Bagaimana Teknologi Memudahkan Masyarakat Menunaikan Zakat?
21/09/2026 | Penulis: Sabrina - Magang
Zakat di Era Digital
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam melakukan transaksi keuangan. Kehadiran layanan digital membuat berbagai kebutuhan dapat dilakukan dengan lebih praktis dan mudah diakses. Hal ini juga dapat dimanfaatkan dalam menunaikan zakat. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin beragam, teknologi dapat menjadi sarana untuk memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, menghitung, hingga melakukan pembayaran zakat. Bagi masyarakat Kota Surabaya, perkembangan layanan digital juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses layanan zakat yang lebih mudah.
Zakat di Era Digital
Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membutuhkan informasi dan layanan yang dapat membantu proses menunaikan zakat dengan baik. Zakat di era digital menunjukkan adanya pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung dalam pengelolaan zakat. Masyarakat dapat memanfaatkan perangkat digital untuk memperoleh informasi mengenai zakat serta menggunakan berbagai kanal pembayaran yang disediakan oleh lembaga pengelola zakat.
Digitalisasi tidak mengubah ketentuan mengenai zakat, tetapi memberikan kemudahan dari sisi akses dan layanan. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi salah satu sarana yang membantu masyarakat menunaikan zakat di tengah perkembangan kebiasaan transaksi secara digital.
Kemudahan Menghitung Zakat
Sebelum menunaikan zakat, masyarakat perlu mengetahui kewajiban zakat yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis dan ketentuannya. Teknologi dapat membantu proses tersebut melalui layanan kalkulator zakat. Kalkulator zakat dapat digunakan untuk membantu masyarakat memperkirakan nominal zakat berdasarkan informasi yang dimasukkan. Fitur semacam ini membuat proses penghitungan menjadi lebih praktis dan membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai jumlah zakat yang perlu ditunaikan. Namun, penggunaan kalkulator digital tetap perlu disertai pemahaman mengenai ketentuan zakat. Apabila terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil atau lembaga pengelola zakat.
Pembayaran Zakat Semakin Praktis
Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam zakat adalah tersedianya layanan pembayaran secara digital. Masyarakat tidak selalu harus datang langsung ke kantor lembaga zakat untuk menunaikan kewajibannya. Melalui kanal pembayaran yang tersedia, pembayaran zakat dapat dilakukan menggunakan berbagai metode transaksi digital. Kemudahan tersebut dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau lebih terbiasa menggunakan layanan pembayaran secara nontunai.
Kemudahan pembayaran juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap keamanan transaksi. Masyarakat sebaiknya memastikan bahwa pembayaran dilakukan melalui kanal resmi lembaga pengelola zakat agar dana dapat tercatat dan dikelola sesuai ketentuan.
Digitalisasi dalam Pengelolaan Zakat di BAZNAS Kota Surabaya
Pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan pembayaran zakat oleh masyarakat. Digitalisasi juga dapat mendukung proses administrasi dan pengelolaan zakat di lembaga. BAZNAS Kota Surabaya telah mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat, salah satunya melalui E-Dashboard. Sistem tersebut digunakan untuk membantu proses monitoring dan administrasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan internal dapat membantu lembaga dalam mengelola informasi secara lebih terstruktur. Dengan dukungan teknologi, proses administrasi dan monitoring dapat dilakukan dengan lebih mudah sehingga dapat mendukung pelayanan kepada muzaki dan mustahik.
Teknologi sebagai Sarana, Zakat Tetap pada Ketentuannya
Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam menunaikan zakat. Masyarakat dapat memperoleh informasi, melakukan penghitungan, dan menggunakan layanan pembayaran secara lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu berjalan sesuai dengan ketentuan zakat. Teknologi pada dasarnya merupakan sarana yang membantu proses pelayanan, sedangkan ketentuan mengenai siapa yang wajib membayar, jenis zakat, perhitungan, dan penerima zakat tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, masyarakat dapat memperoleh akses layanan zakat yang lebih mudah sekaligus tetap memperhatikan ketentuan dalam pelaksanaannya. Digitalisasi pun dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengelolaan zakat yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Artikel Lainnya
KETIKA KEPEDULIAN HARUS BENAR-BENAR SAMPAI KEPADA MASYARAKAT
Zakat untuk Hunian Layak: Ketika Bantuan Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
KETIKA BIAYA TAK LAGI JADI PENGHALANG, ZAKAT BANTU ANAK TERUS SEKOLAH
Menguatkan NTT melalui Kepedulian: Semangat Kemanusiaan BAZNAS untuk Sesama
ZIS Bukan Sekadar Memberi, Ada Manfaat yang Terus Berjalan
Mengapa Hunian Layak Juga Menjadi Bagian dari Kepedulian Zakat?
MERANCANG MASA DEPAN UMAT MELALUI PENGELOLAAN ZAKAT YANG BERDAMPAK
Strategi BAZNAS Memperluas Akses Ekonomi Syariah bagi Usaha Mikro
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
BUKAN SEKEDAR BANTUAN, BAZNAS MENJANGKAU KELUARGA DARI RUMAH KE RUMAH
Transformasi Program Zakat Produktif BAZNAS untuk Kemandirian Mustahik
KETIKA LAYANAN KESEHATAN BERJALAN BERSAMA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Di Tengah Perubahan Zaman, Zakat Tetap Menemukan Jalannya
Mengapa Transparansi Penting dalam Pengelolaan Dana Zakat?
Mengapa Kolaborasi Menjadi Bagian Penting dari Program Sosial?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →