Artikel Terbaru
Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki: Peran Zakat Produktif dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi
Zakat bukan sekadar sarana untuk meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu secara instan. Lebih dari itu, instrumen keuangan Islam ini memiliki potensi besar sebagai alat pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang tepat, BAZNAS Kota Surabaya berikhtiar mewujudkan visi besar: Mengubah Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzakki (pemberi zakat).
Bagaimana peran zakat produktif dalam memutus rantai kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi warga Surabaya? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Memahami Perbedaan Zakat Konsumtif dan Zakat Produktif
Dalam penyalurannya, penyaluran dana zakat umumnya dibagi menjadi dua pendekatan utama:
Zakat Konsumtif: Diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) atau sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar (daruriyat) mendesak, seperti pangan, biaya berobat, atau tanggap bencana.
Zakat Produktif: Diberikan dalam bentuk modal usaha, alat kerja, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan bisnis agar penerima zakat memiliki penghasilan mandiri yang berkelanjutan.
Prinsip Utama: Jika zakat konsumtif berfungsi sebagai "penambal luka" sementara, maka zakat produktif bekerja sebagai "pancingan" agar masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri.
Strategi BAZNAS Kota Surabaya dalam Pemberdayaan Ekonomi
Untuk memastikan modal usaha yang diberikan tidak habis begitu saja, BAZNAS Kota Surabaya menerapkan strategi pemberdayaan terpadu melalui beberapa langkah kunci:
1. Pemetaan dan Seleksi Berbasis Potensi
Tidak semua mustahik langsung diberikan modal usaha. BAZNAS Surabaya melakukan verifikasi faktual dan asesmen potensi usaha untuk memastikan bahwa penerima manfaat memiliki niat, komitmen, serta kapasitas dasar untuk mengelola usaha.
2. Bantuan Modal dan Alat Kerja Spasifik
Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Misalnya, penyerahan rombong usaha, mesin jahit, peralatan kuliner, atau modal kerja awal bagi pelaku UMKM Surabaya.
3. Pelatihan dan Pendampingan Usaha
Bantuan modal tanpa pendampingan berisiko gagal. Oleh karena itu, BAZNAS Surabaya membekali para pengusaha dhuafa dengan:
Pelatihan manajemen keuangan sederhana.
Pemasaran produk secara digital (digital marketing).
Inovasi dan pengemasan produk (packaging).
4. Pendampingan Spiritual dan Karakter
Selain keahlian bisnis, para pelaku usaha binaan juga diberikan pembinaan kerohanian agar senantiasa mendasarkan ikhtiar usahanya pada nilai-nilai syariah, kejujuran, dan keberkahan.
Proses Transformasi: Dari Mustahik Menuju Muzakki
Proses mengubah roda nasib seseorang tentu membutuhkan waktu dan konsistensi. Berikut adalah alur transformasi pemberdayaan zakat produktif:
Tahap 1: Mustahik > Menerima Modal & Pendampingan
Tahap 2: Munfiq > Usaha Tumbuh & Mulai Berinfak/Sedekah
Tahap 3: Muzakki > Ekonomi Mandiri & Wajib Berzakat
Tahap Ketergantungan (Mustahik): Seseorang berada di bawah garis kemiskinan dan membutuhkan bantuan dasar serta dorongan awal.
Tahap Kemandirian (Munfiq): Usaha mulai berkembang, kebutuhan harian terpenuhi, dan mulai menyisihkan sebagian rezeki untuk berinfak atau bersedekah (Munfiq).
Tahap Keberlanjutan (Muzakki): Penghasilan usaha telah menembus batas nisab zakat. Di titik inilah seseorang resmi bertransformasi menjadi Muzakki yang membantu warga dhuafa lainnya.
Gotong Royong Mewujudkan Surabaya Mandiri
Keberhasilan program zakat produktif tidak lepas dari peran aktif para muzakki yang menunaikan zakatnya secara rutin. Setiap rupiah zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Surabaya menjadi investasi sosial yang terus memutar roda perekonomian warga Kota Pahlawan.
Mari bersama-sama kita perkuat gerakan zakat produktif untuk menciptakan lebih banyak muzakki baru di Surabaya.
ARTIKEL24/07/2026 | Nadia - Magang
Keutamaan Sedekah di Hari Jumat: Menebari Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian Sosial Bersama BAZNAS
Dalam ajaran Islam, hari Jumat dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari. Hari yang penuh keberkahan ini menjadi kesempatan istimewa bagi setiap muslim untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, memperbanyak doa, membaca Surah Al-Kahfi, dan meningkatkan amal kebaikan, salah satunya melalui sedekah.
Sedekah di hari Jumat bukan sekadar memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang mampu menghadirkan kebahagiaan, mengurangi beban sesama, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Melalui semangat Jumat Berkah, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hari Jumat sebagai momentum memperbanyak zakat, infak, dan sedekah demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Sedekah sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Islam mengajarkan bahwa harta yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, sedekah menjadi salah satu amalan yang mampu menumbuhkan rasa empati, menghilangkan sifat kikir, serta mempererat hubungan antarsesama.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kepedulian sosial menjadi nilai yang sangat penting. Sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan agar mereka mampu bangkit dan hidup lebih mandiri.
Semangat berbagi inilah yang menjadi landasan berbagai program BAZNAS dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BAZNAS Mengelola Amanah untuk Kemaslahatan Umat
Sebagai lembaga resmi pemerintah yang bertugas menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan prinsip amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.
Dana ZIS yang dihimpun dari para muzaki disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, di antaranya:
Program Pendidikan, berupa beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Program Kesehatan, melalui bantuan biaya pengobatan, layanan kesehatan, dan bantuan alat kesehatan.
Program Pemberdayaan Ekonomi, berupa bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha bagi mustahik.
Program Kemanusiaan, melalui bantuan bagi korban bencana, keluarga dhuafa, serta masyarakat yang mengalami kondisi darurat.
Program Dakwah dan Advokasi, sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui pengelolaan yang terstruktur dan tepat sasaran, setiap sedekah yang dititipkan kepada BAZNAS akan memberikan manfaat yang luas serta berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menghidupkan Semangat Jumat Berkah Bersama BAZNAS
Hari Jumat merupakan kesempatan terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Ketika sedekah dilakukan secara rutin, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga memberikan ketenangan hati, keberkahan rezeki, serta menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir.
Program-program Jumat Berkah yang dilaksanakan BAZNAS menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Bantuan pangan, santunan kepada kaum dhuafa, dukungan pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi merupakan bentuk nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan sosial.
Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Mari Menjadi Bagian dari Gerakan Kebaikan
Kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, seperti menyisihkan sebagian rezeki setiap hari Jumat untuk membantu sesama. Ketika dilakukan secara bersama-sama, kebaikan kecil akan berubah menjadi kekuatan besar yang mampu menghadirkan harapan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai budaya hidup sekaligus bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, kita turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, mandiri, dan sejahtera.
Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai momentum menebar kebaikan. Bersama BAZNAS, setiap sedekah yang kita tunaikan bukan hanya menjadi bantuan bagi sesama, tetapi juga menjadi investasi amal yang akan terus mengalir manfaat dan keberkahannya.
ARTIKEL24/07/2026 | Sisil - Magang
Keutamaan Berinfak: Amalan Sederhana dengan Pahala Berlipat
Infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui infak, seorang Muslim dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama sekaligus memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan tertentu, infak dapat dilakukan kapan saja dan dalam jumlah berapa pun sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dalam kehidupan sehari-hari, infak menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Meskipun nilainya tidak besar, infak yang diberikan dengan hati yang ikhlas akan memberikan manfaat yang berarti bagi penerima sekaligus menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan infak secara amanah, profesional, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dasar Hukum Infak
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan. Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261).
Allah SWT juga berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik..."(QS. Al-Baqarah: 267).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa infak merupakan amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus sarana untuk membantu sesama.
Apa Itu Infak?
Infak adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan yang diridhai Allah SWT. Berbeda dengan zakat, infak tidak memiliki syarat nisab maupun haul sehingga dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
Infak dapat diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, lembaga sosial, maupun masyarakat yang membutuhkan. Kebiasaan berinfak juga menjadi salah satu cara untuk melatih sifat dermawan dan mengurangi kecintaan yang berlebihan terhadap harta.
Keutamaan Berinfak
Berinfak memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, infak juga membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, mempererat tali persaudaraan, serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Infak yang dilakukan secara ikhlas juga menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir. Semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh penerima, semakin besar pula nilai kebaikan yang diperoleh di sisi Allah SWT.
Mengapa Menyalurkan Infak Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menyalurkan infak melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan jaminan bahwa dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Infak yang dihimpun akan disalurkan melalui berbagai program, antara lain:
Program pendidikan.
Program kesehatan.
Program pemberdayaan ekonomi.
Program kemanusiaan.
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui pengelolaan yang amanah, infak tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Keberkahan Berinfak
Setiap infak yang diberikan dengan ikhlas tidak akan mengurangi harta, justru menjadi sebab datangnya keberkahan. Infak mengajarkan umat Islam untuk lebih peduli terhadap sesama serta menumbuhkan rasa syukur atas setiap nikmat yang dimiliki.
Dengan membiasakan diri berinfak, setiap Muslim turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, dan sejahtera.
Mari Salurkan Infak Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Infak bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan infak melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada penerima manfaat melalui berbagai program yang berdampak nyata.
Mari jadikan infak sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, kita dapat memperluas manfaat, memperkuat kepedulian sosial, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
ARTIKEL24/07/2026 | Ayu - Magang
Mengapa Berzakat Melalui BAZNAS? Ini Manfaat yang Perlu Diketahui
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membantu mewujudkan kesejahteraan umat. Selain menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, zakat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta, menyucikan jiwa, serta mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Saat ini, masyarakat memiliki berbagai pilihan dalam menyalurkan zakat. Sebagian memilih memberikan zakat secara langsung kepada penerima, sementara sebagian lainnya mempercayakan penyalurannya kepada lembaga pengelola zakat. Dalam hal ini, BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun dan mengelola zakat secara profesional sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bukan hanya memberikan kemudahan bagi muzaki, tetapi juga memastikan bahwa dana zakat dikelola secara amanah, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan sehingga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dasar Hukum Menunaikan Zakat
Kewajiban menunaikan zakat telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...".(QS. At-Taubah: 103).
Allah SWT juga berfirman:
"Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah." (QS. At-Taubah: 60).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki aturan yang jelas, baik mengenai kewajiban menunaikannya maupun pihak-pihak yang berhak menerima zakat. Oleh karena itu, pengelolaan zakat perlu dilakukan secara tepat agar penyalurannya sesuai dengan ketentuan syariat.
Mengapa Memilih Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?
BAZNAS merupakan lembaga resmi yang diberi amanah untuk mengelola zakat secara nasional. Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS menerapkan prinsip amanah, profesional, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat dengan rasa tenang dan percaya.
Selain itu, BAZNAS memiliki sistem pendataan, penghimpunan, dan pendistribusian yang terstruktur sehingga zakat dapat disalurkan kepada mustahik yang benar-benar berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Melalui pengelolaan yang baik, dana zakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Manfaat Berzakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
Pengelolaan zakat dilakukan secara amanah, profesional, dan transparan.
Penyaluran zakat tepat sasaran kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Dana zakat dimanfaatkan untuk program yang memberikan dampak jangka panjang.
Memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui berbagai layanan pembayaran.
Memberikan rasa tenang karena zakat dikelola sesuai syariat Islam.
Dengan berbagai manfaat tersebut, muzaki tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan.
Program Pendistribusian Zakat di BAZNAS Kota Surabaya
Dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Surabaya disalurkan melalui berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, antara lain:
Program pendidikan.
Program kesehatan.
Program pemberdayaan ekonomi.
Program kemanusiaan.
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui berbagai program tersebut, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para penerima manfaat.
Keutamaan Menunaikan Zakat Melalui Lembaga Resmi
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi memberikan banyak manfaat, baik bagi muzaki maupun mustahik. Muzaki memperoleh kemudahan dalam menunaikan kewajiban zakat, sementara mustahik memperoleh bantuan yang disalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan.
Pengelolaan zakat yang profesional juga membantu menciptakan pemerataan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian di tengah masyarakat.
Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat
Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita hadirkan keberkahan, memperkuat solidaritas sosial, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan berdampak.
ARTIKEL24/07/2026 | Ayu - Magang
Manfaat ZIS bagi Masyarakat: Solusi Nyata Mengatasi Kemiskinan
Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan sosial di Indonesia, termasuk di Kota Surabaya. Dalam konteks ini, Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hadir sebagai solusi nyata yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pengelolaan yang profesional oleh BAZNAS Kota Surabaya, ZIS mampu menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Apa Itu ZIS?
ZIS merupakan bentuk kepedulian sosial dalam Islam yang memiliki peran strategis dalam pemerataan ekonomi.
Zakat: Kewajiban bagi umat Islam yang mampu untuk menyisihkan sebagian hartanya.
Infak: Pengeluaran harta secara sukarela untuk kepentingan kebaikan.
Sedekah: Pemberian yang lebih luas, tidak terbatas pada materi.
Ketiganya memiliki tujuan utama yaitu membantu sesama, khususnya golongan mustahik (penerima manfaat).
Manfaat ZIS bagi Masyarakat
1. Mengurangi Angka Kemiskinan
ZIS membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal. Program bantuan langsung yang disalurkan BAZNAS menjadi solusi cepat dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat.
2. Mendorong Kemandirian Ekonomi
Tidak hanya bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Surabaya juga menjalankan program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, dan pendampingan bisnis. Hal ini membantu mustahik bertransformasi menjadi muzakki.
3. Meningkatkan Akses Pendidikan
ZIS digunakan untuk memberikan beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.
4. Mendukung Layanan Kesehatan
Melalui dana ZIS, masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan biaya pengobatan, alat kesehatan, hingga layanan kesehatan gratis.
5. Memperkuat Solidaritas Sosial
ZIS menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan antar masyarakat. Dengan berbagi, tercipta hubungan sosial yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Peran BAZNAS Kota Surabaya
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Surabaya memiliki berbagai program unggulan dalam menyalurkan ZIS secara tepat sasaran, di antaranya:
Program bantuan sosial dan kemanusiaan
Program pemberdayaan ekonomi (UMKM binaan)
Program pendidikan dan kesehatan
Gerakan sadar zakat seperti RakSaZa (Gerakan Sadar Zakat)
Dengan sistem yang transparan dan akuntabel, BAZNAS memastikan setiap dana yang dihimpun memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
ZIS sebagai Solusi Berkelanjutan
ZIS bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga investasi sosial jangka panjang. Dengan pengelolaan yang tepat, ZIS mampu menciptakan siklus kebaikan: dari membantu kebutuhan dasar hingga menciptakan kemandirian ekonomi.
Penutup
Manfaat ZIS bagi masyarakat sangat luas dan nyata, mulai dari mengurangi kemiskinan hingga meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya menjadi langkah penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Mari bersama wujudkan Surabaya yang lebih sejahtera melalui ZIS!
ARTIKEL24/07/2026 | Icha - Magang
Mengisi Bulan Safar dengan Kebaikan Bersama BAZNAS untuk Kesejahteraan Umat
Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriyah yang seringkali disalahpahami oleh sebagian masyarakat. Padahal, dalam ajaran Islam, tidak ada bulan yang membawa kesialan. Justru, setiap waktu adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk di bulan Safar.
Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk mengisi Bulan Safar dengan berbagai amal kebaikan seperti zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna meningkatkan kesejahteraan umat.
Makna Bulan Safar dalam Islam
Dalam perspektif Islam, Bulan Safar adalah waktu yang sama mulianya dengan bulan lainnya. Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa Safar adalah bulan sial. Rasulullah SAW justru mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, daripada mempercayai mitos yang tidak berdasar, Bulan Safar seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
Peran ZIS dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS Kota Surabaya menyalurkan dana ZIS kepada mustahik dalam berbagai program, seperti:
Bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat prasejahtera
Program pendidikan untuk pelajar kurang mampu
Bantuan kesehatan dan alat bantu disabilitas
Pemberdayaan ekonomi melalui UMKM
Dengan berzakat dan bersedekah, masyarakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu menciptakan kesejahteraan yang merata.
Mengisi Bulan Safar dengan Amal Nyata
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi Bulan Safar dengan kebaikan, di antaranya:
1. Menunaikan Zakat Tepat Waktu
Pastikan kewajiban zakat ditunaikan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran.
2. Memperbanyak Infak dan Sedekah
Tidak harus menunggu kaya, setiap orang bisa berbagi sesuai kemampuan.
3. Berpartisipasi dalam Program Sosial
Ikut serta dalam program BAZNAS seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif.
4. Menyebarkan Edukasi Kebaikan
Mengajak orang lain untuk peduli melalui media sosial atau lingkungan sekitar.
Komitmen BAZNAS Kota Surabaya untuk Umat
BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi lembaga terpercaya dalam pengelolaan zakat. Dengan transparansi dan akuntabilitas, setiap dana yang dititipkan oleh muzaki disalurkan secara tepat guna untuk membantu mustahik.
Melalui berbagai program unggulan, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sehingga mereka dapat bangkit dan bahkan menjadi muzaki di masa depan.
Penutup
Bulan Safar bukanlah bulan untuk ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari isi Bulan Safar dengan zakat, infak, dan sedekah demi mewujudkan kesejahteraan umat.
Kebaikan yang kita tanam hari ini, akan menjadi keberkahan di masa depan.
ARTIKEL24/07/2026 | Icha - Magang
Membangun Kepedulian Sosial Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah Bersama BAZNAS
Kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu nilai penting yang diajarkan dalam Islam. Manusia tidak hanya diperintahkan untuk beribadah secara pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu dan memperhatikan kondisi masyarakat di sekitarnya.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi oleh sebagian masyarakat, seperti keterbatasan akses pendidikan, kebutuhan kesehatan, kesulitan ekonomi, hingga dampak bencana, diperlukan adanya kepedulian bersama untuk menghadirkan solusi nyata.
Salah satu bentuk kepedulian sosial yang memiliki dampak besar adalah melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). ZIS bukan hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mampu memperkuat solidaritas, mengurangi kesenjangan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kehadiran BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), masyarakat diberikan kemudahan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya. Dana yang dihimpun kemudian dikelola secara profesional dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Peran BAZNAS dalam Mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana ZIS agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS mengedepankan prinsip:
1. Amanah dalam Mengelola Dana Umat
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga. BAZNAS memastikan bahwa dana tersebut dikelola sesuai ketentuan syariat dan diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
2. Profesional dalam Pelayanan
BAZNAS terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui sistem pengelolaan yang modern, penggunaan teknologi digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pengelolaan ZIS berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
3. Transparan dan Akuntabel
Kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat. Oleh karena itu, BAZNAS menerapkan sistem pelaporan yang transparan agar masyarakat mengetahui bahwa dana yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat bagi para mustahik.
Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Selama ini, zakat sering dipahami hanya sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi sarana pemberdayaan yang mampu membantu masyarakat menjadi lebih mandiri.
BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga menjalankan berbagai program produktif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mustahik.
Beberapa bentuk program pemberdayaan melalui dana ZIS antara lain:
1. Program Pendidikan
Pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian besar. Melalui dana zakat dan infak, BAZNAS membantu menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan pendidikan tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
2. Program Kesehatan
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. BAZNAS menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar mereka tetap mendapatkan pelayanan yang layak.
3. Program Pemberdayaan Ekonomi
Salah satu tujuan utama zakat adalah menciptakan kemandirian ekonomi umat. Oleh karena itu, BAZNAS menjalankan program pemberdayaan melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. Melalui program zakat produktif, mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi hingga mampu menjadi muzaki di masa depan.
4. Program Kemanusiaan
Dalam menghadapi berbagai kondisi darurat seperti bencana alam maupun musibah sosial, BAZNAS turut hadir memberikan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok, layanan tanggap darurat, serta dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
5. Program Dakwah dan Pembinaan Keagamaan
BAZNAS juga berperan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman melalui kegiatan dakwah, pembinaan masyarakat, serta edukasi tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah.
Dampak ZIS dalam Mengurangi Kesenjangan Sosial
Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan sosial. Melalui dana ZIS, masyarakat yang memiliki kemampuan lebih dapat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hal ini menciptakan hubungan sosial yang lebih kuat antara muzaki dan mustahik. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan masyarakat yang lebih berdaya.
Membangun Kepercayaan Masyarakat Melalui Tata Kelola yang Baik
Keberhasilan pengelolaan zakat tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, BAZNAS terus berupaya menjaga kepercayaan tersebut melalui tata kelola yang baik.
Setiap dana yang terkumpul dikelola berdasarkan prinsip syariat Islam dan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60.
Dengan adanya pengelolaan yang amanah dan profesional, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, maupun sedekah dengan lebih mudah dan yakin bahwa kebaikan yang diberikan akan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Bersama BAZNAS Menebar Kebaikan Tanpa Batas
Kepedulian sosial bukan hanya tentang seberapa besar seseorang memberi, tetapi tentang bagaimana setiap kebaikan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan memiliki nilai besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sekecil apa pun kebaikan yang diberikan, dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Melalui semangat berbagi bersama BAZNAS, masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli, kuat, dan penuh keberkahan.
Mari bersama BAZNAS membangun kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kolaborasi antara masyarakat, lembaga zakat, dan berbagai pihak, kita dapat mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.
ARTIKEL23/07/2026 | Sisil - Magang
Selamat Hari Anak Nasional 2026: Anak Hebat, Indonesia Kuat
Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya. Mengusung semangat "Anak Hebat, Indonesia Kuat", peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi ajakan bagi kita semua untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Anak-anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga calon pemimpin masa depan. Mereka membutuhkan kasih sayang, pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang baik, serta lingkungan yang aman agar mampu berkembang menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Peran Bersama dalam Mewujudkan Generasi Unggul
Mewujudkan generasi hebat bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat.
Melalui kepedulian bersama, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan akses pendidikan, memenuhi kebutuhan gizi, menyediakan lingkungan yang ramah anak, hingga menghadirkan bantuan sosial bagi keluarga yang membutuhkan.
Zakat, Infak, dan Sedekah Menjadi Jembatan Kebaikan
Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi anak-anak.
Melalui dukungan para muzaki, dana ZIS disalurkan untuk berbagai program yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti bantuan pendidikan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga program sosial lainnya yang mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Semangat inilah yang terus dihadirkan melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), sebagai gerakan yang mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat sebagai budaya berbagi dan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Investasi Terbaik adalah Masa Depan Anak
Memberikan perhatian kepada anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menjadi langkah besar bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, mandiri, dan berkarakter.
Dengan semangat Hari Anak Nasional, mari kita terus menanamkan nilai kasih sayang, pendidikan, kepedulian sosial, serta doa dalam setiap langkah kehidupan anak-anak Indonesia.
Karena dari anak-anak yang tumbuh dengan bahagia, lahirlah Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan
Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebarkan manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah. Bersama, kita dapat menghadirkan lebih banyak senyum, harapan, dan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk meraih cita-citanya.
Selamat Hari Anak Nasional 2026.
Anak Hebat, Indonesia Kuat. Masa Depan Gemilang Dimulai dari Cinta, Pendidikan, dan Doa.
ARTIKEL23/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya
BAZNAS Hadir untuk Negeri: Dari Bantuan Sosial hingga Pemberdayaan Ekonomi
BAZNAS Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program unggulan. Dengan mengusung semangat “BAZNAS Hadir untuk Negeri”, lembaga ini tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi guna menciptakan kemandirian umat.
Peran Strategis BAZNAS dalam Kesejahteraan Masyarakat
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran penting dalam mendistribusikan dana umat secara tepat sasaran. Di Kota Surabaya, berbagai program telah dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan darurat hingga program jangka panjang yang berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang transparan dan profesional, BAZNAS memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan mampu memberikan dampak positif bagi mustahik (penerima manfaat).
Program Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran
BAZNAS Kota Surabaya hadir dengan berbagai program bantuan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti:
Bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu
Penyaluran bantuan kesehatan dan alat medis
Program bedah rumah untuk keluarga dhuafa
Bantuan konsumtif bagi masyarakat terdampak bencana
Program-program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh.
Pemberdayaan Ekonomi untuk Kemandirian Umat
Tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, BAZNAS juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi melalui program produktif. Beberapa di antaranya meliputi:
Bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM
Program rombong usaha untuk pedagang kecil
Pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan
Pendampingan usaha agar lebih berkembang dan berkelanjutan
Dengan adanya program ini, diharapkan para mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan.
Kolaborasi untuk Dampak Lebih Luas
Keberhasilan program BAZNAS tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga para donatur (muzaki). Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperluas jangkauan manfaat dan meningkatkan efektivitas program.
BAZNAS Kota Surabaya juga aktif memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara cepat dan aman.
Mengajak Masyarakat Berkontribusi
Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam keberlangsungan program BAZNAS. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, masyarakat turut berkontribusi dalam membantu sesama dan membangun kesejahteraan bersama.
Mari bersama BAZNAS Kota Surabaya, kita wujudkan negeri yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.
ARTIKEL17/07/2026 | Icha - Magang
Mengenal Zakat Penghasilan: Siapa yang Wajib Membayar dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Mengenal Zakat Penghasilan
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Seiring perkembangan profesi dan jenis pekerjaan, muncul penghasilan yang diperoleh secara rutin, seperti gaji, honorarium, upah, insentif, maupun pendapatan dari jasa profesional. Atas penghasilan tersebut, Islam mengajarkan kewajiban menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan.
Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh secara halal melalui pekerjaan atau profesi. Kehadiran zakat penghasilan menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki yang Allah SWT berikan sekaligus sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pengelolaan zakat yang amanah.
Dasar Hukum Zakat Penghasilan
Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103).
Allah SWT juga berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...."(QS. Al-Baqarah: 267).
Ayat-ayat tersebut menjadi landasan bahwa setiap harta yang diperoleh secara halal memiliki hak bagi mereka yang membutuhkan melalui zakat apabila telah memenuhi ketentuan syariat.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan?
Zakat penghasilan diwajibkan bagi seorang muslim yang memenuhi ketentuan berikut:
Beragama Islam.
Memperoleh penghasilan dari pekerjaan atau usaha yang halal.
Penghasilannya telah mencapai nisab, yaitu senilai 85 gram emas sesuai harga emas yang berlaku.
Memiliki kepemilikan penuh atas penghasilan yang diperoleh.
Apabila penghasilan belum mencapai nisab, maka seseorang belum diwajibkan menunaikan zakat penghasilan. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Cara Menghitung Zakat Penghasilan
Besaran zakat penghasilan adalah 2,5% dari penghasilan yang telah mencapai nisab.
Rumus:
Zakat Penghasilan = 2,5% × Penghasilan yang telah mencapai nisab
Contoh:
Apabila total penghasilan dalam satu tahun sebesar Rp120.000.000 dan telah mencapai nisab sesuai nilai 85 gram emas, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah:
2,5% × Rp120.000.000 = Rp3.000.000
Perhitungan zakat dapat dilakukan setiap bulan maupun setiap tahun sesuai kemudahan muzaki.
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan banyak manfaat karena dana zakat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai syariat.
Zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) melalui berbagai program, seperti:
Program pendidikan.
Program kesehatan.
Program pemberdayaan ekonomi.
Program kemanusiaan.
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui pengelolaan yang amanah, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
Keutamaan Menunaikan Zakat Penghasilan
Menunaikan zakat penghasilan memberikan manfaat yang besar, baik bagi muzaki maupun mustahik. Zakat menjadi sarana penyucian harta, meningkatkan rasa syukur, mempererat kepedulian sosial, serta membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.
Setiap zakat yang ditunaikan merupakan investasi amal yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.
Mari Tunaikan Zakat Penghasilan Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai ketentuan syariat.
Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita hadirkan keberkahan, memperkuat kepedulian, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Kontributor : AyuEditor : Humas BAZNAS Surabaya
ARTIKEL17/07/2026 | Ayu
Menilik Tren Zakat Perusahaan di Kota Pahlawan: Saat Bisnis Tumbuh, Keberkahan Mengalir Lewat BAZNAS Surabaya
Dunia bisnis di Kota Pahlawan sedang mengalami pergeseran tren yang sangat positif. Kini, indikator kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya dilihat dari angka profit (keuntungan) bersih di laporan keuangan, melainkan juga dari seberapa besar dampak sosial yang mereka tanamkan ke masyarakat.
Salah satu fenomena yang sedang tren di kalangan korporasi saat ini adalah kesadaran untuk menunaikan Zakat Perusahaan.
Banyak pelaku usaha di Surabaya-mulai dari startup, UMKM yang sedang naik kelas, hingga perusahaan skala besar—mulai melirik zakat perusahaan sebagai instrumen utama dalam membersihkan harta sekaligus memberdayakan sesama.
Bagaimana hukumnya, cara menghitungnya, dan mengapa menyalurkannya lewat BAZNAS Surabaya menjadi pilihan terbaik? Mari kita bedah bersama.
Apa Itu Zakat Perusahaan?
Secara prinsip, zakat perusahaan dianalogikan seperti zakat perdagangan. Jika sebuah perusahaan dimiliki oleh mayoritas muslim, bergerak di bidang yang halal, dan pengelolaan keuangannya terpusat, maka perusahaan tersebut memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 Tahun 2014, zakat perusahaan dikeluarkan jika kekayaan perusahaan telah mencapai nisab (setara dengan nilai 85 gram emas) dan sudah berjalan selama satu tahun (haul).
Cara Mudah Menghitung Zakat Perusahaan
Bagi para pelaku usaha di Surabaya, menghitung zakat perusahaan tidaklah rumit. Secara umum, metode yang paling sering digunakan adalah Metode Aktiva Bersih (Net Asset Method).
Rumus sederhananya adalah:
> Zakat Perusahaan = (Aset Lancar - Utang Jangka Pendek) x 2,5%
> Zakat Perusahaan = Modal Kerja Bersih x 2,5%
Aktiva Lancar: Meliputi kas, setara kas, piutang yang lancar, dan persediaan barang dagang.
Kewajiban Jangka Pendek: Utang usaha atau kewajiban yang harus jatuh tempo dalam waktu dekat.
Jika hasil pengurangan tersebut sudah mencapai harga 85 gram emas di pasar saat ini, maka perusahaan Anda wajib mengeluarkan 2,5% dari nominal tersebut sebagai zakat.
Mengapa Zakat Perusahaan Menjadi Tren yang Menguntungkan?
Tren ini bukan sekadar ikut-ikutan. Para CEO dan pemilik bisnis menyadari bahwa zakat perusahaan memberikan dampak multiplier (efek berganda) yang luar biasa:
1. Pembersih Harta dan Pembuka Pintu Rezeki
Dalam teologi Islam, zakat tidak pernah mengurangi kekayaan. Sebaliknya, zakat membersihkan operasional bisnis dari syubhat (hal yang meragukan) dan mengundang keberkahan agar usaha tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.
2. Berdampak Langsung pada Pengurangan Kemiskinan di Surabaya
Zakat yang disalurkan tidak hanya dibagikan secara konsumtif. BAZNAS Surabaya mengelolahnya menjadi program-program produktif, seperti beasiswa pendidikan bagi anak keluarga prasejahtera, bantuan modal UMKM tirakat, hingga layanan kesehatan gratis.
3. Insentif Pajak (Pengurang Penghasilan Kena Pajak)
Ini yang jarang diketahui pelaku usaha. Berdasarkan regulasi pemerintah, zakat perusahaan yang dibayarkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS dapat dijadikan pengurang penghasilan bruto saat pelaporan pajak tahunan perusahaan (SPT). Artinya, Anda menunaikan kewajiban agama sekaligus mendapat legalitas efisiensi pajak dari negara.
Salurkan Zakat Perusahaan Anda Lewat BAZNAS Kota Surabaya
Sebagai lembaga resmi pemerintah, BAZNAS Kota Surabaya berkomitmen menerapkan prinsip 3A dalam pengelolaan zakat: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Kami memastikan bahwa zakat dari perusahaan Anda dikelola secara transparan, akuntabel, dan disalurkan tepat sasaran kepada mustahik (penerima zakat) yang berada di wilayah Surabaya. Bisnis Anda maju, warga Surabaya pun ikut berdaya.
Konsultasi Zakat Perusahaan Anda Sekarang
Jangan ragu untuk menghitung potensi zakat perusahaan Anda bersama tim ahli BAZNAS Surabaya. Hubungi layanan muzaki center kami atau kunjungi kantor BAZNAS Surabaya untuk mendapatkan panduan perhitungan yang presisi dan resmi.
ARTIKEL17/07/2026 | Nadia - Magang
Kapan Kita Sudah Mulai Wajib Zakat?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi sosial yang luar biasa. Tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi untuk menyucikan harta dan membantu mengentaskan kemiskinan, khususnya bagi warga Kota Surabaya yang membutuhkan.
Namun, sering kali muncul pertanyaan di kalangan umat Muslim: "Kapan sebenarnya kita sudah mulai wajib mengeluarkan zakat?" Apakah setiap orang yang memiliki penghasilan atau harta langsung otomatis wajib berzakat?
Mari simak penjelasan lengkap mengenai syarat dan ketentuan wajib zakat berikut ini agar ibadah kita semakin berkah dan tepat sasaran.
4 Syarat Utama Seseorang Wajib Zakat
Secara umum, kewajiban zakat (khususnya zakat mal atau harta) tidak langsung gugur kepada setiap Muslim begitu saja. Ada kriteria yang harus dipenuhi terlebih dahulu:
Beragama Islam: Zakat hanya diwajibkan bagi pemeluk agama Islam.
Merdeka: Bukan dalam kondisi budak atau hamba sahaya (di zaman modern saat ini, poin ini umumnya sudah terpenuhi oleh seluruh masyarakat).
Kepemilikan Penuh (Al-Milkuttam): Harta tersebut berada di bawah kendali dan kepemilikan penuh Anda secara sah, bukan harta pinjaman atau harta yang masih dalam sengketa.
Mencapai Nisab dan Haul: Ini adalah indikator paling krusial untuk menentukan apakah Anda sudah wajib zakat atau belum.
Memahami Apa itu Nisab dan Haul
Dua istilah ini adalah "kunci jawaban" dari pertanyaan kapan Anda mulai wajib zakat.
1. Nisab (Batas Minimum Harta)
Nisab adalah ukuran atau batas minimal jumlah harta yang menyebabkan harta tersebut wajib dizakati. Jika harta Anda masih di bawah standar nisab, maka Anda belum wajib berzakat (tetapi sangat dianjurkan untuk bersedekah).
Contoh pada Zakat Penghasilan/Profesi:
Nisab zakat pendapatan disetarakan dengan nilai 85 gram emas per tahun. Jika dihitung bulanan, menurut ketetapan BAZNAS, seseorang wajib mengeluarkan zakat pendapatan jika penghasilannya sudah mencapai setara nilai 522 kg beras per bulan.
2. Haul (Batas Waktu Kepemilikan)
Haul adalah jangka waktu kepemilikan harta yang telah mencapai satu tahun hijriah (atau 12 bulan komariah/masehi). Syarat haul ini berlaku untuk zakat mal seperti emas, perak, uang simpanan, dan aset perdagangan.
Catatan: Khusus untuk zakat pertanian dan zakat penghasilan, kewajibannya ditunaikan setiap kali panen atau menerima gaji (tidak perlu menunggu satu tahun).
Simulasi Sederhana: Kapan Anda Mulai Wajib Zakat?
Untuk memudahkan warga Surabaya memahami momentum wajib zakat, mari gunakan contoh berikut:
Kasus Zakat Tabungan:
Anda memiliki tabungan di bank sebesar Rp 90.000.000. Jika harga emas saat ini membuat standar nisab 85 gram emas berada di angka Rp 85.000.000, artinya tabungan Anda sudah melebihi nisab.
Kapan mulai wajib zakat? Jika tabungan tersebut bertahan di atas angka Rp 85.000.000 selama 1 full tahun (Haul), maka di titik akhir tahun itulah Anda wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.
Kasus Zakat Penghasilan:
Setiap bulan Anda menerima gaji bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok yang mendesak. Jika nominalnya berada di atas setara nilai 522 kg beras (misal saat ini setara Rp 6,5 juta - Rp 7 juta, tergantung harga beras lokal), maka setiap bulan saat gajian, Anda sudah wajib menyisihkan 2,5% untuk zakat profesi.
Sucikan Hartamu Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Mengeluarkan zakat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki yang dititipkan-Nya.
Bagi Anda warga Kota Surabaya yang hartanya telah memenuhi kriteria nisab dan haul di atas, BAZNAS Kota Surabaya siap menjembatani zakat Anda secara amanah, transparan, dan profesional. Zakat yang Anda salurkan akan didistribusikan program-program produktif untuk pemberdayaan ekonomi, beasiswa pendidikan, hingga bantuan kesehatan bagi masyarakat dhuafa di Surabaya.
Sudahkah harta Anda wajib zakat hari ini? Jangan tunda kebaikan. Hitung zakat Anda sekarang dan tunaikan melalui kanal resmi BAZNAS Kota Surabaya.
ARTIKEL17/07/2026 | Nadia - Magang
Sedekah vs Menabung: Mana yang Harus Didahulukan?
Di tengah kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu, banyak orang mulai berpikir lebih keras tentang cara mengelola keuangan. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, biaya pendidikan semakin mahal, dan berbagai kebutuhan hidup datang silih berganti. Di sisi lain, sebagai seorang Muslim, kita juga diajarkan untuk gemar bersedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama sekaligus ibadah yang mendatangkan keberkahan.
Tidak sedikit orang kemudian bertanya, "Kalau uang saya terbatas, lebih baik dipakai untuk sedekah atau ditabung?" Bahkan ada yang beranggapan bahwa terlalu banyak bersedekah akan mengurangi tabungan, sedangkan ada pula yang merasa menabung menunjukkan kurangnya keyakinan terhadap rezeki dari Allah SWT.
Sebenarnya, apakah sedekah dan menabung saling bertentangan? Mana yang seharusnya didahulukan?
Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam mengelola harta. Sedekah merupakan bentuk kepedulian dan ketaatan kepada Allah, sedangkan menabung adalah bentuk ikhtiar dan tanggung jawab dalam mempersiapkan masa depan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana Islam memandang sedekah dan menabung, serta bagaimana keduanya dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang berkah sekaligus sejahtera.
Memahami Makna Sedekah
Sedekah adalah pemberian yang dilakukan secara sukarela karena mengharap ridha Allah SWT. Sedekah tidak selalu berupa uang. Senyuman, tenaga, ilmu, bahkan membantu orang lain juga termasuk sedekah.
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda kepada orang-orang yang gemar bersedekah. Balasan itu tidak selalu berupa uang, tetapi bisa berupa kesehatan, ketenangan hati, kemudahan urusan, keluarga yang harmonis, hingga rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa ukuran keberkahan tidak selalu dihitung dengan angka. Bisa jadi uang kita berkurang secara nominal, tetapi Allah menggantinya dengan rezeki lain yang jauh lebih besar nilainya.
Mengapa Menabung Juga Penting?
Sebagian orang beranggapan bahwa menabung berarti kurang percaya kepada Allah. Anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat.
Islam justru mengajarkan umatnya untuk memiliki perencanaan yang baik.
Dalam kisah Nabi Yusuf AS, diceritakan bahwa beliau menyarankan Mesir untuk menyimpan hasil panen selama tujuh tahun masa subur sebagai persiapan menghadapi tujuh tahun masa paceklik.
Kisah ini memberikan pelajaran bahwa menyimpan sebagian harta untuk masa depan bukanlah bentuk kurangnya tawakal, melainkan bentuk ikhtiar yang dianjurkan.
Menabung memiliki banyak manfaat, antara lain:
Mempersiapkan dana darurat.
Membayar biaya pendidikan.
Menghindari utang ketika terjadi musibah.
Menyiapkan modal usaha.
Mempersiapkan kebutuhan keluarga di masa depan.
Dengan adanya tabungan, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tidak mudah panik ketika menghadapi keadaan yang tidak terduga.
Sedekah dan Menabung Bukan Musuh
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap sedekah dan menabung sebagai dua pilihan yang saling bertentangan.
Padahal keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
Sedekah bertujuan mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membantu sesama manusia.
Menabung bertujuan menjaga kestabilan ekonomi diri dan keluarga.
Bayangkan seseorang yang setiap bulan memperoleh gaji Rp5.000.000.
Jika seluruh uangnya disedekahkan tanpa menyisakan kebutuhan keluarga, tentu hal tersebut tidak bijaksana.
Sebaliknya, jika seluruh uang hanya ditabung tanpa pernah membantu orang lain, ia kehilangan kesempatan memperoleh pahala dan keberkahan.
Islam mengajarkan jalan tengah.
Gunakan sebagian untuk kebutuhan hidup.
Sisihkan sebagian untuk sedekah.
Sisihkan lagi untuk tabungan.
Dengan cara inilah keseimbangan dapat tercapai.
Mana yang Harus Didahulukan?
Pertanyaan ini sering muncul karena kondisi setiap orang berbeda.
Jawabannya bergantung pada keadaan.
Ketika kebutuhan pokok belum terpenuhi
Jika seseorang belum mampu memenuhi kebutuhan makan, tempat tinggal, atau kebutuhan dasar keluarganya, maka kebutuhan tersebut menjadi prioritas.
Islam tidak mengajarkan seseorang menyusahkan keluarganya demi terlihat dermawan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang menafkahi keluarganya juga mendapatkan pahala.
Artinya, memenuhi hak keluarga adalah bagian dari ibadah.
Ketika kondisi keuangan stabil
Apabila kebutuhan pokok telah terpenuhi, maka sangat dianjurkan untuk membiasakan sedekah sekaligus menabung.
Tidak perlu menunggu menjadi kaya.
Bahkan sedekah seribu atau dua ribu rupiah yang dilakukan secara rutin lebih dicintai Allah daripada sedekah besar tetapi hanya sesekali.
Ketika menghadapi keadaan darurat
Misalnya ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya besar.
Dalam kondisi seperti ini, memiliki tabungan sangat membantu.
Karena itulah menabung merupakan bentuk tanggung jawab, bukan tanda kurangnya iman.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak orang salah memahami konsep rezeki.
Ada yang berkata,
"Kalau sedekah terus nanti uang habis."
Sebaliknya ada pula yang berkata,
"Tidak usah menabung, nanti Allah pasti memberi."
Kedua cara berpikir tersebut sama-sama kurang tepat.
Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal.
Petani tetap menanam sebelum panen.
Nelayan tetap melaut sebelum memperoleh ikan.
Demikian pula seorang Muslim tetap bekerja, menabung, lalu bertawakal kepada Allah.
Cara Menyeimbangkan Sedekah dan Tabungan
Berikut langkah sederhana yang bisa diterapkan.
Misalnya memiliki penghasilan Rp4.000.000.
Pengelolaan dapat dilakukan seperti berikut:
60% untuk kebutuhan pokok.
20% untuk tabungan dan dana darurat.
10% untuk investasi atau pengembangan diri.
10% untuk sedekah dan membantu sesama.
Persentase tersebut bukan aturan baku. Setiap keluarga dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Yang terpenting adalah membiasakan adanya porsi untuk berbagi sekaligus mempersiapkan masa depan.
Keberkahan Lebih Penting daripada Jumlah Harta
Ada orang yang penghasilannya besar tetapi selalu merasa kurang.
Sebaliknya ada orang yang gajinya sederhana namun hidupnya tenang.
Perbedaannya sering kali terletak pada keberkahan.
Keberkahan bukan berarti memiliki harta melimpah, tetapi harta yang cukup, membawa ketenangan, bermanfaat, dan tidak mudah habis untuk hal-hal yang sia-sia.
Sedekah menjadi salah satu jalan datangnya keberkahan.
Sementara menabung menjadi salah satu bentuk menjaga amanah yang Allah titipkan.
Ketika keduanya dilakukan secara seimbang, seseorang bukan hanya memperoleh keamanan finansial, tetapi juga ketenangan batin.
Hikmah Menggabungkan Sedekah dan Menabung
Seseorang yang rajin bersedekah akan memiliki hati yang lebih lembut, mudah bersyukur, serta peduli terhadap sesama.
Sementara seseorang yang rajin menabung akan lebih siap menghadapi masa depan dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.
Bayangkan sebuah pohon.
Sedekah adalah buahnya yang dinikmati banyak orang.
Sedangkan tabungan adalah akarnya yang membuat pohon tetap kokoh menghadapi badai.
Tanpa akar, pohon mudah tumbang.
Tanpa buah, pohon kehilangan manfaatnya.
Karena itu, kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang memiliki keduanya.
Sedekah atau menabung sebenarnya bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan. Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta. Sedekah menghadirkan keberkahan, membersihkan jiwa, dan memperkuat kepedulian sosial. Menabung mencerminkan ikhtiar, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi kebutuhan di masa depan.
Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, karena nilai sedekah tidak diukur dari besarnya nominal, melainkan dari keikhlasan hati. Di sisi lain, jangan merasa bersalah karena menyisihkan sebagian rezeki untuk tabungan. Menyiapkan masa depan keluarga juga merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga.
Pada akhirnya, harta terbaik bukanlah harta yang hanya disimpan, dan bukan pula harta yang dihabiskan tanpa perhitungan. Harta terbaik adalah harta yang dikelola dengan bijaksana, digunakan untuk memenuhi kebutuhan, disisihkan sebagai bekal masa depan, serta dibagikan kepada mereka yang membutuhkan demi mengharap ridha Allah SWT.
Maka, ketika muncul pertanyaan "Sedekah atau menabung, mana yang harus didahulukan?", jawaban yang paling tepat adalah: dahulukan kewajiban, penuhi kebutuhan pokok, lalu biasakan menabung dan jangan pernah meninggalkan sedekah. Sebab keduanya bukan untuk dipilih salah satu, melainkan untuk berjalan berdampingan menuju kehidupan yang berkah, aman, dan penuh manfaat..
ARTIKEL17/07/2026 | Sisil - Magang
Sedekah sebagai Jalan Menebar Kebaikan dan Menghadirkan Harapan bagi Masyarakat yang Membutuhkan
Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari nilai saling membutuhkan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, masih banyak saudara-saudara kita yang menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari keterbatasan ekonomi, akses pendidikan yang belum merata, biaya kesehatan yang tinggi, hingga tantangan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga.
Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin mengajarkan umatnya untuk tidak hanya beribadah secara individual, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sesama. Salah satu bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan adalah sedekah. Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan nisab dan golongan penerima tertentu, sedekah memiliki cakupan yang lebih luas. Setiap muslim dapat bersedekah kapan saja, kepada siapa saja yang membutuhkan, dan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah diibaratkan seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada setiap bulir terdapat seratus biji. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap sedekah yang diberikan dengan penuh keikhlasan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, sedekah bukanlah pengurang harta, melainkan investasi kebaikan yang memberikan manfaat dunia sekaligus akhirat.
Di balik setiap sedekah yang disalurkan, terdapat harapan yang tumbuh bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Bagi seorang anak yatim, bantuan pendidikan dapat menjadi jalan untuk meraih cita-cita. Bagi keluarga dhuafa, paket sembako mampu mengurangi beban kebutuhan harian. Sementara bagi pelaku usaha mikro, bantuan modal usaha dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Dari sinilah sedekah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memberikan bantuan materi.
Sedekah sebagai Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Hakikat sedekah tidak hanya terletak pada nilai harta yang diberikan, tetapi juga pada ketulusan hati untuk membantu sesama. Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kebaikan merupakan sedekah. Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa senyuman kepada saudara, membantu orang lain, menyingkirkan gangguan di jalan, hingga memberikan ilmu yang bermanfaat termasuk bagian dari sedekah.
Dalam kehidupan bermasyarakat, budaya berbagi memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat persaudaraan. Ketika seseorang menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang lain, sesungguhnya ia sedang membangun jembatan kasih sayang yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan dengan mereka yang sedang mengalami kekurangan. Hubungan inilah yang menjadi fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis, saling peduli, dan saling menguatkan.
Di berbagai wilayah Indonesia, masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidup pada pekerjaan sektor informal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, buruh harian lepas, petugas kebersihan, pemulung, hingga pekerja serabutan. Penghasilan yang mereka peroleh sering kali tidak menentu dan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Dalam situasi seperti ini, bantuan dari masyarakat melalui sedekah menjadi penyambung harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi.
Tidak sedikit pula keluarga yang harus memilih antara memenuhi kebutuhan makan atau membiayai pendidikan anak-anaknya. Di sinilah sedekah menjadi bukti bahwa kepedulian mampu menghadirkan solusi nyata. Bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa pendidikan, paket sembako, layanan kesehatan gratis, hingga santunan bagi kaum dhuafa menjadi contoh bagaimana sedekah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lebih dari itu, sedekah juga memiliki dampak psikologis yang sangat besar. Kehadiran seseorang yang peduli mampu menumbuhkan optimisme dan semangat baru bagi penerima manfaat. Mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Nilai kemanusiaan inilah yang menjadikan sedekah bukan hanya sebagai aktivitas memberi, tetapi juga sebagai bentuk menghadirkan kebahagiaan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Sedekah sebagai Penggerak Perubahan Sosial
Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang menerima bantuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih luas. Ketika budaya berbagi tumbuh di tengah masyarakat, maka akan tercipta lingkungan yang saling peduli, saling membantu, dan saling menguatkan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Di Indonesia, masih terdapat berbagai tantangan sosial yang membutuhkan perhatian bersama, seperti kemiskinan, pengangguran, rendahnya akses pendidikan, hingga keterbatasan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui gerakan sedekah.
Sedekah menjadi salah satu instrumen yang mampu mempercepat hadirnya solusi atas berbagai permasalahan tersebut. Bantuan yang diberikan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi titik awal perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Seorang anak yang memperoleh bantuan pendidikan dapat terus melanjutkan sekolahnya, seorang pedagang kecil yang menerima tambahan modal dapat mengembangkan usahanya, dan seorang pasien yang memperoleh bantuan kesehatan memiliki kesempatan untuk kembali menjalani aktivitasnya dengan baik.
Oleh karena itu, sedekah bukan sekadar aktivitas memberi, tetapi juga bentuk investasi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam budaya berbagi, semakin besar pula dampak positif yang dapat diwujudkan bagi kesejahteraan umat.
Menghadirkan Harapan Melalui Program BAZNAS
Sebagai lembaga resmi yang diberi amanah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dana yang dihimpun dari para muzakki dan donatur tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup mustahik secara berkelanjutan.
Melalui berbagai program sosial, BAZNAS membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana. Selain itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi juga terus dikembangkan melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta pembinaan usaha agar masyarakat mampu memperoleh penghasilan yang lebih stabil.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sedekah tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Lebih dari itu, sedekah diarahkan untuk membangun kemandirian sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan memperbaiki taraf hidupnya. Harapannya, mustahik yang sebelumnya menerima bantuan suatu saat mampu menjadi pribadi yang mandiri, bahkan menjadi muzakki yang turut membantu masyarakat lainnya.
Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam pengelolaan dana ZIS. Oleh sebab itu, BAZNAS Kota Surabaya senantiasa mengedepankan prinsip amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses penghimpunan maupun pendistribusian dana dilakukan sesuai ketentuan syariah serta didukung dengan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA) sehingga setiap program dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Dampak Sedekah bagi Muzakki dan Mustahik
Sedekah memberikan manfaat yang dirasakan oleh kedua belah pihak, baik pemberi maupun penerima. Bagi seorang muzakki atau donatur, sedekah menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Selain memperoleh pahala, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan dengan sesama.
Rasulullah SAW bersabda bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Hadis ini mengajarkan bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan diganti dengan keberkahan dan rezeki yang lebih baik menurut kehendak-Nya. Oleh karena itu, sedekah bukanlah beban, melainkan kesempatan untuk memperoleh keberkahan dalam kehidupan.
Sementara itu, bagi mustahik atau penerima manfaat, sedekah memberikan harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Bantuan yang diterima mampu meringankan beban ekonomi, memenuhi kebutuhan dasar, hingga membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tidak sedikit masyarakat yang berhasil bangkit karena memperoleh pendampingan dan bantuan yang tepat sasaran.
Lebih dari sekadar manfaat ekonomi, sedekah juga menumbuhkan rasa optimisme dan semangat bagi penerima manfaat. Mereka merasa bahwa masih ada masyarakat yang peduli terhadap kondisi yang sedang dihadapi. Kepedulian tersebut menjadi kekuatan moral yang mendorong mereka untuk terus berusaha memperbaiki kehidupan.
Menjadikan Sedekah sebagai Budaya Kebaikan
Membangun budaya bersedekah merupakan salah satu langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang peduli, tangguh, dan sejahtera. Semangat berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki harta yang melimpah, karena Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas merupakan sedekah. Bahkan senyuman yang tulus, memberikan tenaga untuk membantu sesama, berbagi ilmu yang bermanfaat, hingga menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bentuk sedekah yang bernilai di sisi Allah SWT.
Di era modern saat ini, kesempatan untuk bersedekah semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Surabaya yang telah dipercaya mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara profesional. Melalui sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel, setiap amanah yang diberikan oleh masyarakat dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, serta bantuan kebencanaan.
Lebih dari sekadar memberikan bantuan, sedekah yang dikelola dengan baik mampu menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Bantuan modal usaha dapat membantu pelaku usaha kecil mengembangkan usahanya, beasiswa pendidikan membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih cita-cita, sementara bantuan kesehatan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas secara produktif. Dengan demikian, sedekah menjadi salah satu instrumen yang tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik.
Program-program yang dijalankan BAZNAS menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat dapat diubah menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat luas. Dana yang dihimpun dari para muzakki dan donatur menjadi sumber harapan bagi ribuan keluarga yang membutuhkan. Setiap bantuan yang disalurkan membawa pesan bahwa masih banyak tangan-tangan kebaikan yang siap membantu mereka bangkit dari keterbatasan.
Di sisi lain, sedekah juga memberikan pelajaran berharga bagi setiap muslim tentang pentingnya rasa syukur. Harta yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan juga memiliki fungsi sosial sebagai sarana membantu sesama. Ketika budaya berbagi tumbuh dalam kehidupan masyarakat, maka kesenjangan sosial dapat diperkecil, rasa persaudaraan semakin kuat, dan semangat gotong royong akan terus terpelihara.
Mari Bersama Menebar Kebaikan
Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan. Tidak ada sedekah yang terlalu kecil apabila dilakukan dengan hati yang ikhlas. Sebaliknya, kebaikan yang dilakukan secara terus-menerus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan bantuan yang besar namun hanya dilakukan sesekali.
Melalui sedekah, kita tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menghadirkan harapan, menguatkan semangat hidup, serta membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata. Oleh karena itu, mari jadikan sedekah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari dan bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, mandiri, dan penuh kasih sayang.
BAZNAS Kota Surabaya terus mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui lembaga resmi agar setiap amanah yang diberikan dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dengan kebersamaan dan semangat berbagi, kita dapat menghadirkan lebih banyak senyum, harapan, dan keberkahan bagi sesama.
Karena pada hakikatnya, sedekah bukan hanya tentang memberi, melainkan tentang menghadirkan manfaat, menguatkan persaudaraan, dan menjadi jalan menuju keberkahan hidup di dunia serta bekal terbaik di akhirat kelak.
ARTIKEL17/07/2026 | Sisil - Magang
Sedekah Tidak Harus Menunggu Kaya, Mulailah dari Hari Ini
Sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus menunggu memiliki harta yang berlimpah. Ketahui pengertian, dasar hukum, keutamaan, serta manfaat menyalurkan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya.
Sedekah Tidak Harus Menunggu Kaya, Mulailah dari Hari Ini!
Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui sedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Berbeda dengan zakat yang memiliki syarat tertentu, sedekah dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Di tengah masyarakat masih terdapat anggapan bahwa sedekah hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki harta berlimpah. Padahal, Islam mengajarkan bahwa nilai sebuah sedekah tidak ditentukan oleh besarnya nominal yang diberikan, melainkan oleh keikhlasan hati ketika berbagi.
Sedekah juga tidak selalu berbentuk uang atau harta benda. Memberikan bantuan kepada orang lain, berbagi ilmu yang bermanfaat, membantu pekerjaan sesama, hingga memberikan senyuman yang tulus termasuk bentuk sedekah yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan sedekah dengan mudah, amanah, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Dasar Hukum Sedekah
Anjuran untuk bersedekah telah dijelaskan dalam Al-Qur'an maupun hadis Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki."(QS. Al-Baqarah: 261).
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah."(HR. Tirmidzi).
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah."(HR. Bukhari dan Muslim).
Dalil tersebut menunjukkan bahwa sedekah merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar. Islam mendorong setiap Muslim untuk membiasakan diri berbagi sesuai dengan kemampuan, tanpa harus menunggu menjadi kaya terlebih dahulu.
Apa Itu Sedekah?
Secara bahasa, sedekah berasal dari kata shadaqah yang berarti kebenaran. Dalam istilah syariat, sedekah adalah pemberian yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT untuk membantu sesama dan mengharap ridha-Nya.
Sedekah memiliki cakupan yang sangat luas. Tidak hanya berupa uang atau harta, sedekah juga dapat berupa makanan, pakaian, tenaga, ilmu yang bermanfaat, hingga senyuman kepada sesama. Oleh karena itu, setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Melalui kebiasaan bersedekah, seseorang akan belajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Mengapa Tidak Perlu Menunggu Kaya untuk Bersedekah?
Salah satu kesalahpahaman yang masih banyak ditemui adalah anggapan bahwa sedekah hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki harta berlimpah. Padahal, Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas merupakan sedekah.
Nominal yang kecil tidak mengurangi nilai sedekah di sisi Allah SWT. Bahkan, sedekah yang diberikan secara rutin meskipun sedikit dapat menjadi amalan yang dicintai Allah karena menunjukkan keistiqamahan dalam berbuat kebaikan.
Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menunda sedekah. Berbagi dapat dimulai dari apa yang dimiliki hari ini, sekecil apa pun nilainya.
Bentuk-Bentuk Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari
Sedekah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang sederhana, di antaranya:
Memberikan sebagian rezeki kepada fakir dan miskin.
Menyumbangkan makanan atau pakaian kepada yang membutuhkan.
Membantu tetangga atau kerabat yang sedang mengalami kesulitan.
Mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain.
Menjadi relawan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan
Memberikan senyuman, doa, dan kata-kata yang baik kepada sesama.
Beragam bentuk sedekah tersebut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi tanpa harus menunggu memiliki kekayaan yang melimpah.
Mengapa Menyalurkan Sedekah Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menyalurkan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya menjadi pilihan yang tepat karena dana yang dihimpun dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Sedekah yang dititipkan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program, seperti:
Program pendidikan.
Program kesehatan.
program pemberdayaan ekonomi.
Program kemanusiaan.
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui program-program tersebut, sedekah tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Keutamaan Bersedekah
Sedekah memiliki banyak keutamaan bagi kehidupan seorang Muslim. Selain menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, sedekah juga mampu membersihkan hati dari sifat kikir, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antarsesama.
Bagi penerima manfaat, sedekah dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan memberikan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Sementara bagi pemberinya, sedekah menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan.
Dengan membiasakan diri bersedekah, umat Islam turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan sejahtera.
Mari Salurkan Sedekah Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap sedekah yang dititipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan disalurkan kepada penerima manfaat melalui berbagai program yang berdampak nyata.
Mari jadikan sedekah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, setiap kebaikan yang kita lakukan dapat menjadi langkah nyata untuk membantu sesama, memperkuat kepedulian sosial, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
ARTIKEL17/07/2026 | Ayu - Magang
Jangan Keliru! Ini Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Berbagi kepada sesama merupakan salah satu ajaran utama dalam Islam. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam diajak untuk menumbuhkan rasa syukur, mempererat kepedulian sosial, serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Ketiga amalan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian yang tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi orang yang menunaikannya.
Di tengah kehidupan masyarakat, istilah zakat, infak, dan sedekah sering kali digunakan secara bergantian. Tidak sedikit yang menganggap ketiganya memiliki makna yang sama. Padahal, zakat, infak, dan sedekah memiliki pengertian, hukum, serta ketentuan yang berbeda dalam syariat Islam.
Memahami perbedaan ketiga amalan tersebut sangat penting agar setiap Muslim dapat menunaikan ibadah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan pemahaman yang benar, zakat dapat ditunaikan sesuai syariat, sementara infak dan sedekah menjadi amalan yang terus membiasakan umat Islam untuk berbagi dalam berbagai kondisi.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, serta tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan.
Dasar Hukum Zakat, Infak, dan Sedekah
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta sekaligus kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."
(QS. At-Taubah: 103).
Selain zakat, Allah SWT juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak infak dan sedekah. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261).
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah tidak selalu berupa harta. Beliau bersabda:
"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah."
(HR. Tirmidzi).
Dalil tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Baik melalui zakat yang bersifat wajib maupun infak dan sedekah yang bersifat sunnah, seluruhnya menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan dan memperkuat solidaritas sosial.
Apa Itu Zakat?
Zakat merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan dalam syariat, seperti mencapai nisab dan haul pada jenis zakat tertentu. Zakat termasuk salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat.
Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi membersihkan harta dan jiwa, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendistribusian kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Apa Itu Infak?
Infak adalah pengeluaran sebagian harta yang dilakukan di jalan Allah SWT secara sukarela. Berbeda dengan zakat, infak tidak memiliki ketentuan nisab maupun jumlah tertentu sehingga dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
Infak dapat diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, lembaga sosial, maupun masyarakat yang membutuhkan. Melalui infak, umat Islam diajarkan untuk membiasakan diri berbagi serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Apa Itu Sedekah?
Sedekah merupakan pemberian yang dilakukan secara sukarela sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Makna sedekah lebih luas dibandingkan zakat maupun infak karena tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga mencakup tenaga, ilmu, bantuan kepada sesama, hingga senyuman yang tulus.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Apa Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah?
Meskipun sama-sama merupakan bentuk berbagi kepada sesama, zakat, infak, dan sedekah memiliki beberapa perbedaan mendasar.
Zakat hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Besaran zakat telah ditetapkan dalam syariat dan hanya diberikan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Sementara itu, infak bersifat sunnah dan tidak memiliki batasan jumlah maupun waktu tertentu. Infak dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Sedekah memiliki cakupan yang paling luas karena tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat berupa tenaga, ilmu, bantuan, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Sedekah dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan tertentu.
Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan ketentuan syariat sehingga ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna.
Mengapa Menyalurkan ZIS Melalui BAZNAS Kota Surabaya?
Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya memberikan banyak manfaat karena dana yang dihimpun dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Dana ZIS yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program, seperti:
Program pendidikan.
Program kesehatan.
Program pemberdayaan ekonomi.
Program kemanusiaan.
Program dakwah dan sosial keagamaan.
Melalui pengelolaan yang amanah, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera.
Keutamaan Menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah
Menunaikan zakat, infak, dan sedekah memberikan manfaat yang besar, baik bagi pemberi maupun penerima. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, amalan tersebut juga mampu membersihkan harta, meningkatkan rasa syukur, mempererat kepedulian sosial, serta membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.
Setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah SWT bukanlah sesuatu yang mengurangi rezeki. Sebaliknya, zakat, infak, dan sedekah menjadi investasi amal yang membawa keberkahan di dunia maupun di akhirat.
Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Melalui BAZNAS Kota Surabaya
Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kota Surabaya, setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai ketentuan syariat.
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surabaya. Bersama kita wujudkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
ARTIKEL17/07/2026 | Ayu - Magang
Keutamaan Infak di Bulan Muharram: Momentum Raih Keberkahan di Tahun Baru Islam
Selamat datang di bulan Muharram! Sebagai salah satu dari empat bulan yang disucikan Allah SWT (Asyhurul Hurum), Muharram menjadi penanda dimulainya kalender Hijriah. Bagi umat Islam, momen ini bukan sekadar pergantian tahun, melainkan kesempatan emas untuk membuka lembaran baru dengan meningkatkan amalan saleh. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki dampak sosial luar biasa adalah infak dan sedekah.
BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh warga Kota Pahlawan untuk merefleksikan semangat hijrah dengan meningkatkan kepedulian sesama. Mengapa infak di bulan Muharram begitu istimewa? Mari kita ulas keutamaan-keutamaannya.
3 Keutamaan Utama Berinfak di Bulan Muharram
1. Pahala yang Dilipatgandakan
Muharram adalah bulan yang mulia. Segala amal kebaikan yang kita lakukan di bulan ini akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah di bulan Muharram, begitu pula dengan amalan sosial seperti infak. Mengeluarkan sebagian harta untuk mereka yang membutuhkan di bulan ini merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan.
2. Meneladani Sunnah Rasulullah dan Memuliakan Anak Yatim
Bulan Muharram, khususnya hari Asyura (10 Muharram), sering kali diidentikkan dengan "Lebaran Anak Yatim". Meneladani Rasulullah SAW yang sangat menyayangi anak-anak yatim, berinfak di bulan ini bisa difokuskan untuk menyantuni, memberi makan, dan membahagiakan mereka.
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini", kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau. (HR. Bukhari)
3. Menyucikan Harta dan Menolak Bala
Infak tidak akan mengurangi kekayaan kita. Sebaliknya, infak berfungsi sebagai pembersih harta dari hak-hak orang lain yang mungkin terselip. Di awal tahun baru Islam ini, memulai lembaran dengan harta yang bersih akan mendatangkan ketenangan jiwa dan menghindarkan kita dari berbagai musibah (tolak bala).
Bagaimana BAZNAS Surabaya Menyalurkan Infak Anda?
Penyaluran infak yang tepat sasaran akan memberikan dampak yang masif bagi pengentasan kemiskinan di Surabaya. Melalui BAZNAS Kota Surabaya, infak yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah dan transparan melalui berbagai program unggulan:
Surabaya Cerdas: Bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Surabaya Sehat: Layanan kesehatan gratis dan bantuan pengobatan bagi warga yang kurang mampu.
Surabaya Makmur: Pemberian modal usaha dan pelatihan UMKM agar mustahik (penerima zakat/infak) bisa mandiri secara ekonomi.
Surabaya Peduli: Bantuan logistik cepat tanggap untuk korban bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar lansia terlantar.
Saatnya Beraksi: Jemput Keberkahan Muharram Hari Ini
Hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan lama menuju pribadi yang lebih bertakwa dan gemar berbagi. Jangan lewatkan momentum bulan Muharram ini berlalu begitu saja tanpa jejak kebaikan yang kita tinggalkan.
Mari salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Surabaya. Kami menyediakan layanan kemudahan berdonasi secara online yang aman, praktis, dan langsung sejalan dengan program-program maslahat di Kota Surabaya.
Mari bersama-sama kita jadikan Surabaya kota yang tidak hanya maju infrastrukturnya, tetapi juga berkah dan sejahtera warganya melalui gerakan cinta zakat, infak, dan sedekah.
ARTIKEL10/07/2026 | Nadia - Magang
Aksi Nyata Jumat Berkah: Distribusi Makanan Siap Saji untuk Mustahik dan Pekerja Jalanan
Semangat Jumat Berkah dan Kepedulian Sosial
Hari Jumat senantiasa memegang kedudukan istimewa dalam tatanan nilai Islam, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Menangkap momentum yang penuh keutamaan ini, gerakan kepedulian sosial bertajuk Jumat Berkah kembali digulirkan secara masif. Aksi nyata ini diwujudkan melalui pendistribusian paket makanan siap saji yang didesain khusus untuk menyasar kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik serta para pekerja jalanan yang tangguh mengais rezeki di ruang-ruang publik demi menyambung hidup keluarga.
Secara teologis, hari Jumat bukan sekadar penanda pergantian waktu, melainkan sebuah wadah spiritual yang disediakan bagi umat Muslim untuk membersihkan diri dan melipatgandakan investasi akhirat. BAZNAS Kota Surabaya memandang bahwa manifestasi dari rasa syukur atas segala kelimpahan rezeki tersebut harus diturunkan ke dalam program yang menyentuh realitas sosial. Oleh karena itu, gerakan pembagian makanan siap saji ini dipilih sebagai jembatan tercepat dan paling taktis untuk menyalurkan energi kebaikan dari para muzakki langsung kepada perut-perut yang membutuhkan di kala siang hari.
Menjangkau Pengais Rezeki di Sektor Informal dan Pedagang Kecil
Proses penyaluran bantuan makanan siap saji ini tidak dilakukan secara pasif di dalam ruangan, melainkan turun langsung ke jalanan dengan metode jemput bola (on the spot). Langkah taktis ini diambil guna memastikan bahwa setiap paket nasi kotak yang dibagikan benar-benar jatuh ke tangan pihak yang tepat, yaitu mereka yang sedang aktif berjuang di jalanan dan tidak sempat menghentikan pekerjaannya saat jam makan siang tiba.
Sepanjang rute pendistribusian yang menyisir berbagai jalan protokol hingga kawasan padat penduduk, puluhan paket makanan hangat diserahkan kepada para pekerja sektor informal dan pejuang nafkah mandiri yang jam kerja serta pendapatannya tidak menentu. Ruang lingkup penerima manfaat kali ini diperluas, meliputi berbagai elemen masyarakat rentan di antaranya:
Pedagang kecil dan asongan di pinggir jalan, seperti penjual koran, pedagang tisu, serta pemilik warung kelontong atau gerobak kecil yang sering kali harus menahan lapar demi menghemat modal usaha yang kian menipis akibat daya beli yang fluktuatif.
Tukang becak yang setia menunggu penumpang di pangkalan di tengah ketatnya persaingan dengan moda transportasi modern berbasis aplikasi.
Petugas kebersihan jalanan (pasukan kuning) yang menjaga keasrian, kebersihan, dan kenyamanan sudut kota sejak dini hari sebelum warga lainnya terbangun.
Juru parkir dan pemulung yang menggantungkan hidup dari sisa-sisa aktivitas serta mobilitas urban yang padat dan melelahkan.
Kehadiran tim di lapangan disambut dengan antusiasme yang luar biasa dan haru. Salah seorang pedagang asongan keliling, Pak Joko (52), mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima paket bantuan pangan ini.
"Alhamdulillah, bantuan nasi kotak di hari Jumat ini sangat membantu kami yang berjualan di jalanan. Pendapatan jualan dari pagi sering kali tidak menentu. Uang yang harusnya dipakai untuk beli makan siang sekarang bisa disimpan untuk modal dagang besok atau dibawa pulang untuk keperluan dapur keluarga di rumah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi para pedagang kecil dan pekerja jalanan ini, bantuan makanan siap saji bukan sekadar pengisi perut di kala siang. Di tengah ketidakpastian pendapatan harian dan tekanan inflasi kebutuhan pokok, sekotak nasi ini menjadi wujud perhatian nyata yang sangat berarti. Langkah ini terbukti efektif dalam memotong rantai pengeluaran harian kelompok rentan, sehingga stabilitas ekonomi mikro di tingkat keluarga dhuafa dapat tetap terjaga.
Sinergi ZIS: Mengubah Lelah Menjadi Lillah
Program Jumat Berkah ini merupakan implementasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat melalui institusi resmi BAZNAS Kota Surabaya. Melalui integrasi program yang terstruktur dan berkesinambungan, dana yang terkumpul dari para muzakki dikonversikan menjadi program karitatif yang langsung menyentuh kebutuhan paling mendasar umat, yaitu ketahanan pangan harian.
Lebih dari sekadar pemenuhan gizi sesaat, aksi ini membawa misi sosiologis yang sangat kuat. Melalui sebungkus nasi, tercipta jembatan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) yang kokoh antara mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang sedang diuji secara ekonomi. Program ini mengikis sekat sosial dan menumbuhkan rasa saling memiliki di dalam tubuh umat. Senyum sumringah, binar mata penuh syukur, serta untaian doa tulus yang mengalir dari lisan para mustahik menjadi energi spiritual tersendiri bagi para penggerak program di lapangan untuk terus mengabdi tanpa lelah. BAZNAS membuktikan bahwa zakat dan sedekah jika dikelola dengan baik mampu menjadi instrumen pengetas kemiskinan yang menyentuh akar rumput.
Mengajak Masyarakat Memperluas Dampak Sosial
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin atau seremonial semata, melainkan mampu menjadi pemantik stimulus bagi masyarakat luas untuk ikut ambil bagian dalam ekosistem kebaikan yang lebih besar. Sedekah tidak selamanya harus menunggu nominal yang besar, kemapanan yang sempurna, atau kondisi finansial yang berlebih. Langkah kecil yang konsisten dan dilakukan secara berjamaah, seperti berbagi makanan siap saji, terbukti secara instan mampu memberikan dampak psikologis dan ekonomi bagi ketahanan pangan harian pekerja rentan.
BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen untuk mengawal program-program kemanusiaan berbasis kemaslahatan umat seperti ini secara transparan, akuntabel, dan profesional. Setiap rupiah yang dititipkan oleh para donatur dikelola dengan prinsip kehati-hatian syariah. Melalui pelaporan yang sistematis di sistem aplikasi SiMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS), setiap aktivitas pendistribusian dipastikan terdokumentasi dengan baik, tervalidasi secara riil, dan berdampak langsung pada kesejahteraan mustahik di lapangan.
Mari bersama-sama kita lestarikan semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini di kehidupan sehari-hari. Setiap donasi, infak, dan kepedulian yang kita ulurkan hari ini adalah secercah harapan, kekuatan baru, dan bentuk pemuliaan bagi mereka yang sedang berjuang keras di jalanan demi menafkahi keluarga tercinta dengan cara yang halal dan terhormat.
ARTIKEL10/07/2026 | Sisil - Magang
Keutamaan Bulan Muharram: Momentum Hijrah dan Berbagi Bersama BAZNAS Surabaya
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriyah yang memiliki banyak keutamaan. Sebagai bulan pertama dalam tahun Islam, Muharram menjadi momentum refleksi diri, memperbaiki niat, serta meningkatkan amal ibadah. Bagi umat Muslim, bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, infak, dan kepedulian sosial, sebagaimana nilai-nilai yang terus digaungkan oleh BAZNAS Kota Surabaya.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, menjauhi perbuatan maksiat, serta memperbanyak puasa sunnah, terutama pada hari Asyura (10 Muharram).
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai lembaran baru dengan memperbanyak kebaikan.
Muharram sebagai Momentum Hijrah
Bulan Muharram juga identik dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam konteks kehidupan saat ini, hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan Muharram sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih berkah.
Semangat Berbagi di Bulan Muharram
Muharram sering disebut sebagai bulan yang tepat untuk memperbanyak sedekah. Berbagi kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim, merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan berbagai program sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti:
Santunan anak yatim
Bantuan pendidikan
Program kesehatan
Bantuan ekonomi produktif
Melalui program-program ini, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran dan terpercaya.
Peran BAZNAS Surabaya dalam Menebar Kebaikan
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Surabaya berkomitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan. Di bulan Muharram, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada yang membutuhkan.
Partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat dan bersedekah tidak hanya membantu meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi investasi pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.
Ayo Maksimalkan Amal di Bulan Muharram
Momentum Muharram adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Mari bersama BAZNAS Surabaya, kita tingkatkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.
Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat solidaritas dan mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL10/07/2026 | Icha - Magang
Nasi Jumat Berkah Bergizi BAZNAS Surabaya, Wujud Nyata Manfaat Zakat untuk Masyarakat
BAZNAS Kota Surabaya terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui Program Nasi Jumat Berkah Bergizi, sebuah ikhtiar nyata dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan oleh para muzaki.
Setiap paket Nasi Jumat Berkah Bergizi menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak.
Dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki melalui BAZNAS Kota Surabaya diolah menjadi berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Dengan demikian, setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
Melalui RAKSAZA (Gerakan Sadar Zakat Surabaya), BAZNAS Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional.
Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam RAKSAZA, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik. Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini dan wujudkan Surabaya yang lebih peduli, sejahtera, serta penuh keberkahan melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Surabaya.
ARTIKEL03/07/2026 | Humas BAZNAS Surabaya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →