WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang bagaimana dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan yang terarah, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung masyarakat agar lebih mandiri. Untuk memperkuat peran tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan 13 Program Prioritas untuk periode 2026–2031. Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hunian, ekonomi, lingkungan, hingga tanggap bencana. Mengenal 13 Program Prioritas BAZNAS 1. BAZNAS Siaga KemiskinanProgram ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi miskin dan rentan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendapatkan dukungan sesuai dengan kondisi yang dihadapi. 2. BAZNAS Tanggap BencanaProgram ini memberikan respons kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana, mulai dari bantuan darurat hingga dukungan dalam proses pemulihan. 3. Beasiswa Cendekia BAZNASPendidikan menjadi salah satu fokus melalui pemberian dukungan biaya pendidikan, perlengkapan belajar, serta pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan. 4. Rumah Sehat & Kartu Sehat BAZNASProgram ini berfokus pada peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui fasilitas dan bantuan kesehatan bagi mustahik. 5. Rumah Layak Huni BAZNASKondisi tempat tinggal turut memengaruhi kualitas hidup. Program ini mendukung perbaikan rumah yang tidak layak agar menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman. 6. Bantuan Permodalan BAZNAS Berbasis Masjid dan Majelis TaklimProgram ini diarahkan untuk mendukung pelaku usaha mikro melalui bantuan permodalan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. 7. Rumah Terang BAZNASProgram ini membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap penerangan dan listrik, terutama di wilayah yang belum terjangkau secara memadai. 8. BAZNAS Balai TernakMelalui program ini, BAZNAS mendorong pemberdayaan peternak melalui bantuan bibit ternak, sarana pendukung, serta pendampingan agar dapat meningkatkan kemandirian ekonomi. 9. Lumbung Pangan BAZNASProgram ini mendukung petani mustahik melalui penguatan sektor pertanian, pendampingan, dan bantuan usaha untuk turut memperkuat ketahanan pangan. 10. Mualaf Center BAZNASTidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, program ini juga memberikan pendampingan serta dukungan sosial dan ekonomi bagi para mualaf. 11. Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNASProgram ini berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah serta pesantren yang membutuhkan. Salah satu implementasinya pada 2026 adalah Program Pesantren Nyaman Belajar yang menjangkau 700 pesantren dengan dukungan dana Rp17,5 miliar. 12. Air Bersih BAZNASAkses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar. Program ini membantu menyediakan infrastruktur dan distribusi air bagi masyarakat yang menghadapi kekeringan atau krisis air. 13. Bank Sampah BAZNASProgram ini menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi. Dari Bantuan Menuju Kemandirian Ke-13 program tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek. Beberapa program juga berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, serta lingkungan. BAZNAS menyebut 13 program prioritas tersebut sebagai bagian dari arah pengelolaan zakat periode 2026–2031, dengan salah satu fokus besarnya adalah mendukung penanggulangan dan pengentasan kemiskinan. Dengan adanya program yang mencakup berbagai aspek kehidupan, zakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik. Dari bantuan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan ekonomi, setiap program menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, zakat bukan sekadar dana yang berpindah dari muzaki kepada mustahik. Dengan pengelolaan yang amanah, terarah, dan bertanggung jawab, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun kemandirian.
ARTIKEL21/09/2026 | Anin - Magang
Mengapa Transparansi Penting dalam Pengelolaan Dana Zakat?
Mengapa Transparansi Penting dalam Pengelolaan Dana Zakat?
Zakat merupakan amanah yang diberikan masyarakat kepada lembaga pengelola zakat untuk disalurkan kepada mereka yang berhak menerima. Karena itu, pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi juga bagaimana dana tersebut dikelola secara tepat, transparan, dan bertanggung jawab. Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan zakat. Muzaki perlu mengetahui bahwa zakat yang mereka tunaikan dikelola sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi mustahik. Transparansi dalam pengelolaan dana menjadi salah satu cara untuk menjaga kepercayaan tersebut. Transparansi untuk Menjaga Kepercayaan Transparansi berarti adanya keterbukaan dalam proses pengelolaan dana, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran. Informasi yang jelas mengenai program dan pemanfaatan dana dapat membantu masyarakat memahami bagaimana zakat memberikan manfaat bagi penerimanya. Pengelolaan yang transparan juga mendorong lembaga zakat untuk menjalankan setiap proses secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, dana yang dipercayakan oleh masyarakat dapat dikelola sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang berlaku. Penyaluran yang Tepat Sasaran Selain transparansi, ketepatan sasaran juga menjadi hal penting dalam penyaluran zakat. Dana zakat perlu diberikan kepada masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat. Pada Agustus 2026, BAZNAS bersama Kementerian Agama dan Bappenas menerapkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Integrasi data tersebut ditujukan untuk memperkuat ketepatan sasaran penyaluran dan membantu meminimalkan tumpang tindih bantuan. Pemanfaatan data dalam proses tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat terus berkembang. Teknologi dan data dapat digunakan untuk mendukung proses identifikasi penerima manfaat sehingga penyaluran dapat dilakukan secara lebih terarah. Dari Administrasi Menjadi Akuntabilitas Dalam pengelolaan dana zakat, administrasi sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang berkaitan dengan dokumen dan pencatatan. Padahal, administrasi yang tertib memiliki peran penting dalam menjaga akuntabilitas. Dokumen pendukung, pencatatan transaksi, serta proses pengarsipan menjadi bagian dari bukti bahwa setiap dana dikelola melalui proses yang dapat ditelusuri. Semakin tertib proses administrasinya, semakin mudah pula dilakukan pemeriksaan dan pertanggungjawaban. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan administratif bukan sekadar memindahkan berkas dari meja A ke meja B seperti ritual kantor yang tidak ada ujungnya. Di balik dokumen tersebut terdapat informasi yang membantu memastikan pengelolaan dana berjalan secara tertib. Zakat sebagai Amanah Bersama Pengelolaan zakat membutuhkan kepercayaan dari berbagai pihak, baik muzaki, amil, maupun mustahik. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas perlu menjadi bagian dari setiap proses pengelolaan dana zakat. Melalui pengelolaan yang tertib, transparan, dan tepat sasaran, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dana yang dihimpun tidak hanya menjadi kewajiban yang telah ditunaikan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan. Pada akhirnya, kepercayaan terhadap pengelolaan zakat dibangun melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Setiap pencatatan, dokumen, dan penyaluran memiliki peran dalam menjaga amanah tersebut.
ARTIKEL21/09/2026 | Anin - Magang
Zakat untuk Hunian Layak: Ketika Bantuan Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
Zakat untuk Hunian Layak: Ketika Bantuan Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga. Hunian yang aman dan sehat dapat memberikan rasa nyaman bagi penghuninya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, bagi sebagian masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, kondisi rumah yang kurang layak masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Dalam kondisi tersebut, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Salah satunya melalui bantuan perbaikan hunian bagi mustahik yang membutuhkan. Program semacam ini menunjukkan bahwa pemanfaatan dana zakat tidak hanya berkaitan dengan bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung kualitas hidup masyarakat. Hunian Layak sebagai Kebutuhan Dasar Memiliki tempat tinggal yang aman dan sehat merupakan salah satu kebutuhan penting bagi setiap keluarga. Kondisi rumah yang mengalami kerusakan pada bagian tertentu, memiliki sanitasi yang kurang memadai, atau tidak memberikan keamanan yang cukup dapat memengaruhi kenyamanan penghuninya. Karena itu, bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat memberikan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Dalam pengelolaan zakat, kebutuhan tersebut perlu dilihat berdasarkan kondisi penerima manfaat serta ketentuan penyaluran zakat. Dengan demikian, bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai mustahik. Zakat Dapat Memberikan Manfaat dalam Bentuk Hunian Zakat tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan tunai. Dengan pengelolaan yang tepat, dana zakat dapat dimanfaatkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi mustahik sesuai ketentuan yang berlaku. BAZNAS memiliki program Bantuan Rumah Layak Huni yang ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh tempat tinggal yang memenuhi aspek keselamatan bangunan dan kesehatan. Program tersebut termasuk dalam bentuk pendayagunaan zakat bagi kelompok fakir dan miskin. Melalui bantuan tersebut, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan. Perbaikan hunian bukan hanya membantu kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan ruang yang lebih aman bagi keluarga untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Program Bedah Rumah BAZNAS Kota Surabaya Di Kota Surabaya, BAZNAS memiliki Program Bedah Rumah sebagai salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini diarahkan untuk membantu warga yang menempati rumah dengan kondisi kurang layak. Pada April 2026, BAZNAS Kota Surabaya melakukan survei program bedah rumah di dua titik Kecamatan Tenggilis Mejoyo dan satu titik di Kecamatan Rungkut. Survei tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi calon penerima manfaat. Tim BAZNAS menilai kondisi rumah dari beberapa aspek, seperti kelayakan bangunan, sanitasi, keamanan, serta kondisi sosial ekonomi penghuni. Hasil survei kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan calon penerima bantuan. Proses tersebut menunjukkan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik rumah. Kondisi sosial dan ekonomi calon penerima juga menjadi bagian yang diperhatikan agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang sesuai dengan kriteria. Bantuan yang Tepat Sasaran Membutuhkan Verifikasi Penyaluran zakat perlu dilakukan secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan. Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting sebelum bantuan diberikan. Dalam Program Bedah Rumah BAZNAS Kota Surabaya, tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah dan memperoleh informasi mengenai keadaan calon penerima manfaat. Pendekatan tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan. Dengan adanya proses verifikasi, bantuan tidak hanya diberikan berdasarkan pengajuan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata penerima manfaat. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga amanah dana yang berasal dari masyarakat. Dari Perbaikan Rumah hingga Peningkatan Kualitas Hidup Manfaat program hunian layak tidak berhenti pada perbaikan bangunan. Rumah yang lebih aman dan nyaman dapat memberikan lingkungan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat. Pada Juli 2026, BAZNAS Surabaya menuntaskan salah satu Program Bedah Rumah bagi warga Krembangan Selatan. Setelah proses perbaikan selesai, penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan layak. Program tersebut juga melibatkan sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program hingga tahap akhir. Zakat Menghadirkan Manfaat yang Lebih Dekat dengan Masyarakat Pemanfaatan zakat untuk mendukung hunian layak menjadi salah satu contoh bagaimana dana ZIS dapat memberikan manfaat yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kehidupan keluarga mustahik. Bagi masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi, pengelolaan dan pendistribusian yang tepat dapat membantu menghubungkan amanah muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang berhak menerima. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat. Hunian yang lebih layak menjadi salah satu bentuk nyata bahwa zakat dapat hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang lebih aman dan nyaman.
ARTIKEL21/09/2026 | Sabrina - Magang
Bagaimana Teknologi Memudahkan Masyarakat Menunaikan Zakat?
Bagaimana Teknologi Memudahkan Masyarakat Menunaikan Zakat?
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam melakukan transaksi keuangan. Kehadiran layanan digital membuat berbagai kebutuhan dapat dilakukan dengan lebih praktis dan mudah diakses. Hal ini juga dapat dimanfaatkan dalam menunaikan zakat. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin beragam, teknologi dapat menjadi sarana untuk memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, menghitung, hingga melakukan pembayaran zakat. Bagi masyarakat Kota Surabaya, perkembangan layanan digital juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses layanan zakat yang lebih mudah. Zakat di Era Digital Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membutuhkan informasi dan layanan yang dapat membantu proses menunaikan zakat dengan baik. Zakat di era digital menunjukkan adanya pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung dalam pengelolaan zakat. Masyarakat dapat memanfaatkan perangkat digital untuk memperoleh informasi mengenai zakat serta menggunakan berbagai kanal pembayaran yang disediakan oleh lembaga pengelola zakat. Digitalisasi tidak mengubah ketentuan mengenai zakat, tetapi memberikan kemudahan dari sisi akses dan layanan. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi salah satu sarana yang membantu masyarakat menunaikan zakat di tengah perkembangan kebiasaan transaksi secara digital. Kemudahan Menghitung Zakat Sebelum menunaikan zakat, masyarakat perlu mengetahui kewajiban zakat yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis dan ketentuannya. Teknologi dapat membantu proses tersebut melalui layanan kalkulator zakat. Kalkulator zakat dapat digunakan untuk membantu masyarakat memperkirakan nominal zakat berdasarkan informasi yang dimasukkan. Fitur semacam ini membuat proses penghitungan menjadi lebih praktis dan membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai jumlah zakat yang perlu ditunaikan. Namun, penggunaan kalkulator digital tetap perlu disertai pemahaman mengenai ketentuan zakat. Apabila terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil atau lembaga pengelola zakat. Pembayaran Zakat Semakin Praktis Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam zakat adalah tersedianya layanan pembayaran secara digital. Masyarakat tidak selalu harus datang langsung ke kantor lembaga zakat untuk menunaikan kewajibannya. Melalui kanal pembayaran yang tersedia, pembayaran zakat dapat dilakukan menggunakan berbagai metode transaksi digital. Kemudahan tersebut dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau lebih terbiasa menggunakan layanan pembayaran secara nontunai. Kemudahan pembayaran juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap keamanan transaksi. Masyarakat sebaiknya memastikan bahwa pembayaran dilakukan melalui kanal resmi lembaga pengelola zakat agar dana dapat tercatat dan dikelola sesuai ketentuan. Digitalisasi dalam Pengelolaan Zakat di BAZNAS Kota Surabaya Pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan pembayaran zakat oleh masyarakat. Digitalisasi juga dapat mendukung proses administrasi dan pengelolaan zakat di lembaga. BAZNAS Kota Surabaya telah mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat, salah satunya melalui E-Dashboard. Sistem tersebut digunakan untuk membantu proses monitoring dan administrasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan internal dapat membantu lembaga dalam mengelola informasi secara lebih terstruktur. Dengan dukungan teknologi, proses administrasi dan monitoring dapat dilakukan dengan lebih mudah sehingga dapat mendukung pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Teknologi sebagai Sarana, Zakat Tetap pada Ketentuannya Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam menunaikan zakat. Masyarakat dapat memperoleh informasi, melakukan penghitungan, dan menggunakan layanan pembayaran secara lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu berjalan sesuai dengan ketentuan zakat. Teknologi pada dasarnya merupakan sarana yang membantu proses pelayanan, sedangkan ketentuan mengenai siapa yang wajib membayar, jenis zakat, perhitungan, dan penerima zakat tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, masyarakat dapat memperoleh akses layanan zakat yang lebih mudah sekaligus tetap memperhatikan ketentuan dalam pelaksanaannya. Digitalisasi pun dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengelolaan zakat yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.
ARTIKEL21/09/2026 | Sabrina - Magang
Strategi BAZNAS Memperluas Akses Ekonomi Syariah bagi Usaha Mikro
Strategi BAZNAS Memperluas Akses Ekonomi Syariah bagi Usaha Mikro
Pengembangan ekonomi syariah di tingkat akar rumput membutuhkan pendekatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Di Kota Surabaya, BAZNAS terus mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen inklusif yang mampu menggerakkan roda perekonomian usaha mikro. Melalui konsep zakat inklusi, BAZNAS Kota Surabaya memastikan bahwa keberadaan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dirasakan manfaatnya secara langsung, tetapi juga membuka pintu kesempatan ekonomi yang serba terbuka, adil, dan memberdayakan. Strategi ini berfokus pada penghapusan hambatan bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini sulit mengakses permodalan resmi maupun pembinaan wirausaha yang tepat sasaran. Menjangkau Pelaku Usaha Mikro Secara Menyeluruh Prinsip utama zakat inklusi adalah keterjangkauan dan keadilan. BAZNAS Kota Surabaya memetakan potensi usaha mikro di berbagai sudut kota—mulai dari pedagang rumahan, UMKM kuliner lokal, hingga jasa kecil keliling—guna memastikan bantuan modal kerja dan alat usaha tepat sasaran. Dengan menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang rumit, program ini memberikan kemudahan akses bagi para penerima manfaat (mustahik) untuk memperoleh stimulan usaha syariah tanpa beban bunga atau jeratan kemitraan yang memberatkan. Integrasi Ekosistem Ekonomi Syariah di Kota Surabaya Zakat inklusi tidak sebatas menyalurkan modal, melainkan menghubungkan pelaku usaha mikro dengan ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas. BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi pembimbingan tata kelola keuangan berbasis syariah, pendampingan sertifikasi halal untuk produk makanan/minuman, serta pengenalan transaksi digital yang aman. Langkah ini memperkuat daya saing produk UMKM binaan di pasar lokal Surabaya, sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh para mustahik. Mengubah Modal Usaha Menjadi Kemandirian Berkelanjutan Dampak jangka panjang dari zakat inklusi adalah terciptanya kemandirian ekonomi keluarga secara bertahap. Ketika usaha mikro mendapatkan akses pendampingan yang konsisten, kapasitas produksi dan pendapatan harian penerima manfaat mengalami peningkatan yang stabil. Melalui komitmen ini, BAZNAS Kota Surabaya bertekad untuk terus mengawal proses transformasi ekonomi masyarakat, sehingga modal zakat produktif yang digulirkan tidak hanya menopang kebutuhan hidup saat ini, tetapi juga membina mustahik menjadi wirausahawan tangguh yang siap mandiri secara finansial.
ARTIKEL21/09/2026 | Leli - Magang
Transformasi Program Zakat Produktif BAZNAS untuk Kemandirian Mustahik
Transformasi Program Zakat Produktif BAZNAS untuk Kemandirian Mustahik
Bulan September selalu membawa semangat baru untuk memperkuat kepedulian sosial di Kota Surabaya. BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Fokus utama penguatan ekonomi umat saat ini tidak hanya terletak pada penyaluran bantuan konsumtif, melainkan pada transformasi program zakat produktif demi mengantarkan para mustahik menuju kemandirian secara berkelanjutan. Langkah ini dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi lokal dengan memberikan landasan usaha yang kokoh bagi warga Kota Surabaya yang membutuhkan. Menghidupkan Potensi Ekonomi Mustahik Zakat produktif menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan. BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana zakat dalam bentuk stimulan modal usaha, perlengkapan kerja, serta pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan dinamika pasar di Surabaya. Melalui pendekatan ini, bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, melainkan dikelola sebagai aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan harian maupun bulanan bagi para penerima manfaat. Pendampingan Usaha Berkelanjutan Keberhasilan program zakat produktif tidak lepas dari sistem pendampingan yang konsisten. BAZNAS Kota Surabaya menerjunkan tim pendamping lapangan untuk memberikan bimbingan, mulai dari tata kelola keuangan sederhana, literasi pemasaran, hingga pengembangan kualitas produk. Pendampingan berkelanjutan ini memastikan modal usaha yang dialokasikan dapat berkembang, menjaga ketahanan usaha mikro, serta membentuk pola pikir kewirausahaan yang mandiri pada diri mustahik. Menuju Kemandirian dan Transformasi Menjadi Muzakki Tujuan akhir dari transformasi program zakat produktif adalah melahirkan daya saing ekonomi yang mandiri. Ketika usaha para penerima manfaat mulai stabil dan tumbuh, tingkat kesejahteraan keluarga mereka ikut meningkat. Harapan besarnya, para mustahik yang dibina melalui program zakat produktif September ini secara bertahap mampu mandiri secara finansial, hingga kelak bertransformasi menjadi muzakki yang memberikan manfaat kembali bagi masyarakat Surabaya.
ARTIKEL21/09/2026 | Leli - Magang
Di Tengah Perubahan Zaman, Zakat Tetap Menemukan Jalannya
Di Tengah Perubahan Zaman, Zakat Tetap Menemukan Jalannya
Zaman terus berubah. Cara masyarakat bekerja, berkomunikasi, berbelanja, hingga berbagi kini semakin berkembang. Kehadiran teknologi membuat berbagai aktivitas menjadi lebih mudah dan cepat, termasuk dalam menunaikan zakat. Jika dulu pembayaran zakat lebih banyak dilakukan secara langsung, sekarang masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan digital yang membuat prosesnya lebih praktis. Namun, perubahan cara tersebut tidak mengubah makna dari zakat itu sendiri. Di balik perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan masyarakat, tetap ada nilai kepedulian untuk membantu mereka yang membutuhkan. Zakat terus menemukan cara agar tetap dekat dengan kehidupan masyarakat, tanpa kehilangan tujuan utamanya sebagai bentuk kewajiban dan kepedulian sosial. Zaman Berubah, Kepedulian Tetap Ada Perubahan zaman membuat banyak hal dalam kehidupan menjadi berbeda. Masyarakat kini terbiasa dengan aktivitas yang cepat dan praktis, termasuk dalam melakukan pembayaran atau memperoleh informasi. Kondisi tersebut juga memengaruhi cara masyarakat menunaikan zakat. Kehadiran layanan digital membuat seseorang dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah tanpa harus selalu datang langsung ke tempat pembayaran. Kemudahan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian zakat terhadap perkembangan zaman. Meski sarana yang digunakan berubah, kepedulian di balik zakat tetap sama. Ada keinginan untuk menjalankan kewajiban sekaligus membantu sesama. Dengan demikian, perubahan zaman bukan menjadi penghalang bagi zakat, tetapi justru membuka jalan baru agar semakin mudah dilakukan oleh masyarakat. Zakat Menemukan Jalan di Era Digital Teknologi memberikan banyak peluang untuk membuat zakat semakin dekat dengan masyarakat. Informasi mengenai kewajiban zakat, cara menunaikannya, hingga berbagai program pengelolaan zakat kini dapat diakses melalui media digital. Masyarakat tidak harus menunggu informasi secara langsung karena berbagai informasi dapat ditemukan dengan lebih cepat melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari. Selain memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi, teknologi juga dapat membantu proses penghimpunan dan penyaluran zakat menjadi lebih terorganisasi. Kemudahan ini dapat memperluas akses masyarakat untuk menunaikan zakat dan mengenal berbagai program yang dijalankan oleh lembaga pengelola zakat. Dengan begitu, perkembangan digital menjadi salah satu jalan yang dapat membantu zakat tetap relevan di tengah perubahan kehidupan. Bentuknya Bisa Berubah, Maknanya Tetap Sama Kebutuhan masyarakat juga mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mencakup pendidikan, kesehatan, keterampilan, pekerjaan, dan pengembangan ekonomi. Kondisi tersebut membuat penyaluran zakat dapat hadir dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan penerimanya. Meskipun bentuk bantuannya dapat berbeda, tujuan utamanya tetap mengarah pada pemberian manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kebutuhan dasar dapat membantu seseorang melewati masa sulit, sedangkan dukungan pendidikan, keterampilan, atau ekonomi dapat memberikan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan. Dari sini terlihat bahwa zakat dapat mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai yang ada di dalamnya. Generasi Berganti, Zakat Tetap Relevan Setiap generasi memiliki kebiasaan yang berbeda dalam menjalani kehidupan. Generasi muda saat ini tumbuh bersama teknologi dan terbiasa memperoleh informasi melalui berbagai platform digital. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengenalkan zakat dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan mereka, misalnya melalui edukasi digital, media sosial, maupun informasi yang dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Mengenalkan zakat kepada generasi baru bukan berarti mengubah nilai yang terkandung di dalamnya. Yang berubah adalah cara menyampaikan pesan agar dapat diterima sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan pendekatan yang tepat, generasi muda dapat memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga bentuk kepedulian yang memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat. Teknologi Membuka Jalan, Manusia yang Memberi Makna Teknologi dapat membuat proses zakat menjadi lebih cepat dan praktis, tetapi teknologi hanyalah sarana. Di balik setiap zakat yang ditunaikan tetap ada manusia yang memilih untuk berbagi sebagian hartanya kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, kemudahan dalam pembayaran zakat sebaiknya tetap diiringi dengan kesadaran bahwa ada manfaat yang ingin diberikan kepada orang lain melalui dana tersebut. Pengelolaan yang baik juga menjadi bagian penting agar kemudahan tersebut benar-benar menghasilkan manfaat. Dana zakat perlu dikelola dan disalurkan secara bertanggung jawab agar dapat diterima oleh pihak yang berhak dan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan begitu, teknologi tidak hanya membuat proses zakat menjadi lebih mudah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperluas manfaat zakat kepada masyarakat. Pada Akhirnya, Zakat Selalu Menemukan Jalannya Perubahan zaman tidak dapat dihindari. Cara masyarakat beraktivitas akan terus berkembang, teknologi akan semakin maju, dan kebutuhan masyarakat juga dapat berubah. Namun, kondisi tersebut tidak membuat zakat kehilangan tempatnya. Zakat dapat terus menyesuaikan diri melalui berbagai cara, mulai dari penghimpunan secara digital, penyebaran informasi melalui media sosial, hingga bentuk program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang cara seseorang memberikan sebagian hartanya, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian tetap hadir di tengah perubahan kehidupan. Zaman boleh berubah, cara boleh berkembang, dan teknologi boleh semakin maju, tetapi nilai untuk berbagi dan membantu sesama tetap memiliki tempat. Selama kepedulian itu terus ada, zakat akan selalu menemukan jalannya untuk hadir dan memberikan manfaat.
ARTIKEL21/09/2026 | Elsa - Magang
Saat Harga Kebutuhan Terus Bergerak, Haruskah Zakat Menjadi Bagian dari Solusi?
Saat Harga Kebutuhan Terus Bergerak, Haruskah Zakat Menjadi Bagian dari Solusi?
Harga kebutuhan sehari-hari dapat berubah dari waktu ke waktu. Kenaikan harga makanan, biaya pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan rumah tangga dapat membuat pengeluaran menjadi lebih besar. Bagi sebagian masyarakat, perubahan tersebut mungkin masih dapat disesuaikan. Namun, bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, kenaikan harga dapat membuat kebutuhan yang sebelumnya dapat dipenuhi menjadi lebih sulit dijangkau. Dalam kondisi seperti ini, perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan menjadi semakin penting. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat hadir adalah melalui zakat. Zakat bukan sekadar kewajiban bagi orang yang mampu, tetapi juga memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dan penyaluran yang tepat, zakat dapat menjadi salah satu bagian dari upaya untuk meringankan beban masyarakat ketika kebutuhan terus berubah. Ketika Harga Berubah, Kebutuhan Tetap Harus Dipenuhi Perubahan harga merupakan bagian dari kehidupan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Ketika harga kebutuhan meningkat, masyarakat perlu menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan utama tetap dapat terpenuhi. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, penyesuaian tersebut tentu tidak selalu mudah dilakukan. Kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan tetap harus dipenuhi meskipun kemampuan ekonomi setiap keluarga berbeda. Dalam keadaan tertentu, kenaikan harga dapat membuat sebagian masyarakat harus mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lain agar kebutuhan yang paling mendesak tetap terpenuhi. Di sinilah kepedulian sosial memiliki peran. Masyarakat yang memiliki kemampuan dapat ikut membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Zakat menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada pihak yang berhak menerimanya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi. Zakat sebagai Bentuk Kepedulian di Tengah Perubahan Zakat memiliki tujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ketika kondisi ekonomi berubah dan tekanan terhadap kebutuhan semakin terasa, zakat dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang membantu meringankan beban penerima. Bantuan zakat dapat memiliki bentuk dan tujuan yang berbeda sesuai dengan kondisi penerima. Ada masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara yang lain mungkin membutuhkan dukungan pendidikan, kesehatan, atau ekonomi. Karena itu, penyaluran zakat perlu memperhatikan kondisi masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar memiliki manfaat. Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya dipandang sebagai dana yang disalurkan, tetapi sebagai bentuk kepedulian yang berusaha menjawab kebutuhan masyarakat. Terlebih ketika kondisi ekonomi membuat sebagian masyarakat membutuhkan dukungan lebih besar untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Bukan Hanya Meringankan, tetapi Juga Membuka Kesempatan Ketika membicarakan zakat, perhatian sering kali tertuju pada bantuan untuk memenuhi kebutuhan. Padahal, manfaat zakat dapat lebih luas daripada sekadar membantu seseorang melewati kesulitan pada saat tertentu. Zakat juga dapat diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada penerima agar dapat berkembang. Dukungan pendidikan dapat membantu seseorang melanjutkan proses belajar. Bantuan kesehatan dapat membantu penerima mendapatkan akses terhadap kebutuhan kesehatan. Sementara dukungan ekonomi dan keterampilan dapat menjadi bagian dari upaya membantu seseorang memperoleh penghasilan dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, zakat dapat memiliki dua sisi. Di satu sisi, zakat dapat membantu meringankan kebutuhan yang sedang dihadapi. Di sisi lain, zakat juga dapat menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan agar penerima memiliki kemampuan untuk menghadapi kondisi ekonomi di masa mendatang. Ketika Kebutuhan Berbeda, Bantuan Tidak Harus Sama Setiap masyarakat memiliki kondisi yang berbeda. Kebutuhan seseorang yang sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pokok tentu tidak selalu sama dengan kebutuhan seseorang yang sedang berusaha mengembangkan usaha kecil atau melanjutkan pendidikan. Perbedaan tersebut membuat penyaluran zakat perlu memperhatikan kebutuhan dan kondisi penerima. Bantuan yang sesuai dengan keadaan dapat memberikan manfaat yang lebih berarti dibandingkan bantuan yang diberikan tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya. Karena itu, pengelolaan zakat memiliki peran penting. Dana yang terkumpul perlu disalurkan dengan memperhatikan sasaran dan kebutuhan masyarakat. Dengan cara tersebut, zakat dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan, termasuk ketika harga kebutuhan terus bergerak. Zakat Tidak Menghentikan Kenaikan Harga, tetapi Dapat Membantu Masyarakat Menghadapinya Zakat tentu bukan sesuatu yang dapat membuat harga kebutuhan berhenti naik atau mengubah kondisi ekonomi secara langsung. Perubahan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang lebih luas. Namun, zakat dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat yang terdampak oleh kondisi tersebut. Bantuan yang diberikan dapat membantu penerima memenuhi kebutuhan yang mendesak sehingga beban yang dirasakan menjadi lebih ringan. Pada saat yang sama, program pemberdayaan yang tepat dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka. Dengan begitu, zakat dapat ditempatkan sebagai salah satu bagian dari solusi sosial. Bukan untuk menggantikan peran kebijakan ekonomi atau tanggung jawab pihak lainnya, tetapi untuk melengkapi berbagai upaya yang dilakukan dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan kehidupan. Pada Akhirnya, Zakat Adalah Tentang Kepedulian Ketika harga kebutuhan terus bergerak, setiap orang dapat merasakan dampaknya dengan cara yang berbeda. Ada yang masih mampu menyesuaikan pengeluaran, tetapi ada pula yang harus berjuang lebih keras agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi. Dalam kondisi tersebut, zakat dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang membantu masyarakat menghadapi kesulitan. Melalui pengelolaan yang tepat, dana zakat dapat diarahkan untuk membantu kebutuhan dasar sekaligus mendukung pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Pada akhirnya, zakat bukan berarti mampu menyelesaikan seluruh persoalan kenaikan harga. Namun, zakat dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan dan membuka kesempatan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih kuat. Ketika harga kebutuhan terus bergerak, kepedulian juga perlu terus bergerak. Zakat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kepedulian tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL21/09/2026 | Elsa - Magang
Menguatkan NTT melalui Kepedulian: Semangat Kemanusiaan BAZNAS untuk Sesama
Menguatkan NTT melalui Kepedulian: Semangat Kemanusiaan BAZNAS untuk Sesama
Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai perbedaan, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi nilai yang penting untuk dijaga. Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu bentuk nyata semangat kemanusiaan dan gotong royong. Dalam ajaran Islam, membantu sesama merupakan bagian dari nilai kebaikan yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan. Kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang sejalan dengan peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam situasi kebencanaan. Melalui berbagai program kemanusiaan, BAZNAS hadir sebagai salah satu lembaga yang mendorong penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Kehadiran bantuan bukan hanya memberikan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri. Dari kepedulian yang diberikan, tumbuh harapan baru untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan. Bencana memang dapat meninggalkan berbagai tantangan bagi masyarakat. Namun, di tengah kondisi tersebut, semangat gotong royong mampu menjadi kekuatan yang menyatukan banyak pihak. Kepedulian dari masyarakat, relawan, lembaga kemanusiaan, hingga para muzaki dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu proses pemulihan. Zakat juga memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kewajiban dalam Islam. Di dalamnya terdapat nilai solidaritas sosial, keadilan, dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Ketika dikelola dan disalurkan dengan baik, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. Peristiwa bencana di NTT menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Meskipun berada di wilayah yang berbeda, setiap orang tetap dapat mengambil bagian dalam membantu sesama melalui berbagai bentuk kebaikan. Mulai dari menyalurkan zakat, infak, dan sedekah hingga menyebarkan informasi positif serta mengajak orang lain untuk ikut peduli. Semangat kemanusiaan yang diwujudkan melalui kepedulian bersama menjadi bukti bahwa kebaikan dapat menghadirkan kekuatan. Ketika banyak tangan saling membantu, beban yang berat dapat terasa lebih ringan. Ketika kepedulian terus tumbuh, harapan pun dapat kembali hadir. Menguatkan NTT bukan hanya tentang memberikan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga tentang menjaga semangat kemanusiaan dan solidaritas agar terus hidup. Melalui peran BAZNAS serta dukungan masyarakat, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan mereka yang ingin berbagi dengan saudara-saudara yang sedang membutuhkan. Pada akhirnya, setiap kebaikan yang diberikan memiliki arti. Dari satu kepedulian, tumbuh harapan. Dari satu bantuan, muncul kekuatan. Dan dari semangat berbagi, kita belajar bahwa sesama manusia selalu memiliki alasan untuk saling menguatkan.
ARTIKEL19/09/2026 | Ifa - Magang
KETIKA LAYANAN KESEHATAN BERJALAN BERSAMA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
KETIKA LAYANAN KESEHATAN BERJALAN BERSAMA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui bantuan sosial. Akses terhadap kesehatan, kesempatan untuk berkembang, dan dukungan terhadap kemandirian ekonomi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Semangat tersebut diwujudkan BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Bengkel Sehat Mandiri, sebuah program yang menggabungkan layanan kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat. Program ini diresmikan BAZNAS Kota Surabaya melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya sebagai salah satu upaya memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bukan Sekadar Layanan Kesehatan Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Ketika seseorang memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Bengkel Sehat Mandiri hadir sebagai salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan. Program ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, menariknya, konsep Bengkel Sehat Mandiri tidak berhenti pada aspek kesehatan. Di dalam program tersebut juga terdapat unsur pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah unit usaha. BAZNAS Kota Surabaya memberikan dukungan berupa peralatan untuk unit usaha batik, sablon, jahit, dan memasak. Kesehatan dan Pemberdayaan dalam Satu Program Kesehatan dan ekonomi merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan untuk menjalankan aktivitas dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Sebaliknya, kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan memiliki kegiatan produktif juga dapat membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan kehidupannya. Karena itu, pendekatan pemberdayaan menjadi penting dalam pelaksanaan program sosial. Melalui unit usaha yang tersedia di Bengkel Sehat Mandiri, masyarakat tidak hanya mendapatkan dukungan dalam aspek kesehatan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan dan kegiatan produktif. Konsep seperti ini menunjukkan bahwa bantuan dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang untuk membangun kemandirian. Dari Zakat Menjadi Manfaat yang Lebih Luas Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui lembaga seperti BAZNAS Kota Surabaya, dana yang dihimpun dapat disalurkan melalui berbagai program sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya diwujudkan dalam program yang menyentuh bidang kesehatan sekaligus pemberdayaan. Bengkel Sehat Mandiri menjadi salah satu contoh bagaimana program sosial dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat, sementara dukungan terhadap unit usaha menjadi bagian dari pemberdayaan. Dengan demikian, manfaat yang dihadirkan tidak hanya berbentuk bantuan langsung, tetapi juga dapat mendukung masyarakat untuk terus berkembang. Memberdayakan Masyarakat, Menguatkan Kemandirian Pemberdayaan masyarakat pada dasarnya bukan sekadar memberikan fasilitas. Lebih dari itu, pemberdayaan bertujuan membuka kesempatan agar masyarakat dapat menggunakan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Dukungan terhadap usaha batik, sablon, jahit, dan memasak di Bengkel Sehat Mandiri menjadi salah satu bentuk upaya tersebut. Peralatan yang diberikan BAZNAS Kota Surabaya dapat menjadi sarana pendukung bagi kegiatan produktif masyarakat. Ketika keterampilan dan kesempatan bertemu dengan dukungan yang tepat, masyarakat memiliki peluang untuk menciptakan aktivitas yang lebih produktif. Inilah salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan dampak lebih panjang: membantu masyarakat bukan hanya untuk melewati kesulitan, tetapi juga memberikan ruang untuk tumbuh dan mandiri. BAZNAS Kota Surabaya Terus Hadir untuk Masyarakat Program Bengkel Sehat Mandiri merupakan salah satu wujud komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat melalui program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, program sosial dapat dikembangkan agar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi. BAZNAS Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga menyampaikan rencana untuk memperluas cakupan program agar semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat tidak dibangun hanya melalui satu bentuk bantuan. Dibutuhkan kepedulian, kolaborasi, layanan, serta pemberdayaan yang berjalan secara berkelanjutan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas dari kesehatan, pemberdayaan, hingga terciptanya masyarakat yang semakin mandiri.
ARTIKEL18/09/2026 | Nadya - Magang
KETIKA KEPEDULIAN HARUS BENAR-BENAR SAMPAI KEPADA MASYARAKAT
KETIKA KEPEDULIAN HARUS BENAR-BENAR SAMPAI KEPADA MASYARAKAT
Pembahasan mengenai penyaluran bantuan kepada masyarakat kembali menjadi perhatian publik. Di Kota Surabaya, pemerintah terus melakukan pembaharuan data sosial ekonomi untuk memastikan bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Hingga September 2026, tercatat ribuan pengaduan terkait ketidaksesuaian data penerima bantuan yang kemudian ditindaklanjuti melalui proses verifikasi di lapangan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penyaluran bantuan bukan hanya mengenai seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi juga seberapa tepat bantuan tersebut diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Ketepatan Sasaran Menjadi Bagian Penting dalam Penyaluran Bantuan Setiap bantuan memiliki tujuan untuk memberikan manfaat kepada penerimanya. Namun, kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu. Pendapatan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, hingga kebutuhan sehari-hari dapat mengalami perubahan. Karena itu, data penerima bantuan perlu terus diperbarui agar kondisi masyarakat dapat dipahami secara lebih akurat. Pemkot Surabaya saat ini juga mendorong proses verifikasi secara langsung bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya memperbaiki ketepatan data penerima bantuan. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap data penerima bantuan terdapat kehidupan dan kebutuhan nyata yang perlu diperhatikan. BAZNAS Kota Surabaya Menyalurkan Manfaat dan Menguatkan Kepedulian Semangat memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program BAZNAS Kota Surabaya. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS tidak hanya berperan dalam menghimpun dana, tetapi juga menyalurkan manfaatnya kepada masyarakat melalui berbagai program. Bantuan yang diberikan dapat menjadi dukungan bagi masyarakat dalam menghadapi kebutuhan yang mendesak. Di sisi lain, program pemberdayaan juga dapat diarahkan untuk membantu penerima manfaat meningkatkan kemandirian dan kualitas kehidupannya. Dengan demikian, bantuan tidak hanya dipandang sebagai pemberian sesaat, tetapi sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Tepat Sasaran Bukan Sekadar Angka Ketika berbicara mengenai bantuan, istilah tepat sasaran sering kali dikaitkan dengan data dan angka. Padahal, ketepatan sasaran memiliki makna yang lebih luas. Di balik satu data penerima bantuan terdapat kebutuhan manusia yang berbeda-beda. Ada keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar, ada yang membutuhkan akses kesehatan, ada pula yang memerlukan dukungan agar dapat mengembangkan kemampuan ekonomi. Karena itu, memahami kondisi penerima manfaat menjadi bagian penting dalam menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan. Semangat tersebut juga sejalan dengan upaya membangun kepedulian sosial di Kota Surabaya. Ketika bantuan diberikan dengan proses yang baik dan memperhatikan kondisi penerima, manfaat yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi lebih berarti. Dari Bantuan Menuju Kemandirian Bantuan dapat menjadi langkah awal untuk membantu seseorang melewati kondisi sulit. Namun, dalam jangka panjang, masyarakat juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih mandiri. Karena itu, kepedulian sosial dapat diwujudkan tidak hanya melalui bantuan langsung, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai program yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, bantuan yang tepat bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang bagaimana manfaat tersebut benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Bersama Menghadirkan Manfaat untuk Surabaya Isu mengenai ketepatan sasaran bantuan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial membutuhkan proses yang dilakukan dengan baik. Data perlu diperhatikan, kebutuhan masyarakat perlu dipahami, dan penyaluran perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Melalui semangat berbagi dan kepedulian, masyarakat Surabaya dapat bersama-sama mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan menghadirkan kebaikan yang tidak hanya diberikan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL18/09/2026 | Nadya - Magang
ZIS Bukan Sekadar Memberi, Ada Manfaat yang Terus Berjalan
ZIS Bukan Sekadar Memberi, Ada Manfaat yang Terus Berjalan
Berbagi sering kali terlihat sederhana. Kita menyisihkan sebagian rezeki, kemudian memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan. Namun, di balik pemberian tersebut ada manfaat yang bisa berjalan lebih jauh, terutama ketika zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dikelola secara terarah. ZIS bukan hanya tentang berapa banyak yang diberikan. Lebih dari itu, ZIS menjadi bagian dari kepedulian sosial yang dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dari Sebagian Rezeki Menjadi Manfaat Bagi seseorang yang menunaikan zakat atau memberikan infak dan sedekah, nominal yang dikeluarkan mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dikumpulkan dan dikelola dengan baik, dana tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Ada masyarakat yang membutuhkan dukungan pendidikan. Ada yang sedang menghadapi persoalan kesehatan. Ada pula keluarga yang membutuhkan bantuan untuk menguatkan kondisi ekonominya. Di sinilah ZIS memiliki peran sosial. Kebaikan yang berasal dari banyak orang dapat dihimpun menjadi sebuah kekuatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Zakat, Infak, dan Sedekah Memiliki Peran yang Berbeda Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan syariat, termasuk syarat terkait harta dan penerimanya. Sementara itu, infak merupakan pengeluaran harta untuk tujuan yang dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan sesuai kemampuan. Sedekah memiliki cakupan yang lebih luas. Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Meskipun memiliki ketentuan yang berbeda, ketiganya memiliki semangat yang sama, yaitu menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Ketika ZIS Tidak Berhenti pada Bantuan Manfaat ZIS tidak selalu berhenti pada pemberian untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Pengelolaan yang tepat juga dapat diarahkan untuk mendukung program yang memberikan manfaat lebih panjang. BAZNAS Kota Surabaya memiliki lima pilar program, yaitu Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, Surabaya Berdakwah, dan Surabaya Sigap. Program-program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah dan sosial keagamaan, hingga kemanusiaan. Salah satu contohnya adalah Program Nasi Jumat Berkah Bergizi. Dana ZIS yang dipercayakan masyarakat disalurkan menjadi paket makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut menunjukkan bagaimana ZIS dapat diolah menjadi manfaat yang langsung dirasakan oleh penerima. Dari Kepedulian Menjadi Kemandirian ZIS juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Bantuan yang diberikan tidak hanya bertujuan meringankan kebutuhan, tetapi dalam kondisi dan program tertentu dapat diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri. Karena itu, keberadaan lembaga pengelola zakat memiliki peran penting dalam memastikan dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan sesuai ketentuan serta kebutuhan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong pengelolaan ZIS agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, satu bentuk kepedulian dapat menjadi bagian dari manfaat yang lebih besar. Kebaikan yang Terus Berjalan ZIS mengajarkan bahwa berbagi tidak hanya tentang apa yang kita keluarkan, tetapi juga tentang apa yang dapat tumbuh setelahnya. Sebagian rezeki yang kita keluarkan hari ini dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan, membantu kesehatan, memperkuat ekonomi, atau menghadirkan bantuan ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit. Itulah mengapa ZIS bukan sekadar memberi. Ada manfaat yang terus berjalan ketika kepedulian dikelola dan disalurkan dengan baik. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari langkah untuk memperluas manfaat dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat. Karena satu kebaikan mungkin dimulai dari kita, tetapi manfaatnya bisa berjalan jauh lebih luas.
ARTIKEL18/09/2026 | Cyntia - Magang
Mengapa Hunian Layak Juga Menjadi Bagian dari Kepedulian Zakat?
Mengapa Hunian Layak Juga Menjadi Bagian dari Kepedulian Zakat?
Rumah umunya diartikan sebagai tempat untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi sebagian masyarakat, rumah juga menjadi persoalan yang tidak sederhana. Atap yang rusak, lantai yang tidak memadai, atau kondisi bangunan yang kurang aman dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman. Di sinilah bantuan untuk hunian memiliki arti yang lebih luas. Memperbaiki rumah bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membantu menciptakan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarga yang membutuhkan. Ketika Rumah Menjadi Bagian dari Kebutuhan Dasar Hunian yang layak memiliki kaitan dengan berbagai aktivitas sehari-hari. Tempat tinggal menjadi ruang bagi keluarga untuk beristirahat, belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas bersama. Karena itu, masalah rumah tidak selalu berhenti pada kondisi fisik bangunan. Ketika tempat tinggal berada dalam kondisi yang kurang layak, kebutuhan keluarga di dalamnya juga dapat ikut terdampak. Melalui program Bedah Rumah, BAZNAS Kota Surabaya membantu memperbaiki hunian masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, kondisi rumah dan keadaan calon penerima manfaat menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses penilaian. Zakat yang Hadir dalam Bentuk Nyata Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk sesuai dengan program yang dijalankan. Salah satunya melalui bantuan perbaikan rumah. Pada 2026, BAZNAS Surabaya telah melaksanakan sejumlah program bedah rumah di beberapa wilayah, termasuk Tegalsari, Wonokromo, Wiyung, hingga Krembangan Selatan. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih aman dan layak. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat ZIS tidak selalu hadir dalam bentuk bantuan yang langsung terlihat sebagai uang atau kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, manfaat tersebut dapat diwujudkan melalui perbaikan tempat tinggal. Lebih dari Sekadar Memperbaiki Bangunan Sebuah rumah yang lebih layak dapat memberikan ruang yang lebih nyaman bagi keluarga untuk menjalani aktivitasnya. Karena itu, program bedah rumah tidak hanya dapat dilihat dari perubahan fisik bangunan. Ada kebutuhan keluarga yang ikut diperhatikan ketika sebuah hunian diperbaiki. Keamanan, kenyamanan, dan kondisi tempat tinggal menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan. Pada akhirnya, kepedulian melalui zakat dapat hadir dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebab, rumah bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada tempat untuk beristirahat, berkumpul, dan melanjutkan kehidupan bersama keluarga.
ARTIKEL18/09/2026 | Putri - Magang
Bukan Hanya Tentang Nominal: Melihat Arti Zakat dari Sisi Penerima Manfaat
Bukan Hanya Tentang Nominal: Melihat Arti Zakat dari Sisi Penerima Manfaat
Ketika berbicara tentang zakat, kita sering melihatnya dari sisi jumlah yang dikeluarkan. Padahal, bagi penerima manfaat, arti sebuah bantuan tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya nominal. Bagi seorang pelajar, bantuan pendidikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kesehatan, bantuan dapat menjadi dukungan untuk mendapatkan layanan atau kebutuhan kesehatan. Sementara bagi penerima yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi, dukungan yang sesuai dapat membantu mereka menjalankan aktivitasnya. Setiap Kebutuhan Memiliki Arti yang Berbeda Kondisi setiap penerima manfaat tidak selalu sama. Karena itu, kebutuhan yang dihadapi juga berbeda. Bantuan yang dibutuhkan oleh seorang pelajar tentu tidak sama dengan seseorang yang sedang mengalami kendala kesehatan atau ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat zakat tidak cukup dilihat dari nominalnya saja. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut dapat menjawab kebutuhan penerimanya. Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan manfaat dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Bentuk manfaatnya pun dapat disesuaikan dengan program dan kebutuhan masyarakat yang menjadi penerima. Ketika Bantuan Membantu Seseorang Melanjutkan Langkah Sebuah bantuan mungkin terlihat sederhana dari sisi pemberi. Namun, bagi penerimanya, bantuan tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar. Dukungan pendidikan, misalnya, dapat membantu seorang siswa tetap memenuhi kebutuhan belajarnya. Bantuan kesehatan dapat meringankan kebutuhan seseorang yang sedang menghadapi masalah kesehatan. Begitu pula dengan dukungan ekonomi yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan atau mengembangkan aktivitas usahanya. Dari sini, kita dapat melihat bahwa nilai sebuah bantuan tidak hanya berada pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan oleh penerima. Melihat Zakat dari Sudut Pandang Penerima Zakat merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Melalui pengelolaan ZIS, manfaat zakat dapat hadir dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan program yang dijalankan. BAZNAS Kota Surabaya turut hadir dalam pengelolaan dan penyaluran ZIS melalui berbagai bidang program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, zakat tidak hanya dapat dipandang sebagai sejumlah harta yang dikeluarkan. Di baliknya, ada manfaat yang dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan, melanjutkan pendidikan, memperoleh dukungan kesehatan, maupun menjalankan aktivitas ekonomi. Pada akhirnya, makna zakat bukan hanya tentang berapa yang diberikan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang menerimanya.
ARTIKEL18/09/2026 | Putri - Magang
MERANCANG MASA DEPAN UMAT MELALUI PENGELOLAAN ZAKAT YANG BERDAMPAK
MERANCANG MASA DEPAN UMAT MELALUI PENGELOLAAN ZAKAT YANG BERDAMPAK
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berperan sebagai sarana pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, hingga rendahnya kesempatan kerja, zakat hadir sebagai solusi yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan semangat solidaritas dan keadilan sosial. Oleh karena itu, pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak menjadi kunci dalam merancang masa depan umat yang lebih sejahtera. Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang zakat sebatas bantuan konsumtif yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Padahal, perkembangan pengelolaan zakat modern menunjukkan bahwa dana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menciptakan perubahan jangka panjang. Ketika zakat dikelola secara tepat sasaran dan berkelanjutan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mustahik dalam jangka pendek, tetapi juga dapat membantu mereka membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup. Pengelolaan zakat yang berdampak dimulai dari proses penghimpunan yang amanah dan penyaluran yang berbasis kebutuhan masyarakat. Setiap dana yang dititipkan oleh para muzaki harus mampu diterjemahkan menjadi program-program yang memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, lembaga zakat tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial yang berupaya menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Di Kota Surabaya, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS menjadi contoh bagaimana zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas. Melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah, dana zakat tidak hanya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas hidup mustahik. Beasiswa pendidikan membantu generasi muda memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik, bantuan modal usaha membuka peluang ekonomi bagi keluarga prasejahtera, sementara program kesehatan memberikan akses layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat rentan. Pendekatan pemberdayaan menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Zakat yang disalurkan dalam bentuk pelatihan usaha, bantuan alat kerja, pendampingan UMKM, maupun program peningkatan keterampilan mampu membantu mustahik membangun sumber penghasilan yang lebih stabil. Dengan demikian, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sementara, tetapi juga sebagai investasi sosial yang mendorong perubahan status dari penerima manfaat menjadi individu yang lebih mandiri dan produktif. Di era digital saat ini, pengelolaan zakat yang berdampak juga memerlukan dukungan inovasi dan teknologi. Digitalisasi layanan zakat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan kewajibannya, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Melalui sistem pelaporan yang terbuka dan mudah diakses, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat dapat terus diperkuat. Kepercayaan inilah yang menjadi modal utama dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Masa depan umat tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi zakat yang terkumpul, tetapi juga oleh bagaimana dana tersebut dikelola untuk menghasilkan perubahan yang nyata. Ketika zakat mampu menghadirkan pendidikan yang lebih baik, membuka lapangan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial, maka zakat telah menjalankan fungsinya sebagai instrumen pembangunan umat. Pada akhirnya, merancang masa depan umat melalui pengelolaan zakat yang berdampak bukanlah tugas satu pihak semata. Dibutuhkan kolaborasi antara muzaki, lembaga pengelola zakat, pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat secara luas. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, zakat dapat menjadi kekuatan besar yang mampu menghadirkan perubahan positif serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkeadilan. Karena itu, setiap zakat yang ditunaikan sejatinya bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap perintah agama, tetapi juga investasi sosial untuk masa depan umat. Dari setiap rupiah yang disalurkan, tumbuh harapan, kesempatan, dan jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL18/09/2026 | Uswa - Magang
MENGUATKAN MODAL SOSIAL MELALUI GERAKAN ZAKAT DAN SEDEKAH
MENGUATKAN MODAL SOSIAL MELALUI GERAKAN ZAKAT DAN SEDEKAH
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks, tantangan sosial seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, individualisme, dan menurunnya kepedulian terhadap sesama menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Dalam kondisi tersebut, keberadaan modal sosial menjadi salah satu faktor penting yang mampu menjaga kohesi masyarakat, memperkuat solidaritas, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Salah satu cara efektif untuk membangun dan menguatkan modal sosial adalah melalui gerakan zakat dan sedekah. Modal sosial merupakan sumber daya yang lahir dari hubungan sosial, kepercayaan, kerja sama, dan nilai-nilai kebersamaan yang berkembang dalam masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepercayaan dan kepedulian antarwarga, semakin kuat pula kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Dalam konteks ini, zakat dan sedekah tidak hanya dipandang sebagai ibadah yang bernilai spiritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu mempererat hubungan antarmanusia. Zakat dan sedekah mengajarkan nilai kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial. Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu mereka yang membutuhkan, sesungguhnya ia sedang membangun jembatan solidaritas yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat. Melalui gerakan berbagi tersebut, tumbuh rasa saling percaya dan kesadaran bahwa kesejahteraan sosial bukan hanya tanggung jawab individu atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Di sisi lain, zakat dan sedekah juga berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial. Ketimpangan ekonomi sering kali menjadi pemicu munculnya berbagai permasalahan sosial, mulai dari rendahnya akses pendidikan hingga terbatasnya kesempatan memperoleh kehidupan yang layak. Dengan adanya distribusi zakat dan sedekah yang tepat sasaran, masyarakat yang kurang beruntung memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Bantuan pendidikan, layanan kesehatan, modal usaha, hingga bantuan kemanusiaan menjadi bentuk nyata bagaimana dana umat dapat dikonversi menjadi manfaat sosial yang luas. Keberhasilan gerakan zakat dan sedekah tidak hanya diukur dari jumlah dana yang terkumpul, tetapi juga dari sejauh mana dana tersebut mampu memperkuat jaringan sosial masyarakat. Program-program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS, misalnya, tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga mendorong terbentuknya hubungan kolaboratif antara masyarakat, lembaga sosial, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun modal sosial yang kuat dan berkelanjutan. Dalam perspektif pembangunan masyarakat, modal sosial memiliki peran yang sama pentingnya dengan modal ekonomi. Masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi cenderung lebih mudah bekerja sama, menyelesaikan masalah bersama, dan menciptakan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan. Oleh karena itu, gerakan zakat dan sedekah dapat dipandang sebagai investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif, peduli, dan berdaya. Di era digital, gerakan zakat dan sedekah juga mengalami perkembangan yang signifikan. Kemudahan akses teknologi memungkinkan masyarakat untuk berbagi kapan saja dan di mana saja. Platform digital, media sosial, dan layanan pembayaran daring telah memperluas jangkauan gerakan filantropi Islam sehingga mampu melibatkan lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda. Kondisi ini membuka peluang besar untuk memperkuat budaya berbagi dan memperluas dampak sosial yang dihasilkan oleh zakat dan sedekah. BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap amanah yang dititipkan oleh masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal. Berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah menjadi wujud nyata bagaimana zakat dan sedekah dapat diubah menjadi kekuatan sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada akhirnya, menguatkan modal sosial melalui gerakan zakat dan sedekah merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, tangguh, dan sejahtera. Ketika budaya berbagi tumbuh menjadi kebiasaan bersama, maka akan tercipta jaringan kepercayaan dan solidaritas yang mampu memperkuat persatuan di tengah berbagai perbedaan. Dari setiap zakat dan sedekah yang ditunaikan, lahir harapan baru, tumbuh semangat kebersamaan, dan terbangun fondasi masyarakat yang lebih berkeadilan untuk masa depan.
ARTIKEL18/09/2026 | Uswa - Magang
Ada Cerita Kebaikan di Balik Rezeki yang Kita Bagikan
Ada Cerita Kebaikan di Balik Rezeki yang Kita Bagikan
Pernahkah kita berpikir, ke mana perginya sebagian rezeki yang kita bagikan? Bagi kita, mungkin hanya sebagian kecil dari penghasilan yang disisihkan. Bisa berupa zakat, infak, atau sedekah yang diberikan dengan sederhana. Namun, bagi orang lain, apa yang kita bagikan bisa menjadi bantuan yang sangat berarti. Di balik setiap pemberian, selalu ada cerita kebaikan yang mungkin tidak pernah kita lihat secara langsung. Dari Rezeki yang Kita Punya, Ada Manfaat untuk Sesama Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan, menjaga kesehatan, atau mempertahankan usaha kecil yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian dari orang lain dapat menjadi salah satu bentuk dukungan. Karena itu, berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Ada nilai kepedulian yang ikut tumbuh ketika kita bersedia menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki. Tidak harus selalu dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk berbagi dan dilakukan sesuai kemampuan. Zakat, Infak, dan Sedekah yang Menjadi Manfaat Zakat, infak, dan sedekah atau ZIS dapat menjadi bentuk nyata kepedulian sosial. Ketika dana tersebut dikelola dan disalurkan dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, titipan ZIS masyarakat dapat dikelola untuk mendukung berbagai kebutuhan sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, hingga bantuan kemanusiaan. Dengan begitu, rezeki yang awalnya berada di tangan satu orang dapat bergerak menjadi manfaat bagi lebih banyak orang. Ada Cerita yang Mungkin Tidak Kita Ketahui Ketika seseorang memberikan zakat atau bersedekah, mungkin ia tidak mengetahui siapa yang nantinya menerima manfaat dari pemberian tersebut. Bisa jadi, ada seorang anak yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikannya. Ada keluarga yang mendapat dukungan ketika menghadapi kesulitan. Atau ada masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk kembali berdaya melalui bantuan usaha. Cerita-cerita tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus kita lihat untuk bisa merasakan maknanya. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, Kebaikan Terus Berjalan Setiap rezeki yang kita bagikan memiliki potensi untuk memberikan manfaat lebih jauh. Karena itu, membiasakan diri menunaikan zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam perjalanan kebaikan tersebut. Sebab, satu titipan mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dikelola bersama, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Pada akhirnya, kita mungkin tidak tahu seluruh cerita yang lahir dari rezeki yang kita bagikan. Namun, kita bisa memilih untuk menjadi bagian dari awal cerita itu. Karena di balik rezeki yang kita bagikan, selalu ada kebaikan yang sedang menemukan jalannya.
ARTIKEL17/09/2026 | Cyntia - Magang
Ubah Zakat Jadi Beasiswa, BAZNAS Surabaya Komitmen Cetak Generasi Unggul dan Berakhlak
Ubah Zakat Jadi Beasiswa, BAZNAS Surabaya Komitmen Cetak Generasi Unggul dan Berakhlak
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Namun, bagi sebagian keluarga kurang mampu di Kota Surabaya, memenuhi kebutuhan biaya sekolah anak-anak masih menjadi tantangan yang cukup berat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata melalui berbagai program bantuan dan beasiswa pendidikan bagi para pelajar dari keluarga penerima manfaat (mustahik). Zakat untuk Pendidikan, Investasi Cetak Generasi Unggul Bantuan pendidikan bukan sekadar meringankan beban finansial orang tua, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Dana ZIS yang dihimpun oleh BAZNAS Surabaya disalurkan secara terukur dalam bentuk penyediaan perlengkapan sekolah, bantuan pelunasan biaya pendidikan, hingga beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi anak di Surabaya yang terpaksa berhenti belajar akibat keterbatasan ekonomi. Sinergi Membangun Akses Pendidikan yang Inklusif Upaya menciptakan kesetaraan akses pendidikan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, serta berbagai komunitas lokal untuk memastikan penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran. Melalui kolaborasi yang kuat, pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh anak-anak yang membutuhkan. Dari Kepedulian Menjadi Senyum Pendidikan Kepedulian masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah menjadi energi utama di balik keberlanjutan berbagai program kemanusiaan dan pendidikan. BAZNAS Surabaya terus menerapkan prinsip pengelolaan dana yang transparan, amanah, dan akuntabel sehingga setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzaki dapat memberikan kemanfaatan yang maksimal dan berkelanjutan. Bersama Wujudkan Generasi Menerus yang Cerdas dan Berakhlak Masa depan dan pendidikan anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Warga Kota Surabaya diajak untuk terus mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Melalui semangat “Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik”, BAZNAS Surabaya siap menjadi jembatan kebaikan dalam mengantarkan anak-anak bangsa meraih cita-cita dan menatap masa depan yang lebih cerah.
ARTIKEL17/09/2026 | Anin - Magang
BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Ringankan Beban Korban Bencana melalui ZIS
BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Ringankan Beban Korban Bencana melalui ZIS
Berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia terus menggugah rasa kemanusiaan dan kepedulian masyarakat. Di tengah situasi darurat yang dialami para warga terdampak, semangat kepedulian dan gotong royong menjadi pilar utama dalam mempercepat proses penanganan serta pemulihan pascabencana. Sebagai lembaga yang amanah dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong penguatan solidaritas masyarakat untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah di Tanah Air. BAZNAS Surabaya aktif menggalang kepedulian dan mengonsolidasikan bantuan kemanusiaan demi memastikan penyaluran dana ZIS dapat menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan. Upaya ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Surabaya dalam menghadirkan kemanfaatan zakat secara responsif dan tepat sasaran di tengah situasi tanggap darurat. Zakat dan Sedekah, Wujud Sinergi Kemanusiaan di Masa Sulit Bencana alam tidak hanya merusak sarana dan prasarana fisik, tetapi juga melemahkan kondisi sosial serta ekonomi warga yang terdampak. Para penyintas membutuhkan dukungan mendesak mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok, tempat bernaung sementara, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan kondisi psikologis dan ekonomi secara bertahap. Dalam situasi darurat ini, dana zakat, infak, dan sedekah memegang peranan krusial sebagai instrumen kepedulian sosial yang dapat disalurkan secara cepat. Melalui pengelolaan yang terencana di BAZNAS Surabaya, donasi yang dihimpun dialokasikan untuk program kebencanaan, bantuan logistik, serta aksi kemanusiaan di lokasi bencana. Langkah ini membuktikan bahwa batas geografis tidak menghalangi semangat warga Surabaya untuk mengulurkan tangan bagi saudara se-Bangsa yang membutuhkan. Sinergi dan Kolaborasi untuk Bantuan Responsif Penanganan dampak bencana berskala nasional memerlukan kolaborasi yang solid dari berbagai pihak. Penyaluran bantuan logistik dan penyiapan armada aksi kemanusiaan melibatkan kerja sama erat antara BAZNAS Kota Surabaya, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga filantropi dan komunitas relawan. Sinergi yang kuat antar-lembaga memastikan bahwa pendistribusian bantuan berjalan lancar, amanah, dan terkoordinasi dengan baik hingga ke titik-titik lokasi pengungsian. Semakin erat jaringan kerja sama yang dibangun, semakin optimal pula bantuan yang dapat diberikan kepada para penyintas bencana. Bagi BAZNAS Surabaya, kolaborasi ini adalah bagian penting dari komitmen dalam menjaga kepercayaan muzaki sekaligus mengoptimalkan dampak positif dana ZIS. Dari Empati Menjadi Tindakan Nyata Rasa empati terhadap duka yang dialami warga terdampak bencana perlu diwujudkan melalui aksi yang berdampak. Masyarakat dapat mengambil bagian dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap proses penghimpunan hingga penyaluran bantuan kemanusiaan. Setiap kontribusi yang dititipkan oleh masyarakat menjadi energi dan harapan baru bagi para penyintas untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Bersama Menghadirkan Senyum bagi Saudara Sebangsa Ujian bencana yang melanda berbagai pelosok Nusantara adalah panggilan bagi kita semua untuk saling menguatkan. Warga Kota Surabaya dapat mengekspresikan solidaritasnya melalui penyaluran ZIS untuk mendukung berbagai program tanggap bencana dan pemulihan pascabencana. Mengusung semangat “Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik”, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar kepedulian dan menghadirkan kemanfaatan nyata. Sebab, setiap kepedulian dan bantuan yang disalurkan hari ini merupakan langkah berarti dalam menyalakan kembali harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji bencana
ARTIKEL17/09/2026 | Anin - Magang
Mengenal Bulan-Bulan Islam: Menghargai Waktu dan Memperbanyak Kebaikan
Mengenal Bulan-Bulan Islam: Menghargai Waktu dan Memperbanyak Kebaikan
Kalender Islam atau kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam. Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran Matahari sebagai dasar, kalender Hijriah menggunakan siklus peredaran Bulan sebagai dasar penanggalannya. Dalam kalender Hijriah terdapat dua belas bulan, yaitu Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Setiap bulan memiliki tempat dalam perjalanan waktu umat Islam dan dapat menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Dua Belas Bulan dalam Kalender Hijriah Dua belas bulan dalam kalender Islam memiliki nama dan sejarah penamaan yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Arab sebelum dan pada masa awal Islam. Beberapa bulan memiliki kedudukan khusus dalam syariat. Empat di antaranya merupakan bulan haram, yaitu Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah. Sementara itu, Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh dengan ibadah dan menjadi waktu diwajibkannya puasa bagi umat Islam. Syawal menjadi bulan setelah Ramadan dan dikenal dengan momentum Idulfitri, sedangkan Zulhijah berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji dan Iduladha. Pergantian Bulan sebagai Pengingat Waktu Pergantian bulan dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan tanggal. Bagi umat Islam, perjalanan waktu dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri. Setiap bulan yang telah berlalu mengingatkan kita bahwa waktu tidak dapat kembali. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, memperbaiki ibadah, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Tidak perlu menunggu datangnya bulan tertentu untuk melakukan kebaikan. Setiap hari selalu memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Memperbanyak Amal Saleh Dalam menjalani setiap bulan Hijriah, umat Islam dapat memperbanyak amal saleh yang memang dianjurkan secara umum. Beberapa di antaranya adalah menjaga salat, membaca dan mempelajari Al-Qur'an, memperbanyak doa dan zikir, menjaga silaturahmi, membantu orang yang membutuhkan, serta memperbanyak sedekah. Kebaikan juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Membantu tetangga, berbagi makanan, menyisihkan sebagian rezeki untuk orang yang membutuhkan, dan memberikan manfaat kepada lingkungan merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan kapan saja. Mengubah Pergantian Bulan Menjadi Momentum Perbaikan Setiap awal bulan dapat menjadi waktu yang tepat untuk membuat target kebaikan. Target tersebut tidak harus besar. Misalnya, meningkatkan kedisiplinan dalam salat, menambah bacaan Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, atau mengurangi kebiasaan yang kurang baik. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi. Perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Bagi umat Islam, perjalanan dari satu bulan ke bulan berikutnya juga menjadi pengingat bahwa kehidupan terus berjalan. Karena itu, setiap waktu yang dimiliki sebaiknya diisi dengan amal yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Menjadikan Waktu sebagai Amanah Dua belas bulan dalam kalender Hijriah mengajarkan pentingnya menghargai waktu. Setiap bulan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial. Mari manfaatkan setiap pergantian bulan sebagai pengingat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perbanyak amal saleh, jaga hubungan dengan sesama, dan jangan ragu untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Karena waktu terus berjalan, dan setiap hari adalah kesempatan baru untuk menanam kebaikan.
ARTIKEL17/09/2026 | Aliya - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →