Berita Terbaru
Pengajian Selasa Pagi BAZNAS Bahas Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Melalui Sertifikasi Online
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan kapasitas para amil zakat di seluruh Indonesia, BAZNAS Republik Indonesia kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi – Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman Sesi 41 Tahun 2025, pada Selasa, 4 November 2025.
Acara yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting (bit.ly/PengajianSelasaPagi) ini dimulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB dan menghadirkan narasumber utama H. Muhammad Choirin, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI. Pengajian dipandu oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI.
Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh jajaran BAZNAS se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Surabaya yang diwakili oleh Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat dan M. Khoiri Yanto, Staf Media.
Profesionalisme Amil Melalui Sertifikasi
Dalam pemaparannya, H. Muhammad Choirin menekankan pentingnya sertifikasi bagi para amil zakat di seluruh tingkatan, baik pusat maupun daerah. Sertifikasi bukan sekadar pengakuan formal, tetapi merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi, kredibilitas, dan akuntabilitas amil dalam menjalankan amanah umat.
“Profesionalisme amil menjadi kunci agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin dipercaya masyarakat. Melalui sertifikasi online, BAZNAS berupaya memudahkan proses peningkatan kapasitas SDM zakat secara efektif dan merata,” jelas Choirin.
Sertifikasi amil yang dikelola oleh LSP BAZNAS RI telah berbasis digital dan dapat diakses oleh seluruh amil di daerah. Program ini menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung Transformasi Digital Zakat Nasional, sehingga setiap amil memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
BAZNAS Surabaya Dukung Peningkatan Kualitas Amil
Kehadiran BAZNAS Kota Surabaya dalam pengajian ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat SDM dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat kota.Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, yang mewakili BAZNAS Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan memperluas jaringan antaramil di seluruh Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS RI melalui kegiatan pengajian tematik yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan nilai tambah profesional bagi para amil. Dengan adanya sertifikasi online, kami di daerah lebih termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan standar pelayanan kepada mustahik,” ujarnya.
BAZNAS Surabaya selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas SDM, termasuk pelatihan pengelolaan zakat, pendayagunaan berbasis pemberdayaan ekonomi, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Sinergi Ilmu dan Spirit Dakwah
Kegiatan Pengajian Selasa Pagi BAZNAS telah menjadi wadah inspiratif bagi seluruh insan amil untuk terus berbenah, memperkuat spiritualitas, dan menambah pengetahuan. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Dengan Sertifikasi Online”, pengajian sesi ke-41 ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa profesi amil adalah bagian dari perjuangan dakwah dan pengabdian kepada umat.
Sebagai lembaga pengelola zakat resmi di bawah pemerintah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk melahirkan amil yang kompeten, amanah, dan profesional, demi terwujudnya pengelolaan zakat yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA05/11/2025 | Zul
BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Kerja Teknis Membasuh Luka Palestina, Perkuat Sinergi Penghimpunan Nasional
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam upaya memperkuat sinergi gerakan kemanusiaan dan penghimpunan donasi nasional untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Membasuh Luka Palestina pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Rakernis ini diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Surabaya yang diwakili oleh H. Muhammad Fachrudin, Pelaksana Bidang Pengumpulan. Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan nasional membantu rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
Capaian Nasional: Donasi Rp383 Miliar untuk Palestina
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh BAZNAS RI, hingga saat ini dukungan masyarakat Indonesia untuk Palestina telah mencapai Rp383.086.242.713. Angka tersebut terdiri dari pengumpulan BAZNAS sebesar Rp230.091.110.318 dan titipan dari BAZNAS daerah serta LAZ sebesar Rp152.995.132.395.
Adapun total dana yang telah disalurkan mencapai Rp121.548.945.751 dengan penerima manfaat sebanyak 707.775 jiwa, serta 150,5 ton bantuan natura (barang dan logistik) yang telah disalurkan ke wilayah terdampak di Palestina. Data tersebut menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Surabaya: Bergerak untuk Kemanusiaan
Dalam Rakernis tersebut, BAZNAS RI juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang memberikan kontribusi besar dalam penggalangan dana kemanusiaan, di antaranya BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, dan Kalimantan Selatan.
Sebagai bagian dari jaringan nasional, BAZNAS Kota Surabaya turut aktif mengajak masyarakat untuk menyalurkan donasi terbaik mereka bagi rakyat Palestina. Melalui berbagai kanal zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berupaya memperluas jangkauan kebaikan agar manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh umat Islam di seluruh dunia.
H. Muhammad Fachrudin menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Surabaya dalam Rakernis ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah. “Kami berharap sinergi nasional ini terus berlanjut. Setiap rupiah dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Membangun Solidaritas Umat
Melalui Rakernis “Membasuh Luka Palestina” ini, BAZNAS menegaskan kembali perannya sebagai lembaga zakat nasional yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan umat di dalam negeri, tetapi juga turut mengambil bagian dalam misi kemanusiaan global.
Dengan semangat solidarity for humanity, BAZNAS terus menggerakkan kepedulian masyarakat agar zakat dan sedekah menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Surabaya siap melanjutkan peran ini, menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang menjembatani kasih sayang umat Islam Indonesia untuk Palestina.
BERITA05/11/2025 | Zul
BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025
Surabaya – Dalam menghadapi potensi bencana alam yang sering terjadi pada musim penghujan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting.
Rapat ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia, serta Komandan dan Person in Charge (PIC) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada akhir tahun.
Mengantisipasi Cuaca Ekstrem Melalui Kolaborasi Nasional
Dalam pembukaannya, perwakilan BAZNAS Pusat menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi merupakan ancaman tahunan yang harus dihadapi dengan perencanaan matang dan kesiapsiagaan terpadu.BAZNAS, sebagai lembaga zakat nasional, tidak hanya berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).
“Zakat bukan hanya menolong masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan dalam respon cepat kemanusiaan. BAZNAS harus menjadi yang terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana,” ujar salah satu Pimpinan BAZNAS RI dalam sambutannya.
Melalui rapat ini, BAZNAS ingin memastikan bahwa seluruh daerah memiliki rencana kontinjensi dan koordinasi yang solid dalam menghadapi potensi bencana yang dipengaruhi oleh fenomena hidrometeorologi.
Fokus pada Pencegahan dan Respons Cepat
Rapat koordinasi ini membahas berbagai langkah antisipatif yang akan dilakukan oleh jaringan BAZNAS di seluruh Indonesia, di antaranya:
Pemetaan daerah rawan bencana berbasis data wilayah dan laporan BMKG.
Penguatan kapasitas tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di setiap provinsi dan kabupaten/kota.
Penyediaan logistik darurat dan peralatan lapangan yang siap digunakan saat terjadi bencana.
Pelatihan mitigasi dan evakuasi cepat bagi relawan dan masyarakat di wilayah rentan.
Koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang sinergis.
Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya pendistribusian zakat untuk penanganan bencana, baik dalam bentuk bantuan langsung kepada korban maupun dukungan jangka panjang untuk pemulihan pasca-bencana.
BAZNAS Tanggap Bencana Siaga di Lapangan
Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merupakan ujung tombak lembaga dalam aksi kemanusiaan.BTB telah aktif di berbagai wilayah terdampak bencana di Indonesia, mulai dari banjir di Jawa Timur dan Kalimantan, hingga longsor di Jawa Barat dan bencana gempa di wilayah timur Indonesia.
Dengan koordinasi nasional yang baik, diharapkan BTB di setiap daerah mampu merespons lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi.Komandan dan PIC BTB dari seluruh Indonesia hadir dalam rapat ini untuk menyampaikan laporan kesiapan dan kendala di wilayah masing-masing.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim di daerah siap secara personel, logistik, dan koordinasi. Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa mempersiapkan diri dengan baik,” ujar salah satu Komandan BTB dalam sesi diskusi.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemanusiaan
BAZNAS menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam menghadapi ancaman bencana yang berdampak luas pada masyarakat.Dengan jaringan lembaga zakat yang tersebar di seluruh Indonesia, kolaborasi ini menjadi modal besar dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Rapat juga menyoroti pentingnya penggunaan data digital dan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi, agar proses koordinasi dan pelaporan dapat dilakukan secara cepat dan akurat.Hal ini sejalan dengan upaya BAZNAS RI dalam mendorong transformasi digital pengelolaan zakat dan kemanusiaan.
Zakat untuk Kemanusiaan dan Ketangguhan Masyarakat
Zakat memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.Dalam konteks bencana hidrometeorologi, dana zakat dapat digunakan untuk:
Bantuan logistik dan kebutuhan dasar korban bencana.
Pemulihan ekonomi mustahik melalui modal usaha pasca bencana.
Program perbaikan rumah ibadah dan fasilitas sosial yang rusak.
Pendidikan dan kesehatan darurat bagi anak-anak terdampak.
Melalui prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, BAZNAS memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan, terutama saat menghadapi situasi bencana.
Harapan untuk Indonesia yang Tangguh dan Peduli
Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan BAZNAS Tahun 2025 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.Dengan kolaborasi yang solid antara BAZNAS, BTB, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh, peduli, dan cepat tanggap terhadap bencana.
“Kesiapsiagaan adalah bentuk nyata dari amanah zakat. Kita tidak menunggu bencana datang, tetapi menyiapkan diri agar bisa menolong lebih cepat dan lebih luas,” tutup pimpinan BAZNAS dalam rapat tersebut.
BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, karena dari dana zakat inilah lahir kekuatan besar untuk menolong sesama — baik di masa damai maupun dalam situasi bencana.
BERITA04/11/2025 | Zul
Melalui Pengajian BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata
Surabaya – BAZNAS kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi Sesi 40 Tahun 2025 dengan tema yang penuh makna, yaitu “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 06.00–07.30 WIB, secara daring dan luring, dan diikuti oleh para amil, ASN, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kemanusiaan dan solidaritas dunia Islam.
Dalam sesi kali ini, hadir dua tokoh penting dari BAZNAS Republik Indonesia, yakni M. Arifin Purwakananta (Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI) sebagai narasumber utama, serta H. M. Nadratuzzaman Hosen (Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI) yang bertindak sebagai moderator dan pemandu acara.
Mengangkat Semangat Solidaritas Umat Islam untuk Gaza
Kondisi Gaza yang porak poranda pasca gencatan senjata menjadi perhatian dunia, terutama umat Islam di berbagai negara.Melalui pengajian kali ini, BAZNAS ingin mengajak peserta untuk tidak hanya berempati, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun kembali kehidupan masyarakat Gaza yang terdampak perang.
Dalam pemaparannya, M. Arifin Purwakananta menekankan pentingnya sinergi dan kepedulian sesama Muslim sebagai wujud ukhuwah Islamiyah.“Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga instrumen kemanusiaan global. Apa yang kita salurkan melalui BAZNAS, Insya Allah menjadi kekuatan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya.
Beliau menambahkan, BAZNAS RI bersama jaringan BAZNAS seluruh Indonesia telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam program pemulihan Gaza, baik melalui bantuan kemanusiaan, kesehatan, maupun dukungan pendidikan dan ekonomi masyarakat Palestina.
Zakat Sebagai Kekuatan Kemanusiaan Global
Dalam sesi tanya jawab, H. M. Nadratuzzaman Hosen menegaskan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang sangat luas.Selain membantu masyarakat miskin di dalam negeri, zakat juga dapat menjadi alat diplomasi kemanusiaan yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan keadilan.
“BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai negara yang terdampak konflik dan bencana, termasuk Palestina. Ini menunjukkan bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional dapat memberikan dampak lintas batas negara,” ujar Nadratuzzaman.
Ia juga menekankan bahwa dalam konteks kemanusiaan global, transparansi dan akuntabilitas lembaga zakat menjadi kunci kepercayaan publik. Setiap bantuan yang disalurkan harus jelas sumbernya, jelas penerimanya, dan terukur dampaknya — inilah nilai yang terus dipegang teguh oleh BAZNAS RI.
Pengajian Sebagai Wadah Pencerahan dan Kepedulian
Program Pengajian Selasa Pagi BAZNAS merupakan agenda rutin yang telah berjalan selama lebih dari tiga tahun.Tujuan utamanya adalah memberikan pencerahan spiritual, motivasi kerja, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Sesi ke-40 ini terasa istimewa karena mengangkat isu kemanusiaan dunia Islam yang tengah menjadi perhatian global.Para peserta diajak untuk merenungkan kembali makna ukhuwah Islamiyah, serta memahami bahwa setiap zakat yang ditunaikan memiliki nilai strategis dalam memperbaiki kehidupan umat, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Selain ceramah utama, acara ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Gaza dan seluruh umat Islam di dunia.Suasana haru dan khidmat terasa saat para peserta menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar perdamaian segera terwujud dan masyarakat Gaza dapat hidup dengan aman serta bermartabat.
Dukungan ASN dan Masyarakat Surabaya untuk Gaza
Sebagai bagian dari jaringan nasional BAZNAS, BAZNAS Kota Surabaya turut mengambil peran dalam menggaungkan semangat kepedulian terhadap Palestina.Banyak ASN Kota Surabaya yang telah berpartisipasi dalam gerakan donasi kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Gaza merupakan bentuk solidaritas universal yang sejalan dengan visi lembaga untuk membangun kesejahteraan umat secara global.“Zakat yang kita tunaikan bukan hanya untuk membantu mustahik di Surabaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun dunia yang lebih damai dan adil,” ujarnya.
Melalui kegiatan seperti pengajian ini, BAZNAS ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap amal kecil memiliki dampak besar, dan setiap rupiah zakat yang dikelola dengan amanah dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain.
Membangun Gaza dengan Hati dan Aksi Nyata
Tema “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata” bukan sekadar slogan, tetapi seruan untuk bergerak bersama.Umat Islam diajak untuk menyalurkan empati menjadi aksi nyata melalui zakat, infak, dan sedekah.Bantuan dari masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari paket logistik, layanan medis, hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak korban konflik.
“Setelah masa gencatan senjata, tugas kita tidak berhenti. Justru di sinilah ujian kepedulian dimulai — bagaimana membantu mereka membangun kembali rumah, sekolah, dan kehidupan,” tambah Arifin Purwakananta.
Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, diharapkan pengajian ini menjadi pemantik gerakan zakat kemanusiaan yang lebih kuat, tidak hanya untuk Palestina tetapi juga bagi kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia.
BERITA04/11/2025 | Zul
Dampak Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Surabaya (BAZNAS News) – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Melalui pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang tepat sasaran, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat secara langsung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit dari kemiskinan dan menuju kemandirian.
Di Kota Surabaya, BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang aktif menyalurkan zakat kepada mustahik, sekaligus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Zakat Sebagai Pilar Keadilan Sosial
Zakat bukan hanya ibadah vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga bentuk ibadah sosial yang menegakkan keadilan ekonomi.Melalui zakat, harta didistribusikan dari kalangan yang mampu kepada mereka yang membutuhkan.Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dua dimensi sekaligus — membersihkan harta muzaki dan menumbuhkan kemandirian mustahik. Dengan pendistribusian yang tepat, zakat mampu mempersempit kesenjangan ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.
Pendistribusian Zakat yang Tepat Sasaran
Pendistribusian zakat harus dilakukan secara terarah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat.Zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Taubah: 60.
BAZNAS Kota Surabaya menjalankan berbagai program pendistribusian yang mencakup:
Bantuan konsumtif langsung, seperti sembako, makanan siap saji, dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan alat kesehatan, seperti kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, dan alat bantu jalan bagi mustahik penyandang disabilitas.
Program pendidikan, seperti Beasiswa Cendekia Baznas (CESAR) untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Program sosial keagamaan, seperti santunan jumat berkah, fidyah, dan bantuan masjid serta TPQ.
Pendistribusian ini bukan hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menumbuhkan rasa keadilan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Pendayagunaan Zakat yang Memberdayakan
Selain distribusi langsung, zakat juga memiliki potensi besar ketika dikelola secara produktif.Pendayagunaan zakat diarahkan agar penerima tidak selamanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri secara ekonomi.BAZNAS Kota Surabaya telah mengembangkan berbagai program zakat produktif, seperti:
Pelatihan dan bantuan modal usaha mikro bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Program peternakan dan pertanian zakat produktif, yang memanfaatkan zakat untuk menciptakan lapangan kerja.
Pendampingan usaha dan literasi keuangan agar mustahik mampu mengelola hasil usahanya dengan baik.
Dengan model ini, zakat tidak hanya berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan menjadi alat transformasi sosial yang mengubah mustahik menjadi muzaki.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Zakat
Hasil pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang efektif membawa dampak positif bagi masyarakat, di antaranya:
Menurunkan angka kemiskinan.Banyak keluarga penerima zakat yang kini mampu mandiri setelah menerima bantuan modal dan pelatihan.
Meningkatkan akses pendidikan.Beasiswa dan bantuan pendidikan dari zakat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi.
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.Program zakat produktif mendorong aktivitas ekonomi di tingkat mikro, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat UMKM.
Menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial.Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya zakat sebagai solusi sosial Islam untuk mengurangi kesenjangan.
Dengan demikian, zakat menjadi motor pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Mengoptimalkan Zakat
Sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menjaga amanah muzaki melalui sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh dana yang masuk dikelola melalui sistem terintegrasi dan diaudit secara berkala. Laporan pendistribusian dan pendayagunaan juga dibuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.
BAZNAS Surabaya tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan umat. Program-program unggulan seperti Zakat Produktif, Beasiswa CESAR, Jumat Berkah, dan Layanan Kemanusiaan merupakan bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi strategis dalam pembangunan ekonomi umat di Surabaya.
Menumbuhkan Kepercayaan dan Kesadaran Berzakat
Salah satu dampak penting dari pengelolaan zakat yang baik adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat.Ketika muzaki melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar membawa perubahan nyata, kesadaran untuk menunaikan zakat akan semakin tumbuh.
Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya terus melakukan edukasi dan sosialisasi zakat melalui masjid, media sosial, dan kegiatan dakwah agar masyarakat memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk membangun kehidupan yang lebih adil dan sejahtera.
Kesimpulan
Pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang dilakukan secara tepat, profesional, dan amanah membawa dampak besar bagi kesejahteraan umat. Zakat mampu mengubah kehidupan mustahik, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui kerja keras dan dedikasi BAZNAS Kota Surabaya, zakat kini tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga gerakan sosial kemanusiaan yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga kota. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, umat Islam turut serta membangun Surabaya sebagai kota yang peduli, berkeadilan, dan penuh keberkahan.
BERITA04/11/2025 | Zul
Mewujudkan Mimpi Anak Bangsa dari Kisah Sobat Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya
Surabaya (BAZNAS News) – Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka pintu masa depan yang lebih baik. Berangkat dari semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan program Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana)—sebuah inisiatif strategis yang membantu mahasiswa dhuafa agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan menjadi generasi penerus bangsa yang berdaya.
Program beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan biaya kuliah, tetapi juga menumbuhkan karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian di kalangan mahasiswa. Para penerima beasiswa, yang dikenal dengan sebutan “Sobat CESAR”, kini menjadi teladan nyata bagaimana zakat dapat mengubah kehidupan.
1. Zakat untuk Mencetak Sarjana yang Berdaya
Program Beasiswa CESAR merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif di bidang pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana zakat untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Direktur Pelaksana BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa CESAR tidak sekadar memberi bantuan finansial, tetapi juga membangun kapasitas mahasiswa agar siap menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin mencetak sarjana yang bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki nilai kepedulian sosial dan siap menjadi agen perubahan,” ujarnya.
2. Cerita Perjuangan Mahasiswa Dhuafa
Banyak kisah inspiratif lahir dari program Beasiswa CESAR. Salah satunya datang dari M. Saiful Anwar (22 tahun), mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf. Saiful mengaku hampir tidak bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Namun, ketika ia terpilih sebagai penerima Beasiswa CESAR, harapannya kembali menyala.
“Alhamdulillah, beasiswa ini membuat saya bisa fokus belajar tanpa khawatir biaya. Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga penjual gorengan juga bisa sukses dan berguna bagi masyarakat,” tutur Saiful dengan penuh semangat.
Cerita serupa juga datang dari Andhika (21 tahun), mahasiswa Manajemen Universitas Hayam Wuruk yang juga penerima Bantuan CESAR membantunya membayar biaya semester sampai lulus.
“Beasiswa CESAR bukan hanya bantuan dana, tapi juga dukungan moral. Kami diberi pelatihan kepemimpinan dan kesempatan mengabdi lewat kegiatan sosial,” katanya.
3. Membangun Rantai Kebaikan
Salah satu hal yang membanggakan dari teman-teman CESAR adalah semangat mereka untuk memberi kembali (give back) kepada masyarakat. Banyak di antara mereka yang berkomitmen menyalurkan sebagian penghasilan pertama mereka kelak untuk zakat atau sedekah.Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dibiayai oleh zakat telah menumbuhkan kesadaran sosial dan spiritual yang mendalam.
“Kami ingin melanjutkan kebaikan ini. Suatu saat nanti, kami ingin menjadi muzaki yang membantu mahasiswa lain seperti kami dulu,” kata Ayuni, mahasiswi penerima CESAR dari Universitas Muhammadiyah Surabaya.
4. Harapan ke Depan dan Dampak Nyata untuk Kota Surabaya
Program Beasiswa CESAR akan melahirkan puluhan sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, baik negeri maupun swasta. Banyak di antara mereka diharapkan bisa bekerja di sektor publik, pendidikan, hingga menjadi wirausahawan muda.Semoga harapan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
Dengan pendidikan yang layak, nantinya para alumni CESAR berpotensi menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi di lingkungannya. Inilah bentuk nyata dari pendayagunaan zakat yang produktif dan berkelanjutan.
5. Kolaborasi dan Target ke Depan
BAZNAS Kota Surabaya terus memperluas jangkauan beasiswa ini dengan menjalin kerja sama bersama perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan donatur zakat. Tujuannya agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga dhuafa bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk kuliah.
Ke depan, BAZNAS menargetkan agar Beasiswa CESAR dapat melahirkan 100 sarjana baru setiap tahun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Kesimpulan
Program Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan sebuah gerakan sosial yang menumbuhkan harapan dan mengubah masa depan. Melalui zakat, generasi muda dhuafa dapat menapaki tangga kesuksesan, menjadi sarjana berdaya, dan kelak kembali berkontribusi untuk umat.
Para penerima beasiswa CESAR membuktikan bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun peradaban—mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menebar manfaat bagi masyarakat luas.
Kata Kunci SEO:
Beasiswa CESAR, BAZNAS Kota Surabaya, beasiswa zakat, program pendidikan Surabaya, zakat untuk pendidikan, mahasiswa dhuafa, pendayagunaan zakat, zakat produktif, Surabaya Makmur, generasi muda Surabaya.
BERITA31/10/2025 | Zulfikar M.H
Program Jumat Berkah: Zakat yang Menghidupkan Solidaritas Sosial di Kota Surabaya
Surabaya (BAZNAS News) – Setiap hari Jumat, suasana penuh keberkahan terasa di berbagai sudut Kota Pahlawan. Sejak pagi, para relawan dan amil BAZNAS Kota Surabaya bersiap mendistribusikan ratusan paket nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan. Inilah wujud nyata dari Program Jumat Berkah, salah satu kegiatan unggulan BAZNAS dalam rangka pendistribusian zakat konsumtif yang menghidupkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat kota.
Program Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, tetapi menjadi simbol kepedulian sosial yang lahir dari kekuatan zakat dan sedekah masyarakat Surabaya.
1. Spirit Keberkahan di Hari Jumat
Hari Jumat dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam. BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum ini untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan berbagi antar sesama. Melalui Program Jumat Berkah, zakat yang dihimpun dari muzaki (pemberi zakat) disalurkan dalam bentuk makanan siap saji kepada mustahik (penerima zakat) seperti tukang becak, pekerja harian, juru parkir, pemulung, hingga warga lansia yang tinggal sendiri.
Dengan cara ini, zakat benar-benar terasa manfaatnya secara langsung, menghadirkan senyum dan rasa syukur di wajah masyarakat penerima manfaat.
2. Konsep Zakat Konsumtif yang Tepat Sasaran
Sebagai bagian dari strategi pendistribusian zakat konsumtif, program ini dirancang agar bantuan dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan tanpa proses birokrasi yang rumit. Tim BAZNAS Kota Surabaya bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan, relawan, dan komunitas lokal untuk mendata penerima manfaat setiap pekannya.
Distribusi nasi kotak dilakukan di berbagai titik seperti terminal, pasar tradisional, lingkungan padat penduduk, hingga sekitar rumah sakit. Dengan demikian, bantuan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan, bukan sekadar seremonial semata.
3. Menggerakkan Gotong Royong Antar Warga
Program Jumat Berkah juga menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat Surabaya yang ingin ikut berbagi. Banyak muzaki dan donatur tergerak untuk ikut berpartisipasi, baik dengan memberikan dana zakat maupun sedekah makanan secara langsung. Sejumlah perusahaan dan instansi pemerintahan juga turut menyalurkan dana CSR melalui program ini, menjadikannya gerakan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi kolaborasi ini agar semangat gotong royong tetap terjaga. Dengan tagline “Berbagi Tak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas”, masyarakat diajak menyadari bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi yang membutuhkan.
4. Distribusi Merata dan Berkelanjutan
Program Jumat Berkah dilaksanakan secara rutin setiap minggu, dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat. Tidak hanya di pusat kota, BAZNAS juga memperluas jangkauan ke wilayah pinggiran seperti Benowo, Rungkut, dan Pakal. Bahkan di beberapa kesempatan, kegiatan ini disinergikan dengan program kesehatan gratis atau pemberian paket sembako.
Pendekatan berkelanjutan ini menjadikan zakat sebagai sumber kebermanfaatan yang terus hidup. Bukan hanya saat Ramadhan, tetapi sepanjang tahun zakat didayagunakan secara konsisten untuk membantu masyarakat.
5. Kisah di Balik Sebungkus Nasi
Bagi banyak penerima manfaat, nasi kotak dari program Jumat Berkah bukan sekadar makanan, tetapi simbol perhatian dan kasih sayang.Salah satunya Pak Rahmad (52 tahun), seorang penarik becak di daerah Wonokromo. Ia mengaku setiap Jumat menantikan tim BAZNAS datang membagikan nasi kotak.
“Alhamdulillah, rezeki dari Allah lewat BAZNAS. Mungkin buat orang lain kecil, tapi buat kami besar artinya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah seperti Pak Rahmad menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya soal angka, melainkan tentang memberi harapan dan menghidupkan semangat kemanusiaan.
6. Dampak Sosial dan Spiritual
Selain berdampak pada kesejahteraan masyarakat, Program Jumat Berkah juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Muzaki merasa bahagia karena bisa melihat langsung hasil zakatnya disalurkan, sementara mustahik merasakan perhatian nyata dari sesama.Program ini juga menjadi media dakwah sosial yang menanamkan nilai syukur, solidaritas, dan empati. Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama agar berkah kebaikan menyebar luas di seluruh Surabaya.
7. Peran Strategis BAZNAS Kota Surabaya
Keberhasilan Program Jumat Berkah tidak lepas dari tata kelola yang profesional dan dukungan sistem yang kuat di BAZNAS Kota Surabaya. Dengan jaringan UPZ di seluruh kecamatan, program ini mampu menjangkau ribuan penerima manfaat setiap bulan. BAZNAS juga memastikan seluruh pendistribusian dilakukan dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat.
8. Membangun Kota yang Peduli dan Berkeadilan
Program ini membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun kota yang peduli, adil, dan sejahtera. Dengan kolaborasi berbagai pihak—pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha—BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk bersama menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat urban.
Kesimpulan
Melalui Program Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, mempererat solidaritas sosial, dan menumbuhkan kepedulian antar sesama.Zakat bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial yang menghidupkan keberkahan di seluruh penjuru kota. Dengan semangat “Zakat Tumbuh, Surabaya Makmur”, BAZNAS terus berkomitmen menjadikan setiap Jumat sebagai hari penuh rahmat bagi warga Surabaya.
Kata Kunci SEO:
Zakat Surabaya, Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya, pendistribusian zakat, zakat konsumtif, sedekah makanan, program sosial Surabaya, mustahik, muzaki, zakat kemanusiaan.
BERITA31/10/2025 | Zulfikar M.H
Semarak Harlah ke-4 BAZNAS Kota Surabaya Ajak Ribuan Warga Senam Sehat Bersama di CFD Arief Rahman Hakim
Surabaya — Suasana penuh semangat mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 BAZNAS Kota Surabaya yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Arief Rahman Hakim , Minggu pagi. Dengan mengusung tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera” , kegiatan ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai kalangan untuk mengikuti Senam Sehat Bersama.
Peserta dari berbagai usia tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur profesional. Tidak hanya sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan BAZNAS Kota Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Kota Pahlawan.
Acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan, Pelaksana, Staf, dan Relawan BAZNAS Kota Surabaya , Kepala dan Staf KESRA Kota Surabaya , Kepala dan Staf Kelurahan Klampis Ngasem , Asisten III Sekretariat Daerah Kota Surabaya , serta Warga Klampis Ngasem dan Mahasiswa Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., selaku Asisten III Sekretariat Daerah Kota Surabaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah BAZNAS Kota Surabaya yang terus konsisten hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BAZNAS Kota Surabaya telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam upaya menyejahterakan masyarakat melalui berbagai program Zakat, Infak, dan Sedekah. Kolaborasi seperti ini harus terus kita jaga agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampaknya. Semoga di usia ke-4 ini, BAZNAS semakin kuat, solid, dan semakin memberi manfaat untuk warga Surabaya,” ujar Anna Fajriatin.
Melalui tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”, BAZNAS Kota Surabaya ingin menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kesejahteraan bersama.
BERITA30/10/2025 | Otnay
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Ketua BAZNAS Kota Surabaya Dampingi Walikota Tinjau Audit Struktur Ponpes Sidoresmo
SURABAYA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM, turut mendampingi Walikota Surabaya, Bapak Dr. Ir. H. Eri Cahyadi, ST, MT, dalam kegiatan peninjauan dan audit uji struktur bangunan Pondok Pesantren Sidoresmo pada hari Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi penting yang melibatkan para ahli teknik sipil dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen lembaga untuk tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pada aspek pembangunan infrastruktur keagamaan yang aman dan berkelanjutan.
“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memastikan bahwa fasilitas pendidikan, khususnya pondok pesantren, memiliki struktur bangunan yang kokoh dan aman bagi para santri,” ujar H. Moch. Hamzah, ST., MM.
Audit uji struktur yang dilakukan oleh tim ahli ITS ini bertujuan untuk menyebarkan kelayakan dan keamanan bangunan pondok pesantren. Hal ini menjadi krusial mengingat Ponpes Sidoresmo telah menjadi pusat pendidikan agama bagi ribuan santri di Surabaya selama bertahun-tahun.
“Keselamatan para santri adalah prioritas utama. Kolaborasi antara Pemkot, BAZNAS, dan Alumni ITS ini merupakan contoh sinergi yang luar biasa dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan umat,” tambah beliau.
Peran BAZNAS, dalam hal ini, juga dapat membuka peluang untuk menggalang dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan melalui program BAZNAS Surabaya Cerdas guna mendukung rehabilitasi atau perbaikan yang mungkin direkomendasikan pasca-audit.
BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menyalurkan dana ZIS dari para Muzaki untuk berbagai program pembangunan, termasuk perbaikan masjid, musholla, dan fasilitas pendidikan agama lainnya yang membutuhkan.
Masyarakat dan korporasi diajak untuk terus mempercayai ZIS-nya kepada BAZNAS Kota Surabaya agar program-program strategis seperti dukungan terhadap keamanan fasilitas keagamaan dapat terus berlanjut.
BERITA29/10/2025 | Imam
Sinergi Kuat BAZNAS dan OPD Pemkot Surabaya Susun Strategi Intervensi Program Bantuan
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan komitmen penuh dalam menyelaraskan program kerjanya dengan Pemerintah Kota (Pemkot). Pada hari Senin, 27 Oktober 2025, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Intervensi Pemerintah Kota di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.
Rakor strategis ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., dan bertujuan untuk mensinergikan program-program dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga terkait dalam rangka pengentasan kemiskinan dan percepatan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Surabaya dalam rapat ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai mitra strategis Pemkot dalam menyalurkan bantuan kepada mustahik (penerima zakat) secara terarah dan tepat sasaran. Intervensi yang dibahas meliputi berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
"Rapat koordinasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kami kelola dapat bersinergi dengan program Pemkot. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih, dan sebaliknya, dapat saling melengkapi untuk mencapai dampak yang maksimal bagi masyarakat kurang mampu," ujar H. Moch. Hamzah, ST., MM., setelah pertemuan.
Rapat ini menjadi forum penting yang mempertemukan berbagai stakeholder kunci Pemkot Surabaya, yaitu: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Kesejahteraan Rakyat, Direktur Bank SAU Surabaya
Keterlibatan seluruh elemen ini menunjukkan pendekatan penthahelix dalam penanganan isu kemiskinan, di mana BAZNAS berperan aktif dalam pilar pemberdayaan dan filantropi Islam. Hasil dari koordinasi ini diharapkan dapat diimplementasikan segera melalui program-program BAZNAS, khususnya pada pilar Surabaya Sigap dan Surabaya Berdaya.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh Muzaki untuk terus menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar sinergi program ini dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.
BERITA29/10/2025 | Imam
Peningkatan Kapasitas, Pimpinan BAZNAS Surabaya Ikuti Sertifikasi Kualifikasi 3 Pengelolaan Zakat
SURABAYA – Guna memperkuat tata kelola dan profesionalisme dalam manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya berpartisipasi aktif dalam program Pelatihan dan Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Institute. Keikutsertaan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk mencapai standar kompetensi tertinggi dalam pengelolaan dana umat.
Pelatihan dan sertifikasi yang ketat ini dirancang untuk memastikan bahwa para pengelola zakat memiliki kapabilitas yang mumpuni, baik dari aspek regulasi, syariah, maupun manajerial. Skema Kualifikasi 3 sendiri merupakan tolok ukur standar profesionalisme nasional yang ditetapkan oleh BAZNAS RI, memastikan bahwa seluruh proses mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian dana ZIS dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Jaminan Akuntabilitas dan Standar Nasional
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah. ST., MM, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah krusial untuk menjaga amanah muzaki (pemberi zakat) dan mengoptimalkan pelayanan bagi mustahik (penerima zakat).
“Kami menyadari bahwa kepercayaan muzaki adalah modal utama. Dengan mengikuti dan lulus dari Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 ini, kami memastikan bahwa seluruh tim pimpinan telah memenuhi standar kompetensi tertinggi yang diakui secara nasional. Ini adalah jaminan bagi masyarakat Surabaya bahwa dana yang mereka titipkan dikelola dengan profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Bapak Hamzah.
Optimalisasi Layanan Mustahik
Ilmu dan keahlian yang diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kualitas program-program BAZNAS di tingkat kota. Fokus utamanya adalah pada optimalisasi pelayanan mustahik melalui program-program yang lebih inovatif dan tepat sasaran, seperti bantuan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan dakwah.
Lebih lanjut, Pak Hamzah menambahkan, “Kami akan membawa pulang ilmu terbaik dari BAZNAS Institute untuk menyempurnakan mekanisme penyaluran dan pendampingan mustahik di Surabaya. Komitmen kami akan menjadikan BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga yang tidak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan, tetapi juga mampu mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program pemberdayaan yang efektif. Peningkatan kepercayaan muzaki dan perbaikan pelayanan mustahik adalah prioritas utama kami.”
Dengan sertifikasi ini, BAZNAS Kota Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Pahlawan.
BERITA29/10/2025 | Listy
Semarak Harlah Ke-4 BAZNAS Kota Surabaya “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera”
Surabaya, 26 Oktober 2025. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan penuh semangat kebersamaan di Kelurahan Klampis Ngasem. Mengusung tema “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera,” peringatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga dan warga merupakan kunci keberhasilan program kesejahteraan sosial di Kota Surabaya.
Kegiatan Harlah tahun ini terselenggara melalui sinergi strategis antara BAZNAS Kota Surabaya dengan pihak Kelurahan Klampis Ngasem, Klinik Paradise, serta Relawan BAZNAS yang turut memberikan dukungan penuh dalam mensukseskan agenda. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas manfaat zakat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Rangkaian acara dikemas secara meriah dan bermanfaat bagi warga, yang meliputi:
1. Senam Sehat sebagai upaya meningkatkan kebugaran dan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat.
2. Makan dan Minum Gratis guna menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
3. Cek Kesehatan Gratis hasil kolaborasi dengan Klinik Paradise untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar kepada warga.
4. Pembagian Paket Sembako kepada warga prasejahtera sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap penyediaan kebutuhan dasar.
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa momentum Harlah Ke-4 bukan sekedar seremonial, melainkan refleksi terhadap peran besar zakat dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Surabaya akan terus memperkuat tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya semakin luas dirasakan.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintahan hingga para relawan, menunjukkan bahwa aspirasi menuju Surabaya yang lebih sejahtera membutuhkan kerja sama yang konsisten dan berkelanjutan. Semangat sinergi ini menjadi dorongan kuat bagi BAZNAS untuk terus melahirkan program inovasi yang memberi dampak sosial secara nyata.
Melalui peringatan Harlah ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk terus terlibat dalam gerakan kebaikan dan pemberdayaan umat. “Gerak Bersinergi, Surabaya Sejahtera” bukan sekadar tema acara, melainkan visi bersama untuk menghadirkan Surabaya yang lebih berdaya dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA27/10/2025 | Otnay
BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat
Surabaya, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan para amil, muzaki, serta masyarakat luas terhadap perkembangan zakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengajian Selasa Pagi dengan tema “Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat”, Selasa (21/10).
Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda rutin “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025” ini dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi, termasuk amil zakat, akademisi, mahasiswa, hingga pemerhati zakat dan lingkungan.
Pengajian kali ini menghadirkan narasumber utama yakni Hidayaneu Farchatunnisa, ME, peneliti dari Direktorat Kajian dan Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS RI, serta dipandu langsung oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI.
Green Zakat: Sinergi antara Iman dan Kepedulian Lingkungan
Dalam paparannya, Hidayaneu Farchatunnisa menjelaskan bahwa konsep Indeks Green Zakat merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan nilai-nilai zakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan (sustainability). Menurutnya, zakat tidak hanya berperan dalam menyejahterakan mustahik dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian alam dan mitigasi krisis iklim.
“Green Zakat adalah sebuah gagasan untuk mengukur sejauh mana penyaluran zakat, infak, dan sedekah mendukung pembangunan berkelanjutan. Ini selaras dengan Maqashid Syariah yang salah satunya bertujuan menjaga kehidupan (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifz al-bi’ah),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Indeks Green Zakat nantinya akan menjadi alat ukur atau parameter bagi lembaga-lembaga amil zakat untuk menilai sejauh mana program mereka ramah lingkungan, efisien energi, dan berkontribusi pada pengurangan jejak karbon.
Contohnya, program pemberdayaan ekonomi mustahik yang memanfaatkan energi terbarukan, pertanian organik, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon produktif dapat dikategorikan sebagai implementasi zakat hijau atau green zakat.
Peran Strategis Digitalisasi dalam Implementasi Green Zakat
Sementara itu, H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku moderator sekaligus pimpinan bidang transformasi digital BAZNAS RI, menekankan pentingnya digitalisasi data dan teknologi informasi dalam mendukung realisasi Green Zakat Index.
“Kita tidak bisa berbicara tentang indeks tanpa data. Dengan sistem digital yang terintegrasi, BAZNAS bisa memantau, menganalisis, dan melaporkan dampak ekologis dari setiap program zakat. Inilah bentuk nyata transformasi digital dalam ekosistem zakat nasional,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan data digital bukan hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program zakat nasional. Melalui dashboard digital, BAZNAS dapat menampilkan data kontribusi program hijau, seperti jumlah pohon yang ditanam, volume sampah yang dikelola, hingga penghematan energi yang dihasilkan dari program zakat produktif.
Respon Positif Peserta dan Harapan Kedepan
Kegiatan pengajian yang berlangsung selama satu setengah jam ini disambut antusias oleh peserta. Banyak dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana mengukur indikator Green Zakat, bagaimana peran amil di daerah dalam mendukung implementasinya, serta strategi kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi lingkungan hidup.
Dalam sesi tanya jawab, Hidayaneu menegaskan bahwa BAZNAS RI tengah mengembangkan model percontohan Green Zakat di beberapa wilayah, termasuk pada program pemberdayaan petani, pengelolaan bank sampah, dan bantuan energi ramah lingkungan. Ia berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ lainnya di seluruh Indonesia.
“Kita ingin zakat tidak hanya menyejahterakan manusia, tetapi juga menjaga bumi yang menjadi tempat kita hidup bersama. Inilah semangat zakat hijau yang sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Peserta juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pengajian ini karena topiknya dinilai relevan dengan isu global tentang perubahan iklim dan tanggung jawab sosial lembaga keagamaan.
Pengajian Selasa Pagi: Wadah Ilmu dan Spirit Amil
Program Pengajian Selasa Pagi telah menjadi kegiatan rutin BAZNAS RI yang bertujuan memperkuat nilai spiritual dan intelektual bagi seluruh jajaran amil dan masyarakat umum. Dengan tema “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kapasitas amil sekaligus memperluas wawasan keislaman di bidang zakat kontemporer.
BAZNAS RI terus berkomitmen menghadirkan topik-topik aktual setiap pekannya — mulai dari isu ekonomi syariah, teknologi zakat, literasi keuangan umat, hingga pengelolaan zakat berbasis lingkungan seperti Green Zakat Index.
“Pengajian ini bukan hanya sekadar kajian spiritual, tetapi juga forum pembelajaran profesional bagi seluruh insan amil di Indonesia. Harapannya, pengetahuan yang didapat dapat diimplementasikan dalam pelayanan zakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” pungkas H. M. Nadratuzzaman Hosen.
Kata Kunci SEO:
BAZNAS RI, Pengajian Selasa Pagi, Green Zakat, Indeks Green Zakat, Hidayaneu Farchatunnisa, Nadratuzzaman Hosen, Transformasi Digital BAZNAS, zakat berkelanjutan, zakat ramah lingkungan, Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman 2025, zakat digital, pengajian online BAZNAS.
BERITA21/10/2025 | Zulfikar M.H
Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Mustahik: BAZNAS Surabaya dan Bumbi Gagas Program Pengurangan Sampah Pampers
Surabaya, 20 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui audiensi strategis dengan tim Bumbi, sebuah gerakan yang fokus pada penggunaan popok kain guna ulang (cloth diapers). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Surabaya pada hari Senin, 20 Oktober 2025, ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., dan Founder sekaligus CEO Bumbi, Ibu Celia Siura.
Acara ini menjadi wadah untuk memaparkan potensi kolaborasi dalam program pengurangan limbah popok sekali pakai yang sulit terurai. Sesuai dengan jargonnya, "Dari Bunda Untuk Bumi dan Bayi," Ibu Celia Siura menekankan pentingnya beralih ke popok kain sebagai solusi ramah lingkungan.
"Popok sekali pakai terbuat dari bahan plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai. Ini merupakan masalah serius bagi lingkungan kita," ujar Ibu Celia Siura dalam paparannya.
Ia berharap, sinergi antara Bumbi dan BAZNAS Kota Surabaya dapat segera terwujud dalam sebuah program nyata. Program ini dirancang untuk memberikan dua manfaat sekaligus: mengatasi problem limbah lingkungan dan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).
"Popok kain terbukti lebih hemat hingga 200% dibandingkan dengan popok sekali pakai. Kami berharap dapat menyalurkan bantuan popok kain kepada masyarakat miskin kota Surabaya melalui BAZNAS, sehingga beban pengeluaran mereka bisa berkurang secara signifikan," tambahnya.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., menyatakan dukungannya terhadap program yang tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang positif.
Lebih lanjut, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan distribusi saja. Harapan ke depannya, BAZNAS Kota Surabaya bersama Bumbi dapat melaksanakan program pelatihan pembuatan popok kain kepada para mustahik. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Kota Surabaya.
Inisiatif ini sejalan dengan salah satu pilar program BAZNAS Kota Surabaya, yakni Surabaya Berdaya (Ekonomi), yang berfokus pada peningkatan taraf hidup mustahik melalui kegiatan produktif. BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) muzaki untuk diimplementasikan dalam program inovatif dan berkelanjutan ini.
BERITA20/10/2025 | IMAM SYAFII
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Kursi Roda Khusus untuk Afifah, Warga Disabilitas Cerebral Palsy
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menebar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan kursi roda khusus kepada Afifah Novaria (16 tahun) , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo . Afifah merupakan penyandang disabilitas Cerebral Palsy yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah Genteng, Surabaya .
Bantuan kursi roda khusus ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan mandiri. Kursi roda tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan fisik Afifah untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Afifah dikenal sebagai siswi yang memiliki semangat belajar tinggi dan tekad kuat untuk terus berprestasi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan ia dapat lebih mudah beraktivitas dan semakin bersemangat untuk mencapai cita-cita.
Dalam kesempatan tersebut, Afifah menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Surabaya , Bapak WaliKota , dan semua yang sudah membantu saya. Kursi roda ini sangat membantu saya untuk bisa lebih mudah bergerak dan bersekolah. Saya ingin terus belajar supaya bisa memuaskan orang tua, ” ungkap Afifah dengan penuh semangat.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Wali Kota Surabaya , ASN Kota Surabaya , dan BAZNAS Kota Surabaya yang senantiasa berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi ini menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dalam membangun Surabaya menjadi kota yang inklusif dan berkeadilan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Wali Kota Surabaya , seluruh ASN Kota Surabaya , serta BAZNAS Kota Surabaya atas dukungan dan perhatiannya dalam menghadirkan kebahagiaan bagi warga penyandang disabilitas.
Melalui bantuan ini, diharapkan Afifah dapat terus melangkah dengan percaya diri, meraih masa depan yang lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berjuang dan berprestasi.
BERITA17/10/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Zakat Tunai kepada Ibu Ngaisah di Kelurahan Bendul Merisi
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali menyalurkan zakat tunai kepada warga yang membutuhkan. Bantuan kali ini diberikan kepada Ibu Ngaisah , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo , sebagai bentuk kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat prasejahtera di Kota Surabaya.
Penyaluran zakat ini merupakan bagian dari program Zakat untuk Kemanusiaan , yang fokus pada menuangkan kebutuhan dasar mustahik agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat nyata dari dana zakat yang dihimpun dari para muzaki.
BAZNAS Kota Surabaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki dan disalurkan tepat sasaran. Bantuan zakat tunai ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta menjadi dorongan semangat untuk terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik agar ke depan dapat lebih mandiri dan berdaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan umat di Surabaya.
Dengan adanya penyaluran zakat tunai ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin meningkat. Dukungan dari para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS menjadi pilar penting dalam mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA16/10/2025 | Otnay
BAZNAS Surabaya Dukung Inovasi Pemkot Menuju Kota Berkelanjutan dan Sejahtera
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai inovasi dan langkah kreatif Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun kota yang tangguh, berdaya, dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengurangan limbah popok sekali pakai melalui popok pakai ulang (reusable diapers) yang menjadi bagian dari program Bloomberg Mayors Challenge 2025 . Program ini menunjukkan komitmen nyata Surabaya dalam menjaga kemiskinan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM , menyampaikan bahwa inovasi yang berpihak pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan sejalan dengan semangat zakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
“BAZNAS Kota Surabaya siap berkolaborasi dalam mendukung program yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Inovasi seperti penggunaan popok pakai ulang merupakan langkah cerdas menjaga kebersihan, mengurangi sampah, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.
Melalui dukungan dan sinergi lintas sektor, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan menuju Surabaya yang lebih sejahtera, inovatif, dan berkelanjutan.
BERITA13/10/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Santoso, Warga Dukuh Kupang
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat zakat dan menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat. Melalui program BAZNAS Peduli Kesehatan dan Kemanusiaan , lembaga ini menyalurkan bantuan kaki palsu untuk Bapak Santoso , warga Dukuh Kupang Gang Lebar No. 98A, Surabaya, yang mengalami amputasi akibat komplikasi diabetes melitus .
Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak musibah kesehatan. BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai inovasi dalam mendistribusikan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat berkelanjutan.
Bapak Santoso merupakan salah satu warga kurang mampu yang sebelumnya harus menjalani amputasi di bagian bawah lutut akibat komplikasi diabetes. Kondisi tersebut membuat beliau kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, bahkan berdampak pada kondisi ekonomi dan psikologis keluarganya.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya melalui program Peduli Kesehatan dan Kemanusiaan menyalurkan bantuan berupa kaki palsu bawah lutut untuk membantu memulihkan kemandirian dan semangat hidup beliau. Program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk memberikan akses kesehatan dan dukungan bagi masyarakat rentan, terutama penyandang disabilitas dan kaum dhuafa.
Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, tim BAZNAS Kota Surabaya terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan verifikasi data mustahik . Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada penerima benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria kelayakan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat sekitar. Mereka menilai kehadiran BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, program bantuan kaki palsu ini juga menjadi bentuk nyata implementasi dari maqashid syariah , khususnya dalam menjaga jiwa ( hifdz al-nafs ) dan menjaga harta ( hifdz al-mal ). BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya agar dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan umat.
Kegiatan penyaluran bantuan kaki palsu untuk Bapak Santoso menjadi salah satu contoh nyata dari program kemanusiaan BAZNAS Kota Surabaya yang berdampak langsung pada kehidupan mustahik. Melalui program seperti ini, zakat dapat menjelma menjadi solusi sosial yang konkret — memulihkan fisik, memperkuat mental, dan mengembalikan martabat penerima manfaat.
Ke depan, BAZNAS Kota Surabaya akan terus memperluas jangkauan program kemanusiaan dan kesehatan, termasuk dukungan bagi penderita disabilitas, masyarakat dengan penyakit kronis, dan korban bencana. Semua dilakukan dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas .
Dengan dukungan masyarakat, muzaki, dan pemerintah kota, BAZNAS Kota Surabaya bertekad untuk terus menjadi mitra strategis dalam membangun kesejahteraan sosial melalui pengelolaan zakat yang profesional dan penuh tanggung jawab.
Penyaluran bantuan kaki palsu ini tidak hanya memulihkan kemampuan fisik Bapak Santoso, tetapi juga membangkitkan kembali kepercayaan diri dan semangat hidupnya. Inilah bukti bahwa zakat yang dikelola dengan amanah dapat mengubah kehidupan seseorang secara nyata.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai program sosial, kemanusiaan, dan kesehatan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat zakat secara langsung.
BERITA13/10/2025 | Zul
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Rombong dan Modal Usaha untuk Warga Tidak Mampu di Sawunggaling dan Kertajaya
Surabaya, 13 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Kali ini, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan rombong dan modal usaha bagi warga kurang mampu di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, dan Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng.
Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif, sejalan dengan visi “Zakat Tumbuh, Mustahik Berdaya.”
Program bantuan rombong dan modal usaha merupakan bentuk nyata pelaksanaan zakat produktif yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya. Tujuan utamanya adalah membantu mustahik memulai atau mengembangkan usaha kecil agar mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.
Selain memberikan bantuan berupa barang dan modal, BAZNAS juga menanamkan nilai tanggung jawab dan semangat wirausaha kepada penerima manfaat agar bantuan tersebut benar-benar menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi.
Menurut perwakilan BAZNAS Kota Surabaya, program ini selaras dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga harta (hifdz al-mal) dan memberdayakan umat agar dapat hidup sejahtera melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penyaluran pertama dilakukan di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan UPZ Dinas Sosial Pak Aziz Muslim, Lurah Sawunggaling, Kasie Kesra Kecamatan Wonokromo, serta perangkat kelurahan dan kecamatan lainnya.
Penerima bantuan di lokasi ini adalah Ibu Tri Murti Handayani, warga Gunungsari I Trem 49 B. Ia menerima bantuan berupa satu unit rombong dan modal usaha untuk mendukung kegiatan ekonominya di rumah. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu Ibu Tri Murti meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Kegiatan kemudian berlanjut di Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, dengan dihadiri oleh Kasie Kesra Kecamatan Gubeng, staf Kesra Kecamatan, serta staf Kesra Kelurahan Kertajaya. Di lokasi ini, bantuan diterima oleh Ibu Uffi Russianti, warga Juwingan I / 22 C. Meski tinggal di gang sempit, Ibu Uffi berencana memanfaatkan rombong dan modal usaha tersebut untuk berjualan di depan Jalan Raya Juwingan agar memiliki penghasilan tetap bagi keluarganya.
Dari pihak BAZNAS Kota Surabaya, kegiatan diwakili oleh Pelaksana Bidang Zulfikar Muhammad Handiyarsyah dan Relawan Maskur Maskur Nasrulloh. Proses penyaluran berjalan lancar, teratur, dan penuh rasa terima kasih dari penerima manfaat.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara BAZNAS Kota Surabaya, UPZ Dinas Sosial, dan pemerintah kelurahan serta kecamatan. Kolaborasi lintas lembaga ini memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Selain memberikan bantuan, tim BAZNAS juga melakukan pendampingan langsung di lapangan untuk memastikan penerima memahami cara memanfaatkan bantuan tersebut secara produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya kembali menegaskan tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat.
Penyaluran bantuan rombong dan modal usaha pada 13 Oktober 2025 menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen efektif dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk terus berusaha dan berikhtiar menuju kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat visi besar BAZNAS Kota Surabaya untuk menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan sosial dan ekonomi umat. Melalui penyaluran yang amanah, produktif, dan tepat sasaran, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi warga Surabaya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap zakat yang dikelola dengan baik akan menjadi cahaya pemberdayaan bagi mustahik dan mendorong terwujudnya Surabaya yang lebih sejahtera dan berdaya.
BERITA13/10/2025 | Zul
BAZNAS Kota Surabaya Hadiri Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 di Balai Kota Surabaya
Surabaya, 12 Oktober 2025 — BAZNAS Kota Surabaya turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (12/10).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun ini mengusung tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh”, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan ketangguhan masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi tantangan serta membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 serta harapan agar Jawa Timur terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, tangguh, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya.
Kehadiran BAZNAS Kota Surabaya juga menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kemanusiaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA12/10/2025 | Otnay

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →