WhatsApp Icon
Nasi Jumat Berkah Bergizi BAZNAS Surabaya, Wujud Nyata Manfaat Zakat untuk Masyarakat

BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui Program Nasi Jumat Berkah Bergizi, sebuah ikhtiar nyata dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan oleh para muzaki.

Setiap paket Nasi Jumat Berkah Bergizi menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak.

Dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki melalui BAZNAS Kota Surabaya diolah menjadi berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Dengan demikian, setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional.

Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam RAKSAZA, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik. Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini dan wujudkan Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, serta penuh keberkahan melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Surabaya.

 
03/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Muharram dan Hari Raya Anak Yatim: Momentum Memuliakan Mereka

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Al-Asyhur Al-Hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Selain menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.

Di Indonesia, tanggal 10 Muharram dikenal luas dengan sebutan Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut bukan merupakan hari raya dalam syariat Islam sebagaimana Idulfitri dan Iduladha, melainkan tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat sebagai momentum untuk membahagiakan dan menyantuni anak-anak yatim.

Mengapa Muharram Identik dengan Anak Yatim?

Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anak yatim. Al-Qur'an berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menjaga hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan kasih sayang, serta tidak berlaku zalim kepada mereka.

Allah SWT berfirman:

"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ad-Dhuha: 9)

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar umat Islam tidak menghardik anak yatim dan senantiasa memperhatikan kesejahteraan mereka.

Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim sejak usia dini. Karena itu, beliau sangat menaruh perhatian kepada anak-anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat serta membahagiakan mereka.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Salah satu hadis yang paling terkenal mengenai keutamaan memelihara anak yatim adalah sabda Rasulullah SAW:

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini."

Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau dengan merapatkannya. (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan bagi siapa saja yang memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, maupun bantuan kepada anak yatim.

10 Muharram: Momentum Berbagi Kebahagiaan

Hari Asyura (10 Muharram) memiliki banyak keutamaan dalam Islam, salah satunya adalah anjuran melaksanakan puasa sunnah Asyura. Di Indonesia, hari tersebut juga dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim melalui santunan, pemberian hadiah, serta berbagai kegiatan sosial yang membawa kebahagiaan bagi mereka. Tradisi ini merupakan bentuk implementasi nilai kasih sayang dan solidaritas sosial yang diajarkan Islam, bukan penetapan hari raya baru dalam syariat.

Muharram, Saatnya Menguatkan Kepedulian

Memuliakan anak yatim bukan hanya dilakukan pada bulan Muharram, melainkan sepanjang waktu. Namun, datangnya Muharram menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar lebih peka terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan anak-anak yatim. Kepedulian yang diberikan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Bersama BAZNAS Kota Surabaya, Bahagiakan Anak Yatim

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan santunan bagi anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.

Momentum Muharram menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi. Mari jadikan awal tahun Hijriah sebagai awal memperbanyak amal kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.

Karena sejatinya, ketika kita membahagiakan anak yatim, kita sedang menanam investasi amal yang pahalanya akan terus mengalir dan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT.

25/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Jumat Berkah: Keutamaan Sedekah di Hari Jumat dan Manfaatnya bagi Sesama

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Jumat juga dikenal sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah di hari Jumat.

Banyak ulama menjelaskan bahwa sedekah yang diberikan pada hari Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya. Oleh karena itu, tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan Jumat sebagai momen khusus untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Keutamaan Sedekah di Hari Jumat

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah disebutkan:

"Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai pahala yang istimewa. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk lebih peduli terhadap sesama dan memanfaatkan hari yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal saleh.

Selain mendapatkan pahala, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Manfaat Sedekah bagi Kehidupan

Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberi. Berikut beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan:

1. Mendatangkan Keberkahan Harta

Harta yang digunakan untuk bersedekah tidak akan berkurang nilainya di sisi Allah SWT. Sebaliknya, sedekah menjadi sebab datangnya keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan.

2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan

Sedekah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, seperti makanan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lainnya.

3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Melalui sedekah, rasa empati dan solidaritas terhadap sesama semakin meningkat. Hal ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

4. Menjadi Investasi Amal Jariyah

Sebagian sedekah yang disalurkan untuk program produktif dan pemberdayaan dapat memberikan manfaat berkelanjutan yang pahalanya terus mengalir.

Program Jumat Berkah BAZNAS Kota Surabaya

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui Program RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya) yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan infak dan sedekah secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfik disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan sosial, paket makanan, program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.

Mari Raih Keberkahan di Hari Jumat

Jumat Berkah adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Sekecil apa pun sedekah yang diberikan, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan serta menjadi tabungan amal di akhirat kelak.

Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai momentum untuk menebar manfaat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Salurkan Infak dan Sedekah Anda Sekarang

 

???? bit.ly/RaksazaSurabaya

05/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Beserta Keutamaan dan Tata Caranya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan serta menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah.

Banyak umat Muslim mencari informasi tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal pelaksanaan, hingga keutamaannya. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan ibadah Anda.

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Niat Puasa Tarwiyah

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah lengkap dengan artinya:

???????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

Berikut niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur:

???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ????????

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Beberapa keutamaannya antara lain:

  • Menambah pahala amal ibadah di bulan Dzulhijjah

  • Melatih kesabaran dan keikhlasan

  • Menjadi persiapan spiritual menuju Hari Arafah

  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW

Melaksanakan puasa Tarwiyah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Iduladha.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)

Adapun keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu:

  • Menghapus dosa kecil selama dua tahun

  • Mendapat pahala besar di hari mulia

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT

  • Menjadi waktu mustajab untuk berdoa

Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:

  1. Membaca niat puasa

  2. Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga maghrib

  3. Memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an

  4. Menyegerakan berbuka puasa saat waktu maghrib tiba

Hikmah Puasa di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, takbir, dzikir, serta ibadah kurban.

Momentum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang penuh keutamaan menjelang Hari Raya Iduladha. Dengan memahami niat puasa Tarwiyah dan Arafah beserta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal dan penuh keikhlasan.

 

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.

25/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Islam dan Ketentuan Hukumnya

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat muslim di Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah yang agung ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan ritual yang memiliki aturan fikih yang ketat.

Salah satu aspek paling krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah ini adalah pemenuhan syarat hewan kurban itu sendiri. Memahami kriteria hewan yang layak menjadi tanggung jawab penting bagi setiap mudahi (pekurban) agar ibadahnya diterima Allah SWT.

Syarat pertama yang wajib dipenuhi adalah mengenai jenis hewannya. Islam menetapkan bahwa hewan kurban harus berasal dari jenis Bahimatul An'am atau hewan ternak berkaki empat. Hewan-hewan yang masuk dalam kategori ini meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Setiap jenis hewan tersebut memiliki ketentuan batas minimal usia yang berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau, minimal harus genap berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Sedangkan untuk kambing biasa, usia minimalnya adalah genap dua tahun. Bagi yang memilih domba, diperbolehkan jika sudah genap berusia satu tahun atau telah mengalami tanggal gigi.

Syarat mutlak berikutnya yang wajib diperhatikan dengan saksama adalah kondisi kesehatan fisik hewan. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacat fisik yang nyata. Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai kriteria cacat ini.

Hewan tidak boleh mengalami kebutaan yang jelas, tidak boleh sakit yang tampak melemahkan tubuhnya, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sangat kurus. Hewan yang sehat, gemuk, dan terawat dengan baik merupakan bentuk pengorbanan terbaik yang mencerminkan ketakwaan seorang hamba.

Faktor kepemilikan dan waktu penyembelihan juga menjadi syarat penentu yang tidak boleh diabaikan. Hewan yang dikurbankan harus diperoleh melalui cara yang sah dan halal secara hukum, bukan dari hasil mencuri atau milik orang lain tanpa izin akad yang jelas.

Dari sisi waktu, penyembelihan hanya sah jika dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu dimulai setelah selesainya pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik yang terakhir, yaitu tanggal 13 Zulhijah.

Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa berkomitmen untuk memastikan seluruh hewan kurban telah melalui seleksi ketat. Tim di lapangan memastikan pengecekan usia melalui pemeriksaan gigi, serta melibatkan tenaga medis veteriner untuk menjamin kesehatan hewan.

Dengan berkurban melalui lembaga resmi, para mudahi tidak hanya mendapatkan jaminan kepastian syarat hewan yang sah secara fikih. Anda juga ikut berkontribusi dalam pemerataan distribusi daging secara higienis kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Sumber Referensi:

  1. Kitab Fathul Qarib al-Mujib oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, bab Ahkam al-Udhhiyah (Hukum-Hukum Kurban).

  2. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban (acuan standar kesehatan hewan ternak).

  3. Hadis Riwayat Al-Khamsah dari Al-Bara' bin 'Azib mengenai kriteria cacat hewan yang tidak sah untuk kurban.
25/05/2026 | Kontributor: Imam Syafii

Artikel Terbaru

Nuzulul Qur’an: Pendekatan Akademis dan Relevansinya dalam Pemberdayaan Sosial oleh BAZNAS Surabaya
Nuzulul Qur’an: Pendekatan Akademis dan Relevansinya dalam Pemberdayaan Sosial oleh BAZNAS Surabaya
Secara terminologis, Nuzulul Qur’an merujuk kepada peristiwa turunnya wahyu Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini dimaknai sebagai titik awal penyampaian risalah Islam yang kemudian menjadi pedoman moral, teologis, dan sosial bagi umat Islam di seluruh dunia. Secara leksikal, kata “nuzul” berarti turun, sedangkan “Al-Qur’an” berarti bacaan atau bacaan yang dibacakan, sehingga secara keseluruhan menunjuk pada turunnya wahyu suci tersebut. Peristiwa ini dikenal terjadi di abad ke-7 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya tentang perintah membaca surat Al-‘Alaq ayat 1-5 saat berada di Gua Hira’, Makkah. Hal ini menandai awal kenabian dan tugas dakwah beliau. Dalam tradisi Islam, periode Nuzulul Qur’an sering dikaitkan dengan malam ke-17 bulan Ramadhan, meskipun terdapat variasi pendapat ulama tentang tanggal pastinya berdasarkan sumber klasik. Namun, di banyak komunitas Muslim termasuk di Indonesia tanggal ini diperingati secara simbolis sebagai momen turunnya wahyu pertama, sekaligus waktu evaluasi spiritual umat Islam. Secara teologis, Nuzulul Qur’an tidak hanya merupakan peristiwa historis, tetapi juga manifestasi kasih sayang Allah SWT terhadap manusia sebagai petunjuk hidup (hudan) yang komprehensif. Dalam surah Al-Baqarah (2:185), Al-Qur’an disebut sebagai pedoman, penjelasan, dan pembeda antara yang benar dan salah yang diturunkan dalam bulan Ramadhan. Turunnya Al-Qur’an menegaskan hubungan normatif antara wahyu dan etika moral dalam Islam. Selain itu, proses penurunan Al-Qur’an yang berlangsung selama lebih dari dua dekade menunjukkan karakter wahyu yang kontekstual, di mana setiap bagian wahyu mengandung respons terhadap situasi sosial, etika, dan hukum pada masa itu. Hal ini memberi dasar teoretis bahwa Al-Qur’an adalah kitab hidup yang relevan secara kontekstual dalam setiap generasi. Secara sosial, Nuzulul Qur’an menjadi momentum refleksi atas nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, termasuk keadilan sosial, kesejahteraan bersama, dan solidaritas terhadap kaum lemah. Berdasarkan konsep ekonomi Islam, zakat (wajib), infak, dan sedekah (sukarela) merupakan instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat solidaritas komunitas. Konteks ini selaras dengan fungsi Al-Qur’an sebagai wahyu yang tidak hanya memandu hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal dalam kehidupan sosial. BAZNAS Surabaya berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan mustahik (penerima manfaat) sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial. BAZNAS memastikan bahwa distribusi ZIS sesuai dengan ketentuan syariah dan berdampak luas bagi masyarakat. Dalam konteks peringatan Nuzulul Qur’an, semangat wakaf, zakat, infak, dan sedekah diarahkan tidak hanya untuk pemberian bantuan langsung, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan dukungan layanan dasar bagi keluarga kurang mampu. Ini mencerminkan pemahaman bahwa wahyu Al-Qur’an mendorong umat Islam untuk aktif terlibat dalam upaya pemberdayaan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan temporer. Peristiwa Nuzulul Qur’an memiliki signifikansi historis, teologis, dan sosial yang mendalam. Dari perspektif akademis, peristiwa ini menunjukkan hubungan antara wahyu dan pembentukan nilai moral yang menjadi dasar bagi tindakan sosial dalam Islam. Implementasinya melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah oleh lembaga seperti BAZNAS Surabaya menunjukkan bagaimana nilai-nilai Qur’ani dapat diaktualisasikan dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
ARTIKEL27/02/2026 | Wahyu
Nuzulul Qur’an: Momentum Turunnya Cahaya Peradaban
Nuzulul Qur’an: Momentum Turunnya Cahaya Peradaban
Setiap tanggal 17 Ramadan, umat Islam memperingati Nuzulul Qur’an, peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia. Namun, Nuzulul Qur’an bukan sekadar momentum historis. Ia adalah titik awal lahirnya transformasi peradaban — dari masyarakat yang diliputi krisis moral menuju masyarakat yang dibimbing wahyu. Peristiwa ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira melalui Malaikat Jibril. Wahyu tersebut, yang tercatat dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5, menegaskan perintah membaca: “Iqra’”. Perintah ini bukan hanya ajakan literasi, tetapi fondasi peradaban ilmu. Sejak saat itu, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab ibadah, tetapi juga sumber nilai, hukum, etika, dan inspirasi intelektual. Secara teologis, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Tahapan ini menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak terjadi secara instan. Wahyu hadir mengikuti dinamika kehidupan umat, menjawab persoalan, sekaligus membentuk karakter masyarakat. Di sinilah letak keagungan proses Nuzulul Qur’an: ia bukan sekadar peristiwa turun, tetapi proses membangun. Dalam konteks sejarah, turunnya Al-Qur’an mengubah struktur sosial Arab jahiliyah. Praktik ketidakadilan, diskriminasi, dan penindasan perlahan digantikan dengan prinsip tauhid, keadilan, dan kesetaraan. Wahyu membentuk masyarakat yang berbasis ilmu dan akhlak. Peradaban Islam kemudian berkembang pesat, melahirkan tradisi keilmuan, pusat-pusat pendidikan, hingga kontribusi besar dalam sains dan filsafat dunia. Di era modern, peringatan Nuzulul Qur’an sering kali hanya diisi dengan seremoni dan ceramah rutin. Padahal, esensi peristiwa ini jauh lebih dalam: menghidupkan kembali hubungan umat dengan Al-Qur’an. Tantangan umat Islam hari ini bukan terletak pada ketersediaan mushaf, tetapi pada kedalaman interaksi terhadapnya. Al-Qur’an sering dibaca, tetapi belum sepenuhnya dipahami dan diamalkan sebagai pedoman transformasi sosial. Sebagai kitab suci umat Islam, Al-Qur'an bukan hanya teks spiritual, tetapi juga sumber etika publik. Ia berbicara tentang keadilan sosial, amanah kepemimpinan, kejujuran ekonomi, hingga tanggung jawab kemanusiaan. Nilai-nilai ini sangat relevan di tengah krisis integritas, polarisasi sosial, dan disrupsi digital saat ini. Nuzulul Qur’an juga mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran intelektual. Perintah “membaca” tidak terbatas pada teks, tetapi juga membaca realitas sosial. Artinya, umat dituntut tidak hanya religius secara ritual, tetapi juga kritis dan konstruktif dalam menghadapi persoalan zaman. Momentum ini semestinya menjadi refleksi: sudahkah Al-Qur’an menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan, dalam mendidik generasi, dan dalam membangun tata kelola sosial? Ataukah ia hanya hadir sebagai simbol yang dibacakan tanpa diinternalisasi? Nuzulul Qur’an adalah pengingat bahwa wahyu pernah turun untuk mengubah dunia. Tantangannya hari ini adalah bagaimana nilai-nilainya kembali dihadirkan untuk menjawab persoalan kontemporer. Jika Ramadan adalah bulan pembinaan spiritual, maka Nuzulul Qur’an adalah titik kesadaran intelektualnya. Cahaya itu telah turun lebih dari empat belas abad lalu. Pertanyaannya kini sederhana namun mendasar: apakah kita sekadar memperingatinya, atau benar-benar menjadikannya kompas kehidupan?
ARTIKEL27/02/2026 | Rubai
Nuzulul Qur’an : Menjaga Cahaya Wahyu di Bulan Ramadhan
Nuzulul Qur’an : Menjaga Cahaya Wahyu di Bulan Ramadhan
Setiap Ramadan, umat Islam diingatkan pada satu peristiwa besar yang mengubah arah sejarah: turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, sekaligus pembeda antara yang benar dan yang batil. Karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk kembali menautkan hidup pada nilai-nilai wahyu dalam ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial. Di banyak daerah di Indonesia, Nuzulul Qur’an kerap diperingati pada malam 17 Ramadan. Momen ini biasa dikaitkan dengan awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, ketika beliau menerima firman pertama yang diawali perintah “Iqra’” (bacalah). Kisah permulaan wahyu yang diriwayatkan dari Aisyah RA menggambarkan bagaimana Nabi SAW sebelumnya gemar menyendiri untuk beribadah dan merenung di Hira, sampai datangnya malaikat membawa wahyu. Pada saat yang sama, Al-Qur’an juga menyebut turunnya Al-Qur’an pada Lailatul Qadr. Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada pertentangan: Al-Qur’an memiliki tahapan penurunan diturunkan secara “global” pada malam yang mulia, lalu diturunkan bertahap kepada Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan dan peristiwa selama masa kerasulan. Penurunan yang bertahap ini menunjukkan perhatian Allah pada proses pendidikan umat: ayat-ayat hadir membimbing, menguatkan, dan menata kehidupan, sedikit demi sedikit, hingga membentuk masyarakat yang beradab. Karena itu, cara terbaik memaknai Nuzulul Qur’an adalah mendekatkan diri pada Al-Qur’an secara nyata. Membacanya tentu penting, tetapi tidak cukup berhenti pada lantunan. Al-Qur’an perlu dihidupkan dalam perilaku: jujur dalam pekerjaan, adil dalam keputusan, menjaga lisan, serta peka terhadap keadaan sekitar. Ramadan menjadi waktu paling tepat untuk memulai kebiasaan kecil yang konsisten misalnya menambah porsi tilawah harian, memahami maknanya, lalu memilih satu nilai Al-Qur’an untuk dipraktikkan setiap pekan. Di Kota Surabaya, semangat Nuzulul Qur’an juga dapat dirawat melalui gerakan sosial yang menebarkan manfaat. Zakat, infak, dan sedekah adalah wujud “membumikan” Al-Qur’an: membantu yang kesulitan, menguatkan keluarga rentan, dan membuka jalan kemandirian. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan amanahnya secara terarah agar manfaatnya sampai kepada mustahik dengan lebih tepat dan berkelanjutan. Pada akhirnya, Nuzulul Qur’an mengingatkan kita: wahyu tidak turun untuk dibaca saja, tetapi untuk menuntun hidup agar Ramadan benar-benar menjadi bulan perubahan, bagi diri dan bagi sesama.
ARTIKEL27/02/2026 | Septya
Memaknai Nuzulul Qur’an melalui Program Sosial BAZNAS Surabaya
Memaknai Nuzulul Qur’an melalui Program Sosial BAZNAS Surabaya
Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting dalam bulan Ramadhan yang mengingatkan umat Islam akan turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Peristiwa ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mengandung pesan sosial yang menekankan nilai keadilan, kepedulian, dan solidaritas. Dalam kehidupan masyarakat perkotaan seperti Surabaya, nilai-nilai tersebut menjadi semakin bermakna ketika diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program sosial berbasis nilai Al-Qur’an. Al-Qur’an mengajarkan pentingnya berbagi dan memperhatikan kelompok yang lemah. Nilai tersebut menjadi landasan utama BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan profesional. Momentum Nuzulul Qur’an tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk memperkuat komitmen lembaga dalam menjalankan fungsi sosialnya. Melalui program penyaluran bantuan bagi fakir miskin, kaum dhuafa, dan kelompok rentan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menghadirkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bantuan yang diberikan tidak semata-mata bersifat material, tetapi juga menjadi bentuk penguatan empati dan kebersamaan sosial. Program sosial tersebut menjadi jembatan antara nilai spiritual dan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Selain penyaluran bantuan, peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen keadilan sosial. Melalui edukasi dan dakwah sosial, masyarakat diajak memahami bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk diamalkan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama. Zakat, infak, dan sedekah diposisikan sebagai wujud nyata pengamalan ajaran Al-Qur’an.
ARTIKEL26/02/2026 | Mila
Menebar Kebaikan di Bulan Puasa: Program Ramadhan BAZNAS Surabaya
Menebar Kebaikan di Bulan Puasa: Program Ramadhan BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadhan merupakan momentum spiritual yang sarat dengan nilai kepedulian sosial. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan empati terhadap sesama, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang beruntung. Nilai inilah yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program Ramadhan oleh BAZNAS Surabaya, yang berfokus pada penguatan solidaritas sosial dan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Surabaya sebagai lembaga Pemerintah non-struktural yang berkonsentrasi dalam pengananan masalah sosial keumatan dan bertujuan menyejahterakan ummat, pada momen mulia Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, kembali hadir dalam membantu masyarakat khususnya mustahik miskin dan dhuafa. Melihat dalam bulan Ramadhan masih banyak mustahik yang perlu dibantu dalam hidupnya, khususnya dalam menyambut dan menjalani bulan puasa yang penuh berkah. Melalui program- program Ramadhan, yang didesain oleh tim BAZNAS baik dalam program penyaluran zakat ataupun penyaluran infak dan sedekah diharapkan dapat membantu mereka. Program Ramadhan 1447 H/2026 M yang telah disusun oleh BAZNAS adalah merupakan program dasar penyaluran zakat, infak, dan sedekah, serta dana sosial lainnya. Yaitu diantaranya pemberian paket sembako, hidangan berkah untuk berbuka dan sahur, yang merupakan kebutuhan pokok/primer mustahik, disamping masih ada program-program lainnya. Melalui program-program Ramadhan tersebut, BAZNAS Surabaya menegaskan perannya sebagai institusi filantropi Islam yang tidak hanya mengelola dana umat, tetapi juga menebarkan nilai-nilai kebaikan. Puasa menjadi kekuatan moral yang menggerakkan kepedulian sosial, menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh makna bagi seluruh lapisan masyarakat Surabaya. Melalui program-program Ramadhan tersebut, BAZNAS Surabaya menegaskan perannya sebagai institusi filantropi Islam yang tidak hanya mengelola dana umat, tetapi juga menebarkan nilai-nilai kebaikan. Puasa menjadi kekuatan moral yang menggerakkan kepedulian sosial, menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh makna bagi seluruh lapisan masyarakat Surabaya.
ARTIKEL26/02/2026 | Mila
Nuzulul Qur’an sebagai Momentum Konsolidasi Nilai dan Aksi Sosial Umat
Nuzulul Qur’an sebagai Momentum Konsolidasi Nilai dan Aksi Sosial Umat
Surabaya (Baznas News) — Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar agenda tahunan yang diisi dengan tausiyah dan seremoni. BAZNAS Kota Surabaya memandang momentum ini sebagai ruang konsolidasi nilai dan aksi sosial. Turunnya Al-Qur’an menandai dimulainya transformasi besar dalam sejarah peradaban. Wahyu tidak hanya membentuk spiritualitas, tetapi juga menata ulang sistem sosial. Di sinilah Nuzulul Qur’an menemukan relevansinya dalam konteks hari ini. Al-Qur’an membawa pesan perubahan yang konkret. Ia berbicara tentang keadilan, tanggung jawab sosial, dan distribusi kesejahteraan. Nilai tersebut bukan sekadar wacana normatif, melainkan prinsip yang harus diimplementasikan. Dalam suasana Ramadhan, pesan itu terasa semakin kuat. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa ibadah harus memiliki dampak sosial yang nyata. BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum ini sebagai penguat arah gerakan. Program-program Ramadhan diposisikan sebagai turunan nilai Qur’ani dalam praktik. Bantuan sosial, dukungan ekonomi, hingga program pemberdayaan menjadi bentuk implementasi. Nilai wahyu diterjemahkan ke dalam langkah yang terukur. Inilah cara menghadirkan Al-Qur’an dalam realitas sosial. Nuzulul Qur’an juga menjadi refleksi tentang pentingnya literasi dan kesadaran kolektif. Wahyu pertama yang turun memerintahkan untuk membaca, yang berarti membuka wawasan dan memahami kondisi sekitar. Membaca realitas sosial adalah langkah awal untuk menghadirkan solusi. Tanpa pemahaman yang utuh, aksi sosial mudah kehilangan arah. Momentum ini mengajak umat untuk lebih peka terhadap tantangan zaman. Dalam dinamika masyarakat modern, tantangan sosial semakin kompleks. Ketimpangan ekonomi, akses peluang yang tidak merata, serta perubahan pola hidup membutuhkan respons yang adaptif. Nilai Qur’ani memberikan kerangka etis dalam merespons persoalan tersebut. BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadikan nilai itu sebagai dasar pengambilan kebijakan program. Pendekatan ini memastikan gerakan tetap relevan dan kontekstual. Peringatan Nuzulul Qur’an juga memperkuat kesadaran bahwa perubahan dimulai dari sistem yang terbangun bersama. Kolaborasi menjadi kunci agar nilai wahyu tidak berhenti di ruang pribadi. Dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum memiliki peran masing-masing. Ketika seluruh elemen bergerak, dampak sosial menjadi lebih luas. Inilah makna konsolidasi yang dihadirkan momentum ini. Ramadhan menghadirkan ruang akselerasi yang jarang terjadi di bulan lain. Energi spiritual bertemu dengan semangat berbagi yang meningkat signifikan. Nuzulul Qur’an menjadi titik tengah yang menguatkan arah gerakan. Ia mengingatkan bahwa keberkahan bukan hanya dirasakan, tetapi juga dibagikan. Semangat ini perlu dijaga agar tidak redup setelah Ramadhan berakhir. Sebagai bagian dari penguatan nilai dan aksi sosial, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari gerakan yang terstruktur dan berdampak. Setiap partisipasi adalah wujud nyata pengamalan nilai Al-Qur’an. Momentum Nuzulul Qur’an diharapkan menjadi titik tolak perubahan yang berkelanjutan. Bersama, nilai wahyu dapat dihadirkan dalam kehidupan sosial yang lebih adil dan berdaya. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Nilai Qur’ani, Aksi Sosial Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL24/02/2026 | Intan
Gerakan Ramadhan sebagai Akselerasi Kebaikan: Dari Momentum Menuju Dampak Nyata
Gerakan Ramadhan sebagai Akselerasi Kebaikan: Dari Momentum Menuju Dampak Nyata
Surabaya (Baznas News) — Ramadhan selalu menghadirkan lonjakan kepedulian di tengah masyarakat. Namun BAZNAS Kota Surabaya memandang bahwa semangat tersebut perlu dikelola menjadi gerakan yang terarah, bukan sekadar gelombang musiman. Gerakan Ramadhan bukan hanya tentang meningkatnya donasi, tetapi tentang bagaimana energi kebaikan diakselerasi agar menghasilkan dampak yang lebih luas. Momentum ini menjadi titik temu antara spiritualitas dan strategi sosial. Dari sinilah perubahan yang terukur mulai dibangun. Ramadhan menciptakan atmosfer yang berbeda. Aktivitas berbagi meningkat, solidaritas menguat, dan partisipasi masyarakat meluas. Gerakan Ramadhan harus menjawab kebutuhan riil masyarakat secara konkret. BAZNAS Kota Surabaya merancang program Ramadhan dengan pendekatan yang lebih sistematis. Bantuan pangan, santunan, dan dukungan usaha diintegrasikan dalam satu kerangka gerakan. Setiap program memiliki sasaran yang jelas dan indikator kebermanfaatan yang terukur. Tujuannya agar setiap kontribusi masyarakat benar-benar menghadirkan perubahan. Ramadhan menjadi fase percepatan distribusi manfaat yang lebih masif. Gerakan ini juga memperluas pola kolaborasi. Dunia usaha, komunitas, relawan, hingga individu terlibat dalam satu ekosistem kebaikan. Kolaborasi tersebut mempercepat jangkauan program hingga ke berbagai wilayah. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas dampak yang dirasakan. Ramadhan menjadi ruang konsolidasi kekuatan sosial yang jarang terjadi di bulan lain. Selain bantuan langsung, fokus gerakan juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Dukungan usaha mikro dan bantuan produktif menjadi bagian dari strategi. Pendekatan ini memberi peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitasnya. Ramadhan tidak hanya memberi, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah pergeseran paradigma dari bantuan sesaat menuju keberlanjutan. Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana memperkuat budaya berbagi sepanjang tahun. BAZNAS Kota Surabaya mendorong agar partisipasi masyarakat tidak berhenti setelah Idul Fitri. Ramadhan menjadi pintu masuk untuk membangun komitmen jangka panjang. Kesadaran kolektif inilah yang menjadi fondasi kekuatan filantropi Islam. Energi bulan suci diarahkan menjadi kebiasaan sosial yang konsisten. Di tengah dinamika ekonomi dan sosial, Gerakan Ramadhan berfungsi sebagai penyeimbang. Ketika sebagian masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup, solidaritas menjadi solusi bersama. Bantuan yang tersalurkan bukan sekadar angka, tetapi membawa rasa aman dan harapan. Ramadhan membuktikan bahwa kebersamaan mampu meredam ketimpangan. Gerakan ini menjadi simbol bahwa kepedulian masih tumbuh kuat. Sebagai bagian dari Gerakan Ramadhan, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Setiap kontribusi akan dikelola dalam kerangka program yang terarah dan berdampak. Partisipasi aktif menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat. Ramadhan adalah momentum, tetapi dampaknya bisa berkelanjutan. Bersama, akselerasi kebaikan dapat diwujudkan secara nyata. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Gerakan Ramadhan, Program Ramadhan Surabaya, Akselerasi Kebaikan, Zakat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya, Filantropi Islam
ARTIKEL23/02/2026 | Intan
Minggu Kedua Bulan Suci: Memperdalam Taqwa, Memperluas Manfaat
Minggu Kedua Bulan Suci: Memperdalam Taqwa, Memperluas Manfaat
Memasuki minggu kedua bulan suci Ramadhan, umat Islam umumnya telah melewati fase adaptasi. Ritme sahur, berbuka, serta jadwal ibadah mulai terbentuk dengan lebih stabil. Pada tahap ini, Ramadhan seharusnya tidak lagi dijalani sekadar sebagai rutinitas tahunan, tetapi dimaknai sebagai momentum untuk memperdalam ketakwaan sekaligus memperluas manfaat bagi sesama. Minggu kedua menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Apakah ibadah wajib sudah lebih terjaga? Apakah tilawah Al-Qur’an semakin rutin? Apakah hati lebih mudah menahan amarah dan lisan lebih terjaga dari perkataan sia-sia? Ramadhan adalah madrasah spiritual yang melatih kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan. Semakin sungguh-sungguh kita menjalaninya, semakin besar pula perubahan yang akan kita rasakan dalam diri. Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Ramadhan juga mengajarkan pentingnya kepedulian sosial. Rasa lapar yang kita rasakan setiap hari semestinya menumbuhkan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah, infak, dan zakat di bulan suci bukan hanya anjuran, melainkan bagian dari penyempurna ibadah puasa. Minggu kedua Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk mulai menunaikan zakat dan memperbanyak berbagi. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional membantu memastikan bahwa bantuan yang kita berikan tersampaikan secara amanah, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, zakat dan sedekah dapat menghadirkan harapan baru bagi banyak keluarga. Mari jadikan pekan kedua Ramadhan sebagai titik peningkatan amal. Perkuat ibadah pribadi, hidupkan malam dengan doa, serta perluas manfaat dengan berbagi kepada sesama. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dari seberapa besar kebaikan yang bisa kita hadirkan bagi orang lain. Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa sekaligus lebih bermanfaat bagi umat. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL23/02/2026 | Ana
Nuzulul Qur’an dan Spirit Perubahan Sosial: Menghidupkan Nilai Wahyu dalam Gerakan Kepedulian
Nuzulul Qur’an dan Spirit Perubahan Sosial: Menghidupkan Nilai Wahyu dalam Gerakan Kepedulian
Surabaya (Baznas News) — Dalam momentum Nuzulul Qur’an, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai sumber nilai yang menggerakkan kepedulian sosial. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa wahyu pertama yang turun membawa misi perubahan. Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk hidup yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial. Turunnya Al-Qur’an membawa pesan pembebasan dari ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Wahyu tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antar sesama. Dalam konteks Ramadhan, nilai tersebut semakin relevan untuk diwujudkan. Kepedulian terhadap dhuafa menjadi bagian dari implementasi ajaran Al-Qur’an. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menerjemahkan nilai Qur’ani ke dalam gerakan pemberdayaan. Bantuan pangan, santunan, hingga dukungan usaha bagi mustahik menjadi wujud nyata kepedulian. Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga membangun kemandirian. Inilah bentuk aktualisasi nilai wahyu dalam kehidupan sosial. Nuzulul Qur’an juga menjadi ajang meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membangun peradaban. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup yang komprehensif. Nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial harus tercermin dalam tindakan sehari-hari. Momentum ini mengajak umat untuk menjadikan wahyu sebagai inspirasi perubahan. BAZNAS Kota Surabaya terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari implementasi nilai Qur’ani. Amanah menjadi konsep utama dalam pengelolaan dana umat. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang profesional. Setiap kontribusi yang diberikan disalurkan secara tepat sasaran. Hal ini menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan kebermanfaatan yang nyata. Momentum Nuzulul Qur’an mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil yang terus dijaga. Wahyu pertama yang turun memerintahkan untuk membaca, yang berarti membuka cakrawala pengetahuan. Dalam konteks sosial, membaca realitas menjadi langkah awal menghadirkan solusi. Kepedulian tidak lahir dari ketidaktahuan, melainkan dari pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu, literasi dan aksi harus berjalan beriringan. Sebagai bagian dari peringatan Nuzulul Qur’an, masyarakat diajak menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi wujud nyata pengamalan nilai Al-Qur’an. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan profesional. Kolaborasi umat menjadi kunci memperluas manfaat kebaikan. Semoga Nuzulul Qur’an tahun ini menjadi penguat semangat perubahan sosial yang berkelanjutan. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Nuzulul Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Nilai Qur’ani, Gerakan Kepedulian, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan
ARTIKEL23/02/2026 | Dhea
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan
Surabaya (Baznas News) — Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang gerakan sosial yang lahir dari nilai spiritual. Bulan suci menghadirkan semangat kolektif untuk berbagi dan peduli. Masyarakat lebih mudah tergerak membantu sesama. Momentum ini menjadikan Ramadhan sebagai ruang kolaborasi umat. Dari sinilah perubahan sosial dapat dimulai. Gerakan Ramadhan 2026 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Kelompok dhuafa dan rentan masih membutuhkan perhatian bersama. Kenaikan kebutuhan pokok sering kali menjadi tantangan tersendiri. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas. Kolaborasi menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat. BAZNAS Kota Surabaya berperan aktif menginisiasi berbagai program Ramadhan yang terarah. Penghimpunan dan penyaluran dana dilakukan secara amanah dan profesional. Program bantuan dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berorientasi pemberdayaan. Prinsip transparansi menjadi fondasi utama dalam pengelolaannya. Berbagi menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Rasa syukur tumbuh ketika melihat kebahagiaan orang lain. Ramadhan menjadi ruang pendidikan empati dan kepedulian. Nilai-nilai ini diharapkan terus hidup setelah bulan suci berakhir. Selain bantuan langsung, program pemberdayaan ekonomi juga menjadi fokus utama. Bantuan modal usaha dan pendampingan diberikan kepada mustahik. Tujuannya adalah mendorong kemandirian jangka panjang. Ramadhan menjadi titik awal transformasi ekonomi umat. Harapannya, mustahik dapat berkembang menjadi muzakki di masa depan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen dalam setiap program. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang baik. Laporan kegiatan disampaikan secara terbuka. Hal ini memastikan amanah umat dikelola secara profesional. Kepercayaan yang terbangun memperkuat keberlanjutan gerakan ini. Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana edukasi zakat, infak, dan sedekah. Literasi filantropi Islam terus diperkuat di tengah masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan. Edukasi yang baik mendorong partisipasi yang berkelanjutan. Ramadhan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Di tengah dinamika sosial, Gerakan Ramadhan 2026 menjadi simbol kekuatan kolektif umat. Setiap bantuan membawa harapan bagi penerima manfaat. Perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kepedulian. Solidaritas menjadi nilai utama yang diperkuat. Sebagai bagian dari gerakan ini, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat memperluas dampak keberkahan Ramadhan. Kolaborasi menjadi kunci menghadirkan perubahan sosial. Bersama, Ramadhan dapat menjadi momentum pemberdayaan umat. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Gerakan Ramadhan 2026, Kepedulian Sosial Ramadhan, Pemberdayaan Mustahik, Kolaborasi Umat, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL23/02/2026 | Dhea
Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Program Sosial BAZNAS Surabaya
Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Program Sosial BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat. Selain dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, Ramadhan juga identik dengan tumbuhnya kepedulian sosial. Semangat berbagi terasa lebih kuat, baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, maupun aksi sosial lainnya. Di tengah suasana inilah BAZNAS Kota Surabaya memainkan peran penting dalam memperkuat program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai kota besar, Surabaya dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan perkotaan, ketimpangan ekonomi, hingga kerentanan kelompok tertentu. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut, karena kesadaran kolektif masyarakat untuk berbagi meningkat secara signifikan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terorganisir, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjembatani kepedulian masyarakat dengan kebutuhan nyata para penerima manfaat. Selama bulan Ramadhan, berbagai program sosial digencarkan, seperti penyaluran paket kebutuhan pokok, santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, serta kegiatan berbagi makanan berbuka puasa. Program-program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi penguat di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Namun, makna Ramadhan tidak berhenti pada kegiatan sosial yang bersifat sesaat. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya zakat dan sedekah sebagai instrumen keadilan sosial. Melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya mendorong pemahaman bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, melainkan bagian dari upaya kolektif untuk membangun kesejahteraan bersama. Ramadhan juga menjadi waktu yang penting untuk membangun dan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat bahwa dana yang mereka salurkan dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran, kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat akan semakin meningkat. Kepercayaan ini berperan besar dalam menjaga keberlanjutan program sosial, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang tahun. Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan bahwa nilai ibadah selalu berkaitan erat dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui penguatan program sosial di bulan suci ini, BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan bahwa Ramadhan dapat menjadi momentum penting untuk menumbuhkan solidaritas, memperkuat empati, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat. Lebih dari sekadar ritual tahunan, Ramadhan menjadi ruang bersama untuk membangun kota yang lebih peduli dan berkeadilan.
ARTIKEL20/02/2026 | Mila
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Surabaya (Baznas News) — Bulan Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan umat Islam. Ibadah ini menghadirkan ruang refleksi yang mendalam untuk memperbaiki diri sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama. Secara spiritual, puasa melatih kejujuran dan integritas. Tidak ada yang benar-benar mengetahui apakah seseorang berpuasa dengan sempurna selain dirinya dan Allah SWT. Di sinilah puasa menjadi ibadah yang membentuk kesadaran batin, mengajarkan pengendalian diri, serta membangun tanggung jawab moral dalam setiap tindakan. Selain dimensi personal, puasa juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi pengingat akan kondisi saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Pengalaman tersebut menumbuhkan empati yang lebih nyata, bukan sekadar rasa iba, tetapi dorongan untuk mengambil peran dalam membantu meringankan beban mereka. Momentum Ramadhan sering kali disertai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dhuafa, baik dalam hal pangan maupun kebutuhan dasar lainnya. Oleh karena itu, penguatan karakter melalui puasa seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kepedulian sosial. Puasa yang dijalani dengan kesadaran penuh akan melahirkan aksi nyata dalam bentuk sedekah, zakat, maupun kontribusi sosial lainnya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk menjadikan puasa sebagai titik awal transformasi diri dan sosial. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat solidaritas antar sesama melalui berbagai program pemberdayaan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya memastikan bahwa semangat berbagi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar manfaat puasa dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh mereka yang berada dalam kondisi rentan. Puasa pada akhirnya bukan hanya ibadah ritual tahunan, melainkan proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. Ketika nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial tumbuh kuat dalam diri umat, maka Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan yang menghadirkan keberkahan bagi semua. Sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial di bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Hikmah Puasa, Kepedulian Sosial Ramadhan, Empati Sosial, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan, Sedekah Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Dhea
Gerakan Ramadhan : Sinergi Kepedulian dan Aksi Nyata dengan Baznas Surabaya
Gerakan Ramadhan : Sinergi Kepedulian dan Aksi Nyata dengan Baznas Surabaya
Bulan suci Ramadhan bukan hanya sekadar waktu menunaikan ibadah puasa, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk memperluas makna kepedulian sosial. Di Kota Surabaya, semangat ini diwujudkan melalui berbagai program dan gerakan kebaikan yang digagas oleh BAZNAS Surabaya bersama komunitas, relawan, dan masyarakat luas. Gerakan Ramadhan yang dijalankan BAZNAS Surabaya memiliki inti yang kuat: mengubah nilai spiritual pribadi menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama. Tidak cukup hanya memperbanyak ibadah ritual, tetapi semangat berbagi dan kepedulian dizaman modern ini dimaknai sebagai bentuk implementasi ajaran agama dalam kehidupan sosial. BAZNAS Surabaya juga menempatkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen penting dalam mewujudkan gerakan sosial ini. Dari data unggahan resmi di media sosial mereka, terdapat informasi sejumlah program Ramadan yang dilaksanakan, termasuk paket bantuan dan kegiatan berbagi sehari-hari yang fokus menyentuh kebutuhan langsung mustahik. Dalam prosesi pelaksanaannya, BAZNAS Surabaya berupaya menjaga prinsip profesionalitas, transparansi, dan amanah. Dana yang dihimpun dikelola secara tertata dan disalurkan sesuai syariat serta kebutuhan yang benar-benar layak. Hal ini sekaligus menjadi bentuk edukasi soal pentingnya memanfaatkan lembaga resmi pengelola zakat di tengah meningkatnya semangat berbagi umat di bulan Ramadhan. Gerakan Ramadhan juga mendorong peran aktif masyarakat untuk terus ambil bagian. Partisipasi tidak hanya melalui donasi, tetapi juga melalui kolaborasi bersama relawan, komunitas, dan berbagai pihak yang mempunyai komitmen untuk membantu sesama. Dengan sinergi ini, pesan Ramadhan sebagai bulan berbagi kasih bukan sekadar slogan, tetapi dihidupkan setiap hari melalui aksi nyata di lapangan. Ramadhan pada akhirnya menjadi ruang transformasi sosial tempat spiritualitas pribadi berpadu dengan kepedulian kolektif. Di Surabaya, BAZNAS terus menjadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa berbagi bukan hanya aktivitas musiman, tetapi sebuah komitmen berkelanjutan untuk memperluas manfaat dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh umat.
ARTIKEL20/02/2026 | Septya
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Ramadhan merupakan bulan yang sarat dengan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan sekaligus upaya membentuk pribadi yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah. “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Keutamaan Ramadhan sangatlah besar. Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, puasa memiliki balasan istimewa langsung dari Allah SWT. Di dalamnya juga terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, Ramadhan juga menumbuhkan rasa solidaritas sosial. Pengalaman menahan lapar dan dahaga membantu kita memahami kondisi saudara-saudara yang hidup dalam kekurangan. Oleh sebab itu, zakat, infak, dan sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan suci ini. BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) berperan penting dalam mengelola dan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program seperti bantuan untuk fakir miskin, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi, BAZNAS menjadi penghubung antara para muzakki dan mustahik. Ramadhan menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian ZIS agar manfaatnya semakin luas. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga turut menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL20/02/2026 | Ana
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Berita Surabaya — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai melakukan berbagai persiapan sebagai bentuk kesiapan menyambut bulan penuh keberkahan. Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan secara spiritual melalui peningkatan ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan persiapan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Bulan suci Ramadhan memiliki dimensi ibadah dan sosial yang saling berkaitan. Ibadah puasa mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan empati, sehingga mendorong umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan menjadi lebih bermakna ketika disertai dengan kepedulian sosial yang nyata dan berkelanjutan. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti Surabaya, masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama menjelang Ramadhan. Kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan cenderung meningkat pada periode ini. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, kepedulian masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas. BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah berperan strategis dalam mendukung persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong partisipasi masyarakat untuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah sebagai bagian dari persiapan ibadah Ramadhan. Berbagai program sosial telah disiapkan BAZNAS Kota Surabaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Program tersebut meliputi bantuan kebutuhan pokok bagi dhuafa, paket pangan Ramadhan, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi. Program-program yang ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih layak dan tenang. Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Menunaikan zakat menjelang Ramadhan menjadi salah satu bentuk persiapan yang dianjurkan. Zakat berfungsi sebagai sarana penyucian harta sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat memastikan bahwa dana yang disalurkan dikelola secara amanah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. BAZNAS Kota Surabaya juga menyediakan kemudahan layanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Layanan pembayaran tersedia secara langsung maupun melalui platform digital yang aman dan terpercaya. Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas dalam berbagi kebaikan menjelang Ramadhan. Pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel menjadi prinsip utama BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu mencatatkan prestasi. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Surabaya. Persiapan menyambut bulan suci Ramadhan melalui penguatan kepedulian sosial diharapkan mampu menciptakan kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, persiapan Ramadhan tidak hanya menjadi agenda ibadah individu, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama. SEO kata kunci: Persiapan menyambut Ramadhan bersama BAZNAS Kota Surabaya, Peran Zakat dalam Persiapan Ramadhan, Zakat Sebagai Persiapan Ibadah Ramadhan, Program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya, Kepedulian sosial menjelang Ramadhan.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Ramadan tidak lagi sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Dalam beberapa tahun terakhir, bulan suci ini berkembang menjadi apa yang dapat disebut sebagai Gerakan Ramadan sebuah momentum kolektif yang menggerakkan keluarga, komunitas, hingga negara untuk membangun perubahan sosial berbasis nilai spiritual. Di Indonesia, misalnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama sejumlah kementerian mendeklarasikan program Gerakan Ramadan Ramah Anak. Inisiatif ini mendorong keluarga memanfaatkan Ramadan sebagai ruang pendidikan karakter: mengurangi penggunaan gawai, memperbanyak dialog orang tua dan anak, serta membangun kebiasaan ibadah bersama. Langkah tersebut diperkuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengajak satuan pendidikan menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan empati dan akhlak peserta didik. Pesannya jelas: Ramadan bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga sarana membangun kualitas generasi. Fenomena ini menarik. Artinya, nilai-nilai Ramadan sedang mengalami institusionalisasi masuk ke ranah kebijakan publik dan pendidikan formal. Bulan suci tidak lagi berhenti pada ranah privat, melainkan menjadi strategi sosial untuk memperkuat ketahanan keluarga dan karakter anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Di sisi lain, Ramadan juga identik dengan lonjakan solidaritas sosial. Aktivitas zakat, infak, sedekah, dan berbagi makanan meningkat drastis. Tradisi seperti M??idat ar-Ra?m?n di berbagai negara Timur Tengah menunjukkan bagaimana berbuka puasa menjadi ruang kesetaraan sosial: siapa pun dapat duduk bersama tanpa melihat latar belakang ekonomi. Bahkan di ruang publik global, Ramadan semakin diakui sebagai bagian dari identitas sosial dunia modern. Pemasangan dekorasi Ramadan di kawasan Piccadilly Circus beberapa waktu lalu menandai penerimaan budaya Islam dalam lanskap kota global. Ramadan menjadi simbol inklusivitas dan solidaritas lintas komunitas. Secara sosiologis, Ramadan menciptakan apa yang oleh Émile Durkheim disebut sebagai collective effervescence ledakan energi kebersamaan yang lahir dari ritual bersama. Ketika jutaan orang berpuasa, berbuka, dan beribadah dalam waktu yang sama, muncul rasa solidaritas yang lebih kuat. Inilah yang menjelaskan mengapa aktivitas berbagi meningkat dan empati sosial terasa lebih hidup selama bulan suci. Namun, tantangan terbesar Gerakan Ramadan adalah keberlanjutan. Energi spiritual dan sosial yang begitu besar sering kali meredup setelah Idulfitri. Jika nilai disiplin, empati, dan kepedulian sosial hanya bertahan 30 hari, maka Ramadan kehilangan potensi transformatifnya Karena itu, Gerakan Ramadan seharusnya dipahami sebagai laboratorium perubahan. Ia melatih pengendalian diri, membangun solidaritas, dan memperkuat keluarga. Tugas masyarakat dan para pemangku kebijakan adalah memastikan bahwa nilai-nilai itu tidak berhenti sebagai euforia musiman. Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan diri, tetapi tentang membentuk diri dan bersama-sama membentuk masyarakat yang lebih berempati, adil, dan berkarakter. Jika dikelola dengan kesadaran kolektif, Ramadan dapat menjadi gerakan moral tahunan yang secara perlahan memperbaiki wajah sosial bangsa.
ARTIKEL20/02/2026 | Ruba'i
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Surabaya – Dalam rangka menyambut Gerakan Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya menggelar Pembekalan Relawan Fundraising sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya serta 50 relawan fundraising yang telah lolos seleksi tahap II. Pembekalan tersebut menjadi tahap awal dalam memperkuat komitmen, kapasitas, dan sinergi antara lembaga dan relawan guna menyongsong momentum Ramadhan yang dikenal sebagai puncak peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Para relawan mendapatkan materi langsung dari ahli fundraising yang mencakup strategi penghimpunan dana, teknik komunikasi yang efektif kepada muzakki, etika pelayanan, serta penguatan nilai-nilai kelembagaan. Pembekalan ini dirancang agar relawan tidak hanya memahami teknis penggalangan dana, tetapi juga mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan amanah dalam setiap proses penghimpunan ZIS. Dengan persiapan yang matang, relawan diharapkan dapat menjadi representasi lembaga yang terpercaya di tengah masyarakat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki Peran menghimpun dan mendistribusikan ZIS secara transparan dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan Nomor 23 Tahun 2011. Di tingkat kota, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam 5S, yakni Surabaya Berdakwah, Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, dan Surabaya Sigap, yang menyasar bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial kemanusiaan. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., menegaskan bahwa relawan fundraising memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk berzakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dengan sinergi yang kuat antara lembaga dan relawan, Gerakan Ramadhan 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat program pendayagunaan zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Alfa
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Semangat puasa yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama menjadi landasan kuat lahirnya berbagai gerakan kebaikan. Di Kota Surabaya, semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Cinta Ramadhan yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat. Sebagai lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki amanah untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di bulan Ramadhan, peran tersebut semakin terasa karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat serta memperbanyak sedekah. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut meliputi penyaluran paket sembako Ramadhan, santunan untuk anak yatim dan dhuafa, bantuan biaya pendidikan, serta program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat sekaligus mempererat hubungan antara muzakki dan mustahik. Tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan modal usaha, pendampingan UMKM, serta pelatihan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian mustahik. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum membangun harapan dan masa depan yang lebih baik. Sinergi antara BAZNAS dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam gerakan ini. Partisipasi aktif para muzakki, relawan, serta dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat Ramadhan mampu menggerakkan kolaborasi yang luas. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari rantai kebaikan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Gerakan Cinta Ramadhan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membayar zakat secara benar dan terkelola melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS, masyarakat turut memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku. Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan kepedulian yang nyata. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat membuktikan bahwa kebersamaan dan sinergi dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan memperluas manfaat bagi sesama.
ARTIKEL20/02/2026 | Wahyu
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Surabaya (Baznas News) — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial. Ramadhan merupakan momentum yang dinanti oleh umat Islam sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan. Persiapan yang matang menjadi langkah penting agar ibadah dapat dijalankan secara optimal. Tidak hanya memperbanyak doa dan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama. Inilah makna menyambut Ramadhan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Surabaya menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Bulan suci harus dimaknai sebagai ruang transformasi diri dan masyarakat. Persiapan spiritual dilakukan melalui peningkatan kualitas ibadah dan introspeksi diri. Sementara itu, persiapan sosial diwujudkan melalui penguatan solidaritas dan kepedulian. Keduanya harus berjalan beriringan agar Ramadhan menghadirkan dampak yang lebih luas. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban lebih awal. Penyaluran zakat dan sedekah sebelum Ramadhan dapat membantu penerima manfaat mempersiapkan kebutuhan bulan suci. Dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan profesional. Transparansi menjadi komitmen utama dalam setiap prosesnya. Kepercayaan publik dijaga melalui tata kelola yang akuntabel. Persiapan menyambut Ramadhan juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah. Saling memaafkan dan memperbaiki hubungan menjadi bagian dari kesiapan moral. Ramadhan bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah SWT. Hubungan horizontal antar sesama juga harus diperkuat. Solidaritas sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. BAZNAS Kota Surabaya menginisiasi berbagai program yang dirancang untuk menyambut Ramadhan secara terarah. Bantuan pangan, santunan, hingga program pemberdayaan menjadi fokus utama. Program tersebut bertujuan agar manfaat Ramadhan dapat dirasakan secara merata. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah wujud nyata persiapan sosial yang berkelanjutan. Momentum jelang Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi zakat dan sedekah. Edukasi mengenai pentingnya berbagi terus dilakukan kepada masyarakat. Kesadaran kolektif akan memperluas dampak kebermanfaatan. Ramadhan bukan hanya tentang menerima pahala, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi yang membutuhkan. Kepedulian menjadi nilai utama yang harus diperkuat sejak awal. Sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret dalam memperkuat solidaritas sosial. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi umat menjadi kunci menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna. Semoga persiapan yang dilakukan sejak dini menghadirkan keberkahan yang lebih luas. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Jelang Ramadhan, Persiapan Ramadhan, Solidaritas Sosial, Zakat dan Sedekah, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Surabaya News — Bulan Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarumat. Dalam semangat berbagi keberkahan, BAZNAS Kota Surabaya terus menggencarkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Surabaya. Program ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga miskin sekaligus memperluas dampak kebaikan di bulan suci. Selama Ramadhan, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan dan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya mempercepat penyaluran bantuan melalui berbagai program sosial yang terstruktur dan tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan tujuan zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat. Pendistribusian zakat dilakukan secara masif dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setiap bantuan yang disalurkan melalui program Ramadhan telah melalui proses pendataan dan verifikasi agar tepat sasaran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa zakat benar-benar diterima oleh mustahik yang berhak, seperti fakir, miskin, dan kelompok rentan lainnya. Selain bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga menyalurkan zakat produktif. Bantuan modal usaha diberikan kepada pelaku UMKM kecil agar mereka dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, sehingga penerima manfaat tidak hanya terbantu sementara, tetapi juga memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi. Ramadhan juga menjadi momen bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Surabaya mengajak para muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat lebih awal agar distribusi dapat dilakukan secara optimal sejak awal Ramadhan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga miskin. Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagi kebaikan selama bulan suci. Setiap rupiah yang dititipkan akan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan, sehingga zakat benar-benar menjadi jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Tidak hanya menyalurkan bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai pilar kesejahteraan sosial. Melalui kampanye Ramadhan, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan ekonomi umat. Di tengah semangat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi. Kebaikan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Melalui pendistribusian zakat yang masif dan tepat sasaran, keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak amal dan kepedulian. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Semoga langkah kebaikan ini menjadi ladang pahala dan menghadirkan keberkahan bagi semua. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Zakat Untuk Warga Miskin, Program Ramadhan BAZNAS, Zakat Infak Sedekah Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Zakat Produktif Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →