WhatsApp Icon
BAZNAS Surabaya Hadiri Sosialisasi Zakat di UPZ Dukuh Pakis

SURABAYA – BAZNAS Surabaya menghadiri undangan kegiatan Sosialisasi Zakat yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan di wilayah Dukuh Pakis pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan berlangsung di UPZ Dukuh Pakis dan menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat, mulai dari proses pengumpulan hingga pendistribusiannya kepada golongan asnaf yang berhak menerima.

BAZNAS Surabaya hadir melalui Wakil Ketua II H. Mas Kamil Thobroni, S.H.I. Turut hadir Camat Dukuh Pakis, jajaran kelurahan, pengurus RW, serta RT setempat.

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan menitikberatkan pada makna zakat sebagai kewajiban ibadah sekaligus instrumen sosial yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemahaman mengenai zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban seorang muzaki, tetapi juga bagaimana dana tersebut dihimpun, dikelola, dan disalurkan secara tepat.

Dari sisi pengumpulan, zakat perlu dihimpun melalui mekanisme yang tertib dan amanah. Keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat serta membantu proses penghimpunan di tingkat wilayah.

Sementara dalam pendistribusian, dana zakat diberikan kepada golongan asnaf yang berhak sesuai ketentuan syariah. Pengelolaan yang tepat diharapkan dapat menghadirkan manfaat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga kemanusiaan.

Keterlibatan jajaran kecamatan, kelurahan, RW, dan RT menjadi penting karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemahaman mengenai pengelolaan zakat diharapkan dapat diteruskan kepada warga di lingkungan masing-masing.

BAZNAS Surabaya menyambut baik undangan dan inisiatif kelurahan dalam menghadirkan edukasi zakat. Sinergi antara pemerintah wilayah, UPZ, BAZNAS Surabaya, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat literasi zakat serta meningkatkan manfaatnya bagi mustahik di Kota Surabaya.

03/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Salurkan Rombong dan Modal Usaha bagi Mustahik di Manukan Kulon

SURABAYA – BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan rombong usaha dan modal usaha kepada penerima manfaat di Kelurahan Manukan Kulon pada Jumat (2/10/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan membantu mustahik membangun usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Kegiatan penyaluran turut melibatkan pengurus RT, RW, serta staf kelurahan dan kecamatan setempat. Kolaborasi dengan unsur wilayah menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Bantuan rombong diberikan sebagai sarana usaha agar penerima manfaat memiliki tempat yang lebih layak untuk menjalankan aktivitas ekonomi. Sementara modal usaha diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan awal, seperti pembelian bahan, perlengkapan, maupun kebutuhan operasional usaha.

Program ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat produktif yang dikembangkan BAZNAS Surabaya. Melalui pendekatan pemberdayaan, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

BAZNAS Surabaya berharap dukungan rombong dan modal usaha dapat menjadi langkah awal bagi mustahik untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan usaha yang terus tumbuh, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Sinergi bersama RT, RW, kelurahan, dan kecamatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program di tingkat wilayah.

Melalui penyaluran bantuan usaha di Manukan Kulon, BAZNAS Surabaya terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan zakat yang produktif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Surabaya berharap semakin banyak mustahik dapat tumbuh menjadi lebih mandiri, berdaya, dan memiliki kesempatan membangun masa depan ekonomi yang lebih baik.

02/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Salurkan Program Bedah Rumah bagi Warga Rungkut Menanggal

SURABAYA – BAZNAS Surabaya melaksanakan penyaluran bantuan melalui Program Bedah Rumah di wilayah Rungkut Menanggal pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Surabaya dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Penyaluran dilakukan dengan melibatkan unsur wilayah, mulai dari pengurus RT, RW, hingga staf kelurahan dan kecamatan setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Program Bedah Rumah menjadi salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik. Kondisi tempat tinggal yang layak dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman, menjaga kesehatan keluarga, serta mendukung aktivitas sehari-hari penerima manfaat.

Melalui program ini, BAZNAS Surabaya berupaya tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Rumah yang lebih layak diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sinergi bersama pemerintah wilayah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dukungan dari RT, RW, kelurahan, dan kecamatan membantu proses koordinasi, pendataan, serta pengawasan agar bantuan dapat berjalan tepat sasaran.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penyaluran Program Bedah Rumah di Rungkut Menanggal, BAZNAS Surabaya berharap manfaat dana zakat dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak dan bermartabat.

02/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya dan UMSURA Teken MoU Beasiswa CESAR untuk 74 Mahasiswa

SURABAYA – BAZNAS Surabaya bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus serah terima penerima Beasiswa CESAR pada Senin (28/9/2026) di Auditorium At-Ta’awun Lantai 23 Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Program Beasiswa CESAR kali ini menyasar 74 mahasiswa UMSURA, terdiri atas 54 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi PG PAUD dan 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UMSURA beserta jajaran, pimpinan BAZNAS Surabaya, serta seluruh mahasiswa penerima manfaat Beasiswa CESAR.

Penandatanganan MoU menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara BAZNAS Surabaya dan UMSURA dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya untuk memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah melalui sektor pendidikan.

Dalam program ini, bantuan untuk 54 mahasiswa RPL PG PAUD memiliki nilai sebesar Rp540.000.000, sedangkan bantuan bagi 20 mahasiswa reguler Fakultas Agama Islam dan Peradaban sebesar Rp400.000.000.

Melalui Beasiswa CESAR, BAZNAS Surabaya berupaya memberikan kesempatan kepada mahasiswa penerima manfaat agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas diri.

Kolaborasi bersama perguruan tinggi juga menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan pendidikan dapat disalurkan secara terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak jangka panjang.

BAZNAS Surabaya berharap para penerima Beasiswa CESAR dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan pendidikan, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sinergi bersama UMSURA diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.

28/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya dan STAI Taswirul Afkar Teken MoU Beasiswa CESAR

SURABAYA – BAZNAS Surabaya bersama STAI Taswirul Afkar melaksanakan serah terima dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Beasiswa CESAR pada Kamis (24/9/2026) di STAI Taswirul Afkar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga menjadi langkah strategis dalam memastikan program beasiswa dapat terlaksana secara terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi penerima.

Acara dihadiri oleh Ketua BAZNAS Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., Wakil Ketua III dan Wakil Ketua IV BAZNAS Surabaya, segenap jajaran STAI Taswirul Afkar, serta mahasiswa penerima Beasiswa CESAR.

Penandatanganan MoU menjadi penanda penguatan kerja sama kelembagaan antara BAZNAS Surabaya dan STAI Taswirul Afkar dalam mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa penerima manfaat.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga menjadi momentum serah terima penerima Beasiswa CESAR. Kehadiran para mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting karena mereka merupakan penerima manfaat langsung dari program pendidikan yang dijalankan BAZNAS Surabaya.

Melalui Beasiswa CESAR, dana zakat, infak, dan sedekah diarahkan untuk mendukung pendidikan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong lahirnya generasi yang lebih mandiri serta berdaya.

BAZNAS Surabaya berharap sinergi bersama STAI Taswirul Afkar dapat terus terjalin dan berkembang, sehingga program Beasiswa CESAR tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya

Berita Terbaru

UKUR MANFAAT ZAKAT, BAZNAS KOTA SURABAYA LAKSANAKAN KAJIAN DAMPAK ZAKAT
UKUR MANFAAT ZAKAT, BAZNAS KOTA SURABAYA LAKSANAKAN KAJIAN DAMPAK ZAKAT
Demi mengetahui serta mengukur manfaat dari hasil zakat yang telah diberikan kepada para mustahik, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melaksanakan Kajian Dampak Zakat (KDZ) dengan melaksanaka survei kepada para mustahik, Kamis (22/09/2022). Perlu diketahui pada Agustus lalu, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang ada di Kota Surabaya. “Dilakukannya KDZ ini untuk mengetahui indeks hasil dari zakat yang diberikan kepada mustahik itu bagaimana, apakah bermanfaat dan memiliki nilai positif serta bisa membawa perubahan yang baik bagi para mustahik atau malah tidak,” jelas Imam selaku tim BAZNAS Kota Surabaya bagian umum dan pengembangan Informasi dan Teknologi (IT). Kegiatan KDZ ini dilakukan di beberapa titik lokasi yang ada di Kota Surabaya, salah satunya yaitu di Kecamatan Sawahan, Kelurahan Putat Jaya. Salah satu penerima bantuan zakat asal Kelurahan Putat Jaya, Sulasmi menuturkan bahwa bantuan yang ia terima berupa uang tunai yang digunakan untuk modal dana berjualan. Sebelumnya, dia mengajukan bantuan kepada pihak BAZNAS Kota Surabaya dikarenakan ia telah kehabisan modal untuk berjualan. “Karena terdampak pandemi covid kemarin saya mengalami penurunan hasil penjualan, sehingga saya coba mengajukan bantuan ke BAZNAS Kota Surabaya,” tuturnya. Untuk diketahui, Sulasmi hanya berjualan es teh saja di depan toko swalayan. Setelah ia mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Surabaya ia berhasil menambah barang dagangannya yang semula hanya berjualan es teh saja, kini ia juga berjualan gorengan serta minuman kemasan. Lebih lanjut, dia merasa terbantu setelah diberikannya bantuan yang berupa modal dana untuk berjualan itu. Pasalnya, ia merasa bingung dalam mengatur keuangan keluarganya. “Saya kebingungan dalam mengatur keuangan, mana yang harus dibuat kebutuhan pribadi dan mana yang harus dibuat untuk kebutuhan usaha, maka dengan adanya bantuan dari baznas ini saya merasa sangat terbantu dan senang serta berterimakasih,” tandasnya.
BERITA23/09/2022 | Abraham Adimukti
UNIT MUALLAF CENTER BAZNAS KOTA SURABAYA RESMI DI KUKUHKAN
UNIT MUALLAF CENTER BAZNAS KOTA SURABAYA RESMI DI KUKUHKAN
Sabtu: 20 Agustus 2022, tepat jam 20.00 adalah momen spesial bagi Unit Muallaf Center atau UMC Kota Surabaya Bertempat di Masjid Muhajirin Pemkot, Baznas Kota Surabaya mengukuhkan Pengurus Unit Muallaf Center Surabaya periode 2022-2026. Dengan ucapan basmalah Ketua Baznas Kota Surabaya yang diwakili Drs. H. Marzuki, MA membacakan ikrar kesanggupan untuk menjadi pengurus UMC sekaligus menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya. Sementara itu, dalam sambutannya Ketua UMC Ust. Muhammad Mundzir, ST, MT. menyampaikan program-program UMC periode 2022-2026. “Ada tiga bidang program utama UMC. Meliputi Bidang Syiar, Bidang Edukasi, dan Bidang Advokasi. Mohon dukungan lahir-batin agar Pengurus UMC Surabaya bisa menjalankan amanat pembinaan, kesejahteraan, dan advokasi khususnya untuk saudara baru kita para muallaf. Tentu agar para muallaf kian merasakan nikmatnya hidup di bawah naungan Islam.” Selain pengukuhan UMC, Baznas Sùrabaya menyerahkan secara simbolis hak zakat kepada sejumlah muallaf. Disampaikan pula testimoni perjalanan spiritual seorang muallaf, David Sinatra, perwakilan pembinaan muallaf PITI Surabaya. Pada puncak acara pengukuhan disampaikan pula tausyiyah oleh Dr. KH. Syukron Jazilan, M.Ag. “Sebagai umat Islam, kita harus melaksanakan dua amalan utama. Hablun minalloh dan hablum minannas. Jangan hanya ibadah sholat sebagai wujud amal hablun minalloh, sedangkan hablun minannasnya kita abaikan. Mengamalkan hablun minannas itu untuk mewujudkan sebanyak-banyak manfaat kepada sesama. Sesuai pesan Rosululloh saw”. Hadir pada acara pengukuhan sekaligus launching Program dan Stadium General Pembinaan UMC ini selain wakil Walikota bidang politik dan kesejahteraan, Ketua MUI Surabaya KH Abdul Muchid Murtadho, para ketua KUA se Surabaya, perwakilan Ormas Islam NU dan Muhammadiyah, serta MUI dan PITI Surabaya, serta para pengurus takmir masjid se Surabaya.
BERITA21/08/2022 | Abraham Adimukti
BAZNAS KOTA SURABAYA BERIKAN 729 KURSI RODA DAN TEBUS IJAZAH
BAZNAS KOTA SURABAYA BERIKAN 729 KURSI RODA DAN TEBUS IJAZAH
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya yang merupakan lembaga pemerintah nonstruktural tak mau ketinggalan dalam memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729. Baznas sudah menyiapkan sejumlah kado istimewa untuk warga Kota Surabaya, yaitu sebuah program bertema Kado Baznas Surabaya untuk warga. Ketua Baznas Kota Surabaya Mochamad Hamzah memastikan program tersebut disiapkan untuk ikut serta memeriahkan HJKS ke-729. Apalagi, zakat yang dikumpulkan selama ini berasal dari ASN Pemkot Surabaya, sehingga sudah selayaknya Baznas Surabaya ikut juga memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya. “Makanya, di bulan Mei yang bertepatan dengan HJKS ke-729 ini akan memberikan bantuan kursi roda sebanyak 729 buah sesuai dengan usia Surabaya. Kemudian kita juga akan memberikan bantuan 7.290 paket sembako kepada fakir miskin dan kaum dhuafa,” kata Hamzah, Jumat, 13 Mei 2022. Selanjutnya, untuk rumah tinggal para fakir miskin dan kaum dhuafa yang rumahnya sudah tidak layak huni dan kurang sehat, Baznas Surabaya akan melakukan bedah rumah. Dari yang awalnya anggarannya hanya untuk lima rumah, maka di bulan Mei ini ditingkatkan menjadi sepuluh rumah. “Ini adalah kado kami untuk warga Kota Surabaya,” ia menegaskan. Selain itu, Baznas Surabaya juga akan menebuskan ijazah siswa SMA/SMK dan sederajat yang tertahan di sekolah karena kekurangan biaya atau masalah lainnya. Sehingga anak-anak bisa mencari kerja atau melanjutkan kuliah. “Dan yang paling penting, kita berharap dengan ijazahnya itu ditebus bisa memberikan motivasi baru bagi anak tersebut untuk mengejar cita-cita dan masa depannya yang cemerlang. Namun, sampai saat ini jumlahnya masih kita hitung, tapi alokasi kita sekitar 300 anak yang akan kita tebus ijazahnya,” ia mengungkapkan. Meski begitu, ia mengaku masih akan melakukan pendekatan persuasif dengan pihak sekolah dan yayasan untuk bersama-sama membantu mengeluarkan ijazah anak-anak yang tidak mampu itu. Bahkan, kalau misalnya tunggakan anak tersebut masih tinggi, ia mengaku akan meminta keringanan, sehingga sisanya dapat dibayarkan oleh Baznas. “Jadi, ayo pihak sekolah dan yayasan kita bersama-sama memberikan kemudahan bagi mereka, anak-anak muda Surabaya ini. Kita sudah pernah melakukan negosiasi dengan pihak sekolah dan yayasan untuk mengeluarkan ijazah salah seorang anak, dan alhamdulillah mereka memberikan diskon hingga 50 persen dan kita bisa tebus ijazah anak tersebut,” ia memaparkan. Hamzah bersyukur karena usia Baznas Surabaya yang masih belum genap satu tahun ini sudah banyak memberikan manfaat dan bisa memberikan bantuan untuk warga Kota Surabaya. Menurutnya, ini tidak lepas dari zakat yang dikeluarkan para ASN Pemkot Surabaya selama bulan November 2021. “Alhamdulillah zakat ASN Pemkot Surabaya yang sudah berhasil kita kumpulkan sekitar Rp14 miliar. Dana itulah yang kami gunakan untuk membantu warga Surabaya selama ini” katanya. Sumber : https://jatimnet.com/
BERITA08/06/2022 | Abraham Adimukti
KETUA TP PKK BERSAMA BAZNAS KOTA SURABAYA MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA ANAK PENDERITA HIDROSEFALUS
KETUA TP PKK BERSAMA BAZNAS KOTA SURABAYA MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA ANAK PENDERITA HIDROSEFALUS
Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani berkunjung ke dua lokasi rumah anak penderita hidrosefalus dan seorang lansia yang mengalami kelumpuhan di wilayah Kecamatan Lakarsantri, Kamis (7/4/2022). Rini tak sendiri, dalam kunjungannya kali ini ia bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya. Yang pertama, Rini mengunjungi rumah anak Harun Budiono, di Jalan Lakarsantri III No. 10, Kelurahan Lakarsantri, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Anak laki-laki usia 3 tahun 9 bulan penderita hidrosefalus mendapat perhatian pendampingan khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga kondisinya normal. “Apa yang dialami oleh adik Harun ini cukup mengejutkan ya, karena kan ada mengalami pengecilan otak, sehingga ketika dilakukan operasi tentunya akan sangat riskan dan agak susah. Oleh karena itu kita lakukan pendampingan sembari memberi intervensi,” kata Rini. Dalam kesempatan ini, istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu juga memberikan bantuan yang disalurkan melalui Dinsos dan Baznas. Intervensi yang diberikan kepada Harun diantaranya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dinsos Surabaya Rp 200 ribu per bulan, bantuan uang tunai dari Baznas Rp 300 per bulan, sembako, kasur, bantal, pampers, susu dan lain sebagainya. “Nanti, akan diproses oleh pak camat. Kita juga buatkan toko kelontong untuk ibunya, agar bisa berjualan sembari merawat anaknya (Harun). Karena kan nanti didaftarkan di e-Peken toko kelontongnya, kalau sudah terdaftar kan pasti ada yang beli dan pastinya bisa berkelanjutan ke depannya,” ujar Rini. Kemudian, Rini melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Supaning, di Lakarsantri RT 3/RW 4, Surabaya. Wanita 72 tahun itu mengalami stroke hingga menyebabkan kakinya lumpuh. Di rumah nenek tersebut, ia bersama Baznas memberikan bantuan kursi roda dan sembako. Yang terakhir, Ketua TP PKK Rini beranjak menuju ke alamat Bangkingan Gang I No. 1, Surabaya. Di alamat rumah itu, Rini menjenguk Muhammad Ali Putra, balita berusia dua bulan itu mengalami hygroma colli (benjolan di leher). “Adik Putra ini ada benjolan di lehernya dan habis pulang dari RS Soewandi untuk diambil cairannya, Insyaallah ke depannya bisa lebih baik ya. Karena usianya masih dua bulan, maka masih belum bisa dioperasi, jadi nunggu usianya satu tahun baru bisa dilakukan,” jelas Rini. Rini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran OPD dan Baznas Surabaya telah berkolaborasi bersama mengentaskan kemiskinan dan membantu anak-anak Surabaya dari kekurangan gizi dan stunting. “Matur nuwun atas semua dukungan yang diberikan kepada anak-anak ini dan semoga bisa meringankan beban kedua orang tuanya, semoga ke depannya tidak ada lagi anak-anak stunting dan gizi buruk,” ucapnya. Terakhir, Rini menyampaikan kepada warga Kota Surabaya untuk tidak malu melapor atau memberitahu lurah dan camat ketika ada saudara, tetangga, serta kerabat dekat yang mengalami gizi buruk atau stunting. Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh kader PKK untuk melakukan pendataan ibu hamil terutama yang berisiko kehamilannya. “Ketika ada yang mengalami hal serupa atau hamil berisiko tinggi jangan segan untuk dilaporkan ke kader PKK atau camat dan lurah. Agar nantinya bisa segera ditindak lanjuti oleh dinas terkait dan kita bisa berkolaborasi dengan Baznas dan stakeholder lainnya,” pungkasnya. Sumber : https://sindikatpost.com/
BERITA26/04/2022 | Abraham
PENERIMA MANFAAT BEDAH RUMAH BAZNAS SURABAYA UCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA BAZNAS DAN WALIKOTA SURABAYA
PENERIMA MANFAAT BEDAH RUMAH BAZNAS SURABAYA UCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA BAZNAS DAN WALIKOTA SURABAYA
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya terus mengukir sejarah dan terus bermanfaat bagi umat. Kali ini, Baznas Surabaya memberikan bantuan bedah rumah bagi pasangan suami istri dhuafa yang sudah sepuh, yaitu rumah Kakek Kusno bersama istri di Jalan Ngemplak Gang 1/1, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Rumah yang dibedah itu pun sudah diserahterimakan kepada Kakek Kusno. Ketua Baznas Kota Surabaya Moch. Hamzah mengatakan awalnya permohonan bedah rumah ini diajukan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan dan pihak kecamatan. Lalu dilakukan outrech dan ternyata kondisi rumahnya memang sangat memprihatinkan. “Rumah itu juga tidak bisa mendapatkan program Rutilahu dari Pemkot Surabaya karena surat tanahnya belum selesai, karena penghuni rumahnya pasutri dhuafa dan mengkhawatirkan, akhirnya kami yang turun tangan,” kata Hamzah, Jumat (18/3/2022). Menurutnya, proses pekerjaan bedah rumah itu efektif selama 17 hari dan dilakukan oleh warga setempat atau melalui padat karya. Anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 30 juta sesuai dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) yang diajukan. “Anggaran Rp 30 juta itu anggaran maksimal di Baznas, tapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan dan RAP-nya, seperti yang kena puting beliung itu kita hanya bantu Rp 6 juta untuk perbaikan atapnya,” kata dia. Ia juga menjelaskan bahwa syarat mendapatkan bantuan bedah rumah itu adalah harus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan harus ada pengantar dari UPZ dan pihak kecamatan. Saat ini, sudah banyak yang mengajukan, termasuk pengajuan permohonan kursi roda. “Namun, karena anggaran kami terbatas, sehingga bantuan ini juga bertahap,” tegasnya. Sementara itu, Camat Genteng Muhammad Aries Hilmi juga menyampaikan terimakasih banyak kepada Baznas Surabaya karena sudah membedah rumah Kakek Kusno yang selama ini tidak bisa tersentuh program Rutilahu. Ia juga menjelaskan bahwa program Rutilahu itu syaratnya harus jelas surat-surat rumahnya, dan rumah milik Kakek Kusno surat tanahnya tidak ada. “Nah, dengan kehadiran Baznas ini yang sumber dananya bukan dari APBD, alhamdulillah bisa membantu, sehingga ini bisa bersinergi terus ke depannya. Bisa jadi role model. Jadi, kalau ada rumah yang tidak layak huni dan surat-suratnya tidak jelas bisa pakai Baznas, tapi kalau surat tanahnya jelas dan ada, maka bisa pakai program Rutilahu,” kata Aries. Ia juga mengaku sangat senang ketika Baznas memastikan bisa membedah rumah Kakek Kusno tersebut. Sebab, ketika dia survei ke lapangan sebelum dibedah, ada selentingan dan keraguan dari warga. “Saya sempat dengar, bisa ta itu dibedah wong sudah beberapa periode tidak berhasil membedah itu. Itu terdengar langsung di telinga saya, sehingga ini semakin memotivasi saya untuk membantu membedah rumah Kakek Kusno. Saya akhirnya ke Baznas dan ternyata bisa, jadi terimakasih banyak Baznas Surabaya,” ujarnya. Menurutnya, bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang diberikan oleh para ASN Surabaya sudah jelas bendanya, tidak hanya memberikan bantuan pada saat insidentil saja, tapi benar-benar bermanfaat bagi warga. “Kalau seperti ini zakat kita teman-teman ASN kan benar-benar rupo dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia. Di samping itu, ia mengaku sangat bersyukur karena setelah rumah ini bisa dibedah dan proses dikerjakan, warga sekitar akhirnya ikut senang. Bahkan, warga juga memberikan makanan, gorengan dan rokok kepada pekerja yang lembur bekerja. “Jadi, gotong royong dan empati warga tumbuh dengan adanya bedah rumah ini. Ini akan menjadi role model baru dan percontohan ke depannya,” tegasnya. Kakek Kusno yang mendapatkan bantuan bedah rumah itu menyampaikan terimakasih banyak kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Camat, dan lurah, serta Baznas Surabaya yang telah membantu membedah rumahnya. Ia mengaku sangat bahagia karena kini rumahnya sudah bagus dan layak huni. “Sekali lagi terimakasih banyak Pak Eri dan jajarannya serta Baznas Surabaya, semoga ke depannya Kota Surabaya jauh lebih baik,” pungkasnya. Sumber : https://www.surabaya.go.id
BERITA24/03/2022 | Imam
TIM ASESMEN BAZNAS KOTA SURABAYA BLUSUKAN KE KECAMATAN WONOKROMO
TIM ASESMEN BAZNAS KOTA SURABAYA BLUSUKAN KE KECAMATAN WONOKROMO
Menanggapi pengajuan bantuan dari warga Kecamatan Wonokrom tim asesmen Baznas Kota Surabaya pada hari Selasa, 01 Maret 2022 melakukan peninjauan ke lokasi pemohon bantuan. Adi Bagus Hermawan 24 tahun warga Bratang Gede, salah satu pemohon yang ditinjau. Kondisi beliau saat ini sedang terbaring diatas ranjang dengan sakit sejak kecil tidak mampu berjalan, duduk, dan berbicara. Bagus tidak memiliki KTP karena keterbatasannya tersebut membuat dirinya tidak mampu berjalan ke kantor desa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibantu ibunya yang bekerja sebagai penjual nasi dan kakak yang bekerja sabagai tukang parkir. Bagus tinggal bersama ibu dan kakaknya di rumah berukuran 6×5 m2 “Karena sakitnya tersebut, Bagus tidak bisa berdiri duduk maupun berbicara mas, jadi untuk memenuhi kebutuhannya saya dan kakaknya bagus harus bekerja keras” Kata Ibu Bagus kepada tim asesmen. Tim asesmen melanjutkan perjalanan ke pemohon bantuan selanjutnya. Harnoko Darmodiharjo lansia warga Bratang Gede. Harnoko saat ini sedang menderita sakit stroke, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dibantu oleh istri dengan penghasilan pas-pasan. Saat tim datang ke lokasi kondisi beliau dalam keadaan tidak mampu berbuat apa apa “Bapak tidak bisa berbuat apa apa ini mas, untuk buang air kecil saja bapak kami sediakan ember disamping ranjangnya” Kata istri Harnoko kepada tim. Tim Asesmen Baznas Kota Surabaya merupakan tim yang bertugas meninjau warga surabaya yang akan menerima bantuan. Tugas meraka adalah untuk mengklarifikasi pemohon apakah termasuk salah satu golongan penerima zakat.
BERITA11/03/2022 | Imam
WALI KOTA SURABAYA BERSAMA BAZNAS BERIKAN BANTUAN 100 KURSI RODA UNTUK DISABILITAS
WALI KOTA SURABAYA BERSAMA BAZNAS BERIKAN BANTUAN 100 KURSI RODA UNTUK DISABILITAS
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya membagikan ratusan kursi roda kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) penyandang disabilitas, Sabtu (19/2/2022). Bantuan yang dibagikan tersebut, merupakan hasil zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpun Baznas melalui aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serta masyarakat. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, beserta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, dan pengurus Baznas, terjun langsung membagikan kursi roda kepada sejumlah warga penerima di kampung Keputran Kejambon dan Panjunan, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng. Sejumlah penerima kursi roda itu di antaranya, Moch Sidik (58), warga Keputran Kejambon 2/73 Surabaya. Lalu, Busiti (70), warga Keputran Kejambon 2/106 Surabaya. Kemudian, Siti Fatimah, (42), warga Keputran Kejambon 2/106 Surabaya. Dan, Asmilydia (79), warga Keputran Panjunan 3/47 Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, ada sebanyak 100 kursi roda yang hari ini disalurkan kepada MBR penyandang disabilitas. Kursi roda ini merupakan ZIS yang dihimpun oleh Baznas Surabaya dari ASN pemkot dan masyarakat. “InsyaAllah ada 100 tempat yang kita memberikan kursi roda. Jadi saya ingin memberitahukan semuanya, bahwa hari ini adalah hari pencanangan bagi orang yang tidak bisa berjalan. Maka kita berikan kursi roda dan bantuan kaki palsu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi. Di hari pencanangan ini, Wali Kota Eri Cahyadi berharap, seluruh warga Surabaya yang memiliki kekurangan bisa menikmati Kota Pahlawan. Bisa berjalan keluar rumah atau pun menjalin komunikasi dengan warga yang lain. “Nanti akan saya canangkan lagi di titik tertentu pada Maret, bebas stunting dan tidak ada lagi kemiskinan,” ujar dia. Di sisi lain, Wali Kota Eri Cahyadi berharap, bantuan kursi roda yang dihimpun Baznas Surabaya ini bisa membantu meringankan beban warga. Utamanya, penyandang disabilitas yang memang membutuhkan bantuan alat untuk berjalan. “Semoga dengan bantuan ini, warga jadi bisa berkomunikasi lagi, bisa menjalankan Hablum Minannas dengan sesama manusia, itu bisa dilakukan,” harapnya. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya itu juga menegaskan, bahwa di masa kepemimpinannya dia tak ingin membangun sesuatu yang monumental. Ini dikarenakan masih adanya warga Surabaya yang miskin dan membutuhkan bantuan. “Karena itu saya nyuwun tolong (minta tolong) camat, lurah dan seluruh kepala PD (perangkat daerah), lihat dan turun, karena masih masyarakat banyak yang susah. Jangan sampai jadi pejabat tidak tahu warga saya ada yang menderita, masih ada yang susah,” tuturnya. Selain itu, dia juga meminta dukungan ketua RT/RW, kader maupun tokoh agama agar dapat menyampaikan informasi kepada pemkot jika menemukan warga yang membutuhkan bantuan. Wali Kota Eri Cahyadi memastikan, setiap informasi yang disampaikan oleh warga itu akan langsung ditindaklanjuti. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Surabaya, Moch Hamzah menerangkan, selain 100 unit kursi roda, di bulan Februari 2022 pihaknya juga menyalurkan beasiswa kepada 1500 pelajar SMP dari keluarga MBR dan 172 anak asuh. Selain itu pula, pihaknya juga melakukan bedah rumah warga di wilayah Kecamatan Genteng. “Untuk yang (disalurkan) saat ini ada 100 kursi roda. Tapi setiap bulannya, kita alokasikan 50. Dan itu juga tergantung dari pengajuan, baik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya maupun kecamatan,” kata Moch Hamzah.
BERITA19/02/2022 | Imam
DORONG GERAKAN ZAKAT, WALI KOTA SURABAYA TERIMA ANUGRAH BAZNAS AWARD 2022
DORONG GERAKAN ZAKAT, WALI KOTA SURABAYA TERIMA ANUGRAH BAZNAS AWARD 2022
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, menerima anugerah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Award 2022. Penghargaan itu diberikan lantaran Wali Kota Surabaya dinilai sebagai salah satu kepala daerah yang concern mendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung , KH Noor Achmad Ketua Baznas RI kepada Eri Cahyadi dalam acara Peringatan HUT ke-21 Baznas di Jakarta, Senin (17/1/2022). Eri Cahyadi meyakini, apabila zakat itu dikelola dengan baik, maka bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan di Kota Pahlawan. Terlebih pula, zakat ini hukumnya Fardhu’Ain bagi umat muslim. “Saya yakin, zakat Kota Surabaya bisa dimanfaatkan oleh kepentingan umat di Kota Surabaya,” katanya Eri Cahyadi, Senin (17/1/2022). Ia juga menyatakan, bahwa saat ini zakat di Kota Pahlawan sudah dikelola oleh Baznas Surabaya. Ini pasca Wali Kota Surabaya mengaktifkan kembali Baznas Surabaya yang sebelumnya sempat vakum selama 7 tahun. “Saya bersyukur Baznas Kota Surabaya kembali aktif. Saya berharap, Baznas bisa mengelola zakat dengan baik, untuk menggerakkan perekonomian maupun kegiatan sosial di Kota Surabaya,” ujarnya. Menariknya, zakat di Kota Pahlawan sendiri telah dimulai dari ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sejak bulan November 2021 lalu, seluruh ASN pemkot setiap bulannya sudah menyisihkan pendapatan untuk berzakat. “Saya tahu bahwa zakat itu sifatnya tahunan. Namun, akan lebih baik kalau setiap bulan kita berzakat ketika kita memiliki penghasilan,” katanya. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya ini berencana mendatangi seluruh masjid, instansi maupun stakeholder di Surabaya. Dia berharap dapat meyakinkan mereka bahwa Baznas Surabaya mampu mengelola zakat untuk mengentas kemiskinan di Kota Pahlawan. “Saya meyakini, dengan kekuatan umat muslim di Kota Surabaya, maka akan mampu untuk menyelesaikan kemiskinan. Kalau pemerintah dipercaya untuk memegang zakat, maka tidak mungkin ada lagi orang miskin di Kota Surabaya,” katanya. Sementara itu, H Moch Hamzah Ketua Baznas Kota Surabaya, menyampaikan, bahwa Baznas Kota Surabaya terbentuk untuk menyalurkan hak-hak fakir miskin. Yakni, dengan cara melakukan jihad melawan kemiskinan melalui zakat dari umat muslim yang ada di Kota Surabaya. “Bapak Eri Cahyadi mengajak kami untuk berjihad melawan kemiskinan, karena Baznas ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk mensejahterakan umat,” kata H Moch Hamzah. Meski Baznas Surabaya sebelumnya sempat vakum selama 7 tahun, namun Moch Hamzah memastikan akan terus berupaya untuk mengejar ketertinggalan. Tentunya dalam upaya tersebut, Baznas Surabaya bersinergi dengan semua pihak. “Kami akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan pihak swasta untuk memaksimalkan potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya,” pungkas dia. Untuk diketahui, dalam proses pemberian Baznas Award 2022, tim dari BaznasS RI melakukan standar penilaian menggunakan Indeks Zakat Nasional (IZN) dan juga penilaian yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Salah satu indikator yang digunakan adalah kepatuhan kepala daerah terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan juga perhatian Eri terhadap penguatan pengelolaan zakat pada Baznas Surabaya.
BERITA17/01/2022 | Imam
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →