Kenapa Anak Muda Perlu Mulai Bayar Zakat Profesi dari Sekarang
26/11/2025 | Penulis: Muhammad Fachrudin
Visualisasi Pengusaha Muda
Bagi banyak anak muda yang baru meniti karier, konsep Zakat Profesi (atau Zakat Penghasilan) sering terasa jauh dan dianggap hanya kewajiban bagi mereka yang sudah mapan atau berpenghasilan tinggi. Pola pikir ini adalah kesalahan besar. Sebaliknya, memulai kebiasaan membayar zakat sejak dini adalah investasi strategis yang menjamin keberkahan, disiplin finansial, dan ketenangan jiwa di masa depan.
Berikut adalah alasan utama mengapa anak muda perlu mulai mengoptimalkan Zakat Profesi sejak mereka menerima gaji pertama:
1. Membangun Disiplin Finansial dan Budgeting
Inti dari manajemen keuangan yang baik adalah alokasi dana yang disiplin. Ketika Anda mulai bekerja, ada banyak godaan konsumtif. Jika Anda tidak terbiasa menyisihkan 2,5% untuk zakat di awal, dana tersebut pasti akan hilang ditelan pengeluaran yang tidak perlu (need vs. want).
Zakat sebagai Pos Wajib Pertama: Jadikan Zakat Profesi sebagai pos pengeluaran prioritas utama yang wajib dibayar sebelum biaya lain (seperti cicilan atau hangout). Mengeluarkan 2,5% di awal bulan melatih Anda untuk hidup dengan sisa 97,5% gaji. Disiplin ini adalah fondasi yang jauh lebih kuat daripada sekadar menabung.
Mencegah Utang Zakat: Menunda pembayaran zakat hingga akhir tahun dapat menciptakan beban finansial yang besar (zakat backlog). Lebih mudah menyisihkan dana kecil secara bulanan daripada membayar sekaligus.
2. Memperoleh Keberkahan dan Perlindungan Harta
Zakat bukan mengurangi harta, melainkan membersihkannya (tazkiyah) dan melipatgandakan keberkahannya. Dalam setiap harta, ada hak orang lain yang diwujudkan melalui zakat.
Anak muda yang menunaikan zakat sejak awal memastikan bahwa fondasi rezeki mereka bersih dari hak orang lain. Keberkahan ini seringkali terwujud dalam kelancaran rezeki, kemudahan urusan, dan perlindungan dari kerugian tak terduga (musibah).
3. Membangun Empati dan Tanggung Jawab Sosial
Zakat adalah instrumen keadilan sosial yang diajarkan oleh Islam. Dengan berzakat, anak muda secara aktif berpartisipasi dalam mengurangi kesenjangan ekonomi.
Dari Konsumtif ke Produktif: Zakat mengubah pandangan dari sekadar mencari uang untuk diri sendiri menjadi mencari uang untuk berkontribusi pada solusi sosial. Zakat yang disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) sering diubah menjadi modal usaha, beasiswa pendidikan, atau program kesehatan bagi kaum dhuafa.
Meningkatkan Sense of Purpose: Membayar zakat memberikan makna yang lebih dalam pada karier dan pekerjaan Anda. Anda menjadi bagian dari perubahan positif di masyarakat.
4. Optimalisasi Manfaat Pajak
Di Indonesia, pembayaran zakat melalui LAZ resmi diakui sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak (sesuai ketentuan UU PPh). Bagi pekerja muda yang mulai membayar pajak penghasilan, menyetorkan Zakat Profesi secara rutin dan memperoleh bukti potong yang sah adalah cara cerdas untuk mengoptimalkan kewajiban fiskal mereka.
Memulai bayar Zakat Profesi sejak dini adalah langkah kecil yang menghasilkan dampak besar. Ini adalah bekal spiritual, disiplin finansial, dan kontribusi sosial yang akan membentuk karakter dan kesuksesan jangka panjang Anda.
Artikel Lainnya
Zakat di Masa Sekarang: Pilar Ekonomi Umat dan Peran Strategis Entaskan Kemiskinan
Tata Kelola Zakat yang Efektif
Peran BAZNAS Surabaya dalam Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Efektivitas Platform Online Zakat Digital dalam Mengukur Kepercayaan Penyaluran Dana Umat
Strategi Fundraising Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS): Inovasi, Kepercayaan, dan Transformasi Digital
Ukur Capaian Program BAZNAS Surabaya: Sudahkah Lima Pilar Memberi Dampak Nyata?

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
