WhatsApp Icon

Model Zakat Perusahaan sebagai Bagian dari CSR Berbasis Syariah

26/11/2025  |  Penulis: Muhammad Fachrudin

Bagikan:URL telah tercopy
Model Zakat Perusahaan sebagai Bagian dari CSR Berbasis Syariah

Ilustrasi Zakat Perusahaan

Dalam dekade terakhir, Corporate Social Responsibility (CSR) telah berevolusi dari sekadar sumbangan amal menjadi strategi bisnis inti yang berupaya menciptakan nilai bersama (Shared Value). Bagi perusahaan di negara mayoritas Muslim, terutama di Indonesia, integrasi Zakat Perusahaan ke dalam kerangka CSR menawarkan model filantropi yang tidak hanya etis tetapi juga berakar kuat pada prinsip syariah.

Model Zakat Perusahaan (MZP) ini melampaui CSR konvensional, menjadikannya kewajiban agama sekaligus pilar strategis untuk keberlanjutan sosial dan ekonomi.

Zakat: Kewajiban Finansial dengan Dampak Sosial

Perbedaan mendasar MZP dari CSR biasa adalah sifatnya yang wajib (mandatory) ketika perusahaan telah memenuhi syarat haul (satu tahun) dan nisab (batas minimal) tertentu, tergantung jenis usahanya (misalnya Zakat Mal, Zakat Pertambangan, Zakat Perdagangan).

Dengan menunaikan zakat perusahaan, dana 2,5% yang dikeluarkan secara otomatis memenuhi tanggung jawab sosialnya di mata Tuhan dan hukum, sekaligus memberikan dampak sosial yang terukur:

Kepastian Alokasi: Zakat wajib disalurkan kepada delapan golongan penerima (Asnaf). Ini memberikan kepastian bahwa dana tersebut diarahkan ke kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, sesuai dengan prinsip keadilan distributif Islam.

Transparansi dan Kredibilitas: Pengelolaan zakat wajib dilakukan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi yang diaudit. Keterlibatan pihak ketiga yang terpercaya ini memberikan tingkat transparansi dan kredibilitas yang tinggi pada program sosial perusahaan.

Integrasi Zakat dalam Strategi CSR

Untuk mengoptimalkan MZP, perusahaan harus mengintegrasikannya secara cerdas ke dalam strategi CSR:

Penyelarasan Program (Strategic Alignment): Dana zakat tidak hanya disalurkan secara acak. Perusahaan dapat memilih untuk mendanai program-program LAZ yang selaras dengan core business atau nilai-nilai perusahaan.

Contoh: Perusahaan teknologi dapat mengarahkan dana zakat untuk program beasiswa dan pelatihan keterampilan digital bagi anak yatim dan fakir miskin (gh?rim?n dan f? sab?lillah).

Shared Value Creation: Melalui program zakat pemberdayaan, perusahaan dapat membantu menciptakan pemasok, distributor, atau konsumen masa depan dari kalangan mustahik. Misalnya, dana zakat digunakan untuk modal usaha mikro (UMKM) mustahik yang produknya kemudian dapat dibeli atau diintegrasikan ke dalam rantai pasok perusahaan.

Employee Engagement Melalui ZIS: Seperti yang telah dibahas, memfasilitasi zakat dan infak karyawan (payroll deduction) dan mengaitkannya dengan dana zakat perusahaan akan meningkatkan keterlibatan karyawan dan rasa memiliki terhadap program sosial perusahaan.

Dampak dan Keunggulan MZP

MZP memberikan keunggulan kompetitif unik. Di mata publik, perusahaan yang menunaikan Zakat Perusahaan tidak hanya dilihat sebagai perusahaan yang baik (melakukan CSR), tetapi sebagai perusahaan yang berkah dan taat (melakukan kewajiban syariah).

Model ini menghasilkan lingkungan bisnis yang lebih etis, berkelanjutan, dan adil. Zakat Perusahaan menegaskan bahwa profit dan tanggung jawab sosial dapat berjalan beriringan, menjadikannya benchmark baru bagi CSR berbasis syariah di pasar global.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat