Artikel Terbaru
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Ramadhan merupakan bulan yang sarat dengan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan sekaligus upaya membentuk pribadi yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah.
“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Ramadhan sangatlah besar. Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, puasa memiliki balasan istimewa langsung dari Allah SWT. Di dalamnya juga terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, Ramadhan juga menumbuhkan rasa solidaritas sosial. Pengalaman menahan lapar dan dahaga membantu kita memahami kondisi saudara-saudara yang hidup dalam kekurangan. Oleh sebab itu, zakat, infak, dan sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan suci ini.
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) berperan penting dalam mengelola dan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program seperti bantuan untuk fakir miskin, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi, BAZNAS menjadi penghubung antara para muzakki dan mustahik.
Ramadhan menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian ZIS agar manfaatnya semakin luas. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga turut menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Salurkan donasi Anda sekarang melalui:
???? Website: https://surabaya.baznas.go.id
???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL20/02/2026 | Ana
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Berita Surabaya — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai melakukan berbagai persiapan sebagai bentuk kesiapan menyambut bulan penuh keberkahan. Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan secara spiritual melalui peningkatan ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan persiapan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Bulan suci Ramadhan memiliki dimensi ibadah dan sosial yang saling berkaitan. Ibadah puasa mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan empati, sehingga mendorong umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan menjadi lebih bermakna ketika disertai dengan kepedulian sosial yang nyata dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti Surabaya, masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama menjelang Ramadhan. Kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan cenderung meningkat pada periode ini. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, kepedulian masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.
BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah berperan strategis dalam mendukung persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong partisipasi masyarakat untuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah sebagai bagian dari persiapan ibadah Ramadhan.
Berbagai program sosial telah disiapkan BAZNAS Kota Surabaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Program tersebut meliputi bantuan kebutuhan pokok bagi dhuafa, paket pangan Ramadhan, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi. Program-program yang ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih layak dan tenang.
Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Menunaikan zakat menjelang Ramadhan menjadi salah satu bentuk persiapan yang dianjurkan. Zakat berfungsi sebagai sarana penyucian harta sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat memastikan bahwa dana yang disalurkan dikelola secara amanah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
BAZNAS Kota Surabaya juga menyediakan kemudahan layanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Layanan pembayaran tersedia secara langsung maupun melalui platform digital yang aman dan terpercaya. Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas dalam berbagi kebaikan menjelang Ramadhan.
Pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel menjadi prinsip utama BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu mencatatkan prestasi. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Surabaya.
Persiapan menyambut bulan suci Ramadhan melalui penguatan kepedulian sosial diharapkan mampu menciptakan kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, persiapan Ramadhan tidak hanya menjadi agenda ibadah individu, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama.
SEO kata kunci:
Persiapan menyambut Ramadhan bersama BAZNAS Kota Surabaya, Peran Zakat dalam Persiapan Ramadhan, Zakat Sebagai Persiapan Ibadah Ramadhan, Program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya, Kepedulian sosial menjelang Ramadhan.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Ramadan tidak lagi sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Dalam beberapa tahun terakhir, bulan suci ini berkembang menjadi apa yang dapat disebut sebagai Gerakan Ramadan sebuah momentum kolektif yang menggerakkan keluarga, komunitas, hingga negara untuk membangun perubahan sosial berbasis nilai spiritual. Di Indonesia, misalnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama sejumlah kementerian mendeklarasikan program Gerakan Ramadan Ramah Anak. Inisiatif ini mendorong keluarga memanfaatkan Ramadan sebagai ruang pendidikan karakter: mengurangi penggunaan gawai, memperbanyak dialog orang tua dan anak, serta membangun kebiasaan ibadah bersama.
Langkah tersebut diperkuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengajak satuan pendidikan menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan empati dan akhlak peserta didik. Pesannya jelas: Ramadan bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga sarana membangun kualitas generasi. Fenomena ini menarik. Artinya, nilai-nilai Ramadan sedang mengalami institusionalisasi masuk ke ranah kebijakan publik dan pendidikan formal. Bulan suci tidak lagi berhenti pada ranah privat, melainkan menjadi strategi sosial untuk memperkuat ketahanan keluarga dan karakter anak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Di sisi lain, Ramadan juga identik dengan lonjakan solidaritas sosial. Aktivitas zakat, infak, sedekah, dan berbagi makanan meningkat drastis. Tradisi seperti M??idat ar-Ra?m?n di berbagai negara Timur Tengah menunjukkan bagaimana berbuka puasa menjadi ruang kesetaraan sosial: siapa pun dapat duduk bersama tanpa melihat latar belakang ekonomi. Bahkan di ruang publik global, Ramadan semakin diakui sebagai bagian dari identitas sosial dunia modern. Pemasangan dekorasi Ramadan di kawasan Piccadilly Circus beberapa waktu lalu menandai penerimaan budaya Islam dalam lanskap kota global. Ramadan menjadi simbol inklusivitas dan solidaritas lintas komunitas.
Secara sosiologis, Ramadan menciptakan apa yang oleh Émile Durkheim disebut sebagai collective effervescence ledakan energi kebersamaan yang lahir dari ritual bersama. Ketika jutaan orang berpuasa, berbuka, dan beribadah dalam waktu yang sama, muncul rasa solidaritas yang lebih kuat. Inilah yang menjelaskan mengapa aktivitas berbagi meningkat dan empati sosial terasa lebih hidup selama bulan suci.
Namun, tantangan terbesar Gerakan Ramadan adalah keberlanjutan. Energi spiritual dan sosial yang begitu besar sering kali meredup setelah Idulfitri. Jika nilai disiplin, empati, dan kepedulian sosial hanya bertahan 30 hari, maka Ramadan kehilangan potensi transformatifnya Karena itu, Gerakan Ramadan seharusnya dipahami sebagai laboratorium perubahan. Ia melatih pengendalian diri, membangun solidaritas, dan memperkuat keluarga. Tugas masyarakat dan para pemangku kebijakan adalah memastikan bahwa nilai-nilai itu tidak berhenti sebagai euforia musiman.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan diri, tetapi tentang membentuk diri dan bersama-sama membentuk masyarakat yang lebih berempati, adil, dan berkarakter. Jika dikelola dengan kesadaran kolektif, Ramadan dapat menjadi gerakan moral tahunan yang secara perlahan memperbaiki wajah sosial bangsa.
ARTIKEL20/02/2026 | Ruba'i
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Surabaya – Dalam rangka menyambut Gerakan Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya menggelar Pembekalan Relawan Fundraising sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya serta 50 relawan fundraising yang telah lolos seleksi tahap II. Pembekalan tersebut menjadi tahap awal dalam memperkuat komitmen, kapasitas, dan sinergi antara lembaga dan relawan guna menyongsong momentum Ramadhan yang dikenal sebagai puncak peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat.
Para relawan mendapatkan materi langsung dari ahli fundraising yang mencakup strategi penghimpunan dana, teknik komunikasi yang efektif kepada muzakki, etika pelayanan, serta penguatan nilai-nilai kelembagaan. Pembekalan ini dirancang agar relawan tidak hanya memahami teknis penggalangan dana, tetapi juga mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan amanah dalam setiap proses penghimpunan ZIS. Dengan persiapan yang matang, relawan diharapkan dapat menjadi representasi lembaga yang terpercaya di tengah masyarakat.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki Peran menghimpun dan mendistribusikan ZIS secara transparan dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan Nomor 23 Tahun 2011. Di tingkat kota, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam 5S, yakni Surabaya Berdakwah, Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, dan Surabaya Sigap, yang menyasar bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial kemanusiaan.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., menegaskan bahwa relawan fundraising memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk berzakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dengan sinergi yang kuat antara lembaga dan relawan, Gerakan Ramadhan 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat program pendayagunaan zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Alfa
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Semangat puasa yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama menjadi landasan kuat lahirnya berbagai gerakan kebaikan. Di Kota Surabaya, semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Cinta Ramadhan yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat. Sebagai lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki amanah untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di bulan Ramadhan, peran tersebut semakin terasa karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat serta memperbanyak sedekah.
Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut meliputi penyaluran paket sembako Ramadhan, santunan untuk anak yatim dan dhuafa, bantuan biaya pendidikan, serta program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat sekaligus mempererat hubungan antara muzakki dan mustahik. Tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan modal usaha, pendampingan UMKM, serta pelatihan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian mustahik. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum membangun harapan dan masa depan yang lebih baik.
Sinergi antara BAZNAS dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam gerakan ini. Partisipasi aktif para muzakki, relawan, serta dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat Ramadhan mampu menggerakkan kolaborasi yang luas. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari rantai kebaikan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Gerakan Cinta Ramadhan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membayar zakat secara benar dan terkelola melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS, masyarakat turut memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku. Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan kepedulian yang nyata. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat membuktikan bahwa kebersamaan dan sinergi dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan memperluas manfaat bagi sesama.
ARTIKEL20/02/2026 | Wahyu
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Surabaya (Baznas News) — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial. Ramadhan merupakan momentum yang dinanti oleh umat Islam sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan. Persiapan yang matang menjadi langkah penting agar ibadah dapat dijalankan secara optimal. Tidak hanya memperbanyak doa dan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama. Inilah makna menyambut Ramadhan secara menyeluruh.
BAZNAS Kota Surabaya menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Bulan suci harus dimaknai sebagai ruang transformasi diri dan masyarakat. Persiapan spiritual dilakukan melalui peningkatan kualitas ibadah dan introspeksi diri. Sementara itu, persiapan sosial diwujudkan melalui penguatan solidaritas dan kepedulian. Keduanya harus berjalan beriringan agar Ramadhan menghadirkan dampak yang lebih luas.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban lebih awal. Penyaluran zakat dan sedekah sebelum Ramadhan dapat membantu penerima manfaat mempersiapkan kebutuhan bulan suci. Dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan profesional. Transparansi menjadi komitmen utama dalam setiap prosesnya. Kepercayaan publik dijaga melalui tata kelola yang akuntabel.
Persiapan menyambut Ramadhan juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah. Saling memaafkan dan memperbaiki hubungan menjadi bagian dari kesiapan moral. Ramadhan bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah SWT. Hubungan horizontal antar sesama juga harus diperkuat. Solidaritas sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
BAZNAS Kota Surabaya menginisiasi berbagai program yang dirancang untuk menyambut Ramadhan secara terarah. Bantuan pangan, santunan, hingga program pemberdayaan menjadi fokus utama. Program tersebut bertujuan agar manfaat Ramadhan dapat dirasakan secara merata. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah wujud nyata persiapan sosial yang berkelanjutan.
Momentum jelang Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi zakat dan sedekah. Edukasi mengenai pentingnya berbagi terus dilakukan kepada masyarakat. Kesadaran kolektif akan memperluas dampak kebermanfaatan. Ramadhan bukan hanya tentang menerima pahala, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi yang membutuhkan. Kepedulian menjadi nilai utama yang harus diperkuat sejak awal.
Sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret dalam memperkuat solidaritas sosial. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi umat menjadi kunci menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna. Semoga persiapan yang dilakukan sejak dini menghadirkan keberkahan yang lebih luas.
Salurkan donasi Anda melalui:
???? Website: https://surabaya.baznas.go.id
???? Instagram: @baznaskotasurabaya
Keyword SEO: Jelang Ramadhan, Persiapan Ramadhan, Solidaritas Sosial, Zakat dan Sedekah, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Surabaya News — Bulan Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarumat. Dalam semangat berbagi keberkahan, BAZNAS Kota Surabaya terus menggencarkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Surabaya. Program ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga miskin sekaligus memperluas dampak kebaikan di bulan suci.
Selama Ramadhan, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan dan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya mempercepat penyaluran bantuan melalui berbagai program sosial yang terstruktur dan tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan tujuan zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat.
Pendistribusian zakat dilakukan secara masif dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setiap bantuan yang disalurkan melalui program Ramadhan telah melalui proses pendataan dan verifikasi agar tepat sasaran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa zakat benar-benar diterima oleh mustahik yang berhak, seperti fakir, miskin, dan kelompok rentan lainnya.
Selain bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga menyalurkan zakat produktif. Bantuan modal usaha diberikan kepada pelaku UMKM kecil agar mereka dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, sehingga penerima manfaat tidak hanya terbantu sementara, tetapi juga memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi.
Ramadhan juga menjadi momen bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Surabaya mengajak para muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat lebih awal agar distribusi dapat dilakukan secara optimal sejak awal Ramadhan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga miskin.
Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagi kebaikan selama bulan suci. Setiap rupiah yang dititipkan akan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan, sehingga zakat benar-benar menjadi jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik.
Tidak hanya menyalurkan bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai pilar kesejahteraan sosial. Melalui kampanye Ramadhan, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan ekonomi umat.
Di tengah semangat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi. Kebaikan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Melalui pendistribusian zakat yang masif dan tepat sasaran, keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak amal dan kepedulian. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Semoga langkah kebaikan ini menjadi ladang pahala dan menghadirkan keberkahan bagi semua.
Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Zakat Untuk Warga Miskin, Program Ramadhan BAZNAS, Zakat Infak Sedekah Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Zakat Produktif Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Ramadan Semakin Dekat, BAZNAS Surabaya Siap Salurkan Amanah Umat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk siap mewujudkan amanah umat secara optimal, transparan, dan tepat sasaran. Momentum Ramadhan menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Selain fokus pada penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya juga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat. Layanan pembayaran zakat kini semakin mudah melalui layanan kantor, transfer perbankan, hingga platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menunaikan kewajiban zakat.
Dengan semangat profesional, transparan, dan amanah, BAZNAS Kota Surabaya menargetkan peningkatan penghimpunan ZIS selama Ramadhan tahun ini. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku, serta dilaporkan secara terbuka kepada publik.
Ramadhan yang semakin dekat diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, amanah umat akan terus dijaga dan disalurkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya secara berkelanjutan.
ARTIKEL20/02/2026 | Mila
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial
Gerakan Ramadhan merupakan sebuah istilah yang menggambarkan semangat kolektif umat Islam dalam memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum perubahan diri dan perbaikan sosial. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan bulan pendidikan ruhani yang melatih kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Selama satu bulan penuh, umat Islam menjalani ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus sarana pembentukan karakter yang lebih baik. Keistimewaan Ramadhan semakin terasa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Keyakinan akan besarnya pahala dan keberkahan pada bulan ini mendorong lahirnya berbagai gerakan kebaikan, baik yang bersifat individu maupun kolektif. Masjid-masjid menjadi lebih ramai, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar hampir di setiap sudut, dan suasana religius terasa begitu kuat dalam kehidupan masyarakat.
Gerakan Ramadhan juga tampak dalam meningkatnya kualitas ibadah. Banyak orang yang sebelumnya kurang disiplin dalam menjalankan salat menjadi lebih teratur, bahkan berusaha melaksanakannya secara berjamaah. Salat tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual dengan Tuhan. Selain itu, tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an menjadi target pribadi yang ingin dicapai oleh banyak umat Islam sebagai bentuk refleksi dan perenungan diri.
Tidak hanya berfokus pada hubungan dengan Tuhan, Gerakan Ramadhan juga menguatkan hubungan antarmanusia. Bulan ini identik dengan semangat berbagi. Kepedulian sosial meningkat melalui pemberian sedekah, zakat, dan berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil, santunan anak yatim, serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ramadhan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga melalui kemampuan untuk meringankan beban orang lain. Lebih dari itu, Gerakan Ramadhan berperan sebagai proses pembentukan karakter. Puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari amarah, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Dalam kehidupan sehari-hari, latihan ini membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan empatik. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, ia juga belajar untuk menahan diri dari perilaku yang merugikan orang lain. Inilah esensi pendidikan moral yang terkandung dalam Ramadhan.
Kebersamaan yang terjalin selama bulan suci turut memperkuat persatuan masyarakat. Momen berbuka puasa bersama, sahur bersama keluarga, hingga kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ramadhan menghadirkan harmoni sosial yang mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa saling menghargai. Pada akhirnya, Gerakan Ramadhan bukanlah gerakan yang berhenti ketika bulan suci berakhir. Nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadhan diharapkan terus hidup dalam diri setiap individu. Konsistensi dalam ibadah, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik seharusnya menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi titik awal transformasi menuju pribadi yang lebih bertakwa dan masyarakat yang lebih beradab.
ARTIKEL20/02/2026 | Caca
Puasa sebagai Ekosistem Kepedulian: Dari Ibadah Personal Menuju Dampak Sosial Berkelanjutan
Surabaya (Baznas News) — Puasa sering dipahami sebagai ibadah yang bersifat personal, padahal di dalamnya tersimpan potensi besar untuk membangun ekosistem kepedulian sosial. BAZNAS Kota Surabaya memandang puasa sebagai momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara ibadah dan kesejahteraan masyarakat. Nilai pengendalian diri yang dilatih selama berpuasa seharusnya bertransformasi menjadi aksi nyata. Ramadhan menghadirkan ruang kolektif untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih sistematis. Inilah makna puasa yang tidak berhenti pada ritual, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan.
Konsep ekosistem kepedulian berarti setiap individu memiliki peran dalam rantai kebaikan. Muzakki, mustahik, relawan, dan lembaga pengelola zakat saling terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi. Puasa membentuk kesadaran bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dan distribusi peran yang jelas. Dengan pola ini, kebaikan tidak bersifat spontan, tetapi terstruktur dan terukur.
BAZNAS Kota Surabaya mendorong agar momentum puasa dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan sosial. Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif.
Selain aspek ekonomi, puasa juga memperkuat literasi sosial masyarakat. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi refleksi nyata tentang kondisi ketimpangan yang masih ada. Kesadaran ini perlu diterjemahkan dalam kebijakan dan program yang tepat sasaran. Edukasi tentang pentingnya distribusi zakat yang efektif terus digencarkan. Puasa menjadi ruang pembelajaran kolektif tentang keadilan sosial.
Inovasi dalam pengelolaan zakat juga menjadi bagian penting dari ekosistem kepedulian. Pemanfaatan teknologi digital mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban. Sistem pembayaran online, pelaporan digital, dan publikasi program memperluas partisipasi. Dengan pendekatan ini, puasa tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga modernisasi tata kelola filantropi. Sinergi antara nilai tradisional dan teknologi menjadi kekuatan baru.
BAZNAS Kota Surabaya melihat bahwa keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari ketahanan menahan lapar, tetapi dari dampak sosial yang dihasilkan. Jika setelah Ramadhan solidaritas tetap tumbuh, maka puasa telah melahirkan perubahan. Gerakan sosial yang lahir dari Ramadhan diharapkan tidak berhenti di akhir bulan. Keberlanjutan menjadi indikator utama keberhasilan ekosistem kepedulian.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kontribusi yang diberikan akan dikelola secara amanah dan profesional. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret membangun dampak sosial berkelanjutan. Puasa menjadi awal transformasi yang lebih luas. Bersama, Ramadhan dapat melahirkan sistem kepedulian yang kokoh dan berdaya.
Salurkan donasi Anda melalui:
???? Website: https://surabaya.baznas.go.id
???? Instagram: @baznaskotasurabaya
Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Ekosistem Kepedulian, Zakat Produktif, Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS Kota Surabaya, Filantropi Islam
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Satu Hati di Bulan Suci: Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya untuk Umat
Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Dalam semangat kebersamaan tersebut, BAZNAS Surabaya menghadirkan Gerakan Ramadhan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Gerakan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan hati antara muzaki dan mustahik di Kota Surabaya.
Melalui Gerakan Ramadhan, BAZNAS Surabaya mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dari berbagai kalangan—baik individu, komunitas, maupun instansi. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam berbagai program, seperti bantuan sembako, santunan dhuafa, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, hingga dukungan modal usaha mikro. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya mereka yang terdampak secara ekonomi.
Gerakan ini juga menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Setiap amanah yang diberikan oleh muzaki dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap lembaga zakat semakin meningkat, dan partisipasi masyarakat dalam berzakat pun semakin luas.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi juga solusi sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan memperkuat solidaritas. Semangat “Satu Hati” mencerminkan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menyatukan niat dan langkah dalam membantu sesama.
Di tengah dinamika perkotaan seperti Surabaya, kolaborasi menjadi kunci. BAZNAS Surabaya menggandeng relawan, masjid, sekolah, dan berbagai mitra untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sinergi ini membuktikan bahwa ketika umat bersatu, dampak kebaikan dapat dirasakan lebih luas.
Akhirnya, Gerakan Ramadhan bukan hanya tentang berbagi materi, tetapi tentang menghadirkan harapan. Harapan bagi keluarga dhuafa untuk merasakan kebahagiaan di bulan suci, harapan bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan, dan harapan bagi pelaku usaha kecil untuk bangkit dan mandiri. Dengan satu hati di bulan suci, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju Surabaya yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera.
ARTIKEL20/02/2026 | Ananda
Puasa dan Zakat: Kolaborasi Ibadah Bersama Badan Amil Zakat Nasional Surabaya
Bulan Ramadhan bukan hanya momentum untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial. Puasa melatih kesabaran, keikhlasan, serta empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Nilai-nilai inilah yang kemudian menemukan wujud nyatanya melalui zakat. Ketika puasa membentuk kepekaan hati, zakat menghadirkan aksi nyata untuk membantu sesama. Kolaborasi ibadah ini menjadi semakin terarah dan berdampak luas ketika disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Surabaya.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, Badan Amil Zakat Nasional memiliki peran strategis dalam menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah serta profesional. Di tingkat kota, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan (mustahik). Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan terstruktur, zakat yang ditunaikan selama Ramadhan dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas dan berkelanjutan.
Puasa sejatinya mengajarkan umat Islam untuk merasakan apa yang dirasakan oleh kaum dhuafa. Rasa lapar yang dialami seharian menjadi pengingat bahwa di luar bulan Ramadhan pun masih banyak saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Di sinilah zakat menjadi jembatan antara rasa empati dan solusi nyata. Ketika masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, mereka tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga turut serta dalam membangun kesejahteraan sosial di lingkungan sekitar.
Kolaborasi antara puasa dan zakat juga menjadi momentum penguatan solidaritas umat. Ramadhan menghadirkan semangat berbagi yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Dengan mempercayakan pengelolaan zakat kepada lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya, distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, terdata, dan berkelanjutan. Hal ini penting agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif—mampu membantu mustahik bangkit dan mandiri.
Akhirnya, puasa dan zakat adalah dua ibadah yang saling melengkapi. Puasa menyucikan jiwa, sementara zakat membersihkan harta dan memperkuat ikatan sosial. Melalui kolaborasi bersama BAZNAS Kota Surabaya, ibadah personal dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ramadhan pun tidak hanya menjadi bulan penuh pahala, tetapi juga bulan penuh kebermanfaatan.
ARTIKEL13/02/2026 | Ananda
Makna Puasa dalam Membentuk Karakter dan Solidaritas antar umat
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah proses pembentukan diri. Ia melatih kesabaran, keikhlasan, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Setiap tahun, Ramadan hadir sebagai ruang pembelajaran yang istimewa mengajak umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat kepedulian terhadap sesama. Dalam pelaksanaannya, puasa mengajarkan disiplin. Waktu sahur dan berbuka mengatur ritme kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang biasanya berjalan bebas, kini terasa lebih tertata. Namun, esensi puasa tidak berhenti pada aspek fisik semata. Justru yang lebih utama adalah menjaga lisan, menahan amarah, serta menghindari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah. Puasa menjadi latihan pengendalian diri yang berdampak pada pembentukan karakter.
Salah satu hikmah terbesar dari puasa adalah tumbuhnya empati sosial. Ketika seseorang merasakan lapar dan dahaga, ia belajar memahami kondisi saudara-saudaranya yang setiap hari hidup dalam keterbatasan. Dari sinilah lahir dorongan untuk berbagi. Ramadan menjadi bulan yang penuh dengan semangat kebaikan, di mana zakat, infak, dan sedekah meningkat secara signifikan. Kesadaran bahwa rezeki adalah titipan mendorong banyak orang untuk menyalurkannya kepada yang membutuhkan.
Di Kota Surabaya, semangat berbagi tersebut terwujud melalui berbagai program sosial yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kota Surabaya. Melalui pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Puasa tidak lagi hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata.
Pada akhirnya, puasa adalah tentang perubahan. Ia mengajak setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Jika setelah Ramadan seseorang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih ringan tangan dalam membantu sesama, maka tujuan puasa telah tercapai. Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
ARTIKEL13/02/2026 | Septya
Lewat Program CESAR, BAZNAS Surabaya Dorong Pemberdayaan Pendidikan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus memperkuat peran zakat dalam pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan CESAR (Cetak Sarjana). Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat menyelesaikan studi sarjana dengan dukungan biaya, pelatihan karakter, dan pendampingan yang komprehensif.
Program CESAR menjadi salah satu strategi inovasi BAZNAS Surabaya dalam memaksimalkan fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun, BAZNAS menyalurkan bantuan tidak hanya untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk pemberdayaan jangka panjang terutama di bidang pendidikan tinggi.
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Sejak diluncurkan, Program CESAR telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Surabaya. Salah satunya adalah kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BAZNAS Kota Surabaya dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kerja sama ini memastikan mahasiswa mustahik yang terpilih mendapatkan beasiswa lengkap, mulai dari biaya kuliah hingga pendampingan akademik dan non-akademik selama masa studi.
Kerja sama serupa juga dilakukan dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di mana kedua pihak berkomitmen untuk mendukung mahasiswa dari keluarga prasejahtera agar bisa mencapai gelar sarjana serta memiliki kualitas pribadi yang unggul.
Kolaborasi dengan berbagai kampus ini menunjukkan bahwa BAZNAS Surabaya tidak hanya fokus memberikan bantuan finansial, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan inklusif bagi generasi muda dari golongan mustahik.
Dampak Nyata bagi Mahasiswa Mustahik
Program CESAR telah menunjukkan dampak positif nyata bagi penerima beasiswa. Banyak “Sobat CESAR”—sebutan untuk para penerima beasiswa—telah merasakan manfaat besar dari dukungan ini. Mereka tidak hanya terbantu dalam hal biaya kuliah, tetapi juga dibekali karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan profesional kelak.
Salah satu kisah inspiratif datang dari pelajar yang awalnya ragu melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Setelah terpilih menjadi penerima CESAR, mereka kini bisa fokus menyelesaikan studi hingga lulus, bahkan bercita-cita untuk suatu hari membantu pelajar lain melalui zakat dan sedekah.
Harapan ke Depan
Melihat berakhirnya awal ini, BAZNAS Kota Surabaya berencana memperluas cakupan Program CESAR agar semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Targetnya adalah mencetak puluhan hingga ratusan sarjana baru setiap tahun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Program CESAR merupakan bukti nyata bahwa zakat bukan sekedar ibadah, tetapi bisa menjadi alat transformatif untuk menciptakan perubahan sosial, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
ARTIKEL06/02/2026 | Alfa
Jelang Ramadhan 2026, BAZNAS Surabaya Perkuat Program Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Masyarakat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya terus mempersiapkan berbagai program sosial keagamaan guna menyambut momen penuh berkah ini. Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menghubungkan para muzakki dengan mustahik. Momentum Ramadhan selalu menjadi periode dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berbagi. Oleh karena itu, berbagai program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memaksimalkan potensi kebaikan di bulan suci.
Program-program Ramadhan yang dirancang BAZNAS Kota Surabaya meliputi penyaluran paket sembako bagi keluarga kurang mampu, santunan anak yatim, bantuan untuk kaum dhuafa, hingga program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Selain itu, BAZNAS juga menghadirkan layanan kemudahan pembayaran zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat Surabaya dalam menunaikan kewajiban dan meningkatkan amal ibadah selama Ramadhan.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang transparan dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap donasi yang dititipkan oleh masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan mustahik.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Beberapa penerima manfaat akan mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan agar mampu mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum pemberdayaan yang berkelanjutan.
Di era digital saat ini, BAZNAS Kota Surabaya juga mengoptimalkan layanan pembayaran zakat secara online. Masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah dengan mudah melalui transfer bank, platform digital, maupun layanan jemput zakat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam gerakan zakat dan kepedulian sosial selama bulan Ramadhan.
Edukasi mengenai pentingnya zakat dan sedekah juga menjadi fokus utama BAZNAS Kota Surabaya menjelang Ramadhan. Melalui kampanye di media sosial, webinar, dan kegiatan sosialisasi di berbagai komunitas, BAZNAS mengajak masyarakat untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga solusi untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak amal. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk memanfaatkan momen ini dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan berbagi, setiap individu turut berkontribusi dalam membangun solidaritas sosial dan membantu sesama yang membutuhkan.
Melalui berbagai program Ramadhan yang telah disiapkan, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat berbagi dan kepedulian di bulan suci diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat di Kota Surabaya.
ARTIKEL06/02/2026 | Ananda
Bersama BAZNAS, Ramadan Menjadi Lebih Bermakna
Bulan suci Ramadan merupakan anugerah istimewa yang senantiasa dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menunaikan ibadah puasa, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian sosial. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan empati yang diajarkan selama Ramadan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Di tengah semangat Ramadan yang sarat akan nilai kebaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir sebagai lembaga resmi negara yang mengemban amanah besar dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS berperan sebagai penghubung antara para muzaki dan mustahik, memastikan bahwa setiap dana yang dititipkan dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Ramadan merupakan waktu terbaik untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal. Kewajiban zakat tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu. Melalui BAZNAS, zakat yang terkumpul dikelola secara profesional dan disalurkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Selama bulan Ramadan, BAZNAS menginisiasi beragam program sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan pangan Ramadan, paket buka puasa dan sahur, santunan anak yatim dan dhuafa, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain bantuan bersifat konsumtif, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM, guna mendorong kemandirian mustahik secara berkelanjutan.
Keberadaan program-program tersebut menjadikan Ramadan tidak hanya sebagai bulan ibadah personal, tetapi juga bulan kepedulian dan solidaritas sosial. Semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan, ketika dikelola secara terstruktur melalui BAZNAS, mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berjangka panjang bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi dan kepercayaan masyarakat, BAZNAS terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke pelosok negeri. Setiap infak dan sedekah yang dititipkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesejahteraan umat dan memperkuat ketahanan sosial bangsa.
Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. Bersama BAZNAS, Ramadan menjadi lebih bermakna bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.
ARTIKEL06/02/2026 | Ana
BAZNAS Surabaya Sambut Ramadan Dengan Perkuat Kepedulian Sosial dan Bantuan untuk Dhuafa
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, berbagai lembaga sosial mulai mempersiapkan program yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu. Salah satunya adalah BAZNAS Kota Surabaya yang menghadirkan beragam program sosial sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Program BAZNAS Kota Surabaya ini difokuskan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu masyarakat dhuafa agar dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan layak.
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya memanfaatkan momen ini dengan menghadirkan program bantuan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Salah satu program unggulan BAZNAS Kota Surabaya dalam rangka persiapan Ramadan adalah penyaluran paket bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat dhuafa. Bantuan ini ditujukan kepada keluarga prasejahtera, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan dukungan menjelang bulan puasa. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan para penerima manfaat dapat mempersiapkan kebutuhan Ramadan tanpa beban berlebih.
Selain paket kebutuhan pokok, BAZNAS Kota Surabaya juga menyiapkan program santunan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang merasa sendiri dalam menjalankan ibadah.
Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung program Ramadan yang dijalankan BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun dari masyarakat dikelola secara amanah dan profesional, kemudian disalurkan kepada mustahik sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Melalui pengelolaan yang terstruktur, bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai sarana pemerataan kesejahteraan. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, masyarakat dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan sampai kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
Selain menjalankan program bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital, agar masyarakat semakin memahami peran zakat dalam membangun kesejahteraan sosial.
Kemudahan layanan pembayaran zakat juga menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Surabaya. Masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah melalui layanan digital yang aman dan terpercaya. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program Ramadan.
Program BAZNAS Kota Surabaya dalam rangka persiapan Ramadan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial. Ramadan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan semangat berbagi.
Dengan adanya program tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan masyarakat dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah menjadi kunci keberhasilan program sosial yang dijalankan. Melalui sinergi antara lembaga dan masyarakat, persiapan menyambut Ramadan dapat dilakukan secara lebih optimal dan memberikan keberkahan bagi semua pihak.
ARTIKEL06/02/2026 | Sahroh
Ramadhan sebagai Momentum Berbagi, BAZNAS Surabaya Siap Menjadi Jembatan Kebaikan
Bulan Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Ada rasa haru, semangat, sekaligus harapan baru yang tumbuh di hati setiap Muslim. Menjelang datangnya bulan suci ini, banyak orang mulai menata kembali rutinitasnya memperbaiki ibadah, memperbanyak doa, hingga menyiapkan diri secara mental dan spiritual. Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal makan dan tidur, tetapi momen besar untuk memperbaiki diri secara menyeluruh.
Persiapan Ramadan seharusnya dimulai jauh sebelum hilal terlihat. Bulan Sya’ban sering disebut sebagai masa latihan, tempat kita membiasakan diri dengan ibadah-ibadah sunnah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan sikap. Dengan begitu, ketika Ramadan tiba, hati sudah lebih siap dan tidak lagi merasa “kaget” dengan perubahan ritme harian. Ramadan akan terasa lebih ringan jika kita menyambutnya dengan kesiapan, bukan sekadar kebiasaan tahunan. Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, menjelang Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Saling memaafkan, menyambung silaturahmi, dan mengurangi prasangka menjadi bagian dari persiapan yang sering kali terlupakan. Padahal, Ramadan adalah bulan yang sarat dengan nilai kasih sayang dan kepedulian. Tidak ada makna puasa tanpa empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Di tengah suasana persiapan ini, semangat berbagi mulai terasa semakin kuat. Banyak masyarakat yang ingin memastikan bahwa kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan secara merata. Zakat, infak, dan sedekah menjadi sarana nyata untuk menghadirkan keberkahan yang lebih luas. Di Kota Surabaya, peran lembaga resmi seperti BAZNAS Surabaya menjadi jembatan antara para muzakki dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan yang amanah dan terstruktur, dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong program pemberdayaan yang berkelanjutan. Menjelang Ramadan, berbagai program sosial mulai dipersiapkan. Semua ini merupakan wujud bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang menghadirkan harapan bagi sesama. Ketika zakat dan sedekah dikelola dengan baik, manfaatnya tidak berhenti pada satu waktu, tetapi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ramadan adalah bulan perubahan. Ia mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Maka, menyambutnya dengan niat yang lurus dan langkah yang nyata menjadi hal yang penting. Mari jadikan momen jelang Ramadan ini sebagai waktu untuk membersihkan hati, menata kembali tujuan hidup, serta memperluas manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan kebersamaan dan kepedulian, Ramadan di Kota Surabaya bukan hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan yang memperkuat solidaritas dan kesejahteraan umat.
ARTIKEL06/02/2026 | Septya
Di Antara Sya’ban dan Ramadan, Nisfu Sya’ban Hadir sebagai Malam Pengampunan
Surabaya (Baznas News) Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi ibadah maupun penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial. Salah satu momentum penting dalam rangkaian persiapan tersebut adalah Nisfu Sya’ban, yang dikenal sebagai malam pengampunan dan refleksi diri sebelum memasuki bulan Ramadan.
Nisfu Sya’ban yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri dalam ajaran Islam. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan enggan berdamai dengan sesama.
Oleh karena itu, Nisfu Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, istighfar, dan introspeksi diri. Momentum ini juga menjadi sarana untuk membersihkan hati serta meluruskan niat dalam menyambut ibadah puasa di bulan Ramadan agar dapat dijalani dengan lebih khusyuk.
Selain dimaknai sebagai ibadah personal, Nisfu Sya’ban juga memiliki dimensi sosial yang penting. Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berdampak pada hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus membawa manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat dhuafa cenderung mengalami peningkatan, khususnya kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini menjadikan kepedulian sosial melalui sedekah dan bantuan sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat menjelang bulan suci.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk memaknai Nisfu Sya’ban secara lebih luas. Tidak hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai program yang dijalankan.
BAZNAS Kota Surabaya juga mengingatkan pentingnya menyempurnakan kewajiban ibadah yang masih tertunda sebelum Ramadan tiba, seperti zakat, fidyah, dan sedekah. Penunaian kewajiban tersebut lebih awal diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus membawa manfaat nyata bagi fakir miskin dan masyarakat dhuafa.
Momentum Nisfu Sya’ban juga menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial. Saling memaafkan, menghilangkan prasangka, serta memperbaiki hubungan antarindividu menjadi bagian dari persiapan moral yang penting sebelum memasuki bulan Ramadan.
Melalui pemaknaan Nisfu Sya’ban sebagai malam pengampunan dan refleksi, umat Islam diajak menjadikan bulan Sya’ban sebagai jembatan menuju Ramadan yang lebih bermakna. Persiapan spiritual dan sosial yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu menghadirkan Ramadan yang penuh keberkahan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL03/02/2026 | Dhea Novita
Cahaya Pengampunan di Ambang Ramadhan: Memaknai Malam Nisfu Sya'ban
Malam Nisfu Sya'ban hadir sebagai sebuah oase spiritual yang menyejukkan di tengah hiruk pikuk persiapan duniawi menuju bulan suci Ramadhan. Dalam tradisi Islam, malam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban ini bukan sekadar pergantian tanggal di kalender Hijriah, melainkan sebuah momentum sakral yang diyakini sebagai waktu di mana pintu-pintu langit terbuka lebar. Pada saat itulah, Allah SWT menebarkan rahmat-Nya ke seluruh penjuru bumi, memberikan kesempatan bagi setiap hamba untuk menanggalkan beban dosa yang telah terkumpul sepanjang tahun. Keutamaan malam ini sering kali digambarkan sebagai waktu pengampunan, di mana catatan amal manusia dilaporkan dan segala permohonan yang tulus mendapatkan tempat istimewa untuk dikabulkan.
Kedalaman makna Nisfu Sya'ban terletak pada konsep pembersihan hati sebelum memasuki fase perjuangan besar di bulan puasa. Sama seperti para petani yang menyiangi ladang sebelum menabur benih, seorang Muslim diajak untuk menyiangi hati dari rumput pembohong berupa kebencian dan kedengkian. Ada sebuah pesan moral yang sangat kuat dalam momen ini, yakni bahwa belas kasihan Tuhan yang begitu luas ternyata bisa terhalang oleh satu ganjalan besar dalam diri manusia: permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, esensi dari menghidupkan malam ini tidak hanya terletak pada sujud yang panjang atau lisan yang terus berdzikir, tetapi juga pada keberanian jiwa untuk meluruhkan ego, meminta maaf, dan memberi maaf dengan setulus hati kepada mereka yang pernah bersinggungan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara filosofis, malam Nisfu Sya'ban juga dipandang sebagai cermin untuk melihat masa depan melalui doa. Banyak ulama memaknai malam ini sebagai waktu yang menentukan garis besar takdir untuk satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, kesehatan, hingga ajal. Hal ini memberikan kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk kecil yang sangat bergantung pada ketetapan Sang Pencipta. Dengan memperbanyak bacaan Al-Qur'an, seperti surat Yasin yang dibaca berulang kali dengan niat yang sungguh-sungguh, seorang hamba sebenarnya sedang berdialog dengan takdirnya sendiri. Ia memohon agar sisa usianya diisi dengan ketaatan, dilindungi dari segala marabahaya, dan dikuatkan imannya agar tidak goyah diterpa badai ujian zaman yang kian berat.
Pada akhirnya, Nisfu Sya'ban adalah sebuah jembatan penghubung yang mengantarkan kita dari kelalaian menuju kesadaran penuh. Malam ini menjadi pengingat bahwa waktu terus bergulir dan kesempatan untuk memperbaiki diri tidaklah abadi. Melalui perpaduan antara ritual ibadah yang khusyuk dan perbaikan akhlak sosial, kita berharap dapat keluar dari malam Nisfu Sya'ban dengan jiwa yang lebih ringan. Dengan demikian, ketika fajar bulan Ramadhan menyingsing, kita tidak lagi membawa beban masa lalu yang gelap, melainkan melangkah dengan hati yang bercahaya, siap menyerap seluruh keberkahan yang ditawarkan oleh bulan yang paling mulia tersebut.
ARTIKEL03/02/2026 | chacha

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →