WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Menjelang Idul Adha: Momentum Menguatkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
Menjelang Idul Adha: Momentum Menguatkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu momen paling bermakna dalam kalender hijriah. Idul Adha tidak hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga menjadi simbol ketaatan, keikhlasan, serta kepedulian sosial terhadap sesama. Hari raya yang sering disebut sebagai “Lebaran Haji” ini mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang menjadi teladan dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Nilai pengorbanan inilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk ibadah kurban, yaitu menyembelih hewan ternak untuk dibagikan kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Momentum Idul Adha memiliki makna sosial yang sangat kuat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, kehadiran daging kurban menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para mustahik. Tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat. Menjelang Idul Adha, berbagai lembaga sosial dan keagamaan mulai menggencarkan program penghimpunan dan penyaluran hewan kurban. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi kurban dapat merata dan tepat sasaran, terutama bagi wilayah-wilayah yang jarang tersentuh bantuan. Selain itu, Idul Adha juga menjadi momen refleksi diri. Ibadah kurban mengajarkan bahwa harta yang dimiliki sejatinya adalah titipan yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan. Semangat berbagi yang ditanamkan melalui kurban diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya saat Idul Adha, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Di era modern saat ini, pelaksanaan kurban pun semakin berkembang dengan hadirnya berbagai kemudahan, seperti layanan kurban online dan program kurban terintegrasi. Hal ini memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi, bahkan dari jarak jauh, sekaligus memastikan prosesnya dilakukan secara profesional dan sesuai syariat. Dengan demikian, menjelang Idul Adha bukan sekadar persiapan ritual tahunan, melainkan sebuah ajakan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Melalui semangat berkurban, umat Islam diajak untuk menumbuhkan empati, mempererat solidaritas, serta berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan bersama. Idul Adha pada akhirnya bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang bagaimana menghadirkan makna pengorbanan dalam kehidupan nyata—berbagi, peduli, dan menguatkan satu sama lain.
ARTIKEL23/04/2026 | Rubai
Dari Kurban untuk Kemanusiaan: Kiprah BAZNAS Surabaya di Idul Adha
Dari Kurban untuk Kemanusiaan: Kiprah BAZNAS Surabaya di Idul Adha
Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum spiritual yang sarat dengan nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Di tengah semangat berkurban, umat Islam diajak untuk tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat solidaritas terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan. Dalam konteks ini, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para pekurban dengan masyarakat yang membutuhkan. Setiap tahun, BAZNAS Surabaya mengelola dan menyalurkan hewan kurban secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Program kurban yang diinisiasi tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan semata, tetapi juga memastikan bahwa distribusi daging kurban menjangkau kelompok masyarakat yang jarang tersentuh, seperti kaum dhuafa, pekerja informal, serta warga di wilayah padat penduduk dengan keterbatasan akses pangan bergizi. Lebih dari itu, BAZNAS Surabaya mengembangkan konsep kurban sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih luas. Melalui pendekatan pemberdayaan, kurban tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ibadah tahunan, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi kesenjangan sosial. Daging kurban yang disalurkan menjadi simbol kepedulian sekaligus bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman mampu menjawab persoalan sosial di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Surabaya juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, hingga mitra lembaga sosial. Kolaborasi ini memperkuat jangkauan distribusi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana dan hewan kurban. Dengan sistem yang terorganisir, proses dari penghimpunan hingga penyaluran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Tak hanya itu, semangat Idul Adha juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya berbagi dan keikhlasan dalam berkurban. Melalui berbagai kampanye sosial dan kegiatan literasi zakat, BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan kurban sebagai gaya hidup kepedulian, bukan sekadar ritual tahunan. Pada akhirnya, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih ego dan menumbuhkan empati. Kiprah BAZNAS Surabaya dalam mengelola kurban menjadi bukti bahwa ketika ibadah dilakukan dengan niat yang tulus dan dikelola secara profesional, maka dampaknya akan meluas hingga ke ranah kemanusiaan. Melalui semangat “Dari Kurban untuk Kemanusiaan,” BAZNAS Surabaya terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan. Karena sejatinya, setiap potong daging kurban yang dibagikan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan hati dan memperkuat ikatan sosial di tengah kehidupan masyarakat.
ARTIKEL23/04/2026 | Mila
Idul Adha Semakin Dekat: Saatnya Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Idul Adha Semakin Dekat: Saatnya Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, suasana kebersamaan dan semangat berbagi mulai terasa di tengah masyarakat. Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarsesama. Di momen inilah nilai pengorbanan dan keikhlasan menjadi inti dari setiap ibadah yang dilakukan. Lebih dari itu, Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan sendiri, melainkan juga ketika mampu berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dalam konteks kehidupan masyarakat perkotaan seperti Surabaya, semangat berbagi ini menjadi semakin relevan. Di balik gemerlap pembangunan dan kemajuan kota, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga yang mampu menjembatani semangat berbagi menjadi sangat penting. Salah satu lembaga yang memiliki peran strategis dalam hal ini adalah BAZNAS Kota Surabaya, yang terus berupaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, sedekah, serta kurban untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program yang dirancang secara profesional dan terarah, BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momen berbagi yang lebih luas dan bermakna. Tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga mencakup distribusi bantuan yang merata kepada masyarakat kurang mampu. Daging kurban yang dihimpun dan disalurkan oleh BAZNAS tidak hanya menjangkau wilayah perkotaan, tetapi juga daerah-daerah yang mungkin selama ini jarang tersentuh bantuan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat Idul Adha dapat menjadi sarana untuk memperkuat keadilan sosial. Selain itu, pengelolaan kurban melalui BAZNAS Surabaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah. Dengan sistem yang transparan dan akuntabel, masyarakat dapat berkurban dengan lebih tenang karena mengetahui bahwa amanah yang diberikan akan disalurkan dengan tepat sasaran. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting dalam membangun partisipasi publik, sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut serta dalam gerakan kebaikan. Tidak hanya dari sisi penyaluran, BAZNAS Surabaya juga aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai makna kurban yang sesungguhnya. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang mengorbankan ego, meningkatkan keikhlasan, serta memperkuat hubungan dengan sesama. Melalui berbagai kampanye dan kegiatan sosial, masyarakat diajak untuk memahami bahwa setiap bentuk kepedulian, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, semangat Idul Adha menjadi harapan baru untuk menghadirkan kebahagiaan yang lebih merata. Ketika masyarakat saling berbagi dan peduli, maka kesenjangan dapat perlahan dikurangi. Inilah yang menjadi tujuan utama dari berbagai program yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya, yaitu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Akhirnya, menjelang Idul Adha ini menjadi waktu yang tepat bagi setiap individu untuk merenung dan bertindak. Kesempatan untuk berbagi tidak datang setiap saat, dan Idul Adha adalah salah satu momen terbaik untuk melakukannya. Dengan berpartisipasi bersama BAZNAS Surabaya, masyarakat tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga turut serta dalam membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan. Semoga semangat berbagi di hari raya ini mampu menghadirkan kebahagiaan bagi semua, serta memperkuat ikatan persaudaraan di tengah keberagaman yang ada.
ARTIKEL23/04/2026 | Fia
Gerakan Kebaikan Bersama: Wujud Solidaritas melalui BAZNAS Surabaya
Gerakan Kebaikan Bersama: Wujud Solidaritas melalui BAZNAS Surabaya
Solidaritas merupakan salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di kota besar seperti Surabaya yang dihuni oleh beragam latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang serba cepat, sikap saling peduli sering kali menjadi hal yang terlupakan. Padahal, solidaritas sosial adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan sejahtera. Dalam konteks ini, kehadiran lembaga yang mampu menggerakkan kepedulian bersama menjadi sangat penting, salah satunya adalah BAZNAS Surabaya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya memiliki peran strategis dalam membangun dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi administratif, lembaga ini juga menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang membutuhkan bantuan. Melalui pengelolaan yang profesional dan transparan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individu, tetapi juga menjadi gerakan kolektif yang mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial. Program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Misalnya, bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu membuka peluang bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik. Di bidang kesehatan, bantuan pengobatan dan layanan kesehatan membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Sementara itu, program pemberdayaan ekonomi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mandiri melalui usaha produktif. Lebih dari sekadar bantuan materi, gerakan yang diinisiasi oleh BAZNAS Surabaya juga menanamkan nilai empati dan kepedulian dalam diri masyarakat. Setiap donasi yang diberikan bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Masyarakat diajak untuk menyadari bahwa kesejahteraan tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kontribusi bersama. Dengan demikian, solidaritas tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Di tengah berbagai tantangan sosial yang ada, seperti kesenjangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup, solidaritas menjadi semakin relevan. BAZNAS Surabaya hadir sebagai solusi dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kebaikan. Kampanye yang dilakukan, baik secara langsung maupun melalui media digital, berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi. Hal ini menunjukkan bahwa ketika dikelola dengan baik, potensi zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam mengatasi berbagai persoalan sosial. Selain itu, peran BAZNAS Surabaya juga terlihat dalam upaya membangun kepercayaan publik. Transparansi dalam pengelolaan dana serta pelaporan yang akuntabel membuat masyarakat merasa yakin bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada yang berhak. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan solidaritas. Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat, maka semakin besar pula partisipasi yang dapat dihimpun. Pada akhirnya, “Gerakan Kebaikan Bersama” bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan ajakan nyata untuk seluruh masyarakat Surabaya agar terlibat dalam menciptakan perubahan positif. Melalui peran aktif BAZNAS Surabaya, solidaritas sosial dapat terus tumbuh dan berkembang, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi. Ketika kepedulian menjadi bagian dari budaya, maka masyarakat yang harmonis dan sejahtera bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan bersama.
ARTIKEL23/04/2026 | Fia
Satu Kota, Banyak Perbedaan: BAZNAS Surabaya dan Misi Memperkuat Toleransi
Satu Kota, Banyak Perbedaan: BAZNAS Surabaya dan Misi Memperkuat Toleransi
Kota Surabaya dikenal sebagai kota yang penuh dengan keberagaman. Berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama. Perbedaan ini bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mampu menciptakan harmoni jika dikelola dengan baik. Dalam konteks inilah, nilai toleransi menjadi sangat penting untuk terus dijaga dan diperkuat. Toleransi tidak hanya dimaknai sebagai sikap saling menghormati, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. Salah satu lembaga yang turut berperan dalam memperkuat nilai tersebut adalah BAZNAS Surabaya. Melalui berbagai program zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya tidak hanya berfokus pada aspek ibadah semata, tetapi juga menjadikan zakat sebagai sarana untuk membangun solidaritas sosial. Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman yang ada. Program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Surabaya mencerminkan semangat inklusivitas dan kepedulian. Mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, semuanya dirancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang. Hal ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang sangat luas, yaitu sebagai alat untuk mempererat hubungan antar manusia. Ketika seseorang menerima bantuan, yang dirasakan bukan hanya manfaat materi, tetapi juga kehangatan dan perhatian dari sesama. Dalam kehidupan sehari-hari, toleransi sering kali diuji oleh perbedaan pandangan, keyakinan, maupun kondisi sosial. Namun melalui gerakan zakat yang dikelola secara profesional dan transparan, BAZNAS Surabaya mampu menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat. Zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga menjadi simbol kepedulian universal yang dapat dirasakan oleh siapa saja. Di sinilah nilai toleransi menemukan bentuk nyatanya, yaitu dalam sikap saling membantu dan menguatkan. Lebih jauh lagi, peran BAZNAS Surabaya dalam memperkuat toleransi juga terlihat dari upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi. Kampanye dan edukasi yang dilakukan mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kondisi sekitar. Dengan semakin banyaknya individu yang terlibat dalam gerakan kebaikan, maka semangat toleransi akan semakin tumbuh dan mengakar dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai kota yang terus berkembang, Surabaya membutuhkan fondasi sosial yang kuat agar keberagaman tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Kehadiran BAZNAS Surabaya menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan tersebut. Melalui zakat, masyarakat diajak untuk saling peduli, saling menghargai, dan saling membantu. Inilah esensi dari toleransi yang sesungguhnya, yaitu mampu hidup berdampingan dengan damai dalam perbedaan. Pada akhirnya, “Satu Kota, Banyak Perbedaan” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang harus dirawat bersama. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BAZNAS Surabaya, nilai toleransi dapat terus diperkuat melalui aksi nyata. Ketika kepedulian menjadi budaya, maka perbedaan tidak lagi menjadi penghalang, melainkan jembatan untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera.
ARTIKEL23/04/2026 | Fia
Idul Adha di Depan Mata: Menguatkan Kepedulian Sosial Melalui BAZNAS Surabaya
Idul Adha di Depan Mata: Menguatkan Kepedulian Sosial Melalui BAZNAS Surabaya
Idul Adha menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk merefleksikan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Menjelang hari raya ini, suasana religius mulai terasa di tengah masyarakat. Tidak hanya sebatas persiapan ibadah kurban, tetapi juga munculnya semangat berbagi yang semakin kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan secara pribadi, melainkan juga saat mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam konteks ini, kehadiran BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menjembatani kepedulian masyarakat kepada mereka yang membutuhkan. Melalui berbagai program kurban yang terorganisir, BAZNAS Surabaya berupaya memastikan bahwa distribusi hewan kurban dapat dilakukan secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini menjadi penting agar esensi dari ibadah kurban benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Menjelang Idul Adha, aktivitas di BAZNAS Surabaya semakin meningkat. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya berkurban, pengumpulan dana, hingga proses pengadaan hewan kurban yang berkualitas. Semua tahapan ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Tidak hanya itu, BAZNAS juga berupaya mengoptimalkan manfaat kurban agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk masyarakat di wilayah yang jarang tersentuh bantuan. Pengalaman terlibat langsung dalam lingkungan BAZNAS Surabaya memberikan gambaran nyata tentang bagaimana nilai kepedulian sosial diwujudkan dalam tindakan konkret. Setiap proses yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Program kurban yang dijalankan tidak sekadar membagikan daging, melainkan juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Lebih dari itu, Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang waktu, tenaga, dan komitmen untuk membantu sesama. Melalui peran BAZNAS Surabaya, semangat ini terus digaungkan kepada masyarakat agar semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan kebaikan. Dengan Idul Adha yang semakin dekat, sudah saatnya kita memperkuat kepedulian sosial dan menjadikan momen ini sebagai sarana untuk berbagi kebahagiaan. Bersama BAZNAS Surabaya, ibadah kurban tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan.
ARTIKEL23/04/2026 | Wahyu
Dari Kartini untuk Negeri: Solidaritas Perempuan dalam Program Pemberdayaan BAZNAS Surabaya
Dari Kartini untuk Negeri: Solidaritas Perempuan dalam Program Pemberdayaan BAZNAS Surabaya
Surabaya News — Momentum Hari Kartini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan perempuan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya peran perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Di tengah semangat emansipasi yang terus digaungkan, BAZNAS Surabaya hadir dengan berbagai program pemberdayaan yang mendorong perempuan untuk lebih mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat Kartini yang identik dengan perjuangan kesetaraan dan pendidikan kini diwujudkan dalam aksi nyata melalui program pemberdayaan perempuan. Dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Surabaya, BAZNAS Surabaya menyalurkan bantuan serta dukungan kepada perempuan dari kalangan prasejahtera agar mampu meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas sosial yang tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan seringkali memegang peran ganda, baik sebagai pengelola rumah tangga maupun sebagai penopang ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi langkah strategis dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Melalui program yang dijalankan, BAZNAS Surabaya memberikan bantuan berupa modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan bagi perempuan pelaku usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha yang diberikan diharapkan mampu menjadi stimulus bagi perempuan untuk mengembangkan usaha yang dimiliki. Dengan adanya dukungan ini, para penerima manfaat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga mendapatkan kepercayaan diri untuk terus berkembang. Program ini sejalan dengan tujuan zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang dapat mengangkat taraf hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga dan pelaku usaha mikro. Selain bantuan ekonomi, aspek sosial juga menjadi perhatian utama dalam program pemberdayaan ini. Solidaritas perempuan dibangun melalui kebersamaan dalam kegiatan, saling berbagi pengalaman, serta dukungan moral antar sesama. Hal ini menciptakan lingkungan yang positif dan saling menguatkan, sehingga perempuan tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Melalui momentum Hari Kartini, BAZNAS Surabaya juga ingin menegaskan bahwa perjuangan perempuan masa kini tidak hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang kontribusi nyata dalam pembangunan. Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Dengan pemberdayaan yang tepat, perempuan dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan kesejahteraan sosial. Dalam pelaksanaannya, setiap program yang dijalankan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Hal ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Surabaya dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah dikelola secara profesional. Tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, upaya edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas, termasuk dalam pemberdayaan perempuan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Surabaya, maka semakin besar pula potensi pemberdayaan yang dapat dilakukan. Di era digital saat ini, kemudahan akses dalam menunaikan zakat juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan program. Berbagai kanal pembayaran disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam berkontribusi. Dengan kemudahan ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemberdayaan perempuan semakin meningkat. Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Hari Kartini ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Semangat solidaritas yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan perubahan yang positif. Dari kepedulian yang sederhana, lahir kekuatan besar yang mampu mendorong perempuan untuk bangkit dan mandiri. Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung peran perempuan dalam pembangunan. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari upaya besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Dari Kartini untuk negeri, semangat solidaritas perempuan terus hidup dan berkembang. Dengan dukungan berbagai pihak, perempuan Indonesia diharapkan mampu terus melangkah maju, menghadapi tantangan zaman, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Semoga langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Surabaya, Program Bedah Rumah Surabaya, Survei Kelayakan Mustahik, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Bedah Rumah BAZNAS.
ARTIKEL22/04/2026 | Ainun
Mengetuk Pintu Langit: Memaknai Hakikat Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha
Mengetuk Pintu Langit: Memaknai Hakikat Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha
Gema takbir yang berkumandang di cakrawala bukan sekadar penanda pergantian hari, melainkan sebuah undangan spiritual bagi setiap jiwa untuk mengetuk pintu langit. Idul Adha dengan segala ritualnya mengajak kita untuk menyelami kembali hakikat pengorbanan yang sesungguhnya, sebuah nilai yang sering kali tergerus oleh hiruk-pikuk keduniawian. Melalui kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, kita diingatkan bahwa pengorbanan bukan tentang kehilangan, melainkan tentang ketaatan tanpa syarat. Ini adalah momen untuk menyembelih egoisme, keserakahan, dan keangkuhan yang selama ini mungkin menghalangi pandangan kita terhadap penderitaan sesama. Hakikat pengorbanan ini kemudian termanifestasi secara nyata melalui ibadah qurban yang menjadi jembatan kepedulian sosial. Di tengah masyarakat yang dinamis, setiap hewan yang dikurbankan menjadi simbol penyambung tali persaudaraan. Ketika daging qurban didistribusikan, di sanalah terjadi dialog kemanusiaan yang tulus tanpa memandang latar belakang. Bagi mereka yang jarang menyentuh hidangan istimewa, kehadiran bantuan ini adalah jawaban atas doa-doa yang mereka langitkan selama ini. Melalui perantara tangan-tangan yang peduli, pintu langit terbuka dan menurunkan keberkahan bagi seluruh kota. Pada akhirnya, apa yang sampai kepada Sang Pencipta bukanlah tetesan darah atau tumpukan daging, melainkan ketakwaan dan keikhlasan yang terpatri dalam sanubari. Mengetuk pintu langit berarti menyadari bahwa setiap harta yang kita miliki mengandung hak orang lain yang harus ditunaikan. Dengan semangat kepedulian yang dikelola secara amanah, Idul Adha tahun ini dapat menjadi momentum transformasi sosial. Kita tidak hanya merayakan hari raya dengan suka cita, tetapi juga dengan kesadaran penuh bahwa dalam setiap helai bulu hewan qurban terdapat kebaikan yang mampu mendamaikan jiwa dan menguatkan fondasi solidaritas antarmanusia.
ARTIKEL22/04/2026 | Caca
Dari Toleransi Menuju Kolaborasi: Membangun Aksi Nyata untuk Kesejahteraan Bersama
Dari Toleransi Menuju Kolaborasi: Membangun Aksi Nyata untuk Kesejahteraan Bersama
Indonesia adalah laboratorium keberagaman yang tak henti-hentinya memberikan pelajaran tentang cara hidup berdampingan. Selama ini, kita sering kali terpaku pada istilah toleransi sebagai standar tertinggi dalam hubungan antarumat beragama. Namun, jika hanya berhenti pada toleransi, kita sekadar hidup berdampingan tanpa saling menyentuh kepentingan satu sama lain. Toleransi sering kali bersifat pasif, yakni sebuah sikap membiarkan orang lain berbeda tanpa adanya keterlibatan emosional maupun aksi. Padahal, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kita untuk melangkah lebih jauh, beralih dari sekadar menghargai perbedaan menuju sebuah kolaborasi yang produktif dan nyata demi kesejahteraan bersama. Membangun aksi nyata dalam bingkai kolaborasi berarti menjadikan perbedaan keyakinan sebagai mesin penggerak kebaikan, bukan sebagai penghalang. Kolaborasi ini dapat mewujud dalam berbagai bentuk, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas hingga penanganan masalah lingkungan yang berdampak pada semua orang tanpa memandang agama. Ketika sebuah kelompok masyarakat bekerja sama membersihkan sungai atau membangun sistem ketahanan pangan, air yang bersih dan perut yang kenyang tidak pernah menanyakan apa agama orang yang mengupayakannya. Di sinilah nilai kemanusiaan universal bertemu dengan semangat gotong royong yang menjadi akar budaya kita, menciptakan sebuah sinergi yang mampu menyelesaikan masalah sosial secara lebih efektif dan efisien. Transformasi dari toleransi ke kolaborasi ini juga menjadi fondasi yang kokoh bagi stabilitas nasional. Melalui kerja sama yang intens, prasangka-prasangka negatif yang sering muncul akibat kurangnya interaksi akan luntur dengan sendirinya. Masyarakat yang terbiasa berkolaborasi akan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap provokasi dan konflik, karena mereka telah merasakan manfaat nyata dari persatuan. Pada akhirnya, kesejahteraan bersama bukanlah sebuah impian yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari tangan-tangan yang saling menggenggam dan bekerja keras melampaui ego kelompok. Dengan semangat kolaborasi, kita tidak hanya merayakan keberagaman sebagai identitas, tetapi menjadikannya kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.
ARTIKEL22/04/2026 | Caca
Menyambut Idul Adha dengan Hati yang Peduli Bersama BAZNAS Surabaya
Menyambut Idul Adha dengan Hati yang Peduli Bersama BAZNAS Surabaya
Menjelang Hari Raya Idul Adha, suasana kebersamaan dan kepedulian mulai terasa di tengah masyarakat. Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah kurban semata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial dan empati terhadap sesama. Dalam konteks ini, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzakki dengan masyarakat yang membutuhkan. Idul Adha mengajarkan makna pengorbanan yang mendalam, sebagaimana dicontohkan dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai tersebut tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tercermin dalam keikhlasan berbagi dan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitar. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti Surabaya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, baik dalam bentuk bantuan pangan, kesehatan, maupun kesejahteraan ekonomi. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Surabaya berperan aktif dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran. Menjelang Idul Adha, program distribusi hewan kurban menjadi salah satu fokus utama. Hewan kurban yang dihimpun dari masyarakat kemudian disalurkan ke berbagai wilayah, khususnya daerah yang minim akses terhadap daging kurban. Dengan demikian, kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya itu, BAZNAS Surabaya juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperluas kepedulian sosial. Partisipasi masyarakat, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial, menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang lebih besar. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Lebih dari sekadar ritual tahunan, Idul Adha merupakan panggilan untuk memperkuat nilai kemanusiaan. Di sinilah peran lembaga seperti BAZNAS Surabaya menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai pengelola dana umat, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial. Dengan pendekatan yang profesional dan transparan, kepercayaan masyarakat terus terjaga dan bahkan meningkat dari waktu ke waktu. Akhirnya, menyambut Idul Adha dengan hati yang peduli berarti membuka diri untuk berbagi, membantu, dan meringankan beban sesama. Bersama BAZNAS Surabaya, setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi lebih terarah dan berdampak luas. Semoga Idul Adha tahun ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat rasa kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan bagi semua.
ARTIKEL22/04/2026 | Mila
Merajut Solidaritas Antar Umat melalui Gerakan Zakat di BAZNAS  Surabaya
Merajut Solidaritas Antar Umat melalui Gerakan Zakat di BAZNAS Surabaya
Solidaritas sosial merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, solidaritas antar umat menjadi nilai yang tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menciptakan harmoni dan kesejahteraan bersama. Salah satu instrumen yang berperan penting dalam membangun solidaritas tersebut adalah zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya hadir sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas sosial di tengah masyarakat. Gerakan zakat yang diinisiasi oleh BAZNAS Surabaya menjadi jembatan yang menghubungkan antara muzakki sebagai pemberi dan mustahik sebagai penerima manfaat. Dalam proses ini, nilai-nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terus ditanamkan. Zakat tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban religius, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan menciptakan keadilan sosial. Berbagai program yang dilaksanakan oleh BAZNAS Surabaya mencerminkan upaya nyata dalam merajut solidaritas antar umat. Program bantuan pendidikan membantu meningkatkan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di bidang kesehatan, bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan medis. Sementara itu, program pemberdayaan ekonomi dirancang untuk meningkatkan kemandirian mustahik melalui pelatihan dan bantuan usaha produktif. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga ??????? melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat sebagai bagian dari kehidupan sosial. Melalui pendekatan yang komunikatif dan adaptif, kesadaran masyarakat untuk berzakat terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh dan berkembang apabila didukung oleh sistem pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif masyarakat. Dalam perspektif sosiologi, gerakan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Surabaya dapat dipahami sebagai bentuk solidaritas organik, di mana setiap individu memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan sosial. Muzakki berkontribusi melalui hartanya, sementara mustahik memperoleh manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Interaksi ini menciptakan hubungan timbal balik yang memperkuat kohesi sosial. Pada akhirnya, merajut solidaritas antar umat bukanlah tugas yang dapat diselesaikan secara instan, melainkan proses yang membutuhkan komitmen bersama. Dalam hal ini, BAZNAS Surabaya telah menunjukkan perannya sebagai katalisator perubahan sosial, yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat.
ARTIKEL21/04/2026 | Mila
Idul Adha Semakin Dekat: Ini yang Perlu Kamu Ketahui
Idul Adha Semakin Dekat: Ini yang Perlu Kamu Ketahui
Idul Adha merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Hari raya ini tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sarat akan makna spiritual dan sosial yang mendalam. Menjelang Idul Adha, ada banyak hal penting yang perlu dipahami agar kita dapat menyambutnya dengan lebih siap, baik secara lahir maupun batin. Secara makna, Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, menjadi teladan utama dalam menjalankan perintah Allah tanpa ragu. Dari peristiwa ini, kita diajak untuk merenungkan kembali sejauh mana kita mampu mengorbankan hal-hal yang kita cintai demi kebaikan dan ketaatan. Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga simbol dari pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya. Menjelang Idul Adha, persiapan menjadi hal yang penting. Persiapan ini tidak hanya berkaitan dengan hal teknis seperti membeli hewan kurban, tetapi juga persiapan mental dan spiritual. Bagi yang mampu, berkurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Oleh karena itu, penting untuk mulai merencanakan sejak dini, mulai dari memilih hewan yang sehat hingga memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat. Selain itu, kita juga perlu mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah, seperti berpuasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah, memperbanyak dzikir, dan meningkatkan kualitas ibadah lainnya. Tidak kalah penting, Idul Adha juga mengajarkan nilai kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan, menjadi bentuk nyata dari semangat berbagi. Bagi sebagian orang, momen ini mungkin menjadi satu-satunya kesempatan untuk menikmati daging dalam setahun. Oleh karena itu, Idul Adha menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga dari memberi. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua orang diwajibkan untuk berkurban. Ibadah ini bersifat sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu secara finansial. Artinya, bagi yang belum memiliki kemampuan, tidak perlu memaksakan diri. Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak memberatkan umatnya. Bagi yang belum mampu, masih banyak cara lain untuk tetap meraih keberkahan Idul Adha, seperti bersedekah atau membantu sesama sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, Idul Adha juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar sesama. Tradisi berkumpul bersama keluarga, saling berbagi makanan, dan mempererat silaturahmi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan ini. Di tengah kesibukan sehari-hari, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali menjalin hubungan yang lebih hangat dengan orang-orang terdekat. Dengan memahami makna dan mempersiapkan diri dengan baik, Idul Adha dapat menjadi momen yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Lebih dari sekadar perayaan, Idul Adha adalah kesempatan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, mari kita sambut Idul Adha dengan hati yang tulus, penuh rasa syukur, dan semangat untuk berbagi kepada sesama.
ARTIKEL21/04/2026 | Ana
Tips Memilih Hewan Kurban dan Menyalurkannya Secara Tepat Melalui BAZNAS Surabaya
Tips Memilih Hewan Kurban dan Menyalurkannya Secara Tepat Melalui BAZNAS Surabaya
SURABAYA – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H yang jatuh pada tahun 2026, antusiasme warga Kota Pahlawan untuk menunaikan ibadah kurban mulai meningkat. Namun, agar ibadah tersebut sah secara syariat dan berdampak luas bagi masyarakat, diperlukan ketelitian dalam memilih hewan kurban serta ketepatan dalam penyalurannya. BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan bagi para mudhohi (orang yang berkurban) untuk memastikan amanah kurban tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan di seluruh pelosok kota. Tips Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat Sebelum melakukan transaksi, pastikan hewan kurban yang Anda pilih memenuhi kriteria berikut: Kesehatan Hewan yang Terjamin Pastikan hewan tidak cacat, tidak buta, tidak pincang, dan tidak kurus kering. Hewan yang sehat biasanya memiliki mata yang jernih, bulu bersih, dan nafsu makan yang baik. Cukup Umur Untuk kambing atau domba, minimal telah memasuki usia satu tahun (ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap). Sedangkan untuk sapi, minimal telah berusia dua tahun. Memiliki Sertifikat Kesehatan Di Surabaya, pastikan hewan kurban memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait untuk menjamin bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun virus lainnya. Menyalurkan Kurban Secara Tepat Lewat BAZNAS Surabaya Mengapa menyalurkan kurban melalui BAZNAS Kota Surabaya menjadi pilihan yang tepat di tahun 1447 H ini? Berikut adalah beberapa keunggulannya: 1. Pemerataan Distribusi: BAZNAS memiliki data pemetaan warga kurang mampu di berbagai kecamatan di Surabaya, sehingga daging kurban tidak menumpuk di satu wilayah saja, melainkan menjangkau kawasan padat penduduk dan kantong-kantong kemiskinan. 2. Kemudahan Layanan (Kurban Online): Warga Surabaya kini tidak perlu repot mencari lapak hewan kurban. Melalui kanal digital BAZNAS Surabaya, pekurban bisa memilih jenis hewan dan melakukan pembayaran secara praktis dari rumah. 3. Pelaporan Transparan: Setiap pekurban akan mendapatkan sertifikat kurban serta laporan dokumentasi mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian sebagai bentuk pertanggungjawaban. 4. Kebersihan dan Higienitas: Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang menjamin kebersihan daging sebelum dibagikan kepada mustahik. Cara Berdonasi Kurban di BAZNAS Surabaya Bagi warga yang ingin berkurban tahun ini, BAZNAS Surabaya membuka layanan melalui kantor operasional maupun platform daring. Dengan semangat gotong royong, kurban Anda tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam membantu ketahanan pangan bagi sesama warga Surabaya. Mari persiapkan Idul Adha 1447 H dengan penuh keberkahan. Pastikan hewan kurban Anda terbaik, dan percayakan penyalurannya melalui lembaga yang amanah dan profesional. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Tips Memilih Hewan Kurban, Kurban Bersama BAZNAS Surabaya, Cara kurban online BAZNAS Surabaya, Idul Adha 2026.
ARTIKEL21/04/2026 | Sahroh
Menyambut Idul Adha dengan Persiapan Terbaik
Menyambut Idul Adha dengan Persiapan Terbaik
A. Pengertian Idul Adha Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang identik dengan ibadah kurban, sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Momen ini juga menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. B. Landasan Ibadah Kurban Ibadah kurban memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam, di antaranya perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an untuk berkurban sebagai bentuk ibadah. Selain itu, kurban juga merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan. C. Teladan Kisah Nabi Idul Adha tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Dengan penuh keikhlasan dan ketaatan, keduanya siap menjalankan perintah tersebut. Namun, Allah menggantikan Ismail dengan seekor hewan sembelihan. Dari kisah ini, kita belajar tentang ketulusan, ketaatan tanpa ragu, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Persiapan Menjelang Idul Adha 1. Persiapan Niat & Hati Meluruskan niat dan menanamkan keikhlasan dalam beribadah. 2. Persiapan Kurban Menabung atau merencanakan pembelian hewan kurban sejak dini. 3. Memahami Syariat Kurban Memastikan hewan sehat, cukup umur, dan tidak cacat. 4. Meningkatkan Ibadah Memperbanyak dzikir, doa, dan amalan di 10 hari pertama Dzulhijjah. 5. Menumbuhkan Kepedulian Sosial Berbagi kepada sesama melalui daging kurban dan sedekah. Penutup Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana kita meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail. Dengan persiapan yang baik, semoga kita bisa meraih makna sejati dari Idul Adha yaitu menjadi pribadi yang lebih taat, ikhlas, dan peduli.
ARTIKEL20/04/2026 | Alfa
Harmoni dalam Keberagaman: BAZNAS Surabaya dalam Upaya Membangun Solidaritas Antar Umat
Harmoni dalam Keberagaman: BAZNAS Surabaya dalam Upaya Membangun Solidaritas Antar Umat
Surabaya news — Keberagaman merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai. Di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya, semangat persatuan menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan sosial. Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia mencerminkan wajah pluralitas tersebut. Dalam konteks ini, peran lembaga sosial seperti BAZNAS Surabaya menjadi sangat strategis dalam membangun harmoni dan solidaritas antar umat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan penyaluran dana umat, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan universal. Melalui berbagai program pendayagunaan, BAZNAS Surabaya berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan. Hal ini menjadi wujud nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program bantuan sosial lintas komunitas. Dalam situasi bencana atau kondisi darurat, BAZNAS Surabaya hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak secara inklusif. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial. Langkah ini menunjukkan bahwa nilai solidaritas dapat melampaui sekat-sekat perbedaan, dan menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar umat. Dalam konteks pendidikan, BAZNAS Surabaya turut berkontribusi melalui program beasiswa dan pembinaan generasi muda. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai toleransi dan kepedulian sosial sejak dini. Generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi keberagaman sebagai kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah. Peran BAZNAS Surabaya dalam membangun solidaritas juga tercermin dalam pendekatan komunikasi yang inklusif. Melalui berbagai kanal digital dan kegiatan offline, pesan-pesan kebaikan disampaikan dengan narasi yang menyejukkan dan merangkul semua pihak. Kampanye sosial yang diusung tidak hanya berfokus pada kewajiban berzakat, tetapi juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama. Lebih jauh, BAZNAS Surabaya terus berinovasi dalam mengembangkan program yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Di era digital, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Dengan sistem pengelolaan yang profesional dan terbuka, masyarakat semakin yakin bahwa dana yang mereka titipkan dikelola secara amanah dan tepat sasaran. Harmoni dalam keberagaman bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan hasil dari upaya kolektif yang berkelanjutan. Dalam hal ini, BAZNAS Surabaya telah menunjukkan komitmennya sebagai lembaga yang tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga kemanusiaan. Solidaritas antar umat yang dibangun melalui program-program nyata menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga harmoni dalam keberagaman. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya untuk bersatu dalam perbedaan dan saling menguatkan demi masa depan yang lebih baik. Keyword SEO: Solidaritas Antar Umat, BAZNAS Surabaya, Harmoni Dalam Keberagaman, Zakat Surabaya, Program Sosial BAZNAS, Pemberdayaan Masyarakat Surabaya.
ARTIKEL17/04/2026 | Sahroh
Solidaritas: Kekuatan Kecil yang Berdampak Besar
Solidaritas: Kekuatan Kecil yang Berdampak Besar
Solidaritas bukan sekadar kata, Tapi ia adalah kekuatan yang mampu mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individualistis, solidaritas hadir sebagai pengingat bahwa kita tidak hidup sendiri. Ada orang lain yang membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan empati dari kita. Wujud solidaritas sebenarnya sederhana. Membantu tetangga yang kesulitan, berbagi rezeki, atau sekadar memberi dukungan moral semua itu sudah menjadi bagian dari kepedulian sosial. Meski terlihat kecil, dampaknya bisa sangat besar, terutama bagi mereka yang sedang membutuhkan. Indonesia sendiri dikenal dengan budaya gotong royong, sebuah bentuk solidaritas yang sudah mengakar sejak lama. Namun, nilai ini perlu terus dijaga dan dihidupkan kembali, terutama di era modern saat ini. Pada akhirnya, solidaritas bukan tentang seberapa besar yang kita beri, tetapi seberapa tulus kita peduli. Karena dari kepedulian itulah, tercipta masyarakat yang lebih kuat, harmonis, dan penuh rasa kemanusiaan.
ARTIKEL17/04/2026 | Alfa
Membangun Solidaritas Antar Umat: Kunci Harmoni di Tengah Perbedaan
Membangun Solidaritas Antar Umat: Kunci Harmoni di Tengah Perbedaan
Dalam masyarakat yang beragam, solidaritas antar umat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan. Perbedaan agama, budaya, dan latar belakang bukanlah hambatan, melainkan realitas yang harus dikelola dengan sikap saling menghargai dan kepedulian bersama. Solidaritas antar umat tidak hanya berarti hidup berdampingan secara damai, tetapi juga mencerminkan kesadaran kolektif untuk saling membantu dan mendukung. Dalam konteks ini, solidaritas bersifat aktif—bukan sekadar menerima perbedaan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dan saling menguatkan. Di tengah dinamika kehidupan modern, membangun solidaritas menjadi semakin penting. Interaksi sosial yang semakin luas sering kali diiringi dengan potensi konflik akibat perbedaan persepsi. Oleh karena itu, diperlukan prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam memperkuat solidaritas antar umat, antara lain Prinsip Membangun Solidaritas Antar Umat 1. Menumbuhkan empati sosial Empati menjadi fondasi utama solidaritas. Kemampuan memahami kondisi orang lain akan mendorong lahirnya kepedulian tanpa memandang latar belakang. 2. Mengedepankan sikap saling menghargai Perbedaan keyakinan dan pandangan harus disikapi dengan penghormatan, bukan penolakan atau penghakiman. 3. Membangun komunikasi dan dialog Dialog terbuka dapat mengurangi kesalahpahaman serta memperkuat hubungan antar kelompok yang berbeda. 4. Menghindari sikap eksklusif dan ego kelompok Solidaritas tidak akan tumbuh jika setiap kelompok hanya mementingkan dirinya sendiri. 5. Berkolaborasi dalam kegiatan sosial Aksi nyata seperti bantuan kemanusiaan, bakti sosial, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bentuk konkret solidaritas. 6. Memanfaatkan media secara bijak Di era digital, penting untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah. Dalam konteks Indonesia, nilai solidaritas sebenarnya telah lama tertanam melalui budaya gotong royong. Namun, tantangan di era digital seperti polarisasi opini dan meningkatnya individualisme dapat melemahkan ikatan sosial tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih sistematis dalam memperkuat kembali nilai kebersamaan. Peran pendidikan, tokoh agama, serta institusi sosial sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif. Nilai-nilai kemanusiaan harus terus ditanamkan agar masyarakat tidak terjebak pada perbedaan yang bersifat permukaan. Pada akhirnya, solidaritas antar umat adalah kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi harmoni. Ketika masyarakat saling peduli dan bekerja sama, maka perbedaan tidak lagi menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat kehidupan bersama. Dengan demikian, membangun solidaritas bukan hanya tanggung jawab kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena di tengah dunia yang semakin kompleks, hanya dengan solidaritaslah persatuan dapat terus dijaga dan diperkuat.
ARTIKEL17/04/2026 | Rubai
3 Tips Memilih Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariah Islam
3 Tips Memilih Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariah Islam
Hari Raya Idul Adha merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah kurban. Agar ibadah ini diterima dan bernilai maksimal, penting bagi setiap muslim untuk memastikan bahwa hewan yang dikurbankan telah memenuhi syarat sesuai syariat Islam. Berikut tiga tips yang dapat menjadi panduan dalam memilih hewan kurban yang sah: 1. Pastikan Hewan Sudah Cukup Umur Dalam syariat Islam, hewan kurban harus mencapai usia minimal tertentu. Untuk kambing atau domba, minimal berusia satu tahun (atau sudah berganti gigi), sedangkan sapi dan kerbau minimal dua tahun, dan unta minimal lima tahun. Usia ini menunjukkan bahwa hewan tersebut telah cukup matang secara fisik, sehingga layak dijadikan hewan kurban. 2. Pilih Hewan yang Sehat dan Tidak Cacat Kesehatan hewan menjadi syarat utama dalam ibadah kurban. Hewan yang sah untuk dikurbankan adalah yang bebas dari cacat, seperti tidak buta, tidak pincang, tidak sakit parah, serta tidak kurus kering. Nabi Muhammad SAW melarang penggunaan hewan yang memiliki cacat jelas karena dapat mengurangi nilai kesempurnaan ibadah kurban. 3. Pastikan Kepemilikan Hewan Halal dan Jelas Hewan kurban harus berasal dari harta yang halal dan dimiliki secara sah. Artinya, hewan tersebut bukan hasil curian, sengketa, atau diperoleh dengan cara yang tidak sesuai syariat. Selain itu, hewan juga harus benar-benar milik orang yang berkurban atau telah diizinkan secara jelas jika berkurban atas nama orang lain. Penutup Memilih hewan kurban bukan hanya soal fisik, tetapi juga bagian dari kesungguhan niat dalam beribadah. Dengan memastikan hewan memenuhi syarat syariah, kita dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan penuh keikhlasan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
ARTIKEL15/04/2026 | Humas Baznas Surabaya
Membangun Solidaritas Antar Umat melalui Peran BAZNAS Surabaya
Membangun Solidaritas Antar Umat melalui Peran BAZNAS Surabaya
Solidaritas antar umat merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, nilai solidaritas menjadi kekuatan yang mampu merajut perbedaan menjadi persatuan. Solidaritas tidak hanya dimaknai sebagai rasa simpati, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata berupa kepedulian, tolong-menolong, dan keberpihakan terhadap sesama yang membutuhkan. Dalam konteks ini, BAZNAS Surabaya hadir sebagai lembaga strategis yang berperan aktif dalam membangun dan memperkuat solidaritas antar umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan. Sebagai lembaga resmi yang memiliki legitimasi negara, BAZNAS Surabaya tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dan penyalur zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial. Melalui berbagai program yang terstruktur, BAZNAS mampu menjembatani kesenjangan antara kelompok masyarakat yang mampu dengan mereka yang kurang beruntung. Hal ini menciptakan ekosistem sosial yang saling mendukung dan memperkuat rasa persaudaraan. Zakat sebagai instrumen utama memiliki peran besar dalam membangun solidaritas. Dalam perspektif Islam, zakat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi juga mekanisme distribusi kekayaan yang adil. Ketika zakat dikelola secara optimal oleh BAZNAS Surabaya, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat (mustahik), tetapi juga oleh masyarakat luas. Hubungan sosial menjadi lebih erat, rasa empati meningkat, dan potensi konflik sosial dapat diminimalisir. BAZNAS Surabaya juga menghadirkan berbagai program unggulan yang bersifat tidak hanya karitatif, tetapi juga produktif. Program bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan usaha, hingga bantuan sosial seperti pembagian sembako dan santunan dhuafa, menjadi bukti nyata bagaimana solidaritas diwujudkan dalam aksi. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, sehingga mustahik tidak terus bergantung, melainkan mampu mandiri dan bahkan menjadi muzakki di masa depan. Selain itu, di era digital, BAZNAS Surabaya turut mengembangkan inovasi layanan zakat berbasis teknologi. Kemudahan dalam menunaikan zakat secara online membuka peluang partisipasi yang lebih luas, khususnya bagi generasi muda. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai solidaritas sejak dini, sekaligus menjawab tantangan zaman yang serba cepat dan praktis. Tidak kalah penting, BAZNAS Surabaya juga berperan sebagai edukator yang aktif mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya zakat dan kepedulian sosial. Melalui kampanye, kajian, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kesadaran kolektif tentang pentingnya berbagi terus ditingkatkan. Dengan demikian, solidaritas tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat. Pada akhirnya, membangun solidaritas antar umat merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara individu, lembaga, dan masyarakat secara luas. Peran BAZNAS Surabaya dalam mengelola zakat secara profesional dan transparan telah menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keislaman dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial. Dengan terus memperkuat peran ini, diharapkan solidaritas antar umat semakin kokoh, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan penuh keberkahan.
ARTIKEL15/04/2026 | Wahyu
Ketika Solidaritas Menjadi Gerakan: Transformasi Sosial oleh BAZNAS Surabaya
Ketika Solidaritas Menjadi Gerakan: Transformasi Sosial oleh BAZNAS Surabaya
Surabaya – Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin kompleks, nilai solidaritas sosial sering kali diuji oleh berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan ekonomi hingga keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Namun, di Kota Pahlawan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus dihidupkan melalui berbagai inisiatif kemanusiaan yang digerakkan oleh BAZNAS Surabaya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dana umat, tetapi juga sebagai motor penggerak solidaritas sosial yang nyata. Melalui berbagai program unggulan, lembaga ini berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat yang kurang mampu dengan partisipasi aktif para muzakki. Salah satu bentuk nyata dari gerakan solidaritas tersebut adalah penyaluran bantuan sosial yang menyasar kelompok rentan, seperti kaum dhuafa, lansia, serta penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif, seperti pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan, hingga alat bantu bagi masyarakat yang membutuhkan. Program-program ini dirancang untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Tidak berhenti di situ, BAZNAS Surabaya juga aktif dalam merespons kondisi darurat dan bencana sosial. Dalam situasi tertentu, lembaga ini hadir sebagai garda terdepan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan secara cepat dan tepat sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas yang dibangun bukan sekadar konsep, melainkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Transformasi sosial yang diupayakan oleh BAZNAS Surabaya juga terlihat dari pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam setiap program, baik sebagai penerima maupun sebagai relawan, terbentuklah ekosistem sosial yang saling mendukung. Solidaritas pun berkembang menjadi gerakan kolektif yang memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat urban. Lebih jauh, peran edukasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya berbagi. Melalui sosialisasi dan kampanye zakat, BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih luas. Dengan berbagai upaya tersebut, BAZNAS Surabaya membuktikan bahwa solidaritas tidak harus berhenti pada rasa empati, tetapi dapat diwujudkan menjadi gerakan yang sistematis dan berkelanjutan. Di tengah arus individualisme yang kian menguat, kehadiran lembaga ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih hidup dan mampu menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, ketika solidaritas berhasil diorganisasi dan dijalankan secara konsisten, ia tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga mentransformasi masyarakat menjadi lebih peduli, inklusif, dan berdaya. Inilah wajah nyata perubahan sosial yang lahir dari kepedulian bersama.
ARTIKEL15/04/2026 | Mila
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →