. Literasi tanpa akses layanan yang memadai dapat menyulitkan masyarakat dalam praktiknya. Sementara itu, keduanya membutuhkan tata kelola yang baik untuk membangun kepercayaan. Membangun Zakat yang Relevan dengan Perubahan Zaman Zakat akan terus berada di tengah kehidupan masyarakat, tetapi cara masyarakat mengenal dan menunaikannya dapat berubah mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, pengelolaan zakat juga perlu mampu beradaptasi tanpa kehilangan prinsip amanah dan akuntabilitas. Bagi BAZNAS Kota Surabaya, perkembangan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat layanan, meningkatkan literasi, memanfaatkan teknologi, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Pada akhirnya, ekosistem zakat yang kuat bukan hanya tentang seberapa mudah seseorang membayar zakat. Lebih dari itu, ekosistem tersebut dibangun ketika masyarakat memahami zakat, memiliki akses untuk menunaikannya, dan percaya bahwa amanah tersebut dikelola melalui tata kelola yang baik.
ARTIKEL25/09/2026 | Cyntia - Magang
KETIKA BIAYA TAK LAGI JADI PENGHALANG, ZAKAT BANTU ANAK TERUS SEKOLAH
KETIKA BIAYA TAK LAGI JADI PENGHALANG, ZAKAT BANTU ANAK TERUS SEKOLAH
Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk membuka kesempatan dan membangun masa depan. Namun, bagi sebagian keluarga, keterbatasan ekonomi dapat menjadi tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memberikan dukungan agar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memiliki kesempatan untuk belajar. Sejak Januari 2026 hingga September 2026, BAZNAS Surabaya telah menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp381,57 juta kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya yang berasal dari kawasan ekslokalisasi. Bukan Hanya Tentang Biaya Kebutuhan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di dalam kelas. Ada berbagai kebutuhan yang perlu dipenuhi agar seorang anak dapat terus mengikuti proses pendidikan dengan baik. Karena itu, bantuan biaya pendidikan menjadi salah satu bentuk dukungan untuk meringankan beban keluarga sekaligus membantu siswa mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Penyaluran kepada siswa binaan Dinas Sosial juga menjadi bagian dari sinergi antara BAZNAS Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya dalam memberikan dukungan pendidikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Zakat untuk Membuka Kesempatan Dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Melalui pengelolaan dan penyaluran yang tepat, zakat dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan yang mereka hadapi. Bagi penerima manfaat, dukungan pendidikan bukan hanya membantu kebutuhan saat ini. Pendidikan juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi, meraih cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik. Satu Bantuan, Banyak Harapan Setiap anak memiliki cita-cita dan kesempatan untuk berkembang. Dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mereka tetap melangkah ketika kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan. BAZNAS Surabaya terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui program pendidikan. Sebab, ketika seorang anak tetap bisa belajar, yang dijaga bukan hanya pendidikannya hari ini, tetapi juga harapan untuk masa depannya.
ARTIKEL21/09/2026 | Nadya - Magang
BUKAN SEKEDAR BANTUAN, BAZNAS MENJANGKAU KELUARGA DARI RUMAH KE RUMAH
BUKAN SEKEDAR BANTUAN, BAZNAS MENJANGKAU KELUARGA DARI RUMAH KE RUMAH
Bantuan kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk pemberian secara langsung. Terkadang, kepedulian juga membutuhkan kehadiran dan perhatian secara lebih dekat. Hal inilah yang dilakukan BAZNAS Kota Surabaya melalui program kesehatan yang menjangkau keluarga secara door-to-door. Program tersebut menyasar balita dan baduta yang membutuhkan dukungan gizi. Bersama Puskesmas, BAZNAS Surabaya memberikan bantuan berupa susu dan vitamin sekaligus edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak. Mengapa Harus dari Rumah ke Rumah? Setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Dengan mendatangi penerima manfaat secara langsung, bantuan dapat diberikan dengan lebih dekat dan sesuai dengan kondisi yang dihadapi keluarga. Pendekatan door-to-door juga memberikan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan keluarga. Tidak hanya memberikan bantuan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada barang yang diterima, tetapi juga disertai pengetahuan yang dapat diterapkan keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Zakat Hadir untuk Kesehatan Anak Zakat, infak, dan sedekah memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain membantu kebutuhan ekonomi, dana ZIS juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat yang membutuhkan. Melalui program kesehatan, BAZNAS Surabaya berupaya mengelola dan menyalurkan dana ZIS agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh penerima manfaat. Dukungan terhadap kebutuhan gizi anak menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kualitas kesehatan generasi sejak usia dini. Kepedulian yang Dimulai dari Rumah Tumbuh kembang anak membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Dukungan keluarga, edukasi kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kesehatan anak. Melalui kolaborasi dengan Puskesmas dan pihak terkait, BAZNAS Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat ZIS lebih dekat dengan masyarakat. Karena pada akhirnya, bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang menerimanya. Dari rumah ke rumah, kepedulian terus bergerak bersama BAZNAS Kota Surabaya.
ARTIKEL21/09/2026 | Nadya - Magang
Mengapa Kolaborasi Menjadi Bagian Penting dari Program Sosial?
Mengapa Kolaborasi Menjadi Bagian Penting dari Program Sosial?
Program sosial sering kali identik dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, di balik sebuah program, ada banyak pihak yang dapat mengambil peran. Ketika peran tersebut dipertemukan, sebuah kepedulian tidak lagi berjalan sendiri, tetapi dapat berkembang menjadi kerja bersama yang lebih terarah. Hal tersebut juga terlihat dalam berbagai kegiatan BAZNAS Kota Surabaya. Dalam menjalankan program sosial, BAZNAS tidak hanya berperan dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS, tetapi juga membangun kerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan kebutuhan program. Salah satu contohnya terlihat dalam pelaksanaan Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana) pada September 2026. BAZNAS Kota Surabaya berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Program tersebut diikuti oleh 156 calon penerima dengan dua jalur pendidikan, yaitu RPL S1 PG PAUD dan Program Reguler S1 Sistem Informasi. Dari contoh tersebut, kolaborasi bukan hanya berarti mengumpulkan banyak pihak dalam satu kegiatan. Setiap pihak dapat memiliki peran yang berbeda sesuai dengan bidangnya. Lembaga pengelola dana memiliki peran dalam pengelolaan ZIS, sementara lembaga pendidikan dapat mendukung dari sisi proses pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan. Kerja sama dengan pihak lain juga dapat ditemukan dalam program sosial BAZNAS Surabaya di bidang yang berbeda. Pada program perbaikan rumah tidak layak huni, misalnya, BAZNAS Surabaya turut mendukung program Pemerintah Kota Surabaya. Kontribusi tersebut bahkan mendapat apresiasi melalui piagam penghargaan pada Agustus 2026. Kepedulian Tidak Harus Berjalan Sendiri Kolaborasi menjadi penting karena persoalan sosial tidak selalu dapat diselesaikan dari satu sisi. Kebutuhan masyarakat dapat berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, ekonomi, maupun kondisi darurat. Karena itu, keterlibatan pihak yang memiliki sumber daya dan keahlian berbeda dapat menjadi bagian dari proses menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan. Bagi masyarakat, kolaborasi juga menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan bersama-sama. Tidak harus selalu dalam bentuk bantuan yang besar. Dukungan dapat hadir melalui lembaga pendidikan, pemerintah, organisasi, komunitas, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya. Pada akhirnya, kolaborasi program sosial bukan sekadar tentang banyaknya pihak yang terlibat. Yang lebih penting adalah bagaimana berbagai peran tersebut dapat berjalan secara terarah untuk mendukung tujuan program. Dari sana, kepedulian yang awalnya datang dari satu pihak dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
ARTIKEL21/09/2026 | Putri - Magang
Kenapa Zakat Punya Banyak Jalur Penyaluran? Mengenal Lima Pilar Program BAZNAS Surabaya
Kenapa Zakat Punya Banyak Jalur Penyaluran? Mengenal Lima Pilar Program BAZNAS Surabaya
Ketika berbicara tentang zakat, sebagian orang mungkin masih membayangkan bantuan dalam bentuk uang atau kebutuhan pokok. Padahal, kebutuhan masyarakat tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan dukungan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan ekonomi, pertolongan saat kondisi darurat, hingga pendampingan dalam bidang keagamaan. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat penyaluran dana ZIS tidak hanya berjalan dalam satu bentuk. Di BAZNAS Kota Surabaya, berbagai program dikelompokkan ke dalam lima pilar utama, yaitu Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, Surabaya Sigap, dan Surabaya Berdakwah. Kelima pilar tersebut menjadi bagian dari arah pelaksanaan program BAZNAS Surabaya. Lima Pilar, Lima Ruang Kepedulian Surabaya Cerdas berfokus pada bidang pendidikan. Pilar ini menjadi ruang bagi berbagai program yang berkaitan dengan dukungan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemudian ada Surabaya Sehat, yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan. Bentuk dukungannya dapat disesuaikan dengan kondisi penerima, sehingga bantuan tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama. Berikutnya, Surabaya Berdaya berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Pada pilar ini, perhatian tidak hanya diarahkan pada kebutuhan saat ini, tetapi juga pada upaya mendukung masyarakat agar memiliki keberdayaan dalam bidang ekonomi maupun kehidupan sosial. Sementara itu, Surabaya Sigap berkaitan dengan respons terhadap kondisi kemanusiaan dan kebutuhan yang membutuhkan penanganan. Pilar ini menunjukkan bahwa dana ZIS juga dapat berperan ketika masyarakat menghadapi situasi yang tidak terduga. Terakhir, Surabaya Berdakwah mencakup kegiatan yang berkaitan dengan dakwah dan kehidupan keagamaan masyarakat. Mengapa Harus Dibagi Menjadi Beberapa Pilar? Pembagian tersebut bukan berarti zakat memiliki tujuan yang berbeda-beda. Justru, kelima pilar tersebut membantu menggambarkan luasnya kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi perhatian dalam pengelolaan ZIS. Seseorang mungkin membutuhkan bantuan pendidikan, sementara orang lain menghadapi persoalan kesehatan. Di tempat lain, ada masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha atau membutuhkan bantuan karena kondisi darurat. Dengan adanya beberapa bidang program, pengelolaan ZIS dapat diarahkan sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi masyarakat. Jadi, penyaluran zakat tidak harus dipahami sebagai satu jenis bantuan yang diberikan dengan pola yang sama kepada semua penerima. Dari Dana ZIS Menjadi Beragam Bentuk Manfaat Lima pilar BAZNAS Surabaya menunjukkan bahwa satu dana yang dikelola melalui lembaga dapat memiliki banyak bentuk pemanfaatan. Dana ZIS yang dihimpun tidak berhenti sebagai angka dalam pencatatan, tetapi diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan melalui program yang tersedia. Hal ini juga membuat masyarakat lebih mudah melihat bahwa zakat memiliki ruang manfaat yang luas. Kontribusi yang diberikan melalui ZIS dapat mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, respons kemanusiaan, maupun kegiatan dakwah sesuai dengan ketentuan dan program yang dijalankan. Pada akhirnya, memahami lima pilar BAZNAS Surabaya bukan hanya tentang menghafal nama program. Lebih dari itu, masyarakat dapat melihat bahwa kebutuhan sosial memiliki banyak sisi. Karena itu, pengelolaan ZIS pun membutuhkan ruang penyaluran yang beragam agar dapat menjangkau kebutuhan tersebut.
ARTIKEL21/09/2026 | Putri - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →