Perusahaan Berzakat: Harmoni antara Tanggung Jawab Sosial dan Manfaat Pajak
07/10/2025 | Penulis: Abraham Adimukti
Visualisasi Zakat Perusahaan
Dalam era ekonomi modern, keberhasilan sebuah perusahaan tidak lagi diukur semata-mata dari besarnya laba, melainkan juga dari sejauh mana perusahaan tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Prinsip profit, people, planet kini menjadi tolak ukur keberlanjutan bisnis. Di antara berbagai bentuk tanggung jawab sosial yang bisa dilakukan, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki posisi istimewa karena bukan hanya berdampak sosial, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan hukum yang jelas dalam Islam.
Zakat bagi perusahaan bukanlah sekadar kewajiban keagamaan, melainkan juga bentuk nyata dari komitmen etis dan moral dalam mengelola kekayaan. Sedangkan infak dan sedekah menjadi pelengkap yang memperluas jangkauan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat luas. Melalui ZIS, perusahaan dapat membangun citra positif, memperkuat hubungan sosial, dan sekaligus memperoleh manfaat fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Zakat sebagai Wujud Tanggung Jawab Spiritual dan Sosial Perusahaan
Perusahaan dalam perspektif Islam merupakan entitas yang juga memiliki tanggung jawab sosial keagamaan. Sebagaimana individu, perusahaan juga wajib mengeluarkan zakat apabila telah memenuhi syarat dan nisab. Zakat perusahaan biasanya dihitung dari laba bersih setelah dikurangi biaya operasional, dengan kadar 2,5 persen sebagaimana ketentuan zakat mal.
Dengan menunaikan zakat, perusahaan berperan langsung dalam redistribusi kekayaan yang lebih adil. Dana zakat yang disalurkan kepada lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan ekonomi umat, pelatihan kerja, beasiswa pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan.
Langkah ini bukan hanya membantu masyarakat miskin, tetapi juga menciptakan efek berantai berupa peningkatan daya beli, penguatan ekonomi lokal, dan pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, zakat perusahaan bukan sekadar amal, melainkan investasi sosial jangka panjang.
Infak dan Sedekah: Ekspresi Kepedulian Tanpa Batas
Selain zakat yang bersifat wajib, perusahaan juga dapat menyalurkan infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian tambahan. Infak dan sedekah memiliki ruang fleksibel yang luas — dapat digunakan untuk kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Beberapa perusahaan di Indonesia bahkan telah menjadikan sedekah sebagai bagian dari budaya kerja. Misalnya, dengan mengadakan program “sedekah Jumat” atau menyisihkan sebagian keuntungan penjualan untuk kegiatan sosial. Tindakan seperti ini bukan hanya meningkatkan citra perusahaan di mata publik, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial di kalangan karyawan.
Peraturan Hukum: Zakat Sebagai Pengurang Pajak
Salah satu kebijakan penting yang memperkuat peran zakat dalam dunia usaha adalah pengakuan zakat sebagai pengurang pajak. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2010, memberikan kemudahan bagi wajib zakat — termasuk badan usaha — untuk menjadikan zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi sebagai pengurang penghasilan kena pajak.
Artinya, zakat yang dibayarkan perusahaan dapat mengurangi beban pajak yang harus dilunasi, selama penyalurannya dilakukan melalui lembaga amil zakat yang diakui pemerintah seperti BAZNAS atau LAZ resmi yang terdaftar di Kementerian Agama.
Secara praktis, ketentuan ini menciptakan sinergi positif antara kewajiban agama dan kewajiban negara. Perusahaan tidak hanya menunaikan tanggung jawab spiritualnya kepada Allah, tetapi juga tetap memenuhi kewajiban fiskalnya kepada negara. Dengan demikian, zakat menjadi instrumen yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dan sistem ekonomi modern.
Dampak Positif bagi Dunia Usaha dan Masyarakat
Perusahaan yang rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah akan memperoleh sejumlah manfaat strategis, baik secara internal maupun eksternal.
-
Manfaat Spiritual dan Etika Bisnis
Perusahaan yang menunaikan zakat menunjukkan komitmen terhadap nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberkahan dalam mencari rezeki. Nilai-nilai ini membentuk fondasi moral yang kuat bagi organisasi. -
Manfaat Sosial dan Ekonomi
Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan, dan memperkuat ekonomi masyarakat sekitar. Dalam jangka panjang, kondisi sosial yang lebih baik juga mendukung stabilitas pasar dan memperkuat basis konsumen perusahaan itu sendiri. -
Manfaat Fiskal (Pengurangan Pajak)
Dengan adanya pengakuan zakat sebagai pengurang pajak, perusahaan dapat mengatur keuangannya secara lebih efisien tanpa mengurangi kontribusi terhadap pembangunan nasional. -
Manfaat Reputasi dan Keberlanjutan
Konsumen masa kini semakin peduli terhadap nilai-nilai sosial dan etika perusahaan. Program zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bukti nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang meningkatkan kepercayaan publik dan loyalitas pelanggan.
Integrasi ZIS dalam Program CSR Perusahaan
Corporate Social Responsibility (CSR) bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi telah menjadi kebutuhan moral dalam bisnis modern. Mengintegrasikan zakat, infak, dan sedekah ke dalam program CSR adalah langkah cerdas yang menghadirkan keberlanjutan sekaligus keberkahan.
Melalui kerja sama dengan BAZNAS atau lembaga zakat terpercaya, perusahaan dapat memastikan dana ZIS disalurkan secara tepat sasaran. Misalnya, program pelatihan keterampilan bagi masyarakat miskin, pemberdayaan UMKM, hingga bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Program seperti ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan sosial, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan komunitas di sekitarnya.
Penutup: Bisnis Berkah, Negara Kuat, Masyarakat Sejahtera
Peran perusahaan dalam zakat, infak, dan sedekah adalah cermin nyata bahwa dunia bisnis dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Dengan membayar zakat melalui lembaga resmi, perusahaan tidak hanya memperoleh keberkahan, tetapi juga manfaat fiskal melalui pengurangan pajak yang sah sesuai regulasi pemerintah.
Zakat bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi bukti bahwa keberhasilan sejati terletak pada kemampuan berbagi. Melalui sinergi antara spiritualitas, sosial, dan ekonomi, perusahaan berzakat berarti ikut membangun negeri — menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat dan keberkahan bagi dunia usaha.
Artikel Lainnya
Transparansi dan Akuntabilitas Dana ZIS BAZNAS Surabaya terhadap Kepercayaan Publik
BAZNAS dalam Perspektif Sosiologi: Mengelola Zakat, Merajut Solidaritas
Relevansi Milenial dan Gen Z Terkait Zakat Profesi vs. Zakat Maal di Era Digital
Tata Kelola Zakat yang Efektif
Efektivitas Platform Online Zakat Digital dalam Mengukur Kepercayaan Penyaluran Dana Umat
Zakat Instrumen Pemberdayaan Sosial dan Penguatan Ekonomi Umat

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
