Berita Terkini
BAZNAS Kota Surabaya Gelar Rakor UPZ OPD dan Kecamatan serta Luncurkan E-Dashboard
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD dan UPZ Kecamatan se-Kota Surabaya, disertai peluncuran E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya, pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Siola Mall Lantai 4, Surabaya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bapemkesra Kota Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Surabaya, serta UPZ OPD dan UPZ Kecamatan guna mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Rakor ini dihadiri segenap pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, Kepala dan jajaran Bapemkesra, serta tamu undangan UPZ OPD dan UPZ Kecamatan se-Kota Surabaya. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran ZIS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapemkesra Kota Surabaya, khususnya Mas Akbar, atas dukungan dan kolaborasi dalam pengembangan E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya. Ia menilai inovasi digital ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran UPZ OPD dan UPZ Kecamatan yang selama ini konsisten membersamai dan berkontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan program dan kegiatan BAZNAS Kota Surabaya. Peran UPZ dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS sekaligus mitra utama dalam memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat.
Rakor turut membahas sejumlah agenda penting, antara lain penguatan peran UPZ OPD dan UPZ Kecamatan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta standarisasi tata kelola dan pelaporan ZIS. Seluruh UPZ didorong untuk menjalankan pengelolaan zakat secara tertib administrasi, profesional, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Surabaya secara resmi meluncurkan E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya sebagai sistem monitoring dan alat bantu administrasi pengelolaan ZIS. Sistem ini mendukung surat-menyurat, pelaporan LPJ dan laporan keuangan, pencetakan Bukti Setor Zakat, serta monitoring nominal zakat ASN secara real time, guna meningkatkan efektivitas kerja, transparansi, dan akuntabilitas lembaga.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis penggunaan e-dashboard, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab bersama peserta. Melalui rakor dan peluncuran sistem digital ini, BAZNAS Kota Surabaya optimistis kolaborasi dengan UPZ OPD dan UPZ Kecamatan akan semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.
23/12/2025 | Otnay
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya Digelar, Fokus Perkuat Pengelolaan Zakat Tahun 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja (Raker) IV pada Selasa, 17 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus perumusan arah kebijakan dan program kerja BAZNAS Kota Surabaya untuk tahun 2026. Rapat kerja diikuti oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, para wakil ketua, kepala bidang, serta seluruh jajaran pelaksana.
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya diselenggarakan sebagai bentuk lembaga komitmen dalam menjaga profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Forum ini menjadi ruang konsolidasi internal guna memastikan seluruh program berjalan selaras dengan visi BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM., dalam Berbagainya menegaskan bahwa Rapat Kerja IV memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan BAZNAS. Menurutnya, pengelolaan zakat harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. “Evaluasi dan perencanaan yang matang adalah kunci agar zakat benar-benar mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan umat,” ujarnya.
Dalam Raker IV ini, Ketua Pelaksana memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 meliputi Bidang Pengumpulan, Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelapran serta Bidang Administrasi dan SDM. Pemaparan tersebut mencakup capaian program, tingkat serapan anggaran, inovasi yang telah dijalankan, serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Bidang Pengumpulan menyoroti pentingnya penguatan strategi penghimpunan ZIS melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi dengan instansi pemerintah dan swasta, serta pemanfaatan platform digital. Peningkatan literasi zakat di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, menjadi perhatian utama agar potensi zakat di Kota Surabaya dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menegaskan komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan fokus pada pemberdayaan mustahik. Program bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga respon kebencanaan menjadi fokus utama agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berjangka panjang.
Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kota Surabaya juga membahas penguatan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan dana ZIS yang sesuai dengan regulasi dan standar pelaporan menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan muzaki. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) amil zakat juga menjadi agenda strategis guna mendukung kinerja organisasi yang semakin profesional.
Sementara Bidang Administrasi dan SDM menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan disiplin kerja, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia amil zakat. Fokus pembahasan meliputi penataan administrasi yang teratur dan terintegrasi, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan evaluasi kinerja, serta penguatan etos kerja dan profesionalisme amil. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program dan memastikan pelayanan BAZNAS Kota Surabaya berjalan optimal, responsif, dan berkelanjutan.
Selain pemaparan dari masing-masing bidang, Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan laporan kinerja dari sejumlah unit pelaksana, yakni Unit Media, Unit Bedah Rumah, Unit Muallaf Center, serta Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Surabaya. Setiap unit menyampaikan evaluasi program, dampak kegiatan kepada mustahik, serta rencana penguatan program ke depan guna mendukung optimalisasi pelayanan dan pendayagunaan zakat di Kota Surabaya.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif, berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan oleh peserta rapat sebagai bahan penyempurnaan rencana kerja tahun 2026. Sinergi antarbidang ditekankan sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program, sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian zakat dapat berjalan efektif dan terintegrasi.
Melalui Rapat Kerja IV ini, BAZNAS Kota Surabaya meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hasil Raker akan dibahas dalam dokumen rencana kerja dan menjadi pedoman pelaksanaan program pada tahun mendatang. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid, BAZNAS Kota Surabaya optimis mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga Kota Surabaya.
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya ditutup dengan semangat kebersamaan dan integritas seluruh jajaran, sejalan dengan tekad menjadikan zakat sebagai solusi sosial yang berkelanjutan bagi umat.
18/12/2025 | Humas Baznas Surabaya
Dari Masjid untuk Nusantara: UPZ Baiturrochman Buka Posko Donasi Peduli Bencana Sumatra dan Aceh
Surabaya — UPZ Masjid Baiturrochman di bawah naungan BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Melalui pembentukan POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatera & Aceh , UPZ Masjid Baiturrochman menggandeng seluruh elemen masyarakat RW 01 Gununganyar Lor untuk bersatu dalam aksi kemanusiaan yang sarat nilai gotong royong.
Gerakan open donasi ini dibuka selama 6–10 Desember 2025 sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Posko donasi berpusat di lingkungan Masjid Baiturrochman dan terbuka bagi seluruh warga yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa dana maupun kebutuhan pokok.
Keterlibatan masyarakat terlihat begitu kuat. Berbagai unsur ikut ambil bagian, mulai dari Takmir dan Remas Masjid Baiturrochman, NU Gununganyar Lor, Fatayat–Muslimat NU, GP Ansor, Banser, IPNU–IPPNU, JANGOP, KSH, PKK, pengurus RT/RW , hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.
Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh , menyampaikan bahwa pembukaan posko ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bersama. “Kami ingin memberikan contoh kepada seluruh UPZ se-Surabaya agar aktif membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Surabaya sebagai Kota Zakat dan Kampung Madani di setiap wilayah,” ujarnya.
Aksi open donasi ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, mempertemukan semangat para tokoh masyarakat dengan energi pemuda dalam satu tujuan mulia: membantu sesama.
16/12/2025 | Otnay
Agenda Pimpinan

BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Tanggap Bencana
Surabaya, 21 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mengadakan pertemuan penting dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pada Senin, 20 Oktober 2025. Pertemuan yang berlokasi di Kantor BPBD, Jl. Jemursari Tim. II No. 2, Surabaya, ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kota Surabaya.
Dari pihak BAZNAS, rapat dihadiri langsung oleh Ketua BTB, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, yang memimpin diskusi mengenai rencana sinergi program. Sementara itu, BPBD Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dengan menerima kunjungan tersebut dan diwakili langsung oleh Kepala BPBD Kota Surabaya.
Ketua BTB BAZNAS Kota Surabaya, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara kedua lembaga sangat krusial untuk memastikan respon bencana yang cepat dan terstruktur. "Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari peran aktif BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam isu kemanusiaan dan kebencanaan. Kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang intens dengan BPBD," ujarnya.
Dalam waktu dekat, sebagai langkah awal dari kolaborasi ini, BTB BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya merencanakan penyelenggaraan Pelatihan Tanggap Bencana yang ditujukan bagi para relawan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala BPBD Kota Surabaya menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menyatakan dukungannya penuh. "Sinergi antara BPBD dan BAZNAS, melalui tim BTB-nya, akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan mitigasi dan respon bencana di masyarakat. Pelatihan relawan yang akan kita selenggarakan bersama adalah langkah konkret yang sangat kami apresiasi," tuturnya.
Diharapkan, kolaborasi yang terjalin ini dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu, efektif, dan komprehensif di Kota Surabaya.
21-10-2025 | IMAM SYAFII

Kolaborasi Strategis Diperkuat! BAZNAS & Pemkot Surabaya Sinergikan 5 Pilar Program Demi Kesejahteraan Mustahik
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memantapkan sinergi program dalam upaya mengoptimalkan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) kepada para mustahik di Kota Pahlawan.
Sinergi tersebut dibahas tuntas dalam Rapat Kolaborasi Intervensi Pemkot Surabaya dan BAZNAS Kota Surabaya yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Oktober 2025, mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Pertemuan strategis ini bertempat di Ruang Rapat Administrasi Umum, Gedung Balaikota Surabaya Lantai 2, Jl. Taman Surya No. 1 Surabaya.
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, ANNA FAJRIATIN, AP., M.Si., MM., dan dihadiri oleh para pejabat tinggi Pemkot, termasuk Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintah, Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta Kepala Dinas-Dinas terkait.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., turut hadir memaparkan lima pilar program unggulan BAZNAS yang siap dikolaborasikan, yaitu:
Surabaya Sehat (Intervensi kesehatan dan pengobatan)
Surabaya Cerdas (Bantuan pendidikan dan beasiswa)
Surabaya Berdaya (Pemberdayaan ekonomi dan modal usaha)
Surabaya Sigap (Tanggap bencana dan bantuan kemanusiaan insidental)
Surabaya Berdakwah (Penguatan syiar dan dakwah)
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menjelaskan, "Lima pilar program ini adalah fokus utama kami dalam melayani mustahik. Melalui kolaborasi dengan dinas-dinas terkait di Pemkot Surabaya, seperti Dinas Kesehatan untuk program Surabaya Sehat atau Dinas Sosial untuk program Surabaya Berdaya, kita dapat menyalurkan dana ZIS-DSKL dengan data yang lebih akurat, tepat sasaran, dan memiliki dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi penerima manfaat."
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Anna Fajriatin, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. "Sinergi antara program Pemkot dan BAZNAS sangat krusial. Dengan data terpadu dan kerja sama operasional yang kuat, kita pastikan setiap rupiah dana zakat dan infak masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di Surabaya, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kemandirian ekonomi," tegasnya.
Kesepakatan kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya bersama BAZNAS dan Pemkot Surabaya untuk mewujudkan visi Kota Surabaya yang sejahtera dan berkeadilan. Diharapkan, melalui integrasi program ini, capaian penyaluran ZIS-DSKL dapat meningkat secara signifikan di sisa tahun 2025.
20-10-2025 | IMAM SYAFII

Ketua BAZNAS Kota Surabaya Hadiri Acara Executive Stakeholder Gathering
Surabaya — Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST, MM , menghadiri acara Executive Stakeholder Gathering yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Gedung Sawunggaling Lantai 6, Balai Kota Surabaya , pada Senin (13/10/2025) pukul 10.00–12.00 WIB.
Acara yang bertemakan “Merayakan Keberhasilan Kota Surabaya sebagai Satu-Satunya Kota dari Indonesia dalam Top 50 Bloomberg Mayors Challenge 2025 & Presentasi Final Proyek Prototyping Inovatif” ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya , pengusaha BUMN/BUMD , dan pemangku kepentingan masyarakat , termasuk BAZNAS Kota Surabaya .
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan sinergi lintas sektor dalam merayakan prestasi Surabaya di kancah internasional serta membangun komitmen bersama untuk terus menghadirkan inovasi bagi kemajuan kota.
Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah membantu Surabaya menjadi kota berinovasi tinggi.
“Keberhasilan ini bukan hanya milik Pemerintah Kota, tetapi hasil dari kolaborasi semua pihak yang telah membantu pemerintah, pengusaha, lembaga sosial, dan masyarakat. Inilah semangat gotong royong yang menjadi kekuatan Surabaya,” ujarnya.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam acara tersebut menjadi wujud dukungan terhadap semangat kolaboratif dan inovatif Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun kesejahteraan umat melalui pendekatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
13-10-2025 | Otnay
Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Pelatihan Uji Sertifikasi SKK Tukang Pasang Bata
Surabaya (15/12/25) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menyampaikan Bantuan Pelatihan Uji Sertifikasi SKK Tukang Pasang Bata Jenjang 1 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja sektor konstruksi.
Program ini ditujukan bagi para tukang bangunan yang berasal dari kalangan mustahik agar memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) resmi, sesuai standar nasional. Dengan sertifikasi tersebut, para peserta diharapkan memiliki peluang kerja yang lebih luas, pengakuan keahlian yang jelas, serta peningkatan pendapatan yang berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa pelatihan dan uji sertifikasi ini merupakan bagian dari program zakat produktif, yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
“BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan zakat yang berdampak. Melalui pelatihan uji sertifikasi SKK ini, kami ingin para tukang bangunan memiliki keahlian legalitas sehingga lebih profesional dan berdaya saing di dunia kerja,” ujarnya.
Pelatihan meliputi pembekalan teori, praktik pemasangan bata sesuai standar konstruksi, serta uji kompetensi yang dilakukan oleh asesor bersertifikat. Program ini juga sejalan dengan kebutuhan sektor konstruksi yang semakin menuntut tenaga kerja terampil dan tersertifikasi.
Sementara itu, perwakilan UPZ Disperinaker BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Kami berharap program ini dapat membantu para tukang bangunan di Surabaya naik kelas, memiliki kepercayaan diri, serta mampu bersaing di proyek-proyek formal yang mensyaratkan SKK,” jelasnya.
Para peserta menyambut program tersebut dengan baik karena dinilai sangat membantu. Selain mendapatkan pelatihan, mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti uji sertifikasi yang selama ini terkendala biaya.
Melalui program Bantuan Pelatihan Uji Sertifikasi SKK Tukang Pasang Bata Jenjang 1 ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, memperkuat ekonomi mustahik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Surabaya secara berkelanjutan.
16/12/2025 | Otnay

Serahkan 17 Rombong, Harapkan Kesejahteraan Mustahik Tambaksari Meningkat
SURABAYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya bersama Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya menyerahkan 17 rombong usaha kepada (mustahik) warga yang termasuk Keluarga Miskin (GAMIS) Kota Surabaya pada (26/11) bertempat di Pendopo Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya.
Rombong tersebut diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut senada disampaikan oleh Zulfikar Muhammad selaku Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kota Surabaya.
“Kami berharap apa yang kami berikan dapat memberikan kehidupan warga agar lebih sejahtera dan lebih baik untuk kedepannya. Maka kami mohon kepada warga yang telah menerima rombong ini untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya”. Ujar Zulfikar
Camat Tambaksari bapak Yudi Eko Handono, S.IP., M.IP turut hadir dan memberikan sambutan kepada warga. Ia menyampaikan dalam sambutannya bahwa dana yang dipergunakan untuk membuat rombong dan diberikan kepada warga adalah dana zakat dari para ASN Kota Surabaya.
“Dana yang digunakan ini adalah dana zakat dari para ASN se-Kota Surabaya dan diberikan kembali kepada warga kota Surabaya. Hal tersebut adalah bentuk ikhtiar para ASN untuk saling bergotong-royong dalam membantu warga yang membutuhkan’. Ujar Yudi
Warga yang menerima rombong tersebut akan berjualan berbagai macam makanan maupun minuman di seluruh wilayah Kecamatan Tambaksari.
26/11/2025 | Abraham Adimukti

Harapan Baru Bagi Keluarga Anak Penderita Skoliosis
Surabaya (BAZNAS News) – BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program bantuan kesehatan untuk mustahik. Kali ini, bantuan diberikan kepada Afifah Ramadhani (14 tahun), seorang anak penderita skoliosis yang beralamat di Wonorejo 2 No. 55, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.
Penyaluran bantuan berupa alat penyangga punggung (brace skoliosis) ini merupakan hasil usulan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Tegalsari setelah melakukan asesmen kondisi Afifah dan keluarganya. Proses penyaluran dilaksanakan langsung oleh tim BAZNAS Kota Surabaya yang terdiri dari Rizal Wahid (Staf Distribusi) dan Lisma Khumaida (Staf SDM dan Umum), bersama pihak stakeholder terkait, yaitu Kelurahan Wonorejo dan UPZ Kecamatan Tegalsari.
Bentuk Kepedulian Zakat untuk Kesehatan Anak
Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang dapat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas anak bila tidak ditangani secara tepat. Biaya pengobatan dan alat bantu untuk kondisi ini sering kali cukup tinggi dan tidak semua keluarga mampu memenuhinya.
Melihat hal tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan alat penyangga punggung khusus untuk Afifah agar dapat menunjang proses penyembuhan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarganya.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata dari dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS untuk menolong sesama. Zakat bukan hanya menyejahterakan dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan harapan dan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Rizal Wahid, Staf Distribusi BAZNAS Kota Surabaya, saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Afifah.
Sinergi Bersama UPZ dan Pemerintah Kelurahan
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada UPZ Kecamatan Tegalsari dan Kelurahan Wonorejo yang aktif berkoordinasi dalam mengusulkan dan memfasilitasi bantuan.Sinergi ini menjadi contoh konkret kolaborasi antara lembaga zakat, perangkat daerah, dan masyarakat dalam memastikan zakat tersalurkan secara tepat sasaran dan transparan.
Perwakilan Kelurahan Wonorejo turut menyampaikan dukungan terhadap kegiatan sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Surabaya.“Kami sangat berterima kasih karena kehadiran BAZNAS membantu warga kami yang membutuhkan. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu staf kelurahan saat mendampingi penyerahan bantuan.
Rasa Syukur dari Keluarga Penerima Bantuan
Kebahagiaan tampak jelas di wajah keluarga Afifah saat menerima alat penyangga punggung tersebut.Orang tua Afifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Surabaya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Surabaya, seluruh ASN Surabaya, dan BAZNAS Kota Surabaya atas bantuannya. Kami tidak menyangka anak kami bisa mendapatkan alat bantu ini. Semoga Allah membalas kebaikan dan perhatian semuanya,” ungkap orang tua Afifah dengan haru.
Bagi keluarga tersebut, bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan material, tetapi juga menjadi sumber semangat baru agar Afifah dapat menjalani pengobatan dengan lebih baik dan tetap bersekolah seperti anak-anak lainnya.
Bukti Amanah dan Akuntabilitas BAZNAS Surabaya
Program penyaluran bantuan kesehatan seperti ini menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Surabaya dalam mewujudkan visi Surabaya Peduli dan Berkeadilan Melalui Zakat.Melalui dana zakat, infak, dan sedekah dari para ASN Kota Surabaya serta masyarakat, BAZNAS terus menyalurkan berbagai bantuan — mulai dari alat kesehatan, sembako, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik.
“Setiap rupiah zakat yang disalurkan melalui BAZNAS kami pastikan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi penerima manfaat,” ujar Lisma Khumaida, Staf SDM dan Umum BAZNAS Kota Surabaya.Ia juga menambahkan bahwa setiap kegiatan penyaluran dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas, sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tata kelola lembaga zakat yang baik.
Zakat Menjadi Solusi Sosial Umat
Bantuan kepada Afifah menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan kesehatan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah, zakat tidak hanya menolong mereka yang kesulitan ekonomi, tetapi juga membantu mustahik yang menghadapi tantangan medis dan fisik.
BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat, terutama para muzaki dan dermawan, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya lebih luas dan terukur.
“Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan nyata seperti ini. Semakin banyak yang berzakat, semakin banyak pula yang terbantu,” tambah Rizal Wahid.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Bantuan alat penyangga punggung untuk Afifah diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kesembuhan dan masa depan yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana mewujudkan kasih sayang dan kepedulian antar sesama.
Melalui kerja sama yang erat antara BAZNAS Kota Surabaya, Pemerintah Kota, dan UPZ di setiap kecamatan, diharapkan semakin banyak warga yang merasakan manfaat zakat dan semakin kuat budaya tolong-menolong di Kota Surabaya.
04/11/2025 | Zul
Artikel Terbaru
Kontribusi Generasi Z terhadap Optimalisasi Penghimpunan Zakat
Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan pola perilaku masyarakat, optimalisasi penghimpunan zakat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pengelola zakat. Dalam konteks ini, Generasi Z muncul sebagai kelompok strategis yang memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong peningkatan penghimpunan zakat melalui pemanfaatan teknologi, kreativitas, dan kepedulian sosial yang tinggi. Karakter Generasi Z yang adaptif terhadap inovasi digital, aktif di media sosial, serta terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai memungkinkan mereka berperan sebagai agen edukasi, promosi, dan digitalisasi zakat. Oleh karena itu, kontribusi Generasi Z menjadi faktor penting dalam optimalisasi penghimpunan zakat agar lebih efektif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era modern.
Generasi Z dan Tantangan Zakat di Era Digital
Generasi Z memiliki peran strategis dalam pengumpulan zakat di era digital. Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi, Gen Z memiliki tingkat literasi digital yang tinggi serta kedekatan dengan media sosial, platform pembayaran digital, dan ekosistem ekonomi berbasis daring. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi lembaga zakat untuk meningkatkan penghimpunan zakat secara lebih efektif, transparan, dan menjangkau muzakki yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Peran Gen Z sebagai Agen Digitalisasi Zakat
Salah satu peran utama Generasi Z dalam pengumpulan zakat adalah sebagai agen digitalisasi zakat. Gen Z mampu memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Tik tok, dan X untuk menyebarkan edukasi zakat melalui konten kreatif, singkat, dan mudah dipahami. Dengan gaya komunikasi yang santai namun relevan, Gen Z dapat mengubah persepsi zakat yang sebelumnya dianggap kaku menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mendorong minat masyarakat untuk menunaikan zakat secara rutin.
Inovasi Metode Penghimpunan Zakat oleh Generasi Z
Selain itu, Generasi Z juga berperan sebagai penggerak inovasi dalam metode penghimpunan zakat. Mereka terbiasa menggunakan dompet digital, QRIS, dan aplikasi keuangan syariah, sehingga dapat mendorong optimalisasi kanal pembayaran zakat berbasis digital. Inovasi ini tidak hanya mempermudah muzaki dalam menunaikan zakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas lembaga zakat dalam proses pengelolaan dana.
Generasi Z sebagai Relawan dan Duta Zakat
Peran lainnya adalah sebagai relawan dan duta zakat di lingkungan sosialnya. Generasi Z cenderung memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kampanye zakat, penggalangan dana sosial, dan program filantropi Islam, Gen Z dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Kontribusi Strategis Gen Z terhadap Keberlanjutan Zakat
keterlibatan Generasi Z dalam pengumpulan zakat tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi menjadi faktor kunci dalam transformasi sistem zakat menuju arah yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. Optimalisasi peran Gen Z diharapkan mampu meningkatkan potensi zakat nasional serta memperkuat kontribusi zakat dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan umat.
09/01/2026 | Alfa
WUJUDKAN SENYUM ANAK YATIM DENGAN ZAKAT
Di balik senyum bening seorang anak yatim, kerap bersembunyi kisah panjang tentang kehilangan yang tak pernah mereka pilih. Usia yang seharusnya dipenuhi tawa justru dipaksa mengenal keterbatasan, kesunyian, dan perjuangan hidup lebih awal. Perginya sosok penopang bukan sekadar meninggalkan ruang kosong dalam keluarga, tetapi juga merenggut rasa aman dan kepastian masa depan.
Zakat, sebagai pilar kelima Islam, hadir sebagai titian kasih antara kelapangan dan kekurangan. Bagi anak yatim, zakat bukan sekadar angka yang berpindah tangan, melainkan sentuhan cinta yang menjelma senyum. Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini,” seraya merapatkan dua jarinya sebuah isyarat kedekatan yang abadi. Melalui zakat, harta disucikan, dan jiwa dipertautkan dengan pahala yang tak terputus.
Di tengah dunia yang kian digital, menunaikan zakat menjadi semakin mudah. Namun, kemudahan sejatinya harus disertai kesadaran akan makna. Zakat bukan tentang berkurangnya kepemilikan, melainkan bertambahnya keberkahan. Bukan semata nominal, melainkan jejak manfaat. Setiap rupiah yang ditunaikan dapat berubah menjadi lembaran buku, seragam sekolah, santapan bergizi, bahkan pelukan hangat yang menenangkan hati anak yatim yang lama merindukan perhatian.
Mewujudkan senyum anak yatim berarti menempatkan zakat sebagai jalan panjang, bukan persinggahan sesaat. Mereka tak hanya membutuhkan santunan, tetapi juga pendampingan yang menumbuhkan daya juang. Penguatan mental, spiritual, dan intelektual menjadi bekal agar mereka dapat melangkah sejajar dengan anak-anak lain. Di titik inilah lembaga zakat memegang peran penting: mengelola amanah umat dengan visi keberlanjutan dan pemberdayaan.
Lebih dari sekadar distribusi harta, zakat menumbuhkan empati sosial. Saat seorang muzakki menunaikannya, sejatinya ia sedang merajut ikatan kemanusiaan. Senyum yang terukir di wajah anak yatim hari ini adalah kesaksian bahwa zakat tak pernah berakhir sia-sia. Ia menjelma doa yang diam-diam menguatkan, menjadi semangat, dan menyalakan keyakinan bahwa dunia masih menyimpan kepedulian.
Menghadirkan senyum anak yatim berarti menghidupkan kembali harapan yang nyaris padam. Ia adalah investasi akhirat yang jejaknya nyata di dunia. Ketika zakat mengalir dari niat tulus dan dikelola secara amanah, senyum itu tak hanya singgah hari ini, tetapi turut meneguhkan masa depan yang lebih bercahaya. Jadikan zakat sebagai gerakan cinta yang berwujud, sebab di setiap senyum anak yatim yang terlahir, di sanalah keberkahan menemukan jalannya.
Islam membolehkan penyaluran zakat kepada anak yatim yang termasuk dalam golongan fakir dan miskin, sebagaimana ditegaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60. Syaratnya, mereka tidak memiliki wali yang mampu menanggung nafkah, atau berada dalam pengasuhan lembaga dengan keterbatasan dana. Ketika kebutuhan dasar telah tercukupi, zakat sebaiknya dialihkan agar tetap tepat sasaran dan memberi dampak yang lebih luas.
Berbagai program zakat telah mengubah ribuan kisah anak yatim di negeri ini. Senyum mereka saat menerima beasiswa atau bantuan pendidikan menjadi cermin tanggung jawab kolektif kita. Maka, mari menghadirkan lebih banyak kebahagiaan melalui zakat yang kita tunaikan. Sebab satu senyum anak yatim bernilai pahala surga, dan di sanalah cinta menemukan maknanya.
09/01/2026 | Ana
Peran BAZNAS Surabaya dalam Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen keuangan sosial dalam Islam yang memiliki dimensi ibadah dan sosial sekaligus. Secara kontekstual, zakat dipahami sebagai kewajiban harta yang harus dikeluarkan oleh setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima (mustahik), sedangkan infak dan sedekah bersifat sukarela sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas umat. Dalam perspektif ekonomi Islam, ZIS berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan untuk mengurangi ketimpangan sosial dan mendorong pemerataan kesejahteraan, sehingga keberadaannya tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Landasan normatif pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara kelembagaan ditegaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam QS. At-Taubah ayat 103 yang diperintahkan agar zakat diambil dari harta orang-orang yang mampu untuk menyucikan dan membersihkan harta mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat memerlukan peran lembaga atau otoritas yang mempunyai kewenangan untuk menghimpun dan menyalurkan zakat secara terorganisir. Selain itu, QS. At-Taubah ayat 60 menjelaskan secara tegas delapan golongan penerima zakat (asnaf), yang menjadi dasar bagi lembaga zakat, termasuk BAZNAS, dalam memastikan penyaluran dana ZIS dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariah.
Hadis Nabi Muhammad SAW juga memperkuat urgensi pengelolaan ZIS yang amanah dan profesional. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa zakat diambil dari orang-orang kaya dan dikembalikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Hadis ini menegaskan fungsi zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan tanggung jawab kolektif umat Islam. Sementara itu, anjuran untuk memperbanyak infak dan sedekah tercermin dalam hadis yang menyatakan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, malah mendatangkan keberkahan. Hal ini menjadi landasan moral bagi upaya optimalisasi penghimpunan ZIS melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Dalam konteks pengelolaan modern, ZIS menuntut penerapan prinsip tata kelola yang baik, meliputi transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme amil zakat. Prinsip-prinsip tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban lembaga pengelola zakat, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Oleh karena itu, peran BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan sebagai lembaga yang mengemban amanah syariah dalam mengoptimalkan fungsi sosial dan ekonomi zakat, infak, dan sedekah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
09/01/2026 | Ananda
BAZNAS TV
Langkah baru Jian Asyagaf - Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Kota Surabaya
Penulis: Abraham Adimukti
Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Mustahik di Sumberrejo Pakal
Penulis: Abraham Adimukti




