WhatsApp Icon

Melalui Pengajian BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata

04/11/2025  |  Penulis: Zul

Bagikan:URL telah tercopy
Melalui Pengajian BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata

BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata

Surabaya – BAZNAS kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi Sesi 40 Tahun 2025 dengan tema yang penuh makna, yaitu “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 06.00–07.30 WIB, secara daring dan luring, dan diikuti oleh para amil, ASN, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kemanusiaan dan solidaritas dunia Islam.

Dalam sesi kali ini, hadir dua tokoh penting dari BAZNAS Republik Indonesia, yakni M. Arifin Purwakananta (Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI) sebagai narasumber utama, serta H. M. Nadratuzzaman Hosen (Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI) yang bertindak sebagai moderator dan pemandu acara.

Mengangkat Semangat Solidaritas Umat Islam untuk Gaza

Kondisi Gaza yang porak poranda pasca gencatan senjata menjadi perhatian dunia, terutama umat Islam di berbagai negara.
Melalui pengajian kali ini, BAZNAS ingin mengajak peserta untuk tidak hanya berempati, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun kembali kehidupan masyarakat Gaza yang terdampak perang.

Dalam pemaparannya, M. Arifin Purwakananta menekankan pentingnya sinergi dan kepedulian sesama Muslim sebagai wujud ukhuwah Islamiyah.
“Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga instrumen kemanusiaan global. Apa yang kita salurkan melalui BAZNAS, Insya Allah menjadi kekuatan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya.

Beliau menambahkan, BAZNAS RI bersama jaringan BAZNAS seluruh Indonesia telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam program pemulihan Gaza, baik melalui bantuan kemanusiaan, kesehatan, maupun dukungan pendidikan dan ekonomi masyarakat Palestina.

Zakat Sebagai Kekuatan Kemanusiaan Global

Dalam sesi tanya jawab, H. M. Nadratuzzaman Hosen menegaskan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang sangat luas.
Selain membantu masyarakat miskin di dalam negeri, zakat juga dapat menjadi alat diplomasi kemanusiaan yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan keadilan.

“BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai negara yang terdampak konflik dan bencana, termasuk Palestina. Ini menunjukkan bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional dapat memberikan dampak lintas batas negara,” ujar Nadratuzzaman.

Ia juga menekankan bahwa dalam konteks kemanusiaan global, transparansi dan akuntabilitas lembaga zakat menjadi kunci kepercayaan publik. Setiap bantuan yang disalurkan harus jelas sumbernya, jelas penerimanya, dan terukur dampaknya — inilah nilai yang terus dipegang teguh oleh BAZNAS RI.

Pengajian Sebagai Wadah Pencerahan dan Kepedulian

Program Pengajian Selasa Pagi BAZNAS merupakan agenda rutin yang telah berjalan selama lebih dari tiga tahun.
Tujuan utamanya adalah memberikan pencerahan spiritual, motivasi kerja, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Sesi ke-40 ini terasa istimewa karena mengangkat isu kemanusiaan dunia Islam yang tengah menjadi perhatian global.
Para peserta diajak untuk merenungkan kembali makna ukhuwah Islamiyah, serta memahami bahwa setiap zakat yang ditunaikan memiliki nilai strategis dalam memperbaiki kehidupan umat, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Selain ceramah utama, acara ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Gaza dan seluruh umat Islam di dunia.
Suasana haru dan khidmat terasa saat para peserta menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar perdamaian segera terwujud dan masyarakat Gaza dapat hidup dengan aman serta bermartabat.

Dukungan ASN dan Masyarakat Surabaya untuk Gaza

Sebagai bagian dari jaringan nasional BAZNAS, BAZNAS Kota Surabaya turut mengambil peran dalam menggaungkan semangat kepedulian terhadap Palestina.
Banyak ASN Kota Surabaya yang telah berpartisipasi dalam gerakan donasi kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS.

Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Gaza merupakan bentuk solidaritas universal yang sejalan dengan visi lembaga untuk membangun kesejahteraan umat secara global.
“Zakat yang kita tunaikan bukan hanya untuk membantu mustahik di Surabaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun dunia yang lebih damai dan adil,” ujarnya.

Melalui kegiatan seperti pengajian ini, BAZNAS ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap amal kecil memiliki dampak besar, dan setiap rupiah zakat yang dikelola dengan amanah dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain.

Membangun Gaza dengan Hati dan Aksi Nyata

Tema “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata” bukan sekadar slogan, tetapi seruan untuk bergerak bersama.
Umat Islam diajak untuk menyalurkan empati menjadi aksi nyata melalui zakat, infak, dan sedekah.
Bantuan dari masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari paket logistik, layanan medis, hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak korban konflik.

“Setelah masa gencatan senjata, tugas kita tidak berhenti. Justru di sinilah ujian kepedulian dimulai — bagaimana membantu mereka membangun kembali rumah, sekolah, dan kehidupan,” tambah Arifin Purwakananta.

Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, diharapkan pengajian ini menjadi pemantik gerakan zakat kemanusiaan yang lebih kuat, tidak hanya untuk Palestina tetapi juga bagi kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat