Muharram dan Hari Raya Anak Yatim: Momentum Memuliakan Mereka
25/06/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Surabaya
10 Muharram adalah Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Al-Asyhur Al-Hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Selain menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.
Di Indonesia, tanggal 10 Muharram dikenal luas dengan sebutan Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut bukan merupakan hari raya dalam syariat Islam sebagaimana Idulfitri dan Iduladha, melainkan tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat sebagai momentum untuk membahagiakan dan menyantuni anak-anak yatim.
Mengapa Muharram Identik dengan Anak Yatim?
Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anak yatim. Al-Qur'an berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menjaga hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan kasih sayang, serta tidak berlaku zalim kepada mereka.
Allah SWT berfirman:
"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ad-Dhuha: 9)
Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar umat Islam tidak menghardik anak yatim dan senantiasa memperhatikan kesejahteraan mereka.
Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim sejak usia dini. Karena itu, beliau sangat menaruh perhatian kepada anak-anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat serta membahagiakan mereka.
Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
Salah satu hadis yang paling terkenal mengenai keutamaan memelihara anak yatim adalah sabda Rasulullah SAW:
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini."
Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau dengan merapatkannya. (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan bagi siapa saja yang memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, maupun bantuan kepada anak yatim.
10 Muharram: Momentum Berbagi Kebahagiaan
Hari Asyura (10 Muharram) memiliki banyak keutamaan dalam Islam, salah satunya adalah anjuran melaksanakan puasa sunnah Asyura. Di Indonesia, hari tersebut juga dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim melalui santunan, pemberian hadiah, serta berbagai kegiatan sosial yang membawa kebahagiaan bagi mereka. Tradisi ini merupakan bentuk implementasi nilai kasih sayang dan solidaritas sosial yang diajarkan Islam, bukan penetapan hari raya baru dalam syariat.
Muharram, Saatnya Menguatkan Kepedulian
Memuliakan anak yatim bukan hanya dilakukan pada bulan Muharram, melainkan sepanjang waktu. Namun, datangnya Muharram menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar lebih peka terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan anak-anak yatim. Kepedulian yang diberikan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Bersama BAZNAS Kota Surabaya, Bahagiakan Anak Yatim
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan santunan bagi anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Muharram menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi. Mari jadikan awal tahun Hijriah sebagai awal memperbanyak amal kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.
Karena sejatinya, ketika kita membahagiakan anak yatim, kita sedang menanam investasi amal yang pahalanya akan terus mengalir dan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT.
Artikel Lainnya
Menghadirkan Layanan Zakat di Tengah Perubahan Digital
Hari Batik Nasional 2026: Lestarikan Budaya, Dukung Perajin Lokal
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan: Ikhtiar BAZNAS Surabaya
Zakat Penghasilan di Awal Bulan Bagian dari Perencanaan Keuangan
Tak Hanya Memberi Bantuan, Begini Cara BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat
Meneruskan Cahaya Rabiul Akhir: Menjelmakan Keteladanan Rasulullah Melalui Zakat Produktif
Ketika Rezeki yang Disisihkan Menjadi Jalan bagi Kehidupan yang Lebih Baik
Hari Kesaktian Pancasila 2026: BAZNAS Surabaya Hidupkan Kepedulian melalui Zakat
Satu Bantuan, Banyak Kebutuhan: Mengapa Penyaluran ZIS Tidak Bisa Disamaratakan?
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama
Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat Binaan BAZNAS
Dari Rumah hingga Ruang Belajar, BAZNAS Kota Surabaya Hadir Membawa Masyarakat
Menghadapi Dinamika Ekonomi Akhir Tahun: Zakat sebagai Jaring Pengaman Finansial Keluarga
Infak Strategis: Mengubah Kebiasaan Konsumtif Menjadi Kebiasaan Produktif

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →