13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
21/09/2026 | Penulis: Anin - Magang
13 Program Prioritas BAZNAS
Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang bagaimana dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan yang terarah, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung masyarakat agar lebih mandiri.
Untuk memperkuat peran tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan 13 Program Prioritas untuk periode 2026–2031. Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hunian, ekonomi, lingkungan, hingga tanggap bencana.
Mengenal 13 Program Prioritas BAZNAS
1. BAZNAS Siaga Kemiskinan
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi miskin dan rentan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendapatkan dukungan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
2. BAZNAS Tanggap Bencana
Program ini memberikan respons kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana, mulai dari bantuan darurat hingga dukungan dalam proses pemulihan.
3. Beasiswa Cendekia BAZNAS
Pendidikan menjadi salah satu fokus melalui pemberian dukungan biaya pendidikan, perlengkapan belajar, serta pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan.
4. Rumah Sehat & Kartu Sehat BAZNAS
Program ini berfokus pada peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui fasilitas dan bantuan kesehatan bagi mustahik.
5. Rumah Layak Huni BAZNAS
Kondisi tempat tinggal turut memengaruhi kualitas hidup. Program ini mendukung perbaikan rumah yang tidak layak agar menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
6. Bantuan Permodalan BAZNAS Berbasis Masjid dan Majelis Taklim
Program ini diarahkan untuk mendukung pelaku usaha mikro melalui bantuan permodalan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
7. Rumah Terang BAZNAS
Program ini membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap penerangan dan listrik, terutama di wilayah yang belum terjangkau secara memadai.
8. BAZNAS Balai Ternak
Melalui program ini, BAZNAS mendorong pemberdayaan peternak melalui bantuan bibit ternak, sarana pendukung, serta pendampingan agar dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.
9. Lumbung Pangan BAZNAS
Program ini mendukung petani mustahik melalui penguatan sektor pertanian, pendampingan, dan bantuan usaha untuk turut memperkuat ketahanan pangan.
10. Mualaf Center BAZNAS
Tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, program ini juga memberikan pendampingan serta dukungan sosial dan ekonomi bagi para mualaf.
11. Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS
Program ini berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah serta pesantren yang membutuhkan. Salah satu implementasinya pada 2026 adalah Program Pesantren Nyaman Belajar yang menjangkau 700 pesantren dengan dukungan dana Rp17,5 miliar.
12. Air Bersih BAZNAS
Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar. Program ini membantu menyediakan infrastruktur dan distribusi air bagi masyarakat yang menghadapi kekeringan atau krisis air.
13. Bank Sampah BAZNAS
Program ini menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi.
Dari Bantuan Menuju Kemandirian
Ke-13 program tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek. Beberapa program juga berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, serta lingkungan.
BAZNAS menyebut 13 program prioritas tersebut sebagai bagian dari arah pengelolaan zakat periode 2026–2031, dengan salah satu fokus besarnya adalah mendukung penanggulangan dan pengentasan kemiskinan.
Dengan adanya program yang mencakup berbagai aspek kehidupan, zakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik. Dari bantuan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan ekonomi, setiap program menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, zakat bukan sekadar dana yang berpindah dari muzaki kepada mustahik. Dengan pengelolaan yang amanah, terarah, dan bertanggung jawab, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun kemandirian.
Artikel Lainnya
KETIKA LAYANAN KESEHATAN BERJALAN BERSAMA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Transformasi Program Zakat Produktif BAZNAS untuk Kemandirian Mustahik
Mengapa Hunian Layak Juga Menjadi Bagian dari Kepedulian Zakat?
Bukan Hanya Tentang Nominal: Melihat Arti Zakat dari Sisi Penerima Manfaat
Bagaimana Teknologi Memudahkan Masyarakat Menunaikan Zakat?
Saat Harga Kebutuhan Terus Bergerak, Haruskah Zakat Menjadi Bagian dari Solusi?
Zakat untuk Hunian Layak: Ketika Bantuan Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
Di Tengah Perubahan Zaman, Zakat Tetap Menemukan Jalannya
MENGUATKAN MODAL SOSIAL MELALUI GERAKAN ZAKAT DAN SEDEKAH
Mengapa Kolaborasi Menjadi Bagian Penting dari Program Sosial?
Menguatkan NTT melalui Kepedulian: Semangat Kemanusiaan BAZNAS untuk Sesama
MERANCANG MASA DEPAN UMAT MELALUI PENGELOLAAN ZAKAT YANG BERDAMPAK
KETIKA KEPEDULIAN HARUS BENAR-BENAR SAMPAI KEPADA MASYARAKAT
Strategi BAZNAS Memperluas Akses Ekonomi Syariah bagi Usaha Mikro
BUKAN SEKEDAR BANTUAN, BAZNAS MENJANGKAU KELUARGA DARI RUMAH KE RUMAH

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →