Pelatihan Fundraising 2026 BAZNAS Kota Surabaya Tingkatkan Kapasitas Amil di Era Digital
07/02/2026 | Penulis: Otnay
Pelatihan Fundraising 2026
Surabaya, 7 Februari 2026 — BAZNAS Kota Surabaya menggelar Pelatihan Fundraising 2026 sebagai upaya memperkuat strategi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di era digital. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya, tepatnya di Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan UMSURA, dan diikuti oleh para amil serta pengelola zakat dari berbagai unit layanan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, perwakilan Bapemkesra Surabaya, serta peserta yang lolos seleksi pendaftaran sejumlah 100 orang dari kalangan mahasiswa dan generasi Z. Kehadiran para pemangku kepentingan dan peserta muda tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan filantropi Islam di Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan fundraising menjadi langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme amil dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam pengelolaan ZIS agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta mampu mengembangkan strategi fundraising yang kreatif, transparan, dan akuntabel. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat akan semakin meningkat,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari BAZNAS Republik Indonesia, yakni H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM, Kepala Direktorat Pengumpulan BAZNAS RI, serta Halimatussa Diah, Staf Senior Fundraising Digital BAZNAS RI. Keduanya membagikan wawasan strategis terkait penguatan fundraising berbasis teknologi, komunikasi publik, serta optimalisasi kampanye digital untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat.
Dalam pemaparannya, H. Fitriansyah Agus Setiawan menekankan pentingnya profesionalisme amil dalam membangun kepercayaan publik. Ia menjelaskan bahwa strategi fundraising modern tidak hanya berfokus pada pengumpulan dana, tetapi juga pada transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan hubungan dengan para muzaki.
Sementara itu, Halimatussa Diah memaparkan perkembangan fundraising digital yang semakin relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat. Pemanfaatan media sosial, platform digital, serta pendekatan komunikasi yang kreatif dinilai menjadi kunci dalam menjangkau generasi muda dan memperluas dampak pengelolaan ZIS.
Melalui Pelatihan Fundraising 2026 ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap para peserta mampu mengimplementasikan strategi fundraising yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pengelolaan ZIS dapat semakin optimal dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan umat di Surabaya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis BAZNAS Kota Surabaya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran lembaga zakat sebagai motor penggerak solidaritas sosial dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Berita Lainnya
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Kurang Mampu
BAZNAS Surabaya Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Tanjung Perak
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Bed Medis untuk Warga Kalijudan
BAZNAS Surabaya Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sentra Peternakan Ayam di Magetan
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Rombong UMKM melalui UPZ Jambangan
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Zakat Tunai

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
