WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

Silaturahim dan Buka Bersama Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya Perkuat Ukhuwah di Bulan Ramadhan
Silaturahim dan Buka Bersama Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya Perkuat Ukhuwah di Bulan Ramadhan
Surabaya, 8 Maret 2026 – Dalam suasana penuh kehangatan di bulan suci Ramadhan, Unit Muallaf Center dari BAZNAS Kota Surabaya menggelar kegiatan Silaturahim dan Buka Puasa Bersama yang diikuti oleh para muallaf binaan. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat pembinaan spiritual bagi para muallaf di Kota Surabaya. (08/03) Acara yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., bersama Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya, Drs. Ec. H. Abd. Halim AF, M.E. Turut hadir pula para pengurus Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya serta sekitar 50 orang muallaf yang selama ini menjadi bagian dari program pembinaan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah menyampaikan bahwa kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen BAZNAS dalam mendampingi para muallaf agar semakin mantap dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. “Muallaf merupakan bagian dari keluarga besar umat Islam yang perlu kita perkuat dari sisi keimanan, kebersamaan, dan kemandirian. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun rasa persaudaraan serta memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para muallaf,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya Drs. Ec. H. Abd. Halim AF, M.E. menambahkan bahwa Muallaf Center memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan berkelanjutan, baik melalui kajian keislaman, pendampingan, maupun program pemberdayaan ekonomi. “BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan para muallaf mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka semakin kuat dalam akidah serta mampu mandiri secara sosial dan ekonomi,” jelasnya. Kegiatan silaturahim ini diisi dengan tausiyah keislaman, sesi berbagi pengalaman para muallaf, doa bersama, pemberian paket sembako serta ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat rasa persaudaraan di antara para peserta. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap para muallaf semakin merasa diterima, diperhatikan, dan mendapatkan dukungan dalam menjalani perjalanan spiritualnya, sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
08/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya dan Kejari Tanjung Perak Teken MoU Penguatan Pengelolaan ZIS
BAZNAS Surabaya dan Kejari Tanjung Perak Teken MoU Penguatan Pengelolaan ZIS
Surabaya, 5 Maret 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan tersebut digelar di Hotel Khas Ampel Surabaya, Rabu (5/3). Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya serta jajaran pimpinan dan pegawai Kejari Tanjung Perak Surabaya. Turut hadir pula perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya, Ibu Evi, serta para penerima manfaat bantuan sosial. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariah serta regulasi negara. “Dengan adanya MoU ini merupakan langkah komitmen kami dalam pengelolaan ZIS dengan prinsip 3 Aman, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa selama periode kepemimpinan saat ini, BAZNAS Kota Surabaya terus melakukan berbagai percepatan dalam penguatan kelembagaan. “Dalam perjalanan periode pertama ini kami banyak melakukan percepatan, baik dari sistem penguatan kelembagaan maupun peningkatan kompetensi pimpinan dan amil pelaksana yang telah tersertifikasi,” tambahnya. Melalui kerja sama ini diharapkan sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya dan Kejari Tanjung Perak dapat semakin memperkuat tata kelola zakat yang akuntabel serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Kejari Tanjung Perak Nyatakan Komitmen Berzakat Melalui BAZNAS Surabaya
Kejari Tanjung Perak Nyatakan Komitmen Berzakat Melalui BAZNAS Surabaya
Surabaya, 5 Maret 2026 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya menyatakan komitmennya untuk menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua lembaga yang digelar di Hotel Khas Ampel Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf Kejari Tanjung Perak Surabaya serta pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya. Turut hadir pula perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya dan masyarakat penerima manfaat program sosial. Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Darwis Burhansyah, S.H., M.H., dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pegawai untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat. “Saya sampaikan kepada seluruh staf, jika ingin masuk surga maka kita harus merapat kepada BAZNAS Kota Surabaya,” ujarnya. Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga yang memiliki kredibilitas serta sistem pengelolaan zakat yang terpercaya dan profesional. Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh pegawai di lingkungan Kejari Tanjung Perak untuk turut berpartisipasi dalam gerakan zakat melalui BAZNAS. Dengan adanya komitmen ini, diharapkan potensi zakat dari kalangan aparatur negara dapat semakin optimal dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung program pemberdayaan ekonomi umat di Kota Surabaya.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Agenda Pimpinan

BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H yang Digelar Kemenag Kota Surabaya
BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H yang Digelar Kemenag Kota Surabaya
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya menghadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyamakan visi dan misi antar lembaga pengelola zakat di Kota Surabaya. Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan lembaga zakat lainnya. Selain BAZNAS, Kemenag Kota Surabaya juga mengundang seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang beroperasi di Surabaya guna membangun kolaborasi yang terstruktur dan terintegrasi. Kepala Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pertemuan koordinatif yang dilakukan secara berkelanjutan. “Tentu pertemuan ini harus sering dilakukan guna untuk menyamakan visi dan misi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah untuk bisa didistribusikan secara tepat sasaran serta mengutamakan mustahik dari warga Kota Surabaya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum puncak dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS, sehingga diperlukan komunikasi dan koordinasi yang solid antar lembaga agar tidak terjadi tumpang tindih program serta dapat menjangkau mustahik secara lebih merata. Sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas, di akhir acara BAZNAS Kota Surabaya menyerahkan Laporan Keuangan dan Kinerja Tahun 2025 kepada Kepala Kemenag Kota Surabaya. Penyerahan laporan tersebut menjadi wujud pertanggungjawaban atas pengelolaan dana ZIS sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga. Melalui Rapat Koordinasi Kegiatan Ramadhan 1447 H ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah dalam menyukseskan program Ramadhan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Sinergi antara regulator dan lembaga pengelola zakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola ZIS yang profesional serta berdampak nyata bagi masyarakat Surabaya.

26-02-2026 | Humas Baznas Surabaya

Sinergi Kuat! BAZNAS dan Dispendik Surabaya Kolaborasi Maksimal, Dana Zakat Dioptimalkan untuk Bantuan Pendidikan
Sinergi Kuat! BAZNAS dan Dispendik Surabaya Kolaborasi Maksimal, Dana Zakat Dioptimalkan untuk Bantuan Pendidikan
SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi strategis untuk menindaklanjuti hasil rapat bersama Asisten Pemerintahan Kota Surabaya yang telah dilaksanakan pada Jumat lalu. Pertemuan ini fokus pada penguatan kolaborasi intervensi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan BAZNAS Kota Surabaya, khususnya dalam sektor pendidikan. Rapat penting ini diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Oktober 2025 bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya. Dari BAZNAS Kota Surabaya, hadir langsung Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., sementara Dinas Pendidikan Kota Surabaya diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas langkah-langkah konkret untuk menyinergikan program bantuan pendidikan yang dikelola oleh masing-masing institusi. Tujuan utamanya adalah memastikan dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dapat tersalurkan secara maksimal, tepat sasaran, dan terintegrasi dengan program-program pendidikan Pemkot Surabaya. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung penuh visi Pemkot Surabaya di bidang pendidikan. "Kami menyambut baik sinergi ini. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, insyaallah program bantuan pendidikan BAZNAS akan lebih terarah dan dampaknya akan lebih besar dalam membantu pelajar dari keluarga kurang mampu di Surabaya. Kami akan memastikan dana zakat umat ini benar-benar menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan," ujar H. Moch. Hamzah. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M., mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Kota Surabaya dalam menindaklanjuti hasil rapat bersama Asisten Pemerintahan. "Dinas Pendidikan siap berkolaborasi penuh. Data dan informasi yang kami miliki dapat menjadi landasan bagi BAZNAS untuk menyusun program bantuan yang paling dibutuhkan oleh siswa-siswi kita. Komitmen bersama ini adalah kunci untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak, tanpa terhalang kendala ekonomi," tegas Ir. Yusuf Masruh. Rapat ini menyepakati bahwa kedepannya BAZNAS dan Dinas Pendidikan akan berkomitmen Bersama untuk memaksimalkan program bantuan pendidkan dengan menggunakan dana zakat yang terkumpul, meliputi beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga bantuan pendukung lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara lembaga amil zakat dan pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

22-10-2025 | IMAM SYAFII

BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Tanggap Bencana
BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Tanggap Bencana
Surabaya, 21 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mengadakan pertemuan penting dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pada Senin, 20 Oktober 2025. Pertemuan yang berlokasi di Kantor BPBD, Jl. Jemursari Tim. II No. 2, Surabaya, ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kota Surabaya. Dari pihak BAZNAS, rapat dihadiri langsung oleh Ketua BTB, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, yang memimpin diskusi mengenai rencana sinergi program. Sementara itu, BPBD Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dengan menerima kunjungan tersebut dan diwakili langsung oleh Kepala BPBD Kota Surabaya. Ketua BTB BAZNAS Kota Surabaya, Drs. Ec. H. Abd Halim AF, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara kedua lembaga sangat krusial untuk memastikan respon bencana yang cepat dan terstruktur. "Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari peran aktif BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam isu kemanusiaan dan kebencanaan. Kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang intens dengan BPBD," ujarnya. Dalam waktu dekat, sebagai langkah awal dari kolaborasi ini, BTB BAZNAS Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya merencanakan penyelenggaraan Pelatihan Tanggap Bencana yang ditujukan bagi para relawan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kepala BPBD Kota Surabaya menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menyatakan dukungannya penuh. "Sinergi antara BPBD dan BAZNAS, melalui tim BTB-nya, akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan mitigasi dan respon bencana di masyarakat. Pelatihan relawan yang akan kita selenggarakan bersama adalah langkah konkret yang sangat kami apresiasi," tuturnya. Diharapkan, kolaborasi yang terjalin ini dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu, efektif, dan komprehensif di Kota Surabaya.

21-10-2025 | IMAM SYAFII

Berita Pendistribusian

BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Sembako untuk Dhuafa di Kota Surabaya
BAZNAS Surabaya Salurkan Bantuan Sembako untuk Dhuafa di Kota Surabaya
Surabaya, 5 Maret 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyalurkan bantuan sembako kepada warga dhuafa Kota Surabaya dalam kegiatan sosial yang digelar di Hotel Khas Ampel Surabaya, Rabu (5/3). Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya, jajaran Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya, serta para penerima manfaat bantuan sembako. Perwakilan Bapemkesra Kota Surabaya, Ibu Evi, menyampaikan apresiasinya terhadap peran BAZNAS Kota Surabaya yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Sejak berdirinya BAZNAS Surabaya ini sangat membantu bagi kami, terutama dalam beberapa kegiatan sosial yang tidak tercover oleh anggaran APBN,” ungkapnya. Melalui penyaluran bantuan sembako ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dhuafa sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Surabaya terus disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
Penyaluran Bantuan Kursi Roda di Kecamatan Dukuh Kupang
Penyaluran Bantuan Kursi Roda di Kecamatan Dukuh Kupang
Surabaya 25 Febuari 2026 BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kursi roda kepada mustahiq di wilayah Kecamatan Dukuh Kupang, Kota Surabaya. Program ini merupakan bagian dari optimalisasi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS serta kelurahan guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kursi roda tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup mustahiq. Penerima manfaat beserta keluarga menyambut bantuan ini dengan penuh rasa syukur. Mereka mengungkapkan bahwa keberadaan kursi roda sangat membantu mobilitas yang sebelumnya terbatas, terutama untuk aktivitas harian di rumah maupun lingkungan sekitar. Melalui program-program sosial dan pemberdayaan yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak mustahiq yang merasakan manfaatnya.
26/02/2026 | M. Juan
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Zakat Tunai Kecamatan Dukuh Pakis
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Zakat Tunai Kecamatan Dukuh Pakis
Surabaya 25 Febuari 2026 BAZNAS Kota Surabaya kembali menyalurkan bantuan zakat tunai kepada mustahiq di wilayah Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran zakat tunai dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS serta perwakilan dari kelurahan kepada penerima manfaat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahiq, meringankan beban ekonomi, serta memberikan dukungan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku bantuan zakat tunai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui berbagai program pendistribusian dan pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu dan diberdayakan.
26/02/2026 | M. Juan

Artikel Terbaru

Momentum Transformasi Spiritual dan Penguatan Kepedulian Sosial Berkelanjutan di Bulan Syawal bersama BAZNAS Surabaya
Momentum Transformasi Spiritual dan Penguatan Kepedulian Sosial Berkelanjutan di Bulan Syawal bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Syawal menempati posisi yang istimewa dalam kalender Islam karena menjadi fase lanjutan setelah Ramadhan. Jika Ramadhan dipahami sebagai masa pembinaan spiritual yang intens, maka Syawal merupakan ruang implementasi dari nilai-nilai yang telah ditanamkan selama sebulan penuh. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan, tetapi juga sebagai titik awal untuk menjaga kesinambungan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara makna, Syawal sering diartikan sebagai peningkatan atau kenaikan derajat. Pemaknaan ini memberikan pesan bahwa setiap Muslim diharapkan tidak kembali pada kebiasaan lama setelah Ramadhan berakhir. Sebaliknya, terdapat dorongan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial yang telah dilatih selama Ramadhan perlu terus dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Syawal adalah puasa enam hari. Ibadah ini tidak hanya memiliki nilai pahala yang besar, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter. Melalui puasa Syawal, individu dilatih untuk tetap konsisten dalam beribadah, menjaga pengendalian diri, serta memperkuat komitmen spiritual. Dalam konteks kehidupan modern, latihan semacam ini menjadi penting karena manusia dihadapkan pada berbagai godaan yang dapat melemahkan integritas diri. Selain aspek ibadah personal, Syawal juga erat kaitannya dengan penguatan hubungan sosial. Tradisi saling berkunjung dan halal bihalal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Momentum ini membuka ruang untuk memperbaiki hubungan yang renggang, menghapus kesalahpahaman, serta mempererat tali persaudaraan. Dengan demikian, Syawal berperan sebagai sarana rekonsiliasi sosial yang mampu menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat. Dalam perspektif yang lebih luas, Syawal juga memiliki relevansi kuat dengan penguatan nilai-nilai filantropi Islam. Setelah umat Muslim menunaikan zakat fitrah pada akhir Ramadhan, semangat berbagi seharusnya tidak berhenti begitu saja. Justru, Syawal menjadi waktu yang tepat untuk memperluas praktik kedermawanan melalui zakat, infak, dan sedekah secara berkelanjutan. Hal ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Peran lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS menjadi sangat strategis dalam konteks ini. Melalui berbagai program yang dirancang secara sistematis, zakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian, sehingga pada akhirnya dapat bertransformasi dari penerima zakat menjadi pihak yang turut berkontribusi. Lebih jauh, nilai-nilai yang terkandung dalam Syawal dapat dijadikan sebagai landasan dalam pembangunan sosial. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan merupakan elemen penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berdaya. Ketika nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara kolektif, maka akan terbentuk sistem sosial yang saling mendukung dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Dengan demikian, Syawal tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari rangkaian ibadah Ramadhan. Sebaliknya, bulan ini merupakan momentum untuk melakukan refleksi sekaligus aksi nyata dalam kehidupan sosial. Setiap individu memiliki peran untuk menjaga kualitas ibadah, memperkuat hubungan antarsesama, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat luas.Sebagai penutup, penting bagi kita untuk menjadikan Syawal sebagai awal dari perjalanan baru dalam meningkatkan kualitas diri dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Konsistensi dalam beribadah, semangat berbagi, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial merupakan bentuk nyata dari keberhasilan menjalani Ramadhan. Dengan cara ini, nilai-nilai spiritual tidak hanya berhenti sebagai pengalaman sementara, tetapi benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup yang memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas.
02/04/2026 | Azizah
Merajut Kebaikan di Bulan Syawal Bersama BAZNAS Surabaya
Merajut Kebaikan di Bulan Syawal Bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Syawal merupakan momentum istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh. Syawal tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan, tetapi juga sebagai titik awal untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan, seperti kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus dihidupkan, terutama melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi sesama. Di sinilah peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya menjadi sangat penting sebagai lembaga yang menjembatani semangat berbagi umat dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya terus berupaya merajut kebaikan di bulan Syawal dengan menghadirkan berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Setelah Ramadan yang identik dengan peningkatan penghimpunan zakat, Syawal menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan penyaluran dana tersebut secara tepat sasaran. Melalui program-program unggulan seperti bantuan pendidikan, santunan bagi dhuafa, pemberdayaan ekonomi umat, hingga layanan kesehatan, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, BAZNAS Surabaya juga mengedepankan pendekatan pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi. Program pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengentaskan kemiskinan. Semangat Syawal yang identik dengan kebersamaan dan saling memaafkan menjadi landasan kuat untuk membangun kembali harapan dan optimisme masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga ??????? mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun, termasuk di bulan Syawal. Kesadaran bahwa berbagi adalah kebutuhan spiritual sekaligus sosial perlu terus ditanamkan agar tercipta ekosistem kebaikan yang berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat yang semakin luas, program-program yang dijalankan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memberikan dampak yang lebih signifikan. Pada akhirnya, merajut kebaikan di bulan Syawal bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. BAZNAS K Surabaya hadir sebagai fasilitator yang mengelola amanah umat secara profesional dan transparan, sehingga setiap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat yang maksimal. Dengan menjaga semangat Ramadan dan mengaktualisasikannya di bulan Syawal, diharapkan nilai-nilai kebaikan dapat terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan masyarakat Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan.
02/04/2026 | Fia
Bulan Syawal: Momentum Kemenangan dan Refleksi Diri
Bulan Syawal: Momentum Kemenangan dan Refleksi Diri
Bulan Syawal merupakan salah satu momen penting dalam kalender Hijriyah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Kehadirannya menandai berakhirnya bulan Ramadan, yaitu bulan penuh ibadah, pengendalian diri, dan peningkatan spiritualitas. Syawal tidak hanya dipahami sebagai bulan perayaan, tetapi juga sebagai simbol kemenangan setelah umat Islam berhasil menjalani berbagai ujian selama Ramadan. Hari pertama di bulan Syawal dirayakan sebagai Hari Raya Idulfitri. Perayaan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ungkapan syukur atas keberhasilan dalam menunaikan ibadah puasa. Idulfitri juga dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada fitrah, yaitu keadaan suci dan bersih dari dosa. Oleh karena itu, tradisi saling memaafkan menjadi bagian yang sangat penting, karena mencerminkan upaya untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. Makna kemenangan dalam bulan Syawal tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah. Kemenangan sejati adalah ketika seseorang mampu mengendalikan hawa nafsu, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas keimanan. Nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan seharusnya tidak berhenti begitu saja, melainkan terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Syawal menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik seperti salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan berbagi kepada sesama. Selain itu, bulan Syawal juga menjadi momentum refleksi diri. Umat Islam diajak untuk mengevaluasi sejauh mana perubahan yang telah dicapai selama Ramadan. Refleksi ini penting agar seseorang dapat memahami kekurangan yang masih ada dan berusaha memperbaikinya. Dengan demikian, Syawal bukan hanya tentang merayakan kemenangan, tetapi juga tentang merencanakan langkah ke depan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa enam hari. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, karena dapat menyempurnakan pahala puasa Ramadan. Lebih dari itu, puasa Syawal juga melatih konsistensi dalam beribadah serta menunjukkan bahwa semangat spiritual tidak berhenti setelah Ramadan berakhir. Di sisi sosial, Syawal identik dengan tradisi silaturahmi. Masyarakat saling berkunjung, mempererat hubungan kekeluargaan, dan membangun kembali kebersamaan. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan penuh empati. Dalam konteks yang lebih luas, silaturahmi juga dapat memperkuat solidaritas dan rasa persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Namun, tantangan terbesar setelah Ramadan adalah menjaga konsistensi dalam kebaikan. Tidak sedikit orang yang kembali pada kebiasaan lama setelah bulan suci berakhir. Oleh karena itu, Syawal seharusnya dijadikan sebagai awal baru untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Dengan demikian, bulan Syawal bukan hanya sekadar bulan perayaan, tetapi juga momentum kemenangan dan refleksi diri. Ia mengajarkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari selesainya ibadah Ramadan, tetapi dari kemampuan untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman ini, diharapkan setiap individu dapat menjadikan Syawal sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.
02/04/2026 | Caca

BAZNAS TV