WhatsApp Icon

BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat

21/10/2025  |  Penulis: Zulfikar M.H

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat

Pemaparan Materi

Surabaya, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan para amil, muzaki, serta masyarakat luas terhadap perkembangan zakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengajian Selasa Pagi dengan tema “Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat”, Selasa (21/10).

Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda rutin “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025” ini dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi, termasuk amil zakat, akademisi, mahasiswa, hingga pemerhati zakat dan lingkungan.

Pengajian kali ini menghadirkan narasumber utama yakni Hidayaneu Farchatunnisa, ME, peneliti dari Direktorat Kajian dan Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS RI, serta dipandu langsung oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI.

Green Zakat: Sinergi antara Iman dan Kepedulian Lingkungan

Dalam paparannya, Hidayaneu Farchatunnisa menjelaskan bahwa konsep Indeks Green Zakat merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan nilai-nilai zakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan (sustainability). Menurutnya, zakat tidak hanya berperan dalam menyejahterakan mustahik dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian alam dan mitigasi krisis iklim.

“Green Zakat adalah sebuah gagasan untuk mengukur sejauh mana penyaluran zakat, infak, dan sedekah mendukung pembangunan berkelanjutan. Ini selaras dengan Maqashid Syariah yang salah satunya bertujuan menjaga kehidupan (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifz al-bi’ah),” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indeks Green Zakat nantinya akan menjadi alat ukur atau parameter bagi lembaga-lembaga amil zakat untuk menilai sejauh mana program mereka ramah lingkungan, efisien energi, dan berkontribusi pada pengurangan jejak karbon.

Contohnya, program pemberdayaan ekonomi mustahik yang memanfaatkan energi terbarukan, pertanian organik, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon produktif dapat dikategorikan sebagai implementasi zakat hijau atau green zakat.

Peran Strategis Digitalisasi dalam Implementasi Green Zakat

Sementara itu, H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku moderator sekaligus pimpinan bidang transformasi digital BAZNAS RI, menekankan pentingnya digitalisasi data dan teknologi informasi dalam mendukung realisasi Green Zakat Index.

“Kita tidak bisa berbicara tentang indeks tanpa data. Dengan sistem digital yang terintegrasi, BAZNAS bisa memantau, menganalisis, dan melaporkan dampak ekologis dari setiap program zakat. Inilah bentuk nyata transformasi digital dalam ekosistem zakat nasional,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan data digital bukan hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program zakat nasional. Melalui dashboard digital, BAZNAS dapat menampilkan data kontribusi program hijau, seperti jumlah pohon yang ditanam, volume sampah yang dikelola, hingga penghematan energi yang dihasilkan dari program zakat produktif.

Respon Positif Peserta dan Harapan Kedepan

Kegiatan pengajian yang berlangsung selama satu setengah jam ini disambut antusias oleh peserta. Banyak dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana mengukur indikator Green Zakat, bagaimana peran amil di daerah dalam mendukung implementasinya, serta strategi kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi lingkungan hidup.

Dalam sesi tanya jawab, Hidayaneu menegaskan bahwa BAZNAS RI tengah mengembangkan model percontohan Green Zakat di beberapa wilayah, termasuk pada program pemberdayaan petani, pengelolaan bank sampah, dan bantuan energi ramah lingkungan. Ia berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ lainnya di seluruh Indonesia.

“Kita ingin zakat tidak hanya menyejahterakan manusia, tetapi juga menjaga bumi yang menjadi tempat kita hidup bersama. Inilah semangat zakat hijau yang sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.

Peserta juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pengajian ini karena topiknya dinilai relevan dengan isu global tentang perubahan iklim dan tanggung jawab sosial lembaga keagamaan.

Pengajian Selasa Pagi: Wadah Ilmu dan Spirit Amil

Program Pengajian Selasa Pagi telah menjadi kegiatan rutin BAZNAS RI yang bertujuan memperkuat nilai spiritual dan intelektual bagi seluruh jajaran amil dan masyarakat umum. Dengan tema “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kapasitas amil sekaligus memperluas wawasan keislaman di bidang zakat kontemporer.

BAZNAS RI terus berkomitmen menghadirkan topik-topik aktual setiap pekannya — mulai dari isu ekonomi syariah, teknologi zakat, literasi keuangan umat, hingga pengelolaan zakat berbasis lingkungan seperti Green Zakat Index.

“Pengajian ini bukan hanya sekadar kajian spiritual, tetapi juga forum pembelajaran profesional bagi seluruh insan amil di Indonesia. Harapannya, pengetahuan yang didapat dapat diimplementasikan dalam pelayanan zakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” pungkas H. M. Nadratuzzaman Hosen.

Kata Kunci SEO:

BAZNAS RI, Pengajian Selasa Pagi, Green Zakat, Indeks Green Zakat, Hidayaneu Farchatunnisa, Nadratuzzaman Hosen, Transformasi Digital BAZNAS, zakat berkelanjutan, zakat ramah lingkungan, Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman 2025, zakat digital, pengajian online BAZNAS.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat