WhatsApp Icon

Turunnya Cahaya Ilahi bagi Umat Manusia

27/02/2026  |  Penulis: Caca

Bagikan:URL telah tercopy
Turunnya Cahaya Ilahi bagi Umat Manusia

Turunnya Cahaya Ilahi bagi Umat Manusia

Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ?. Peristiwa ini terjadi pada malam 17 Ramadan tahun 610 Masehi di Gua Hira, sebuah tempat yang sunyi di lereng Jabal Nur, Makkah. Pada malam yang penuh kemuliaan itu, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama sebagai awal dari risalah kenabian yang kelak menerangi seluruh penjuru dunia.

Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad ? sering menyendiri di Gua Hira untuk merenungi keadaan masyarakat Arab yang saat itu dipenuhi praktik penyembahan berhala, ketidakadilan, dan kerusakan moral. Dalam kesunyian dan ketenangan itulah, beliau menerima firman Allah yang pertama, yaitu Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang diawali dengan kata “Iqra’” yang berarti “Bacalah”. Perintah membaca tersebut bukan sekadar ajakan untuk melafalkan teks, melainkan seruan untuk menuntut ilmu, memahami tanda-tanda kebesaran Allah, dan membangun peradaban berlandaskan wahyu.

Turunnya Al-Qur’an tidak terjadi sekaligus, melainkan secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Proses ini menunjukkan betapa Allah menurunkan petunjuk-Nya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi umat pada masa itu. Setiap ayat yang turun membawa jawaban atas persoalan yang dihadapi kaum Muslimin, menguatkan hati Nabi Muhammad ?, serta membimbing masyarakat menuju perubahan yang lebih baik. Dengan cara inilah, Al-Qur’an menjadi kitab yang hidup, relevan, dan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia.

Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Ia bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi momentum untuk mengingat kembali tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Di dalamnya terdapat ajaran tentang akidah, ibadah, akhlak, hukum, hingga tuntunan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Al-Qur’an hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam, memberikan cahaya di tengah kegelapan, serta menjadi sumber inspirasi dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan beradab.

Peringatan Nuzulul Qur’an di bulan Ramadan seharusnya menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk semakin dekat dengan kitab suci ini. Membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya merupakan wujud nyata kecintaan kepada wahyu Allah. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan sebagai pedoman moral dan spiritual. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup, umat Islam diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kebijaksanaan dan keteguhan iman.

Akhirnya, Nuzulul Qur’an adalah simbol turunnya cahaya ilahi yang mengubah sejarah umat manusia. Dari sebuah gua kecil di Makkah, lahirlah petunjuk yang menerangi dunia. Peristiwa ini mengajarkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari ketulusan, perenungan, dan kedekatan kepada Allah. Semoga semangat Nuzulul Qur’an senantiasa menghidupkan hati kita untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat