Saat Rezeki Datang, Jangan Lupa Bersyukur dengan Zakat
31/08/2026 | Penulis: Anin - Magang
Zakat sebagai Bentuk Kepedulian
Setiap hari, kita menerima begitu banyak nikmat yang terkadang tidak sempat kita sadari. Bangun dalam keadaan sehat, memiliki pekerjaan, mendapatkan penghasilan, bisa berkumpul bersama keluarga, memiliki makanan untuk disantap, dan masih diberikan kesempatan untuk menjalani hari.
Sering kali kita baru menyadari betapa berharganya semua itu ketika sesuatu mulai hilang dari kehidupan kita.
Padahal, rasa syukur tidak seharusnya hanya hadir ketika mendapatkan sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana yang kita nikmati setiap hari juga merupakan bentuk rezeki yang patut disyukuri.
Salah satu cara seorang muslim menunjukkan rasa syukurnya atas rezeki adalah dengan menunaikan zakat ketika telah memenuhi syarat.
Rezeki yang Kita Terima Tidak Berdiri Sendiri
Ketika menerima gaji, mendapatkan keuntungan usaha, atau memperoleh penghasilan, mungkin yang pertama kali muncul dalam pikiran adalah bagaimana menggunakan uang tersebut.
Sebagian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian untuk keluarga. Sebagian ditabung. Sebagian mungkin digunakan untuk memenuhi keinginan. Semua itu merupakan hal yang wajar.
Namun, di tengah perencanaan tersebut, ada satu hal yang tidak boleh terlupakan: kewajiban terhadap harta.
Dalam Islam, rezeki yang kita miliki bukan hanya tentang apa yang berhasil kita dapatkan melalui kerja keras. Ada begitu banyak hal yang mendukung hadirnya rezeki tersebut—kesehatan, kesempatan, kemampuan, lingkungan, dan pertolongan Allah SWT.
Karena itu, ketika harta yang kita miliki telah memenuhi ketentuan untuk wajib dizakati, menunaikan zakat menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat tersebut.
Bersyukur Bukan Hanya dengan Mengucapkan “Alhamdulillah”
Mengucapkan syukur tentu merupakan hal yang penting. Namun, rasa syukur juga dapat diwujudkan melalui tindakan.
Ketika mendapatkan ilmu, kita dapat menggunakannya untuk kebaikan.
Ketika mendapatkan kemampuan, kita dapat membantu orang lain.
Dan ketika mendapatkan kelapangan rezeki, kita dapat menunaikan zakat sesuai ketentuan.
Dengan begitu, rasa syukur tidak hanya berhenti di ucapan, tetapi diwujudkan melalui perbuatan.
Zakat menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kita menyadari adanya tanggung jawab dalam rezeki yang telah diberikan kepada kita.
Zakat Mengingatkan Kita tentang Arti “Cukup”
Di tengah gaya hidup yang terus berkembang, manusia terkadang mudah merasa bahwa apa yang dimiliki masih belum cukup.
Ketika penghasilan meningkat, kebutuhan dan keinginan pun sering ikut bertambah. Ketika memiliki sesuatu, kita mulai menginginkan sesuatu yang lain.
Tanpa disadari, kita dapat terjebak dalam siklus mengejar lebih banyak tanpa pernah benar-benar berhenti untuk merasa cukup.
Zakat mengajarkan kita untuk berhenti sejenak.
Ia mengingatkan bahwa harta bukan hanya untuk dikumpulkan, tetapi juga memiliki fungsi dan tanggung jawab. Ada bagian yang harus ditunaikan ketika telah memenuhi syarat.
Dari sana, kita belajar bahwa memiliki lebih banyak bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menggunakan apa yang telah dimiliki.
Ketika Harta Menjadi Jalan untuk Mendekat kepada Allah
Harta sering dianggap sebagai sesuatu yang bersifat duniawi. Padahal, harta juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal dapat bernilai kebaikan. Harta yang digunakan untuk membantu sesama dapat menjadi amal. Dan harta yang ditunaikan sebagai zakat merupakan bagian dari kewajiban seorang muslim.
Artinya, persoalannya bukan pada memiliki harta, melainkan bagaimana kita memperlakukannya.
Apakah harta membuat kita semakin bersyukur atau justru semakin lupa?
Apakah harta membuat kita semakin peduli atau semakin tidak peka?
Apakah harta hanya menjadi sesuatu yang kita simpan, atau juga menjadi sarana untuk memberikan manfaat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan untuk kita renungkan bersama.
Zakat sebagai Bentuk Kepedulian
Di sekitar kita, masih banyak orang yang menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan.
Ada keluarga yang harus berhati-hati mengatur kebutuhan sehari-hari. Ada anak yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Ada masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Ada pula mereka yang sedang berusaha bangkit dan memperbaiki kondisi ekonominya.
Ketika kita menunaikan zakat, kita turut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap mereka yang berhak menerima zakat. Inilah salah satu keindahan zakat.
Ia menghubungkan orang yang diberi kelapangan rezeki dengan mereka yang sedang membutuhkan. Zakat menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kehidupan tidak hanya tentang diri sendiri.
Mengapa Memilih BAZNAS?
Menunaikan zakat tentu membutuhkan perhatian terhadap ketentuan, perhitungan, serta penyalurannya. Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin terasa cukup rumit, terutama ketika memiliki berbagai jenis harta dan sumber penghasilan.
BAZNAS hadir sebagai lembaga pengelola zakat yang membantu masyarakat dalam proses penghimpunan dan penyaluran zakat.
Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, masyarakat dapat menjadi bagian dari pengelolaan zakat secara kelembagaan dan mendukung penyaluran manfaat kepada mereka yang berhak menerimanya.
Zakat yang kita tunaikan pun tidak hanya menjadi kewajiban yang selesai setelah pembayaran dilakukan. Ia menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang lebih luas.
Sudahkah Kita Menghitung Zakat dari Rezeki Kita?
Kita mungkin sudah terbiasa menghitung pemasukan setiap bulan.
Kita menghitung gaji, keuntungan usaha, pengeluaran, tabungan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Namun, sudahkah kita menghitung zakat?
Pertanyaan ini sederhana, tetapi penting.
Luangkan waktu untuk memeriksa kembali harta yang kita miliki dan mencari tahu apakah sudah memenuhi ketentuan wajib zakat. Jika sudah, jangan menundanya.
Sebab, salah satu bentuk rasa syukur yang paling bermakna adalah ketika nikmat yang kita terima tidak membuat kita lupa kepada Sang Pemberi nikmat.
Rezeki yang Disyukuri, Kebaikan yang Dihadirkan
Kita tidak pernah tahu bagaimana perjalanan rezeki kita ke depan.
Hari ini kita mungkin berada dalam kondisi berkecukupan. Esok bisa saja keadaan berubah. Karena itu, selagi Allah SWT memberikan kelapangan, manfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan kebaikan.
Jangan hanya bersyukur ketika mendapatkan rezeki.
Bersyukurlah juga dengan cara menggunakan rezeki tersebut sesuai dengan kewajiban dan tuntunan-Nya.
Zakat adalah salah satu bentuk syukur yang dapat kita wujudkan ketika harta telah memenuhi syarat.
Mari jadikan setiap rezeki yang kita terima sebagai pengingat untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin peduli kepada sesama.
Tunaikan zakat melalui BAZNAS. Karena rezeki yang disyukuri bukan hanya menghadirkan rasa cukup di hati, tetapi juga dapat menghadirkan manfaat bagi kehidupan orang lain.
Rezeki adalah nikmat.
Zakat adalah wujud syukur.
Dan berbagi adalah cara menghadirkan manfaat dari nikmat tersebut.
Artikel Lainnya
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama
Zakat Penghasilan di Awal Bulan Bagian dari Perencanaan Keuangan
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan: Ikhtiar BAZNAS Surabaya
Hari Batik Nasional 2026: Lestarikan Budaya, Dukung Perajin Lokal
Satu Bantuan, Banyak Kebutuhan: Mengapa Penyaluran ZIS Tidak Bisa Disamaratakan?
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat
Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Lumbung Pangan Umat Binaan BAZNAS
Hari Kesaktian Pancasila 2026: BAZNAS Surabaya Hidupkan Kepedulian melalui Zakat
Menghadirkan Layanan Zakat di Tengah Perubahan Digital
Menjaga Martabat Lansia Dhuafa: Program Perlindungan Sosial dan Layanan Kesehatan Terpadu BAZNAS
Keteladanan Rasulullah dalam Merespons Musibah: Peran BAZNAS dan Dana ZIS dalam Tanggap Darurat Bencana
Infak Strategis: Mengubah Kebiasaan Konsumtif Menjadi Kebiasaan Produktif
Meneruskan Cahaya Rabiul Akhir: Menjelmakan Keteladanan Rasulullah Melalui Zakat Produktif

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →