WhatsApp Icon
Hari Jadi Jawa Timur ke-81, Momentum Wujudkan Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi BAZNAS Surabaya, semangat unggul, maju, dan berkelanjutan sejalan dengan upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang unggul membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan juga harus berjalan bersama dengan pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan layanan kemanusiaan.

Dalam hal ini, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana umat dapat diarahkan untuk membantu mustahik agar lebih mandiri dan berdaya.

BAZNAS Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum Hari Jadi Jawa Timur ke-81 juga menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan Jawa Timur yang semakin kuat.

Dengan semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, BAZNAS Surabaya berharap Jawa Timur terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Unggul, Maju, Berkelanjutan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Surabaya
Sedikit yang Kita Berikan, Besar Manfaatnya: Bersama BAZNAS Menguatkan Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa sesuatu yang kita berikan haruslah besar agar dapat memberikan manfaat. Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita berikan. Terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita justru memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebagian rezeki yang kita titipkan, ada keluarga yang dapat terbantu memenuhi kebutuhan, anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan, masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan, hingga pelaku usaha yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kehidupannya.

Kebaikan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Selama masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan, selalu ada kesempatan untuk membantu sesama.

Zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat, zakat juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat membantu mengurangi kesenjangan di tengah kehidupan sosial.

Selain zakat, infak dan sedekah juga menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Ketika kebiasaan berbagi terus tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima. Orang yang memberikan juga belajar untuk lebih bersyukur, peduli, dan memahami bahwa sebagian dari rezeki yang dimiliki dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.

Dari Berbagi, Tumbuh Harapan

Setiap bantuan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu sebuah keluarga melewati masa sulit. Dukungan pendidikan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dukungan ekonomi. Bantuan modal, pelatihan, atau pendampingan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Berbagi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kesempatan dan membangun harapan.

Satu kebaikan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan bersama-sama, manfaat yang dihasilkan dapat menjadi jauh lebih besar.

BAZNAS Menjadi Wadah untuk Menebarkan Manfaat

Agar zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara terarah, diperlukan pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang memiliki tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan manfaat bagi penerima.

Di bidang ekonomi, misalnya, program pemberdayaan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Di bidang pendidikan, bantuan dapat membantu memberikan akses dan kesempatan belajar bagi generasi penerus.

Sementara itu, program kesehatan dan sosial kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan maupun kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan berbagai program tersebut, dana yang dititipkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Berbagi Bukan Hanya Tentang Memberi

Ada makna yang lebih dalam dari sebuah pemberian. Ketika kita berbagi, kita sedang menunjukkan bahwa kesulitan orang lain juga menjadi bagian dari kepedulian kita.

Berbagi berarti menguatkan. Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit, bantuan yang diberikan dapat membuat mereka merasa tidak sendirian. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan melalui bantuan pendidikan atau ekonomi, mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh kebaikan yang kita lakukan. Nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan

Membangun masyarakat yang lebih kuat dan mandiri membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Kita dapat mengambil bagian dengan cara yang sederhana, yaitu menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat, infak, dan sedekah.

Tidak perlu menunggu sampai memiliki lebih banyak. Mulailah dari apa yang kita miliki hari ini. Karena mungkin, sebagian kecil yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang, mendukung pendidikan seorang anak, membantu sebuah keluarga, atau menjadi awal bagi seseorang untuk kembali bangkit.

Melalui BAZNAS, mari salurkan kebaikan agar dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Sedikit yang kita berikan mungkin terasa sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Dari berbagi, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir perubahan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama, kita tebarkan kebaikan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Menguatkan Sesama

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi kehidupan. Ada yang sedang menikmati kemudahan, ada pula yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah perbedaan tersebut, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab, kehidupan akan terasa lebih kuat ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.

Berbagi merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, berbagi dapat dimulai dari sebagian rezeki yang kita miliki. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Rezeki yang Disisihkan, Manfaat yang Dirasakan

Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat, infak, atau sedekah, mungkin yang terlihat hanyalah berkurangnya sebagian dari apa yang dimiliki. Namun, bagi penerima manfaat, pemberian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, membantu biaya kesehatan, atau memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Dari satu pemberian, dapat muncul berbagai bentuk manfaat yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Inilah yang membuat berbagi memiliki nilai yang begitu penting. Kebaikan yang kita lakukan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi dapat terus memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.

BAZNAS Hadir Menjadi Wadah Kebaikan

Dalam mewujudkan kepedulian tersebut, masyarakat membutuhkan wadah yang dapat membantu mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara terarah. BAZNAS hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat dan menyalurkannya melalui berbagai program untuk masyarakat yang membutuhkan.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemanusiaan. Dengan adanya berbagai program tersebut, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi bentuk kewajiban, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebaikan yang Mendorong Kemandirian

Membantu seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika mereka membutuhkan. Lebih dari itu, bantuan juga dapat menjadi jalan untuk membantu seseorang memiliki kemampuan agar dapat bangkit dan berkembang.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, pemberian dukungan kepada pelaku usaha dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dalam bidang pendidikan, bantuan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar atau mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan. Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kepedulian yang disalurkan melalui program yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian.

Tidak Perlu Menunggu untuk Berbuat Baik

Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari apa yang kita miliki saat ini.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Ada yang dapat menunaikan zakat sesuai kewajibannya, ada yang dapat memberikan infak, dan ada pula yang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan. Yang terpenting adalah adanya niat dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Kebaikan yang terlihat kecil bagi kita mungkin menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki lebih banyak untuk mulai berbagi.

Bersama BAZNAS, Tebarkan Manfaat

Masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun dari mereka yang memiliki kemampuan, tetapi juga dari kepedulian untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semangat inilah yang perlu terus dijaga agar kebaikan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkannya melalui BAZNAS, masyarakat dapat ikut mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu dan memberdayakan penerima manfaat.

Mari menjadikan berbagi bukan hanya sebagai kegiatan sesekali, tetapi sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, ketika kita berbagi, kita tidak hanya memberikan sebagian dari apa yang kita miliki, tetapi juga memberikan harapan kepada orang lain.

 

Mari bersama BAZNAS terus menebarkan kebaikan, menguatkan sesama, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena satu kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti di kemudian hari.

08/10/2026 | Kontributor: Anin - Magang
Ketika Alat Kerja Mengubah Harapan menjadi Penghasilan:  Ikhtiar BAZNAS Surabaya

Tidak semua bantuan harus hadir dalam bentuk uang tunai atau kebutuhan pokok. Bagi sebagian masyarakat, sebuah alat kerja justru dapat menjadi dukungan yang berarti untuk kembali produktif, mempertahankan pekerjaan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan. Semangat tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program Surabaya Berdaya, BAZNAS Kota Surabaya memiliki program Alat Kerja Mustahik yang diarahkan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat agar dapat menjalankan aktivitas produktif.

Ketika Alat Kerja Menjadi Lebih dari Sekadar Barang

Bagi seseorang yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja, keterbatasan peralatan dapat menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang pekerja dapat memiliki kemampuan, pengalaman, bahkan pelanggan, tetapi aktivitasnya tetap terbatas ketika sarana yang dibutuhkan belum tersedia atau kondisinya tidak lagi memadai. Dalam situasi seperti itu, bantuan alat kerja memiliki makna yang lebih luas. Bukan sekadar memberikan sebuah barang, tetapi membantu membuka ruang bagi seseorang untuk kembali bergerak dan mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya. Bantuan diarahkan agar penerima manfaat memiliki dukungan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan potensinya.

Dari Membantu Menjadi Memberdayakan

Pemberian bantuan kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk alat kerja, manfaatnya berpotensi terus digunakan selama alat tersebut menunjang aktivitas penerima. Dengan demikian, bantuan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih panjang, yaitu membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Bagi penerima manfaat, dukungan tersebut bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali berusaha.

Bagian dari Surabaya Berdaya

Program Alat Kerja Mustahik tercatat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Surabaya Berdaya. Program pemberdayaan tersebut juga mencakup berbagai bentuk dukungan ekonomi lainnya, seperti bantuan modal usaha, pelatihan usaha dan pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan usaha mikro. Beragam bentuk program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Setiap penerima manfaat memiliki kondisi, kemampuan, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memberikan sarana yang dapat membantu mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dari Mustahik, Menuju Masyarakat yang Lebih Berdaya

Pemberdayaan bukan berarti menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sebaliknya, pemberdayaan menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi penerima manfaat. Seseorang yang memiliki keterampilan tetapi terkendala peralatan, misalnya, membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dengan seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memahami kebutuhan tersebut, bantuan dapat diarahkan agar lebih tepat guna. Semangat ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Surabaya dalam mengelola dana ZIS agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka ruang bagi penerima manfaat untuk berkembang.

ZIS untuk Membuka Lebih Banyak Kesempatan

Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Ketika dana ZIS dikelola dan disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, manfaatnya dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Alat Kerja Mustahik menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui dukungan yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan untuk bertahan, tetapi juga kesempatan untuk kembali berusaha.

Bukan Sekadar Memberi, tetapi Membuka Jalan

 

Pada akhirnya, sebuah alat kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi penerima yang membutuhkan, alat tersebut dapat menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Di balik sebuah alat kerja terdapat kesempatan untuk bekerja. Melalui semangat pemberdayaan, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pengelolaan dana ZIS yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas dan kemandirian ekonomi mustahik. Karena membantu bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan hari ini, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat terus melangkah dan membangun kehidupannya dengan kemampuan yang dimiliki. Dari sebuah alat kerja, tumbuh sebuah kesempatan. Dari sebuah kesempatan, lahir harapan untuk menjadi lebih mandiri.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang
Dari Pintu ke Pintu hingga Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya Hadir untuk Masyarakat

Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan pendampingan secara langsung hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjangkau masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan bantuan, pendekatan yang dilakukan juga mengedepankan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Menjangkau Keluarga melalui Pendampingan dari Rumah ke Rumah

Salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Surabaya diwujudkan melalui program pendampingan kesehatan yang menjangkau keluarga secara langsung atau door to door. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan keluarga, khususnya bagi balita dan baduta yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan melalui penyediaan susu dan vitamin, disertai edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan dari rumah ke rumah menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjangkau keluarga secara langsung, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Disertai Pemberdayaan

Selain pendampingan keluarga, BAZNAS Kota Surabaya juga menghadirkan kepedulian melalui program Bengkel Sehat Mandiri. Program ini menggabungkan layanan kesehatan dengan semangat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih mandiri.

Dukungan Pendidikan untuk Membuka Kesempatan Masa Depan

Kepedulian BAZNAS Kota Surabaya juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang berperan dalam membangun masa depan generasi muda. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kehadiran bantuan yang dapat meringankan beban keluarga dan membantu anak mempertahankan kesempatan untuk terus belajar. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan kepada 553 siswa binaan Dinas Sosial Kota Surabaya dari kawasan ekslokalisasi, dengan total bantuan mencapai Rp381,57 juta pada periode Januari hingga September 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Dukungan pendidikan bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memutus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Kepedulian yang Menghadirkan Manfaat Lebih Luas

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian BAZNAS Kota Surabaya hadir melalui pendekatan yang beragam. Mulai dari menjangkau keluarga secara langsung, memberikan dukungan kesehatan, hingga membantu keberlangsungan pendidikan anak. Setiap program memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan agar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian sosial pada akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang kesempatan yang dibuka, keluarga yang didampingi, serta masa depan yang turut diperjuangkan. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya memperkuat peran dalam menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, setiap bentuk kepedulian memiliki arti ketika mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

08/10/2026 | Kontributor: Nadya - Magang

Artikel Terbaru

Safar Bukan Bulan Sial: Saatnya Menebar Kebaikan Melalui Zakat dan Sedekah
Safar Bukan Bulan Sial: Saatnya Menebar Kebaikan Melalui Zakat dan Sedekah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali diselimuti berbagai anggapan keliru di tengah masyarakat. Hingga saat ini masih ada sebagian orang yang meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa kesialan sehingga mereka memilih menunda berbagai aktivitas penting, seperti memulai usaha, melangsungkan pernikahan, atau melakukan perjalanan jauh. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah meluruskan anggapan tersebut melalui sabdanya yang diriwayatkan dalam hadis sahih, bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu. Dalam Islam, seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan memiliki kemuliaan dan nilai yang sama sebagai kesempatan bagi manusia untuk beribadah dan memperbanyak amal saleh. Oleh karena itu, bulan Safar seharusnya tidak dipandang sebagai bulan yang perlu ditakuti, melainkan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial. Menghilangkan kepercayaan terhadap mitos merupakan salah satu bentuk penguatan akidah seorang muslim. Keimanan mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia merupakan ketetapan Allah SWT. Tidak ada satu pun bulan, hari, ataupun tempat yang mampu mendatangkan manfaat maupun mudarat tanpa izin-Nya. Karena itu, mengisi bulan Safar dengan amal kebajikan jauh lebih utama dibandingkan mempercayai berbagai mitos yang tidak memiliki landasan syariat. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak zakat, infak, dan sedekah. Ketiga amalan tersebut memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas spiritual seseorang, tetapi juga dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi pemberinya. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, anak-anak yang membutuhkan biaya pendidikan, pelaku usaha kecil yang memerlukan tambahan modal, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Semua kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi kebutuhan yang tidak mengenal waktu maupun musim. Dalam konteks inilah, zakat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Islam mengajarkan bahwa harta yang dimiliki seseorang tidak hanya mengandung hak bagi dirinya sendiri, tetapi juga terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat. Sementara itu, infak dan sedekah menjadi pelengkap yang dapat dilakukan kapan saja sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sebagai lembaga resmi yang diberi amanah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dana ZIS yang dihimpun dari para muzaki dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar dapat disalurkan kepada mustahik sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Program-program yang dijalankan BAZNAS Kota Surabaya mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah. Bantuan pendidikan diberikan kepada pelajar maupun mahasiswa yang membutuhkan agar mereka tetap dapat melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Di bidang ekonomi, berbagai program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM terus dilakukan agar masyarakat mampu meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri. Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Surabaya juga aktif memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bantuan alat kesehatan, biaya pengobatan, hingga berbagai layanan kesehatan lainnya. Dalam bidang kemanusiaan, BAZNAS turut hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun mengalami kondisi darurat melalui penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran. Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Dana zakat yang dikelola dengan baik mampu mengubah mustahik menjadi pribadi yang lebih mandiri, bahkan diharapkan suatu saat dapat menjadi muzaki yang ikut membantu sesama. Momentum bulan Safar menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali makna kepedulian sosial. Daripada menghabiskan waktu dengan mempercayai mitos yang belum tentu benar, lebih baik mengisi hari-hari di bulan Safar dengan memperbanyak amal kebaikan. Setiap sedekah yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, memiliki arti besar bagi mereka yang sedang membutuhkan. Bahkan senyuman, bantuan tenaga, maupun kepedulian kepada lingkungan sekitar juga merupakan bagian dari sedekah yang dianjurkan dalam Islam. Selain memberikan manfaat bagi penerima, berbagi juga mampu menumbuhkan rasa syukur dalam diri seseorang. Ketika melihat masih banyak saudara yang hidup dalam keterbatasan, seseorang akan lebih menghargai nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadanya. Dari rasa syukur itulah akan tumbuh semangat untuk terus berbagi dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Di era digital saat ini, menunaikan zakat, infak, dan sedekah juga semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkannya melalui berbagai layanan yang disediakan oleh BAZNAS Kota Surabaya tanpa harus datang langsung ke kantor. Kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban maupun memperbanyak amal kebaikan. Bulan Safar sejatinya bukanlah bulan yang harus ditakuti. Sebaliknya, bulan ini dapat menjadi awal untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, setiap muslim turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan penuh keberkahan. Mari jadikan bulan Safar sebagai momentum meninggalkan mitos dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT melalui amal nyata. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan menjadi jalan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan serta menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir. Dengan semangat berbagi dan kepedulian, kita dapat mewujudkan kehidupan yang lebih harmonis, saling menguatkan, dan penuh keberkahan bagi seluruh umat.
ARTIKEL07/08/2026 | Aliya
Maknai Kemerdekaan dengan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Maknai Kemerdekaan dengan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Agustus selalu memberikan suasana penuh semangat bagi masyarakat Indonesia. Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya sekadar mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Makna kemerdekaan akan terasa lebih nyata ketika seluruh elemen masyarakat dapat saling mendukung agar tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik. Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan adalah dengan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial. Mengisi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi setiap warga negara untuk berkarya, beribadah, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui berbagai perlombaan atau upacara, tetapi juga dengan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Banyak saudara kita masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan ekonomi, akses pendidikan, maupun layanan kesehatan. Kepedulian dari masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mereka memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik. Peran BAZNAS Surabaya dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk menyelenggarakan berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dana yang dihimpun disalurkan secara amanah dan tepat sasaran untuk mendukung berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, hingga kegiatan dakwah. Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS Surabaya tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga berusaha mendorong kemandirian mustahik sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya secara berkelanjutan. Semangat Berbagi untuk Indonesia yang Lebih Baik Momen Hari Kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun negeri ini. Berbagi tidak harus menunggu jumlah yang besar, karena setiap kebaikan yang diberikan dapat membawa manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Melaksanakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya merupakan salah satu cara untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus membantu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, setiap amanah yang dititipkan diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif bagi para penerima manfaat. Mari gunakan Bulan Kemerdekaan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Bersama BAZNAS Surabaya, semangat berbagi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
ARTIKEL06/08/2026 | Putri - Magang
Menebar Manfaat di Bulan Safar melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Menebar Manfaat di Bulan Safar melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Dalam ajaran Islam, tidak ada aturan yang menyatakan bahwa bulan Safar memiliki kaitan dengan keburukan atau kesialan. Sebaliknya, setiap bulan adalah waktu yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperluas manfaat bagi sesama. Salah satu cara mengisi Bulan Safar dengan kegiatan yang bernilai ibadah adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiga amalan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menjadikan Bulan Safar sebagai Waktu untuk Berbuat Kebaikan Islam mengajarkan bahwa kesempatan beramal tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Oleh karena itu, Bulan Safar dapat dijadikan sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri sekaligus meningkatkan peran dalam memberi kontribusi positif kepada lingkungan sekitar. Kebaikan bisa dilakukan dalam berbagai cara, seperti membantu orang lain, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta menyisihkan sebagian dari penghasilan melalui zakat, infak, dan sedekah. Kebiasaan berbagi inilah yang mampu mempererat rasa persaudaraan dan memperkuat solidaritas sosial di kalangan masyarakat. Zakat, Infak, dan Sedekah Membawa Manfaat bagi Banyak Pihak Zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat. Adapun infak dan sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan masing-masing. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara baik dapat memberikan manfaat yang luas. Bantuan tersebut bisa membantu meningkatkan akses dalam bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta penanganan berbagai program kemanusiaan. Oleh karena itu, setiap kontribusi yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. BAZNAS Surabaya Hadir Mengelola Amanah Masyarakat Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berupaya menghimpun serta menyalurkan dana ZIS secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyaluran dana dilakukan melalui berbagai program yang menitikberatkan pada sektor-sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah. Melalui program-program tersebut, BAZNAS Surabaya berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas dan mendorong masyarakat yang menerima manfaat agar semakin mandiri serta lebih produktif. Mari Jadikan Bulan Safar sebagai Awal Kebiasaan Berbagi Bulan Safar dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam membantu sesama serta mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL06/08/2026 | Putri - Magang
Menguatkan Ukhuwah Islamiyah Melalui Program Pemberdayaan BAZNAS
Menguatkan Ukhuwah Islamiyah Melalui Program Pemberdayaan BAZNAS
Ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam yang mengajarkan persaudaraan, kepedulian, dan semangat saling membantu antarsesama. Nilai ini tidak hanya diwujudkan melalui hubungan yang harmonis, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks kehidupan modern, semangat ukhuwah dapat diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat. Salah satu lembaga yang berperan aktif dalam upaya tersebut adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebagai lembaga resmi yang mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada kemandirian masyarakat. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dalam Islam tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat, melainkan berlanjut pada upaya membangun kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan. Program pemberdayaan BAZNAS mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Melalui program ekonomi, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha kecil melalui bantuan modal, pelatihan, serta pendampingan. Di bidang pendidikan, BAZNAS menghadirkan program beasiswa dan pembinaan bagi pelajar maupun mahasiswa agar dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi. Sementara itu, pada bidang kesehatan dan kemanusiaan, BAZNAS memberikan layanan kesehatan, bantuan kebencanaan, serta berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Keberadaan program-program tersebut menunjukkan bahwa ukhuwah Islamiyah tidak hanya dimaknai sebagai hubungan emosional antarumat Islam, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kolaborasi untuk saling menguatkan. Ketika masyarakat yang mampu membantu mereka yang membutuhkan melalui lembaga yang terpercaya seperti BAZNAS, maka tercipta hubungan yang saling mendukung dan mempererat rasa persaudaraan. Bantuan yang disalurkan bukan hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan harapan serta semangat baru bagi para penerimanya. Di era digital, BAZNAS juga terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kemudahan akses informasi, layanan donasi secara daring, hingga transparansi pengelolaan dana menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam membangun kepercayaan publik. Inovasi tersebut membuat masyarakat semakin mudah untuk berpartisipasi dalam berbagai program sosial tanpa terhalang oleh jarak maupun waktu. Dengan demikian, semangat berbagi dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak yang lebih luas. Program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS juga memiliki dampak jangka panjang. Masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan dapat memperoleh keterampilan, meningkatkan produktivitas, hingga menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi. Bahkan, tidak sedikit penerima manfaat yang kemudian mampu membantu orang lain. Siklus kebaikan inilah yang menjadi wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah, yaitu saling menguatkan dan menghadirkan manfaat yang terus berkelanjutan. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Hujurat ayat 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." Ayat tersebut mengingatkan bahwa persaudaraan dalam Islam harus diwujudkan melalui kepedulian dan kerja sama dalam menciptakan kemaslahatan bersama. Program-program yang dijalankan BAZNAS menjadi salah satu implementasi nyata dari nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, menguatkan ukhuwah Islamiyah bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS membuktikan bahwa semangat persaudaraan dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memberikan manfaat luas bagi umat. Dengan terus mendukung dan berpartisipasi dalam program-program tersebut, masyarakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga ikut membangun kehidupan yang lebih sejahtera, harmonis, dan penuh keberkahan. Persaudaraan yang dibangun atas dasar kepedulian akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, saling menguatkan, serta diridhai oleh Allah Swt.
ARTIKEL05/08/2026 | Ifa - Magang
UMKM Naik Kelas Bersama BAZNAS: Membangun Ekonomi dari Akar Rumput
UMKM Naik Kelas Bersama BAZNAS: Membangun Ekonomi dari Akar Rumput
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Di balik setiap usaha kecil terdapat perjuangan para pelaku usaha yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Namun, tidak sedikit UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, minimnya pengetahuan dalam mengelola usaha, hingga sulitnya memasarkan produk di tengah persaingan yang semakin ketat. Melihat kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tidak hanya hadir sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai mitra pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program pengembangan ekonomi. BAZNAS berkomitmen membantu pelaku UMKM agar mampu berkembang secara mandiri, berkelanjutan, dan memiliki daya saing yang lebih baik. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan BAZNAS adalah melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran. Pendekatan tersebut bertujuan agar pelaku usaha tidak bergantung pada bantuan semata, melainkan mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Di era digital seperti sekarang, kemampuan memanfaatkan teknologi juga menjadi faktor penting dalam perkembangan UMKM. BAZNAS mendorong para pelaku usaha untuk mengenal pemasaran digital melalui media sosial dan platform e-commerce. Dengan demikian, produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Transformasi digital ini menjadi langkah strategis agar UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi. Selain meningkatkan pendapatan, pemberdayaan UMKM juga memberikan dampak sosial yang besar. Ketika sebuah usaha berkembang, peluang kerja baru akan tercipta, kesejahteraan keluarga meningkat, dan roda perekonomian daerah ikut bergerak. Dampak positif tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM bukan hanya menguntungkan individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Keberhasilan pemberdayaan UMKM tentu membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat. Dalam hal ini, BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan potensi kebaikan masyarakat dengan kebutuhan para pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ke depan, tantangan yang dihadapi UMKM akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan pasar. Oleh karena itu, inovasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar UMKM dapat terus bertahan dan berkembang. Program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Pada akhirnya, membangun ekonomi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru perubahan yang paling nyata sering kali berawal dari usaha-usaha kecil yang tumbuh di tengah masyarakat. Melalui pemberdayaan UMKM, BAZNAS membuktikan bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam bentuk kesempatan untuk berkembang. Ketika UMKM naik kelas, bukan hanya pendapatan yang meningkat, tetapi juga harapan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat yang ikut tumbuh. Inilah bukti bahwa membangun ekonomi dari akar rumput adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan Indonesia yang lebih kuat, produktif, dan sejahtera.
ARTIKEL05/08/2026 | Ifa - Magang
Menjawab Kebutuhan Mustahik di Bulan Safar Lewat Distribusi Zakat Termutakhir BAZNAS
Menjawab Kebutuhan Mustahik di Bulan Safar Lewat Distribusi Zakat Termutakhir BAZNAS
Memasuki bulan Safar, kepedulian sosial di tengah masyarakat perlu terus dirawat dan ditingkatkan. Sayangnya, sebagian masyarakat terkadang masih terpengaruh oleh anggapan lama yang menyudutkan bulan Safar sebagai bulan yang penuh bayang-bayang kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam, setiap waktu adalah ruang untuk menebar kebaikan. Mengubah cara pandang ini bisa dimulai dengan aksi nyata: memperbanyak zakat, infak, dan sedekah untuk membantu sesama. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat pra-sejahtera (mustahik) terus berkembang seiring tantangan ekonomi harian. Tidak cukup lagi sekadar memberikan bantuan sekadarnya; diperlukan pola distribusi dana zakat yang modern, adaptif, dan berbasis data agar setiap bantuan benar-benar menjawab akar masalah yang dihadapi warga. Inovasi Sistem Distribusi: Dari Bantuan Sederhana Menuju Tepat Sasaran Guna memastikan setiap rupiah dari para muzakki berdampak maksimal, pengelolaan dana zakat kini tidak lagi dilakukan secara konvensional. Pendekatan distribusi zakat termutakhir BAZNAS mengintegrasikan verifikasi lapangan yang presisi dengan analisis kebutuhan aktual para mustahik. Skema ini membagi penyaluran bantuan menjadi dua fokus utama: Perlindungan Darurat (Karitatif): Pemenuhan kebutuhan mendesak seperti logistik gizi keluarga, layanan kesehatan, hingga perbaikan tempat tinggal yang tidak layak. Pemberdayaan Berkelanjutan (Produktif): Bantuan berupa alat kerja, rombong UMKM, dan tambahan modal usaha agar penerima manfaat bisa mandiri secara finansial. Dengan pemetaan yang matang, bantuan yang diberikan tidak meleset dari sasaran dan mampu memutus rantai ketergantungan sosial. Langkah Konkret BAZNAS Kota Surabaya di Bulan Safar Melanjutkan komitmen pelayanan umat di bulan Safar, BAZNAS Kota Surabaya mengoptimalkan berbagai program unggulan yang dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan warga: Sinergi Bantuan Kesehatan & Aksesibilitas: Menyediakan dan menyalurkan alat bantu fisik seperti kursi roda, alat bantu dengar, hingga alat medis bagi warga yang membutuhkan perlindungan kesehatan dasar. Penguatan Kemandirian Ekonomi: Membagikan rombong usaha dan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro pra-sejahtera agar roda perekonomian keluarga tetap tumbuh secara mandiri. Rehabilitasi Hunian Layak: Menjangkau pemukiman warga melalui program perbaikan rumah tidak layak huni demi menciptakan lingkungan tinggal yang sehat dan bermartabat. Integritas dan Akuntabilitas Penyaluran: Menerapkan sistem pengawasan dan audit keuangan secara berkala demi menjamin transparansi serta menjaga amanah masyarakat. Mengalirkan Kebaikan Secara Adil Bersama BAZNAS Momentum bulan Safar menjadi kesempatan emas untuk memperkuat solidaritas dan membersihkan harta. Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga amil resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya memastikan bahwa kontribusi Anda dikelola secara profesional, transparan, serta disalurkan sesuai kaidah syariat. Mari jadikan bulan Safar ini sebagai waktu untuk melangkah bersama, menghapus prasangka buruk dengan kepedulian, dan menghadirkan senyum bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
ARTIKEL05/08/2026 | Rosita - Magang
Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial: Langkah BAZNAS Menjaga Stabilitas Umat di Bulan Safar
Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial: Langkah BAZNAS Menjaga Stabilitas Umat di Bulan Safar
Zakat bukan sekadar rukun Islam yang ditunaikan setiap tahun, melainkan solusi nyata untuk menjaga keseimbangan ekonomi di tengah masyarakat. Di saat kondisi ekonomi sering kali tak menentu, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang melindungi saudara-saudara kita yang rentan agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan yang lebih dalam. Memasuki bulan Safar, momen ini menjadi waktu yang sangat baik untuk meluruskan pandangan lama dan mengisi hari-hari dengan aksi nyata. Daripada terjebak dalam mitos atau anggapan kurang tepat mengenai bulan Safar, memperbanyak kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah tentu jauh lebih bernilai. Menjaga Dapur Tetap Ngebul, Menjaga Ekonomi Tetap Berputar Sebagai jaring pengaman sosial, zakat bekerja dengan cara yang sangat mendasar: mengalirkan rezeki dari masyarakat yang mampu (muzakki) kepada mereka yang membutuhkan (mustahik). Skema sederhana ini berdampak besar. Ketika kebutuhan dasar warga kurang mampu terpenuhi, daya beli mereka tetap terjaga dan roda ekonomi warga di tingkat bawah bisa terus berputar. Di bulan Safar ini, bantuan dari dana zakat disalurkan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga diarahkan untuk bantuan yang memberi dampak jangka panjang. Mulai dari pemenuhan gizi keluarga, perlengkapan usaha, hingga dukungan kesehatan. Langkah-langkah kecil ini menjadi tumpuan penting agar keluarga pra-sejahtera bisa bertahan dan kembali bangkit. Ketika kebutuhan dasar warga rentan terpenuhi dengan baik, ketimpangan sosial di tengah kota dapat ditekan, dan suasana bermasyarakat pun menjadi jauh lebih tenang dan harmonis. Langkah Nyata BAZNAS Kota Surabaya di Bulan Safar Agar dana zakat benar-benar berfungsi sebagai pelindung masyarakat, BAZNAS Kota Surabaya terus bergerak menyalurkan bantuan secara tepat sasaran melalui beberapa program utama: Perlindungan Kebutuhan Dasar dan Kesehatan: Menyalurkan paket bahan pokok, membedah rumah tidak layak hunian, hingga memberikan bantuan alat kesehatan seperti kursi roda dan alat bantu dengar bagi warga yang membutuhkan. Penguatan Usaha Kecil: Memberikan dorongan modal dan sarana kerja—seperti bantuan rombong UMKM agar para mustahik dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki penghasilan yang stabil. Pengelolaan yang Jelas dan Transparan: Memastikan setiap rupiah dana umat dikelola secara jujur, terbuka, dan sesuai ketentuan syariat agar manfaatnya benar-benar dirasakan di lapangan. Tepat Sasaran Bersama Lembaga Resmi Agar manfaat zakat bisa menjangkau lebih banyak orang secara adil, peran lembaga pengelola yang tepercaya menjadi sangat penting. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan akan didistribusikan secara terencana dan profesional. Menyalurkan ZIS lewat lembaga resmi tak hanya memastikan bantuan jatuh ke tangan orang yang tepat, tetapi juga mengubah setiap rupiah yang ditunaikan menjadi modal kebaikan yang berkelanjutan. Mari jadikan bulan Safar ini sebagai momentum untuk mempererat rasa persaudaraan, membersihkan harta, dan menebar manfaat nyata bagi sesama.
ARTIKEL05/08/2026 | Rosita - Magang
Peran Mahasiswa Magang dalam Mendukung Program Edukasi dan Publikasi BAZNAS
Peran Mahasiswa Magang dalam Mendukung Program Edukasi dan Publikasi BAZNAS
Zakat mal merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat kepemilikan harta. Melalui zakat mal, sebagian harta yang dimiliki disalurkan kepada mereka yang berhak menerima sehingga tercipta pemerataan kesejahteraan dan kepedulian sosial. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami ketentuan zakat mal, mulai dari jenis harta yang wajib dizakati hingga cara menghitung dan menyalurkannya. Oleh karena itu, sosialisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi muzaki. Pentingnya Sosialisasi Zakat Mal Sosialisasi zakat mal bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hukum, manfaat, serta tata cara pelaksanaan zakat sesuai syariat Islam. Melalui berbagai kegiatan seperti seminar, kajian, penyuluhan, media sosial, hingga layanan konsultasi, masyarakat memperoleh informasi yang lebih mudah dipahami sehingga tidak lagi ragu dalam menunaikan zakat. Selain meningkatkan pengetahuan, sosialisasi juga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Ketika informasi disampaikan secara terbuka dan transparan, masyarakat akan merasa lebih yakin bahwa zakat yang mereka tunaikan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada penerima yang benar-benar berhak. Peran BAZNAS dalam Meningkatkan Partisipasi Muzaki Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengelola zakat, BAZNAS memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat. Berbagai program edukasi terus dilakukan, baik secara langsung maupun melalui platform digital, sehingga informasi mengenai zakat mal dapat menjangkau berbagai kalangan. Pemanfaatan media sosial, website, serta layanan pembayaran zakat secara digital juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajibannya. Inovasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya partisipasi muzaki, khususnya di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Membangun Kesadaran Berzakat Efektivitas sosialisasi zakat mal tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah penghimpunan zakat, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa zakat merupakan ibadah sekaligus bentuk kepedulian sosial. Ketika semakin banyak muzaki yang memahami manfaat zakat, maka semakin besar pula dampak yang dapat dirasakan oleh mustahik melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan. Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, BAZNAS terus berupaya menghadirkan layanan zakat yang mudah diakses, terpercaya, dan sesuai dengan ketentuan syariat sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat dengan aman dan nyaman.
ARTIKEL01/08/2026 | Ifa - Magang
Bersama BAZNAS, ZIS Disalurkan Tepat Sasaran untuk Umat
Bersama BAZNAS, ZIS Disalurkan Tepat Sasaran untuk Umat
Peran Penting ZIS dalam Kehidupan Sosial Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam Islam yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar. Melalui ZIS, kesenjangan ekonomi dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kehadiran ZIS menjadi solusi nyata dalam membantu masyarakat prasejahtera untuk memenuhi kebutuhan dasar hingga meningkatkan kualitas hidup. BAZNAS Surabaya: Amanah dalam Mengelola ZIS BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang dipercaya untuk mengelola dan menyalurkan dana ZIS secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, setiap dana yang dihimpun dari para muzaki dapat disalurkan kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan. Kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan utama BAZNAS dalam menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan. Program Penyaluran yang Tepat Sasaran BAZNAS Surabaya memiliki berbagai program unggulan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, di antaranya: Bantuan Sosial: membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pokok Program Pendidikan: beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah Layanan Kesehatan: bantuan biaya pengobatan dan alat kesehatan Pemberdayaan Ekonomi: dukungan UMKM binaan agar mandiri Program Kemanusiaan: bantuan tanggap darurat dan bencana Setiap program disalurkan melalui proses verifikasi yang ketat, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. Dampak Nyata bagi Masyarakat Penyaluran ZIS melalui BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang. Banyak penerima manfaat yang berhasil bangkit secara ekonomi dan perlahan menjadi mandiri. Bahkan, tidak sedikit mustahik yang kemudian mampu menjadi muzaki. Hal ini menunjukkan bahwa ZIS memiliki peran strategis dalam menciptakan siklus kebaikan yang berkelanjutan. Ajak Masyarakat Berpartisipasi Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas manfaat ZIS. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat tidak perlu khawatir karena dana dikelola secara profesional dan disalurkan kepada pihak yang berhak. Penutup Bersama BAZNAS Surabaya, zakat, infak, dan sedekah dapat disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu sesama dan meningkatkan kesejahteraan umat. Mari jadikan ZIS sebagai bagian dari gaya hidup kita dalam berbagi dan peduli. Karena dari kepedulian, lahir kesejahteraan untuk semua.
ARTIKEL01/08/2026 | Ifa - Magang
Transformasi Pendidikan Mustahik melalui Program Surabaya Cerdas BAZNAS Kota Surabaya
Transformasi Pendidikan Mustahik melalui Program Surabaya Cerdas BAZNAS Kota Surabaya
Pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan. Namun, masih banyak anak dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menghadapi berbagai kendala dalam mengakses pendidikan yang layak. Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi faktor utama yang menghambat mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya berupaya menghadirkan solusi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan yang berfokus pada sektor pendidikan adalah Surabaya Cerdas, sebuah program yang bertujuan membantu mustahik memperoleh akses pendidikan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Pendidikan sebagai Instrumen Pemberdayaan Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk individu yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Dalam konteks pembangunan sosial, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana pemberdayaan yang dapat meningkatkan taraf hidup seseorang. Melalui pendidikan, seseorang memiliki kesempatan untuk memperoleh keterampilan, memperluas wawasan, serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, akses terhadap pendidikan yang berkualitas perlu dijamin bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. BAZNAS Kota Surabaya memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang mampu menghasilkan perubahan sosial yang berkelanjutan. Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diwujudkan dalam program-program produktif yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program Surabaya Cerdas BAZNAS Kota Surabaya Program Surabaya Cerdas merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kota Surabaya di bidang pendidikan yang bertujuan membantu pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala masalah ekonomi. Program ini dirancang untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mustahik melalui berbagai bentuk bantuan, antara lain: Bantuan biaya pendidikan bagi siswa dan mahasiswa. Bantuan perlengkapan sekolah dan kebutuhan belajar. Dukungan pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Pembinaan dan pendampingan penerima manfaat. Penguatan motivasi belajar dan pengembangan kapasitas diri. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan penerima manfaat, tetapi juga mendorong terbentuknya generasi yang memiliki karakter, kompetensi, dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dampak Program terhadap Mustahik Program Surabaya Cerdas memberikan dampak positif yang signifikan bagi para penerima manfaat. Bantuan pendidikan yang diberikan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga sehingga siswa dan mahasiswa dapat lebih fokus dalam menjalani proses pembelajaran. Selain membantu keberlangsungan pendidikan, program ini juga meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri para mustahik. Mereka memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik yang dimiliki. Transformasi yang terjadi tidak hanya terlihat dari peningkatan akses pendidikan, tetapi juga dari perubahan pola pikir penerima manfaat. Pendidikan yang mereka tempuh menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas peluang kerja, serta membangun kemandirian ekonomi di masa mendatang. Dalam jangka panjang, keberhasilan program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan, di mana mustahik yang saat ini menerima bantuan pendidikan mampu tumbuh menjadi individu yang mandiri dan bahkan berpotensi menjadi muzakki di masa depan. Peran Zakat dalam Transformasi Pendidikan Zakat memiliki fungsi sosial yang sangat besar dalam mendukung pemerataan pendidikan. Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Program Surabaya Cerdas menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan yang mampu menciptakan dampak jangka panjang. Pendidikan yang didukung oleh dana zakat merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat tidak hanya bagi individu penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Melalui program ini, BAZNAS Kota Surabaya berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Tantangan dan Peluang ke Depan Meskipun telah memberikan manfaat yang besar, upaya meningkatkan kualitas pendidikan mustahik masih menghadapi berbagai tantangan. Kebutuhan pendidikan yang terus meningkat, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia kerja menuntut adanya inovasi dalam pengelolaan program pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara BAZNAS, pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperluas jangkauan manfaat program. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat dukungan terhadap penerima manfaat sekaligus meningkatkan efektivitas program pendidikan berbasis zakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Program Surabaya Cerdas memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Surabaya. Penutup Program Surabaya Cerdas BAZNAS Kota Surabaya merupakan wujud nyata pemanfaatan zakat dalam bidang pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS berupaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata bagi mustahik sekaligus mendorong lahirnya generasi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Transformasi pendidikan mustahik melalui Program Surabaya Cerdas menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan pendidikan yang berkualitas, mustahik tidak hanya memperoleh kesempatan untuk memperbaiki taraf hidupnya, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
ARTIKEL31/07/2026 | Uswa - Magang
BAZNAS Surabaya Transformasikan Dana Zakat Menjadi Kekuatan Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS Surabaya Transformasikan Dana Zakat Menjadi Kekuatan Pemberdayaan Masyarakat
Zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga merupakan instrumen sosial yang memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang profesional, amanah, dan tepat sasaran, dana zakat mampu menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Dalam hal ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai kekuatan pemberdayaan umat. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, BAZNAS Surabaya hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzaki dengan masyarakat yang membutuhkan. Dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat. Mendorong Kemandirian Melalui Program Ekonomi Salah satu fokus utama BAZNAS Surabaya adalah pemberdayaan ekonomi mustahik. Berbagai program bantuan usaha produktif terus dijalankan guna membantu masyarakat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup mereka. Bantuan berupa modal usaha, rombong usaha, alat kerja, hingga pendampingan usaha diberikan kepada masyarakat yang memiliki semangat untuk berkembang dan mandiri. Melalui program ini, BAZNAS Surabaya tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi mustahik untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan tersebut, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat. Investasi Masa Depan melalui Pendidikan Selain sektor ekonomi, BAZNAS Surabaya juga menaruh perhatian besar pada bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang unggul. Oleh karena itu, berbagai program pendidikan terus dihadirkan untuk mendukung anak-anak dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan yang layak. Bantuan pendidikan yang diberikan mencakup beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga dukungan program pengembangan kapasitas peserta didik. Melalui program ini, BAZNAS Surabaya berharap dapat mencetak generasi yang berdaya saing dan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik. Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Melalui dana zakat yang dihimpun, BAZNAS Surabaya turut memberikan berbagai bantuan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, bed medis, hingga dukungan kesehatan lainnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mustahik. Program kesehatan tersebut merupakan bukti nyata bahwa zakat memiliki manfaat yang luas dalam membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif. Kehadiran program ini juga menunjukkan bahwa dana zakat mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menebar Kepedulian melalui Program Kemanusiaan Sebagai lembaga yang berorientasi pada pelayanan umat, BAZNAS Surabaya juga aktif dalam berbagai program kemanusiaan dan sosial. Bantuan sembako, program bedah rumah, bantuan kebencanaan, hingga berbagai bentuk bantuan sosial lainnya terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang diwujudkan melalui dana zakat. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, program kemanusiaan juga memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Membangun Kepercayaan melalui Pengelolaan yang Transparan Keberhasilan berbagai program BAZNAS Surabaya tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Oleh karena itu, BAZNAS Surabaya senantiasa berkomitmen menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap proses pengelolaan dana ZIS. Pemanfaatan teknologi digital juga terus dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus memperoleh informasi terkait penghimpunan dan penyaluran dana. Dengan demikian, kepercayaan publik dapat terus terjaga dan manfaat zakat dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat Transformasi dana zakat menjadi program-program pemberdayaan merupakan bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial. Melalui berbagai program ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan, BAZNAS Surabaya terus berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan pelayanan kepada umat, BAZNAS Surabaya akan terus mengoptimalkan pengelolaan zakat sebagai instrumen untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya. Sebab, setiap zakat yang ditunaikan bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
ARTIKEL31/07/2026 | Uswa - Magang
Bersama BAZNAS, ZIS Disalurkan Tepat Sasaran untuk Umat
Bersama BAZNAS, ZIS Disalurkan Tepat Sasaran untuk Umat
Peran Penting ZIS dalam Kehidupan Sosial Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam Islam yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar. Melalui ZIS, kesenjangan ekonomi dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kehadiran ZIS menjadi solusi nyata dalam membantu masyarakat prasejahtera untuk memenuhi kebutuhan dasar hingga meningkatkan kualitas hidup. BAZNAS Surabaya: Amanah dalam Mengelola ZIS BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga resmi yang dipercaya untuk mengelola dan menyalurkan dana ZIS secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, setiap dana yang dihimpun dari para muzaki dapat disalurkan kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan. Kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan utama BAZNAS dalam menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan. Program Penyaluran yang Tepat Sasaran BAZNAS Surabaya memiliki berbagai program unggulan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, di antaranya: Bantuan Sosial: membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pokok Program Pendidikan: beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah Layanan Kesehatan: bantuan biaya pengobatan dan alat kesehatan Pemberdayaan Ekonomi: dukungan UMKM binaan agar mandiri Program Kemanusiaan: bantuan tanggap darurat dan bencana Setiap program disalurkan melalui proses verifikasi yang ketat, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. Dampak Nyata bagi Masyarakat Penyaluran ZIS melalui BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang. Banyak penerima manfaat yang berhasil bangkit secara ekonomi dan perlahan menjadi mandiri. Bahkan, tidak sedikit mustahik yang kemudian mampu menjadi muzaki. Hal ini menunjukkan bahwa ZIS memiliki peran strategis dalam menciptakan siklus kebaikan yang berkelanjutan. Ajak Masyarakat Berpartisipasi Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas manfaat ZIS. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat tidak perlu khawatir karena dana dikelola secara profesional dan disalurkan kepada pihak yang berhak. Penutup Bersama BAZNAS Surabaya, zakat, infak, dan sedekah dapat disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu sesama dan meningkatkan kesejahteraan umat. Mari jadikan ZIS sebagai bagian dari gaya hidup kita dalam berbagi dan peduli. Karena dari kepedulian, lahir kesejahteraan untuk semua.
ARTIKEL31/07/2026 | Icha - Magang
Tinggalkan Mitos, Isi Bulan Safar dengan Zakat dan Kepedulian Sosial
Tinggalkan Mitos, Isi Bulan Safar dengan Zakat dan Kepedulian Sosial
Bulan Safar dan Mitos yang Perlu Diluruskan Bulan Safar seringkali dianggap sebagai bulan yang membawa kesialan oleh sebagian masyarakat. Berbagai mitos berkembang, mulai dari larangan melakukan aktivitas penting hingga keyakinan akan datangnya musibah. Padahal, dalam ajaran Islam, kepercayaan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang berasal dari waktu tertentu. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk meluruskan pemahaman dan menggantinya dengan keyakinan yang benar sesuai syariat. Safar sebagai Momentum Meningkatkan Amal Kebaikan Alih-alih mempercayai mitos, Bulan Safar justru menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Setiap waktu dalam Islam adalah baik, tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya. Salah satu bentuk kebaikan yang dapat dilakukan adalah melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Amal ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Zakat dan Kepedulian Sosial: Solusi Nyata Zakat merupakan instrumen penting dalam Islam untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat. Dengan menunaikan zakat, umat Islam turut membantu memenuhi kebutuhan dasar para mustahik. Infak dan sedekah juga memiliki peran besar dalam menumbuhkan kepedulian sosial. Bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup masyarakat prasejahtera, mulai dari kebutuhan pangan, pendidikan, hingga kesehatan. Peran BAZNAS Surabaya dalam Menyalurkan Kebaikan BAZNAS Kota Surabaya sebagai lembaga resmi pengelola zakat terus berkomitmen dalam menyalurkan dana ZIS secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya: Bantuan sosial bagi keluarga prasejahtera Program pendidikan untuk anak kurang mampu Layanan kesehatan dan bantuan alat kesehatan Pemberdayaan ekonomi melalui UMKM binaan Program kemanusiaan dan tanggap darurat Melalui program tersebut, zakat tidak hanya membantu secara jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka panjang. Mengajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Bulan Safar menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kontribusi kecil dari masyarakat dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat dapat turut serta dalam gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Penutup Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Tinggalkan mitos yang tidak berdasar, dan isi hari-hari dengan kepedulian sosial serta ibadah yang bermanfaat. Bersama BAZNAS Surabaya, mari wujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.
ARTIKEL31/07/2026 | Icha - Magang
Zakat, Investasi Akhirat yang Tak Pernah Merugi
Zakat, Investasi Akhirat yang Tak Pernah Merugi
Dalam kehidupan, setiap orang tentu menginginkan investasi yang memberikan keuntungan. Banyak orang berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan, mulai dari tabungan, emas, hingga berbagai instrumen keuangan lainnya. Namun, sebagai seorang Muslim, ada investasi yang nilainya jauh lebih besar dan manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat, yaitu zakat. Zakat bukan sekadar kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki yang Allah SWT berikan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Harta yang dizakatkan tidak akan berkurang nilainya di sisi Allah SWT. Sebaliknya, zakat menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan, mempererat kepedulian sosial, serta membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang amanah. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat yang ditunaikan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Dasar Hukum Zakat Kewajiban menunaikan zakat telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103). Allah SWT juga berfirman: "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."(QS. Al-Baqarah: 43). Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Selain sebagai kewajiban, zakat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Mengapa Zakat Disebut Investasi Akhirat? Dalam Islam, setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Zakat menjadi salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir karena memberikan manfaat bagi banyak orang. Melalui zakat, seorang Muslim tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Inilah yang menjadikan zakat sebagai investasi akhirat yang tidak pernah merugi. Semakin besar manfaat yang dirasakan oleh para penerima zakat, semakin besar pula nilai kebaikan yang dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT. Manfaat Menunaikan Zakat Menunaikan zakat memberikan banyak manfaat, baik bagi muzaki maupun mustahik. Di antaranya adalah: Membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial. Mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Melalui zakat, kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menjadi keberkahan bagi orang yang menunaikannya. Mengapa Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya? Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan ketenangan karena dana yang dititipkan dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan sesuai dengan syariat Islam. Dana zakat yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program, antara lain: 1. Program pendidikan 2. Program kesehatan 3. Program pemberdayaan ekonomi 4. Program kemanusiaan. 5. Program dakwah dan sosial keagamaan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Keberkahan Zakat bagi Kehidupan Zakat mengajarkan bahwa sebagian dari harta yang dimiliki terdapat hak orang lain. Ketika zakat ditunaikan dengan ikhlas, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga menanam investasi kebaikan yang akan memberikan manfaat sepanjang hidup. Keberkahan zakat tidak selalu diukur dengan bertambahnya harta, tetapi juga melalui ketenangan hati, kemudahan dalam urusan, serta hadirnya manfaat yang dirasakan oleh banyak orang. Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya Zakat adalah investasi akhirat yang tidak pernah merugi. Setiap rupiah yang dikeluarkan dengan niat karena Allah SWT akan menjadi amal kebaikan yang bernilai dan membawa manfaat bagi sesama. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita wujudkan keberkahan, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
ARTIKEL30/07/2026 | Ayu - Magang
Zakat sebagai Solusi Mengurangi Kesenjangan Sosial di Masyarakat
Zakat sebagai Solusi Mengurangi Kesenjangan Sosial di Masyarakat
Kesenjangan sosial masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat. Perbedaan tingkat ekonomi menyebabkan sebagian orang hidup berkecukupan, sementara sebagian lainnya masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, kesehatan, hingga modal usaha. Islam menghadirkan zakat sebagai salah satu solusi untuk menciptakan keseimbangan sosial. Zakat bukan sekadar kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, tetapi juga menjadi sarana pemerataan kesejahteraan melalui distribusi harta kepada mereka yang berhak menerima. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh muzaki disalurkan kepada mustahik sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka. Dengan demikian, zakat memiliki peran besar dalam membangun masyarakat yang lebih adil, peduli, dan sejahtera. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, dana zakat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan syariat Islam sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan. Dasar Hukum Zakat Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103). Allah SWT juga berfirman: "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah."(QS. At-Taubah: 60). Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki tujuan yang mulia, yaitu membantu mereka yang membutuhkan serta menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Mengapa Zakat Dapat Mengurangi Kesenjangan Sosial? Zakat menjadi salah satu instrumen ekonomi Islam yang berfungsi mendistribusikan sebagian harta dari masyarakat yang mampu kepada mereka yang membutuhkan. Melalui mekanisme tersebut, zakat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus memperkuat rasa kepedulian antarsesama. Dana zakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat dimanfaatkan melalui program pemberdayaan, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, serta layanan kesehatan. Dengan pendekatan tersebut, zakat mampu mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan produktif. Peran BAZNAS Kota Surabaya dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara amanah, profesional, dan transparan. Penyaluran dilakukan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) melalui berbagai program yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Program-program tersebut meliputi: Program pendidikan. Program kesehatan. Program pemberdayaan ekonomi. Program kemanusiaan. Program dakwah dan sosial keagamaan. Melalui berbagai program tersebut, zakat tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sosial yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Manfaat Zakat bagi Masyarakat Menunaikan zakat memberikan manfaat yang luas, baik bagi muzaki maupun mustahik. Beberapa manfaat tersebut antara lain: Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kurang mampu. Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Menumbuhkan rasa kepedulian serta solidaritas antarsesama. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahan. Melalui zakat, masyarakat diajak untuk saling membantu sehingga tercipta kehidupan yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera. Keutamaan Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan kepastian bahwa dana yang dititipkan akan dikelola sesuai dengan prinsip syariat Islam serta disalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak menerima. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadikan zakat mampu memberikan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya Zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama. Setiap zakat yang ditunaikan memiliki peran penting dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari salurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita wujudkan masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.
ARTIKEL30/07/2026 | Ayu - Magang
Membangun Kepedulian Sosial melalui Keutamaan Bersedekah
Membangun Kepedulian Sosial melalui Keutamaan Bersedekah
Kepedulian sosial merupakan salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap peduli terhadap sesama mencerminkan rasa empati, kasih sayang, dan keinginan untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Dalam ajaran Islam, salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian sosial adalah melalui sedekah. Sedekah tidak hanya menjadi bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarindividu dalam masyarakat. Dengan bersedekah, seseorang dapat memberikan manfaat bagi orang lain, membantu meringankan kesulitan, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis. Di tengah berbagai permasalahan sosial seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, semangat bersedekah memiliki peran yang besar dalam membantu masyarakat. Melalui kebiasaan berbagi, masyarakat dapat saling mendukung dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Pengertian Sedekah dalam Islam Sedekah berasal dari kata shadaqah yang berarti pemberian dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Dalam Islam, sedekah merupakan amalan yang dilakukan seseorang secara sukarela untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Sedekah sering dikaitkan dengan pemberian berupa harta atau materi, namun sebenarnya makna sedekah jauh lebih luas. Segala bentuk kebaikan yang memberikan manfaat bagi orang lain juga termasuk sedekah. Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, berbagi ilmu, membantu pekerjaan orang lain, hingga memberikan senyuman kepada sesama merupakan bentuk sedekah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah."(HR. Tirmidzi) Hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memberikan manfaat kepada orang lain, baik melalui harta maupun tindakan sederhana. Keutamaan Bersedekah bagi Kehidupan Sedekah memiliki banyak keutamaan yang memberikan manfaat tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi orang yang melakukannya. Beberapa keutamaan tersebut antara lain: 1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT Bersedekah merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Ketika seseorang berbagi dengan ikhlas, ia menunjukkan kepedulian terhadap sesama sekaligus menjalankan perintah agama. Sedekah juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keimanan karena mengajarkan manusia agar tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain. 2. Membersihkan Hati dari Sifat Kikir Salah satu manfaat sedekah adalah melatih seseorang agar terhindar dari sifat kikir dan terlalu mencintai harta secara berlebihan. Kebiasaan berbagi dapat membentuk pribadi yang lebih dermawan, rendah hati, dan memiliki rasa empati yang tinggi. Dengan bersedekah, seseorang belajar bahwa harta yang dimiliki bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membantu orang lain. 3. Mendatangkan Keberkahan Dalam ajaran Islam, sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Sebaliknya, Allah SWT menjanjikan keberkahan bagi orang-orang yang gemar berbagi. Keberkahan tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti ketenangan hati, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta bertambahnya manfaat dari harta yang dimiliki. Sedekah sebagai Bentuk Kepedulian Sosial Kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui rasa simpati, tetapi juga melalui tindakan nyata. Sedekah menjadi salah satu bentuk tindakan yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan. Melalui sedekah, seseorang dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, memberikan dukungan kepada korban bencana, membantu pendidikan anak-anak, serta mendukung berbagai kegiatan sosial. Selain memberikan bantuan secara langsung, sedekah juga mampu memperkuat hubungan sosial. Ketika masyarakat memiliki kebiasaan saling membantu, akan tumbuh rasa kebersamaan dan solidaritas yang semakin kuat. Peran Sedekah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sedekah memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana sedekah yang dikelola dengan baik dapat digunakan untuk berbagai program sosial yang memberikan manfaat jangka panjang. Beberapa bentuk pemanfaatan sedekah antara lain: Bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan. Program pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Bantuan kesehatan dan pengobatan. Pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana. Melalui pengelolaan yang tepat, sedekah tidak hanya menjadi bantuan sementara, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam membantu masyarakat menjadi lebih mandiri. Membangun Budaya Bersedekah di Tengah Masyarakat Budaya bersedekah perlu terus ditumbuhkan agar nilai kepedulian sosial semakin kuat. Kebiasaan berbagi dapat dimulai dari hal-hal sederhana sesuai dengan kemampuan masing-masing. Seseorang tidak harus menunggu memiliki harta yang banyak untuk bersedekah. Hal kecil seperti berbagi makanan, membantu tetangga, menyumbangkan barang yang masih layak digunakan, atau memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan juga memiliki nilai kebaikan. Dengan membangun kebiasaan bersedekah, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih peduli, saling mendukung, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial. Peran Lembaga Sosial dalam Mengelola Sedekah Agar manfaat sedekah dapat dirasakan lebih luas, penyaluran sedekah dapat dilakukan melalui lembaga sosial atau lembaga amil yang terpercaya. Lembaga seperti BAZNAS memiliki peran dalam menghimpun dan menyalurkan dana sosial secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Melalui pengelolaan yang baik, dana sedekah dapat disalurkan untuk berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan. Keberadaan lembaga pengelola sedekah juga membantu masyarakat agar kontribusi yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dampak Positif Sedekah bagi Kehidupan Sosial Sedekah memberikan dampak yang luas dalam kehidupan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan orang lain, sedekah juga membangun hubungan sosial yang lebih kuat. Beberapa dampak positif sedekah antara lain: Meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Mengurangi kesenjangan sosial. Memperkuat semangat gotong royong. Membantu masyarakat yang membutuhkan. Menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis. Dengan menjadikan sedekah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat bersama-sama membangun kehidupan yang lebih peduli dan penuh keberkahan.
ARTIKEL29/07/2026 | Sisil - Magang
Dari Uang Saku Menjadi Ladang Pahala: Yuk, Biasakan Berinfak!
Dari Uang Saku Menjadi Ladang Pahala: Yuk, Biasakan Berinfak!
Bagi sebagian orang, uang saku hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan, minuman, atau keperluan sekolah. Namun, pernahkah terpikir bahwa sebagian kecil dari uang saku tersebut dapat menjadi jalan untuk berbagi dan membawa manfaat bagi orang lain? Kebiasaan berinfak tidak harus dimulai saat seseorang telah memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap. Justru, kebiasaan baik ini akan lebih bermakna jika dibangun sejak usia muda. Membentuk Karakter Melalui Kebiasaan Berinfak Berinfak mengajarkan bahwa berbagi bukan diukur dari seberapa besar nominal yang diberikan, melainkan dari keikhlasan hati. Menyisihkan sedikit uang saku secara rutin dapat melatih rasa peduli terhadap sesama, membiasakan hidup sederhana, dan menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang dimiliki. Bagi pelajar maupun generasi muda, kebiasaan ini juga menjadi latihan untuk mengelola keuangan secara lebih bijaksana. Ketika seseorang mampu menyisihkan sebagian uangnya untuk membantu orang lain, secara tidak langsung ia sedang belajar menentukan prioritas dan menggunakan rezeki dengan penuh tanggung jawab. Kebaikan Kecil yang Memberikan Dampak Besar Nominal infak mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang. Dana yang dihimpun melalui BAZNAS Kota Surabaya disalurkan untuk mendukung berbagai program, mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, setiap infak yang diberikan menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan penuh kepedulian. Mulai Hari Ini, Mulai dari Uang Saku Membiasakan berinfak tidak membutuhkan alasan untuk menunggu. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kebiasaan baik yang terus terbawa hingga dewasa. Selain memberikan manfaat bagi penerima, infak juga menjadi pengingat bahwa setiap rezeki yang kita miliki mengandung hak bagi mereka yang membutuhkan. Mari jadikan uang saku sebagai awal dari kebiasaan berbagi. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, setiap infak yang ditunaikan dapat menjadi ladang pahala sekaligus menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL29/07/2026 | cyntia - Magang
Mengenal 8 Golongan Penerima Zakat dalam Islam
Mengenal 8 Golongan Penerima Zakat dalam Islam
Zakat merupakan ibadah yang memiliki peran besar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Selain menjadi kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, zakat juga menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, tidak semua orang dapat menerima zakat. Dalam ajaran Islam, terdapat delapan golongan atau asnaf yang berhak menerima zakat sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Allah SWT telah menetapkan 8 golongan penerima zakat agar penyalurannya dilakukan secara adil dan tepat sasaran. Delapan golongan tersebut meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Golongan fakir merupakan orang yang hampir tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sementara itu, golongan miskin adalah mereka yang memiliki pekerjaan atau penghasilan, tetapi jumlahnya belum cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, terdapat amil zakat, yaitu pihak yang diberi amanah untuk mengelola penghimpunan dan pendistribusian zakat. Mualaf juga termasuk golongan penerima zakat sebagai bentuk dukungan dalam memperkuat keimanan mereka setelah memeluk agama Islam. Adapun riqab merujuk pada pembebasan hamba sahaya pada masa lalu. Meskipun konteksnya telah berkembang, nilai yang terkandung di dalamnya tetap mengajarkan pentingnya membantu sesama agar terbebas dari berbagai bentuk keterbatasan dan penindasan. Selanjutnya, gharim adalah orang yang memiliki utang karena kebutuhan yang dibenarkan syariat dan belum mampu melunasinya. Golongan berikutnya adalah fisabilillah, yaitu mereka yang berjuang untuk kemaslahatan umat melalui kegiatan yang bernilai ibadah dan sosial. Terakhir, ibnu sabil merupakan musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan sehingga membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjalanannya. Pentingnya Menyalurkan Zakat Melalui Lembaga Resmi Memahami 8 golongan penerima zakat menjadi langkah penting agar zakat yang ditunaikan benar-benar sampai kepada pihak yang berhak. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi juga membantu memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL29/07/2026 | cyntia - Magang
Peran BAZNAS dalam Pengelolaan Zakat untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Peran BAZNAS dalam Pengelolaan Zakat untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Selain menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, zakat juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam Islam, zakat tidak hanya dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai mekanisme distribusi kekayaan agar tidak hanya beredar di kalangan tertentu. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat yang sangat besar. Potensi tersebut apabila dikelola secara optimal dapat menjadi sumber pembiayaan pembangunan sosial yang mampu membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses layanan kesehatan, serta memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai dengan prinsip syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan, pemerintah membentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam menghimpun, mengelola, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat secara nasional. Keberadaan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui berbagai inovasi dan program pemberdayaan, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga mengembangkan berbagai program produktif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mustahik sehingga mampu menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mengenal BAZNAS sebagai Lembaga Pengelola Zakat Nasional Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Lembaga ini memiliki kewenangan untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional dengan mengedepankan prinsip syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, akuntabilitas, dan integrasi. Sebagai lembaga resmi, BAZNAS bertanggung jawab mengoordinasikan pengelolaan zakat bersama BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah memperoleh izin dari pemerintah. Sinergi tersebut bertujuan agar penghimpunan dan pendistribusian zakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Selain mengelola zakat, BAZNAS juga menghimpun dan mendayagunakan dana infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya, serta berbagai dana kemanusiaan yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Pentingnya Pengelolaan Zakat yang Profesional Potensi zakat di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. Namun, besarnya potensi tersebut hanya dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Pengelolaan zakat yang baik memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: Memastikan zakat diterima oleh golongan yang berhak (mustahik); Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat; Mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk program pemberdayaan; Menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat; Mendukung pembangunan ekonomi nasional. Melalui sistem pengelolaan yang terencana, dana zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat. Peran BAZNAS dalam Menghimpun Dana Zakat Salah satu tugas utama BAZNAS adalah menghimpun dana zakat dari masyarakat. Penghimpunan dilakukan melalui berbagai pendekatan agar semakin banyak umat Islam dapat menunaikan zakat dengan mudah. BAZNAS terus mengembangkan sistem pembayaran zakat berbasis digital melalui aplikasi, mobile banking, internet banking, QRIS, marketplace, hingga berbagai platform pembayaran elektronik. Selain itu, BAZNAS juga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, lembaga pendidikan, masjid, serta komunitas masyarakat. Kemudahan layanan tersebut memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menyalurkan zakat tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. Di sisi lain, BAZNAS juga aktif melakukan edukasi mengenai pentingnya zakat melalui seminar, pelatihan, kajian keislaman, media sosial, serta berbagai kampanye literasi zakat. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa zakat memiliki manfaat besar, baik bagi pemberi zakat (muzaki) maupun penerima zakat (mustahik). Peran BAZNAS dalam Mendistribusikan Dana Zakat Setelah dana zakat berhasil dihimpun, tahap berikutnya adalah pendistribusian kepada pihak-pihak yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 dijelaskan bahwa zakat diperuntukkan bagi delapan golongan (asnaf), yaitu: Fakir, Miskin, Amil zakat, Mualaf, Riqab (hamba sahaya), Gharimin (orang yang memiliki utang karena kebutuhan yang dibenarkan syariat), Fisabilillah, Ibnu sabil. BAZNAS melakukan proses pendataan, verifikasi, survei lapangan, dan asesmen sebelum menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan. Penyaluran zakat juga dilakukan secara merata dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kerentanan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Peran BAZNAS dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Salah satu transformasi terbesar dalam pengelolaan zakat di Indonesia adalah perubahan paradigma dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan ekonomi. BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, tetapi juga membantu masyarakat agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. Program pemberdayaan ekonomi dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sehingga mereka mampu keluar dari garis kemiskinan. Beberapa bentuk program pemberdayaan ekonomi antara lain: Bantuan modal usaha mikro; Pendampingan UMKM; Pelatihan kewirausahaan; Bantuan alat produksi; Pemberdayaan petani dan peternak; Pemberdayaan nelayan; Pelatihan keterampilan kerja; Pengembangan ekonomi desa berbasis zakat. Melalui program tersebut, mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pendampingan sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan. Program Pendidikan BAZNAS Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, BAZNAS mengembangkan berbagai program pendidikan yang ditujukan kepada masyarakat kurang mampu. Program pendidikan BAZNAS meliputi: Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa; Bantuan perlengkapan sekolah; Bantuan biaya pendidikan; Bembinaan karakter dan kepemimpinan; Belatihan keterampilan bagi generasi muda; Dukungan bagi lembaga pendidikan Islam. Melalui program tersebut, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Program Kesehatan BAZNAS Selain pendidikan, kesehatan juga menjadi fokus utama dalam pendayagunaan dana zakat. BAZNAS menghadirkan berbagai layanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, di antaranya: Bantuan biaya pengobatan; Pemeriksaan kesehatan gratis; Layanan ambulans; Penyediaan alat kesehatan; Bantuan gizi bagi keluarga kurang mampu; Pelayanan kesehatan bagi korban bencana; Kegiatan promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Program kesehatan ini membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Program Kemanusiaan dan Kebencanaan Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana alam. Dalam kondisi tersebut, BAZNAS berperan aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Bentuk bantuan yang diberikan meliputi: Distribusi makanan siap saji. Bantuan logistik. Layanan kesehatan darurat. Penyediaan air bersih. Pembangunan hunian sementara. Rehabilitasi rumah warga. Pemulihan ekonomi pascabencana. Melalui program kemanusiaan, BAZNAS hadir tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai. Program Dakwah dan Advokasi Selain bidang sosial dan ekonomi, BAZNAS juga menjalankan berbagai program dakwah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat serta nilai-nilai kepedulian sosial dalam Islam. Program tersebut meliputi pembinaan mualaf, pembangunan sarana ibadah, pembinaan dai, kegiatan keagamaan, edukasi zakat, hingga penguatan literasi keuangan syariah. Kegiatan dakwah ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat nasional. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam pengelolaan zakat. Oleh sebab itu, BAZNAS terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui berbagai langkah, seperti penyusunan laporan keuangan secara berkala, audit oleh auditor independen, pengawasan internal, serta publikasi laporan penghimpunan dan penyaluran dana zakat. Pemanfaatan teknologi informasi juga mendukung proses pengelolaan zakat menjadi lebih terbuka. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai program, laporan keuangan, hingga perkembangan penyaluran dana melalui berbagai media resmi yang disediakan BAZNAS. Penerapan prinsip transparansi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan muzaki sekaligus mendorong pertumbuhan penghimpunan zakat dari tahun ke tahun. Tantangan Pengelolaan Zakat di Indonesia Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, pengelolaan zakat di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah masih rendahnya literasi masyarakat mengenai pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Sebagian masyarakat masih memilih menyalurkan zakat secara langsung sehingga pendistribusian sering kali belum merata. Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara potensi zakat nasional dengan realisasi penghimpunan setiap tahunnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya edukasi, sosialisasi, serta inovasi layanan yang lebih luas agar masyarakat semakin percaya dan terdorong untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS maupun lembaga amil zakat resmi lainnya. Tantangan lain meliputi perkembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola organisasi, serta perlunya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pembangunan sosial.
ARTIKEL24/07/2026 | Nadia - Magang
Zakat Pertanian: Perhitungan Zakat Padi Tadah Hujan
Zakat Pertanian: Perhitungan Zakat Padi Tadah Hujan
Padi merupakan salah satu komoditas pertanian utama masyarakat Indonesia. Bagi para petani, setiap kali masa panen tiba adalah momen yang penuh keberkahan dan rasa syukur. Namun, di balik keberhasilan panen tersebut, ada kewajiban syariat yang tidak boleh dilupakan, yaitu zakat pertanian (zakat hasil bumi). Meskipun wilayah perkotaan seperti Surabaya identik dengan industri dan perdagangan, potensi sektor pertanian di pinggiran kota maupun pengelolaan zakat dari para muzaki pemilik lahan tetap menjadi perhatian BAZNAS Kota Surabaya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah: Bagaimana ketentuan zakat panen padi yang mengandalkan sistem irigasi tadah hujan? Apa Itu Zakat Pertanian? Zakat pertanian adalah zakat yang dikeluarkan dari hasil panen tanaman atau tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis, seperti makanan pokok (padi, gandum, jagung) atau buah-buahan. Kewajiban ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjentera dan yang tidak berjentera, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin)..." (QS. Al-An’am: 141) Nisab Zakat Pertanian Padi Sebelum menunaikan zakat, petani wajib mengetahui apakah hasil panennya sudah mencapai nisab (batas minimum wajib zakat) atau belum. Nisab Zakat Padi: 5 Wasaq Jika dikonversi ke bahan makanan pokok setara dengan 653 kg gabah/beras (atau setara 520 kg jika sudah dalam bentuk beras bersih, bergantung pada standar perhitungan ulama/fatwa MUI). Waktu Pengeluaran: Dikeluarkan setiap kali panen (tidak perlu menunggu satu tahun atau haul). Besaran Zakat Padi dengan Tadah Hujan Kadar zakat pertanian sangat dipengaruhi oleh biaya dan tingkat kesulitan pengairan lahan. Rasulullah SAW bersabda: "Tanaman yang disiram dengan air hujan atau mata air atau air serapan, zakatnya adalah 10%. Sedangkan yang disiram dengan menggunakan pengairan (alat/biaya), zakatnya adalah 5%." (HR. Bukhari) Ketentuan Persentase: Irgasi Tadah Hujan / Alami (10%): Tanaman yang dialiri sepenuhnya oleh air hujan, sungai, atau sumber air alami tanpa memerlukan biaya operasional alat penyiram/pompa. Irigasi Berbayar / Pompa Air (5%): Tanaman yang pengairannya membutuhkan biaya operasional (seperti membeli bahan bakar pompa air atau membayar biaya irigasi). Penting untuk Dipahami: Karena sawah tadah hujan mengandalkan kemurahan air hujan alami tanpa biaya pengairan yang besar, maka kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah 10% dari total hasil panen. Contoh Perhitungan Zakat Padi Tadah Hujan Pak Ahmad memiliki lahan sawah tadah hujan di wilayah Surabaya Barat. Saat masa panen tiba, beliau berhasil memanen 2 ton (2.000 kg) gabah. Cek Nisab: Hasil panen Pak Ahmad (2.000 kg) > Nisab (653 kg). Maka Pak Ahmad wajib berzakat. Hitung Kadar Zakat (10%): Zakat = 2.000kg × 10% = 200kg gabah Jadi, zakat yang wajib dikeluarkan Pak Ahmad adalah 200 kg gabah (atau bisa dikonversikan ke dalam bentuk uang tunai sesuai dengan harga pasar gabah/beras saat panen). Salurkan Zakat Pertanian Anda Melalui BAZNAS Kota Surabaya Menunaikan zakat pertanian bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga bentuk pembersihan harta agar hasil panen berikutnya semakin berkah dan melimpah. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat pertanian yang Anda salurkan akan dikelola secara amanah, transparan, dan didistribusikan kepada para mustahik yang berhak (seperti fakir, miskin, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat) di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
ARTIKEL24/07/2026 | Nadia - Magang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.

Lihat Daftar Rekening →