Artikel Terbaru
Maulid Nabi dan Kepedulian Sosial: Menghidupkan Teladan Rasulullah Bersama BAZNAS
Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Peringatan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk kembali memahami akhlak dan keteladanan beliau, terutama dalam memperhatikan kehidupan orang-orang di sekitarnya. Rasulullah mengajarkan bahwa kehidupan seorang Muslim tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Allah, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan dan membantu sesama.
Semangat tersebut masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi, kepedulian dapat menjadi bentuk nyata dari keteladanan Rasulullah. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah, masyarakat dapat bersama-sama menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan melalui BAZNAS.
Maulid Nabi sebagai Momentum Mengingat Kepedulian Rasulullah
Ketika Maulid Nabi diperingati, masyarakat biasanya kembali mendengarkan kisah kehidupan Rasulullah SAW. Namun, peringatan tersebut akan memiliki makna yang lebih dalam apabila tidak hanya berhenti pada mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat untuk menerapkan akhlak beliau. Salah satu teladan yang dapat dihidupkan adalah kepedulian Rasulullah kepada orang-orang yang mengalami kesulitan.
Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Membantu orang yang sedang membutuhkan, berbagi rezeki, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, atau memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berusaha bangkit merupakan bagian dari semangat yang dapat diteladani. Dengan demikian, Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dari Teladan Rasulullah Menuju Semangat Berbagi
Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa berbagi dan membantu sesama merupakan bagian penting dalam kehidupan. Kepedulian tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk yang besar. Ketika setiap orang bersedia memberikan apa yang dimilikinya sesuai kemampuan, kebaikan tersebut dapat terkumpul menjadi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kehidupan saat ini, semangat berbagi dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Zakat khususnya memiliki peran penting karena dana yang ditunaikan oleh muzaki dapat disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Menghubungkan Kepedulian dengan Manfaat Nyata
Semangat berbagi membutuhkan pengelolaan yang baik agar bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang tepat. BAZNAS memiliki peran dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah yang berasal dari masyarakat untuk kemudian disalurkan melalui berbagai program kepada penerima manfaat. Peran tersebut membuat kepedulian dari para muzaki dapat diwujudkan menjadi bantuan yang lebih terarah.
Dana yang dihimpun melalui zakat bukan hanya sekadar angka dalam laporan. Di balik setiap dana terdapat kebutuhan masyarakat yang perlu diperhatikan. Bantuan dapat memberikan dukungan dalam berbagai bidang, seperti kebutuhan sosial, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Dengan begitu, dana yang diberikan masyarakat dapat menjadi jalan untuk menghadirkan perubahan dan manfaat yang nyata.
Menghidupkan Akhlak Rasulullah di Tengah Masyarakat
Keteladanan Rasulullah akan lebih bermakna ketika tidak hanya disampaikan dalam ceramah atau peringatan Maulid Nabi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap tetangga, perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, serta kesediaan membantu orang yang sedang menghadapi kesulitan merupakan bentuk sederhana dari akhlak sosial yang dapat terus dijaga.
Di tengah kehidupan yang semakin cepat, kepedulian terhadap sesama terkadang dapat terabaikan karena setiap orang sibuk dengan kebutuhan masing-masing. Maulid Nabi dapat menjadi pengingat untuk kembali melihat keadaan di sekitar. Tidak harus menunggu memiliki banyak harta atau kesempatan besar, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan dengan tulus.
Zakat sebagai Wujud Kepedulian kepada Sesama
Zakat memiliki dimensi sosial karena di dalam harta yang dimiliki oleh seorang muzaki terdapat kewajiban yang harus diberikan kepada mereka yang berhak. Ketika zakat ditunaikan, manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban kepada Allah, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan orang lain yang sedang berada dalam kondisi sulit.
Melalui BAZNAS, zakat dapat dikelola dan disalurkan melalui berbagai bentuk program yang ditujukan kepada mustahik. Hal tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi salah satu sarana untuk menerjemahkan nilai kepedulian menjadi tindakan nyata. Setiap zakat yang ditunaikan dapat menjadi bagian dari upaya membantu seseorang memenuhi kebutuhan, memperoleh kesempatan, atau perlahan membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Maulid Nabi, dari Peringatan Menjadi Gerakan Kebaikan
Peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak berhenti ketika acara selesai. Nilai-nilai yang diingat kembali melalui peringatan tersebut dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan yang memberikan manfaat kepada orang lain. Semangat berbagi, membantu mereka yang membutuhkan, dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar merupakan cara sederhana untuk menghidupkan kembali teladan Rasulullah.
Bersama BAZNAS, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Apa yang diberikan oleh masyarakat dapat dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sehingga kebaikan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas. Dari sinilah Maulid Nabi dapat menjadi lebih dari sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk membangun gerakan kepedulian sosial.
Menghidupkan Teladan Rasulullah dari Hal Sederhana
Meneladani Rasulullah SAW tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti membantu seseorang yang mengalami kesulitan, berbagi kepada yang membutuhkan, atau menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah. Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi bentuk nyata dari nilai kasih sayang dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah.
Pada akhirnya, Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga tentang bagaimana teladan beliau terus hidup dalam kehidupan umat. Bersama BAZNAS, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian dan berbagi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab ketika kepedulian tumbuh dari banyak orang, kebaikan dapat menjadi kekuatan yang membantu lebih banyak masyarakat untuk bangkit dan memiliki harapan baru.
ARTIKEL20/08/2026 | Elsa - Magang
BAZNAS Bukan Sekadar Tempat Bayar Zakat: Ada Sistem Besar di Balik Setiap Penyaluran
Ketika seseorang membayar zakat melalui BAZNAS, yang terlihat mungkin hanya proses pembayaran dan jumlah dana yang diserahkan. Setelah itu, sering kali muncul anggapan bahwa zakat akan langsung diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Padahal, ada proses panjang yang berlangsung sebelum dana tersebut sampai kepada penerima manfaat.
Pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang terencana agar dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat. Mulai dari penghimpunan dana, pendataan penerima manfaat, penyusunan program, hingga proses pendistribusian dan pendayagunaan. Karena itu, BAZNAS bukan hanya tempat untuk membayar zakat, tetapi juga bagian dari sistem pengelolaan dana umat yang memiliki tanggung jawab besar.
Dari Muzaki, Zakat Masuk ke Dalam Sistem Pengelolaan
Setiap zakat yang dibayarkan oleh muzaki merupakan amanah yang harus dikelola dengan baik. Ketika dana diterima, prosesnya tidak berhenti pada pencatatan nominal, tetapi menjadi bagian dari pengelolaan yang membutuhkan administrasi, perencanaan, dan pengawasan. Hal ini penting agar dana yang terkumpul dapat digunakan sesuai dengan ketentuan dan tujuan pengelolaan zakat.
Pengelolaan tersebut membuat perjalanan dana zakat menjadi lebih terarah. Dana yang berasal dari banyak muzaki dapat dihimpun dan dikelompokkan untuk mendukung berbagai kebutuhan program. Dengan adanya sistem, penyaluran tidak hanya dilakukan berdasarkan siapa yang datang meminta bantuan, tetapi dapat dilakukan melalui proses yang mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.
Ada Proses di Balik Setiap Penerima Manfaat
Salah satu bagian penting dalam pengelolaan zakat adalah memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya. Karena itu, keberadaan data dan proses identifikasi penerima menjadi hal yang penting dalam penyaluran zakat. Informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat membantu lembaga menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan.
Proses tersebut membuat satu bantuan dengan bantuan lainnya tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Ada masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar, ada yang memerlukan dukungan pendidikan atau kesehatan, dan ada pula yang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan usaha. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat penyaluran zakat membutuhkan perencanaan agar dana yang diberikan benar-benar memberikan manfaat.
Dana Zakat Tidak Selalu Berhenti pada Bantuan Sesaat
Zakat sering kali dipahami sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan seseorang dalam jangka pendek. Padahal, pengelolaan zakat juga dapat diarahkan pada program pendayagunaan yang bertujuan membantu penerima manfaat agar memiliki kesempatan memperbaiki kondisi kehidupannya. Pendekatan ini membuat zakat memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang lebih panjang.
Misalnya, dukungan dalam bidang ekonomi dapat membantu seseorang mempertahankan atau mengembangkan sumber penghasilannya. Begitu pula dengan program pendidikan yang dapat memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk terus belajar. Dengan pendekatan tersebut, penyaluran zakat tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses membangun kemandirian masyarakat.
BAZNAS Mengelola Amanah, Bukan Sekadar Dana
Dana yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat yang mempercayakan zakatnya untuk disalurkan kepada pihak yang berhak. Kepercayaan tersebut menjadi amanah yang harus dijaga melalui pengelolaan yang bertanggung jawab. Karena itu, lembaga pengelola zakat perlu memastikan bahwa proses penghimpunan hingga penyaluran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Amanah tersebut juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat dapat mengetahui pengelolaan dana yang telah mereka tunaikan. Informasi mengenai penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Semakin baik pengelolaan dan keterbukaan informasi, semakin mudah masyarakat memahami bahwa dana yang mereka titipkan memiliki proses panjang sebelum menjadi manfaat bagi mustahik.
Ketika Data Menjadi Dasar Penyaluran
Di balik program zakat terdapat data yang membantu menggambarkan kondisi masyarakat. Data dapat menjadi dasar dalam menentukan siapa yang membutuhkan bantuan, jenis bantuan yang diperlukan, hingga bagaimana program dapat dijalankan. Tanpa informasi yang memadai, penyaluran berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.
Namun, data tidak hanya berbicara mengenai jumlah penerima atau besarnya dana yang disalurkan. Di balik setiap data terdapat kondisi manusia yang berbeda-beda. Karena itu, sistem pengelolaan zakat perlu menggabungkan ketepatan data dengan pemahaman terhadap kondisi penerima manfaat agar bantuan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga relevan dengan kebutuhan mereka.
Dari Sistem Menjadi Dampak bagi Masyarakat
Sistem pengelolaan zakat pada akhirnya memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap proses yang dilakukan, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran, memiliki keterkaitan agar zakat dapat sampai kepada penerima dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.
Hal inilah yang sering kali tidak terlihat ketika seseorang hanya memandang BAZNAS sebagai tempat membayar zakat. Ada sistem, orang-orang, data, program, serta proses pengelolaan yang bekerja di balik setiap penyaluran. Semua bagian tersebut memiliki peran dalam mengubah dana yang terkumpul menjadi bantuan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
BAZNAS Bukan Sekadar Tempat Membayar Zakat
Membayar zakat melalui BAZNAS pada dasarnya merupakan awal dari sebuah perjalanan dana. Setelah zakat ditunaikan, terdapat proses pengelolaan yang memastikan dana tersebut dapat disalurkan kepada mereka yang berhak dan dimanfaatkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan. Inilah yang membuat pengelolaan zakat memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar transaksi pembayaran.
Pada akhirnya, setiap penyaluran zakat memiliki cerita panjang di baliknya. Ada muzaki yang menunaikan kewajiban, ada sistem yang mengelola amanah, ada proses yang memastikan ketepatan sasaran, dan ada mustahik yang menerima manfaat. Karena itu, BAZNAS bukan sekadar tempat membayar zakat, melainkan bagian dari ekosistem pengelolaan zakat yang menghubungkan kepedulian masyarakat dengan perubahan nyata bagi penerima manfaat.
ARTIKEL20/08/2026 | Elsa - Magang
Di Tengah Kesibukan Mencari Rezeki, Jangan Lupa Menunaikan Zakat
Setiap hari, manusia menjalani kesibukannya masing-masing. Ada yang berangkat bekerja sejak pagi, menjalankan usaha, mengejar target, membangun karier, mengurus keluarga, atau mencari peluang baru untuk meningkatkan penghasilan. Semua dilakukan demi satu tujuan: mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Dalam perjalanan mencari rezeki tersebut, terkadang kita terlalu fokus pada bagaimana mendapatkan lebih banyak, hingga lupa bahwa dalam setiap rezeki yang diberikan Allah SWT terdapat amanah yang perlu ditunaikan. Salah satu bentuk amanah tersebut adalah zakat.
Zakat bukanlah sekadar kewajiban yang dilakukan ketika harta telah mencapai batas tertentu. Di dalamnya terdapat pesan tentang rasa syukur, kepedulian, dan kesadaran bahwa rezeki yang kita miliki bukan sepenuhnya hanya untuk diri sendiri.
Ketika Rezeki Tidak Hanya Tentang Angka
Dalam kehidupan modern, ukuran keberhasilan sering kali dikaitkan dengan angka. Berapa penghasilan yang diperoleh, berapa banyak aset yang dimiliki, seberapa besar usaha berkembang, atau seberapa tinggi pencapaian karier. Namun, ada hal yang tidak dapat diukur hanya dengan angka: keberkahan.
Memiliki banyak harta belum tentu membuat seseorang merasa cukup. Sebaliknya, seseorang yang mampu mensyukuri rezekinya dan menggunakannya dengan baik dapat merasakan ketenangan yang tidak selalu dapat dibeli dengan materi.
Zakat menjadi salah satu bentuk nyata dari rasa syukur tersebut. Ketika sebagian harta ditunaikan sesuai ketentuan, kita belajar bahwa rezeki bukan hanya sesuatu yang dikumpulkan, tetapi juga sesuatu yang memiliki tanggung jawab.
Zakat Mengajarkan Kita untuk Tidak Terlalu Melekat pada Harta
Harta memang penting dalam kehidupan. Dengan harta, seseorang dapat memenuhi kebutuhan keluarga, memperoleh pendidikan, menjaga kesehatan, membangun usaha, dan mempersiapkan masa depan. Namun, harta juga dapat menjadi ujian ketika seseorang terlalu melekat kepadanya.
Zakat mengajarkan keseimbangan. Kita tetap diperbolehkan menikmati rezeki yang halal, membangun kehidupan yang layak, dan merencanakan masa depan. Tetapi pada saat yang sama, kita diingatkan untuk menyisihkan bagian yang menjadi kewajiban bagi mereka yang berhak.
Dengan menunaikan zakat, kita belajar bahwa memiliki harta bukan alasan untuk melupakan sesama. Justru ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, ada kesempatan yang lebih besar untuk menghadirkan manfaat.
Jangan Menunggu Kaya untuk Belajar Berbagi
Ada anggapan bahwa berbagi baru dapat dilakukan ketika seseorang sudah memiliki harta yang berlimpah. Padahal, semangat berbagi seharusnya tidak menunggu seseorang menjadi kaya.
Zakat sendiri memiliki ketentuan yang jelas mengenai siapa yang wajib menunaikannya dan harta seperti apa yang terkena kewajiban zakat. Ketika seseorang telah memenuhi syarat tersebut, kewajiban zakat tidak perlu ditunda. Menunaikan zakat tepat waktu merupakan bagian dari bentuk ketaatan sekaligus kepedulian.
Kita tidak perlu menunggu datangnya momen khusus untuk melakukan kebaikan. Ketika kewajiban telah terpenuhi, tunaikanlah. Karena kesempatan untuk berbagi adalah nikmat yang tidak semua orang miliki.
Memilih Cara yang Tepat untuk Menunaikan Zakat
Di era yang serba cepat, masyarakat semakin membutuhkan kemudahan dalam menunaikan kewajiban. Aktivitas pekerjaan yang padat sering kali membuat seseorang memiliki waktu terbatas untuk mengurus berbagai hal secara langsung. Karena itu, keberadaan lembaga pengelola zakat menjadi penting.
BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan zakat, sehingga masyarakat memiliki pilihan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga yang memang bergerak dalam pengelolaan zakat.
Menyalurkan zakat melalui BAZNAS juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menunaikan zakat secara lebih tertib dan terencana. Dengan demikian, kesibukan bukan lagi alasan untuk menunda kewajiban.
Saatnya Mengecek Kembali Kewajiban Zakat Kita
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menghitung pemasukan, pengeluaran, tabungan, cicilan, dan kebutuhan keluarga. Sesekali, mari berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah kita menghitung kewajiban zakat dari harta yang kita miliki?
Pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi pengingat penting.
Sebab, sebagaimana kita membuat perencanaan keuangan untuk masa depan, kita juga perlu memperhatikan kewajiban yang melekat pada harta yang kita miliki. Jangan sampai kita begitu teliti mengatur keuangan duniawi, tetapi lupa menunaikan kewajiban yang memiliki nilai ibadah.
Rezeki yang Berkah, Hati yang Lebih Tenang
Zakat bukan berarti membuat seseorang kehilangan sebagian hartanya tanpa makna. Sebaliknya, zakat merupakan bagian dari ketaatan yang mengajarkan kita untuk menggunakan rezeki sesuai dengan tuntunan agama.
Ada ketenangan ketika kita mengetahui bahwa kewajiban telah ditunaikan. Ada rasa syukur ketika sebagian rezeki kita dapat menjadi manfaat bagi orang lain. Dan ada pelajaran berharga bahwa kehidupan bukan hanya tentang apa yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga tentang apa yang mampu kita berikan. Maka, di tengah kesibukan mengejar rezeki, jangan lupa menyisihkan waktu untuk menunaikan kewajiban.
Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS. Jadikan rezeki yang kita terima bukan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan keberkahan dan kebaikan bagi sesama. Karena rezeki yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita dapatkan, tetapi juga tentang seberapa baik kita mengelolanya.
ARTIKEL19/08/2026 | Anin - Magang
Ketika Kebutuhan Terus Bertambah, Zakat Hadir sebagai Jalan untuk Saling Menguatkan
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, kebutuhan masyarakat juga ikut berubah. Harga berbagai kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi banyak keluarga.
Kondisi tersebut membuat kepedulian sosial menjadi semakin penting. Bukan hanya tentang membantu ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga bagaimana menciptakan dukungan yang mampu membantu masyarakat bertahan, berkembang, dan menjadi lebih mandiri. Di sinilah zakat memiliki peran yang sangat berarti.
Ketika Biaya Hidup Menjadi Tantangan Bersama
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, inflasi year-on-year Kota Surabaya pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,45 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya perubahan harga barang dan jasa yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, persoalan kesejahteraan tidak hanya berbicara tentang angka inflasi. Masih terdapat masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan taraf hidupnya.
BPS Kota Surabaya juga menekankan pentingnya penguatan data dan intervensi yang tepat sasaran dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pada awal 2026, BPS mencatat masih terdapat 3,56 persen penduduk Surabaya yang berada di bawah garis kemiskinan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa membangun kesejahteraan bukan hanya tugas satu pihak. Pemerintah, lembaga sosial, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Salah satunya melalui zakat.
Zakat Bukan Hanya tentang Memberi, tetapi Menguatkan
Zakat sering kali dipahami sebagai kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta kepada mereka yang berhak menerimanya. Namun, jika dikelola secara tepat, manfaat zakat dapat jauh lebih luas.
Zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik sekaligus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. BAZNAS RI sendiri pada 2026 menegaskan pentingnya pengembangan zakat produktif agar mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi lebih mandiri. Artinya, zakat dapat menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi persoalan sosial yang ada di sekitar kita.
Seseorang yang menerima bantuan kebutuhan pokok tentu terbantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Namun, ketika zakat juga diarahkan untuk pendidikan, pelatihan, modal usaha, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi, manfaatnya dapat berlanjut untuk hari-hari berikutnya. Dari sekadar membantu bertahan, menjadi membantu untuk bangkit.
Dari Zakat Konsumtif Menuju Zakat yang Memberdayakan
Dalam kondisi masyarakat yang dinamis, bantuan konsumtif tetap memiliki tempat dan dibutuhkan, terutama ketika seseorang sedang berada dalam situasi mendesak. Namun, pada saat yang sama, pemberdayaan juga menjadi bagian penting.
BAZNAS RI menjelaskan bahwa penyaluran zakat dapat mencakup bantuan konsumtif maupun produktif. Keduanya saling melengkapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mustahik. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan, tetapi juga sebagai investasi sosial.
Bayangkan ketika dana zakat dapat membantu seorang pelaku usaha kecil mengembangkan usahanya. Atau ketika seorang anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik karena dukungan dana zakat. Atau ketika seseorang yang sedang menghadapi persoalan kesehatan mendapatkan bantuan sehingga dapat kembali menjalani aktivitasnya. Setiap bentuk bantuan memiliki cerita dan dampak yang berbeda.
BAZNAS Kota Surabaya dan Semangat Menghadirkan Manfaat
Dalam konteks Kota Surabaya, semangat tersebut menjadi semakin relevan. Surabaya merupakan kota dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, tetapi di tengah dinamika tersebut tetap terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran untuk menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan profesional, dana yang dihimpun dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan sosial dan pemberdayaan. Karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban. Ada harapan agar dana tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran.
Berbagi di Tengah Kondisi yang Tidak Selalu Mudah
Mungkin muncul pertanyaan: “Kalau kondisi ekonomi sedang tidak mudah, apakah masih perlu berbagi?”
Jawabannya tentu kembali pada kemampuan masing-masing.
Berbagi tidak harus selalu dalam jumlah besar. Infak dan sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan. Sementara bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikan zakat merupakan bagian dari kewajiban yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Justru dalam kondisi yang penuh tantangan, kepedulian menjadi semakin berarti.
Sebab, ketika seseorang membantu sesuai kemampuannya, ia bukan hanya memberikan sesuatu kepada orang lain. Ia juga ikut membangun rasa saling menguatkan di tengah masyarakat.
Satu Kebaikan, Dampak yang Bisa Berlanjut
Zakat memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi sosial. Ketika dikelola secara tepat, zakat dapat membantu kebutuhan dasar sekaligus membuka jalan menuju kemandirian.
Hal ini juga sejalan dengan arah program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 yang menempatkan pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Maka, zakat tidak seharusnya hanya dilihat sebagai angka yang berpindah dari muzaki kepada mustahik. Di baliknya ada kebutuhan yang terbantu, pendidikan yang terus berjalan, usaha yang berkembang, kesehatan yang terjaga, dan harapan yang kembali tumbuh.
Mari Saling Menguatkan
Kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat akan selalu mengalami perubahan. Namun, satu hal yang dapat terus kita jaga adalah kepedulian terhadap sesama. Ketika memiliki kemampuan, mari berbagi. Ketika memiliki kelebihan, mari membantu. Dan ketika memiliki kewajiban zakat, mari tunaikan melalui lembaga yang amanah agar manfaatnya dapat dikelola dan disalurkan secara tepat.
Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gerakan untuk saling menguatkan. Karena di tengah kondisi yang tidak selalu mudah, kebaikan yang kita berikan hari ini dapat menjadi harapan bagi kehidupan seseorang di kemudian hari.
ARTIKEL19/08/2026 | Aliya - Magang
Ketika Simpati Hanya Bertahan di Media Sosial, BAZNAS Hadir dengan Aksi Nyata
Di era media sosial, kabar tentang bencana dapat menyebar hanya dalam hitungan menit. Foto, video, dan berbagai unggahan membuat masyarakat dengan mudah mengetahui kondisi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Kolom komentar pun dipenuhi ungkapan simpati, doa, dan dukungan. Namun, muncul sebuah pertanyaan: setelah unggahan itu tidak lagi ramai dan perhatian publik mulai beralih, apakah kepedulian kita masih tetap ada?
Fenomena ini menjadi refleksi bahwa kepedulian tidak seharusnya berhenti pada sebuah unggahan, tanda suka, atau komentar penuh simpati. Bencana adalah persoalan nyata yang dampaknya tidak selalu selesai ketika pemberitaannya hilang dari media sosial. Masyarakat yang terdampak masih membutuhkan bantuan, dukungan, serta kesempatan untuk bangkit kembali dari situasi sulit yang mereka hadapi.
Di tengah kondisi tersebut, aksi kemanusiaan menjadi bentuk nyata dari rasa peduli. Salah satunya melalui peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan melalui berbagai program dan aksi yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi penerima bantuan.
Bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingatkan kita bahwa solidaritas sosial tidak mengenal batas wilayah. Jarak yang jauh bukan alasan untuk menutup mata terhadap kondisi saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah. Melalui semangat kemanusiaan, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu sesama sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang memiliki makna penting. Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas dan membantu mereka yang sedang membutuhkan. Ketika dikelola secara baik dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, dana tersebut dapat menjadi jembatan antara mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Kehadiran BAZNAS dalam berbagai aksi kemanusiaan menunjukkan bahwa kepedulian dapat diterjemahkan menjadi langkah yang nyata. Bantuan yang diberikan bukan sekadar persoalan materi, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat yang terdampak tidak sedang menghadapi kesulitan sendirian. Ada banyak pihak yang peduli dan ingin bersama-sama membantu proses pemulihan.
Di sinilah pentingnya mengubah cara pandang terhadap kepedulian sosial. Bersimpati tentu merupakan hal yang baik, tetapi tindakan nyata akan memberikan dampak yang lebih besar. Media sosial dapat menjadi ruang untuk menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat peduli, namun kepedulian tidak seharusnya berhenti di layar. Dari informasi yang dibagikan, dapat lahir aksi; dari simpati, dapat tumbuh solidaritas; dan dari solidaritas, dapat muncul harapan baru bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui lembaga yang terpercaya, masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Tidak harus menunggu memiliki banyak harta untuk mulai peduli. Setiap bentuk kebaikan, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari perubahan yang berarti ketika dilakukan secara bersama-sama.
Pada akhirnya, sebuah bencana mungkin akan perlahan hilang dari linimasa media sosial, tetapi kebutuhan masyarakat yang terdampak tidak serta-merta ikut hilang. Karena itu, kepedulian harus memiliki umur yang lebih panjang daripada sebuah tren. BAZNAS melalui semangat kemanusiaannya mengajak kita untuk tidak hanya menjadi penonton atau pemberi simpati, tetapi juga menjadi bagian dari aksi nyata untuk membantu sesama.
Sebab kepedulian yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa banyak kita mengatakan “turut prihatin”, melainkan tentang sejauh mana kita bersedia mengambil langkah untuk membantu. Ketika simpati di media sosial mulai mereda, semangat berbagi dan aksi kemanusiaan harus tetap menyala. Dari situlah kebaikan dapat terus bergerak, harapan dapat kembali tumbuh, dan sesama dapat saling menguatkan.
ARTIKEL19/08/2026 | Ifa - Magang
Menyambut Rabiul Awal: Menumbuhkan Cinta kepada Rasulullah melalui Kepedulian
Bulan Rabiul Awal kembali hadir sebagai salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merefleksikan keteladanan beliau. Pada tahun 1448 H, awal Rabiul Awal bertepatan dengan 14 Agustus 2026, sementara 12 Rabiul Awal yang menjadi momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Rabiul Awal bukan hanya menjadi waktu untuk mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk kembali menumbuhkan cinta kepada Rasulullah melalui perilaku yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk keteladanan yang dapat diwujudkan adalah kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut dapat diterapkan melalui perhatian kepada orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, serta berbagi sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah.
Rabiul Awal dan Momentum Mencintai Rasulullah SAW
Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan dengan mengenang kelahiran beliau. Lebih dari itu, cinta kepada Rasulullah dapat menjadi dorongan untuk mempelajari dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan.
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat ajaran dan akhlak Rasulullah SAW. Berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan selama Rabiul Awal dapat menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan dengan tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Meneladani Kepedulian Rasulullah kepada Sesama
Kehidupan Rasulullah SAW memberikan banyak teladan tentang bagaimana seorang Muslim membangun hubungan yang baik dengan sesama. Kepedulian terhadap orang lain merupakan nilai yang penting untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Meneladani kepedulian Rasulullah dapat dimulai dari hal sederhana. Memperhatikan kondisi orang di sekitar, membantu ketika ada yang mengalami kesulitan, berbagi kepada yang membutuhkan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan setiap hari. Kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perhatian dan kepedulian yang dilakukan dengan tulus dapat memberikan arti bagi orang lain.
Menghidupkan Semangat Berbagi melalui ZIS
Salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Zakat memiliki ketentuan dan penerima yang telah diatur dalam syariat, sedangkan infak dan sedekah dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk berbagi sesuai dengan kemampuan. Ketiganya memiliki peran dalam membantu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks kehidupan sosial, ZIS juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan solidaritas. Ketika masyarakat menunaikan ZIS melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan dan program yang dijalankan. Bagi masyarakat, menunaikan ZIS bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa peduli dan berbagi dengan sesama.
BAZNAS Kota Surabaya Mengajak Masyarakat Menebarkan Kebaikan
Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat ZIS bagi masyarakat melalui program-program yang dijalankan. Momentum Rabiul Awal dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi. Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan memperbanyak kebaikan dan kepedulian, termasuk melalui ZIS sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui pengelolaan ZIS, kepedulian masyarakat dapat disalurkan melalui lembaga yang memiliki amanah untuk mengelola dan mendistribusikannya kepada penerima yang berhak.
Maulid Nabi, Momentum Memperkuat Kepedulian
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026 dapat menjadi momentum untuk kembali merefleksikan bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah diterapkan dalam kehidupan. Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengingat kelahiran beliau, tetapi juga berusaha menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kepada sesama, sikap berbagi, serta keinginan untuk memberikan manfaat merupakan bagian dari semangat yang dapat terus ditumbuhkan.
Rabiul Awal juga dapat menjadi waktu untuk memperkuat kebiasaan baik. Tidak harus menunggu datangnya momentum tertentu untuk berbagi, karena kepedulian kepada sesama dapat dilakukan kapan saja.
Dari Cinta kepada Rasulullah, Tumbuh Kepedulian
Rabiul Awal mengajarkan bahwa mengenang Rasulullah SAW dapat menjadi awal untuk memperkuat keteladanan dalam kehidupan. Cinta kepada Rasulullah tidak hanya disimpan dalam hati, tetapi juga dapat diwujudkan melalui perbuatan yang membawa kebaikan.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Rabiul Awal sebagai kesempatan memperkuat kepedulian, memperbanyak kebaikan, dan menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, ketika cinta kepada Rasulullah diwujudkan melalui kepedulian, kebaikan tidak hanya menjadi amalan pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar.
Mari menyambut Rabiul Awal dengan memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, dan menghadirkan lebih banyak kebaikan bagi sesama.
ARTIKEL19/08/2026 | Sabrina - Magang
Merdeka Finansial Ala BAZNAS Surabaya: Ubah Mustahik Jadi Game Changer Ekonomi
Bagi sebagian orang, istilah merdeka finansial mungkin terdengar seperti impian khas anak muda perkotaan yang identik dengan kebebasan finansial di usia muda. Namun di sudut-sudut Kota Surabaya, makna merdeka finansial mewujud dalam bentuk yang lebih mendasar dan inklusif: kemampuan seorang warga untuk berdiri di atas kaki sendiri, terbebas dari ketergantungan bantuan sosial, serta mampu menghidupi keluarga secara bermartabat.
Guna mewujudkan hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya mengusung pendekatan baru dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Zakat tidak lagi hanya diposisikan sebagai jaring pengaman sosial saat kondisi darurat, melainkan dioptimalkan sebagai modal kerja produktif yang mampu mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi game changer atau penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.
Mengganti "Kail" dengan Ekosistem Usaha Mandiri
Filosofi lama "memberi kail, bukan ikan" kini melangkah lebih jauh di BAZNAS Kota Surabaya. Di era persaingan usaha yang serba cepat, memberi modal usaha saja tidak cukup. Para penerima manfaat butuh pendampingan berkelanjutan, penguatan kapasitas, hingga akses pemasaran.
Melalui pilar program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memfasilitasi transformasi ekonomi ini secara komprehensif:
Pemberdayaan Modal dan Alat Produksi: Penyaluran bantuan alat kerja modern yang disesuaikan dengan keahlian dan potensi masing-masing warga.
Pelatihan Kewirausahaan & Literasi Keuangan: Pendampingan manajemen keuangan dasar agar modal usaha tidak habis untuk kebutuhan konsumtif.
Fasilitasi Sertifikasi Halal & Akses Pasar: Membantu UMKM binaan memiliki legalitas dan daya saing untuk menembus pasar yang lebih luas.
Dengan ekosistem pendampingan ini, para penerima manfaat tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka dibina secara konsisten hingga usaha yang dijalankan benar-benar stabil dan berdaya saing.
Melompat dari Penerima Bantuan Menjadi Pemberi Solusi
Dampak dari transformasi zakat produktif ini tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi dari perubahan nyata kehidupan warga Surabaya. Seorang ibu rumah tangga yang dulunya kesulitan memenuhi kebutuhan harian, kini mampu membuka usaha olahan makanan mandiri dan mempekerjakan tetangga di sekitarnya. Pemuda yang sebelumnya terkendala lapangan kerja, kini sukses mengelola gerai usaha mikro berbasis kemitraan.
Inilah esensi game changer sesungguhnya: ketika seseorang yang tadinya berada di garis bawah penerima bantuan, mampu bangkit, membuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki (pembayar zakat) atau munfiq (pemberi infak). Perubahan status ini merupakan indikator tertinggi keberhasilan pengelolaan zakat berkelanjutan di Kota Pahlawan.
Menghubungkan Kebaikan Lewat Sinergi Lima Pilar
Langkah penguatan ekonomi masyarakat melalui pilar Surabaya Berdaya tidak berjalan secara terisolasi. BAZNAS Kota Surabaya mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi dengan empat pilar unggulan lainnya:
Surabaya Cerdas: Memastikan anak-anak dari keluarga binaan tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui bantuan beasiswa.
Surabaya Sehat: Memberikan jaminan pendampingan layanan kesehatan bagi keluarga prasejahtera.
Surabaya Sigap: Bantuan respons cepat untuk situasi darurat dan kebencanaan.
Surabaya Berdakwah: Penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
Pendekatan holistik ini memastikan bahwa ketika aspek ekonomi dibenahi, kualitas hidup keluarga secara keseluruhan—baik kesehatan, pendidikan, maupun nilai spiritualnya—turut meningkat secara seimbang.
Gotong Royong Digital Warga Surabaya
Akselerasi kemandirian ekonomi umat tentu memerlukan dukungan berkesinambungan dari seluruh warga Kota Surabaya. Untuk itu, BAZNAS Kota Surabaya terus mempermudah partisipasi masyarakat melalui kanal zakat digital. Pembayaran zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara mudah, cepat, dan transparan melalui layanan transfer perbankan, scan QRIS, hingga portal digital resmi.
Melalui penerapan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menjaga akuntabilitas setiap rupiah dana yang dititipkan. Zakat bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan energi kebangkitan bersama untuk mewujudkan Surabaya yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.
ARTIKEL19/08/2026 | Leli - Magang
NTT Bangkit, BAZNAS Bergerak: Menebar Kepedulian di Tengah Bencana
Bencana alam dapat datang tanpa mengenal waktu dan meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Ketika rumah rusak, akses kebutuhan dasar terganggu, dan mata pencaharian terhenti, kepedulian dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi para penyintas.
Semangat untuk membantu inilah yang menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan BAZNAS. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana dengan memberikan bantuan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan.
Salah satu wilayah yang pernah mendapat respons kebencanaan BAZNAS adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada April 2026, BAZNAS merespons gempa di Flores Timur dengan mendirikan dapur umum dan menyalurkan 800 porsi makanan siap saji kepada para penyintas di wilayah terdampak.
Ketika Bencana Datang, Kepedulian Harus Bergerak
Bagi masyarakat yang terdampak bencana, bantuan bukan sekadar tentang materi. Makanan, air bersih, layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga tempat tinggal yang layak menjadi kebutuhan penting dalam melewati masa sulit.
BAZNAS Tanggap Bencana memiliki program yang mencakup penanganan bencana melalui tahapan rescue, relief, recovery, dan reconstruction. Pada masa tanggap darurat, bantuan dapat berupa layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, serta dukungan psikososial.
Kecepatan dalam merespons menjadi hal penting agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan yang dibutuhkan.
ZIS Menjadi Energi untuk Bangkit
Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam kondisi bencana, dana ZIS yang dikelola dan disalurkan sesuai ketentuan dapat membantu memenuhi kebutuhan para mustahik terdampak.
Namun, kepedulian tidak berhenti pada bantuan darurat. Setelah kondisi mulai stabil, masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk kembali membangun kehidupan mereka.
Karena itu, proses pemulihan dapat mencakup bantuan di bidang ekonomi, pendidikan, hingga perbaikan tempat tinggal. Pendekatan tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya mampu melewati masa darurat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk kembali mandiri.
Dari Surabaya untuk Indonesia: Semangat Berbagi Tanpa Batas
Kepedulian terhadap korban bencana bukan hanya tanggung jawab masyarakat yang berada di lokasi terdampak. Masyarakat dari berbagai daerah juga dapat mengambil bagian melalui dukungan dan donasi.
Bagi masyarakat Surabaya, semangat berbagi dapat menjadi wujud nyata kepedulian terhadap saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah. Melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah, kebaikan yang dilakukan di satu tempat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di tempat lain.
Inilah makna solidaritas yang sesungguhnya: ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain turut menguatkan.
NTT Bangkit, Harapan Kembali Tumbuh
Pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan kerja bersama. Masyarakat terdampak membutuhkan dukungan untuk membangun kembali rumah, memulihkan ekonomi keluarga, memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
BAZNAS melalui program kebencanaan berupaya mendampingi masyarakat terdampak tidak hanya pada masa darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan. Program pemulihan ekonomi, pendidikan, dan perbaikan tempat tinggal menjadi bagian dari upaya membantu penyintas kembali bangkit.
Karena di balik setiap bencana, selalu ada harapan untuk bangkit. Dan di balik setiap bantuan, ada kepedulian yang dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang berjuang.
Mari Bergerak Bersama
NTT bangkit bukan hanya karena kekuatan masyarakat yang terdampak, tetapi juga karena adanya dukungan dari banyak pihak. Setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pemulihan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat ikut mengambil peran dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Bersama BAZNAS Surabaya, mari terus tumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Karena ketika kepedulian bergerak, harapan akan terus tumbuh. NTT bangkit, BAZNAS bergerak, dan kebaikan terus mengalir untuk sesama.
ARTIKEL19/08/2026 | Icha - Magang
Rabiul Awal: Meneladani Rasulullah dengan Memperkuat Semangat Berbagi
Bulan Rabiul Awal kembali hadir membawa suasana istimewa bagi umat Islam. Bulan yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum untuk kembali mengingat sosok Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, kepedulian, dan cara memperlakukan sesama.
Pada tahun 2026, 1 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan 14 Agustus 2026. Sementara itu, 12 Rabiul Awal yang menjadi momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada 25 Agustus 2026.
Rabiul Awal bukan sekadar tentang mengenang kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, bulan ini dapat menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari?
Cinta kepada Rasulullah, Bukan Hanya dengan Ucapan
Mencintai Rasulullah SAW tentu dapat diwujudkan dengan memperbanyak salawat dan mengenang perjuangan beliau. Namun, kecintaan tersebut akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan akhlak Rasulullah.
Salah satu sifat yang sangat menonjol dari Rasulullah adalah kepedulian dan kedermawanannya. Beliau senantiasa mengajarkan umat untuk peduli terhadap orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, serta tidak menjadikan harta sebagai sesuatu yang hanya dinikmati untuk diri sendiri.
Karena itu, Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebiasaan berbagi. Tidak harus selalu dalam jumlah besar. Berbagi makanan, membantu orang yang membutuhkan, memberikan dukungan kepada sesama, hingga menunaikan zakat, infak, dan sedekah merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial.
BAZNAS juga menempatkan sedekah sebagai salah satu bentuk amal yang dapat dilakukan untuk kemaslahatan umum, baik berupa harta maupun nonharta.
Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Wujud Kepedulian
Semangat berbagi yang diajarkan Rasulullah memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Di tengah berbagai kebutuhan sosial yang masih ada di sekitar kita, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban seorang muslim dalam mengeluarkan sebagian hartanya, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Melalui pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi instrumen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung upaya pemberdayaan.
Begitu pula dengan infak dan sedekah. Keduanya memberikan ruang bagi setiap orang untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Artinya, semangat berbagi tidak mengenal batas usia, profesi, maupun jumlah harta.
Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai.
BAZNAS: Menghubungkan Kebaikan dengan Mereka yang Membutuhkan
Semangat Rabiul Awal untuk meneladani kepedulian Rasulullah dapat diwujudkan melalui aksi nyata bersama BAZNAS.
BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah agar dapat disalurkan secara tepat guna kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya pengelolaan yang terorganisir, kebaikan dari para muzaki dan donatur dapat dihubungkan dengan berbagai kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS yang mendorong masyarakat untuk menjadikan zakat dan sedekah sebagai bagian dari kepedulian sosial. Dalam berbagai publikasinya, BAZNAS juga menekankan bahwa keteladanan Rasulullah dalam bersedekah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat Kota Surabaya, momentum Rabiul Awal dapat menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu datangnya Ramadan. Kebaikan dapat dilakukan kapan saja, termasuk melalui penunaian zakat dan penyaluran infak maupun sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya.
Dari Maulid Nabi Menuju Aksi Nyata
Peringatan Maulid Nabi sering kali diisi dengan berbagai kegiatan seperti pengajian, salawat, dan kajian tentang kehidupan Rasulullah SAW. Semua itu tentu menjadi bagian penting dalam meningkatkan kecintaan kepada beliau.
Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting: bagaimana nilai yang kita pelajari dari Rasulullah dapat diterapkan setelah acara selesai?
Jika kita belajar tentang kedermawanan Rasulullah, maka mari belajar untuk lebih ringan tangan dalam membantu. Jika kita belajar tentang kepedulian beliau terhadap umat, maka mari lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar. Dan jika kita belajar tentang pentingnya berbagi, maka mari mulai membiasakan diri untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Dengan begitu, Maulid Nabi tidak berhenti sebagai sebuah peringatan, tetapi menjadi titik awal untuk menghadirkan lebih banyak kebaikan dalam kehidupan.
Rabiul Awal, Momentum Menebar Manfaat
Pada akhirnya, Rabiul Awal mengajarkan kita bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenang sosok beliau, tetapi juga berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan. Salah satunya melalui kepedulian kepada sesama.
Mari jadikan momentum Rabiul Awal 1448 H sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat berbagi. Mulai dari hal sederhana, mulai dari kemampuan yang kita miliki, dan mulai dari lingkungan terdekat.
Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari terus tumbuhkan ekosistem kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Karena satu kebaikan yang kita berikan mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang menerimanya.
Rabiul Awal bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi tentang menghadirkan kembali nilai-nilai beliau dalam kehidupan: peduli, berbagi, dan memberi manfaat bagi sesama.
ARTIKEL19/08/2026 | Aliya - Magang
Sedikit dari Kita, Berarti bagi Mereka
Bencana alam dapat mengubah kehidupan seseorang dalam waktu yang singkat. Ketika rumah mengalami kerusakan, kegiatan sehari-hari terganggu, dan kebutuhan pokok sulit dipenuhi, bantuan dari orang-orang sekitar menjadi hal yang sangat berharga.
Kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kondisi yang sulit, bantuan dari berbagai pihak dapat membantu meringankan beban dan memberikan semangat untuk kembali bangkit.
Tidak Harus Menunggu Banyak untuk Berbagi
Sering kali kita berpikir bahwa membantu harus dengan jumlah yang besar. Padahal, kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya nominal yang diberikan.
Bagi seseorang yang sedang berada dalam kondisi sulit, bantuan yang mungkin terlihat kecil bagi kita dapat memiliki arti yang jauh lebih besar. Ketika bantuan dari banyak orang dikumpulkan, nilainya pun dapat menjadi semakin besar dan memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai kemampuan, setiap kebaikan memiliki nilai dan manfaat bagi orang lain.
Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Sesama
Zakat, infak, dan sedekah merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan yang amanah, dana tersebut dapat disalurkan untuk berbagai kebutuhan sosial dan kemanusiaan sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya.
Dalam situasi bencana, semangat berbagi menjadi semakin penting. Bantuan dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan mereka.
BAZNAS melalui berbagai program kemanusiaannya turut berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sulit. Hal ini menjadi pengingat bahwa zakat dan sedekah tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan harapan.
Dari Surabaya untuk NTT
Masyarakat Surabaya mungkin berada jauh dari NTT. Namun, jarak bukan alasan untuk tidak peduli. Semangat gotong royong dapat diwujudkan dengan berbagai cara, termasuk melalui zakat, infak, sedekah, maupun bantuan kemanusiaan sesuai kemampuan.
Tidak ada kebaikan yang terlalu kecil ketika diberikan kepada mereka yang sedang membutuhkan. Sedikit yang kita sisihkan hari ini dapat menjadi bagian dari bantuan yang membantu seseorang melewati masa sulit. Mari jadikan kepedulian sebagai langkah nyata. Karena sedikit dari kita, bisa berarti bagi mereka.
ARTIKEL19/08/2026 | Putri - Magang
Semangat Maulid, Semangat Berbagi: Optimalisasi Penyaluran ZIS BAZNAS bagi Mustahik
Maulid Nabi sebagai Momentum Menebarkan Kepedulian
Bulan Rabiul Awal menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk kembali meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu keteladanan Rasulullah SAW yang relevan untuk diterapkan hingga saat ini adalah kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling membantu, memperhatikan kondisi orang yang membutuhkan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Karena itu, semangat Maulid Nabi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, salah satunya dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Memaknai Semangat Berbagi melalui ZIS
Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dana ZIS yang dikelola dengan baik dapat menjadi instrumen untuk membantu memenuhi kebutuhan mustahik sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Dalam konteks Maulid Nabi dan berbagi, masyarakat dapat menjadikan momentum Rabiul Awal sebagai pengingat untuk meningkatkan kepedulian kepada orang-orang di sekitar. Berbagi tidak selalu harus dilakukan dalam jumlah besar. Kepedulian dapat dimulai dari kemampuan masing-masing individu dan dilakukan secara ikhlas serta berkelanjutan.
Melalui lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS, masyarakat juga dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara lebih terarah. Dana yang dihimpun kemudian dapat disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan dan prioritas yang telah ditetapkan.
Peran BAZNAS dalam Mengoptimalkan Penyaluran ZIS
BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghubungkan para muzaki dan donatur dengan mustahik. Pengelolaan ZIS tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga memastikan dana tersebut dapat memberikan manfaat secara tepat sasaran.
Optimalisasi penyaluran ZIS dapat dilakukan dengan memahami kebutuhan mustahik secara menyeluruh. Setiap mustahik memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Sebagian membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sementara lainnya membutuhkan dukungan pendidikan, kesehatan, maupun bantuan untuk mengembangkan usaha.
Oleh karena itu, penyaluran ZIS perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi penerima manfaat. Dengan pendekatan tersebut, bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan mustahik dalam jangka panjang.
Dari Bantuan Konsumtif Menuju Pemberdayaan
Salah satu bentuk optimalisasi ZIS adalah mengembangkan penyaluran yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Bantuan konsumtif tetap diperlukan, terutama bagi mustahik yang sedang menghadapi kebutuhan mendesak. Namun, bagi mustahik yang memiliki potensi untuk berkembang, bantuan produktif dapat menjadi langkah untuk mendorong kemandirian ekonomi.
Misalnya, dana ZIS dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaku usaha mikro dari kalangan mustahik melalui bantuan modal, peralatan usaha, pelatihan, maupun pendampingan. Dengan adanya dukungan tersebut, mustahik memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarganya secara lebih mandiri.
Pendekatan pemberdayaan ini menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan. Jika dikelola dan disalurkan secara tepat, ZIS dapat menjadi salah satu instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial.
Menumbuhkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Semangat berbagi pada momentum Maulid Nabi juga perlu dibangun sebagai budaya sosial. Kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya hanya muncul pada momen tertentu, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat, keberadaan kepedulian dari berbagai pihak menjadi sangat berarti. Zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana masyarakat dapat saling membantu dan memperkuat solidaritas.
Dalam hal ini, BAZNAS dapat berperan sebagai bagian dari ekosistem kebaikan yang mempertemukan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan bantuan. Kolaborasi antara muzaki, lembaga pengelola zakat, dan mustahik menjadi penting agar manfaat ZIS dapat dirasakan secara lebih luas.
Membangun Kepercayaan melalui Pengelolaan yang Amanah
Optimalisasi penyaluran ZIS juga tidak terlepas dari pentingnya kepercayaan masyarakat. Muzaki dan donatur perlu mendapatkan keyakinan bahwa dana yang mereka titipkan dikelola secara amanah, transparan, dan profesional.
Pengelolaan yang baik dapat dilakukan melalui pendataan mustahik, penentuan prioritas penerima manfaat, penyaluran yang tepat sasaran, serta evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. Transparansi dalam pengelolaan juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi.
Semakin tinggi kepercayaan masyarakat, semakin besar pula peluang penghimpunan ZIS untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan demikian, pengelolaan zakat bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesejahteraan umat.
Menjadikan Maulid sebagai Awal dari Kebaikan yang Berkelanjutan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum Rabiul Awal dapat menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk kepedulian, kasih sayang, dan semangat membantu sesama.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, semangat tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Setiap kontribusi yang diberikan dapat menjadi bagian dari upaya membantu mustahik memenuhi kebutuhan, memperoleh akses pendidikan dan kesehatan, hingga membangun kemandirian ekonomi.
Pada akhirnya, Maulid Nabi dan berbagi memiliki hubungan yang erat dalam menghadirkan nilai keteladanan Rasulullah SAW di tengah kehidupan masyarakat. Semangat mencintai Rasulullah dapat diwujudkan dengan memperbanyak kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Semangat Maulid bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga tentang bagaimana meneladani akhlaknya melalui kepedulian. Semangat berbagi melalui ZIS menjadi salah satu cara untuk menghidupkan keteladanan tersebut sekaligus membangun masyarakat yang lebih peduli, kuat, dan sejahtera.
ARTIKEL19/08/2026 | Rosita - Magang
Setelah Merdeka, Saatnya Berbagi: Wujudkan Kepedulian melalui ZIS
Kemerdekaan Indonesia bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Setelah merayakan kemerdekaan, ada langkah lain yang tidak kalah penting untuk dilakukan, yaitu menumbuhkan kepedulian dan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Semangat kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, kepedulian dari setiap individu dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Memaknai Kemerdekaan dengan Kepedulian
Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk hidup, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi kehidupan yang sama. Sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun kebutuhan dasar lainnya.
Karena itu, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu sesama. Salah satunya dengan menunaikan zakat bagi yang telah memenuhi kewajibannya serta memperbanyak infak dan sedekah.
Berbagi bukan sekadar memberikan sebagian harta. Lebih dari itu, berbagi merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas untuk membantu menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
ZIS, Langkah Kecil dengan Dampak Besar
Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dana yang dihimpun melalui ZIS dapat disalurkan untuk berbagai program sosial dan pemberdayaan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan penerima manfaat.
Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, ZIS dapat membantu memberikan akses terhadap kebutuhan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
Dengan demikian, satu bentuk kebaikan dari seorang muzaki maupun donatur dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi penerima manfaat.
Bersama BAZNAS Surabaya, Hadirkan Manfaat untuk Sesama
Sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan ZIS dilakukan dengan mengedepankan prinsip amanah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Semangat berbagi tersebut sejalan dengan nilai kemerdekaan, yaitu membangun kepedulian dan menciptakan kesempatan agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan kehidupan yang lebih layak.
Melalui berbagai program penyaluran dan pemberdayaan, ZIS diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.
Setelah Merdeka, Mari Lanjutkan dengan Kebaikan
Perayaan kemerdekaan tidak harus berhenti pada upacara, perlombaan, atau memasang bendera. Semangat kemerdekaan juga dapat diteruskan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Menyisihkan sebagian rezeki melalui infak dan sedekah, serta menunaikan zakat ketika telah memenuhi kewajiban, merupakan salah satu cara untuk meneruskan semangat berbagi.
Karena kemerdekaan yang bermakna bukan hanya ketika kita dapat merasakan kebebasan untuk diri sendiri, tetapi juga ketika kita ikut membantu menghadirkan harapan bagi sesama.
Mari jadikan momentum setelah kemerdekaan sebagai awal untuk memperkuat kepedulian sosial. Bersama BAZNAS Surabaya, mari wujudkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Setelah merdeka, saatnya berbagi. Karena setiap kebaikan yang diberikan hari ini dapat menjadi harapan bagi sesama di masa depan.
ARTIKEL19/08/2026 | Icha - Magang
Mengapa ZIS Perlu Dikelola secara Berkelanjutan di Bulan Rabiul Awal
Rabiul Awal Bukan Hanya tentang Perayaan
Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang banyak mendapat perhatian umat Islam karena terdapat momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 2026, 1 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan 14 Agustus dan 12 Rabiul Awal atau Maulid Nabi jatuh pada 25 Agustus 2026.
Di tengah berbagai kegiatan Maulid Nabi, ada satu hal yang sering luput dibicarakan kemana semangat berbagi setelah acara selesai? Membagikan makanan, memberikan santunan, atau bersedekah merupakan bentuk kepedulian yang baik. Namun, semangat berbagi sebenarnya dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila disalurkan melalui pengelolaan ZIS yang terencana.
ZIS Tidak Berhenti pada Memberikan Bantuan
Zakat, infak, dan sedekah sering kali dipahami sebatas pemberian kepada orang yang membutuhkan. Padahal, pengelolaan ZIS memiliki potensi lebih besar, yaitu membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupannya. Karena itu, pengelolaan dana ZIS membutuhkan proses yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat. Mulai dari menghimpun dana, mengidentifikasi kebutuhan penerima manfaat, melakukan verifikasi, menentukan bentuk bantuan, hingga memastikan bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat. Bagian-bagian tersebut mungkin tidak seramai kegiatan penyaluran bantuan di media sosial, tetapi justru menjadi bagian penting agar dana ZIS dapat memberikan dampak yang tepat sasaran.
Mengapa Bantuan Tidak Selalu Harus Berupa Uang Tunai?
Ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipahami masyarakat. Kebutuhan setiap penerima manfaat berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, maupun penguatan ekonomi. Karena itu, bentuk pendayagunaan ZIS dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat. Pendekatan tersebut membuat ZIS tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, dana ZIS dapat membantu seseorang melewati kondisi sulit sekaligus membuka kesempatan untuk menjadi lebih mandiri.
Dari Muzaki untuk Perubahan yang Lebih Panjang
Ketika seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah melalui lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS, yang disalurkan bukan sekadar sejumlah uang. Di balik dana tersebut terdapat kepercayaan dari muzaki agar hartanya dikelola dan disalurkan kepada pihak yang berhak. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan ZIS, tetapi juga membutuhkan keyakinan bahwa dana yang diberikan dikelola secara amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat.
Meneladani Rasulullah SAW melalui Kepedulian Sosial
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah SAW dalam memperhatikan kondisi masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta membangun kepedulian antar sesama. Semangat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai bentuk kebaikan. Tidak harus selalu dalam jumlah besar. Infak dan sedekah yang dilakukan secara konsisten juga dapat menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas. Dengan demikian, memperingati Rabiul Awal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi pengingat untuk menghadirkan nilai kepedulian dalam kehidupan nyata.
Saatnya Mengubah “Berbagi” Menjadi “Berdampak”
Bulan Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperluas cara pandang terhadap ZIS. Berbagi bukan hanya tentang berapa banyak yang diberikan, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh penerima. Melalui pengelolaan ZIS yang amanah dan berkelanjutan, kebaikan dari seorang muzaki dapat terus bergerak kepada mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat menjadikan momentum Rabiul Awal sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial. Sebab, kebaikan yang dikelola dengan baik tidak berhenti pada satu penerima, tetapi dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas bagi masyarakat.
ARTIKEL19/08/2026 | Nadya - Magang
Berzakat di BAZNAS, Ikhtiar Menuju Kehidupan yang Lebih Sejahtera
Zakat bukan sekadar kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian yang memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Ketika zakat ditunaikan melalui lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS, manfaatnya dapat disalurkan secara lebih terarah kepada mereka yang membutuhkan. Dengan begitu, zakat dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera, baik bagi muzaki maupun mustahik.
Zakat Menguatkan Kepedulian Sosial
Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai kebutuhan, masih banyak saudara kita yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Ada yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, hingga mengembangkan usaha.
Zakat hadir sebagai salah satu solusi untuk membantu mereka bangkit. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat digunakan untuk berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membantu penerima zakat membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS?
Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam gerakan kebaikan yang lebih luas. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berperan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada pihak yang berhak menerimanya sesuai ketentuan syariat.
Dengan pengelolaan yang terorganisasi, zakat dapat diarahkan kepada program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Satu zakat yang ditunaikan mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dilakukan bersama oleh banyak orang, dampaknya dapat menjadi jauh lebih besar.
Zakat, Jalan Menuju Kesejahteraan Bersama
Kesejahteraan bukan hanya tentang memiliki kehidupan yang berkecukupan secara pribadi. Kesejahteraan juga berarti ketika semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk hidup layak, memperoleh pendidikan, menjaga kesehatan, dan meningkatkan taraf ekonominya.
Di sinilah zakat memiliki peran penting. Ketika sebagian harta kita ditunaikan sebagai zakat, kita turut membantu mengurangi kesenjangan dan membuka peluang bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Bagi muzaki, zakat juga menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana untuk menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian. Sementara bagi mustahik, zakat dapat menjadi dukungan untuk memenuhi kebutuhan dan perlahan meningkatkan kualitas kehidupan.
Mari Tunaikan Zakat dan Sebarkan Manfaat
Setiap harta yang kita miliki memiliki amanah di dalamnya. Ketika sudah memenuhi syarat wajib zakat, jangan menunda untuk menunaikannya. Salurkan zakat melalui BAZNAS agar kebaikan yang kita berikan dapat dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Karena sejatinya, zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian harta. Zakat adalah tentang menghadirkan manfaat, menumbuhkan harapan, dan membangun kesejahteraan bersama.
Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS. Bersama zakat, kita wujudkan kehidupan yang lebih sejahtera dan masa depan yang lebih baik bagi sesama.
ARTIKEL19/08/2026 | Anin - Magang
Dari Surabaya untuk NTT: Menyambung Kepedulian melalui ZIS
Ketika Bencana Datang, Kepedulian Dibutuhkan
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah Flores. Hingga Selasa malam, BMKG mencatat sebanyak 2.403 gempa susulan, dengan magnitudo yang bervariasi. Situasi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terdampak tidak berhenti setelah gempa utama terjadi. Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan makanan, air, tempat berlindung, layanan kesehatan, hingga dukungan untuk memulihkan kehidupan sehari-hari. Di tengah situasi tersebut, muncul satu pertanyaan sederhana apa yang dapat kita lakukan dari tempat kita berada?
Tidak semua orang dapat datang langsung ke lokasi bencana. Namun, kepedulian tetap dapat disalurkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memberikan dukungan melalui ZIS.
Dari ZIS Menjadi Bantuan Nyata
Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta. Ketika dikelola dengan amanah dan disalurkan sesuai kebutuhan, ZIS dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit. Dalam penanganan bencana, bantuan yang dibutuhkan pun tidak selalu berbentuk uang tunai. Logistik makanan, kebutuhan keluarga, layanan kesehatan, tempat pengungsian, hingga fasilitas sanitasi menjadi bagian penting dalam proses tanggap darurat.
BAZNAS RI sendiri telah memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa NTT. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan seperti sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, serta dukungan khusus bagi ibu dan anak. Hal ini menunjukkan bahwa dana sosial yang dihimpun dapat diterjemahkan menjadi bantuan yang lebih konkret sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Solidaritas Tidak Harus Menunggu Dekat
Bencana yang terjadi di NTT mungkin berada jauh dari Surabaya. Namun, jarak geografis tidak seharusnya menjadi batas bagi kepedulian. Masyarakat Surabaya dan sekitarnya dapat mengambil bagian dalam semangat solidaritas kemanusiaan dengan menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga pengelola ZIS yang terpercaya.
Prinsipnya sederhana yang jauh dapat terasa dekat ketika kepedulian disambungkan melalui kebaikan. Semangat gotong royong juga terlihat dari berbagai daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, misalnya, telah mengirimkan tim SAR dan bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Sementara itu, BAZNAS di sejumlah daerah juga turut menggalang kepedulian masyarakat untuk membantu korban gempa. BAZNAS NTB, misalnya, menghimpun bantuan secara sukarela untuk masyarakat terdampak di NTT.
ZIS Bukan Sekadar Memberi, tetapi Menyambungkan Harapan
Ada hal yang sering luput ketika membicarakan bantuan bencana proses pemulihan tidak selesai ketika berita tentang bencana mulai mereda. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, masyarakat terdampak masih menghadapi proses panjang untuk kembali menjalani kehidupan. Rumah, sekolah, tempat ibadah, fasilitas umum, pekerjaan, dan sumber penghasilan mungkin membutuhkan waktu untuk dipulihkan. Karena itu, semangat berbagi perlu dipahami sebagai bagian dari proses yang lebih panjang.
ZIS dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang membantu masyarakat melewati masa sulit, selama pengelolaannya dilakukan secara tepat, amanah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari Surabaya, Kepedulian Bisa Terus Bergerak
Peristiwa gempa NTT menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi tanpa mengenal jarak maupun waktu. Ketika saudara kita sedang menghadapi kesulitan, hal kecil yang kita berikan dapat menjadi bagian dari bantuan yang lebih besar ketika dilakukan bersama-sama.
Bagi masyarakat Surabaya, kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan menunaikan zakat, memperbanyak infak, dan bersedekah melalui saluran yang terpercaya. Sebab, kebaikan tidak selalu harus hadir dengan langkah yang panjang. Kadang, kebaikan cukup dimulai dari sebagian harta yang kita sisihkan. Dari Surabaya, mari menyambung kepedulian untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur. Karena ketika kepedulian bergerak bersama, jarak bukan lagi penghalang untuk menghadirkan manfaat.
ARTIKEL19/08/2026 | Nadya - Magang
Dari Kemerdekaan untuk Kemanusiaan: Menguatkan Kepedulian untuk NTT
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali memaknai arti persatuan dan kepedulian. Di tengah semangat kemerdekaan, masyarakat Indonesia juga dihadapkan pada kondisi yang membutuhkan solidaritas dan perhatian bersama, salah satunya setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pendataan dampak gempa dan penanganan masyarakat terdampak masih terus dilakukan. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa utama.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Ketika sebagian masyarakat sedang menghadapi masa sulit, solidaritas dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menguatkan kehidupan bersama.
Memaknai Kemerdekaan melalui Kepedulian
Kemerdekaan Indonesia lahir dari semangat persatuan dan perjuangan bersama. Nilai tersebut tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini, termasuk ketika menghadapi situasi kebencanaan.Musibah yang terjadi di NTT mengajak masyarakat untuk kembali melihat pentingnya kepedulian dan gotong royong. Perhatian terhadap saudara sebangsa yang sedang menghadapi kesulitan merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat persatuan.
Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk yang besar. Doa, perhatian, dukungan moral, maupun berbagi melalui saluran yang terpercaya dapat menjadi bagian dari upaya untuk menguatkan masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.
BAZNAS Menguatkan Kepedulian Kemanusiaan
Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat melalui berbagai program yang dijalankan. Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS RI turut melakukan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa NTT. BAZNAS RI memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan memobilisasi bantuan darurat serta layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. BAZNAS RI juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa nilai zakat, infak, dan sedekah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kepedulian. Pengelolaan dana ZIS yang tepat dapat menjadi salah satu bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat dalam situasi yang membutuhkan perhatian.
Gotong Royong sebagai Wujud Kemanusiaan
Penanganan bencana tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dan lembaga kemanusiaan, tetapi juga kepedulian masyarakat secara luas. BNPB bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat serta pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Dalam situasi seperti ini, semangat gotong royong menjadi nilai yang penting untuk terus dijaga. Masyarakat dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan saluran yang tepat, termasuk melalui lembaga yang memiliki mekanisme pengelolaan bantuan secara bertanggung jawab.
Bagi masyarakat yang ingin berbagi kepedulian, penyaluran melalui lembaga resmi dan terpercaya dapat menjadi pilihan agar dukungan yang diberikan dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
Dari Surabaya, Menguatkan Kepedulian untuk NTT
Semangat kemanusiaan tidak dibatasi oleh jarak. Masyarakat Surabaya juga dapat memaknai momentum kemerdekaan dengan menumbuhkan kepedulian terhadap saudara-saudara di wilayah lain yang sedang menghadapi musibah. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mendoakan keselamatan masyarakat terdampak, menyebarkan informasi yang berasal dari sumber terpercaya, serta menyalurkan infak dan sedekah melalui lembaga resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum memperkuat kepedulian dan solidaritas. Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana nilai persatuan dan kemanusiaan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Merawat Semangat Kemerdekaan melalui Kemanusiaan
Peristiwa gempa di NTT menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari kehidupan sebagai bangsa. Di tengah perbedaan wilayah dan kondisi, masyarakat Indonesia tetap memiliki ikatan persaudaraan yang dapat diwujudkan melalui gotong royong dan kepedulian.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi kesempatan untuk kembali menumbuhkan semangat tersebut. Dari Surabaya, kepedulian dapat terus disemai dan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari kemerdekaan, kita belajar tentang persatuan. Dari kemanusiaan, kita belajar untuk saling menguatkan.
ARTIKEL19/08/2026 | Sabrina - Magang
Dari Cinta kepada Rasulullah Menjadi Kepedulian kepada Mustahik
Rabiul Awal dan Makna Cinta kepada Rasulullah
Bulan Rabiul Awal memiliki makna yang istimewa bagi umat Islam karena pada bulan inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia. Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung setiap tahun menjadi momen untuk mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia yang beliau ajarkan kepada umat manusia.
Cinta kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui ungkapan lisan atau peringatan seremonial semata. Kecintaan tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai yang beliau teladankan. Salah satu akhlak Rasulullah yang paling menonjol adalah kepedulian terhadap sesama, terutama kepada fakir miskin, anak yatim, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Karena itu, momentum Rabiul Awal menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperbanyak amal kebajikan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, nilai cinta kepada Rasulullah dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Meneladani Rasulullah Melalui Kepedulian kepada Mustahik
Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan penuh kasih sayang. Beliau tidak pernah menutup mata terhadap kesulitan yang dialami masyarakat di sekitarnya. Sikap tersebut menjadi teladan bagi umat Islam untuk senantiasa membantu mereka yang sedang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun sosial.
Mustahik sebagai kelompok yang berhak menerima zakat merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kehadiran zakat tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.
Oleh sebab itu, semangat Maulid Nabi dapat dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan kepedulian kepada mustahik. Ketika umat Islam berbagi rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah, maka nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kiprah BAZNAS dalam Mengelola Amanah Umat
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS memiliki peran penting dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan profesional. Kehadiran BAZNAS menjadi jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik agar bantuan yang diberikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Pada momentum Rabiul Awal, BAZNAS terus mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dana ZIS yang dihimpun tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi program pemberdayaan yang memberikan dampak berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang terencana dan terukur, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap amanah yang dititipkan masyarakat dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para penerima manfaat.
Menghadirkan Manfaat melalui Berbagai Program
Kiprah BAZNAS di bulan Rabiul Awal dapat diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan mustahik. Bantuan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dukungan pendidikan, bantuan kemanusiaan, hingga program pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Di bidang pendidikan, dana zakat dapat membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dalam bidang kesehatan, bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan dan pengobatan.
Sementara itu, pada sektor ekonomi, BAZNAS turut mendorong kemandirian mustahik melalui program pemberdayaan usaha mikro. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha menjadi langkah yang dilakukan agar mustahik dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarganya.
Melalui program-program tersebut, zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Membangun Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Momentum Rabiul Awal juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Semangat berbagi yang diajarkan Rasulullah SAW perlu terus ditumbuhkan agar tercipta solidaritas sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Ketika masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, maka manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak. Dana yang terkumpul dapat dikelola secara profesional sehingga penyalurannya menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial serta memperkuat kesejahteraan umat. Semakin tinggi kepedulian masyarakat, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada mustahik.
Menjadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Berbagi
Rabiul Awal bukan hanya bulan untuk mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk keteladanan yang paling relevan adalah kepedulian terhadap sesama dan semangat untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Melalui kiprah BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, semangat tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk program-program yang memberikan manfaat nyata bagi mustahik. Dari bantuan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan ekonomi, seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, cinta kepada Rasulullah SAW akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama. Momentum Rabiul Awal mengajarkan bahwa meneladani Rasulullah berarti menghadirkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS terus berkomitmen menjadi penghubung kebaikan antara muzaki dan mustahik demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
ARTIKEL19/08/2026 | Rosita - Magang
Bukan Cuma Rutinitas: Inovasi BAZNAS Surabaya Bikin Zakat Jadi Lifestyle Anak Muda
Dulu, zakat sering kali diidentikkan dengan kewajiban tahunan yang kaku—sesuatu yang baru terpikirkan menjelang Hari Raya atau saat orang tua mengingatkan di rumah. Namun di tangan generasi muda Kota Surabaya saat ini, narasi tersebut telah bergeser secara drastis.
Bagi Gen Z dan milenial di Kota Pahlawan, berbagi bukan lagi sekadar rutinitas atau kewajiban formal. Lewat berbagai inovasi layanan digital dan pendekatan yang segar dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya, berzakat dan bersedekah kini telah bertransformasi menjadi bagian dari lifestyle atau gaya hidup modern yang keren, bermakna, dan berdampak nyata.
Zakat di Era Sat-Set: Mudah, Cepat, dan Transparan
Anak muda identik dengan kepraktisan. Kebiasaan bertransaksi secara cashless menjadi pintu masuk utama BAZNAS Kota Surabaya dalam mendekatkan gerakan kebaikan kepada anak muda.
Tidak perlu lagi repot meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor amil zakat. Kini, cukup dengan membuka aplikasi e-wallet atau mobile banking favorit di ponsel pintar, anak muda Surabaya bisa menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) lewat pemindaian QRIS atau transfer online hanya dalam hitungan detik.
Selain kemudahan bertransaksi, BAZNAS Surabaya juga menekankan aspek keterbukaan (transparency). Laporan penyaluran dana dan cerita dampak (impact story) yang disajikan secara berkala lewat media sosial membuat generasi muda merasa yakin bahwa setiap rupiah yang mereka sisihkan benar-benar sampai kepada yang berhak.
Memaknai Kepedulian Lewat 5 Pilar Program
Mengapa anak muda Surabaya semakin antusias menyalurkan dana kebaikan mereka melalui BAZNAS? Jawabannya ada pada dampak nyata yang dihadirkan di tengah masyarakat. Setiap donasi dari masyarakat diintegrasikan ke dalam 5 Pilar Program Unggulan BAZNAS Kota Surabaya:
Surabaya Cerdas: Membantu generasi sebaya dari keluarga kurang mampu untuk tetap bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi lewat beasiswa.
Surabaya Sehat: Memberikan jaminan dan bantuan pembiayaan kesehatan bagi warga prasejahtera.
Surabaya Berdaya: Mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha mikro melalui bantuan modal dan pendampingan UMKM.
Surabaya Sigap: Layanan respon cepat untuk pertolongan darurat, bencana alam, serta bantuan kemanusiaan.
Surabaya Berdakwah: Penguatan nilai-nilai keislaman, pembinaan mental, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Mengetahui bahwa uang jajan atau gaji pertama yang disisihkan mampu menyekolahkan anak yatim atau membantu UMKM lokal bangkit memberikan kepuasan emosional tersendiri (social reward) bagi generasi muda.
Menjadikan Berbagi Sebagai Core Value Generasi Muda
Menjadikan zakat sebagai lifestyle berarti menanamkan kesadaran bahwa kebahagiaan sejati didapat saat kita mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Anak muda Surabaya terbukti tidak bersikap apatis; mereka hanya membutuhkan wadah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui integrasi teknologi digital, transparansi, serta dampak sosial yang terukur, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menjadi jembatan kebaikan yang terpercaya bagi milenial dan Gen Z.
Berzakat kini bukan lagi tentang menunggu mapan atau menunggu tua. Berzakat adalah tentang bagaimana anak muda Surabaya mengambil peran hari ini, menjadikan kepedulian sebagai identitas diri, dan bergerak bersama demi kemandirian serta kesejahteraan Kota Pahlawan.
ARTIKEL19/08/2026 | Leli - Magang
Bencana Alam dan Kepedulian Sosial: Peran Zakat dalam Membantu Sesama
Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran dapat menyebabkan kerusakan tempat tinggal, kehilangan harta benda, serta mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat yang terdampak.
Dalam kondisi seperti ini, kepedulian sosial menjadi salah satu hal penting yang dibutuhkan. Bantuan dari masyarakat dapat membantu memenuhi kebutuhan para penyintas sekaligus memberikan dukungan selama mereka melewati masa sulit.
Zakat sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memiliki manfaat sosial. Melalui pengelolaan yang tepat, dana zakat dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan penerima zakat.
Dalam situasi kebencanaan, semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Bantuan tersebut dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar maupun proses pemulihan setelah bencana.
Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat dan berbagi melalui lembaga pengelola zakat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Kepedulian Tidak Berhenti Saat Bencana Usai
Ketika kondisi darurat berakhir, bukan berarti kebutuhan masyarakat terdampak juga selesai. Para penyintas masih membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
Pemulihan dapat membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tempat tinggal yang rusak perlu diperbaiki, kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi, dan sebagian masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
Di sinilah solidaritas masyarakat memiliki peran penting. Bantuan yang diberikan secara tepat dan berkelanjutan dapat membantu masyarakat terdampak untuk perlahan bangkit dan kembali mandiri.
BAZNAS dan Semangat Membantu Sesama
Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS memiliki peran dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, zakat dapat menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam kondisi sulit akibat bencana.
Bagi masyarakat Surabaya, kepedulian terhadap korban bencana dapat menjadi bagian dari semangat berbagi. Jarak bukan menjadi penghalang untuk membantu karena kebaikan dapat disalurkan melalui lembaga yang memiliki mekanisme pengelolaan dana secara amanah dan bertanggung jawab.
Bersama Menumbuhkan Kepedulian
Bencana mengingatkan kita bahwa kehidupan dapat berubah dalam waktu yang singkat. Karena itu, kepedulian terhadap sesama perlu terus ditumbuhkan, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga selama proses pemulihan berlangsung.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan. Dari Surabaya, semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang memberikan manfaat lebih luas.
Mari bersama membangun kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat bagi sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
ARTIKEL19/08/2026 | Putri - Magang
BAZNAS Ajak Masyarakat Peduli Korban Bencana di NTT
Bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa dampak bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kondisi tersebut, kepedulian dan solidaritas masyarakat menjadi salah satu hal penting untuk membantu meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, BAZNAS mengajak masyarakat untuk turut membantu melalui infak dan donasi. Ajakan ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Melalui kontribusi masyarakat, diharapkan bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Setiap infak dan donasi, berapa pun nilainya, dapat menjadi bentuk kepedulian dan dukungan bagi saudara-saudara di NTT.
Bencana dan Pentingnya Kepedulian Sosial
Bencana dapat memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain kerugian materi, masyarakat terdampak juga dapat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari masyarakat menjadi sangat berarti. Kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memberikan bantuan melalui infak dan donasi.
Semangat berbagi juga menjadi bagian dari nilai kepedulian sosial. Dengan saling membantu, masyarakat dapat memperkuat solidaritas dan menghadirkan dukungan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Infak dan Donasi sebagai Bentuk Kepedulian
Infak dan donasi merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Bantuan yang diberikan secara ikhlas dapat membantu meringankan beban masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.
Dalam kehidupan sosial, kebiasaan berbagi dapat memperkuat rasa empati dan gotong royong. Ketika masyarakat bersama-sama memberikan dukungan, bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Hal ini juga sejalan dengan semangat sedekah yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sedekah dapat menjadi salah satu bentuk tindakan yang mendukung masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan, termasuk kondisi bencana.
Peran BAZNAS dalam Mengajak Masyarakat Berbagi
BAZNAS memiliki peran dalam menghimpun dan mengelola dana sosial masyarakat. Melalui ajakan kepedulian untuk NTT, BAZNAS mendorong masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada korban bencana melalui infak dan donasi.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam gerakan sosial. Bukan hanya lembaga, tetapi seluruh lapisan masyarakat dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan adanya partisipasi masyarakat, semangat saling membantu dapat terus tumbuh. Setiap kontribusi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Setiap Donasi Memiliki Arti
Membantu korban bencana tidak harus dimulai dari jumlah yang besar. Setiap orang dapat berbagi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Infak dan donasi yang diberikan dengan keikhlasan dapat menjadi bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana. Nilai sebuah bantuan bukan hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi juga dari kepedulian yang menyertainya.
Karena itu, ajakan untuk membantu masyarakat di NTT menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk menunjukkan kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong.
Bersama Hadirkan Kepedulian untuk NTT
Kepedulian terhadap korban bencana merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat NTT, dukungan dari masyarakat luas diharapkan dapat menjadi penguat dan memberikan harapan. BAZNAS mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan melalui infak dan donasi bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di NTT.
Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui hal besar. Satu kebaikan yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan arti bagi mereka yang sedang membutuhkan. Mari bersama BAZNAS, hadirkan kepedulian untuk NTT. Setiap infak dan donasi adalah bentuk kebaikan yang dapat menjadi harapan bagi sesama.
ARTIKEL18/08/2026 | Sisil - Magang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →