Keteladanan Umar Bin Khattab Dalam Keadilan Dan Kepedulian Sosial
03/11/2025 | Penulis: Dini
Keteladanan Umar Bin Khattab Dalam Keadilan Dan Kepedulian Sosial
Dalam sejarah Islam, sosok Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai khalifah yang adil, tegas, dan sangat peduli terhadap rakyatnya. Kepemimpinannya bukan hanya dikenang karena kebijakan yang kuat, namun juga karena hati yang lembut terhadap kaum lemah. Kisah Umar menjadi inspirasi besar bagi umat Islam tentang pentingnya keadilan sosial, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama, nilai-nilai yang juga dijalankan oleh BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola zakat untuk kesejahteraan umat.
Sosok Pemimpin yang Tak Pernah Tidur Nyenyak
Umar bin Khattab dikenal sebagai pemimpin yang selalu turun langsung melihat keadaan rakyatnya. Suatu malam, ketika sebagian besar penduduk Madinah terlelap, Umar berjalan menelusuri jalan-jalan kota untuk memastikan tidak ada warganya yang kelaparan.
Dalam perjalanan itu, ia mendengar tangisan anak kecil dari sebuah rumah. Ia mendekat dan mendapati seorang ibu sedang mencoba menenangkan anaknya yang menangis karena lapar. Ketika Umar bertanya, sang ibu menjawab bahwa ia hanya sedang merebus udara untuk menenangkan anaknya, karena tidak memiliki makanan yang sama sekali.
Umar kaget dan menangis. Tanpa pikir panjang, ia mengangkut menuju baitul mal, memikul sendiri karung gandum dan minyak, lalu membawanya ke rumah wanita itu. Ketika ajudannya menawarkan bantuan, Umar berkata,
“Apakah kamu akan memikul dosaku di hari berhenti?”
Ia memasak sendiri makanan untuk anak-anak itu hingga mereka kenyang, lalu duduk di samping mereka sambil tersenyum. Inilah puncak kepemimpinan sejati—pemimpin yang memikul penderitaan rakyatnya, bukan sebaliknya.
Zakat dan Keadilan Sosial di Masa Umar Bin Khattab
Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, sistem zakat menjadi fondasi ekonomi umat. Beliau menata administrasi zakat dengan sangat rapi dan memastikan setiap mustahik menerima haknya sesuai ketentuan. Umar juga menekankan agar zakat tidak hanya diberikan secara konsumtif, tetapi juga dapat memberdayakan masyarakat miskin.
Kebijakan ini menjadikan umat Islam di masa itu hidup sejahtera. Bahkan, sejarah mencatat bahwa di masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz—yang meneladani Umar bin Khattab—nyaris tidak ditemukan orang yang mau menerima zakat, karena semua sudah hidup cukup.
Semangat ini menjadi inspirasi utama bagi BAZNAS Kota Surabaya dalam menjalankan program zakat produktif di era modern.
Semangat Umar Bin Khattab dalam Program BAZNAS Masa Kini
BAZNAS Kota Surabaya berupaya meneladani nilai-nilai kepemimpinan dan kepedulian sosial Umar bin Khattab dengan menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan transparan.
Program zakat tidak hanya diberikan untuk bantuan konsumtif seperti sembako, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi umat, seperti bantuan usaha mikro, pelatihan keterampilan, serta beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi alat bantu sementara, tetapi menjadi sumber kekuatan ekonomi umat. Hal ini sejalan dengan visi Umar bin Khattab dalam menegakkan keadilan sosial, di mana tidak ada seorang pun dibiarkan menderita karena kemiskinan.
Umar Bin Khattab dan Rasa Takutnya Akan Amanah
Salah satu hal yang paling menggetarkan dari kisah Umar adalah ketakutannya terhadap amanah kepemimpinan. Beliau pernah berkata,
“Seandainya seekor keledai terperosok di jalan Irak, aku takut Allah akan menanyakan mengapa aku tidak meratakan jalan itu.”
Ungkapan ini menggambarkan betapa besar tanggung jawab sosial yang dirasakan Umar, bahkan terhadap hal yang kecil sekalipun.
Nilai ini menjadi cerminan bagi para pengelola zakat seperti BAZNAS, yang juga memikul amanah besar dari umat untuk memastikan dana zakat disalurkan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.
Zakat Sebagai Pilar Keadilan dan Persaudaraan
Umar bin Khattab selalu mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar ibadah finansial, tetapi juga alat pemerataan ekonomi dan penegak keadilan sosial.
Zakat menghapus kesenjangan antara si kaya dan si miskin, serta menumbuhkan rasa persaudaraan dan empati dalam masyarakat.
BAZNAS melanjutkan misi ini di tengah tantangan zaman modern, dengan mengelola zakat agar mampu menyentuh berbagai sektor kehidupan umat—dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Ajakan untuk Meneladani Umar Lewat Zakat
Meneladani Umar bin Khattab bukan hanya dengan mengagumi kisahnya, namun juga dengan mengamalkan nilai-nilai yang ia perjuangkan.
Umat ??Islam dapat ikut berkontribusi dalam perjuangan sosial ini melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Surabaya.
Setiap zakat yang Anda tunaikan adalah bagian dari perjuangan menegakkan keadilan sosial sebagaimana yang diajarkan Umar bin Khattab.
Zakat Anda bukan hanya membantu seseorang hari ini, tetapi juga membuka jalan bagi mereka menuju kehidupan yang lebih layak dan mandiri. Dengan zakat, kita menebar keadilan dan menegakkan kasih sayang di bumi Allah.
Kesimpulan
Kisah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu mengajarkan bahwa kekuasaan tanpa kepedulian hanyalah kesombongan, dan kekayaan tanpa zakat hanyalah beban di akhirat.
BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen meneladani semangat Umar dalam memperjuangkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional.
Mari bersama menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya untuk menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh umat.
Artikel Lainnya
Ukur Capaian Program BAZNAS Surabaya: Sudahkah Lima Pilar Memberi Dampak Nyata?
Landasan Zakat, Infaq/Sedekah Menurut Regulasi: Panduan untuk Umat Islam
Relevansi Milenial dan Gen Z Terkait Zakat Profesi vs. Zakat Maal di Era Digital
Digitalisasi ZIS: Peluang dan Tantangan di Era Ekonomi Digital
Kontribusi Generasi Z terhadap Optimalisasi Penghimpunan Zakat
Strategi Fundraising Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS): Inovasi, Kepercayaan, dan Transformasi Digital

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
