WhatsApp Icon

Inovasi Green Zakat BAZNAS Kota Surabaya: Pengelolaan ZIS untuk Lingkungan Berkelanjutan

07/08/2026  |  Penulis: Cici - Magang

Bagikan:URL telah tercopy
Inovasi Green Zakat BAZNAS Kota Surabaya: Pengelolaan ZIS untuk Lingkungan Berkelanjutan

Inovasi Green Zakat BAZNAS Kota Surabaya

Di tengah laju modernisasi dan pesatnya pembangunan Kota Surabaya, tantangan ekologis dan kerentanan lingkungan pemukiman perkotaan kini menjadi isu mendesak yang membutuhkan penanganan komprehensif. Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, Kota Pahlawan tidak hanya berhadapan dengan masalah kemiskinan struktural, melainkan juga risiko bencana skala lokal seperti kebakaran padat penduduk, genangan air, hingga persoalan limbah domestik.

Menjawab dinamika tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya mengusung terobosan baru melalui integrasi konsep Green Zakat dalam tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pendekatan ini mentransformasi dana keagamaan tidak sekadar sebagai instrumen karitatif penanggulangan kemiskinan, melainkan juga sebagai motor penggerak kelestarian lingkungan serta perlindungan sosial perkotaan.

  1. Memaknai Konsep Green Zakat dalam Perspektif Perkotaan

Green Zakat merupakan paradigma pengelolaan fidyah, zakat, infak, dan sedekah yang diselaraskan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dalam Islam, prinsip kepemimpinan manusia di bumi (khalifah fil ardh) mewajibkan penjagaan terhadap keseimbangan alam (mizan) dan pelarangan atas perusakan lingkungan (fasad).

Dalam konteks Kota Surabaya, BAZNAS mengimplementasikan konsep ini dengan memperluas skema pendayagunaan dana ZIS agar memberikan dampak ekologis langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau mustahik. Lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan aman dipandang sebagai hak mendasar yang selaras dengan tujuan syariat (Maqashid Syariah), khususnya dalam menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan harta (hifzh al-mal). Pengelolaan Limbah Domestik dan Sanitasi Berkelanjutan

Pilar Utama Program Green Zakat Surabaya:

  • Edu-Ekologi Mustahik: Pengurangan limbah rumah tangga melalui penyediaan sarana sanitasi ramah lingkungan.

  • Surabaya Sigap Kebencanaan: Respon cepat dan tanggap darurat bencana lingkungan pemukiman padat.

  • Hunian Sehat Berkelanjutan: Peningkatan kualitas tempat tinggal melalui program bedah rumah berbasis sanitasi baik.

  1. Pengelolaan Limbah Domestik dan Sanitasi Berkelanjutan

Salah satu wujud nyata penerpan Green Zakat oleh BAZNAS Kota Surabaya adalah dukungan aktif terhadap penanganan limbah domestik pemukiman. Melalui penyaluran bantuan sanitasi ramah lingkungan serta sosialisasi produk ramah lingkungan—seperti distribusi popok dan pembalut kain pakai ulang—BAZNAS Surabaya secara langsung berkontribusi menurunkan volume sampah plastik sekali pakai di tingkat kelurahan.

Program ini tidak hanya berfokus pada efisiensi pengeluaran harian keluarga kurang mampu, tetapi juga mendidik masyarakat untuk memiliki pola hidup bersih dan peduli lingkungan. Sanitasi pemukiman yang tertata rapi terbukti mampu meminimalkan risiko pencemaran air tanah serta menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan di kawasan padat penduduk.

  1. Tanggap Bencana Pemukiman melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB)

Kepadatan bangunan di perkotaan menjadikan pemukiman Surabaya rentan terhadap insiden kebencanaan, terutama kebakaran dan dampak cuaca ekstrem. Melalui unit operasional BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Surabaya, BAZNAS tidak hanya hadir saat fase paska-bencana memberikan bantuan logistik dasar, tetapi juga terlibat dalam aksi cepat asesmen serta pemulihan kondisi fisik dan ekonomi korban.

Sinergi ini diperkuat melalui integrasi program rehabilitasi hunian (Dandan Omah/Bedah Rumah). Rumah-rumah warga kurang mampu yang terdampak bencana maupun dalam kondisi tidak layak dirombak dengan memperhatikan aspek sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta keandalan struktur, sehingga lebih tahan terhadap risiko bencana lingkungan dimasa depan.

  1. Sinergi Strategis dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat

Keberhasilan implementasi Green Zakat tidak lepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS Kota Surabaya dengan Pemerintah Kota Surabaya, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta elemen relawan. Dengan mengoptimalkan dana zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya dan muzakki umum, BAZNAS mampu menghadirkan program yang presisi dan berdampak ganda (*multiplier effect*).

Model pendayagunaan terpadu ini membuktikan bahwa dana ZIS dapat dikelola secara modern, transparan, dan akuntabel guna menjawab persoalan riil perkotaan secara sistematis dan terukur.

"Zakat bukan sekadar memindahkan harta dari kaya ke miskin, melainkan membangun lingkungan dan kehidupan yang martabat, aman, serta berkelanjutan bagi seluruh warga."

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →