WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Peran BAZNAS dalam Menguatkan Masyarakat Terdampak Karhutla
Peran BAZNAS dalam Menguatkan Masyarakat Terdampak Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Asap akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kesehatan, pendidikan, hingga mata pencaharian masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak. Dalam situasi tersebut, BAZNAS memiliki peran dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui respons kebencanaan, bantuan dapat diberikan dalam bentuk kebutuhan pokok, air bersih, layanan kesehatan, perlengkapan darurat, serta dukungan lainnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Kehadiran BAZNAS menjadi wujud kepedulian umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi krisis. Namun, penanganan karhutla tidak seharusnya berhenti ketika kondisi darurat mulai mereda. Masyarakat yang terdampak juga membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonominya. Dalam tahap pemulihan, BAZNAS dapat mendorong pemberdayaan masyarakat melalui bantuan usaha produktif, pelatihan keterampilan, pendampingan ekonomi, serta program yang membantu masyarakat kembali memperoleh sumber penghasilan. Upaya tersebut penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan, melainkan mampu bangkit dan membangun kembali kehidupannya secara mandiri. Dengan menggabungkan bantuan kemanusiaan, pemulihan, dan pemberdayaan, BAZNAS dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
ARTIKEL31/08/2026 | Ifa - Magang
Benarkah Zakat Mengurangi Harta? Memahami Makna Rezeki dan Keberkahan
Benarkah Zakat Mengurangi Harta? Memahami Makna Rezeki dan Keberkahan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Ada kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hingga persiapan untuk masa depan. Karena itu, ketika mendapatkan penghasilan, wajar jika kita berusaha mengelolanya sebaik mungkin. Namun, ada satu hal yang terkadang membuat seseorang ragu untuk menunaikan zakat. Sebagian orang mungkin berpikir, “Kalau sebagian harta saya keluarkan untuk zakat, bukankah jumlah harta saya akan berkurang?” Secara hitungan angka, tentu ada bagian harta yang dikeluarkan. Tetapi zakat tidak seharusnya dilihat hanya dari berkurangnya nominal yang kita miliki. Zakat memiliki makna yang jauh lebih luas, yaitu tentang ketaatan, keberkahan, kepedulian, dan bagaimana seorang muslim memperlakukan rezeki yang telah Allah SWT berikan. Harta adalah Amanah, Bukan Sekadar Kepemilikan Sering kali manusia merasa bahwa harta yang dimiliki sepenuhnya merupakan hasil dari kerja kerasnya sendiri. Memang benar bahwa usaha, kerja keras, keterampilan, dan ketekunan memiliki peran dalam memperoleh penghasilan. Namun, dalam perspektif Islam, manusia juga menyadari bahwa kemampuan untuk bekerja, kesehatan, kesempatan, dan berbagai jalan datangnya rezeki merupakan nikmat dari Allah SWT. Karena itu, harta tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang boleh dinikmati, tetapi juga sebagai amanah yang harus dikelola dengan baik. Ketika seseorang telah memenuhi syarat wajib zakat, sebagian dari hartanya memiliki hak yang harus ditunaikan. Menunaikan zakat menjadi salah satu bentuk tanggung jawab atas nikmat tersebut. Zakat Bukan Hukuman atas Kekayaan Memiliki harta bukanlah sesuatu yang salah. Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya, memiliki usaha, mendapatkan penghasilan yang baik, ataupun menikmati hasil kerja kerasnya selama diperoleh dan digunakan dengan cara yang halal. Justru, kekayaan dapat menjadi sarana untuk melakukan lebih banyak kebaikan. Yang menjadi persoalan bukanlah seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan bagaimana harta tersebut diperoleh dan digunakan. Zakat hadir sebagai salah satu cara agar harta tidak hanya berputar untuk kepentingan pribadi. Sebagian rezeki yang kita miliki dapat menjadi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Dengan demikian, zakat bukanlah bentuk hukuman karena seseorang memiliki harta. Zakat adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab atas harta yang telah Allah SWT titipkan. Berkurang Secara Nominal, Bertambah dalam Makna Jika kita melihat zakat hanya dari angka, memang terlihat adanya pengurangan. Namun, kehidupan tidak selalu dapat diukur hanya berdasarkan nominal. Bayangkan seseorang memiliki penghasilan yang cukup, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan, ketidaktenangan, dan rasa tidak pernah cukup. Di sisi lain, ada orang yang mungkin tidak memiliki sebanyak itu, tetapi mampu bersyukur dan menggunakan hartanya dengan penuh tanggung jawab. Di sinilah konsep keberkahan menjadi penting. Keberkahan bukan berarti harta selalu bertambah secara jumlah. Keberkahan dapat tercermin dari bagaimana harta memberikan manfaat, mencukupi kebutuhan, membawa ketenangan, dan digunakan pada jalan yang baik. Zakat menjadi salah satu bentuk ketaatan yang mengajarkan kita untuk tidak hanya mengejar pertambahan harta, tetapi juga memperhatikan keberkahan di dalamnya. Zakat Mengubah Cara Kita Memandang Rezeki Menunaikan zakat juga dapat mengubah cara seseorang memandang hubungan dengan hartanya. Harta tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dikumpulkan sebanyak-banyaknya tanpa batas. Sebaliknya, kita belajar bahwa ada kebutuhan untuk mengelola, menikmati, menyimpan, dan mengeluarkan harta secara seimbang. Zakat membantu menumbuhkan kesadaran bahwa di luar kehidupan pribadi kita, masih ada orang lain yang membutuhkan perhatian. Ketika sebagian harta kita disalurkan kepada mereka yang berhak, kita sedang mengubah sesuatu yang bersifat pribadi menjadi manfaat sosial. Sebuah penghasilan yang kita peroleh dari pekerjaan dapat membantu kebutuhan orang lain. Sebagian harta yang kita miliki dapat menjadi dukungan bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan. Pada akhirnya, rezeki yang kita terima tidak berhenti pada diri kita sendiri. Jangan Sampai Kesibukan Membuat Kita Lupa Mencari rezeki merupakan bagian penting dari kehidupan. Kita bekerja, menjalankan usaha, mengejar target, dan berusaha meningkatkan kualitas hidup. Namun, kesibukan tersebut jangan sampai membuat kita lupa mengevaluasi kewajiban terhadap harta yang kita miliki. Luangkan waktu untuk mengetahui apakah harta atau penghasilan yang kita miliki telah memenuhi syarat wajib zakat. Jika sudah, tunaikan sesuai ketentuan. Membayar zakat bukan berarti mengabaikan kebutuhan diri dan keluarga. Justru, Islam mengajarkan adanya keseimbangan antara memenuhi kebutuhan pribadi dan menjalankan kewajiban kepada Allah SWT. Mengapa Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS? Setelah mengetahui kewajiban zakat, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menyalurkannya dengan tepat. BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang dapat membantu masyarakat dalam menunaikan zakat. Melalui pengelolaan secara kelembagaan, zakat yang dihimpun dapat disalurkan kepada penerima yang berhak melalui berbagai program sesuai ketentuan. Menyalurkan zakat melalui lembaga juga memungkinkan kebaikan yang kita lakukan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar. Zakat dari satu orang mungkin memberikan manfaat kepada seseorang. Namun, ketika zakat dihimpun dari banyak muzaki dan dikelola secara terarah, manfaat yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kepedulian sosial yang dilakukan secara bersama-sama. Saatnya Mengubah Cara Pandang terhadap Zakat Mungkin selama ini kita terbiasa berpikir bahwa semakin banyak harta yang dikeluarkan, semakin sedikit pula yang tersisa. Namun, zakat mengajarkan kita untuk melihat harta dari sudut pandang yang berbeda. Ada harta yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan. Ada harta yang kita simpan untuk masa depan. Dan ketika telah memenuhi syarat, ada harta yang harus kita tunaikan sebagai zakat. Semuanya memiliki tempat dan tujuan masing-masing. Jadi, jangan melihat zakat semata-mata sebagai sesuatu yang mengurangi jumlah harta. Lihatlah zakat sebagai bentuk ketaatan dan cara untuk menghadirkan manfaat dari rezeki yang kita miliki. Karena harta yang baik bukan hanya harta yang banyak, tetapi harta yang diperoleh dengan cara yang baik, dikelola dengan bijak, dan memberikan manfaat bagi sesama. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS. Jangan biarkan kekhawatiran tentang berkurangnya harta membuat kita menunda kewajiban. Jadikan sebagian rezeki yang kita miliki sebagai jalan kebaikan, keberkahan, dan manfaat yang terus mengalir. Zakat ditunaikan dengan ikhlas, rezeki dikelola dengan amanah, dan manfaatnya dirasakan oleh sesama.
ARTIKEL31/08/2026 | Anin - Magang
Bukan Soal Seberapa Banyak Kita Punya, Tapi Seberapa Banyak yang Bisa Kita Berikan
Bukan Soal Seberapa Banyak Kita Punya, Tapi Seberapa Banyak yang Bisa Kita Berikan
Mengubah Tolok Ukur Keberkahan Harta Di tengah kehidupan modern yang sering kali mengukur keberhasilan dari seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan, manusia kerap terjebak dalam rasa cukup yang tak kunjung usai. Keinginan untuk memiliki lebih banyak sering kali mengabaikan satu hakikat penting: keberkahan dan nilai sejati dari harta tidak terletak pada seberapa banyak yang kita simpan, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita alirkan kepada sesama. Prinsip berbagi mengajarkan bahwa kebaikan tidak pernah menunggu seseorang menjadi sangat kaya atau bergelimang kepemilikan. Kedermawanan adalah tentang kepedulian dan keikhlasan. Kebaikan sekecil apa pun yang diberikan dari apa yang kita miliki saat ini jauh lebih bermakna daripada niat besar untuk berbagi yang terus ditunda hingga menunggu terkumpulnya kekayaan yang melimpah. Hakikat Berbagi dari Kesederhanaan Sebagian orang sering merasa enggan untuk berderma karena menganggap nominal atau bantuan yang sanggup mereka berikan terlalu kecil. Padahal, dalam pandangan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran keagamaan, kualitas pemberian tidak semata-mata diukur dari angka atau jumlah fisik barang. Ketulusan di balik pemberian itulah yang memberi bobot spiritual dan nilai sosial yang sangat tinggi. Memberi di saat lapang adalah kebaikan, namun memberi di tengah keterbatasan adalah bentuk keteladanan dan empati yang luar biasa. Ketika seseorang bersedia membagi apa yang ia miliki meskipun dalam jumlah bersahaja ia tengah belajar menundukkan ego egois dan menguatkan ikatan solidaritas dengan sesamanya yang membutuhkan. ZIS sebagai Wadah Menyalurkan Kebaikan secara Tepat Untuk memastikan setiap kontribusi yang kita berikan mampu menghadirkan dampak yang optimal, instrumen zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi sarana yang sangat tepat. Melalui lembaga pengelola resmi seperti BAZNAS, setiap dana yang disalurkan oleh Masyarakat baik dalam jumlah besar maupun kecil akan dihimpun dan dikelola secara kolektif untuk program-program yang terencana. Melalui pendataan yang presisi, bantuan yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti makanan dan kesehatan, tetapi juga dialokasikan untuk membiayai beasiswa pendidikan anak kurang mampu serta program pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha kecil dari kalangan mustahik. Dengan demikian, kontribusi yang kita berikan memiliki daya jangkau yang lebih luas dan manfaat yang bertahan lama. Menumbuhkan Kebiasaan Berbagi secara Berkelanjutan Menjadikan aksi berbagi sebagai bagian dari gaya hidup adalah langkah nyata untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli. Kebaikan yang dilakukan secara konsisten oleh banyak individu akan terakumulasi menjadi kekuatan besar yang mampu memutus rantai kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Ketika budaya berbagi telah tertanam kuat, masyarakat tidak lagi memandang kepedulian sebagai kegiatan sesaat atau sekadar gugur kewajiban. Berbagi menjadi refleksi rasa syukur atas setiap rezeki yang diterima, sekaligus wujud tanggung jawab moral untuk saling menopang satu sama lain. Menebar Manfaat demi Kesejahteraan Bersama Pada akhirnya, perjalanan hidup bukan tentang seberapa banyak harta yang berhasil kita kumpulkan, melainkan seberapa banyak jejak kebaikan yang kita tinggalkan melalui apa yang telah kita berikan. Harta yang kita nikmati sendiri akan habis dimakan waktu, namun bantuan dan keberkahan yang kita alirkan untuk sesama akan terus memberikan dampak berkelanjutan. Mari jadikan setiap kesempatan yang kita miliki sebagai ruang untuk berbagi. Tidak perlu menunggu berkelimpahan untuk memulai kebaikan; berikanlah apa yang kita bisa hari ini demi menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL31/08/2026 | Rosita - Magang
Dari Rezeki yang Dititipkan, Tumbuh Harapan di Surabaya
Dari Rezeki yang Dititipkan, Tumbuh Harapan di Surabaya
Rezeki yang kita miliki tidak selalu harus berhenti untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Ada sebagian yang dapat dititipkan untuk membantu orang lain. Dari keputusan sederhana untuk berbagi, ternyata dapat muncul manfaat yang berarti bagi kehidupan masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan masyarakat. Ketika disalurkan melalui lembaga pengelola zakat, kebaikan tersebut dapat diarahkan kepada mereka yang membutuhkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Ada Harapan di Balik Setiap Titipan Bagi muzaki, menunaikan zakat merupakan bentuk menjalankan kewajiban sekaligus kesempatan untuk berbagi. Namun, bagi penerima manfaat, bantuan yang diberikan bisa memiliki arti yang jauh lebih besar. Bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu akses kesehatan, atau menjadi dorongan bagi seseorang untuk kembali berusaha. Hal sederhana yang diberikan hari ini dapat menjadi penguat bagi kehidupan orang lain. Karena itu, setiap zakat, infak, dan sedekah memiliki perjalanan yang berbeda. Ada kebaikan yang berubah menjadi bantuan, ada yang menjadi kesempatan, dan ada pula yang menjadi awal dari sebuah harapan baru BAZNAS Kota Surabaya Menghubungkan Kebaikan Di Kota Surabaya, BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Amanah dari masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Peran tersebut bukan hanya tentang menghimpun dana, tetapi juga bagaimana amanah yang diberikan dapat dikelola dan disalurkan dengan baik. Dengan begitu, kepedulian dari masyarakat dapat menjangkau mereka yang membutuhkan dukungan. Dari Muzaki untuk Masyarakat Surabaya Kebaikan dapat dimulai dari siapa saja. Tidak harus menunggu memiliki banyak, karena berbagi dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Sebab, ketika sebagian rezeki dititipkan dengan niat baik, manfaatnya dapat berjalan lebih jauh dan menjadi harapan bagi orang lain. Dari rezeki yang dititipkan, tumbuh harapan untuk Surabaya yang lebih peduli dan saling menguatkan.
ARTIKEL31/08/2026 | Cyntia - Magang
Kalau Zakat Bisa Bicara, Apa yang Akan Diceritakannya?
Kalau Zakat Bisa Bicara, Apa yang Akan Diceritakannya?
Kalau zakat bisa berbicara, mungkin ia tidak akan banyak bercerita tentang angka. Ia mungkin akan bercerita tentang seseorang yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian hartanya, tentang tangan yang menerima bantuan, dan tentang kehidupan yang perlahan kembali memiliki harapan. Sebab perjalanan zakat tidak berhenti ketika seseorang menunaikannya. Ada cerita yang terus berjalan setelahnya. Ada kebutuhan yang terbantu, pendidikan yang tetap berlanjut, kesehatan yang terjaga, hingga seseorang yang kembali memiliki keberanian untuk berdiri dan berusaha. “Aku Berawal dari Sebuah Kepedulian” Jika zakat memiliki suara, mungkin kalimat pertamanya adalah tentang kepedulian. Ia lahir dari kesadaran bahwa sebagian harta yang dimiliki memiliki hak untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Dari keputusan sederhana tersebut, sebuah perjalanan kebaikan dimulai. Bagi muzaki, zakat mungkin menjadi bagian dari kewajiban. Namun, bagi orang lain, apa yang diberikan dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena itu, setiap zakat membawa cerita tentang kepedulian seseorang yang kemudian bergerak menuju kehidupan orang lain. “Aku Pernah Menjadi Jawaban atas Kebutuhan” Zakat juga mungkin akan bercerita tentang berbagai kebutuhan yang pernah dibantunya. Ada kebutuhan sehari-hari yang dapat terpenuhi, ada keluarga yang memperoleh dukungan, dan ada mereka yang mendapatkan bantuan ketika berada dalam keadaan sulit. Cerita tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki banyak wajah. Manfaatnya tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama, karena setiap penerima memiliki kebutuhan yang berbeda. Apa yang bagi seseorang terlihat sederhana, bisa menjadi jawaban yang sangat berarti bagi orang lain. “Aku Melihat Harapan Tumbuh” Tidak semua manfaat zakat dapat terlihat dalam waktu singkat. Terkadang, manfaat tersebut tumbuh perlahan. Bantuan pendidikan dapat menjadi jalan bagi seorang anak untuk terus belajar, sementara dukungan ekonomi dapat menjadi awal bagi seseorang untuk kembali membangun usaha. Jika zakat bisa berbicara, mungkin ia akan bercerita bahwa dirinya pernah melihat seseorang yang awalnya hanya membutuhkan bantuan, kemudian perlahan mendapatkan kesempatan untuk bangkit. Dari situlah zakat menjadi lebih dari sekadar pemberian, karena ia dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kemandirian. “Aku Tidak Berjalan Sendirian” Di balik perjalanan zakat, ada banyak pihak yang membuat manfaatnya dapat sampai kepada penerima. Ada muzaki yang memberikan amanah, ada amil yang mengelola dan menyalurkannya, serta ada mustahik yang menerima manfaat sesuai kebutuhannya. Setiap pihak memiliki peran dalam perjalanan tersebut. Zakat menjadi penghubung yang mempertemukan kepedulian dengan kebutuhan. Karena itu, cerita zakat sebenarnya bukan hanya tentang satu orang, melainkan tentang banyak orang yang berada dalam satu rangkaian kebaikan. “Aku Pernah Menjadi Awal dari Cerita Baru” Sebuah bantuan mungkin hanya berlangsung untuk sementara, tetapi dampaknya dapat menjadi awal dari sesuatu yang lebih panjang. Dari bantuan pendidikan dapat lahir cita-cita, dari dukungan ekonomi dapat tumbuh usaha, dan dari bantuan sosial dapat muncul kembali rasa percaya diri. Zakat menjadi bagian dari cerita yang mungkin tidak pernah diketahui oleh orang yang menunaikannya. Ada kisah-kisah yang terus berjalan jauh setelah zakat diberikan. Kebaikan tersebut mungkin tidak selalu kembali kepada pemberinya dalam bentuk yang sama, tetapi dapat terus hidup melalui perubahan yang terjadi pada penerima manfaat. “Inilah Ceritaku” Jika pada akhirnya zakat benar-benar dapat berbicara, mungkin ia akan mengatakan bahwa perjalanan dirinya bukan tentang berapa banyak yang diberikan, tetapi tentang berapa banyak kehidupan yang disentuh oleh kebaikan tersebut. Ia akan bercerita tentang kepedulian yang berubah menjadi bantuan, bantuan yang menjadi harapan, dan harapan yang perlahan menjadi perubahan. Karena setiap zakat memiliki perjalanan. Dan di balik perjalanan itu, selalu ada cerita tentang manusia, kehidupan, dan kebaikan yang terus bergerak.
ARTIKEL31/08/2026 | Elsa - Magang
Maulid Nabi Bukan Sekadar Perayaan: Saatnya Menghidupkan Semangat Berbagi
Maulid Nabi Bukan Sekadar Perayaan: Saatnya Menghidupkan Semangat Berbagi
Makna Hakiki Peringatan Maulid Nabi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirayakan setiap bulan Rabiul Awal merupakan salah satu momen paling bermakna bagi umat Islam di seluruh dunia. Kegiatan ini umumnya diisi dengan pembacaan salawat, pengajian, hingga tradisi keagamaan yang semarak. Namun, esensi utama dari peringatan Maulid Nabi sejatinya jauh melampaui rangkaian acara seremonial semata. Maulid Nabi adalah momen refleksi untuk mengingat kembali risalah kebajikan yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Cinta kepada Beliau tidak cukup hanya diungkapkan melalui pujian dan perayaan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang meneladani akhlak mulia Nabi, terutama dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Meneladani Akhlak Kepedulian Rasulullah SAW Sepanjang hayatnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang sangat dermawan, penuh kasih sayang, dan selalu berpihak pada kelompok yang lemah. Beliau mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain. Kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa menjadi fondasi ajaran Islam yang sangat ditekankan. Oleh karena itu, menghidupkan semangat Maulid Nabi berarti mempraktikkan kembali nilai-nilai kedermawanan tersebut. Momentum ini menjadi kesempatan yang sangat tepat bagi umat Islam untuk memperkuat tali kepedulian sosial dengan menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki demi meringankan beban sesama. Mengubah Semangat Menjadi Aksi Berbagi Nyata Salah satu bentuk nyata dalam menghidupkan semangat berbagi adalah melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Instrumen ZIS bukan sekadar kewajiban ritual keagamaan, melainkan solusi strategis untuk mengatasi berbagai persoalan kemanusiaan, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Melalui lembaga pengelola zakat resmi seperti BAZNAS, dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan secara terstruktur dan tepat sasaran. Berbagi tidak harus menunggu dalam jumlah besar; kepedulian yang dilakukan secara konsisten dan ikhlas oleh banyak orang akan memberikan dampak besar bagi pemenuhan kebutuhan dasar para mustahik. Dari Bantuan Darurat Menuju Pemberdayaan Masyarakat Semangat berbagi di momentum Maulid Nabi juga perlu diarahkan pada program-program yang memberikan manfaat jangka panjang. Penyaluran bantuan tidak hanya berfokus pada kebutuhan konsumtif jangka pendek, tetapi juga dikembangkan ke arah pemberdayaan ekonomi produktif, akses pendidikan berkualitas, dan bantuan layanan kesehatan. Dengan memberikan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan kepada keluarga kurang mampu, para penerima manfaat (mustahik) memiliki peluang untuk keluar dari garis kemiskinan dan menjadi mandiri secara ekonomi. Inilah bentuk kepedulian yang secara berkelanjutan mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Menjadikan Kebaikan sebagai Budaya Berkelanjutan Peringatan Maulid Nabi hendaknya dijadikan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan berbagi yang konsisten, bukan aksi sesaat yang berhenti ketika bulan Rabiul Awal berakhir. Kepedulian sosial harus ditumbuhkan menjadi budaya hidup sehari-hari di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Sinergi antara muzaki yang dermawan, lembaga pengelola yang amanah, dan masyarakat yang membutuhkan akan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling menguatkan. Menghidupkan Teladan Rasulullah untuk Kesejahteraan Bersama Meneladani Rasulullah SAW adalah dengan menghidupkan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian dalam kehidupan nyata. Mengubah momentum peringatan Maulid Nabi menjadi gerakan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan bukti cinta sejati kepada Rasulullah SAW. Mari jadikan peringatan Maulid Nabi tahun ini sebagai pengingat untuk terus menebar kebaikan, memperkuat solidaritas sosial, dan membawa dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan umat.
ARTIKEL31/08/2026 | Rosita - Magang
Peran BAZNAS dalam Pemulihan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi Flores
Peran BAZNAS dalam Pemulihan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi Flores
Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam kondisi tersebut, BAZNAS hadir melalui berbagai aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diberikan dalam bentuk makanan siap saji, logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan bagi masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pemulihan sosial karena membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan dukungan agar penyintas dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran BAZNAS juga menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen solidaritas sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat ketika menghadapi bencana. Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan dalam keadaan darurat, tetapi juga perlu diarahkan pada pemulihan ekonomi dan kemandirian masyarakat. Dalam hal ini, BAZNAS memiliki peluang untuk mengembangkan bantuan yang bersifat produktif melalui pemberdayaan ekonomi, dukungan terhadap usaha masyarakat, pelatihan keterampilan, serta pendampingan bagi kelompok yang kehilangan sumber pendapatan akibat bencana. Strategi tersebut penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi dapat secara bertahap membangun kembali kehidupannya. Dengan menggabungkan bantuan kemanusiaan, pemulihan sosial, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat sehingga mereka tidak hanya mampu melewati masa krisis, tetapi juga dapat bangkit dan kembali mandiri setelah bencana.
ARTIKEL31/08/2026 | Ifa - Magang
Maulid Nabi: Meneladani Rasulullah dengan Menebarkan Kebaikan
Maulid Nabi: Meneladani Rasulullah dengan Menebarkan Kebaikan
Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah dalam menjalani kehidupan. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang, amanah, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Beliau tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengajarkan bagaimana manusia seharusnya memperlakukan orang lain dengan penuh kepedulian dan kasih sayang. Karena itu, memperingati Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada seremonial. Momentum ini dapat menjadi pengingat bagi kita untuk membawa nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah ke dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW dan Keteladanan dalam Berbagi Salah satu akhlak Rasulullah SAW yang patut kita teladani adalah kepeduliannya kepada orang lain. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk memperhatikan mereka yang membutuhkan, menyayangi anak yatim, membantu orang miskin, menghormati tetangga, serta tidak bersikap acuh terhadap kesulitan orang lain. Kepedulian tersebut menunjukkan bahwa menjadi seorang muslim bukan hanya tentang bagaimana kita beribadah untuk diri sendiri, tetapi juga bagaimana kehadiran kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat inilah yang dapat kita hidupkan kembali dalam momentum Maulid Nabi. Maulid Nabi Bukan Hanya Tentang Mengingat, tetapi Juga Meneladani Mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengingat nama dan kisah beliau. Cinta kepada Rasulullah juga dapat diwujudkan dengan berusaha mengikuti akhlaknya. Ketika Rasulullah mengajarkan kejujuran, kita berusaha menjadi pribadi yang jujur. Ketika Rasulullah mengajarkan kasih sayang, kita berusaha memperlakukan orang lain dengan lebih baik. Ketika Rasulullah mengajarkan kepedulian, kita berusaha tidak menutup mata terhadap mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri. Sudahkah akhlak Rasulullah tercermin dalam kehidupan kita? Sudahkah kita menjadi orang yang memberikan rasa aman bagi orang lain? Sudahkah kita hadir ketika ada orang yang membutuhkan bantuan? Pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah seharusnya hadir dalam tindakan nyata. Dari Perayaan Menjadi Gerakan Kebaikan Maulid Nabi biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, pembacaan shalawat, tausiah, dan kegiatan sosial. Namun, semangat Maulid Nabi dapat diperluas menjadi gerakan kebaikan yang dilakukan bersama. Berbagi makanan, membantu masyarakat yang membutuhkan, memberikan dukungan pendidikan, membantu pelayanan sosial, atau berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan merupakan contoh bagaimana nilai kasih sayang dan kepedulian dapat diwujudkan. Dengan begitu, Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan di tengah masyarakat. BAZNAS dan Semangat Kepedulian Sosial Semangat kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas sosial yang dilakukan BAZNAS. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang menghimpun partisipasi masyarakat untuk kemudian disalurkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat. Momentum Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari nilai Islam. Bukan hanya berbicara tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi juga tentang seberapa besar kepedulian kita terhadap kondisi orang lain. Ketika masyarakat saling membantu, saling menguatkan, dan saling peduli, nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah dapat semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi Umat yang Membawa Manfaat Rasulullah SAW merupakan teladan bagi seluruh umat manusia. Akhlak beliau mengajarkan kita tentang bagaimana menjadi pribadi yang baik bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Karena itu, momentum Maulid Nabi dapat kita jadikan sebagai titik awal untuk memperbaiki diri. Mulai dari hal sederhana. Lebih peduli kepada keluarga. Lebih perhatian kepada tetangga. Lebih ringan membantu orang lain. Lebih ikhlas berbagi. Lebih jujur dalam bekerja. Dan lebih peka terhadap mereka yang sedang membutuhkan. Kebaikan tidak harus selalu berupa sesuatu yang besar. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam melakukannya. Meneladani Rasulullah di Era Sekarang Zaman telah berubah. Cara manusia berkomunikasi, bekerja, dan menjalani kehidupan pun semakin berbeda. Namun, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tetap relevan. Di tengah dunia yang semakin cepat, kita membutuhkan lebih banyak kasih sayang. Di tengah persaingan yang semakin kuat, kita membutuhkan lebih banyak kejujuran. Di tengah kesibukan masing-masing, kita membutuhkan lebih banyak kepedulian. Dan di tengah berbagai perbedaan, kita membutuhkan lebih banyak sikap saling menghargai. Semua itu merupakan nilai yang dapat kita pelajari dari kehidupan Rasulullah SAW. Jadikan Maulid Nabi sebagai Awal Kebaikan Memperingati Maulid Nabi seharusnya tidak hanya membuat kita semakin mengenal sejarah Rasulullah, tetapi juga mendorong kita untuk bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan untuk meneladani beliau?” Jawabannya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Membantu seseorang yang membutuhkan. Berbagi kepada sesama. Menjaga amanah. Berkata jujur. Menunjukkan kasih sayang. Atau ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, kecintaan kepada Rasulullah akan semakin bermakna ketika tercermin dalam akhlak dan perbuatan kita. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Mari jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW. Perbanyak shalawat, kuatkan kepedulian, dan terus tebarkan kebaikan. Bersama BAZNAS, mari hadirkan semangat kepedulian dan berbagi di tengah masyarakat. Meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengingat kisahnya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan kita.
ARTIKEL31/08/2026 | Anin - Magang
Rabiul Awal: Saat Selawat Menemukan Wujudnya dalam Kebaikan
Rabiul Awal: Saat Selawat Menemukan Wujudnya dalam Kebaikan
Rabiul Awal bukan sekadar bulan yang hadir dalam pergantian kalender Hijriah. Bagi umat Islam, bulan ini menjadi momentum untuk kembali mengingat sosok yang menjadi teladan dalam kehidupan, Nabi Muhammad. Sosok yang mengajarkan bahwa keimanan tidak hanya tercermin dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga dalam bagaimana ia memperlakukan dan memberi manfaat kepada sesama. Di bulan yang penuh makna ini, selawat menjadi salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah. Namun, ada satu hal yang patut kita renungkan: apakah cinta kepada Rasulullah cukup berhenti di lisan, atau sudah menemukan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari? Sebab, mencintai Rasulullah berarti berusaha mengikuti akhlak dan nilai-nilai yang beliau ajarkan. Salah satunya adalah kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Ketika Selawat Berubah Menjadi Tindakan Selawat dapat menjadi pengingat bahwa Rasulullah adalah teladan dalam berbagai sisi kehidupan. Beliau menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang lemah, memperhatikan anak yatim, membantu mereka yang kesulitan, dan mendorong umatnya untuk senantiasa berbuat baik. Keteladanan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat hari ini. Di sekitar kita, masih ada keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak yang membutuhkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, serta masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat bangkit dari keterbatasan. Di sinilah kebaikan menemukan maknanya. Sebuah selawat yang diiringi kepedulian, sebuah doa yang disertai tindakan, atau rasa syukur yang diwujudkan dengan berbagi dapat menjadi bentuk nyata dari upaya meneladani Rasulullah. Dengan kata lain, selawat tidak hanya menghidupkan lisan, tetapi juga seharusnya menggerakkan hati dan tangan untuk berbuat kebaikan. Zakat, Salah Satu Wujud Kepedulian Islam memiliki ajaran yang begitu kuat dalam membangun kepedulian sosial. Salah satunya melalui zakat. Zakat bukan sekadar kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, solidaritas, dan upaya untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih berkeadilan. Ketika seorang muzaki menunaikan zakat, ada harapan yang ikut disalurkan kepada mustahik. Harta yang dikeluarkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Karena itu, zakat dapat menjadi salah satu bentuk nyata dalam menerjemahkan nilai kasih sayang dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah. Bukan tentang seberapa besar seseorang mampu memberi, tetapi tentang bagaimana apa yang dimilikinya dapat menghadirkan manfaat bagi orang lain. Rabiul Awal dan Momentum Memperbaiki Diri Setiap momentum keagamaan pada akhirnya mengajak kita untuk melakukan refleksi. Begitu pula dengan Rabiul Awal. Bulan ini dapat menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: sudahkah akhlak Rasulullah ? hadir dalam kehidupan kita? Sudahkah keberadaan kita memberikan rasa aman dan manfaat bagi orang-orang di sekitar? Mungkin kita belum mampu melakukan hal-hal besar. Namun, kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Berbagi sebagian rezeki, membantu tetangga, memperhatikan anak yatim, menyisihkan penghasilan untuk sedekah, maupun menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat membawa dampak bagi kehidupan orang lain. Dari sanalah semangat meneladani Rasulullah dapat tumbuh menjadi kebiasaan. Dari Selawat, Tumbuh Kepedulian Rabiul Awal mengajarkan bahwa mengenang Rasulullah ? bukan hanya tentang menengok kembali sejarah, tetapi juga tentang menghadirkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan di tengah kehidupan kita. Selawat menghubungkan hati kita dengan sosok yang kita cintai. Kebaikan menjadi salah satu cara untuk membuktikan bahwa kecintaan tersebut benar-benar memiliki pengaruh dalam kehidupan. Ketika selawat mendorong seseorang untuk berbagi, ketika kecintaan kepada Rasulullah ? menggerakkan seseorang untuk membantu sesama, dan ketika rasa syukur diwujudkan melalui zakat dan sedekah, maka nilai-nilai keteladanan itu tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia menjadi tindakan. BAZNAS hadir untuk menjadi bagian dari perjalanan kebaikan tersebut, menghubungkan amanah para muzaki dan donatur dengan mereka yang membutuhkan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, kebaikan diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Mari menjadikan Rabiul Awal bukan hanya sebagai waktu untuk memperbanyak selawat, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbanyak manfaat. Sebab cinta kepada Rasulullah ? akan menjadi semakin bermakna ketika ia tidak hanya terdengar dalam selawat, tetapi juga terlihat dalam kebaikan yang kita lakukan kepada sesama.
ARTIKEL31/08/2026 | Aliya - Magang
Saat Rezeki Datang, Jangan Lupa Bersyukur dengan Zakat
Saat Rezeki Datang, Jangan Lupa Bersyukur dengan Zakat
Setiap hari, kita menerima begitu banyak nikmat yang terkadang tidak sempat kita sadari. Bangun dalam keadaan sehat, memiliki pekerjaan, mendapatkan penghasilan, bisa berkumpul bersama keluarga, memiliki makanan untuk disantap, dan masih diberikan kesempatan untuk menjalani hari. Sering kali kita baru menyadari betapa berharganya semua itu ketika sesuatu mulai hilang dari kehidupan kita. Padahal, rasa syukur tidak seharusnya hanya hadir ketika mendapatkan sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana yang kita nikmati setiap hari juga merupakan bentuk rezeki yang patut disyukuri. Salah satu cara seorang muslim menunjukkan rasa syukurnya atas rezeki adalah dengan menunaikan zakat ketika telah memenuhi syarat. Rezeki yang Kita Terima Tidak Berdiri Sendiri Ketika menerima gaji, mendapatkan keuntungan usaha, atau memperoleh penghasilan, mungkin yang pertama kali muncul dalam pikiran adalah bagaimana menggunakan uang tersebut. Sebagian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian untuk keluarga. Sebagian ditabung. Sebagian mungkin digunakan untuk memenuhi keinginan. Semua itu merupakan hal yang wajar. Namun, di tengah perencanaan tersebut, ada satu hal yang tidak boleh terlupakan: kewajiban terhadap harta. Dalam Islam, rezeki yang kita miliki bukan hanya tentang apa yang berhasil kita dapatkan melalui kerja keras. Ada begitu banyak hal yang mendukung hadirnya rezeki tersebut—kesehatan, kesempatan, kemampuan, lingkungan, dan pertolongan Allah SWT. Karena itu, ketika harta yang kita miliki telah memenuhi ketentuan untuk wajib dizakati, menunaikan zakat menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat tersebut. Bersyukur Bukan Hanya dengan Mengucapkan “Alhamdulillah” Mengucapkan syukur tentu merupakan hal yang penting. Namun, rasa syukur juga dapat diwujudkan melalui tindakan. Ketika mendapatkan ilmu, kita dapat menggunakannya untuk kebaikan. Ketika mendapatkan kemampuan, kita dapat membantu orang lain. Dan ketika mendapatkan kelapangan rezeki, kita dapat menunaikan zakat sesuai ketentuan. Dengan begitu, rasa syukur tidak hanya berhenti di ucapan, tetapi diwujudkan melalui perbuatan. Zakat menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kita menyadari adanya tanggung jawab dalam rezeki yang telah diberikan kepada kita. Zakat Mengingatkan Kita tentang Arti “Cukup” Di tengah gaya hidup yang terus berkembang, manusia terkadang mudah merasa bahwa apa yang dimiliki masih belum cukup. Ketika penghasilan meningkat, kebutuhan dan keinginan pun sering ikut bertambah. Ketika memiliki sesuatu, kita mulai menginginkan sesuatu yang lain. Tanpa disadari, kita dapat terjebak dalam siklus mengejar lebih banyak tanpa pernah benar-benar berhenti untuk merasa cukup. Zakat mengajarkan kita untuk berhenti sejenak. Ia mengingatkan bahwa harta bukan hanya untuk dikumpulkan, tetapi juga memiliki fungsi dan tanggung jawab. Ada bagian yang harus ditunaikan ketika telah memenuhi syarat. Dari sana, kita belajar bahwa memiliki lebih banyak bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menggunakan apa yang telah dimiliki. Ketika Harta Menjadi Jalan untuk Mendekat kepada Allah Harta sering dianggap sebagai sesuatu yang bersifat duniawi. Padahal, harta juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal dapat bernilai kebaikan. Harta yang digunakan untuk membantu sesama dapat menjadi amal. Dan harta yang ditunaikan sebagai zakat merupakan bagian dari kewajiban seorang muslim. Artinya, persoalannya bukan pada memiliki harta, melainkan bagaimana kita memperlakukannya. Apakah harta membuat kita semakin bersyukur atau justru semakin lupa? Apakah harta membuat kita semakin peduli atau semakin tidak peka? Apakah harta hanya menjadi sesuatu yang kita simpan, atau juga menjadi sarana untuk memberikan manfaat? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan untuk kita renungkan bersama. Zakat sebagai Bentuk Kepedulian Di sekitar kita, masih banyak orang yang menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Ada keluarga yang harus berhati-hati mengatur kebutuhan sehari-hari. Ada anak yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Ada masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Ada pula mereka yang sedang berusaha bangkit dan memperbaiki kondisi ekonominya. Ketika kita menunaikan zakat, kita turut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap mereka yang berhak menerima zakat. Inilah salah satu keindahan zakat. Ia menghubungkan orang yang diberi kelapangan rezeki dengan mereka yang sedang membutuhkan. Zakat menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kehidupan tidak hanya tentang diri sendiri. Mengapa Memilih BAZNAS? Menunaikan zakat tentu membutuhkan perhatian terhadap ketentuan, perhitungan, serta penyalurannya. Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin terasa cukup rumit, terutama ketika memiliki berbagai jenis harta dan sumber penghasilan. BAZNAS hadir sebagai lembaga pengelola zakat yang membantu masyarakat dalam proses penghimpunan dan penyaluran zakat. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, masyarakat dapat menjadi bagian dari pengelolaan zakat secara kelembagaan dan mendukung penyaluran manfaat kepada mereka yang berhak menerimanya. Zakat yang kita tunaikan pun tidak hanya menjadi kewajiban yang selesai setelah pembayaran dilakukan. Ia menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang lebih luas. Sudahkah Kita Menghitung Zakat dari Rezeki Kita? Kita mungkin sudah terbiasa menghitung pemasukan setiap bulan. Kita menghitung gaji, keuntungan usaha, pengeluaran, tabungan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun, sudahkah kita menghitung zakat? Pertanyaan ini sederhana, tetapi penting. Luangkan waktu untuk memeriksa kembali harta yang kita miliki dan mencari tahu apakah sudah memenuhi ketentuan wajib zakat. Jika sudah, jangan menundanya. Sebab, salah satu bentuk rasa syukur yang paling bermakna adalah ketika nikmat yang kita terima tidak membuat kita lupa kepada Sang Pemberi nikmat. Rezeki yang Disyukuri, Kebaikan yang Dihadirkan Kita tidak pernah tahu bagaimana perjalanan rezeki kita ke depan. Hari ini kita mungkin berada dalam kondisi berkecukupan. Esok bisa saja keadaan berubah. Karena itu, selagi Allah SWT memberikan kelapangan, manfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan kebaikan. Jangan hanya bersyukur ketika mendapatkan rezeki. Bersyukurlah juga dengan cara menggunakan rezeki tersebut sesuai dengan kewajiban dan tuntunan-Nya. Zakat adalah salah satu bentuk syukur yang dapat kita wujudkan ketika harta telah memenuhi syarat. Mari jadikan setiap rezeki yang kita terima sebagai pengingat untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin peduli kepada sesama. Tunaikan zakat melalui BAZNAS. Karena rezeki yang disyukuri bukan hanya menghadirkan rasa cukup di hati, tetapi juga dapat menghadirkan manfaat bagi kehidupan orang lain. Rezeki adalah nikmat.Zakat adalah wujud syukur.Dan berbagi adalah cara menghadirkan manfaat dari nikmat tersebut.
ARTIKEL31/08/2026 | Anin - Magang
Satu Amanah, Banyak Kehidupan: Kisah yang Lahir dari Zakat
Satu Amanah, Banyak Kehidupan: Kisah yang Lahir dari Zakat
Zakat sering kali dipahami sebagai kewajiban yang ditunaikan oleh seorang muslim. Namun, di balik zakat yang diberikan, terdapat amanah yang dapat membawa manfaat bagi kehidupan orang lain. Satu zakat yang ditunaikan tidak berhenti pada saat diberikan, tetapi dapat terus bergerak menjadi bantuan, kesempatan, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di balik perjalanan tersebut, terdapat proses penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran yang membuat zakat dapat memberikan manfaat secara lebih luas. Dari satu amanah yang diberikan oleh muzaki, dapat lahir berbagai kisah kehidupan yang menunjukkan bahwa kebaikan kecil dapat memberikan arti besar bagi orang lain. Dari Satu Amanah, Lahir Sebuah Harapan Ketika seseorang menunaikan zakat, mungkin yang terlihat hanya sebuah kewajiban yang telah diselesaikan. Namun, bagi penerima manfaat, zakat dapat memiliki arti yang jauh lebih besar. Bantuan yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan, mendukung pendidikan, menjaga kesehatan, maupun memberikan kesempatan untuk kembali berusaha. Karena itu, zakat bukan hanya tentang jumlah yang diberikan, tetapi tentang manfaat yang dapat tumbuh setelahnya. Satu amanah yang disampaikan dengan baik dapat menjadi awal dari sebuah harapan baru bagi kehidupan seseorang. Zakat yang Bergerak Menjadi Manfaat Zakat tidak berhenti pada proses penghimpunan. Setelah diterima, zakat perlu dikelola dan disalurkan agar dapat sampai kepada mereka yang berhak menerima manfaat. Proses tersebut membutuhkan pengelolaan yang terarah sehingga amanah masyarakat dapat diwujudkan menjadi berbagai bentuk kebaikan. Melalui pengelolaan zakat, manfaat yang diberikan dapat hadir dalam berbagai bidang kehidupan. Bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari bagaimana zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas. Dari satu amanah, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih dari satu kehidupan. Ketika Zakat Menjadi Jalan untuk Bangkit Bagi sebagian mustahik, menerima zakat bukan hanya tentang mendapatkan bantuan untuk kebutuhan saat ini. Zakat juga dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh kesempatan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Dukungan yang diberikan dapat membantu seseorang menghadapi kesulitan sekaligus membuka peluang untuk kembali mandiri. Di sinilah nilai zakat dapat terlihat dalam kehidupan nyata. Ketika bantuan mampu memberikan ruang bagi seseorang untuk belajar, bekerja, atau mengembangkan usaha, zakat tidak hanya membantu melewati sebuah kesulitan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik. Ada Banyak Kisah di Balik Satu Zakat Setiap zakat yang ditunaikan membawa kemungkinan lahirnya sebuah cerita. Ada keluarga yang terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada anak yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, dan ada seseorang yang mendapatkan dukungan untuk kembali berusaha. Kisah-kisah tersebut mungkin tidak selalu terlihat oleh orang yang menunaikan zakat. Namun, manfaat tersebut menjadi bukti bahwa zakat memiliki perjalanan yang panjang. Dari tangan muzaki, zakat dikelola dan disalurkan hingga akhirnya hadir dalam kehidupan mustahik. Satu amanah kemudian berkembang menjadi banyak bentuk kebaikan yang menyentuh kehidupan orang lain. Amanah yang Menghubungkan Banyak Kehidupan Dalam perjalanan zakat, terdapat hubungan antara mereka yang menunaikan dan mereka yang menerima. Muzaki memberikan sebagian hartanya sebagai bentuk kewajiban dan kepedulian, sedangkan mustahik menerima manfaat yang dapat membantu menghadapi kebutuhan dan membangun harapan. Di antara keduanya, terdapat amanah yang harus dijaga agar zakat dapat sampai dan memberikan manfaat sebagaimana mestinya. Pengelolaan yang baik membuat zakat tidak sekadar berpindah dari satu tangan ke tangan lain, tetapi menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang menghubungkan banyak kehidupan. Satu Amanah, Banyak Kehidupan Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang apa yang dapat lahir setelah pemberian tersebut. Satu amanah dapat menjadi bantuan bagi sebuah keluarga, kesempatan bagi seorang anak, dukungan bagi seseorang yang sedang berusaha, dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Inilah perjalanan zakat: satu amanah yang terus bergerak dan menghadirkan manfaat dalam berbagai bentuk. Di balik setiap zakat yang disalurkan, ada kehidupan yang terbantu, ada harapan yang tumbuh, dan ada kisah baru yang dimulai. Karena dari satu amanah, dapat lahir banyak kehidupan yang menjadi lebih baik.
ARTIKEL31/08/2026 | Elsa - Magang
Satu Zakat Anda, Banyak Kebaikan yang Tumbuh
Satu Zakat Anda, Banyak Kebaikan yang Tumbuh
Pernahkah kita membayangkan, ke mana perginya zakat yang kita tunaikan? Mungkin bagi kita, zakat hanya terlihat seperti sebagian harta yang dikeluarkan ketika sudah memenuhi kewajiban. Setelah ditunaikan, kita mungkin tidak lagi memikirkan bagaimana harta tersebut memberikan manfaat. Padahal, di balik zakat yang kita keluarkan, ada begitu banyak kemungkinan kebaikan yang dapat tumbuh. Satu zakat yang kita tunaikan dapat menjadi bagian dari sebuah perjalanan panjang. Perjalanan yang membawa bantuan kepada mereka yang membutuhkan, membuka kesempatan, menghadirkan harapan, dan membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kebaikan yang Tidak Berhenti di Satu Tangan Ketika zakat diberikan, manfaatnya tidak selalu berhenti pada orang pertama yang menerimanya. Bayangkan seorang anak yang mendapatkan dukungan pendidikan. Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi pendidikan dapat menjadi bekal bagi masa depannya. Ketika kelak ia memiliki kemampuan dan kesempatan yang lebih baik, manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarganya bahkan lingkungan di sekitarnya. Begitu pula dengan bantuan kepada pelaku usaha kecil. Dukungan yang diberikan dapat membantu seseorang mempertahankan atau mengembangkan usahanya. Dari satu usaha, mungkin ada keluarga yang kembali memiliki penghasilan. Dari penghasilan tersebut, kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dan kehidupan keluarga dapat berjalan dengan lebih baik. Inilah mengapa zakat memiliki potensi manfaat yang begitu luas. Zakat bukan sekadar tentang berapa yang kita keluarkan, tetapi juga tentang berapa banyak kebaikan yang dapat tumbuh dari apa yang kita tunaikan. Dari Kepedulian Menjadi Harapan Tidak semua orang menjalani kehidupan dengan kondisi yang sama. Ada yang sedang menikmati kemudahan, sementara ada pula yang sedang menghadapi kesulitan. Ada yang memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, sementara sebagian lainnya masih berjuang mendapatkan kebutuhan dasar. Dalam kondisi seperti ini, kepedulian dari sesama menjadi sangat berarti. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang telah diatur dalam Islam. Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya menjalankan kewajibannya kepada Allah SWT, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu mereka yang memiliki hak untuk menerima zakat. Ketika zakat dikelola dengan baik, kepedulian tersebut dapat diarahkan menjadi berbagai bentuk manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mengapa Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS? Kebaikan membutuhkan pengelolaan agar dapat memberikan manfaat secara optimal. Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menitipkan zakat melalui lembaga yang secara khusus menjalankan fungsi pengelolaan zakat. Zakat yang dihimpun kemudian dapat menjadi bagian dari berbagai program yang menyentuh kehidupan masyarakat, seperti bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan pengelolaan secara kelembagaan, zakat yang berasal dari banyak muzaki dapat dihimpun menjadi kekuatan yang lebih besar. Bayangkan jika satu orang menunaikan zakat. Kemudian sepuluh orang. Seratus orang. Bahkan lebih banyak lagi. Kebaikan yang awalnya berasal dari satu orang dapat berkembang menjadi gerakan bersama. Bukan Hanya Memberi, tetapi Membuka Kesempatan Salah satu hal penting dalam pengelolaan zakat adalah bagaimana bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerimanya. Tidak semua orang membutuhkan hal yang sama. Ada yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada yang membutuhkan dukungan pendidikan. Ada yang membutuhkan akses kesehatan. Ada pula yang membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan ekonomi. Karena itu, zakat dapat memiliki bentuk manfaat yang beragam. Ketika bantuan diberikan sesuai kebutuhan, penerima manfaat memiliki kesempatan untuk menghadapi persoalan hidupnya dengan lebih baik. Zakat kemudian tidak hanya menjadi simbol pemberian, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membuka kesempatan. Kebaikan Anda, Kekuatan untuk Mereka Sering kali kita merasa bahwa apa yang kita lakukan terlalu kecil untuk memberikan perubahan. “Saya hanya bisa memberikan sedikit.” “Zakat saya tidak seberapa.” “Apakah benar akan memberikan dampak?” Pertanyaan seperti itu mungkin pernah muncul dalam pikiran kita. Namun, kebaikan tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya nominal. Ketika dilakukan oleh banyak orang dan dikelola dengan baik, kontribusi yang terlihat kecil secara individual dapat menjadi kekuatan yang besar secara bersama-sama. Karena itu, jangan meremehkan kebaikan yang kita lakukan. Satu zakat Anda mungkin menjadi bagian dari bantuan bagi satu keluarga. Satu zakat Anda mungkin ikut mendukung pendidikan seorang anak. Satu zakat Anda mungkin menjadi bagian dari pemberdayaan seseorang untuk kembali berusaha. Kita mungkin tidak melihat seluruh perjalanan manfaat tersebut, tetapi bukan berarti manfaatnya tidak ada. Saatnya Menjadi Bagian dari Rantai Kebaikan Zakat mengajarkan bahwa kehidupan tidak hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi. Ketika Allah SWT memberikan kelapangan rezeki, kita memiliki kesempatan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Ketika kewajiban zakat telah terpenuhi, menunaikannya menjadi bentuk ketaatan sekaligus wujud kepedulian. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang lebih luas. Tidak perlu menunggu menjadi orang yang paling kaya untuk berbagi. Tidak perlu menunggu memiliki banyak waktu untuk peduli. Ketika sudah memiliki kewajiban zakat, tunaikanlah dengan ikhlas dan amanah. Karena bisa jadi, sesuatu yang bagi kita sederhana justru memiliki arti yang sangat besar bagi orang lain. Satu Zakat, Banyak Kebaikan Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang harta yang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Ada harapan yang ikut berpindah. Ada kepedulian yang ikut tumbuh. Ada kesempatan yang mungkin terbuka. Dan ada kehidupan yang mungkin menjadi sedikit lebih baik. Satu zakat Anda mungkin tidak mengubah seluruh dunia, tetapi dapat mengubah dunia seseorang yang menerimanya. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS dan jadikan sebagian rezeki yang kita miliki sebagai bagian dari rantai kebaikan yang terus tumbuh. Satu zakat Anda, banyak kebaikan yang tumbuh.Kebaikan Anda, kekuatan untuk mereka.
ARTIKEL31/08/2026 | Anin - Magang
Stunting Bukan Hanya Masalah Kesehatan: Mengapa Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Juga Penting?
Stunting Bukan Hanya Masalah Kesehatan: Mengapa Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Juga Penting?
Perspektif Baru dalam Penanganan Stunting Selama ini, isu stunting atau tengkes sering kali dipahami sebatas permasalahan medis dan gizi. Banyak program penanganan berfokus pada pemberian asupan gizi tambahan, suplemen, serta pemeriksaan kesehatan ibu dan anak secara rutin. Pendekatan kesehatan ini memang sangat krusial, tetapi tidak sepenuhnya menyentuh akar permasalahan yang lebih mendasar. Stunting pada dasarnya merupakan dampak dari akumulasi berbagai faktor kompleks yang saling berkaitan. Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan kesejahteraan tumbuh kembang anak adalah kondisi sosio-ekonomi keluarga. Tanpa daya beli dan ketahanan ekonomi yang memadai, pemenuhan gizi yang optimal sulit diwujudkan secara berkelanjutan. Akar Masalah: Kemiskinan dan Akses Pangan Bergizi Ketidakmampuan ekonomi keluarga berdampak langsung pada kualitas dan variasi pangan harian. Keluarga dengan keterbatasan finansial cenderung memprioritaskan kuantitas makanan daripada kualitas gizi. Akibatnya, pemenuhan zat gizi mikro seperti protein hewani, vitamin, dan mineral penting bagi tumbuh kembang balita sering kali terabaikan. Selain itu, kondisi ekonomi yang rentan juga membatasi akses keluarga terhadap sarana sanitasi yang layak, air bersih, serta layanan kesehatan yang memadai. Lingkungan yang kurang higienis meningkatkan risiko penyakit infeksi berulang pada anak, yang pada akhirnya memicu gangguan penyerapan nutrisi secara kronis. Pemberdayaan Ekonomi sebagai Solusi Berkelanjutan Untuk memutus rantai stunting secara efektif, intervensi spesifik di bidang kesehatan harus berjalan selaras dengan intervensi sensitif melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. Ketika kapasitas ekonomi keluarga meningkat, orang tua memiliki kemampuan mandiri untuk menyediakan makanan bergizi seimbang tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan sosial. Pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis, seperti: Pelatihan Keterampilan dan Kewirausahaan: Mendorong anggota keluarga, khususnya para ibu, untuk menguasai keterampilan usaha mikro yang berpotensi menambah penghasilan rumah tangga. Akses Modal Usaha dan Pendampingan: Memberikan dukungan bantuan modal produktif, alatan kerja, serta pendampingan bisnis secara berkelanjutan bagi keluarga pra-sejahtera. Optimalisasi Pekarangan Pangan Mandiri: Mengedukasi keluarga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, seperti budidaya sayuran dan peternakan skala kecil. Sinergi Multi - Sektor demi Masa Depan Generasi Menangani stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi. Lembaga pemerintah, lembaga pengelola zakat dan kemanusiaan, serta sektor swasta perlu bersinergi dalam menghadirkan program yang komprehensif. Pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), misalnya, dapat dioptimalkan tidak hanya untuk bantuan konsumtif jangka pendek, tetapi juga dialokasikan pada program pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga. Langkah ini memastikan bahwa penanganan stunting memberikan dampak nyata yang permanen. Menginvestasikan Ekonomi Keluarga untuk Bebas Stunting Upaya pencegahan stunting tidak akan pernah mencapai hasil maksimal jika aspek ekonomi keluarga terabaikan. Pemberdayaan ekonomi merupakan pondasi utama yang memberi ketahanan bagi keluarga untuk memenuhi standar gizi, kesehatan, dan pola asuh yang layak bagi anak-anak mereka. Dengan memperkuat perekonomian keluarga, kita tidak hanya menyelamatkan anak-anak dari ancaman stunting, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing untuk masa depan bangsa.
ARTIKEL28/08/2026 | Rosita - Magang
Zakat Berdampak: BAZNAS Surabaya Hadir Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Zakat Berdampak: BAZNAS Surabaya Hadir Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam ajaran Islam yang tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Ketika dikelola secara amanah dan tepat sasaran, zakat dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mendorong mereka agar mampu meningkatkan kondisi ekonominya. Inilah yang menjadi bagian dari semangat zakat berdampak, yaitu menjadikan zakat sebagai sumber manfaat yang dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi masyarakat, keberadaan lembaga pengelola zakat memiliki peran penting dalam memastikan dana zakat dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai salah satu lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui berbagai bentuk program dan penyaluran. Zakat tidak hanya dipandang sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kemampuan dan kemandirian mustahik. Zakat Berdampak untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Konsep zakat berdampak berangkat dari pemahaman bahwa manfaat zakat dapat diperluas melalui pengelolaan dan pendayagunaan yang tepat. Bantuan yang diberikan kepada mustahik diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk memperbaiki kondisi kehidupannya. Dalam konteks ekonomi, zakat dapat menjadi salah satu instrumen yang mendukung masyarakat untuk meningkatkan kemampuan produktif. BAZNAS RI menjelaskan bahwa zakat dapat diarahkan untuk mendukung usaha produktif, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang kemandirian ekonomi. Pendekatan tersebut menunjukkan adanya perubahan dari pola bantuan yang hanya bersifat konsumtif menuju pendayagunaan zakat yang juga memperhatikan keberlanjutan manfaat. Dengan demikian, mustahik tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Peran BAZNAS Surabaya dalam Menghadirkan Manfaat Zakat Sebagai lembaga pengelola zakat di tingkat daerah, BAZNAS Surabaya memiliki peran dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran. Zakat yang dihimpun dari para muzaki memiliki potensi untuk menjadi kekuatan sosial dan ekonomi apabila dikelola secara profesional. Karena itu, setiap penyaluran perlu memperhatikan kebutuhan penerima manfaat serta tujuan yang ingin dicapai agar dana umat dapat memberikan dampak yang lebih luas. Semangat tersebut juga sejalan dengan pandangan BAZNAS bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada penghimpunan, tetapi juga memastikan dana yang dikelola dapat memberikan manfaat melalui program santunan, pendayagunaan, dan pemberdayaan. Dari Mustahik Menuju Kemandirian Salah satu tujuan penting dalam pendayagunaan zakat adalah membantu mustahik agar secara bertahap mampu meningkatkan kondisi ekonominya. Kemandirian bukan berarti penerima manfaat harus langsung terbebas dari seluruh persoalan ekonomi, tetapi adanya proses untuk meningkatkan kemampuan, pendapatan, dan ketahanan ekonomi keluarga. Zakat produktif dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam praktiknya, zakat produktif dapat diberikan dalam bentuk dukungan usaha, sarana produksi, pelatihan keterampilan, maupun pendampingan sesuai kebutuhan penerima manfaat. BAZNAS menjelaskan bahwa pendekatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas ekonomi mustahik agar mereka memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya dukungan yang tepat, mustahik memiliki peluang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Usaha yang tumbuh dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan pada akhirnya mengurangi ketergantungan terhadap bantuan. Zakat sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Dampak zakat tidak berhenti pada hubungan antara muzaki dan mustahik. Ketika dana zakat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, manfaatnya dapat berkembang ke lingkungan masyarakat yang lebih luas. Usaha yang berkembang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, menciptakan peluang kerja, dan memperkuat daya tahan ekonomi keluarga. Karena itu, zakat memiliki potensi untuk menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS juga menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu bentuk pendayagunaan zakat. Program ekonomi produktif diarahkan agar mustahik memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. Mewujudkan Zakat yang Benar-Benar Berdampak Zakat berdampak bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang perubahan yang dapat dirasakan oleh penerima manfaat. Keberhasilan zakat dapat dilihat dari bagaimana bantuan tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, meningkatkan kemampuan, dan secara bertahap mencapai kemandirian. Bagi BAZNAS Surabaya, semangat tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem zakat yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap zakat yang ditunaikan oleh muzaki memiliki potensi untuk menjadi jalan kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat yang terpercaya menjadi penting. Semakin optimal penghimpunan dan pengelolaan zakat, semakin besar pula peluang zakat memberikan manfaat bagi masyarakat. Bersama BAZNAS Surabaya, Wujudkan Zakat yang Memberi Dampak Zakat merupakan bentuk kepedulian yang dapat menghadirkan perubahan ketika dikelola dan disalurkan dengan baik. Melalui zakat, masyarakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga dapat turut mendukung terciptanya kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kesadaran dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Mari bersama menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sumber manfaat yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dari zakat yang ditunaikan, lahir manfaat. Dari manfaat yang diberikan, tumbuh kemandirian. Dan dari kemandirian, tercipta masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera.
ARTIKEL28/08/2026 | Icha - Magang
Zakat di Era Digital: Mungkinkah Generasi Muda Lebih Mudah Berzakat melalui Teknologi?
Zakat di Era Digital: Mungkinkah Generasi Muda Lebih Mudah Berzakat melalui Teknologi?
Perkembangan Digital dan Pergeseran Pola Beribadah Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari cara berinteraksi, bertransaksi, hingga menjalankan ibadah. Di era serba digital saat ini, kemudahan akses menjadi faktor kunci yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan, salah satunya adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, tumbuh bersama ekosistem digital yang serba cepat, praktis, dan transparan. Kehadiran berbagai platform digital, aplikasi keuangan, dan kanal pembayaran daring menjadikan aktivitas berzakat tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu, melainkan dapat dilakukan kapan saja hanya dalam hitungan detik. Kemudahan Akses Zakat dalam Genggaman Jika dahulu pembayaran zakat identik dengan proses tatap muka di panitia amil atau kantor lembaga pengelola zakat, kini teknologi hadir memberikan alternatif yang jauh lebih efisien. Melalui integrasi pembayaran berbasis QRIS, e-wallet, mobile banking, hingga platform crowdfunding, masyarakat dapat menunaikan zakat langsung dari ponsel pintar mereka. Selain saluran pembayaran, fitur penunjang seperti kalkulator zakat otomatis juga sangat membantu generasi muda. Fitur ini mempermudah mereka dalam menghitung kewajiban zakat harta (maal), penghasilan, maupun zakat fitrah secara akurat sesuai kaidah fikih, sehingga menghilangkan keraguan dalam menentukan nominal kewajiban yang harus dikeluarkan. Menumbuhkan Transparansi dan Kepercayaan Digital Salah satu alasan utama generasi muda semakin terbuka untuk berzakat secara digital adalah faktor keterbukaan informasi. Platform zakat digital memungkinkan lembaga amil resmi seperti BAZNAS menyampaikan laporan penyaluran dana, bukti transaksi, hingga pembaruan perkembangan program sosial secara real-time melalui surel maupun aplikasi. Kepastian bahwa dana yang disalurkan benar-benar sampai kepada mustahik yang membutuhkan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan (trust). Ketika transparansi dan akuntabilitas terjamin, kesadaran generasi muda untuk menyisihkan sebagian rezeki secara rutin pun akan terus meningkat. Dari Transaksi Digital Menuju Dampak Pemberdayaan Digitalisasi zakat tidak hanya mempermudah proses penghimpunan dana, tetapi juga mempercepat alokasi bantuan kepada para penerima manfaat. Dana yang terhimpun secara kolektif dan efisien dapat segera dialokasikan untuk berbagai program strategis, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro. Dengan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan daya kritis positif, zakat yang dikelola secara digital mampu bertransformasi menjadi instrumen perubahan sosial yang inklusif dan berdampak jangka panjang. Digitalisasi sebagai Pendorong Kepedulian Berkelanjutan Menunaikan zakat melalui teknologi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk adaptasi kebaikan di era modern. Kombinasi antara kemudahan transaksi, kepastian perhitungan, dan laporan penyaluran yang transparan menjadikan teknologi sebagai pendorong utama partisipasi aktif generasi muda dalam berzakat. Sinergi antara kesadaran ibadah generasi muda dan inovasi teknologi dari lembaga zakat resmi diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ZIS secara maksimal demi terwujudnya kesejahteraan umat yang merata dan berkelanjutan.
ARTIKEL28/08/2026 | Rosita - Magang
Zakat sebagai Jembatan Kebaikan antara Muzaki dan Mustahik
Zakat sebagai Jembatan Kebaikan antara Muzaki dan Mustahik
Setiap harta yang dimiliki seseorang memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Ada yang mendapatkannya melalui pekerjaan, usaha, maupun berbagai sumber penghasilan lainnya. Dalam Islam, ketika harta telah memenuhi ketentuan tertentu, terdapat kewajiban untuk menunaikan zakat. Zakat tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kemampuan dengan mereka yang membutuhkan. Orang yang menunaikan zakat disebut muzaki, sedangkan orang yang berhak menerima zakat disebut mustahik. Keduanya memiliki peran dalam terciptanya ekosistem kepedulian sosial. Muzaki menunaikan kewajibannya, sementara mustahik menerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat. Melalui pengelolaan zakat yang baik, harta yang ditunaikan oleh muzaki dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari sinilah zakat menjadi lebih dari sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi jembatan kebaikan yang menghadirkan harapan dan manfaat bagi sesama. Dasar Hukum Zakat Kewajiban zakat telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...’’(QS. At-Taubah: 103). Allah SWT juga menjelaskan mengenai golongan yang berhak menerima zakat: "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah."(QS. At-Taubah: 60). Ayat tersebut menjadi dasar bahwa zakat memiliki aturan dalam pelaksanaan dan penyalurannya. Dana zakat perlu diberikan kepada pihak yang berhak sesuai dengan ketentuan syariat. Mengenal Muzaki dan Mustahik Dalam pengelolaan zakat, terdapat dua istilah penting yang perlu diketahui, yaitu muzaki dan mustahik. Muzaki adalah orang yang menunaikan zakat karena telah memenuhi ketentuan wajib zakat. Zakat yang ditunaikan merupakan bentuk ketaatan sekaligus kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, mustahik adalah orang atau kelompok yang berhak menerima zakat. Islam telah menetapkan delapan golongan penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Dengan adanya ketentuan tersebut, zakat memiliki sistem distribusi yang bertujuan agar manfaatnya dapat diterima oleh pihak yang benar-benar berhak. Bagaimana Zakat Menjadi Jembatan Kebaikan? Bayangkan sebuah harta yang awalnya berada di tangan seorang muzaki. Ketika zakat ditunaikan, sebagian dari harta tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari proses tersebut, lahirlah manfaat yang begitu luas. Zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pendidikan, membantu layanan kesehatan, hingga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan kata lain, zakat menjadi jembatan yang menghubungkan kemampuan seorang muzaki dengan kebutuhan seorang mustahik. Kebaikan yang dimulai dari satu orang dapat memberikan dampak kepada banyak orang ketika dikelola secara tepat. Dari Zakat Menjadi Manfaat Nyata Manfaat zakat dapat hadir dalam berbagai bentuk. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, bantuan zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di bidang pendidikan, dana zakat dapat mendukung anak-anak dari keluarga yang membutuhkan agar memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Di bidang kesehatan, zakat dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan. Sementara dalam bidang ekonomi, zakat dapat diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian. Hal tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola secara profesional. Peran BAZNAS Kota Surabaya sebagai Penghubung Kebaikan BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran dalam menghimpun dan mengelola dana zakat dari masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat. Melalui pengelolaan yang terorganisir, zakat dapat disalurkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti: - Program pendidikan, untuk mendukung akses pendidikan masyarakat. - Program kesehatan, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. - Program pemberdayaan ekonomi, untuk mendorong kemandirian masyarakat. - Program kemanusiaan, untuk membantu masyarakat yang menghadapi kondisi sulit. - Program dakwah dan sosial keagamaan, untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat. Dengan demikian, BAZNAS menjadi salah satu penghubung antara muzaki yang ingin menunaikan zakat dengan mustahik yang membutuhkan manfaat dari dana zakat. Mengapa Pengelolaan Zakat yang Amanah Itu Penting? Zakat merupakan amanah yang berasal dari masyarakat. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan proses yang baik agar dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat secara optimal. Pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan membantu memastikan dana zakat disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pengelolaan secara terorganisir memungkinkan zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan kebutuhan sesaat, tetapi juga mendukung program pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat dalam jangka lebih panjang. Zakat Memperkuat Kepedulian Sosial Zakat mengajarkan bahwa kehidupan tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan diri sendiri. Ada kepedulian terhadap orang lain yang perlu dijaga. Ketika seorang muzaki menunaikan zakat, ia turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Begitu pula ketika mustahik menerima manfaat dari zakat, mereka mendapatkan dukungan untuk menghadapi kondisi yang sedang dijalani. Hubungan tersebut menciptakan rasa saling peduli dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Zakat pun tidak hanya menjadi ibadah secara personal, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan bersama. Satu Kebaikan yang Menghubungkan Banyak Kehidupan Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama. Namun, setiap orang dapat mengambil bagian dalam menciptakan kebaikan sesuai dengan perannya. Bagi muzaki, menunaikan zakat merupakan bentuk menjalankan kewajiban sekaligus berbagi manfaat. Bagi mustahik, zakat dapat menjadi dukungan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas kehidupan. Ketika zakat dikelola dengan baik, satu bentuk kebaikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Inilah yang menjadikan zakat sebagai jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Mari Bangun Jembatan Kebaikan Melalui Zakat Zakat bukan sekadar kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk membantu sesama. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menunaikan zakat dan turut mengambil bagian dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya. Jadikan zakat sebagai jembatan kebaikan, dari muzaki untuk mustahik, dari kepedulian menjadi manfaat, dan dari satu kebaikan menjadi harapan bagi banyak kehidupan.
ARTIKEL28/08/2026 | Ayu - Magang
Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi: Dari Bantuan Menuju Kemandirian
Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi: Dari Bantuan Menuju Kemandirian
Zakat bukan hanya tentang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika dikelola dan disalurkan dengan tepat, zakat juga dapat menjadi salah satu sarana untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendorong penerima manfaat agar lebih mandiri. Zakat Tidak Hanya untuk Kebutuhan Sesaat Bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar tentu sangat penting bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Namun, dalam jangka panjang, masyarakat juga membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh penghasilan. Karena itu, zakat dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, seperti dukungan usaha produktif, pelatihan keterampilan, maupun pendampingan. Mendorong Masyarakat Menjadi Lebih Mandiri Pemberdayaan ekonomi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan yang diberikan dapat membantu penerima manfaat mengembangkan usaha atau keterampilan sehingga memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat tidak berhenti pada bantuan yang diterima, tetapi dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Peran Zakat dalam Membangun Kesejahteraan Pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan, zakat dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat. BAZNAS Kota Surabaya hadir untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah serta menyalurkannya melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bersama Mengubah Kebaikan Menjadi Manfaat Pemberdayaan membutuhkan proses dan dukungan dari berbagai pihak. Masyarakat yang menunaikan zakat juga memiliki peran penting dalam menghadirkan manfaat tersebut. Ketika zakat dikelola dengan baik, kebaikan yang diberikan dapat memberikan dampak yang lebih panjang bagi penerima manfaat. Dari zakat, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir pemberdayaan dan kemandirian.
ARTIKEL28/08/2026 | Putri - Magang
Sebuah Kebaikan Bisa Berjalan Lebih Jauh dari yang Kita Kira
Sebuah Kebaikan Bisa Berjalan Lebih Jauh dari yang Kita Kira
Kebaikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perjalanan mendapatkan manfaat mulai dari keputusan kecil untuk menyisihkan sebagian dari rejeki yang dimiliki. Saat seseorang membayar zakat, memberi infak, atau bersedekah, yang terlihat hanyalah satu tindakan kecil. Namun, di baliknya mungkin saja kebaikan itu sampai kepada seseorang yang sedang membutuhkannya. Bagi masyarakat, zakat, infak, dan sedekah bisa menjadi cara untuk saling peduli dan mendukung satu sama lain. Rezeki yang diberikan tidak hanya bermakna bagi si penyerah, tetapi juga bisa memberikan manfaat dalam hidup si penerima. Dari Sebuah Kepedulian, Manfaat Terus Bergerak Setelah rezeki disalurkan, perjalanan kebaikan tidak berhenti begitu saja. Ada bantuan yang dapat meringankan beban, ada dukungan yang membantu memenuhi kebutuhan, dan ada harapan yang kembali tumbuh melalui kepedulian banyak orang. Setiap bantuan memiliki cerita yang berbeda. Bagi sebagian orang, dukungan yang diterima dapat menjadi penguat saat menghadapi kesulitan. Bagi yang lain, bantuan tersebut bisa menjadi kesempatan untuk kembali melangkah dan membangun masa depan. Dari sinilah kita dapat melihat bahwa sebuah kebaikan memiliki dampak yang tidak selalu bisa diukur dalam waktu singkat. BAZNAS Kota Surabaya, Menyambungkan Kepedulian dan Manfaat BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Amanah dari para muzaki dan masyarakat yang ingin berbagi dikelola agar dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Di antara masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dan mereka yang membutuhkan bantuan, terdapat kepedulian yang menghubungkan keduanya. Apa yang dititipkan oleh satu orang dapat menjadi manfaat bagi orang lain. Semangat yang menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu, tetapi juga tentang membangun hubungan kepedulian di tengah masyarakat. Kebaikan Hari Ini, Manfaat yang Terus Berjalan Tidak semua orang dapat melihat secara langsung ke mana kebaikan yang diberikan akan bermuara. Namun, satu hal yang dapat diyakini adalah bahwa kepedulian yang disalurkan dengan baik memiliki peluang untuk memberikan arti bagi kehidupan orang lain. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari perjalanan manfaat yang lebih luas. Dari satu niat baik, lahir kepedulian. Dari kepedulian, tumbuh manfaat. Dan dari manfaat tersebut, harapan dapat terus berjalan. Karena sebuah kebaikan yang dimulai hari ini, bisa memberi arti lebih jauh dari yang kita bayangkan.
ARTIKEL28/08/2026 | Cyntia - Magang
Saat Hutan Terbakar, Kepedulian Tak Boleh Padam: Peran BAZNAS bagi Masyarakat Terdampak Karhutla
Saat Hutan Terbakar, Kepedulian Tak Boleh Padam: Peran BAZNAS bagi Masyarakat Terdampak Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Kepulan asap dapat mengganggu kesehatan, aktivitas belajar, pekerjaan, serta mata pencaharian masyarakat di wilayah terdampak. Dalam kondisi seperti ini, kepedulian sosial menjadi sangat penting agar masyarakat tidak menghadapi krisis seorang diri. BAZNAS melalui program kebencanaan dapat hadir dengan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan, seperti kebutuhan pokok, air bersih, layanan kesehatan, perlengkapan darurat, serta dukungan bagi kelompok masyarakat yang terdampak. Pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam situasi bencana menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas umat, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian dapat hadir ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi sulit. Namun, kepedulian terhadap korban karhutla tidak cukup berhenti pada bantuan saat keadaan darurat. Setelah kondisi mulai membaik, masyarakat tetap membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonominya. BAZNAS dapat mengambil peran melalui program pemberdayaan, seperti bantuan usaha produktif, pelatihan keterampilan, pendampingan ekonomi, serta dukungan pemulihan lingkungan yang melibatkan masyarakat. Pendekatan tersebut dapat membantu masyarakat kembali produktif sekaligus membangun kemampuan untuk menghadapi risiko bencana di masa depan. Dengan demikian, peran BAZNAS bukan sekadar memberikan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kembali kehidupan masyarakat agar dapat bangkit, mandiri, dan lebih tangguh. Saat hutan terbakar, kepedulian tidak boleh ikut padam; melalui semangat gotong royong dan pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, harapan untuk bangkit dapat terus dinyalakan.
ARTIKEL28/08/2026 | Ifa - Magang
Saat Bencana Datang, BAZNAS Bergerak: Mengapa Kepedulian Kita Dibutuhkan?
Saat Bencana Datang, BAZNAS Bergerak: Mengapa Kepedulian Kita Dibutuhkan?
Ketika Bencana Menguji Kepedulian Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Ketika gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, ribuan masyarakat harus menghadapi kehilangan, kerusakan tempat tinggal, hingga terhentinya aktivitas sehari-hari. BAZNAS RI kemudian mengerahkan tim tanggap bencana untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Di tengah kondisi tersebut, satu hal menjadi sangat berarti yaitu kepedulian. Kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Memberikan bantuan, menyisihkan sebagian rezeki, atau bahkan mengajak orang lain untuk peduli dapat menjadi bagian dari upaya membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan. BAZNAS Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS memiliki peran dalam menyalurkan dana umat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi kebencanaan. Dalam respons terhadap gempa NTT, BAZNAS RI mendirikan posko, dapur umum, memberikan bantuan logistik, serta menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Bantuan juga terus diperluas untuk mendukung proses pemulihan. Hal ini menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki manfaat dalam kondisi normal. Dana umat juga dapat menjadi salah satu bentuk dukungan ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat. Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan Darurat Ketika bencana terjadi, kebutuhan masyarakat tidak berhenti setelah bantuan makanan atau logistik diterima. Masyarakat juga membutuhkan kesempatan untuk kembali beraktivitas, memperoleh pendidikan, memulihkan kondisi ekonomi, dan membangun kembali kehidupan mereka. Karena itu, BAZNAS RI tidak hanya memberikan bantuan darurat. BAZNAS juga menyiapkan 1.000 beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga terdampak gempa NTT, sebagai upaya menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana. Dari sini kita dapat melihat bahwa kepedulian bukan hanya tentang membantu seseorang melewati hari ini, tetapi juga tentang memberikan kesempatan agar mereka dapat kembali menata masa depan. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Kita mungkin berada jauh dari lokasi bencana. Namun, jarak tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti peduli. Masyarakat dapat mengambil bagian sesuai kemampuan, mulai dari menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya, hingga menyebarkan informasi yang dapat mendorong semakin banyak orang untuk membantu. Yang terpenting bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan bagaimana bantuan tersebut dapat disalurkan dengan amanah dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Dari Kepedulian Menjadi Kebaikan yang Berdampak Gempa NTT mengingatkan kita bahwa kehidupan dapat berubah dalam waktu yang sangat singkat. Hari ini kita mungkin berada dalam keadaan aman, sementara di tempat lain ada saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Di situlah kepedulian memiliki arti. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, kebaikan dari masyarakat dapat menjangkau mereka yang membutuhkan bahkan ketika jarak memisahkan. Karena kepedulian tidak mengenal jarak. Dan kebaikan yang kita titipkan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
ARTIKEL28/08/2026 | Nadya - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →