Berita Terbaru
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Tegalsari
BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan bedah rumah kepada warga kurang mampu di Jalan Kedondong Pasar Kecil, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Rabu (28/1/2026). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni agar memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan sehat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh perwakilan BAZNAS Kota Surabaya bersama unsur pemerintah setempat dan tokoh masyarakat. Bantuan tersebut menjadi tanda dimulainya proses perbaikan rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan dan keterbatasan dari sisi struktur bangunan serta kelayakan hunian.
Program bedah rumah merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi mustahik sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas kepedulian BAZNAS Kota Surabaya. Melalui program ini, diharapkan penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak, sementara BAZNAS terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS untuk memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.
BERITA28/01/2026 | M. Juan
BAZNAS Surabaya Gelar Peringatan Harlah BAZNAS ke-25
Surabaya — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya memperingati Hari Lahir (Harlah) BAZNAS ke-25 pada Selasa, 27 Januari 2026. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengelolaan zakat nasional sekaligus penguatan komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, dan transparan untuk kemaslahatan umat, dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia.”
Peringatan Harlah ke-25 BAZNAS diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan berupa khotmil Al-Qur'an, tahlil, dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas 25 tahun kiprah BAZNAS dalam melayani umat, sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, kelancaran, dan penguatan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, Moch. Hamzah, ST., MT., dalam Berbagainya menyampaikan bahwa Harlah ke-25 BAZNAS bukan sekedar peringatan usia lembaga, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengelolaan zakat yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Selama 25 tahun, BAZNAS telah tumbuh dan berkembang menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat. Ini adalah amanah besar yang harus terus kita jaga dengan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Hamzah.
Ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi bangsa, khususnya dalam menjawab tantangan kemiskinan dan ketimpangan.
“Melalui tema Zakat Menguatkan Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah individu, tetapi juga kekuatan kolektif untuk membangun kemandirian umat dan kesejahteraan bangsa,” tambahnya.
Selama 25 tahun perjalanannya, BAZNAS terus hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga resmi pengelola zakat dengan berbagai program pendayagunaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Program-program tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan mustahik, penguatan ekonomi umat, serta dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan.
Momentum Harlah ke-25 ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya.
BERITA27/01/2026 | Alfa
Christine Maria Retno Susanti Resmi Memeluk Islam melalui UMC BAZNAS Kota Surabaya
Surabaya — Unit Muallaf Center (UMC) BAZNAS Kota Surabaya kembali memfasilitasi prosesi ikrar muallaf yang berlangsung khidmat di Masjid Rahmat Kembang Kuning pada Minggu, 25 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Christine Maria Retno Susanti secara resmi memeluk agama Islam setelah melalui perjalanan spiritual yang mendalam dan penuh kesadaran.
Prosesi ikrar dipandu oleh pembimbing dari UMC BAZNAS Kota Surabaya dan disaksikan oleh pengurus masjid serta jamaah yang hadir. Dengan suara mantap dan penuh keyakinan, Christine mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi keislamannya. Keputusan tersebut diambil tanpa paksaan dari pihak mana pun, melainkan murni atas dasar hidayah dan keyakinan pribadi.
Sebelumnya, Christine diketahui menganut agama Kristen. Seiring berjalannya waktu, ia mengaku semakin tertarik mempelajari ajaran Islam. Dari proses pembelajaran tersebut, ia merasakan ketenangan batin dan kemantapan hati yang mendorongnya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
“Saya memeluk Islam secara sadar tanpa paksaan. Saya merasakan Islam memberikan ketenangan dan keyakinan dalam hati. Saya yakin Islam adalah agama yang paling benar,” ungkap Christine usai prosesi ikrar dengan penuh haru.
Unit Muallaf Center (UMC) BAZNAS Kota Surabaya berperan penting dalam mendampingi proses pengucapan syahadat tersebut. Tidak hanya memfasilitasi ikrar, UMC juga berkomitmen memberikan pelatihan berkelanjutan kepada para muallaf, termasuk bimbingan dasar keislaman, tata cara ibadah, pembelajaran membaca Al-Qur'an, serta penguatan akhlak dan pemahaman nilai-nilai Islam.
Perwakilan UMC BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa pendampingan terhadap muallaf merupakan bagian dari upaya dakwah dan pelayanan sosial keagamaan. Kehadiran UMC diharapkan dapat menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin mempelajari Islam atau menyatakan diri sebagai muallaf.
Suasana prosesi berlangsung hangat dan penuh rasa persaudaraan. Para jamaah yang hadir turut memberikan doa dan dukungan moral kepada Christine agar senantiasa istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. Momen tersebut mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas komunitas Muslim.
Menjadi keputusan muallaf merupakan langkah penting dalam perjalanan spiritual seseorang. Christine mengaku telah melalui proses perenungan panjang sebelum akhirnya mantap mengucapkan syahadat. Ia menyatakan kesiapannya untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman agama dengan bimbingan dari UMC BAZNAS Kota Surabaya.
Fenomena meningkatnya jumlah muallaf di Indonesia menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mempelajari Islam. Akses informasi yang semakin luas, baik melalui literatur maupun media digital, membuka peluang bagi banyak orang untuk memahami ajaran Islam secara lebih mendalam. Dalam konteks ini, peran lembaga seperti UMC BAZNAS Kota Surabaya menjadi sangat penting dalam memberikan pendampingan yang tepat.
Bagi Christine, tanggal 25 Januari 2026 menjadi titik awal perjalanan hidup yang baru. Ia berharap dapat menjalani kehidupan sebagai seorang Muslimah dengan penuh ketenangan, keyakinan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Dukungan dari keluarga, lingkungan, serta komunitas keislaman menjadi modal penting dalam proses adaptasi tersebut.
Prosesi ikrar muallaf yang difasilitasi oleh Unit Muallaf Center BAZNAS Kota Surabaya ini tidak hanya menjadi acara pribadi bagi Christine, tetapi juga menjadi inspirasi tentang pentingnya kebebasan berkeyakinan dan pencarian makna hidup. Keputusan yang diambil secara sadar dan penuh keyakinan mencerminkan perjalanan spiritual yang patut dihargai.
Melalui pendampingan berkelanjutan dari UMC BAZNAS Kota Surabaya, diharapkan Christine dapat tumbuh menjadi Muslimah yang kuat dalam iman dan berakhlak mulia. Perjalanan barunya sebagai muallaf menjadi simbol harapan, ketenangan, dan keyakinan dalam menapaki kehidupan yang lebih bermakna.
BERITA25/01/2026 | Otnay
BAZNAS Surabaya Lakukan Kunjungan Kerja dan Silaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Magetan
Magetan — BAZNAS Kota Surabaya melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Magetan sebagai upaya memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus berbagi inspirasi dalam pengelolaan dan pendayagunaan zakat.
Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai program unggulan, inovasi pemberdayaan mustahik, serta strategi penguatan peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi wadah saling belajar dan bertukar pengalaman guna meningkatkan efektivitas program zakat yang berdampak luas.
BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan BAZNAS daerah lain, termasuk BAZNAS Kabupaten Magetan, dalam rangka memperkuat ekosistem zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan kerja dan silaturahmi ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap terbangun kerja sama yang semakin solid sehingga mampu menebar kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat. Sinergi antar BAZNAS diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang optimal dan berdampak nyata.
BERITA23/01/2026 | Alfa
BAZNAS Surabaya Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sentra Peternakan Ayam di Magetan
Magetan — BAZNAS Kota Surabaya melaksanakan kunjungan lapangan ke Sentra Peternakan Ayam di Kabupaten Magetan sebagai upaya memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di sektor peternakan. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus forum diskusi terkait pengembangan peternakan ayam yang berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menggali informasi mengenai budidaya ayam varietas Kuntara 4 dan Elba, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kedua varietas ayam ini dapat dibudidayakan mulai dari skala ternak rumahan hingga skala yang lebih profesional, sehingga sangat relevan untuk diterapkan dalam program pemberdayaan mustahik.
Melalui diskusi bersama pengelola sentra peternakan, BAZNAS Kota Surabaya membahas berbagai aspek teknis dan manajerial, mulai dari sistem pemeliharaan, efisiensi pakan, hingga peluang pengembangan usaha peternakan ayam sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
BAZNAS Kota Surabaya berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal terbangunnya sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, dalam rangka optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah untuk program pemberdayaan ekonomi umat. Sektor peternakan diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program-program produktif seperti ini, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat yang berdampak nyata serta mendorong terwujudnya perekonomian umat yang kuat dan berdaya saing.
BERITA22/01/2026 | Alfa
BAZNAS Surabaya Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Tanjung Perak
Surabaya, 15 Januari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan outreach lapangan ke rumah milik Rukmini Rachman, warga Jl. Teluk Nibung Barat III No. 7, Kelurahan Tanjung Perak, Kecamatan Pabean Cantian, Kamis (15/1). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi rumah tidak layak huni yang akan menjadi pertimbangan dalam program Bedah Rumah / Rumah Layak Huni.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya Ir. H. Armuji, staf kecamatan dan kelurahan setempat, unsur tiga pilar, pengurus RT/RW, KSH, serta tim BAZNAS Kota Surabaya. Dari hasil peninjauan, rumah yang dihuni lima anggota keluarga ini dinilai tidak layak huni. Sebagian bangunan ambruk, terutama di area kamar yang sebelumnya ditempati oleh lansia penderita stroke dan katarak. Lantai rumah masih berupa urugan gragal yang rawan banjir dan lembab, sementara atap halaman depan mengalami kerusakan parah.
Dalam rencana tindak lanjut, BAZNAS Surabaya akan memfokuskan perbaikan pada lantai rumah, atap yang rusak, instalasi listrik, dinding, serta pengecatan ulang. Sebelumnya, keluarga ini telah menerima bantuan kursi roda dan zakat tunai berkala dari BAZNAS.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Hasil peninjauan lapangan akan dibahas dalam rapat pleno pimpinan BAZNAS Surabaya guna menentukan langkah selanjutnya.
BERITA19/01/2026 | BAZNAS Kota Surabaya
BAZNAS Kota Surabaya Dukung Khitanan Massal HAB ke-80 Kemenag RI, Wujud Sinergi Zakat dan Wakaf Berkelanjutan
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan khitanan massal dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, yang diselenggarakan di Kantor Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Selasa (24/12/2025).
Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag Kota Surabaya, BAZNAS Kota Surabaya, Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI), serta Perwakilan BWI Kota Surabaya. Sinergi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah dan produktif.
Ketua Panitia, H. Muhammad Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan penuh dari BAZNAS Kota Surabaya. BAZNAS memfasilitasi berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari akomodasi jasa dokter, transportasi peserta, hingga dukungan teknis lainnya, sehingga pelaksanaan berjalan lancar dan optimal.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Surabaya, H. Mas Kamil Thobroni, S.Hi, menegaskan bahwa skema kegiatan ini memiliki nilai manfaat yang berkelanjutan. Dana zakat yang dihimpun tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial sesaat, tetapi dikelola menjadi dana abadi. Hasil dari jasa dokter khitan tersebut selanjutnya akan diwakafkan kepada Perwakilan BWI Kota Surabaya, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Pimpinan ASDOKI, Dr. Sukma Sahadewa, menyampaikan bahwa khitan merupakan salah satu anjuran penting bagi umat Islam yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan individu. Melalui kegiatan khitanan massal ini, ASDOKI berkomitmen memberikan layanan medis yang profesional, aman, dan sesuai standar kesehatan.
Pelaksanaan khitanan massal menggunakan metode Techno Klem, yaitu metode khitan modern yang minim pendarahan, proses relatif cepat, serta memberikan kenyamanan lebih bagi anak. Seluruh tindakan dilakukan oleh dokter dan tenaga medis berpengalaman, sehingga peserta dapat menjalani proses khitan dengan aman dan tenang.
Kepala Kemenag Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy, mengapresiasi sinergi seluruh pihak, khususnya BAZNAS Kota Surabaya, yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa syukur karena dikelilingi oleh banyak pihak yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan semangat kolaborasi.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip pengelolaan zakat yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
BERITA24/12/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Gelar Rakor UPZ OPD dan Kecamatan serta Luncurkan E-Dashboard
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD dan UPZ Kecamatan se-Kota Surabaya, disertai peluncuran E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya, pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Siola Mall Lantai 4, Surabaya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bapemkesra Kota Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Surabaya, serta UPZ OPD dan UPZ Kecamatan guna mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Rakor ini dihadiri segenap pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, Kepala dan jajaran Bapemkesra, serta tamu undangan UPZ OPD dan UPZ Kecamatan se-Kota Surabaya. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran ZIS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapemkesra Kota Surabaya, khususnya Mas Akbar, atas dukungan dan kolaborasi dalam pengembangan E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya. Ia menilai inovasi digital ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran UPZ OPD dan UPZ Kecamatan yang selama ini konsisten membersamai dan berkontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan program dan kegiatan BAZNAS Kota Surabaya. Peran UPZ dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS sekaligus mitra utama dalam memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat.
Rakor turut membahas sejumlah agenda penting, antara lain penguatan peran UPZ OPD dan UPZ Kecamatan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta standarisasi tata kelola dan pelaporan ZIS. Seluruh UPZ didorong untuk menjalankan pengelolaan zakat secara tertib administrasi, profesional, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Surabaya secara resmi meluncurkan E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya sebagai sistem monitoring dan alat bantu administrasi pengelolaan ZIS. Sistem ini mendukung surat-menyurat, pelaporan LPJ dan laporan keuangan, pencetakan Bukti Setor Zakat, serta monitoring nominal zakat ASN secara real time, guna meningkatkan efektivitas kerja, transparansi, dan akuntabilitas lembaga.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis penggunaan e-dashboard, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab bersama peserta. Melalui rakor dan peluncuran sistem digital ini, BAZNAS Kota Surabaya optimistis kolaborasi dengan UPZ OPD dan UPZ Kecamatan akan semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.
BERITA23/12/2025 | Otnay
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya Digelar, Fokus Perkuat Pengelolaan Zakat Tahun 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja (Raker) IV pada Selasa, 17 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus perumusan arah kebijakan dan program kerja BAZNAS Kota Surabaya untuk tahun 2026. Rapat kerja diikuti oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, para wakil ketua, kepala bidang, serta seluruh jajaran pelaksana.
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya diselenggarakan sebagai bentuk lembaga komitmen dalam menjaga profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Forum ini menjadi ruang konsolidasi internal guna memastikan seluruh program berjalan selaras dengan visi BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM., dalam Berbagainya menegaskan bahwa Rapat Kerja IV memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan BAZNAS. Menurutnya, pengelolaan zakat harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. “Evaluasi dan perencanaan yang matang adalah kunci agar zakat benar-benar mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan umat,” ujarnya.
Dalam Raker IV ini, Ketua Pelaksana memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 meliputi Bidang Pengumpulan, Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelapran serta Bidang Administrasi dan SDM. Pemaparan tersebut mencakup capaian program, tingkat serapan anggaran, inovasi yang telah dijalankan, serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Bidang Pengumpulan menyoroti pentingnya penguatan strategi penghimpunan ZIS melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi dengan instansi pemerintah dan swasta, serta pemanfaatan platform digital. Peningkatan literasi zakat di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, menjadi perhatian utama agar potensi zakat di Kota Surabaya dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menegaskan komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan fokus pada pemberdayaan mustahik. Program bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga respon kebencanaan menjadi fokus utama agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berjangka panjang.
Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kota Surabaya juga membahas penguatan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan dana ZIS yang sesuai dengan regulasi dan standar pelaporan menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan muzaki. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) amil zakat juga menjadi agenda strategis guna mendukung kinerja organisasi yang semakin profesional.
Sementara Bidang Administrasi dan SDM menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan disiplin kerja, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia amil zakat. Fokus pembahasan meliputi penataan administrasi yang teratur dan terintegrasi, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan evaluasi kinerja, serta penguatan etos kerja dan profesionalisme amil. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program dan memastikan pelayanan BAZNAS Kota Surabaya berjalan optimal, responsif, dan berkelanjutan.
Selain pemaparan dari masing-masing bidang, Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan laporan kinerja dari sejumlah unit pelaksana, yakni Unit Media, Unit Bedah Rumah, Unit Muallaf Center, serta Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Surabaya. Setiap unit menyampaikan evaluasi program, dampak kegiatan kepada mustahik, serta rencana penguatan program ke depan guna mendukung optimalisasi pelayanan dan pendayagunaan zakat di Kota Surabaya.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif, berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan oleh peserta rapat sebagai bahan penyempurnaan rencana kerja tahun 2026. Sinergi antarbidang ditekankan sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program, sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian zakat dapat berjalan efektif dan terintegrasi.
Melalui Rapat Kerja IV ini, BAZNAS Kota Surabaya meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hasil Raker akan dibahas dalam dokumen rencana kerja dan menjadi pedoman pelaksanaan program pada tahun mendatang. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid, BAZNAS Kota Surabaya optimis mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga Kota Surabaya.
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya ditutup dengan semangat kebersamaan dan integritas seluruh jajaran, sejalan dengan tekad menjadikan zakat sebagai solusi sosial yang berkelanjutan bagi umat.
BERITA18/12/2025 | Humas Baznas Surabaya
Hasil Gotong Royong Warga Gununganyar Lor, UPZ Masjid Baiturrochman Serahkan Donasi ke BAZNAS Surabaya
Surabaya (16/12/25) — UPZ Masjid Baiturrochman RW 01 Gununganyar Lor secara resmi menyerahkan hasil donasi POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatra & Aceh kepada BAZNAS Kota Surabaya. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana selama lima hari, terhitung sejak 6 hingga 10 Desember 2025.
Dari aksi kemanusiaan ini, UPZ Masjid Baiturrochman berhasil menghimpun dana sebesar Rp16.000.000 serta berbagai kebutuhan pokok. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui BAZNAS Kota Surabaya untuk selanjutnya didistribusikan kepada para korban bencana di wilayah Sumatra dan Aceh.
Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya partisipasi warga. “Capaian ini adalah bukti bahwa semangat solidaritas warga Gununganyar Lor tetap menyala. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ungkapnya.
Dari kalangan generasi muda, Abdul Jabbar, perwakilan Gen-Z RW 01 Gununganyar Lor, menegaskan bahwa aksi ini menjadi momentum kebangkitan pemuda dalam kerja-kerja sosial. “Sudah saatnya kita bangkit bersama demi kemaslahatan umat. Bukan hanya berbicara, tetapi hadir dengan aksi nyata,” tegasnya.
Penyerahan donasi ini menegaskan peran UPZ Masjid Baiturrochman sebagai simpul kepedulian umat di tingkat akar rumput. Gununganyar Lor kembali membuktikan diri sebagai kampung yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan yang melampaui batas wilayah.
BERITA16/12/2025 | Otnay
Dari Masjid untuk Nusantara: UPZ Baiturrochman Buka Posko Donasi Peduli Bencana Sumatra dan Aceh
Surabaya — UPZ Masjid Baiturrochman di bawah naungan BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Melalui pembentukan POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatera & Aceh , UPZ Masjid Baiturrochman menggandeng seluruh elemen masyarakat RW 01 Gununganyar Lor untuk bersatu dalam aksi kemanusiaan yang sarat nilai gotong royong.
Gerakan open donasi ini dibuka selama 6–10 Desember 2025 sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Posko donasi berpusat di lingkungan Masjid Baiturrochman dan terbuka bagi seluruh warga yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa dana maupun kebutuhan pokok.
Keterlibatan masyarakat terlihat begitu kuat. Berbagai unsur ikut ambil bagian, mulai dari Takmir dan Remas Masjid Baiturrochman, NU Gununganyar Lor, Fatayat–Muslimat NU, GP Ansor, Banser, IPNU–IPPNU, JANGOP, KSH, PKK, pengurus RT/RW , hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.
Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh , menyampaikan bahwa pembukaan posko ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bersama. “Kami ingin memberikan contoh kepada seluruh UPZ se-Surabaya agar aktif membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Surabaya sebagai Kota Zakat dan Kampung Madani di setiap wilayah,” ujarnya.
Aksi open donasi ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, mempertemukan semangat para tokoh masyarakat dengan energi pemuda dalam satu tujuan mulia: membantu sesama.
BERITA16/12/2025 | Otnay
Kolaborasi Dakwah, BAZNAS Surabaya Cetak 175 Amil dan Nadhir Profesional Lewat Madrasah Batch 1
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya sukses menggelar Madrasah Amil dan Nadhir – Batch 1 pada Sabtu, 06 Desember 2025. Bertempat di Gedung Bapeddalitbang Kota Surabaya, Jl. Pacar No. 8, Ketabang, Genteng, acara ini dihadiri oleh 175 Amil dan Nadhir yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dan UPZ Kecamatan BAZNAS Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pengelola zakat dan wakaf di Kota Pahlawan.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Amil dan Nadhir yang profesional dalam memaksimalkan potensi zakat dan wakaf untuk kesejahteraan umat. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya juga diwujudkan melalui kehadiran dan sambutan dari Kepala Bapemkesra Kota Surabaya, Dr. Arief Boediarto, M.Si.
Sesi utama kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speaker oleh Guru Besar ternama, Prof. Dr. KH. Ahmad Muhibbin Zuhri, M.Ag. Beliau memberikan pandangan strategis mengenai peran sentral Amil dan Nadhir dalam ekosistem filantropi Islam modern.
Inti dari Madrasah Amil & Nadhir ini adalah penyampaian materi secara panel yang dimoderatori oleh Drs. H. Marjuki, MA. Sesi panel ini berfokus pada dua aspek penting. Materi Keamilan disampaikan oleh H.M. Kamil Thobroni, membahas secara mendalam tata kelola dan prinsip-prinsip profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Sementara itu, materi Kenadziran disampaikan oleh Muhammad Yahya, S.Pd.I, M.A, mengupas tuntas aspek hukum, manajerial, dan pengembangan aset wakaf.
Madrasah Amil & Nadhir Batch 1 ini menjadi langkah konkret BAZNAS Kota Surabaya dalam memastikan pengelolaan zakat dan wakaf dilaksanakan secara syar’i, amanah, dan berdampak luas bagi masyarakat Surabaya.
BERITA09/12/2025 | Imam
Gandeng Fatayat NU, Dorong UMKM Fatayat Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Workshop Kaji Indonesia
Surabaya, 8 November 2025 – Sinergi pemberdayaan ekonomi terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya bersama PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya melalui program pendampingan UMKM perempuan . Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha agar mampu naik kelas, mandiri, berdaya saing, serta melek digital .
Program pemberdayaan ini diselenggarakan di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, Siola Mall, Jl. Tunjungan No. 1–3, Genteng, Surabaya , yang dikenal sebagai sentra pengembangan UMKM di Kota Pahlawan.
Puluhan kader Fatayat dan pelaku UMKM Binaan hadir mewakili berbagai sektor usaha seperti kuliner rumahan, minuman olahan, fesyen muslim, hingga produk ekonomi kreatif bernilai lokal. Kegiatan berjalan dalam dua sesi besar, yakni pendampingan UMKM oleh BAZNAS Kota Surabaya , kemudian dilanjutkan dengan workshop mentor bisnis dari Kaji Indonesia bersama Bapak Ari Prabowo .
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM , menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya sekedar menyalurkan bantuan, tetapi memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan berkelanjutan .
"Kami ingin UMKM yang didampingi tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan berkembang. Kami berharap para pelaku usaha bisa naik level, memperluas pemasaran, dan pada akhirnya mengubah status dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Surabaya menilai kemitraan ini menjadi momentum penting bagi perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui usaha produktif.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian keluarga. Dengan program ini, kader Fatayat tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga semakin kuat secara ekonomi. Ilmu yang diberikan sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan usaha masa kini,” tuturnya.
Memasuki sesi workshop, Bapak Ari Prabowo dari Kaji Indonesia mengarahkan peserta pada penguatan pola pikir bisnis, strategi pemasaran modern, serta optimalisasi platform digital untuk penjualan dan branding UMKM.
Dalam paparannya, Bapak Ari menekankan bahwa UMKM di era digital harus menggabungkan kualitas produk dengan storytelling, personal branding, dan pemanfaatan media sosial sebagai etalase utama .
“Jangan hanya menjual produk, tapi jual juga narasi. Konsumen sekarang ingin merasa terhubung. Produk yang kuat identitasnya lebih mudah diingat dan berpeluang besar berkembang di pasar digital,” jelasnya di hadapan peserta.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan UMKM perempuan Surabaya untuk lebih profesional, terstruktur, dan siap bersaing di pasar yang luas. Melalui kolaborasi BAZNAS Kota Surabaya, PC Fatayat NU, dan Kaji Indonesia, program ini semakin kuat dengan kombinasi pemberdayaan berbasis komunitas, pendampingan usaha, dan edukasi pemasaran digital .
Melalui gerakan ini, BAZNAS Kota Surabaya optimis semakin banyak pelaku UMKM perempuan yang naik kelas, produktif, dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga maupun daerah .
BERITA08/11/2025 | Otnay
10 Amil BAZNAS Kota Surabaya Resmi Tersertifikasi Tingkat Nasional Wujud Profesionalisme Pengelolaan Zakat
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam upaya memperkuat profesionalisme dan meningkatkan mutu pengelolaan zakat di daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya mencatat capaian penting pada tahun 2025. Sebanyak 10 orang amil dari 16 orang yang terdiri dari 5 pimpinan dan 5 pelaksana bidang telah resmi tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS Republik Indonesia.
Langkah ini menjadi bukti komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk senantiasa menjaga kualitas, kredibilitas, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sertifikasi ini sekaligus mempertegas peran amil sebagai tenaga profesional yang berkompeten, sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
5 Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya Raih Sertifikasi Amil Pimpinan
Dalam daftar penerima sertifikasi tersebut, lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya berhasil meraih Sertifikasi Amil Pimpinan, yaitu:
H. Moch. Hamzah, ST., MM. – Ketua BAZNAS Kota Surabaya
Dr. Marjuki, MA. – Wakil Ketua I
H. M. Kamil Thobroni, S.HI. – Wakil Ketua II
Drs. Ec. Abd Halim AF – Wakil Ketua III
Muhammad Riduwan, S.Ag. – Wakil Ketua IV
Kelima pimpinan ini dinyatakan kompeten dalam skema Sertifikasi Amil Pimpinan BAZNAS, yang menilai kemampuan mereka dalam aspek strategis pengelolaan lembaga zakat, mulai dari tata kelola organisasi, kebijakan distribusi, hingga strategi pemberdayaan mustahik.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, sertifikasi ini menjadi pengakuan atas profesionalitas amil di Surabaya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas agar pengelolaan zakat semakin amanah, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar beliau.
Lima Pelaksana Bidang BAZNAS Kota Surabaya Tersertifikasi Kualifikasi Level 3
Selain pimpinan, lima pelaksana bidang BAZNAS Kota Surabaya juga berhasil lulus dalam Sertifikasi Skema Kualifikasi Level 3 Bidang Pengelolaan Zakat, yakni:
Imam Syafii Mustofa – Kepala Pelaksana
Muhammad Fachrudin – Pelaksana Bidang I (Pengumpulan)
Zulfikar Muhammad Handiyarsyah – Pelaksana Bidang II (Pendistribusian dan Pendayagunaan)
Listiyowati – Pelaksana Bidang III (Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan)
Ali Mahput Efendi – Pelaksana Bidang IV (SDM, Umum, dan Administrasi)
Sertifikasi ini membuktikan bahwa para pelaksana memiliki kompetensi teknis dalam menjalankan operasional zakat sesuai dengan standar Manajemen Mutu Pengelolaan Zakat Nasional. Mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan zakat untuk program pemberdayaan mustahik.
Pelaksana Bidang II, Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk bekerja lebih profesional.
“Menjadi amil tidak hanya tentang niat ibadah, tetapi juga tanggung jawab besar. Dengan sertifikasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di Surabaya dilakukan secara terukur, terarah, dan akuntabel,” ungkapnya.
Wujud Profesionalisme dan Kepercayaan Publik
Sertifikasi amil merupakan salah satu implementasi dari Transformasi Digital dan Profesionalisasi Amil Zakat Nasional yang dicanangkan oleh BAZNAS RI. Tujuannya agar seluruh amil di Indonesia memiliki kompetensi yang sama, baik dalam aspek manajerial, teknis, maupun spiritual.
Dengan tersertifikasinya sepuluh amil BAZNAS Kota Surabaya, lembaga ini kini menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil menegakkan standar profesional dalam tata kelola zakat. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi pemerintah yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Ketua BAZNAS RI dalam beberapa kesempatan juga menekankan bahwa profesionalisasi amil merupakan kunci menuju pengelolaan zakat yang berkelanjutan dan berdampak besar bagi kesejahteraan umat. Dengan sumber daya manusia yang kompeten, BAZNAS dapat memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah dikelola secara efektif dan tepat sasaran.
Langkah Nyata Membangun Amil Unggul di Kota Pahlawan
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh amil zakat di Surabaya untuk terus berbenah diri. Sertifikasi bukanlah akhir, tetapi awal dari proses peningkatan kualitas pelayanan umat.
Ke depan, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen untuk terus melakukan pelatihan, pengembangan kompetensi, serta pembinaan berkelanjutan agar setiap amil mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada muzaki dan mustahik.
Dengan semangat profesional, amanah, dan penuh tanggung jawab, BAZNAS Kota Surabaya siap menjadi lembaga zakat yang unggul dan terpercaya — menginspirasi pengelolaan zakat nasional yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemaslahatan umat.
BERITA05/11/2025 | Zul
Pengajian Selasa Pagi BAZNAS Bahas Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Melalui Sertifikasi Online
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan kapasitas para amil zakat di seluruh Indonesia, BAZNAS Republik Indonesia kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi – Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman Sesi 41 Tahun 2025, pada Selasa, 4 November 2025.
Acara yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting (bit.ly/PengajianSelasaPagi) ini dimulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB dan menghadirkan narasumber utama H. Muhammad Choirin, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI. Pengajian dipandu oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI.
Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh jajaran BAZNAS se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Surabaya yang diwakili oleh Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat dan M. Khoiri Yanto, Staf Media.
Profesionalisme Amil Melalui Sertifikasi
Dalam pemaparannya, H. Muhammad Choirin menekankan pentingnya sertifikasi bagi para amil zakat di seluruh tingkatan, baik pusat maupun daerah. Sertifikasi bukan sekadar pengakuan formal, tetapi merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi, kredibilitas, dan akuntabilitas amil dalam menjalankan amanah umat.
“Profesionalisme amil menjadi kunci agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin dipercaya masyarakat. Melalui sertifikasi online, BAZNAS berupaya memudahkan proses peningkatan kapasitas SDM zakat secara efektif dan merata,” jelas Choirin.
Sertifikasi amil yang dikelola oleh LSP BAZNAS RI telah berbasis digital dan dapat diakses oleh seluruh amil di daerah. Program ini menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung Transformasi Digital Zakat Nasional, sehingga setiap amil memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
BAZNAS Surabaya Dukung Peningkatan Kualitas Amil
Kehadiran BAZNAS Kota Surabaya dalam pengajian ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat SDM dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat kota.Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, yang mewakili BAZNAS Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan memperluas jaringan antaramil di seluruh Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS RI melalui kegiatan pengajian tematik yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan nilai tambah profesional bagi para amil. Dengan adanya sertifikasi online, kami di daerah lebih termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan standar pelayanan kepada mustahik,” ujarnya.
BAZNAS Surabaya selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas SDM, termasuk pelatihan pengelolaan zakat, pendayagunaan berbasis pemberdayaan ekonomi, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Sinergi Ilmu dan Spirit Dakwah
Kegiatan Pengajian Selasa Pagi BAZNAS telah menjadi wadah inspiratif bagi seluruh insan amil untuk terus berbenah, memperkuat spiritualitas, dan menambah pengetahuan. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Perjuangan Profesi Amil Dengan Sertifikasi Online”, pengajian sesi ke-41 ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa profesi amil adalah bagian dari perjuangan dakwah dan pengabdian kepada umat.
Sebagai lembaga pengelola zakat resmi di bawah pemerintah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk melahirkan amil yang kompeten, amanah, dan profesional, demi terwujudnya pengelolaan zakat yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA05/11/2025 | Zul
BAZNAS Surabaya Hadiri Rapat Kerja Teknis Membasuh Luka Palestina, Perkuat Sinergi Penghimpunan Nasional
Surabaya (BAZNAS News) – Dalam upaya memperkuat sinergi gerakan kemanusiaan dan penghimpunan donasi nasional untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Membasuh Luka Palestina pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Rakernis ini diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Surabaya yang diwakili oleh H. Muhammad Fachrudin, Pelaksana Bidang Pengumpulan. Kehadiran BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan nasional membantu rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
Capaian Nasional: Donasi Rp383 Miliar untuk Palestina
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh BAZNAS RI, hingga saat ini dukungan masyarakat Indonesia untuk Palestina telah mencapai Rp383.086.242.713. Angka tersebut terdiri dari pengumpulan BAZNAS sebesar Rp230.091.110.318 dan titipan dari BAZNAS daerah serta LAZ sebesar Rp152.995.132.395.
Adapun total dana yang telah disalurkan mencapai Rp121.548.945.751 dengan penerima manfaat sebanyak 707.775 jiwa, serta 150,5 ton bantuan natura (barang dan logistik) yang telah disalurkan ke wilayah terdampak di Palestina. Data tersebut menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Surabaya: Bergerak untuk Kemanusiaan
Dalam Rakernis tersebut, BAZNAS RI juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang memberikan kontribusi besar dalam penggalangan dana kemanusiaan, di antaranya BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, dan Kalimantan Selatan.
Sebagai bagian dari jaringan nasional, BAZNAS Kota Surabaya turut aktif mengajak masyarakat untuk menyalurkan donasi terbaik mereka bagi rakyat Palestina. Melalui berbagai kanal zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berupaya memperluas jangkauan kebaikan agar manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh umat Islam di seluruh dunia.
H. Muhammad Fachrudin menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Surabaya dalam Rakernis ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah. “Kami berharap sinergi nasional ini terus berlanjut. Setiap rupiah dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Membangun Solidaritas Umat
Melalui Rakernis “Membasuh Luka Palestina” ini, BAZNAS menegaskan kembali perannya sebagai lembaga zakat nasional yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan umat di dalam negeri, tetapi juga turut mengambil bagian dalam misi kemanusiaan global.
Dengan semangat solidarity for humanity, BAZNAS terus menggerakkan kepedulian masyarakat agar zakat dan sedekah menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Surabaya siap melanjutkan peran ini, menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang menjembatani kasih sayang umat Islam Indonesia untuk Palestina.
BERITA05/11/2025 | Zul
BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025
Surabaya – Dalam menghadapi potensi bencana alam yang sering terjadi pada musim penghujan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting.
Rapat ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia, serta Komandan dan Person in Charge (PIC) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada akhir tahun.
Mengantisipasi Cuaca Ekstrem Melalui Kolaborasi Nasional
Dalam pembukaannya, perwakilan BAZNAS Pusat menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi merupakan ancaman tahunan yang harus dihadapi dengan perencanaan matang dan kesiapsiagaan terpadu.BAZNAS, sebagai lembaga zakat nasional, tidak hanya berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).
“Zakat bukan hanya menolong masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan dalam respon cepat kemanusiaan. BAZNAS harus menjadi yang terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana,” ujar salah satu Pimpinan BAZNAS RI dalam sambutannya.
Melalui rapat ini, BAZNAS ingin memastikan bahwa seluruh daerah memiliki rencana kontinjensi dan koordinasi yang solid dalam menghadapi potensi bencana yang dipengaruhi oleh fenomena hidrometeorologi.
Fokus pada Pencegahan dan Respons Cepat
Rapat koordinasi ini membahas berbagai langkah antisipatif yang akan dilakukan oleh jaringan BAZNAS di seluruh Indonesia, di antaranya:
Pemetaan daerah rawan bencana berbasis data wilayah dan laporan BMKG.
Penguatan kapasitas tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di setiap provinsi dan kabupaten/kota.
Penyediaan logistik darurat dan peralatan lapangan yang siap digunakan saat terjadi bencana.
Pelatihan mitigasi dan evakuasi cepat bagi relawan dan masyarakat di wilayah rentan.
Koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang sinergis.
Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya pendistribusian zakat untuk penanganan bencana, baik dalam bentuk bantuan langsung kepada korban maupun dukungan jangka panjang untuk pemulihan pasca-bencana.
BAZNAS Tanggap Bencana Siaga di Lapangan
Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merupakan ujung tombak lembaga dalam aksi kemanusiaan.BTB telah aktif di berbagai wilayah terdampak bencana di Indonesia, mulai dari banjir di Jawa Timur dan Kalimantan, hingga longsor di Jawa Barat dan bencana gempa di wilayah timur Indonesia.
Dengan koordinasi nasional yang baik, diharapkan BTB di setiap daerah mampu merespons lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi.Komandan dan PIC BTB dari seluruh Indonesia hadir dalam rapat ini untuk menyampaikan laporan kesiapan dan kendala di wilayah masing-masing.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim di daerah siap secara personel, logistik, dan koordinasi. Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa mempersiapkan diri dengan baik,” ujar salah satu Komandan BTB dalam sesi diskusi.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemanusiaan
BAZNAS menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam menghadapi ancaman bencana yang berdampak luas pada masyarakat.Dengan jaringan lembaga zakat yang tersebar di seluruh Indonesia, kolaborasi ini menjadi modal besar dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Rapat juga menyoroti pentingnya penggunaan data digital dan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi, agar proses koordinasi dan pelaporan dapat dilakukan secara cepat dan akurat.Hal ini sejalan dengan upaya BAZNAS RI dalam mendorong transformasi digital pengelolaan zakat dan kemanusiaan.
Zakat untuk Kemanusiaan dan Ketangguhan Masyarakat
Zakat memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.Dalam konteks bencana hidrometeorologi, dana zakat dapat digunakan untuk:
Bantuan logistik dan kebutuhan dasar korban bencana.
Pemulihan ekonomi mustahik melalui modal usaha pasca bencana.
Program perbaikan rumah ibadah dan fasilitas sosial yang rusak.
Pendidikan dan kesehatan darurat bagi anak-anak terdampak.
Melalui prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, BAZNAS memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan, terutama saat menghadapi situasi bencana.
Harapan untuk Indonesia yang Tangguh dan Peduli
Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan BAZNAS Tahun 2025 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.Dengan kolaborasi yang solid antara BAZNAS, BTB, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh, peduli, dan cepat tanggap terhadap bencana.
“Kesiapsiagaan adalah bentuk nyata dari amanah zakat. Kita tidak menunggu bencana datang, tetapi menyiapkan diri agar bisa menolong lebih cepat dan lebih luas,” tutup pimpinan BAZNAS dalam rapat tersebut.
BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, karena dari dana zakat inilah lahir kekuatan besar untuk menolong sesama — baik di masa damai maupun dalam situasi bencana.
BERITA04/11/2025 | Zul
Melalui Pengajian BAZNAS Ajak Umat Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata
Surabaya – BAZNAS kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Selasa Pagi Sesi 40 Tahun 2025 dengan tema yang penuh makna, yaitu “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 06.00–07.30 WIB, secara daring dan luring, dan diikuti oleh para amil, ASN, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kemanusiaan dan solidaritas dunia Islam.
Dalam sesi kali ini, hadir dua tokoh penting dari BAZNAS Republik Indonesia, yakni M. Arifin Purwakananta (Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI) sebagai narasumber utama, serta H. M. Nadratuzzaman Hosen (Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI) yang bertindak sebagai moderator dan pemandu acara.
Mengangkat Semangat Solidaritas Umat Islam untuk Gaza
Kondisi Gaza yang porak poranda pasca gencatan senjata menjadi perhatian dunia, terutama umat Islam di berbagai negara.Melalui pengajian kali ini, BAZNAS ingin mengajak peserta untuk tidak hanya berempati, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun kembali kehidupan masyarakat Gaza yang terdampak perang.
Dalam pemaparannya, M. Arifin Purwakananta menekankan pentingnya sinergi dan kepedulian sesama Muslim sebagai wujud ukhuwah Islamiyah.“Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga instrumen kemanusiaan global. Apa yang kita salurkan melalui BAZNAS, Insya Allah menjadi kekuatan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya.
Beliau menambahkan, BAZNAS RI bersama jaringan BAZNAS seluruh Indonesia telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam program pemulihan Gaza, baik melalui bantuan kemanusiaan, kesehatan, maupun dukungan pendidikan dan ekonomi masyarakat Palestina.
Zakat Sebagai Kekuatan Kemanusiaan Global
Dalam sesi tanya jawab, H. M. Nadratuzzaman Hosen menegaskan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang sangat luas.Selain membantu masyarakat miskin di dalam negeri, zakat juga dapat menjadi alat diplomasi kemanusiaan yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan keadilan.
“BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai negara yang terdampak konflik dan bencana, termasuk Palestina. Ini menunjukkan bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional dapat memberikan dampak lintas batas negara,” ujar Nadratuzzaman.
Ia juga menekankan bahwa dalam konteks kemanusiaan global, transparansi dan akuntabilitas lembaga zakat menjadi kunci kepercayaan publik. Setiap bantuan yang disalurkan harus jelas sumbernya, jelas penerimanya, dan terukur dampaknya — inilah nilai yang terus dipegang teguh oleh BAZNAS RI.
Pengajian Sebagai Wadah Pencerahan dan Kepedulian
Program Pengajian Selasa Pagi BAZNAS merupakan agenda rutin yang telah berjalan selama lebih dari tiga tahun.Tujuan utamanya adalah memberikan pencerahan spiritual, motivasi kerja, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Sesi ke-40 ini terasa istimewa karena mengangkat isu kemanusiaan dunia Islam yang tengah menjadi perhatian global.Para peserta diajak untuk merenungkan kembali makna ukhuwah Islamiyah, serta memahami bahwa setiap zakat yang ditunaikan memiliki nilai strategis dalam memperbaiki kehidupan umat, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Selain ceramah utama, acara ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Gaza dan seluruh umat Islam di dunia.Suasana haru dan khidmat terasa saat para peserta menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar perdamaian segera terwujud dan masyarakat Gaza dapat hidup dengan aman serta bermartabat.
Dukungan ASN dan Masyarakat Surabaya untuk Gaza
Sebagai bagian dari jaringan nasional BAZNAS, BAZNAS Kota Surabaya turut mengambil peran dalam menggaungkan semangat kepedulian terhadap Palestina.Banyak ASN Kota Surabaya yang telah berpartisipasi dalam gerakan donasi kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Gaza merupakan bentuk solidaritas universal yang sejalan dengan visi lembaga untuk membangun kesejahteraan umat secara global.“Zakat yang kita tunaikan bukan hanya untuk membantu mustahik di Surabaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun dunia yang lebih damai dan adil,” ujarnya.
Melalui kegiatan seperti pengajian ini, BAZNAS ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap amal kecil memiliki dampak besar, dan setiap rupiah zakat yang dikelola dengan amanah dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain.
Membangun Gaza dengan Hati dan Aksi Nyata
Tema “Kita Bangun Gaza Pasca Gencatan Senjata” bukan sekadar slogan, tetapi seruan untuk bergerak bersama.Umat Islam diajak untuk menyalurkan empati menjadi aksi nyata melalui zakat, infak, dan sedekah.Bantuan dari masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari paket logistik, layanan medis, hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak korban konflik.
“Setelah masa gencatan senjata, tugas kita tidak berhenti. Justru di sinilah ujian kepedulian dimulai — bagaimana membantu mereka membangun kembali rumah, sekolah, dan kehidupan,” tambah Arifin Purwakananta.
Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, diharapkan pengajian ini menjadi pemantik gerakan zakat kemanusiaan yang lebih kuat, tidak hanya untuk Palestina tetapi juga bagi kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia.
BERITA04/11/2025 | Zul
Dampak Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Surabaya (BAZNAS News) – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Melalui pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang tepat sasaran, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat secara langsung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit dari kemiskinan dan menuju kemandirian.
Di Kota Surabaya, BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang aktif menyalurkan zakat kepada mustahik, sekaligus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Zakat Sebagai Pilar Keadilan Sosial
Zakat bukan hanya ibadah vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga bentuk ibadah sosial yang menegakkan keadilan ekonomi.Melalui zakat, harta didistribusikan dari kalangan yang mampu kepada mereka yang membutuhkan.Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dua dimensi sekaligus — membersihkan harta muzaki dan menumbuhkan kemandirian mustahik. Dengan pendistribusian yang tepat, zakat mampu mempersempit kesenjangan ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.
Pendistribusian Zakat yang Tepat Sasaran
Pendistribusian zakat harus dilakukan secara terarah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat.Zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Taubah: 60.
BAZNAS Kota Surabaya menjalankan berbagai program pendistribusian yang mencakup:
Bantuan konsumtif langsung, seperti sembako, makanan siap saji, dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan alat kesehatan, seperti kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, dan alat bantu jalan bagi mustahik penyandang disabilitas.
Program pendidikan, seperti Beasiswa Cendekia Baznas (CESAR) untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Program sosial keagamaan, seperti santunan jumat berkah, fidyah, dan bantuan masjid serta TPQ.
Pendistribusian ini bukan hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menumbuhkan rasa keadilan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Pendayagunaan Zakat yang Memberdayakan
Selain distribusi langsung, zakat juga memiliki potensi besar ketika dikelola secara produktif.Pendayagunaan zakat diarahkan agar penerima tidak selamanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri secara ekonomi.BAZNAS Kota Surabaya telah mengembangkan berbagai program zakat produktif, seperti:
Pelatihan dan bantuan modal usaha mikro bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Program peternakan dan pertanian zakat produktif, yang memanfaatkan zakat untuk menciptakan lapangan kerja.
Pendampingan usaha dan literasi keuangan agar mustahik mampu mengelola hasil usahanya dengan baik.
Dengan model ini, zakat tidak hanya berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan menjadi alat transformasi sosial yang mengubah mustahik menjadi muzaki.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Zakat
Hasil pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang efektif membawa dampak positif bagi masyarakat, di antaranya:
Menurunkan angka kemiskinan.Banyak keluarga penerima zakat yang kini mampu mandiri setelah menerima bantuan modal dan pelatihan.
Meningkatkan akses pendidikan.Beasiswa dan bantuan pendidikan dari zakat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi.
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.Program zakat produktif mendorong aktivitas ekonomi di tingkat mikro, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat UMKM.
Menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial.Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya zakat sebagai solusi sosial Islam untuk mengurangi kesenjangan.
Dengan demikian, zakat menjadi motor pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Mengoptimalkan Zakat
Sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menjaga amanah muzaki melalui sistem pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh dana yang masuk dikelola melalui sistem terintegrasi dan diaudit secara berkala. Laporan pendistribusian dan pendayagunaan juga dibuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.
BAZNAS Surabaya tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan umat. Program-program unggulan seperti Zakat Produktif, Beasiswa CESAR, Jumat Berkah, dan Layanan Kemanusiaan merupakan bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi strategis dalam pembangunan ekonomi umat di Surabaya.
Menumbuhkan Kepercayaan dan Kesadaran Berzakat
Salah satu dampak penting dari pengelolaan zakat yang baik adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat.Ketika muzaki melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar membawa perubahan nyata, kesadaran untuk menunaikan zakat akan semakin tumbuh.
Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya terus melakukan edukasi dan sosialisasi zakat melalui masjid, media sosial, dan kegiatan dakwah agar masyarakat memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk membangun kehidupan yang lebih adil dan sejahtera.
Kesimpulan
Pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang dilakukan secara tepat, profesional, dan amanah membawa dampak besar bagi kesejahteraan umat. Zakat mampu mengubah kehidupan mustahik, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui kerja keras dan dedikasi BAZNAS Kota Surabaya, zakat kini tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga gerakan sosial kemanusiaan yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga kota. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, umat Islam turut serta membangun Surabaya sebagai kota yang peduli, berkeadilan, dan penuh keberkahan.
BERITA04/11/2025 | Zul
Mewujudkan Mimpi Anak Bangsa dari Kisah Sobat Penerima Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya
Surabaya (BAZNAS News) – Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka pintu masa depan yang lebih baik. Berangkat dari semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan program Beasiswa CESAR (Cetak Sarjana)—sebuah inisiatif strategis yang membantu mahasiswa dhuafa agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan menjadi generasi penerus bangsa yang berdaya.
Program beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan biaya kuliah, tetapi juga menumbuhkan karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian di kalangan mahasiswa. Para penerima beasiswa, yang dikenal dengan sebutan “Sobat CESAR”, kini menjadi teladan nyata bagaimana zakat dapat mengubah kehidupan.
1. Zakat untuk Mencetak Sarjana yang Berdaya
Program Beasiswa CESAR merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif di bidang pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana zakat untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Direktur Pelaksana BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa CESAR tidak sekadar memberi bantuan finansial, tetapi juga membangun kapasitas mahasiswa agar siap menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin mencetak sarjana yang bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki nilai kepedulian sosial dan siap menjadi agen perubahan,” ujarnya.
2. Cerita Perjuangan Mahasiswa Dhuafa
Banyak kisah inspiratif lahir dari program Beasiswa CESAR. Salah satunya datang dari M. Saiful Anwar (22 tahun), mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf. Saiful mengaku hampir tidak bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Namun, ketika ia terpilih sebagai penerima Beasiswa CESAR, harapannya kembali menyala.
“Alhamdulillah, beasiswa ini membuat saya bisa fokus belajar tanpa khawatir biaya. Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga penjual gorengan juga bisa sukses dan berguna bagi masyarakat,” tutur Saiful dengan penuh semangat.
Cerita serupa juga datang dari Andhika (21 tahun), mahasiswa Manajemen Universitas Hayam Wuruk yang juga penerima Bantuan CESAR membantunya membayar biaya semester sampai lulus.
“Beasiswa CESAR bukan hanya bantuan dana, tapi juga dukungan moral. Kami diberi pelatihan kepemimpinan dan kesempatan mengabdi lewat kegiatan sosial,” katanya.
3. Membangun Rantai Kebaikan
Salah satu hal yang membanggakan dari teman-teman CESAR adalah semangat mereka untuk memberi kembali (give back) kepada masyarakat. Banyak di antara mereka yang berkomitmen menyalurkan sebagian penghasilan pertama mereka kelak untuk zakat atau sedekah.Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dibiayai oleh zakat telah menumbuhkan kesadaran sosial dan spiritual yang mendalam.
“Kami ingin melanjutkan kebaikan ini. Suatu saat nanti, kami ingin menjadi muzaki yang membantu mahasiswa lain seperti kami dulu,” kata Ayuni, mahasiswi penerima CESAR dari Universitas Muhammadiyah Surabaya.
4. Harapan ke Depan dan Dampak Nyata untuk Kota Surabaya
Program Beasiswa CESAR akan melahirkan puluhan sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, baik negeri maupun swasta. Banyak di antara mereka diharapkan bisa bekerja di sektor publik, pendidikan, hingga menjadi wirausahawan muda.Semoga harapan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
Dengan pendidikan yang layak, nantinya para alumni CESAR berpotensi menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi di lingkungannya. Inilah bentuk nyata dari pendayagunaan zakat yang produktif dan berkelanjutan.
5. Kolaborasi dan Target ke Depan
BAZNAS Kota Surabaya terus memperluas jangkauan beasiswa ini dengan menjalin kerja sama bersama perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan donatur zakat. Tujuannya agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga dhuafa bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk kuliah.
Ke depan, BAZNAS menargetkan agar Beasiswa CESAR dapat melahirkan 100 sarjana baru setiap tahun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Kesimpulan
Program Beasiswa CESAR BAZNAS Kota Surabaya bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan sebuah gerakan sosial yang menumbuhkan harapan dan mengubah masa depan. Melalui zakat, generasi muda dhuafa dapat menapaki tangga kesuksesan, menjadi sarjana berdaya, dan kelak kembali berkontribusi untuk umat.
Para penerima beasiswa CESAR membuktikan bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun peradaban—mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menebar manfaat bagi masyarakat luas.
Kata Kunci SEO:
Beasiswa CESAR, BAZNAS Kota Surabaya, beasiswa zakat, program pendidikan Surabaya, zakat untuk pendidikan, mahasiswa dhuafa, pendayagunaan zakat, zakat produktif, Surabaya Makmur, generasi muda Surabaya.
BERITA31/10/2025 | Zulfikar M.H

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →