Berita Terbaru
Program Jumat Berkah: Zakat yang Menghidupkan Solidaritas Sosial di Kota Surabaya
Surabaya (BAZNAS News) – Setiap hari Jumat, suasana penuh keberkahan terasa di berbagai sudut Kota Pahlawan. Sejak pagi, para relawan dan amil BAZNAS Kota Surabaya bersiap mendistribusikan ratusan paket nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan. Inilah wujud nyata dari Program Jumat Berkah, salah satu kegiatan unggulan BAZNAS dalam rangka pendistribusian zakat konsumtif yang menghidupkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat kota.
Program Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, tetapi menjadi simbol kepedulian sosial yang lahir dari kekuatan zakat dan sedekah masyarakat Surabaya.
1. Spirit Keberkahan di Hari Jumat
Hari Jumat dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam. BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum ini untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan berbagi antar sesama. Melalui Program Jumat Berkah, zakat yang dihimpun dari muzaki (pemberi zakat) disalurkan dalam bentuk makanan siap saji kepada mustahik (penerima zakat) seperti tukang becak, pekerja harian, juru parkir, pemulung, hingga warga lansia yang tinggal sendiri.
Dengan cara ini, zakat benar-benar terasa manfaatnya secara langsung, menghadirkan senyum dan rasa syukur di wajah masyarakat penerima manfaat.
2. Konsep Zakat Konsumtif yang Tepat Sasaran
Sebagai bagian dari strategi pendistribusian zakat konsumtif, program ini dirancang agar bantuan dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan tanpa proses birokrasi yang rumit. Tim BAZNAS Kota Surabaya bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan, relawan, dan komunitas lokal untuk mendata penerima manfaat setiap pekannya.
Distribusi nasi kotak dilakukan di berbagai titik seperti terminal, pasar tradisional, lingkungan padat penduduk, hingga sekitar rumah sakit. Dengan demikian, bantuan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan, bukan sekadar seremonial semata.
3. Menggerakkan Gotong Royong Antar Warga
Program Jumat Berkah juga menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat Surabaya yang ingin ikut berbagi. Banyak muzaki dan donatur tergerak untuk ikut berpartisipasi, baik dengan memberikan dana zakat maupun sedekah makanan secara langsung. Sejumlah perusahaan dan instansi pemerintahan juga turut menyalurkan dana CSR melalui program ini, menjadikannya gerakan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi kolaborasi ini agar semangat gotong royong tetap terjaga. Dengan tagline “Berbagi Tak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas”, masyarakat diajak menyadari bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi yang membutuhkan.
4. Distribusi Merata dan Berkelanjutan
Program Jumat Berkah dilaksanakan secara rutin setiap minggu, dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat. Tidak hanya di pusat kota, BAZNAS juga memperluas jangkauan ke wilayah pinggiran seperti Benowo, Rungkut, dan Pakal. Bahkan di beberapa kesempatan, kegiatan ini disinergikan dengan program kesehatan gratis atau pemberian paket sembako.
Pendekatan berkelanjutan ini menjadikan zakat sebagai sumber kebermanfaatan yang terus hidup. Bukan hanya saat Ramadhan, tetapi sepanjang tahun zakat didayagunakan secara konsisten untuk membantu masyarakat.
5. Kisah di Balik Sebungkus Nasi
Bagi banyak penerima manfaat, nasi kotak dari program Jumat Berkah bukan sekadar makanan, tetapi simbol perhatian dan kasih sayang.Salah satunya Pak Rahmad (52 tahun), seorang penarik becak di daerah Wonokromo. Ia mengaku setiap Jumat menantikan tim BAZNAS datang membagikan nasi kotak.
“Alhamdulillah, rezeki dari Allah lewat BAZNAS. Mungkin buat orang lain kecil, tapi buat kami besar artinya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah seperti Pak Rahmad menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya soal angka, melainkan tentang memberi harapan dan menghidupkan semangat kemanusiaan.
6. Dampak Sosial dan Spiritual
Selain berdampak pada kesejahteraan masyarakat, Program Jumat Berkah juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Muzaki merasa bahagia karena bisa melihat langsung hasil zakatnya disalurkan, sementara mustahik merasakan perhatian nyata dari sesama.Program ini juga menjadi media dakwah sosial yang menanamkan nilai syukur, solidaritas, dan empati. Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama agar berkah kebaikan menyebar luas di seluruh Surabaya.
7. Peran Strategis BAZNAS Kota Surabaya
Keberhasilan Program Jumat Berkah tidak lepas dari tata kelola yang profesional dan dukungan sistem yang kuat di BAZNAS Kota Surabaya. Dengan jaringan UPZ di seluruh kecamatan, program ini mampu menjangkau ribuan penerima manfaat setiap bulan. BAZNAS juga memastikan seluruh pendistribusian dilakukan dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat.
8. Membangun Kota yang Peduli dan Berkeadilan
Program ini membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun kota yang peduli, adil, dan sejahtera. Dengan kolaborasi berbagai pihak—pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha—BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk bersama menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat urban.
Kesimpulan
Melalui Program Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, mempererat solidaritas sosial, dan menumbuhkan kepedulian antar sesama.Zakat bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial yang menghidupkan keberkahan di seluruh penjuru kota. Dengan semangat “Zakat Tumbuh, Surabaya Makmur”, BAZNAS terus berkomitmen menjadikan setiap Jumat sebagai hari penuh rahmat bagi warga Surabaya.
Kata Kunci SEO:
Zakat Surabaya, Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya, pendistribusian zakat, zakat konsumtif, sedekah makanan, program sosial Surabaya, mustahik, muzaki, zakat kemanusiaan.
BERITA31/10/2025 | Zulfikar M.H
Semarak Harlah ke-4 BAZNAS Kota Surabaya Ajak Ribuan Warga Senam Sehat Bersama di CFD Arief Rahman Hakim
Surabaya — Suasana penuh semangat mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 BAZNAS Kota Surabaya yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Arief Rahman Hakim , Minggu pagi. Dengan mengusung tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera” , kegiatan ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai kalangan untuk mengikuti Senam Sehat Bersama.
Peserta dari berbagai usia tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur profesional. Tidak hanya sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan BAZNAS Kota Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Kota Pahlawan.
Acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan, Pelaksana, Staf, dan Relawan BAZNAS Kota Surabaya , Kepala dan Staf KESRA Kota Surabaya , Kepala dan Staf Kelurahan Klampis Ngasem , Asisten III Sekretariat Daerah Kota Surabaya , serta Warga Klampis Ngasem dan Mahasiswa Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., selaku Asisten III Sekretariat Daerah Kota Surabaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah BAZNAS Kota Surabaya yang terus konsisten hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BAZNAS Kota Surabaya telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam upaya menyejahterakan masyarakat melalui berbagai program Zakat, Infak, dan Sedekah. Kolaborasi seperti ini harus terus kita jaga agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampaknya. Semoga di usia ke-4 ini, BAZNAS semakin kuat, solid, dan semakin memberi manfaat untuk warga Surabaya,” ujar Anna Fajriatin.
Melalui tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”, BAZNAS Kota Surabaya ingin menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kesejahteraan bersama.
BERITA30/10/2025 | Otnay
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Ketua BAZNAS Kota Surabaya Dampingi Walikota Tinjau Audit Struktur Ponpes Sidoresmo
SURABAYA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM, turut mendampingi Walikota Surabaya, Bapak Dr. Ir. H. Eri Cahyadi, ST, MT, dalam kegiatan peninjauan dan audit uji struktur bangunan Pondok Pesantren Sidoresmo pada hari Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi penting yang melibatkan para ahli teknik sipil dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen lembaga untuk tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pada aspek pembangunan infrastruktur keagamaan yang aman dan berkelanjutan.
“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memastikan bahwa fasilitas pendidikan, khususnya pondok pesantren, memiliki struktur bangunan yang kokoh dan aman bagi para santri,” ujar H. Moch. Hamzah, ST., MM.
Audit uji struktur yang dilakukan oleh tim ahli ITS ini bertujuan untuk menyebarkan kelayakan dan keamanan bangunan pondok pesantren. Hal ini menjadi krusial mengingat Ponpes Sidoresmo telah menjadi pusat pendidikan agama bagi ribuan santri di Surabaya selama bertahun-tahun.
“Keselamatan para santri adalah prioritas utama. Kolaborasi antara Pemkot, BAZNAS, dan Alumni ITS ini merupakan contoh sinergi yang luar biasa dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan umat,” tambah beliau.
Peran BAZNAS, dalam hal ini, juga dapat membuka peluang untuk menggalang dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan melalui program BAZNAS Surabaya Cerdas guna mendukung rehabilitasi atau perbaikan yang mungkin direkomendasikan pasca-audit.
BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menyalurkan dana ZIS dari para Muzaki untuk berbagai program pembangunan, termasuk perbaikan masjid, musholla, dan fasilitas pendidikan agama lainnya yang membutuhkan.
Masyarakat dan korporasi diajak untuk terus mempercayai ZIS-nya kepada BAZNAS Kota Surabaya agar program-program strategis seperti dukungan terhadap keamanan fasilitas keagamaan dapat terus berlanjut.
BERITA29/10/2025 | Imam
Sinergi Kuat BAZNAS dan OPD Pemkot Surabaya Susun Strategi Intervensi Program Bantuan
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan komitmen penuh dalam menyelaraskan program kerjanya dengan Pemerintah Kota (Pemkot). Pada hari Senin, 27 Oktober 2025, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Intervensi Pemerintah Kota di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.
Rakor strategis ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., dan bertujuan untuk mensinergikan program-program dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga terkait dalam rangka pengentasan kemiskinan dan percepatan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam rapat ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai mitra strategis Pemkot dalam menyalurkan bantuan kepada mustahik (penerima zakat) secara terarah dan tepat sasaran. Intervensi yang dibahas meliputi berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
"Rapat koordinasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kami kelola dapat bersinergi dengan program Pemkot. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih, dan sebaliknya, dapat saling melengkapi untuk mencapai dampak yang maksimal bagi masyarakat kurang mampu," ujar H. Moch. Hamzah, ST., MM., setelah pertemuan.
Rapat ini menjadi forum penting yang mempertemukan berbagai stakeholder kunci Pemkot Surabaya, yaitu: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Kesejahteraan Rakyat, Direktur Bank SAU Surabaya
Keterlibatan seluruh elemen ini menunjukkan pendekatan penthahelix dalam penanganan isu kemiskinan, di mana BAZNAS berperan aktif dalam pilar pemberdayaan dan filantropi Islam. Hasil dari koordinasi ini diharapkan dapat diimplementasikan segera melalui program-program BAZNAS, khususnya pada pilar Surabaya Sigap dan Surabaya Berdaya.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh Muzaki untuk terus menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar sinergi program ini dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.
BERITA29/10/2025 | Imam
Peningkatan Kapasitas, Pimpinan BAZNAS Surabaya Ikuti Sertifikasi Kualifikasi 3 Pengelolaan Zakat
SURABAYA – Guna memperkuat tata kelola dan profesionalisme dalam manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya berpartisipasi aktif dalam program Pelatihan dan Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Institute. Keikutsertaan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk mencapai standar kompetensi tertinggi dalam pengelolaan dana umat.
Pelatihan dan sertifikasi yang ketat ini dirancang untuk memastikan bahwa para pengelola zakat memiliki kapabilitas yang mumpuni, baik dari aspek regulasi, syariah, maupun manajerial. Skema Kualifikasi 3 sendiri merupakan tolok ukur standar profesionalisme nasional yang ditetapkan oleh BAZNAS RI, memastikan bahwa seluruh proses mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian dana ZIS dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Jaminan Akuntabilitas dan Standar Nasional
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah. ST., MM, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah krusial untuk menjaga amanah muzaki (pemberi zakat) dan mengoptimalkan pelayanan bagi mustahik (penerima zakat).
“Kami menyadari bahwa kepercayaan muzaki adalah modal utama. Dengan mengikuti dan lulus dari Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 ini, kami memastikan bahwa seluruh tim pimpinan telah memenuhi standar kompetensi tertinggi yang diakui secara nasional. Ini adalah jaminan bagi masyarakat Surabaya bahwa dana yang mereka titipkan dikelola dengan profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Bapak Hamzah.
Optimalisasi Layanan Mustahik
Ilmu dan keahlian yang diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kualitas program-program BAZNAS di tingkat kota. Fokus utamanya adalah pada optimalisasi pelayanan mustahik melalui program-program yang lebih inovatif dan tepat sasaran, seperti bantuan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan dakwah.
Lebih lanjut, Pak Hamzah menambahkan, “Kami akan membawa pulang ilmu terbaik dari BAZNAS Institute untuk menyempurnakan mekanisme penyaluran dan pendampingan mustahik di Surabaya. Komitmen kami akan menjadikan BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga yang tidak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan, tetapi juga mampu mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program pemberdayaan yang efektif. Peningkatan kepercayaan muzaki dan perbaikan pelayanan mustahik adalah prioritas utama kami.”
Dengan sertifikasi ini, BAZNAS Kota Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Pahlawan.
BERITA29/10/2025 | Listy
Semarak Harlah Ke-4 BAZNAS Kota Surabaya “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”
Surabaya, 26 Oktober 2025. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan penuh semangat kebersamaan di Kelurahan Klampis Ngasem. Mengusung tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera,” peringatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga dan warga merupakan kunci keberhasilan program kesejahteraan sosial di Kota Surabaya.
Kegiatan Harlah tahun ini terselenggara melalui sinergi strategis antara BAZNAS Kota Surabaya dengan pihak Kelurahan Klampis Ngasem, Klinik Paradise, serta Relawan BAZNAS yang turut memberikan dukungan penuh dalam mensukseskan agenda. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas manfaat zakat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Rangkaian acara dikemas secara meriah dan bermanfaat bagi warga, yang meliputi:
1. Senam Sehat sebagai upaya meningkatkan kebugaran dan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat.
2. Makan dan Minum Gratis guna menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
3. Cek Kesehatan Gratis hasil kolaborasi dengan Klinik Paradise untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar kepada warga.
4. Pembagian Paket Sembako kepada warga prasejahtera sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap penyediaan kebutuhan dasar.
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa momentum Harlah Ke-4 bukan sekedar seremonial, melainkan refleksi terhadap peran besar zakat dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya akan terus memperkuat tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya semakin luas dirasakan.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintahan hingga para relawan, menunjukkan bahwa aspirasi menuju Surabaya yang lebih sejahtera membutuhkan kerja sama yang konsisten dan berkelanjutan. Semangat sinergi ini menjadi dorongan kuat bagi BAZNAS untuk terus melahirkan program inovasi yang memberi dampak sosial secara nyata.
Melalui peringatan Harlah ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk terus terlibat dalam gerakan kebaikan dan pemberdayaan umat. “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera” bukan sekadar tema acara, melainkan visi bersama untuk menghadirkan Surabaya yang lebih berdaya dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA27/10/2025 | Otnay
BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat
Surabaya, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan para amil, muzaki, serta masyarakat luas terhadap perkembangan zakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengajian Selasa Pagi dengan tema “Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat”, Selasa (21/10).
Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda rutin “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025” ini dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi, termasuk amil zakat, akademisi, mahasiswa, hingga pemerhati zakat dan lingkungan.
Pengajian kali ini menghadirkan narasumber utama yakni Hidayaneu Farchatunnisa, ME, peneliti dari Direktorat Kajian dan Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS RI, serta dipandu langsung oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI.
Green Zakat: Sinergi antara Iman dan Kepedulian Lingkungan
Dalam paparannya, Hidayaneu Farchatunnisa menjelaskan bahwa konsep Indeks Green Zakat merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan nilai-nilai zakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan (sustainability). Menurutnya, zakat tidak hanya berperan dalam menyejahterakan mustahik dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian alam dan mitigasi krisis iklim.
“Green Zakat adalah sebuah gagasan untuk mengukur sejauh mana penyaluran zakat, infak, dan sedekah mendukung pembangunan berkelanjutan. Ini selaras dengan Maqashid Syariah yang salah satunya bertujuan menjaga kehidupan (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifz al-bi’ah),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Indeks Green Zakat nantinya akan menjadi alat ukur atau parameter bagi lembaga-lembaga amil zakat untuk menilai sejauh mana program mereka ramah lingkungan, efisien energi, dan berkontribusi pada pengurangan jejak karbon.
Contohnya, program pemberdayaan ekonomi mustahik yang memanfaatkan energi terbarukan, pertanian organik, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon produktif dapat dikategorikan sebagai implementasi zakat hijau atau green zakat.
Peran Strategis Digitalisasi dalam Implementasi Green Zakat
Sementara itu, H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku moderator sekaligus pimpinan bidang transformasi digital BAZNAS RI, menekankan pentingnya digitalisasi data dan teknologi informasi dalam mendukung realisasi Green Zakat Index.
“Kita tidak bisa berbicara tentang indeks tanpa data. Dengan sistem digital yang terintegrasi, BAZNAS bisa memantau, menganalisis, dan melaporkan dampak ekologis dari setiap program zakat. Inilah bentuk nyata transformasi digital dalam ekosistem zakat nasional,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan data digital bukan hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program zakat nasional. Melalui dashboard digital, BAZNAS dapat menampilkan data kontribusi program hijau, seperti jumlah pohon yang ditanam, volume sampah yang dikelola, hingga penghematan energi yang dihasilkan dari program zakat produktif.
Respon Positif Peserta dan Harapan Kedepan
Kegiatan pengajian yang berlangsung selama satu setengah jam ini disambut antusias oleh peserta. Banyak dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana mengukur indikator Green Zakat, bagaimana peran amil di daerah dalam mendukung implementasinya, serta strategi kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi lingkungan hidup.
Dalam sesi tanya jawab, Hidayaneu menegaskan bahwa BAZNAS RI tengah mengembangkan model percontohan Green Zakat di beberapa wilayah, termasuk pada program pemberdayaan petani, pengelolaan bank sampah, dan bantuan energi ramah lingkungan. Ia berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ lainnya di seluruh Indonesia.
“Kita ingin zakat tidak hanya menyejahterakan manusia, tetapi juga menjaga bumi yang menjadi tempat kita hidup bersama. Inilah semangat zakat hijau yang sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Peserta juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pengajian ini karena topiknya dinilai relevan dengan isu global tentang perubahan iklim dan tanggung jawab sosial lembaga keagamaan.
Pengajian Selasa Pagi: Wadah Ilmu dan Spirit Amil
Program Pengajian Selasa Pagi telah menjadi kegiatan rutin BAZNAS RI yang bertujuan memperkuat nilai spiritual dan intelektual bagi seluruh jajaran amil dan masyarakat umum. Dengan tema “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kapasitas amil sekaligus memperluas wawasan keislaman di bidang zakat kontemporer.
BAZNAS RI terus berkomitmen menghadirkan topik-topik aktual setiap pekannya — mulai dari isu ekonomi syariah, teknologi zakat, literasi keuangan umat, hingga pengelolaan zakat berbasis lingkungan seperti Green Zakat Index.
“Pengajian ini bukan hanya sekadar kajian spiritual, tetapi juga forum pembelajaran profesional bagi seluruh insan amil di Indonesia. Harapannya, pengetahuan yang didapat dapat diimplementasikan dalam pelayanan zakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” pungkas H. M. Nadratuzzaman Hosen.
Kata Kunci SEO:
BAZNAS RI, Pengajian Selasa Pagi, Green Zakat, Indeks Green Zakat, Hidayaneu Farchatunnisa, Nadratuzzaman Hosen, Transformasi Digital BAZNAS, zakat berkelanjutan, zakat ramah lingkungan, Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman 2025, zakat digital, pengajian online BAZNAS.
BERITA21/10/2025 | Zulfikar M.H
Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Mustahik: BAZNAS Surabaya dan Bumbi Gagas Program Pengurangan Sampah Pampers
Surabaya, 20 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui audiensi strategis dengan tim Bumbi, sebuah gerakan yang fokus pada penggunaan popok kain guna ulang (cloth diapers). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Surabaya pada hari Senin, 20 Oktober 2025, ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., dan Founder sekaligus CEO Bumbi, Ibu Celia Siura.
Acara ini menjadi wadah untuk memaparkan potensi kolaborasi dalam program pengurangan limbah popok sekali pakai yang sulit terurai. Sesuai dengan jargonnya, "Dari Bunda Untuk Bumi dan Bayi," Ibu Celia Siura menekankan pentingnya beralih ke popok kain sebagai solusi ramah lingkungan.
"Popok sekali pakai terbuat dari bahan plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai. Ini merupakan masalah serius bagi lingkungan kita," ujar Ibu Celia Siura dalam paparannya.
Ia berharap, sinergi antara Bumbi dan BAZNAS Kota Surabaya dapat segera terwujud dalam sebuah program nyata. Program ini dirancang untuk memberikan dua manfaat sekaligus: mengatasi problem limbah lingkungan dan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).
"Popok kain terbukti lebih hemat hingga 200% dibandingkan dengan popok sekali pakai. Kami berharap dapat menyalurkan bantuan popok kain kepada masyarakat miskin kota Surabaya melalui BAZNAS, sehingga beban pengeluaran mereka bisa berkurang secara signifikan," tambahnya.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., menyatakan dukungannya terhadap program yang tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang positif.
Lebih lanjut, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan distribusi saja. Harapan ke depannya, BAZNAS Kota Surabaya bersama Bumbi dapat melaksanakan program pelatihan pembuatan popok kain kepada para mustahik. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Kota Surabaya.
Inisiatif ini sejalan dengan salah satu pilar program BAZNAS Kota Surabaya, yakni Surabaya Berdaya (Ekonomi), yang berfokus pada peningkatan taraf hidup mustahik melalui kegiatan produktif. BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) muzaki untuk diimplementasikan dalam program inovatif dan berkelanjutan ini.
BERITA20/10/2025 | IMAM SYAFII
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Kursi Roda Khusus untuk Afifah, Warga Disabilitas Cerebral Palsy
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menebar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan kursi roda khusus kepada Afifah Novaria (16 tahun) , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo . Afifah merupakan penyandang disabilitas Cerebral Palsy yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah Genteng, Surabaya .
Bantuan kursi roda khusus ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan mandiri. Kursi roda tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan fisik Afifah untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Afifah dikenal sebagai siswi yang memiliki semangat belajar tinggi dan tekad kuat untuk terus berprestasi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan ia dapat lebih mudah beraktivitas dan semakin bersemangat untuk mencapai cita-cita.
Dalam kesempatan tersebut, Afifah menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Surabaya , Bapak WaliKota , dan semua yang sudah membantu saya. Kursi roda ini sangat membantu saya untuk bisa lebih mudah bergerak dan bersekolah. Saya ingin terus belajar supaya bisa memuaskan orang tua, ” ungkap Afifah dengan penuh semangat.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Wali Kota Surabaya , ASN Kota Surabaya , dan BAZNAS Kota Surabaya yang senantiasa berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi ini menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dalam membangun Surabaya menjadi kota yang inklusif dan berkeadilan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Wali Kota Surabaya , seluruh ASN Kota Surabaya , serta BAZNAS Kota Surabaya atas dukungan dan perhatiannya dalam menghadirkan kebahagiaan bagi warga penyandang disabilitas.
Melalui bantuan ini, diharapkan Afifah dapat terus melangkah dengan percaya diri, meraih masa depan yang lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berjuang dan berprestasi.
BERITA17/10/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Zakat Tunai kepada Ibu Ngaisah di Kelurahan Bendul Merisi
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali menyalurkan zakat tunai kepada warga yang membutuhkan. Bantuan kali ini diberikan kepada Ibu Ngaisah , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo , sebagai bentuk kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat prasejahtera di Kota Surabaya.
Penyaluran zakat ini merupakan bagian dari program Zakat untuk Kemanusiaan , yang fokus pada menuangkan kebutuhan dasar mustahik agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat nyata dari dana zakat yang dihimpun dari para muzaki.
BAZNAS Kota Surabaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki dan disalurkan tepat sasaran. Bantuan zakat tunai ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta menjadi dorongan semangat untuk terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik agar ke depan dapat lebih mandiri dan berdaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan umat di Surabaya.
Dengan adanya penyaluran zakat tunai ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin meningkat. Dukungan dari para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS menjadi pilar penting dalam mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA16/10/2025 | Otnay
BAZNAS Surabaya Dukung Inovasi Pemkot Menuju Kota Berkelanjutan dan Sejahtera
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai inovasi dan langkah kreatif Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun kota yang tangguh, berdaya, dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengurangan limbah popok sekali pakai melalui popok pakai ulang (reusable diapers) yang menjadi bagian dari program Bloomberg Mayors Challenge 2025 . Program ini menunjukkan komitmen nyata Surabaya dalam menjaga kemiskinan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM , menyampaikan bahwa inovasi yang berpihak pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan sejalan dengan semangat zakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
“BAZNAS Kota Surabaya siap berkolaborasi dalam mendukung program yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Inovasi seperti penggunaan popok pakai ulang merupakan langkah cerdas menjaga kebersihan, mengurangi sampah, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.
Melalui dukungan dan sinergi lintas sektor, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan menuju Surabaya yang lebih sejahtera, inovatif, dan berkelanjutan.
BERITA13/10/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Santoso, Warga Dukuh Kupang
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat zakat dan menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat. Melalui program BAZNAS Peduli Kesehatan dan Kemanusiaan , lembaga ini menyalurkan bantuan kaki palsu untuk Bapak Santoso , warga Dukuh Kupang Gang Lebar No. 98A, Surabaya, yang mengalami amputasi akibat komplikasi diabetes melitus .
Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak musibah kesehatan. BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai inovasi dalam mendistribusikan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat berkelanjutan.
Bapak Santoso merupakan salah satu warga kurang mampu yang sebelumnya harus menjalani amputasi di bagian bawah lutut akibat komplikasi diabetes. Kondisi tersebut membuat beliau kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, bahkan berdampak pada kondisi ekonomi dan psikologis keluarganya.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya melalui program Peduli Kesehatan dan Kemanusiaan menyalurkan bantuan berupa kaki palsu bawah lutut untuk membantu memulihkan kemandirian dan semangat hidup beliau. Program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk memberikan akses kesehatan dan dukungan bagi masyarakat rentan, terutama penyandang disabilitas dan kaum dhuafa.
Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, tim BAZNAS Kota Surabaya terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan verifikasi data mustahik . Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada penerima benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria kelayakan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat sekitar. Mereka menilai kehadiran BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, program bantuan kaki palsu ini juga menjadi bentuk nyata implementasi dari maqashid syariah , khususnya dalam menjaga jiwa ( hifdz al-nafs ) dan menjaga harta ( hifdz al-mal ). BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya agar dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan umat.
Kegiatan penyaluran bantuan kaki palsu untuk Bapak Santoso menjadi salah satu contoh nyata dari program kemanusiaan BAZNAS Kota Surabaya yang berdampak langsung pada kehidupan mustahik. Melalui program seperti ini, zakat dapat menjelma menjadi solusi sosial yang konkret — memulihkan fisik, memperkuat mental, dan mengembalikan martabat penerima manfaat.
Ke depan, BAZNAS Kota Surabaya akan terus memperluas jangkauan program kemanusiaan dan kesehatan, termasuk dukungan bagi penderita disabilitas, masyarakat dengan penyakit kronis, dan korban bencana. Semua dilakukan dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas .
Dengan dukungan masyarakat, muzaki, dan pemerintah kota, BAZNAS Kota Surabaya bertekad untuk terus menjadi mitra strategis dalam membangun kesejahteraan sosial melalui pengelolaan zakat yang profesional dan penuh tanggung jawab.
Penyaluran bantuan kaki palsu ini tidak hanya memulihkan kemampuan fisik Bapak Santoso, tetapi juga membangkitkan kembali kepercayaan diri dan semangat hidupnya. Inilah bukti bahwa zakat yang dikelola dengan amanah dapat mengubah kehidupan seseorang secara nyata.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai program sosial, kemanusiaan, dan kesehatan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat zakat secara langsung.
BERITA13/10/2025 | Zul
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Rombong dan Modal Usaha untuk Warga Tidak Mampu di Sawunggaling dan Kertajaya
Surabaya, 13 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Kali ini, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan rombong dan modal usaha bagi warga kurang mampu di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, dan Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng.
Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif, sejalan dengan visi “Zakat Tumbuh, Mustahik Berdaya.”
Program bantuan rombong dan modal usaha merupakan bentuk nyata pelaksanaan zakat produktif yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya. Tujuan utamanya adalah membantu mustahik memulai atau mengembangkan usaha kecil agar mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.
Selain memberikan bantuan berupa barang dan modal, BAZNAS juga menanamkan nilai tanggung jawab dan semangat wirausaha kepada penerima manfaat agar bantuan tersebut benar-benar menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi.
Menurut perwakilan BAZNAS Kota Surabaya, program ini selaras dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga harta (hifdz al-mal) dan memberdayakan umat agar dapat hidup sejahtera melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penyaluran pertama dilakukan di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan UPZ Dinas Sosial Pak Aziz Muslim, Lurah Sawunggaling, Kasie Kesra Kecamatan Wonokromo, serta perangkat kelurahan dan kecamatan lainnya.
Penerima bantuan di lokasi ini adalah Ibu Tri Murti Handayani, warga Gunungsari I Trem 49 B. Ia menerima bantuan berupa satu unit rombong dan modal usaha untuk mendukung kegiatan ekonominya di rumah. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu Ibu Tri Murti meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Kegiatan kemudian berlanjut di Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, dengan dihadiri oleh Kasie Kesra Kecamatan Gubeng, staf Kesra Kecamatan, serta staf Kesra Kelurahan Kertajaya. Di lokasi ini, bantuan diterima oleh Ibu Uffi Russianti, warga Juwingan I / 22 C. Meski tinggal di gang sempit, Ibu Uffi berencana memanfaatkan rombong dan modal usaha tersebut untuk berjualan di depan Jalan Raya Juwingan agar memiliki penghasilan tetap bagi keluarganya.
Dari pihak BAZNAS Kota Surabaya, kegiatan diwakili oleh Pelaksana Bidang Zulfikar Muhammad Handiyarsyah dan Relawan Maskur Maskur Nasrulloh. Proses penyaluran berjalan lancar, teratur, dan penuh rasa terima kasih dari penerima manfaat.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara BAZNAS Kota Surabaya, UPZ Dinas Sosial, dan pemerintah kelurahan serta kecamatan. Kolaborasi lintas lembaga ini memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Selain memberikan bantuan, tim BAZNAS juga melakukan pendampingan langsung di lapangan untuk memastikan penerima memahami cara memanfaatkan bantuan tersebut secara produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya kembali menegaskan tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat.
Penyaluran bantuan rombong dan modal usaha pada 13 Oktober 2025 menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen efektif dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk terus berusaha dan berikhtiar menuju kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat visi besar BAZNAS Kota Surabaya untuk menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan sosial dan ekonomi umat. Melalui penyaluran yang amanah, produktif, dan tepat sasaran, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi warga Surabaya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap zakat yang dikelola dengan baik akan menjadi cahaya pemberdayaan bagi mustahik dan mendorong terwujudnya Surabaya yang lebih sejahtera dan berdaya.
BERITA13/10/2025 | Zul
BAZNAS Kota Surabaya Hadiri Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 di Balai Kota Surabaya
Surabaya, 12 Oktober 2025 — BAZNAS Kota Surabaya turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (12/10).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun ini mengusung tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh”, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan ketangguhan masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi tantangan serta membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 serta harapan agar Jawa Timur terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, tangguh, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya.
Kehadiran BAZNAS Kota Surabaya juga menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kemanusiaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA12/10/2025 | Otnay
Kunjungan BAZNAS Kabupaten Temanggung membahas strategi optimalisasi pengumpulan ZIS di BAZNAS Kota Surabaya.
Surabaya (10/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Temanggung pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya.
Kunjungan ini disambut langsung oleh lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, yang terdiri dari unsur Ketua dan para Wakil Ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai strategi program BAZNAS Kota Surabaya yang berorientasi pada peningkatan Optimalisasi pengumpulan ZIS di lingkup Pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program unggulan seperti Surabaya Berdaya, Surabaya Cerdas, dan Surabaya Sehat. Selain itu, turut dibahas pula kolaborasi efektif antara BAZNAS Kota Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaan program pengumpulan maupun penyaluran zakat.
Pihak BAZNAS Kabupaten Temanggung menyampaikan apresiasi atas kiprah dan inovasi BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan inspirasi bagi penguatan peran BAZNAS di Kabupaten Temanggung.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik, serta memperluas jejaring kolaborasi antar daerah dalam bidang kesejahteraan sosial.
BERITA10/10/2025 | ALI MAHPUT EFENDI
Daging DAM/Hadyu Haji Kini Sampai ke Surabaya, BAZNAS Salurkan Ratusan Paket untuk Warga
Surabaya (8/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyalurkan daging hewan DAM/Hadyu Haji kepada warga yang berhak menerima manfaat di wilayah Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penyaluran daging Dam yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI bekerjasama dengan Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Sebanyak 225 paket daging DAM/Hadyu Haji disalurkan kepada masyarakat pada Rabu, 8 Oktober 2025, dengan pendampingan langsung dari perwakilan Kementerian Agama RI, yakni Bapak Lani Haelani dan Haris Mufti Amin, yang hadir dalam kegiatan pendistribusian di Kota Surabaya.
Secara umum, DAM (Denda Haji) atau Hadyu adalah hewan sembelihan yang menjadi bagian dari ibadah haji, baik sebagai kewajiban karena pelanggaran tertentu maupun sebagai bentuk kesunnahan dalam pelaksanaan manasik. Daging hasil sembelihan ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, terutama bagi kaum fakir miskin.
Penyaluran daging hewan Dam ke Indonesia dilakukan berdasarkan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengelolaan program ini telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta mengikuti Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pembayaran Dam PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 2023/1444 H.
Selain itu, berdasarkan Keputusan Hai’ah Kibar Ulama Saudi No. 77 tanggal 21/10/1400 H, hewan hadyu yang disembelih di luar tanah haram dapat dibagikan di tempat penyembelihannya dan tidak dilarang untuk didistribusikan ke tempat lain. Hal ini juga sejalan dengan pandangan Mazhab Hanafi yang menegaskan bahwa penyembelihan (iraqatud dam) bersifat dogmatis, sementara pendistribusian (tasaruf) bersifat fleksibel — asalkan daging tersebut sampai kepada fakir miskin, baik di Tanah Haram maupun di luar wilayahnya, termasuk Indonesia.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen mendukung pelaksanaan program nasional penyaluran daging DAM/Hadyu Haji agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di tingkat daerah.
Wakil Ketua II BAZNAS Kota Surabaya Bidang Pendistribusian, H.M. Kamil Thobroni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran BAZNAS dalam mendukung kemaslahatan umat.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program nasional penyaluran daging DAM/Hadyu Haji ini. Melalui pendistribusian 225 paket daging kepada warga Surabaya, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk sinergi antara ibadah para jamaah haji dan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujar H.M. Kamil Thobroni.
Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Surabaya akan terus berkomitmen untuk menyalurkan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.
“BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga untuk memastikan setiap program nasional, seperti DAM/Hadyu ini, tersampaikan dengan tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dengan adanya sinergi antara BAZNAS RI, Kementerian Agama, BPKH, dan BAZNAS daerah, diharapkan program penyaluran daging DAM/Hadyu Haji dapat terus berjalan berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.
BERITA09/10/2025 | Imam
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Raih Penghargaan Pengumpul Zakat Terbanyak dari BAZNAS Jatim
Surabaya, 8 Oktober 2025 – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Dr. Eri Cahyadi, ST, MT dalam mendukung gerakan zakat kembali menuai apresiasi. Wali Kota Surabaya dianugerahi Piagam penghargaan sebagai Wali Kota Pengumpul Zakat Terbanyak pada acara Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam RAKORDA yang bertemakan “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita” yang diselenggarakan di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Mengingat padatnya agenda, Wali Kota Eri Cahyadi diwakili oleh Drs. Arief Budiarto, M.Si., Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Surabaya, untuk menerima piagam penghargaan tersebut.
Piagam dianugerahi ini sebagai bukti nyata atas keberhasilan sinergi antara Pemkot Surabaya dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dalam optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat di Kota Pahlawan.
Dalam Perayaannya, perwakilan Pemkot Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si., menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kesadaran kolektif seluruh elemen di Kota Surabaya, khususnya ASN, untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
“Penghargaan ini memacu semangat kami untuk terus meningkatkan potensi zakat di Surabaya. Dukungan penuh Bapak Wali Kota menjadi kunci utama dalam memastikan dana zakat dapat terhimpun secara maksimal dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik,” ujarnya.
RAKORDA BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 sendiri fokus pada penguatan peran BAZNAS dalam mendukung program pembangunan nasional, yang selaras dengan tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita”. Forum strategi ini juga menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi kinerja pengelolaan zakat di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Turut hadir dalam acara lima Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya yang secara aktif mengikuti diskusi dan menyusun strategi bersama BAZNAS se-Jawa Timur untuk meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan berbasis digital.
Kehadiran Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmen lembaga untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi kesejahteraan umat. Diharapkan, dengan penguatan program kelembagaan dan inovasi, zakat dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat Surabaya yang lebih mandiri dan sejahtera.
Mari terus dukung gerakan zakat di Kota Surabaya melalui BAZNAS Kota Surabaya . Setiap zakat yang Anda tunaikan adalah kontribusi nyata bagi kesejahteraan sesama. Zakat Kuat, Surabaya Hebat!
BERITA08/10/2025 | Imam
BAZNAS Surabaya Paparkan 5 Pilar Program di DPRD Surabaya, Kolaborasi Kunci Peningkatan Bantuan Warga
Surabaya, 6 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menghadiri pertemuan penting bersama Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya di Ruang Rapat Komisi D. Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025 ini fokus pada pembahasan upaya peningkatan efektivitas penyaluran bantuan bagi warga Kota Surabaya.
BAZNAS Kota Surabaya hadir bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bapemkesra, serta Bappeda. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menyelaraskan program-program bantuan di kota pahlawan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., memaparkan secara komprehensif Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya yang menjadi fokus utama dalam memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa efektivitas program dicapai melalui sinergi yang kuat dengan berbagai dinas terkait. Kolaborasi ini memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan terintegrasi dengan program-program pemerintah kota.
Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya yang dipaparkan adalah:
Surabaya Cerdas (Pendidikan) : Program ini berkolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan (Provinsi dan Kota) untuk memberikan bantuan beasiswa, sarana prasarana pendidikan, dan program literasi.
Surabaya Sehat (Kesehatan) : Sinergi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk menyediakan layanan kesehatan gratis, bantuan biaya pengobatan, dan program pencegahan penyakit bagi mustahik.
Surabaya Sigap (Kemanusiaan) : Program ini, yang fokus pada tanggap bencana dan bantuan insidental, bersinergi dengan Dinas Sosial dan Bapemkesra.
Surabaya Berdaya (Ekonomi) : Untuk mendorong kemandirian ekonomi, program ini mencakup kerja sama dengan Dinas Sosial, Bapemkesra, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM.
Surabaya Berdakwah (Dakwah) : Pilar ini mencakup bantuan kepada lembaga keagamaan dan penyediaan layanan dakwah.
H.Moch. Hamzah menyampaikan bahwa melalui rapat dengar pendapat ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Komisi D DPRD dan seluruh OPD agar penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan dampak yang lebih luas dan terstruktur bagi kesejahteraan warga Surabaya.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari semua pihak yang hadir untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi data penerima bantuan demi mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera dan berdaya.
BAZNAS Kota Surabaya - Amanah Umat, Wujudkan Kesejahteraan.
BERITA06/10/2025 | Imam
Kunjungan Bapemkesra Palangka Raya, Bahas Kolaborasi Program Zakat di Surabaya
Surabaya (4/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya pada Sabtu, 4 Oktober 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya.
Kunjungan ini disambut langsung oleh lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya yang terdiri dari unsur Ketua dan para Wakil Ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai program strategis BAZNAS Kota Surabaya yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui berbagai program unggulan seperti Surabaya Berdaya, Surabaya Cerdas, dan Surabaya Sehat. Selain itu, juga dibahas pula kolaborasi efektif antara BAZNAS Kota Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaan program pengumpulan maupun penyaluran zakat.
Pihak Bapemkesra Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi atas kiprah dan inovasi BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kunjungan yang diharapkan ini dapat menjadi pertukaran pengetahuan dan inspirasi bagi penguatan peran BAZNAS di daerah lain.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik, serta memperluas jejaring kolaborasi antar daerah dalam bidang kesejahteraan sosial.
BERITA04/10/2025 | Imam
Pemkot Surabaya Luncurkan Program Surabaya Kota Wakaf untuk Tingkatkan Kesejahteraan Umat
Surabaya, 1 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Surabaya resmi meluncurkan program “Surabaya Kota Wakaf” , sebuah gerakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Surabaya, dan BAZNAS Kota Surabaya, yang menandai komitmen kuat dalam mengembangkan potensi wakaf di Kota Pahlawan.
Dalam kegiatan Kick Off Surabaya Kota Wakaf yang digelar di Conventional Hall Arief Rahman Hakim, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya wakaf sebagai instrumen ekonomi umat yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat.
“Pembentukan Kota Wakaf Surabaya merupakan langkah strategis bagi kesejahteraan masyarakat. Filosofi wakaf mengajarkan bahwa nilai pokok tidak boleh berkurang, namun hasilnya dapat digunakan untuk menggerakkan perekonomian dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Eri Cahyadi.
Menurutnya, potensi wakaf di Surabaya sangat besar dan bisa dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan UMKM, penyediaan beasiswa, serta pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan.
“ Wakaf dapat menjadi penggerak perekonomian umat. Di Mesir, ketika ekonomi terpuruk, wakaf justru menjadi penopang pemerintahan. Surabaya harus bisa meneladani itu,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dalam waktu dua hari sejak diluncurkan, telah terkumpul dana wakaf sebesar Rp1,2 miliar. Selain itu, terdapat tanah wakaf seluas 1,2 hektar dan sekitar 100 sertifikat tanah yang diwakafkan untuk masjid, mushalla, sekolah, yayasan, serta fasilitas sosial kemasyarakatan.
Menariknya, muncul pula wakaf profesi dari kelompok masyarakat, salah satunya dari perkumpulan dokter khitan yang mewakafkan keahlian mereka untuk kepentingan sosial.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berwakaf. Semoga program ini menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk berwakaf demi kemaslahatan umat,” kata Eri.
Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Jawa Timur, Yannis Harryzon Dethan, menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan sertifikasi aset wakaf di Surabaya.
“Sinergi lintas sektor sangat penting untuk mengamankan aset umat. BPN bersama Kantor Pertanahan Surabaya I dan II terus berkomitmen melakukan pengukuran dan publikasi sertifikat tanah wakaf,” ujarnya.
Program Surabaya Kota Wakaf menjadi langkah nyata dalam menjadikan Surabaya sebagai kota percontohan wakaf produktif di Indonesia. Melalui kerja sama Pemkot Surabaya, BAZNAS, dan BWI, pengelolaan wakaf diharapkan mampu memperkuat perekonomian umat, mengurangi kesejahteraan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Surabaya terus melangkah menjadi Kota Wakaf yang inspiratif dan mandiri, di mana wakaf bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi pembangunan ekonomi umat.
BERITA01/10/2025 | Otnay

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →