WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Menjaga Persatuan dengan Solidaritas Antar Umat
Menjaga Persatuan dengan Solidaritas Antar Umat
Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas fondasi keberagaman. Perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa menjadi warna tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, di balik keberagaman tersebut, terdapat satu hal yang harus senantiasa dijaga, yaitu persatuan. Salah satu cara penting untuk menjaga persatuan tersebut adalah dengan membangun dan memperkuat solidaritas antar umat. Solidaritas antar umat adalah sikap saling peduli, menghargai, dan mendukung satu sama lain tanpa memandang perbedaan keyakinan. Sikap ini menjadi sangat penting di tengah masyarakat yang majemuk, karena mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan saling percaya. Ketika solidaritas terbangun, perbedaan tidak lagi menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama. Dalam ajaran agama, nilai solidaritas sejatinya sudah diajarkan sejak lama. Setiap umat diajak untuk berbuat baik kepada sesama manusia, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menghindari sikap saling merendahkan atau menyakiti. Dengan demikian, membangun solidaritas bukan hanya tuntutan sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai spiritual. Upaya menjaga persatuan melalui solidaritas dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk nyata. Mulai dari menghormati ibadah umat lain, menjaga tutur kata, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama seperti gotong royong dan aksi kemanusiaan. Hal-hal sederhana ini memiliki dampak besar dalam mempererat hubungan antar umat. Di era digital saat ini, tantangan dalam menjaga persatuan juga semakin kompleks. Informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, serta provokasi mudah tersebar melalui media sosial. Oleh karena itu, setiap individu, terutama generasi muda, perlu memiliki kesadaran untuk bijak dalam bermedia. Menyebarkan pesan damai dan menolak konten yang memecah belah merupakan langkah konkret dalam menjaga solidaritas. Selain itu, peran tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan juga sangat penting. Melalui dialog lintas agama, edukasi toleransi, dan kegiatan bersama, mereka dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kelompok dalam masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik dapat diminimalisir dan rasa persaudaraan semakin kuat. Pada akhirnya, menjaga persatuan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Solidaritas antar umat menjadi kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai. Dengan saling menghargai dan peduli, kita tidak hanya menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga mewujudkan masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera. Mari kita jadikan solidaritas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, demi Indonesia yang tetap bersatu dalam keberagaman.
ARTIKEL15/04/2026 | Ana
Dari Ramadhan ke Syawal: Konsistensi BAZNAS Surabaya dalam Memberdayakan Mustahik
Dari Ramadhan ke Syawal: Konsistensi BAZNAS Surabaya dalam Memberdayakan Mustahik
Surabaya News — Bulan Ramadhan telah berlalu, namun semangat berbagi dan kepedulian sosial tidak seharusnya ikut berakhir. Memasuki bulan Syawal, momentum kebersamaan dan solidaritas umat justru perlu terus dijaga dan diperkuat. Dalam hal ini, BAZNAS Surabaya menunjukkan komitmennya dengan tetap konsisten menjalankan berbagai program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu di Kota Surabaya. Selama bulan Ramadhan, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan dan kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, BAZNAS Surabaya telah melakukan pendistribusian zakat secara masif dan tepat sasaran. Namun, upaya tersebut tidak berhenti pada bulan suci saja. Memasuki bulan Syawal, distribusi zakat terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keberlanjutan kesejahteraan mustahik. Pendistribusian zakat di bulan Syawal tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mulai diarahkan pada program yang bersifat produktif. Bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM kecil menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan adanya dukungan ini, mustahik diharapkan tidak hanya terbantu secara sementara, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga terus melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat. Pendampingan ini meliputi pembinaan usaha, pengelolaan keuangan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga mustahik. Dalam setiap program yang dijalankan, prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas utama. Seluruh proses pendistribusian zakat dilakukan melalui tahapan pendataan dan verifikasi yang ketat, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Dengan pengelolaan yang profesional, BAZNAS Surabaya terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai muzaki. Tidak hanya fokus pada pendistribusian, upaya penghimpunan zakat juga terus ditingkatkan. Untuk memudahkan masyarakat, berbagai kanal pembayaran zakat disediakan, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga di bulan Syawal dan seterusnya. Edukasi mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial juga terus digencarkan. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Surabaya, maka manfaat yang dirasakan oleh masyarakat kurang mampu akan semakin luas. Bulan Syawal menjadi kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadhan. Konsistensi dalam berbagi menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan sosial yang nyata. Melalui program-program yang berkelanjutan, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan umat yang berdampak jangka panjang. Dengan semangat dari Ramadhan yang terus dibawa ke bulan Syawal, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga langkah kebaikan ini terus berlanjut dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Zakat Untuk Warga Miskin, Program Ramadhan BAZNAS, Zakat Infak Sedekah Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Zakat Produktif Surabaya.
ARTIKEL09/04/2026 | Ainun
Dari Kepedulian Menuju Toleransi: Program Jumat Berkah BAZNAS Surabaya untuk Kemanusiaan
Dari Kepedulian Menuju Toleransi: Program Jumat Berkah BAZNAS Surabaya untuk Kemanusiaan
Surabaya News — Nilai toleransi menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial, sikap saling menghargai dan peduli menjadi kunci terciptanya harmoni sosial. Melalui berbagai program kemanusiaan, BAZNAS Surabaya terus berupaya menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya melalui program unggulan Jumat Berkah. Program Jumat Berkah hadir sebagai bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Setiap pekan, bantuan berupa makanan siap saji dan kebutuhan pokok disalurkan kepada warga kurang mampu, pekerja informal, serta kelompok rentan lainnya di berbagai titik di Surabaya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga tanpa memandang latar belakang. Dalam pelaksanaannya, program Jumat Berkah mencerminkan nilai inklusivitas yang tinggi. Bantuan yang diberikan tidak terbatas pada kelompok tertentu, melainkan menyasar seluruh masyarakat yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal sekat perbedaan, melainkan menjadi jembatan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam. Melalui program ini, BAZNAS Surabaya ingin menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai sosial, termasuk toleransi. Ketika masyarakat saling berbagi dan membantu, maka rasa empati akan tumbuh, sehingga perbedaan yang ada tidak lagi menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Selain memberikan bantuan secara langsung, program Jumat Berkah juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan hingga komunitas lokal. Keterlibatan ini menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, nilai toleransi tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar terwujud dalam tindakan nyata. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin kompleks, program seperti Jumat Berkah menjadi oase yang menyejukkan. Banyak masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari program ini, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Tidak sedikit penerima manfaat yang mengaku merasa diperhatikan dan dihargai, sehingga tumbuh rasa kebersamaan yang lebih kuat di lingkungan mereka. BAZNAS Surabaya juga memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan melalui program Jumat Berkah dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara cermat agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen dalam menjaga kepercayaan masyarakat sebagai muzaki. Di era digital saat ini, kemudahan dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program. BAZNAS Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran, baik secara langsung maupun melalui platform digital, sehingga masyarakat dapat dengan mudah berpartisipasi dalam kegiatan berbagi kebaikan. Program Jumat Berkah tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih luas. Dengan terus menanamkan nilai kepedulian dan toleransi, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Hal ini sejalan dengan tujuan zakat sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial. Bulan demi bulan, program ini terus berjalan dengan semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi sesama. Dari kepedulian yang sederhana, tumbuh nilai toleransi yang kuat, yang pada akhirnya mampu mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Surabaya. Kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang besar, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Melalui program Jumat Berkah, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan tanpa memandang perbedaan. Setiap bantuan yang diberikan menjadi simbol kepedulian sekaligus wujud nyata toleransi. Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan harmonis. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Zakat Untuk Warga Miskin, Program Ramadhan BAZNAS, Zakat Infak Sedekah Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Zakat Produktif Surabaya.
ARTIKEL09/04/2026 | Ainun
Berbagi Tanpa Henti, Bukti Nyata Toleransi Tanpa Diskriminasi
Berbagi Tanpa Henti, Bukti Nyata Toleransi Tanpa Diskriminasi
Seringkali kita mengartikan toleransi sekadar sebagai sikap saling menghargai dan membiarkan orang lain hidup dengan keyakinan atau latar belakang budayanya masing-masing. Padahal, esensi toleransi yang sesungguhnya jauh lebih dalam dari sekadar 'hidup berdampingan secara pasif'. Toleransi sejati menuntut aksi nyata, dan salah satu wujud paling murni dari aksi tersebut adalah kesediaan untuk saling berbagi. Di tengah dinamika sosial masyarakat kita yang sangat majemuk—terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan status ekonomi—sekat-sekat perbedaan terkadang memunculkan jarak. Namun, realitasnya, masalah kemanusiaan seperti kemiskinan, kesulitan ekonomi, atau krisis kesehatan tidak pernah memilih korbannya berdasarkan identitas. Oleh karena itu, kepedulian pun tidak seharusnya mengenal batas diskriminasi. Berbagi tanpa henti kepada siapa pun yang membutuhkan adalah jembatan terkuat untuk meruntuhkan sekat-sekat prasangka di masyarakat. Di sinilah program-program kepedulian sosial dan filantropi memainkan peran sentral. Ketika sebuah bantuan digulirkan—baik itu pemenuhan gizi, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan ekonomi, maupun beasiswa pendidikan—fokus utamanya adalah pada tingkat kerentanan seseorang, bukan pada apa latar belakang identitasnya. Praktik filantropi yang inklusif membuktikan bahwa dana sosial dapat bergerak melampaui batas-batas kelompok. Kepedulian yang disalurkan tanpa pandang bulu ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa kesejahteraan adalah hak bersama, dan penderitaan satu orang adalah tanggung jawab kita semua. Tindakan berbagi tanpa diskriminasi tidak hanya mengentaskan masalah kemiskinan secara material, tetapi juga menciptakan kohesi sosial atau perekat antarmasyarakat. Saat seseorang menerima kebaikan atau uluran tangan dari pihak yang mungkin berbeda pandangan atau keyakinan dengannya, benih-benih prasangka seketika luntur. Sebagai gantinya, tumbuhlah rasa saling percaya (mutual trust). Rasa percaya inilah yang menjadi fondasi utama kerukunan warga. Benih-benih intoleransi dan radikalisme akan sangat sulit tumbuh di lingkungan masyarakat yang warganya memiliki solidaritas tinggi dan terbiasa saling membantu. Berbagi memanusiakan baik pihak yang memberi maupun yang menerima. Pada akhirnya, "berbagi tanpa henti" bukan sekadar tentang seberapa banyak materi yang disalurkan, melainkan tentang komitmen untuk terus menebar harapan. Ini adalah cara kita menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga yang dibiarkan berjuang sendirian di tengah kesulitan. Jika kita ingin membangun tatanan masyarakat yang damai, rukun, dan toleran, mulailah dengan membuka tangan untuk memberi secara ikhlas. Karena pada hakikatnya, uluran tangan yang diberikan tanpa syarat dan tanpa diskriminasi adalah wujud paling nyata bahwa toleransi masih hidup, bernapas, dan menjaga kita semua.
ARTIKEL09/04/2026 | Caca
Menumbuhkan Toleransi Sosial Melalui Program BAZNAS Kota Surabaya
Menumbuhkan Toleransi Sosial Melalui Program BAZNAS Kota Surabaya
Toleransi merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di kota besar seperti Surabaya yang memiliki keberagaman latar belakang suku, agama, dan budaya. Dalam konteks ini, kehadiran BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat semangat toleransi sosial melalui berbagai program kemanusiaan. Sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana umat, tetapi juga pada pendistribusian yang inklusif dan merata. Bantuan yang diberikan tidak memandang latar belakang penerima, melainkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi sosial ekonomi. Hal ini menjadi bentuk nyata dari toleransi dalam praktik, di mana nilai kemanusiaan ditempatkan di atas perbedaan. Melalui program-program seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya turut menciptakan ruang kebersamaan antar masyarakat. Misalnya, bantuan pendidikan diberikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu tanpa melihat latar belakang budaya mereka. Begitu pula dalam program kesehatan, masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya secara adil. Lebih dari itu, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kebaikan. Kegiatan sosial seperti penyaluran bantuan bencana, santunan yatim, hingga program Ramadan menjadi momen penting untuk mempererat solidaritas sosial. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai kalangan dapat terlibat bersama, sehingga tercipta interaksi yang memperkuat rasa saling menghargai. Nilai toleransi yang dibangun melalui program-program ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga pada para donatur dan relawan. Mereka belajar bahwa membantu sesama tidak dibatasi oleh perbedaan, melainkan didasari oleh rasa empati dan kepedulian. Dengan demikian, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya berperan sebagai lembaga sosial, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam membangun masyarakat yang lebih toleran dan harmonis. Melalui zakat dan berbagai program kemanusiaan, nilai toleransi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Surabaya.
ARTIKEL09/04/2026 | Mila
Toleransi dalam Zakat
Toleransi dalam Zakat
Toleransi merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman yang ada di Indonesia. Kota Surabaya sebagai salah satu kota besar dengan latar belakang masyarakat yang beragam menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya sekadar konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satu bentuk nyata dari toleransi tersebut adalah melalui praktik zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya. Zakat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas sosial. Dalam pelaksanaannya, zakat memiliki tujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang suku, budaya, bahkan agama dalam konteks kemanusiaan. Nilai inilah yang menjadi dasar munculnya sikap toleransi dalam pengelolaan dan penyaluran zakat. BAZNAS Surabaya berperan penting dalam memastikan bahwa dana zakat yang terkumpul dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang luas. Melalui berbagai program seperti bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan kemanusiaan, BAZNAS tidak hanya membantu mustahik secara materi, tetapi juga membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam situasi tertentu, bantuan kemanusiaan juga dapat menjangkau masyarakat non-Muslim yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan nilai toleransi yang tinggi. Praktik ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya mempererat hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antarsesama manusia. Dengan adanya semangat toleransi, zakat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan dan menciptakan harmoni sosial. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mengajarkan bahwa membantu sesama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan, BAZNAS Surabaya terus berupaya menanamkan nilai toleransi dalam setiap programnya. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban individu, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang berdampak luas. Dengan demikian, toleransi dalam zakat bukan hanya sekadar wacana, melainkan telah menjadi praktik nyata yang membawa kebaikan bagi banyak orang. Harapannya, semangat ini dapat terus berkembang dan menginspirasi masyarakat untuk saling peduli, menghargai perbedaan, serta bersama-sama membangun kehidupan yang lebih harmonis.
ARTIKEL09/04/2026 | Ananda
Ciri-Ciri Ikhlas dalam Bersedekah: Memberi Tanpa Mengharap Kembali
Ciri-Ciri Ikhlas dalam Bersedekah: Memberi Tanpa Mengharap Kembali
Dalam ajaran Nabi Muhammad SAW, sedekah bukan hanya tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang bagaimana hati saat memberikannya. Ikhlas menjadi kunci utama agar sedekah bernilai di sisi Allah. Tanpa keikhlasan, amal yang besar sekalipun bisa kehilangan maknanya. Lalu, bagaimana kita mengetahui bahwa sedekah yang kita lakukan sudah ikhlas? 1. Tidak Mengharapkan Balasan Dari Manusia. Orang yang ikhlas tidak memberi karena ingin dipuji, dihargai, atau diingat. Ia memberi semata-mata karena ingin mencari ridha Allah. Bahkan, jika tidak ada yang tahu, ia tetap merasa cukup. 2. Tidak Menyebut-Nyebut Pemberian. Salah satu tanda keikhlasan adalah mampu melupakan apa yang telah diberikan. Tidak mengungkit bantuan di kemudian hari, apalagi menjadikannya sebagai alasan untuk merendahkan orang lain. 3. Memberi Dengan Hati Yang Ringan. Orang yang ikhlas tidak merasa berat atau terpaksa saat bersedekah. Justru, ada rasa bahagia dan lega karena bisa berbagi dengan sesama. 4. Tidak Membeda-Bedakan Penerima. Ia tidak hanya memberi kepada orang yang dianggap “menguntungkan”, tetapi juga kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang. 5. Tetap Bersedekah Dalam Kondisi Apa Pun. Baik saat lapang maupun sempit, orang yang ikhlas tetap berusaha berbagi. Karena ia yakin bahwa rezeki tidak akan berkurang karena sedekah. Pada akhirnya, keikhlasan adalah urusan hati yang hanya kita dan Allah yang tahu. Namun, dengan terus melatih diri untuk memberi tanpa pamrih, kita bisa mendekati makna ikhlas yang sesungguhnya. Mari belajar ikhlas dalam setiap sedekah yang kita berikan. Karena bukan besar kecilnya yang dilihat, tetapi ketulusan di baliknya.
ARTIKEL09/04/2026 | Ana
5 Hal Kecil yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini untuk Mempererat Kerukunan
5 Hal Kecil yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini untuk Mempererat Kerukunan
Surabaya News — Kerukunan menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman yang ada di Indonesia. Tidak harus menunggu momen besar, menjaga dan mempererat kerukunan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari. Bahkan, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar. Sebagai lembaga yang mengedepankan nilai kepedulian sosial, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan saling menghargai. Upaya mempererat kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri untuk menyapa dan tersenyum kepada sesama. Interaksi kecil ini mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar, baik di tempat tinggal, kampus, maupun tempat kerja. Selain itu, kebiasaan saling membantu dalam hal kecil juga menjadi fondasi penting dalam membangun kerukunan. Membantu tetangga, berbagi makanan, atau memberikan dukungan sederhana kepada orang lain dapat memperkuat rasa kebersamaan. Nilai gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia dapat terus dijaga melalui tindakan-tindakan sederhana ini. Komunikasi yang baik juga menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang harmonis. Menghindari perkataan yang menyakiti dan mengedepankan sikap saling menghargai dapat mencegah terjadinya konflik. Dengan komunikasi yang positif, lingkungan sosial akan terasa lebih nyaman dan damai. Tidak kalah penting, berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu cara efektif dalam mempererat kerukunan. Melalui kegiatan berbagi, masyarakat dapat merasakan manfaat kebersamaan dan saling peduli. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai wadah yang memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Menghargai perbedaan juga menjadi faktor utama dalam menciptakan kerukunan. Keberagaman yang ada di tengah masyarakat harus disikapi dengan sikap saling menghormati dan toleransi. Dengan demikian, kehidupan sosial yang harmonis dapat terwujud tanpa adanya perpecahan. Langkah-langkah kecil tersebut jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam membangun lingkungan yang rukun dan damai. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang saling mendukung dan sejahtera bersama. Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Mempererat Kerukunan, Kepedulian Sosial, Zakat Infak Sedekah, Toleransi Masyarakat, Berbagi Kepada Sesama, Solidaritas Sosial
ARTIKEL08/04/2026 | Sahroh
Pentingnya Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari
Pentingnya Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari
Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di sekitar kita. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki latar belakang, pendapat, kebiasaan, dan cara berpikir yang berbeda. Karena itu, toleransi sangat penting agar hubungan antarindividu tetap harmonis dan terhindar dari konflik. Sikap toleransi dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mendengarkan pendapat orang lain tanpa memotong pembicaraan, menghargai teman yang memiliki pandangan berbeda, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Dengan memiliki sikap toleransi, seseorang akan lebih mudah menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya. Dalam lingkungan sekolah, toleransi dapat diterapkan dengan menghargai teman tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun status sosial. Di lingkungan kerja, toleransi diwujudkan dengan menghormati pendapat rekan kerja, bekerja sama dengan baik dalam tim, dan menjaga komunikasi yang sopan. Sedangkan dalam masyarakat, toleransi terlihat ketika warga hidup rukun meskipun memiliki latar belakang yang berbeda. Manfaat dari toleransi sangat besar dalam kehidupan bersama. Toleransi dapat menciptakan suasana yang damai, mempererat hubungan antarindividu, serta membantu menyelesaikan masalah dengan cara yang baik. Sebaliknya, tanpa toleransi, perbedaan kecil dapat berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar. Oleh karena itu, setiap orang perlu menanamkan sikap toleransi sejak dini. Dengan belajar menghargai orang lain dan menerima perbedaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan penuh rasa saling menghormati. Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan agar kehidupan menjadi lebih harmonis.
ARTIKEL08/04/2026 | Ana
Toleransi: Pilar Kedewasaan Sosial di Tengah Keberagaman
Toleransi: Pilar Kedewasaan Sosial di Tengah Keberagaman
Dalam kehidupan masyarakat modern yang plural, toleransi bukan sekadar nilai etis, melainkan kebutuhan sosial yang mendasar. Keberagaman dalam agama, budaya, dan cara pandang merupakan realitas yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola perbedaan secara bijak menjadi kunci terciptanya kehidupan yang harmonis. Secara konseptual, toleransi dapat dipahami sebagai sikap menghargai dan menghormati perbedaan tanpa harus menghilangkan identitas diri. Toleransi tidak menuntut keseragaman, melainkan menekankan pada kemampuan untuk hidup berdampingan secara damai. Dengan demikian, toleransi bukanlah bentuk kompromi terhadap prinsip, tetapi wujud kedewasaan dalam bersikap. Namun demikian, tantangan terhadap toleransi semakin kompleks, terutama di era digital. Perbedaan yang seharusnya menjadi kekayaan sosial justru kerap dipersepsikan sebagai ancaman. Respons yang cepat tanpa refleksi, dominasi ego, serta minimnya empati menjadi faktor utama munculnya konflik di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, terdapat beberapa prinsip penting yang menjadi fondasi dalam membangun toleransi: · Pertama, toleransi adalah kebutuhan sosial, bukan sekadar pilihan. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, toleransi menjadi syarat utama untuk menjaga stabilitas dan persatuan. · Kedua, toleransi tidak berarti menyamakan, melainkan menghargai perbedaan. Setiap individu tetap dapat mempertahankan keyakinannya tanpa harus memaksakan kepada orang lain. · Ketiga, konflik bukan disebabkan oleh perbedaan itu sendiri, melainkan cara menyikapinya. Ketika ego lebih dominan daripada empati, maka perbedaan mudah berubah menjadi pertentangan. · Keempat, toleransi merupakan indikator kedewasaan. Individu yang toleran mampu mengendalikan diri, tidak mudah menghakimi, serta terbuka terhadap sudut pandang lain. · Kelima, toleransi berfungsi sebagai pengendali konflik sosial. Dengan sikap saling menghargai, ruang dialog dapat tercipta dan potensi perpecahan dapat diminimalisir. · Keenam, toleransi harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak menghina perbedaan, tidak memaksakan pendapat, serta mau mendengar sebelum menilai. Dalam konteks Indonesia, toleransi memiliki posisi yang sangat strategis. Keberagaman yang dimiliki bangsa ini merupakan kekayaan sekaligus tantangan. Tanpa toleransi, perbedaan dapat menjadi sumber konflik. Namun dengan toleransi, perbedaan justru menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial. Di era digital, penguatan toleransi menjadi semakin penting. Media sosial sering kali menjadi ruang yang mempercepat konflik akibat kurangnya kontrol diri dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, toleransi tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata, baik dalam interaksi langsung maupun digital. Pada akhirnya, toleransi adalah cerminan kualitas individu dan masyarakat. Ia menuntut keseimbangan antara prinsip pribadi dan kepentingan bersama. Jika nilai ini mampu diinternalisasi, maka keberagaman tidak akan menjadi sumber perpecahan, melainkan fondasi bagi terciptanya masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
ARTIKEL07/04/2026 | Rubai
Toleransi Sebagai Kepedulian Sosial
Toleransi Sebagai Kepedulian Sosial
Keberagaman merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Surabaya. Sebagai kota metropolitan yang dihuni oleh berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya, Surabaya membutuhkan fondasi sosial yang kuat untuk menjaga keharmonisan. Salah satu nilai penting yang harus terus diperkuat adalah toleransi, yakni sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, BAZNAS Surabaya hadir tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai sosial kemanusiaan. Melalui berbagai programnya, BAZNAS Surabaya berupaya menumbuhkan semangat kepedulian yang melampaui batas perbedaan, sehingga tercipta harmoni di tengah masyarakat. Program-program sosial seperti bantuan sembako, santunan dhuafa, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat menjadi sarana nyata dalam memperkuat toleransi. Bantuan yang diberikan tidak memandang latar belakang penerima, melainkan berfokus pada kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat. Inilah wujud nyata bahwa kepedulian sosial dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kelompok dalam semangat persatuan. Selain itu, momentum bulan Ramadan dan Idulfitri sering dimanfaatkan oleh BAZNAS Surabaya untuk memperkuat nilai toleransi. Melalui penyaluran zakat fitrah dan berbagai kegiatan sosial, masyarakat diajak untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat solidaritas. Nilai-nilai ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup rukun dalam keberagaman. Di era digital saat ini, tantangan dalam menjaga toleransi semakin kompleks. Informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah memicu konflik sosial. Oleh karena itu, BAZNAS Surabaya juga berperan dalam menyebarkan narasi positif melalui berbagai platform media, mengajak masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Peran masyarakat juga sangat penting dalam mendukung upaya ini. Dengan berpartisipasi dalam program zakat dan kegiatan sosial lainnya, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat toleransi sosial. Kepedulian yang dibangun secara kolektif akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif. Pada akhirnya, memperkuat toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang membangun kepedulian bersama. Melalui peran aktif BAZNAS Surabaya dan dukungan masyarakat, nilai toleransi dapat terus tumbuh dan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.
ARTIKEL06/04/2026 | Alfa
Memperkuat Toleransi sebagai Fondasi Harmoni Sosial dan Kesejahteraan Bersama BAZNAS Surabaya
Memperkuat Toleransi sebagai Fondasi Harmoni Sosial dan Kesejahteraan Bersama BAZNAS Surabaya
Toleransi menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang dikenal dengan keberagamannya. Perbedaan agama, budaya, suku, dan latar belakang sosial merupakan realitas yang tidak dapat dihindari, melainkan harus dikelola dengan bijak. Dalam hal ini, toleransi tidak cukup dipahami sebagai sikap pasif, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang mampu menjaga keharmonisan sosial. Oleh karena itu, penguatan toleransi menjadi langkah strategis dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera. Dalam ajaran Islam, toleransi dikenal dengan istilah tasamuh, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan. Nilai ini menekankan pentingnya menjunjung tinggi kemanusiaan tanpa menghilangkan prinsip-prinsip keimanan. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup berdampingan secara damai dengan siapa pun, serta menghindari sikap diskriminatif. Dengan demikian, toleransi bukan hanya nilai sosial, tetapi juga bagian dari implementasi ajaran agama yang menekankan kasih sayang dan keadilan. Di era modern saat ini, tantangan dalam menjaga toleransi semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat seringkali memicu munculnya kesalahpahaman akibat informasi yang tidak terverifikasi. Perbedaan pendapat yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi konflik sosial. Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk memiliki sikap terbuka, mampu menyaring informasi, serta mengedepankan dialog sebagai solusi dalam menyelesaikan perbedaan. Implementasi toleransi dapat dilihat melalui berbagai aktivitas sosial yang melibatkan banyak pihak. Kegiatan gotong royong, aksi kemanusiaan, serta program pemberdayaan masyarakat merupakan contoh nyata bagaimana nilai toleransi dapat diwujudkan. Ketika individu dari latar belakang yang berbeda bekerja sama untuk tujuan yang sama, akan tercipta rasa kebersamaan yang kuat. Hal ini pada akhirnya mampu mempererat hubungan sosial dan mengurangi potensi konflik. Dalam konteks pengelolaan zakat dan filantropi Islam, toleransi memiliki peran yang sangat penting. Lembaga seperti BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai penyalur bantuan, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai sosial yang inklusif. Program-program yang dijalankan bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan latar belakang. Pendekatan ini mencerminkan bahwa zakat tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang luas. Selain itu, edukasi menjadi salah satu kunci dalam memperkuat toleransi di masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai pentingnya menghargai perbedaan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui pendidikan, individu akan lebih mudah menerima keberagaman sebagai bagian dari kehidupan. Hal ini penting untuk membentuk generasi yang memiliki pola pikir terbuka dan mampu berinteraksi secara positif dengan berbagai kelompok masyarakat. Peran generasi muda juga tidak dapat diabaikan dalam upaya memperkuat toleransi. Sebagai pengguna aktif media sosial, generasi muda memiliki peluang besar untuk menyebarkan pesan-pesan positif. Mereka dapat menjadi agen perubahan dengan mempromosikan nilai-nilai kebersamaan, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk ujaran kebencian. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya toleransi. Dengan demikian, toleransi merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Nilai ini tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas sosial, tetapi juga mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan. Ketika masyarakat hidup dalam suasana yang rukun, maka upaya pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan dengan lebih optimal. Sebagai penutup, memperkuat toleransi adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keharmonisan melalui sikap saling menghormati, keterbukaan, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mengedepankan nilai-nilai tersebut, diharapkan tercipta masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan. Inilah langkah nyata dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik dan berkelanjutan.
ARTIKEL02/04/2026 | Azizah
Momentum Transformasi Spiritual dan Penguatan Kepedulian Sosial Berkelanjutan di Bulan Syawal bersama BAZNAS Surabaya
Momentum Transformasi Spiritual dan Penguatan Kepedulian Sosial Berkelanjutan di Bulan Syawal bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Syawal menempati posisi yang istimewa dalam kalender Islam karena menjadi fase lanjutan setelah Ramadhan. Jika Ramadhan dipahami sebagai masa pembinaan spiritual yang intens, maka Syawal merupakan ruang implementasi dari nilai-nilai yang telah ditanamkan selama sebulan penuh. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan, tetapi juga sebagai titik awal untuk menjaga kesinambungan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara makna, Syawal sering diartikan sebagai peningkatan atau kenaikan derajat. Pemaknaan ini memberikan pesan bahwa setiap Muslim diharapkan tidak kembali pada kebiasaan lama setelah Ramadhan berakhir. Sebaliknya, terdapat dorongan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial yang telah dilatih selama Ramadhan perlu terus dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Syawal adalah puasa enam hari. Ibadah ini tidak hanya memiliki nilai pahala yang besar, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter. Melalui puasa Syawal, individu dilatih untuk tetap konsisten dalam beribadah, menjaga pengendalian diri, serta memperkuat komitmen spiritual. Dalam konteks kehidupan modern, latihan semacam ini menjadi penting karena manusia dihadapkan pada berbagai godaan yang dapat melemahkan integritas diri. Selain aspek ibadah personal, Syawal juga erat kaitannya dengan penguatan hubungan sosial. Tradisi saling berkunjung dan halal bihalal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Momentum ini membuka ruang untuk memperbaiki hubungan yang renggang, menghapus kesalahpahaman, serta mempererat tali persaudaraan. Dengan demikian, Syawal berperan sebagai sarana rekonsiliasi sosial yang mampu menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat. Dalam perspektif yang lebih luas, Syawal juga memiliki relevansi kuat dengan penguatan nilai-nilai filantropi Islam. Setelah umat Muslim menunaikan zakat fitrah pada akhir Ramadhan, semangat berbagi seharusnya tidak berhenti begitu saja. Justru, Syawal menjadi waktu yang tepat untuk memperluas praktik kedermawanan melalui zakat, infak, dan sedekah secara berkelanjutan. Hal ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Peran lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS menjadi sangat strategis dalam konteks ini. Melalui berbagai program yang dirancang secara sistematis, zakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian, sehingga pada akhirnya dapat bertransformasi dari penerima zakat menjadi pihak yang turut berkontribusi. Lebih jauh, nilai-nilai yang terkandung dalam Syawal dapat dijadikan sebagai landasan dalam pembangunan sosial. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan merupakan elemen penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berdaya. Ketika nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara kolektif, maka akan terbentuk sistem sosial yang saling mendukung dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Dengan demikian, Syawal tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari rangkaian ibadah Ramadhan. Sebaliknya, bulan ini merupakan momentum untuk melakukan refleksi sekaligus aksi nyata dalam kehidupan sosial. Setiap individu memiliki peran untuk menjaga kualitas ibadah, memperkuat hubungan antarsesama, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat luas.Sebagai penutup, penting bagi kita untuk menjadikan Syawal sebagai awal dari perjalanan baru dalam meningkatkan kualitas diri dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Konsistensi dalam beribadah, semangat berbagi, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial merupakan bentuk nyata dari keberhasilan menjalani Ramadhan. Dengan cara ini, nilai-nilai spiritual tidak hanya berhenti sebagai pengalaman sementara, tetapi benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup yang memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas.
ARTIKEL02/04/2026 | Azizah
Peran BAZNAS dalam Mengoptimalkan Keberkahan Bulan Syawal
Peran BAZNAS dalam Mengoptimalkan Keberkahan Bulan Syawal
Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh makna bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Selain menjadi momentum perayaan Idul Fitri, Syawal juga menjadi waktu untuk melanjutkan amal kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam hal ini, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) memiliki peran strategis dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara optimal. Setelah Ramadan, semangat berbagi tidak seharusnya berakhir. BAZNAS mendorong masyarakat untuk tetap melanjutkan kebiasaan baik tersebut di bulan Syawal. Salah satu program yang dijalankan adalah penyaluran bantuan kepada mustahiq dalam berbagai bentuk, seperti bantuan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan usaha mikro. Hal ini bertujuan agar dampak kebaikan dari Ramadan dapat dirasakan secara berkelanjutan. Di bulan Syawal, BAZNAS juga aktif dalam melakukan pembinaan kepada para mustahiq agar dapat bertransformasi menjadi muzaki di masa depan. Program pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pendampingan usaha menjadi fokus utama. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. Selain itu, bulan Syawal juga identik dengan pelaksanaan puasa sunnah enam hari. BAZNAS sering memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keseimbangan antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial. Melalui berbagai kampanye dan kegiatan sosial, BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membantu sesama. Peran BAZNAS di bulan Syawal tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran sosial umat. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, BAZNAS mampu menjadi jembatan antara muzaki dan mustahiq, sehingga tercipta pemerataan kesejahteraan di masyarakat. Dengan semangat Syawal, diharapkan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadan dapat terus tumbuh dan berkembang. Melalui peran aktif BAZNAS, keberkahan tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga meluas kepada seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL02/04/2026 | Juan
Merajut Kebaikan di Bulan Syawal Bersama BAZNAS Surabaya
Merajut Kebaikan di Bulan Syawal Bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Syawal merupakan momentum istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh. Syawal tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan, tetapi juga sebagai titik awal untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan, seperti kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus dihidupkan, terutama melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi sesama. Di sinilah peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya menjadi sangat penting sebagai lembaga yang menjembatani semangat berbagi umat dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya terus berupaya merajut kebaikan di bulan Syawal dengan menghadirkan berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Setelah Ramadan yang identik dengan peningkatan penghimpunan zakat, Syawal menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan penyaluran dana tersebut secara tepat sasaran. Melalui program-program unggulan seperti bantuan pendidikan, santunan bagi dhuafa, pemberdayaan ekonomi umat, hingga layanan kesehatan, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, BAZNAS Surabaya juga mengedepankan pendekatan pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi. Program pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengentaskan kemiskinan. Semangat Syawal yang identik dengan kebersamaan dan saling memaafkan menjadi landasan kuat untuk membangun kembali harapan dan optimisme masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Selain itu, BAZNAS Surabaya juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun, termasuk di bulan Syawal. Kesadaran bahwa berbagi adalah kebutuhan spiritual sekaligus sosial perlu terus ditanamkan agar tercipta ekosistem kebaikan yang berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat yang semakin luas, program-program yang dijalankan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memberikan dampak yang lebih signifikan. Pada akhirnya, merajut kebaikan di bulan Syawal bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. BAZNAS K Surabaya hadir sebagai fasilitator yang mengelola amanah umat secara profesional dan transparan, sehingga setiap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat yang maksimal. Dengan menjaga semangat Ramadan dan mengaktualisasikannya di bulan Syawal, diharapkan nilai-nilai kebaikan dapat terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan masyarakat Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan.
ARTIKEL02/04/2026 | Fia
Bulan Syawal: Momentum Kemenangan dan Refleksi Diri
Bulan Syawal: Momentum Kemenangan dan Refleksi Diri
Bulan Syawal merupakan salah satu momen penting dalam kalender Hijriyah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Kehadirannya menandai berakhirnya bulan Ramadan, yaitu bulan penuh ibadah, pengendalian diri, dan peningkatan spiritualitas. Syawal tidak hanya dipahami sebagai bulan perayaan, tetapi juga sebagai simbol kemenangan setelah umat Islam berhasil menjalani berbagai ujian selama Ramadan. Hari pertama di bulan Syawal dirayakan sebagai Hari Raya Idulfitri. Perayaan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ungkapan syukur atas keberhasilan dalam menunaikan ibadah puasa. Idulfitri juga dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada fitrah, yaitu keadaan suci dan bersih dari dosa. Oleh karena itu, tradisi saling memaafkan menjadi bagian yang sangat penting, karena mencerminkan upaya untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. Makna kemenangan dalam bulan Syawal tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah. Kemenangan sejati adalah ketika seseorang mampu mengendalikan hawa nafsu, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas keimanan. Nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan seharusnya tidak berhenti begitu saja, melainkan terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Syawal menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik seperti salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan berbagi kepada sesama. Selain itu, bulan Syawal juga menjadi momentum refleksi diri. Umat Islam diajak untuk mengevaluasi sejauh mana perubahan yang telah dicapai selama Ramadan. Refleksi ini penting agar seseorang dapat memahami kekurangan yang masih ada dan berusaha memperbaikinya. Dengan demikian, Syawal bukan hanya tentang merayakan kemenangan, tetapi juga tentang merencanakan langkah ke depan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa enam hari. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, karena dapat menyempurnakan pahala puasa Ramadan. Lebih dari itu, puasa Syawal juga melatih konsistensi dalam beribadah serta menunjukkan bahwa semangat spiritual tidak berhenti setelah Ramadan berakhir. Di sisi sosial, Syawal identik dengan tradisi silaturahmi. Masyarakat saling berkunjung, mempererat hubungan kekeluargaan, dan membangun kembali kebersamaan. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan penuh empati. Dalam konteks yang lebih luas, silaturahmi juga dapat memperkuat solidaritas dan rasa persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Namun, tantangan terbesar setelah Ramadan adalah menjaga konsistensi dalam kebaikan. Tidak sedikit orang yang kembali pada kebiasaan lama setelah bulan suci berakhir. Oleh karena itu, Syawal seharusnya dijadikan sebagai awal baru untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Dengan demikian, bulan Syawal bukan hanya sekadar bulan perayaan, tetapi juga momentum kemenangan dan refleksi diri. Ia mengajarkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari selesainya ibadah Ramadan, tetapi dari kemampuan untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman ini, diharapkan setiap individu dapat menjadikan Syawal sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.
ARTIKEL02/04/2026 | Caca
Hari Paskah dan Semangat Berbagi: Refleksi Kepedulian Bersama ala BAZNAS Surabaya
Hari Paskah dan Semangat Berbagi: Refleksi Kepedulian Bersama ala BAZNAS Surabaya
Perayaan Hari Paskah bagi umat Kristiani merupakan momentum penting yang sarat makna spiritual: kebangkitan, harapan, dan kemenangan atas penderitaan. Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Paskah juga membawa pesan universal tentang kasih, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama—nilai-nilai yang sejatinya melampaui batas agama dan budaya. Dalam konteks kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di Kota Surabaya, nilai-nilai tersebut menemukan relevansinya dalam berbagai gerakan sosial. Salah satunya tercermin dalam aktivitas yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Surabaya. Meskipun berlandaskan prinsip-prinsip Islam, lembaga ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial bersifat inklusif dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Paskah mengajarkan tentang pengorbanan dan cinta kasih yang tulus. Nilai ini sejalan dengan semangat zakat, infak, dan sedekah yang menjadi pilar dalam ajaran Islam. Dalam praktiknya, BAZNAS Surabaya terus mengembangkan berbagai program sosial seperti bantuan sembako, santunan dhuafa, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program-program ini tidak hanya berfokus pada umat Muslim, tetapi juga menjangkau masyarakat luas yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kepedulian yang diusung dalam Paskah dapat menjadi titik temu dengan nilai-nilai sosial dalam Islam. Keduanya menekankan pentingnya kehadiran manusia untuk sesamanya, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi sulit. Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, kolaborasi nilai-nilai lintas agama menjadi semakin penting. Kota Surabaya sebagai kota yang dikenal dengan semangat toleransi dan gotong royong memiliki potensi besar dalam membangun harmoni sosial berbasis kepedulian. Dalam hal ini, BAZNAS Surabaya dapat menjadi salah satu motor penggerak melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata. Momentum Hari Paskah juga dapat menjadi refleksi bersama bahwa kemanusiaan adalah nilai utama yang harus dijaga. Ketika seseorang mampu membantu sesama, maka ia tidak hanya menjalankan ajaran agamanya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, peringatan Paskah tidak hanya relevan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan empati dan solidaritas. Semangat kebangkitan yang dibawa Paskah dapat dimaknai sebagai kebangkitan kepedulian sosial—bangkit untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih aktif dalam membantu sesama. Pada akhirnya, baik melalui zakat maupun aksi sosial lainnya, pesan yang ingin disampaikan tetap sama: bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk berbagi, melainkan kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan penuh kasih.
ARTIKEL02/04/2026 | wahyu
BAZNAS: Pilar Filantropi Islam dalam Mewujudkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosia
BAZNAS: Pilar Filantropi Islam dalam Mewujudkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosia
Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh dengan tantangan sosial dan ekonomi, keberadaan lembaga filantropi menjadi sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu lembaga yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan dana sosial keagamaan di Indonesia adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebagai lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Potensi zakat di Indonesia sendiri sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tergali secara optimal. Di sinilah peran BAZNAS menjadi sangat penting, yaitu tidak hanya sebagai penghimpun dana, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap BAZNAS, diharapkan penghimpunan zakat dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran dana dalam bentuk bantuan konsumtif, seperti santunan kepada fakir miskin, tetapi juga mengembangkan program-program produktif. Program ini bertujuan untuk memberdayakan mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi. Contohnya adalah bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan, program peternakan, pertanian, serta dukungan bagi pelaku UMKM. Dengan pendekatan ini, zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga investasi sosial jangka panjang. Selain itu, BAZNAS juga aktif dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Banyak program beasiswa yang diberikan kepada pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan. Di sektor kesehatan, BAZNAS menyediakan layanan pengobatan gratis, bantuan biaya rumah sakit, serta program kesehatan masyarakat lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa zakat memiliki peran luas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Seiring perkembangan zaman, BAZNAS juga melakukan inovasi dalam sistem pengelolaan zakat, salah satunya melalui digitalisasi. Kini, masyarakat dapat dengan mudah menunaikan zakat melalui berbagai platform digital, seperti aplikasi mobile, website, maupun kerja sama dengan berbagai layanan keuangan. Digitalisasi ini tidak hanya mempermudah muzakki, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana. Ketika terjadi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, BAZNAS hadir memberikan bantuan cepat tanggap berupa logistik, layanan kesehatan, hingga pemulihan pascabencana. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam kondisi darurat sekalipun. Namun demikian, BAZNAS juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masih rendahnya literasi zakat di sebagian masyarakat, serta kurangnya kesadaran untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Selain itu, tantangan dalam pengelolaan data, integrasi sistem, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi hal yang perlu terus diperbaiki. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swasta, akademisi, serta masyarakat luas. Sinergi ini penting untuk memperluas jangkauan program, meningkatkan efektivitas penyaluran, serta memastikan bahwa manfaat zakat dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Pada akhirnya, keberadaan Badan Amil Zakat Nasional bukan hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial. Dengan pengelolaan yang amanah, inovatif, dan berkelanjutan, BAZNAS memiliki potensi besar untuk menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi di Indonesia.
ARTIKEL01/04/2026 | Ana
BAZNAS Kota Surabaya: Solusi Sosial untuk Masyarakat yang Lebih Sejahtera
BAZNAS Kota Surabaya: Solusi Sosial untuk Masyarakat yang Lebih Sejahtera
BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga yang berperan penting dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, dan keterbatasan akses pendidikan serta kesehatan, BAZNAS menjadi solusi nyata yang menjembatani antara kepedulian masyarakat dan kebutuhan para mustahik. Melalui berbagai program unggulan, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya memberikan bantuan secara konsumtif, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan. Program di bidang ekonomi, misalnya, membantu masyarakat kurang mampu untuk mengembangkan usaha kecil sehingga dapat mandiri secara finansial. Di sektor pendidikan, BAZNAS memberikan beasiswa dan dukungan sarana belajar bagi pelajar dari keluarga prasejahtera. Sementara itu, di bidang kesehatan, bantuan biaya pengobatan dan layanan kesehatan juga terus digalakkan. Keberhasilan program-program tersebut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sebagai muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel, kepercayaan masyarakat terus meningkat. Hal ini menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan bantuan dan menciptakan dampak yang lebih luas. Selain itu, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun komunitas sosial. Kolaborasi ini memperkuat efektivitas program serta memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan manfaat, BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu pilar penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat berbagi dan gotong royong, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan mampu bangkit menuju kehidupan yang lebih baik.
ARTIKEL01/04/2026 | Mila
Syawal sebagai Momentum Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Syawal sebagai Momentum Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Bulan Syawal menjadi momen yang penuh makna bagi umat Islam setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Tidak hanya sebagai waktu untuk merayakan kemenangan, Syawal juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun, terutama dalam hal kepedulian sosial. Semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadhan seharusnya tidak berhenti, melainkan terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai wadah yang memudahkan masyarakat untuk terus berbuat kebaikan. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat berkontribusi secara nyata dalam membantu sesama, khususnya mereka yang membutuhkan. Program-program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan langsung, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Syawal menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen tersebut. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat diajak untuk terus berbagi, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup. BAZNAS Kota Surabaya berperan sebagai penghubung kebaikan, memastikan setiap kontribusi tersalurkan secara tepat dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Melalui langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama, kepedulian sosial dapat tumbuh menjadi kekuatan besar yang mampu membawa perubahan. Syawal pun menjadi lebih bermakna ketika dirayakan dengan berbagi dan peduli terhadap sesama. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari jadikan momentum Syawal sebagai awal untuk terus menebar kebaikan sepanjang waktu.
ARTIKEL01/04/2026 | Mila
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →