Jangan Keliru! Ini Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah
17/07/2026 | Penulis: Ayu - Magang
Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Berbagi kepada sesama merupakan salah satu ajaran utama dalam Islam. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam diajak untuk menumbuhkan rasa syukur, mempererat kepedulian sosial, serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Ketiga amalan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian yang tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi orang yang menunaikannya.
Di tengah kehidupan masyarakat, istilah zakat, infak, dan sedekah sering kali digunakan secara bergantian. Tidak sedikit yang menganggap ketiganya memiliki makna yang sama. Padahal, zakat, infak, dan sedekah memiliki pengertian, hukum, serta ketentuan yang berbeda dalam syariat Islam.
Memahami perbedaan ketiga amalan tersebut sangat penting agar setiap Muslim dapat menunaikan ibadah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan pemahaman yang benar, zakat dapat ditunaikan sesuai syariat, sementara infak dan sedekah menjadi amalan yang terus membiasakan umat Islam untuk berbagi dalam berbagai kondisi.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, serta tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan.
Dasar Hukum Zakat, Infak, dan Sedekah
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta sekaligus kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."
(QS. At-Taubah: 103).
Selain zakat, Allah SWT juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak infak dan sedekah. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261).
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah tidak selalu berupa harta. Beliau bersabda:
"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah."
(HR. Tirmidzi).
Dalil tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Baik melalui zakat yang bersifat wajib maupun infak dan sedekah yang bersifat sunnah, seluruhnya menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan dan memperkuat solidaritas sosial.
Apa Itu Zakat?
Zakat merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan dalam syariat, seperti mencapai nisab dan haul pada jenis zakat tertentu. Zakat termasuk salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat.
Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi membersihkan harta dan jiwa, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendistribusian kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Apa Itu Infak?
Infak adalah pengeluaran sebagian harta yang dilakukan di jalan Allah SWT secara sukarela. Berbeda dengan zakat, infak tidak memiliki ketentuan nisab maupun jumlah tertentu sehingga dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
Infak dapat diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, lembaga sosial, maupun masyarakat yang membutuhkan. Melalui infak, umat Islam diajarkan untuk membiasakan diri berbagi serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Apa Itu Sedekah?
Sedekah merupakan pemberian yang dilakukan secara sukarela sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Makna sedekah lebih luas dibandingkan zakat maupun infak karena tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga mencakup tenaga, ilmu, bantuan kepada sesama, hingga senyuman yang tulus.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Apa Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah?
Meskipun sama-sama merupakan bentuk berbagi kepada sesama, zakat, infak, dan sedekah memiliki beberapa perbedaan mendasar.
Zakat hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Besaran zakat telah ditetapkan dalam syariat dan hanya diberikan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Sementara itu, infak bersifat sunnah dan tidak memiliki batasan jumlah maupun waktu tertentu. Infak dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Sedekah memiliki cakupan yang paling luas karena tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat berupa tenaga, ilmu, bantuan, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Sedekah dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan tertentu.
Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan ketentuan syariat sehingga ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna.
Mengapa Menyalurkan ZIS Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan banyak manfaat karena dana yang dihimpun dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Dana ZIS yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program, seperti:
-
Program pendidikan.
-
Program kesehatan.
-
Program pemberdayaan ekonomi.
-
Program kemanusiaan.
-
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui pengelolaan yang amanah, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera.
Keutamaan Menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah
Menunaikan zakat, infak, dan sedekah memberikan manfaat yang besar, baik bagi pemberi maupun penerima. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, amalan tersebut juga mampu membersihkan harta, meningkatkan rasa syukur, mempererat kepedulian sosial, serta membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.
Setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah SWT bukanlah sesuatu yang mengurangi rezeki. Sebaliknya, zakat, infak, dan sedekah menjadi investasi amal yang membawa keberkahan di dunia maupun di akhirat.
Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai ketentuan syariat.
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita wujudkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Artikel Lainnya
Mengapa Berzakat Melalui BAZNAS? Ini Manfaat yang Perlu Diketahui
Sedekah sebagai Jalan Menebar Kebaikan dan Menghadirkan Harapan bagi Masyarakat yang Membutuhkan
Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki: Peran Zakat Produktif dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi
Aksi Nyata Jumat Berkah: Distribusi Makanan Siap Saji untuk Mustahik dan Pekerja Jalanan
Keutamaan Berinfak: Amalan Sederhana dengan Pahala Berlipat
Momentum Hijrah Spiritual dan Meningkatkan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Surabaya
Selamat Hari Anak Nasional 2026: Anak Hebat, Indonesia Kuat
Mengenal Zakat Penghasilan: Siapa yang Wajib Membayar dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Keutamaan Bulan Muharram: Momentum Hijrah dan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Keutamaan Sedekah di Hari Jumat: Menebari Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS
Kapan Kita Sudah Mulai Wajib Zakat?
Sedekah Tidak Harus Menunggu Kaya, Mulailah dari Hari Ini
Keutamaan Infak di Bulan Muharram: Momentum Raih Keberkahan di Tahun Baru Islam
Sedekah vs Menabung: Mana yang Harus Didahulukan?
Zakat Pertanian: Perhitungan Zakat Padi Tadah Hujan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →