WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Optimalisasi Zakat, BAZNAS Surabaya Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat
Optimalisasi Zakat, BAZNAS Surabaya Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat
Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan di Surabaya, peran lembaga zakat menjadi semakin strategis dalam membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Zakat tidak lagi dipahami sekadar kewajiban ritual, tetapi sebagai instrumen sosial yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya memiliki tanggung jawab untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzakki tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan yang berkelanjutan. Langkah ini dilakukan agar zakat mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Optimalisasi zakat menjadi strategi utama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada peningkatan penghimpunan dana, tetapi juga pada sistem distribusi yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan mustahik. Dengan tata kelola yang terorganisasi, zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat solidaritas sosial dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam praktiknya, BAZNAS Surabaya menjalankan berbagai program yang menyentuh beragam aspek kehidupan. Di bidang ekonomi, misalnya, lembaga ini menghadirkan program pemberdayaan usaha mikro bagi masyarakat kurang mampu. Bantuan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga pelatihan keterampilan serta pendampingan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, para penerima manfaat didorong untuk mandiri dan mampu mengembangkan usahanya sehingga taraf hidup mereka meningkat secara berkesinambungan. Selain pemberdayaan ekonomi, sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama. BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan beasiswa, perlengkapan sekolah, serta dukungan pendidikan lainnya bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas dan mencegah terjadinya putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Investasi di bidang pendidikan diyakini menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan. Di bidang kesehatan, BAZNAS Surabaya turut memberikan bantuan biaya pengobatan dan dukungan layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak. Kehadiran zakat dalam membantu pembiayaan kesehatan telah memberikan harapan baru bagi banyak keluarga yang sebelumnya kesulitan mengakses pengobatan. Upaya optimalisasi zakat juga dibarengi dengan peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Melalui sosialisasi dan edukasi, masyarakat diajak memahami bahwa zakat yang dikelola secara profesional akan memberikan dampak yang lebih luas dan terukur. Kepercayaan publik terus dijaga dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, termasuk melalui pelaporan penghimpunan dan penyaluran dana secara terbuka. Peran zakat dalam kehidupan sosial tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain sebagai kewajiban ibadah, zakat memiliki fungsi sosial yang kuat dalam membangun kebersamaan dan solidaritas. Melalui pengelolaan yang optimal, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya berperan sebagai pengelola dana umat, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, optimalisasi zakat diharapkan terus menghadirkan manfaat nyata serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Kota Surabaya.
ARTIKEL12/03/2026 | Intan
Qiyamul Lail BAZNAS Surabaya: Menguatkan Iman, Menggerakkan Kepedulian
Qiyamul Lail BAZNAS Surabaya: Menguatkan Iman, Menggerakkan Kepedulian
Suasana malam di Kota Surabaya terasa lebih khusyuk ketika kegiatan qiyamul lail digelar oleh BAZNAS Kota Surabaya. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya pada momentum bulan Ramadan yang penuh berkah. Di tengah kesibukan aktivitas harian, qiyamul lail menghadirkan ruang hening untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus merefleksikan tanggung jawab sosial sebagai sesama muslim. Qiyamul lail merupakan ibadah malam yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Surabaya ini, para peserta diajak melaksanakan salat malam secara berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta mendengarkan tausiyah yang memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Rangkaian ibadah tersebut dirancang tidak hanya sebagai rutinitas seremonial, tetapi sebagai sarana pembinaan ruhani yang menyentuh hati. Suasana malam yang tenang semakin memperkuat kekhusyukan, menjadikan setiap doa dan munajat terasa lebih mendalam. Kegiatan qiyamul lail ini tidak hanya diikuti oleh jajaran pengurus dan relawan BAZNAS Surabaya, tetapi juga melibatkan masyarakat umum yang ingin merasakan ibadah malam secara berjamaah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menciptakan kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta saling berbagi cerita, saling menguatkan dalam kebaikan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Momentum ini menjadi bukti bahwa masjid dan kegiatan keagamaan dapat menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus sosial. Lebih dari sekadar ibadah malam, qiyamul lail yang digelar BAZNAS Surabaya juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama. Dalam tausiyah yang disampaikan, peserta diingatkan bahwa ibadah tidak berhenti pada hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi harus tercermin dalam hubungan horizontal dengan sesama manusia. Kepedulian sosial inilah yang menjadi ruh dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui kegiatan ini, peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat bukan hanya kewajiban yang menggugurkan tanggung jawab, melainkan sarana strategis untuk membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesional dan amanah, dana zakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik melalui program pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi produktif. Qiyamul lail juga menjadi momentum refleksi diri. Dalam suasana malam yang hening, setiap individu diajak mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki niat, serta memperkuat komitmen untuk terus berbuat kebaikan. Ibadah yang dilakukan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman spiritual sesaat, tetapi berlanjut dalam bentuk sikap dan perilaku nyata di kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa iman dan kepedulian sosial adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Semakin kuat keimanan seseorang, seharusnya semakin besar pula empati dan kontribusinya bagi masyarakat. Melalui qiyamul lail, BAZNAS Surabaya menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengelola dana umat, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai spiritual dan sosial. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tumbuh masyarakat yang lebih religius, peduli, dan saling membantu. Qiyamul lail menjadi simbol bahwa keheningan malam dapat melahirkan kekuatan besar untuk perubahan, baik dalam diri individu maupun dalam kehidupan sosial secara luas.
ARTIKEL12/03/2026 | Intan
Peran Zakat Fitrah dalam Memperkuat Solidaritas Sosial di Tengah Masyarakat
Peran Zakat Fitrah dalam Memperkuat Solidaritas Sosial di Tengah Masyarakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Dalam ajaran Islam, zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban religius, tetapi juga sebagai mekanisme untuk menciptakan keseimbangan sosial dalam masyarakat. Salah satu bentuk zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim adalah zakat fitrah yang dikeluarkan pada akhir bulan Ramadan sebelum pelaksanaan Idul Fitri. Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Zakat fitrah biasanya diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok atau nilai yang setara, yang kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Zakat fitrah memiliki tujuan yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial. Secara spiritual, zakat fitrah berfungsi untuk menyucikan orang yang berpuasa dari berbagai kesalahan atau kekurangan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Sementara itu, dari sisi sosial, zakat fitrah bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Dengan demikian, zakat fitrah menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat hubungan antaranggota masyarakat. Dalam kehidupan sosial, perbedaan kondisi ekonomi sering kali menimbulkan kesenjangan antara kelompok masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang hidup berkecukupan, namun ada pula yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Melalui zakat fitrah, Islam memberikan solusi untuk mengurangi kesenjangan tersebut dengan cara mendorong distribusi kekayaan dari kelompok yang mampu kepada mereka yang membutuhkan. Proses ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat miskin, tetapi juga menciptakan rasa kebersamaan dan saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat. Zakat fitrah juga berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial. Solidaritas sosial merupakan rasa kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab yang dimiliki oleh anggota masyarakat terhadap satu sama lain. Ketika seseorang menunaikan zakat fitrah, ia secara tidak langsung menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Sikap ini dapat menumbuhkan empati serta kesadaran bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya zakat fitrah, hubungan antara masyarakat yang mampu dan yang kurang mampu tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga dilandasi oleh nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Dalam praktiknya, pengelolaan zakat fitrah sering dilakukan melalui lembaga resmi maupun panitia zakat yang dibentuk di lingkungan masyarakat, seperti di masjid atau organisasi sosial keagamaan. Di Indonesia, pengelolaan zakat juga dilakukan oleh lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional yang memiliki peran dalam menghimpun serta menyalurkan zakat secara lebih terorganisir. Melalui pengelolaan yang baik, zakat fitrah dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.sDengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah yang bersifat individual, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui zakat fitrah, tercipta hubungan sosial yang lebih harmonis, rasa kepedulian yang lebih kuat, serta semangat berbagi yang dapat mempererat persaudaraan antar sesama. Apabila dilaksanakan dengan kesadaran dan pengelolaan yang baik, zakat fitrah dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
ARTIKEL12/03/2026 | Caca
Menghidupkan Makna Idul Fitri melalui Program Kemanusiaan BAZNAS Surabaya
Menghidupkan Makna Idul Fitri melalui Program Kemanusiaan BAZNAS Surabaya
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur. Pada momen ini, umat Islam diajak untuk kembali kepada fitrah, yaitu menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih peduli terhadap sesama. Salah satu nilai penting yang terkandung dalam Idul Fitri adalah semangat berbagi. Kebahagiaan di hari raya diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang mampu. Oleh karena itu, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sering dilakukan pada momen ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam mewujudkan nilai kepedulian tersebut, peran BAZNAS Surabaya menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya memiliki tanggung jawab untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran dan bermanfaat. Melalui berbagai program kemanusiaan, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Program bantuan sembako, santunan bagi kaum dhuafa, serta berbagai kegiatan sosial lainnya menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Program-program ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan di tengah kehidupan sosial. Selain itu, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat agar semakin aktif dalam berbagi dan peduli terhadap sesama. Partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat solidaritas sosial. Dengan adanya berbagai program kemanusiaan tersebut, makna Idul Fitri tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui peran BAZNAS Surabaya, semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus hidup serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Idul Fitri dan Gerakan Kebaikan untuk Masyarakat Bersama BAZNAS Surabaya
Idul Fitri dan Gerakan Kebaikan untuk Masyarakat Bersama BAZNAS Surabaya
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan setelah menahan hawa nafsu, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Makna Idul Fitri mengajarkan umat Islam untuk kembali kepada fitrah, yaitu menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih peka terhadap kondisi sesama. Pada momen ini, semangat berbagi menjadi salah satu nilai penting yang terus dihidupkan. Berbagi kepada mereka yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dalam mewujudkan semangat berbagi tersebut, peran BAZNAS Surabaya menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan berbagai program sosial yang dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Melalui berbagai kegiatan sosial, BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebarkan kebaikan. Bantuan kepada kaum dhuafa, pembagian paket sembako, serta berbagai program kemanusiaan lainnya menjadi bentuk nyata dari gerakan kepedulian sosial yang dilakukan. Program-program tersebut tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di tengah kehidupan sosial. Gerakan kebaikan yang dilakukan melalui BAZNAS Kota Surabaya menjadi bukti bahwa nilai-nilai Idul Fitri dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Semangat berbagi yang tumbuh pada momen hari raya diharapkan tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi dapat terus menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan kemenangan secara spiritual, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial. Melalui berbagai program yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya, masyarakat diajak untuk terus menebar kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Dari Kewajiban Ibadah ke Kepedulian Sosial: Zakat Fitrah melalui BAZNAS Surabaya
Dari Kewajiban Ibadah ke Kepedulian Sosial: Zakat Fitrah melalui BAZNAS Surabaya
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap umat Islam yang dilaksanakan pada akhir bulan Ramadhan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki makna yang sangat penting, yaitu sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus sebagai sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial. Selain sebagai kewajiban ibadah, zakat fitrah juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Penyaluran zakat fitrah kepada fakir dan miskin bertujuan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. Dengan demikian, zakat fitrah menjadi jembatan yang menghubungkan nilai spiritual dengan kepedulian terhadap sesama manusia. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan zakat fitrah membutuhkan lembaga yang amanah dan terpercaya agar penyalurannya tepat sasaran. Oleh karena itu, peran BAZNAS Surabaya menjadi sangat penting dalam mengelola dan menyalurkan zakat fitrah dari masyarakat kepada para penerima yang berhak. BAZNAS Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang berfungsi menghimpun serta mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan terorganisir. Melalui berbagai layanan dan program yang dijalankan, BAZNAS Surabaya mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah. Pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut. Zakat fitrah yang terkumpul kemudian disalurkan kepada para mustahik, seperti fakir dan miskin, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui peran BAZNAS Surabaya, zakat fitrah dapat menjadi langkah nyata dalam membangun solidaritas, menumbuhkan semangat berbagi, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, terutama pada momentum Hari Raya Idul Fitri.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Peran ZIS di Bulan Ramadhan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat
Peran ZIS di Bulan Ramadhan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik yang bersifat spiritual maupun sosial. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti zakat, infak, dan sedekah. Ketiga bentuk ibadah tersebut dikenal dengan istilah ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. ZIS merupakan salah satu instrumen penting dalam ajaran Islam yang tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga berperan dalam menciptakan keseimbangan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam diajak untuk menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Nilai kepedulian sosial inilah yang menjadi salah satu hikmah utama dari pelaksanaan ZIS dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta dan jiwa. Salah satu ayat yang menjelaskan hal tersebut terdapat dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang menyebutkan bahwa zakat dapat membersihkan dan menyucikan harta seseorang. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Selain zakat, infak dan sedekah juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan tertentu mengenai nisab dan penerimanya, infak dan sedekah dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini menjadikan infak dan sedekah sebagai bentuk ibadah sosial yang sangat fleksibel serta mudah dilakukan oleh setiap muslim. Pada bulan Ramadhan, semangat berbagi melalui ZIS biasanya meningkat secara signifikan. Hal ini disebabkan karena umat Islam meyakini bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Karena hal tersebut, banyak umat Islam memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak sedekah serta menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas disebutkan bahwa Muhammad merupakan orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi ketika memasuki bulan Ramadhan. Keteladanan ini menjadi contoh bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Agar pengelolaan dana ZIS berjalan optimal dan tepat sasaran, diperlukan lembaga yang profesional dan terpercaya. Di Indonesia, pengelolaan zakat secara nasional dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional yang bertugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Di tingkat daerah, peran tersebut juga dijalankan oleh BAZNAS Kota Surabaya yang menyalurkan dana ZIS secara transparan kepada para mustahik. Melalui pengelolaan yang baik, dana ZIS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga dapat mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial. Dengan demikian, ZIS dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Semangat berbagi di bulan Ramadhan diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL11/03/2026 | septya
Mengoptimalkan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Surabaya untuk Kesejahteraan Umat
Mengoptimalkan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Surabaya untuk Kesejahteraan Umat
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam tidak hanya melaksanakan ibadah puasa, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti sedekah, infak, dan zakat. Salah satu ibadah yang sangat erat kaitannya dengan bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Ibadah ini memiliki makna yang sangat penting, baik dari sisi spiritual maupun sosial. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kewajiban ini berlaku bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama mereka memiliki kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya pada malam Idul Fitri. Zakat fitrah umumnya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras atau dapat juga dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan makanan pokok tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kewajiban zakat fitrah memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas dijelaskan bahwa Muhammad mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan perbuatan yang tidak baik, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Hal ini menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya berfungsi untuk menyempurnakan ibadah puasa, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Secara umum, besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah satu sha’ atau sekitar 2,5 hingga 3 kilogram makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dibayarkan dalam bentuk beras atau uang yang nilainya setara dengan harga beras yang berlaku. Waktu pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri, namun waktu yang paling utama adalah menjelang akhir Ramadhan sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. Agar zakat fitrah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dan amanah. Oleh karena itu, menyalurkan zakat melalui lembaga resmi menjadi pilihan yang tepat. Di Indonesia, pengelolaan zakat secara nasional dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional yang memiliki tugas untuk menghimpun, mengelola, serta menyalurkan dana zakat kepada para mustahik. Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, termasuk zakat fitrah. Melalui sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat yang ditunaikan oleh masyarakat dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerima secara tepat sasaran. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Surabaya merupakan langkah yang tepat untuk memastikan bahwa zakat yang kita keluarkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Selain menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, menyalurkan zakat melalui lembaga resmi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk menyadari bahwa di dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga yang amanah dan terpercaya seperti BAZNAS Kota Surabaya, diharapkan zakat dapat menjadi instrumen penting dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
ARTIKEL11/03/2026 | septya
Zakat di Bulan Ramadhan: Momentum Berbagi dan Menyucikan Harta
Zakat di Bulan Ramadhan: Momentum Berbagi dan Menyucikan Harta
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti sedekah, infak, dan zakat. Di antara berbagai bentuk ibadah tersebut, zakat memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk mengeluarkan sebagian hartanya dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Dalam Islam, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Bulan Ramadhan sering dijadikan waktu yang tepat bagi banyak umat Islam untuk menunaikan zakat, baik zakat maal maupun zakat fitrah. Hal ini karena pada bulan yang mulia ini pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak ibadah sosial, termasuk menunaikan zakat. Salah satu zakat yang sangat erat kaitannya dengan bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim menjelang hari raya Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk membantu fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Dalam sebuah hadits, Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa Muhammad mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan perbuatan yang tidak baik, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Hadits ini menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga dimensi spiritual bagi orang yang menunaikannya. Selain zakat fitrah, umat Islam yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dan haul juga dapat menunaikan zakat maal pada bulan Ramadhan. Meskipun zakat maal sebenarnya dapat dibayarkan kapan saja ketika syaratnya telah terpenuhi, banyak orang memilih menunaikannya pada bulan Ramadhan karena berharap mendapatkan pahala yang lebih besar. Penyaluran zakat memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam ajaran Islam, zakat diberikan kepada delapan golongan yang disebut sebagai asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, orang yang terlilit utang, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Dengan adanya pengelolaan zakat yang baik, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan pendidikan, serta memberdayakan ekonomi umat. Di Indonesia, pengelolaan zakat secara resmi dilakukan oleh lembaga yang memiliki legalitas dan sistem pengelolaan yang profesional, salah satunya adalah Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Melalui lembaga ini, zakat yang ditunaikan oleh masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain penyaluran dalam bentuk bantuan langsung, dana zakat juga dapat digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program sosial lainnya. Khususnya di tingkat daerah, keberadaan BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam mengelola zakat masyarakat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan, zakat yang terkumpul tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka. Dengan demikian, zakat di bulan Ramadhan tidak hanya menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk menyadari bahwa di dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
ARTIKEL11/03/2026 | septya
Peran BAZNAS Surabaya dalam Mengoptimalkan Penyaluran Zakat Fitrah
Peran BAZNAS Surabaya dalam Mengoptimalkan Penyaluran Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai bentuk penyucian diri bagi umat yang menjalankan puasa, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat fitrah, nilai kepedulian sosial dan kebersamaan dalam masyarakat dapat semakin diperkuat. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan zakat fitrah memerlukan sistem yang baik agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima. Di sinilah peran BAZNAS Kota Surabaya menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Melalui berbagai program dan layanan yang tersedia, BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dengan lebih mudah dan terpercaya. Pengelolaan zakat dilakukan secara profesional dan transparan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga tersebut. Dengan adanya sistem pengelolaan yang terorganisir, zakat fitrah dapat disalurkan secara merata kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir dan miskin. Selain itu, BAZNAS Kota Surabaya juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga masyarakat dan relawan, untuk memastikan proses pendistribusian zakat fitrah berjalan dengan baik. Kerja sama ini membantu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah Kota Surabaya. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui pengelolaan yang optimal, zakat fitrah dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam menghimpun dan menyalurkan zakat fitrah menjadi bagian penting dalam upaya membangun kepedulian sosial serta mengurangi kesenjangan di masyarakat, khususnya pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Keutamaan Qiyamullail: Menghidupkan Malam untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Keutamaan Qiyamullail: Menghidupkan Malam untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Qiyamullail merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam. Ibadah ini dilakukan pada waktu malam setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Dalam praktiknya, qiyamullail tidak hanya terbatas pada shalat malam seperti tahajud, tetapi juga mencakup berbagai bentuk ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta melakukan muhasabah diri. Melalui ibadah ini, seorang muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam suasana malam yang tenang dan penuh kekhusyukan. Secara bahasa, qiyamullail berasal dari kata qiyam yang berarti berdiri dan lail yang berarti malam. Dalam pengertian syariat, qiyamullail adalah menghidupkan malam atau sebagian waktu malam dengan berbagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa qiyamullail tidak hanya sebatas shalat tahajud, tetapi mencakup seluruh aktivitas ibadah yang dilakukan pada malam hari, seperti tilawah Al-Qur’an, dzikir, doa, dan mempelajari ilmu agama. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan anjuran kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah pada malam hari. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan tentang pentingnya qiyamullail adalah firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 79: “Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79). Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah malam memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Orang-orang yang membiasakan diri untuk beribadah pada malam hari dijanjikan derajat yang tinggi serta kedekatan dengan Allah SWT. Malam menjadi waktu yang penuh ketenangan sehingga memungkinkan seorang hamba untuk berdoa dan bermunajat dengan penuh kekhusyukan tanpa gangguan aktivitas duniawi. Keutamaan qiyamullail tidak hanya disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga dijelaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjadikan qiyamullail sebagai kebiasaan beliau. Diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar bahwa Muhammad biasanya tidur di awal malam lalu bangun di akhir malam untuk melaksanakan shalat, yang menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk qiyamullail adalah pada sepertiga malam terakhir ketika doa lebih mudah dikabulkan. Qiyamullail memiliki banyak keutamaan bagi seorang muslim. Ibadah ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan seorang hamba dalam mencari ridha-Nya. Selain itu, qiyamullail juga dapat menjadi penghapus dosa, mencegah perbuatan maksiat, serta memberikan ketenangan hati dan kekuatan spiritual. Keutamaan qiyamullail semakin besar pada bulan Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah malam seperti shalat tarawih, tahajud, dan membaca Al-Qur’an. Bahkan Muhammad meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, yang pahalanya lebih baik daripada seribu bulan. Dengan demikian, qiyamullail merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ibadah ini tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, serta mendapatkan ketenangan hati. Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Islam berusaha membiasakan diri untuk menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah. Meskipun dimulai dari hal yang sederhana dan dalam waktu yang singkat, konsistensi dalam melaksanakan qiyamullail akan membawa dampak spiritual yang besar dalam kehidupan seorang muslim.
ARTIKEL11/03/2026 | septya
Dari Ibadah Malam ke Aksi Sosial: Spirit Qiyamul Lail dalam Program BAZNAS Surabaya
Dari Ibadah Malam ke Aksi Sosial: Spirit Qiyamul Lail dalam Program BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik secara spiritual maupun sosial. Salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar adalah Qiyamul Lail, yaitu ibadah malam yang dilakukan dengan shalat, dzikir, dan doa kepada Allah SWT. Ibadah ini tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Dalam suasana malam yang tenang, Qiyamul Lail menjadi waktu yang tepat untuk merenung dan mengevaluasi diri. Dari proses perenungan tersebut, seorang muslim dapat menyadari bahwa kehidupan tidak hanya berfokus pada kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap orang lain, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan. Kesadaran inilah yang kemudian mendorong lahirnya berbagai tindakan kebaikan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semangat kepedulian yang lahir dari ibadah Qiyamul Lail sejalan dengan berbagai program kemanusiaan yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui berbagai program sosial, BAZNAS Surabaya berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti kegiatan berbagi makanan, bantuan bagi kaum dhuafa, serta program kemanusiaan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program tersebut menjadi wujud nyata dari nilai kepedulian dan semangat berbagi yang diajarkan dalam ajaran Islam. Qiyamul Lail mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berhenti pada hubungan antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama. Ibadah yang dilakukan pada malam hari dapat menjadi sumber kekuatan spiritual yang mendorong seseorang untuk menebarkan kebaikan pada siang hari. Dengan demikian, Qiyamul Lail tidak hanya menjadi ibadah pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi untuk melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang terus dihidupkan melalui berbagai program kemanusiaan yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya.
ARTIKEL11/03/2026 | Mila
Zakat sebagai Pilar Kepedulian Sosial dan Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Zakat sebagai Pilar Kepedulian Sosial dan Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial. Melalui zakat, umat Islam diajarkan untuk berbagi dan membantu sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu. Secara bahasa, zakat memiliki arti suci, bersih, berkembang, dan berkah. Sementara secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, kemudian disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya atau yang disebut mustahik. Kewajiban zakat telah ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, sehingga menjadi ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Dalam praktiknya, zakat tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga bagi orang yang menunaikannya. Zakat dapat membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama. Oleh karena itu, zakat menjadi salah satu cara dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat yang beragam kondisi ekonominya. Di Indonesia, pengelolaan zakat telah diatur secara resmi melalui lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, yaitu Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Lembaga ini memiliki tugas untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya BAZNAS, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu bentuk implementasi pengelolaan zakat di tingkat daerah dapat dilihat melalui program yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Surabaya. Lembaga ini aktif mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat menjadi lebih mandiri. Melalui pengelolaan yang terorganisir, zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin (orang yang memiliki utang), fi sabilillah, dan ibnu sabil (musafir). Penyaluran zakat yang tepat sasaran ini menjadi salah satu cara efektif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial. BAZNAS juga terus berinovasi dalam memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakat, terutama di era digital. Saat ini, pembayaran zakat dapat dilakukan secara online melalui berbagai platform digital sehingga masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat dengan lebih mudah dan praktis. Inovasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Selain itu, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS turut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program seperti bantuan usaha mikro, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat dhuafa menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Momentum bulan Ramadhan seringkali menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Pada bulan yang penuh berkah ini, BAZNAS juga aktif mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi agar dapat dikelola dan didistribusikan secara lebih optimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan dari masyarakat, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Melalui peran BAZNAS, potensi zakat yang besar di Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan penuh kepedulian.
ARTIKEL11/03/2026 | Ana
Zakat Fitrah sebagai Instrumen Penyucian Diri dan Kesejahteraan Sosial
Zakat Fitrah sebagai Instrumen Penyucian Diri dan Kesejahteraan Sosial
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya pada akhir bulan Ramadhan. Kewajiban ini memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial, karena tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa, tetapi juga sebagai instrumen distribusi kesejahteraan kepada masyarakat yang membutuhkan. Zakat fitrah biasanya ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok atau nilai setara yang dibayarkan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Secara teologis, zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari berbagai kekurangan selama menjalankan ibadah Ramadhan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad ? yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a.: "Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Dari perspektif sosial-ekonomi, zakat fitrah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan di masyarakat. Melalui zakat fitrah, kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu dapat terpenuhi, khususnya menjelang hari raya Idulfitri. Hal ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial dalam Islam yang menekankan distribusi kekayaan secara lebih merata. Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya penyucian harta dan jiwa melalui zakat dalam firman Allah SWT: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri." (QS. Al-A’la: 14). Dalam konteks pengelolaan zakat di Indonesia, penghimpunan dan penyaluran zakat fitrah dapat dilakukan melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga penyalurannya dapat tepat sasaran kepada para mustahik. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah individual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan zakat fitrah melalui lembaga zakat menjadi langkah penting dalam memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan keadilan sosial dalam masyarakat.
ARTIKEL10/03/2026 | Ana
Dialog Sunyi antara Hamba dan Sang Pencipta
Dialog Sunyi antara Hamba dan Sang Pencipta
Di saat dunia terlelap dalam selimut malam dan kebisingan siang hari telah mereda sepenuhnya, terdapat sebuah dimensi waktu yang sangat istimewa bagi jiwa-jiwa yang rindu. Waktu itu adalah sepertiga malam terakhir, sebuah fragmen waktu di mana tirai antara dunia dan langit seolah menipis, memungkinkan terjadinya sebuah dialog sunyi yang paling jujur antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Inilah esensi dari Qiyamul Lail, sebuah ibadah yang bukan sekadar gerakan fisik berdiri dan bersujud, melainkan sebuah pertemuan rahasia yang penuh dengan kehangatan spiritual. Melaksanakan Qiyamul Lail adalah bentuk pernyataan cinta yang paling nyata. Ketika raga terasa berat untuk beranjak dari empuknya tempat tidur dan hawa dingin menusuk kulit, seorang hamba memilih untuk bangun demi memenuhi panggilan nuraninya. Di dalam keheningan yang mencekam itu, setiap bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan terasa lebih meresap ke dalam relung hati, dan setiap doa yang dibisikkan seolah langsung mengetuk pintu Arsy. Tidak ada penonton, tidak ada pujian manusia, yang ada hanyalah kejujuran mutlak di hadapan Allah SWT yang Maha Mendengar. Keajaiban dari dialog sunyi ini terletak pada ketenangan yang ditinggalkannya. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa pada saat manusia lain tertidur, Allah turun ke langit dunia untuk mencari siapa yang memohon ampunan agar dimaafkan dan siapa yang berdoa agar dikabulkan. Maka, Qiyamul Lail menjadi momen terbaik untuk menumpahkan segala beban hidup, kecemasan akan masa depan, serta penyesalan atas masa lalu. Di atas sajadah, air mata yang jatuh menjadi saksi bisu atas kerendahan hati seorang manusia yang menyadari bahwa dirinya sangat kecil di hadapan keagungan Sang Khalik. Efek dari konsistensi menghidupkan malam ini tidak hanya berhenti saat fajar menyingsing. Seseorang yang terbiasa menjaga dialognya dengan Tuhan di waktu malam akan memiliki pancaran ketenangan yang berbeda dalam menghadapi hiruk pikuk dunia di siang hari. Hatinya menjadi lebih tangguh, lisannya lebih terjaga, dan pandangannya lebih jernih dalam melihat setiap persoalan. Qiyamul Lail memberikan kekuatan batin yang tidak bisa dibeli dengan materi apa pun, karena ia adalah sumber energi yang diambil langsung dari kedekatan dengan Pemilik Segala Kekuatan. Pada akhirnya, Qiyamul Lail adalah undangan terbuka bagi siapa saja yang merasa lelah dengan dunia dan ingin menemukan kembali jati dirinya. Ia adalah kesempatan untuk pulang sejenak ke pelukan rahmat Tuhan sebelum kembali berjuang di medan kehidupan. Dengan menjaga dialog sunyi ini, manusia tidak akan pernah merasa sendirian, karena ia tahu bahwa di balik pekatnya malam, ada cahaya yang selalu menantinya untuk bersujud dan bercerita tentang segala hal yang tak sanggup ia sampaikan kepada sesama manusia.
ARTIKEL06/03/2026 | Caca
Zakat Fitrah: Menyempurnakan Ramadhan dengan Kepedulian dan Kesucian Jiwa
Zakat Fitrah: Menyempurnakan Ramadhan dengan Kepedulian dan Kesucian Jiwa
Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Di dalamnya, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan pengendalian diri. Namun, ada satu ibadah yang menjadi penutup sekaligus penyempurna Ramadhan, yaitu zakat fitrah. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan simbol kesucian jiwa dan wujud nyata kepedulian sosial kepada sesama. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, yang memiliki kemampuan. Ibadah ini ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata yang kurang bermanfaat selama Ramadhan, sekaligus membantu fakir miskin agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya. Secara historis, kewajiban zakat fitrah telah ditetapkan sejak masa Rasulullah ?. Beliau mewajibkan setiap Muslim untuk mengeluarkan satu sha’ bahan makanan pokok, seperti kurma atau gandum. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk beras atau senilai harga beras yang dikonsumsi sehari-hari. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, terutama menjelang Idulfitri. Di balik kewajibannya, zakat fitrah mengandung hikmah yang sangat dalam. Pertama, ia melatih kepekaan sosial. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merasakan penderitaan mereka yang kekurangan. Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang Muslim belajar berbagi dan memahami bahwa rezeki yang dimiliki adalah amanah dari Allah SWT. Kedua, zakat fitrah mempererat ukhuwah atau persaudaraan. Ketika zakat disalurkan kepada mereka yang berhak, tercipta hubungan saling peduli antara yang mampu dan yang membutuhkan. Tidak ada lagi sekat antara si kaya dan si miskin, karena semuanya bersatu dalam semangat kebersamaan menyambut hari kemenangan. Inilah keindahan ajaran Islam yang menyeimbangkan dimensi spiritual dan sosial. Ketiga, zakat fitrah menjadi sarana pemerataan kesejahteraan. Dalam masyarakat, kesenjangan ekonomi sering kali menjadi sumber masalah sosial. Melalui zakat, kekayaan tidak hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi juga mengalir kepada yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, zakat fitrah dapat memberikan dampak yang lebih luas, bahkan mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Di era modern, penyaluran zakat fitrah semakin mudah dengan hadirnya berbagai lembaga amil zakat yang terpercaya. Masyarakat dapat menunaikan kewajiban ini secara langsung maupun melalui layanan digital. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat menjadi faktor penting agar kepercayaan publik terus terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Pada akhirnya, zakat fitrah adalah cerminan kesalehan yang utuh. Ia bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga gerakan sosial yang menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Ketika takbir berkumandang dan Idulfitri tiba, ada senyum yang merekah dari keluarga-keluarga yang terbantu. Itulah bukti bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan kasih sayang yang menyatukan umat dalam keberkahan.
ARTIKEL05/03/2026 | Alfa
Qiyamul Lail: Menguatkan Spirit Kepedulian Sosial bersama BAZNAS Surabaya
Qiyamul Lail: Menguatkan Spirit Kepedulian Sosial bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadan merupakan momentum yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan suci ini adalah qiyamul lail, yaitu menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Qiyamul lail tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mampu menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Dalam ajaran Islam, qiyamul lail menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melatih ketulusan hati. Ketika seseorang bangun di tengah malam untuk beribadah, ia diajak untuk merenungi kehidupan, mensyukuri nikmat yang telah diberikan, serta memohon ampun atas segala kekhilafan. Dari proses refleksi spiritual inilah lahir kesadaran bahwa masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam qiyamul lail juga sejalan dengan semangat kepedulian sosial yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Surabaya terus berupaya menghadirkan berbagai program sosial yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, BAZNAS menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan masyarakat penerima manfaat di Kota Surabaya. Semangat qiyamul lail dapat menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya berhenti pada hubungan personal dengan Tuhan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata bagi masyarakat. Setelah memperkuat spiritualitas di malam hari, umat Islam didorong untuk menebarkan manfaat pada siang harinya. Inilah yang menjadi esensi dari ibadah dalam Islam, yakni keseimbangan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia). Dalam konteks kehidupan sosial di Surabaya, berbagai program yang dijalankan BAZNAS Surabaya seperti bantuan kemanusiaan, program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan untuk masyarakat rentan menjadi bentuk nyata dari nilai kepedulian tersebut. Program-program ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga berupaya membangun kemandirian dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui qiyamul lail, umat Islam diajak untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan empati terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Ketika spiritualitas dan kepedulian sosial berjalan beriringan, maka akan tercipta masyarakat yang lebih peduli, solidaritas yang lebih kuat, serta kesejahteraan yang lebih merata. Oleh karena itu, qiyamul lail bukan sekadar ibadah malam, melainkan juga momentum untuk memperbaiki diri dan memperluas manfaat bagi orang lain. Dengan semangat tersebut, masyarakat Surabaya diharapkan dapat terus mendukung gerakan zakat dan kepedulian sosial bersama BAZNAS Surabaya, sehingga nilai-nilai kebaikan yang lahir dari ibadah dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL05/03/2026 | Mila
Qiyamul Lail dan Semangat Berbagi: Menghidupkan Kepedulian Sosial di Surabaya
Qiyamul Lail dan Semangat Berbagi: Menghidupkan Kepedulian Sosial di Surabaya
Qiyamul lail merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan pada malam hari dengan berbagai amalan seperti salat tahajud, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa kepada Allah SWT. Di tengah suasana malam yang tenang dan hening, qiyamul lail menjadi momen istimewa bagi seorang muslim untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta sekaligus merenungi makna kehidupan. Dalam ajaran Islam, qiyamul lail tidak hanya dimaknai sebagai ibadah yang bersifat personal, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk kepekaan sosial. Ketika seseorang bermunajat di sepertiga malam, ia diajak untuk merenungkan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan. Dari refleksi inilah lahir rasa empati dan dorongan untuk berbagi kepada sesama. Semangat berbagi tersebut menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti di Kota Surabaya, kepedulian sosial menjadi kunci untuk menciptakan solidaritas dan kebersamaan. Banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik dalam bentuk bantuan ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Upaya untuk menumbuhkan kepedulian sosial ini juga terus dilakukan oleh BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS berperan sebagai jembatan kebaikan antara para muzakki (pemberi zakat) dan masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga berupaya memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Momentum qiyamul lail, terutama pada bulan Ramadan, dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Setelah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan salat malam, umat Islam diajak untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui dukungan terhadap program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya, masyarakat dapat turut serta dalam gerakan kebaikan yang memberikan manfaat luas bagi sesama. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Oleh karena itu, qiyamul lail hendaknya tidak hanya menjadi ibadah yang dilakukan secara rutin, tetapi juga menjadi sumber inspirasi untuk menumbuhkan semangat berbagi. Dengan menghidupkan malam melalui ibadah dan menghidupkan kepedulian melalui aksi sosial, masyarakat Surabaya dapat bersama-sama membangun lingkungan yang lebih peduli, penuh solidaritas, dan saling menguatkan.
ARTIKEL05/03/2026 | Ana
Keberkahan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan Perkuat Semangat Berzakat Bersama BAZNAS Surabaya
Keberkahan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan Perkuat Semangat Berzakat Bersama BAZNAS Surabaya
Surabaya News — Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Salah satu amalan utama yang dianjurkan selama Ramadhan adalah Qiyamul lail, yaitu ibadah malam yang menghadirkan ketenangan spiritual serta keberkahan bagi setiap Muslim yang menjalankannya. Di Kota Surabaya, semangat qiyamul lail turut dikaitkan dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS Surabaya. Qiyamul lail merupakan ibadah yang dilakukan pada malam hari, meliputi shalat tahajud, witir, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga memperbanyak doa. Ibadah ini memiliki nilai keutamaan tinggi karena dilakukan pada waktu yang penuh ketenangan dan menjadi momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama bulan Ramadhan, BAZNAS Surabaya aktif mengajak masyarakat memanfaatkan waktu malam sebagai sarana refleksi diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Ibadah malam diyakini mampu menumbuhkan empati dan rasa syukur yang kemudian diwujudkan melalui aksi berbagi kepada sesama. Zakat menjadi instrumen penting dalam menciptakan keseimbangan sosial. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Program pendistribusian zakat yang dijalankan BAZNAS Surabaya mencakup bantuan pangan, santunan yatim dan dhuafa, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Momentum Ramadhan dimanfaatkan BAZNAS Surabaya untuk memperluas jangkauan program sosial. Sejumlah kegiatan digelar untuk membantu masyarakat prasejahtera, termasuk pembagian paket sembako Ramadhan, bantuan kebutuhan harian, serta dukungan bagi pelaku usaha mikro agar tetap produktif. Selain itu, layanan pembayaran zakat juga semakin dipermudah melalui sistem digital. Masyarakat kini dapat menunaikan zakat secara online kapan saja, termasuk setelah menjalankan qiyamul lail di rumah maupun di masjid. Kemudahan layanan ini menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Qiyamul lail tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran kolektif untuk saling membantu. Nilai keikhlasan yang tumbuh dari ibadah malam mendorong umat Islam untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Relawan BAZNAS Surabaya turut berperan aktif dalam mendukung program Ramadhan dengan menyalurkan bantuan kepada mustahik di berbagai wilayah Surabaya. Aktivitas distribusi bahkan dilakukan sejak dini hari sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dari semangat ibadah Ramadhan. Peningkatan aktivitas zakat selama Ramadhan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya peran zakat sebagai solusi sosial. Dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendukung program pemberdayaan yang berkelanjutan. BAZNAS Surabaya terus mengajak masyarakat menjadikan qiyamul lail sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat lebih awal agar penyaluran dapat dilakukan secara optimal kepada para mustahik, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui sinergi antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan keberkahan yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Baznas Kota Surabaya, Ramadhan 2026, Qiyamul Lail Ramadhan, Keberkahan Qiyamul Lail, Zakat Ramadhan Surabaya, Zakat Baznas Surabaya, Ibadah Malam Ramadhan, Program Ramadhan Baznas, Zakat Dan Qiyamul Lail.
ARTIKEL05/03/2026 | Sahroh
Nuzulul Qur’an: Momentum Turunnya Petunjuk bagi Umat Manusia
Nuzulul Qur’an: Momentum Turunnya Petunjuk bagi Umat Manusia
Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang menandai turunnya Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam. Peristiwa ini diperingati setiap 17 Ramadhan dan menjadi momentum refleksi spiritual bagi kaum Muslimin di seluruh dunia. Peringatan ini bukan sekadar mengenang peristiwa historis, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat kembali peran sentral Al-Qur’an dalam membimbing kehidupan manusia. Di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, umat Islam diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui interaksi yang lebih intens dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara bahasa, nuzul berarti turun, sedangkan Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ? sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi ketika Nabi Muhammad ? sedang berkhalwat di Gua Hira. Pada saat itu, Malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama dari Surah Al-‘Alaq yang diawali dengan perintah “Iqra’” yang berarti “Bacalah”. Perintah tersebut bukan hanya ajakan untuk membaca secara tekstual, tetapi juga menjadi simbol pentingnya ilmu pengetahuan, literasi, dan pencarian kebenaran dalam ajaran Islam. Sejak saat itu, wahyu terus turun secara berkesinambungan sebagai pedoman hidup yang menyempurnakan ajaran tauhid dan membimbing manusia menuju jalan yang lurus. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap. Pertama, secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Kedua, secara bertahap kepada Nabi Muhammad ? selama kurang lebih 23 tahun, sesuai dengan situasi, kondisi, serta kebutuhan umat pada masa itu. Proses turunnya secara bertahap ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, politik, maupun moral. Setiap ayat yang turun membawa jawaban, arahan, dan bimbingan yang relevan dengan konteks kehidupan umat, sehingga ajaran Islam berkembang secara sistematis dan membumi. Peristiwa Nuzulul Qur’an mengandung banyak hikmah yang dapat dipetik sepanjang zaman. Pertama, Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang menyeluruh. Ia mengatur hubungan manusia dengan Allah melalui ibadah, serta hubungan antarsesama manusia melalui akhlak dan muamalah. Nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi fondasi membangun masyarakat harmonis. Kedua, wahyu pertama yang menekankan pentingnya membaca menunjukkan bahwa Islam menjunjung tinggi ilmu dan pendidikan. Kemajuan peradaban sangat bergantung pada kualitas literasi masyarakatnya. Ketiga, Al-Qur’an menjadi instrumen transformasi sosial yang luar biasa, mengubah masyarakat jahiliyah menjadi berakhlak dan berilmu. Di era modern yang ditandai perkembangan teknologi dan arus globalisasi, nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan dan semakin dibutuhkan. Prinsip keadilan sosial, etika bisnis yang jujur, kepemimpinan yang amanah, serta solidaritas terhadap sesama sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman. Peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam gerakan nyata seperti meningkatkan budaya membaca dan memahami Al-Qur’an, mengamalkan ajarannya dalam aktivitas sehari-hari, serta mengembangkan literasi Qur’ani di berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Pada akhirnya, Nuzulul Qur’an adalah momentum untuk merefleksikan sejauh mana hubungan kita dengan Al-Qur’an. Membacanya saja tidak cukup tanpa memahami dan mengimplementasikan ajarannya. Jika setiap Muslim menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak, maka akan tercipta masyarakat yang berakhlak mulia, adil, dan sejahtera di dunia maupun di akhirat.
ARTIKEL04/03/2026 | Fia
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →