Peran BAZNAS dalam Menguatkan Masyarakat Terdampak Karhutla
04/09/2026 | Penulis: Icha - Magang
Dari Asap Menuju Harapan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kabut asap yang muncul akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kesehatan, hingga mata pencaharian warga. Dalam kondisi tersebut, kehadiran lembaga kemanusiaan menjadi penting untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan kembali bangkit.
Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS memiliki peran dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak bencana. Melalui program kebencanaan dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), bantuan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan kondisi darurat.
Karhutla dan Dampaknya bagi Masyarakat
Karhutla dapat memberikan dampak yang luas. Selain kerusakan lingkungan, asap dari kebakaran dapat mengurangi kualitas udara dan menghambat aktivitas masyarakat. Warga yang berada di sekitar wilayah terdampak juga dapat menghadapi berbagai kebutuhan mendesak, seperti makanan, minuman, masker, tempat yang aman, serta layanan kesehatan.
Dampak tersebut semakin terasa bagi masyarakat yang aktivitas ekonominya bergantung pada kondisi lingkungan sekitar. Ketika aktivitas sehari-hari terganggu, masyarakat berpotensi mengalami penurunan pendapatan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Dukungan kemanusiaan kepada masyarakat dan petugas di lapangan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana.
BAZNAS Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla
Kehadiran BAZNAS dalam penanganan bencana merupakan bagian dari upaya menghadirkan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, respons kebencanaan dilakukan dengan prinsip cepat, tepat, berdaya guna, berkoordinasi, dan akuntabel. Program kebencanaan BAZNAS juga mencakup upaya pengurangan risiko bencana serta tahapan penanganan dari kondisi darurat hingga pemulihan.
Pada penanganan karhutla terbaru, BAZNAS RI mengerahkan tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Dukungan yang diberikan antara lain berupa layanan dapur air, distribusi masker, makanan ringan, serta dukungan bagi petugas dan masyarakat terdampak.
Sebelumnya, BAZNAS juga mendirikan layanan Dapur Air di Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk mendukung kebutuhan hidrasi dan energi para relawan serta petugas yang berada di lapangan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu berbentuk bantuan jangka panjang. Dalam situasi darurat, pemenuhan kebutuhan dasar yang cepat dan tepat juga menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Dari ZIS Menjadi Bantuan yang Tepat Sasaran
Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Dalam konteks kebencanaan, dana ZIS dapat menjadi salah satu sumber dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pendistribusian yang berlaku.
BAZNAS berupaya memastikan bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat dan kondisi di lapangan. Proses asesmen, koordinasi, serta pendistribusian yang terarah menjadi bagian penting agar bantuan tidak berhenti sebagai bentuk kepedulian, tetapi benar-benar memberikan manfaat.
Dengan demikian, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit.
Menguatkan Masyarakat, Bukan Sekadar Meringankan Beban
Penanganan bencana seharusnya tidak berhenti ketika kondisi darurat berakhir. Masyarakat yang terdampak membutuhkan kesempatan untuk kembali menjalankan kehidupan secara normal.
BAZNAS melalui program kebencanaan juga memiliki perhatian terhadap pengurangan risiko bencana dan pemulihan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengurangi kerentanan, serta membantu masyarakat kembali membangun kehidupannya setelah bencana.
Hal ini menjadi penting karena bencana dapat menimbulkan kerentanan ekonomi baru. Ketika masyarakat kehilangan akses terhadap pekerjaan atau aktivitas ekonomi, bantuan yang diberikan perlu diarahkan agar mereka dapat kembali mandiri secara bertahap.
Peran Masyarakat dalam Menghadapi Karhutla
Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, petugas pemadam, relawan, lembaga sosial, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya memiliki peran masing-masing.
Masyarakat juga dapat mengambil bagian dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mengikuti informasi resmi mengenai kondisi bencana, serta membantu sesama melalui saluran bantuan yang terpercaya.
Bagi para muzaki dan donatur, menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi seperti BAZNAS menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Dari Asap Menuju Harapan
Karhutla mungkin meninggalkan asap, kerusakan, dan kesulitan bagi masyarakat. Namun, di tengah kondisi tersebut, kepedulian dapat menjadi jalan menuju harapan.
Kehadiran BAZNAS dalam penanganan bencana merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana ZIS dapat diubah menjadi manfaat bagi masyarakat. Bantuan berupa kebutuhan dasar, dukungan bagi relawan, layanan kemanusiaan, hingga upaya pemulihan menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat bangkit.
Bagi BAZNAS Kota Surabaya, semangat kepedulian tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan zakat agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sebab, ketika zakat dikelola dan disalurkan dengan baik, setiap amanah yang ditunaikan muzaki dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Dari zakat menjadi manfaat, dari kepedulian menjadi kekuatan, dan dari asap menuju harapan.
Artikel Lainnya
Peran BAZNAS dalam Menguatkan Masyarakat Terdampak Karhutla
Menebar Manfaat, Menguatkan Masyarakat: Kiprah BAZNAS untuk Indonesia
Benarkah Zakat Mengurangi Harta? Memahami Makna Rezeki dan Keberkahan
Mengapa Keterbukaan Informasi Penting dalam Pengelolaan Dana ZIS?
Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki: Potret Pemberdayaan UMKM berbasis Dana Zakat
Di Balik Zakat yang Kita Tunaikan, Ada Harapan yang Sedang Diperjuangkan
Pay Later vs Zakat: Mengelola Literasi Keuangan Syariah untuk Gen Z
Memperkuat Kemandirian UMKM Melalui Pemberdayaan Zakat Produktif
Mengikis Budaya FOMO Konsumtif Melalui Kebiasaan Berbagi ZIS di Era Sosial Media
Menguatkan NTT melalui Kepedulian: Semangat Kemanusiaan BAZNAS untuk Sesama
ZAKAT HARI INI, HARAPAN UNTUK ESOK: MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG LEBIH BERDAYA
Di Tengah Puing, Tumbuh Harapan: Peran BAZNAS dalam Pemulihan Gempa Flores
Tidak Semua Mustahik Membutuhkan Bantuan yang Sama, Mengapa?
Zakat Penghasilan di Awal Bulan: Bagian dari Perencanaan Keuangan
Awal Bulan Datang, Sudahkah Kita Menyisihkan Rezeki untuk Sesama?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →