Nuzulul Qur’an: Pendekatan Akademis dan Relevansinya dalam Pemberdayaan Sosial oleh BAZNAS Surabaya
27/02/2026 | Penulis: Wahyu
Nuzulul Qur’an: Pendekatan Akademis dan Relevansinya dalam Pemberdayaan Sosial oleh BAZNAS Surabaya
Secara terminologis, Nuzulul Qur’an merujuk kepada peristiwa turunnya wahyu Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini dimaknai sebagai titik awal penyampaian risalah Islam yang kemudian menjadi pedoman moral, teologis, dan sosial bagi umat Islam di seluruh dunia. Secara leksikal, kata “nuzul” berarti turun, sedangkan “Al-Qur’an” berarti bacaan atau bacaan yang dibacakan, sehingga secara keseluruhan menunjuk pada turunnya wahyu suci tersebut. Peristiwa ini dikenal terjadi di abad ke-7 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya tentang perintah membaca surat Al-‘Alaq ayat 1-5 saat berada di Gua Hira’, Makkah. Hal ini menandai awal kenabian dan tugas dakwah beliau. Dalam tradisi Islam, periode Nuzulul Qur’an sering dikaitkan dengan malam ke-17 bulan Ramadhan, meskipun terdapat variasi pendapat ulama tentang tanggal pastinya berdasarkan sumber klasik. Namun, di banyak komunitas Muslim termasuk di Indonesia tanggal ini diperingati secara simbolis sebagai momen turunnya wahyu pertama, sekaligus waktu evaluasi spiritual umat Islam. Secara teologis, Nuzulul Qur’an tidak hanya merupakan peristiwa historis, tetapi juga manifestasi kasih sayang Allah SWT terhadap manusia sebagai petunjuk hidup (hudan) yang komprehensif. Dalam surah Al-Baqarah (2:185), Al-Qur’an disebut sebagai pedoman, penjelasan, dan pembeda antara yang benar dan salah yang diturunkan dalam bulan Ramadhan. Turunnya Al-Qur’an menegaskan hubungan normatif antara wahyu dan etika moral dalam Islam. Selain itu, proses penurunan Al-Qur’an yang berlangsung selama lebih dari dua dekade menunjukkan karakter wahyu yang kontekstual, di mana setiap bagian wahyu mengandung respons terhadap situasi sosial, etika, dan hukum pada masa itu. Hal ini memberi dasar teoretis bahwa Al-Qur’an adalah kitab hidup yang relevan secara kontekstual dalam setiap generasi. Secara sosial, Nuzulul Qur’an menjadi momentum refleksi atas nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, termasuk keadilan sosial, kesejahteraan bersama, dan solidaritas terhadap kaum lemah. Berdasarkan konsep ekonomi Islam, zakat (wajib), infak, dan sedekah (sukarela) merupakan instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat solidaritas komunitas. Konteks ini selaras dengan fungsi Al-Qur’an sebagai wahyu yang tidak hanya memandu hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal dalam kehidupan sosial. BAZNAS Surabaya berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan mustahik (penerima manfaat) sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial. BAZNAS memastikan bahwa distribusi ZIS sesuai dengan ketentuan syariah dan berdampak luas bagi masyarakat. Dalam konteks peringatan Nuzulul Qur’an, semangat wakaf, zakat, infak, dan sedekah diarahkan tidak hanya untuk pemberian bantuan langsung, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan dukungan layanan dasar bagi keluarga kurang mampu. Ini mencerminkan pemahaman bahwa wahyu Al-Qur’an mendorong umat Islam untuk aktif terlibat dalam upaya pemberdayaan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan temporer. Peristiwa Nuzulul Qur’an memiliki signifikansi historis, teologis, dan sosial yang mendalam. Dari perspektif akademis, peristiwa ini menunjukkan hubungan antara wahyu dan pembentukan nilai moral yang menjadi dasar bagi tindakan sosial dalam Islam. Implementasinya melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah oleh lembaga seperti BAZNAS Surabaya menunjukkan bagaimana nilai-nilai Qur’ani dapat diaktualisasikan dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
Artikel Lainnya
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Turunnya Cahaya Ilahi bagi Umat Manusia
Memaknai Nuzulul Qur’an melalui Program Sosial BAZNAS Surabaya
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Minggu Kedua Bulan Suci: Memperdalam Taqwa, Memperluas Manfaat
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
