WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Meneladani Amanah Rasulullah: Ketika Kepercayaan Umat Menjadi Tanggung Jawab
Meneladani Amanah Rasulullah: Ketika Kepercayaan Umat Menjadi Tanggung Jawab
Bulan Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus kembali mempelajari keteladanan beliau. Salah satu sifat Rasulullah SAW yang dikenal luas adalah amanah, yaitu sikap dapat dipercaya dan mampu menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Keteladanan amanah Rasulullah tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kepercayaan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab sosial, termasuk dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Amanah Rasulullah SAW sebagai Teladan dalam Kehidupan Sebelum menerima risalah kenabian, Nabi Muhammad SAW telah dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang jujur dan dapat dipercaya. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa amanah merupakan nilai yang melekat dalam kehidupan Rasulullah SAW. Meneladani amanah Rasulullah dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menepati janji, menjaga titipan, menyelesaikan tanggung jawab, berkata jujur, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan merupakan bentuk penerapan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut menjadi semakin penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika setiap orang mampu menjaga amanah, kepercayaan dapat tumbuh dan hubungan sosial menjadi lebih kuat. Kepercayaan Umat dalam Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Dana yang diberikan oleh masyarakat diharapkan dapat dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam konteks tersebut, amanah menjadi nilai yang sangat penting. Pengelolaan dana ZIS membutuhkan tanggung jawab agar kepercayaan masyarakat dapat dijaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh penerima yang berhak. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga pengelola zakat yang menjadi salah satu jembatan antara masyarakat yang menunaikan ZIS dengan masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dan penyaluran ZIS, dana yang ditunaikan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat serta mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika Kepercayaan Menjadi Tanggung Jawab Kepercayaan tidak hanya tentang menerima sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan tersebut dijaga dan dipertanggungjawabkan. Dalam pengelolaan ZIS, setiap dana yang ditunaikan masyarakat membawa harapan agar dapat memberikan manfaat. Karena itu, menjaga amanah berarti berupaya memastikan dana tersebut dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan kepada penerima yang tepat. Dari sinilah nilai amanah Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sosial. Sebuah kepercayaan yang dijaga dengan baik dapat menjadi jalan bagi hadirnya manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. ZIS sebagai Wujud Tanggung Jawab dan Kepedulian Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya berkaitan dengan pemberian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama. Melalui ZIS, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan. Dana yang dihimpun dapat mendukung berbagai kebutuhan dan program sosial, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan sesuai dengan ketentuan dan program yang dijalankan. Dengan demikian, menunaikan ZIS juga dapat menjadi salah satu bentuk nyata dalam menerapkan nilai amanah dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat. Maulid Nabi sebagai Momentum Memperkuat Nilai Amanah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk kembali merefleksikan akhlak dan keteladanan beliau. Sifat amanah merupakan salah satu nilai yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai tanggung jawab, menjaga kepercayaan menjadi bagian penting untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama. Momentum Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW seharusnya tidak berhenti pada peringatan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Menjaga Amanah, Menghadirkan Manfaat Meneladani amanah Rasulullah SAW berarti belajar untuk bertanggung jawab terhadap setiap kepercayaan yang diberikan. Dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan kemudian diwujudkan dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Melalui momentum Maulid Nabi, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepercayaan, menunaikan tanggung jawab, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Sebab, ketika sebuah amanah dijaga dengan baik, kepercayaan dapat tumbuh. Dari kepercayaan tersebut, kebaikan dapat terus bergerak dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
ARTIKEL16/08/2026 | Sabrina - Magang
Maulid Nabi dan Makna Berbagi: Menghidupkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Maulid Nabi dan Makna Berbagi: Menghidupkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Bulan Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak dan kehidupan beliau. Salah satu nilai yang dapat dihidupkan dalam momentum Maulid Nabi adalah kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperhatikan kondisi orang lain dan tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Semangat berbagi menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi tidak selalu harus dalam jumlah besar. Perhatian, bantuan, maupun sebagian rezeki yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan dapat menjadi bagian dari kebaikan yang memberikan manfaat. Maulid Nabi sebagai Momentum Menumbuhkan Kepedulian Peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali memahami nilai-nilai yang beliau ajarkan. Kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Di tengah berbagai kesibukan dan persoalan kehidupan, setiap orang dapat memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, membutuhkan bantuan pendidikan, atau memerlukan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian masih memiliki tempat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan saling memperhatikan dan membantu, masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih kuat dan saling mendukung. Makna Berbagi dalam Kehidupan Sehari-hari Berbagi sering kali dipahami sebagai memberikan sesuatu yang dimiliki kepada orang lain. Padahal, makna berbagi jauh lebih luas. Seseorang dapat berbagi melalui waktu, tenaga, perhatian, pengetahuan, maupun harta yang dimilikinya. Dalam Islam, berbagi juga dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya menjadi sarana bagi umat Islam untuk menyalurkan sebagian harta sekaligus menghadirkan manfaat bagi sesama. Kebaikan yang diberikan mungkin terlihat sederhana bagi pemberi, tetapi dapat memiliki arti yang besar bagi penerima. Karena itu, kebiasaan berbagi dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Wujud Kepedulian Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui dana ZIS, kepedulian dari masyarakat dapat dihimpun dan dikelola sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh penerima yang berhak. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga pengelola zakat yang menjadi salah satu penghubung antara masyarakat yang menunaikan ZIS dengan mereka yang membutuhkan. Dana yang dihimpun melalui ZIS dapat disalurkan melalui berbagai program sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, berbagi tidak hanya menjadi tindakan individual, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kebaikan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dari Berbagi Tumbuh Kepedulian Kebiasaan berbagi dapat menjadi awal tumbuhnya kepedulian yang lebih besar. Ketika seseorang terbiasa memperhatikan kondisi orang lain, rasa empati dan keinginan untuk membantu juga dapat semakin berkembang. Kepedulian tersebut penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. Saling membantu dan memberikan dukungan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kuat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Melalui pengelolaan ZIS, semangat berbagi juga dapat diarahkan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Setiap dana yang ditunaikan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebaikan bagi sesama. Menghidupkan Semangat Berbagi di Momentum Maulid Nabi Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pengingat untuk kembali menghidupkan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan dengan mengenang perjalanan hidup beliau, tetapi juga dengan berusaha menerapkan nilai-nilai kebaikan yang beliau ajarkan. Berbagi dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Membantu tetangga, memperhatikan orang yang sedang kesulitan, menyisihkan sebagian rezeki, hingga menunaikan zakat dan memperbanyak infak serta sedekah merupakan beberapa bentuk kepedulian yang dapat dilakukan. BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kepedulian dan memperluas manfaat. Sebab, kebaikan yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Pada akhirnya, Maulid Nabi dan berbagi mengajarkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika semangat berbagi terus tumbuh, kepedulian pun dapat semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
ARTIKEL15/08/2026 | Sabrina - Magang
Melampaui Tradisi: Bagaimana BAZNAS Mengubah Zakat Menjadi Bahan Bakar Ekonomi Umat
Melampaui Tradisi: Bagaimana BAZNAS Mengubah Zakat Menjadi Bahan Bakar Ekonomi Umat
Zakat selama berabad-abad sering kali dipersepsikan sebatas ibadah ritual tahunan—sebuah bentuk kewajiban yang dituntaskan menjelang akhir Ramadhan atau penyerahan bantuan karitatif saat musibah melanda. Namun di era modern yang penuh tantangan ekonomi seperti saat ini, pemaknaan zakat tidak boleh berhenti di situ. Melampaui tradisi lama tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya hadir membawa terobosan baru. Melalui tata kelola yang profesional dan inovatif, zakat kini bertransformasi menjadi bahan bakar utama pendorong roda ekonomi umat di Kota Pahlawan. Menghidupkan Potensi "Zakat Produktif" Kota Surabaya dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri kreatif di Jawa Timur. Mengambil peluang dari karakteristik warga yang dinamis, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak hanya untuk konsumsi jangka pendek, melainkan dialokasikan pada program-program Zakat Produktif. Melalui pilar Surabaya Makmur, zakat disalurkan dalam bentuk: Pemberdayaan Usaha Mikro: Pemberian bantuan permodalan kerja dan peralatan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan riil lapangan. Pelatihan & Pendampingan Manajemen: Penguatan kapasitas para pelaku usaha kecil agar mampu mengelola keuangan, pemasaran digital, hingga tata kelola produk secara mandiri. Inovasi Berkelanjutan: Pemanfaatan teknologi seperti kasir digital (POS) hingga fasilitasi sertifikasi halal untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi para penerima manfaat. Dengan begitu, setiap rupiah zakat yang dititipkan oleh para muzaki (pembayar zakat) tidak langsung habis dipakai, melainkan terus berputar dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian keluarga mustahik. Dari Mustahik Menjadi Muzaki: Sebuah Penggerak Perubahan Indikator keberhasilan utama BAZNAS Kota Surabaya bukan sekadar seberapa banyak dana zakat yang terhimpun, melainkan seberapa banyak warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan dan berdiri di atas kaki sendiri. Melalui pendampingan yang intensif, banyak pelaku usaha penerima bantuan yang berhasil melipatgandakan omzet usaha mereka. Dampaknya berantai: pendapatan keluarga meningkat, anak-anak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan kesejahteraan lingkungan sekitar turut terangkat. Bahkan, tidak sedikit warga yang dulunya berstatus sebagai penerima zakat (mustahik), kini telah bangkit dan tergerak menjadi pembayar zakat atau sedekah (muzaki/munfiq) secara rutin. Inilah bukti nyata zakat sebagai bahan bakar pembawa perubahan yang berkesinambungan. Kemudahan Berzakat di Era Digital Untuk mendukung akselerasi ekonomi umat ini, BAZNAS Kota Surabaya terus mempermudah akses layanan bagi masyarakat. Lewat integrasi pembayaran digital melalui QRIS, transfer perbankan, hingga platform daring resmi, siapa pun bisa berkontribusi dalam gerakan kebaikan ini dengan cepat, aman, dan transparan. Prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI selalu menjaga akuntabilitas setiap rupiah dana publik yang dikelola, sehingga kepercayaan masyarakat Surabaya terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Mewujudkan Surabaya Mandiri dan Sejahtera Zakat yang dikelola secara produktif dan modern adalah kunci pembuka potensi ekonomi masyarakat yang selama ini tersembunyi. Dengan dukungan kolaboratif antara BAZNAS Kota Surabaya, Pemerintah Kota, dan seluruh lapisan warga, zakat telah terbukti bukan sekadar rutinitas tradisi, melainkan motor penggerak utama menuju Surabaya yang mandiri, berdaya, dan sejahtera secara merata.
ARTIKEL15/08/2026 | Leli - Magang
Semangat Kemerdekaan, Saatnya Menjadi Bagian dari Kebaikan untuk Sesama
Semangat Kemerdekaan, Saatnya Menjadi Bagian dari Kebaikan untuk Sesama
Semangat Kemerdekaan dan Makna Berbagi Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Perayaan kemerdekaan biasanya diwarnai dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara, perlombaan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Namun, kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang sejarah. Di balik perayaan tersebut, terdapat nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, dan kepedulian yang dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk menghidupkan nilai tersebut adalah dengan berbagi dan membantu sesama. Melalui semangat Hari Kemerdekaan, masyarakat dapat mengambil kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Kebaikan yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan sekaligus mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Kemerdekaan yang Berarti bagi Semua Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Namun, dalam kenyataannya, masih terdapat masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama. Kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih luas ketika semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk hidup layak, memperoleh pendidikan, mendapatkan akses kesehatan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Berbagi makanan, membantu orang yang membutuhkan, maupun menyisihkan sebagian harta melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan bentuk nyata dari semangat berbagi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. BAZNAS dan Semangat Berbagi di Hari Kemerdekaan BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang berperan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dana yang dihimpun dari masyarakat kemudian dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Momentum Hari Kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa semangat berbagi tidak harus berhenti pada kegiatan perayaan. Nilai kepedulian yang ada dalam semangat kemerdekaan dapat diteruskan melalui kontribusi nyata kepada sesama. Dengan menunaikan zakat dan memberikan infak maupun sedekah melalui lembaga pengelola zakat, masyarakat dapat turut mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi penerima yang membutuhkan. Setiap kontribusi yang diberikan merupakan bagian dari rangkaian kebaikan yang dapat memberikan dampak bagi kehidupan orang lain. Menghidupkan Semangat Gotong Royong Salah satu nilai yang erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Nilai tersebut mengajarkan bahwa berbagai persoalan dapat dihadapi bersama dengan saling membantu dan memperhatikan satu sama lain. Semangat gotong royong juga dapat diwujudkan melalui gerakan berbagi. Ketika masyarakat yang memiliki kemampuan turut membantu mereka yang membutuhkan, akan terbentuk lingkungan sosial yang lebih peduli dan saling mendukung. BAZNAS dapat menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian tersebut. Melalui pengelolaan ZIS, kebaikan dari para muzaki dan donatur dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan program dan ketentuan yang berlaku. Mengisi Kemerdekaan dengan Kebaikan Perayaan Hari Kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan juga dapat diisi dengan tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan. Tidak perlu menunggu memiliki kelebihan yang besar untuk mulai peduli kepada sesama. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, dapat menjadi berarti ketika dilakukan dengan niat yang tulus dan memberikan manfaat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, semangat untuk saling membantu menjadi semakin penting. Dengan memperkuat kepedulian dan kebersamaan, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih kuat dan penuh solidaritas. Bersama BAZNAS, Tumbuhkan Semangat Kepedulian Hari Kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa perjuangan dan kebaikan merupakan nilai yang perlu terus diwariskan. Jika dahulu para pahlawan berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa, saat ini masyarakat dapat melanjutkan semangat tersebut dengan menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS, semangat berbagi dapat diwujudkan melalui pengelolaan dan penyaluran dana ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan. Mari jadikan Hari Kemerdekaan bukan hanya sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian. Karena kemerdekaan akan terasa semakin bermakna ketika semangat gotong royong, berbagi, dan membantu sesama terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
ARTIKEL14/08/2026 | Anin - Magang
Zakat di Tengah Generasi Serba Instan: Masihkah Anak Muda Peduli Berbagi?
Zakat di Tengah Generasi Serba Instan: Masihkah Anak Muda Peduli Berbagi?
Generasi muda saat ini tumbuh di tengah kehidupan yang serba cepat. Hampir semua hal dapat dilakukan dengan mudah melalui teknologi, mulai dari membeli makanan, berbelanja, membayar kebutuhan, hingga mendapatkan berbagai informasi. Kemudahan tersebut membuat gaya hidup menjadi semakin praktis dan instan, termasuk dalam cara anak muda memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Namun, di balik kehidupan yang serba cepat tersebut, ada hal yang perlu tetap dipertahankan, yaitu kepedulian terhadap sesama. Ketika seseorang terbiasa mendapatkan sesuatu dengan cepat, jangan sampai berbagi justru menjadi sesuatu yang ditunda. Di sinilah zakat memiliki peran penting. Zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang menghubungkan rezeki seseorang dengan mereka yang membutuhkan. Ketika Hidup Serba Instan, Apakah Kepedulian Ikut Berubah? Kehidupan yang serba instan membuat generasi muda terbiasa mendapatkan sesuatu dengan cepat. Kehadiran teknologi dan media sosial memberikan berbagai kemudahan sekaligus memperkenalkan banyak pilihan gaya hidup. Belanja dapat dilakukan hanya dengan beberapa klik, makanan dapat datang tanpa perlu keluar rumah, dan berbagai tren dapat diikuti dalam waktu singkat. Kebiasaan tersebut secara perlahan membuat kehidupan menjadi semakin berorientasi pada kecepatan dan kepuasan. Namun, kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya mengikuti pola yang serba instan. Berbagi membutuhkan kesadaran untuk melihat kondisi orang lain di luar kehidupan pribadi. Di tengah kesibukan mengejar pendidikan, pekerjaan, dan berbagai keinginan, generasi muda tetap perlu memberikan ruang untuk kepedulian. Zakat menjadi salah satu cara untuk menjaga kepedulian tersebut agar tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Zakat Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Bentuk Kepedulian Zakat sering kali dipahami sebagai kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta ketika telah memenuhi ketentuan. Namun, di balik kewajiban tersebut terdapat nilai kepedulian yang sangat besar. Harta yang dikeluarkan melalui zakat dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, baik untuk memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pendidikan, membantu kesehatan, maupun menunjang kegiatan ekonomi. Bagi mustahik, dana zakat bukan hanya angka yang masuk dalam catatan penyaluran. Bantuan tersebut dapat berarti makanan untuk keluarga, biaya pendidikan bagi seorang anak, bantuan pengobatan, atau kesempatan untuk mengembangkan usaha. Karena itu, ketika seorang anak muda menunaikan zakat, ia sebenarnya tidak hanya sedang menjalankan kewajiban agama, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain. Di Tengah Gaya Hidup Konsumtif, Masih Ada Ruang untuk Berbagi Generasi muda memiliki banyak pilihan dalam menggunakan uang yang dimiliki. Tren fashion, kuliner, hiburan, perjalanan, hingga berbagai produk yang sedang populer dapat dengan mudah ditemukan melalui media sosial. Mengikuti perkembangan zaman tentu bukan sesuatu yang salah, tetapi penting bagi setiap orang untuk mampu membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan kewajiban. Zakat dapat menjadi pengingat agar pengelolaan harta tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi. Ketika sebagian rezeki disisihkan untuk zakat, seseorang belajar bahwa harta yang dimiliki juga memiliki fungsi sosial. Kebiasaan tersebut dapat membangun pola hidup yang lebih seimbang, yaitu tetap menikmati hasil kerja keras sekaligus tidak melupakan mereka yang membutuhkan. Teknologi Mempermudah Zakat, Tinggal Kemauan untuk Menunaikan Generasi muda dikenal sangat dekat dengan teknologi. Hampir seluruh aktivitas dapat dilakukan secara digital, termasuk dalam hal pembayaran zakat. Berbagai layanan digital membuat proses menunaikan zakat menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis. Kemudahan ini seharusnya dapat menjadi peluang untuk meningkatkan partisipasi anak muda dalam berzakat. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi mengenai zakat. Informasi mengenai cara menghitung zakat, jenis zakat, penerima manfaat, hingga cerita mengenai dampak penyaluran dapat disampaikan melalui media sosial dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi muda. Dengan demikian, teknologi tidak hanya membuat zakat lebih mudah dilakukan, tetapi juga dapat membantu membangun kesadaran untuk berbagi. Anak Muda Bukan Hanya Penerima Tren, tetapi Bisa Menjadi Penggerak Kebaikan Anak muda memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi dengan cepat. Media sosial yang setiap hari digunakan dapat menjadi ruang untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan. Konten sederhana mengenai pentingnya zakat, pengalaman berbagi, atau cerita perubahan penerima manfaat dapat membuat pembahasan mengenai zakat menjadi lebih dekat dan menarik bagi generasi muda. Peran tersebut penting karena kepedulian dapat berkembang ketika seseorang melihat contoh nyata dari lingkungan sekitarnya. Ketika satu anak muda mulai menunaikan zakat dan mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama, muncul peluang terbentuknya kebiasaan berbagi secara lebih luas. Dengan kreativitas dan kemampuan digital yang dimiliki, generasi muda dapat menjadi bagian dari gerakan yang membuat zakat semakin dikenal dan dipahami. Masihkah Anak Muda Peduli Berbagi? Pertanyaan mengenai kepedulian anak muda sebenarnya tidak dapat dijawab hanya dengan melihat gaya hidup mereka. Di tengah berbagai tren dan kehidupan digital, masih banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan sosial, menjadi relawan, berdonasi, dan peduli terhadap berbagai persoalan di sekitarnya. Artinya, kehidupan modern tidak selalu membuat kepedulian menghilang. Yang dibutuhkan adalah bagaimana kepedulian tersebut terus diarahkan dan diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk melalui zakat. Pada akhirnya, menjadi generasi modern bukan berarti harus meninggalkan nilai berbagi. Justru, kemajuan teknologi dapat digunakan untuk membuat zakat lebih mudah, edukasi lebih luas, dan manfaat lebih banyak dirasakan masyarakat. Di tengah dunia yang serba instan, kepedulian tidak boleh ikut menjadi instan. Zakat mengajarkan bahwa sebagian rezeki yang kita miliki dapat menjadi harapan bagi orang lain. Sebab, ukuran keberhasilan bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan.
ARTIKEL14/08/2026 | Elsa - Magang
Zakat di Balik Angka: Memahami Cerita Manusia dari Setiap Dana yang Disalurkan
Zakat di Balik Angka: Memahami Cerita Manusia dari Setiap Dana yang Disalurkan
Ketika berbicara tentang zakat, angka sering menjadi bagian yang paling mudah untuk dilihat. Ada angka dana yang berhasil dihimpun, jumlah yang disalurkan, hingga banyaknya penerima manfaat. Namun, apakah sebuah angka mampu menggambarkan seluruh cerita di baliknya? Rp1 juta, Rp10 juta, bahkan miliaran rupiah yang tercatat dalam laporan zakat bukan sekadar nominal. Di balik dana tersebut terdapat kebutuhan dan kehidupan masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Ada keluarga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, hingga pelaku usaha kecil yang berusaha kembali berdiri secara mandiri. Karena itu, melihat zakat tidak cukup hanya dari jumlah dana yang terkumpul. Hal yang lebih penting adalah memahami bagaimana dana tersebut berubah menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ketika Angka Memiliki Cerita Setiap dana zakat memiliki tujuan. BAZNAS menjelaskan bahwa zakat disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya atau asnaf sesuai ketentuan syariat. Dalam pelaksanaannya, penyaluran zakat dapat diarahkan ke berbagai bidang, termasuk sosial, ekonomi, dakwah, pendidikan, dan kesehatan. Artinya, angka yang tercantum dalam laporan sebenarnya merupakan gambaran dari berbagai bentuk bantuan yang diterima masyarakat. Misalnya, angka penerima manfaat dalam bidang pendidikan dapat berarti adanya seorang pelajar yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Angka pada program ekonomi dapat berarti seorang pelaku usaha kecil memperoleh dukungan untuk mengembangkan usahanya. Sementara bantuan kesehatan dapat berarti seseorang mendapatkan akses pengobatan yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan biaya. Dari sinilah angka zakat menjadi lebih bermakna. Di belakang data terdapat manusia dengan kebutuhan, perjuangan, dan harapan masing-masing. Dari Dana Zakat Menjadi Kesempatan untuk Bangkit Penyaluran zakat tidak selalu berhenti pada pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Dalam konsep pendayagunaan zakat, dana juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar membantu seseorang melewati kesulitan pada hari ini. Dukungan yang tepat dapat menjadi awal bagi penerima manfaat untuk membangun kemandirian ekonomi. Hal ini menjadi penting karena tujuan pemberdayaan bukan hanya membuat seseorang menerima bantuan, tetapi juga memberikan kesempatan agar mereka perlahan mampu memperbaiki kondisi kehidupannya. Dengan demikian, keberhasilan zakat tidak hanya dapat dilihat dari seberapa besar dana yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelah dana tersebut diterima. Membaca Dampak Zakat dari Data Data nasional BAZNAS menunjukkan bahwa sepanjang 2025, total pendistribusian dan pendayagunaan zakat mencapai Rp44,268 triliun. Dana tersebut menjangkau sekitar 43,741 juta mustahik penerima manfaat di berbagai bidang. Program ekonomi tercatat sebagai salah satu bidang dengan jumlah penerima manfaat terbesar sekaligus mengalami pertumbuhan tertinggi. Angka tersebut tentu memberikan gambaran mengenai besarnya skala pengelolaan zakat di Indonesia. Namun, angka 43,741 juta penerima manfaat tetap tidak dapat menceritakan seluruh pengalaman setiap orang yang menerima bantuan. Satu penerima manfaat bisa memiliki cerita yang berbeda dengan penerima lainnya. Ada yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, ada yang membutuhkan biaya pendidikan, ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dan ada pula yang sedang berusaha mempertahankan sumber penghasilannya. Karena itu, data dan cerita seharusnya berjalan bersama. Data menunjukkan seberapa luas zakat memberikan manfaat, sedangkan cerita manusia membantu kita memahami arti dari manfaat tersebut. BAZNAS dan Amanah di Balik Dana Masyarakat Dana zakat berasal dari masyarakat yang menunaikan kewajibannya sebagai muzaki. Ketika dana tersebut diserahkan kepada lembaga pengelola zakat, terdapat amanah untuk mengelolanya secara tepat dan menyalurkannya kepada pihak yang berhak. BAZNAS sendiri menyebutkan bahwa zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari muzaki untuk kemudian disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan. Karena itu, transparansi menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui berapa dana yang terkumpul, tetapi juga ke mana dana tersebut disalurkan dan bagaimana manfaatnya dirasakan oleh penerima. Semakin jelas informasi mengenai penyaluran dana, semakin mudah bagi masyarakat untuk melihat bahwa zakat bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan amanah yang memiliki dampak sosial. Melihat Zakat dari Sisi Penerima Ada kecenderungan untuk melihat keberhasilan zakat dari sudut pandang lembaga: berapa dana yang terkumpul, berapa program yang dijalankan, dan berapa orang yang menerima bantuan. Namun, ada sudut pandang lain yang tidak kalah penting, yaitu dari sisi penerima manfaat. Bagi penerima, bantuan zakat mungkin bukan sekadar nominal yang masuk ke dalam catatan administrasi. Bantuan tersebut bisa berarti kebutuhan keluarga yang akhirnya terpenuhi, biaya pendidikan yang dapat dibayarkan, usaha yang kembali berjalan, atau pengobatan yang dapat dilakukan. Sudut pandang inilah yang membuat zakat memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. Setiap penyaluran membawa harapan bahwa kondisi penerima manfaat dapat menjadi lebih baik. Zakat Bukan Hanya Tentang Berapa Banyak yang Disalurkan Besarnya dana yang dihimpun memang menjadi salah satu indikator penting dalam pengelolaan zakat. Akan tetapi, jumlah yang besar belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan apabila tidak diikuti dengan penyaluran yang tepat dan manfaat yang nyata. Zakat pada akhirnya berbicara mengenai hubungan antara harta dan kemanusiaan. Harta yang dikeluarkan oleh muzaki dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk memenuhi kebutuhan, mendapatkan kesempatan, atau membangun kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, setiap angka dalam laporan zakat sebaiknya tidak hanya dibaca sebagai data. Angka tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari sebuah perjalanan: dari muzaki yang menunaikan kewajiban, melalui lembaga yang mengelola amanah, hingga sampai kepada mustahik yang merasakan manfaatnya. Di Balik Angka, Ada Harapan Zakat mungkin tercatat dalam bentuk angka, tetapi dampaknya dirasakan dalam kehidupan nyata. Di balik jumlah dana yang disalurkan terdapat manusia yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan, mempertahankan kehidupan, dan memperbaiki masa depan. Inilah alasan mengapa zakat tidak seharusnya berhenti pada pembahasan mengenai nominal. Setiap dana yang disalurkan memiliki cerita dan setiap penerima manfaat memiliki perjalanan yang berbeda. Pada akhirnya, kebermaknaan zakat bukan hanya tentang berapa banyak yang diberikan, tetapi juga tentang apa yang berubah setelahnya. Sebab di balik setiap angka zakat, selalu ada cerita manusia, ada kebutuhan yang terbantu, dan ada harapan yang terus tumbuh.
ARTIKEL14/08/2026 | Elsa - Magang
Merdeka dari Kemiskinan: Meneladani Spirit Pahlawan Surabaya Melalui Gerakan Zakat BAZNAS
Merdeka dari Kemiskinan: Meneladani Spirit Pahlawan Surabaya Melalui Gerakan Zakat BAZNAS
Surabaya tidak sekadar nama sebuah kota, melainkan simbol perlawanan, keberanian, dan keteguhan sikap. Sejarah mencatat betapa dahsyatnya peristiwa 10 November 1945, ketika Arek-Arek Suroboyo dengan bambu runcing dan takbir yang membakar dada berani menghadapi gempuran tentara sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat pantang menyerah tersebut mengabadi dalam julukan "Kota Pahlawan". Namun, delapan dekade setelah peristiwa bersejarah itu, medan pertempuran kita telah bergeser. Musuh yang dihadapi hari ini tidak lagi berupa meriam, tank, atau serdadu asing, melainkan ketimpangan ekonomi, kebodohan, dan jerat kemiskinan. Kemerdekaan sejati tidak berhenti pada terbebasnya suatu bangsa dari penjajahan fisik. Kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga negara memiliki akses terhadap penghidupan yang layak, kesejahteraan sosial, dan kesempatan untuk berkembang tanpa terbelenggu kesulitan finansial. Di sinilah relevansi nilai-nilai kejuangan pahlawan Surabaya menemukan momentum barunya melalui optimalisasi gerakan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). 1. Transformasi Makna "Pahlawan" di Era Modern Jika di era kemerdekaan pahlawan mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kedaulatan tanah air, maka pahlawan era modern adalah mereka yang mampu memberikan manfaat nyata bagi sesama, mengikis kesenjangan, dan menjadi jembatan kebaikan. Pengentasan kemiskinan adalah bentuk perjuangan kemanusiaan paling krusial di era saat ini. Dalam ajaran Islam, zakat bukan sekadar kewajiban ritual keagamaan, melainkan instrumen pemerataan ekonomi yang sangat strategis. Zakat dirancang untuk memindahkan sebagian kekayaan dari kelompok masyarakat yang mampu (muzakki) kepada kelompok yang membutuhkan (mustahik). Dengan meneladani spirit kerelaan berkorban para pahlawan, para muzakki yang menyalurkan zakatnya secara disiplin hakikatnya sedang bertempur membebaskan saudaranya dari penderitaan ekonomi. 2. BAZNAS sebagai Markas Perjuangan Ekonomi Umat Pada masa perang kemerdekaan, efektivitas perjuangan membutuhkan konsolidasi, komando yang jelas, serta strategi yang terstruktur. Demikian pula dalam pertempuran melawan kemiskinan. BAZNAS hadir sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang tepercaya untuk mengonsolidasikan potensi zakat nasional secara akuntabel, transparan, dan profesional. Melalui tatakelola yang modern, BAZNAS tidak hanya membagikan bantuan yang bersifat konsumtif semata, melainkan mentransformasikannya menjadi program-program produktif yang berkelanjutan. Transformasi ini diwujudkan melalui lima pilar utama BAZNAS: Pilar Program Fokus Intervensi Dampak Kesejahteraan BAZNAS Sejahtera Pemberdayaan ekonomi, bantuan modal usaha, dan pendampingan UMKM. Mendorong muzakki baru dari mantan mustahik (mandiri secara finansial). BAZNAS Cerdas Beasiswa pendidikan bagi anak-anak keluarga kurang mampu. Memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkulitas. BAZNAS Sehat Layanan kesehatan gratis dan penanganan stunting. Meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat miskin. BAZNAS Taqwa Pembinaan spiritual dan bantuan sarana ibadah. Memperkuat benteng moral dan ketahanan mental masyarakat. BAZNAS Tanggap Bencana Aksi cepat tanggap kebencanaan dan kemanusiaan. Memberikan perlindungan darurat bagi warga yang terdampak musibah. 3. Menuju Kemandirian Ekonomi: Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki Salah satu esensi dari spirit pahlawan Surabaya adalah kemandirian dan rasa percaya diri pada kemampuan bangsa sendiri. BAZNAS mengintegrasikan prinsip ini ke dalam program-program pemberdayaan ekonomi. Melalui program pendampingan usaha mikro, pelatihan keterampilan, hingga penyediaan alat kerja, BAZNAS membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk berdiri di atas kaki sendiri. Ketika seorang mustahik berhasil mengembangkan usahanya dan kemudian naik kelas menjadi seorang muzakki, di situlah kemenangan sejati terjadi. Ini adalah bentuk "kemerdekaan ekonomi" yang sesungguhnya—saat seseorang tidak lagi bergantung pada belas kasihan orang lain, melainkan mampu menjadi pemberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. 4. Panggilan Aksi: Merapatkan Barisan Kebaikan Pertempuran melawan kemiskinan tidak mungkin dimenangkan oleh satu pihak saja. Sebagaimana keberhasilan mempertahankan Surabaya pada tahun 1945 lahir dari persatuan seluruh elemen masyarakat—ulama, pemuda, santri, hingga rakyat biasa—maka pengentasan kemiskinan hari ini membutuhkan gotong royong seluruh komponen bangsa. Masyarakat yang memiliki kelebihan harta diimbau untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Dengan zakat yang terorganisir dan terukur, setiap rupiah yang disalurkan akan menjadi amunisi yang berdaya ledak tinggi untuk mengikis angka kemiskinan, membuka lapangan kerja baru, dan menjamin masa depan pendidikan anak-anak bangsa. Mari kita hidupkan kembali spirit kejuangan para pahlawan Surabaya. Jadilah pahlawan kemanusiaan di era modern dengan menunaikan zakat secara teratur. Bersama BAZNAS, kita wujudkan Indonesia yang sejahtera, berdaya, dan merdeka dari kemiskinan.
ARTIKEL14/08/2026 | Cici - Magang
Menakar Peran BAZNAS Surabaya dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Mustahik
Menakar Peran BAZNAS Surabaya dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Mustahik
Merdeka Bukan Sekadar Bebas Setiap bulan Agustus, masyarakat Indonesia kembali memperingati kemerdekaan dengan berbagai perayaan. Namun, di balik kemeriahan tersebut terdapat makna kemerdekaan yang lebih luas: kemerdekaan dari ketidakberdayaan, keterbatasan ekonomi, dan ketergantungan terhadap bantuan. Kemiskinan masih menjadi persoalan sosial yang kompleks di wilayah perkotaan. Kehidupan di kota memang menawarkan banyak peluang ekonomi, tetapi kesempatan tersebut tidak selalu dapat diakses secara merata. Sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan modal, keterampilan, pendidikan, maupun akses terhadap pekerjaan yang layak. Dalam kondisi tersebut, zakat memiliki posisi penting sebagai instrumen solidaritas sosial. Dana yang dihimpun dari masyarakat dapat didistribusikan kepada kelompok yang membutuhkan dan, apabila dikelola secara tepat, dapat diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Dari Bantuan Menuju Kemandirian Salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan zakat adalah bagaimana memastikan bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Bantuan sosial memang penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi pengentasan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang lebih panjang. Di sinilah konsep pemberdayaan mustahik menjadi penting. Mustahik tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang. BAZNAS Kota Surabaya dapat memainkan peran strategis melalui program-program yang tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas penerima manfaat. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, pendampingan ekonomi, bantuan pendidikan, dan program pemberdayaan lainnya dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kemampuan mustahik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menjawab pertanyaan "berapa banyak bantuan yang diberikan?", tetapi juga pertanyaan yang lebih penting: "seberapa jauh penerima manfaat mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan?" Zakat sebagai Modal Sosial Zakat memiliki karakteristik yang berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya. Dana zakat berasal dari masyarakat yang memiliki kewajiban untuk menunaikannya dan kemudian disalurkan kepada kelompok yang berhak menerima. Jika dikelola secara profesional, zakat dapat menjadi modal sosial yang mempertemukan dua kelompok: masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dengan masyarakat yang membutuhkan dukungan. Di Surabaya, potensi tersebut menjadi semakin penting karena karakter masyarakat perkotaan yang sangat beragam. Kelompok pekerja informal, pelaku usaha mikro, keluarga berpenghasilan rendah, hingga masyarakat yang mengalami kerentanan ekonomi membutuhkan bentuk intervensi yang berbeda. Karena itu, pemberdayaan mustahik tidak dapat menggunakan pendekatan yang seragam. Program harus mempertimbangkan kondisi, kemampuan, dan potensi masing-masing penerima manfaat. Ketika Mustahik Didorong Menjadi Mandiri Keberhasilan program zakat seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah dana yang disalurkan atau jumlah penerima manfaat. Ukuran yang lebih substantif adalah perubahan kondisi kehidupan mustahik setelah memperoleh bantuan. Misalnya, apakah bantuan modal mampu meningkatkan keberlangsungan usaha? Apakah pelatihan menghasilkan keterampilan yang dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan? Apakah bantuan pendidikan mampu memperluas kesempatan generasi muda? Dan yang tidak kalah penting, apakah penerima manfaat secara bertahap mampu memenuhi kebutuhannya tanpa terus bergantung pada bantuan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan zakat membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pemberian modal tanpa pendampingan, misalnya, belum tentu menghasilkan kemandirian. Begitu pula pelatihan tanpa akses pasar dapat membuat keterampilan yang diperoleh tidak memberikan dampak ekonomi yang maksimal. Karena itu, program pemberdayaan perlu menghubungkan bantuan dengan pendampingan, peningkatan keterampilan, akses pasar, literasi keuangan, serta evaluasi perkembangan penerima manfaat. Tantangan BAZNAS di Tengah Kemiskinan Perkotaan Peran BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan bukanlah pekerjaan sederhana. Kompleksitas masyarakat perkotaan membuat kebutuhan mustahik terus berubah. Tantangan pertama adalah memastikan distribusi zakat benar-benar tepat sasaran. Data penerima manfaat perlu diperbarui secara berkala agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tantangan kedua adalah menjaga keseimbangan antara bantuan konsumtif dan pemberdayaan produktif. Bantuan konsumtif tetap dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat. Namun, bagi mustahik yang memiliki potensi ekonomi, pendekatan produktif dapat menjadi pilihan untuk mendorong kemandirian. Tantangan ketiga adalah memastikan adanya pengukuran dampak. Transparansi tidak hanya berkaitan dengan jumlah dana yang dihimpun dan disalurkan, tetapi juga bagaimana dana tersebut mengubah kehidupan penerima manfaat. Momentum Kemerdekaan untuk Merefleksikan Zakat Peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk melihat kembali persoalan kemiskinan dari perspektif yang lebih luas. Kemerdekaan ekonomi tidak berarti setiap orang harus memiliki tingkat kekayaan yang sama, tetapi setiap masyarakat seharusnya memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengembangkan potensi dirinya. Dalam konteks tersebut, zakat memiliki peluang untuk menjadi salah satu instrumen yang mendukung terciptanya keadilan sosial. BAZNAS Surabaya tidak hanya memiliki tugas menyalurkan zakat, tetapi juga memiliki tantangan untuk memastikan zakat menjadi kekuatan pemberdayaan. Mustahik perlu didorong agar secara bertahap mampu berdiri di atas kemampuan ekonominya sendiri. Dari Mustahik Menuju Kemandirian Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata terlihat dari banyaknya bantuan yang disalurkan. Keberhasilan yang lebih bermakna dapat dilihat ketika seorang mustahik mampu meningkatkan pendapatannya, mengembangkan usaha, memperoleh pendidikan yang lebih baik, atau memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya secara mandiri. Inilah makna "merdeka dari kemiskinan" yang lebih substantif. Zakat bukan sekadar tentang memberi. Zakat juga tentang menciptakan kesempatan, membangun kapasitas, dan membuka jalan agar masyarakat yang sebelumnya berada dalam keterbatasan dapat memiliki kehidupan yang lebih mandiri. Dengan pengelolaan yang transparan, program yang tepat sasaran, pendampingan yang berkelanjutan, serta evaluasi dampak yang jelas, BAZNAS Surabaya dapat terus memperkuat perannya dalam menjadikan zakat bukan hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai kekuatan pemberdayaan menuju kemandirian ekonomi mustahik.
ARTIKEL14/08/2026 | Uswa - Magang
Menakar Dampak Zakat terhadap Pengentasan Kemiskinan Perkotaan di Surabaya
Menakar Dampak Zakat terhadap Pengentasan Kemiskinan Perkotaan di Surabaya
Kemiskinan perkotaan menjadi salah satu persoalan sosial yang terus dihadapi kota-kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya. Sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Namun, di balik perkembangan tersebut masih terdapat kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi rentan akibat keterbatasan akses terhadap pendidikan, pekerjaan layak, dan modal usaha. Dalam konteks ini, zakat hadir sebagai instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar untuk membantu mengurangi kesenjangan sosial. Tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah, zakat juga menjadi mekanisme redistribusi kekayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang profesional dan terarah, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Selama ini zakat sering dipahami sebagai bantuan konsumtif yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Padahal, konsep zakat modern telah berkembang ke arah pemberdayaan ekonomi. Dana zakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga diarahkan pada program yang mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat. Di Surabaya, pengelolaan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya telah mencakup berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan. Program bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, hingga bantuan kesehatan menjadi bentuk nyata pemanfaatan zakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan pemberdayaan ini penting karena kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kurangnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap sumber daya yang dapat menunjang peningkatan kesejahteraan. Dampak terhadap Pengentasan Kemiskinan Perkotaan Pemanfaatan zakat yang tepat sasaran memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat perkotaan. Pertama, zakat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat rentan sehingga dapat mengurangi tekanan ekonomi yang mereka hadapi. Bantuan pangan, kesehatan, dan pendidikan menjadi bentuk intervensi yang mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Kedua, program ekonomi produktif yang didanai zakat berpotensi meningkatkan pendapatan mustahik. Bantuan modal usaha dan pendampingan memungkinkan masyarakat mengembangkan usaha kecil yang dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Ketiga, zakat berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok kurang mampu. Melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, generasi muda memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Keempat, zakat memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat perkotaan yang cenderung individualistis. Kehadiran lembaga pengelola zakat menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki kelebihan harta dengan mereka yang membutuhkan bantuan. Tantangan yang Masih Dihadapi Meskipun memiliki potensi besar, pemanfaatan zakat dalam pengentasan kemiskinan masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Akibatnya, potensi penghimpunan zakat belum sepenuhnya optimal. Selain itu, pengukuran dampak program zakat juga perlu terus diperkuat agar manfaat yang dihasilkan dapat dievaluasi secara lebih objektif. Program pemberdayaan harus didukung dengan pendampingan yang berkelanjutan sehingga mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mencapai kemandirian ekonomi. Di era digital, tantangan lainnya adalah bagaimana lembaga zakat dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan bagi masyarakat. Penutup Zakat memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan perkotaan di Surabaya. Melalui pengelolaan yang profesional dan program yang berorientasi pada pemberdayaan, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. Ke depan, optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat perlu terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Dengan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, zakat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan Surabaya yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkeadilan sosial.
ARTIKEL14/08/2026 | Uswa - Magang
Zakat Produktif BAZNAS Surabaya: Dampak Nyata Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
Zakat Produktif BAZNAS Surabaya: Dampak Nyata Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
Zakat tidak lagi sekadar instrumen jaring pengaman sosial yang bersifat karitatif (konsumtif), melainkan telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi inklusif. Di Kota Surabaya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya secara konsisten mengoptimalkan pendayagunaan zakat produktif melalui berbagai program pemberdayaan UMKM dan intervensi modal kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah (mustahik). Namun, sejauh mana zakat produktif ini mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan penerimanya? Mengukur efektivitas program bukan sekadar melihat berapa jumlah dana yang tersalurkan, melainkan bagaimana intervensi tersebut mengubah garis hidup ekonomi mustahik secara permanen. Strategic Shift: Dari Penyangga Konsumsi ke Pemberdayaan Ekonomi Model intervensi zakat produktif BAZNAS Surabaya berfokus pada pemberian kail dan keterampilan, bukan hanya umpan. Program unggulan seperti Surabaya Berdaya dan bantuan Rombong UMKM dirancang untuk memberi akses modal usaha dan sarana kerja yang memadai. Bentuk Program Intervensi Utama Output yang Diharapkan Bantuan Modal & Alat Usaha Rombong usaha, etalase, mesin jahit, sarana produksi Tampilan usaha lebih higienis dan jangkauan pasar meluas Pelatihan & Vokasi Pelatihan kewirausahaan, sertifikasi, JULEHA Keterampilan teknis dan manajemen usaha meningkat Pendampingan Berkelanjutan Monitoring berkala melalui UPZ Kecamatan Rasio keberlanjutan usaha (survival rate) terjaga 4 Indikator Utama Mengukur Efektivitas Zakat Produktif Untuk menilai dampak riil dari penyaluran zakat produktif di Kota Surabaya, keberhasilan program dievaluasi melalui empat pilar indikator: 1. Peningkatan Pendapatan Riil Keluarga Indikator paling langsung dari efektivitas zakat produktif adalah kenaikan rata-rata pendapatan bersih mustahik setelah mendapatkan intervensi. Ketika bantuan modal dan alat kerja memicu kenaikan omzet mingguan atau bulanan, daya beli keluarga terhadap kebutuhan pokok, kesehatan, dan pendidikan otomatis meningkat. 2. Transformasi Status: Mustahik to Muzaki (M2M) Tujuan tertinggi dari zakat produktif adalah kemandirian finansial. Program dianggap efektif jika penerima manfaat tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu secara bertahap naik kelas menjadi munfiq (pemberi infak) hingga muzaki (pembayar zakat). 3. Keberlanjutan Usaha (Business Sustainability) Modal usaha tanpa pendampingan berisiko habis terpakai untuk kebutuhan konsumsi harian. Oleh karena itu, efektivitas diukur dari seberapa lama usaha binaan bertahan dan berkembang pasca-penyerahan bantuan. Sinergi antara BAZNAS Surabaya dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan menjadi kunci pengawasan di lapangan. 4. Efek Samping Sosial-Ekonomi (Multiplier Effect) Pemberdayaan yang berhasil kerap menciptakan dampak berantai. UMKM binaan yang berkembang tidak hanya menyejahterakan pemiliknya, tetapi juga menyerap tenaga kerja dari tetangga sekitar atau menggerakkan rantai pasok lokal di lingkungan tempat tinggalnya. Tantangan dan Rekomendasi Penguatan Ke Depan Meskipun zakat produktif menunjukkan capaian positif, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu ditingkatkan agar dampaknya kian masif: Literasi Keuangan & Digitalisasi UMKM: Pelaku usaha mikro perlu terus dibekali pencatatan keuangan digital dan integrasi pembayaran QRIS agar usahanya lebih profesional. Integrasi Data Kemiskinan: Kolaborasi data secara erat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bantuan zakat produktif tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program pemerintah. Skalabilitas Pendampingan: Menambah frekuensi pembinaan intensif agar mustahik memiliki daya tahan mental dan strategi pemasaran saat menghadapi dinamika pasar. KesimpulanMengukur efektivitas zakat produktif BAZNAS Kota Surabaya membuktikan bahwa zakat merupakan investasi sosial yang sangat ampuh. Melalui pengelolaan yang transparan, tepat sasaran, dan berbasis pemberdayaan, dana zakat terbukti mampu mengangkat harkat hidup masyarakat rentan menjadi mandiri secara ekonomi dan bermartabat secara sosial.
ARTIKEL14/08/2026 | Cici - Magang
Menumbuhkan Kepedulian Sosial Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Menumbuhkan Kepedulian Sosial Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik, tetapi ada pula yang masih menghadapi berbagai keterbatasan Islam mengajarkan umatnya untuk saling membantu dan memperhatikan kondisi orang lain. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan. Sementara itu, infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan. Ketiganya memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat rasa solidaritas sosial. Ketika zakat, infak, dan sedekah dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan. Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Bentuk Kepedulian Zakat, infak, dan sedekah memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi sama-sama mengajarkan nilai kepedulian dan berbagi. Zakat merupakan kewajiban yang memiliki ketentuan tertentu, termasuk mengenai harta, nisab, serta golongan penerimanya. Infak merupakan pengeluaran harta untuk kepentingan yang dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan sesuai kemampuan. Sementara itu, sedekah memiliki cakupan yang lebih luas. Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain. Ketiganya menjadi sarana bagi umat Islam untuk berbagi sekaligus memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Dasar Hukum Berbagi dalam Islam Allah SWT berfirman: "Dan apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, maka pahalanya untuk dirimu sendiri."(QS. Al-Baqarah: 272). Allah SWT juga berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji."(QS. Al-Baqarah: 261). Ayat tersebut menggambarkan besarnya nilai kebaikan dari harta yang dikeluarkan di jalan Allah SWT. Berbagi bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga menjadi amal kebaikan bagi orang yang menunaikannya. Mengapa Kepedulian Sosial Itu Penting? Kepedulian sosial dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat. Ketika seseorang bersedia membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan, akan tumbuh rasa saling percaya, kebersamaan, dan solidaritas. Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi, keberadaan zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pendidikan, memberikan akses kesehatan, hingga membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi. Dengan demikian, berbagi tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dari Berbagi Menjadi Pemberdayaan Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang baik dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Dana yang dihimpun dapat disalurkan melalui berbagai program yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga pemberdayaan. Misalnya, dukungan pendidikan dapat membantu masyarakat memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Di bidang ekonomi, bantuan dan pendampingan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepedulian melalui ZIS dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Mengelola ZIS BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga pengelola zakat yang menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat untuk memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan. Dana yang dihimpun dapat disalurkan melalui berbagai program, seperti: Pendidikan, untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan Kesehatan, untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Pemberdayaan ekonomi, untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Kemanusiaan, untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi sulit. Dakwah dan sosial keagamaan, untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, ZIS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran. Manfaat Zakat, Infak, dan Sedekah bagi Masyarakat Zakat, infak, dan sedekah memberikan berbagai manfaat, baik bagi pemberi maupun penerima. Di antaranya: Membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian. Memperkuat solidaritas antarmasyarakat. Membantu mengurangi kesenjangan sosial. Mendukung program pendidikan dan kesehatan. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menciptakan manfaat yang dapat dirasakan secara lebih luas. Setiap kebaikan yang dilakukan dapat menjadi bagian dari perubahan positif ketika dilakukan secara konsisten dan dikelola dengan baik. Berbagi Tidak Harus Menunggu Berlebih Berbagi tidak selalu harus dalam jumlah besar. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hal yang paling penting adalah niat yang ikhlas dan keinginan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Dari hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, dapat lahir manfaat yang besar bagi masyarakat. Karena itu, jangan menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Zakat ditunaikan ketika telah memenuhi ketentuan, sedangkan infak dan sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan. Mari Tumbuhkan Kepedulian Bersama BAZNAS Kota Surabaya Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat untuk membantu sesama. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan ZIS agar dikelola secara amanah dan memberikan manfaat melalui berbagai program bagi masyarakat yang membutuhkan. Mari tumbuhkan kepedulian dan perkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Karena setiap kebaikan yang diberikan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi bagian dari terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.
ARTIKEL14/08/2026 | Ayu - Magang
Bukan Sekadar Bantuan, Zakat Hadir untuk Memberdayakan
Bukan Sekadar Bantuan, Zakat Hadir untuk Memberdayakan
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat. Selain menjadi kewajiban bagi Muslim yang telah memenuhi ketentuan, zakat juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Selama ini, zakat sering kali dipahami sebagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, manfaat zakat dapat lebih luas apabila dikelola dan disalurkan melalui program yang tepat. Zakat dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu penerima manfaat meningkatkan kemampuan dan kemandirian mereka. Pemberdayaan melalui zakat dapat dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan adanya dukungan yang tepat, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Inilah yang menjadikan zakat memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya. Zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, dana zakat dihimpun dan dikelola secara amanah serta disalurkan melalui berbagai program yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dasar Hukum Zakat Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103). Allah SWT juga berfirman: "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah."(QS. At-Taubah: 60). Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki ketentuan yang jelas dalam Islam, termasuk mengenai pihak-pihak yang berhak menerimanya. Pengelolaan dan penyaluran zakat yang baik menjadi penting agar dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat sesuai dengan ketentuan syariat. Zakat Tidak Hanya untuk Memenuhi Kebutuhan Sesaat Kebutuhan dasar merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyaluran zakat. Bantuan berupa pangan, sandang, maupun kebutuhan lainnya dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Namun, manfaat zakat dapat dikembangkan lebih jauh melalui program pemberdayaan. Bantuan yang diberikan dapat diarahkan untuk membantu penerima manfaat meningkatkan kemampuan, memperoleh akses pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, maupun mengembangkan kegiatan ekonomi Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menjadi solusi untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga dapat membantu membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Apa Itu Zakat untuk Pemberdayaan? Zakat untuk pemberdayaan merupakan upaya memanfaatkan dana zakat melalui program yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian penerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat. Pemberdayaan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti dukungan terhadap usaha kecil, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan, maupun program lain yang membantu penerima manfaat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan utamanya bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka lebih panjang. Dengan demikian, penerima manfaat memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih mandiri. Bagaimana Zakat Membantu Mendorong Kemandirian Masyarakat? Zakat dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Ketika dikelola dengan baik, dana zakat dapat diarahkan pada program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Beberapa bentuk pemberdayaan yang dapat didukung melalui zakat antara lain: Pemberdayaan ekonomi, melalui dukungan dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. Pendidikan, melalui bantuan yang dapat mendukung akses masyarakat terhadap pendidikan. Kesehatan, melalui bantuan dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemanusiaan, melalui bantuan bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat atau kesulitan. Dakwah dan sosial keagamaan, melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Program-program tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika dikelola secara terencana dan tepat sasaran. Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Pemberdayaan Masyarakat BAZNAS Kota Surabaya memiliki peran dalam menghimpun dan mengelola dana zakat agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dana yang dihimpun kemudian disalurkan melalui program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan syariat. Pengelolaan yang amanah dan profesional menjadi bagian penting agar zakat dapat memberikan manfaat secara optimal. Dengan adanya pengelolaan yang terorganisir, dana zakat dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan mendukung berbagai bentuk pemberdayaan. Melalui pendekatan pemberdayaan, zakat diharapkan tidak hanya membantu masyarakat melewati kesulitan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian. Dari Mustahik Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya Pemberdayaan menjadi salah satu cara untuk memberikan dampak yang lebih berkelanjutan. Ketika masyarakat mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya, mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Misalnya, bantuan ekonomi yang disertai dengan pendampingan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha. Begitu pula dengan dukungan pendidikan dan keterampilan yang dapat membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. Manfaat Zakat bagi Masyarakat Pengelolaan zakat yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, antara lain: Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Mendorong peningkatan kualitas hidup penerima manfaat. Mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi lebih mandiri. Memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial. Membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Mengapa Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya? Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban sekaligus berkontribusi terhadap berbagai program sosial dan pemberdayaan. Dana zakat yang dititipkan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan pengelolaan yang terorganisir, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengelolaan zakat yang semakin optimal dan memberikan dampak nyata. Mari Tunaikan Zakat, Hadirkan Manfaat yang Lebih Luas Zakat bukan sekadar tentang memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan. Lebih dari itu, zakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan perubahan dan mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam menghadirkan manfaat melalui berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta sosial keagamaan. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya. Karena setiap zakat yang ditunaikan bukan hanya meringankan beban, tetapi juga dapat menjadi langkah untuk menghadirkan harapan, membuka peluang, dan membangun masyarakat yang lebih mandiri.
ARTIKEL14/08/2026 | Ayu - Magang
Zakat di Era Digital: Ketika Berbagi Kebaikan Semakin Mudah
Zakat di Era Digital: Ketika Berbagi Kebaikan Semakin Mudah
Perkembangan Zaman Mengubah Cara Berzakat Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui perangkat digital. Tidak terkecuali dalam hal pembayaran zakat. Jika dahulu masyarakat harus datang secara langsung untuk menunaikan zakat, kini perkembangan layanan digital memberikan pilihan yang lebih mudah. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai zakat, menghitung kewajiban zakat, hingga melakukan pembayaran melalui layanan digital yang tersedia. Kemudahan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat, layanan digital dapat membantu menjadikan zakat sebagai bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan Bukan Berarti Mengurangi Makna Zakat Digitalisasi membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi kemudahan tersebut tidak mengubah makna zakat sebagai bentuk ibadah. Zakat tetap memiliki ketentuan yang perlu dipahami oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat untuk menunaikannya. Sebelum membayar zakat, masyarakat tetap perlu mengetahui jenis zakat yang akan ditunaikan serta memahami ketentuan yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, kemudahan teknologi dapat digunakan secara tepat tanpa menghilangkan kesadaran terhadap kewajiban zakat. Teknologi seharusnya menjadi sarana yang membantu masyarakat dalam menjalankan kewajiban, bukan menggantikan pemahaman mengenai nilai dan tujuan dari zakat itu sendiri. Memilih Layanan Zakat yang Terpercaya Kemudahan pembayaran secara digital juga perlu diikuti dengan kehati-hatian. Masyarakat perlu memastikan bahwa zakat ditunaikan melalui lembaga atau layanan yang jelas dan dapat dipercaya. Memilih lembaga pengelola zakat yang resmi dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menunaikan zakat. Selain itu, lembaga pengelola zakat memiliki mekanisme dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana kepada pihak yang berhak menerima. BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang dapat menjadi pilihan masyarakat dalam menunaikan zakat. Melalui pengelolaan yang terorganisasi, dana yang dihimpun dari masyarakat dapat diarahkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat bagi penerima zakat. Zakat Digital dan Generasi Muda Generasi muda merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi. Aktivitas sehari-hari seperti berkomunikasi, berbelanja, belajar, hingga melakukan transaksi keuangan semakin banyak dilakukan melalui perangkat digital. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan literasi zakat dengan cara yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda. Informasi mengenai zakat dapat disampaikan melalui media digital dengan bahasa yang mudah dipahami dan konten yang menarik. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya dikenal sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga dipahami sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi terhadap masyarakat. Generasi muda yang memahami zakat sejak dini diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran untuk berbagi serta bertanggung jawab terhadap kewajiban yang dimilikinya. Teknologi Membantu Memperluas Jangkauan Kebaikan Salah satu kelebihan teknologi adalah kemampuannya menghubungkan masyarakat tanpa batas jarak. Hal ini juga dapat memberikan manfaat dalam pengelolaan zakat. Informasi mengenai program zakat dapat disebarluaskan dengan lebih cepat kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengetahui berbagai kegiatan dan program yang dilakukan oleh lembaga pengelola zakat. Dengan semakin luasnya akses informasi, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal zakat lebih dekat. Hal tersebut dapat mendorong terbentuknya ekosistem zakat yang lebih terbuka, mudah diakses, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tetap Bijak dalam Menunaikan Zakat Kemudahan digital sebaiknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan zakat. Namun, masyarakat tetap perlu memastikan bahwa pembayaran dilakukan dengan benar dan melalui saluran yang terpercaya. Selain itu, penting untuk memahami bahwa zakat bukan hanya tentang transaksi pembayaran. Di balik zakat terdapat nilai kepedulian, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial. Setiap zakat yang ditunaikan memiliki potensi untuk membantu mereka yang membutuhkan. Karena itu, kemajuan teknologi dapat menjadi jembatan antara kemudahan dan kebaikan. Dengan memanfaatkan layanan digital secara bijak, masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah tanpa melupakan nilai ibadah dan kepedulian yang ada di dalamnya. Bersama BAZNAS, Mudahkan Langkah Menunaikan Zakat Era digital memberikan banyak kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menunaikan zakat. Masyarakat kini memiliki lebih banyak akses untuk mendapatkan informasi dan menyalurkan zakat melalui layanan yang tersedia. BAZNAS hadir sebagai salah satu lembaga pengelola zakat yang dapat menjadi bagian dari kemudahan tersebut. Dengan memanfaatkan layanan yang tersedia dan tetap memahami ketentuan zakat, masyarakat dapat menunaikan kewajiban sekaligus mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Mari manfaatkan kemajuan teknologi untuk mempermudah langkah dalam berbuat baik. Karena ketika teknologi digunakan untuk kebaikan, satu langkah sederhana dalam menunaikan zakat dapat menjadi awal dari manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
ARTIKEL14/08/2026 | Anin - Magang
Mengenal Amil Zakat: Sosok di Balik Pengelolaan Amanah Dana Umat
Mengenal Amil Zakat: Sosok di Balik Pengelolaan Amanah Dana Umat
Siapa Itu Amil Zakat? Ketika membahas zakat, masyarakat biasanya lebih sering mengenal istilah muzaki dan mustahik. Muzaki merupakan orang yang menunaikan zakat, sedangkan mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Namun, terdapat pihak lain yang memiliki peran penting dalam proses pengelolaan zakat, yaitu amil zakat. Amil zakat merupakan pihak yang memiliki tugas dalam mengelola zakat. Perannya tidak hanya berkaitan dengan menerima dana dari muzaki, tetapi juga mencakup berbagai proses pengelolaan agar dana zakat dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya. Keberadaan amil menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat karena dana yang dihimpun merupakan amanah dari masyarakat. Oleh sebab itu, pengelolaannya membutuhkan tanggung jawab, ketelitian, dan profesionalitas. Tugas Amil dalam Pengelolaan Zakat Pengelolaan zakat memiliki rangkaian proses yang perlu dilakukan secara terarah. Amil berperan dalam menghimpun zakat dari masyarakat, memberikan informasi mengenai zakat, serta membantu muzaki memahami kewajiban yang harus ditunaikan. Setelah zakat dihimpun, terdapat proses pengelolaan dan pendataan penerima manfaat. Hal ini penting agar penyaluran zakat dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan diberikan kepada pihak yang berhak. Amil juga memiliki peran dalam pelaksanaan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Dengan adanya proses tersebut, dana yang berasal dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Menjaga Amanah dari Muzaki Menjadi amil zakat berarti menerima amanah yang berasal dari masyarakat. Setiap dana yang ditunaikan oleh muzaki memiliki tujuan untuk memenuhi kewajiban sekaligus memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, pengelolaan dana zakat membutuhkan sikap amanah dan tanggung jawab. Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga oleh lembaga pengelola zakat. Transparansi dalam pengelolaan juga dapat membantu masyarakat memahami bagaimana zakat yang mereka tunaikan dimanfaatkan. Ketika pengelolaan dilakukan dengan baik, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat dapat semakin kuat. Amil dan Upaya Memperluas Manfaat Zakat Zakat memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat sosial. Namun, agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara lebih luas, diperlukan proses pengelolaan dan penyaluran yang terarah. Dalam hal ini, amil memiliki peran untuk membantu menghubungkan muzaki dengan mustahik. Dana yang ditunaikan oleh masyarakat dapat dikelola melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Manfaat zakat pun tidak selalu berbentuk bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, zakat juga dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan program yang dijalankan lembaga pengelola zakat. Mengapa Peran Amil Penting? Pengelolaan zakat secara terorganisasi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi muzaki maupun mustahik. Muzaki memperoleh kemudahan dalam menunaikan zakat, sementara mustahik dapat memperoleh bantuan melalui proses pendistribusian yang lebih terarah. Amil juga membantu memastikan proses pengelolaan zakat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mulai dari penghimpunan, pencatatan, pendataan, hingga penyaluran menjadi bagian dari rangkaian yang saling berkaitan. Dengan demikian, amil bukan sekadar pihak yang menerima zakat. Amil memiliki tanggung jawab untuk memastikan amanah dana umat dikelola dengan sebaik-baiknya. Bersama BAZNAS, Jaga Amanah Zakat BAZNAS hadir sebagai salah satu lembaga pengelola zakat yang menjalankan fungsi penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Melalui pengelolaan yang terorganisasi, zakat yang ditunaikan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan. Mengenal peran amil juga dapat membantu masyarakat memahami bahwa di balik setiap zakat yang ditunaikan terdapat proses panjang untuk memastikan dana tersebut dapat memberikan manfaat. Mari terus tingkatkan literasi zakat dan tumbuhkan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat. Dengan kolaborasi antara muzaki, amil, dan mustahik, zakat dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat secara lebih luas.
ARTIKEL14/08/2026 | Anin - Magang
Ajakan Zakat ke BAZNAS untuk Masyarakat Indonesia: Hadirkan Manfaat untuk Sesama
Ajakan Zakat ke BAZNAS untuk Masyarakat Indonesia: Hadirkan Manfaat untuk Sesama
Zakat sebagai Bentuk Kepedulian kepada Sesama Zakat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam bagi umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Lebih dari sekadar kewajiban, zakat menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus sarana untuk berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi beragam, zakat memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Dana zakat dapat memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat perlu terus ditumbuhkan. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, semakin luas pula manfaat yang dapat dihadirkan bagi penerima zakat. Mengapa Menunaikan Zakat melalui BAZNAS? BAZNAS hadir sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat. Melalui lembaga pengelola zakat, masyarakat memiliki pilihan untuk menyalurkan zakat melalui mekanisme yang terorganisasi sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan sesuai dengan ketentuan. Menunaikan zakat melalui BAZNAS juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengelolaan zakat yang lebih terarah. Dana yang terkumpul dapat disalurkan melalui berbagai program yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Zakat yang ditunaikan bukan hanya berhenti sebagai kewajiban pribadi, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberikan manfaat lebih luas. Zakat yang Dikelola untuk Menghadirkan Manfaat Setiap zakat yang ditunaikan memiliki potensi untuk menghadirkan perubahan bagi penerimanya. Bantuan yang diberikan dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, maupun mengembangkan kemampuan ekonomi. Dengan pengelolaan yang terarah, dana zakat dapat memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat sementara. Program pemberdayaan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu penerima zakat meningkatkan kemampuan dan kemandirian mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia tidak hanya menunaikan kewajiban terhadap Allah SWT, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membantu sesama. Saatnya Masyarakat Indonesia Lebih Peduli Zakat Indonesia memiliki masyarakat Muslim yang besar sehingga kesadaran dalam menunaikan zakat menjadi hal yang penting. Zakat dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam membangun kepedulian sosial. Menunaikan zakat tidak perlu menunggu adanya momentum tertentu. Ketika seseorang telah memenuhi ketentuan untuk wajib zakat, kewajiban tersebut dapat ditunaikan sesuai dengan jenis dan ketentuan zakat yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga dapat meningkatkan pemahaman mengenai zakat agar dapat menunaikannya dengan benar. Memahami jenis harta yang wajib dizakati, nisab, haul, serta cara menghitung zakat dapat membantu masyarakat melaksanakan kewajibannya secara lebih tepat. Mudahnya Menunaikan Zakat melalui BAZNAS Perkembangan teknologi turut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat. Saat ini, pembayaran zakat dapat dilakukan dengan berbagai cara sehingga masyarakat tidak harus selalu datang secara langsung ke kantor lembaga zakat. Kemudahan tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan memanfaatkan layanan yang tersedia, masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih praktis sekaligus tetap mendapatkan informasi mengenai pengelolaan dan penyalurannya. Namun, kemudahan pembayaran tetap perlu diiringi dengan kesadaran untuk memastikan zakat ditunaikan kepada lembaga atau pihak yang terpercaya dan sesuai dengan ketentuan. Bersama BAZNAS, Wujudkan Kebaikan yang Lebih Luas Zakat merupakan bagian dari ibadah yang memiliki manfaat luas bagi kehidupan sosial. Ketika zakat ditunaikan oleh banyak orang dan dikelola dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, mari jadikan zakat sebagai bagian dari kebiasaan dalam mengelola rezeki. Jangan menunggu memiliki harta yang berlimpah untuk mulai peduli, tetapi tunaikan kewajiban zakat ketika telah memenuhi syarat dan ketentuannya. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS. Bersama-sama, kita hadirkan manfaat, tumbuhkan kepedulian, dan ikut membangun masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera.
ARTIKEL14/08/2026 | Anin - Magang
Semangat Maulid Nabi, Wujudkan Kebaikan Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Semangat Maulid Nabi, Wujudkan Kebaikan Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah. Lebih dari sekadar memperingati kelahiran Nabi, Maulid dapat menjadi kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu teladan yang dapat kita hidupkan adalah kepedulian kepada sesama. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling membantu, menyayangi, dan memperhatikan orang-orang yang berada dalam kesulitan. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, salah satunya dengan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Menjadikan Maulid Nabi sebagai Momentum Berbagi Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menyisihkan sebagian rezeki, membantu orang yang membutuhkan, hingga memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan siapa saja. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kebaikan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Dana yang dihimpun dapat membantu mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi. BAZNAS Kota Surabaya Hadir Menguatkan Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara amanah. Dana yang terkumpul dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang ditujukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi di momen Maulid Nabi dapat menjadi langkah untuk memperkuat kepedulian sosial di Kota Surabaya. Setiap kebaikan yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi penerima manfaat. Dari Keteladanan Rasulullah Menjadi Aksi Nyata Maulid Nabi sebaiknya tidak berhenti sebagai sebuah peringatan. Nilai kasih sayang, kepedulian, dan semangat berbagi yang dicontohkan Rasulullah dapat diteruskan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mari menjadikan semangat Maulid Nabi sebagai dorongan untuk semakin peduli dan gemar berbagi. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari wujudkan kebaikan yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga memberikan manfaat bagi sesama. Semangat Maulid Nabi, semangat menebar kebaikan.
ARTIKEL13/08/2026 | cyntia - Magang
Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Kesejahteraan Melalui Zakat
Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Kesejahteraan Melalui Zakat
Kesejahteraan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak. Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat adalah menunaikan zakat dan mempercayakan pengelolaannya kepada lembaga yang memiliki tugas untuk menghimpun serta menyalurkannya. Zakat memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat sosial. Ketika dikelola secara terarah, dana zakat dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat budaya berbagi di lingkungan sekitar. Zakat sebagai Wujud Kepedulian Dalam kehidupan bermasyarakat, kondisi ekonomi setiap orang tidak selalu sama. Ada masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhannya dengan baik, sementara sebagian lainnya masih menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya membangun kepedulian sosial. Zakat dapat menjadi sarana bagi masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi sebagian hartanya kepada mereka yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga membawa nilai kepedulian dan kebersamaan dalam kehidupan sosial. Masyarakat Memiliki Peran Penting Optimalisasi zakat membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kesadaran untuk menunaikan zakat sesuai ketentuan menjadi langkah awal agar potensi zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menunaikan zakat, masyarakat juga dapat mendukung pengelolaan zakat melalui lembaga resmi. Penghimpunan yang dilakukan secara terorganisir memungkinkan dana yang terkumpul untuk dikelola dan disalurkan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat. Di Kota Surabaya, BAZNAS Kota Surabaya menjadi bagian dari upaya pengelolaan zakat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, berbagai kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian. Manfaat Zakat bagi Masyarakat Dampak zakat dapat dirasakan secara langsung maupun dalam jangka panjang. Bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan penerima manfaat. Di sisi lain, pengelolaan zakat yang diarahkan pada pemberdayaan juga dapat membantu penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kondisi kehidupannya. Hal ini menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar bantuan sesaat. Jika didukung dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Membangun Kepedulian dari Lingkungan Sekitar Mewujudkan kesejahteraan merupakan proses yang membutuhkan partisipasi bersama. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk melaksanakan kewajiban zakat bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat. Ketika semakin banyak masyarakat berpartisipasi dalam zakat, potensi dana yang dapat dikelola untuk memberikan manfaat juga semakin besar. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mengoptimalkan peran zakat. Bersama Mewujudkan Kesejahteraan Zakat merupakan salah satu bentuk kontribusi masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi sesama. Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran kepada pihak yang berhak, zakat dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan sosial yang lebih peduli. Mari membangun kepedulian melalui zakat dan bersama-sama mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera di Kota Surabaya.
ARTIKEL13/08/2026 | Putri - Magang
Dari Mustahik Menjadi Muzaki: Memaknai Kemerdekaan Melalui Pemberdayaan Zakat
Dari Mustahik Menjadi Muzaki: Memaknai Kemerdekaan Melalui Pemberdayaan Zakat
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kemampuan setiap masyarakat untuk menjalani kehidupan yang layak, mandiri, dan memiliki kesempatan untuk berkembang. Dalam konteks sosial dan ekonomi, kemerdekaan dapat diwujudkan ketika masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup tanpa terus bergantung pada bantuan. Di sinilah zakat memiliki peran yang sangat penting. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat, dana zakat dapat membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Bagi mustahik, pemberdayaan melalui zakat dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas hidup. Harapannya, penerima manfaat tidak selamanya berada dalam posisi sebagai penerima bantuan, tetapi secara bertahap mampu meningkatkan taraf ekonominya hingga suatu saat dapat menjadi muzaki, yaitu orang yang mampu menunaikan zakat. Semangat inilah yang menjadi salah satu bentuk nyata dalam memaknai kemerdekaan melalui zakat. Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari keterbatasan, tetapi juga tentang menciptakan kesempatan agar masyarakat dapat berdaya dan menentukan masa depannya. Memahami Makna Mustahik dan Muzaki Dalam pengelolaan zakat, istilah mustahik dan muzaki memiliki peran yang berbeda. Mustahik merupakan orang yang berhak menerima zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sedangkan muzaki adalah orang yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan zakat. Keduanya berada dalam satu ekosistem zakat yang saling berkaitan. Zakat yang ditunaikan oleh muzaki dikelola dan disalurkan kepada mustahik melalui lembaga pengelola zakat. Dalam jangka panjang, pengelolaan zakat yang baik diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka agar dapat hidup lebih mandiri. Perubahan dari mustahik menjadi muzaki memang bukan proses yang singkat. Dibutuhkan pendampingan, peningkatan keterampilan, akses terhadap modal, pendidikan, serta lingkungan yang mendukung. Karena itu, zakat perlu dikelola dengan pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat Zakat memiliki fungsi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Ketika dana zakat dikelola secara profesional, pemanfaatannya dapat diarahkan tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi juga untuk program yang memiliki dampak jangka panjang. Bantuan konsumtif tetap dibutuhkan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat atau memiliki kebutuhan mendesak. Namun, bagi mustahik yang memiliki potensi untuk berkembang, dana zakat dapat diarahkan pada program pemberdayaan. Pemberdayaan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, seperti: Bantuan modal usaha. Pemberian alat produksi. Pelatihan keterampilan. Pendampingan usaha mikro dan kecil. Pelatihan kewirausahaan. Pemberdayaan petani, peternak, dan nelayan. Pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Pendampingan pengelolaan keuangan. Peningkatan akses terhadap pasar. Pengembangan usaha produktif berbasis potensi daerah. Melalui pendekatan tersebut, mustahik tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan penghasilannya. Peran BAZNAS dalam Mendorong Kemandirian Mustahik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran penting dalam mengoptimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Sebagai lembaga pengelola zakat nasional, BAZNAS tidak hanya melakukan penghimpunan dan pendistribusian zakat, tetapi juga mengembangkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Pendekatan pemberdayaan menjadi penting karena setiap mustahik memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Ada masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara sebagian lainnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha apabila mendapatkan modal dan pendampingan yang tepat. Karena itu, proses pemberdayaan perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan potensi mustahik. Setelah itu, bantuan dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing penerima manfaat. Pendampingan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Bantuan modal tanpa pendampingan berpotensi tidak memberikan hasil yang optimal. Sebaliknya, ketika mustahik mendapatkan pelatihan, pembinaan, serta pendampingan secara berkelanjutan, peluang usaha untuk berkembang menjadi lebih besar. Pemberdayaan Ekonomi sebagai Jalan Menuju Kemerdekaan Kemiskinan sering kali membuat seseorang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, maupun mengembangkan usaha. Kondisi tersebut dapat membatasi seseorang untuk mencapai kehidupan yang mandiri. Pemberdayaan ekonomi melalui zakat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi keterbatasan tersebut. Dengan memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil, mustahik memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas kehidupannya. Kemerdekaan ekonomi bukan berarti setiap orang harus memiliki kekayaan yang besar. Kemerdekaan ekonomi dapat dimulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, memiliki penghasilan yang layak, mampu mengembangkan usaha, serta memiliki kesempatan untuk menentukan masa depan secara lebih mandiri. Dalam konteks inilah zakat memiliki makna yang lebih luas. Zakat tidak hanya memindahkan sebagian harta dari orang yang mampu kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk menciptakan perubahan sosial dan ekonomi. Dari Bantuan Menuju Kemandirian Salah satu tantangan dalam pengelolaan zakat adalah memastikan bantuan memberikan dampak yang berkelanjutan. Bantuan kebutuhan pokok sangat penting untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit, tetapi pemberdayaan diperlukan agar masyarakat dapat memiliki kemampuan untuk keluar dari kesulitan tersebut. Program pemberdayaan dapat menjadi jembatan dari bantuan menuju kemandirian. Misalnya, seorang mustahik yang memiliki keterampilan berdagang dapat diberikan bantuan modal usaha dan pendampingan. Seorang petani dapat memperoleh dukungan berupa sarana produksi dan pelatihan. Begitu pula masyarakat yang memiliki keterampilan tertentu dapat diberikan pelatihan dan akses untuk mengembangkan potensinya. Proses tersebut membutuhkan waktu dan tidak selalu menghasilkan perubahan secara instan. Namun, dengan perencanaan yang baik dan pendampingan yang berkelanjutan, zakat dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan penerima manfaat. Tujuan akhirnya bukan semata-mata membuat mustahik berhenti menerima bantuan, tetapi menciptakan kondisi agar mereka mampu berdiri di atas kemampuan sendiri. Pendidikan sebagai Bagian dari Pemberdayaan Pemberdayaan mustahik tidak hanya berkaitan dengan bantuan ekonomi. Pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat. Akses pendidikan yang baik dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peluang seseorang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Karena itu, program zakat di bidang pendidikan memiliki peran strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dukungan pendidikan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, seperti beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dukungan biaya pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan generasi muda, hingga program peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan pendidikan yang lebih baik, anak-anak dari keluarga mustahik memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. Kesehatan sebagai Fondasi Kemandirian Kesehatan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberdayaan. Masyarakat yang sehat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk bekerja, belajar, dan mengembangkan aktivitas ekonomi. Karena itu, pendayagunaan dana zakat di bidang kesehatan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mustahik. Bantuan biaya pengobatan, layanan kesehatan, bantuan gizi, hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana merupakan beberapa bentuk kepedulian yang dapat diberikan. Ketika kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan dapat terpenuhi, masyarakat memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan kemampuan ekonominya. Kemerdekaan dalam Perspektif Pemberdayaan Zakat Momentum kemerdekaan dapat menjadi kesempatan untuk kembali melihat persoalan kemiskinan dari perspektif yang lebih luas. Merdeka bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk hidup secara layak dan berkembang. Pemberdayaan melalui zakat menjadi salah satu bentuk kontribusi umat dalam mewujudkan kondisi tersebut. Muzaki memiliki kesempatan untuk berbagi sebagian hartanya, sementara mustahik memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kemampuan. Ketika zakat dikelola dengan baik, hubungan antara muzaki dan mustahik tidak berhenti pada pemberian dan penerimaan. Keduanya menjadi bagian dari ekosistem sosial yang saling menguatkan. Lebih jauh lagi, keberhasilan pemberdayaan dapat terlihat ketika seorang mustahik yang sebelumnya membutuhkan bantuan kemudian mampu menjalankan usaha, meningkatkan pendapatan, memenuhi kebutuhan keluarganya, dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk menunaikan zakat. Membangun Ekosistem Zakat yang Berkelanjutan Mewujudkan perubahan dari mustahik menjadi muzaki membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Lembaga pengelola zakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar program pemberdayaan dapat berjalan secara optimal. BAZNAS memiliki peran dalam mengelola dana zakat dan mengembangkan program pemberdayaan, tetapi keberhasilan program juga membutuhkan dukungan masyarakat. Muzaki dapat memperkuat gerakan tersebut dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya. Selain itu, masyarakat juga dapat berkontribusi melalui infak, sedekah, dukungan terhadap produk usaha mustahik, maupun berbagai bentuk kolaborasi sosial lainnya. Dengan ekosistem yang kuat, zakat tidak hanya menjadi aktivitas penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang mendorong perubahan kehidupan masyarakat. Memaknai Kemerdekaan dengan Berbagi dan Memberdayakan Kemerdekaan dapat dimaknai dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk hidup mandiri dan sejahtera. Zakat dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Melalui pengelolaan yang amanah dan program pemberdayaan yang tepat, dana zakat dapat membantu mustahik meningkatkan kemampuan ekonomi, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Pada akhirnya, keberhasilan gerakan zakat bukan hanya dapat dilihat dari seberapa besar dana yang berhasil dihimpun atau seberapa banyak bantuan yang disalurkan. Dampak yang lebih penting adalah seberapa jauh zakat mampu mengubah kehidupan penerima manfaat. Dari seorang mustahik yang menerima bantuan, menjadi pribadi yang mandiri. Dari penerima manfaat, menjadi pelaku usaha. Dan pada akhirnya, dari mustahik menjadi muzaki. Inilah salah satu cara memaknai kemerdekaan melalui pemberdayaan zakat: membuka jalan agar masyarakat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu tumbuh, mandiri, dan kelak ikut berbagi kepada sesama.
ARTIKEL13/08/2026 | Sisil - Magang
Kedermawanan Rasulullah sebagai Inspirasi Gerakan Zakat di Masa Kini
Kedermawanan Rasulullah sebagai Inspirasi Gerakan Zakat di Masa Kini
Kedermawanan merupakan salah satu nilai mulia yang sangat dekat dengan kehidupan Rasulullah SAW. Beliau tidak hanya mengajarkan umatnya untuk beribadah kepada Allah SWT, tetapi juga menunjukkan bagaimana seorang muslim seharusnya memiliki kepedulian terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Bagi Rasulullah SAW, membantu sesama bukan sekadar tindakan sosial, melainkan bagian dari akhlak seorang muslim. Harta, makanan, tenaga, perhatian, dan berbagai bentuk kebaikan dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Nilai kedermawanan tersebut menjadi semakin relevan ketika melihat berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat saat ini. Kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, hingga kesulitan memperoleh pekerjaan menjadi persoalan yang membutuhkan kepedulian bersama. Dalam konteks inilah zakat memiliki peran yang sangat penting. Zakat dapat menjadi salah satu bentuk nyata untuk meneruskan semangat kepedulian dan kedermawanan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW dan Teladan dalam Berbagi Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap orang-orang yang membutuhkan. Beliau mengajarkan bahwa seorang muslim tidak seharusnya hidup hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Kedermawanan Rasulullah SAW tidak terbatas pada kondisi tertentu. Beliau senantiasa mendorong umatnya untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Seseorang dapat membantu melalui hartanya ketika memiliki kemampuan secara finansial. Namun, seseorang juga dapat memberikan manfaat melalui tenaga, ilmu, waktu, maupun perhatian kepada orang lain. Dari keteladanan tersebut, terdapat sebuah pelajaran penting bahwa semangat berbagi seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kedermawanan bukan hanya dilakukan ketika seseorang memiliki kelebihan, tetapi menjadi bentuk kepedulian yang terus dijaga. Zakat sebagai Bentuk Kedermawanan yang Terarah Islam memiliki mekanisme yang jelas dalam mengatur kepedulian sosial, salah satunya melalui zakat. Berbeda dengan sedekah yang sifatnya lebih luas dan sukarela, zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat tertentu. Zakat memiliki tujuan untuk membantu golongan masyarakat yang berhak menerimanya. Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 menjelaskan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki fungsi sosial yang terarah. Dana yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah individu, tetapi juga memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat secara lebih luas. Ketika zakat dikelola secara profesional, manfaat tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai program yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. Mengapa Gerakan Zakat Penting di Masa Kini? Perubahan zaman membuat persoalan sosial semakin beragam. Kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan makanan dan tempat tinggal, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pekerjaan, keterampilan, serta akses terhadap modal usaha. Kondisi tersebut membuat gerakan zakat perlu terus berkembang. Zakat tidak cukup hanya dipahami sebagai pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga perlu diarahkan untuk menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan. Misalnya, seorang masyarakat miskin yang memiliki kemampuan berdagang dapat diberikan dukungan modal dan pendampingan usaha. Seorang petani dapat diberikan bantuan sarana produksi dan pelatihan. Anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh dukungan pendidikan agar memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. Dengan pendekatan tersebut, zakat dapat menjadi instrumen yang membantu masyarakat bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk berkembang. BAZNAS Mengubah Semangat Berbagi Menjadi Gerakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran penting dalam menghubungkan semangat berbagi masyarakat dengan kebutuhan para penerima manfaat. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS menghimpun dana zakat dari masyarakat untuk kemudian dikelola dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Pengelolaan secara kelembagaan memungkinkan dana zakat dimanfaatkan melalui program yang lebih terencana dan terukur. Peran tersebut menjadi penting karena kebutuhan setiap mustahik tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar, ada yang membutuhkan biaya pendidikan, sementara yang lain membutuhkan modal atau keterampilan agar dapat memperoleh penghasilan. Karena itu, pengelolaan zakat membutuhkan proses identifikasi, pendataan, pendistribusian, pendampingan, serta evaluasi agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat secara optimal. Dari Memberi Bantuan hingga Menciptakan Kemandirian Salah satu bentuk perkembangan gerakan zakat adalah semakin kuatnya pendekatan pemberdayaan. Bantuan tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga diarahkan agar penerima manfaat memiliki kemampuan untuk meningkatkan kehidupannya. Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu contohnya. Dana zakat dapat digunakan untuk mendukung usaha kecil masyarakat, memberikan alat produksi, meningkatkan keterampilan, atau membuka akses terhadap peluang ekonomi. Namun, pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian modal. Pendampingan menjadi bagian penting agar penerima manfaat mampu mengelola bantuan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, tujuan dari pemberdayaan zakat bukan sekadar membuat seseorang menerima bantuan, tetapi membantu mereka memiliki kemampuan untuk berdiri secara mandiri. Kedermawanan yang Berdampak Lebih Panjang Kedermawanan sering kali dipahami sebagai aktivitas memberikan sesuatu kepada orang lain. Namun, dalam konteks gerakan zakat, kedermawanan dapat memiliki dampak yang jauh lebih panjang. Bayangkan ketika dana zakat digunakan untuk membantu seorang anak memperoleh pendidikan. Bantuan tersebut mungkin hanya dirasakan dalam bentuk biaya pendidikan pada saat itu, tetapi ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi anak tersebut untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kehidupan keluarganya di masa depan. Begitu pula dengan bantuan modal usaha. Bantuan yang diberikan hari ini dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga dalam jangka panjang. Artinya, satu bentuk kebaikan dapat melahirkan kebaikan lainnya. Inilah yang membuat pengelolaan zakat memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan sosial. Membangun Budaya Berbagi di Tengah Masyarakat Semangat kedermawanan Rasulullah SAW juga dapat diwujudkan dengan membangun budaya berbagi di tengah masyarakat. Berbagi tidak seharusnya hanya dilakukan ketika terjadi bencana atau ketika ada momentum keagamaan tertentu. Budaya berbagi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menunaikan zakat tepat waktu, memperbanyak infak dan sedekah, membantu tetangga yang mengalami kesulitan, serta mendukung usaha masyarakat kecil. Jika dilakukan secara bersama-sama, berbagai bentuk kebaikan tersebut dapat membentuk kekuatan sosial yang besar. Gerakan zakat juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memahami kewajiban zakat dan menyalurkannya melalui lembaga resmi, semakin besar pula potensi dana yang dapat dikelola untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Membangun Kepercayaan dalam Gerakan Zakat Semangat berbagi perlu diiringi dengan kepercayaan. Masyarakat tentu ingin memastikan bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar dikelola secara amanah dan diberikan kepada pihak yang berhak. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat. Lembaga pengelola zakat perlu memberikan informasi yang jelas mengenai penghimpunan, pendistribusian, serta pemanfaatan dana yang dipercayakan masyarakat. Kepercayaan yang terbangun akan memperkuat hubungan antara muzaki, lembaga pengelola zakat, dan mustahik. Dalam hal ini, BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalitas dan meningkatkan kualitas tata kelola zakat agar masyarakat semakin yakin untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Meneladani Rasulullah di Era Modern Meneladani Rasulullah SAW tidak berarti hanya mengingat kisah kehidupan beliau. Keteladanan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam tindakan yang sesuai dengan kondisi kehidupan saat ini. Jika Rasulullah SAW mengajarkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, maka umat Islam masa kini dapat mewujudkannya melalui berbagai bentuk kepedulian sosial. Zakat menjadi salah satu jalan yang sangat nyata. Muzaki dapat menunaikan kewajibannya, sementara lembaga pengelola zakat dapat mengelola dana tersebut agar memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan dukungan teknologi, gerakan zakat juga semakin mudah dilakukan. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai zakat dan menunaikannya melalui berbagai layanan pembayaran yang disediakan oleh lembaga resmi. Kemudahan tersebut seharusnya menjadi peluang untuk semakin menghidupkan semangat berbagi di tengah masyarakat. Menjadikan Zakat sebagai Gerakan Kebaikan Gerakan zakat pada akhirnya bukan hanya tentang angka penghimpunan. Di balik setiap zakat yang ditunaikan, terdapat harapan untuk membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan. Ada keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan pangan karena zakat. Ada anak yang dapat melanjutkan pendidikan. Ada pelaku usaha kecil yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Ada masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan ketika tidak mampu membayar sendiri. Semua manfaat tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi bentuk kedermawanan yang memiliki dampak nyata. Semangat inilah yang perlu terus dikembangkan. Kedermawanan Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi umat untuk menjadikan berbagi sebagai bagian dari kehidupan, sementara zakat menjadi salah satu instrumen yang dapat mengubah kepedulian tersebut menjadi gerakan yang terarah. Kedermawanan Rasulullah, Inspirasi untuk Masa Kini Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa keberadaan seseorang akan semakin berarti ketika mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Harta yang dimiliki bukan hanya tentang apa yang dapat dinikmati sendiri, tetapi juga tentang bagaimana sebagian darinya dapat membantu mereka yang membutuhkan. Di masa kini, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan pengelolaan yang baik, dana yang berasal dari kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS bersama para muzaki dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam membangun gerakan tersebut. Semakin kuat budaya berbagi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Pada akhirnya, meneladani kedermawanan Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengagumi akhlak beliau, tetapi dengan berusaha menghadirkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dari kedermawanan lahir kepedulian, dari kepedulian lahir gerakan, dan dari gerakan zakat lahir kebermanfaatan bagi umat.
ARTIKEL13/08/2026 | Sisil - Magang
Ketika Kebaikan Punya Jalan: Dari Muzaki untuk Warga Surabaya
Ketika Kebaikan Punya Jalan: Dari Muzaki untuk Warga Surabaya
Berbagi kebaikan dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah. Bagi seorang muzaki, zakat bukan hanya bentuk menjalankan kewajiban, tetapi juga menjadi cara untuk ikut membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Di Surabaya, semangat berbagi tersebut dapat disalurkan melalui BAZNAS Kota Surabaya. Dana yang dihimpun menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan. Setiap Zakat Membawa Manfaat Zakat yang diberikan oleh muzaki memiliki nilai yang lebih luas ketika dikelola dan disalurkan dengan baik. Bantuan yang diterima masyarakat dapat membantu meringankan kebutuhan hidup sekaligus memberikan dukungan untuk menghadapi berbagai persoalan. Manfaat tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti bantuan sosial, dukungan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, maupun pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu seseorang pada saat membutuhkan, tetapi juga dapat membuka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. BAZNAS Kota Surabaya sebagai Penghubung Kebaikan Ada dua sisi yang saling terhubung dalam pengelolaan zakat: muzaki yang memberikan sebagian hartanya dan mustahik yang menerima manfaatnya. BAZNAS Kota Surabaya hadir untuk menjadi salah satu penghubung agar kebaikan tersebut dapat dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kepercayaan dari para muzaki menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan memiliki potensi untuk memberikan arti bagi orang lain. Dari Rezeki Menjadi Harapan Apa yang diberikan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi penerima manfaat bisa menjadi bantuan yang sangat berarti. Karena itu, kebiasaan berbagi dapat menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan kepedulian dan memperkuat kehidupan sosial di Kota Surabaya. Mari terus jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai jalan untuk berbagi manfaat. Dari muzaki untuk warga Surabaya, setiap kebaikan dapat menjadi harapan bagi sesama.
ARTIKEL13/08/2026 | cyntia - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →