WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Surabaya Terima Kunjungan Kerja BAZNAS Kota Jambi

Surabaya, 26 Agustus 2026 – BAZNAS Kota Surabaya menerima kunjungan kerja BAZNAS Kota Jambi di Kantor BAZNAS Kota Surabaya pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Rombongan BAZNAS Kota Jambi terdiri dari unsur Kesejahteraan Rakyat (Kesra), jajaran pimpinan BAZNAS Kota Jambi, serta pelaksana. Kehadiran rombongan disambut oleh jajaran BAZNAS Kota Surabaya dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

Kunjungan kerja tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran informasi mengenai tata kelola kelembagaan, pengumpulan dan pendistribusian ZIS, pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta pengembangan berbagai program yang dilaksanakan oleh masing-masing BAZNAS daerah.

Melalui pertemuan ini, BAZNAS Kota Surabaya dan BAZNAS Kota Jambi juga saling berbagi praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dorong Tata Kelola ZIS yang Profesional

BAZNAS Kota Surabaya menyambut positif kunjungan kerja tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga BAZNAS di daerah.

Diharapkan, kunjungan kerja BAZNAS Kota Jambi ke BAZNAS Kota Surabaya dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan serta mendorong pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

26/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Kota Padang Kunjungi BAZNAS Kota Surabaya untuk Kaji Tiru Pengelolaan Zakat

Surabaya, 20 Agustus 2026BAZNAS Kota Surabaya menerima kunjungan BAZNAS Kota Padang dalam rangka silaturahim dan kaji tiru pengelolaan zakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Surabaya pada Kamis (20/8/2026).

Kunjungan BAZNAS Kota Padang disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM., bersama seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya.

Rombongan BAZNAS Kota Padang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Wakil Ketua IV, Sekretaris, Kepala Bidang I, Kepala Bidang II, serta Kepala Bidang IV.

Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., MM., menyambut hangat kedatangan rombongan BAZNAS Kota Padang. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan semangat saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan zakat.

Kaji Tiru Pengelolaan Zakat dan Tata Kelola BAZNAS

Kegiatan kaji tiru BAZNAS Kota Padang ke BAZNAS Kota Surabaya bertujuan mempererat silaturahim sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan terkait tata kelola kelembagaan dan pengelolaan zakat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga berdiskusi mengenai berbagai program, sistem pengelolaan, serta pengalaman dalam menjalankan tugas penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan zakat, administrasi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya dan BAZNAS Kota Padang diharapkan dapat saling mengambil praktik baik yang dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Kunjungan kaji tiru tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga BAZNAS dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi muzaki dan mustahik.

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Terima Piagam Penghargaan atas Kontribusi Program Rutilahu bagi Warga Surabaya

Surabaya, 17 Agustus 2026 – BAZNAS Kota Surabaya menerima piagam penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung Program Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi Warga Kota Surabaya. Penghargaan tersebut diberikan setelah pelaksanaan prosesi Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Piagam penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan sinergi BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui bantuan perbaikan rumah bagi warga yang membutuhkan.

Program Rutilahu merupakan salah satu upaya nyata dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Melalui dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas hidup warga serta memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kota Surabaya menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas peran BAZNAS Kota Surabaya yang selama ini turut berkontribusi dalam program-program sosial dan kemanusiaan di Kota Surabaya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi BAZNAS Kota Surabaya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh pihak terkait dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah dalam membantu masyarakat serta mendukung terwujudnya Surabaya yang semakin sejahtera dan berkeadilan.

Semangat kemerdekaan, semangat berbagi, dan semangat menghadirkan kebermanfaatan untuk sesama.

17/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Dukung Khitanan Massal Gratis bagi Anak Keluarga Kurang Mampu

SURABAYA, 15 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Surabaya terus memperkuat kepedulian sosial melalui dukungan terhadap khitanan massal gratis bagi 280 anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Wanita Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Khitanan massal ini merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita, BAZNAS Kota Surabaya, dan Bangga Surabaya Peduli sebagai bentuk sinergi dalam memberikan pelayanan dan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 280 anak mengikuti proses khitan secara gratis tanpa biaya. Para peserta mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah dan masyarakat kurang mampu di Kota Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya memberikan dukungan berupa uang saku, bingkisan, dan tas kepada seluruh peserta khitan. Dukungan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan keluarga penerima manfaat.

Kegiatan khitanan massal turut dihadiri Wali Kota Surabaya, Ketua PKK Kota Surabaya, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, pimpinan Bangga Surabaya Peduli, serta pengurus Dharma Wanita.

BAZNAS Surabaya Dorong Sinergi untuk Masyarakat Kurang Mampu

Dukungan BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi lintas lembaga juga menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada keluarga yang membutuhkan.

Melalui khitanan massal gratis ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan khitan tanpa biaya, tetapi juga memperoleh perhatian dan dukungan sosial dari berbagai pihak.

BAZNAS Kota Surabaya berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat “Amanah Muzaki, Bahagia Mustahik”, bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

15/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya Salurkan Alat Bantu Dengar untuk Warga Krembangan Melalui Program Layanan Kesehatan

SURABAYA – BAZNAS Surabaya kembali menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui penyaluran alat bantu dengar kepada salah satu warga Kecamatan Krembangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Kantor Kecamatan Krembangan.

Penerima manfaat dalam kegiatan ini adalah Winarti, warga Jalan Krembangan Jaya Utara 5 Nomor 20A, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Bantuan alat bantu dengar diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang mengalami gangguan pendengaran.

Penyaluran bantuan dihadiri oleh Staf Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Krembangan, Staf Kesra Kelurahan Kemayoran, relawan dan peserta magang BAZNAS Surabaya, serta penerima manfaat bersama keluarga.

Program bantuan alat bantu dengar merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah di bidang kesehatan. Melalui program ini, BAZNAS Surabaya berupaya membantu masyarakat agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik serta meningkatkan kemandirian dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Surabaya dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam memastikan pelayanan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting agar setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Bagi penerima manfaat, alat bantu dengar diharapkan mampu memberikan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kemudahan berkomunikasi dengan keluarga hingga mendukung aktivitas sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

BAZNAS Surabaya akan terus mengembangkan berbagai program kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik, sehingga manfaat dana zakat tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

 

Melalui amanah para muzaki, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat program-program kemaslahatan umat.

 
09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya

Berita Terbaru

Hasil Gotong Royong Warga Gununganyar Lor, UPZ Masjid Baiturrochman Serahkan Donasi ke BAZNAS Surabaya
Hasil Gotong Royong Warga Gununganyar Lor, UPZ Masjid Baiturrochman Serahkan Donasi ke BAZNAS Surabaya
Surabaya (16/12/25) — UPZ Masjid Baiturrochman RW 01 Gununganyar Lor secara resmi menyerahkan hasil donasi POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatra & Aceh kepada BAZNAS Kota Surabaya. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana selama lima hari, terhitung sejak 6 hingga 10 Desember 2025. Dari aksi kemanusiaan ini, UPZ Masjid Baiturrochman berhasil menghimpun dana sebesar Rp16.000.000 serta berbagai kebutuhan pokok. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui BAZNAS Kota Surabaya untuk selanjutnya didistribusikan kepada para korban bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya partisipasi warga. “Capaian ini adalah bukti bahwa semangat solidaritas warga Gununganyar Lor tetap menyala. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ungkapnya. Dari kalangan generasi muda, Abdul Jabbar, perwakilan Gen-Z RW 01 Gununganyar Lor, menegaskan bahwa aksi ini menjadi momentum kebangkitan pemuda dalam kerja-kerja sosial. “Sudah saatnya kita bangkit bersama demi kemaslahatan umat. Bukan hanya berbicara, tetapi hadir dengan aksi nyata,” tegasnya. Penyerahan donasi ini menegaskan peran UPZ Masjid Baiturrochman sebagai simpul kepedulian umat di tingkat akar rumput. Gununganyar Lor kembali membuktikan diri sebagai kampung yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan yang melampaui batas wilayah.
BERITA16/12/2025 | Otnay
Dari Masjid untuk Nusantara: UPZ Baiturrochman Buka Posko Donasi Peduli Bencana Sumatra dan Aceh
Dari Masjid untuk Nusantara: UPZ Baiturrochman Buka Posko Donasi Peduli Bencana Sumatra dan Aceh
Surabaya — UPZ Masjid Baiturrochman di bawah naungan BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Melalui pembentukan POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatera & Aceh , UPZ Masjid Baiturrochman menggandeng seluruh elemen masyarakat RW 01 Gununganyar Lor untuk bersatu dalam aksi kemanusiaan yang sarat nilai gotong royong. Gerakan open donasi ini dibuka selama 6–10 Desember 2025 sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Posko donasi berpusat di lingkungan Masjid Baiturrochman dan terbuka bagi seluruh warga yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa dana maupun kebutuhan pokok. Keterlibatan masyarakat terlihat begitu kuat. Berbagai unsur ikut ambil bagian, mulai dari Takmir dan Remas Masjid Baiturrochman, NU Gununganyar Lor, Fatayat–Muslimat NU, GP Ansor, Banser, IPNU–IPPNU, JANGOP, KSH, PKK, pengurus RT/RW , hingga organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh , menyampaikan bahwa pembukaan posko ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bersama. “Kami ingin memberikan contoh kepada seluruh UPZ se-Surabaya agar aktif membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Surabaya sebagai Kota Zakat dan Kampung Madani di setiap wilayah,” ujarnya. Aksi open donasi ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, mempertemukan semangat para tokoh masyarakat dengan energi pemuda dalam satu tujuan mulia: membantu sesama.
BERITA16/12/2025 | Otnay
Kolaborasi Dakwah, BAZNAS Surabaya Cetak 175 Amil dan Nadhir Profesional Lewat Madrasah Batch 1
Kolaborasi Dakwah, BAZNAS Surabaya Cetak 175 Amil dan Nadhir Profesional Lewat Madrasah Batch 1
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya sukses menggelar Madrasah Amil dan Nadhir – Batch 1 pada Sabtu, 06 Desember 2025. Bertempat di Gedung Bapeddalitbang Kota Surabaya, Jl. Pacar No. 8, Ketabang, Genteng, acara ini dihadiri oleh 175 Amil dan Nadhir yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dan UPZ Kecamatan BAZNAS Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pengelola zakat dan wakaf di Kota Pahlawan. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Amil dan Nadhir yang profesional dalam memaksimalkan potensi zakat dan wakaf untuk kesejahteraan umat. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya juga diwujudkan melalui kehadiran dan sambutan dari Kepala Bapemkesra Kota Surabaya, Dr. Arief Boediarto, M.Si. Sesi utama kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speaker oleh Guru Besar ternama, Prof. Dr. KH. Ahmad Muhibbin Zuhri, M.Ag. Beliau memberikan pandangan strategis mengenai peran sentral Amil dan Nadhir dalam ekosistem filantropi Islam modern. Inti dari Madrasah Amil & Nadhir ini adalah penyampaian materi secara panel yang dimoderatori oleh Drs. H. Marjuki, MA. Sesi panel ini berfokus pada dua aspek penting. Materi Keamilan disampaikan oleh H.M. Kamil Thobroni, membahas secara mendalam tata kelola dan prinsip-prinsip profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Sementara itu, materi Kenadziran disampaikan oleh Muhammad Yahya, S.Pd.I, M.A, mengupas tuntas aspek hukum, manajerial, dan pengembangan aset wakaf. Madrasah Amil & Nadhir Batch 1 ini menjadi langkah konkret BAZNAS Kota Surabaya dalam memastikan pengelolaan zakat dan wakaf dilaksanakan secara syar’i, amanah, dan berdampak luas bagi masyarakat Surabaya.
BERITA09/12/2025 | Imam
Gandeng Fatayat NU, Dorong UMKM Fatayat Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Workshop Kaji Indonesia
Gandeng Fatayat NU, Dorong UMKM Fatayat Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Workshop Kaji Indonesia
Surabaya, 8 November 2025 – Sinergi pemberdayaan ekonomi terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya bersama PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya melalui program pendampingan UMKM perempuan . Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha agar mampu naik kelas, mandiri, berdaya saing, serta melek digital . Program pemberdayaan ini diselenggarakan di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, Siola Mall, Jl. Tunjungan No. 1–3, Genteng, Surabaya , yang dikenal sebagai sentra pengembangan UMKM di Kota Pahlawan. Puluhan kader Fatayat dan pelaku UMKM Binaan hadir mewakili berbagai sektor usaha seperti kuliner rumahan, minuman olahan, fesyen muslim, hingga produk ekonomi kreatif bernilai lokal. Kegiatan berjalan dalam dua sesi besar, yakni pendampingan UMKM oleh BAZNAS Kota Surabaya , kemudian dilanjutkan dengan workshop mentor bisnis dari Kaji Indonesia bersama Bapak Ari Prabowo . Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM , menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya sekedar menyalurkan bantuan, tetapi memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan berkelanjutan . "Kami ingin UMKM yang didampingi tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan berkembang. Kami berharap para pelaku usaha bisa naik level, memperluas pemasaran, dan pada akhirnya mengubah status dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat," ungkapnya. Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Surabaya menilai kemitraan ini menjadi momentum penting bagi perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui usaha produktif. “Perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian keluarga. Dengan program ini, kader Fatayat tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga semakin kuat secara ekonomi. Ilmu yang diberikan sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan usaha masa kini,” tuturnya. Memasuki sesi workshop, Bapak Ari Prabowo dari Kaji Indonesia mengarahkan peserta pada penguatan pola pikir bisnis, strategi pemasaran modern, serta optimalisasi platform digital untuk penjualan dan branding UMKM. Dalam paparannya, Bapak Ari menekankan bahwa UMKM di era digital harus menggabungkan kualitas produk dengan storytelling, personal branding, dan pemanfaatan media sosial sebagai etalase utama . “Jangan hanya menjual produk, tapi jual juga narasi. Konsumen sekarang ingin merasa terhubung. Produk yang kuat identitasnya lebih mudah diingat dan berpeluang besar berkembang di pasar digital,” jelasnya di hadapan peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan UMKM perempuan Surabaya untuk lebih profesional, terstruktur, dan siap bersaing di pasar yang luas. Melalui kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, PC Fatayat NU, dan Kaji Indonesia, program ini semakin kuat dengan kombinasi pemberdayaan berbasis komunitas, pendampingan usaha, dan edukasi pemasaran digital . Melalui gerakan ini, BAZNAS Kota Surabaya optimis semakin banyak pelaku UMKM perempuan yang naik kelas, produktif, dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga maupun daerah .
BERITA08/11/2025 | Otnay
10 Amil BAZNAS Kota Surabaya Resmi Tersertifikasi Tingkat Nasional Wujud Profesionalisme Pengelolaan Zakat
10 Amil BAZNAS Kota Surabaya Resmi Tersertifikasi Tingkat Nasional Wujud Profesionalisme Pengelolaan Zakat
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam upaya memperkuat profesionalisme dan meningkatkan mutu pengelolaan zakat di daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya mencatat capaian penting pada tahun 2025. Sebanyak 10 orang amil dari 16 orang yang terdiri dari 5 pimpinan dan 5 pelaksana bidang telah resmi tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS Republik Indonesia. Langkah ini menjadi bukti komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk senantiasa menjaga kualitas, kredibilitas, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sertifikasi ini sekaligus mempertegas peran amil sebagai tenaga profesional yang berkompeten, sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 5 Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya Raih Sertifikasi Amil Pimpinan Dalam daftar penerima sertifikasi tersebut, lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya berhasil meraih Sertifikasi Amil Pimpinan, yaitu: H. Moch. Hamzah, ST., MM. – Ketua BAZNAS Kota Surabaya Dr. Marjuki, MA. – Wakil Ketua I H. M. Kamil Thobroni, S.HI. – Wakil Ketua II Drs. Ec. Abd Halim AF – Wakil Ketua III Muhammad Riduwan, S.Ag. – Wakil Ketua IV Kelima pimpinan ini dinyatakan kompeten dalam skema Sertifikasi Amil Pimpinan BAZNAS, yang menilai kemampuan mereka dalam aspek strategis pengelolaan lembaga zakat, mulai dari tata kelola organisasi, kebijakan distribusi, hingga strategi pemberdayaan mustahik. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, sertifikasi ini menjadi pengakuan atas profesionalitas amil di Surabaya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas agar pengelolaan zakat semakin amanah, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar beliau. Lima Pelaksana Bidang BAZNAS Kota Surabaya Tersertifikasi Kualifikasi Level 3 Selain pimpinan, lima pelaksana bidang BAZNAS Kota Surabaya juga berhasil lulus dalam Sertifikasi Skema Kualifikasi Level 3 Bidang Pengelolaan Zakat, yakni: Imam Syafii Mustofa – Kepala Pelaksana Muhammad Fachrudin – Pelaksana Bidang I (Pengumpulan) Zulfikar Muhammad Handiyarsyah – Pelaksana Bidang II (Pendistribusian dan Pendayagunaan) Listiyowati – Pelaksana Bidang III (Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan) Ali Mahput Efendi – Pelaksana Bidang IV (SDM, Umum, dan Administrasi) Sertifikasi ini membuktikan bahwa para pelaksana memiliki kompetensi teknis dalam menjalankan operasional zakat sesuai dengan standar Manajemen Mutu Pengelolaan Zakat Nasional. Mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan zakat untuk program pemberdayaan mustahik. Pelaksana Bidang II, Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk bekerja lebih profesional. “Menjadi amil tidak hanya tentang niat ibadah, tetapi juga tanggung jawab besar. Dengan sertifikasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di Surabaya dilakukan secara terukur, terarah, dan akuntabel,” ungkapnya. Wujud Profesionalisme dan Kepercayaan Publik Sertifikasi amil merupakan salah satu implementasi dari Transformasi Digital dan Profesionalisasi Amil Zakat Nasional yang dicanangkan oleh BAZNAS RI. Tujuannya agar seluruh amil di Indonesia memiliki kompetensi yang sama, baik dalam aspek manajerial, teknis, maupun spiritual. Dengan tersertifikasinya sepuluh amil BAZNAS Kota Surabaya, lembaga ini kini menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil menegakkan standar profesional dalam tata kelola zakat. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi pemerintah yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Ketua BAZNAS RI dalam beberapa kesempatan juga menekankan bahwa profesionalisasi amil merupakan kunci menuju pengelolaan zakat yang berkelanjutan dan berdampak besar bagi kesejahteraan umat. Dengan sumber daya manusia yang kompeten, BAZNAS dapat memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah dikelola secara efektif dan tepat sasaran. Langkah Nyata Membangun Amil Unggul di Kota Pahlawan Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh amil zakat di Surabaya untuk terus berbenah diri. Sertifikasi bukanlah akhir, tetapi awal dari proses peningkatan kualitas pelayanan umat. Ke depan, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus melakukan pelatihan, pengembangan kompetensi, serta pembinaan berkelanjutan agar setiap amil mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada muzaki dan mustahik. Dengan semangat profesional, amanah, dan penuh tanggung jawab, BAZNAS Kota Surabaya siap menjadi lembaga zakat yang unggul dan terpercaya — menginspirasi pengelolaan zakat nasional yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemaslahatan umat.
BERITA05/11/2025 | Zul
Pengajian Selasa Pagi BAZNAS Bahas Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Melalui Sertifikasi Online
Pengajian Selasa Pagi BAZNAS Bahas Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Melalui Sertifikasi Online
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan kapasitas para amil zakat di seluruh Indonesia, BAZNAS Republik Indonesia kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi – Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman Sesi 41 Tahun 2025, pada Selasa, 4 November 2025. Acara yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting (bit.ly/PengajianSelasaPagi) ini dimulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB dan menghadirkan narasumber utama H. Muhammad Choirin, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI. Pengajian dipandu oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh jajaran BAZNAS se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Surabaya yang diwakili oleh Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat dan M. Khoiri Yanto, Staf Media. Profesionalisme Amil Melalui Sertifikasi Dalam pemaparannya, H. Muhammad Choirin menekankan pentingnya sertifikasi bagi para amil zakat di seluruh tingkatan, baik pusat maupun daerah. Sertifikasi bukan sekadar pengakuan formal, tetapi merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi, kredibilitas, dan akuntabilitas amil dalam menjalankan amanah umat. “Profesionalisme amil menjadi kunci agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin dipercaya masyarakat. Melalui sertifikasi online, BAZNAS berupaya memudahkan proses peningkatan kapasitas SDM zakat secara efektif dan merata,” jelas Choirin. Sertifikasi amil yang dikelola oleh LSP BAZNAS RI telah berbasis digital dan dapat diakses oleh seluruh amil di daerah. Program ini menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung Transformasi Digital Zakat Nasional, sehingga setiap amil memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan zaman. BAZNAS Surabaya Dukung Peningkatan Kualitas Amil Kehadiran BAZNAS Kota Surabaya dalam pengajian ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat SDM dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat kota.Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, yang mewakili BAZNAS Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan memperluas jaringan antaramil di seluruh Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS RI melalui kegiatan pengajian tematik yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan nilai tambah profesional bagi para amil. Dengan adanya sertifikasi online, kami di daerah lebih termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan standar pelayanan kepada mustahik,” ujarnya. BAZNAS Surabaya selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas SDM, termasuk pelatihan pengelolaan zakat, pendayagunaan berbasis pemberdayaan ekonomi, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas lembaga. Sinergi Ilmu dan Spirit Dakwah Kegiatan Pengajian Selasa Pagi BAZNAS telah menjadi wadah inspiratif bagi seluruh insan amil untuk terus berbenah, memperkuat spiritualitas, dan menambah pengetahuan. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Dengan Sertifikasi Online”, pengajian sesi ke-41 ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa profesi amil adalah bagian dari perjuangan dakwah dan pengabdian kepada umat. Sebagai lembaga pengelola zakat resmi di bawah pemerintah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk melahirkan amil yang kompeten, amanah, dan profesional, demi terwujudnya pengelolaan zakat yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA05/11/2025 | Zul
BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Kerja Teknis Membasuh Luka Palestina, Perkuat Sinergi Penghimpunan Nasional
BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Kerja Teknis Membasuh Luka Palestina, Perkuat Sinergi Penghimpunan Nasional
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam upaya memperkuat sinergi gerakan kemanusiaan dan penghimpunan donasi nasional untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Membasuh Luka Palestina pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. Rakernis ini diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Surabaya yang diwakili oleh H. Muhammad Fachrudin, Pelaksana Bidang Pengumpulan. Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan nasional membantu rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan. Capaian Nasional: Donasi Rp383 Miliar untuk Palestina Dalam pemaparan yang disampaikan oleh BAZNAS RI, hingga saat ini dukungan masyarakat Indonesia untuk Palestina telah mencapai Rp383.086.242.713. Angka tersebut terdiri dari pengumpulan BAZNAS sebesar Rp230.091.110.318 dan titipan dari BAZNAS daerah serta LAZ sebesar Rp152.995.132.395. Adapun total dana yang telah disalurkan mencapai Rp121.548.945.751 dengan penerima manfaat sebanyak 707.775 jiwa, serta 150,5 ton bantuan natura (barang dan logistik) yang telah disalurkan ke wilayah terdampak di Palestina. Data tersebut menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Surabaya: Bergerak untuk Kemanusiaan Dalam Rakernis tersebut, BAZNAS RI juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang memberikan kontribusi besar dalam penggalangan dana kemanusiaan, di antaranya BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, dan Kalimantan Selatan. Sebagai bagian dari jaringan nasional, BAZNAS Kota Surabaya turut aktif mengajak masyarakat untuk menyalurkan donasi terbaik mereka bagi rakyat Palestina. Melalui berbagai kanal zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berupaya memperluas jangkauan kebaikan agar manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh umat Islam di seluruh dunia. H. Muhammad Fachrudin menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Surabaya dalam Rakernis ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah. “Kami berharap sinergi nasional ini terus berlanjut. Setiap rupiah dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya. Membangun Solidaritas Umat Melalui Rakernis “Membasuh Luka Palestina” ini, BAZNAS menegaskan kembali perannya sebagai lembaga zakat nasional yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan umat di dalam negeri, tetapi juga turut mengambil bagian dalam misi kemanusiaan global. Dengan semangat solidarity for humanity, BAZNAS terus menggerakkan kepedulian masyarakat agar zakat dan sedekah menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Surabaya siap melanjutkan peran ini, menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang menjembatani kasih sayang umat Islam Indonesia untuk Palestina.
BERITA05/11/2025 | Zul
BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025
BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025
Surabaya – Dalam menghadapi potensi bencana alam yang sering terjadi pada musim penghujan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting. Rapat ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia, serta Komandan dan Person in Charge (PIC) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada akhir tahun. Mengantisipasi Cuaca Ekstrem Melalui Kolaborasi Nasional Dalam pembukaannya, perwakilan BAZNAS Pusat menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi merupakan ancaman tahunan yang harus dihadapi dengan perencanaan matang dan kesiapsiagaan terpadu.BAZNAS, sebagai lembaga zakat nasional, tidak hanya berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). “Zakat bukan hanya menolong masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan dalam respon cepat kemanusiaan. BAZNAS harus menjadi yang terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana,” ujar salah satu Pimpinan BAZNAS RI dalam sambutannya. Melalui rapat ini, BAZNAS ingin memastikan bahwa seluruh daerah memiliki rencana kontinjensi dan koordinasi yang solid dalam menghadapi potensi bencana yang dipengaruhi oleh fenomena hidrometeorologi. Fokus pada Pencegahan dan Respons Cepat Rapat koordinasi ini membahas berbagai langkah antisipatif yang akan dilakukan oleh jaringan BAZNAS di seluruh Indonesia, di antaranya: Pemetaan daerah rawan bencana berbasis data wilayah dan laporan BMKG. Penguatan kapasitas tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di setiap provinsi dan kabupaten/kota. Penyediaan logistik darurat dan peralatan lapangan yang siap digunakan saat terjadi bencana. Pelatihan mitigasi dan evakuasi cepat bagi relawan dan masyarakat di wilayah rentan. Koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang sinergis. Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya pendistribusian zakat untuk penanganan bencana, baik dalam bentuk bantuan langsung kepada korban maupun dukungan jangka panjang untuk pemulihan pasca-bencana. BAZNAS Tanggap Bencana Siaga di Lapangan Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merupakan ujung tombak lembaga dalam aksi kemanusiaan.BTB telah aktif di berbagai wilayah terdampak bencana di Indonesia, mulai dari banjir di Jawa Timur dan Kalimantan, hingga longsor di Jawa Barat dan bencana gempa di wilayah timur Indonesia. Dengan koordinasi nasional yang baik, diharapkan BTB di setiap daerah mampu merespons lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi.Komandan dan PIC BTB dari seluruh Indonesia hadir dalam rapat ini untuk menyampaikan laporan kesiapan dan kendala di wilayah masing-masing. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim di daerah siap secara personel, logistik, dan koordinasi. Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa mempersiapkan diri dengan baik,” ujar salah satu Komandan BTB dalam sesi diskusi. Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemanusiaan BAZNAS menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam menghadapi ancaman bencana yang berdampak luas pada masyarakat.Dengan jaringan lembaga zakat yang tersebar di seluruh Indonesia, kolaborasi ini menjadi modal besar dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Rapat juga menyoroti pentingnya penggunaan data digital dan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi, agar proses koordinasi dan pelaporan dapat dilakukan secara cepat dan akurat.Hal ini sejalan dengan upaya BAZNAS RI dalam mendorong transformasi digital pengelolaan zakat dan kemanusiaan. Zakat untuk Kemanusiaan dan Ketangguhan Masyarakat Zakat memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.Dalam konteks bencana hidrometeorologi, dana zakat dapat digunakan untuk: Bantuan logistik dan kebutuhan dasar korban bencana. Pemulihan ekonomi mustahik melalui modal usaha pasca bencana. Program perbaikan rumah ibadah dan fasilitas sosial yang rusak. Pendidikan dan kesehatan darurat bagi anak-anak terdampak. Melalui prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, BAZNAS memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan, terutama saat menghadapi situasi bencana. Harapan untuk Indonesia yang Tangguh dan Peduli Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan BAZNAS Tahun 2025 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.Dengan kolaborasi yang solid antara BAZNAS, BTB, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh, peduli, dan cepat tanggap terhadap bencana. “Kesiapsiagaan adalah bentuk nyata dari amanah zakat. Kita tidak menunggu bencana datang, tetapi menyiapkan diri agar bisa menolong lebih cepat dan lebih luas,” tutup pimpinan BAZNAS dalam rapat tersebut. BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, karena dari dana zakat inilah lahir kekuatan besar untuk menolong sesama — baik di masa damai maupun dalam situasi bencana.
BERITA04/11/2025 | Zul
Melalui Pengajian BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata
Melalui Pengajian BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata
Surabaya – BAZNAS kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi Sesi 40 Tahun 2025 dengan tema yang penuh makna, yaitu “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 06.00–07.30 WIB, secara daring dan luring, dan diikuti oleh para amil, ASN, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kemanusiaan dan solidaritas dunia Islam. Dalam sesi kali ini, hadir dua tokoh penting dari BAZNAS Republik Indonesia, yakni M. Arifin Purwakananta (Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI) sebagai narasumber utama, serta H. M. Nadratuzzaman Hosen (Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI) yang bertindak sebagai moderator dan pemandu acara. Mengangkat Semangat Solidaritas Umat Islam untuk Gaza Kondisi Gaza yang porak poranda pasca gencatan senjata menjadi perhatian dunia, terutama umat Islam di berbagai negara.Melalui pengajian kali ini, BAZNAS ingin mengajak peserta untuk tidak hanya berempati, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun kembali kehidupan masyarakat Gaza yang terdampak perang. Dalam pemaparannya, M. Arifin Purwakananta menekankan pentingnya sinergi dan kepedulian sesama Muslim sebagai wujud ukhuwah Islamiyah.“Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga instrumen kemanusiaan global. Apa yang kita salurkan melalui BAZNAS, Insya Allah menjadi kekuatan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya. Beliau menambahkan, BAZNAS RI bersama jaringan BAZNAS seluruh Indonesia telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam program pemulihan Gaza, baik melalui bantuan kemanusiaan, kesehatan, maupun dukungan pendidikan dan ekonomi masyarakat Palestina. Zakat Sebagai Kekuatan Kemanusiaan Global Dalam sesi tanya jawab, H. M. Nadratuzzaman Hosen menegaskan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang sangat luas.Selain membantu masyarakat miskin di dalam negeri, zakat juga dapat menjadi alat diplomasi kemanusiaan yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan keadilan. “BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai negara yang terdampak konflik dan bencana, termasuk Palestina. Ini menunjukkan bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional dapat memberikan dampak lintas batas negara,” ujar Nadratuzzaman. Ia juga menekankan bahwa dalam konteks kemanusiaan global, transparansi dan akuntabilitas lembaga zakat menjadi kunci kepercayaan publik. Setiap bantuan yang disalurkan harus jelas sumbernya, jelas penerimanya, dan terukur dampaknya — inilah nilai yang terus dipegang teguh oleh BAZNAS RI. Pengajian Sebagai Wadah Pencerahan dan Kepedulian Program Pengajian Selasa Pagi BAZNAS merupakan agenda rutin yang telah berjalan selama lebih dari tiga tahun.Tujuan utamanya adalah memberikan pencerahan spiritual, motivasi kerja, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Sesi ke-40 ini terasa istimewa karena mengangkat isu kemanusiaan dunia Islam yang tengah menjadi perhatian global.Para peserta diajak untuk merenungkan kembali makna ukhuwah Islamiyah, serta memahami bahwa setiap zakat yang ditunaikan memiliki nilai strategis dalam memperbaiki kehidupan umat, baik di tingkat lokal maupun internasional. Selain ceramah utama, acara ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Gaza dan seluruh umat Islam di dunia.Suasana haru dan khidmat terasa saat para peserta menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar perdamaian segera terwujud dan masyarakat Gaza dapat hidup dengan aman serta bermartabat. Dukungan ASN dan Masyarakat Surabaya untuk Gaza Sebagai bagian dari jaringan nasional BAZNAS, BAZNAS Kota Surabaya turut mengambil peran dalam menggaungkan semangat kepedulian terhadap Palestina.Banyak ASN Kota Surabaya yang telah berpartisipasi dalam gerakan donasi kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS. Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Gaza merupakan bentuk solidaritas universal yang sejalan dengan visi lembaga untuk membangun kesejahteraan umat secara global.“Zakat yang kita tunaikan bukan hanya untuk membantu mustahik di Surabaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun dunia yang lebih damai dan adil,” ujarnya. Melalui kegiatan seperti pengajian ini, BAZNAS ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap amal kecil memiliki dampak besar, dan setiap rupiah zakat yang dikelola dengan amanah dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain. Membangun Gaza dengan Hati dan Aksi Nyata Tema “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata” bukan sekadar slogan, tetapi seruan untuk bergerak bersama.Umat Islam diajak untuk menyalurkan empati menjadi aksi nyata melalui zakat, infak, dan sedekah.Bantuan dari masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari paket logistik, layanan medis, hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak korban konflik. “Setelah masa gencatan senjata, tugas kita tidak berhenti. Justru di sinilah ujian kepedulian dimulai — bagaimana membantu mereka membangun kembali rumah, sekolah, dan kehidupan,” tambah Arifin Purwakananta. Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, diharapkan pengajian ini menjadi pemantik gerakan zakat kemanusiaan yang lebih kuat, tidak hanya untuk Palestina tetapi juga bagi kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia.
BERITA04/11/2025 | Zul
Dampak Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Dampak Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Surabaya (BAZNAS News) – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Melalui pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang tepat sasaran, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat secara langsung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit dari kemiskinan dan menuju kemandirian. Di Kota Surabaya, BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang aktif menyalurkan zakat kepada mustahik, sekaligus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang memberi dampak nyata di tengah masyarakat. Zakat Sebagai Pilar Keadilan Sosial Zakat bukan hanya ibadah vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga bentuk ibadah sosial yang menegakkan keadilan ekonomi.Melalui zakat, harta didistribusikan dari kalangan yang mampu kepada mereka yang membutuhkan.Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103) Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dua dimensi sekaligus — membersihkan harta muzaki dan menumbuhkan kemandirian mustahik. Dengan pendistribusian yang tepat, zakat mampu mempersempit kesenjangan ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. Pendistribusian Zakat yang Tepat Sasaran Pendistribusian zakat harus dilakukan secara terarah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat.Zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Taubah: 60. BAZNAS Kota Surabaya menjalankan berbagai program pendistribusian yang mencakup: Bantuan konsumtif langsung, seperti sembako, makanan siap saji, dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan alat kesehatan, seperti kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, dan alat bantu jalan bagi mustahik penyandang disabilitas. Program pendidikan, seperti Beasiswa Cendekia Baznas (CESAR) untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program sosial keagamaan, seperti santunan jumat berkah, fidyah, dan bantuan masjid serta TPQ. Pendistribusian ini bukan hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menumbuhkan rasa keadilan dan kepedulian di tengah masyarakat. Pendayagunaan Zakat yang Memberdayakan Selain distribusi langsung, zakat juga memiliki potensi besar ketika dikelola secara produktif.Pendayagunaan zakat diarahkan agar penerima tidak selamanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri secara ekonomi.BAZNAS Kota Surabaya telah mengembangkan berbagai program zakat produktif, seperti: Pelatihan dan bantuan modal usaha mikro bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM. Program peternakan dan pertanian zakat produktif, yang memanfaatkan zakat untuk menciptakan lapangan kerja. Pendampingan usaha dan literasi keuangan agar mustahik mampu mengelola hasil usahanya dengan baik. Dengan model ini, zakat tidak hanya berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan menjadi alat transformasi sosial yang mengubah mustahik menjadi muzaki. Dampak Ekonomi dan Sosial dari Zakat Hasil pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang efektif membawa dampak positif bagi masyarakat, di antaranya: Menurunkan angka kemiskinan.Banyak keluarga penerima zakat yang kini mampu mandiri setelah menerima bantuan modal dan pelatihan. Meningkatkan akses pendidikan.Beasiswa dan bantuan pendidikan dari zakat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi. Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.Program zakat produktif mendorong aktivitas ekonomi di tingkat mikro, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat UMKM. Menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial.Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya zakat sebagai solusi sosial Islam untuk mengurangi kesenjangan. Dengan demikian, zakat menjadi motor pembangunan sosial yang berkelanjutan. Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Mengoptimalkan Zakat Sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menjaga amanah muzaki melalui sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh dana yang masuk dikelola melalui sistem terintegrasi dan diaudit secara berkala. Laporan pendistribusian dan pendayagunaan juga dibuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial. BAZNAS Surabaya tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan umat. Program-program unggulan seperti Zakat Produktif, Beasiswa CESAR, Jumat Berkah, dan Layanan Kemanusiaan merupakan bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi strategis dalam pembangunan ekonomi umat di Surabaya. Menumbuhkan Kepercayaan dan Kesadaran Berzakat Salah satu dampak penting dari pengelolaan zakat yang baik adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat.Ketika muzaki melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar membawa perubahan nyata, kesadaran untuk menunaikan zakat akan semakin tumbuh. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya terus melakukan edukasi dan sosialisasi zakat melalui masjid, media sosial, dan kegiatan dakwah agar masyarakat memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk membangun kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. Kesimpulan Pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang dilakukan secara tepat, profesional, dan amanah membawa dampak besar bagi kesejahteraan umat. Zakat mampu mengubah kehidupan mustahik, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui kerja keras dan dedikasi BAZNAS Kota Surabaya, zakat kini tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga gerakan sosial kemanusiaan yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga kota. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, umat Islam turut serta membangun Surabaya sebagai kota yang peduli, berkeadilan, dan penuh keberkahan.
BERITA04/11/2025 | Zul
Mewujudkan Mimpi Anak Bangsa dari Kisah Sobat Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya
Mewujudkan Mimpi Anak Bangsa dari Kisah Sobat Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya
Surabaya (BAZNAS News) – Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka pintu masa depan yang lebih baik. Berangkat dari semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan program Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana)—sebuah inisiatif strategis yang membantu mahasiswa dhuafa agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan menjadi generasi penerus bangsa yang berdaya. Program beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan biaya kuliah, tetapi juga menumbuhkan karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian di kalangan mahasiswa. Para penerima beasiswa, yang dikenal dengan sebutan “Sobat CESAR”, kini menjadi teladan nyata bagaimana zakat dapat mengubah kehidupan. 1. Zakat untuk Mencetak Sarjana yang Berdaya Program Beasiswa CESAR merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif di bidang pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana zakat untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah. Direktur Pelaksana BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa CESAR tidak sekadar memberi bantuan finansial, tetapi juga membangun kapasitas mahasiswa agar siap menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ingin mencetak sarjana yang bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki nilai kepedulian sosial dan siap menjadi agen perubahan,” ujarnya. 2. Cerita Perjuangan Mahasiswa Dhuafa Banyak kisah inspiratif lahir dari program Beasiswa CESAR. Salah satunya datang dari M. Saiful Anwar (22 tahun), mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf. Saiful mengaku hampir tidak bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Namun, ketika ia terpilih sebagai penerima Beasiswa CESAR, harapannya kembali menyala. “Alhamdulillah, beasiswa ini membuat saya bisa fokus belajar tanpa khawatir biaya. Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga penjual gorengan juga bisa sukses dan berguna bagi masyarakat,” tutur Saiful dengan penuh semangat. Cerita serupa juga datang dari Andhika (21 tahun), mahasiswa Manajemen Universitas Hayam Wuruk yang juga penerima Bantuan CESAR membantunya membayar biaya semester sampai lulus. “Beasiswa CESAR bukan hanya bantuan dana, tapi juga dukungan moral. Kami diberi pelatihan kepemimpinan dan kesempatan mengabdi lewat kegiatan sosial,” katanya. 3. Membangun Rantai Kebaikan Salah satu hal yang membanggakan dari teman-teman CESAR adalah semangat mereka untuk memberi kembali (give back) kepada masyarakat. Banyak di antara mereka yang berkomitmen menyalurkan sebagian penghasilan pertama mereka kelak untuk zakat atau sedekah.Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dibiayai oleh zakat telah menumbuhkan kesadaran sosial dan spiritual yang mendalam. “Kami ingin melanjutkan kebaikan ini. Suatu saat nanti, kami ingin menjadi muzaki yang membantu mahasiswa lain seperti kami dulu,” kata Ayuni, mahasiswi penerima CESAR dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. 4. Harapan ke Depan dan Dampak Nyata untuk Kota Surabaya Program Beasiswa CESAR akan melahirkan puluhan sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, baik negeri maupun swasta. Banyak di antara mereka diharapkan bisa bekerja di sektor publik, pendidikan, hingga menjadi wirausahawan muda.Semoga harapan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya. Dengan pendidikan yang layak, nantinya para alumni CESAR berpotensi menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi di lingkungannya. Inilah bentuk nyata dari pendayagunaan zakat yang produktif dan berkelanjutan. 5. Kolaborasi dan Target ke Depan BAZNAS Kota Surabaya terus memperluas jangkauan beasiswa ini dengan menjalin kerja sama bersama perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan donatur zakat. Tujuannya agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga dhuafa bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk kuliah. Ke depan, BAZNAS menargetkan agar Beasiswa CESAR dapat melahirkan 100 sarjana baru setiap tahun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Kesimpulan Program Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan sebuah gerakan sosial yang menumbuhkan harapan dan mengubah masa depan. Melalui zakat, generasi muda dhuafa dapat menapaki tangga kesuksesan, menjadi sarjana berdaya, dan kelak kembali berkontribusi untuk umat. Para penerima beasiswa CESAR membuktikan bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun peradaban—mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menebar manfaat bagi masyarakat luas. Kata Kunci SEO: Beasiswa CESAR, BAZNAS Kota Surabaya, beasiswa zakat, program pendidikan Surabaya, zakat untuk pendidikan, mahasiswa dhuafa, pendayagunaan zakat, zakat produktif, Surabaya Makmur, generasi muda Surabaya.
BERITA31/10/2025 | Zulfikar M.H
Program Jumat Berkah: Zakat yang Menghidupkan Solidaritas Sosial di Kota Surabaya
Program Jumat Berkah: Zakat yang Menghidupkan Solidaritas Sosial di Kota Surabaya
Surabaya (BAZNAS News) – Setiap hari Jumat, suasana penuh keberkahan terasa di berbagai sudut Kota Pahlawan. Sejak pagi, para relawan dan amil BAZNAS Kota Surabaya bersiap mendistribusikan ratusan paket nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan. Inilah wujud nyata dari Program Jumat Berkah, salah satu kegiatan unggulan BAZNAS dalam rangka pendistribusian zakat konsumtif yang menghidupkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat kota. Program Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, tetapi menjadi simbol kepedulian sosial yang lahir dari kekuatan zakat dan sedekah masyarakat Surabaya. 1. Spirit Keberkahan di Hari Jumat Hari Jumat dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam. BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum ini untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan berbagi antar sesama. Melalui Program Jumat Berkah, zakat yang dihimpun dari muzaki (pemberi zakat) disalurkan dalam bentuk makanan siap saji kepada mustahik (penerima zakat) seperti tukang becak, pekerja harian, juru parkir, pemulung, hingga warga lansia yang tinggal sendiri. Dengan cara ini, zakat benar-benar terasa manfaatnya secara langsung, menghadirkan senyum dan rasa syukur di wajah masyarakat penerima manfaat. 2. Konsep Zakat Konsumtif yang Tepat Sasaran Sebagai bagian dari strategi pendistribusian zakat konsumtif, program ini dirancang agar bantuan dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan tanpa proses birokrasi yang rumit. Tim BAZNAS Kota Surabaya bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan, relawan, dan komunitas lokal untuk mendata penerima manfaat setiap pekannya. Distribusi nasi kotak dilakukan di berbagai titik seperti terminal, pasar tradisional, lingkungan padat penduduk, hingga sekitar rumah sakit. Dengan demikian, bantuan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan, bukan sekadar seremonial semata. 3. Menggerakkan Gotong Royong Antar Warga Program Jumat Berkah juga menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat Surabaya yang ingin ikut berbagi. Banyak muzaki dan donatur tergerak untuk ikut berpartisipasi, baik dengan memberikan dana zakat maupun sedekah makanan secara langsung. Sejumlah perusahaan dan instansi pemerintahan juga turut menyalurkan dana CSR melalui program ini, menjadikannya gerakan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi kolaborasi ini agar semangat gotong royong tetap terjaga. Dengan tagline “Berbagi Tak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas”, masyarakat diajak menyadari bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi yang membutuhkan. 4. Distribusi Merata dan Berkelanjutan Program Jumat Berkah dilaksanakan secara rutin setiap minggu, dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat. Tidak hanya di pusat kota, BAZNAS juga memperluas jangkauan ke wilayah pinggiran seperti Benowo, Rungkut, dan Pakal. Bahkan di beberapa kesempatan, kegiatan ini disinergikan dengan program kesehatan gratis atau pemberian paket sembako. Pendekatan berkelanjutan ini menjadikan zakat sebagai sumber kebermanfaatan yang terus hidup. Bukan hanya saat Ramadhan, tetapi sepanjang tahun zakat didayagunakan secara konsisten untuk membantu masyarakat. 5. Kisah di Balik Sebungkus Nasi Bagi banyak penerima manfaat, nasi kotak dari program Jumat Berkah bukan sekadar makanan, tetapi simbol perhatian dan kasih sayang.Salah satunya Pak Rahmad (52 tahun), seorang penarik becak di daerah Wonokromo. Ia mengaku setiap Jumat menantikan tim BAZNAS datang membagikan nasi kotak. “Alhamdulillah, rezeki dari Allah lewat BAZNAS. Mungkin buat orang lain kecil, tapi buat kami besar artinya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Kisah seperti Pak Rahmad menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya soal angka, melainkan tentang memberi harapan dan menghidupkan semangat kemanusiaan. 6. Dampak Sosial dan Spiritual Selain berdampak pada kesejahteraan masyarakat, Program Jumat Berkah juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Muzaki merasa bahagia karena bisa melihat langsung hasil zakatnya disalurkan, sementara mustahik merasakan perhatian nyata dari sesama.Program ini juga menjadi media dakwah sosial yang menanamkan nilai syukur, solidaritas, dan empati. Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama agar berkah kebaikan menyebar luas di seluruh Surabaya. 7. Peran Strategis BAZNAS Kota Surabaya Keberhasilan Program Jumat Berkah tidak lepas dari tata kelola yang profesional dan dukungan sistem yang kuat di BAZNAS Kota Surabaya. Dengan jaringan UPZ di seluruh kecamatan, program ini mampu menjangkau ribuan penerima manfaat setiap bulan. BAZNAS juga memastikan seluruh pendistribusian dilakukan dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat. 8. Membangun Kota yang Peduli dan Berkeadilan Program ini membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun kota yang peduli, adil, dan sejahtera. Dengan kolaborasi berbagai pihak—pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha—BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk bersama menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat urban. Kesimpulan Melalui Program Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, mempererat solidaritas sosial, dan menumbuhkan kepedulian antar sesama.Zakat bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial yang menghidupkan keberkahan di seluruh penjuru kota. Dengan semangat “Zakat Tumbuh, Surabaya Makmur”, BAZNAS terus berkomitmen menjadikan setiap Jumat sebagai hari penuh rahmat bagi warga Surabaya. Kata Kunci SEO: Zakat Surabaya, Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya, pendistribusian zakat, zakat konsumtif, sedekah makanan, program sosial Surabaya, mustahik, muzaki, zakat kemanusiaan.
BERITA31/10/2025 | Zulfikar M.H
Semarak Harlah ke-4 BAZNAS Kota Surabaya Ajak Ribuan Warga Senam Sehat Bersama di CFD Arief Rahman Hakim
Semarak Harlah ke-4 BAZNAS Kota Surabaya Ajak Ribuan Warga Senam Sehat Bersama di CFD Arief Rahman Hakim
Surabaya — Suasana penuh semangat mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 BAZNAS Kota Surabaya yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Arief Rahman Hakim , Minggu pagi. Dengan mengusung tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera” , kegiatan ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai kalangan untuk mengikuti Senam Sehat Bersama. Peserta dari berbagai usia tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur profesional. Tidak hanya sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan BAZNAS Kota Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Kota Pahlawan. Acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan, Pelaksana, Staf, dan Relawan BAZNAS Kota Surabaya , Kepala dan Staf KESRA Kota Surabaya , Kepala dan Staf Kelurahan Klampis Ngasem , Asisten III Sekretariat Daerah Kota Surabaya , serta Warga Klampis Ngasem dan Mahasiswa Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya. Dalam sambutannya, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., selaku Asisten III Sekretariat Daerah Kota Surabaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah BAZNAS Kota Surabaya yang terus konsisten hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “BAZNAS Kota Surabaya telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam upaya menyejahterakan masyarakat melalui berbagai program Zakat, Infak, dan Sedekah. Kolaborasi seperti ini harus terus kita jaga agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampaknya. Semoga di usia ke-4 ini, BAZNAS semakin kuat, solid, dan semakin memberi manfaat untuk warga Surabaya,” ujar Anna Fajriatin. Melalui tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”, BAZNAS Kota Surabaya ingin menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kesejahteraan bersama.
BERITA30/10/2025 | Otnay
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Ketua BAZNAS Kota Surabaya Dampingi Walikota Tinjau Audit Struktur Ponpes Sidoresmo
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Ketua BAZNAS Kota Surabaya Dampingi Walikota Tinjau Audit Struktur Ponpes Sidoresmo
SURABAYA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM, turut mendampingi Walikota Surabaya, Bapak Dr. Ir. H. Eri Cahyadi, ST, MT, dalam kegiatan peninjauan dan audit uji struktur bangunan Pondok Pesantren Sidoresmo pada hari Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi penting yang melibatkan para ahli teknik sipil dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen lembaga untuk tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pada aspek pembangunan infrastruktur keagamaan yang aman dan berkelanjutan. “Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memastikan bahwa fasilitas pendidikan, khususnya pondok pesantren, memiliki struktur bangunan yang kokoh dan aman bagi para santri,” ujar H. Moch. Hamzah, ST., MM. Audit uji struktur yang dilakukan oleh tim ahli ITS ini bertujuan untuk menyebarkan kelayakan dan keamanan bangunan pondok pesantren. Hal ini menjadi krusial mengingat Ponpes Sidoresmo telah menjadi pusat pendidikan agama bagi ribuan santri di Surabaya selama bertahun-tahun. “Keselamatan para santri adalah prioritas utama. Kolaborasi antara Pemkot, BAZNAS, dan Alumni ITS ini merupakan contoh sinergi yang luar biasa dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan umat,” tambah beliau. Peran BAZNAS, dalam hal ini, juga dapat membuka peluang untuk menggalang dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan melalui program BAZNAS Surabaya Cerdas guna mendukung rehabilitasi atau perbaikan yang mungkin direkomendasikan pasca-audit. BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menyalurkan dana ZIS dari para Muzaki untuk berbagai program pembangunan, termasuk perbaikan masjid, musholla, dan fasilitas pendidikan agama lainnya yang membutuhkan. Masyarakat dan korporasi diajak untuk terus mempercayai ZIS-nya kepada BAZNAS Kota Surabaya agar program-program strategis seperti dukungan terhadap keamanan fasilitas keagamaan dapat terus berlanjut.
BERITA29/10/2025 | Imam
Sinergi Kuat BAZNAS dan OPD Pemkot Surabaya Susun Strategi Intervensi Program Bantuan
Sinergi Kuat BAZNAS dan OPD Pemkot Surabaya Susun Strategi Intervensi Program Bantuan
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan komitmen penuh dalam menyelaraskan program kerjanya dengan Pemerintah Kota (Pemkot). Pada hari Senin, 27 Oktober 2025, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Intervensi Pemerintah Kota di Ruang Rapat Sekretaris Daerah. Rakor strategis ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., dan bertujuan untuk mensinergikan program-program dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga terkait dalam rangka pengentasan kemiskinan dan percepatan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya. Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam rapat ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai mitra strategis Pemkot dalam menyalurkan bantuan kepada mustahik (penerima zakat) secara terarah dan tepat sasaran. Intervensi yang dibahas meliputi berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. "Rapat koordinasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kami kelola dapat bersinergi dengan program Pemkot. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih, dan sebaliknya, dapat saling melengkapi untuk mencapai dampak yang maksimal bagi masyarakat kurang mampu," ujar H. Moch. Hamzah, ST., MM., setelah pertemuan. Rapat ini menjadi forum penting yang mempertemukan berbagai stakeholder kunci Pemkot Surabaya, yaitu: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Kesejahteraan Rakyat, Direktur Bank SAU Surabaya Keterlibatan seluruh elemen ini menunjukkan pendekatan penthahelix dalam penanganan isu kemiskinan, di mana BAZNAS berperan aktif dalam pilar pemberdayaan dan filantropi Islam. Hasil dari koordinasi ini diharapkan dapat diimplementasikan segera melalui program-program BAZNAS, khususnya pada pilar Surabaya Sigap dan Surabaya Berdaya. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh Muzaki untuk terus menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar sinergi program ini dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.
BERITA29/10/2025 | Imam
Peningkatan Kapasitas, Pimpinan BAZNAS Surabaya Ikuti Sertifikasi Kualifikasi 3 Pengelolaan Zakat
Peningkatan Kapasitas, Pimpinan BAZNAS Surabaya Ikuti Sertifikasi Kualifikasi 3 Pengelolaan Zakat
SURABAYA – Guna memperkuat tata kelola dan profesionalisme dalam manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya berpartisipasi aktif dalam program Pelatihan dan Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Institute. Keikutsertaan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk mencapai standar kompetensi tertinggi dalam pengelolaan dana umat. Pelatihan dan sertifikasi yang ketat ini dirancang untuk memastikan bahwa para pengelola zakat memiliki kapabilitas yang mumpuni, baik dari aspek regulasi, syariah, maupun manajerial. Skema Kualifikasi 3 sendiri merupakan tolok ukur standar profesionalisme nasional yang ditetapkan oleh BAZNAS RI, memastikan bahwa seluruh proses mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian dana ZIS dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan transparan. Jaminan Akuntabilitas dan Standar Nasional Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah. ST., MM, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah krusial untuk menjaga amanah muzaki (pemberi zakat) dan mengoptimalkan pelayanan bagi mustahik (penerima zakat). “Kami menyadari bahwa kepercayaan muzaki adalah modal utama. Dengan mengikuti dan lulus dari Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 ini, kami memastikan bahwa seluruh tim pimpinan telah memenuhi standar kompetensi tertinggi yang diakui secara nasional. Ini adalah jaminan bagi masyarakat Surabaya bahwa dana yang mereka titipkan dikelola dengan profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Bapak Hamzah. Optimalisasi Layanan Mustahik Ilmu dan keahlian yang diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kualitas program-program BAZNAS di tingkat kota. Fokus utamanya adalah pada optimalisasi pelayanan mustahik melalui program-program yang lebih inovatif dan tepat sasaran, seperti bantuan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan dakwah. Lebih lanjut, Pak Hamzah menambahkan, “Kami akan membawa pulang ilmu terbaik dari BAZNAS Institute untuk menyempurnakan mekanisme penyaluran dan pendampingan mustahik di Surabaya. Komitmen kami akan menjadikan BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga yang tidak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan, tetapi juga mampu mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program pemberdayaan yang efektif. Peningkatan kepercayaan muzaki dan perbaikan pelayanan mustahik adalah prioritas utama kami.” Dengan sertifikasi ini, BAZNAS Kota Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Pahlawan.
BERITA29/10/2025 | Listy
Semarak Harlah Ke-4 BAZNAS Kota Surabaya “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”
Semarak Harlah Ke-4 BAZNAS Kota Surabaya “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”
Surabaya, 26 Oktober 2025. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan penuh semangat kebersamaan di Kelurahan Klampis Ngasem. Mengusung tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera,” peringatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga dan warga merupakan kunci keberhasilan program kesejahteraan sosial di Kota Surabaya. Kegiatan Harlah tahun ini terselenggara melalui sinergi strategis antara BAZNAS Kota Surabaya dengan pihak Kelurahan Klampis Ngasem, Klinik Paradise, serta Relawan BAZNAS yang turut memberikan dukungan penuh dalam mensukseskan agenda. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas manfaat zakat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Rangkaian acara dikemas secara meriah dan bermanfaat bagi warga, yang meliputi: 1. Senam Sehat sebagai upaya meningkatkan kebugaran dan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat. 2. Makan dan Minum Gratis guna menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. 3. Cek Kesehatan Gratis hasil kolaborasi dengan Klinik Paradise untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar kepada warga. 4. Pembagian Paket Sembako kepada warga prasejahtera sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap penyediaan kebutuhan dasar. Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa momentum Harlah Ke-4 bukan sekedar seremonial, melainkan refleksi terhadap peran besar zakat dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya akan terus memperkuat tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya semakin luas dirasakan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintahan hingga para relawan, menunjukkan bahwa aspirasi menuju Surabaya yang lebih sejahtera membutuhkan kerja sama yang konsisten dan berkelanjutan. Semangat sinergi ini menjadi dorongan kuat bagi BAZNAS untuk terus melahirkan program inovasi yang memberi dampak sosial secara nyata. Melalui peringatan Harlah ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk terus terlibat dalam gerakan kebaikan dan pemberdayaan umat. “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera” bukan sekadar tema acara, melainkan visi bersama untuk menghadirkan Surabaya yang lebih berdaya dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA27/10/2025 | Otnay
BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat
BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat
Surabaya, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan para amil, muzaki, serta masyarakat luas terhadap perkembangan zakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengajian Selasa Pagi dengan tema “Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat”, Selasa (21/10). Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda rutin “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025” ini dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi, termasuk amil zakat, akademisi, mahasiswa, hingga pemerhati zakat dan lingkungan. Pengajian kali ini menghadirkan narasumber utama yakni Hidayaneu Farchatunnisa, ME, peneliti dari Direktorat Kajian dan Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS RI, serta dipandu langsung oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI. Green Zakat: Sinergi antara Iman dan Kepedulian Lingkungan Dalam paparannya, Hidayaneu Farchatunnisa menjelaskan bahwa konsep Indeks Green Zakat merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan nilai-nilai zakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan (sustainability). Menurutnya, zakat tidak hanya berperan dalam menyejahterakan mustahik dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian alam dan mitigasi krisis iklim. “Green Zakat adalah sebuah gagasan untuk mengukur sejauh mana penyaluran zakat, infak, dan sedekah mendukung pembangunan berkelanjutan. Ini selaras dengan Maqashid Syariah yang salah satunya bertujuan menjaga kehidupan (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifz al-bi’ah),” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Indeks Green Zakat nantinya akan menjadi alat ukur atau parameter bagi lembaga-lembaga amil zakat untuk menilai sejauh mana program mereka ramah lingkungan, efisien energi, dan berkontribusi pada pengurangan jejak karbon. Contohnya, program pemberdayaan ekonomi mustahik yang memanfaatkan energi terbarukan, pertanian organik, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon produktif dapat dikategorikan sebagai implementasi zakat hijau atau green zakat. Peran Strategis Digitalisasi dalam Implementasi Green Zakat Sementara itu, H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku moderator sekaligus pimpinan bidang transformasi digital BAZNAS RI, menekankan pentingnya digitalisasi data dan teknologi informasi dalam mendukung realisasi Green Zakat Index. “Kita tidak bisa berbicara tentang indeks tanpa data. Dengan sistem digital yang terintegrasi, BAZNAS bisa memantau, menganalisis, dan melaporkan dampak ekologis dari setiap program zakat. Inilah bentuk nyata transformasi digital dalam ekosistem zakat nasional,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa penguatan data digital bukan hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program zakat nasional. Melalui dashboard digital, BAZNAS dapat menampilkan data kontribusi program hijau, seperti jumlah pohon yang ditanam, volume sampah yang dikelola, hingga penghematan energi yang dihasilkan dari program zakat produktif. Respon Positif Peserta dan Harapan Kedepan Kegiatan pengajian yang berlangsung selama satu setengah jam ini disambut antusias oleh peserta. Banyak dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana mengukur indikator Green Zakat, bagaimana peran amil di daerah dalam mendukung implementasinya, serta strategi kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi lingkungan hidup. Dalam sesi tanya jawab, Hidayaneu menegaskan bahwa BAZNAS RI tengah mengembangkan model percontohan Green Zakat di beberapa wilayah, termasuk pada program pemberdayaan petani, pengelolaan bank sampah, dan bantuan energi ramah lingkungan. Ia berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ lainnya di seluruh Indonesia. “Kita ingin zakat tidak hanya menyejahterakan manusia, tetapi juga menjaga bumi yang menjadi tempat kita hidup bersama. Inilah semangat zakat hijau yang sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya. Peserta juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pengajian ini karena topiknya dinilai relevan dengan isu global tentang perubahan iklim dan tanggung jawab sosial lembaga keagamaan. Pengajian Selasa Pagi: Wadah Ilmu dan Spirit Amil Program Pengajian Selasa Pagi telah menjadi kegiatan rutin BAZNAS RI yang bertujuan memperkuat nilai spiritual dan intelektual bagi seluruh jajaran amil dan masyarakat umum. Dengan tema “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kapasitas amil sekaligus memperluas wawasan keislaman di bidang zakat kontemporer. BAZNAS RI terus berkomitmen menghadirkan topik-topik aktual setiap pekannya — mulai dari isu ekonomi syariah, teknologi zakat, literasi keuangan umat, hingga pengelolaan zakat berbasis lingkungan seperti Green Zakat Index. “Pengajian ini bukan hanya sekadar kajian spiritual, tetapi juga forum pembelajaran profesional bagi seluruh insan amil di Indonesia. Harapannya, pengetahuan yang didapat dapat diimplementasikan dalam pelayanan zakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” pungkas H. M. Nadratuzzaman Hosen. Kata Kunci SEO: BAZNAS RI, Pengajian Selasa Pagi, Green Zakat, Indeks Green Zakat, Hidayaneu Farchatunnisa, Nadratuzzaman Hosen, Transformasi Digital BAZNAS, zakat berkelanjutan, zakat ramah lingkungan, Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman 2025, zakat digital, pengajian online BAZNAS.
BERITA21/10/2025 | Zulfikar M.H
Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Mustahik: BAZNAS Surabaya dan Bumbi Gagas Program Pengurangan Sampah Pampers
Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Mustahik: BAZNAS Surabaya dan Bumbi Gagas Program Pengurangan Sampah Pampers
Surabaya, 20 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui audiensi strategis dengan tim Bumbi, sebuah gerakan yang fokus pada penggunaan popok kain guna ulang (cloth diapers). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Surabaya pada hari Senin, 20 Oktober 2025, ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., dan Founder sekaligus CEO Bumbi, Ibu Celia Siura. Acara ini menjadi wadah untuk memaparkan potensi kolaborasi dalam program pengurangan limbah popok sekali pakai yang sulit terurai. Sesuai dengan jargonnya, "Dari Bunda Untuk Bumi dan Bayi," Ibu Celia Siura menekankan pentingnya beralih ke popok kain sebagai solusi ramah lingkungan. "Popok sekali pakai terbuat dari bahan plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai. Ini merupakan masalah serius bagi lingkungan kita," ujar Ibu Celia Siura dalam paparannya. Ia berharap, sinergi antara Bumbi dan BAZNAS Kota Surabaya dapat segera terwujud dalam sebuah program nyata. Program ini dirancang untuk memberikan dua manfaat sekaligus: mengatasi problem limbah lingkungan dan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu (mustahik). "Popok kain terbukti lebih hemat hingga 200% dibandingkan dengan popok sekali pakai. Kami berharap dapat menyalurkan bantuan popok kain kepada masyarakat miskin kota Surabaya melalui BAZNAS, sehingga beban pengeluaran mereka bisa berkurang secara signifikan," tambahnya. Menyambut baik inisiatif tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., menyatakan dukungannya terhadap program yang tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang positif. Lebih lanjut, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan distribusi saja. Harapan ke depannya, BAZNAS Kota Surabaya bersama Bumbi dapat melaksanakan program pelatihan pembuatan popok kain kepada para mustahik. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Kota Surabaya. Inisiatif ini sejalan dengan salah satu pilar program BAZNAS Kota Surabaya, yakni Surabaya Berdaya (Ekonomi), yang berfokus pada peningkatan taraf hidup mustahik melalui kegiatan produktif. BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) muzaki untuk diimplementasikan dalam program inovatif dan berkelanjutan ini.
BERITA20/10/2025 | IMAM SYAFII
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Kursi Roda Khusus untuk Afifah, Warga Disabilitas Cerebral Palsy
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Kursi Roda Khusus untuk Afifah, Warga Disabilitas Cerebral Palsy
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menebar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan kursi roda khusus kepada Afifah Novaria (16 tahun) , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo . Afifah merupakan penyandang disabilitas Cerebral Palsy yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah Genteng, Surabaya . Bantuan kursi roda khusus ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan mandiri. Kursi roda tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan fisik Afifah untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Afifah dikenal sebagai siswi yang memiliki semangat belajar tinggi dan tekad kuat untuk terus berprestasi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan ia dapat lebih mudah beraktivitas dan semakin bersemangat untuk mencapai cita-cita. Dalam kesempatan tersebut, Afifah menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Surabaya , Bapak WaliKota , dan semua yang sudah membantu saya. Kursi roda ini sangat membantu saya untuk bisa lebih mudah bergerak dan bersekolah. Saya ingin terus belajar supaya bisa memuaskan orang tua, ” ungkap Afifah dengan penuh semangat. Penyaluran bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Wali Kota Surabaya , ASN Kota Surabaya , dan BAZNAS Kota Surabaya yang senantiasa berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi ini menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dalam membangun Surabaya menjadi kota yang inklusif dan berkeadilan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Wali Kota Surabaya , seluruh ASN Kota Surabaya , serta BAZNAS Kota Surabaya atas dukungan dan perhatiannya dalam menghadirkan kebahagiaan bagi warga penyandang disabilitas. Melalui bantuan ini, diharapkan Afifah dapat terus melangkah dengan percaya diri, meraih masa depan yang lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berjuang dan berprestasi.
BERITA17/10/2025 | Otnay
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →