Artikel Terbaru
Dari Literasi ke Aksi: Membangun Kesadaran ZIS di Momentum Rabiul Awal 1448H
Rabiul Awal sebagai Momentum Literasi ZIS
Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang memiliki makna penting bagi umat Islam. Bulan ini menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempelajari kembali nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan. Salah satu nilai yang relevan untuk diterapkan adalah kepedulian terhadap sesama. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Namun, membangun kepedulian sosial tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat untuk berbagi. Pemahaman mengenai ZIS juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Literasi ZIS membantu masyarakat memahami perbedaan zakat, infak, dan sedekah, ketentuan zakat, siapa yang berhak menerima, serta bagaimana dana ZIS sebaiknya disalurkan.
Mengapa Literasi ZIS Penting?
Di era digital, informasi mengenai zakat dan sedekah semakin mudah diperoleh. Masyarakat dapat menemukan berbagai informasi melalui media sosial, situs web, dan platform digital lainnya. Kemudahan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kesadaran ZIS. Namun, masyarakat juga perlu mampu membedakan informasi yang valid dengan informasi yang kurang tepat. Dengan literasi ZIS yang baik, masyarakat dapat lebih memahami bahwa zakat bukan sekadar aktivitas berbagi, tetapi merupakan kewajiban yang memiliki ketentuan tertentu. Sementara infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengambil keputusan dalam menunaikan ZIS secara lebih sadar dan bertanggung jawab.
Dari Pengetahuan Menjadi Aksi
Literasi akan memiliki dampak yang lebih besar ketika diwujudkan dalam tindakan. Seseorang yang memahami kewajiban zakat dapat mulai mengevaluasi apakah hartanya telah memenuhi ketentuan zakat. Sementara itu, kebiasaan berinfak dan bersedekah dapat dibangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan.
Inilah makna “dari literasi ke aksi”. Pengetahuan mengenai ZIS menjadi dasar untuk membangun kesadaran. Kesadaran kemudian mendorong tindakan, dan tindakan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Peran Generasi Muda dalam Literasi ZIS
Generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi ZIS, terutama karena kedekatannya dengan teknologi dan media digital. Informasi mengenai zakat, infak, dan sedekah dapat dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipahami, seperti infografis, video edukasi, maupun konten media sosial. Dengan pendekatan tersebut, literasi ZIS tidak hanya menjadi pengetahuan keagamaan, tetapi juga dapat membentuk karakter kepedulian sosial dan budaya berbagi di kalangan generasi muda. Generasi muda yang memiliki pemahaman ZIS yang baik diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang lebih peduli, kritis dalam menerima informasi, serta bijak dalam menyalurkan donasi.
Rabiul Awal: Saatnya Mengubah Literasi Menjadi Aksi
Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali kepedulian sosial. Bukan hanya dengan memperbanyak kegiatan seremonial, tetapi juga dengan membangun kebiasaan berbagi yang dilakukan secara sadar dan berkelanjutan. Mari mulai dari memahami ZIS, mengenali kewajiban zakat, serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya. Sebab, literasi yang baik tidak berhenti pada pengetahuan. Ia seharusnya membawa seseorang untuk bertindak dan memberikan manfaat. Dari literasi menuju kesadaran, dari kesadaran menuju aksi, dan dari aksi menuju kebermanfaatan bagi sesama.
Mari bersama BAZNAS Kota Surabaya menjadikan momentum Rabiul Awal 1448 H sebagai langkah untuk membangun masyarakat yang semakin memahami, menyadari, dan mengamalkan ZIS.
ARTIKEL13/08/2026 | Nadya - Magang
Isi Kemerdekaan dengan Kebaikan: Ajak Masyarakat Surabaya Bersedekah melalui BAZNAS
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, berbagai kegiatan mulai mewarnai suasana di tengah masyarakat. Di Kota Surabaya, semangat menyambut kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk melakukan lebih banyak kebaikan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Kemerdekaan tidak hanya dapat dirayakan melalui berbagai kegiatan dan perlombaan. Semangat tersebut juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain, salah satunya dengan bersedekah.
Sedekah sebagai Bentuk Kepedulian
Sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak harus dalam jumlah besar, setiap pemberian yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi bentuk perhatian kepada mereka yang membutuhkan.
Di tengah kehidupan masyarakat Surabaya yang beragam, semangat berbagi dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih peduli. Kebiasaan berbagi juga dapat membantu menciptakan hubungan sosial yang lebih kuat di antara masyarakat. Momentum bulan kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa membangun bangsa bukan hanya melalui hal-hal besar, tetapi juga melalui kepedulian yang dilakukan dari lingkungan sekitar.
Berbagi Manfaat Bersama BAZNAS Surabaya
Masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah dapat mempercayakannya melalui BAZNAS Kota Surabaya. Sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berperan dalam menghimpun dan menyalurkan dana tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, sedekah yang diberikan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan demikian, kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi bentuk kebaikan secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kepedulian sosial di Kota Surabaya.
Kemerdekaan yang Diisi dengan Kebaikan
Peringatan Hari Kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat berbagi. Masyarakat Surabaya dapat mengambil bagian dengan melakukan kebaikan sesuai kemampuan, termasuk melalui sedekah.
Mari isi momentum kemerdekaan dengan sesuatu yang memberikan manfaat bagi sesama. Dari sedekah yang diberikan dengan ikhlas, dapat tumbuh kepedulian yang membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga tentang berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL13/08/2026 | Nadya - Magang
Jelang 17 Agustus, BAZNAS Surabaya Ajak Masyarakat Tumbuhkan Kepedulian Sosial
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, suasana semarak mulai terasa di berbagai wilayah Surabaya. Beragam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari tradisi menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Namun, momentum kemerdekaan tidak hanya tentang perayaan. Momen ini juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.
Memaknai Kemerdekaan dengan Kepedulian
Kemerdekaan dapat dimaknai dengan berbagai cara. Salah satunya melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain. Di tengah kehidupan masyarakat perkotaan seperti Surabaya, kepedulian sosial menjadi salah satu hal penting untuk terus ditumbuhkan.
Berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bentuk nyata kepedulian tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, dana yang dikelola dengan baik juga dapat mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Peran BAZNAS Surabaya dalam Membangun Kepedulian
BAZNAS Kota Surabaya menjadi salah satu lembaga yang berperan dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran, kontribusi masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Semangat berbagi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya.
Dari Semangat Kemerdekaan Menjadi Semangat Berbagi
Menjelang 17 Agustus, masyarakat Surabaya dapat mengisi momentum kemerdekaan dengan berbagai bentuk kebaikan. Tidak harus melalui sesuatu yang besar, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana seperti membantu lingkungan sekitar atau berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Semangat kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat yang sejahtera membutuhkan kepedulian dan kontribusi dari berbagai pihak. Mari jadikan momentum 17 Agustus sebagai kesempatan untuk tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial. Bersama BAZNAS Surabaya, kebaikan yang diberikan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL13/08/2026 | Putri - Magang
Mengapa Zakat Lebih dari Sekadar Kewajiban? Memahami Peran BAZNAS dalam Menyucikan Harta
Zakat Lebih dari Sekadar Kewajiban
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim. Bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikannya bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Di balik kewajiban mengeluarkan sebagian harta, terdapat nilai yang lebih luas. Zakat menjadi sarana untuk menyucikan harta, membersihkan jiwa dari sifat kikir, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan zakat yang amanah, dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat kepada mustahik sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Inilah mengapa zakat tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.
Makna Zakat dalam Menyucikan Harta
Secara bahasa, zakat memiliki makna antara lain suci, tumbuh, berkembang, dan berkah. Hal ini menggambarkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Ketika seorang muzaki menunaikan zakat, ia menyisihkan sebagian hartanya sesuai dengan ketentuan syariat. Harta tersebut kemudian diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya.
Zakat mengajarkan bahwa di dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak bagi orang lain yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada lingkungan sosial di sekitarnya. Zakat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberkahan harta sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.
Zakat Membantu Mengurangi Kesenjangan Sosial
Salah satu peran penting zakat adalah membantu masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan. Dana zakat dapat menjadi sumber dukungan bagi mustahik untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kualitas kehidupannya.
Jika dikelola secara optimal, zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan pada program pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan berbagai bentuk pemberdayaan lainnya sesuai dengan ketentuan syariat dan program lembaga.
Dengan demikian, zakat memiliki potensi untuk menjadi salah satu instrumen dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial. Dari muzaki yang menunaikan zakat, lahir manfaat bagi mustahik. Dari kepedulian satu orang, dapat tumbuh kebermanfaatan yang dirasakan oleh banyak orang.
Peran BAZNAS dalam Pengelolaan Zakat
Agar zakat dapat memberikan manfaat secara optimal, diperlukan pengelolaan yang profesional, transparan, dan amanah. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kota Surabaya. Melalui pengelolaan tersebut, dana yang dipercayakan oleh masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi penerima.
Peran BAZNAS tidak berhenti pada penghimpunan dana. Pengelolaan zakat juga mencakup proses pendataan, verifikasi penerima manfaat, penyaluran, serta pelaksanaan berbagai program yang ditujukan untuk membantu masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, zakat diharapkan dapat tersalurkan kepada pihak yang berhak dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan syariat.
Dari Zakat Menjadi Manfaat Nyata
Zakat yang ditunaikan oleh seorang muzaki mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dikelola dan disalurkan dengan tepat, zakat dapat memberikan dampak yang besar. Bantuan zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, mendukung pendidikan, memberikan akses terhadap layanan kesehatan, hingga mendukung pemberdayaan ekonomi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Seorang muzaki mungkin hanya melihat sebagian hartanya yang dikeluarkan. Namun bagi seorang mustahik, bantuan tersebut dapat menjadi harapan, kesempatan, bahkan jalan untuk bangkit dari keterbatasan.
Zakat sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. Kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Zakat menjadi salah satu bentuk nyata dari ajaran tersebut. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semangat berbagi juga dapat diperluas melalui infak dan sedekah. Ketiganya menjadi bagian dari ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat ketika dikelola secara amanah dan tepat sasaran. Karena itu, membayar zakat bukan hanya tentang mengurangi sebagian harta yang dimiliki. Lebih dari itu, zakat merupakan cara untuk berbagi keberkahan dengan orang lain.
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS?
Menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat dapat membantu proses penghimpunan dan penyaluran menjadi lebih terorganisasi. BAZNAS Kota Surabaya berupaya mengelola dana ZIS secara profesional dan menyalurkannya melalui program-program yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, keberadaan lembaga pengelola zakat juga dapat menjadi sarana untuk menyalurkan zakat secara lebih terarah. Dengan demikian, muzaki dapat menjalankan kewajibannya, sementara manfaat zakat dapat diperluas kepada masyarakat yang membutuhkan.
Saatnya Menjadikan Zakat sebagai Gaya Hidup Kebaikan
Zakat seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban yang ditunaikan ketika sudah mencapai batas tertentu. Lebih dari itu, zakat dapat menjadi bagian dari kesadaran seorang muslim untuk berbagi dan memberikan manfaat.
Membayar zakat berarti menyadari bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri. Ada hak orang lain yang perlu ditunaikan, ada saudara yang membutuhkan dukungan, dan ada kesempatan untuk menjadikan harta lebih bermakna.
Melalui BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat bersama-sama membangun semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial melalui ZIS.
Zakat: Kewajiban yang Menghadirkan Keberkahan
Zakat memang merupakan kewajiban bagi muslim yang memenuhi syarat. Namun, makna zakat jauh lebih luas daripada sekadar kewajiban. Zakat adalah bentuk penyucian harta, kepedulian kepada sesama, dan ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Ketika zakat dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada mereka yang berhak, setiap rupiah yang ditunaikan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Mari tunaikan zakat, sucikan harta, dan hadirkan manfaat bersama BAZNAS Kota Surabaya. Karena harta yang berkah bukan hanya tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
ARTIKEL11/08/2026 | Icha - Magang
Membangun Harapan melalui Zakat yang Berdampak
Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian yang mampu membangun harapan dan menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan dan penyaluran zakat yang tepat sasaran, dana zakat dapat menjadi bagian dari solusi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan kesejahteraan, hingga mendorong kemandirian ekonomi.a
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, zakat memiliki peran penting dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, diperlukan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak agar setiap zakat yang ditunaikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima manfaat.
Zakat sebagai Jalan untuk Menghadirkan Harapan
Bagi sebagian masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan ekonomi, bantuan zakat dapat menjadi awal dari sebuah harapan. Bantuan untuk kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya dapat meringankan beban sekaligus memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali bangkit.
Namun, zakat yang berdampak tidak berhenti pada pemberian bantuan. Lebih dari itu, zakat dapat diarahkan untuk membantu penerima manfaat memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menjadi lebih mandiri. Inilah pentingnya konsep zakat yang berdampak, yaitu bagaimana dana zakat dikelola sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.
Dari Bantuan Menjadi Pemberdayaan
Penyaluran zakat dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Bantuan pendidikan dapat membuka akses terhadap ilmu dan meningkatkan peluang masa depan. Bantuan kesehatan dapat membantu masyarakat mendapatkan layanan yang layak. Sementara itu, bantuan ekonomi dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Dengan pendekatan pemberdayaan, zakat tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membantu mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Setiap program yang dijalankan tentu membutuhkan proses pendataan dan penyaluran yang tepat agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan demikian, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
BAZNAS dan Komitmen Mengelola Zakat secara Amanah
Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS memiliki peran dalam menghimpun dan mengelola zakat dari para muzaki untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi penerima manfaat.
Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya terus mendorong semangat kepedulian masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah dan tepat sasaran. Setiap kontribusi yang diberikan oleh masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.
Zakat yang Ditunaikan, Harapan yang Diteruskan
Ketika seorang muzaki menunaikan zakat, sesungguhnya ia sedang mengambil bagian dalam sebuah gerakan kebaikan. Zakat yang diberikan dapat menjadi makanan bagi keluarga yang membutuhkan, biaya pendidikan bagi anak-anak, bantuan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan, maupun dukungan bagi mereka yang sedang berusaha meningkatkan kehidupannya.
Dari satu kebaikan, lahir kebaikan lainnya. Karena itu, zakat tidak hanya berbicara mengenai jumlah yang dikeluarkan, tetapi juga mengenai dampak yang dapat diberikan kepada penerima manfaat. Semakin baik zakat dikelola dan disalurkan, semakin besar pula peluang terciptanya perubahan yang berarti.
Bersama Membangun Harapan melalui Zakat
Membangun kesejahteraan masyarakat bukanlah tugas satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara muzaki, lembaga pengelola zakat, pemerintah, komunitas, dan masyarakat secara luas. Masyarakat dapat mengambil peran dengan menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya. BAZNAS kemudian mengelola dan menyalurkannya kepada penerima manfaat sesuai ketentuan dan kebutuhan yang ada.
Dengan semangat zakat yang berdampak, setiap kebaikan dapat menjadi bagian dari perubahan. Apa yang kita tunaikan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan untuk menatap hari esok dengan lebih baik.
Mari Jadikan Zakat sebagai Gerakan Kebaikan
Zakat adalah ibadah yang memiliki dimensi sosial yang kuat. Di dalamnya terdapat kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk membantu sesama. Melalui zakat yang dikelola secara amanah dan tepat sasaran, kita dapat bersama-sama membangun harapan, menguatkan masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas.
ARTIKEL11/08/2026 | Aliya - Magang
Satu Kebaikan di Bulan Safar, Seribu Manfaat bagi Sesama
Bulan Safar menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kebaikan dan kepedulian kepada sesama. Setiap waktu dapat menjadi kesempatan untuk berbagi, membantu, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Berbagi tidak harus menunggu memiliki rezeki yang berlebih. Dari sebagian harta yang kita sisihkan, dapat lahir manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Satu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi awal dari hadirnya banyak kebaikan lainnya.
Memaknai Bulan Safar dengan Kebaikan
Bulan Safar sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Padahal, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk menjadikan bulan Safar sebagai bulan yang penuh ketakutan atau kekhawatiran.
Sebaliknya, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif dan amal kebaikan. Memperbanyak ibadah, membantu orang lain, serta menunaikan ZIS merupakan beberapa bentuk kepedulian yang dapat dilakukan. Dengan mengisi bulan Safar melalui kebaikan, kita dapat menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus mempererat kepedulian sosial.
Satu Kebaikan Dapat Menghadirkan Banyak Manfaat
Terkadang, apa yang kita berikan terlihat sederhana. Namun, bagi orang yang sedang membutuhkan, bantuan tersebut dapat memiliki arti yang sangat besar. Zakat yang ditunaikan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka yang berhak menerima. Infak dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara sedekah dapat menjadi bentuk kepedulian yang diberikan dengan ikhlas untuk membantu sesama.
Dari satu pemberian, dapat lahir banyak manfaat. Bantuan yang diterima sebuah keluarga dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dukungan pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada seorang anak untuk terus belajar. Bantuan kesehatan dapat membantu seseorang mendapatkan layanan yang dibutuhkan. Inilah mengapa kebaikan sekecil apa pun tidak seharusnya diremehkan.
ZIS sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya berkaitan dengan memberikan sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk membantu sesama. Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat tertentu. Sementara itu, infak dan sedekah menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Jika dikelola dengan baik dan disalurkan kepada pihak yang tepat, ZIS dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan. Dengan demikian, ZIS dapat menjadi salah satu bagian dari upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan sejahtera.
BAZNAS Surabaya, Menghubungkan Kebaikan dengan Mereka yang Membutuhkan
BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, dana ZIS dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang tepat sasaran serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang melibatkan banyak pihak. Dari muzaki dan donatur, kebaikan kemudian diteruskan kepada penerima manfaat. Karena itu, ketika seseorang menunaikan ZIS, ia tidak hanya memberikan sebagian hartanya, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menghadirkan harapan bagi sesama.
Tidak Perlu Menunggu untuk Berbagi
Sering kali seseorang berpikir bahwa berbagi harus dilakukan dalam jumlah besar. Padahal, kebaikan dapat dimulai dari hal sederhana dan sesuai dengan kemampuan.
Menunaikan zakat ketika telah memenuhi kewajiban, menyisihkan sebagian rezeki untuk infak, atau memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kepedulian. Yang terpenting bukan hanya seberapa besar yang diberikan, tetapi keikhlasan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh penerima.
Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Kebaikan
Bulan Safar dapat menjadi pengingat bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat baik. Daripada memenuhi waktu dengan kekhawatiran terhadap mitos, mari mengisinya dengan kegiatan yang memberikan manfaat. Melalui ZIS, kita dapat ikut membantu meringankan beban sesama dan mendukung berbagai program sosial yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Satu kebaikan mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi dapat menjadi sangat berarti bagi mereka yang menerima. Dari satu zakat, satu infak, atau satu sedekah, dapat lahir seribu manfaat bagi sesama. Mari jadikan bulan Safar sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian dan menebarkan kebermanfaatan.
ARTIKEL11/08/2026 | Aliya - Magang
Dari Cemas Jadi Berkah: Mengubah Stigma Bulan Safar Lewat Penyaluran ZIS BAZNAS
Dari Cemas Jadi Berkah di Bulan Safar
Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan anggapan kurang baik di tengah masyarakat. Sebagian orang masih meyakini bahwa Bulan Safar membawa kesialan, musibah, atau berbagai kejadian buruk.
Padahal, dalam ajaran Islam, tidak ada dasar untuk meyakini bahwa waktu atau bulan tertentu secara otomatis membawa kesialan. Setiap waktu adalah kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Daripada dipenuhi rasa cemas dan kekhawatiran, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Melalui penyaluran ZIS, kebaikan tidak hanya menjadi ibadah bagi muzaki dan donatur, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tinggalkan Stigma, Perbanyak Kebaikan
Stigma negatif tentang Bulan Safar sebaiknya tidak membuat umat Islam takut menjalani aktivitas sehari-hari. Justru, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian kepada sesama.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.
Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Sementara infak dan sedekah menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Ketiganya memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Dengan berbagi, rasa cemas dapat berubah menjadi kebermanfaatan. Harta yang dikeluarkan untuk kebaikan dapat menjadi jalan hadirnya kebahagiaan bagi orang lain.
ZIS BAZNAS Hadir untuk Masyarakat
Sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menyalurkan dana ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program.
Dana yang dihimpun dari para muzaki dan donatur dapat disalurkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga program kemanusiaan lainnya.
Dengan pengelolaan dan penyaluran yang tepat, ZIS diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Hal inilah yang menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai salah satu bentuk nyata kepedulian sosial.
Mengubah Cemas Menjadi Amal yang Bernilai
Ketika masyarakat memahami Bulan Safar dengan lebih baik, rasa takut terhadap berbagai mitos dapat perlahan digantikan dengan semangat melakukan amal kebaikan.
Ada banyak cara untuk mengisi Bulan Safar dengan kegiatan positif. Salah satunya adalah menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara yang membutuhkan.
Misalnya, melalui:
Menunaikan zakat sesuai ketentuan.
Bersedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berinfak untuk mendukung program sosial.
Membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Mendukung program kesehatan masyarakat.
Berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan.
Membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai ketika dilakukan dengan ikhlas. Karena itu, jangan biarkan mitos membuat langkah kita terhenti untuk berbuat baik.
Penyaluran ZIS Tepat Sasaran, Manfaat Lebih Luas
Kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pengelolaan ZIS. Karena itu, penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah perlu dilakukan secara amanah dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh penerima yang benar-benar membutuhkan.
Melalui lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu sesama melalui program-program yang telah disiapkan.
ZIS yang ditunaikan oleh masyarakat kemudian dapat menjadi sumber daya untuk menghadirkan berbagai program kemanfaatan. Dari satu kebaikan, dapat lahir banyak manfaat bagi penerima.
Inilah makna berbagi yang sesungguhnya: ketika sebagian rezeki kita menjadi jalan bagi hadirnya harapan bagi orang lain.
Bulan Safar, Momentum Memperkuat Kepedulian
Bulan Safar tidak perlu dipenuhi dengan kekhawatiran terhadap mitos. Sebaliknya, jadikan bulan ini sebagai pengingat bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk memperbanyak amal.
Daripada mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, lebih baik melakukan sesuatu yang nyata dan memberikan manfaat.
Melalui ZIS BAZNAS Kota Surabaya, masyarakat dapat ikut mengambil peran dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, dan membantu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Dari Cemas Menjadi Berkah
Bulan Safar dapat dimaknai sebagai momentum untuk meninggalkan stigma dan memperbanyak kebaikan. Tidak perlu takut terhadap mitos, karena yang lebih penting adalah bagaimana kita mengisi setiap waktu dengan amal yang bermanfaat.
Mari ubah cemas menjadi berkah. Ubah keraguan menjadi kepedulian. Dan ubah sebagian rezeki menjadi manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kota Surabaya.
Karena ketika kebaikan disalurkan dengan amanah dan tepat sasaran, satu kebaikan dapat menjadi berkah bagi banyak orang.
ARTIKEL11/08/2026 | Icha - Magang
Langkah Nyata di Bulan Safar: Sucikan Harta, Bahagiakan Sesama
Langkah nyata di Bulan Safar dapat diawali dengan menyucikan harta serta membahagiakan sesama melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang, kesadaran untuk saling membantu menjadi pilar penting dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat.
Bulan Safar kerap kali dipahami secara keliru oleh sebagian orang akibat mitos-mitos lama yang mengaitkannya dengan kesialan. Padahal, Islam mengajarkan bahwa seluruh hari dan bulan adalah waktu yang baik untuk menanam kebaikan. Oleh karena itu, mengubah cara pandang tersebut menjadi aksi nyata kepedulian adalah langkah bijak untuk mengisi bulan ini dengan keberkahan.
Salah satu bentuk aksi nyata yang sangat dianjurkan adalah dengan membersihkan harta yang dimiliki melalui instrumen zakat, serta melengkapinya dengan infak dan sedekah.
Menyucikan Harta sebagai Bentuk Ketaatan dan Ketenangan
Dalam ajaran Islam, di dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Menunaikan zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan sarana untuk menyucikan jiwa dari sifat kikir dan menyucikan harta agar menjadi lebih bersih serta berlimpah berkah.
Ketika harta telah disucikan, timbul ketenangan dalam hati dan keberkahan dalam kehidupan. Harta yang dibagikan tidak akan berkurang, melainkan tumbuh menjadi kebaikan yang meluas. Keikhlasan dalam menyisihkan sebagian rezeki di Bulan Safar menjadi bukti nyata ketaatan seorang Muslim kepada Penciptanya sekaligus wujud empati kepada sesama.
Melalui ZIS, rezeki yang dialirkan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan menjadi penopang kehidupan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Membahagiakan Sesama Melalui Manfaat ZIS
Membahagiakan sesama tidak selalu membutuhkan hal-hal besar yang rumit. Senyuman dan rasa lega dari seorang penerima manfaat ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi adalah kebahagiaan sejati. Dana ZIS yang terkumpul memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan kebahagiaan tersebut.
Bantuan yang disalurkan dapat berwujud pemenuhan bahan pangan, penanganan kesehatan, kelangsungan pendidikan anak-anak kurang mampu, hingga modal usaha mikro. Setiap rupiah yang disedekahkan bekerja secara langsung untuk merajut kembali harapan masyarakat yang membutuhkan.
Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan berdampak besar dalam menghapus kesedihan dan menghadirkan kemandirian bagi kaum dhuafa.
Penyaluran ZIS yang Amanah dan Tepat Sasaran Bersama BAZNAS
Agar ibadah ZIS memberikan dampak yang optimal dan berkelanjutan, penyalurannya perlu dikelola secara profesional. BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang memastikan setiap dana dari para muzaki dan donatur tersalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Melalui program-program unggulan BAZNAS, penyaluran ZIS tidak hanya bersifat karitatif (bantuan darurat), tetapi juga bersifat produktif untuk memberdayakan masyarakat agar mampu keluar dari garis kemiskinan.
Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya juga konsisten menghadirkan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Ikhtiar ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat keberadaan zakat benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang membutuhkan uluran tangan.
Menjadikan Berbagi sebagai Gaya Hidup
Bulan Safar memberikan momen untuk melakukan introspeksi dan memulai kebiasaan baik. Namun, semangat menyucikan harta dan membahagiakan sesama hendaknya menjadi gaya hidup yang terus dirawat sepanjang tahun. Setiap kesempatan untuk berbagi adalah peluang investasi akhirat yang tidak boleh dilewatkan. Menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari rutinitas harian akan membentuk karakter masyarakat yang solid, tangguh, dan saling menopang.
Memulai langkah nyata tidak perlu menunggu hingga kondisi finansial melimpah ruah, sebab keberkahan justru hadir dari konsistensi dan keikhlasan dalam berbagi.
Mari Ambil Langkah Nyata Sekarang
Bulan Safar adalah momen yang tepat untuk melangkah maju, meninggalkan prasangka buruk, dan menggantinya dengan aksi kepedulian yang nyata. Menyucikan harta melalui zakat serta membahagiakan sesama dengan infak dan sedekah adalah jalan terbaik meraih ridha-Nya. Mari jadikan Bulan Safar ini lebih bermakna dengan menyalurkan ZIS Anda melalui BAZNAS. Bersama-sama, kita wujudkan kepedulian menjadi kebahagiaan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL11/08/2026 | Rosita - Magang
Mengubah Persepsi Menjadi Aksi: Semarak Berbagi ZIS di Bulan Safar
Mengubah persepsi menjadi aksi merupakan langkah krusial dalam memaknai Bulan Safar secara bijak dan produktif. Di tengah masyarakat, Bulan Safar kerap diwarnai oleh berbagai anggapan keliru mengenai kesialan atau bulan yang penuh dengan kemalangan. Padahal, pemahaman tersebut berbanding terbalik dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan bahwa setiap waktu adalah ruang untuk menebar kebaikan dan menuai pahala.
Guna menghapus kekeliruan persepsi tersebut, cara terbaik bukan sekadar berwacana, melainkan membuktikannya lewat tindakan nyata. Semarak berbagi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hadir sebagai jawaban positif untuk mengubah keraguan menjadi gerakan kepedulian yang membawa dampak besar bagi kehidupan sosial.
Menepis Mitos Kesialan dengan Gerakan Kebaikan
Stereotip negatif tentang Bulan Safar hanya akan menghambat potensi kebaikan yang bisa diciptakan oleh umat Islam. Islam mengajarkan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa takdir buruk secara mutlak; kualitas suatu bulan ditentukan oleh bagaimana manusia mengisinya dengan amal perbuatan.
Momen Bulan Safar sejatinya dapat dijadikan batu lompatan untuk meningkatkan kesadaran berbagi. Ketika persepsi lama yang pasif dan diliputi rasa cemas diubah menjadi semangat untuk memberi, suasana sosial akan berubah menjadi lebih hidup dan penuh optimisme.
Melalui penunaian ZIS, energi masyarakat yang sebelumnya terfokus pada prasangka dapat dialihkan menjadi aksi nyata yang membahagiakan orang lain.
ZIS sebagai Katalisator Perubahan Sosial
Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen ekonomi Islam yang efektif untuk meretas ketimpangan sosial. Dana ZIS yang dihimpun dan dikelola secara tepat mampu mengubah kehidupan penerimanya (mustahik) secara bertahap.
Pemberdayaan Ekonomi: Penyaluran dana ZIS tidak hanya berhenti pada bantuan pangan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk modal usaha mikro dan pelatihan keterampilan agar masyarakat dapat mandiri.
Pendidikan dan Kesehatan: Akses terhadap pendidikan yang layak bagi anak-anak kurang mampu serta bantuan layanan kesehatan gratis menjadi pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Solidaritas Tanpa Batas: Kebiasaan memberi memupuk rasa persaudaraan dan mengikis jurang pemisah antara kelompok masyarakat yang mampu dan yang membutuhkan.
Peran BAZNAS dalam Mengakselerasi Aksi Berbagi
Agar gerakan berbagi ZIS di Bulan Safar berjalan efektif, dibutuhkan wadah pengelola yang transparan dan profesional. BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi yang menjembatani para muzaki dan donatur dengan masyarakat yang membutuhkan.
Dengan pengelolaan yang berbasis data dan terencana, BAZNAS memastikan setiap rupiah yang ditunaikan disalurkan secara akuntabel, tepat sasaran, dan membawa dampak jangka panjang.
Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya terus menggalakkan berbagai program inovatif yang melibatkan partisipasi aktif warga. Upaya ini dilakukan agar kebermanfaatan zakat dirasakan secara merata, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat lokal di berbagai pelosok wilayah.
Menjadikan Semarak Berbagi sebagai Kebiasaan Berkelanjutan
Gerakan mengubah persepsi menjadi aksi di Bulan Safar tidak boleh berhenti ketika bulan berakhir. Semarak yang dibangun harus menjadi pemicu lahirnya kebiasaan baru yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Menyisihkan sebagian rezeki secara rutin—baik dalam skala kecil maupun besar—akan melatih kepekaan empati diri. Ketika berbagi sudah menjadi gaya hidup, keberkahan tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga mendatangkan ketenangan jiwa dan kelancaran rezeki bagi mereka yang memberi.
Mari Aksi Sekarang, Tebarkan Manfaat Bersama
Bulan Safar adalah panggung terbuka untuk membuktikan bahwa kebaikan selalu mampu mengalahkan prasangka. Saatnya melepaskan persepsi lama dan mengambil peran aktif dalam gerakan kebaikan.
Mari jadikan Bulan Safar ini lebih bernilai dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS. Bersama-sama, kita ubah niat baik menjadi aksi nyata demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya.
ARTIKEL11/08/2026 | Rosita - Magang
Bulan Safar sebagai Momentum Berbagi: ZIS untuk Kesejahteraan Umat
Bulan Safar sebagai Momentum Berbagi
Bulan Safar sebagai momentum berbagi dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Di tengah kehidupan masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial, semangat berbagi menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kepada sesama.
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Dalam Islam, tidak terdapat ajaran yang menganggap Bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan atau keburukan. Oleh karena itu, umat Islam dapat mengisi Bulan Safar dengan berbagai amal kebaikan, termasuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah menunaikan zakat serta memperbanyak infak dan sedekah melalui lembaga pengelola zakat yang amanah dan terpercaya.
Memaknai Bulan Safar dengan Kebaikan
Setiap bulan dalam kalender Hijriah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan amal kebaikan. Begitu pula dengan Bulan Safar. Daripada mempercayai berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Berbagi tidak selalu harus dilakukan dalam jumlah besar. Kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai dari membantu kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, memberikan makanan, mendukung pendidikan, hingga membantu masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah yang tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki manfaat sosial bagi kehidupan masyarakat.
ZIS sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Sementara itu, infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Ketiganya memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dana ZIS yang dikelola dengan baik dapat disalurkan untuk berbagai kebutuhan, seperti bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta program kemanusiaan lainnya.
Dengan demikian, ZIS tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Bersama BAZNAS, ZIS Disalurkan untuk Memberikan Manfaat
BAZNAS hadir sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat secara nasional. Melalui pengelolaan dan pendistribusian dana ZIS, zakat yang ditunaikan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima manfaat.
Semangat berbagi di Bulan Safar dapat diwujudkan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang memiliki tata kelola dan program yang jelas. Dengan begitu, kebaikan yang diberikan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat diarahkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya juga terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bantuan dan program pemberdayaan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong terciptanya kehidupan yang lebih sejahtera.
Berbagi Tidak Harus Menunggu Momen Tertentu
Bulan Safar dapat menjadi pengingat bahwa berbagi merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Namun, semangat berbagi tentu tidak hanya dilakukan pada Bulan Safar. Kebaikan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja selama memiliki kesempatan dan kemampuan.
Setiap zakat yang ditunaikan, setiap infak yang diberikan, dan setiap sedekah yang disalurkan dapat menjadi bentuk kepedulian kepada sesama. Bahkan, kebaikan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dapat memberikan dampak berarti bagi orang lain.
Oleh karena itu, momentum Bulan Safar dapat dimanfaatkan untuk kembali menguatkan komitmen dalam berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Wujudkan Kepedulian, Mulai dari ZIS
Bulan Safar bukanlah bulan yang perlu ditakuti ataupun dikaitkan dengan kesialan. Sebaliknya, bulan ini dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif dan amal kebaikan.
Menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta membantu sesama merupakan beberapa cara sederhana untuk mengisi Bulan Safar dengan kebermanfaatan. Melalui pengelolaan ZIS yang baik, kepedulian dari para muzaki dan donatur dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mari jadikan Bulan Safar sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian, memperbanyak kebaikan, dan berbagi manfaat bersama BAZNAS. Karena setiap kebaikan yang diberikan dapat menjadi langkah kecil untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL11/08/2026 | Ifa - Magang
Jauhkan Mitos, Dekatkan Kebaikan: Maknai Bulan Safar Bersama BAZNAS
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sebagaimana bulan-bulan lainnya dalam Islam. Namun, di tengah masyarakat masih ditemukan berbagai anggapan dan mitos yang mengaitkan Bulan Safar dengan kesialan, musibah, atau berbagai hal buruk.
Padahal, Islam tidak mengajarkan bahwa Bulan Safar merupakan bulan yang membawa kesialan. Setiap bulan memiliki kesempatan yang sama bagi umat Islam untuk beribadah, berbuat baik, dan memberikan manfaat kepada sesama. Karena itu, daripada terjebak dalam mitos, Bulan Safar dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial.
Salah satu bentuk nyata kebaikan yang dapat dilakukan adalah menunaikan zakat, memperbanyak infak, dan sedekah (ZIS) bersama BAZNAS.
Meluruskan Pandangan tentang Bulan Safar
Bulan Safar sejak dahulu tidak terlepas dari berbagai kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa Safar merupakan bulan yang penuh kesialan atau waktu yang kurang baik untuk melakukan kegiatan tertentu.
Pandangan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada waktu atau bulan tertentu. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya tidak menjadikan mitos sebagai dasar dalam menentukan sikap maupun aktivitas kehidupan.
Sebaliknya, setiap pergantian bulan dalam kalender Hijriah dapat menjadi pengingat untuk melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kualitas amal. Begitu pula dengan Bulan Safar yang dapat diisi dengan ibadah, membantu sesama, serta berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jadikan Safar sebagai Momentum Menebar Kebaikan
Menjauhkan diri dari mitos bukan berarti hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan, baik dalam bentuk ibadah maupun kepedulian sosial.
Berbagi kepada sesama merupakan salah satu bentuk kebaikan yang mudah dilakukan. Tidak harus selalu dalam jumlah besar, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Memberikan makanan kepada yang membutuhkan, membantu biaya pendidikan, mendukung masyarakat kurang mampu, hingga memberikan bantuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga merupakan bentuk kepedulian yang dapat memberikan dampak positif.
Semangat inilah yang sejalan dengan nilai zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan umat Islam.
Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Kesejahteraan Umat
Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Sementara itu, infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Jika dikelola dan disalurkan dengan baik, dana ZIS dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Dana tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
ZIS juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian dan solidaritas sosial. Ketika seseorang menunaikan zakat atau memberikan infak dan sedekah, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli dan saling membantu.
Bersama BAZNAS, Salurkan Kebaikan agar Lebih Bermakna
BAZNAS hadir sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat secara nasional. Melalui pengelolaan dana ZIS, kebaikan dari para muzaki dan donatur dapat dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Surabaya juga terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Penyaluran bantuan dan program pemberdayaan menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong peningkatan kesejahteraan umat.
Dengan menyalurkan ZIS melalui lembaga pengelola zakat, masyarakat dapat turut berkontribusi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang diberikan dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang membantu sesama.
Kebaikan Tidak Mengenal Waktu
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa melakukan kebaikan tanpa membatasi amal hanya pada waktu tertentu. Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan salah satu bagian dari perjalanan waktu yang dapat diisi dengan berbagai amal positif.
Momentum Safar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Ketika ada kesempatan untuk membantu, jangan menunggu hingga datang bulan atau momen tertentu.
Sebab, kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan bantuan dan perhatian berlangsung setiap waktu. Karena itu, semangat berbagi juga sebaiknya terus dilakukan secara berkelanjutan.
Jauhkan Mitos, Dekatkan Kebaikan
Bulan Safar dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Tidak perlu mengaitkannya dengan kesialan ataupun ketakutan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Mari isi Bulan Safar dengan kegiatan yang memberikan manfaat. Mulai dari menunaikan zakat bagi yang telah memenuhi kewajiban, memperbanyak infak dan sedekah, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan.
Jauhkan mitos, dekatkan kebaikan. Bersama BAZNAS, mari jadikan Bulan Safar sebagai momentum untuk menebarkan kepedulian, memperluas manfaat, dan mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL11/08/2026 | Ifa - Magang
Menghadapi Ketidakpastian dengan Tawakal: Pelajaran yang Bisa Dipetik di Bulan Safar
Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum untuk merenungkan perjalanan kehidupan. Tidak semua hal dapat diprediksi atau berjalan sesuai rencana. Ada kalanya seseorang menghadapi perubahan pekerjaan, kondisi ekonomi, atau persoalan lain yang datang tanpa diduga. Dalam menghadapi ketidakpastian, Islam mengajarkan pentingnya ikhtiar dan tawakal. Manusia tetap perlu berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Safar dan Makna Sebuah Perjalanan
Perjalanan tidak hanya berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menggambarkan perjalanan kehidupan setiap manusia. Ada yang sedang menempuh pendidikan, mencari pekerjaan, membangun keluarga, atau memperbaiki kondisi ekonomi. Setiap perjalanan memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, bulan Safar dapat menjadi pengingat untuk tetap siap menghadapi perubahan, mengevaluasi langkah, dan melanjutkan perjalanan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan.
Menghadapi Ketidakpastian dengan Ikhtiar
Ketidakpastian terkadang membuat seseorang khawatir dan ragu mengambil langkah. Padahal, manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk melakukan usaha terbaik sesuai kemampuannya.Belajar, bekerja, membuat perencanaan, dan mencari solusi merupakan bagian dari ikhtiar. Ketika satu cara belum berhasil, seseorang dapat memperbaiki usaha dan mencari jalan lain. Dengan demikian, ketidakpastian dapat menjadi ruang untuk belajar dan berkembang.
Tawakal Setelah Melakukan Usaha
Setelah berikhtiar, manusia perlu menyadari bahwa hasil akhir tidak selalu berada dalam kendalinya. Di sinilah tawakal memiliki peran penting. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh. Ketika hasil sesuai harapan, seseorang dapat bersyukur. Ketika hasil berbeda dari rencana, seseorang dapat mengambil pelajaran dan kembali mencari jalan terbaik.
BAZNAS sebagai Bagian dari Ikhtiar Sosial
Semangat ikhtiar dan tawakal juga dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial. Ketika seseorang mengalami kesulitan, dukungan dari orang lain dapat menjadi bagian dari proses untuk kembali bangkit. BAZNAS Kota Surabaya hadir sebagai lembaga yang menghubungkan kepedulian masyarakat dengan kebutuhan mustahik. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berupaya menyalurkan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sesuai kondisi penerima manfaat. Bagi mustahik, bantuan tersebut dapat menjadi dukungan untuk melewati masa sulit dan melanjutkan kehidupan. Sementara bagi muzaki, menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memperluas manfaat bagi sesama.
Memaknai Safar dengan Ikhtiar dan Tawakal
Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana kita menjalani perjalanan kehidupan. Ketidakpastian mungkin akan selalu ada, tetapi kita dapat memilih cara untuk menghadapinya. Ikhtiar mengajarkan untuk tetap berusaha, sedangkan tawakal mengajarkan untuk menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik. Nilai tersebut juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Pada akhirnya, kita mungkin tidak dapat mengetahui seluruh jalan yang akan dilalui. Namun, kita dapat memilih untuk tetap berikhtiar, bertawakal, dan menjadi bagian dari kebaikan bagi sesama.
ARTIKEL09/08/2026 | Sabrina - Magang
Merdeka Secara Ekonomi: Zakat untuk Kemandirian Mustahik
Bulan Agustus identik dengan semangat kemerdekaan. Namun, makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebebasan sebuah bangsa. Bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi, kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh kesempatan yang layak, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Dalam konteks tersebut, zakat untuk kemandirian ekonomi mustahik memiliki peran penting. Zakat tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan agar mustahik memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Kemerdekaan Ekonomi Dimulai dari Kesempatan
Bagi seorang mustahik, memiliki pekerjaan, keterampilan, atau usaha yang mampu menopang kebutuhan keluarga merupakan salah satu bentuk kemerdekaan yang nyata. Ketika seseorang mulai mampu menghasilkan pendapatan sendiri dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan, maka terbuka kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. Keterbatasan ekonomi tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kemauan untuk bekerja. Modal usaha, peralatan kerja, keterampilan, pendidikan, maupun akses terhadap kesempatan kerja dapat menjadi faktor yang menentukan kemampuan seseorang untuk meningkatkan kondisi ekonominya.
Karena itu, pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membantu mustahik keluar dari keterbatasan. Bantuan yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat menjadi awal bagi proses perubahan yang berkelanjutan.
Zakat sebagai Sarana Pemberdayaan Mustahik
Zakat memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan penerima. Melalui zakat produktif, misalnya, mustahik dapat memperoleh dukungan berupa modal usaha, peralatan kerja, maupun fasilitas yang dapat menunjang aktivitas ekonomi. Bantuan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing penerima. Pedagang kecil dapat memperoleh dukungan peralatan usaha, pekerja dapat memperoleh peningkatan keterampilan, sementara pelajar dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh dukungan pendidikan. Dengan demikian, zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban mustahik, tetapi juga membuka kesempatan agar mereka dapat berkembang dan meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.
Peran BAZNAS Surabaya dalam Mendorong Kemandirian
BAZNAS Kota Surabaya berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak hanya menjawab kebutuhan sosial masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian mustahik. Salah satu bentuk pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan keterampilan masyarakat binaan, seperti fasilitasi uji kompetensi SKK Konstruksi. Peningkatan kompetensi dapat memberikan bekal bagi penerima manfaat untuk memperoleh peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi juga dapat dilakukan melalui bantuan produktif seperti peralatan usaha. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mustahik untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan mustahik tidak berhenti pada pemberian bantuan. Lebih dari itu, bantuan diarahkan untuk menciptakan kesempatan agar masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan membangun sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan.
Dari Bantuan Menuju Kemandirian
Keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya dapat dilihat dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan penerima manfaat. Ketika seorang mustahik yang sebelumnya mengalami keterbatasan kemudian mampu menjalankan usaha, memperoleh pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan memenuhi kebutuhan keluarganya dengan kemampuan sendiri, maka zakat telah memberikan dampak yang lebih luas. Kemandirian tersebut menjadi salah satu tujuan penting dalam pemberdayaan ekonomi. Mustahik tidak selamanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhan yang dimilikinya.
Peran Muzaki dalam Memperluas Manfaat Zakat
Mewujudkan kemandirian mustahik juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Zakat yang ditunaikan oleh muzaki melalui lembaga resmi menjadi bagian dari ekosistem yang memungkinkan berbagai program sosial dan pemberdayaan terus berjalan. Ketika zakat dikelola secara amanah dan disalurkan sesuai kebutuhan, manfaatnya dapat diperluas menjadi berbagai bentuk dukungan bagi masyarakat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Karena itu, menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat resmi bukan hanya tentang memenuhi kewajiban, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri.
Memaknai Kemerdekaan melalui Kemandirian Ekonomi
Semangat kemerdekaan pada bulan Agustus dapat menjadi momentum untuk melihat kesejahteraan masyarakat dari sudut pandang yang lebih luas. Merdeka bukan hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bekerja, belajar, berkembang, dan menentukan masa depan. Melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran, BAZNAS Kota Surabaya berupaya menjadi jembatan antara kepedulian muzaki dan kebutuhan mustahik. Zakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membuka jalan bagi penerima manfaat untuk tumbuh dan membangun kemandirian.
Pada akhirnya, zakat untuk kemandirian ekonomi mustahik merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana kepedulian dapat diubah menjadi kesempatan. Ketika zakat mampu membantu seseorang memperoleh keterampilan, mengembangkan usaha, mendapatkan pekerjaan, atau meningkatkan kesejahteraan keluarganya, maka manfaat zakat telah melampaui sebuah bantuan. Kemerdekaan pun dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk berdiri dengan kekuatan sendiri. Sebab, ketika mustahik memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri, zakat tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kehidupan masyarakat yang lebih berdaya.
ARTIKEL09/08/2026 | Sabrina - Magang
Sinergi BAZNAS dan UPZ Masjid dalam Mendorong Kemandirian UMKM
Masjid dalam sejarah peradaban Islam tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah ritual (mahdlah), melainkan juga menjadi poros peradaban, pusat literasi, serta penggerak kesejahteraan ekonomi umat. Mengembalikan fungsi strategis tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya terus memperkuat kolaborasi bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kota Surabaya melalui pendekatan ekosistem ekonomi berbasis masjid.
Langkah ini dilakukan untuk mentransformasi potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) jamaah menjadi modal produktif yang mampu mengangkat derajat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari status mustahik menjadi muzakki.
Mengapa Ekosistem Berbasis Masjid Sangat Strategis?
Masjid memiliki kedekatan ????????s dan emosional yang sangat erat dengan masyarakat sekitar (jamaah). Pengurus masjid dan UPZ lokal merupakan pihak yang paling memahami kondisi riil sosial-ekonomi warga disekitarnya.
Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya dan UPZ Masjid:
Pendataan Lebih Presisi: Penerima bantuan modal usaha (mustahik) terverifikasi secara akurat dan tepat sasaran berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Pendampingan Berkelanjutan: Masjid menjadi pusat berkumpul, pelatihan, serta pembinaan spiritual dan bisnis bagi para pelaku UMKM binaan.
Penguatan Jiwa Gotong Royong: Dana ZIS yang dikumpulkan dari jamaah masjid setempat disalurkan kembali untuk memberdayakan tetangga atau warga sekitar yang membutuhkan modal usaha.
Tiga Pilar Utama Sinergi BAZNAS dan UPZ Masjid
Optimalisasi Penghimpunan ZIS : Dengan terbentuknya UPZ Masjid resmi, tata kelola ZIS menjadi transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi, sehingga meningkatkan kepercayaan jamaah.
Bantuan Modal & Alat Usaha : Penyaluran dana ZIS produktif berupa perlengkapan kerja dan modal usaha tanpa bunga guna membebaskan warga dari jeratan pinjaman liar.
Pelatihan & Pendampingan : Pembekalan literasi keuangan, sertifikasi halal, pemasaran digital, hingga pembinaan karakter wirausaha syariah yang amanah.
Dampak Nyata: Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
Dengan mengintegrasikan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan, UMKM binaan tidak hanya mendapatkan peningkatan omzet, tetapi juga bimbingan mental spiritual. Ketika perekonomian warga di sekitar masjid menguat, daya beli masyarakat meningkat, dan roda perekonomian lokal dapat berputar dengan lebih sehat.
Tujuan akhir dari penguatan ekosistem berbasis masjid ini adalah kemandirian umat, di mana para pelaku usaha kecil yang dulunya menerima bantuan (mustahik) bertransformasi menjadi masyarakat yang mandiri secara finansial dan mampu menunaikan zakat serta infak (muzakki/munfiq).
"Masjid yang makmur adalah masjid yang tidak hanya megah bangunannya, tetapi juga membawa kesejahteraan dan kemandirian bagi masyarakat di sekelilingnya."
ARTIKEL08/08/2026 | Cici - Magang
Inovasi Green Zakat BAZNAS Kota Surabaya: Pengelolaan ZIS untuk Lingkungan Berkelanjutan
Di tengah laju modernisasi dan pesatnya pembangunan Kota Surabaya, tantangan ekologis dan kerentanan lingkungan pemukiman perkotaan kini menjadi isu mendesak yang membutuhkan penanganan komprehensif. Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, Kota Pahlawan tidak hanya berhadapan dengan masalah kemiskinan struktural, melainkan juga risiko bencana skala lokal seperti kebakaran padat penduduk, genangan air, hingga persoalan limbah domestik.
Menjawab dinamika tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya mengusung terobosan baru melalui integrasi konsep Green Zakat dalam tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pendekatan ini mentransformasi dana keagamaan tidak sekadar sebagai instrumen karitatif penanggulangan kemiskinan, melainkan juga sebagai motor penggerak kelestarian lingkungan serta perlindungan sosial perkotaan.
Memaknai Konsep Green Zakat dalam Perspektif Perkotaan
Green Zakat merupakan paradigma pengelolaan fidyah, zakat, infak, dan sedekah yang diselaraskan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dalam Islam, prinsip kepemimpinan manusia di bumi (khalifah fil ardh) mewajibkan penjagaan terhadap keseimbangan alam (mizan) dan pelarangan atas perusakan lingkungan (fasad).
Dalam konteks Kota Surabaya, BAZNAS mengimplementasikan konsep ini dengan memperluas skema pendayagunaan dana ZIS agar memberikan dampak ekologis langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau mustahik. Lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan aman dipandang sebagai hak mendasar yang selaras dengan tujuan syariat (Maqashid Syariah), khususnya dalam menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan harta (hifzh al-mal). Pengelolaan Limbah Domestik dan Sanitasi Berkelanjutan
Pilar Utama Program Green Zakat Surabaya:
Edu-Ekologi Mustahik: Pengurangan limbah rumah tangga melalui penyediaan sarana sanitasi ramah lingkungan.
Surabaya Sigap Kebencanaan: Respon cepat dan tanggap darurat bencana lingkungan pemukiman padat.
Hunian Sehat Berkelanjutan: Peningkatan kualitas tempat tinggal melalui program bedah rumah berbasis sanitasi baik.
Pengelolaan Limbah Domestik dan Sanitasi Berkelanjutan
Salah satu wujud nyata penerpan Green Zakat oleh BAZNAS Kota Surabaya adalah dukungan aktif terhadap penanganan limbah domestik pemukiman. Melalui penyaluran bantuan sanitasi ramah lingkungan serta sosialisasi produk ramah lingkungan—seperti distribusi popok dan pembalut kain pakai ulang—BAZNAS Surabaya secara langsung berkontribusi menurunkan volume sampah plastik sekali pakai di tingkat kelurahan.
Program ini tidak hanya berfokus pada efisiensi pengeluaran harian keluarga kurang mampu, tetapi juga mendidik masyarakat untuk memiliki pola hidup bersih dan peduli lingkungan. Sanitasi pemukiman yang tertata rapi terbukti mampu meminimalkan risiko pencemaran air tanah serta menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan di kawasan padat penduduk.
Tanggap Bencana Pemukiman melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB)
Kepadatan bangunan di perkotaan menjadikan pemukiman Surabaya rentan terhadap insiden kebencanaan, terutama kebakaran dan dampak cuaca ekstrem. Melalui unit operasional BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Surabaya, BAZNAS tidak hanya hadir saat fase paska-bencana memberikan bantuan logistik dasar, tetapi juga terlibat dalam aksi cepat asesmen serta pemulihan kondisi fisik dan ekonomi korban.
Sinergi ini diperkuat melalui integrasi program rehabilitasi hunian (Dandan Omah/Bedah Rumah). Rumah-rumah warga kurang mampu yang terdampak bencana maupun dalam kondisi tidak layak dirombak dengan memperhatikan aspek sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta keandalan struktur, sehingga lebih tahan terhadap risiko bencana lingkungan dimasa depan.
Sinergi Strategis dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat
Keberhasilan implementasi Green Zakat tidak lepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS Kota Surabaya dengan Pemerintah Kota Surabaya, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta elemen relawan. Dengan mengoptimalkan dana zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya dan muzakki umum, BAZNAS mampu menghadirkan program yang presisi dan berdampak ganda (*multiplier effect*).
Model pendayagunaan terpadu ini membuktikan bahwa dana ZIS dapat dikelola secara modern, transparan, dan akuntabel guna menjawab persoalan riil perkotaan secara sistematis dan terukur.
"Zakat bukan sekadar memindahkan harta dari kaya ke miskin, melainkan membangun lingkungan dan kehidupan yang martabat, aman, serta berkelanjutan bagi seluruh warga."
ARTIKEL07/08/2026 | Cici - Magang
Mengapa Memilih Lembaga Zakat Resmi Itu Penting?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya menyucikan hartanya, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, zakat bukan sekadar aktivitas memberi, melainkan amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.
Di era digital saat ini, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Sebagian memilih memberikan secara langsung kepada penerima, sementara sebagian lainnya mempercayakan penyalurannya kepada lembaga resmi seperti BAZNAS Surabaya. Muncul pertanyaan, apakah menyalurkan zakat melalui lembaga resmi memang penting? Jawabannya adalah ya. Selain memudahkan proses penyaluran, lembaga zakat resmi memiliki sistem pengelolaan yang profesional sehingga amanah dari para muzaki dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Zakat adalah Amanah, Bukan Sekadar Donasi
Dalam Islam, zakat memiliki kedudukan yang berbeda dengan sedekah biasa. Zakat merupakan kewajiban yang telah ditentukan syarat, ketentuan, serta golongan penerimanya (asnaf). Karena itu, pengelolaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Berdasarkan QS. At-Taubah: 60, menunjukkan bahwa zakat memiliki aturan penyaluran yang jelas. Amanah seorang muzaki bukan hanya mengeluarkan zakat, tetapi juga memastikan zakat tersebut sampai kepada pihak yang benar sesuai dengan ketentuan syari'at.
Mengapa Memilih Lembaga Zakat Resmi itu Penting?
Lembaga zakat resmi hadir bukan untuk menggantikan semangat berbagi secara langsung, melainkan untuk memastikan bahwa dana zakat dikelola secara profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Berikut beberapa alasan penting memilih lembaga zakat resmi.
Penyaluran Lebih Tepat Sasaran
Lembaga resmi memiliki mekanisme pendataan, survei lapangan, serta proses verifikasi mustahik. Dengan demikian, bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak sesuai ketentuan syariat. Hal ini membantu meminimalkan risiko bantuan yang tidak tepat sasaran atau diterima oleh pihak yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria sebagai penerima zakat.
Dikelola Secara Profesional
Pengelolaan zakat saat ini tidak lagi hanya berupa penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga mencakup program pemberdayaan masyarakat. Dana zakat dapat diwujudkan dalam berbagai program, seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga dakwah dan pembinaan umat. Dengan pengelolaan yang profesional, manfaat zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi mampu mendorong mustahik menjadi lebih mandiri.
Transparan dan Akuntabel
Kepercayaan masyarakat merupakan aset utama lembaga pengelola zakat. Oleh sebab itu, lembaga resmi menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui laporan pengelolaan dana, audit, serta pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku. Transparansi tersebut memberikan rasa aman bagi para muzaki karena dana yang dititipkan dapat dipertanggungjawabkan secara jelas.
Bolehkah Memberikan Zakat Secara Langsung?
Memberikan zakat secara langsung kepada mustahik pada dasarnya diperbolehkan apabila benar-benar memenuhi ketentuan syariat dan penerimanya termasuk golongan yang berhak menerima zakat. Namun, dalam praktiknya tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melakukan pendataan, memastikan status mustahik, maupun menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin memudahkan pembayaran zakat secara digital, masyarakat kini dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah tanpa mengurangi nilai ibadahnya. Yang terpenting bukan hanya kemudahan bertransaksi, tetapi juga keyakinan bahwa setiap amanah yang dititipkan dikelola secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di sinilah peran lembaga zakat resmi menjadi sangat penting sebagai perantara yang mengelola amanah secara profesional. Dengan mempercayakan zakat kepada lembaga resmi, muzaki dapat lebih tenang karena dana yang disalurkan dikelola oleh pihak yang memiliki sistem, sumber daya, dan pengalaman dalam pengelolaan zakat.
Peran BAZNAS Surabaya dalam Menjaga Amanah Muzaki
Sebagai lembaga pemerintah non struktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Surabaya berkomitmen menjaga amanah para muzaki melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai syariat. Dana zakat yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, di antaranya:
Program Pendidikan, untuk membantu pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Program Kesehatan, berupa bantuan biaya pengobatan, layanan kesehatan, dan kebutuhan medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program Pemberdayaan Ekonomi, melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan bagi pelaku usaha kecil agar lebih mandiri.
Program Kemanusiaan, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, kondisi darurat, maupun kesulitan sosial.
Penutup
Zakat merupakan amanah yang tidak hanya bernilai ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada sesama. Oleh karena itu, memilih lembaga zakat resmi menjadi langkah penting untuk menjaga nilai amanah, memperluas manfaat, dan memperkuat kepercayaan dalam pengelolaan dana umat.
BAZNAS Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Dengan menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi, setiap kontribusi yang diberikan tidak hanya menjadi amal jariyah bagi muzaki, tetapi juga menjadi harapan baru bagi mustahik untuk bangkit, mandiri, dan meraih kehidupan yang lebih sejahtera.
ARTIKEL07/08/2026 | Nadya - Magang
Meluruskan Tradisi Rebo Wekasan di Bulan Safar: Antara Budaya, Mitos, dan Syariat Islam
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, bulan ini sering dikaitkan dengan sebuah tradisi yang dikenal sebagai Rebo Wekasan, yaitu hari Rabu terakhir pada Bulan Safar. Sebagian masyarakat meyakini hari tersebut sebagai waktu turunnya berbagai musibah sehingga dilakukan berbagai ritual sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari bala. Tradisi tersebut telah berkembang secara turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Namun, sebagai umat Islam penting untuk memahami bahwa setiap keyakinan dan amalan hendaknya didasarkan pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Dengan demikian, budaya yang berkembang di masyarakat dapat disikapi secara bijaksana tanpa menggeser kemurnian akidah.
Mengenal Tradisi Rebo Wekasan
Istilah Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa, yaitu Rebo yang berarti hari Rabu dan Wekasan yang berarti terakhir. Dengan demikian, Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir pada Bulan Safar. Di berbagai daerah, tradisi ini diperingati dengan beragam kegiatan, seperti pengajian, doa bersama, membaca Al-Qur’an, sedekah, makan bersama, hingga kirab budaya. Di beberapa tempat bahkan berkembang keyakinan bahwa pada hari tersebut Allah SWT menurunkan berbagai musibah sehingga diperlukan amalan tertentu sebagai penolak bala. Tradisi tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, perlu dibedakan antara nilai budaya yang bersifat sosial dengan keyakinan agama yang harus memiliki landasan syariat.
Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan?
Pada masa Jahiliah, masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa Bulan Safar merupakan bulan yang membawa kesialan sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting pada bulan tersebut. Islam kemudian meluruskan anggapan tersebut. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada penularan penyakit (yang terjadi dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa pertanda buruk, dan tidak ada kesialan pada Bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam menolak keyakinan mengenai adanya bulan yang secara khusus membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berlangsung atas izin dan ketetapan Allah SWT, bukan karena waktu tertentu. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak dianjurkan meyakini bahwa Bulan Safar merupakan bulan yang identik dengan musibah ataupun menganggap Rebo Wekasan sebagai hari yang pasti membawa bala.
Menyikapi Rebo Wekasan Menurut Syariat Islam
Para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan adanya ibadah khusus pada Rebo Wekasan maupun keyakinan bahwa hari tersebut menjadi waktu turunnya bala. Apabila masyarakat memperingati Rebo Wekasan dengan kegiatan yang bernilai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, atau menghadiri kajian keislaman, maka amalan-amalan tersebut tetap bernilai baik karena memang dianjurkan dalam Islam.
Namun demikian, yang perlu dihindari adalah keyakinan bahwa ibadah tersebut memiliki keutamaan khusus hanya karena dilakukan pada Rebo Wekasan atau bahwa amalan tertentu pasti dapat menolak musibah yang diyakini turun pada hari tersebut tanpa adanya dasar dari syariat. Islam mengajarkan agar seorang muslim senantiasa bertawakal kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dan beramal saleh setiap waktu, tanpa mengaitkannya dengan mitos yang tidak memiliki landasan agama.
Bulan Safar sebagai Momentum Memperbanyak Amal Saleh
Daripada terjebak pada mitos mengenai Bulan Safar, umat Islam dianjurkan menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. Memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, dan menjalin silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Wujudkan Kepedulian Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Islam mengajarkan bahwa cara terbaik menghadapi berbagai ujian kehidupan adalah dengan memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan membantu sesama. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Surabaya mengajak masyarakat untuk memaknai Bulan Safar sebagai momentum memperbanyak kebaikan, bukan sebagai bulan yang harus ditakuti karena berbagai mitos yang berkembang. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Surabaya, masyarakat turut berkontribusi dalam membantu mustahik, memberdayakan ekonomi umat, mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai program kemanusiaan. Setiap rupiah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sosial.
Penutup
Tradisi Rebo Wekasan merupakan bagian dari budaya yang hidup di tengah masyarakat. Islam tidak melarang budaya selama tidak bertentangan dengan akidah dan syariat. Namun, umat Islam perlu meluruskan keyakinan bahwa Bulan Safar maupun Rebo Wekasan bukanlah waktu yang secara khusus membawa kesialan atau musibah. Daripada mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar dalam syariat, marilah mengisi Bulan Safar dengan amal-amal yang telah jelas dianjurkan, seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Bersama BAZNAS Surabaya, mari jadikan Bulan Safar sebagai momentum untuk menebarkan manfaat, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan keberkahan bagi sesama melalui semangat berbagi yang berlandaskan syariat Islam.
ARTIKEL07/08/2026 | Nadya - Magang
Bukan Sekadar Donasi: Bagaimana Zakat Mengubah Pahlawan Keluarga Menjadi Wirausaha
Di sudut-sudut Kota Surabaya, selalu ada kisah tentang ketangguhan. Dari seorang ibu tunggal yang merajik kue basah di dapur sempitnya hingga seorang ayah yang menjajakan makanan dengan sepeda tua demi membiayai sekolah anak-anaknya. Mereka adalah pahlawan keluarga sosok yang pantang menyerah meski roda kehidupan sering kali berputar di bawah.
Bagi mereka, bertahan hidup bukan sekadar soal pemenuhan piring nasi besok pagi, melainkan tentang kepastian masa depan. Di sinilah BAZNAS Kota Surabaya hadir membawa sudut pandang baru: dana zakat tidak boleh berhenti sebagai santunan sesaat, melainkan harus menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Memutar Roda Zakat dari Konsumtif ke Produktif
Selama ini, bayangan masyarakat umum terhadap zakat sering kali terbatas pada bantuan pangan atau uang tunai yang langsung habis. Tentu, bantuan kedaruratan semacam itu tetap krusial dalam situasi krisis. Namun, untuk memutus rantai kemiskinan secara permanen, pendekatan yang dibutuhkan adalah pemberdayaan.
Melalui program pendayagunaan zakat produktif, BAZNAS Kota Surabaya mengalokasikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki untuk modal wirausaha bagi keluarga prasejahtera. Bantuan ini diberikan dalam bentuk sarana usaha lengkap—seperti rombong/gerobak kuliner modern, bahan baku awal, hingga alat-alat produksi yang memadai. Dengan memiliki sarana usaha mandiri, para pahlawan keluarga kini punya instrumen nyata untuk menjemput rezeki setiap hari.
Pendampingan Berkelanjutan: Dituntun Sampai Berhasil
Pemberian modal hanyalah langkah awal. Kunci utama kesuksesan program wirausaha BAZNAS Kota Surabaya terletak pada proses pendampingan yang intensif (incubation & mentorship). Banyak pelaku UMKM pemula yang memiliki semangat tinggi, tetapi terkendala pada tata kelola keuangan dasar atau pemasaran.
Dengan pendampingan ini, para pelaku usaha binaan tidak merasa sendirian menghadapi kerasnya persaingan usaha di kota besar seperti Surabaya.
Dari Penerima Bantuan Menjadi Pembayar Zakat
Dampak nyata dari zakat produktif dapat dirasakan dari pergeseran taraf hidup para penerima manfaat. Banyak dari mereka yang awalnya kesulitan memenuhi kebutuhan pokok bulanan, kini mampu mengantongi pendapatan stabil, menabung untuk pendidikan anak, bahkan menyisihkan sebagian hasilnya untuk infak harian.
Menggerakkan Roda Ekonomi Lokal Kota Surabaya
Pemberdayaan wirausaha berbasis zakat ini secara tidak langsung memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Surabaya. Sektor UMKM yang tangguh di tingkat kampung dan kelurahan menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas ekonomi kota.
Setiap bungkus makanan yang terjual dari rombong binaan BAZNAS adalah bukti bahwa dana zakat yang dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran mampu melahirkan geliat ekonomi baru di Kota Pahlawan.
ARTIKEL07/08/2026 | Leli - Magang
Dari Mustahik Jadi Berdikari: Menjejak Langkah Kemerdekaan Ekonomi Bersama BAZNAS Surabaya
Setiap bulan Agustus tiba, gema kemerdekaan bertiup kencang di setiap sudut Kota Surabaya. Bendera merah putih berkibar anggun di sepanjang jalan protokol hingga gang-gang pemukiman. Namun, jika kita menyelami makna kemerdekaan secara lebih mendalam, ada satu pertanyaan penting yang patut direfleksikan bersama: Sudahkah setiap lapisan masyarakat kita benar-benar menikmati kemerdekaan secara ekonomi?
Bagi sebagian warga prasejahtera, perjuangan melawan keterbatasan finansial adalah garis depan pertempuran harian. Dalam dinamika inilah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya mengambil peran aktif bukan sekadar sebagai penyalur bantuan sosial, melainkan sebagai motor penggerak transformasi sosial dan kemandirian ekonomi umat.
Mengubah Paradigma: Dari Bantuan Konsumtif ke Pemberdayaan Produktif
Selama ini, zakat sering kali dipahami sebatas instrumen karitatif untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti bantuan bahan pokok atau zakat fitrah tahunan. Tentu, nilai kepedulian tersebut sangat berharga. Namun, untuk memutus mata rantai kemiskinan secara permanen, pendekatan yang digunakan harus bergeser dari sekadar konsumtif menjadi zakat produktif.
BAZNAS Kota Surabaya merancang berbagai program unggulan pemberdayaan ekonomi—seperti bantuan rombong usaha, bantuan modal kerja, hingga fasilitasi Sertifikasi Halal dan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Pendekatan ini bertujuan agar para penerima manfaat (mustahik) memiliki sarana kerja yang layak, keahlian yang teruji, serta akses pasar yang lebih luas.
"Kemerdekaan sejati tercapai ketika seseorang tidak lagi menggantungkan hidupnya pada uluran tangan orang lain, melainkan mampu berdiri tegak di atas hasil usahanya sendiri."
Langkah Nyata di Lapangan: Menyalakan Asa Wirausaha Kota Pahlawan
Langkah BAZNAS Surabaya dalam mengawal kemerdekaan ekonomi warga dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Proses pemberdayaan ini mencakup tiga pilar utama:
Assesment dan Pendampingan Tepat Sasaran: Setiap calon penerima manfaat melalui survei kelayakan untuk memastikan modal atau alat kerja yang diberikan sesuai dengan potensi serta keterampilan yang dimiliki.
Penyediaan Akses Modal dan Alat Kerja: Melalui penyerahan rombong UMKM, peralatan masak, hingga permodalan usaha kecil, BAZNAS Surabaya memastikan pelaku usaha siap beroperasi secara profesional.
Penguatan Legalitas dan Legalitas Produk: BAZNAS Surabaya aktif mendampingi UMKM binaan dalam memperoleh pelatihan kewirausahaan dan sertifikasi pendukung agar produk mereka mampu bersaing di pasar modern
Dampak Nyata: Menuju Cita-Cita "Mustahik Menjadi Muzakki"
Hasil dari sinergi ini bukan sekadar angka atau statistik semata, melainkan kisah-kisah ketangguhan warga Surabaya. Banyak di antara mereka yang mulanya kesulitan memenuhi kebutuhan harian, kini mampu mengelola usaha makanan, jasa rekayasa konstruksi, hingga usaha perdagangan ritel dengan omzet yang stabil. Ketika pendapatan keluarga meningkat, mereka tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anak, tetapi juga mulai menyisihkan sebagian rezekinya untuk berinfak dan berzakat. Inilah puncak pencapaian dari gerak langkah BAZNAS Kota Surabaya: mengantarkan keluarga dari posisi penerima bantuan menjadi pembayar zakat (muzakki) yang memberi manfaat bagi sesama.
Sinergi Zakat untuk Surabaya Lebih Sejahtera
Mari terus satukan langkah dan percayakan pengelolaan zakat, infak, serta sedekah Anda melalui lembaga resmi. Kepercayaan dan kepedulian Anda adalah bahan bakar utama yang menggerakkan roda kemerdekaan ekonomi warga Kota Surabaya.
Memaknai semangat Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pahlawan ini adalah tentang memastikan tidak ada satu pun saudara kita yang tertinggal dalam garis kemiskinan. Bersama BAZNAS Kota Surabaya, mari kita wujudkan masyarakat yang mandiri, bermartabat, dan berdikari secara ekonomi
ARTIKEL07/08/2026 | Leli - Magang
Zakat sebagai Investasi Sosial: Membangun Masa Depan Umat Bersama BAZNAS Kota Surabaya
Zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, tetapi juga merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Berbeda dengan investasi pada umumnya yang berorientasi pada keuntungan materi, zakat menghadirkan nilai keberkahan karena mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan para mustahik. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong kemandirian ekonomi umat.
Di era modern, pengelolaan zakat tidak lagi sebatas memberikan bantuan konsumtif kepada masyarakat yang membutuhkan. Kini, zakat juga diarahkan untuk mendukung program-program pemberdayaan sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Bantuan modal usaha, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan menjadi contoh bagaimana dana zakat dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih mandiri.
Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah, BAZNAS Kota Surabaya terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dana yang dihimpun dari para muzaki disalurkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah. Dengan pengelolaan yang sesuai syariat, BAZNAS memastikan setiap amanah yang diberikan masyarakat dapat memberikan manfaat secara optimal.
Salah satu tujuan utama pengelolaan zakat adalah mendorong perubahan status mustahik menjadi muzaki. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan modal usaha, pendampingan UMKM, hingga pelatihan kewirausahaan. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan diharapkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Selain aspek ekonomi, BAZNAS Kota Surabaya juga memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Berbagai program bantuan pendidikan diberikan kepada pelajar dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Pendidikan menjadi salah satu investasi terbaik dalam membangun generasi yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Di bidang kesehatan, BAZNAS turut menghadirkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari alat kesehatan, bantuan pengobatan, hingga program layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Kehadiran program-program tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki peran yang luas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam pengelolaan zakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Surabaya terus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap proses penghimpunan maupun pendistribusian dana ZIS. Dengan tata kelola yang baik, masyarakat dapat menunaikan zakat dengan rasa aman dan yakin bahwa amanahnya disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak menerima.
Melalui zakat, setiap muslim memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan sosial yang berkelanjutan. Setiap rupiah yang ditunaikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi modal bagi lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Mari bersama BAZNAS Kota Surabaya, jadikan zakat sebagai investasi sosial yang menghadirkan keberkahan bagi diri sendiri sekaligus membawa manfaat yang luas bagi umat.
ARTIKEL07/08/2026 | Aliya - Magang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Surabaya.
Lihat Daftar Rekening →