WhatsApp Icon
Nasi Jumat Berkah Bergizi BAZNAS Surabaya, Wujud Nyata Manfaat Zakat untuk Masyarakat

BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui Program Nasi Jumat Berkah Bergizi, sebuah ikhtiar nyata dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan oleh para muzaki.

Setiap paket Nasi Jumat Berkah Bergizi menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak.

Dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki melalui BAZNAS Kota Surabaya diolah menjadi berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Dengan demikian, setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional.

Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam RAKSAZA, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik. Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini dan wujudkan Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, serta penuh keberkahan melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Surabaya.

 
03/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Muharram dan Hari Raya Anak Yatim: Momentum Memuliakan Mereka

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Al-Asyhur Al-Hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Selain menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.

Di Indonesia, tanggal 10 Muharram dikenal luas dengan sebutan Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut bukan merupakan hari raya dalam syariat Islam sebagaimana Idulfitri dan Iduladha, melainkan tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat sebagai momentum untuk membahagiakan dan menyantuni anak-anak yatim.

Mengapa Muharram Identik dengan Anak Yatim?

Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anak yatim. Al-Qur'an berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menjaga hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan kasih sayang, serta tidak berlaku zalim kepada mereka.

Allah SWT berfirman:

"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ad-Dhuha: 9)

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar umat Islam tidak menghardik anak yatim dan senantiasa memperhatikan kesejahteraan mereka.

Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim sejak usia dini. Karena itu, beliau sangat menaruh perhatian kepada anak-anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat serta membahagiakan mereka.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Salah satu hadis yang paling terkenal mengenai keutamaan memelihara anak yatim adalah sabda Rasulullah SAW:

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini."

Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau dengan merapatkannya. (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan bagi siapa saja yang memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, maupun bantuan kepada anak yatim.

10 Muharram: Momentum Berbagi Kebahagiaan

Hari Asyura (10 Muharram) memiliki banyak keutamaan dalam Islam, salah satunya adalah anjuran melaksanakan puasa sunnah Asyura. Di Indonesia, hari tersebut juga dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim melalui santunan, pemberian hadiah, serta berbagai kegiatan sosial yang membawa kebahagiaan bagi mereka. Tradisi ini merupakan bentuk implementasi nilai kasih sayang dan solidaritas sosial yang diajarkan Islam, bukan penetapan hari raya baru dalam syariat.

Muharram, Saatnya Menguatkan Kepedulian

Memuliakan anak yatim bukan hanya dilakukan pada bulan Muharram, melainkan sepanjang waktu. Namun, datangnya Muharram menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar lebih peka terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan anak-anak yatim. Kepedulian yang diberikan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Bersama BAZNAS Kota Surabaya, Bahagiakan Anak Yatim

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan santunan bagi anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.

Momentum Muharram menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi. Mari jadikan awal tahun Hijriah sebagai awal memperbanyak amal kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.

Karena sejatinya, ketika kita membahagiakan anak yatim, kita sedang menanam investasi amal yang pahalanya akan terus mengalir dan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT.

25/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Jumat Berkah: Keutamaan Sedekah di Hari Jumat dan Manfaatnya bagi Sesama

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Jumat juga dikenal sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah di hari Jumat.

Banyak ulama menjelaskan bahwa sedekah yang diberikan pada hari Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya. Oleh karena itu, tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan Jumat sebagai momen khusus untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Keutamaan Sedekah di Hari Jumat

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah disebutkan:

"Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai pahala yang istimewa. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk lebih peduli terhadap sesama dan memanfaatkan hari yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal saleh.

Selain mendapatkan pahala, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Manfaat Sedekah bagi Kehidupan

Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberi. Berikut beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan:

1. Mendatangkan Keberkahan Harta

Harta yang digunakan untuk bersedekah tidak akan berkurang nilainya di sisi Allah SWT. Sebaliknya, sedekah menjadi sebab datangnya keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan.

2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan

Sedekah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, seperti makanan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lainnya.

3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Melalui sedekah, rasa empati dan solidaritas terhadap sesama semakin meningkat. Hal ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

4. Menjadi Investasi Amal Jariyah

Sebagian sedekah yang disalurkan untuk program produktif dan pemberdayaan dapat memberikan manfaat berkelanjutan yang pahalanya terus mengalir.

Program Jumat Berkah BAZNAS Kota Surabaya

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui Program RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya) yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan infak dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfik disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan sosial, paket makanan, program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.

Mari Raih Keberkahan di Hari Jumat

Jumat Berkah adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Sekecil apa pun sedekah yang diberikan, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan serta menjadi tabungan amal di akhirat kelak.

Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai momentum untuk menebar manfaat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Salurkan Infak dan Sedekah Anda Sekarang

 

???? bit.ly/RaksazaSurabaya

05/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan serta menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah.

Banyak umat Muslim mencari informasi tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal pelaksanaan, hingga keutamaannya. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan ibadah Anda.

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Niat Puasa Tarwiyah

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah lengkap dengan artinya:

???????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

Berikut niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur:

???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Beberapa keutamaannya antara lain:

  • Menambah pahala amal ibadah di bulan Dzulhijjah

  • Melatih kesabaran dan keikhlasan

  • Menjadi persiapan spiritual menuju Hari Arafah

  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW

Melaksanakan puasa Tarwiyah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Iduladha.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)

Adapun keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu:

  • Menghapus dosa kecil selama dua tahun

  • Mendapat pahala besar di hari mulia

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT

  • Menjadi waktu mustajab untuk berdoa

Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:

  1. Membaca niat puasa

  2. Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga maghrib

  3. Memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an

  4. Menyegerakan berbuka puasa saat waktu maghrib tiba

Hikmah Puasa di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, takbir, dzikir, serta ibadah kurban.

Momentum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang penuh keutamaan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan memahami niat puasa Tarwiyah dan Arafah beserta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal dan penuh keikhlasan.

 

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.

25/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah yang agung ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan ritual yang memiliki aturan fikih yang ketat.

Salah satu aspek paling krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah ini adalah pemenuhan syarat hewan kurban itu sendiri. Memahami kriteria hewan yang layak menjadi tanggung jawab penting bagi setiap mudahi (pekurban) agar ibadahnya diterima Allah SWT.

Syarat pertama yang wajib dipenuhi adalah mengenai jenis hewannya. Islam menetapkan bahwa hewan kurban harus berasal dari jenis Bahimatul An'am atau hewan ternak berkaki empat. Hewan-hewan yang masuk dalam kategori ini meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Setiap jenis hewan tersebut memiliki ketentuan batas minimal usia yang berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau, minimal harus genap berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Sedangkan untuk kambing biasa, usia minimalnya adalah genap dua tahun. Bagi yang memilih domba, diperbolehkan jika sudah genap berusia satu tahun atau telah mengalami tanggal gigi.

Syarat mutlak berikutnya yang wajib diperhatikan dengan saksama adalah kondisi kesehatan fisik hewan. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacat fisik yang nyata. Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai kriteria cacat ini.

Hewan tidak boleh mengalami kebutaan yang jelas, tidak boleh sakit yang tampak melemahkan tubuhnya, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sangat kurus. Hewan yang sehat, gemuk, dan terawat dengan baik merupakan bentuk pengorbanan terbaik yang mencerminkan ketakwaan seorang hamba.

Faktor kepemilikan dan waktu penyembelihan juga menjadi syarat penentu yang tidak boleh diabaikan. Hewan yang dikurbankan harus diperoleh melalui cara yang sah dan halal secara hukum, bukan dari hasil mencuri atau milik orang lain tanpa izin akad yang jelas.

Dari sisi waktu, penyembelihan hanya sah jika dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu dimulai setelah selesainya pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik yang terakhir, yaitu tanggal 13 Zulhijah.

Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa berkomitmen untuk memastikan seluruh hewan kurban telah melalui seleksi ketat. Tim di lapangan memastikan pengecekan usia melalui pemeriksaan gigi, serta melibatkan tenaga medis veteriner untuk menjamin kesehatan hewan.

Dengan berkurban melalui lembaga resmi, para mudahi tidak hanya mendapatkan jaminan kepastian syarat hewan yang sah secara fikih. Anda juga ikut berkontribusi dalam pemerataan distribusi daging secara higienis kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Sumber Referensi:

  1. Kitab Fathul Qarib al-Mujib oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, bab Ahkam al-Udhhiyah (Hukum-Hukum Kurban).

  2. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban (acuan standar kesehatan hewan ternak).

  3. Hadis Riwayat Al-Khamsah dari Al-Bara' bin 'Azib mengenai kriteria cacat hewan yang tidak sah untuk kurban.
25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii

Artikel Terbaru

Idul Fitri: Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Solidaritas Sosial Melalui Zakat
Idul Fitri: Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Solidaritas Sosial Melalui Zakat
Idul Fitri merupakan salah satu hari besar yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan setelah sebulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasa, meningkatkan amal ibadah, serta memperbanyak kegiatan spiritual. Secara etimologis, Idul Fitri berasal dari bahasa Arab yang berarti “kembali kepada kesucian”. Makna tersebut menggambarkan kondisi seorang Muslim yang telah melalui proses penyucian diri selama Ramadhan sehingga kembali pada keadaan fitrah atau suci. Di Indonesia, perayaan Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai momentum sosial yang mempererat hubungan antarindividu dan memperkuat solidaritas masyarakat. Tradisi saling memaafkan, silaturahmi, hingga kegiatan berbagi kepada sesama menjadi bagian penting dalam perayaan hari raya ini. Penelitian menunjukkan bahwa Idul Fitri memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis dan emosional umat Muslim karena mampu menghadirkan rasa kebersamaan, kedamaian, dan kebahagiaan setelah menjalani proses spiritual selama Ramadhan. Salah satu ibadah yang memiliki keterkaitan erat dengan Idul Fitri adalah zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Ibadah ini memiliki tujuan utama untuk menyucikan diri dari kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah puasa serta membantu masyarakat yang membutuhkan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Dalam perspektif fiqih Islam, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Zakat menjadi instrumen penting dalam membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat, terutama bagi kelompok fakir dan miskin. Dengan adanya zakat, distribusi kekayaan dapat berjalan lebih adil sehingga tercipta keseimbangan sosial dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, praktik pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah juga berperan dalam memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. Melalui mekanisme pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi sarana untuk membangun kepedulian sosial, meningkatkan rasa empati, serta mempererat hubungan antarwarga. Penelitian mengenai praktik zakat di masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan zakat yang terorganisir mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan memperkuat jaringan sosial di lingkungan masyarakat. Di era modern saat ini, pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pengelola zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran yang sangat penting. BAZNAS bertugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat secara terstruktur kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Melalui pengelolaan yang terorganisir, zakat tidak hanya menjadi ibadah individu, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat. Program-program pemberdayaan yang dijalankan oleh lembaga pengelola zakat mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, seperti bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kesehatan, hingga program sosial kemanusiaan. Dengan demikian, zakat dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat. Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran umat Islam mengenai pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga yang terpercaya, proses distribusi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat. Selain itu, semangat Idul Fitri juga mengajarkan nilai-nilai rekonsiliasi sosial. Tradisi saling memaafkan dan mempererat silaturahmi pada hari raya menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan antarindividu serta memperkuat keharmonisan dalam masyarakat. Dalam perspektif sosial, Idul Fitri berperan sebagai momentum rekonsiliasi yang mampu mempererat hubungan kekeluargaan dan membangun keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang beragam. Pada akhirnya, Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan solidaritas antarumat manusia. Melalui ibadah zakat, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama serta berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan sosial di masyarakat. Semangat berbagi inilah yang seharusnya terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga Idul Fitri benar-benar menjadi hari kemenangan, tidak hanya bagi individu yang telah berhasil menahan diri selama Ramadhan, tetapi juga bagi masyarakat luas yang merasakan manfaat dari kepedulian dan solidaritas umat Islam.
ARTIKEL13/03/2026 | Septya
Semangat Idulfitri Tetap Terjaga, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Lanjutkan Kepedulian Sosial
Semangat Idulfitri Tetap Terjaga, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Lanjutkan Kepedulian Sosial
Surabaya (Baznas News) — Memasuki minggu ketiga bulan Maret yang masih dalam suasana Idulfitri, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat masih terus terasa. Momen Idulfitri tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Setelah melewati bulan Ramadan, banyak masyarakat yang mulai kembali ke aktivitas sehari-hari. Namun, nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan diharapkan tidak berhenti begitu saja. Idulfitri menjadi titik awal untuk menjaga konsistensi dalam berbuat baik, termasuk dalam hal berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Surabaya turut mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat berbagi meskipun Ramadan telah usai. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS berupaya memastikan bahwa bantuan kepada mustahik tetap berjalan secara berkelanjutan. Hal ini penting agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat, tidak hanya pada momen tertentu saja. Pada minggu ketiga bulan Maret ini, berbagai kegiatan sosial masih terus dilakukan sebagai bagian dari rangkaian semangat Idulfitri. Penyaluran bantuan sembako, santunan kepada dhuafa, serta program pemberdayaan ekonomi menjadi beberapa bentuk nyata dari kepedulian yang terus dijaga. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penerima manfaat. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui layanan digital seperti transfer bank dan QRIS, masyarakat dapat berkontribusi kapan saja dan di mana saja. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran. Proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan dilakukan secara menyeluruh agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat dapat terus terjaga. Momentum Idulfitri yang masih terasa di minggu ketiga bulan Maret ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian. Tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui peran aktif masyarakat dan dukungan terhadap lembaga resmi seperti BAZNAS Surabaya, semangat berbagi di hari kemenangan dapat terus berlanjut. Diharapkan, nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan dan Idulfitri dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL13/03/2026 | Dhea
Tunaikan Zakat Fitrah dengan Tepat, Warga Diimbau Salurkan Melalui Lembaga Resmi
Tunaikan Zakat Fitrah dengan Tepat, Warga Diimbau Salurkan Melalui Lembaga Resmi
Surabaya (Baznas News) — Menjelang dan setelah perayaan Idulfitri, kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang terus digaungkan. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Selain itu, zakat fitrah juga bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok. Zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok seperti beras atau dapat juga dikonversikan dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Waktu pelaksanaan zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pembayaran zakat agar dapat segera disalurkan kepada penerima yang berhak. Dalam pelaksanaannya, penyaluran zakat fitrah perlu dilakukan secara tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat, di antaranya fakir, miskin, amil, hingga ibnu sabil. Dengan penyaluran yang baik, zakat fitrah dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. Sebagai lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah, BAZNAS Surabaya hadir untuk memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dengan aman dan terpercaya. Melalui sistem pengelolaan yang profesional dan transparan, BAZNAS memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah. Selain kemudahan dalam pembayaran, masyarakat juga dapat menunaikan zakat fitrah melalui berbagai kanal yang telah disediakan, seperti transfer bank, layanan QRIS, maupun secara langsung di kantor layanan BAZNAS Surabaya. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam berzakat tanpa harus terkendala jarak dan waktu. Tidak hanya itu, BAZNAS Surabaya juga secara aktif melakukan pendataan dan verifikasi terhadap calon penerima zakat. Proses ini dilakukan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata dalam membantu sesama. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi guna memastikan pengelolaan yang lebih optimal. Selain memberikan rasa aman, penyaluran melalui lembaga juga mendukung pemerataan distribusi bantuan sehingga tidak terpusat pada satu wilayah saja. Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, zakat fitrah menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar sesama. Melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat dapat menunaikan zakat dengan mudah sekaligus berkontribusi dalam membantu mereka yang membutuhkan. Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL13/03/2026 | Dhea
Menjaga Cahaya Malam: Keutamaan Qiyamul Lail di Tengah Kesibukan Dunia
Menjaga Cahaya Malam: Keutamaan Qiyamul Lail di Tengah Kesibukan Dunia
Surabaya (Baznas News) — Qiyamul lail atau ibadah malam merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, qiyamul lail menjadi momen istimewa bagi seorang muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan, tetapi juga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara rutin di luar bulan tersebut, termasuk di bulan Syawal dan seterusnya. Salah satu keutamaan qiyamul lail adalah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dalam keheningan malam, seorang hamba dapat berkomunikasi secara lebih intim dengan Tuhannya tanpa gangguan dunia. Hal ini menjadikan qiyamul lail sebagai ibadah yang sangat istimewa dan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Bahkan, banyak ulama menyebut bahwa qiyamul lail adalah ciri orang-orang yang bertakwa. Selain itu, qiyamul lail juga memiliki manfaat dalam membentuk ketenangan hati dan pikiran. Di tengah tekanan hidup dan berbagai permasalahan dunia, ibadah malam mampu menjadi sarana refleksi diri dan penguatan mental. Ketika seseorang terbiasa bangun di malam hari untuk beribadah, maka akan tumbuh rasa sabar, ikhlas, dan keteguhan dalam menghadapi kehidupan. Tidak hanya berdampak secara spiritual, qiyamul lail juga memberikan efek positif terhadap kedisiplinan diri. Bangun di waktu malam membutuhkan komitmen dan niat yang kuat. Oleh karena itu, orang yang rutin melaksanakan qiyamul lail cenderung memiliki kontrol diri yang lebih baik. Kebiasaan ini juga membantu dalam mengatur waktu tidur dan aktivitas harian agar lebih teratur. Banyak orang menganggap qiyamul lail sebagai ibadah yang berat. Namun sebenarnya, jika dimulai secara bertahap, ibadah ini dapat menjadi kebiasaan yang ringan. Misalnya dengan memulai dari salat witir sebelum tidur, kemudian perlahan mencoba bangun di sepertiga malam terakhir. Dengan niat yang tulus dan usaha yang konsisten, qiyamul lail akan terasa lebih mudah untuk dijalankan. Momentum setelah Ramadan, seperti di bulan Syawal, menjadi waktu yang tepat untuk menjaga kebiasaan qiyamul lail. Jika selama Ramadan kita terbiasa bangun untuk sahur dan ibadah malam, maka kebiasaan tersebut sebaiknya tetap dilanjutkan. Hal ini menjadi bukti bahwa ibadah yang dilakukan tidak hanya bersifat musiman, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Qiyamul lail juga menjadi sarana untuk memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT. Di waktu malam, ketika sebagian besar manusia terlelap, seorang hamba yang bangun untuk beribadah menunjukkan kesungguhan dalam mencari ridha-Nya. Doa yang dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati akan menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan. Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, qiyamul lail seharusnya menjadi bagian dari rutinitas seorang muslim. Tidak perlu menunggu waktu khusus atau kondisi tertentu untuk memulainya. Justru dengan memanfaatkan waktu malam, kita dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT serta memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Hikmah Puasa, Kepedulian Sosial Ramadhan, Empati Sosial, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan, Sedekah Ramadhan
ARTIKEL13/03/2026 | Dhea
Idulfitri: Kembali kepada Kesucian dan Kemanusiaan
Idulfitri: Kembali kepada Kesucian dan Kemanusiaan
Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya Idulfitri dengan penuh suka cita. Hari raya ini bukan sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum kembali kepada kesucian diri serta memperkuat hubungan antarmanusia. Secara bahasa, Idulfitri berasal dari kata ‘id yang berarti kembali dan fitrah yang berarti kesucian atau keadaan asli manusia. Dengan demikian, Idulfitri dapat dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada fitrahnya—yaitu kondisi jiwa yang bersih setelah ditempa oleh latihan spiritual selama Ramadan. Selama bulan suci, umat Islam dilatih untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan. Puasa tidak hanya melatih pengendalian diri secara fisik, tetapi juga mendidik hati agar lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Karena itu, Idulfitri tidak hanya menjadi simbol kemenangan spiritual, tetapi juga refleksi atas perubahan diri yang telah diupayakan selama Ramadan. Perayaan Idulfitri biasanya diawali dengan pelaksanaan salat Id yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka. Tradisi ini mengingatkan bahwa Islam tidak hanya menekankan ibadah personal, tetapi juga kebersamaan dalam kehidupan sosial. Dalam khutbah Idulfitri, umat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai ketakwaan yang telah dibangun selama Ramadan. Dalam tradisi masyarakat Muslim, Idulfitri juga identik dengan budaya saling memaafkan. Ungkapan “mohon maaf lahir dan batin” menjadi jembatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Nilai ini sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari permusuhan di antara sesama manusia. Selain itu, sebelum hari raya tiba, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian sosial. Kewajiban ini memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang kurang mampu. Di Indonesia, pengelolaan zakat ini banyak difasilitasi oleh lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif, makna Idulfitri justru menjadi semakin relevan. Ia mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak dari rutinitas duniawi dan merenungkan kembali tujuan hidupnya. Apakah selama ini manusia telah menjalani hidup dengan penuh kejujuran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama? Idulfitri juga mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukanlah tentang keberhasilan materi, tetapi tentang keberhasilan mengendalikan diri dan memperbaiki akhlak. Puasa Ramadan menjadi proses pembinaan, sementara Idulfitri menjadi titik refleksi atas perubahan yang telah terjadi dalam diri seseorang. Oleh karena itu, Idulfitri seharusnya tidak dimaknai hanya sebagai tradisi tahunan yang identik dengan pakaian baru, hidangan khas, atau perjalanan pulang kampung. Lebih dari itu, hari raya ini adalah pengingat bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kembali kehidupan dengan hati yang lebih bersih. Pada akhirnya, Idulfitri adalah tentang kembali—kembali kepada nilai kejujuran, kembali kepada kepedulian sosial, dan kembali kepada fitrah kemanusiaan yang sejati. Jika makna ini benar-benar dihidupkan, maka Idulfitri bukan hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga awal dari kehidupan yang lebih baik.
ARTIKEL13/03/2026 | Rubai
Program Ramadan BAZNAS Kota Surabaya Menjelang Idul Fitri: Paket Sembako dan Optimalisasi Zakat Fitrah untuk Kesejahteraan Umat
Program Ramadan BAZNAS Kota Surabaya Menjelang Idul Fitri: Paket Sembako dan Optimalisasi Zakat Fitrah untuk Kesejahteraan Umat
Bulan Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Menjelang Idul Fitri, semangat berbagi semakin terasa, terutama melalui berbagai program kemanusiaan yang diinisiasi lembaga zakat. Salah satu yang konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat adalah BAZNAS Kota Surabaya melalui program paket sembako serta layanan pembayaran dan penyaluran zakat fitrah. Program-program tersebut menjadi wujud komitmen dalam memastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang profesional dan amanah, berbagai tantangan sosial yang muncul menjelang hari raya. Program Paket Sembako Ramadan Menjelang Idul Fitri, kebutuhan bahan pokok masyarakat cenderung meningkat. Kondisi ini sering kali menjadi beban tambahan bagi keluarga prasejahtera. Melihat situasi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menyelenggarakan program penyaluran paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Kota Surabaya. Paket sembako yang disalurkan umumnya berisi kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan bahan pangan pokok lainnya. Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang tergolong fakir dan miskin, lansia yang membutuhkan perhatian khusus, buruh harian, pekerja informal, serta keluarga prasejahtera yang terdampak kondisi ekonomi. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kebahagiaan bagi penerima manfaat dalam menyambut Idul Fitri. Harapannya, tidak ada keluarga yang merasa terbebani secara ekonomi saat merayakan hari kemenangan. Layanan Pembayaran Zakat Fitrah Selain program sembako, zakat fitrah menjadi ibadah wajib yang harus ditunaikan setiap Muslim yang mampu sebelum Idul Fitri. Zakat fitrah berfungsi sebagai penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi pembayaran zakat fitrah melalui berbagai kanal layanan, baik secara langsung di gerai zakat maupun melalui sistem pembayaran yang memudahkan masyarakat. Zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sekitar 2,5 hingga 3 kilogram per orang atau dalam bentuk uang sesuai dengan ketetapan harga beras yang berlaku. Menunaikan zakat melalui lembaga resmi memberikan sejumlah manfaat, di antaranya distribusi yang lebih terorganisir, tepat sasaran, serta menjangkau lebih banyak mustahik. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi prioritas dalam setiap proses pengelolaan zakat. Penyaluran Zakat Fitrah kepada Mustahik Setelah zakat fitrah terkumpul, BAZNAS Kota Surabaya melakukan pendataan dan verifikasi penerima manfaat agar penyaluran berjalan optimal. Zakat fitrah disalurkan kepada para mustahik sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri, sehingga dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya. Proses distribusi dilakukan melalui jaringan relawan dan koordinasi di berbagai wilayah Surabaya. Dengan sistem yang tertata, zakat fitrah benar-benar menjadi instrumen solidaritas sosial yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi kaum dhuafa. Menguatkan Solidaritas Sosial Program paket sembako serta pembayaran dan penyaluran zakat fitrah mencerminkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Melalui partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, gerakan kebaikan terus tumbuh dan memberi dampak luas. Dengan semangat kolaborasi dan amanah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadikan Ramadan dan Idul Fitri sebagai momentum peningkatan kesejahteraan umat. Kebahagiaan hari raya pun diharapkan dapat dirasakan secara merata, tanpa terkecuali.
ARTIKEL13/03/2026 | Alfa
Cahaya Kembali ke Fitrah: Idul Fitri sebagai Energi Kebaikan Bersama BAZNAS Surabaya
Cahaya Kembali ke Fitrah: Idul Fitri sebagai Energi Kebaikan Bersama BAZNAS Surabaya
Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah momen kembali ke fitrah—kembali pada kesucian hati, kejernihan niat, serta komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama. Di tengah gema takbir yang menggema di seluruh penjuru kota, semangat berbagi dan memperkuat solidaritas sosial menjadi ruh yang menghidupkan makna hari raya. Di Kota Surabaya, semangat tersebut diwujudkan secara nyata melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Idul Fitri menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berkecukupan, tetapi juga oleh para mustahik yang membutuhkan uluran tangan. Selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, BAZNAS Kota Surabaya mengintensifkan berbagai program pendistribusian zakat fitrah dan bantuan kemanusiaan. Zakat fitrah, yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, bukan hanya berfungsi sebagai penyuci jiwa setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kebahagiaan. Melalui pengelolaan yang profesional dan amanah, zakat yang dihimpun disalurkan kepada masyarakat yang berhak, mulai dari fakir, miskin, hingga kelompok rentan lainnya. Idul Fitri mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan untuk berbagi. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menggerakkan program-program sosial yang berkelanjutan. Tidak hanya sebatas bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga respons kebencanaan. Momentum Idul Fitri juga menjadi refleksi kolektif bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan kekuatan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta memperluas jangkauan manfaat. Setiap rupiah yang dititipkan masyarakat diharapkan menjadi cahaya harapan bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang serba cepat, Idul Fitri mengingatkan kita untuk berhenti sejenak, menundukkan hati, dan menengok sekitar. Masih banyak saudara yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Di sinilah nilai kepedulian sosial menemukan relevansinya. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri bukan sebagai akhir dari Ramadan, tetapi sebagai awal dari komitmen berkelanjutan dalam berbagi dan peduli. Semangat kembali ke fitrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Membayar zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya merupakan langkah konkret dalam memastikan distribusi yang tepat sasaran dan berdampak luas. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, ekosistem kebaikan dapat terus tumbuh dan menguat. Akhirnya, Idul Fitri adalah tentang harapan—harapan akan kehidupan yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih penuh kasih. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, semangat tersebut tidak berhenti pada ucapan “mohon maaf lahir dan batin,” tetapi menjelma menjadi aksi nyata yang menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi sesama. Inilah makna kemenangan yang sesungguhnya: ketika kesucian diri berpadu dengan kepedulian sosial demi kemaslahatan bersama.
ARTIKEL13/03/2026 | Wahyu
Idul Fitri sebagai Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Idul Fitri sebagai Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Perayaan ini bukan sekadar penanda berakhirnya kewajiban berpuasa, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan umat Islam dalam menjalani proses pembinaan spiritual, pengendalian diri, serta peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Idul Fitri sering dimaknai sebagai hari kemenangan bagi setiap Muslim yang telah berupaya menjalankan berbagai ibadah dan amal kebaikan selama bulan Ramadhan. Secara makna, Idul Fitri mengandung nilai yang sangat mendalam. Kata “Idul” dalam bahasa Arab memiliki arti kembali atau perayaan, sedangkan “Fitri” merujuk pada keadaan suci atau kembali kepada fitrah manusia. Dengan demikian, Idul Fitri dapat dimaknai sebagai momentum kembalinya manusia pada kondisi yang bersih dari dosa setelah menjalani proses penyucian diri melalui ibadah puasa dan berbagai amalan lainnya di bulan Ramadhan. Makna ini mengajarkan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih kesabaran, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki dimensi spiritual, Idul Fitri juga mengandung nilai sosial yang sangat kuat. Salah satu bentuk implementasi nilai sosial tersebut adalah kewajiban menunaikan zakat fitrah bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat fitrah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Melalui kewajiban ini, Islam mengajarkan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan oleh berbagai lembaga resmi yang bertugas menghimpun serta menyalurkan dana zakat kepada pihak yang berhak menerimanya. Salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat adalah BAZNAS Kota Surabaya. Lembaga ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik. Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan profesional, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Momentum Idul Fitri juga identik dengan tradisi saling memaafkan. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari berbagai kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, hari raya ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperbaiki hubungan antarsesama. Melalui tradisi saling memaafkan, nilai persaudaraan dan keharmonisan dalam masyarakat dapat semakin diperkuat. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis di tengah kehidupan sosial. Selain itu, Idul Fitri juga mengajarkan nilai kesederhanaan serta rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Setelah melewati proses ibadah selama bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat lebih memahami makna kesabaran dan empati terhadap kondisi orang lain, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Oleh sebab itu, perayaan Idul Fitri seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai momen kebahagiaan pribadi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi dengan sesama. Dalam konteks kehidupan masyarakat modern, semangat berbagi yang muncul pada momentum Idul Fitri dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti penyaluran zakat, sedekah, santunan kepada anak yatim, serta program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga dapat memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Idul Fitri sejatinya merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Umat Islam diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama bulan Ramadhan, seperti kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, semangat Ramadhan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir, tetapi terus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Melalui momentum Idul Fitri, diharapkan masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian. Peran lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS Kota Surabaya juga menjadi sangat penting dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, Idul Fitri bukan hanya tentang merayakan berakhirnya bulan Ramadhan, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah dipelajari selama bulan suci tersebut. Dengan hati yang bersih, semangat berbagi, serta kepedulian terhadap sesama, Idul Fitri dapat menjadi momentum untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan.
ARTIKEL13/03/2026 | Azizah
Qiyamul Lail, Penguat Ibadah dan Ketenangan Hati di Bulan Ramadan
Qiyamul Lail, Penguat Ibadah dan Ketenangan Hati di Bulan Ramadan
Surabaya News — Bulan suci Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah puasa pada siang hari, tetapi juga dihiasi dengan ibadah malam yang memiliki keutamaan besar, yaitu qiyamul lail. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta membangun ketenangan hati. Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, qiyamul lail dapat menjadi sarana penting untuk memperdalam kualitas ibadah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Qiyamul lail adalah ibadah yang dilakukan pada malam hari, terutama dalam bentuk salat sunah, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Di bulan Ramadan, qiyamul lail sering diwujudkan melalui salat tarawih, witir, maupun ibadah malam lainnya yang dikerjakan dengan penuh kekhusyukan. Ibadah ini mengandung makna yang sangat dalam karena menjadi bentuk kesungguhan seorang hamba dalam mencari ridha Allah SWT di saat banyak orang sedang beristirahat. Keheningan malam memberi ruang yang lebih tenang untuk bermuhasabah, berdoa, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dalam kehidupan yang penuh kesibukan dan tekanan seperti saat ini, qiyamul lail menjadi salah satu cara untuk menenangkan hati dan menata kembali kehidupan rohani. Aktivitas sehari-hari yang padat sering kali membuat manusia larut dalam urusan dunia, sehingga kurang memiliki waktu untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Qiyamul lail hadir sebagai ibadah yang mengajarkan ketulusan, kedisiplinan, dan kesungguhan. Melalui ibadah malam, seseorang belajar melawan rasa malas, mengatur waktu dengan lebih baik, serta membiasakan diri untuk mengutamakan kebutuhan ruhani di tengah kesibukan duniawi. Qiyamul lail juga memiliki nilai pendidikan yang sangat besar bagi pembentukan karakter. Seseorang yang membiasakan diri bangun pada malam hari untuk beribadah akan terlatih menjadi pribadi yang sabar, disiplin, dan memiliki pengendalian diri yang baik. Ibadah ini membentuk jiwa yang lebih lembut, hati yang lebih peka, serta pikiran yang lebih jernih. Tidak sedikit orang yang merasakan bahwa qiyamul lail membantu mereka memperoleh ketenangan batin, kekuatan menghadapi ujian hidup, serta keyakinan yang lebih kuat dalam menjalani berbagai persoalan. Di bulan Ramadan, qiyamul lail menjadi salah satu amalan yang sangat istimewa karena dikerjakan dalam bulan penuh ampunan dan rahmat. Malam-malam Ramadan merupakan waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, qiyamul lail bahkan menjadi semakin dianjurkan karena adanya keutamaan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, membiasakan qiyamul lail selama Ramadan bukan hanya menjadi bagian dari rutinitas ibadah, tetapi juga bentuk ikhtiar untuk meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT. Selain memberi manfaat secara spiritual, qiyamul lail juga berkaitan erat dengan pembentukan kepedulian sosial. Hati yang dekat dengan Allah SWT akan lebih mudah tersentuh oleh kondisi sesama. Seseorang yang membiasakan diri berdoa, berzikir, dan bermunajat pada malam hari akan lebih mudah menumbuhkan rasa syukur, empati, dan kepedulian kepada orang lain. Dari sinilah ibadah malam tidak berhenti pada hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga mendorong lahirnya kepedulian horizontal terhadap sesama manusia. Dalam konteks ini, qiyamul lail dapat menjadi penguat semangat berbagi di bulan Ramadan. Setelah memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah malam, umat Islam diharapkan juga semakin terdorong untuk memperhatikan masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim, serta masyarakat prasejahtera. Dengan demikian, qiyamul lail tidak hanya membentuk pribadi yang saleh secara individual, tetapi juga mendorong lahirnya tindakan sosial yang memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya memandang bahwa penguatan ibadah seperti qiyamul lail perlu berjalan seiring dengan penguatan kepedulian sosial. Ramadan bukan hanya bulan untuk memperbanyak amal ibadah personal, tetapi juga bulan untuk menebarkan manfaat yang lebih luas bagi sesama. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, semangat ibadah yang tumbuh selama Ramadan dapat diwujudkan dalam berbagai program sosial yang membantu masyarakat. Bantuan kebutuhan pokok, dukungan pendidikan, layanan kesehatan, santunan dhuafa, hingga program pemberdayaan ekonomi merupakan bentuk nyata dari kepedulian yang lahir dari nilai-nilai ibadah. Qiyamul lail juga mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah SWT harus melahirkan akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang rajin beribadah malam seharusnya tidak hanya tekun dalam salat, tetapi juga lebih sabar, jujur, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Ibadah yang baik akan tercermin dalam perilaku yang baik. Karena itu, qiyamul lail bukan hanya soal berapa lama seseorang berdiri dalam salat malam, tetapi juga tentang sejauh mana ibadah tersebut membentuk kepribadian yang lebih mulia. Pada akhirnya, qiyamul lail merupakan amalan yang sangat bernilai dalam membangun kedekatan dengan Allah SWT, menenangkan hati, dan memperkuat kualitas hidup seorang muslim. Di bulan Ramadan, ibadah ini menjadi pelengkap yang menyempurnakan puasa pada siang hari dan memperkaya kehidupan spiritual pada malam hari. BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan qiyamul lail sebagai bagian dari upaya memperkuat ibadah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan demikian, Ramadan dapat dijalani tidak hanya dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dengan memperkuat hubungan kepada Allah SWT dan memperluas manfaat bagi sesama. Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, makna Nuzulul Qur’an, Al-Qur’an pedoman hidup, peringatan Nuzulul Qur’an, Nuzulul Qur’an BAZNAS Kota Surabaya, hikmah Nuzulul Qur’an.
ARTIKEL13/03/2026 | Imam
Nuzulul Qur’an, Pengingat untuk Menjadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup
Nuzulul Qur’an, Pengingat untuk Menjadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup
Nuzulul Qur’an, Pengingat untuk Menjadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup Surabaya News — Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi salah satu bagian penting dalam bulan suci Ramadan yang selalu dinanti umat Islam. Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya mengandung makna sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk kembali menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an tetap relevan sebagai petunjuk dalam membangun kehidupan yang beriman, berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap sesama. Nuzulul Qur’an dipahami sebagai peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya petunjuk Allah SWT bagi umat manusia. Al-Qur’an hadir bukan hanya sebagai kitab suci untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an tidak semestinya hanya dipahami sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebagai ajakan untuk kembali mendekatkan diri kepada ajaran Al-Qur’an. Dalam kehidupan masyarakat saat ini, manusia dihadapkan pada arus informasi yang sangat cepat, perubahan sosial yang dinamis, serta berbagai tantangan moral yang semakin kompleks. Situasi ini sering kali membuat banyak orang kehilangan arah, mudah terpengaruh, dan sulit membedakan mana yang benar dan mana yang keliru. Dalam kondisi seperti inilah Al-Qur’an memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber petunjuk hidup. Nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an, seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, keadilan, dan kasih sayang, menjadi landasan yang sangat kuat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup berarti tidak berhenti pada kegiatan membaca semata, tetapi juga berusaha memahami maknanya dan menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari. Seorang muslim yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman akan berusaha menjaga ucapan, memperbaiki akhlak, bersikap adil, menghormati sesama, dan menjauhi tindakan yang merugikan orang lain. Al-Qur’an membimbing manusia agar tidak hanya fokus pada urusan dunia, tetapi juga selalu mengingat nilai-nilai akhirat dalam setiap langkah kehidupan. Peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi pengingat pentingnya membangun kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an membawa ketenangan hati, memperkuat jiwa, dan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup memerlukan petunjuk yang benar. Namun lebih dari itu, membaca Al-Qur’an juga harus disertai dengan kemauan untuk memahami pesan-pesannya agar setiap ayat tidak hanya berhenti di lisan, tetapi juga meresap dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan. Selain menguatkan keimanan, Nuzulul Qur’an juga mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW dimulai dengan perintah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Umat Islam diajak untuk menjadi pribadi yang gemar belajar, berpikir, dan terus mengembangkan pengetahuan. Dalam konteks kehidupan saat ini, semangat tersebut sangat relevan untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, dan memiliki dasar moral yang kuat. Dengan ilmu yang disertai petunjuk Al-Qur’an, manusia tidak hanya menjadi pandai, tetapi juga bijak dalam menggunakan pengetahuannya. Di sisi lain, Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah SWT harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama manusia. Banyak ajaran dalam Al-Qur’an yang menekankan pentingnya membantu orang yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, memperhatikan fakir miskin, dan menegakkan keadilan sosial. Karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi pengingat bahwa membaca dan mencintai Al-Qur’an harus melahirkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya memandang peringatan Nuzulul Qur’an sebagai waktu yang tepat untuk mengajak masyarakat meneguhkan kembali nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial. Salah satu bentuk nyata pengamalan nilai tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Melalui pengelolaan yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok, dukungan pendidikan, layanan kesehatan, santunan bagi dhuafa, hingga program pemberdayaan ekonomi. Penyaluran zakat, infak, dan sedekah bukan hanya bentuk bantuan material, tetapi juga cerminan bahwa ajaran Al-Qur’an hidup dalam tindakan nyata. Ketika masyarakat menyalurkan sebagian hartanya untuk membantu sesama, maka nilai kasih sayang, keadilan, dan kebersamaan yang diajarkan dalam Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Inilah salah satu makna penting dari peringatan Nuzulul Qur’an, yakni menghadirkan Al-Qur’an bukan hanya dalam bacaan, tetapi juga dalam perilaku sosial yang membawa manfaat bagi banyak orang. Peringatan Nuzulul Qur’an juga dapat menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Kegiatan tadarus, pengajian, kajian keislaman, dan peringatan bersama di lingkungan masyarakat dapat memperkuat semangat kebersamaan dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Suasana Ramadan yang religius memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an sekaligus lebih dekat dengan sesama. Kebersamaan yang tumbuh dari nilai-nilai Al-Qur’an inilah yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan sosial yang damai, harmonis, dan penuh kepedulian. Pada akhirnya, Nuzulul Qur’an mengingatkan umat Islam bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus terus dijaga kedekatannya. Al-Qur’an bukan hanya dibaca saat Ramadan atau dalam momen tertentu, tetapi harus menjadi penuntun dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk memaknai Nuzulul Qur’an sebagai pengingat agar Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan, baik dalam ibadah, ilmu, akhlak, maupun kepedulian sosial. Dengan demikian, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi pengingat sejarah turunnya wahyu, tetapi juga menjadi ajakan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, berlandaskan petunjuk Al-Qur’an dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, makna Nuzulul Qur’an, Al-Qur’an pedoman hidup, peringatan Nuzulul Qur’an, Nuzulul Qur’an BAZNAS Kota Surabaya, hikmah Nuzulul Qur’an.
ARTIKEL13/03/2026 | imam
Gerakan Ramadhan, Momentum Bangun Kepedulian dan Perkuat Solidaritas Sosial
Gerakan Ramadhan, Momentum Bangun Kepedulian dan Perkuat Solidaritas Sosial
Surabaya News — Bulan suci Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga momentum strategis untuk membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ramadan menghadirkan suasana spiritual yang kuat, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gerakan kebaikan yang melibatkan berbagai elemen umat. Dalam konteks ini, Gerakan Ramadhan menjadi wujud nyata semangat berbagi di bulan Ramadan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berdampak sosial luas.Gerakan Ramadhan dimaknai sebagai upaya kolektif untuk menghidupkan nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah Ramadan melalui aksi nyata. Berbagai kegiatan seperti pembagian paket pangan, santunan dhuafa, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari program sosial Ramadan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui gerakan ini, Ramadan tidak berhenti pada ritual keagamaan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi persoalan sosial yang ada.Di wilayah perkotaan seperti Surabaya, masih terdapat masyarakat yang menghadapi tantangan ekonomi, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok. Menjelang dan selama Ramadan, kebutuhan tersebut cenderung meningkat. Oleh sebab itu, kehadiran Gerakan Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya menjadi sangat relevan sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial di bulan Ramadan. Dengan sistem pengelolaan yang terorganisir dan profesional, bantuan yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mustahik yang berhak menerima.BAZNAS Kota Surabaya berperan penting dalam menggerakkan potensi zakat infak sedekah Ramadan agar memberikan dampak maksimal. Melalui pendekatan yang amanah dan transparan, lembaga ini memastikan bahwa setiap donasi yang ditunaikan masyarakat dapat diolah menjadi program yang bermanfaat dan berkelanjutan. Tidak hanya bantuan konsumtif, tetapi juga program pemberdayaan yang mendorong kemandirian mustahik menjadi bagian dari strategi jangka panjang.Selain aspek bantuan material, Gerakan Ramadhan juga memiliki nilai edukatif. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kesadaran bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab sosial. Ketika masyarakat memahami bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara kolektif dapat menciptakan perubahan besar, maka semangat berbagi akan terus tumbuh, bahkan setelah Ramadan berakhir.Di era digital, partisipasi dalam Gerakan Ramadhan semakin mudah dilakukan. Masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui layanan langsung maupun platform digital yang aman dan terpercaya. Kemudahan ini memperluas jangkauan partisipasi, khususnya bagi generasi muda dan kalangan profesional yang membutuhkan sistem pembayaran yang praktis namun tetap akuntabel.Pada akhirnya, Gerakan Ramadhan bukan sekadar program musiman, melainkan gerakan moral untuk memperkuat solidaritas sosial. Ramadan mengajarkan bahwa hubungan vertikal kepada Allah SWT harus diiringi dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui kebersamaan, zakat infak sedekah Ramadan dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan keberkahan dan kesejahteraan. Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan Ramadan, masyarakat dapat bersama-sama membangun lingkungan yang lebih peduli, adil, dan sejahtera.
ARTIKEL13/03/2026 | Imam
Jelang Ramadan, Momentum Perkuat Ibadah dan Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat
Jelang Ramadan, Momentum Perkuat Ibadah dan Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat
Surabaya News — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat. Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan dalam bentuk kesiapan fisik, tetapi juga melalui penguatan spiritual, peningkatan kualitas ibadah, serta kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam momentum ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat menjadikan jelang Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amal kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah.Ramadan merupakan bulan istimewa yang selalu dinantikan umat Islam. Kehadirannya membawa semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta mempererat solidaritas sosial. Karena itu, persiapan menyambut Ramadan perlu dimaknai secara luas. Tidak cukup hanya menyiapkan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membangun hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih tenang, serta kepedulian yang lebih besar kepada masyarakat yang membutuhkan.Di kota besar seperti Surabaya, jelang Ramadan sering kali diiringi meningkatnya kebutuhan hidup. Kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan harian dapat menjadi tantangan bagi keluarga prasejahtera. Kondisi ini menegaskan bahwa semangat menyambut Ramadan perlu diwujudkan melalui aksi nyata membantu sesama. Kepedulian sosial jelang Ramadan menjadi bagian penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang dan layak.Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menghimpun serta menyalurkan amanah masyarakat secara profesional, amanah, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program Ramadan BAZNAS Kota Surabaya, lembaga ini berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi para mustahik sekaligus mendorong partisipasi publik dalam memperkuat solidaritas sosial.Program sosial yang digencarkan menjelang Ramadan umumnya meliputi bantuan kebutuhan pokok bagi dhuafa, paket pangan Ramadan, santunan keluarga kurang mampu, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan pengelolaan yang terarah, dana zakat infak sedekah Ramadan dapat menjadi kekuatan sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan. Program-program tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan optimisme dalam menyambut bulan penuh berkah.Selain penyaluran bantuan, edukasi juga menjadi fokus penting. BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat memahami bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, tetapi instrumen pemerataan kesejahteraan. Semangat berbagi yang ditumbuhkan dalam persiapan menyambut Ramadan akan membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan harmonis.Dari sisi spiritual, ibadah menjelang Ramadan dapat dimulai dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, menjaga salat tepat waktu, memperbanyak zikir, serta melatih pengendalian diri. Persiapan ini penting agar ketika Ramadan tiba, umat Islam telah siap secara mental dan spiritual. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kesabaran, kejujuran, dan empati terhadap sesama.Kemudahan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah juga menjadi upaya mendorong partisipasi masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya menyediakan layanan langsung maupun platform digital yang aman dan terpercaya. Dengan kemudahan tersebut, masyarakat dapat menunaikan kewajiban melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya lebih terarah dan tepat sasaran.Melalui persiapan yang matang secara spiritual dan sosial, kehadiran Ramadan diharapkan membawa keberkahan lebih luas. Jelang Ramadan BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ibadah, menumbuhkan empati, dan memperluas manfaat. Dengan demikian, Ramadan menjadi momentum membangun kebaikan dan kesejahteraan sosial yang lebih nyata.
ARTIKEL13/03/2026 | Imam
Optimalisasi Penyaluran Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Surabaya
Optimalisasi Penyaluran Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Surabaya
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang ditunaikan pada bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Ibadah ini memiliki dua dimensi penting, yaitu dimensi spiritual dan sosial. Secara spiritual, zakat fitrah berfungsi menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari kekhilafan serta menyempurnakan ibadah Ramadhan yang telah dijalankan selama satu bulan penuh. Sementara itu, secara sosial, zakat fitrah menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan sukacita di hari raya. Dengan demikian, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban individu, tetapi juga wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial dalam Islam.Berdasarkan ketentuan syariat, zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok yang umum dikonsumsi masyarakat, seperti beras, dengan takaran sekitar 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter per jiwa. Kewajiban ini berlaku bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Penyalurannya diperuntukkan bagi golongan mustahik, terutama fakir dan miskin, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, ketepatan dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah menjadi hal yang sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pihak yang berhak.Dalam praktiknya, zakat fitrah dapat disalurkan secara langsung kepada mustahik atau melalui lembaga resmi yang memiliki sistem pengelolaan terstruktur. Di Indonesia, peran tersebut dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional. Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya menjadi garda terdepan dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, termasuk zakat fitrah, kepada masyarakat yang membutuhkan.Selama bulan Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya membuka berbagai layanan penerimaan zakat fitrah guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya. Layanan tersebut meliputi penerimaan melalui kantor resmi, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid dan instansi, hingga kanal pembayaran digital yang praktis dan aman. Inovasi layanan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta menjawab kebutuhan era digital. Selain itu, keterlibatan relawan dan kerja sama dengan berbagai pihak turut memperkuat proses distribusi agar zakat dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.Optimalisasi penyaluran zakat fitrah tidak hanya bergantung pada jumlah dana yang terkumpul, tetapi juga pada tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Kota Surabaya terus mengedepankan prinsip tersebut agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Transparansi pelaporan serta pendistribusian yang terencana menjadi kunci agar zakat fitrah benar-benar memberikan dampak nyata, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik menjelang hari raya.Lebih dari itu, zakat fitrah yang dikelola secara optimal dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan sosial di Kota Surabaya. Melalui sistem yang terorganisir, potensi zakat dapat dihimpun secara maksimal dan disalurkan secara efektif. Dengan menunaikan zakat fitrah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun solidaritas umat dan menciptakan distribusi kesejahteraan yang lebih merata.Pada akhirnya, optimalisasi penyaluran zakat fitrah bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan keadilan sosial. Semangat berbagi di bulan Ramadhan diharapkan mampu menghadirkan keberkahan bagi muzakki maupun mustahik, sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.
ARTIKEL12/03/2026 | Fia
Qiyamul Lail: Ibadah Malam yang Menguatkan Keimanan
Qiyamul Lail: Ibadah Malam yang Menguatkan Keimanan
Qiyamul lail merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Secara bahasa, qiyamul lail berarti menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Ibadah ini dilaksanakan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh, dengan puncak keutamaannya pada sepertiga malam terakhir. Pada waktu itulah suasana begitu sunyi dan tenang, ketika sebagian besar manusia terlelap dalam tidur. Keheningan malam menjadi ruang istimewa bagi seorang hamba untuk bermunajat dengan penuh kekhusyukan, tanpa gangguan, dan dengan hati yang lebih jernih. Dalam ajaran Islam, qiyamul lail memiliki kedudukan yang sangat mulia. Banyak ayat Al-Qur’an serta hadis Nabi Muhammad SAW yang mendorong umat Islam untuk menghidupkan malam dengan ibadah. Allah SWT memuji orang-orang beriman yang sedikit tidurnya di waktu malam dan memohon ampun pada waktu sahur. Hal ini menunjukkan bahwa qiyamul lail bukan sekadar amalan tambahan, tetapi juga menjadi ciri hamba yang bertakwa. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan nyata dalam menjaga shalat malam. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau melaksanakan qiyamul lail dengan penuh kesungguhan hingga kedua kakinya bengkak, sebagai wujud rasa syukur dan penghambaan kepada Allah SWT. Pelaksanaan qiyamul lail dapat dilakukan dalam berbagai bentuk ibadah, namun yang paling utama adalah shalat malam seperti shalat tahajud dan witir, disertai tilawah Al-Qur’an serta doa-doa yang tulus. Shalat tahajud secara khusus memiliki keutamaan besar karena dilakukan setelah tidur terlebih dahulu, kemudian bangun untuk beribadah. Sepertiga malam terakhir diyakini sebagai waktu yang sangat istimewa, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan dan ampunan Allah terbuka luas bagi hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh. Pada momen tersebut, seorang muslim dapat mencurahkan isi hati, memohon pertolongan, serta memperbaiki hubungan spiritualnya dengan Allah SWT. Selain bernilai ibadah tinggi, qiyamul lail juga memberikan dampak positif bagi kehidupan seorang muslim. Dari sisi spiritual, ibadah malam mampu memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa tawakal, serta menghadirkan ketenangan batin. Hati yang rutin bermunajat di waktu malam cenderung lebih lembut dan peka terhadap kebaikan. Dari sisi psikologis, kebiasaan bangun malam melatih kedisiplinan, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri. Bahkan dari sisi kesehatan, bangun pada sepertiga malam terakhir dapat membantu tubuh menjadi lebih segar serta pikiran lebih fokus, terutama jika diimbangi dengan pola istirahat yang teratur. Meski memiliki banyak keutamaan, qiyamul lail memang membutuhkan komitmen dan kesungguhan. Rasa lelah, kebiasaan tidur larut malam, atau kurangnya motivasi sering menjadi hambatan. Karena itu, diperlukan niat yang kuat serta langkah praktis seperti tidur lebih awal, mengurangi aktivitas yang tidak penting di malam hari, dan memulai dengan rakaat yang sedikit namun konsisten. Konsistensi, meskipun dalam jumlah kecil, lebih dicintai Allah dibanding amalan besar yang tidak berkelanjutan. Dengan demikian, qiyamul lail adalah ibadah malam yang sarat keutamaan dan manfaat. Ia menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperbaiki kualitas spiritual, mental, dan fisik seorang muslim. Menghidupkan malam, walau hanya dengan beberapa rakaat dan doa sederhana, dapat menjadi langkah besar menuju ketakwaan dan keberkahan hidup.
ARTIKEL12/03/2026 | Fia
Satu Zakat, Sejuta Senyum: Gerakan Zakat Fitrah BAZNAS Kota Surabaya
Satu Zakat, Sejuta Senyum: Gerakan Zakat Fitrah BAZNAS Kota Surabaya
Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Salah satu ibadah yang memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat besar adalah zakat fitrah. Melalui zakat fitrah, setiap Muslim tidak hanya menyucikan diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, tetapi juga membantu saudara-saudara yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. Di sinilah peran penting Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dalam menggerakkan semangat berbagi kepada masyarakat. Gerakan zakat fitrah yang diinisiasi oleh BAZNAS Kota Surabaya mengusung semangat “Satu Zakat, Sejuta Senyum.” Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk menunaikan zakat fitrah secara mudah, aman, dan tepat sasaran. Zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya, seperti fakir, miskin, yatim, dan kaum dhuafa di berbagai wilayah Kota Surabaya. Zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia serta membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan adanya pengelolaan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, proses pengumpulan hingga penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Hal ini tentu memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para muzaki yang ingin menunaikan kewajibannya. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Surabaya juga melibatkan berbagai relawan serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan zakat fitrah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Paket zakat fitrah yang disalurkan biasanya berupa beras atau bahan pangan pokok yang sangat bermanfaat bagi keluarga penerima, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Senyum bahagia para penerima zakat menjadi bukti bahwa zakat yang ditunaikan mampu menghadirkan kebahagiaan yang nyata di tengah masyarakat. Gerakan ini juga menjadi pengingat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk solidaritas dan kepedulian sosial. Dengan menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan bersama serta memperkuat semangat gotong royong di tengah kehidupan kota. Melalui semangat “Satu Zakat, Sejuta Senyum,” BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan. Semoga setiap zakat yang ditunaikan dapat menjadi jalan keberkahan dan menghadirkan lebih banyak senyum bagi mereka yang membutuhkan. Karena dari satu zakat yang kita berikan, dapat lahir sejuta senyum kebahagiaan di Hari Raya.
ARTIKEL12/03/2026 | Ananda
Berburu Keberkahan Lailatul Qadr Bersama BAZNAS Surabaya Lewat Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial
Berburu Keberkahan Lailatul Qadr Bersama BAZNAS Surabaya Lewat Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial
Surabaya News – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai daerah semakin meningkatkan kualitas ibadah dan amal kebaikan. Momentum ini menjadi waktu yang sangat dinantikan karena diyakini di dalamnya terdapat malam yang penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadr, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Menyambut momentum tersebut, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk memaksimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari upaya meraih keberkahan di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam tradisi umat Islam, sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa. Banyak umat Muslim yang memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga melakukan i’tikaf di masjid. Semua amalan tersebut dilakukan dengan harapan dapat meraih keutamaan Lailatul Qadr, malam yang diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an dan penuh dengan limpahan rahmat serta ampunan dari Allah SWT. Selain meningkatkan ibadah secara spiritual, momentum ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal sosial. Salah satu bentuk nyata dari kepedulian sosial dalam Islam adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Melalui amalan tersebut, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala yang besar, tetapi juga turut membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Melihat besarnya potensi kebaikan di bulan Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk memaksimalkan ibadah sosial melalui zakat. Lembaga ini berperan sebagai pengelola zakat resmi yang menyalurkan dana umat secara amanah dan tepat sasaran kepada para mustahik atau penerima manfaat. Momentum Lailatul Qadr juga menjadi pengingat bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama menjadi salah satu cara untuk meraih keberkahan di malam-malam terakhir Ramadhan. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kota Surabaya berharap masyarakat dapat menjadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup berbagi dan kepedulian sosial. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, masyarakat juga dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat tersalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan. Lebih dari sekadar bantuan sesaat, pengelolaan zakat juga diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang melalui berbagai program pemberdayaan. Dengan adanya program tersebut, para penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup mereka di masa depan. Karena itu, menjelang datangnya malam Lailatul Qadr, masyarakat diajak untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini. Selain memperbanyak ibadah seperti shalat malam dan membaca Al-Qur’an, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghadirkan keberkahan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Melalui semangat berbagi di bulan Ramadhan, diharapkan kepedulian sosial masyarakat dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan dukungan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya optimistis bahwa zakat dapat menjadi salah satu kekuatan besar dalam membantu mewujudkan kesejahteraan dan kepedulian sosial di Kota Surabaya. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Lailatul Qadr, Keutamaan Lailatul Qadr, Zakat Ramadhan Surabaya, Sedekah Malam Lailatul Qadr, Program Ramadhan BAZNAS Surabaya, Berburu Pahala Lailatul Qadr dengan Sedekah.
ARTIKEL12/03/2026 | Sahroh
Berbagi Jadi Lebih Mudah Lewat Zakat Bersama BAZNAS
Berbagi Jadi Lebih Mudah Lewat Zakat Bersama BAZNAS
Zakat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam yang memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui zakat, seorang muslim diajak untuk berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Di era modern seperti sekarang, menunaikan zakat menjadi semakin mudah dengan hadirnya lembaga pengelola zakat yang profesional. Salah satu lembaga yang berperan penting dalam pengelolaan zakat di Indonesia adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah, BAZNAS memiliki tugas untuk mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan, BAZNAS berupaya memastikan bahwa dana zakat dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Program-program tersebut tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga mendorong pemberdayaan agar mereka dapat menjadi lebih mandiri di masa depan. Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Berbagai program yang dijalankan bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan kemanusiaan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya menjadi bantuan sementara, tetapi juga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui zakat yang dikelola secara profesional, masyarakat dapat merasakan bahwa berbagi tidaklah sulit. Cukup dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS, setiap orang dapat ikut berkontribusi dalam membantu sesama dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, zakat menjadi jembatan kebaikan yang mampu menghadirkan harapan bagi banyak orang.
ARTIKEL12/03/2026 | Ana
Zakat Fitrah sebagai Instrumen Solidaritas Sosial: Peran BAZNAS Surabaya dalam Program Bantuan Kemanusiaan Ramadhan
Zakat Fitrah sebagai Instrumen Solidaritas Sosial: Peran BAZNAS Surabaya dalam Program Bantuan Kemanusiaan Ramadhan
Surabaya News — Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Salah satu ibadah yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat kuat adalah zakat fitrah. Melalui zakat fitrah, umat Islam tidak hanya menyucikan diri setelah menunaikan ibadah puasa, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya memegang peran strategis dalam menghimpun dan menyalurkan zakat fitrah sebagai bagian dari Program Ramadhan BAZNAS Surabaya. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan ditunaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Secara spiritual, zakat fitrah berfungsi untuk menyucikan jiwa dari kekurangan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun secara sosial, zakat fitrah memiliki makna yang lebih luas, yakni sebagai instrumen solidaritas sosial untuk membantu fakir, miskin, dan kelompok rentan. Karena itu, pengelolaan Zakat Fitrah Surabaya secara terorganisir menjadi hal penting agar manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat yang berhak. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya terus mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah Ramadhan. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada mustahik melalui proses pendataan dan verifikasi yang ketat. Prinsip tepat sasaran menjadi prioritas agar distribusi zakat benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Surabaya. Menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat kurang mampu cenderung meningkat. Banyak keluarga dhuafa menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Surabaya mengintensifkan Bantuan Kemanusiaan BAZNAS yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah. Program ini menjadi bagian dari Program Sosial Ramadhan Surabaya yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Salah satu bentuk distribusi zakat Surabaya yang dilakukan adalah penyaluran zakat fitrah dalam bentuk bahan pangan pokok, seperti beras berkualitas, kepada masyarakat dhuafa. Bantuan ini sangat berarti karena membantu keluarga penerima manfaat menyambut Idul Fitri dengan lebih layak dan penuh kebahagiaan. Zakat untuk dhuafa Surabaya ini menjadi wujud nyata kepedulian umat dalam membangun kebersamaan. Selain distribusi bahan pangan, zakat fitrah juga diintegrasikan dengan program sosial lainnya, seperti santunan anak yatim, bantuan sembako Ramadhan, dan dukungan bagi warga terdampak kesulitan ekonomi. Dengan pendekatan ini, zakat fitrah tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memperkuat nilai empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial dalam Islam. Melalui kampanye literasi zakat dan dakwah Ramadhan, masyarakat diajak memahami bahwa zakat fitrah Ramadhan memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan. Semakin tinggi kesadaran masyarakat menunaikan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula potensi manfaat yang dapat dirasakan bersama. Untuk memudahkan pembayaran, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal layanan, baik secara langsung di kantor maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan mendorong partisipasi lebih luas dalam gerakan berbagi selama Ramadhan.
ARTIKEL12/03/2026 | Ainun
Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail: Spirit Ibadah dan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Surabaya
Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail: Spirit Ibadah dan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Surabaya
Surabaya News — Bulan suci Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah Qiyamul Lail, yakni menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, doa, serta tilawah Al-Qur’an. Melalui semangat Qiyamul Lail Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama. Qiyamul Lail memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah malam ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkokoh keimanan. Terlebih pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah karena terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Momentum spiritual tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya berdimensi personal, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai ajang memperbanyak amal kebaikan. Ibadah malam yang khusyuk diharapkan menumbuhkan kepekaan sosial terhadap kondisi warga kurang mampu. Ketika hati semakin dekat dengan Allah SWT, kepedulian terhadap masyarakat dhuafa pun semakin kuat. Selama Ramadhan, kebutuhan masyarakat kurang mampu cenderung meningkat. Banyak keluarga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Melalui Program Ramadhan BAZNAS Surabaya, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas dalam setiap pendistribusian bantuan. Berbagai program dijalankan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Selain bantuan konsumtif seperti paket sembako dan santunan dhuafa, BAZNAS Kota Surabaya juga mengembangkan zakat produktif berupa bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM. Program ini bertujuan agar penerima manfaat tidak hanya terbantu sementara, tetapi juga mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi. Inilah wujud nyata zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di Surabaya. Edukasi tentang pentingnya zakat juga terus digencarkan. Melalui dakwah dan kampanye Ramadhan, masyarakat diajak memahami bahwa Zakat Infak Sedekah Surabaya memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas sosial. Semangat berbagi yang lahir dari Qiyamul Lail menjadi energi untuk menghadirkan perubahan nyata bagi warga miskin Surabaya. Untuk memudahkan partisipasi, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat, baik melalui layanan langsung di kantor maupun platform digital. Kemudahan ini diharapkan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam Gerakan Berbagi Ramadhan Surabaya. Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan kesempatan emas untuk memperbanyak amal. Menghidupkan malam dengan Qiyamul Lail serta menguatkan kepedulian sosial merupakan implementasi nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi antara muzaki, lembaga zakat, dan masyarakat, berbagai program sosial dapat terus berjalan dan memberikan manfaat luas. BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menjadi jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Setiap donasi yang disalurkan menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga setiap amal di bulan suci ini menjadi ladang pahala dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Surabaya. Salurkan donasi Anda melalui:???? Website: https://surabaya.baznas.go.id???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL12/03/2026 | Ainun
Zakat Fitrah Menyucikan Diri, Menguatkan Solidaritas
Zakat Fitrah Menyucikan Diri, Menguatkan Solidaritas
Setiap akhir bulan Ramadan, umat Islam menunaikan salah satu kewajiban penting yaitu zakat fitrah. Ibadah ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian puasa, tetapi juga memiliki makna sosial yang mendalam. Zakat fitrah menjadi simbol kesucian diri sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Secara bahasa, kata “zakat” berarti suci, tumbuh, dan berkah. Sementara “fitrah” merujuk pada kondisi asal manusia yang bersih. Dengan demikian, zakat fitrah dapat dimaknai sebagai upaya menyucikan jiwa setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Melalui zakat fitrah, seorang Muslim diingatkan bahwa ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial. Kewajiban zakat fitrah ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan pokok bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya. Tujuan dari zakat fitrah adalah membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia serta memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan. Besaran zakat fitrah umumnya setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram bahan makanan pokok, seperti beras di Indonesia. Namun dalam praktik modern, sebagian ulama juga membolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang yang setara dengan nilai makanan pokok tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan distribusi serta menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang semakin kompleks. Di Indonesia, pengelolaan zakat semakin terorganisasi melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional. Lembaga ini berperan dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan zakat kepada para mustahik atau pihak yang berhak menerima. Dengan sistem yang lebih terstruktur, zakat tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan. Dari perspektif sosial, zakat fitrah memiliki fungsi yang sangat strategis. Ia memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya Idulfitri. Ketika zakat didistribusikan dengan baik, keluarga yang kurang mampu dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dan ikut merayakan hari kemenangan dengan layak. Lebih dari itu, zakat fitrah juga menumbuhkan rasa solidaritas dalam masyarakat. Ibadah ini mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak boleh dinikmati secara individual. Ada tanggung jawab kolektif untuk memastikan bahwa tidak ada anggota masyarakat yang tertinggal, terutama pada momentum penting seperti Idulfitri. Di tengah meningkatnya kesenjangan sosial dan tantangan ekonomi global, zakat fitrah memiliki relevansi yang semakin kuat. Ia bukan sekadar kewajiban ritual tahunan, tetapi juga mekanisme redistribusi kekayaan yang telah diajarkan Islam sejak berabad-abad lalu. Karena itu, zakat fitrah seharusnya dipahami bukan hanya sebagai kewajiban administratif menjelang hari raya. Ia adalah manifestasi nilai keadilan sosial dalam Islam. Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk menyadari bahwa kesucian ibadah tidak lengkap tanpa kepedulian terhadap sesama. Pada akhirnya, zakat fitrah mengajarkan satu pesan sederhana namun mendalam: kebahagiaan Idulfitri akan terasa lebih sempurna ketika dirasakan bersama. Dengan berbagi, manusia tidak hanya menyucikan hartanya, tetapi juga menyempurnakan kemanusiaannya.
ARTIKEL12/03/2026 | Rubai
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →