Berita Terbaru
Kunjungan BAZNAS Kabupaten Temanggung membahas strategi optimalisasi pengumpulan ZIS di BAZNAS Kota Surabaya.
Surabaya (10/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Temanggung pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya.
Kunjungan ini disambut langsung oleh lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, yang terdiri dari unsur Ketua dan para Wakil Ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai strategi program BAZNAS Kota Surabaya yang berorientasi pada peningkatan Optimalisasi pengumpulan ZIS di lingkup Pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program unggulan seperti Surabaya Berdaya, Surabaya Cerdas, dan Surabaya Sehat. Selain itu, turut dibahas pula kolaborasi efektif antara BAZNAS Kota Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaan program pengumpulan maupun penyaluran zakat.
Pihak BAZNAS Kabupaten Temanggung menyampaikan apresiasi atas kiprah dan inovasi BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan inspirasi bagi penguatan peran BAZNAS di Kabupaten Temanggung.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik, serta memperluas jejaring kolaborasi antar daerah dalam bidang kesejahteraan sosial.
BERITA10/10/2025 | ALI MAHPUT EFENDI
Daging DAM/Hadyu Haji Kini Sampai ke Surabaya, BAZNAS Salurkan Ratusan Paket untuk Warga
Surabaya (8/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyalurkan daging hewan DAM/Hadyu Haji kepada warga yang berhak menerima manfaat di wilayah Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penyaluran daging Dam yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI bekerjasama dengan Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Sebanyak 225 paket daging DAM/Hadyu Haji disalurkan kepada masyarakat pada Rabu, 8 Oktober 2025, dengan pendampingan langsung dari perwakilan Kementerian Agama RI, yakni Bapak Lani Haelani dan Haris Mufti Amin, yang hadir dalam kegiatan pendistribusian di Kota Surabaya.
Secara umum, DAM (Denda Haji) atau Hadyu adalah hewan sembelihan yang menjadi bagian dari ibadah haji, baik sebagai kewajiban karena pelanggaran tertentu maupun sebagai bentuk kesunnahan dalam pelaksanaan manasik. Daging hasil sembelihan ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, terutama bagi kaum fakir miskin.
Penyaluran daging hewan Dam ke Indonesia dilakukan berdasarkan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengelolaan program ini telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta mengikuti Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pembayaran Dam PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 2023/1444 H.
Selain itu, berdasarkan Keputusan Hai’ah Kibar Ulama Saudi No. 77 tanggal 21/10/1400 H, hewan hadyu yang disembelih di luar tanah haram dapat dibagikan di tempat penyembelihannya dan tidak dilarang untuk didistribusikan ke tempat lain. Hal ini juga sejalan dengan pandangan Mazhab Hanafi yang menegaskan bahwa penyembelihan (iraqatud dam) bersifat dogmatis, sementara pendistribusian (tasaruf) bersifat fleksibel — asalkan daging tersebut sampai kepada fakir miskin, baik di Tanah Haram maupun di luar wilayahnya, termasuk Indonesia.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen mendukung pelaksanaan program nasional penyaluran daging DAM/Hadyu Haji agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di tingkat daerah.
Wakil Ketua II BAZNAS Kota Surabaya Bidang Pendistribusian, H.M. Kamil Thobroni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran BAZNAS dalam mendukung kemaslahatan umat.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program nasional penyaluran daging DAM/Hadyu Haji ini. Melalui pendistribusian 225 paket daging kepada warga Surabaya, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk sinergi antara ibadah para jamaah haji dan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujar H.M. Kamil Thobroni.
Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Surabaya akan terus berkomitmen untuk menyalurkan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.
“BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga untuk memastikan setiap program nasional, seperti DAM/Hadyu ini, tersampaikan dengan tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dengan adanya sinergi antara BAZNAS RI, Kementerian Agama, BPKH, dan BAZNAS daerah, diharapkan program penyaluran daging DAM/Hadyu Haji dapat terus berjalan berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.
BERITA09/10/2025 | Imam
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Raih Penghargaan Pengumpul Zakat Terbanyak dari BAZNAS Jatim
Surabaya, 8 Oktober 2025 – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Dr. Eri Cahyadi, ST, MT dalam mendukung gerakan zakat kembali menuai apresiasi. Wali Kota Surabaya dianugerahi Piagam penghargaan sebagai Wali Kota Pengumpul Zakat Terbanyak pada acara Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam RAKORDA yang bertemakan “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita” yang diselenggarakan di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Mengingat padatnya agenda, Wali Kota Eri Cahyadi diwakili oleh Drs. Arief Budiarto, M.Si., Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Surabaya, untuk menerima piagam penghargaan tersebut.
Piagam dianugerahi ini sebagai bukti nyata atas keberhasilan sinergi antara Pemkot Surabaya dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dalam optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat di Kota Pahlawan.
Dalam Perayaannya, perwakilan Pemkot Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si., menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kesadaran kolektif seluruh elemen di Kota Surabaya, khususnya ASN, untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
“Penghargaan ini memacu semangat kami untuk terus meningkatkan potensi zakat di Surabaya. Dukungan penuh Bapak Wali Kota menjadi kunci utama dalam memastikan dana zakat dapat terhimpun secara maksimal dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik,” ujarnya.
RAKORDA BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 sendiri fokus pada penguatan peran BAZNAS dalam mendukung program pembangunan nasional, yang selaras dengan tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita”. Forum strategi ini juga menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi kinerja pengelolaan zakat di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Turut hadir dalam acara lima Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya yang secara aktif mengikuti diskusi dan menyusun strategi bersama BAZNAS se-Jawa Timur untuk meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan berbasis digital.
Kehadiran Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmen lembaga untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi kesejahteraan umat. Diharapkan, dengan penguatan program kelembagaan dan inovasi, zakat dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat Surabaya yang lebih mandiri dan sejahtera.
Mari terus dukung gerakan zakat di Kota Surabaya melalui BAZNAS Kota Surabaya . Setiap zakat yang Anda tunaikan adalah kontribusi nyata bagi kesejahteraan sesama. Zakat Kuat, Surabaya Hebat!
BERITA08/10/2025 | Imam
BAZNAS Surabaya Paparkan 5 Pilar Program di DPRD Surabaya, Kolaborasi Kunci Peningkatan Bantuan Warga
Surabaya, 6 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menghadiri pertemuan penting bersama Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya di Ruang Rapat Komisi D. Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025 ini fokus pada pembahasan upaya peningkatan efektivitas penyaluran bantuan bagi warga Kota Surabaya.
BAZNAS Kota Surabaya hadir bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bapemkesra, serta Bappeda. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menyelaraskan program-program bantuan di kota pahlawan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., memaparkan secara komprehensif Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya yang menjadi fokus utama dalam memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya menjelaskan bahwa efektivitas program dicapai melalui sinergi yang kuat dengan berbagai dinas terkait. Kolaborasi ini memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan terintegrasi dengan program-program pemerintah kota.
Lima Pilar Program BAZNAS Kota Surabaya yang dipaparkan adalah:
Surabaya Cerdas (Pendidikan) : Program ini berkolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan (Provinsi dan Kota) untuk memberikan bantuan beasiswa, sarana prasarana pendidikan, dan program literasi.
Surabaya Sehat (Kesehatan) : Sinergi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk menyediakan layanan kesehatan gratis, bantuan biaya pengobatan, dan program pencegahan penyakit bagi mustahik.
Surabaya Sigap (Kemanusiaan) : Program ini, yang fokus pada tanggap bencana dan bantuan insidental, bersinergi dengan Dinas Sosial dan Bapemkesra.
Surabaya Berdaya (Ekonomi) : Untuk mendorong kemandirian ekonomi, program ini mencakup kerja sama dengan Dinas Sosial, Bapemkesra, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM.
Surabaya Berdakwah (Dakwah) : Pilar ini mencakup bantuan kepada lembaga keagamaan dan penyediaan layanan dakwah.
H.Moch. Hamzah menyampaikan bahwa melalui rapat dengar pendapat ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Komisi D DPRD dan seluruh OPD agar penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan dampak yang lebih luas dan terstruktur bagi kesejahteraan warga Surabaya.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari semua pihak yang hadir untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi data penerima bantuan demi mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera dan berdaya.
BAZNAS Kota Surabaya - Amanah Umat, Wujudkan Kesejahteraan.
BERITA06/10/2025 | Imam
Kunjungan Bapemkesra Palangka Raya, Bahas Kolaborasi Program Zakat di Surabaya
Surabaya (4/10/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya pada Sabtu, 4 Oktober 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Surabaya.
Kunjungan ini disambut langsung oleh lima pimpinan BAZNAS Kota Surabaya yang terdiri dari unsur Ketua dan para Wakil Ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai program strategis BAZNAS Kota Surabaya yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui berbagai program unggulan seperti Surabaya Berdaya, Surabaya Cerdas, dan Surabaya Sehat. Selain itu, juga dibahas pula kolaborasi efektif antara BAZNAS Kota Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaan program pengumpulan maupun penyaluran zakat.
Pihak Bapemkesra Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi atas kiprah dan inovasi BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kunjungan yang diharapkan ini dapat menjadi pertukaran pengetahuan dan inspirasi bagi penguatan peran BAZNAS di daerah lain.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik, serta memperluas jejaring kolaborasi antar daerah dalam bidang kesejahteraan sosial.
BERITA04/10/2025 | Imam
Pemkot Surabaya Luncurkan Program Surabaya Kota Wakaf untuk Tingkatkan Kesejahteraan Umat
Surabaya, 1 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Surabaya resmi meluncurkan program “Surabaya Kota Wakaf” , sebuah gerakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Surabaya, dan BAZNAS Kota Surabaya, yang menandai komitmen kuat dalam mengembangkan potensi wakaf di Kota Pahlawan.
Dalam kegiatan Kick Off Surabaya Kota Wakaf yang digelar di Conventional Hall Arief Rahman Hakim, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya wakaf sebagai instrumen ekonomi umat yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat.
“Pembentukan Kota Wakaf Surabaya merupakan langkah strategis bagi kesejahteraan masyarakat. Filosofi wakaf mengajarkan bahwa nilai pokok tidak boleh berkurang, namun hasilnya dapat digunakan untuk menggerakkan perekonomian dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Eri Cahyadi.
Menurutnya, potensi wakaf di Surabaya sangat besar dan bisa dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan UMKM, penyediaan beasiswa, serta pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan.
“ Wakaf dapat menjadi penggerak perekonomian umat. Di Mesir, ketika ekonomi terpuruk, wakaf justru menjadi penopang pemerintahan. Surabaya harus bisa meneladani itu,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dalam waktu dua hari sejak diluncurkan, telah terkumpul dana wakaf sebesar Rp1,2 miliar. Selain itu, terdapat tanah wakaf seluas 1,2 hektar dan sekitar 100 sertifikat tanah yang diwakafkan untuk masjid, mushalla, sekolah, yayasan, serta fasilitas sosial kemasyarakatan.
Menariknya, muncul pula wakaf profesi dari kelompok masyarakat, salah satunya dari perkumpulan dokter khitan yang mewakafkan keahlian mereka untuk kepentingan sosial.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berwakaf. Semoga program ini menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk berwakaf demi kemaslahatan umat,” kata Eri.
Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Jawa Timur, Yannis Harryzon Dethan, menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan sertifikasi aset wakaf di Surabaya.
“Sinergi lintas sektor sangat penting untuk mengamankan aset umat. BPN bersama Kantor Pertanahan Surabaya I dan II terus berkomitmen melakukan pengukuran dan publikasi sertifikat tanah wakaf,” ujarnya.
Program Surabaya Kota Wakaf menjadi langkah nyata dalam menjadikan Surabaya sebagai kota percontohan wakaf produktif di Indonesia. Melalui kerja sama Pemkot Surabaya, BAZNAS, dan BWI, pengelolaan wakaf diharapkan mampu memperkuat perekonomian umat, mengurangi kesejahteraan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Surabaya terus melangkah menjadi Kota Wakaf yang inspiratif dan mandiri, di mana wakaf bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi pembangunan ekonomi umat.
BERITA01/10/2025 | Otnay
TIM BTB BAZNAS Kota Surabaya Sigap Bantu Persediaan Makanan dan Kebutuhan di Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo, 30 September 2025 – Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Surabaya bergerak cepat menuju lokasi bencana yang melanda Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya tanggap darurat untuk membantu para santri dan pengasuh pondok yang terdampak.
Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pihak pondok serta relawan setempat guna menyalurkan bantuan awal berupa persediaan makanan siap saji, logistik harian, serta kebutuhan dasar lainnya. Langkah cepat ini dilakukan agar para santri dapat segera memperoleh kebutuhan pokok meskipun berada dalam kondisi darurat.
Selain pendistribusian makanan dan kebutuhan pokok, BAZNAS Kota Surabaya juga menyiapkan skema bantuan lanjutan berupa pendampingan dan pemulihan, agar kondisi para santri segera pulih dan aktivitas pesantren dapat kembali berjalan dengan baik.
Dengan adanya sinergi antara BAZNAS, relawan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan beban yang dirasakan oleh keluarga besar Ponpes Al Khoziny dapat segera teringankan.
BERITA30/09/2025 | Otnay
BAZNAS RI Raih IHYA Award 2025, Bukti Komitmen Dorong UMKM Halal Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada ajang Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2025 yang digelar Kementerian Perindustrian RI, BAZNAS berhasil meraih penghargaan sebagai Instansi Pemerintah Terbaik (Lembaga/Kementerian) berkat perannya dalam mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis industri halal.
Penghargaan prestisius ini menambah daftar panjang capaian BAZNAS dalam mengembangkan industri halal di Indonesia. Sebelumnya, BAZNAS juga pernah meraih penghargaan serupa pada tahun 2022 dan 2024 di kategori yang berbeda.
Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., hadir mewakili pimpinan BAZNAS untuk menerima penghargaan tersebut di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (25/9/2025).
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan BAZNAS dalam mendorong lahirnya UMKM berbasis industri halal. Kami berupaya agar mustahik pelaku usaha kecil dapat bertransformasi menjadi muzaki yang mandiri,” ujar Arifin usai menerima penghargaan.
Dorong Sertifikasi Halal untuk UMKM
Arifin menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi BAZNAS dalam memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM. Salah satu program unggulan adalah fasilitasi sertifikasi halal. Hingga kini, BAZNAS tercatat telah membantu penerbitan lebih dari 5.000 sertifikat halal bagi UMKM di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini adalah bukti keseriusan BAZNAS dalam menjadikan para mustahik juragan-juragan kecil yang siap tumbuh di sektor industri halal. Harapannya, mereka bisa memperkuat perekonomian umat sekaligus ekonomi nasional,” ungkapnya.
Program sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian IHYA Award 2025. Proses penjurian juga mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga evaluasi program. Selain itu, kampanye publikasi dan keberlanjutan program juga turut menjadi pertimbangan dewan juri.
Apresiasi kepada Muzaki
Dalam kesempatan tersebut, Arifin menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya melalui BAZNAS. Menurutnya, kepercayaan muzaki merupakan modal besar yang memungkinkan BAZNAS terus melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami berterima kasih kepada para muzaki yang sudah mempercayakan zakat dan sedekahnya kepada BAZNAS. Dana itu kami salurkan secara tepat sasaran kepada mustahik pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Komitmen Perluas Dukungan UMKM Halal
Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperluas program dukungan terhadap UMKM. Tidak hanya fokus pada sertifikasi halal, tetapi juga mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses permodalan.
“Strategi besar BAZNAS adalah mendorong kesejahteraan umat melalui zakat. Kami ingin semakin banyak UMKM yang bertumbuh kuat, dan semakin banyak mustahik yang naik kelas menjadi muzaki,” kata Arifin.
Motor Penggerak Industri Halal Nasional
Capaian BAZNAS dalam IHYA Award 2025 meneguhkan perannya bukan hanya sebagai pengelola zakat, melainkan juga motor penggerak industri halal nasional. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Dengan prestasi ini, BAZNAS sekali lagi membuktikan komitmennya dalam memperkuat ekosistem UMKM halal, meningkatkan daya saing ekonomi umat, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional berbasis syariah.
BERITA26/09/2025 | Otnay
Sosialisasi Bantuan Biaya Pendidikan SMP, BAZNAS Surabaya Dorong Transparansi dan Kepatuhan
Surabaya, 24 September 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program bantuan biaya pendidikan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Surabaya. Acara ini berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pada Rabu (23/09/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. H. Yusuf Masruh, MM, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya, Drs. dll. H. Abd Halim AF, serta seluruh kepala sekolah SMP swasta se-Kota Surabaya.
Dalam berbagai hal tersebut, BAZNAS Kota Surabaya menekankan pentingnya prinsip 3A sebagai landasan utama dalam pelaksanaan program: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menjadi pedoman agar pelaksanaan penyaluran zakat untuk biaya pendidikan berjalan secara akuntabel, sesuai ketentuan agama, peraturan pemerintah, dan mendukung integritas negara.
“Program ini bukan sekedar bantuan, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan sinergi antara lembaga zakat dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya sekolah-sekolah penerima bantuan untuk mengikuti prosedur pengajuan serta pertanggungjawaban sesuai standar yang telah disampaikan dalam sosialisasi ini,” ujar H. Abd Halim dalam paparannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. H. Yusuf Masruh, MM, turut mengapresiasi langkah BAZNAS dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Beliau berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Kota Surabaya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surabaya berharap seluruh sekolah dapat memahami dan menjalankan prosedur program bantuan pendidikan secara tertib dan transparan, guna memastikan manfaatnya tepat sasaran serta berkelanjutan.
BERITA25/09/2025 | Imam
BAZNAS Surabaya Ikuti Consultation Meeting UNICEF Bahas Integrated Local Financing Framework (ILFF) 2025–2029
Surabaya, 25 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali tampil di forum internasional yang strategis. Pada Kamis (25/9), BAZNAS Surabaya berpartisipasi dalam Consultation Meeting UNICEF bertajuk “Pengembangan Integrated Local Financing Framework (ILFF) Kota Surabaya 2025–2029”. Kegiatan ini diadakan secara berani melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan Konsultan UNICEF Indonesia, Rumayya, serta moderator Wisnu.
Dalam forum tersebut, hadir jajaran pimpinan BAZNAS Surabaya, di antaranya Kepala Pelaksana Imam Syafii Mustofa, Pelaksana Bidang II Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, dan Pelaksana Bidang IV Ali Mahput Efendi. Kehadiran BAZNAS Surabaya menjadi representasi penting bagi potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung pembiayaan pembangunan lokal.
Pada sesi diskusi, Pelaksana Bidang II Zulfikar Muhammad Handiyarsyah menyampaikan paparan mengenai penghimpunan data dan penyaluran zakat, program-program unggulan BAZNAS Surabaya, serta potensi ZIS sebagai sumber daya keuangan sosial. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah, melainkan instrumen keuangan modern yang dapat menopang pembangunan berkelanjutan di Kota Surabaya.
“Transparansi BAZNAS Surabaya dapat diakses langsung melalui website resmi kami. Masyarakat bisa melihat laporan keuangan hasil audit independen, laporan syar'i dari Itjen Kemenag Kota Surabaya, serta komitmen standar ISO manajemen mutu dan anti-penyuapan,” tegas Zulfikar saat menjawab pertanyaan konsultan UNICEF mengenai akuntabilitas.
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan penyusunan Kerangka Pembiayaan Daerah Terpadu (ISFF) Jawa Timur 2025–2029, yang memetakan 17 skema pembiayaan dengan potensi dana mobilisasi hingga Rp200 triliun di luar pajak daerah. ISFF dirancang untuk menyelaraskan strategi fiskal provinsi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), termasuk mencakup hak anak dan perlindungan khusus anak.
Mengacu pada keberhasilan tersebut, UNICEF Indonesia bersama Kementerian Keuangan kini mengembangkan kerangka serupa di tingkat kota/kabupaten, yakni Integrated Local Financing Framework (ILFF). Surabaya dipilih sebagai salah satu proyek percontohan karena dinilai memiliki kapasitas fiskal yang kuat dan potensi ekonomi besar. Dokumen ILFF akan menjadi acuan strategi dalam menggali sumber pembiayaan alternatif, termasuk dana sosial-keagamaan yang dikelola BAZNAS.
Kegiatan ini diikuti 17 lembaga lintas sektor, mulai dari otoritas keuangan, asosiasi pengusaha, lembaga keagamaan hingga organisasi sosial. Beberapa di antaranya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim, Bank Indonesia Jatim, Kadin Surabaya, APINDO Surabaya, HIPMI Surabaya, IWAPI, hingga perwakilan majelis agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Khonghucu.
Kehadiran multipihak ini menegaskan bahwa pengembangan ILFF membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas agama untuk membangun sistem pembiayaan lokal yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Pertemuan Konsultasi UNICEF ini akan melanjutkan dengan pembahasan teknis pada pertemuan berikutnya. Harapannya, ILFF Surabaya 2025–2029 dapat menjadi dokumen strategi yang memperkuat integrasi sumber pembiayaan lokal, termasuk zakat, dalam mendukung pembangunan daerah.
Keikutsertaan BAZNAS Surabaya dalam forum internasional ini menandai langkah penting dalam modernisasi tata kelola zakat. Dengan ILFF, potensi zakat di Surabaya tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mustahik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembiayaan pembangunan kota yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.
BERITA25/09/2025 | Zul
Tingkatkan Kualitas Hidup, Enam Mustahik Terima Alat Bantu Dengar dari BAZNAS Kota Surabaya
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai lembaga zakat yang peduli pada aspek kesehatan masyarakat. Pada akhir September 2025, BAZNAS Surabaya menyalurkan enam unit alat bantu dengar kepada mustahik dari berbagai kecamatan di Kota Pahlawan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran.
Penyerahan alat bantu dengar dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan yang tersebar di beberapa wilayah. Proses fitting hingga serah terima berlangsung langsung di kantor kecamatan maupun kantor kelurahan, sehingga memudahkan para penerima manfaat untuk mendapatkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan nyaman.
Enam Mustahik Penerima Manfaat
Adapun enam mustahik yang menerima bantuan alat bantu dengar adalah:
Lintang Aurelya Wahyu Kinasih (19 tahun), warga Jalan Banyu Urip Kidul 6 E/17, melalui UPZ Kecamatan Sawahan.
Andi Febryan Surya Hadi (22 tahun), warga Jalan Sidotopo Wetan Mulia 2/14, melalui UPZ Kecamatan Kenjeran.
Subakir (66 tahun), warga Jalan Pandugo 3/1, melalui UPZ Kecamatan Rungkut.
Pi’i (79 tahun), warga Jalan Benteng 17 FTR, melalui UPZ Kecamatan Pabean Cantian.
Muhammad Zidaen Hidayatullah (15 tahun), warga Jalan Lidah Wetan, melalui UPZ Kecamatan Lakarsantri.
Ali Mustofa (60 tahun), warga Jalan Rungkut Kidul, melalui UPZ Kecamatan Rungkut.
Keenam penerima manfaat ini dipilih berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan asesmen kebutuhan yang dilakukan oleh BAZNAS Surabaya bersama UPZ kecamatan.
Program penyaluran alat bantu dengar menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Surabaya dalam bidang kesehatan. Selain membantu mustahik lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari, bantuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan interaksi sosial mereka dengan lingkungan sekitar.
Ketua pelaksana program menegaskan bahwa pemberian alat bantu dengar merupakan langkah nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola dengan amanah. BAZNAS Surabaya memastikan bahwa setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan mustahik.
Salah satu penerima manfaat, Lintang Aurelya Wahyu Kinasih, seorang remaja berusia 19 tahun dari Kecamatan Sawahan, sebelumnya mengalami hambatan dalam proses belajar karena keterbatasan pendengaran. Dengan adanya alat bantu dengar, ia kini bisa lebih percaya diri untuk melanjutkan pendidikan dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Kisah serupa juga dialami oleh Pi’i, seorang lansia berusia 79 tahun dari Pabean Cantian. Dengan kondisi usia lanjut, keterbatasan pendengaran semakin menyulitkannya berkomunikasi dengan keluarga. Bantuan ini membuatnya kembali bersemangat untuk berinteraksi dengan orang sekitar.
Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur kepada BAZNAS Kota Surabaya dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Mereka berharap agar bantuan serupa dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak masyarakat dhuafa merasakan manfaatnya.
Mereka juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surabaya, terutama Wali Kota Eri Cahyadi serta para ASN Pemkot Surabaya yang konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Melalui program ini, BAZNAS Surabaya menunjukkan bahwa dana zakat tidak hanya digunakan untuk kebutuhan ekonomi semata, tetapi juga menjangkau aspek kesehatan dan kemanusiaan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen sosial yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan distribusi yang tepat sasaran, zakat yang dikelola secara profesional dapat memberikan dampak luas, menghadirkan senyum, dan mengembalikan harapan hidup yang lebih baik bagi para penerima manfaat.
BERITA24/09/2025 | Zul
Kawal Standarisasi Nasional, BAZNAS Surabaya Ikut Uji Publik Regulasi Pengadaan Barang/Jasa
SURABAYA – BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat dengan ikut serta dalam kegiatan Uji Publik Rancangan Peraturan BAZNAS tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 24 September 2025, pukul 09.30 – 12.00 WIB.
Kegiatan tersebut diikuti oleh BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dari BAZNAS Kota Surabaya, hadir Ali Mahput Efendi dan Nur Lisma Khumaida selaku pelaksana Bidang IV, serta Zulfikar Muhammad Handiyarsyah dari Bidang II. Kehadiran mereka mencerminkan partisipasi aktif BAZNAS Surabaya dalam memberikan masukan demi penyempurnaan regulasi yang tengah disusun oleh BAZNAS RI.
Uji Publik ini merupakan bagian dari agenda pembentukan Peraturan BAZNAS RI Tahun 2025 yang ditetapkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI. Salah satu agenda pentingnya adalah penyusunan rancangan peraturan mengenai pedoman pengadaan barang dan jasa. Rancangan tersebut diinisiasi oleh Biro Umum dan Protokoler BAZNAS RI, kemudian diformulasikan lebih teknis oleh Biro Hukum dan Kelembagaan.
Pelaksanaan Uji Publik dilakukan untuk menyerap aspirasi serta pengalaman praktis dari BAZNAS daerah, yang sehari-hari menjalankan pengadaan barang dan jasa dalam operasionalnya. Masukan dari daerah diharapkan memperkuat regulasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Sebagai lembaga zakat resmi di tingkat kota, BAZNAS Surabaya memiliki peran penting dalam memastikan regulasi yang disusun dapat diterapkan secara efektif. Bidang II dan Bidang IV yang langsung bersentuhan dengan operasional kelembagaan hadir menyuarakan kebutuhan dan kendala yang ada di lapangan.
Zulfikar Muhammad Handiyarsyah menegaskan pentingnya forum ini. “Uji Publik ini menjadi ruang penting bagi kami di BAZNAS daerah untuk ikut memastikan regulasi pengadaan barang/jasa berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan lapangan. Kami berharap hasil akhir peraturan ini dapat menjadi standar nasional yang memudahkan sekaligus memperkuat tata kelola zakat di Indonesia,” ujarnya.
Dalam praktiknya, pengadaan barang dan jasa merupakan aspek vital untuk mendukung kinerja lembaga zakat. Tanpa pedoman yang seragam, dikhawatirkan muncul perbedaan prosedur antar daerah, minimnya transparansi, hingga potensi inefisiensi dalam penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Karena itu, BAZNAS RI menekankan pentingnya regulasi pengadaan sebagai acuan nasional. Standarisasi ini akan memastikan seluruh lini BAZNAS – mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota – memiliki pedoman yang jelas, terpercaya, dan profesional.
BAZNAS Surabaya berharap, regulasi baru ini mampu mempermudah administrasi tanpa mengurangi aspek kehati-hatian, meningkatkan transparansi, serta mendorong efisiensi penggunaan anggaran. Dengan demikian, dana ZIS dapat lebih optimal untuk program kemaslahatan mustahik.
Selain itu, adanya pedoman nasional juga diharapkan memperkuat citra kelembagaan BAZNAS sebagai badan resmi yang amanah, profesional, dan modern dalam tata kelola zakat di Indonesia.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Surabaya dalam Uji Publik Regulasi Pengadaan Barang/Jasa menunjukkan keseriusan lembaga ini dalam mengawal proses standarisasi nasional. Forum ini tidak hanya sekadar agenda hukum, tetapi juga momentum menyatukan visi seluruh BAZNAS se-Indonesia.
Dengan adanya peraturan yang kelak disahkan, tata kelola zakat diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA24/09/2025 | Zul
Langkah Baru Jian Asyagaf: Harapan Mandiri Lewat Bantuan Kaki Palsu BAZNAS Surabaya
Surabaya – Kepedulian sosial kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya melalui program kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Pada Kamis, 28 Agustus 2025, BAZNAS Surabaya bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Kenjeran dan Kelurahan Sidotopo Wetan menyampaikan bantuan kaki palsu kepada seorang warga, Jian Asyagaf (32), yang tinggal di Randu Barat 6 Buntu, Kelurahan Sidotopo Wetan.
Meski memiliki keterbatasan fisik, Jian tak pernah berhenti berusaha untuk mandiri. Ia membuka usaha kecil berupa konter pulsa, layanan internet, dan handphone di lingkungan tempat tinggalnya. Kehadiran kaki palsu ini diharapkan mampu menjadi dorongan baru agar Jian semakin percaya diri, lebih produktif, dan mampu mengembangkan usahanya.
Penyaluran bantuan kaki palsu ini sejalan dengan visi BAZNAS Surabaya yang berkomitmen menghadirkan zakat produktif bagi kesejahteraan mustahik. Tujuan kegiatan ini tidak hanya sebatas memberi alat bantu jalan, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar bisa mandiri secara ekonomi dan aktif kembali di tengah masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan menegaskan bahwa zakat harus memberikan dampak yang nyata. “Program ini bukan hanya soal bantuan fisik, melainkan bagaimana zakat mampu membuka jalan kemandirian dan mengurangi hambatan sosial maupun psikologis bagi penerimanya,” ujarnya.
Kisah Jian menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk tetap produktif. Dengan keterbatasan yang dimiliki, ia tetap berusaha mencari nafkah dari usaha konter kecilnya. Namun, aktivitas sehari-hari sering terhambat karena belum memiliki alat bantu jalan yang memadai.
Kini, dengan bantuan kaki palsu, Jian dapat lebih leluasa bergerak. Kehadiran alat ini bukan sekadar menunjang aktivitas, melainkan juga menyuntikkan semangat untuk terus bangkit dan melanjutkan perjuangan hidup.
Acara penyampaian bantuan dilaksanakan secara sederhana di lingkungan rumah Jian. Tim relawan BAZNAS Surabaya, perangkat UPZ Kecamatan Kenjeran, serta pihak kelurahan hadir mendampingi prosesi tersebut. Suasana haru terasa ketika Jian mencoba kaki palsu barunya. Warga sekitar yang turut menyaksikan memberikan dukungan moral dengan senyuman dan doa, menandakan kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Selain menyerahkan bantuan, tim BAZNAS juga memberikan pengarahan terkait cara pemakaian dan perawatan kaki palsu. Tak henti-hentinya di situ, BAZNAS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan agar manfaat dari bantuan ini benar-benar bisa dirasakan secara maksimal.
Dalam kesempatan itu, Jian menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasihnya. Ia menuturkan, “Alhamdulillah, saya tidak mengira mendapat perhatian sebesar ini. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Surabaya, ASN Pemkot, serta BAZNAS Kota Surabaya. Bantuan kaki palsu ini sangat berarti bagi saya untuk melanjutkan usaha kecil saya. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan bagi semua yang telah membantu.”
Bantuan kaki palsu yang diberikan BAZNAS Surabaya kepada Jian Asyagaf membuktikan bahwa zakat bukan sekedar dana konsumtif, tetapi instrumen kemanusiaan yang mampu mengubah kehidupan. Sinergi antara BAZNAS, UPZ Kecamatan Kenjeran, dan Kelurahan Sidotopo Wetan semakin menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dengan langkah baru yang kini dimiliki Jian, harapan besar terbuka untuk masa depan yang lebih mandiri. Semangat ini sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat lain bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang.
BERITA24/09/2025 | Zul
BAZNAS Surabaya Ikut Bahas Kasus Warga Ngagel yang Resahkan Lingkungan
Surabaya, 23 September 2025 — Wakil Ketua III BAZNAS Kota Surabaya, Drs. H. Ec. Abd. Halim AF, menghadiri forum pembahasan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Aula Kantor Kelurahan Ngagel. Pertemuan ini salah satunya menyoroti keresahan warga terhadap seorang pria berinisial WS, yang diduga kerap melakukan tindakan meresahkan warga.
Warga menyampaikan bahwa WS sering menimbulkan gangguan ketertiban di lingkungan. Bahkan, sejumlah warga menyebut yang bersangkutan sempat keluar masuk RSJ Menur Surabaya karena diduga mengalami gangguan kejiwaan.
“Persoalan ini harus ditangani secara serius, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga aspek sosial dan kemanusiaan. Kita perlu mencari solusi yang menyeluruh, termasuk perhatian terhadap kesehatan mental,” ujar Halim AF.
Dalam forum tersebut, perangkat kelurahan bersama tokoh masyarakat membahas langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan aparat kepolisian, hingga kemungkinan pendekatan sosial agar masalah tidak semakin berlarut.
BAZNAS Kota Surabaya akan bersedia sinergi dengan pihak kelurahan dan instansi terkait dalam memberikan dukungan sosial. Menurut Abd. Halim, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi warga.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor, diharapkan keresahan warga Ngagel dapat segera teratasi, sekaligus menjadi pembelajaran penting bagi penanganan masalah serupa di wilayah lain.
BERITA23/09/2025 | Otnay
BAZNAS Surabaya Siap Sambut Versi Terbaru Kantor Digital, Antusias Nantikan Fitur Layanan Baru
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyongsong era transformasi zakat digital. Pada Selasa (23/9/2025) pukul 06.00–07.30 WIB, pelaksana dan staf BAZNAS Surabaya mengikuti Zoom Meeting Pengajian – Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman dengan tema “Optimalisasi Kantor Digital”.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu HM Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, serta Achmad Setio Adi Nugroho, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI.
Momentum Pentingnya Transformasi Digital
Dalam forum ini, para peserta mendapat pemahaman mengenai arah pengembangan Kantor Digital BAZNAS yang akan segera diluncurkan dalam versi terbarunya. Tujuan utama kegiatan antara lain:
Meningkatkan pemahaman pelaksana dan staf mengenai konsep Kantor Digital.
Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan mustahik dan muzaki.
Menyiapkan lembaga yang menghadapi fitur-fitur baru, seperti e-proposal mustahik dan tampilan layanan interaktif.
Mendorong sinergi nasional dalam penguatan transformasi zakat digital.
HM Nadratuzzaman Hosen menegaskan bahwa digitalisasi zakat merupakan kebutuhan yang mendesak.
“Transformasi digital adalah jalan untuk meningkatkan pelayanan umat. Melalui Kantor Digital, kami menghadirkan zakat yang lebih cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.
Urgensi Digitalisasi Layanan Zakat
Dalam praktik sehari-hari, pengelolaan zakat masih sering menghadapi kendala manual, seperti pengajuan proposal bantuan mustahik, pencatatan administrasi, hingga penyampaian informasi. Studi kasus dari beberapa BAZNAS daerah yang telah menerapkan Kantor Digital membuktikan:
Waktu layanan lebih singkat berkat percepatan administrasi.
Transparansi meningkat melalui pencatatan otomatis dan real-time.
Kepercayaan masyarakat bertambah berkat laporan yang akurat dan akuntabel.
Hal ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan umat.
Implementasi di BAZNAS Surabaya
Setelah mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Surabaya menyatakan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan versi terbaru Kantor Digital. Beberapa langkah yang dipersiapkan antara lain:
Sosialisasi internal mengenai fitur terbaru.
Pelatihan staf terkait penggunaan aplikasi digital.
Penyusunan SOP berbasis sistem digital.
Pemantauan dan evaluasi rutin untuk memastikan optimalisasi layanan.
Fitur yang paling dinantikan adalah aplikasi e-proposal mustahik, yang akan memudahkan mengajukan bantuan masyarakat secara cepat, transparan, dan efisien.
Achmad Setio Adi Nugroho menambahkan, inovasi Kantor Digital versi terbaru mencakup integrasi database, perbaikan tampilan aplikasi yang lebih ramah pengguna, serta sistem layanan interaktif.
“Kami ingin menghadirkan layanan zakat yang modern, mudah diakses, dan terpercaya,” jelasnya.
Tonggak Baru Layanan Zakat Digital
Partisipasi BAZNAS Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bukti keseriusan lembaga dalam memperkuat layanan berbasis digital. Kehadiran versi terbaru Kantor Digital diharapkan menjadi tidak penting dalam peningkatan kualitas pelayanan zakat, khususnya bagi muzaki dan mustahik di Surabaya.
Dengan penuh antusias, BAZNAS Surabaya siap memanfaatkan inovasi digital yang akan hadir, sekaligus menjadi pionir transformasi menuju tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan umat.
BERITA23/09/2025 | Zul
Pelaksana dan Staf BAZNAS Surabaya Ikuti Kelas Hukum Bedah Putusan Judicial Review UU No. 23 Tahun 2011
Surabaya – BAZNAS Kota Surabaya terus memperkuat kapasitas kelembagaan dengan membekali pelaksana dan stafnya pemahaman mendalam mengenai aspek hukum dalam tata kelola zakat. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Zoom Meeting Kelas Hukum bertema “Bedah Putusan Judicial Review UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat”, pada Senin (22/9/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, yang menekankan pentingnya pemahaman regulasi oleh BAZNAS daerah agar setiap program berjalan sesuai syariah sekaligus taat hukum.
Perkuat Pemahaman Hukum Amil Zakat
Melalui kelas hukum ini, pelaksana dan staf BAZNAS Surabaya mendapatkan pembekalan terkait:
Peningkatan pemahaman tentang aspek hukum dalam pengelolaan zakat.
Kajian mendalam putusan judicial review UU No. 23 Tahun 2011 sebagai dasar hukum pengelolaan zakat di Indonesia.
Peneguhan peran BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang mengelola zakat secara amanah dan profesional.
Kesadaran hukum internal agar setiap kebijakan dan program berjalan sesuai koridor perundang-undangan.
Dalam pemaparannya, Nur Chamdani menegaskan bahwa hukum dan regulasi bukan hanya dokumen formal, melainkan pedoman bagi jalannya organisasi zakat.
“BAZNAS harus menjadi lembaga yang tidak hanya amanah secara syariah, tetapi juga kokoh secara hukum. Dengan memahami putusan judicial review, kita dapat mengelola zakat lebih tertib, sah, dan berdaya guna bagi umat,” ujarnya.
Bedah Judicial Review UU No. 23 Tahun 2011
UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat menjadi payung hukum utama bagi BAZNAS. Namun, sejumlah pihak pernah mengajukan judicial review terhadap beberapa pasal di Mahkamah Konstitusi.
Salah satu putusan penting adalah penegasan bahwa pengelolaan zakat merupakan kewenangan negara melalui BAZNAS, dengan tetap membuka ruang bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdaftar secara resmi. Putusan ini memperjelas:
Kepastian hukum pengelolaan zakat untuk mencegah duplikasi dan penyalahgunaan dana umat.
Kedudukan strategis BAZNAS daerah yang dijamin undang-undang.
Sinergi dengan LAZ dan masyarakat tetap penting, namun harus sesuai regulasi yang berlaku.
Implementasi di BAZNAS Surabaya
BAZNAS Surabaya menegaskan hasil dari kelas hukum ini akan langsung diimplementasikan dalam tata kelola kelembagaan, antara lain:
Menjadikan UU No. 23 Tahun 2011 sebagai rujukan utama kebijakan program.
Membekali pelaksana dan staf dengan wawasan hukum dalam menjalankan tugas.
Membangun koordinasi dengan mitra sesuai koridor hukum.
Memperkuat akuntabilitas dan legalitas dalam setiap program dan laporan.
Komitmen Profesionalisme
Partisipasi BAZNAS Surabaya dalam kelas hukum ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam menguatkan tata kelola zakat dari aspek regulasi. Dengan pemahaman hukum yang matang, BAZNAS Surabaya siap menghadapi tantangan kelembagaan di masa depan serta memastikan pengelolaan zakat berjalan profesional, transparan, dan sesuai syariat.
BERITA23/09/2025 | Zul
Refleksi Diri Menjelang Berakhirnya Bulan Rabiul Awal
Bulan Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender hijriah. Bulan ini dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah Islam yang telah mengantarkan umat manusia dengan petunjuk ilahi. Sepanjang bulan Rabiul Awal, banyak kaum muslimin memperingati Maulid Nabi dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang. Namun, ketika bulan ini perlahan mendekati akhirnya, kita diajak untuk tidak sekadar merayakannya, tetapi juga melakukan refleksi mendalam terhadap makna yang terkandung di dalamnya.
Mengingat Jejak Nabi sebagai Cermin Kehidupan
Rabiul Awal selalu mengingatkan kita pada sosok Nabi Muhammad ? yang menjadi teladan utama dalam segala aspek kehidupan. Keteladanan beliau dalam akhlak, kesabaran, kepemimpinan, dan kasih sayang menjadi cermin bagi umat Islam. Menjelang akhir bulan ini, pertanyaan penting yang perlu kita ajukan pada diri sendiri adalah: Sejauh mana kita telah berusaha meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi ini menjadi penting agar peringatan maulid tidak berhenti sebatas seremonial, melainkan menjelma menjadi pengingat yang hidup dalam tindakan nyata.
Introspeksi Amal Selama Rabiul Awal
Berakhirnya Rabiul Awal juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah. Kita bisa bertanya: sudahkah bulan ini diisi dengan amal yang mendekatkan diri kepada Allah, ataukah justru terlewat begitu saja tanpa makna? Apakah kita telah meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki bacaan Al-Qur'an, memperbanyak doa, serta menjaga hubungan baik dengan sesama?
Muhasabah semacam ini membantu kita untuk tidak terjebak dalam rutinitas tanpa arah, tetapi selalu berusaha agar setiap bulan dalam hidup memiliki nilai tambah spiritual dan sosial.
Menumbuhkan Rasa Syukur
Rabiul Awal adalah bulan yang mengingatkan kita pada nikmat terbesar, yaitu diutusnya Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi semesta alam. Menjelang akhir bulan ini, kita diajak untuk memperbanyak rasa syukur, karena melalui risalah Nabi lah kita mengenal iman, Islam, dan jalan menuju keselamatan. Rasa syukur itu seharusnya tidak hanya diucapkan secara lisan, tetapi juga diwujudkan dalam amal nyata: berbuat baik, bersedekah, menolong yang membutuhkan, serta menjaga amanah kehidupan.
Melanjutkan Semangat ke Bulan Berikutnya
Refleksi diri di penghujung Rabiul Awal hendaknya menjadi bekal untuk menghadapi bulan-bulan selanjutnya. Semangat untuk mencintai dan meneladani Rasulullah SAW tak henti-hentinya ketika kalender berganti. Justru, berakhirnya bulan ini harus menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup terus berlanjut, dan setiap bulan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri.
Penutup
Ketika Rabiul Awal hampir berakhir, mari kita menjadikannya sebagai titik tolak untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan memperdalam cinta kepada Rasulullah SAW. Refleksi diri adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa keberkahan bulan ini tidak berlalu begitu saja, melainkan meninggalkan jejak positif dalam diri kita. Dengan demikian, setiap langkah ke depan bukan sekadar menjalani waktu, tetapi menapaki jalan menuju ridha Allah dengan teladan Nabi sebagai pemandu.
BERITA23/09/2025 | Bram
Dua Personil BTB BAZNAS Kota Surabaya Ikuti Pelatihan Pencarian dan Pertolongan Pertama di Basarnas Bogor
Surabaya – Dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan kebencanaan, BAZNAS Kota Surabaya melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mengirimkan dua personil terbaiknya untuk mengikuti Pelatihan Dasar Pencarian dan Pertolongan Pertama yang digelar di Balai Diklat Basarnas Cariu, Bogor. Kegiatan berlangsung selama delapan hari, mulai 7 hingga 15 September 2025, dan diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan BAZNAS RI.
Dua peserta yang mewakili BTB Surabaya adalah Zulfikar Muhammad Handiyarsyah, Sekretaris BTB Surabaya, dan Maskur Nasrulloh, Koordinator Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BTB Surabaya. Kehadiran keduanya diharapkan mampu membawa standar baru dalam penanganan bencana di Kota Pahlawan dan sekitarnya.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis relawan dalam menghadapi kondisi darurat. Materi yang diberikan mencakup teknik pencarian korban, pemberian pertolongan pertama sebelum mendapatkan layanan medis lanjutan, serta simulasi penyelamatan dalam skenario darurat nyata. Selain itu, peserta juga dilatih untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga kebencanaan di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut BAZNAS Kota Surabaya, peningkatan kapasitas ini penting mengingat relawan BTB adalah garda depan dalam setiap operasi kemanusiaan. Dengan keterampilan tambahan, respon terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur.
Kota Surabaya memiliki tantangan kebencanaan yang beragam, mulai dari banjir musiman, kebakaran di kawasan padat penduduk, hingga potensi darurat non-alam seperti kecelakaan transportasi. Dalam beberapa peristiwa, relawan BTB Surabaya terbukti sigap membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan darurat.
Keterlibatan BTB Surabaya dalam pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi menguatkan ekonomi umat, tetapi juga menyelamatkan nyawa. BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menjadikan BTB sebagai unit yang profesional, responsif, dan siap siaga.
Dengan slogan “Zakat Tumbuh, Surabaya Tangguh”, BAZNAS berharap seluruh operasi kemanusiaan di masa depan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kehadiran relawan yang terlatih adalah aset penting untuk menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Kota Surabaya.
BERITA22/09/2025 | Zul
Ketua BAZNAS Surabaya Sambut Positif Penelitian Akademisi tentang Distribusi Zakat
Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya menerima kunjungan penelitian dari Tenaga Pendidik (Dosen) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan penelitian ini dilakukan oleh M. Maulana Asegaf, M.H.I dan Rianto Anugerah Wicaksono, S.T., M.SEI. dengan judul “Kontribusi Zakat Terhadap Pengurangan Kemiskinan: Pemodelan Sistem Dinamik Distribusi Zakat di Wilayah Rural dan Urban.”
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, ST., MM., menyambut baik kegiatan penelitian tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya akademik dalam menganalisis peran zakat dalam pengentasan kemiskinan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi oleh Kepala Pelaksana, Imam Syafi’i Mustofa, ST., yang memberikan jawaban serta informasi sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh tim peneliti.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi zakat dalam mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah rural dan urban di Indonesia melalui pendekatan simulasi dinamis berbasis perangkat lunak Vensim. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, dipandang memiliki peran strategis dalam redistribusi kekayaan guna menciptakan keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Dengan mempertimbangkan adanya kesenjangan sosial-ekonomi antara daerah rural dan urban, penelitian ini berfokus pada dinamika sistem pengumpulan, distribusi, serta pemanfaatan zakat. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola zakat, survei terhadap penerima manfaat zakat, serta data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan lembaga terkait.
Melalui pemodelan sistem dinamis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang dampak kebijakan distribusi zakat terhadap pengurangan kemiskinan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, hasil penelitian juga diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian ekonomi Islam serta rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di Indonesia.
Menurut dugaan awal, distribusi zakat yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat rural dan urban dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas zakat dalam mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan.
BERITA22/09/2025 | Imam
Rayakan HUT ke-8, Hipakad Surabaya Gandeng BAZNAS Kota Surabaya Gelar Aksi Sosial
Surabaya — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-8 Dewan Pengurus Cabang Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (DPC Hipakad) Kota Surabaya, BAZNAS Kota Surabaya bersama DPC Hipakad Kota Surabaya menggelar kegiatan Bakti Sosial Jumat Berkah berupa berbagi nasi berkah bergizi. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Islah, Jl. Babatan Indah, Babatan, Wiyung, Kota Surabaya pada Jumat (19/9/2025).
Bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus pengamalan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan ini, jamaah Masjid Al Islah dan masyarakat sekitar mendapatkan manfaat berupa makanan bergizi yang dibagikan setelah pelaksanaan salat Jumat.
Ketua DPC Hipakad Kota Surabaya, Agung Wicaksono, SE, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa momentum HUT ke-8 Hipakad tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan berbagi kebahagiaan ini, kami ingin mempererat tali silaturrahim antara Hipakad, BAZNAS Kota Surabaya, dan warga masyarakat. Semoga keberkahan ini menjadi pengingat bahwa nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Relawan BAZNAS Kota Surabaya yang juga hadir dalam kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi bersama organisasi masyarakat sangat penting dalam memperluas kebermanfaatan.
“Alhamdulillah, kerja sama ini berjalan baik dan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terus hidup di tengah masyarakat,” ungkap salah satu relawan.
Dengan adanya kegiatan Bakti Sosial Jumat Berkah ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi antara BAZNAS Kota Surabaya, Hipakad, dan warga setempat.
BERITA22/09/2025 | Imam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →