WhatsApp Icon
Dzulhijjah sebagai Bulan Pengorbanan dan Keikhlasan

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, memperkuat ketakwaan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat berbagai ibadah mulia seperti puasa sunnah, pelaksanaan ibadah haji, serta ibadah qurban yang memiliki nilai spiritual sangat besar. Oleh karena itu, Dzulhijjah sering disebut sebagai bulan pengorbanan dan keikhlasan karena mengajarkan umat Islam untuk rela berkorban demi menjalankan perintah Allah SWT.

Makna pengorbanan dalam bulan Dzulhijjah tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi teladan besar tentang ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ujian keimanan. Meskipun perintah tersebut sangat berat, Nabi Ibrahim tetap melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah. Begitu pula Nabi Ismail AS yang menerima perintah tersebut dengan hati yang sabar dan ikhlas. Karena keimanan dan ketulusan mereka, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan.

Peristiwa tersebut mengandung pelajaran penting bahwa pengorbanan dalam Islam bukan hanya tentang kehilangan sesuatu yang dicintai, tetapi juga tentang ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan oleh umat Islam setiap datangnya Hari Raya Idul Adha melalui pelaksanaan ibadah qurban. Ibadah qurban menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, semangat pengorbanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Pengorbanan tidak selalu berupa materi atau harta benda, tetapi juga dapat berupa waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian terhadap sesama. Seorang pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu demi masa depan yang baik juga termasuk bentuk pengorbanan. Begitu pula seseorang yang membantu orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan balasan telah menunjukkan sikap keikhlasan yang diajarkan dalam bulan Dzulhijjah.

Selain mengajarkan pengorbanan, bulan Dzulhijjah juga menjadi momentum untuk melatih keikhlasan hati. Keikhlasan merupakan sikap melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT tanpa mengharapkan pujian manusia. Dalam Islam, keikhlasan menjadi kunci diterimanya amal ibadah seseorang. Amal yang besar sekalipun tidak akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan niat riya atau ingin dipuji oleh orang lain. Oleh karena itu, Dzulhijjah mengajarkan umat Islam agar senantiasa memperbaiki niat dalam setiap perbuatan.

 Keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah juga menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan membantu sesama. Semangat ibadah ini menjadi bentuk latihan spiritual agar manusia semakin dekat kepada Allah SWT.

Ibadah qurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat berbagi dalam bulan Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa rezeki yang dimiliki tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Di Indonesia, pelaksanaan qurban sering dilakukan melalui lembaga sosial dan keagamaan, salah satunya BAZNAS. Melalui program qurban, penyaluran hewan qurban dapat dilakukan secara lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk daerah-daerah terpencil. Kehadiran lembaga seperti BAZNAS Kota Surabaya membantu masyarakat untuk menyalurkan ibadah qurban dengan lebih mudah, aman, dan tepat sasaran. Program tersebut juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Bulan Dzulhijjah juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri. Pengorbanan dan keikhlasan bukan hanya dilakukan dalam ibadah tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari karakter seorang Muslim. Dalam kehidupan modern yang penuh persaingan, manusia sering kali lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, semangat Dzulhijjah menjadi pengingat agar umat Islam tetap memiliki rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Selain itu, bulan Dzulhijjah dapat menjadi momentum mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan qurban dan perayaan Idul Adha biasanya dilakukan secara bersama-sama sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Masyarakat saling membantu dalam proses penyembelihan, pembagian daging, hingga kegiatan sosial lainnya. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai persaudaraan dan gotong royong yang sangat penting dalam kehidupan sosial.

 Pada akhirnya, Dzulhijjah bukan hanya sekadar bulan dalam kalender Islam, tetapi juga bulan penuh pelajaran tentang makna kehidupan. Melalui pengorbanan dan keikhlasan, umat Islam diajak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, peduli, dan taat kepada Allah SWT. Semangat yang diajarkan dalam bulan ini seharusnya tidak hanya dirasakan saat Idul Adha saja, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna Dzulhijjah secara mendalam, diharapkan umat Islam mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh kepedulian, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

13/05/2026 | Kontributor: Fia
Peran Program BAZNAS Kota Surabaya bagi Masyarakat Surabaya

BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sebagai lembaga pengelola zakat resmi, BAZNAS hadir untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat Kota Surabaya, khususnya bagi kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu.

 Dalam bidang sosial, BAZNAS Kota Surabaya aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, kesulitan ekonomi, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Bantuan sembako, santunan yatim, bantuan biaya hidup, hingga program bedah rumah menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Program ini sangat membantu warga yang mengalami keterbatasan ekonomi agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan perhatian besar kepada para pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, banyak anak di Surabaya yang terbantu dalam melanjutkan sekolah tanpa harus terkendala biaya. Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Selain itu, dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya program kesehatan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam sektor ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha dan zakat produktif. Program ini bertujuan membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Selain program-program utama tersebut, BAZNAS Kota Surabaya juga sering mengadakan kegiatan kemanusiaan pada momen tertentu, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, maupun ketika terjadi bencana alam. Pada bulan Ramadhan misalnya, BAZNAS melaksanakan program pembagian paket buka puasa, santunan anak yatim, penyaluran zakat fitrah, serta bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Surabaya juga memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan dakwah, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk membantu sesama dan mengurangi kesenjangan sosial. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, maka semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program yang dijalankan.

Keberadaan BAZNAS Kota Surabaya juga membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial dan kemiskinan di Kota Surabaya. Program-program yang dijalankan mampu menjadi pendukung bagi upaya pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan sejahtera.

Selain memberikan bantuan material, program-program BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan dampak moral dan psikologis bagi penerima manfaat. Banyak masyarakat yang merasa terbantu, diperhatikan, dan termotivasi untuk bangkit dari kesulitan hidup yang mereka alami. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan harapan dan semangat baru bagi masyarakat.

Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kota Surabaya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Surabaya. Program-program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan semangat saling membantu di tengah kehidupan sosial. Oleh karena itu, keberadaan BAZNAS menjadi salah satu bentuk nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, serta memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.

13/05/2026 | Kontributor: Fia
Mengenal Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam Pelayanan Umat

Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, zakat juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini, BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang bertugas mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara profesional dan tepat sasaran.

Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menghadirkan pelayanan umat yang berkelanjutan.

Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki tugas utama menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan dilakukan secara transparan, amanah, dan sesuai syariat Islam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Selain menyalurkan bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga fokus pada program pemberdayaan yang bertujuan membantu masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi maupun sosial.

Berbagai Program Pelayanan Umat

Dalam menjalankan misinya, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya:

1. Bidang Pendidikan

BAZNAS Kota Surabaya memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu melalui beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dan dukungan biaya pendidikan. Program ini bertujuan membantu generasi muda memperoleh pendidikan yang layak dan mengurangi angka putus sekolah.

2. Bidang Sosial dan Kemanusiaan

Melalui program sosial, BAZNAS membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, korban bencana, hingga masyarakat rentan lainnya. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, santunan, bantuan darurat, dan kebutuhan pokok lainnya.

3. Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, BAZNAS Kota Surabaya turut membantu masyarakat melalui layanan bantuan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, serta dukungan biaya medis bagi masyarakat kurang mampu.

4. Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan

Untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha kecil. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan para muzaki menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dan tepat sasaran.

Selain itu, BAZNAS juga aktif mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Kiprah BAZNAS Kota Surabaya dalam pelayanan umat menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.

Dengan dukungan masyarakat, diharapkan BAZNAS Kota Surabaya dapat terus menjadi jembatan kebaikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan.

13/05/2026 | Kontributor: Ana
Surabaya Cerdas: Investasi Pendidikan untuk Generasi Masa Depan

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui Program Surabaya Cerdas.

Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Surabaya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan, Program Surabaya Cerdas hadir sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Program Surabaya Cerdas tidak hanya memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan potensi diri para penerima manfaat. Pendidikan yang layak diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-cita dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka di masa mendatang.

Selain membantu meringankan beban biaya pendidikan, program ini juga menjadi motivasi bagi para pelajar agar terus semangat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan diri. BAZNAS Kota Surabaya percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik apabila mendapatkan dukungan dan akses pendidikan yang memadai.

Dalam pelaksanaannya, Program Surabaya Cerdas menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, biaya penunjang belajar, maupun kebutuhan akademik lainnya.

Tidak hanya berorientasi pada bantuan materi, Program Surabaya Cerdas juga menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, dan semangat kemandirian kepada para penerima manfaat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Program Surabaya Cerdas menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program pendidikan ini. Karena setiap kontribusi yang diberikan hari ini akan menjadi harapan dan masa depan bagi generasi penerus bangsa.

12/05/2026 | Kontributor: Sahroh
Menyambut Kemuliaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Ibadah dan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kehadirannya membawa banyak keberkahan dan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Di bulan inilah terdapat rangkaian ibadah istimewa seperti haji, puasa sunnah Arafah, hingga ibadah kurban yang penuh nilai pengorbanan dan keikhlasan.

Allah SWT memberikan keutamaan besar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari tersebut. Kesempatan ini menjadi ladang pahala bagi setiap Muslim untuk memperbanyak dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, berpuasa sunnah, dan membantu sesama yang membutuhkan.

Selain menjadi bulan penuh ibadah, Dzulhijjah juga mengajarkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Hewan kurban yang disalurkan bukan hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang terus dihidupkan oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui berbagai program kemanusiaan dan penyaluran kurban kepada para mustahik di berbagai wilayah.

Melalui semangat Dzulhijjah, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan mulia ini sebagai momentum memperbanyak kebaikan. Tidak hanya melalui ibadah pribadi, tetapi juga dengan berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Setiap sedekah, zakat, dan kurban yang ditunaikan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Mari sambut bulan Dzulhijjah dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan semangat berbagi yang lebih besar. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, hadirkan manfaat dan kebahagiaan untuk sesama, karena kebaikan yang ditanam hari ini akan menjadi pahala yang terus mengalir di sisi Allah SWT.

12/05/2026 | Kontributor: Sahroh

Artikel Terbaru

Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan
Gerakan Ramadhan 2026: Kolaborasi Umat dalam Menguatkan Kepedulian dan Pemberdayaan
Surabaya (Baznas News) — Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang gerakan sosial yang lahir dari nilai spiritual. Bulan suci menghadirkan semangat kolektif untuk berbagi dan peduli. Masyarakat lebih mudah tergerak membantu sesama. Momentum ini menjadikan Ramadhan sebagai ruang kolaborasi umat. Dari sinilah perubahan sosial dapat dimulai. Gerakan Ramadhan 2026 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Kelompok dhuafa dan rentan masih membutuhkan perhatian bersama. Kenaikan kebutuhan pokok sering kali menjadi tantangan tersendiri. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas. Kolaborasi menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat. BAZNAS Kota Surabaya berperan aktif menginisiasi berbagai program Ramadhan yang terarah. Penghimpunan dan penyaluran dana dilakukan secara amanah dan profesional. Program bantuan dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berorientasi pemberdayaan. Prinsip transparansi menjadi fondasi utama dalam pengelolaannya. Berbagi menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Rasa syukur tumbuh ketika melihat kebahagiaan orang lain. Ramadhan menjadi ruang pendidikan empati dan kepedulian. Nilai-nilai ini diharapkan terus hidup setelah bulan suci berakhir. Selain bantuan langsung, program pemberdayaan ekonomi juga menjadi fokus utama. Bantuan modal usaha dan pendampingan diberikan kepada mustahik. Tujuannya adalah mendorong kemandirian jangka panjang. Ramadhan menjadi titik awal transformasi ekonomi umat. Harapannya, mustahik dapat berkembang menjadi muzakki di masa depan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen dalam setiap program. Kepercayaan masyarakat dijaga melalui tata kelola yang baik. Laporan kegiatan disampaikan secara terbuka. Hal ini memastikan amanah umat dikelola secara profesional. Kepercayaan yang terbangun memperkuat keberlanjutan gerakan ini. Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana edukasi zakat, infak, dan sedekah. Literasi filantropi Islam terus diperkuat di tengah masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan. Edukasi yang baik mendorong partisipasi yang berkelanjutan. Ramadhan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Di tengah dinamika sosial, Gerakan Ramadhan 2026 menjadi simbol kekuatan kolektif umat. Setiap bantuan membawa harapan bagi penerima manfaat. Perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kepedulian. Solidaritas menjadi nilai utama yang diperkuat. Sebagai bagian dari gerakan ini, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat memperluas dampak keberkahan Ramadhan. Kolaborasi menjadi kunci menghadirkan perubahan sosial. Bersama, Ramadhan dapat menjadi momentum pemberdayaan umat. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Gerakan Ramadhan 2026, Kepedulian Sosial Ramadhan, Pemberdayaan Mustahik, Kolaborasi Umat, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL23/02/2026 | Dhea
Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Program Sosial BAZNAS Surabaya
Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Program Sosial BAZNAS Surabaya
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat. Selain dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, Ramadhan juga identik dengan tumbuhnya kepedulian sosial. Semangat berbagi terasa lebih kuat, baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, maupun aksi sosial lainnya. Di tengah suasana inilah BAZNAS Kota Surabaya memainkan peran penting dalam memperkuat program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai kota besar, Surabaya dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan perkotaan, ketimpangan ekonomi, hingga kerentanan kelompok tertentu. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut, karena kesadaran kolektif masyarakat untuk berbagi meningkat secara signifikan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terorganisir, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjembatani kepedulian masyarakat dengan kebutuhan nyata para penerima manfaat. Selama bulan Ramadhan, berbagai program sosial digencarkan, seperti penyaluran paket kebutuhan pokok, santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, serta kegiatan berbagi makanan berbuka puasa. Program-program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi penguat di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Namun, makna Ramadhan tidak berhenti pada kegiatan sosial yang bersifat sesaat. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya zakat dan sedekah sebagai instrumen keadilan sosial. Melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya mendorong pemahaman bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, melainkan bagian dari upaya kolektif untuk membangun kesejahteraan bersama. Ramadhan juga menjadi waktu yang penting untuk membangun dan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat bahwa dana yang mereka salurkan dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran, kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat akan semakin meningkat. Kepercayaan ini berperan besar dalam menjaga keberlanjutan program sosial, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang tahun. Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan bahwa nilai ibadah selalu berkaitan erat dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui penguatan program sosial di bulan suci ini, BAZNAS Kota Surabaya menunjukkan bahwa Ramadhan dapat menjadi momentum penting untuk menumbuhkan solidaritas, memperkuat empati, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat. Lebih dari sekadar ritual tahunan, Ramadhan menjadi ruang bersama untuk membangun kota yang lebih peduli dan berkeadilan.
ARTIKEL20/02/2026 | Mila
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Puasa dan Penguatan Karakter Umat: Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Surabaya (Baznas News) — Bulan Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan umat Islam. Ibadah ini menghadirkan ruang refleksi yang mendalam untuk memperbaiki diri sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama. Secara spiritual, puasa melatih kejujuran dan integritas. Tidak ada yang benar-benar mengetahui apakah seseorang berpuasa dengan sempurna selain dirinya dan Allah SWT. Di sinilah puasa menjadi ibadah yang membentuk kesadaran batin, mengajarkan pengendalian diri, serta membangun tanggung jawab moral dalam setiap tindakan. Selain dimensi personal, puasa juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi pengingat akan kondisi saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Pengalaman tersebut menumbuhkan empati yang lebih nyata, bukan sekadar rasa iba, tetapi dorongan untuk mengambil peran dalam membantu meringankan beban mereka. Momentum Ramadhan sering kali disertai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dhuafa, baik dalam hal pangan maupun kebutuhan dasar lainnya. Oleh karena itu, penguatan karakter melalui puasa seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kepedulian sosial. Puasa yang dijalani dengan kesadaran penuh akan melahirkan aksi nyata dalam bentuk sedekah, zakat, maupun kontribusi sosial lainnya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak masyarakat untuk menjadikan puasa sebagai titik awal transformasi diri dan sosial. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat solidaritas antar sesama melalui berbagai program pemberdayaan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya memastikan bahwa semangat berbagi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar manfaat puasa dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh mereka yang berada dalam kondisi rentan. Puasa pada akhirnya bukan hanya ibadah ritual tahunan, melainkan proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. Ketika nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial tumbuh kuat dalam diri umat, maka Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan yang menghadirkan keberkahan bagi semua. Sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial di bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Hikmah Puasa, Kepedulian Sosial Ramadhan, Empati Sosial, BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan, Sedekah Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Dhea
Gerakan Ramadhan : Sinergi Kepedulian dan Aksi Nyata dengan Baznas Surabaya
Gerakan Ramadhan : Sinergi Kepedulian dan Aksi Nyata dengan Baznas Surabaya
Bulan suci Ramadhan bukan hanya sekadar waktu menunaikan ibadah puasa, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk memperluas makna kepedulian sosial. Di Kota Surabaya, semangat ini diwujudkan melalui berbagai program dan gerakan kebaikan yang digagas oleh BAZNAS Surabaya bersama komunitas, relawan, dan masyarakat luas. Gerakan Ramadhan yang dijalankan BAZNAS Surabaya memiliki inti yang kuat: mengubah nilai spiritual pribadi menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama. Tidak cukup hanya memperbanyak ibadah ritual, tetapi semangat berbagi dan kepedulian dizaman modern ini dimaknai sebagai bentuk implementasi ajaran agama dalam kehidupan sosial. BAZNAS Surabaya juga menempatkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen penting dalam mewujudkan gerakan sosial ini. Dari data unggahan resmi di media sosial mereka, terdapat informasi sejumlah program Ramadan yang dilaksanakan, termasuk paket bantuan dan kegiatan berbagi sehari-hari yang fokus menyentuh kebutuhan langsung mustahik. Dalam prosesi pelaksanaannya, BAZNAS Surabaya berupaya menjaga prinsip profesionalitas, transparansi, dan amanah. Dana yang dihimpun dikelola secara tertata dan disalurkan sesuai syariat serta kebutuhan yang benar-benar layak. Hal ini sekaligus menjadi bentuk edukasi soal pentingnya memanfaatkan lembaga resmi pengelola zakat di tengah meningkatnya semangat berbagi umat di bulan Ramadhan. Gerakan Ramadhan juga mendorong peran aktif masyarakat untuk terus ambil bagian. Partisipasi tidak hanya melalui donasi, tetapi juga melalui kolaborasi bersama relawan, komunitas, dan berbagai pihak yang mempunyai komitmen untuk membantu sesama. Dengan sinergi ini, pesan Ramadhan sebagai bulan berbagi kasih bukan sekadar slogan, tetapi dihidupkan setiap hari melalui aksi nyata di lapangan. Ramadhan pada akhirnya menjadi ruang transformasi sosial tempat spiritualitas pribadi berpadu dengan kepedulian kolektif. Di Surabaya, BAZNAS terus menjadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa berbagi bukan hanya aktivitas musiman, tetapi sebuah komitmen berkelanjutan untuk memperluas manfaat dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh umat.
ARTIKEL20/02/2026 | Septya
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Peran BAZNAS dalam Menguatkan Kepedulian Umat
Ramadhan merupakan bulan yang sarat dengan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan sekaligus upaya membentuk pribadi yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah. “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Keutamaan Ramadhan sangatlah besar. Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, puasa memiliki balasan istimewa langsung dari Allah SWT. Di dalamnya juga terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, Ramadhan juga menumbuhkan rasa solidaritas sosial. Pengalaman menahan lapar dan dahaga membantu kita memahami kondisi saudara-saudara yang hidup dalam kekurangan. Oleh sebab itu, zakat, infak, dan sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan suci ini. BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) berperan penting dalam mengelola dan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program seperti bantuan untuk fakir miskin, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi, BAZNAS menjadi penghubung antara para muzakki dan mustahik. Ramadhan menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian ZIS agar manfaatnya semakin luas. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga turut menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya
ARTIKEL20/02/2026 | Ana
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Berita Surabaya — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai melakukan berbagai persiapan sebagai bentuk kesiapan menyambut bulan penuh keberkahan. Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan secara spiritual melalui peningkatan ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam konteks ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan persiapan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Bulan suci Ramadhan memiliki dimensi ibadah dan sosial yang saling berkaitan. Ibadah puasa mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan empati, sehingga mendorong umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan menjadi lebih bermakna ketika disertai dengan kepedulian sosial yang nyata dan berkelanjutan. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti Surabaya, masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama menjelang Ramadhan. Kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan cenderung meningkat pada periode ini. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, kepedulian masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas. BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah berperan strategis dalam mendukung persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong partisipasi masyarakat untuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah sebagai bagian dari persiapan ibadah Ramadhan. Berbagai program sosial telah disiapkan BAZNAS Kota Surabaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Program tersebut meliputi bantuan kebutuhan pokok bagi dhuafa, paket pangan Ramadhan, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi. Program-program yang ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih layak dan tenang. Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Menunaikan zakat menjelang Ramadhan menjadi salah satu bentuk persiapan yang dianjurkan. Zakat berfungsi sebagai sarana penyucian harta sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat memastikan bahwa dana yang disalurkan dikelola secara amanah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. BAZNAS Kota Surabaya juga menyediakan kemudahan layanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Layanan pembayaran tersedia secara langsung maupun melalui platform digital yang aman dan terpercaya. Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas dalam berbagi kebaikan menjelang Ramadhan. Pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel menjadi prinsip utama BAZNAS Kota Surabaya dalam membantu mencatatkan prestasi. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Surabaya. Persiapan menyambut bulan suci Ramadhan melalui penguatan kepedulian sosial diharapkan mampu menciptakan kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, persiapan Ramadhan tidak hanya menjadi agenda ibadah individu, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama. SEO kata kunci: Persiapan menyambut Ramadhan bersama BAZNAS Kota Surabaya, Peran Zakat dalam Persiapan Ramadhan, Zakat Sebagai Persiapan Ibadah Ramadhan, Program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya, Kepedulian sosial menjelang Ramadhan.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Gerakan Ramadan: Dari Spiritualitas Personal Menuju Transformasi Sosial
Ramadan tidak lagi sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Dalam beberapa tahun terakhir, bulan suci ini berkembang menjadi apa yang dapat disebut sebagai Gerakan Ramadan sebuah momentum kolektif yang menggerakkan keluarga, komunitas, hingga negara untuk membangun perubahan sosial berbasis nilai spiritual. Di Indonesia, misalnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama sejumlah kementerian mendeklarasikan program Gerakan Ramadan Ramah Anak. Inisiatif ini mendorong keluarga memanfaatkan Ramadan sebagai ruang pendidikan karakter: mengurangi penggunaan gawai, memperbanyak dialog orang tua dan anak, serta membangun kebiasaan ibadah bersama. Langkah tersebut diperkuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengajak satuan pendidikan menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan empati dan akhlak peserta didik. Pesannya jelas: Ramadan bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga sarana membangun kualitas generasi. Fenomena ini menarik. Artinya, nilai-nilai Ramadan sedang mengalami institusionalisasi masuk ke ranah kebijakan publik dan pendidikan formal. Bulan suci tidak lagi berhenti pada ranah privat, melainkan menjadi strategi sosial untuk memperkuat ketahanan keluarga dan karakter anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Di sisi lain, Ramadan juga identik dengan lonjakan solidaritas sosial. Aktivitas zakat, infak, sedekah, dan berbagi makanan meningkat drastis. Tradisi seperti M??idat ar-Ra?m?n di berbagai negara Timur Tengah menunjukkan bagaimana berbuka puasa menjadi ruang kesetaraan sosial: siapa pun dapat duduk bersama tanpa melihat latar belakang ekonomi. Bahkan di ruang publik global, Ramadan semakin diakui sebagai bagian dari identitas sosial dunia modern. Pemasangan dekorasi Ramadan di kawasan Piccadilly Circus beberapa waktu lalu menandai penerimaan budaya Islam dalam lanskap kota global. Ramadan menjadi simbol inklusivitas dan solidaritas lintas komunitas. Secara sosiologis, Ramadan menciptakan apa yang oleh Émile Durkheim disebut sebagai collective effervescence ledakan energi kebersamaan yang lahir dari ritual bersama. Ketika jutaan orang berpuasa, berbuka, dan beribadah dalam waktu yang sama, muncul rasa solidaritas yang lebih kuat. Inilah yang menjelaskan mengapa aktivitas berbagi meningkat dan empati sosial terasa lebih hidup selama bulan suci. Namun, tantangan terbesar Gerakan Ramadan adalah keberlanjutan. Energi spiritual dan sosial yang begitu besar sering kali meredup setelah Idulfitri. Jika nilai disiplin, empati, dan kepedulian sosial hanya bertahan 30 hari, maka Ramadan kehilangan potensi transformatifnya Karena itu, Gerakan Ramadan seharusnya dipahami sebagai laboratorium perubahan. Ia melatih pengendalian diri, membangun solidaritas, dan memperkuat keluarga. Tugas masyarakat dan para pemangku kebijakan adalah memastikan bahwa nilai-nilai itu tidak berhenti sebagai euforia musiman. Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan diri, tetapi tentang membentuk diri dan bersama-sama membentuk masyarakat yang lebih berempati, adil, dan berkarakter. Jika dikelola dengan kesadaran kolektif, Ramadan dapat menjadi gerakan moral tahunan yang secara perlahan memperbaiki wajah sosial bangsa.
ARTIKEL20/02/2026 | Ruba'i
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya: Sinergi Relawan untuk Optimalisasi ZIS
Surabaya – Dalam rangka menyambut Gerakan Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya menggelar Pembekalan Relawan Fundraising sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, pelaksana, dan staf BAZNAS Kota Surabaya serta 50 relawan fundraising yang telah lolos seleksi tahap II. Pembekalan tersebut menjadi tahap awal dalam memperkuat komitmen, kapasitas, dan sinergi antara lembaga dan relawan guna menyongsong momentum Ramadhan yang dikenal sebagai puncak peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Para relawan mendapatkan materi langsung dari ahli fundraising yang mencakup strategi penghimpunan dana, teknik komunikasi yang efektif kepada muzakki, etika pelayanan, serta penguatan nilai-nilai kelembagaan. Pembekalan ini dirancang agar relawan tidak hanya memahami teknis penggalangan dana, tetapi juga mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan amanah dalam setiap proses penghimpunan ZIS. Dengan persiapan yang matang, relawan diharapkan dapat menjadi representasi lembaga yang terpercaya di tengah masyarakat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki Peran menghimpun dan mendistribusikan ZIS secara transparan dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan Nomor 23 Tahun 2011. Di tingkat kota, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam 5S, yakni Surabaya Berdakwah, Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdaya, dan Surabaya Sigap, yang menyasar bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial kemanusiaan. Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, S.T., M.M., menegaskan bahwa relawan fundraising memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk berzakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dengan sinergi yang kuat antara lembaga dan relawan, Gerakan Ramadhan 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat program pendayagunaan zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Alfa
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Gerakan Cinta Ramadhan sebagai Wujud Sinergi Kebaikan BAZNAS Surabaya dan Masyarakat
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Semangat puasa yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama menjadi landasan kuat lahirnya berbagai gerakan kebaikan. Di Kota Surabaya, semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Cinta Ramadhan yang digagas oleh BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat. Sebagai lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki amanah untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di bulan Ramadhan, peran tersebut semakin terasa karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat serta memperbanyak sedekah. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut meliputi penyaluran paket sembako Ramadhan, santunan untuk anak yatim dan dhuafa, bantuan biaya pendidikan, serta program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat sekaligus mempererat hubungan antara muzakki dan mustahik. Tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan modal usaha, pendampingan UMKM, serta pelatihan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian mustahik. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum membangun harapan dan masa depan yang lebih baik. Sinergi antara BAZNAS dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam gerakan ini. Partisipasi aktif para muzakki, relawan, serta dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat Ramadhan mampu menggerakkan kolaborasi yang luas. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari rantai kebaikan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Gerakan Cinta Ramadhan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membayar zakat secara benar dan terkelola melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS, masyarakat turut memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku. Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan kepedulian yang nyata. Melalui Gerakan Cinta Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya bersama masyarakat membuktikan bahwa kebersamaan dan sinergi dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan memperluas manfaat bagi sesama.
ARTIKEL20/02/2026 | Wahyu
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Spiritual dan Penguatan Solidaritas Sosial
Surabaya (Baznas News) — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial. Ramadhan merupakan momentum yang dinanti oleh umat Islam sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan. Persiapan yang matang menjadi langkah penting agar ibadah dapat dijalankan secara optimal. Tidak hanya memperbanyak doa dan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama. Inilah makna menyambut Ramadhan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Surabaya menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Bulan suci harus dimaknai sebagai ruang transformasi diri dan masyarakat. Persiapan spiritual dilakukan melalui peningkatan kualitas ibadah dan introspeksi diri. Sementara itu, persiapan sosial diwujudkan melalui penguatan solidaritas dan kepedulian. Keduanya harus berjalan beriringan agar Ramadhan menghadirkan dampak yang lebih luas. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban lebih awal. Penyaluran zakat dan sedekah sebelum Ramadhan dapat membantu penerima manfaat mempersiapkan kebutuhan bulan suci. Dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan profesional. Transparansi menjadi komitmen utama dalam setiap prosesnya. Kepercayaan publik dijaga melalui tata kelola yang akuntabel. Persiapan menyambut Ramadhan juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah. Saling memaafkan dan memperbaiki hubungan menjadi bagian dari kesiapan moral. Ramadhan bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah SWT. Hubungan horizontal antar sesama juga harus diperkuat. Solidaritas sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. BAZNAS Kota Surabaya menginisiasi berbagai program yang dirancang untuk menyambut Ramadhan secara terarah. Bantuan pangan, santunan, hingga program pemberdayaan menjadi fokus utama. Program tersebut bertujuan agar manfaat Ramadhan dapat dirasakan secara merata. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian. Inilah wujud nyata persiapan sosial yang berkelanjutan. Momentum jelang Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi zakat dan sedekah. Edukasi mengenai pentingnya berbagi terus dilakukan kepada masyarakat. Kesadaran kolektif akan memperluas dampak kebermanfaatan. Ramadhan bukan hanya tentang menerima pahala, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi yang membutuhkan. Kepedulian menjadi nilai utama yang harus diperkuat sejak awal. Sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret dalam memperkuat solidaritas sosial. Dana yang dihimpun akan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi umat menjadi kunci menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna. Semoga persiapan yang dilakukan sejak dini menghadirkan keberkahan yang lebih luas. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Jelang Ramadhan, Persiapan Ramadhan, Solidaritas Sosial, Zakat dan Sedekah, BAZNAS Kota Surabaya, Program Ramadhan
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Memetik Keberkahan Ramadhan: BAZNAS Surabaya Masifkan Pendistribusian Zakat untuk Warga Miskin
Surabaya News — Bulan Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarumat. Dalam semangat berbagi keberkahan, BAZNAS Kota Surabaya terus menggencarkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Surabaya. Program ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga miskin sekaligus memperluas dampak kebaikan di bulan suci. Selama Ramadhan, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan dan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Surabaya mempercepat penyaluran bantuan melalui berbagai program sosial yang terstruktur dan tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan tujuan zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat. Pendistribusian zakat dilakukan secara masif dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setiap bantuan yang disalurkan melalui program Ramadhan telah melalui proses pendataan dan verifikasi agar tepat sasaran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa zakat benar-benar diterima oleh mustahik yang berhak, seperti fakir, miskin, dan kelompok rentan lainnya. Selain bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga menyalurkan zakat produktif. Bantuan modal usaha diberikan kepada pelaku UMKM kecil agar mereka dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, sehingga penerima manfaat tidak hanya terbantu sementara, tetapi juga memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi. Ramadhan juga menjadi momen bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Surabaya mengajak para muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat lebih awal agar distribusi dapat dilakukan secara optimal sejak awal Ramadhan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga miskin. Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagi kebaikan selama bulan suci. Setiap rupiah yang dititipkan akan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan, sehingga zakat benar-benar menjadi jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik. Tidak hanya menyalurkan bantuan, BAZNAS Kota Surabaya juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai pilar kesejahteraan sosial. Melalui kampanye Ramadhan, masyarakat diajak untuk memahami bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan ekonomi umat. Di tengah semangat Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi. Kebaikan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Melalui pendistribusian zakat yang masif dan tepat sasaran, keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak amal dan kepedulian. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Semoga langkah kebaikan ini menjadi ladang pahala dan menghadirkan keberkahan bagi semua. Salurkan donasi Anda sekarang melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: BAZNAS Kota Surabaya, Zakat Ramadhan Surabaya, Pendistribusian Zakat Surabaya, Zakat Untuk Warga Miskin, Program Ramadhan BAZNAS, Zakat Infak Sedekah Surabaya, Bantuan Dhuafa Ramadhan, Zakat Produktif Surabaya.
ARTIKEL20/02/2026 | Sahroh
Ramadan Semakin Dekat, BAZNAS Surabaya Siap Salurkan Amanah Umat
Ramadan Semakin Dekat, BAZNAS Surabaya Siap Salurkan Amanah Umat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk siap mewujudkan amanah umat secara optimal, transparan, dan tepat sasaran. Momentum Ramadhan menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain fokus pada penyaluran, BAZNAS Kota Surabaya juga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat. Layanan pembayaran zakat kini semakin mudah melalui layanan kantor, transfer perbankan, hingga platform digital. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menunaikan kewajiban zakat. Dengan semangat profesional, transparan, dan amanah, BAZNAS Kota Surabaya menargetkan peningkatan penghimpunan ZIS selama Ramadhan tahun ini. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan sesuai prinsip syariah dan peraturan yang berlaku, serta dilaporkan secara terbuka kepada publik. Ramadhan yang semakin dekat diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui peran aktif BAZNAS Kota Surabaya, amanah umat akan terus dijaga dan disalurkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya secara berkelanjutan.
ARTIKEL20/02/2026 | Mila
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial
Gerakan Ramadhan: Momentum Transformasi Spiritual dan Sosial
Gerakan Ramadhan merupakan sebuah istilah yang menggambarkan semangat kolektif umat Islam dalam memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum perubahan diri dan perbaikan sosial. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan bulan pendidikan ruhani yang melatih kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Selama satu bulan penuh, umat Islam menjalani ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus sarana pembentukan karakter yang lebih baik. Keistimewaan Ramadhan semakin terasa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Keyakinan akan besarnya pahala dan keberkahan pada bulan ini mendorong lahirnya berbagai gerakan kebaikan, baik yang bersifat individu maupun kolektif. Masjid-masjid menjadi lebih ramai, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar hampir di setiap sudut, dan suasana religius terasa begitu kuat dalam kehidupan masyarakat. Gerakan Ramadhan juga tampak dalam meningkatnya kualitas ibadah. Banyak orang yang sebelumnya kurang disiplin dalam menjalankan salat menjadi lebih teratur, bahkan berusaha melaksanakannya secara berjamaah. Salat tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual dengan Tuhan. Selain itu, tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an menjadi target pribadi yang ingin dicapai oleh banyak umat Islam sebagai bentuk refleksi dan perenungan diri. Tidak hanya berfokus pada hubungan dengan Tuhan, Gerakan Ramadhan juga menguatkan hubungan antarmanusia. Bulan ini identik dengan semangat berbagi. Kepedulian sosial meningkat melalui pemberian sedekah, zakat, dan berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil, santunan anak yatim, serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ramadhan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga melalui kemampuan untuk meringankan beban orang lain. Lebih dari itu, Gerakan Ramadhan berperan sebagai proses pembentukan karakter. Puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari amarah, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Dalam kehidupan sehari-hari, latihan ini membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan empatik. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, ia juga belajar untuk menahan diri dari perilaku yang merugikan orang lain. Inilah esensi pendidikan moral yang terkandung dalam Ramadhan. Kebersamaan yang terjalin selama bulan suci turut memperkuat persatuan masyarakat. Momen berbuka puasa bersama, sahur bersama keluarga, hingga kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ramadhan menghadirkan harmoni sosial yang mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa saling menghargai. Pada akhirnya, Gerakan Ramadhan bukanlah gerakan yang berhenti ketika bulan suci berakhir. Nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadhan diharapkan terus hidup dalam diri setiap individu. Konsistensi dalam ibadah, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik seharusnya menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi titik awal transformasi menuju pribadi yang lebih bertakwa dan masyarakat yang lebih beradab.
ARTIKEL20/02/2026 | Caca
Puasa sebagai Ekosistem Kepedulian: Dari Ibadah Personal Menuju Dampak Sosial Berkelanjutan
Puasa sebagai Ekosistem Kepedulian: Dari Ibadah Personal Menuju Dampak Sosial Berkelanjutan
Surabaya (Baznas News) — Puasa sering dipahami sebagai ibadah yang bersifat personal, padahal di dalamnya tersimpan potensi besar untuk membangun ekosistem kepedulian sosial. BAZNAS Kota Surabaya memandang puasa sebagai momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara ibadah dan kesejahteraan masyarakat. Nilai pengendalian diri yang dilatih selama berpuasa seharusnya bertransformasi menjadi aksi nyata. Ramadhan menghadirkan ruang kolektif untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih sistematis. Inilah makna puasa yang tidak berhenti pada ritual, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. Konsep ekosistem kepedulian berarti setiap individu memiliki peran dalam rantai kebaikan. Muzakki, mustahik, relawan, dan lembaga pengelola zakat saling terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi. Puasa membentuk kesadaran bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dan distribusi peran yang jelas. Dengan pola ini, kebaikan tidak bersifat spontan, tetapi terstruktur dan terukur. BAZNAS Kota Surabaya mendorong agar momentum puasa dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan sosial. Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif. Selain aspek ekonomi, puasa juga memperkuat literasi sosial masyarakat. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi refleksi nyata tentang kondisi ketimpangan yang masih ada. Kesadaran ini perlu diterjemahkan dalam kebijakan dan program yang tepat sasaran. Edukasi tentang pentingnya distribusi zakat yang efektif terus digencarkan. Puasa menjadi ruang pembelajaran kolektif tentang keadilan sosial. Inovasi dalam pengelolaan zakat juga menjadi bagian penting dari ekosistem kepedulian. Pemanfaatan teknologi digital mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban. Sistem pembayaran online, pelaporan digital, dan publikasi program memperluas partisipasi. Dengan pendekatan ini, puasa tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga modernisasi tata kelola filantropi. Sinergi antara nilai tradisional dan teknologi menjadi kekuatan baru. BAZNAS Kota Surabaya melihat bahwa keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari ketahanan menahan lapar, tetapi dari dampak sosial yang dihasilkan. Jika setelah Ramadhan solidaritas tetap tumbuh, maka puasa telah melahirkan perubahan. Gerakan sosial yang lahir dari Ramadhan diharapkan tidak berhenti di akhir bulan. Keberlanjutan menjadi indikator utama keberhasilan ekosistem kepedulian. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kontribusi yang diberikan akan dikelola secara amanah dan profesional. Partisipasi aktif menjadi langkah konkret membangun dampak sosial berkelanjutan. Puasa menjadi awal transformasi yang lebih luas. Bersama, Ramadhan dapat melahirkan sistem kepedulian yang kokoh dan berdaya. Salurkan donasi Anda melalui: ???? Website: https://surabaya.baznas.go.id ???? Instagram: @baznaskotasurabaya Keyword SEO: Puasa Ramadhan, Ekosistem Kepedulian, Zakat Produktif, Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS Kota Surabaya, Filantropi Islam
ARTIKEL20/02/2026 | Intan
Satu Hati di Bulan Suci: Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya untuk Umat
Satu Hati di Bulan Suci: Gerakan Ramadhan BAZNAS Surabaya untuk Umat
Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Dalam semangat kebersamaan tersebut, BAZNAS Surabaya menghadirkan Gerakan Ramadhan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Gerakan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan hati antara muzaki dan mustahik di Kota Surabaya. Melalui Gerakan Ramadhan, BAZNAS Surabaya mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dari berbagai kalangan—baik individu, komunitas, maupun instansi. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam berbagai program, seperti bantuan sembako, santunan dhuafa, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, hingga dukungan modal usaha mikro. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya mereka yang terdampak secara ekonomi. Gerakan ini juga menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Setiap amanah yang diberikan oleh muzaki dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap lembaga zakat semakin meningkat, dan partisipasi masyarakat dalam berzakat pun semakin luas. Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, Gerakan Ramadhan juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi juga solusi sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan memperkuat solidaritas. Semangat “Satu Hati” mencerminkan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menyatukan niat dan langkah dalam membantu sesama. Di tengah dinamika perkotaan seperti Surabaya, kolaborasi menjadi kunci. BAZNAS Surabaya menggandeng relawan, masjid, sekolah, dan berbagai mitra untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sinergi ini membuktikan bahwa ketika umat bersatu, dampak kebaikan dapat dirasakan lebih luas. Akhirnya, Gerakan Ramadhan bukan hanya tentang berbagi materi, tetapi tentang menghadirkan harapan. Harapan bagi keluarga dhuafa untuk merasakan kebahagiaan di bulan suci, harapan bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan, dan harapan bagi pelaku usaha kecil untuk bangkit dan mandiri. Dengan satu hati di bulan suci, BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju Surabaya yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera.
ARTIKEL20/02/2026 | Ananda
Puasa dan Zakat: Kolaborasi Ibadah Bersama Badan Amil Zakat Nasional  Surabaya
Puasa dan Zakat: Kolaborasi Ibadah Bersama Badan Amil Zakat Nasional Surabaya
Bulan Ramadhan bukan hanya momentum untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial. Puasa melatih kesabaran, keikhlasan, serta empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Nilai-nilai inilah yang kemudian menemukan wujud nyatanya melalui zakat. Ketika puasa membentuk kepekaan hati, zakat menghadirkan aksi nyata untuk membantu sesama. Kolaborasi ibadah ini menjadi semakin terarah dan berdampak luas ketika disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Surabaya. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, Badan Amil Zakat Nasional memiliki peran strategis dalam menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah serta profesional. Di tingkat kota, BAZNAS Kota Surabaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan (mustahik). Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan terstruktur, zakat yang ditunaikan selama Ramadhan dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas dan berkelanjutan. Puasa sejatinya mengajarkan umat Islam untuk merasakan apa yang dirasakan oleh kaum dhuafa. Rasa lapar yang dialami seharian menjadi pengingat bahwa di luar bulan Ramadhan pun masih banyak saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Di sinilah zakat menjadi jembatan antara rasa empati dan solusi nyata. Ketika masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, mereka tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga turut serta dalam membangun kesejahteraan sosial di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara puasa dan zakat juga menjadi momentum penguatan solidaritas umat. Ramadhan menghadirkan semangat berbagi yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Dengan mempercayakan pengelolaan zakat kepada lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya, distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, terdata, dan berkelanjutan. Hal ini penting agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif—mampu membantu mustahik bangkit dan mandiri. Akhirnya, puasa dan zakat adalah dua ibadah yang saling melengkapi. Puasa menyucikan jiwa, sementara zakat membersihkan harta dan memperkuat ikatan sosial. Melalui kolaborasi bersama BAZNAS Kota Surabaya, ibadah personal dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ramadhan pun tidak hanya menjadi bulan penuh pahala, tetapi juga bulan penuh kebermanfaatan.
ARTIKEL13/02/2026 | Ananda
Makna Puasa dalam Membentuk Karakter dan Solidaritas antar umat
Makna Puasa dalam Membentuk Karakter dan Solidaritas antar umat
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah proses pembentukan diri. Ia melatih kesabaran, keikhlasan, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Setiap tahun, Ramadan hadir sebagai ruang pembelajaran yang istimewa mengajak umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat kepedulian terhadap sesama. Dalam pelaksanaannya, puasa mengajarkan disiplin. Waktu sahur dan berbuka mengatur ritme kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang biasanya berjalan bebas, kini terasa lebih tertata. Namun, esensi puasa tidak berhenti pada aspek fisik semata. Justru yang lebih utama adalah menjaga lisan, menahan amarah, serta menghindari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah. Puasa menjadi latihan pengendalian diri yang berdampak pada pembentukan karakter. Salah satu hikmah terbesar dari puasa adalah tumbuhnya empati sosial. Ketika seseorang merasakan lapar dan dahaga, ia belajar memahami kondisi saudara-saudaranya yang setiap hari hidup dalam keterbatasan. Dari sinilah lahir dorongan untuk berbagi. Ramadan menjadi bulan yang penuh dengan semangat kebaikan, di mana zakat, infak, dan sedekah meningkat secara signifikan. Kesadaran bahwa rezeki adalah titipan mendorong banyak orang untuk menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Di Kota Surabaya, semangat berbagi tersebut terwujud melalui berbagai program sosial yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kota Surabaya. Melalui pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Puasa tidak lagi hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata. Pada akhirnya, puasa adalah tentang perubahan. Ia mengajak setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Jika setelah Ramadan seseorang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih ringan tangan dalam membantu sesama, maka tujuan puasa telah tercapai. Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
ARTIKEL13/02/2026 | Septya
Lewat Program CESAR, BAZNAS Surabaya Dorong Pemberdayaan Pendidikan Mustahik
Lewat Program CESAR, BAZNAS Surabaya Dorong Pemberdayaan Pendidikan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus memperkuat peran zakat dalam pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan CESAR (Cetak Sarjana). Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat menyelesaikan studi sarjana dengan dukungan biaya, pelatihan karakter, dan pendampingan yang komprehensif. Program CESAR menjadi salah satu strategi inovasi BAZNAS Surabaya dalam memaksimalkan fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun, BAZNAS menyalurkan bantuan tidak hanya untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk pemberdayaan jangka panjang terutama di bidang pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Sejak diluncurkan, Program CESAR telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Surabaya. Salah satunya adalah kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BAZNAS Kota Surabaya dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kerja sama ini memastikan mahasiswa mustahik yang terpilih mendapatkan beasiswa lengkap, mulai dari biaya kuliah hingga pendampingan akademik dan non-akademik selama masa studi. Kerja sama serupa juga dilakukan dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di mana kedua pihak berkomitmen untuk mendukung mahasiswa dari keluarga prasejahtera agar bisa mencapai gelar sarjana serta memiliki kualitas pribadi yang unggul. Kolaborasi dengan berbagai kampus ini menunjukkan bahwa BAZNAS Surabaya tidak hanya fokus memberikan bantuan finansial, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan inklusif bagi generasi muda dari golongan mustahik. Dampak Nyata bagi Mahasiswa Mustahik Program CESAR telah menunjukkan dampak positif nyata bagi penerima beasiswa. Banyak “Sobat CESAR”—sebutan untuk para penerima beasiswa—telah merasakan manfaat besar dari dukungan ini. Mereka tidak hanya terbantu dalam hal biaya kuliah, tetapi juga dibekali karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan profesional kelak. Salah satu kisah inspiratif datang dari pelajar yang awalnya ragu melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Setelah terpilih menjadi penerima CESAR, mereka kini bisa fokus menyelesaikan studi hingga lulus, bahkan bercita-cita untuk suatu hari membantu pelajar lain melalui zakat dan sedekah. Harapan ke Depan Melihat berakhirnya awal ini, BAZNAS Kota Surabaya berencana memperluas cakupan Program CESAR agar semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Targetnya adalah mencetak puluhan hingga ratusan sarjana baru setiap tahun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas. Program CESAR merupakan bukti nyata bahwa zakat bukan sekedar ibadah, tetapi bisa menjadi alat transformatif untuk menciptakan perubahan sosial, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya.
ARTIKEL06/02/2026 | Alfa
Jelang Ramadhan 2026, BAZNAS Surabaya Perkuat Program Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Masyarakat
Jelang Ramadhan 2026, BAZNAS Surabaya Perkuat Program Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Masyarakat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, BAZNAS Kota Surabaya terus mempersiapkan berbagai program sosial keagamaan guna menyambut momen penuh berkah ini. Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menghubungkan para muzakki dengan mustahik. Momentum Ramadhan selalu menjadi periode dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berbagi. Oleh karena itu, berbagai program Ramadhan BAZNAS Kota Surabaya disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memaksimalkan potensi kebaikan di bulan suci. Program-program Ramadhan yang dirancang BAZNAS Kota Surabaya meliputi penyaluran paket sembako bagi keluarga kurang mampu, santunan anak yatim, bantuan untuk kaum dhuafa, hingga program berbagi takjil dan buka puasa bersama. Selain itu, BAZNAS juga menghadirkan layanan kemudahan pembayaran zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat Surabaya dalam menunaikan kewajiban dan meningkatkan amal ibadah selama Ramadhan. Ketua BAZNAS Kota Surabaya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang transparan dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap donasi yang dititipkan oleh masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan mustahik. Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Beberapa penerima manfaat akan mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan agar mampu mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga momentum pemberdayaan yang berkelanjutan. Di era digital saat ini, BAZNAS Kota Surabaya juga mengoptimalkan layanan pembayaran zakat secara online. Masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah dengan mudah melalui transfer bank, platform digital, maupun layanan jemput zakat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam gerakan zakat dan kepedulian sosial selama bulan Ramadhan. Edukasi mengenai pentingnya zakat dan sedekah juga menjadi fokus utama BAZNAS Kota Surabaya menjelang Ramadhan. Melalui kampanye di media sosial, webinar, dan kegiatan sosialisasi di berbagai komunitas, BAZNAS mengajak masyarakat untuk memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga solusi untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak amal. BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk memanfaatkan momen ini dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan berbagi, setiap individu turut berkontribusi dalam membangun solidaritas sosial dan membantu sesama yang membutuhkan. Melalui berbagai program Ramadhan yang telah disiapkan, BAZNAS Kota Surabaya berharap dapat menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat berbagi dan kepedulian di bulan suci diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat di Kota Surabaya.
ARTIKEL06/02/2026 | Ananda
Bersama BAZNAS, Ramadan Menjadi Lebih Bermakna
Bersama BAZNAS, Ramadan Menjadi Lebih Bermakna
Bulan suci Ramadan merupakan anugerah istimewa yang senantiasa dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menunaikan ibadah puasa, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian sosial. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan empati yang diajarkan selama Ramadan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Di tengah semangat Ramadan yang sarat akan nilai kebaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir sebagai lembaga resmi negara yang mengemban amanah besar dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS berperan sebagai penghubung antara para muzaki dan mustahik, memastikan bahwa setiap dana yang dititipkan dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Ramadan merupakan waktu terbaik untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal. Kewajiban zakat tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu. Melalui BAZNAS, zakat yang terkumpul dikelola secara profesional dan disalurkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selama bulan Ramadan, BAZNAS menginisiasi beragam program sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan pangan Ramadan, paket buka puasa dan sahur, santunan anak yatim dan dhuafa, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain bantuan bersifat konsumtif, BAZNAS juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM, guna mendorong kemandirian mustahik secara berkelanjutan. Keberadaan program-program tersebut menjadikan Ramadan tidak hanya sebagai bulan ibadah personal, tetapi juga bulan kepedulian dan solidaritas sosial. Semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan, ketika dikelola secara terstruktur melalui BAZNAS, mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berjangka panjang bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dan kepercayaan masyarakat, BAZNAS terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke pelosok negeri. Setiap infak dan sedekah yang dititipkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesejahteraan umat dan memperkuat ketahanan sosial bangsa. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. Bersama BAZNAS, Ramadan menjadi lebih bermakna bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.
ARTIKEL06/02/2026 | Ana
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →