Mengapa Kolaborasi Menjadi Bagian Penting dari Program Sosial?
21/09/2026 | Penulis: Putri - Magang
Saat Kepedulian Bergerak Bersama
Program sosial sering kali identik dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, di balik sebuah program, ada banyak pihak yang dapat mengambil peran. Ketika peran tersebut dipertemukan, sebuah kepedulian tidak lagi berjalan sendiri, tetapi dapat berkembang menjadi kerja bersama yang lebih terarah.
Hal tersebut juga terlihat dalam berbagai kegiatan BAZNAS Kota Surabaya. Dalam menjalankan program sosial, BAZNAS tidak hanya berperan dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS, tetapi juga membangun kerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan kebutuhan program.
Salah satu contohnya terlihat dalam pelaksanaan Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana) pada September 2026. BAZNAS Kota Surabaya berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Bunda PAUD Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Program tersebut diikuti oleh 156 calon penerima dengan dua jalur pendidikan, yaitu RPL S1 PG PAUD dan Program Reguler S1 Sistem Informasi.
Dari contoh tersebut, kolaborasi bukan hanya berarti mengumpulkan banyak pihak dalam satu kegiatan. Setiap pihak dapat memiliki peran yang berbeda sesuai dengan bidangnya. Lembaga pengelola dana memiliki peran dalam pengelolaan ZIS, sementara lembaga pendidikan dapat mendukung dari sisi proses pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan.
Kerja sama dengan pihak lain juga dapat ditemukan dalam program sosial BAZNAS Surabaya di bidang yang berbeda. Pada program perbaikan rumah tidak layak huni, misalnya, BAZNAS Surabaya turut mendukung program Pemerintah Kota Surabaya. Kontribusi tersebut bahkan mendapat apresiasi melalui piagam penghargaan pada Agustus 2026.
Kepedulian Tidak Harus Berjalan Sendiri
Kolaborasi menjadi penting karena persoalan sosial tidak selalu dapat diselesaikan dari satu sisi. Kebutuhan masyarakat dapat berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, ekonomi, maupun kondisi darurat. Karena itu, keterlibatan pihak yang memiliki sumber daya dan keahlian berbeda dapat menjadi bagian dari proses menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan.
Bagi masyarakat, kolaborasi juga menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan bersama-sama. Tidak harus selalu dalam bentuk bantuan yang besar. Dukungan dapat hadir melalui lembaga pendidikan, pemerintah, organisasi, komunitas, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.
Pada akhirnya, kolaborasi program sosial bukan sekadar tentang banyaknya pihak yang terlibat. Yang lebih penting adalah bagaimana berbagai peran tersebut dapat berjalan secara terarah untuk mendukung tujuan program. Dari sana, kepedulian yang awalnya datang dari satu pihak dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Artikel Lainnya
Bagaimana Teknologi Memudahkan Masyarakat Menunaikan Zakat?
KETIKA KEPEDULIAN HARUS BENAR-BENAR SAMPAI KEPADA MASYARAKAT
Di Tengah Perubahan Zaman, Zakat Tetap Menemukan Jalannya
Zakat untuk Hunian Layak: Ketika Bantuan Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
MENGUATKAN MODAL SOSIAL MELALUI GERAKAN ZAKAT DAN SEDEKAH
KETIKA LAYANAN KESEHATAN BERJALAN BERSAMA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
MERANCANG MASA DEPAN UMAT MELALUI PENGELOLAAN ZAKAT YANG BERDAMPAK
ZIS Bukan Sekadar Memberi, Ada Manfaat yang Terus Berjalan
Transformasi Program Zakat Produktif BAZNAS untuk Kemandirian Mustahik
Saat Harga Kebutuhan Terus Bergerak, Haruskah Zakat Menjadi Bagian dari Solusi?
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Mengapa Hunian Layak Juga Menjadi Bagian dari Kepedulian Zakat?
Strategi BAZNAS Memperluas Akses Ekonomi Syariah bagi Usaha Mikro
Bukan Hanya Tentang Nominal: Melihat Arti Zakat dari Sisi Penerima Manfaat
Kenapa Zakat Punya Banyak Jalur Penyaluran? Mengenal Lima Pilar Program BAZNAS Surabaya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →