WhatsApp Icon

BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025

04/11/2025  |  Penulis: Zul

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025

Surabaya – Dalam menghadapi potensi bencana alam yang sering terjadi pada musim penghujan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting.

Rapat ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia, serta Komandan dan Person in Charge (PIC) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada akhir tahun.

Mengantisipasi Cuaca Ekstrem Melalui Kolaborasi Nasional

Dalam pembukaannya, perwakilan BAZNAS Pusat menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi merupakan ancaman tahunan yang harus dihadapi dengan perencanaan matang dan kesiapsiagaan terpadu.
BAZNAS, sebagai lembaga zakat nasional, tidak hanya berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).

“Zakat bukan hanya menolong masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan dalam respon cepat kemanusiaan. BAZNAS harus menjadi yang terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana,” ujar salah satu Pimpinan BAZNAS RI dalam sambutannya.

Melalui rapat ini, BAZNAS ingin memastikan bahwa seluruh daerah memiliki rencana kontinjensi dan koordinasi yang solid dalam menghadapi potensi bencana yang dipengaruhi oleh fenomena hidrometeorologi.

Fokus pada Pencegahan dan Respons Cepat

Rapat koordinasi ini membahas berbagai langkah antisipatif yang akan dilakukan oleh jaringan BAZNAS di seluruh Indonesia, di antaranya:

  • Pemetaan daerah rawan bencana berbasis data wilayah dan laporan BMKG.

  • Penguatan kapasitas tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di setiap provinsi dan kabupaten/kota.

  • Penyediaan logistik darurat dan peralatan lapangan yang siap digunakan saat terjadi bencana.

  • Pelatihan mitigasi dan evakuasi cepat bagi relawan dan masyarakat di wilayah rentan.

  • Koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang sinergis.

Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya pendistribusian zakat untuk penanganan bencana, baik dalam bentuk bantuan langsung kepada korban maupun dukungan jangka panjang untuk pemulihan pasca-bencana.

BAZNAS Tanggap Bencana Siaga di Lapangan

Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merupakan ujung tombak lembaga dalam aksi kemanusiaan.
BTB telah aktif di berbagai wilayah terdampak bencana di Indonesia, mulai dari banjir di Jawa Timur dan Kalimantan, hingga longsor di Jawa Barat dan bencana gempa di wilayah timur Indonesia.

Dengan koordinasi nasional yang baik, diharapkan BTB di setiap daerah mampu merespons lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi.
Komandan dan PIC BTB dari seluruh Indonesia hadir dalam rapat ini untuk menyampaikan laporan kesiapan dan kendala di wilayah masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim di daerah siap secara personel, logistik, dan koordinasi. Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa mempersiapkan diri dengan baik,” ujar salah satu Komandan BTB dalam sesi diskusi.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemanusiaan

BAZNAS menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam menghadapi ancaman bencana yang berdampak luas pada masyarakat.
Dengan jaringan lembaga zakat yang tersebar di seluruh Indonesia, kolaborasi ini menjadi modal besar dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Rapat juga menyoroti pentingnya penggunaan data digital dan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi, agar proses koordinasi dan pelaporan dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
Hal ini sejalan dengan upaya BAZNAS RI dalam mendorong transformasi digital pengelolaan zakat dan kemanusiaan.

Zakat untuk Kemanusiaan dan Ketangguhan Masyarakat

Zakat memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Dalam konteks bencana hidrometeorologi, dana zakat dapat digunakan untuk:

  • Bantuan logistik dan kebutuhan dasar korban bencana.

  • Pemulihan ekonomi mustahik melalui modal usaha pasca bencana.

  • Program perbaikan rumah ibadah dan fasilitas sosial yang rusak.

  • Pendidikan dan kesehatan darurat bagi anak-anak terdampak.

Melalui prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, BAZNAS memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan, terutama saat menghadapi situasi bencana.

Harapan untuk Indonesia yang Tangguh dan Peduli

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan BAZNAS Tahun 2025 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.
Dengan kolaborasi yang solid antara BAZNAS, BTB, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh, peduli, dan cepat tanggap terhadap bencana.

“Kesiapsiagaan adalah bentuk nyata dari amanah zakat. Kita tidak menunggu bencana datang, tetapi menyiapkan diri agar bisa menolong lebih cepat dan lebih luas,” tutup pimpinan BAZNAS dalam rapat tersebut.

BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, karena dari dana zakat inilah lahir kekuatan besar untuk menolong sesama — baik di masa damai maupun dalam situasi bencana.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat