WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Saat Saudara Kita Tertimpa Bencana, Mari Ulurkan Tangan
Saat Saudara Kita Tertimpa Bencana, Mari Ulurkan Tangan
Bencana bisa datang kapan saja. Kepedulian kita dibutuhkan sekarang. Indonesia kembali menghadapi berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di berbagai daerah masih menghadapi dampak bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta bencana lain yang mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pada periode 6–7 September 2026, kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi sejumlah kejadian bencana. Di Jawa Tengah, misalnya, karhutla terjadi di beberapa wilayah seperti Klaten, Sragen, dan Banyumas. Pada saat yang sama, proses penanganan dampak gempa besar di Flores, Nusa Tenggara Timur, juga masih dilakukan. Di tengah situasi tersebut, saudara-saudara kita tidak hanya membutuhkan pertolongan saat bencana terjadi. Mereka juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar, memulihkan tempat tinggal, mendapatkan makanan dan air bersih, serta perlahan kembali menjalani kehidupan. Dari Kita, Untuk Mereka Ketika bencana terjadi, mungkin kita tidak berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Kita mungkin juga tidak memiliki kemampuan untuk turun langsung membawa bantuan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita bisa membantu melalui donasi. Satu donasi yang kita berikan mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dikumpulkan bersama kepedulian banyak orang, donasi tersebut dapat menjadi bantuan yang berarti bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Bantuan yang kita sisihkan dapat menjadi makanan bagi keluarga yang terdampak, air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan, perlengkapan untuk pengungsian, maupun dukungan dalam proses pemulihan pascabencana. Kepedulian Adalah Bentuk Kebaikan Dalam kondisi normal, kita mungkin dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mudah. Tetapi bagi saudara kita yang terdampak bencana, mendapatkan makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal yang layak, bahkan sekadar rasa aman dapat menjadi sebuah perjuangan. Karena itu, mari kita hadir untuk mereka. Tidak harus menunggu memiliki banyak. Tidak harus menunggu menjadi kaya. Kebaikan dapat dimulai dari apa yang kita miliki dan dari apa yang mampu kita sisihkan hari ini. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat turut mengambil bagian dalam membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Mari bersama-sama menghadirkan kepedulian dan membantu meringankan beban mereka yang sedang menghadapi ujian bencana. Mari Berdonasi untuk Korban Bencana Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka. Mari sisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Salurkan donasi terbaik Anda melalui BAZNAS. Karena di saat mereka kehilangan banyak hal,jangan biarkan mereka merasa kehilangan harapan. Hari ini kita membantu mereka.Esok, semoga kebaikan itu kembali kepada kita dalam bentuk yang lebih baik. BAZNAS — Bersama Menolong, Bersama Menguatkan, Bersama Menebarkan Kebaikan.
ARTIKEL08/09/2026 | Anin - Magang
Mengubah Zakat Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat
Mengubah Zakat Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat
Menggerakkan Roda Ekonomi Warga dari Pelosok Kampong Surabaya Bulan September menjadi momentum krusial bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat kelas bawah. Di tengah dinamika ekonomi perkotaan, BAZNAS Surabaya tidak lagi memosisikan zakat sebatas bantuan karitatif yang habis dalam sekali konsumsi, melainkan sebagai stimulan produktif yang mampu mengubah peta kesejahteraan keluarga prasejahtera. Langkah ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk terus melahirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan riil warga di lapangan, khususnya para pelaku usaha mikro yang kerap terkendala akses permodalan formal. Zakat Produktif: Dari Bantuan Konsumtif Menuju Kemandirian Usaha Melalui pilar Surabaya Makmur, BAZNAS Surabaya secara konsisten mengidentifikasi potensi usaha mikro di berbagai kecamatan. Penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kini diwujudkan dalam bentuk peralatan kerja, modal usaha, serta pendampingan berbasis komunitas. Beberapa prioritas intervensi program di bulan September meliputi: Bantuan Sarana Usaha (Z-Auto & Z-Wet) : Penyediaan rombong, peralatan dagang, dan perlengkapan teknis bagi pedagang kaki lima dan penyedia jasa kecil. Pendampingan Kewirausahaan Syariah: Pelatihan kelayakan usaha, manajemen keuangan sederhana, hingga sertifikasi halal bagi UMKM binaan. Penguatan Modal Tanpa Riba: Memberikan akses permodalan bergulir untuk membebaskan pelaku usaha mikro dari jeratan jeratan pinjaman ilegal maupun tengkulak. Dengan pendekatan ini, penerima manfaat (mustahik) tidak hanya dibantu untuk bertahan hidup, tetapi didorong secara sistematis agar kelak mampu mandiri dan naik kelas menjadi pembayar zakat (muzakki). Transparansi dan Sinergi Bersama Pemerintah Kota Surabaya Keberhasilan program zakat produktif tidak lepas dari sinergi erat antara BAZNAS Kota Surabaya dengan Pemerintah Kota Surabaya serta jajaran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai instansi. Integrasi data kemiskinan berbasis wilayah memastikan bahwa setiap rupiah dana ZIS yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak terukur. Transparansi penyaluran serta pelaporan periodik menjadi kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Surabaya. Saatnya Bergandeng Tangan Menguatkan Ekonomi Umat Gebrakan di bulan September ini menjadi pengingat bahwa zakat memiliki daya ubah yang sangat besar jika dikelola secara profesional dan terencana. Kontribusi 2,5% dari penghasilan kita bukan sekadar kewajiban agama, melainkan investasi sosial yang sanggup menghidupkan kembali warung-warung kecil di sudut kota dan memberikan senyum baru bagi keluarga yang membutuhkan. Mari terus alirkan keberkahan harta Anda bersama BAZNAS Kota Surabaya. Bersama-sama, kita wujudkan Surabaya yang mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
ARTIKEL08/09/2026 | Leli - Magang
Satu Lembaga, Banyak Cerita: Melihat BAZNAS dari Sisi yang Berbeda
Satu Lembaga, Banyak Cerita: Melihat BAZNAS dari Sisi yang Berbeda
Ketika mendengar nama BAZNAS, hal pertama yang mungkin terlintas adalah tempat untuk membayar zakat. Padahal, BAZNAS memiliki cerita yang jauh lebih luas daripada sekadar menerima dan menyalurkan dana zakat. Di balik lembaga tersebut, ada berbagai proses yang membuat zakat dapat dikelola dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ada cerita tentang orang yang menunaikan zakat, ada cerita tentang mereka yang menerima manfaat, dan ada pula cerita tentang berbagai program yang berusaha menjawab kebutuhan masyarakat. Semua cerita tersebut bertemu dalam satu lembaga yang memiliki peran dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah. Karena itu, melihat BAZNAS hanya dari satu sisi membuat banyak bagian dari perjalanan tersebut tidak terlihat. “Aku Bukan Hanya Tempat Membayar Zakat” BAZNAS memang menjadi salah satu tempat masyarakat menunaikan zakat. Namun, setelah zakat diberikan, ada proses panjang yang berlangsung di belakangnya. Dana yang terkumpul perlu dikelola dengan amanah agar dapat disalurkan kepada penerima yang berhak dan sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut membuat BAZNAS tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembayaran zakat. Ada pengelolaan, pendataan, penyaluran, hingga berbagai bentuk program yang menjadi bagian dari perjalanan dana tersebut. Setiap tahapan memiliki peran agar zakat tidak berhenti sebagai transaksi, tetapi dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. “Di Balikku Ada Banyak Tangan yang Bekerja” Sebuah lembaga tidak berjalan hanya karena satu pihak. Di dalam perjalanan BAZNAS terdapat muzaki yang menunaikan zakat, amil yang mengelola dana, serta mustahik yang menerima manfaat. Masing-masing memiliki cerita dan peran yang berbeda, tetapi saling terhubung dalam satu rangkaian kebaikan. Ada pula orang-orang yang bekerja untuk memastikan program dapat berjalan dan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Mungkin pekerjaan tersebut tidak selalu terlihat oleh masyarakat, tetapi menjadi bagian penting dari proses pengelolaan zakat. Dari sinilah terlihat bahwa di balik sebuah lembaga, terdapat banyak orang yang ikut menggerakkan manfaat. “Setiap Dana Membawa Cerita yang Berbeda” Dana yang dikelola BAZNAS tidak selalu berakhir dalam bentuk bantuan yang sama. Setiap kebutuhan masyarakat dapat berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, maupun dukungan untuk meningkatkan kondisi ekonominya. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat setiap penyaluran memiliki cerita tersendiri. Bantuan yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang dapat memiliki arti besar bagi penerimanya. Karena itu, angka dalam laporan pengelolaan dana sebenarnya memiliki cerita manusia yang berada di baliknya. “Aku Juga Hadir untuk Membuka Kesempatan” Peran BAZNAS tidak hanya dapat dilihat dari bantuan yang diberikan ketika seseorang mengalami kesulitan. Ada pula upaya yang bertujuan membantu masyarakat agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih mandiri. Dukungan dalam bidang ekonomi, pendidikan, atau keterampilan misalnya, dapat menjadi bagian dari proses tersebut. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Namun, ketika seseorang mulai memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, bantuan tersebut dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih panjang. “Tidak Semua Ceritaku Terlihat dari Angka” Laporan dan angka tentu menjadi bagian penting dalam melihat pengelolaan zakat. Namun, angka belum tentu mampu menggambarkan seluruh perubahan yang terjadi pada penerima manfaat. Di balik jumlah dana yang disalurkan, terdapat keluarga yang terbantu, anak yang dapat melanjutkan pendidikan, atau seseorang yang kembali memiliki kesempatan untuk berusaha. Karena itu, BAZNAS juga dapat dilihat dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan manusia. Bukan hanya berapa dana yang terkumpul atau berapa banyak yang disalurkan, tetapi bagaimana dana tersebut memberikan arti bagi orang yang menerimanya. “Satu Lembaga, Banyak Cerita” Pada akhirnya, BAZNAS bukan hanya tentang satu aktivitas dan bukan pula hanya tentang satu kelompok orang. Ada muzaki yang berbagi, amil yang mengelola, program yang dijalankan, serta mustahik yang menerima manfaat. Semua bagian tersebut membentuk cerita yang berbeda, tetapi berada dalam satu perjalanan yang sama. Melihat BAZNAS dari sisi yang berbeda berarti melihat lebih jauh dari sekadar tempat membayar zakat. Di dalamnya ada amanah, pengelolaan, kepedulian, pemberdayaan, dan cerita kehidupan masyarakat. Satu lembaga mungkin hanya memiliki satu nama, tetapi di baliknya ada banyak cerita yang terus berjalan.
ARTIKEL07/09/2026 | Elsa - Magang
Zakat Bisa Habis dalam Sehari, atau Mengubah Hidup Bertahun-tahun?
Zakat Bisa Habis dalam Sehari, atau Mengubah Hidup Bertahun-tahun?
Zakat terkadang terlihat sederhana ketika sampai di tangan penerima. Bantuan untuk memenuhi kebutuhan makan, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, atau keperluan sehari-hari mungkin saja selesai digunakan dalam waktu singkat. Dari luar, zakat bisa terlihat seperti bantuan yang datang, digunakan, lalu selesai. Namun, benarkah ceritanya berhenti sampai di sana?. Di balik sesuatu yang mungkin habis dalam sehari, zakat dapat meninggalkan dampak yang jauh lebih panjang. Ketika digunakan untuk mendukung pendidikan, membantu modal usaha, atau memenuhi kebutuhan penting seseorang yang sedang kesulitan, manfaatnya dapat terus berjalan. Zakat bukan hanya tentang apa yang diterima hari ini, tetapi juga tentang kesempatan yang mungkin terbuka untuk hari esok. “Mungkin Aku Habis Hari Ini” Ada kalanya zakat memang digunakan untuk kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Makanan untuk keluarga, biaya pengobatan, kebutuhan sekolah, atau kebutuhan rumah tangga menjadi hal yang harus dipenuhi segera. Dalam kondisi seperti itu, zakat yang diterima mungkin benar-benar habis dalam sehari atau beberapa hari. Namun, bukan berarti manfaatnya menjadi kecil. Ketika seseorang tidak lagi harus memikirkan bagaimana mendapatkan makanan untuk hari itu, ia memiliki ruang untuk memikirkan kebutuhan lainnya. Ketika biaya pendidikan terbantu, seorang anak dapat tetap bersekolah. Hal-hal yang terlihat sederhana tersebut dapat menjadi bentuk pertolongan yang sangat penting bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan. “Tetapi Ceritaku Tidak Harus Berakhir Hari Ini” Zakat juga dapat menjadi awal dari perubahan yang membutuhkan waktu lebih panjang. Bantuan yang diberikan tidak selalu hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi dapat diarahkan agar penerima memiliki kesempatan untuk berkembang. Misalnya melalui dukungan usaha, keterampilan, pendidikan, atau program pemberdayaan yang membantu seseorang membangun kemampuan. Di sinilah perbedaan antara bantuan yang hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini dengan bantuan yang membuka peluang untuk hari esok. Zakat dapat menjadi jembatan dari kondisi sulit menuju keadaan yang lebih baik. Prosesnya tentu tidak instan, tetapi setiap dukungan yang tepat dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang seseorang untuk menjadi lebih mandiri. “Aku Bisa Menjadi Modal untuk Bangkit” Bagi seseorang yang memiliki kemampuan bekerja tetapi terkendala modal, bantuan zakat dapat memiliki arti yang berbeda. Bantuan yang digunakan untuk mendukung usaha kecil, misalnya, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pada saat menerima zakat. Jika dikelola dengan baik, bantuan tersebut dapat menghasilkan pendapatan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga di kemudian hari. Perubahan seperti ini memang tidak selalu terlihat langsung. Ada proses belajar, mencoba, mengalami kegagalan, kemudian kembali berusaha. Karena itu, nilai zakat tidak hanya dapat dilihat dari nominal yang diberikan, tetapi juga dari kesempatan yang tercipta setelah bantuan tersebut diterima. “Aku Bisa Menjadi Jalan untuk Pendidikan” Zakat yang digunakan untuk pendidikan juga memiliki cerita yang panjang. Biaya sekolah, perlengkapan belajar, atau dukungan pendidikan mungkin terlihat sebagai kebutuhan yang harus diselesaikan saat itu. Namun, pendidikan tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Ada proses belajar yang berlangsung selama bertahun-tahun dan dapat memengaruhi masa depan penerimanya. Sebuah bantuan pendidikan hari ini mungkin baru menunjukkan hasilnya beberapa tahun kemudian. Dari seorang anak yang dapat terus bersekolah, bisa tumbuh seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan lebih besar untuk membangun kehidupannya. Dengan begitu, zakat yang manfaat awalnya terlihat sederhana dapat memiliki dampak yang jauh lebih panjang. “Aku Tidak Selalu Mengubah Hidup dalam Sekejap” Perubahan melalui zakat tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar dan langsung terlihat. Terkadang, perubahan dimulai dari hal kecil: seseorang kembali memiliki semangat, seorang anak dapat melanjutkan sekolah, sebuah keluarga dapat melewati masa sulit, atau seorang penerima mulai berani mencoba usaha kembali. Semua itu membutuhkan proses. Zakat mungkin tidak langsung mengubah kehidupan seseorang dalam satu hari, tetapi dapat memberikan kesempatan untuk memulai perubahan. Dari satu kesempatan dapat muncul usaha, dari usaha dapat muncul penghasilan, dan dari penghasilan dapat tumbuh kemandirian. Di situlah dampak zakat dapat berlangsung jauh lebih lama daripada waktu ketika bantuan pertama kali diberikan. “Jadi, Aku Habis atau Aku Bertahan?” Mungkin jawabannya bukan tentang apakah zakat habis atau tidak. Sebab, sebagian zakat memang ditujukan untuk kebutuhan yang harus diselesaikan segera. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah zakat tersebut diterima. Apakah bantuan itu hanya berhenti sebagai pemenuhan kebutuhan sesaat, atau menjadi bagian dari perjalanan seseorang menuju kehidupan yang lebih baik?. Pada akhirnya, zakat dapat memiliki dua wajah sekaligus. Ia bisa habis dalam sehari ketika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, tetapi dampaknya dapat bertahan bertahun-tahun ketika menjadi jalan menuju pendidikan, kesehatan, usaha, dan kemandirian. Karena itu, perjalanan zakat tidak selalu dapat diukur dari seberapa lama uangnya bertahan, tetapi dari seberapa panjang manfaat yang berhasil ditinggalkannya.
ARTIKEL07/09/2026 | Elsa - Magang
Dari Zakat untuk Kehidupan: Menguatkan Harapan Bersama BAZNAS
Dari Zakat untuk Kehidupan: Menguatkan Harapan Bersama BAZNAS
Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian. Di balik setiap zakat yang ditunaikan, terdapat harapan yang dapat tumbuh dan kehidupan yang dapat menjadi lebih baik. Ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk bangkit dan berkembang. Dalam kehidupan sosial, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dan melanjutkan kehidupan dengan lebih layak. Kehadiran kepedulian dari sesama menjadi salah satu hal yang dapat menguatkan mereka untuk terus melangkah. Di sinilah zakat memiliki peran yang begitu penting. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, BAZNAS hadir untuk menjembatani kebaikan para muzaki dengan kebutuhan para mustahik. Zakat yang ditunaikan oleh masyarakat tidak berhenti sebagai bentuk ibadah personal, tetapi terus bergerak menjadi manfaat yang dapat dirasakan oleh banyak orang. Zakat yang Menghadirkan Harapan Bagi sebagian orang, zakat mungkin hanya dipahami sebagai kewajiban yang harus ditunaikan. Namun, bagi mereka yang menerima manfaatnya, zakat dapat memiliki arti yang jauh lebih besar. Zakat dapat menjadi bantuan ketika kebutuhan hidup sedang meningkat, menjadi dukungan ketika seseorang membutuhkan kesempatan untuk berkembang, hingga menjadi penguat ketika keadaan terasa tidak mudah. Setiap bantuan yang diberikan memiliki cerita di baliknya. Ada keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan, dan ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan potensi serta meningkatkan kemandirian. Karena itu, zakat bukan hanya tentang perpindahan harta dari satu pihak kepada pihak lain. Zakat adalah tentang hadirnya kepedulian dan tumbuhnya harapan. Dari apa yang diberikan oleh seorang muzaki, dapat lahir peluang baru bagi kehidupan orang lain. BAZNAS Menjembatani Kebaikan untuk Sesama Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran penting dalam memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kebaikan yang berasal dari banyak orang dihimpun dan disalurkan kembali untuk membantu mereka yang membutuhkan. Melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kemanusiaan, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas. Pendekatan ini menjadi penting karena setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Bantuan yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan. Ketika masyarakat diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh pendidikan, atau membangun usaha, maka harapan untuk memiliki kehidupan yang lebih mandiri pun semakin terbuka. Dari Bantuan Menuju Kemandirian Harapan terbesar dari sebuah kebaikan adalah ketika manfaatnya dapat terus berkembang. Oleh karena itu, pemberdayaan menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui program-program pemberdayaan, zakat dapat menjadi salah satu modal sosial untuk membantu mustahik mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan yang diberikan dapat menjadi awal untuk membangun keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang ekonomi. Perubahan mungkin tidak selalu terjadi dalam waktu singkat. Namun, ketika seseorang mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk berkembang, langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat membawa perubahan yang lebih besar di masa depan. Dari sinilah zakat menunjukkan maknanya sebagai instrumen yang tidak hanya membantu, tetapi juga menguatkan. Bersama Menguatkan Harapan Kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ketika banyak orang memiliki semangat untuk peduli dan mengambil bagian, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi lebih luas. Zakat menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan. Harta yang ditunaikan tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga membawa harapan bagi kehidupan orang lain. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan kebaikan yang lebih luas. Dari zakat yang ditunaikan, lahir bantuan. Dari bantuan, tumbuh harapan. Dan dari harapan, muncul semangat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang memberi. Zakat adalah tentang saling menguatkan. Ketika kepedulian bertemu dengan pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, kebaikan dapat terus bergerak dan menjangkau lebih banyak kehidupan. Dari zakat untuk kehidupan, dari kepedulian untuk harapan. Bersama BAZNAS, mari terus menguatkan sesama dan menebar manfaat bagi kehidupan yang lebih baik.
ARTIKEL07/09/2026 | Aliya - Magang
Menebar Manfaat, Menguatkan Masyarakat: Kiprah BAZNAS untuk Indonesia
Menebar Manfaat, Menguatkan Masyarakat: Kiprah BAZNAS untuk Indonesia
Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan oleh umat Islam. Lebih dari itu, zakat merupakan salah satu instrumen penting yang memiliki kekuatan besar dalam membantu masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana zakat dapat berubah menjadi berbagai manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Di sinilah peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi penting. Sebagai lembaga yang menjalankan pengelolaan zakat, BAZNAS terus berupaya menghubungkan kebaikan para muzaki dengan kebutuhan para mustahik. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan bukan hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga dapat menjadi harapan dan peluang bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Dari Kepedulian Menjadi Manfaat Nyata Kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membantu masyarakat yang membutuhkan agar mereka tidak hanya menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mustahik untuk mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, pendidikan, layanan kesehatan, hingga peluang untuk mengembangkan kemandirian. Dengan demikian, zakat memiliki makna yang lebih luas. Zakat tidak hanya berbicara tentang memberi, tetapi juga tentang membangun. Ketika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong perubahan sosial yang lebih positif. Menguatkan Masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat yang kuat tidak hanya dibangun melalui bantuan, tetapi juga melalui kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pemberdayaan menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. BAZNAS berupaya menghadirkan berbagai program yang mendorong masyarakat untuk menjadi lebih mandiri. Dukungan terhadap pendidikan, pengembangan keterampilan, usaha produktif, serta berbagai bentuk pemberdayaan lainnya menjadi bagian dari upaya untuk membantu mustahik meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan usaha, bantuan yang diterima dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Dari yang sebelumnya membutuhkan bantuan, seseorang memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bahkan mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Inilah salah satu nilai penting dari pemberdayaan. Kebaikan yang diberikan tidak berhenti pada satu orang, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. Kolaborasi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Mewujudkan masyarakat yang sejahtera tentu bukanlah tugas satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. BAZNAS hadir sebagai salah satu wadah yang menghubungkan semangat berbagi masyarakat dengan mereka yang membutuhkan dukungan. Ketika masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah, kebaikan tersebut menjadi bagian dari sebuah gerakan bersama. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat memiliki arti besar ketika dikumpulkan dan dikelola untuk memberikan manfaat kepada lebih banyak orang. Semangat kolaborasi inilah yang menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kepedulian sosial. Kebaikan tidak harus selalu dimulai dari hal besar. Dari satu zakat yang ditunaikan, satu bantuan yang diberikan, atau satu kepedulian yang diwujudkan, perubahan dapat terus tumbuh. Bersama Menebar Manfaat untuk Sesama Pada akhirnya, keberadaan BAZNAS tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan dana zakat. Lebih dari itu, BAZNAS menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan kepedulian sosial dan memperluas manfaat bagi masyarakat. Zakat mengajarkan bahwa harta yang dimiliki tidak hanya memiliki nilai pribadi, tetapi juga terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan. Ketika hak tersebut disalurkan dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak pihak. Menebar manfaat berarti menghadirkan harapan. Menguatkan masyarakat berarti memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkembang. Melalui semangat zakat, infak, sedekah, dan pemberdayaan, kebaikan dapat terus bergerak dari satu orang kepada orang lainnya. Karena setiap kebaikan yang ditunaikan hari ini dapat menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera. Bersama BAZNAS, mari menjadikan kepedulian bukan hanya sebagai niat, tetapi sebagai aksi nyata yang terus menebar manfaat untuk sesama.
ARTIKEL07/09/2026 | Aliya - Magang
Zakat Penghasilan di Awal Bulan: Bagian dari Perencanaan Keuangan
Zakat Penghasilan di Awal Bulan: Bagian dari Perencanaan Keuangan
Awal bulan menjadi waktu bagi banyak orang untuk kembali mengatur penghasilan. Setelah menerima gaji, berbagai kebutuhan mulai diperhitungkan, seperti kebutuhan sehari-hari, pembayaran tagihan, tabungan, hingga kebutuhan lainnya. Di tengah aktivitas tersebut, kewajiban zakat juga perlu menjadi perhatian bagi seorang Muslim yang penghasilannya telah memenuhi ketentuan zakat. Menjadikan zakat penghasilan sebagai bagian dari perencanaan keuangan dapat membantu seseorang lebih teratur dalam menunaikan kewajibannya. Zakat dapat diperhitungkan bersamaan dengan kebutuhan keuangan lainnya sehingga tidak terlupakan ketika penghasilan telah diterima. Mengenal Zakat Penghasilan BAZNAS menjelaskan bahwa zakat penghasilan atau zakat pendapatan merupakan bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Penghasilan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, upah, jasa, maupun pendapatan dari pekerjaan lainnya yang halal. Untuk tahun 2026, BAZNAS menetapkan nisab zakat pendapatan dan jasa sebesar 85 gram emas, setara dengan Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan apabila ditunaikan setiap bulan. Kadar zakat penghasilan yang ditetapkan adalah 2,5 persen. Ketentuan tersebut tercantum dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026. Mengapa Zakat Perlu Diperhitungkan Saat Mengatur Keuangan? Perencanaan keuangan pada dasarnya berkaitan dengan bagaimana seseorang mengatur penghasilan untuk berbagai kebutuhan. Bagi seorang Muslim, kewajiban zakat juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan apabila penghasilan telah mencapai nisab. Menyisihkan zakat ketika menerima penghasilan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memastikan kewajiban tersebut tidak terlewat. Dengan mengetahui jumlah penghasilan dan nisab yang berlaku, seseorang dapat memperhitungkan zakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kebiasaan tersebut juga membuat pengelolaan penghasilan menjadi lebih terencana. Setelah menerima gaji, seseorang dapat mengetahui terlebih dahulu kewajiban zakat yang perlu ditunaikan sebelum mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan lainnya. Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan BAZNAS menetapkan kadar zakat penghasilan sebesar 2,5 persen. Apabila penghasilan seseorang telah mencapai nisab, zakat dapat dihitung berdasarkan jumlah penghasilan tersebut. Sebagai contoh, seseorang memiliki penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan. Jumlah tersebut telah melebihi nisab bulanan tahun 2026 sebesar Rp7.640.144. Perhitungannya: 2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000 Dengan demikian, berdasarkan contoh tersebut, zakat penghasilan yang ditunaikan setiap bulan adalah Rp250.000. BAZNAS juga menjelaskan bahwa apabila penghasilan dalam satu bulan belum mencapai nisab, penghasilan selama satu tahun dapat dikumpulkan atau dihitung untuk kemudian ditunaikan zakatnya apabila telah memenuhi nisab sesuai ketentuan. Gunakan Kalkulator Zakat untuk Membantu Perhitungan Bagi masyarakat yang masih ragu dalam menghitung kewajiban zakat, BAZNAS menyediakan Kalkulator Zakat. Layanan tersebut dapat digunakan untuk membantu menghitung zakat berdasarkan jenis harta atau penghasilan yang dimiliki. Pada kalkulator zakat penghasilan, pengguna dapat memasukkan jumlah gaji dan penghasilan lainnya untuk mengetahui jumlah zakat yang perlu ditunaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Penggunaan kalkulator zakat juga dapat membantu masyarakat memeriksa kembali perhitungan sebelum menunaikan zakat. Namun, data yang dimasukkan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi penghasilan masing-masing. Zakat Penghasilan sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Sosial Zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban individu yang menunaikannya. Dana zakat yang dihimpun melalui lembaga amil zakat dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerima sesuai ketentuan. Karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga resmi menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakatnya melalui pengelolaan yang terorganisasi. BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat memiliki peran dalam menghimpun dan menyalurkan zakat kepada mustahik melalui berbagai program. Bagi masyarakat Surabaya, kesadaran untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengoptimalkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Awal Bulan, Saatnya Mengatur Penghasilan dengan Bijak Menerima gaji di awal bulan dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali pengelolaan keuangan. Selain memenuhi kebutuhan dan merencanakan pengeluaran, seorang Muslim juga perlu memperhatikan kewajiban zakat apabila penghasilannya telah memenuhi nisab. Menjadikan zakat penghasilan sebagai bagian dari perencanaan keuangan dapat dimulai dengan langkah sederhana: mengetahui jumlah penghasilan, memeriksa nisab yang berlaku, menghitung zakat sesuai ketentuan, kemudian menunaikannya melalui lembaga zakat yang terpercaya. Dengan pengelolaan yang terencana, kewajiban zakat dapat ditunaikan secara lebih tertib. Dari penghasilan yang diterima setiap bulan, terdapat kewajiban yang perlu diperhatikan sekaligus kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi mereka yang berhak menerima. Sudahkah zakat penghasilan menjadi bagian dari perencanaan keuangan Anda di awal bulan?
ARTIKEL07/09/2026 | Sabrina - Magang
Mengapa Keterbukaan Informasi Penting dalam Pengelolaan Dana ZIS?
Mengapa Keterbukaan Informasi Penting dalam Pengelolaan Dana ZIS?
Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan dana yang berasal dari masyarakat dan dititipkan untuk dikelola serta disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena berkaitan dengan amanah masyarakat, pengelolaannya membutuhkan tata kelola yang baik, termasuk keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban. Bagi masyarakat yang menunaikan ZIS melalui lembaga pengelola zakat, informasi mengenai bagaimana dana dikelola menjadi hal yang penting. Keterbukaan informasi dapat membantu masyarakat mengetahui bahwa pengelolaan dana dilakukan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi sebagai Bagian dari Tata Kelola Zakat Dalam pengelolaan zakat, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar persoalan administratif. BAZNAS RI menegaskan bahwa pengelolaan ZIS dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Transparansi dapat dipahami sebagai keterbukaan lembaga dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pengelolaan dana. Sementara itu, akuntabilitas berkaitan dengan adanya pertanggungjawaban atas proses pengelolaan tersebut. Keduanya memiliki hubungan yang erat. Informasi yang terbuka memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui pengelolaan dana, sedangkan akuntabilitas memastikan bahwa pengelolaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Mengapa Muzaki Perlu Mengetahui Pengelolaan Dana ZIS? Ketika seseorang menunaikan zakat melalui lembaga, terdapat amanah yang dipercayakan kepada lembaga tersebut. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan dana yang dihimpun. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat memahami berbagai aspek pengelolaan, mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dan pendayagunaan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keterbukaan juga dapat menjadi sarana komunikasi antara lembaga pengelola zakat dengan masyarakat. Dengan informasi yang tersedia secara jelas, masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa dana telah dihimpun, tetapi juga dapat memahami bagaimana lembaga menjalankan tugas pengelolaan zakat. Laporan Keuangan sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Salah satu bentuk keterbukaan dalam pengelolaan dana ZIS adalah penyediaan laporan keuangan. BAZNAS RI secara rutin menyusun laporan pengelolaan zakat sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas pengelolaan zakat secara nasional. Laporan tersebut juga menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya juga menyediakan halaman khusus laporan keuangan yang memuat laporan keuangan tahun 2021 hingga 2025. Ketersediaan informasi tersebut memberikan akses bagi masyarakat untuk melihat laporan yang dipublikasikan oleh lembaga. Dengan adanya laporan yang dapat diakses, masyarakat memiliki sumber informasi yang lebih jelas mengenai pengelolaan keuangan lembaga dibandingkan hanya mengandalkan informasi dari pihak lain. Transparansi Bukan Hanya tentang Angka Keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana ZIS tidak hanya berkaitan dengan angka dalam laporan keuangan. Informasi mengenai kegiatan, program, serta penyaluran dana juga menjadi bagian dari komunikasi lembaga kepada masyarakat. Namun, informasi tersebut perlu disampaikan secara jelas dan mudah dipahami. Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat menjawab pertanyaan dasar: dana dihimpun dari mana, dikelola untuk apa, dan bagaimana proses penyalurannya kepada penerima yang berhak. Dengan penyampaian informasi yang baik, masyarakat dapat memahami proses pengelolaan ZIS secara lebih utuh. Pengawasan dan Audit dalam Pengelolaan ZIS Transparansi juga berjalan bersama dengan mekanisme pengawasan. BAZNAS RI menjelaskan bahwa pengelolaannya berada dalam sistem pengawasan berlapis, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait. BAZNAS RI juga menyampaikan bahwa laporan keuangannya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen sebagai bagian dari upaya menjaga validitas dan kredibilitas laporan keuangan yang disampaikan kepada publik. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi, tetapi juga didukung oleh mekanisme pemeriksaan dan pengawasan. Membangun Kepercayaan melalui Informasi yang Terbuka Kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pengelolaan zakat. Ketika lembaga mampu menyediakan informasi yang jelas mengenai pengelolaan dana dan mempertanggungjawabkannya melalui mekanisme yang sesuai, masyarakat memiliki dasar informasi yang lebih baik untuk memahami kinerja lembaga. Bagi BAZNAS Kota Surabaya, keterbukaan informasi menjadi bagian dari komunikasi dengan masyarakat. Publikasi laporan keuangan dan informasi mengenai kegiatan pengelolaan ZIS dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana amanah dana umat dikelola. Pada akhirnya, transparansi bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang memastikan masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang relevan dan dapat dipahami. Menjadi Muzaki yang Peduli terhadap Pengelolaan ZIS Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pihak yang menunaikan zakat, infak, atau sedekah. Masyarakat juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan ZIS dengan meningkatkan literasi dan kepedulian terhadap tata kelola dana umat. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah mencari informasi dari sumber resmi mengenai lembaga pengelola zakat, memahami laporan yang dipublikasikan, serta mengetahui bagaimana dana ZIS dikelola dan disalurkan. Dengan demikian, keterbukaan informasi dapat menjadi jembatan antara lembaga pengelola zakat dan masyarakat. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel membantu menghadirkan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Karena dana ZIS adalah amanah masyarakat, keterbukaan dalam pengelolaannya merupakan bagian penting dari upaya menjaga amanah tersebut.
ARTIKEL07/09/2026 | Sabrina - Magang
ZAKAT HARI INI, HARAPAN UNTUK ESOK: MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG LEBIH BERDAYA
ZAKAT HARI INI, HARAPAN UNTUK ESOK: MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG LEBIH BERDAYA
Investasi Sosial demi Masa Depan Umat Dalam ajaran Islam, zakat tidak hanya dipandang sebagai instrumen pembersih harta atau pemenuhan kewajiban ibadah semata, melainkan juga sebagai investasi sosial jangka panjang. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan hari ini memiliki potensi besar untuk mengubah peta kehidupan sosial ekonomi masyarakat di masa depan. Ketika zakat dikelola dan disalurkan secara terencana, dampaknya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, melainkan menciptakan rantai kebaikan yang terus mengalir. Zakat hari ini adalah pondasi utama untuk merancang masa depan umat yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya saing. Mengubah Bantuan Konsumtif Menjadi Modal Keberdayaan Salah satu kunci utama dalam membangun kehidupan yang berdaya adalah pergeseran paradigma penyaluran zakat—dari sekadar bantuan konsumtif menuju program berbasis pemberdayaan produktif. Bantuan konsumtif tetap penting untuk merespons kondisi darurat, seperti pemenuhan pangan harian atau penanganan musibah. Namun, untuk memutus rantai kemiskinan, intervensi produktif menjadi hal yang mutlak. Melalui bantuan modal usaha, penyediaan sarana dan alat kerja, serta pendampingan bisnis secara berkelanjutan bagi pelaku UMKM dari kalangan mustahik, zakat bertransformasi menjadi penggerak roda ekonomi keluarga. Keterampilan dan kemandirian finansial yang terbangun hari ini akan memberi mereka kepastian hidup dan ketahanan ekonomi di esok hari. Menyemaikan Harapan melalui Pendidikan dan Kesehatan Selain sektor ekonomi, keberdayaan masa depan juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Penyaluran zakat di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih tangguh. Melalui program beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, zakat membuka pintu kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi dan meraih cita-cita. Sementara itu, dukungan layanan kesehatan yang memadai memastikan tumbuh kembang anak-anak terbebas dari ancaman masalah gizi buruk seperti stunting. Inilah wujud nyata bagaimana zakat hari ini menjadi investasi berharga bagi generasi esok. Peran Lembaga Pengelola Zakat yang Amanah dan Professional Untuk mewujudkan visi pemberdayaan ini, peran lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS menjadi sangat vital. Melalui tata kelola yang transparan, terukur, dan berbasis data, BAZNAS memastikan setiap dana ZIS yang dihimpun dapat didistribusikan secara efisien dan tepat sasaran. Akuntabilitas pengelolaan zakat tidak hanya menumbuhkan rasa percaya (trust) dari para muzaki, tetapi juga menjamin bahwa setiap program pemberdayaan berjalan sesuai perencanaan serta memberikan dampak perubahan yang permanen bagi para penerima manfaat. Menanam Kebaikan Hari Ini untuk Memetik Kemandirian Esok Membangun kehidupan yang lebih berdaya adalah proses panjang yang membutuhkan komitmen dan konsistensi. Zakat yang kita tunaikan saat ini mungkin terasa sebagai aksi sederhana, namun bagi mereka yang menerima, zakat tersebut adalah benih harapan untuk bangkit dari kesulitan. Mari jadikan menunaikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup dan kepedulian yang berkelanjutan. Dengan menanam kebaikan zakat hari ini, kita sedang bersama-sama merajut masa depan umat yang lebih mandiri, bermartabat, dan sejahtera di esok hari.
ARTIKEL07/09/2026 | Rosita - Magang
Di Balik Zakat yang Kita Tunaikan, Ada Harapan yang Sedang Diperjuangkan
Di Balik Zakat yang Kita Tunaikan, Ada Harapan yang Sedang Diperjuangkan
Lebih dari Sekadar Kewajiban Ritual Zakat sering kali dipahami sebagai salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat (nisab dan haul). Sebagai bentuk kepatuhan ibadah, menunaikan zakat merupakan upaya membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir. Namun, jika dilihat lebih dalam, makna zakat tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban agama semata. Di balik setiap nominal zakat yang dikeluarkan oleh muzaki, terdapat helai-helai harapan yang sedang diperjuangkan oleh para mustahik. Zakat menjadi jembatan empati yang menghubungkan masyarakat yang berkecukupan dengan mereka yang sedang berjuang mengatasi keterbatasan hidup. Kisah Harapan di Setiap Golongan Mustahik Bagi seorang kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan, dana zakat yang diterima bisa berarti kepastian bahan pangan di atas meja untuk beberapa hari ke depan. Bagi seorang anak yatim atau pelajar dari keluarga kurang mampu, zakat hadir sebagai secercah harapan agar mereka dapat terus melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Begitu pula bagi para pelaku usaha mikro yang terjerat keterbatasan modal. Bantuan zakat produktif memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk membangkitkan roda perekonomian keluarga. Dengan demikian, zakat bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bahan bakar moral yang meyakinkan para mustahik bahwa mereka tidak berjuang sendirian di tengah kesulitan. Menghadirkan Solusi Berkelanjutan melalui Pengelolaan Amanah Agar harapan-harapan tersebut dapat terwujud secara optimal, pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang terstruktur, transparan, dan profesional. Lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS berperan penting dalam memetakan kebutuhan para penerima manfaat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Pengelolaan zakat modern kini berfokus pada program-program berdampak panjang. Selain bantuan darurat untuk kebutuhan pokok dan kesehatan, zakat dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta beasiswa pendidikan. Pendekatan ini bertujuan mengubah peran mustahik agar di masa depan mereka dapat mandiri dan bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Menumbuhkan Kebiasaan Berbagi dan Empati Sosial Menunaikan zakat mengajarkan manusia untuk melihat melebihi batas kepentingan pribadi. Saat seseorang menyisihkan bagian dari rezekinya untuk orang lain, ia sedang melatih kepekaan sosial dan memperkuat solidaritas antarsesama. Budaya saling menopang ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika zakat ditunaikan secara rutin dan kolektif, potensi dana yang terhimpun mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial secara bertahap. Menjaga Harapan Tetap Menyala Rezeki yang kita miliki hari ini pada hakikatnya mengandung titipan hak bagi mereka yang membutuhkan. Menunaikan zakat dengan penuh keikhlasan adalah langkah nyata untuk menjaga harapan para mustahik agar tetap menyala. Mari jadikan zakat sebagai bagian dari komitmen kebaikan yang berkelanjutan. Melalui zakat yang ditunaikan secara tepat dan terarah, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga turut serta memperjuangkan masa depan dan kesejahteraan sesama.
ARTIKEL07/09/2026 | Rosita - Magang
Tidak Semua Mustahik Membutuhkan Bantuan yang Sama, Mengapa?
Tidak Semua Mustahik Membutuhkan Bantuan yang Sama, Mengapa?
Ketika mendengar kata bantuan, hal pertama yang mungkin terlintas adalah memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan. Namun, dalam praktiknya, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Begitu juga dengan mustahik, yaitu orang yang berhak menerima zakat. Ada mustahik yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, ada yang membutuhkan biaya pendidikan, pengobatan, atau dukungan untuk menjalankan usaha. Perbedaan kondisi tersebut membuat bentuk bantuan yang diberikan tidak bisa selalu disamakan. Setiap Mustahik Memiliki Kondisi yang Berbeda Kondisi ekonomi seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, ada orang tua yang membutuhkan biaya sekolah untuk anaknya, dan ada pula pelaku usaha kecil yang memiliki usaha tetapi terkendala modal. Jika semua kondisi tersebut diberikan bantuan dengan bentuk yang sama, belum tentu bantuan tersebut dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Karena itu, mengetahui kondisi penerima menjadi bagian penting sebelum menentukan bantuan yang akan diberikan. Dengan begitu, bantuan yang disalurkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan mustahik. Bantuan Tidak Selalu Berupa Uang Bantuan untuk mustahik tidak selalu harus dalam bentuk uang tunai. Bentuk bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak, bantuan dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, bagi mustahik yang memiliki usaha, dukungan berupa sarana atau modal usaha dapat menjadi pilihan untuk membantu mengembangkan usahanya. Begitu pula dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Bantuan yang diberikan dapat diarahkan pada kebutuhan yang sedang dihadapi sehingga penerima tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan manfaat yang sesuai dengan kondisinya. Mengapa Bantuan Harus Tepat Sasaran? Penyaluran zakat memiliki tujuan agar dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh sebab itu, ketepatan dalam menentukan penerima dan bentuk bantuan menjadi hal yang penting. Bantuan yang tepat dapat membantu penerima menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi. Bahkan, untuk bantuan yang bersifat produktif, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka yang lebih panjang. Contohnya, seorang mustahik yang memiliki usaha kecil mungkin tidak hanya membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika diberikan dukungan yang sesuai untuk usahanya, bantuan tersebut dapat menjadi tambahan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan. Dari Bantuan Menjadi Langkah untuk Mandiri Bantuan merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat. Namun, dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat menjadi awal dari proses menuju kemandirian. Mustahik yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha, misalnya, memiliki kesempatan untuk meningkatkan penghasilannya. Dengan penghasilan yang lebih baik, kebutuhan keluarga dapat dipenuhi secara bertahap tanpa selalu bergantung pada bantuan. Tentu proses tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Setiap orang memiliki kemampuan dan kondisi yang berbeda. Karena itu, pemberdayaan membutuhkan proses dan dukungan yang sesuai. Zakat yang Memberikan Manfaat Sesuai Kebutuhan Pada akhirnya, penyaluran zakat bukan hanya tentang memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bantuan tersebut sesuai dengan kondisi penerima. Satu jenis bantuan mungkin sangat bermanfaat bagi seseorang, tetapi belum tentu menjadi solusi bagi orang lain. Inilah alasan mengapa kebutuhan mustahik perlu diperhatikan dalam proses penyaluran dan pemberdayaan. Dengan bantuan yang tepat, zakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi mustahik untuk meningkatkan kualitas hidup dan perlahan mencapai kemandirian.
ARTIKEL04/09/2026 | Putri - Magang
Pay Later vs Zakat: Mengelola Literasi Keuangan Syariah untuk Gen Z
Pay Later vs Zakat: Mengelola Literasi Keuangan Syariah untuk Gen Z
Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah lanskap gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat modern, terutama bagi Generasi Z. Salah satu fitur yang sangat populer dan gampang diakses adalah layanan Pay Later. Kemudahan bertransaksi dengan skema 'beli sekarang, bayar nanti' memberikan kenyamanan instan, namun di sisi lain menyimpan potensi risiko finansial jika tidak dikelola dengan bijak. Di tengah gempuran tren konsumtif ini, pemahaman mengenai literasi keuangan syariah—khususnya kesadaran berzakat—menjadi fondasi mendasar yang sangat penting. Memahami titik temu serta perbedaan mendasar antara jeratan hutang konsumtif dan kewajiban zakat dapat membantu Gen Z dalam membangun ekosistem keuangan yang stabil, sehat, dan penuh keberkahan. Layanan Pay Later menawarkan akses cepat tanpa proses rumit, menjadikannya pilihan favorit bagi generasi muda untuk memenuhi kebutuhan maupun gaya hidup (lifestyle). Mulai dari belanja produk fesyen, gadget, kuliner, hingga tiket liburan, semua bisa diselesaikan hanya dengan beberapa klik. Namun, kemudahan ini kerap menjebak Gen Z dalam perilaku impulsif dan kewajiban hutang yang menumpuk. Tanpa perencanaan anggaran yang matang, cicilan Pay Later dapat menggerus pendapatan bulanan dan memicu risiko gagal bayar. Hal ini menunjukkan pentingnya kontrol diri dan pemahaman bahwa finansial yang sehat bukan sekadar kemampuan bertransaksi, melainkan kemampuan mengelola risiko serta prioritas. Mengapa Literasi Keuangan Syariah Sangat Penting? Literasi keuangan syariah mengajarkan prinsip-prinsip pengelolaan harta yang seimbang, transparan, dan terhindar dari unsur riba maupun spekulasi berlebihan. Dalam konsep Islam, harta yang dimiliki bukan hanya untuk memuaskan keinginan saat ini, melainkan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Dengan memahami literasi syariah, Gen Z diajak untuk membedakan secara tegas antara kebutuhan mendasar (haajat) dan keinginan sekadar mengikuti tren (syahawat). Keuangan yang dikelola secara syariah memprioritaskan pelunasan kewajiban, penataan tabungan darurat, investasi halal, serta penyisihan porsi untuk berbagi kepada sesama. Zakat sebagai Instrumen Penyeimbang Keuangan Di saat Pay Later berfokus pada pemenuhan konsumsi pribadi berbasis hutang, zakat hadir sebagai instrumen spiritual dan ekonomi yang menyucikan harta serta memperkuat solidaritas sosial. Zakat mengingatkan setiap individu bahwa di dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Menjadikan zakat sebagai prioritas utama dalam alokasi keuangan bulanan memberikan dampak positif bagi psikologi finansial Gen Z. Kebiasaan mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah melatih rasa syukur, mencegah sifat konsumtif berlebihan, serta memberikan keberkahan pada penghasilan yang diperoleh. Dengan menghitung nisab dan haul secara cermat, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga melatih kedisiplinan dalam mencatat dan mengevaluasi aset atau pendapatan pribadi secara berkala. Peran Lembaga Amil Zakat dalam Edukasi Generasi Muda Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga amil zakat resmi memiliki peran strategis dalam menjangkau Gen Z melalui edukasi literasi keuangan syariah yang relevan. Digitalisasi layanan zakat kini memudahkan generasi muda untuk menghitung, menunaikan, dan memantau penyaluran zakat secara transparan melalui platform digital. Melalui kemudahan teknologi ini, BAZNAS mendorong transformasi perilaku dari generasi yang cenderung konsumtif dan bergantung pada skema hutang menjadi generasi yang gemar berbagi dan berinvestasi sosial. Keterlibatan aktif generasi muda dalam gerakan zakat akan memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Membangun Finansial Sehat dan Berkah untuk Masa Depan Mengelola keuangan di era digital membutuhkan kearifan dan literasi yang memadai. Menggunakan teknologi keuangan seperti Pay Later tidak sepenuhnya dilarang selama digunakan secara bijak untuk kebutuhan mendesak dan berada dalam batas kemampuan bayar tanpa melanggar prinsip syariah. Namun, menjadikan zakat dan perencanaan keuangan syariah sebagai pilar utama adalah kunci utama mencapai kebebasan finansial yang sejati. Keseimbangan antara memenuhi kebutuhan pribadi dan menunaikan kewajiban sosial akan menciptakan ketenangan hidup serta masa depan finansial yang lebih tertata. Mari jadikan literasi keuangan syariah sebagai gaya hidup baru Gen Z. Kelola pemandangan finansial dengan cerdas, batasi hutang konsumtif, dan utamakan zakat demi menghadirkan keberkahan bagi diri sendiri serta sesama.
ARTIKEL04/09/2026 | Cici - Magang
Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki: Potret Pemberdayaan UMKM berbasis Dana Zakat
Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki: Potret Pemberdayaan UMKM berbasis Dana Zakat
Pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan masyarakat. Dalam konteks ekonomi Islam, zakat memiliki peran strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang produktif. Melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BAZNAS berupaya mengoptimalkan potensi dana zakat untuk mendampingi serta memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan. Pendekatan ini bertujuan menciptakan kemandirian berkelanjutan sehingga para penerima manfaat (mustahik) secara bertahap mampu bertransformasi menjadi pembayar zakat (muzakki). Pengelolaan dana zakat secara produktif memberikan peluang bagi masyarakat rentan untuk mengembangkan usaha dan menciptakan sumber pendapatan yang stabil. Dengan pendampingan yang tepat, zakat dapat menjadi modal sosial dan ekonomi yang berdampak jangka panjang. Zakat dan Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Umat Kemiskinan sering kali membawa dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain keterbatasan finansial, para pelaku usaha mikro kerap menghadapi hambatan dalam mengakses modal, pelatihan, dan pasar yang memadai. Dalam kondisi seperti ini, dukungan produktif dari instrumen zakat menjadi sangat berarti. Pemberdayaan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memberikan modal usaha, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan bisnis yang berkelanjutan. Semangat kemandirian menjadi bagian penting dari nilai pemberdayaan zakat. Dengan saling mendukung, masyarakat dapat memperkuat roda perekonomian lokal dan menghadirkan kemandirian finansial bagi mereka yang membutuhkan. Pendampingan UMKM sebagai Bentuk Transformasi Mustahik Pemberdayaan UMKM berbasis zakat merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap kemandirian sesama. Bantuan yang diberikan secara terstruktur dan produktif dapat membantu meningkatkan skala usaha masyarakat yang berada dalam kondisi sulit. Dalam kehidupan sosial-ekonomi, kebiasaan saling mendukung dapat memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat. Ketika lembaga dan masyarakat bersama-sama memberikan dukungan modal serta keahlian, bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat yang jauh lebih luas dan berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan semangat zakat produktif yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki peran transformatif dalam mengangkat derajat ekonomi penerima manfaat. Program pemberdayaan menjadi salah satu tindakan nyata yang mendukung masyarakat dalam mencapai kemandirian jangka panjang. Peran BAZNAS dalam Menggerakkan Ekonomi Produktif BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghimpun, mengelola, dan mendayagunakan dana zakat masyarakat. Melalui program pemberdayaan UMKM, BAZNAS mendorong terciptanya ekosistem usaha yang kondusif bagi para mustahik agar mampu berkembang secara mandiri. Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam gerakan pemberdayaan ini. Bukan hanya lembaga penyalur, tetapi seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Dengan adanya sinergi dan partisipasi masyarakat, semangat kemandirian ekonomi dapat terus tumbuh. Setiap kontribusi dan kepercayaan yang diberikan muzakki menjadi bagian dari upaya bersama untuk mentransformasi kehidupan para mustahik. Setiap Dukungan Memiliki Dampak Berkelanjutan Mendukung pemberdayaan ekonomi umat tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Setiap bentuk keikutsertaan dan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat memiliki potensi besar untuk mengubah kehidupan seseorang. Dana zakat yang dikelola secara produktif dapat menjadi modal kerja, alat produksi, atau pelatihan keahlian bagi para pelaku UMKM. Nilai sebuah bantuan produktif bukan hanya dilihat dari nominalnya, melainkan dari keberlanjutan manfaat yang dihasilkannya. Oleh karena itu, program pemberdayaan UMKM berbasis zakat menjadi kesempatan nyata bagi masyarakat luas untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan memperkuat struktur ekonomi nasional. Bersama Wujudkan Kemandirian Umat melalui Zakat Kemandirian ekonomi umat merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi para pelaku usaha mikro, dukungan melalui penguatan modal dan pendampingan berbasis zakat diharapkan dapat menjadi penguat serta memberikan harapan baru. BAZNAS mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna mendukung keberlanjutan program pemberdayaan UMKM bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Pada akhirnya, pemberdayaan tidak hanya mengubah kondisi finansial, tetapi juga menumbuhkan martabat dan optimisme. Satu langkah nyata yang dilakukan secara bergotong royong dapat memberikan arti besar bagi terwujudnya perubahan dari mustahik menjadi muzakki. Mari bersama BAZNAS, hadirkan kemandirian untuk UMKM. Setiap zakat yang ditunaikan adalah benih kebaikan yang dapat bertumbuh menjadi harapan dan kesejahteraan bagi sesama.
ARTIKEL04/09/2026 | Cici - Magang
Mengikis Budaya FOMO Konsumtif Melalui Kebiasaan Berbagi ZIS di Era Sosial Media
Mengikis Budaya FOMO Konsumtif Melalui Kebiasaan Berbagi ZIS di Era Sosial Media
Perkembangan media sosial yang masif telah membawa perubahan besar dalam pola perilaku dan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda. Paparan konten gaya hidup, tren belanja viral, hingga barang-barang mewah di platform digital sering kali memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Perasaan takut tertinggal tren ini mendorong seseorang untuk melakukan pembelian secara impulsif dan berlebihan demi mendapatkan pengakuan sosial. Budaya konsumtif yang dipicu oleh FOMO tidak hanya mengancam kesehatan finansial, tetapi juga berpotensi mengikis rasa kepedulian sosial. Di tengah gempuran tren serba instan dan pamer keberhasilan di media sosial, diperlukan sarana penyeimbang yang mampu mengembalikan kesadaran akan pentingnya rasa syukur, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama. Salah satu instrumen paling efektif dalam ajaran Islam adalah melalui kebiasaan berbagi ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). Ancaman FOMO Konsumtif di Era Media Sosial Media sosial bekerja dengan menampilkan gambaran kehidupan ideal dan tren terbaru secara terus-menerus. Algoritma yang personal memudahkan iklan dan rekomendasi produk hadir tepat di layar pengguna. Bagi masyarakat yang terpengaruh FOMO, hal ini menciptakan dorongan psikologis untuk selalu membeli produk viral, menghadiri acara populer, atau mengadopsi standar hidup tertentu tanpa memedulikan prioritas keuangan. Dampak negatif dari FOMO konsumtif sangat terasa pada kestabilan keuangan pribadi. Banyak individu terjebak dalam masalah pengeluaran melebihi kemampuan pendapatan, ketergantungan pada fasilitas hutang, hingga minimnya alokasi tabungan masa depan. Lebih dari itu, fokus berlebih pada pencapaian materi pribadi sering kali mengabaikan kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan. ZIS sebagai Pengendali Diri dan Pembersih Harta Ibadah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran spiritual dan sosial yang sangat mendalam sebagai penawar budaya konsumtif. Dalam perspektif Islam, harta yang dimiliki merupakan amanah dan ujian. ZIS mengajarkan setiap Muslim bahwa kebahagiaan finansial yang sejati tidak diukur dari seberapa banyak barang yang dibeli atau dipamerkan, melainkan dari sejauh mana harta tersebut memberi manfaat bagi sesama. Mengalokasikan sebagian rezeki secara rutin untuk ZIS melatih kedisiplinan dan kontrol diri. Kebiasaan ini membantu mengikis sifat ketakutan akan kekurangan serta mengalihkan fokus dari keinginan konsumtif yang fana menuju pemenuhan nilai keberkahan yang berkelanjutan. Berbagi secara konsisten juga menyadarkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara lain yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Mengubah Dorongan Konsumtif Menjadi Gerakan Berbagi Jika dorongan FOMO di media sosial berfokus pada keinginan 'memiliki lebih banyak', maka semangat ZIS menawarkan dorongan sebaliknya, yaitu 'memberi lebih banyak'. Mengubah cara pandang ini dapat dilakukan dengan menjadikan kebiasaan berbagi sebagai tren positif baru di kalangan pengguna media sosial. Narasi di media sosial yang tadinya didominasi oleh konten pamer belanjaan dapat digeser menjadi ruang inspirasi kebaikan. Ketika generasi muda melihat keterlibatan sebaya dalam aksi sosial dan penggalangan dana, semangat untuk berbagi dapat menular dan menjadi identitas baru yang membanggakan. Peran Lembaga Amil Zakat dalam Memfasilitasi Digitalisasi ZIS Untuk menjangkau masyarakat urban dan generasi muda di era digital, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga amil zakat resmi terus bertransformasi menghadirkan kemudahan layanan ZIS berbasis digital. Melalui kanal pembayaran berbasis online, kode QRIS, aplikasi seluler, hingga platform donasi terintegrasi, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan sangat cepat dan transparan. Kemudahan bertransaksi digital ini menjadikan kegiatan berbagi sama praktisnya dengan berbelanja di e-commerce. Lembaga amil zakat juga secara berkala mempublikasikan laporan penyaluran program bantuan secara terbuka, sehingga para donatur dapat melihat dampak nyata dari ZIS yang mereka salurkan bagi pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat terdampak. Membangun Kesadaran Finansial Berkah di Masa Depan Mengikis budaya FOMO konsumtif bukanlah hal yang dapat terjadi secara instan, melainkan butuh komitmen dan kesadaran bertahap. Menggunakan media sosial untuk menikmati hiburan atau mengikuti perkembangan zaman tentu diperbolehkan, namun harus diimbangi dengan literasi keuangan yang kuat dan fondasi spiritual yang kokoh. Menjadikan ZIS sebagai komponen wajib dalam perencanaan anggaran bulanan akan menciptakan keseimbangan hidup. Dengan mendahulukan kewajiban zakat dan membiasakan sedekah, seseorang tidak hanya melindungi dirinya dari perilaku pemborosan, tetapi juga turut berkontribusi membangun jaringan pengaman sosial bagi masyarakat yang kurang mampu. Mari ubah arah fokus di media sosial dari sekadar mengejar tren konsumtif menjadi pelopor gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS, jadikan kebiasaan berbagi ZIS sebagai gaya hidup baru yang membawa kedamaian, keberkahan harta, dan kemanfaatan bagi sesama.
ARTIKEL04/09/2026 | Cici - Magang
Di Tengah Puing, Tumbuh Harapan: Peran BAZNAS dalam Pemulihan Gempa Flores
Di Tengah Puing, Tumbuh Harapan: Peran BAZNAS dalam Pemulihan Gempa Flores
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan luka dan tantangan bagi masyarakat terdampak. Kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga terganggunya aktivitas ekonomi membuat banyak keluarga harus menghadapi kondisi sulit dan memulai kembali kehidupan dari keterbatasan. Di tengah situasi tersebut, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran dalam menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana. Gempa Flores dan Dampaknya bagi Masyarakat Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT dan menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Pemerintah kemudian melakukan pendataan dan penanganan untuk mempercepat proses pemulihan warga terdampak. Dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan bangunan. Masyarakat juga harus menghadapi kebutuhan pangan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, hingga keberlanjutan pendidikan. Bagi keluarga yang kondisi ekonominya sudah terbatas, bencana dapat semakin memperbesar beban kehidupan. Karena itu, pemulihan pascagempa membutuhkan dukungan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat dalam jangka menengah dan panjang. BAZNAS Bergerak Membantu Penyintas Gempa Flores Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, BAZNAS RI merespons bencana gempa NTT dengan mengerahkan tim BAZNAS Tanggap Bencana bersama Rumah Sehat BAZNAS. Bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memberikan layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. BAZNAS mendirikan pos layanan kemanusiaan di berbagai wilayah, dengan layanan yang meliputi kesehatan, dapur umum, dapur air, serta masjid darurat. Pos-pos tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak seperti Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur. Selain bantuan kebutuhan dasar, BAZNAS juga melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui layanan kesehatan dan dukungan lainnya sesuai dengan hasil asesmen di lapangan. Pendekatan tersebut penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para penyintas. Dari Bantuan Darurat Menuju Pemulihan Dalam kondisi bencana, bantuan makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara merupakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Namun, proses pemulihan masyarakat tidak selesai ketika kondisi darurat berakhir. BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan jangka menengah. Salah satunya melalui rencana pemberian beasiswa bagi sekitar 1.000 mahasiswa asal NTT dari keluarga terdampak gempa. Program tersebut dirancang untuk membantu menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak bencana. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana perlu melihat masyarakat secara utuh. Anak-anak dan generasi muda tetap membutuhkan kesempatan untuk belajar, keluarga membutuhkan dukungan ekonomi, sementara masyarakat secara keseluruhan membutuhkan ruang untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Memulihkan Tempat Ibadah, Menguatkan Ketahanan Spiritual Bencana juga dapat berdampak pada tempat ibadah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Ketika masjid mengalami kerusakan, masyarakat tidak hanya kehilangan sebuah bangunan, tetapi juga kehilangan salah satu ruang untuk beribadah dan berkumpul. Dalam respons gempa NTT, BAZNAS RI membangun masjid darurat di sejumlah lokasi terdampak. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan ibadah dengan lebih nyaman selama proses pemulihan berlangsung. Upaya ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga kebutuhan spiritual masyarakat. Zakat, Infak, dan Sedekah Menjadi Energi Kebaikan Zakat, infak, dan sedekah merupakan bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan berdasarkan kebutuhan, dana ZIS dapat menjadi salah satu sumber dukungan dalam menghadapi kondisi darurat maupun proses pemulihan. BAZNAS berupaya memastikan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan asesmen dan kondisi masyarakat di lapangan. Dengan demikian, amanah dari muzaki dan donatur dapat diterjemahkan menjadi bantuan yang tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi penerima. Dalam konteks kebencanaan, kepedulian tersebut menjadi semakin berarti. Setiap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan pesan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi musibah seorang diri. Semangat Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya Sebagai bagian dari BAZNAS, semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan juga menjadi nilai penting yang dapat terus diperkuat di tingkat daerah, termasuk melalui BAZNAS Kota Surabaya. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong agar ZIS tidak hanya menjadi kewajiban bagi muzaki, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai bahwa zakat dapat menjadi jembatan antara mereka yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. Ketika terjadi bencana, solidaritas tersebut menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan. Dari Puing Menuju Harapan Pascagempa, mungkin masih terdapat puing-puing bangunan yang harus dibersihkan dan kehidupan yang harus kembali ditata. Namun, di tengah kondisi tersebut, selalu ada harapan yang dapat tumbuh melalui kepedulian. Respons BAZNAS dalam membantu penyintas gempa Flores menunjukkan bahwa zakat dapat hadir dalam berbagai bentuk manfaat, mulai dari makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat ibadah darurat, hingga dukungan pendidikan. Semua itu menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban dan membantu masyarakat kembali melangkah. Pemulihan memang membutuhkan waktu dan kerja bersama. Pemerintah, lembaga sosial, relawan, masyarakat, muzaki, dan berbagai pihak memiliki peran masing-masing dalam membangun kembali kehidupan masyarakat terdampak. Bagi BAZNAS Kota Surabaya, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan manfaat dan menumbuhkan harapan. Sebab, di tengah puing yang tersisa, kepedulian dapat menjadi awal untuk bangkit. Dari kepedulian tumbuh kekuatan, dari zakat hadir manfaat, dan dari kebersamaan lahirlah harapan baru bagi masyarakat. Dari puing menuju harapan, bersama BAZNAS kita kuatkan kemanusiaan.
ARTIKEL04/09/2026 | Icha - Magang
Dari Rombong Menjadi Penghasilan: Saat Bantuan Zakat Membuka Jalan untuk Mandiri
Dari Rombong Menjadi Penghasilan: Saat Bantuan Zakat Membuka Jalan untuk Mandiri
Mendapatkan bantuan tentu dapat meringankan kebutuhan sehari-hari. Namun, bagaimana jika bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi awal untuk mendapatkan penghasilan secara berkelanjutan? Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan dari pemberdayaan ekonomi melalui dana zakat. Bantuan yang diberikan kepada mustahik tidak selalu berbentuk uang tunai untuk kebutuhan konsumsi. Dalam kondisi dan kebutuhan tertentu, bantuan dapat diarahkan untuk mendukung usaha agar penerima memiliki sumber penghasilan sendiri. Salah satu bentuknya adalah bantuan sarana usaha, seperti rombong untuk berjualan. Rombong Bukan Sekadar Tempat Berjualan Bagi sebagian orang, sebuah rombong mungkin terlihat sederhana. Namun bagi pelaku usaha kecil, rombong dapat menjadi bagian penting dari aktivitas mencari nafkah. Dengan adanya sarana usaha yang lebih layak, seseorang dapat memiliki tempat untuk berjualan makanan, minuman, atau produk lainnya. Dari kegiatan tersebut, muncul peluang untuk memperoleh pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, bantuan usaha tidak seharusnya hanya dilihat dari barang yang diberikan. Yang lebih penting adalah kesempatan yang muncul setelah bantuan tersebut diterima. Dana zakat yang disalurkan untuk kegiatan produktif diharapkan dapat membantu mustahik memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya melalui usaha yang dijalankan. Dari Bantuan Menuju Kemandirian Memberikan modal atau sarana usaha memang bukan berarti persoalan ekonomi langsung selesai. Menjalankan usaha membutuhkan proses. Ada kebutuhan untuk mengatur modal, menentukan harga jual, menjaga kualitas produk, hingga mencari pelanggan. Di sinilah pemberdayaan menjadi penting. Bantuan usaha dapat menjadi langkah awal, sementara keberlanjutannya bergantung pada bagaimana usaha tersebut dikelola. Mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan usahanya. Ketika usaha mulai menghasilkan, manfaatnya pun dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Penghasilan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, maupun kebutuhan lainnya. Dengan begitu, zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses menuju kemandirian. Mengapa Bantuan Usaha Perlu Disesuaikan? Tidak semua mustahik memiliki kebutuhan dan kondisi yang sama. Ada yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar, sementara yang lain sudah memiliki kemampuan berusaha tetapi terkendala sarana atau modal. Karena itu, penyaluran bantuan perlu mempertimbangkan kondisi penerima. Bantuan yang tepat bukan hanya tentang seberapa besar nilai yang diberikan, tetapi juga tentang apakah bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat. Pada bantuan usaha, misalnya, sarana yang mendukung aktivitas berjualan dapat menjadi lebih berarti bagi seseorang yang memang telah memiliki rencana atau kemampuan untuk menjalankan usaha. Pendekatan seperti ini membuat bantuan tidak sekadar selesai pada saat diserahkan. Ada harapan agar bantuan tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam jangka yang lebih panjang. Zakat yang Menghadirkan Kesempatan Pada akhirnya, pemberdayaan ekonomi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada mereka yang membutuhkan. Ada upaya untuk membuka kesempatan agar mustahik dapat memiliki penghasilan dan perlahan membangun kehidupan yang lebih mandiri. Sebuah rombong mungkin hanya terlihat sebagai sarana berjualan. Namun di baliknya, terdapat harapan agar usaha dapat berjalan, penghasilan dapat bertambah, dan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Inilah salah satu makna penting dari zakat yang dikelola untuk pemberdayaan. Ketika bantuan mampu menjadi awal dari sebuah usaha, manfaatnya tidak hanya dirasakan pada saat bantuan diberikan, tetapi dapat terus berkembang seiring dengan usaha yang dijalankan. Melalui pengelolaan zakat yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat, zakat dapat menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas—dari bantuan, menjadi usaha; dari usaha, menjadi penghasilan; dan dari penghasilan, menuju kemandirian.
ARTIKEL04/09/2026 | Putri - Magang
Peran BAZNAS dalam Menguatkan Masyarakat Terdampak Karhutla
Peran BAZNAS dalam Menguatkan Masyarakat Terdampak Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kabut asap yang muncul akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kesehatan, hingga mata pencaharian warga. Dalam kondisi tersebut, kehadiran lembaga kemanusiaan menjadi penting untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan kembali bangkit. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS memiliki peran dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak bencana. Melalui program kebencanaan dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), bantuan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan kondisi darurat. Karhutla dan Dampaknya bagi Masyarakat Karhutla dapat memberikan dampak yang luas. Selain kerusakan lingkungan, asap dari kebakaran dapat mengurangi kualitas udara dan menghambat aktivitas masyarakat. Warga yang berada di sekitar wilayah terdampak juga dapat menghadapi berbagai kebutuhan mendesak, seperti makanan, minuman, masker, tempat yang aman, serta layanan kesehatan. Dampak tersebut semakin terasa bagi masyarakat yang aktivitas ekonominya bergantung pada kondisi lingkungan sekitar. Ketika aktivitas sehari-hari terganggu, masyarakat berpotensi mengalami penurunan pendapatan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Dukungan kemanusiaan kepada masyarakat dan petugas di lapangan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana. BAZNAS Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla Kehadiran BAZNAS dalam penanganan bencana merupakan bagian dari upaya menghadirkan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, respons kebencanaan dilakukan dengan prinsip cepat, tepat, berdaya guna, berkoordinasi, dan akuntabel. Program kebencanaan BAZNAS juga mencakup upaya pengurangan risiko bencana serta tahapan penanganan dari kondisi darurat hingga pemulihan. Pada penanganan karhutla terbaru, BAZNAS RI mengerahkan tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Dukungan yang diberikan antara lain berupa layanan dapur air, distribusi masker, makanan ringan, serta dukungan bagi petugas dan masyarakat terdampak. Sebelumnya, BAZNAS juga mendirikan layanan Dapur Air di Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk mendukung kebutuhan hidrasi dan energi para relawan serta petugas yang berada di lapangan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu berbentuk bantuan jangka panjang. Dalam situasi darurat, pemenuhan kebutuhan dasar yang cepat dan tepat juga menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Dari ZIS Menjadi Bantuan yang Tepat Sasaran Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Dalam konteks kebencanaan, dana ZIS dapat menjadi salah satu sumber dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pendistribusian yang berlaku. BAZNAS berupaya memastikan bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat dan kondisi di lapangan. Proses asesmen, koordinasi, serta pendistribusian yang terarah menjadi bagian penting agar bantuan tidak berhenti sebagai bentuk kepedulian, tetapi benar-benar memberikan manfaat. Dengan demikian, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit. Menguatkan Masyarakat, Bukan Sekadar Meringankan Beban Penanganan bencana seharusnya tidak berhenti ketika kondisi darurat berakhir. Masyarakat yang terdampak membutuhkan kesempatan untuk kembali menjalankan kehidupan secara normal. BAZNAS melalui program kebencanaan juga memiliki perhatian terhadap pengurangan risiko bencana dan pemulihan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengurangi kerentanan, serta membantu masyarakat kembali membangun kehidupannya setelah bencana. Hal ini menjadi penting karena bencana dapat menimbulkan kerentanan ekonomi baru. Ketika masyarakat kehilangan akses terhadap pekerjaan atau aktivitas ekonomi, bantuan yang diberikan perlu diarahkan agar mereka dapat kembali mandiri secara bertahap. Peran Masyarakat dalam Menghadapi Karhutla Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, petugas pemadam, relawan, lembaga sosial, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya memiliki peran masing-masing. Masyarakat juga dapat mengambil bagian dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mengikuti informasi resmi mengenai kondisi bencana, serta membantu sesama melalui saluran bantuan yang terpercaya. Bagi para muzaki dan donatur, menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi seperti BAZNAS menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas. Dari Asap Menuju Harapan Karhutla mungkin meninggalkan asap, kerusakan, dan kesulitan bagi masyarakat. Namun, di tengah kondisi tersebut, kepedulian dapat menjadi jalan menuju harapan. Kehadiran BAZNAS dalam penanganan bencana merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana ZIS dapat diubah menjadi manfaat bagi masyarakat. Bantuan berupa kebutuhan dasar, dukungan bagi relawan, layanan kemanusiaan, hingga upaya pemulihan menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat bangkit. Bagi BAZNAS Kota Surabaya, semangat kepedulian tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan zakat agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sebab, ketika zakat dikelola dan disalurkan dengan baik, setiap amanah yang ditunaikan muzaki dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dari zakat menjadi manfaat, dari kepedulian menjadi kekuatan, dan dari asap menuju harapan.
ARTIKEL04/09/2026 | Icha - Magang
Memperkuat Kemandirian UMKM Melalui Pemberdayaan Zakat Produktif
Memperkuat Kemandirian UMKM Melalui Pemberdayaan Zakat Produktif
Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif, bukan hanya pada sektor perbankan dan industri halal, melainkan juga pada instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam beberapa tahun terakhir, paradigma penyaluran zakat telah bergeser secara signifikan: dari bantuan yang bersifat karitatif (konsumtif) menuju pendekatan yang lebih berdaya guna dan berkelanjutan (produktif). Di Kota Surabaya, pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Melalui sinergi antara prinsip ekonomi syariah dan BAZNAS Kota Surabaya, pengelolaan zakat produktif hadir sebagai solusi konkrit untuk menjawab tantangan permodalan serta daya saing para pelaku usaha mikro. Memahami Konsep Zakat Produktif dalam Ekonomi Syariah Secara mendasar, zakat produktif adalah dana zakat yang disalurkan kepada para penerima manfaat (mustahik) dalam bentuk modal kerja, alat produksi, maupun pelatihan keterampilan, sehingga mereka mampu menghasilkan pendapatan yang stabil dan mandiri. Ekonomi syariah memandang harta zakat bukan sekadar sebagai instrumen redistribusi pendapatan, melainkan sebagai pendorong roda perekonomian riil. Ketika dana zakat dikelola secara produktif: Memutus Rantai Ketergantungan: Mustahik tidak lagi bergantung pada bantuan musiman, melainkan didorong untuk memiliki unit usaha yang berkesinambungan. Mentransformasi Penerima Menjadi Pembayar Zakat: Target jangka panjang dari pengelolaan zakat produktif adalah mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan. Menghidupkan Sektor Usaha Riil: Bantuan modal usaha langsung menyentuh para pedagang kecil, pengrajin, dan pelaku usaha kuliner di tingkat akar rumput. Langkah Strategis BAZNAS Surabaya dalam Mendorong UMKM BAZNAS Kota Surabaya merealisasikan sinergi ekonomi syariah ini melalui serangkaian program terstruktur yang tidak hanya berfokus pada porsi permodalan, tetapi juga mencakup ekosistem pendampingan usaha secara menyeluruh. Berikut adalah pilar utama pendampingan UMKM berbasis zakat produktif: Penyediaan Modal Usaha Tanpa Beban Riba: Memberikan akses permodalan kerja atau sarana usaha (seperti gerobak usaha, mesin produksi, dan bahan baku) tanpa bunga dan tanpa skema pengembalian yang memberatkan. Pendampingan dan Pelatihan Bisnis: Pelaku UMKM mendapatkan bimbingan manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, hingga literasi penetapan harga jual agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Fasilitasi Sertifikasi Halal dan Legalitas: Membantu UMKM Surabaya memperoleh kepastian legalitas dan sertifikasi halal, sehingga produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Penguatan Akses Pasar Digital: Mengedukasi para pedagang kecil untuk memanfaatkan sistem pembayaran nontunai (QRIS) serta pemasaran melalui platform digital. Dampak Nyata bagi Perekonomian Kota Surabaya Sinergi antara gerakan zakat dan penguatan UMKM terbukti memberikan dampak ganda (multiplier effect). Ketika satu usaha mikro berhasil berkembang melalui intervensi zakat produktif, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga membuka peluang kerja bagi lingkungan sekitar, menurunkan tingkat pengangguran, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola secara transparan dan profesional oleh BAZNAS dapat menjadi instrumen inklusi keuangan syariah yang sangat efektif. Mari Dukung Kemandirian UMKM Bersama BAZNAS Surabaya Zakat yang Anda tunaikan memiliki potensi luar biasa untuk mengubah jalan hidup seseorang. Dengan menyalurkan zakat profesi dan harta melalui BAZNAS Kota Surabaya, Anda secara langsung berpartisipasi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan memberdayakan para pelaku UMKM di Surabaya. Mari wujudkan kemandirian umat dan jadikan zakat sebagai motor penggerak kebangkitan ekonomi. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Surabaya sekarang juga.
ARTIKEL02/09/2026 | Leli - Magang
Menjemput Keberkahan Finansial Menjelang Akhir Tahun
Menjemput Keberkahan Finansial Menjelang Akhir Tahun
Tak terasa roda waktu bergerak begitu cepat. Memasuki bulan September, kita secara perlahan mulai menjejakkan kaki di penghujung kuartal ketiga tahun ini. Bagi sebagian besar dari kita, bulan September kerap menjadi momen krusial untuk mengevaluasi kembali catatan keuangan, performa kerja, hingga target-target pribadi yang sempat disusun di awal tahun. Di tengah rutinitas menyusun strategi finansial agar tetap stabil hingga penutupan tahun, ada satu instrumen penting yang sering kali menjadi juru kunci keberkahan harta, yaitu zakat penghasilan (zakat profesi). Mengevaluasi dan mengoptimalkan zakat penghasilan di bulan September bukan sekadar bentuk kepatuhan syariat, melainkan langkah bijak untuk membersihkan rezeki dan menghadirkan ketenangan jiwa sebelum melangkah ke akhir tahun. Mengapa September Jadi Momen Tepat Menata Zakat? Sering kali kita menunda pembayaran zakat hingga akhir tahun atau menunggu datangnya bulan Ramadhan. Padahal, zakat penghasilan pada hakekatnya ditunaikan saat rezeki tersebut kita terima setiap bulannya. Ada beberapa alasan mengapa bulan September menjadi momentum ideal untuk menata kembali kedisiplinan berzakat: Momentum Evaluasi Portofolio Finansial Bulan September menandai akhir kuartal ketiga. Ini adalah waktu terbaik bagi para pekerja, profesional, maupun pengusaha di Kota Surabaya untuk memeriksa kembali arus kas (cash flow). Apakah ada kewajiban zakat 2,5% dari pendapatan bersih bulanan yang sempat terlewat? September menjadi jembatan untuk menuntaskannya sebelum beban di akhir tahun menumpuk. Menjaga Keseimbangan Harta dan Jiwa Mengeluarkan zakat di pertengahan semester akhir berfungsi sebagai pengingat bahwa dalam setiap rupiah yang kita peroleh, terdapat hak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Prinsip ini melatih kita untuk tidak konsumtif berlebihan di masa puncaknya promo akhir tahun. Mendorong Keberkahan Hasil Kerja Sebagaimana makna kata zakat itu sendiri—yaitu suci, tumbuh, dan berkembang—menunaikan zakat profesi justru membuka pintu-pintu keberkahan baru bagi karier dan usaha yang sedang kita jalani. Cara Menghitung Zakat Penghasilan dengan Mudah Secara umum, standar nisab zakat penghasilan mengacu pada kesetaraan harga 85 gram emas per tahun. Jika pendapatan bersih bulanan Anda telah mencapai atau melebihi batas nisab bulanan, maka Anda sudah wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Rumus Sederhana: Zakat Penghasilan = Total Penghasilan Bersih Per Bulan × 2,5% Sebagai contoh, jika total pendapatan bersih Anda per bulan adalah Rp7.000.000,- maka zakat yang dikeluarkan setiap bulan adalah: Rp7.000.000 × 2,5% = Rp175.000 Jumlah yang mungkin terasa kecil dibandingkan pengeluaran rutin harian kita, namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Menyalurkan Zakat Penghasilan Lewat BAZNAS Kota Surabaya Memilih lembaga penyalur zakat yang terpercaya dan akuntabel adalah kunci agar dana zakat benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi pemerintah yang berkomitmen mengelola dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) secara profesional, transparan, dan berbasis dampak sosial (impact-driven). Mengapa bertransaksi zakat di BAZNAS Surabaya memberi nilai lebih? Pemberdayaan Berkelanjutan: Dana zakat Anda tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan melalui program-program unggulan seperti bantuan modal usaha UMKM, beasiswa pendidikan anak kurang mampu, hingga bantuan layanan kesehatan warga Surabaya. Kemudahan Akses Layanan: Menyikapi gaya hidup masyarakat modern yang dinamis, BAZNAS Surabaya menyediakan kemudahan pembayaran zakat secara daring (online) melalui platform digital, transfer bank, hingga layanan jemput zakat untuk warga Kota Surabaya. Laporan Transparan: Setiap pilar program disajikan dengan laporan berkala yang dapat diakses publik sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan tata kelola yang baik. Sambut Akhir Tahun dengan Harta yang Bersih Finansial yang sehat bukan hanya diukur dari seberapa besar angka simpanan di dalam rekening, melainkan dari seberapa bersih dan bermanfaat harta tersebut bagi sesama. Memanfaatkan momentum bulan September untuk merapikan zakat penghasilan adalah keputusan finansial terbaik yang bisa Anda buat hari ini. Mari bersiap menyambut akhir tahun dengan hati yang tenang, pikiran yang lapang, dan harta yang berkah. Salurkan zakat penghasilan Anda melalui BAZNAS Kota Surabaya sekarang, dan jadilah bagian dari kebaikan yang mengubah kehidupan warga Surabaya menjadi lebih sejahtera.
ARTIKEL02/09/2026 | Leli - Magang
Awal Bulan Datang, Sudahkah Kita Menyisihkan Rezeki untuk Sesama?
Awal Bulan Datang, Sudahkah Kita Menyisihkan Rezeki untuk Sesama?
Awal bulan biasanya identik dengan menerima gaji atau penghasilan. Ada rasa lega karena kebutuhan yang sempat menunggu akhirnya bisa dipenuhi. Mulai dari membayar tagihan, membeli kebutuhan sehari-hari, sampai menyusun rencana untuk satu bulan ke depan. Tapi, pernah nggak kita berhenti sebentar dan berpikir, dari rezeki yang kita terima, sudahkah ada yang kita sisihkan untuk orang lain? Mungkin tidak banyak. Mungkin hanya sebagian kecil. Namun, sesuatu yang kecil bisa menjadi berarti ketika dilakukan dengan niat untuk berbagi. Berbagi Bisa Dimulai dari Hal Sederhana Kita sering berpikir bahwa berbagi harus menunggu punya uang lebih. Padahal, tidak selalu seperti itu. Menyisihkan sebagian rezeki setelah menerima penghasilan bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kebiasaan berbagi. Tidak perlu langsung dalam jumlah besar. Yang penting adalah kemauan untuk menyisihkan dan melakukannya dengan konsisten. Sebab, bagi orang yang sedang membutuhkan, bantuan yang terlihat sederhana bagi kita bisa saja menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka. Zakat, Infak, dan Sedekah, Rezeki yang Menjadi Manfaat Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Zakat memiliki ketentuan dan syarat tertentu yang perlu diperhatikan. Sementara infak dan sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan sebagai bentuk berbagi dan membantu orang lain. Ketika dana tersebut dikelola dan disalurkan dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Bukan hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga melalui berbagai upaya yang dapat mendukung kehidupan, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar kebaikan tersebut dapat dikelola dan diteruskan kepada mereka yang membutuhkan. Awal Bulan Bisa Jadi Awal Kebiasaan Baik Menerima penghasilan setiap bulan sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan baik. Setelah kebutuhan utama direncanakan, kita bisa mulai menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi. Dengan begitu, berbagi bukan lagi sesuatu yang dilakukan hanya ketika ada kesempatan, tetapi perlahan menjadi bagian dari kebiasaan. Tidak perlu menunggu kaya. Tidak perlu menunggu ada sisa yang banyak. Karena pada akhirnya, berbagi bukan hanya tentang seberapa besar yang kita keluarkan, tetapi tentang seberapa tulus kita ingin memberikan manfaat. Ketika Rezeki Kita Sampai kepada Mereka yang Membutuhkan Ada kebahagiaan tersendiri ketika mengetahui bahwa sebagian rezeki yang kita sisihkan bisa membantu orang lain. Bisa jadi membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bisa mendukung pendidikan seseorang. Bisa membantu mereka yang sedang menghadapi masalah kesehatan. Atau menjadi dorongan bagi seseorang untuk kembali berusaha dan mandiri. Di situlah zakat, infak, dan sedekah memiliki arti yang lebih luas. Rezeki yang awalnya berada di tangan kita dapat berubah menjadi manfaat ketika sampai kepada orang yang tepat. BAZNAS Kota Surabaya menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan menghubungkan kepedulian masyarakat dengan mereka yang membutuhkan. Mari Mulai dari Awal Bulan Awal bulan tidak harus selalu tentang apa yang ingin kita beli atau apa yang ingin kita capai. Sesekali, mari tanyakan juga kepada diri sendiri: “Dari rezeki yang aku terima bulan ini, sudahkah ada bagian yang aku sisihkan untuk berbagi?” Kalau belum, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Karena kebaikan tidak harus menunggu besar. Kebaikan bisa dimulai dari sebagian kecil rezeki yang kita sisihkan hari ini, lalu tumbuh menjadi manfaat bagi sesama.
ARTIKEL02/09/2026 | Cyntia - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →