WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Surabaya Dukung Khitanan Massal HAB ke-80 Kemenag RI, Wujud Sinergi Zakat dan Wakaf Berkelanjutan

Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan khitanan massal dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, yang diselenggarakan di Kantor Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Selasa (24/12/2025).

Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag Kota Surabaya, BAZNAS Kota Surabaya, Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI), serta Perwakilan BWI Kota Surabaya. Sinergi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah dan produktif.

Ketua Panitia, H. Muhammad Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan penuh dari BAZNAS Kota Surabaya. BAZNAS memfasilitasi berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari akomodasi jasa dokter, transportasi peserta, hingga dukungan teknis lainnya, sehingga pelaksanaan berjalan lancar dan optimal.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Surabaya, H. Mas Kamil Thobroni, S.Hi, menegaskan bahwa skema kegiatan ini memiliki nilai manfaat yang berkelanjutan. Dana zakat yang dihimpun tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial sesaat, tetapi dikelola menjadi dana abadi. Hasil dari jasa dokter khitan tersebut selanjutnya akan diwakafkan kepada Perwakilan BWI Kota Surabaya, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Pimpinan ASDOKI, Dr. Sukma Sahadewa, menyampaikan bahwa khitan merupakan salah satu anjuran penting bagi umat Islam yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan individu. Melalui kegiatan khitanan massal ini, ASDOKI berkomitmen memberikan layanan medis yang profesional, aman, dan sesuai standar kesehatan.

Pelaksanaan khitanan massal menggunakan metode Techno Klem, yaitu metode khitan modern yang minim pendarahan, proses relatif cepat, serta memberikan kenyamanan lebih bagi anak. Seluruh tindakan dilakukan oleh dokter dan tenaga medis berpengalaman, sehingga peserta dapat menjalani proses khitan dengan aman dan tenang.

Kepala Kemenag Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy, mengapresiasi sinergi seluruh pihak, khususnya BAZNAS Kota Surabaya, yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa syukur karena dikelilingi oleh banyak pihak yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan semangat kolaborasi.

 

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip pengelolaan zakat yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

24/12/2025 | Kontributor: Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Gelar Rakor UPZ OPD dan Kecamatan serta Luncurkan E-Dashboard

Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD dan UPZ Kecamatan se-Kota Surabaya, disertai peluncuran E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya, pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Siola Mall Lantai 4, Surabaya.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bapemkesra Kota Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Surabaya, serta UPZ OPD dan UPZ Kecamatan guna mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Rakor ini dihadiri segenap pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, Kepala dan jajaran Bapemkesra, serta tamu undangan UPZ OPD dan UPZ Kecamatan se-Kota Surabaya. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran ZIS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya H. Moch. Hamzah, S.T., M.M. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapemkesra Kota Surabaya, khususnya Mas Akbar, atas dukungan dan kolaborasi dalam pengembangan E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya. Ia menilai inovasi digital ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel.

Ketua BAZNAS Kota Surabaya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran UPZ OPD dan UPZ Kecamatan yang selama ini konsisten membersamai dan berkontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan program dan kegiatan BAZNAS Kota Surabaya. Peran UPZ dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS sekaligus mitra utama dalam memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat.

Rakor turut membahas sejumlah agenda penting, antara lain penguatan peran UPZ OPD dan UPZ Kecamatan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta standarisasi tata kelola dan pelaporan ZIS. Seluruh UPZ didorong untuk menjalankan pengelolaan zakat secara tertib administrasi, profesional, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Surabaya secara resmi meluncurkan E-Dashboard BAZNAS Kota Surabaya sebagai sistem monitoring dan alat bantu administrasi pengelolaan ZIS. Sistem ini mendukung surat-menyurat, pelaporan LPJ dan laporan keuangan, pencetakan Bukti Setor Zakat, serta monitoring nominal zakat ASN secara real time, guna meningkatkan efektivitas kerja, transparansi, dan akuntabilitas lembaga.

 

Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis penggunaan e-dashboard, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab bersama peserta. Melalui rakor dan peluncuran sistem digital ini, BAZNAS Kota Surabaya optimistis kolaborasi dengan UPZ OPD dan UPZ Kecamatan akan semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.

23/12/2025 | Kontributor: Otnay
Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya Digelar, Fokus Perkuat Pengelolaan Zakat Tahun 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja (Raker) IV pada Selasa, 17 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus perumusan arah kebijakan dan program kerja BAZNAS Kota Surabaya untuk tahun 2026. Rapat kerja diikuti oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, para wakil ketua, kepala bidang, serta seluruh jajaran pelaksana.

Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya diselenggarakan sebagai bentuk lembaga komitmen dalam menjaga profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Forum ini menjadi ruang konsolidasi internal guna memastikan seluruh program berjalan selaras dengan visi BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM., dalam Berbagainya menegaskan bahwa Rapat Kerja IV memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan BAZNAS. Menurutnya, pengelolaan zakat harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. “Evaluasi dan perencanaan yang matang adalah kunci agar zakat benar-benar mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan umat,” ujarnya.

Dalam Raker IV ini, Ketua Pelaksana memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 meliputi Bidang Pengumpulan, Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelapran serta Bidang Administrasi dan SDM. Pemaparan tersebut mencakup capaian program, tingkat serapan anggaran, inovasi yang telah dijalankan, serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Bidang Pengumpulan menyoroti pentingnya penguatan strategi penghimpunan ZIS melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi dengan instansi pemerintah dan swasta, serta pemanfaatan platform digital. Peningkatan literasi zakat di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, menjadi perhatian utama agar potensi zakat di Kota Surabaya dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menegaskan komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan fokus pada pemberdayaan mustahik. Program bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga respon kebencanaan menjadi fokus utama agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berjangka panjang.

Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kota Surabaya juga membahas penguatan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan dana ZIS yang sesuai dengan regulasi dan standar pelaporan menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan muzaki. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) amil zakat juga menjadi agenda strategis guna mendukung kinerja organisasi yang semakin profesional.

Sementara Bidang Administrasi dan SDM menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan disiplin kerja, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia amil zakat. Fokus pembahasan meliputi penataan administrasi yang teratur dan terintegrasi, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan evaluasi kinerja, serta penguatan etos kerja dan profesionalisme amil. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program dan memastikan pelayanan BAZNAS Kota Surabaya berjalan optimal, responsif, dan berkelanjutan.

Selain pemaparan dari masing-masing bidang, Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan laporan kinerja dari sejumlah unit pelaksana, yakni Unit Media, Unit Bedah Rumah, Unit Muallaf Center, serta Unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Surabaya. Setiap unit menyampaikan evaluasi program, dampak kegiatan kepada mustahik, serta rencana penguatan program ke depan guna mendukung optimalisasi pelayanan dan pendayagunaan zakat di Kota Surabaya.

Dalam suasana diskusi yang konstruktif, berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan oleh peserta rapat sebagai bahan penyempurnaan rencana kerja tahun 2026. Sinergi antarbidang ditekankan sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program, sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian zakat dapat berjalan efektif dan terintegrasi.

Melalui Rapat Kerja IV ini, BAZNAS Kota Surabaya meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hasil Raker akan dibahas dalam dokumen rencana kerja dan menjadi pedoman pelaksanaan program pada tahun mendatang. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid, BAZNAS Kota Surabaya optimis mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga Kota Surabaya.

Rapat Kerja IV BAZNAS Kota Surabaya ditutup dengan semangat kebersamaan dan integritas seluruh jajaran, sejalan dengan tekad menjadikan zakat sebagai solusi sosial yang berkelanjutan bagi umat.

18/12/2025 | Kontributor: Humas Baznas Surabaya
Dari Masjid untuk Nusantara: UPZ Baiturrochman Buka Posko Donasi Peduli Bencana Sumatra dan Aceh

Surabaya — UPZ Masjid Baiturrochman di bawah naungan BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Melalui pembentukan POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatera & Aceh , UPZ Masjid Baiturrochman menggandeng seluruh elemen masyarakat RW 01 Gununganyar Lor untuk bersatu dalam aksi kemanusiaan yang sarat nilai gotong royong.

Gerakan open donasi ini dibuka selama 6–10 Desember 2025 sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Posko donasi berpusat di lingkungan Masjid Baiturrochman dan terbuka bagi seluruh warga yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa dana maupun kebutuhan pokok.

Keterlibatan masyarakat terlihat begitu kuat. Berbagai unsur ikut ambil bagian, mulai dari Takmir dan Remas Masjid Baiturrochman, NU Gununganyar Lor, Fatayat–Muslimat NU, GP Ansor, Banser, IPNU–IPPNU, JANGOP, KSH, PKK, pengurus RT/RW , hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.

Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh , menyampaikan bahwa pembukaan posko ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bersama.
“Kami ingin memberikan contoh kepada seluruh UPZ se-Surabaya agar aktif membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Surabaya sebagai Kota Zakat dan Kampung Madani di setiap wilayah,” ujarnya.

 

Aksi open donasi ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, mempertemukan semangat para tokoh masyarakat dengan energi pemuda dalam satu tujuan mulia: membantu sesama.

16/12/2025 | Kontributor: Otnay
Hasil Gotong Royong Warga Gununganyar Lor, UPZ Masjid Baiturrochman Serahkan Donasi ke BAZNAS Surabaya

Surabaya (16/12/25) — UPZ Masjid Baiturrochman RW 01 Gununganyar Lor secara resmi menyerahkan hasil donasi POSKO BERSAMA Peduli Bencana Sumatra & Aceh kepada BAZNAS Kota Surabaya. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana selama lima hari, terhitung sejak 6 hingga 10 Desember 2025.

Dari aksi kemanusiaan ini, UPZ Masjid Baiturrochman berhasil menghimpun dana sebesar Rp16.000.000 serta berbagai kebutuhan pokok. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui BAZNAS Kota Surabaya untuk selanjutnya didistribusikan kepada para korban bencana di wilayah Sumatra dan Aceh.

Sekretaris UPZ Masjid Baiturrochman, Maskur Nasrulloh, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya partisipasi warga.
“Capaian ini adalah bukti bahwa semangat solidaritas warga Gununganyar Lor tetap menyala. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ungkapnya.

Dari kalangan generasi muda, Abdul Jabbar, perwakilan Gen-Z RW 01 Gununganyar Lor, menegaskan bahwa aksi ini menjadi momentum kebangkitan pemuda dalam kerja-kerja sosial.
“Sudah saatnya kita bangkit bersama demi kemaslahatan umat. Bukan hanya berbicara, tetapi hadir dengan aksi nyata,” tegasnya.

Penyerahan donasi ini menegaskan peran UPZ Masjid Baiturrochman sebagai simpul kepedulian umat di tingkat akar rumput. Gununganyar Lor kembali membuktikan diri sebagai kampung yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan yang melampaui batas wilayah.

16/12/2025 | Kontributor: Otnay

Berita Terbaru

BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat
BAZNAS RI Gelar Pengajian Selasa Pagi: Bahas Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat
Surabaya, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan para amil, muzaki, serta masyarakat luas terhadap perkembangan zakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengajian Selasa Pagi dengan tema “Urgensi dan Implementasi Indeks Green Zakat”, Selasa (21/10). Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda rutin “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025” ini dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi, termasuk amil zakat, akademisi, mahasiswa, hingga pemerhati zakat dan lingkungan. Pengajian kali ini menghadirkan narasumber utama yakni Hidayaneu Farchatunnisa, ME, peneliti dari Direktorat Kajian dan Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS RI, serta dipandu langsung oleh H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI. Green Zakat: Sinergi antara Iman dan Kepedulian Lingkungan Dalam paparannya, Hidayaneu Farchatunnisa menjelaskan bahwa konsep Indeks Green Zakat merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan nilai-nilai zakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan (sustainability). Menurutnya, zakat tidak hanya berperan dalam menyejahterakan mustahik dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian alam dan mitigasi krisis iklim. “Green Zakat adalah sebuah gagasan untuk mengukur sejauh mana penyaluran zakat, infak, dan sedekah mendukung pembangunan berkelanjutan. Ini selaras dengan Maqashid Syariah yang salah satunya bertujuan menjaga kehidupan (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifz al-bi’ah),” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Indeks Green Zakat nantinya akan menjadi alat ukur atau parameter bagi lembaga-lembaga amil zakat untuk menilai sejauh mana program mereka ramah lingkungan, efisien energi, dan berkontribusi pada pengurangan jejak karbon. Contohnya, program pemberdayaan ekonomi mustahik yang memanfaatkan energi terbarukan, pertanian organik, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon produktif dapat dikategorikan sebagai implementasi zakat hijau atau green zakat. Peran Strategis Digitalisasi dalam Implementasi Green Zakat Sementara itu, H. M. Nadratuzzaman Hosen, selaku moderator sekaligus pimpinan bidang transformasi digital BAZNAS RI, menekankan pentingnya digitalisasi data dan teknologi informasi dalam mendukung realisasi Green Zakat Index. “Kita tidak bisa berbicara tentang indeks tanpa data. Dengan sistem digital yang terintegrasi, BAZNAS bisa memantau, menganalisis, dan melaporkan dampak ekologis dari setiap program zakat. Inilah bentuk nyata transformasi digital dalam ekosistem zakat nasional,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa penguatan data digital bukan hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program zakat nasional. Melalui dashboard digital, BAZNAS dapat menampilkan data kontribusi program hijau, seperti jumlah pohon yang ditanam, volume sampah yang dikelola, hingga penghematan energi yang dihasilkan dari program zakat produktif. Respon Positif Peserta dan Harapan Kedepan Kegiatan pengajian yang berlangsung selama satu setengah jam ini disambut antusias oleh peserta. Banyak dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana mengukur indikator Green Zakat, bagaimana peran amil di daerah dalam mendukung implementasinya, serta strategi kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi lingkungan hidup. Dalam sesi tanya jawab, Hidayaneu menegaskan bahwa BAZNAS RI tengah mengembangkan model percontohan Green Zakat di beberapa wilayah, termasuk pada program pemberdayaan petani, pengelolaan bank sampah, dan bantuan energi ramah lingkungan. Ia berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ lainnya di seluruh Indonesia. “Kita ingin zakat tidak hanya menyejahterakan manusia, tetapi juga menjaga bumi yang menjadi tempat kita hidup bersama. Inilah semangat zakat hijau yang sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya. Peserta juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pengajian ini karena topiknya dinilai relevan dengan isu global tentang perubahan iklim dan tanggung jawab sosial lembaga keagamaan. Pengajian Selasa Pagi: Wadah Ilmu dan Spirit Amil Program Pengajian Selasa Pagi telah menjadi kegiatan rutin BAZNAS RI yang bertujuan memperkuat nilai spiritual dan intelektual bagi seluruh jajaran amil dan masyarakat umum. Dengan tema “Berbagi Ilmu, Berbagi Pengalaman 2025”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kapasitas amil sekaligus memperluas wawasan keislaman di bidang zakat kontemporer. BAZNAS RI terus berkomitmen menghadirkan topik-topik aktual setiap pekannya — mulai dari isu ekonomi syariah, teknologi zakat, literasi keuangan umat, hingga pengelolaan zakat berbasis lingkungan seperti Green Zakat Index. “Pengajian ini bukan hanya sekadar kajian spiritual, tetapi juga forum pembelajaran profesional bagi seluruh insan amil di Indonesia. Harapannya, pengetahuan yang didapat dapat diimplementasikan dalam pelayanan zakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” pungkas H. M. Nadratuzzaman Hosen. Kata Kunci SEO: BAZNAS RI, Pengajian Selasa Pagi, Green Zakat, Indeks Green Zakat, Hidayaneu Farchatunnisa, Nadratuzzaman Hosen, Transformasi Digital BAZNAS, zakat berkelanjutan, zakat ramah lingkungan, Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman 2025, zakat digital, pengajian online BAZNAS.
BERITA21/10/2025 | Zulfikar M.H
Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Mustahik: BAZNAS Surabaya dan Bumbi Gagas Program Pengurangan Sampah Pampers
Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Mustahik: BAZNAS Surabaya dan Bumbi Gagas Program Pengurangan Sampah Pampers
Surabaya, 20 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui audiensi strategis dengan tim Bumbi, sebuah gerakan yang fokus pada penggunaan popok kain guna ulang (cloth diapers). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Surabaya pada hari Senin, 20 Oktober 2025, ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., dan Founder sekaligus CEO Bumbi, Ibu Celia Siura. Acara ini menjadi wadah untuk memaparkan potensi kolaborasi dalam program pengurangan limbah popok sekali pakai yang sulit terurai. Sesuai dengan jargonnya, "Dari Bunda Untuk Bumi dan Bayi," Ibu Celia Siura menekankan pentingnya beralih ke popok kain sebagai solusi ramah lingkungan. "Popok sekali pakai terbuat dari bahan plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai. Ini merupakan masalah serius bagi lingkungan kita," ujar Ibu Celia Siura dalam paparannya. Ia berharap, sinergi antara Bumbi dan BAZNAS Kota Surabaya dapat segera terwujud dalam sebuah program nyata. Program ini dirancang untuk memberikan dua manfaat sekaligus: mengatasi problem limbah lingkungan dan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu (mustahik). "Popok kain terbukti lebih hemat hingga 200% dibandingkan dengan popok sekali pakai. Kami berharap dapat menyalurkan bantuan popok kain kepada masyarakat miskin kota Surabaya melalui BAZNAS, sehingga beban pengeluaran mereka bisa berkurang secara signifikan," tambahnya. Menyambut baik inisiatif tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah ST., MM., menyatakan dukungannya terhadap program yang tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang positif. Lebih lanjut, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan distribusi saja. Harapan ke depannya, BAZNAS Kota Surabaya bersama Bumbi dapat melaksanakan program pelatihan pembuatan popok kain kepada para mustahik. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Kota Surabaya. Inisiatif ini sejalan dengan salah satu pilar program BAZNAS Kota Surabaya, yakni Surabaya Berdaya (Ekonomi), yang berfokus pada peningkatan taraf hidup mustahik melalui kegiatan produktif. BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) muzaki untuk diimplementasikan dalam program inovatif dan berkelanjutan ini.
BERITA20/10/2025 | IMAM SYAFII
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Kursi Roda Khusus untuk Afifah, Warga Disabilitas Cerebral Palsy
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Kursi Roda Khusus untuk Afifah, Warga Disabilitas Cerebral Palsy
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menebar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan kursi roda khusus kepada Afifah Novaria (16 tahun) , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo . Afifah merupakan penyandang disabilitas Cerebral Palsy yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah Genteng, Surabaya . Bantuan kursi roda khusus ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan mandiri. Kursi roda tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan fisik Afifah untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Afifah dikenal sebagai siswi yang memiliki semangat belajar tinggi dan tekad kuat untuk terus berprestasi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan ia dapat lebih mudah beraktivitas dan semakin bersemangat untuk mencapai cita-cita. Dalam kesempatan tersebut, Afifah menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Surabaya , Bapak WaliKota , dan semua yang sudah membantu saya. Kursi roda ini sangat membantu saya untuk bisa lebih mudah bergerak dan bersekolah. Saya ingin terus belajar supaya bisa memuaskan orang tua, ” ungkap Afifah dengan penuh semangat. Penyaluran bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Wali Kota Surabaya , ASN Kota Surabaya , dan BAZNAS Kota Surabaya yang senantiasa berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi ini menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dalam membangun Surabaya menjadi kota yang inklusif dan berkeadilan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Wali Kota Surabaya , seluruh ASN Kota Surabaya , serta BAZNAS Kota Surabaya atas dukungan dan perhatiannya dalam menghadirkan kebahagiaan bagi warga penyandang disabilitas. Melalui bantuan ini, diharapkan Afifah dapat terus melangkah dengan percaya diri, meraih masa depan yang lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berjuang dan berprestasi.
BERITA17/10/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Zakat Tunai kepada Ibu Ngaisah di Kelurahan Bendul Merisi
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Zakat Tunai kepada Ibu Ngaisah di Kelurahan Bendul Merisi
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali menyalurkan zakat tunai kepada warga yang membutuhkan. Bantuan kali ini diberikan kepada Ibu Ngaisah , warga Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo , sebagai bentuk kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat prasejahtera di Kota Surabaya. Penyaluran zakat ini merupakan bagian dari program Zakat untuk Kemanusiaan , yang fokus pada menuangkan kebutuhan dasar mustahik agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat nyata dari dana zakat yang dihimpun dari para muzaki. BAZNAS Kota Surabaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki dan disalurkan tepat sasaran. Bantuan zakat tunai ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta menjadi dorongan semangat untuk terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik agar ke depan dapat lebih mandiri dan berdaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan umat di Surabaya. Dengan adanya penyaluran zakat tunai ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin meningkat. Dukungan dari para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS menjadi pilar penting dalam mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA16/10/2025 | Otnay
BAZNAS Surabaya Dukung Inovasi Pemkot Menuju Kota Berkelanjutan dan Sejahtera
BAZNAS Surabaya Dukung Inovasi Pemkot Menuju Kota Berkelanjutan dan Sejahtera
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai inovasi dan langkah kreatif Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun kota yang tangguh, berdaya, dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengurangan limbah popok sekali pakai melalui popok pakai ulang (reusable diapers) yang menjadi bagian dari program Bloomberg Mayors Challenge 2025 . Program ini menunjukkan komitmen nyata Surabaya dalam menjaga kemiskinan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H.Moch. Hamzah, ST, MM , menyampaikan bahwa inovasi yang berpihak pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan sejalan dengan semangat zakat yang berorientasi pada keberlanjutan. “BAZNAS Kota Surabaya siap berkolaborasi dalam mendukung program yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Inovasi seperti penggunaan popok pakai ulang merupakan langkah cerdas menjaga kebersihan, mengurangi sampah, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya. Melalui dukungan dan sinergi lintas sektor, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan menuju Surabaya yang lebih sejahtera, inovatif, dan berkelanjutan.
BERITA13/10/2025 | Otnay
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Santoso, Warga Dukuh Kupang
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Santoso, Warga Dukuh Kupang
Surabaya — BAZNAS Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat zakat dan menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat. Melalui program BAZNAS Peduli Kesehatan dan Kemanusiaan , lembaga ini menyalurkan bantuan kaki palsu untuk Bapak Santoso , warga Dukuh Kupang Gang Lebar No. 98A, Surabaya, yang mengalami amputasi akibat komplikasi diabetes melitus . Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak musibah kesehatan. BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai inovasi dalam mendistribusikan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat berkelanjutan. Bapak Santoso merupakan salah satu warga kurang mampu yang sebelumnya harus menjalani amputasi di bagian bawah lutut akibat komplikasi diabetes. Kondisi tersebut membuat beliau kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, bahkan berdampak pada kondisi ekonomi dan psikologis keluarganya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya melalui program Peduli Kesehatan dan Kemanusiaan menyalurkan bantuan berupa kaki palsu bawah lutut untuk membantu memulihkan kemandirian dan semangat hidup beliau. Program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk memberikan akses kesehatan dan dukungan bagi masyarakat rentan, terutama penyandang disabilitas dan kaum dhuafa. Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, tim BAZNAS Kota Surabaya terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan verifikasi data mustahik . Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada penerima benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria kelayakan. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat sekitar. Mereka menilai kehadiran BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Selain itu, program bantuan kaki palsu ini juga menjadi bentuk nyata implementasi dari maqashid syariah , khususnya dalam menjaga jiwa ( hifdz al-nafs ) dan menjaga harta ( hifdz al-mal ). BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya agar dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan umat. Kegiatan penyaluran bantuan kaki palsu untuk Bapak Santoso menjadi salah satu contoh nyata dari program kemanusiaan BAZNAS Kota Surabaya yang berdampak langsung pada kehidupan mustahik. Melalui program seperti ini, zakat dapat menjelma menjadi solusi sosial yang konkret — memulihkan fisik, memperkuat mental, dan mengembalikan martabat penerima manfaat. Ke depan, BAZNAS Kota Surabaya akan terus memperluas jangkauan program kemanusiaan dan kesehatan, termasuk dukungan bagi penderita disabilitas, masyarakat dengan penyakit kronis, dan korban bencana. Semua dilakukan dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas . Dengan dukungan masyarakat, muzaki, dan pemerintah kota, BAZNAS Kota Surabaya bertekad untuk terus menjadi mitra strategis dalam membangun kesejahteraan sosial melalui pengelolaan zakat yang profesional dan penuh tanggung jawab. Penyaluran bantuan kaki palsu ini tidak hanya memulihkan kemampuan fisik Bapak Santoso, tetapi juga membangkitkan kembali kepercayaan diri dan semangat hidupnya. Inilah bukti bahwa zakat yang dikelola dengan amanah dapat mengubah kehidupan seseorang secara nyata. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai program sosial, kemanusiaan, dan kesehatan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat zakat secara langsung.
BERITA13/10/2025 | Zul
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Rombong dan Modal Usaha untuk Warga Tidak Mampu di Sawunggaling dan Kertajaya
BAZNAS Kota Surabaya Salurkan Bantuan Rombong dan Modal Usaha untuk Warga Tidak Mampu di Sawunggaling dan Kertajaya
Surabaya, 13 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Kali ini, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan bantuan rombong dan modal usaha bagi warga kurang mampu di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, dan Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif, sejalan dengan visi “Zakat Tumbuh, Mustahik Berdaya.” Program bantuan rombong dan modal usaha merupakan bentuk nyata pelaksanaan zakat produktif yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya. Tujuan utamanya adalah membantu mustahik memulai atau mengembangkan usaha kecil agar mampu meningkatkan taraf hidup keluarga. Selain memberikan bantuan berupa barang dan modal, BAZNAS juga menanamkan nilai tanggung jawab dan semangat wirausaha kepada penerima manfaat agar bantuan tersebut benar-benar menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Menurut perwakilan BAZNAS Kota Surabaya, program ini selaras dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga harta (hifdz al-mal) dan memberdayakan umat agar dapat hidup sejahtera melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Penyaluran pertama dilakukan di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan UPZ Dinas Sosial Pak Aziz Muslim, Lurah Sawunggaling, Kasie Kesra Kecamatan Wonokromo, serta perangkat kelurahan dan kecamatan lainnya. Penerima bantuan di lokasi ini adalah Ibu Tri Murti Handayani, warga Gunungsari I Trem 49 B. Ia menerima bantuan berupa satu unit rombong dan modal usaha untuk mendukung kegiatan ekonominya di rumah. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu Ibu Tri Murti meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Kegiatan kemudian berlanjut di Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, dengan dihadiri oleh Kasie Kesra Kecamatan Gubeng, staf Kesra Kecamatan, serta staf Kesra Kelurahan Kertajaya. Di lokasi ini, bantuan diterima oleh Ibu Uffi Russianti, warga Juwingan I / 22 C. Meski tinggal di gang sempit, Ibu Uffi berencana memanfaatkan rombong dan modal usaha tersebut untuk berjualan di depan Jalan Raya Juwingan agar memiliki penghasilan tetap bagi keluarganya. Dari pihak BAZNAS Kota Surabaya, kegiatan diwakili oleh Pelaksana Bidang Zulfikar Muhammad Handiyarsyah dan Relawan Maskur Maskur Nasrulloh. Proses penyaluran berjalan lancar, teratur, dan penuh rasa terima kasih dari penerima manfaat. Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara BAZNAS Kota Surabaya, UPZ Dinas Sosial, dan pemerintah kelurahan serta kecamatan. Kolaborasi lintas lembaga ini memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Selain memberikan bantuan, tim BAZNAS juga melakukan pendampingan langsung di lapangan untuk memastikan penerima memahami cara memanfaatkan bantuan tersebut secara produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya kembali menegaskan tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat. Penyaluran bantuan rombong dan modal usaha pada 13 Oktober 2025 menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen efektif dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi di masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk terus berusaha dan berikhtiar menuju kemandirian ekonomi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat visi besar BAZNAS Kota Surabaya untuk menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan sosial dan ekonomi umat. Melalui penyaluran yang amanah, produktif, dan tepat sasaran, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi warga Surabaya. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap zakat yang dikelola dengan baik akan menjadi cahaya pemberdayaan bagi mustahik dan mendorong terwujudnya Surabaya yang lebih sejahtera dan berdaya.
BERITA13/10/2025 | Zul
BAZNAS Kota Surabaya Hadiri Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 di Balai Kota Surabaya
BAZNAS Kota Surabaya Hadiri Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 di Balai Kota Surabaya
Surabaya, 12 Oktober 2025 — BAZNAS Kota Surabaya turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (12/10). Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat. Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun ini mengusung tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh”, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan ketangguhan masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi tantangan serta membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Surabaya menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 serta harapan agar Jawa Timur terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, tangguh, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya. Kehadiran BAZNAS Kota Surabaya juga menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kemanusiaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA12/10/2025 | Otnay
Kunjungan BAZNAS Kabupaten Temanggung membahas strategi optimalisasi pengumpulan ZIS di BAZNAS Kota Surabaya.
Kunjungan BAZNAS Kabupaten Temanggung membahas strategi optimalisasi pengumpulan ZIS di BAZNAS Kota Surabaya.
Surabaya (10/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Temanggung pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya. Kunjungan ini disambut langsung oleh lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, yang terdiri dari unsur Ketua dan para Wakil Ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah perkotaan. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai strategi program BAZNAS Kota Surabaya yang berorientasi pada peningkatan Optimalisasi pengumpulan ZIS di lingkup Pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program unggulan seperti Surabaya Berdaya, Surabaya Cerdas, dan Surabaya Sehat. Selain itu, turut dibahas pula kolaborasi efektif antara BAZNAS Kota Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaan program pengumpulan maupun penyaluran zakat. Pihak BAZNAS Kabupaten Temanggung menyampaikan apresiasi atas kiprah dan inovasi BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan inspirasi bagi penguatan peran BAZNAS di Kabupaten Temanggung. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik, serta memperluas jejaring kolaborasi antar daerah dalam bidang kesejahteraan sosial.
BERITA10/10/2025 | ALI MAHPUT EFENDI
Daging DAM/Hadyu Haji Kini Sampai ke Surabaya, BAZNAS Salurkan Ratusan Paket untuk Warga
Daging DAM/Hadyu Haji Kini Sampai ke Surabaya, BAZNAS Salurkan Ratusan Paket untuk Warga
Surabaya (8/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyalurkan daging hewan DAM/Hadyu Haji kepada warga yang berhak menerima manfaat di wilayah Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penyaluran daging Dam yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI bekerjasama dengan Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Sebanyak 225 paket daging DAM/Hadyu Haji disalurkan kepada masyarakat pada Rabu, 8 Oktober 2025, dengan pendampingan langsung dari perwakilan Kementerian Agama RI, yakni Bapak Lani Haelani dan Haris Mufti Amin, yang hadir dalam kegiatan pendistribusian di Kota Surabaya. Secara umum, DAM (Denda Haji) atau Hadyu adalah hewan sembelihan yang menjadi bagian dari ibadah haji, baik sebagai kewajiban karena pelanggaran tertentu maupun sebagai bentuk kesunnahan dalam pelaksanaan manasik. Daging hasil sembelihan ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, terutama bagi kaum fakir miskin. Penyaluran daging hewan Dam ke Indonesia dilakukan berdasarkan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengelolaan program ini telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta mengikuti Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pembayaran Dam PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 2023/1444 H. Selain itu, berdasarkan Keputusan Hai’ah Kibar Ulama Saudi No. 77 tanggal 21/10/1400 H, hewan hadyu yang disembelih di luar tanah haram dapat dibagikan di tempat penyembelihannya dan tidak dilarang untuk didistribusikan ke tempat lain. Hal ini juga sejalan dengan pandangan Mazhab Hanafi yang menegaskan bahwa penyembelihan (iraqatud dam) bersifat dogmatis, sementara pendistribusian (tasaruf) bersifat fleksibel — asalkan daging tersebut sampai kepada fakir miskin, baik di Tanah Haram maupun di luar wilayahnya, termasuk Indonesia. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen mendukung pelaksanaan program nasional penyaluran daging DAM/Hadyu Haji agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di tingkat daerah. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Surabaya Bidang Pendistribusian, H.M. Kamil Thobroni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran BAZNAS dalam mendukung kemaslahatan umat. “Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program nasional penyaluran daging DAM/Hadyu Haji ini. Melalui pendistribusian 225 paket daging kepada warga Surabaya, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk sinergi antara ibadah para jamaah haji dan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujar H.M. Kamil Thobroni. Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Surabaya akan terus berkomitmen untuk menyalurkan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab dan transparansi. “BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga untuk memastikan setiap program nasional, seperti DAM/Hadyu ini, tersampaikan dengan tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya. Dengan adanya sinergi antara BAZNAS RI, Kementerian Agama, BPKH, dan BAZNAS daerah, diharapkan program penyaluran daging DAM/Hadyu Haji dapat terus berjalan berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.
BERITA09/10/2025 | Imam
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Raih Penghargaan Pengumpul Zakat Terbanyak dari BAZNAS Jatim
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Raih Penghargaan Pengumpul Zakat Terbanyak dari BAZNAS Jatim
Surabaya, 8 Oktober 2025 – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Dr. Eri Cahyadi, ST, MT dalam mendukung gerakan zakat kembali menuai apresiasi. Wali Kota Surabaya dianugerahi Piagam penghargaan sebagai Wali Kota Pengumpul Zakat Terbanyak pada acara Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam RAKORDA yang bertemakan “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita” yang diselenggarakan di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, pada Rabu, 8 Oktober 2025. Mengingat padatnya agenda, Wali Kota Eri Cahyadi diwakili oleh Drs. Arief Budiarto, M.Si., Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Surabaya, untuk menerima piagam penghargaan tersebut. Piagam dianugerahi ini sebagai bukti nyata atas keberhasilan sinergi antara Pemkot Surabaya dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dalam optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat di Kota Pahlawan. Dalam Perayaannya, perwakilan Pemkot Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si., menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kesadaran kolektif seluruh elemen di Kota Surabaya, khususnya ASN, untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan. “Penghargaan ini memacu semangat kami untuk terus meningkatkan potensi zakat di Surabaya. Dukungan penuh Bapak Wali Kota menjadi kunci utama dalam memastikan dana zakat dapat terhimpun secara maksimal dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik,” ujarnya. RAKORDA BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 sendiri fokus pada penguatan peran BAZNAS dalam mendukung program pembangunan nasional, yang selaras dengan tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita”. Forum strategi ini juga menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi kinerja pengelolaan zakat di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Turut hadir dalam acara lima Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya yang secara aktif mengikuti diskusi dan menyusun strategi bersama BAZNAS se-Jawa Timur untuk meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan berbasis digital. Kehadiran Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmen lembaga untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi kesejahteraan umat. Diharapkan, dengan penguatan program kelembagaan dan inovasi, zakat dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat Surabaya yang lebih mandiri dan sejahtera. Mari terus dukung gerakan zakat di Kota Surabaya melalui BAZNAS Kota Surabaya . Setiap zakat yang Anda tunaikan adalah kontribusi nyata bagi kesejahteraan sesama. Zakat Kuat, Surabaya Hebat!
BERITA08/10/2025 | Imam
BAZNAS Surabaya Paparkan 5 Pilar Program di DPRD Surabaya, Kolaborasi Kunci Peningkatan Bantuan Warga
BAZNAS Surabaya Paparkan 5 Pilar Program di DPRD Surabaya, Kolaborasi Kunci Peningkatan Bantuan Warga
Surabaya, 6 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menghadiri pertemuan penting bersama Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya di Ruang Rapat Komisi D. Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025 ini fokus pada pembahasan upaya peningkatan efektivitas penyaluran bantuan bagi warga Kota Surabaya. BAZNAS Kota Surabaya hadir bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bapemkesra, serta Bappeda. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menyelaraskan program-program bantuan di kota pahlawan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., memaparkan secara komprehensif Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya yang menjadi fokus utama dalam memberikan manfaat optimal kepada masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa efektivitas program dicapai melalui sinergi yang kuat dengan berbagai dinas terkait. Kolaborasi ini memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan terintegrasi dengan program-program pemerintah kota. Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya yang dipaparkan adalah: Surabaya Cerdas (Pendidikan) : Program ini berkolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan (Provinsi dan Kota) untuk memberikan bantuan beasiswa, sarana prasarana pendidikan, dan program literasi. Surabaya Sehat (Kesehatan) : Sinergi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk menyediakan layanan kesehatan gratis, bantuan biaya pengobatan, dan program pencegahan penyakit bagi mustahik. Surabaya Sigap (Kemanusiaan) : Program ini, yang fokus pada tanggap bencana dan bantuan insidental, bersinergi dengan Dinas Sosial dan Bapemkesra. Surabaya Berdaya (Ekonomi) : Untuk mendorong kemandirian ekonomi, program ini mencakup kerja sama dengan Dinas Sosial, Bapemkesra, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM. Surabaya Berdakwah (Dakwah) : Pilar ini mencakup bantuan kepada lembaga keagamaan dan penyediaan layanan dakwah. H.Moch. Hamzah menyampaikan bahwa melalui rapat dengar pendapat ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Komisi D DPRD dan seluruh OPD agar penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan dampak yang lebih luas dan terstruktur bagi kesejahteraan warga Surabaya. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari semua pihak yang hadir untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi data penerima bantuan demi mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera dan berdaya. BAZNAS Kota Surabaya - Amanah Umat, Wujudkan Kesejahteraan.
BERITA06/10/2025 | Imam
Kunjungan Bapemkesra Palangka Raya, Bahas Kolaborasi Program Zakat di Surabaya
Kunjungan Bapemkesra Palangka Raya, Bahas Kolaborasi Program Zakat di Surabaya
Surabaya (4/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya pada Sabtu, 4 Oktober 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya. Kunjungan ini disambut langsung oleh lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya yang terdiri dari unsur Ketua dan para Wakil Ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah perkotaan. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai program strategis BAZNAS Kota Surabaya yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui berbagai program unggulan seperti Surabaya Berdaya, Surabaya Cerdas, dan Surabaya Sehat. Selain itu, juga dibahas pula kolaborasi efektif antara BAZNAS Kota Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaan program pengumpulan maupun penyaluran zakat. Pihak Bapemkesra Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi atas kiprah dan inovasi BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kunjungan yang diharapkan ini dapat menjadi pertukaran pengetahuan dan inspirasi bagi penguatan peran BAZNAS di daerah lain. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik, serta memperluas jejaring kolaborasi antar daerah dalam bidang kesejahteraan sosial.
BERITA04/10/2025 | Imam
Pemkot Surabaya Luncurkan Program Surabaya Kota Wakaf untuk Tingkatkan Kesejahteraan Umat
Pemkot Surabaya Luncurkan Program Surabaya Kota Wakaf untuk Tingkatkan Kesejahteraan Umat
Surabaya, 1 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Surabaya resmi meluncurkan program “Surabaya Kota Wakaf” , sebuah gerakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Surabaya, dan BAZNAS Kota Surabaya, yang menandai komitmen kuat dalam mengembangkan potensi wakaf di Kota Pahlawan. Dalam kegiatan Kick Off Surabaya Kota Wakaf yang digelar di Conventional Hall Arief Rahman Hakim, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya wakaf sebagai instrumen ekonomi umat yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat. “Pembentukan Kota Wakaf Surabaya merupakan langkah strategis bagi kesejahteraan masyarakat. Filosofi wakaf mengajarkan bahwa nilai pokok tidak boleh berkurang, namun hasilnya dapat digunakan untuk menggerakkan perekonomian dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Eri Cahyadi. Menurutnya, potensi wakaf di Surabaya sangat besar dan bisa dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan UMKM, penyediaan beasiswa, serta pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan. “ Wakaf dapat menjadi penggerak perekonomian umat. Di Mesir, ketika ekonomi terpuruk, wakaf justru menjadi penopang pemerintahan. Surabaya harus bisa meneladani itu,” tambahnya. Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dalam waktu dua hari sejak diluncurkan, telah terkumpul dana wakaf sebesar Rp1,2 miliar. Selain itu, terdapat tanah wakaf seluas 1,2 hektar dan sekitar 100 sertifikat tanah yang diwakafkan untuk masjid, mushalla, sekolah, yayasan, serta fasilitas sosial kemasyarakatan. Menariknya, muncul pula wakaf profesi dari kelompok masyarakat, salah satunya dari perkumpulan dokter khitan yang mewakafkan keahlian mereka untuk kepentingan sosial. “Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berwakaf. Semoga program ini menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk berwakaf demi kemaslahatan umat,” kata Eri. Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Jawa Timur, Yannis Harryzon Dethan, menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan sertifikasi aset wakaf di Surabaya. “Sinergi lintas sektor sangat penting untuk mengamankan aset umat. BPN bersama Kantor Pertanahan Surabaya I dan II terus berkomitmen melakukan pengukuran dan publikasi sertifikat tanah wakaf,” ujarnya. Program Surabaya Kota Wakaf menjadi langkah nyata dalam menjadikan Surabaya sebagai kota percontohan wakaf produktif di Indonesia. Melalui kerja sama Pemkot Surabaya, BAZNAS, dan BWI, pengelolaan wakaf diharapkan mampu memperkuat perekonomian umat, mengurangi kesejahteraan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Surabaya terus melangkah menjadi Kota Wakaf yang inspiratif dan mandiri, di mana wakaf bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi pembangunan ekonomi umat.
BERITA01/10/2025 | Otnay
TIM BTB BAZNAS Kota Surabaya Sigap Bantu Persediaan Makanan dan Kebutuhan di Ponpes Al Khoziny
TIM BTB BAZNAS Kota Surabaya Sigap Bantu Persediaan Makanan dan Kebutuhan di Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo, 30 September 2025 – Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Surabaya bergerak cepat menuju lokasi bencana yang melanda Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya tanggap darurat untuk membantu para santri dan pengasuh pondok yang terdampak. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pihak pondok serta relawan setempat guna menyalurkan bantuan awal berupa persediaan makanan siap saji, logistik harian, serta kebutuhan dasar lainnya. Langkah cepat ini dilakukan agar para santri dapat segera memperoleh kebutuhan pokok meskipun berada dalam kondisi darurat. Selain pendistribusian makanan dan kebutuhan pokok, BAZNAS Kota Surabaya juga menyiapkan skema bantuan lanjutan berupa pendampingan dan pemulihan, agar kondisi para santri segera pulih dan aktivitas pesantren dapat kembali berjalan dengan baik. Dengan adanya sinergi antara BAZNAS, relawan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan beban yang dirasakan oleh keluarga besar Ponpes Al Khoziny dapat segera teringankan.
BERITA30/09/2025 | Otnay
BAZNAS RI Raih IHYA Award 2025, Bukti Komitmen Dorong UMKM Halal Nasional
BAZNAS RI Raih IHYA Award 2025, Bukti Komitmen Dorong UMKM Halal Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada ajang Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2025 yang digelar Kementerian Perindustrian RI, BAZNAS berhasil meraih penghargaan sebagai Instansi Pemerintah Terbaik (Lembaga/Kementerian) berkat perannya dalam mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis industri halal. Penghargaan prestisius ini menambah daftar panjang capaian BAZNAS dalam mengembangkan industri halal di Indonesia. Sebelumnya, BAZNAS juga pernah meraih penghargaan serupa pada tahun 2022 dan 2024 di kategori yang berbeda. Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., hadir mewakili pimpinan BAZNAS untuk menerima penghargaan tersebut di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (25/9/2025). “Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan BAZNAS dalam mendorong lahirnya UMKM berbasis industri halal. Kami berupaya agar mustahik pelaku usaha kecil dapat bertransformasi menjadi muzaki yang mandiri,” ujar Arifin usai menerima penghargaan. Dorong Sertifikasi Halal untuk UMKM Arifin menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi BAZNAS dalam memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM. Salah satu program unggulan adalah fasilitasi sertifikasi halal. Hingga kini, BAZNAS tercatat telah membantu penerbitan lebih dari 5.000 sertifikat halal bagi UMKM di berbagai daerah di Indonesia. “Ini adalah bukti keseriusan BAZNAS dalam menjadikan para mustahik juragan-juragan kecil yang siap tumbuh di sektor industri halal. Harapannya, mereka bisa memperkuat perekonomian umat sekaligus ekonomi nasional,” ungkapnya. Program sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian IHYA Award 2025. Proses penjurian juga mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga evaluasi program. Selain itu, kampanye publikasi dan keberlanjutan program juga turut menjadi pertimbangan dewan juri. Apresiasi kepada Muzaki Dalam kesempatan tersebut, Arifin menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya melalui BAZNAS. Menurutnya, kepercayaan muzaki merupakan modal besar yang memungkinkan BAZNAS terus melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat. “Kami berterima kasih kepada para muzaki yang sudah mempercayakan zakat dan sedekahnya kepada BAZNAS. Dana itu kami salurkan secara tepat sasaran kepada mustahik pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” tegasnya. Komitmen Perluas Dukungan UMKM Halal Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperluas program dukungan terhadap UMKM. Tidak hanya fokus pada sertifikasi halal, tetapi juga mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses permodalan. “Strategi besar BAZNAS adalah mendorong kesejahteraan umat melalui zakat. Kami ingin semakin banyak UMKM yang bertumbuh kuat, dan semakin banyak mustahik yang naik kelas menjadi muzaki,” kata Arifin. Motor Penggerak Industri Halal Nasional Capaian BAZNAS dalam IHYA Award 2025 meneguhkan perannya bukan hanya sebagai pengelola zakat, melainkan juga motor penggerak industri halal nasional. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Dengan prestasi ini, BAZNAS sekali lagi membuktikan komitmennya dalam memperkuat ekosistem UMKM halal, meningkatkan daya saing ekonomi umat, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional berbasis syariah.
BERITA26/09/2025 | Otnay
Sosialisasi Bantuan Biaya Pendidikan SMP, BAZNAS Surabaya Dorong Transparansi dan Kepatuhan
Sosialisasi Bantuan Biaya Pendidikan SMP, BAZNAS Surabaya Dorong Transparansi dan Kepatuhan
Surabaya, 24 September 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program bantuan biaya pendidikan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Surabaya. Acara ini berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pada Rabu (23/09/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. H. Yusuf Masruh, MM, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya, Drs. dll. H. Abd Halim AF, serta seluruh kepala sekolah SMP swasta se-Kota Surabaya. Dalam berbagai hal tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menekankan pentingnya prinsip 3A sebagai landasan utama dalam pelaksanaan program: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menjadi pedoman agar pelaksanaan penyaluran zakat untuk biaya pendidikan berjalan secara akuntabel, sesuai ketentuan agama, peraturan pemerintah, dan mendukung integritas negara. “Program ini bukan sekedar bantuan, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan sinergi antara lembaga zakat dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya sekolah-sekolah penerima bantuan untuk mengikuti prosedur pengajuan serta pertanggungjawaban sesuai standar yang telah disampaikan dalam sosialisasi ini,” ujar H. Abd Halim dalam paparannya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. H. Yusuf Masruh, MM, turut mengapresiasi langkah BAZNAS dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Beliau berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Kota Surabaya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap seluruh sekolah dapat memahami dan menjalankan prosedur program bantuan pendidikan secara tertib dan transparan, guna memastikan manfaatnya tepat sasaran serta berkelanjutan.
BERITA25/09/2025 | Imam
BAZNAS Surabaya Ikuti Consultation Meeting UNICEF Bahas Integrated Local Financing Framework (ILFF) 2025–2029
BAZNAS Surabaya Ikuti Consultation Meeting UNICEF Bahas Integrated Local Financing Framework (ILFF) 2025–2029
Surabaya, 25 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali tampil di forum internasional yang strategis. Pada Kamis (25/9), BAZNAS Surabaya berpartisipasi dalam Consultation Meeting UNICEF bertajuk “Pengembangan Integrated Local Financing Framework (ILFF) Kota Surabaya 2025–2029”. Kegiatan ini diadakan secara berani melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan Konsultan UNICEF Indonesia, Rumayya, serta moderator Wisnu. Dalam forum tersebut, hadir jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya, di antaranya Kepala Pelaksana Imam Syafii Mustofa, Pelaksana Bidang II Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, dan Pelaksana Bidang IV Ali Mahput Efendi. Kehadiran BAZNAS Surabaya menjadi representasi penting bagi potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung pembiayaan pembangunan lokal. Pada sesi diskusi, Pelaksana Bidang II Zulfikar Muhammad Handiyarsyah menyampaikan paparan mengenai penghimpunan data dan penyaluran zakat, program-program unggulan BAZNAS Surabaya, serta potensi ZIS sebagai sumber daya keuangan sosial. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah, melainkan instrumen keuangan modern yang dapat menopang pembangunan berkelanjutan di Kota Surabaya. “Transparansi BAZNAS Surabaya dapat diakses langsung melalui website resmi kami. Masyarakat bisa melihat laporan keuangan hasil audit independen, laporan syar'i dari Itjen Kemenag Kota Surabaya, serta komitmen standar ISO manajemen mutu dan anti-penyuapan,” tegas Zulfikar saat menjawab pertanyaan konsultan UNICEF mengenai akuntabilitas. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan penyusunan Kerangka Pembiayaan Daerah Terpadu (ISFF) Jawa Timur 2025–2029, yang memetakan 17 skema pembiayaan dengan potensi dana mobilisasi hingga Rp200 triliun di luar pajak daerah. ISFF dirancang untuk menyelaraskan strategi fiskal provinsi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), termasuk mencakup hak anak dan perlindungan khusus anak. Mengacu pada keberhasilan tersebut, UNICEF Indonesia bersama Kementerian Keuangan kini mengembangkan kerangka serupa di tingkat kota/kabupaten, yakni Integrated Local Financing Framework (ILFF). Surabaya dipilih sebagai salah satu proyek percontohan karena dinilai memiliki kapasitas fiskal yang kuat dan potensi ekonomi besar. Dokumen ILFF akan menjadi acuan strategi dalam menggali sumber pembiayaan alternatif, termasuk dana sosial-keagamaan yang dikelola BAZNAS. Kegiatan ini diikuti 17 lembaga lintas sektor, mulai dari otoritas keuangan, asosiasi pengusaha, lembaga keagamaan hingga organisasi sosial. Beberapa di antaranya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim, Bank Indonesia Jatim, Kadin Surabaya, APINDO Surabaya, HIPMI Surabaya, IWAPI, hingga perwakilan majelis agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Kehadiran multipihak ini menegaskan bahwa pengembangan ILFF membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas agama untuk membangun sistem pembiayaan lokal yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Pertemuan Konsultasi UNICEF ini akan melanjutkan dengan pembahasan teknis pada pertemuan berikutnya. Harapannya, ILFF Surabaya 2025–2029 dapat menjadi dokumen strategi yang memperkuat integrasi sumber pembiayaan lokal, termasuk zakat, dalam mendukung pembangunan daerah. Keikutsertaan BAZNAS Surabaya dalam forum internasional ini menandai langkah penting dalam modernisasi tata kelola zakat. Dengan ILFF, potensi zakat di Surabaya tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mustahik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembiayaan pembangunan kota yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.
BERITA25/09/2025 | Zul
Tingkatkan Kualitas Hidup, Enam Mustahik Terima Alat Bantu Dengar dari BAZNAS Kota Surabaya
Tingkatkan Kualitas Hidup, Enam Mustahik Terima Alat Bantu Dengar dari BAZNAS Kota Surabaya
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai lembaga zakat yang peduli pada aspek kesehatan masyarakat. Pada akhir September 2025, BAZNAS Surabaya menyalurkan enam unit alat bantu dengar kepada mustahik dari berbagai kecamatan di Kota Pahlawan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. Penyerahan alat bantu dengar dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan yang tersebar di beberapa wilayah. Proses fitting hingga serah terima berlangsung langsung di kantor kecamatan maupun kantor kelurahan, sehingga memudahkan para penerima manfaat untuk mendapatkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan nyaman. Enam Mustahik Penerima Manfaat Adapun enam mustahik yang menerima bantuan alat bantu dengar adalah: Lintang Aurelya Wahyu Kinasih (19 tahun), warga Jalan Banyu Urip Kidul 6 E/17, melalui UPZ Kecamatan Sawahan. Andi Febryan Surya Hadi (22 tahun), warga Jalan Sidotopo Wetan Mulia 2/14, melalui UPZ Kecamatan Kenjeran. Subakir (66 tahun), warga Jalan Pandugo 3/1, melalui UPZ Kecamatan Rungkut. Pi’i (79 tahun), warga Jalan Benteng 17 FTR, melalui UPZ Kecamatan Pabean Cantian. Muhammad Zidaen Hidayatullah (15 tahun), warga Jalan Lidah Wetan, melalui UPZ Kecamatan Lakarsantri. Ali Mustofa (60 tahun), warga Jalan Rungkut Kidul, melalui UPZ Kecamatan Rungkut. Keenam penerima manfaat ini dipilih berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan asesmen kebutuhan yang dilakukan oleh BAZNAS Surabaya bersama UPZ kecamatan. Program penyaluran alat bantu dengar menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Surabaya dalam bidang kesehatan. Selain membantu mustahik lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari, bantuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan interaksi sosial mereka dengan lingkungan sekitar. Ketua pelaksana program menegaskan bahwa pemberian alat bantu dengar merupakan langkah nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola dengan amanah. BAZNAS Surabaya memastikan bahwa setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan mustahik. Salah satu penerima manfaat, Lintang Aurelya Wahyu Kinasih, seorang remaja berusia 19 tahun dari Kecamatan Sawahan, sebelumnya mengalami hambatan dalam proses belajar karena keterbatasan pendengaran. Dengan adanya alat bantu dengar, ia kini bisa lebih percaya diri untuk melanjutkan pendidikan dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Kisah serupa juga dialami oleh Pi’i, seorang lansia berusia 79 tahun dari Pabean Cantian. Dengan kondisi usia lanjut, keterbatasan pendengaran semakin menyulitkannya berkomunikasi dengan keluarga. Bantuan ini membuatnya kembali bersemangat untuk berinteraksi dengan orang sekitar. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur kepada BAZNAS Kota Surabaya dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Mereka berharap agar bantuan serupa dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak masyarakat dhuafa merasakan manfaatnya. Mereka juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surabaya, terutama Wali Kota Eri Cahyadi serta para ASN Pemkot Surabaya yang konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS Surabaya menunjukkan bahwa dana zakat tidak hanya digunakan untuk kebutuhan ekonomi semata, tetapi juga menjangkau aspek kesehatan dan kemanusiaan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen sosial yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan distribusi yang tepat sasaran, zakat yang dikelola secara profesional dapat memberikan dampak luas, menghadirkan senyum, dan mengembalikan harapan hidup yang lebih baik bagi para penerima manfaat.
BERITA24/09/2025 | Zul
Kawal Standarisasi Nasional, BAZNAS Surabaya Ikut Uji Publik Regulasi Pengadaan Barang/Jasa
Kawal Standarisasi Nasional, BAZNAS Surabaya Ikut Uji Publik Regulasi Pengadaan Barang/Jasa
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat dengan ikut serta dalam kegiatan Uji Publik Rancangan Peraturan BAZNAS tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 24 September 2025, pukul 09.30 – 12.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dari BAZNAS Kota Surabaya, hadir Ali Mahput Efendi dan Nur Lisma Khumaida selaku pelaksana Bidang IV, serta Zulfikar Muhammad Handiyarsyah dari Bidang II. Kehadiran mereka mencerminkan partisipasi aktif BAZNAS Surabaya dalam memberikan masukan demi penyempurnaan regulasi yang tengah disusun oleh BAZNAS RI. Uji Publik ini merupakan bagian dari agenda pembentukan Peraturan BAZNAS RI Tahun 2025 yang ditetapkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI. Salah satu agenda pentingnya adalah penyusunan rancangan peraturan mengenai pedoman pengadaan barang dan jasa. Rancangan tersebut diinisiasi oleh Biro Umum dan Protokoler BAZNAS RI, kemudian diformulasikan lebih teknis oleh Biro Hukum dan Kelembagaan. Pelaksanaan Uji Publik dilakukan untuk menyerap aspirasi serta pengalaman praktis dari BAZNAS daerah, yang sehari-hari menjalankan pengadaan barang dan jasa dalam operasionalnya. Masukan dari daerah diharapkan memperkuat regulasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan. Sebagai lembaga zakat resmi di tingkat kota, BAZNAS Surabaya memiliki peran penting dalam memastikan regulasi yang disusun dapat diterapkan secara efektif. Bidang II dan Bidang IV yang langsung bersentuhan dengan operasional kelembagaan hadir menyuarakan kebutuhan dan kendala yang ada di lapangan. Zulfikar Muhammad Handiyarsyah menegaskan pentingnya forum ini. “Uji Publik ini menjadi ruang penting bagi kami di BAZNAS daerah untuk ikut memastikan regulasi pengadaan barang/jasa berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan lapangan. Kami berharap hasil akhir peraturan ini dapat menjadi standar nasional yang memudahkan sekaligus memperkuat tata kelola zakat di Indonesia,” ujarnya. Dalam praktiknya, pengadaan barang dan jasa merupakan aspek vital untuk mendukung kinerja lembaga zakat. Tanpa pedoman yang seragam, dikhawatirkan muncul perbedaan prosedur antar daerah, minimnya transparansi, hingga potensi inefisiensi dalam penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Karena itu, BAZNAS RI menekankan pentingnya regulasi pengadaan sebagai acuan nasional. Standarisasi ini akan memastikan seluruh lini BAZNAS – mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota – memiliki pedoman yang jelas, terpercaya, dan profesional. BAZNAS Surabaya berharap, regulasi baru ini mampu mempermudah administrasi tanpa mengurangi aspek kehati-hatian, meningkatkan transparansi, serta mendorong efisiensi penggunaan anggaran. Dengan demikian, dana ZIS dapat lebih optimal untuk program kemaslahatan mustahik. Selain itu, adanya pedoman nasional juga diharapkan memperkuat citra kelembagaan BAZNAS sebagai badan resmi yang amanah, profesional, dan modern dalam tata kelola zakat di Indonesia. Keikutsertaan BAZNAS Kota Surabaya dalam Uji Publik Regulasi Pengadaan Barang/Jasa menunjukkan keseriusan lembaga ini dalam mengawal proses standarisasi nasional. Forum ini tidak hanya sekadar agenda hukum, tetapi juga momentum menyatukan visi seluruh BAZNAS se-Indonesia. Dengan adanya peraturan yang kelak disahkan, tata kelola zakat diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA24/09/2025 | Zul
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat