Fidyah: Solusi Syariat bagi yang Berhalangan Puasa
02/02/2026 | Penulis: Mariza
Fidyah: Solusi Syariat bagi yang Berhalangan Puasa
Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Namun, Islam adalah agama yang fleksibel dan penuh kasih sayang. Bagi mereka yang memiliki kendala fisik permanen sehingga tidak mampu berpuasa, syariat memberikan keringanan melalui mekanisme Fidyah. Secara harfiah, fidyah berarti menebus atau mengganti. Secara istilah, fidyah adalah kompensasi berupa pemberian makan kepada orang miskin sebagai pengganti ibadah puasa yang ditinggalkan. Ketentuan ini secara spesifik disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 184, yang menyatakan bahwa bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah.
Fidyah tidak berlaku bagi semua orang yang meninggalkan puasa. Hanya kategori tertentu yang diperbolehkan, di antaranya:
Lansia: Orang tua renta yang fisiknya tidak lagi mampu menahan lapar dan haus.
Orang Sakit Parah: Seseorang dengan penyakit menahun yang menurut keterangan medis kecil kemungkinannya untuk sembuh.
Ibu Hamil atau Menyusui: Jika ia khawatir puasa akan membahayakan keselamatan bayinya (dalam beberapa mazhab, ini harus diikuti dengan qadha di kemudian hari).
Besaran fidyah untuk satu hari puasa yang ditinggalkan adalah 1 mud makanan pokok. Jika dikonversi ke berat timbangan, 1 mud setara dengan kurang lebih 675gram hingga 0,7 kg beras. Di Indonesia, banyak ulama dan lembaga zakat (seperti BAZNAS) memperbolehkan pembayaran fidyah dalam bentuk uang yang setara dengan harga satu porsi makanan lengkap. Untuk tahun 2026, nilai ini disesuaikan dengan harga pasar bahan pokok setempat. Fidyah tersebut wajib disalurkan kepada fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial agar mereka juga dapat merasakan kecukupan pangan. Dengan membayar fidyah, seorang Muslim tetap dapat menyempurnakan kewajiban agamanya meski memiliki keterbatasan fisik, sekaligus membantu meringankan beban sesama yang membutuhkan.
Artikel Lainnya
Memperkuat Toleransi sebagai Fondasi Harmoni Sosial dan Kesejahteraan Bersama BAZNAS Surabaya
Peran BAZNAS dalam Mengoptimalkan Keberkahan Bulan Syawal
Syawal Bukan Sekadar Lebaran, Saatnya Lanjutkan Kebaikan Bersama BAZNAS Surabaya
Memperkuat Toleransi, Kunci Menjaga Stabilitas dan Keharmonisan Sosial
Syawal sebagai Momentum Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Melanjutkan Cahaya Ramadhan di Bulan Syawal
Momentum Transformasi Spiritual dan Penguatan Kepedulian Sosial Berkelanjutan di Bulan Syawal bersama BAZNAS Surabaya
Membangun Solidaritas Antar Umat, Fondasi Kuat Kehidupan Sosial yang Harmonis
Merajut Kebaikan di Bulan Syawal Bersama BAZNAS Surabaya
Kebiasaan Baik yang Mulai Hilang Setelah Ramadhan: Apa yang Harus Dijaga di Bulan Syawal?
Bulan Syawal: Momentum Kemenangan dan Refleksi Diri
Syawal sebagai Awal Transformasi Diri: Dari Spirit Ramadhan Menuju Kepedulian Berkelanjutan
Hari Paskah dan Semangat Berbagi: Refleksi Kepedulian Bersama ala BAZNAS Surabaya
BAZNAS: Pilar Filantropi Islam dalam Mewujudkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosia
Bulan Syawal Momentum Kembali ke Fitrah dan Memperkuat Kepedulian Bersama BAZNAS Surabaya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →