WhatsApp Icon

Jelang Ramadan, BAZNAS Surabaya Optimalkan Penghimpunan Zakat

20/01/2026  |  Penulis: dhea novita

Bagikan:URL telah tercopy
Jelang Ramadan, BAZNAS Surabaya Optimalkan Penghimpunan Zakat

Jelang Ramadan, BAZNAS Surabaya Optimalkan Penghimpunan Zakat

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus mengoptimalkan penghimpunan zakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Optimalisasi penghimpunan zakat dilakukan sebagai langkah persiapan agar pendistribusian dana dapat berjalan lebih terencana, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada periode menjelang Ramadan ini, kesadaran masyarakat untuk berbagi cenderung meningkat, sehingga menjadi waktu yang strategis untuk memperkuat pengelolaan dana zakat secara maksimal.

Secara regulasi, pengelolaan zakat di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa zakat harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan zakat tidak hanya berfokus pada jumlah dana yang terkumpul, tetapi juga pada tata kelola yang baik serta pemanfaatannya yang tepat guna.

Dalam menyambut Ramadan, BAZNAS Surabaya mempersiapkan berbagai strategi penghimpunan zakat, baik melalui layanan langsung maupun pemanfaatan sistem digital. Kemudahan akses pembayaran zakat menjadi salah satu upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat agar dapat menunaikan kewajibannya secara lebih praktis dan aman. Selain zakat, penghimpunan infak dan sedekah juga terus digalakkan sebagai bentuk kepedulian sosial yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dana yang terhimpun nantinya akan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Penyaluran dilakukan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.

Momentum menjelang Ramadan juga menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menyiapkan diri secara spiritual dan sosial. Menunaikan zakat sejak awal tidak hanya membantu percepatan penyaluran bantuan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk merasakan manfaatnya secara merata. Selain itu, infak dan sedekah yang diberikan secara rutin dapat menjadi ladang amal yang bernilai besar, terutama di bulan penuh keberkahan.

Melalui optimalisasi penghimpunan zakat menjelang Ramadan, diharapkan semangat berbagi dan solidaritas sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat kepedulian antar sesama.

Selain sebagai bentuk ibadah, zakat juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan pokok menjelang Ramadan, dana zakat yang dikelola secara optimal mampu membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu. Melalui penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Pengelolaan yang terbuka serta pelaporan yang jelas akan mendorong partisipasi publik untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Kepercayaan inilah yang menjadi modal utama dalam memperkuat ekosistem zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan merata, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

Momentum H-30 Ramadan juga menjadi pengingat bahwa persiapan spiritual sebaiknya diiringi dengan kepedulian sosial. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah lebih awal, masyarakat turut berperan dalam menciptakan keberkahan bersama. Semangat berbagi yang tumbuh sejak sebelum Ramadan diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan solidaritas sosial, serta menjadikan bulan suci sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih adil dan sejahtera

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →